Oct 13, 2012

We are living in “Metaphysically” the Fourth Dimension




By Marsigit

Nick Sandberg, 2002, The Two Towers Fall - Awakening to the Fourth Dimension: Some Qabalistic reflections on the September 11 Tragedy, introduce his writing with the following excerpt: "I scarcely move,


Yet swiftly seem to run; My son, thou seest, Here Space and Time are one." - Wagner's "Parcifal". He called this piece as a personal Qabalistic reflection on some of the symbols arising from the tragic events of the date September 11th 2001; and, from this, he hope the subject can be viewed as a valid topic for discussion; while hoping to utilize the esoteric works on higher dimensional experience to show that behind the terrible human tragedy of the day remains a very positive and powerful symbol for human and planetary development, reflection, perception, and judgement of something associated with superconsciousness - the divine. It learned us how human consciousness on both a personal and planetary level and their effort of experiencing more dreams intended to integrate deep and dark aspects of the human psyche in which then Mikuma Yoshifumi, 1995, in his "Welcome to the 'Fourth Dimension' ", stated that we could expand a streach of time when a backlog is killing us, and contract it when we can't wait for a next date; however, people seem to think of it as a science fictional world, which does not exist, in which he believes, however, that in a way, we can say it really does exist. And this belief will open up a whole new world for us; so here today, we need to take on a journey through the world of the fourth dimension. In which the concept of the "fourth dimension" unthinkable, we still hear the word "time," we usually think of the kind of "time" which is indicated by a clock or watch; and seems everything to exist irreversible sequence of occurrences, and thus is bound by time.

The idea that we live in a world with more than three dimensions said to be tantalizing one by Charles H. Hinton, (2004), in his “On the Fourth Dimension”. He stated that it's commonly accepted that time is the "fourth" dimension, but it's too easy for people to just say, "Time is the fourth dimension," and leave it at that and strived to visualize what a fourth spacial dimension really means by starting to think about what the world would be like with less dimensions and what it means to expand that world into higher levels of existence. He claimed that we do not know what the universe was doing before it was expanding; a leading theory, inflation, is an attractive addition to the framework, but it lacks cross bracing in a so called cosmology. Cosmology on the other hand, deals with the nature of the universe and concerned with how the universe is put together, and what underlying rules and properties does it have, in which, according to Ross, K.L. (2000), there is a debate about whether a universe with structure can have randomness or a universe that is chaotic that can have structure. Adams, C. and Zachariah, C. (2004), imagined that the fourth dimension was a step between the 3rd and 5th dimensions where you saw a little of both in one moment; there would be corruption and ignorant yet also lightness and beauty. They perceived that in the fifth dimension, we are more able to keep the angelic part of your nature at hand at all times. This is truly the beginning of your ascent up the stairway to the heavens, your true home; many have worked together to bring this joyous awakening about; our hearts cried out for the light and for the truth to be known on earth of who we are. We are, accordingly, light-beings of great beauty and love and at last beginning to awaken and bring our full awareness to earth life; we are growing closer to whom we truly are. With this higher dimension we are more able to see the light in others as well as in ourself.

Meanwhile, Ouspensky, P.D. (1921) in his “Tertium Organum” developed method for understanding the four dimension by employing four mutually interchangeable coordinates, three of space and one of time. According to him, time is the fourth dimension of space imperfectly sensed-apprehended by consciousness successively, and thereby creating the temporal illusion; while in the same time he attempted to prove the Kantian problems of the subjectivity of space and time. Ouspensky was sure of place in the hierarchy of philosopherto solve the problems of human existence by employing the binocular vision of the mathematician and the mystic. According to Oupensky, the fourth dimension is the dimension of problem of superior states of consciousness in which there shall be time no longer. The people of the fourth dimension are in the world but not of it; their range is far wider than this slum of space; in them dormant faculties are alert, like birds of the air, their fitting symbols, they are at home in realms which others cannot enter, even though already there; nor are these heavenly eagles confined to the narrow prison of the breast and their bodies are as tools which they may take up or lay aside at will.

