Oct 17, 2012

Elegi Mengintip Pesta Raya Black-hole Diraja (Lanjutan dari Elegi Bendungan Komte)




Oleh Marsigit

Black Hole Diraja

Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau.


Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Haha ...hihi... huhu...hehe.... Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Haha ...hihi... huhu...hehe....Wahai Black-hole Pragmatism, Utilitarianism, Materialism, dan Hedenism. Aku adalah Black-hole Diraja. Aku adalah rajamu.

Pragmatis:
Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Ha...ha...ha...ha...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku.
Ha...ha...ha...ha...itulah aku Black-hole Pragmatisme.

Utilitarian:
Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Hihi...hihi...hihi...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Hihi...hihi...hihi...itulah aku Black-hole Utilitarian

Materialisme:
Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Hu...hu...hu...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Ha...ha...ha...ha...itulah aku Black-hole Meterialisme.

Hedonisme:

He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar sub-black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. He...he...he...he...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. He...he...he...he...itulah aku Black-hole Hedonisme.

Black-hole Diraja:
Whuss...wahai Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme! Lancang benar engkau dihadapanku! Beraninya engkau bicara black-hole di depanku. Berani pula engkau melantunkan tembang-tembangku di hadapanku. Apakah engkau sudah bosan hidup?

Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme:
Wahai sang Black-hole Diraja, janganlah salah paham. Tiadalah diriku semua itu jikalau tidak ada dirimu. Jika aku belum menyadari, maka itulah pilihanku. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar diriku itu, bagimu sama saja. Itulah sebenar-benar black-hole yang telah engkau ciptakan bagi diriku tanpa kecuali. Maka hidupmu tidak memerlukan syaratku. Hidupku tergantung pada dirimu. Maka semua kebenaran adalah dirimu. Maka semua diriku adalah kesalahanku dan tiadalah kesalahan bagimu. Kesadaranmu meliputi semua diriku. Maka tiadalah kesadaranku melampaui kesadaranmu. Maka kuasamu meliputi semua kuasaku. Tiadalah kuasa diriku itu di depan dirimu. Jikalaulah aku ingin mengaku-aku di depanmu, maka tiadalah hitung-menghitung yang dapat aku lakukan. Tiadalah artinya aku menghitung diriku di depan dirimu, karena yang demikian tidaklah sebanding jika aku menghitung dirimu sedikit saja. Itulah sebenar-benar black-holeku, yaitu hanyalah unsur-unsur dari diri black-holemu. Diriku yang selaras dengan dirimu maka diriku akan masuklah ke dalam unsur-unsurmu. Diriku yang berusaha tidak selaras dengan dirimu, maka diriku terpaksa dan aku paksa harus menyelaraskan dengan dirimu.

