Oct 17, 2012

Elegi Mengintip Pesta Raya Black-hole Diraja (Lanjutan dari Elegi Bendungan Komte)




Oleh Marsigit

Black Hole Diraja

Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau.


Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Haha ...hihi... huhu...hehe.... Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Haha ...hihi... huhu...hehe....aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Haha ...hihi... huhu...hehe....Wahai Black-hole Pragmatism, Utilitarianism, Materialism, dan Hedenism. Aku adalah Black-hole Diraja. Aku adalah rajamu.

Pragmatis:
Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Ha...ha...ha...ha...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Ha...ha...ha...ha...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku.
Ha...ha...ha...ha...itulah aku Black-hole Pragmatisme.

Utilitarian:
Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Hihi...hihi...hihi...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Hihi...hihi...hihi...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Hihi...hihi...hihi...itulah aku Black-hole Utilitarian

Materialisme:
Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. Hu...hu...hu...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. Hu...hu...hu...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. Ha...ha...ha...ha...itulah aku Black-hole Meterialisme.

Hedonisme:

He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Jika engkau belum menyadari, maka itulah pilihanmu. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar dirimu itu, bagiku sama saja. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau. Aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar sub-black-hole yang telah aku ciptakan bagi dirimu tanpa kecuali. Aku adalah aku...maka hidupku tidak memerlukan syaratmu. Engkau adalah engkau...maka hidupmu tergantung pada diriku. Aku adalah aku...maka semua kebenaran adalah diriku. Engkau adalah engkau...maka semua dirimu adalah kesalahanmu dan kesalahanku juga. Aku adalah aku...maka kesadaranku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kesadaranmu melampaui kesadaranku. Aku adalah aku...maka kuasaku meliputi semua dirimu. Engkau adalah engkau...maka tiadalah kuasa engkau itu di depan diriku. He...he...he...he...Jikalaulah engkau ingin mengaku-aku di depanku, maka hitung-hitunglah dulu dirimu dan juga diriku. Tetapi apalah artinya engkau menghitung dirimu sendiri, karena yang demikian tidaklah sebanding jika engkau menghitung diriku sedikit saja. He...he...he...he...aku adalah aku, engkau adalah engkau...itulah sebenar-benar black-holeku. Siapa yang selaras dengan diriku maka dia masuklah ke dalam unsur-unsurku. Siapa yang berusaha tidak selaras dengan diriku, maka dia terpaksa dan dipaksa harus menyelaraskan dengan diriku. He...he...he...he...itulah aku Black-hole Hedonisme.

Black-hole Diraja:
Whuss...wahai Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme! Lancang benar engkau dihadapanku! Beraninya engkau bicara black-hole di depanku. Berani pula engkau melantunkan tembang-tembangku di hadapanku. Apakah engkau sudah bosan hidup?

Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme:
Wahai sang Black-hole Diraja, janganlah salah paham. Tiadalah diriku semua itu jikalau tidak ada dirimu. Jika aku belum menyadari, maka itulah pilihanku. Sadar atau tidak sadar atau belum sadar diriku itu, bagimu sama saja. Itulah sebenar-benar black-hole yang telah engkau ciptakan bagi diriku tanpa kecuali. Maka hidupmu tidak memerlukan syaratku. Hidupku tergantung pada dirimu. Maka semua kebenaran adalah dirimu. Maka semua diriku adalah kesalahanku dan tiadalah kesalahan bagimu. Kesadaranmu meliputi semua diriku. Maka tiadalah kesadaranku melampaui kesadaranmu. Maka kuasamu meliputi semua kuasaku. Tiadalah kuasa diriku itu di depan dirimu. Jikalaulah aku ingin mengaku-aku di depanmu, maka tiadalah hitung-menghitung yang dapat aku lakukan. Tiadalah artinya aku menghitung diriku di depan dirimu, karena yang demikian tidaklah sebanding jika aku menghitung dirimu sedikit saja. Itulah sebenar-benar black-holeku, yaitu hanyalah unsur-unsur dari diri black-holemu. Diriku yang selaras dengan dirimu maka diriku akan masuklah ke dalam unsur-unsurmu. Diriku yang berusaha tidak selaras dengan dirimu, maka diriku terpaksa dan aku paksa harus menyelaraskan dengan dirimu.