Damardjati Supajar (2002) in his “Nawang Sari” excerpted the Whitehead’s work that the universe shows us two aspects: on one side it is physically wasting, on the other side it is spiritually ascending; and excerpted the Herakleitos’ work that “This world order, which is the same for all, none of the men has made. It wasever, is now and shall be: an Ever Living Fire, kindling in measures and being extinguished in measures”. Further, he noted “Keep our mind widely open, to a new ideas and evidence”. Agreed with Oupensky, Damardjati Supajar emphasized that people who have developed their self-consciousness and cosmic-consciousness are able to uncover the mysteries of the fourth dimension (Marsigit, 18 November 2008)

35 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Waktu merupakan dimensi ke-4 karena dimensi tidak cukup hanya menggunakan dimensi ruang, tapi harus disertakan waktunya. Dalam konsep koordinat 3 dimensi, kita dapat berpindah kemana-kemana sekehendak kita, ke atas, bawah, kanan, kiri, depan, belakang atau bahkan berhenti. Tapi dalam dimensi ke-4, yaitu dimensi waktu, kita tidak bisa seenaknya bergerak. Kita hanya bisa terus bergerak maju dalam dimensi waktu, tidak bisa berhenti atau bahkan bergerak mundur. Cepat lambatnya kita berjalan dalam dimensi waktu tergantung kecepatan bergerak kita.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Hinton menyatakan bahwa biasanya diterima saat itu adalah dimensi "keempat", tapi terlalu mudah bagi orang untuk mengatakan, "Waktu adalah dimensi keempat," dan biarkan pada saat itu dan berusaha untuk memvisualisasikan seperti apa dimensi keempat yang benar-benar berarti oleh Mulai memikirkan bagaimana dunia akan seperti dimensi yang kurang dan apa artinya memperluas dunia itu ke tingkat eksistensi yang lebih tinggi. Dia mengklaim bahwa kita tidak tahu apa yang alam semesta lakukan sebelum berkembang.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyak pandangan yang mengungkapkan atau memaparkan mengenai kehidupan pada dimensi empat secara metafisika. Salah satu yang memaparkannya adalah Charles H. Hinton, dia mengungkapkan bahwa dunia memiliki lebih dari 3 dimensi, yakni ada dimensi ke empat. Dimensi keempat ini adalah waktu, tetapi kita juga berusaha untuk memvisualisasikan dimensi keempat ini sehingga kita tahu arti atau keadaan dimensi empat yang sebenarnya. Kita mulai berpikir mengenai dimensi empat yang sebenarnya maka kita juga memikirkan dimensi yang berada di bawahnya maupun yang lebih luas atau lebih tinggi darinya. Adam dan Zachariah membayangkan bahwa dimensi keempat itu merupakan sebuah langkah antara dimensi ketiga dan dimensi kelima, sehingga dalam dimensi keempat ini kita dapat melihat pada satu waktu bagian dari kedua dimensi ini. Dengan berorientasi pada dimensi yang lebih tinggi dan tidak melupakan dimensi yang lebih rendah, maka kita akan semakin dekat untuk mengenali diri kita sendiri dan melihat posisi kita di alam semesta ini.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kita hidup dalam "Metafisika" Dimensi Keempat
    Menurut Charles, kita hidup di dunia dengan lebih dari tiga dimensi. Dalam bukunya "On the Fourth Dimension", Charles menyatakan bahwa biasanya diterima saat itu adalah dimensi "keempat", tapi terlalu mudah bagi orang untuk hanya mengatakan, "Waktu adalah dimensi keempat," dan biarkan pada saat itu dan berusaha untuk memvisualisasikan seperti apa dimensi keempat yang sebenarnya berarti oleh Mulai memikirkan bagaimana dunia akan seperti dimensi yang kurang dan apa artinya memperluas dunia itu ke tingkat eksistensi yang lebih tinggi. Dia mengklaim bahwa kita tidak tahu apa yang alam semesta lakukan sebelum berkembang. Walaupun masih banyak lagi pendapat tentang dimensi keempat selain Charles.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebuah ruang berdimensi tertentu tersusun atas ruang dimensi yang lebih rendah dengan jumlah yang tidak terbatas.
    Maknanya adalah ruang dimensi yang lebih rendah dalam jumlah yang tidak terbatas akan menyusun menjadi ruang dimensi yang lebih tinggi.
    Misalnya ruang dimensi 3, dimensi ruang yang sekarang di huni oleh manusia, dengan jumlah yang tak terbatas menyusun menjadi satu ruang dimensi empat. Demiian seterusnya sehingga setiap dimensi yang satu dengan yang lainnya saling berkaitan.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Gagasan bahwa kita hidup di dunia dengan lebih dari tiga dimensi dikatakan oleh Charles H. Hinton, ( 2004), dalam bukunya " On the Fourth Dimension ". Dia menyatakan bahwa itu umum diterima bahwa waktu adalah dimensi " keempat ", tapi itu terlalu mudah bagi orang untuk hanya mengatakan, " Waktu adalah dimensi keempat , " dan berhenti di situ dan diupayakan untuk memvisualisasikan apa dimensi spasial keempat benar-benar berarti dan mulai berpikir tentang dunia akan seperti apa dengan dimensi yang kurang dan apa artinya untuk memperluas dunia yang menjadi tingkat yang lebih tinggi dari keberadaan. Ia mengklaim bahwa kita tidak tahu apa alam semesta itu terjadi sebelum berkembang; teori inflasi mengemuka adalah tambahan menarik untuk kerangka kerja, tetapi tidak saling menguatkan dalam apa yang disebut kosmologi.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Yang paling berkesan dari artikel tersebut menurut saya saat ada perdebatan dari Ross tentang apakah alam semesta dengan struktur bisa memiliki keacakan atau alam semesta yang kacau yang bisa memiliki struktur. Adams dan Zachariah membayangkan bahwa dimensi keempat adalah sebuah langkah antara dimensi ke-3 dan ke-5 di mana kita melihat sedikit dari keduanya dalam satu momen. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa kita adalah makhluk ringan yang memiliki kecantikan dan cinta yang hebat dan akhirnya mulai terbangun dan membawa kesadaran penuh kita kepada kehidupan di bumi. Kita semakin dekat dengan siapa diri kita sebenarnya. Dengan dimensi yang lebih tinggi ini kita lebih bisa melihat cahaya pada orang lain maupun dalam diri kita.