Black-hole Diraja:
Haha ...hihi... huhu...hehe....nah begitu. Puas diriku mendengar semua tremimilmu. Begitulah seharusnya perilaku dan adabnya unsur-unsur. Sehingga, hal yang demikian telah menambah dan membuat Black-hole Diraja menjadi semakin besar, padat dan kuat. Haha ...hihi... huhu...hehe....wahai siapakah yang berani menampakkan diri di depanku, maka sebelum engkau mempunyai niatmu, maka sudah aku sedot dirimu ke dalam black-hole ku, untuk aku jadikan bahan bakarku. Haha ...hihi... huhu...hehe.... wahai Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme, silahkan laporkan kemajuan pencapaian program-programmu. Laporkan yang baik dan terbaik, sukses dan tersukses, ..aku hanya ingin mendengarkan yang itu saja. Yang tidak baik, yang gagal, yang bermasalah, ...campakkan saja ke kotak sampah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Wahai Sang Blac-hole Diraja...engkaulah sebenar-benar blakc-hole ku. Perkenankanlah aku menyampaikan perkembangan atau progress report program-programku. Visiku adalah hidup yang praktis. Ukuranku adalah asas manfaat, tindakan dan rasa ingin tahu dan pemanfaatan sumber alam. Bagiku yang benar adalah yang tampak dan yang nyata. yang benar adalah yang bermanfaat. Maka jikalau tiada manfaat maka tiada nilai benar disitu. Aku akan mengerahan secara besar-besaran segenap daya dan upayaku berupa laskar-laskar untuk mengusasai dunia. Akan aku arahkan dunia ke suatu tujuan tertentu, dan telah saya tunjuk pengendali laskar dan sangat patuh (patuh buta) terhadap komandoku. Tujuanku hanyalah tunggal yaitu menggenggam dunia. Oleh karena itu laskar-laskarku akan melakukan pergerakan masive secara linear ke depan, serta akan saya fokuskan kepada hal-hal yang di depan. Yang telah lalu biarlah berlalu. Aku akan mengeksploitasi segenap sumber daya, dengan kompetisi ketat. Siapa yang kalah berkompetisi denganku maka mereka harus menyingkir dan tertinggal. Mereka harus puas menjadi pecundang, sedangkan aku tentu harus memenangkan kompetisi. Maka aku yang menang itulah aku yang berjaya. Barang siapa yang menghalangi laju para laskarku maka akan aku lindas dan libas. Engkau para laskarku tidak perlu melihat persimpangan jalan dan tidak perlu melakukan refleksi. Ingatlah keberhasilanmu adalah untuk keseluruhan, dan keseluruhan bisa diwakili simbol. Tidak perlu tanya jawab ketika engkau sudah berangkat, engkau harus mengedepankan sifat kompetitif dari pada kooperatif. Tidak perlu kompromi terhadap laskar yang lain, dan laskar lain anggaplah kompetitormu. Lebih baik gunakan saja cara-cara yang telah aku berikan kepadamu dari pada ingin mengerti tetapi tidak pernah bisa. Tinggalkan saja residu-residumu. Tetapi ingatlah bahwa engkau memerlukan keseragaman gerak dan langkah, mempunyai pembagian tugas yang ketat, perlu mempunyai kontrol yang kuat. Jangan memikirkan skema untuk kembali. Ukuran keberhasilanmu bersifat kuantitatif dan formal dan engkau haruslah bersifat eksklusif. Ingat paradigmaku: kontrolah dan kuasailah dunia. Hidupmu bersifat real dan kongkret, mekanistis, terstruktur kuat, dan didominasi oleh komunikasi kekuasaanku.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan saya teruskan. Carilah filsafat yang selaras denganmu. Engkau itu selaras dengan filsafat diterminism, filsafat vitalism, sejalan dengan paradigma salah benar, anti fallibism. Maknamu itu berada di luar pikiranmu. Engkau juga selaras dengan paradigma behaviorism, selaras dengan psikologi stimulus response. Jangan pikirkan thethek mbgengek psikologi hologram itu. Engkau itu bercirikan external evaluation (UN), bersifat monoculture, rigid, dan absolut. Engkau perlu menyelaraskan diri dengan filsafat realism. Engkau perlu mencari dukungan empiricism. Engkau merupakan tulang punggung utilitarian dan pragmatism. Engkau perlu menyelarasan dengan jargon investasi. Ketahuilah bahwa engkau harus menghasilkan hedonism dan bersifat materialism (dunia). Kebenaranmu saya ukur dari manfaatmu. Kebenaranmu saya ukur dengan kekuasaanku. Engkau harus mencari dukungan metode trial and error dan metode logico empirical hypotetiko. Janganlah tonjolkan jati diri atau identitas diri . Tetapi jati dirimu adalah tertutup oleh jati kelompok. Perangilah relativism. Jika perlu engkau boleh bersikap arogan terhadap alam karena memang engkau aku beri mandat untuk memanipulasikannya.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan saya teruskan. Engkau harus menjadi pondamen laskar utilitarian, laskar pragmatism, dan laskar hedonism. Oleh karena itu engkau harus mencari dukungan laskar teknologi, dan laskar naturalis. Jangan memikirkan anak cucu. Masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu. Engkau harus membangun neo empiricism, neo pragmatism, dan pekerjakanlah para juragan dan pemodal. Engkau harus selaras dengan filsafat dan psichology reductionism dan penyederhanaan dan selaras dengan jargon karakter bangsa atau nation building. Jiwamu itu bersifat eksternal. Wadahmu aku pikirkan lebih dulu baru kemudian isimu. Social capital dan economy harus menjadi ukuran yang paling tinggi. Lakukan kontrol ekonomi dari atas. Sedangkan dari bawah anggaplah dia sebagai fakta saja. Engkau harus menyelaraskan diri dengan filsafat strukturalism dan perlu membangun masyarakat struktur kekuasaan- struktur ekonomi–struktur eksploitasi. Dan juga engkau perlu membangun struktur masyarakat kedudukan-kepemilikan-kekuasaan-pemilik modal-pekerja dan buruh. Hukummu adalah hukum sebab-akibat.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.
Apakah masih ada?

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan, masih ada. Akan saya teruskan. Engkau itu harus bekerjasama dengan kaum feudalis, masyarakat burgois. Tidak usah pikirkan kerusakan yang ditimbulkan oleh dirimu, karena kerusakan itu memang tidak bisa diperbaharui. Tak usah terlalu peduli dengan normatif, kalau perlu hadapilah para humaniora. Bagiku yang benar adalah yang nyata dan yang terukur. Lempar jauh-jauh apa itu hermeneutika hidup.Untuk spiritual, tempatkan saja pada tataran atau tahapan primitif. Sedangkan teknologi itu merupakan tahapanmu yang paling maju. Ingat bahwa temuan-temuan barumu adalah segala-galanya, dan tidak usah memikirkan akibat-akibatnya. Engkau aku bekali dengan pengetahuan ba posteriori, dengan ilmunya naturewissenschaften. Janganlah pikirkan geisteswissenschaften. Logikamu sangat sederhana yaitu sistem input-proses-output. Leluhurmu adalah Machiavelianism. Engkau bersumber pada filsafat positivism dari Auguste Comte dan St.-Simon. Engkau harus bersinergi dengan John Adam Smith. Bacalah buku Will to Power nya Nietze dan bangunlah enterpreneurship yang agung.Janganhiraukan sindiran Schopenhauer, tetapi perhatikanlah dan pelajarilah ajaran William James, Ranke, Croce, Max Weber, and Meinecke. Lawan saja Nihilismenya Paul Nietze dan Satre. Dan juga lawanlah spiritualism, idealism, dan socio-constructivist. Para tamumu adalah jargon atasan tetapi engkau mempunyai musuh yaitu jargon bawahan. Ingat selalu orientasimu adalah hasil dan standard. Aku tahu bahwa engkau akan ditentang oleh proses dan portfolio. Maka bekerjasamalah dengan penyeragaman dan jangan terlalu bernafsu akan keanekaragaman.

Black-hole Diraja:
Waha..haha. Bagus..bagus. aku sangat puas dengan kinerjamu semua. Itulah sebenar-benarnya diriku bahwa diriku dan dirimu merupakan laskar Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Aku telah berangatkan engkau semua sejak jaman modern untuk menguasai dunia. Sekarang kita sudah hampir sempurna menguasai dunia. Siaakah yang berani menentangku? Maka akan aku hancurkan dia sebelum dia sempat memikirkannya. Wahai para Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme yang sangat aku banggakan, marilah kita menyelenggarakan pesta kemenangan kita. Berdoalah untuk melanggengkan kekuasaan kita.

33 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi mengintip pesta raya black hole, menjadi penguasa adalah keinginan segelintir orang yang ingin menguasai manusia. Dengan menjadi penguasa, seseorang bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Jika mereka memiliki niat yang jahat, maka amanah sebagai penguasa akan disalah gunakan. Dan jika dia memiliki niat yang baik, maka dia pun akan menjadi orang terpandang dan dicintai oleh rakyatnya. Namun, sebagai penguasa terkadang bisa menjadi black hole bagi bawahannya, karena godaan yang banyak yang menghampirinya. Jika tidak kuat spiritual, maka akan tergoda oleh tipu muslihat syaitan.