    ReplyDelete

  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut Einstein, waktu adalah dimensi keempat. Einstein sangat mempercayai harmoni yang terdapat di da- lam alam semesta dan tujuan penelitian ilmiahnya adalah menemukan kesa- tuan dasar dari ilmu fisika. la mencoba membangun sebuah kerangka yang sama bagi elektrodinamika dan mekanika yang tadinya merupakan dua teo- ri yang berbeda. Kerangka inilah yang dikenal sebagai teori khusus menge- nai relativitas. Menurut teori relativitas, ruang tidak bersifat tiga dimensi dan waktu bukanlah sebuah wujud yang terpisah dari ruang. Keduanya se- benarnya satu ruang-waktu dan bersifat empat dimensi. Iadi, di dalam teori relativitas kita tidak dapat berbicara mengenai ruang tanpa berbicara me- ngenai waktu dan demikian sebaliknya. Tidak seperti dalam pandangan Newton, di dalam teori Einstein waktu tidak mengalir secara universal. Dua buah peristiwa yang tampaknya terjadi bersamaan oleh pengamat yang satu dapat terjadi dalam urutan waktu yang berbeda bagi pengamat yang lain.

    ReplyDelete
  9. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Waktu adalah dimensi keempat ruang yang tidak dirasakan sepenuhnya oleh kesadaran, dan dengan demikian menciptakan ilusi waktu; sementara di saat yang sama ia berusaha untuk membuktikan masalah Kant dari subjektivitas ruang dan waktu. Orang-orang dari dimensi keempat berada di dunia tetapi bukan dari itu; jangkauan mereka jauh lebih luas daripada hanya ruang; di dalamnya terdapat waspada, seperti burung di udara, simbol pas mereka, mereka berada di rumah di alam yang lain tidak bisa masuk, meskipun sudah ada.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hidup dalam dunia demensi keempat aadalah sangat tidak musthail karena dengan perkembangan zaman yang semakin maju maka hal itu tidak lah tidak mungkin. Dimensi keempat erat kaitannya dengan waktu. Dmna awaktu disni adalah suatau hal pokok bagi dimensi itu. Mungkin yang kita ketahui secara umu, adalah dimensi satu dua dan tiga. Akan tetapi jika kita berbicara dimensi keempat maka itu akan berhubungan dengan hal hal yang dilaur akar pikir kita.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ruang merupakan dimensi ketiga. Sehingga manusia masih biasa menggapainya. Nah, untuk dimensi keempat menurut saya sangat sulit untuk menggapainya. Dalam dimensi ruang, kita dapat bergerak maju dan mundur, ada batasan pada itu. Namun dalam waktu, kita hanya bisa bergerak dalam satu arah. Sedangkan dalam waktu, kita tidak bisa bergerak mundur, hanya maju. Jadi, waktu adalah dimensi ke empat selain tiga dimensi ruang. Untuk menggapai ruang dan waktu adalah tergantung dengan apa yang akan kita lakukan.