    ReplyDelete
  2. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole . Blockhole dalam elegy ini bisa saya artikan sebagai suatu kuasa yang bekerja di luar dari kendali manusia. Karena itu Kita sendiri sebagi manusia banyak yang tidak sadar dengan kehadirannya yang telah menenggelamkan kita. Dunia kompetitif yang kita jalani, seolah adalah masa depan cerah namun justru menenggelamkan kita. Sehingga disebutkan bahwa kita tidak sadar dengna blackhole. Inilah Kelemahan kita manusia, karena itu kita Butuh Yang Maha Kuasa yakni Tuhan untuk membimbing kita, dengan terus berada terus dekat dengan Tuhan maka kita akan dilindungi dari Blackhole ini.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam hidup, terkadang manusia rela mengorbankan segala sesuatu untuk mencapai kebahagiaan yang bersifat semu. Manusia begitu berambisi melakukan ini dan itu sehingga melupakan apa yang dilakukan merugikan orang lain atau tidak. Pragmatis, utilitarian, materialisme dan hedonisme membawa dampak ketidakharmonisan relasi antara manusia dengan sesamanya. Karena keegoisan dan kesombongan yang dimiliki manusia lebih mengutamahan kepentingan duniawi saja dan melupakan hal-hal yang bersifat spiritual. Hal ini tentunya kurang baik jika terjadi pada diri kita dan lingkungan kita. Oleh karena itu, kita hendaknya senantiasa menghindarkan diri dari keinginan untuk memiliki sesuatu secara berlebihan, keinginan untuk menguasai ini dan itu serta lebih menempatkan sikap spiritual yang paling utama dan pertama.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole. Jika diumpamakan, black hole ini merupakan penguasa atau pemimpin yang dibutakan oleh kekuasaan yang dimiliki. Pemimpin yang jika ada kesempatan selalu mengambil keuntungan untuk dirinya sendiri. Pemimpin yang mengabaikan hak obyek kekuasaannya, dan malah menjungjung tinggi haknya. Pemimpin yang melakukan kerja sama dengan pihak lainnya yang bertujuan untuk mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari obyek kekuasaannya. Pemimpin yang memimpin dengan tidak disertai peningkatan keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT sehingga terkadang bisa menjadi blackhole bagi bawahannya, karena banyak godaan yang menghampirinya. Itulah godaan yang paling besar bagi orang yang berkuasa adalah menggunakan kekuasaannya. Padahal sifat dari kekuasaan tersebut selalu menimpa dan tertuju kepada obyek kekuasaaan. Jika tidak kuat spiritual, maka akan tergoda oleh tipu muslihat syaitan. Kita harus ingat bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini, Allah SWT mengetahui segalanya. Maka barang siapa yang menyalahgunakan kekuasaan, itu lah orang-orang yang berbuat dholim.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saat Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme mulai menguasai dunia, apalagi yang manusia dapat lakukan? Sudah banyak dan jelas bahwa kini teknologi, perubahan struktur lingkungn, ekonomi, fundamental dan pembangunan lainnya dalam hidup mulai berjalan ke arah berlebihan, semena mena dan mempengaruhi hidup manusia ke arah negatif.

    ReplyDelete
  6. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kekuasaan banyak menjadikan manusia menjadi semakin serakah. Sehingga kita lihat pada dewasa ini manusia berlomba-lomba untuk berkuasa, karena dengan berkuasa dia akan mudah untuk mendapatkan segala sesuatunya. Karena semakin berburunya orang dengan kekuasaan maka berbagai cara dilakukan, tidak perduli halal atau haram yang penting kekuasaan didapatkannya. Sehingga setelah dia berkuasa maka tidak akan berbuat seperti dewa, dialah yang paling benar dan dia tidak pernah salah. Kalau pemimpin kita sudah seperti ini maka kita tinggal menuju kehancuran.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Blockhole di sini suatu kuasa yang bekerja di luar dari kendali manusia. maka kita sebagai manusia sebaiknya selalu berdoa kepada Allah agar selalu diberikan perlindungan dalam bertindak. karena semakin berkembangnya suatu zaman selalu menggoda keimanan kita dalam bertindak.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole. Kita sendiri sebagi manusia banyak yang tidak sadar dengan kehadirannya yang telah menenggelamkan kita. Dunia kompetitif yang kita jalani, seolah adalah masa depan cerah namun justru menenggelamkan kita. Sehingga disebutkan bahwa kita tidak sadar dengna blackhole.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Black hole memiliki gravitasi yang sangat kuat yang dapat menyerap atau menelan objek yang ada di dekatnya. Dalam artian bahwa pengaruh black hole sangat besar terhadap apapun yang ada di dekatnya. Black-hole Diraja dalam elegi ini ibarat Power Now yang ingin menguasai dunia. Pengaruhnya yang sangat besar melalui jaringan sistemik (Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme) memungkinkan seseorang dapat terjebak dalam rencana Power Now hingga akhirnya menjadi budak-budaknya.

    ReplyDelete
  10. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pragmatisme, Utilitarianisme, Materialisme, dan Hedonisme dengan segala cara dan upaya telah berhasil menguasai pola kehidupan penghuni bumi. Sedangkan mereka Pragmatisme, Utilitarianisme, Materialisme, dan Hedonisme dikuasai oleh 'blackhole', yaitu tujuan utama dari sikap para powerNow. Mereka dapat menguasai dunia karena ilmu pengetahuan mereka, namun ilmu pengetahuan mereka hanyalah menggunakan pikiran saja, kalaupun tidak hanya pikiran, mereka memperoleh ilmu pengetahuan berdasarkan potensi, keterampilan, dan pengalaman mereka, namun mereka melupakan hati. Itulah mengapa mereka menguasai dunia dengan kekejaman, hanya karena kepentingan pribadi mereka.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dari elegi di atas saya merefleksi bahwa dunia saat ini tenggal dikuasai oleh pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme. Karena pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme telah menguasai dunia maka dunia menjadi tempat yang sudah tidak dami, tentram dan bahagia lagi. Semua orang berusaha sebisa mungkin menjadi penguasa, karena dengan memiliki kekuasaan dianggap dapat menjadikannya sebagai orang yang paling hebat. semoga kita tidak menjadi orang yang terjerumus dalam pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme.

    ReplyDelete
  12. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menyadari bahwa negeri ini telah dikaruniai kekayaan yang sangat berlimpah, sumber daya manusia yang banyak dan berkualitas, tetapi masih berkutat pada selisih paham untuk berkuasa, untuk saling memusuhi, saling membohongi dan saling membodohi, karena perubahan perubahan alam pikiran manusia yang semakin cenderung pragmatis, utilitarian, materialistis dan hedonistis yang sebagian besar menjadi perilaku hidup saat ini. Masuknya budaya asing yang meluas, semakin nyata dalam kehidupan berbangsa. Jadi sesungguhnya, kita bukan miskin (terbelakang) karena kurang sumber daya alam, atau karena alam yang kejam kepada kita, Kita terbelakang/lemah/miskin karena perilaku kita, Kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang akan memungkinkan masyarakat kita pantas membangun masyarakat, ekonomi, dan negara.

    ReplyDelete
  13. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Paham-paham seperti pragmatis, utilitarian, materialisme, dan hedonisme merupakan paham-paham yang berkembang terhadap reaksi atas hawa nafsu manusia yang gila akan kepentingan dunianya. Paradigma masyarakat yang telah dirasuki oleh paham-paham tersebut merupakan suatu blackhole dalam kehidupan. Masyarakat akan lebih banyak mengabaikan berbagai prinsip-prinsip sosial serta lebih mengutamakan kepraktisan dan kebermanfaatan bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Hidup di zaman sekarang yang semuanya sudah tersedia segala sesuatu yang praktis. Tidak hanya makan tetapi semua pekerjaan susah tersedia alat praktis yang dapat kita gunakan. Semua orang dalam bertindak telah memikirkan manfaat yang akan ia peroleh dari itu. Ketika kurang bermanfaat baginya maka sulit sekali rasanya untuk melakukan pekerjaan tersebut. Semua orang mengidam-idamkan kekuasaan. Karena saat ini orang yang berkuasa lah yang bisa hidup di dunia. Yang lain yang memiliki sedikit bahkan tidak ada kekuasaan sangat sulit mengembangkan dirinya. Inilah yang disebut dengan paham pragmatisme, utilitarian, materialisme dan hedonisme.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut pemahaman saya dari elegi tersebut, yang dimaksud dengan black hole yaitu pengaruh – pengaruh negatif. Misalnya ada materialisme dan hedonisme. Saat ini banyak pengaruh untuk bergaya hidup yang negatif. Jika kita tidak mampu membentengi diri dengan iman dan prinsip yang kuat maka akan cepat terpengaruh kedalam perilaku – perilaku negatif atau dapat dikatakan masuk kedalam black hole. Gaya hidup hedonis juga dapat membuat manusia lupa akan hakekatnya sebagai manusia, maka sebaiknya harus bisa mengendalikan diri untuk bersikap yang baik dan menjauhi pengaruh yang buruk. Karena kalau sudah masuk kedalam pengaruh buruk itu akan sulit untuk dapat keluar dari pengaruh itu.