    ReplyDelete
  12. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dimensi ke empat adalah waktu, ternyata hal ini hanya berlaku untuk pengertian ruang yang mengacu kepada Minkowski space sebuah model matematis ruang-waktu yang menjadi pijakan teori relativitas Einstein. Ruang ini berbeda dengan ruangan tiga dimensi yang biasa kita kenal karena ada tambahan satu dimensi yang berbeda dengan tiga yang lainnya tambahan satu dimensi spatial ini adalah konsep yang berbeda dengan dimensi waktu dalam rangkaian model matematis ruang-waktu karena waktu memiliki fungsi yang sangat berbeda dengan dimensi spatial tersebut.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Damardjati Supajar menyatakan bahwa alam semesta menunjukkan kepada kita dua aspek: di satu sisi secara fisik, di sisi lain itu adalah naik rohani; dan dikutip pekerjaan Herakleitos Lebih lanjut, ia mencatat perlunya pikiran kita untuk terbuka lebar, dengan ide-ide baru dan bukti dimana orang-orang yang telah mengembangkan kesadaran diri mereka dan kosmik kesadaran mampu mengungkap misteri dimensi keempat.

    ReplyDelete
  14. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Karena dimensi empat berkaitan dengan waktu, sehingga kemampuan manusia yang bersifat kasat mata, ghaib, atau metafisika sulit untuk meggapainya. Seperti yang kita ketahui kita tidak bisa kembali kepada masa lampau.

    ReplyDelete
  15. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Charles H. Hinton dalam artikel diatas mengatakan bahwa terlalu mudah bagi orang untuk mendefinisikan bahwa waktu adalah diminesi keempat. Charles mengklaim bahwa kita tidak tahu apa yang alam semesta lakukan sebelum berkembang.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut dimensi keempat semua kejadian yang terjadi secara berurutan dan terikat oleh waktu. Waktu adalah dimensi keempat, dengan demikian jika kita berusaha untuk memvisualisasikan seperti apa dimensi keempat yang sebenarnya berarti kita telah mulai memikirkan bagaimana dunia akan seperti dimensi yang kurang dan apa artinya memperluas dunia itu ke tingkat eksistensi yang lebih tinggi. Waktu merupakan dimensi keempat yang meliputi ruang yang tidak sempurna yang dapat dirasakan oleh kesadaran manusia secara berturut-turut dan dapat menciptakan ilusi temporal.

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ruang dimensi 3 yang dihuni oleh mahluk berdimensi 3, yakni manusia, binatang, tumbuhan dan lain lain yang tinggal di bumi beserta benda benda angkasa lainya dalam jumlah yang tak terbatas.
    Nnamun hanya satu lapisan ruang berdimensi 3 yang diketahui berpenghuni, dan bersama sama dengan ruang berdimensi 3 lainnya. jadi dimensi 3 adalah dimensi yang sangat kasar dan padat, sehingga dapat diraba dan dilihat dengan kasat mata. alam semesta kita menjadi penyusun langit kedua yang berdimensi 4.
    Sedang ruang berdimensi 4 yang dihuni oleh bangsa jin beserta makhluk berdimensi 4 lainnya.
    Sehingga mahluk di dimensi 3 tidak akan bisa melihat mahluk di dimensi 4, tetapi sebaliknya mahkluk dimensi 4 kemungkinan dapat melihat mahluk dimensi 3.

    ReplyDelete
  18. Methaphysically is a branch of philosophy that deals with the analytical process of the fundamental nature of the existence and the reality that accompanies it. The study of metaphysics generally pivots on the fundamental question of existence and attributes that include the reality under study. While in my opinion Methaphysically is an activity to learn and understand all the objects that exist around the human who generally can not be felt with the five senses. Because the world of Methaphysically different, then it is necessary to contemplate and try to address the existing events with a sense of sincerity and patience.