    ReplyDelete
  16. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam elegi ini dijelaskan bagaimana manusia satu menilai manusia yang lainnya. Manusia yang satu menilai manuasia yang lain bahwa mereka berada pada jalan yang salah.
    Padahal yang perlu diketahui bahwasannya salah dan benar hanya terbatas oleh sudut pandang manusia.
    Manusia dengan segala keberagamnya maka tidak dapat dipungkiri banyak sekali pandangan yang muncul.
    Maka dari itulah perlunya toleransi.

    ReplyDelete
  17. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Black hole dalam kehidupan khususnya kehidupan dunia yang kontemporer saat sekarang ini dapat dianalogikan sebagai kekuatan powernow untuk mempengaruhi masyarakat dunia agar termakan dan terjebak di dalamnya. Powernow menyimbolkan kekuatan yang cukup besar yang mempunyai tujuan untuk menguasai dunia ini. Salah satu cara negara-negara powernow menguasai dunia adalah dengan mengusai pemikiran orang-ornag melalui pengetahuan ataupun menjauhkan masyarakat suatu negara dari budaya dan agamanya. Power now menggunakan berbagai macam alat untuk mewujudkan tujuannya tersebut antara lain : kapitalisme, materialisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarian, hedonisme yang kesemua itu tentunya didukung oleh perkembangan ICT. Oleh karena itu, kita perlu waspada dan berhati-hati sehingga tidak terjebak dalam Black hole masa kini.

    ReplyDelete
  18. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara filsafat leluhur kita adalah Machiavellianisme (Machiavellianism) . Machiavellianisme adalah karakteristik kepribadian yang dinamakan sesuai nama Niccolo Machiavelli, seorang penulis dari abad ke-16. Dalam bukunya yang berjudul The Prince, Machiavelli menjelaskan bagaimana kebangsawanan bisa dengan mudah mendapatkan dan menggunakan kekuasaan. Jika dihubungkan dengan dunia saat ini, machiavellianisme digunakan untuk menjelaskan perilaku yang ditujukan untuk mendapatkan kekuasaan dan mengendalikan perilaku orang lain. Individu yang Machiavellian cenderung lebih rasional dan non-emosional, bersedia berbohong untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi mereka, kurang mementingkan kesetiaan dan persahabatan, dan suka memanipulasi perilaku orang lain.


    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini diceritakan bahwa Black Hole diraja mengadakan pesta dikarenakan kemenangan laskar Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme untuk menguasai hamper seluruh dunia yang membuat Black Hole Diraja sangat senang. Dan dizaman yang sekarang ini orang yang melawan keempat lascar tersebut akan “dihancurkan” oleh Black Hole diraja seperti dialog yang disampaikan pada akhir elegi.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Rasa ingin mengusai adalah rasa yang sangat buruk memang benar kita pasti ingin mengusasi sesseroang sehingga dengan mengusai kita akan mampu menaklukan sesutu. Oleh karena itu janganlah ada rasa mnegusai, para penguasai jika ingin memiliki sesuatu itu janganlah mengeuasai . katrena itu bukan hal yang baik.

    ReplyDelete
  21. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam kehidupan sebenar-benarnya hidup tidak hanya sekedar menggapai tujuan duniawi saja, melainkan membangun hati melalui spiritual yang tujuannya seseungguhnya melindungi diri untuk tidak bertindak hal buruk pada diri sendri atau sekitarnya.
    Hanya Allah yang dapat memberikan penilaian atas salah atau benar sikap manusia tersebut.

    ReplyDelete
  22. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Manusia yang menganut pragmatisme, utilitarian, materialisme, dan hedonisme tidak memperhatikan nilai-nilai spiritual, tidak peduli dengan normatif, tidak peduli dengan lingkungan. Yang mereka perhatikan hanyalah manfaat bagi dirinya sendiri, melakukan tindakan tanpa memikirkan akibat, dan hanya memikirkan sesuatu yang nyata dan terukur. Padahal sejatinya hidup tidaklah melulu tentang itu, hidup tidaklah melulu tentang sesuatu yang nyata dan dapat diukur. Contohnya rasa bahagia. Menurut saya susah sekali mengukur perasaan bahagia, apalagi perasaan bahagia dapat berubah dengan cepatnya. Jadi sebagai manusia, sebaiknya kita tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
  23. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dari elegy diataas dapat kita lihat bahwa dunia di zaman modern ini telah dikuasai paham pragmatisme, utilitarisme, materialisme, dan hedonisme. Paham-paham yang menyebabkan perubahan perilaku masyarakat kita sehingga kehilangan jati diri bangsa, karakter bangsa, dan kehilangan nilai spiritual. Paham-paham tersebut telah mengubah sikap dan gaya hidup manusia, khususnya masyarakat Indonesia. Bahkan masyarakat tidak menyadari dampak negatif yang ditimbulkan.

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pragmatisme, Utilitarian, Materialisme, dan Hedonisme sangat tidak bersahabat dengan alam maka dengan adanya teknologi yang maju zaman sekarang, kita perangi Pragmatisme, Utilitarian, Materialisme, dan Hedonisme melalui sosial media. Dari elegi di atas kita dapat mendefinisikan apa yang dirasakan alam selama ini dimana sampah dibuang sembarang tempat, pohon ditebang secara liar, hutan yang gersang dan masih banyak lagi ini semua juga berasal dari diri kita sendiri, kita hanya bisa memanfaatkan alam yang ada tanpa mampu menjaga dan melestarikannya.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    elegi ini menceritakan tentang black hole diraja dan program kerjanya. Dapat terlihat bahwa semua orang yang tidak bersikap kritis akan terserap masuk dalam blackhole. Bahkan yang bersikap kritis namun tidak dipimpin oleh hatinya pun dapat terhisap dalam blackhole. Dengan demikian, hendaklah kita senantiasa berwaspada dan senantiasa berharap dan bersandar pada Yang Maha Kuasa agar kita dapat terhindar dari semua itu.

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Pragmatis, utilitarian, materialism, dan hedonism menciptakan ketidakharmonisan bagi sesame manusia. Bukan mencintai keragaman, tapi ingin menciptakan keseragaman merupakan salah satu akibat dari ideologi tersebut dan akhirnya malah membuat kekacauan dimana-mana. Manusia pada masa ini mulai mementingkan diri sendiri, lebih ingin bersama dengan kelompok yang memiliki banyak kesamaan, mungkin dalam latar belakang atau kesukaan yang sama. Keragaman itu indah. Dan keragaman itu dapat membantu manusia untuk berpikir lebih baik karena banyak hal berbeda yang dapat dipelajarinya. Dengan demikian, selayaknya manusia bersandar pada Pencipta dan senantiasa menyukuri keberagaman yang ada sehingga tidak ada kekacauan yang terjadi.

    ReplyDelete
  27. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Black hole memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi di sekitarnya dan banyak memiliki kekuatan negatif daripada positifnya. Di zaman sekarang black hole semakin kuat pengaruhnya bahkan tindakannya pun sudah di luar kendali manusiawi. Oleh karena itu, minta ampun dan mohon perlindungan kepada Alloh dari black hole tersebut dan terus tanamkan pengaruh kebaikan yang kita yakini dan suatu saat pasti ada hasil dari setiap tindakan yang kita lakukan baik itu buruk maupun baik, baik itu sedikit maupun banyak.