    ReplyDelete
  19. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dunia yang kita tempati sekarang terdiri dari berbagai macam dimensi kehidupan. Tugas kita adalah berusaha melakukan refleksi diri untuk mempersiapkan apa saja yang diperlukan dalam melewati setiap dimensi kehidupan tersebut. Dengan begitu kita sebagai human education dapat menghadapi dunia yang bersifat dinamis dan diselimuti dengan kecanggihan IPTEK. Dan tuntutan bagi kami sebagai mahasiswa adalah harus membuat suatu gebrakan yang inovatif yang dapat membuat kami di pandang sebagai individu yang unggul dan kreatif, sehingga kedepannya kami akan siap untuk menghadapi ekonomi ASEAN yang semakin berkembang pesat.

    ReplyDelete
  20. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dimensi biasanya dilekatkan dengan dua kata yaitu ruang dan waktu.Dalam mengungkap misteri ke empat dimensi, jika dicerna dari postinga tersebut lebih cair dengan waku.Hal ini terungkap lewat teori-teori yang di paparkan para ahli.Salah satunya menurut H. Hinton di alam bukunya yang berjudul “On the Fourth Dimension” Dia mengatakan bahwa waktu adalah dimensi ke empat.Ini menandakan bahwa waktu merupakan hal yang ketat di dalam perbincangan dimensi.Sebenarnya saya melihat bahwa kita sedang berada di ke empat dimensi yang berbentuk secara metafisik.Itulah bayangan keadaan yang saya coba tangkap dari postingan ini.

    ReplyDelete
  21. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pandangan metaphysically terhadap dimensi empat memberikan paham bahwa dimensi empat yang dimaksud adalah waktu. Di dalam konteks filsafat waktu merupakan bagian dari objek yang tampak dan dapat dikalkulasi dalam sebuah perhitungan matematis. Waktu merupakan aspek yang tidak berulang, maka dari itu, kita sebagai manusia khususnya mahasiswa harus dapat mengoptimalisasikan waktu yang ada dan berusaha dengan waktu yang singkat dalam menempuh pendidikan pascasarjana kita dapat membuat terobosan-terobosan inovatif yang dapat membawa kita ke ranah intelektual yang berbudaya dan memiliki daya saing yang tinggi yang kaya dengan khasanah ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  22. efi septianingsih
    pep
    kelas b
    17701251013

    maaf sebelumnya pak
    bagaimana bisa dikatakan bahwa sekarang kita hidup pada dimensi ke empat? apa yang menjadikan dimensi tiga sudah tidak lagi sesuai untuk sekarang? dan apa manfaat bila kita mengetahui dimensi ke empatt?
    bukankah alam semesta sudah ada pada masa terdahulu, bagaimana bisa terbentu asal muasal waktu? bukankah alam sudah memberikan kita ilmu akan gelap, terang, suhu dll?

    ReplyDelete
  23. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Sebagian orang hanya mempercayai dimensi ketiga dan tidak mengetahui dimensi keempat. Tetapi membaca beberapa postingan tentang dimensi keempat ternyata kebedaraannya dapat dipikirkan. Dimensi keempat adalah waktu. Dalam segala hal di dunia ini tidak akan pernah terlepas dari waktu. Dimensi keempat merupakan perjalanan dari dimensi ketiga menuju dimensi kelima. Untuk memahaminya dalam koordinat empat dimensi, 3 merupakan ruang dan satu adalah waktu. Waktu merupakan dimensi keempat yang tidak sempurna ditangkap sehingga menyebabkan ilusi temporal.

    ReplyDelete
  24. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dari elegi-elegi yang membahas tentang dimensi keempat, saya baru mengetahui bahwa dimensi di hidup ini ternyata ada empat, sebelumnya hanya populer dengan tiga dimensi saja. Hal ini membuat saya tertarik untuk kembali membaca-baca lagi artikel-artikel terkait dimensi empat yang tidak lain adalah waktu.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Dimensi keempat ialah waktu. Jika kita pikirkan secara mendasar akan kita sadari jika di dunia ini tiadalah suatu hal terjadi dengan meninggalkan atau ditinggalkan oleh "waktu". Apapun yang kita kerjakan sudah pasti berkaitan dengan waktu. Bahkan kehidupan ini tidak akan ada tanpa waktu dan akan berakhir dengan berakhirnya waktu. Waktu adalah sesuatu yang berharga dan unik, karena waktu tidak akan pernah terulang. Mungkin saja kita akan menemui banyak selasa, tapi itu bukanlah selasa yang sama.

    ReplyDelete
  26. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam menerjemahkan dimensi keempat, rupanya banyak para ahli yang sekedar mengklaim waktu sebagai dimensi keempat tanpa pembuktian yang jelas. Sehingga dimensi keempat haruslah divisualisasikan agar dapat dipahami oleh banyak orang. Maka dari itu hingga saat ini banyak pendapat yang berbeda tentang dimensi keempat.

    ReplyDelete
  27. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Hinton menyatakan bahwa biasanya diterima saat itu adalah dimensi "keempat", tapi terlalu mudah bagi orang untuk mengatakan, "Waktu adalah dimensi keempat," dan biarkan pada saat itu dan berusaha untuk memvisualisasikan seperti apa dimensi keempat yang benar-benar berarti oleh Mulai memikirkan bagaimana dunia akan seperti dimensi yang kurang dan apa artinya memperluas dunia itu ke tingkat eksistensi yang lebih tinggi. Dia mengklaim bahwa kita tidak tahu apa yang alam semesta lakukan sebelum berkembang.

    ReplyDelete
  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dalam potingan ini, waktu menuntun kita untuk memamahami dimensi keempat . Sebagaimana yang telah terungkap sebelumnya, kehidupan di dunia berada pada metafsiknya dimensi keempat. Kita seakan-akan mengalami bayangan dimensi keempat melalui waktu .Namun hal tersebut perlu didentifikasi lanjut karena adanya persepsi yang berbeda dan belum menemui titik terang .

    ReplyDelete
  29. Latifah Fitriasari
    PM C

    Eksistensi manusia dalam berbagai dimensi perlu dikenali batas-batasnya. Manusia membutuhkan suatu visi atas hidup yang benar-benar berakar dan berbobot, supaya dengan berpijak pada hal tersebut ia tahu bagaimana membentuk diri. Metafisika khusus adalah cabang filsafat yang mengkaji dan membicarakan tentang alam, Tuhan dan manusia. Di dalam filsafat ilmu dicari kepastian, kebenaran, obyektivitas ilmu yang berpangkal pada gejala-gejala ilmu, melalui deduksi yang bersifat transendetal.

    ReplyDelete
  30. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Space is the third dimension. So humans are still used to it. Well, for the fourth dimension in my opinion is very difficult to reach. In the space dimension, we can move forward and backward, there is a limit on it. But in time, we can only move in one direction. While in time, we can not move backwards, just forward. Thus, time is the fourth dimension other than the three-dimensional space. To reach space and time is dependent on what we will do.

    ReplyDelete
  31. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Metaphysical or metaphysical is a study of philosophy in terms of two aspects of science that is Ontology and Epistemology. In metaphysical axiom there is a value of ethics and aesthetics. Good and bad judgments of human actions or behavior are termed "ethics." While "aesthetics" discuss about the beautiful or not something. Thus, if viewed from the science of philosophy in human life will have norms or rules that are bound by the shadow and reality, as in mathematical science there is deduction and mathematical induction.

    ReplyDelete
  32. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Ide bahwa dunia kita memiliki dimensi lebih dari tiga dinyatakan oleh Charles H. Hinton, (2004), dalam bukunya "On the Fourth Dimension". Banyak ahli bahkan masyarakat mengatakan bahwa dimensi keempat adalah waktu. Jika dimensi waktu berkaitan dengan keruangan maka waktu menjadi pelengkap dimensi, karena keberadaannya yang selalu berubah.Waktu akan selalu bergerak maju (tidak akan mundur), dimana tiap pergerakan waktu, terjadi pula pergerakan dimensi yang lain yaitu ruang. Mereka saling selaras melakukan suatu perubahan.

    ReplyDelete
  33. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  34. Sinta Mutiara Dewi
    15301241018
    S1-Pendidikan Matematika A 2015

    Hinton menyatakan bahwa biasanya diterima saat itu adalah dimensi keempat, tapi terlalu mudah bagi orang untuk mengatakan, "waktu adalah dimensi keempat" dan biarkan saat itu dan berusaha untuk memvisualilasikan seperti apa dimensi keempat yang benar-benar berarti oleh mulai memikirkan bagaimana dunia akan seperti dimensi yang kurang dan apa artinya memperluas dunia itu ke tingkat eksistensi yang lebih tinggi. Dia mengklaim bahwa kita tidak tahu apa yang alam semesta lakukan sebelum berkembang.

    ReplyDelete