    ReplyDelete
  28. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Tanda-tanda akhir zaman semakin tampak. Dunia saat ini sudah kacau balau. Namun terlihat indah karena dibungkus dengan namanya “modern”. Black hole diraja beserta kroni-kroninya Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme telah melebarkan sayap kepenjuru dunia. Dapat dikatakan semua telah ada oknum di dalamnya. Kita bisa apa?. Berdoalah agar kita dan bangsa ini sadar akan bahayanya black-hole tersebut. Dengan pertolongan Allah, Insya Allah kita akan berhasil melewatinya. Meskipun kita mati black-hole masih ada, setidaknya kita tidak termasuk dalam anggota black-hole tersebut.

    ReplyDelete
  29. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Black hole dalam elegi ini merupakan gambaran untuk suatu lubang hitam yang sangat berbahaya dan menyesatkan. Black hole ini merupakan penguasa atau pemimpin yang dibutakan oleh kekuasaan yang dimiliki. Ketika paham Pragmatisme, Utilitarianisme, Materialisme, dan Hedonisme dengan segala cara dan upaya telah berhasil menguasai pola kehidupan penghuni bumi, maka keseimbangan kehidupan menjadi berantakan. Para Pragmatist, Utilitarianist, Materialist, dan Hedonist mereke semua dikuasai oleh 'blackhole', untuk mencapai tujuan dan menghasut yang lainnya.

    ReplyDelete
  30. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Hal-hal duniawi yang ditawarkan powernow seperti pragatisme, utilitarianisme, materialisme, dan hedonism merupakan godaan terbesar bagi manusia. Sebagai manusia biasa kita tidak akan mampu menahan godaan-godaan tersebut. tentunya terkadang kita akan tergelincir di dalamnya. namun yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengendalikan diri kita dari hal-hal yang tidak diinginkan. Powernow menawarkan segala kenikmatan di dunia. kita harus terus menerus membentengi diri agar tidak terperosok terlalu jauh ke dalamnya. dan ketika kita tergelincir, bagaimana usaha kita untuk kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam elegi ini, menceritakan kondisi dunia yang sedang disedot dan ditenggelamkan oleh paham yang disebarkan oleh PowerNow. Sebenarnya jauh sebelum PowerNow berkuasa seperti sekarang kita telah diingatkan oleh Ulama zaman dahulu. Ibnul Qayyim rahimahullah (wafat th. 751 H) menjelaskan tentang fitnah syubhat dan syahwat, “Fitnah syubhat ada karena lemahnya pengetahuan dan sedikitnya ilmu, apalagi jika dibarengi dengan jeleknya niat serta terturutinya hawa nafsu, maka itu adalah fitnah dan musibah yang besar. Maka katakanlah semaumu tentang orang sesat dan niatnya jelek, yang menjadi hakimnya adalah hawa nafsunya bukan petunjuk.”
    Dari perkataan Ibnul Qayyim tersebut kita dapat mewanti-wanti dan membentengi diri dengan ilmu dan melawan nafsu agar tidak tenggelam dalam Blackhole PowerNow.

    ReplyDelete
  32. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    S1 Pendidikan Matematika

    Berbagai macam paham telah siap menjejali setiap manusia yang lahir, semakin berkembang zaman semakin lahir dan berkembang pula paham-paham yang siap menerkam bayi-bayi yang dijejali dengan paham orang tua dan lingkungannya. Saya menangkap pelajaran yang penting dalam nasihat ini bahwa seorang harus mampu mengenali dan mempertahankan jati dirinya. Tak sekedar ikut-ikutan. Karena jati diri pada setiap manusia yang di kembangkan justru menjadi musuh terbesar dari diraja.

    ReplyDelete
  33. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Tanda-tanda akhir zaman semakin tampak. Dunia saat ini sudah kacau balau. Namun terlihat indah karena dibungkus dengan namanya “modern”. Black hole diraja beserta kroni-kroninya Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme telah melebarkan sayap kepenjuru dunia. Dapat dikatakan semua telah ada oknum di dalamnya. Kita bisa apa?. Berdoalah agar kita dan bangsa ini sadar akan bahayanya black-hole tersebut. Dengan pertolongan Allah, Insya Allah kita akan berhasil melewatinya. Meskipun kita mati black-hole masih ada, setidaknya kita tidak termasuk dalam anggota black-hole tersebut.

    ReplyDelete