Black-hole Diraja:
Haha ...hihi... huhu...hehe....nah begitu. Puas diriku mendengar semua tremimilmu. Begitulah seharusnya perilaku dan adabnya unsur-unsur. Sehingga, hal yang demikian telah menambah dan membuat Black-hole Diraja menjadi semakin besar, padat dan kuat. Haha ...hihi... huhu...hehe....wahai siapakah yang berani menampakkan diri di depanku, maka sebelum engkau mempunyai niatmu, maka sudah aku sedot dirimu ke dalam black-hole ku, untuk aku jadikan bahan bakarku. Haha ...hihi... huhu...hehe.... wahai Pragmatisme, Utilitarian, Meteriisme dan Hedenisme, silahkan laporkan kemajuan pencapaian program-programmu. Laporkan yang baik dan terbaik, sukses dan tersukses, ..aku hanya ingin mendengarkan yang itu saja. Yang tidak baik, yang gagal, yang bermasalah, ...campakkan saja ke kotak sampah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Wahai Sang Blac-hole Diraja...engkaulah sebenar-benar blakc-hole ku. Perkenankanlah aku menyampaikan perkembangan atau progress report program-programku. Visiku adalah hidup yang praktis. Ukuranku adalah asas manfaat, tindakan dan rasa ingin tahu dan pemanfaatan sumber alam. Bagiku yang benar adalah yang tampak dan yang nyata. yang benar adalah yang bermanfaat. Maka jikalau tiada manfaat maka tiada nilai benar disitu. Aku akan mengerahan secara besar-besaran segenap daya dan upayaku berupa laskar-laskar untuk mengusasai dunia. Akan aku arahkan dunia ke suatu tujuan tertentu, dan telah saya tunjuk pengendali laskar dan sangat patuh (patuh buta) terhadap komandoku. Tujuanku hanyalah tunggal yaitu menggenggam dunia. Oleh karena itu laskar-laskarku akan melakukan pergerakan masive secara linear ke depan, serta akan saya fokuskan kepada hal-hal yang di depan. Yang telah lalu biarlah berlalu. Aku akan mengeksploitasi segenap sumber daya, dengan kompetisi ketat. Siapa yang kalah berkompetisi denganku maka mereka harus menyingkir dan tertinggal. Mereka harus puas menjadi pecundang, sedangkan aku tentu harus memenangkan kompetisi. Maka aku yang menang itulah aku yang berjaya. Barang siapa yang menghalangi laju para laskarku maka akan aku lindas dan libas. Engkau para laskarku tidak perlu melihat persimpangan jalan dan tidak perlu melakukan refleksi. Ingatlah keberhasilanmu adalah untuk keseluruhan, dan keseluruhan bisa diwakili simbol. Tidak perlu tanya jawab ketika engkau sudah berangkat, engkau harus mengedepankan sifat kompetitif dari pada kooperatif. Tidak perlu kompromi terhadap laskar yang lain, dan laskar lain anggaplah kompetitormu. Lebih baik gunakan saja cara-cara yang telah aku berikan kepadamu dari pada ingin mengerti tetapi tidak pernah bisa. Tinggalkan saja residu-residumu. Tetapi ingatlah bahwa engkau memerlukan keseragaman gerak dan langkah, mempunyai pembagian tugas yang ketat, perlu mempunyai kontrol yang kuat. Jangan memikirkan skema untuk kembali. Ukuran keberhasilanmu bersifat kuantitatif dan formal dan engkau haruslah bersifat eksklusif. Ingat paradigmaku: kontrolah dan kuasailah dunia. Hidupmu bersifat real dan kongkret, mekanistis, terstruktur kuat, dan didominasi oleh komunikasi kekuasaanku.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan saya teruskan. Carilah filsafat yang selaras denganmu. Engkau itu selaras dengan filsafat diterminism, filsafat vitalism, sejalan dengan paradigma salah benar, anti fallibism. Maknamu itu berada di luar pikiranmu. Engkau juga selaras dengan paradigma behaviorism, selaras dengan psikologi stimulus response. Jangan pikirkan thethek mbgengek psikologi hologram itu. Engkau itu bercirikan external evaluation (UN), bersifat monoculture, rigid, dan absolut. Engkau perlu menyelaraskan diri dengan filsafat realism. Engkau perlu mencari dukungan empiricism. Engkau merupakan tulang punggung utilitarian dan pragmatism. Engkau perlu menyelarasan dengan jargon investasi. Ketahuilah bahwa engkau harus menghasilkan hedonism dan bersifat materialism (dunia). Kebenaranmu saya ukur dari manfaatmu. Kebenaranmu saya ukur dengan kekuasaanku. Engkau harus mencari dukungan metode trial and error dan metode logico empirical hypotetiko. Janganlah tonjolkan jati diri atau identitas diri . Tetapi jati dirimu adalah tertutup oleh jati kelompok. Perangilah relativism. Jika perlu engkau boleh bersikap arogan terhadap alam karena memang engkau aku beri mandat untuk memanipulasikannya.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan saya teruskan. Engkau harus menjadi pondamen laskar utilitarian, laskar pragmatism, dan laskar hedonism. Oleh karena itu engkau harus mencari dukungan laskar teknologi, dan laskar naturalis. Jangan memikirkan anak cucu. Masa depan adalah warisan orang tua dan bukanlah warisan cucu. Engkau harus membangun neo empiricism, neo pragmatism, dan pekerjakanlah para juragan dan pemodal. Engkau harus selaras dengan filsafat dan psichology reductionism dan penyederhanaan dan selaras dengan jargon karakter bangsa atau nation building. Jiwamu itu bersifat eksternal. Wadahmu aku pikirkan lebih dulu baru kemudian isimu. Social capital dan economy harus menjadi ukuran yang paling tinggi. Lakukan kontrol ekonomi dari atas. Sedangkan dari bawah anggaplah dia sebagai fakta saja. Engkau harus menyelaraskan diri dengan filsafat strukturalism dan perlu membangun masyarakat struktur kekuasaan- struktur ekonomi–struktur eksploitasi. Dan juga engkau perlu membangun struktur masyarakat kedudukan-kepemilikan-kekuasaan-pemilik modal-pekerja dan buruh. Hukummu adalah hukum sebab-akibat.

Black-hole Diraja:
Haaha..haha..bagus-bagus. Aku sangat setuju dengan visi, misi dan program-programmu. Teruskanlah.
Apakah masih ada?

Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme:
Baik tuan, masih ada. Akan saya teruskan. Engkau itu harus bekerjasama dengan kaum feudalis, masyarakat burgois. Tidak usah pikirkan kerusakan yang ditimbulkan oleh dirimu, karena kerusakan itu memang tidak bisa diperbaharui. Tak usah terlalu peduli dengan normatif, kalau perlu hadapilah para humaniora. Bagiku yang benar adalah yang nyata dan yang terukur. Lempar jauh-jauh apa itu hermeneutika hidup.Untuk spiritual, tempatkan saja pada tataran atau tahapan primitif. Sedangkan teknologi itu merupakan tahapanmu yang paling maju. Ingat bahwa temuan-temuan barumu adalah segala-galanya, dan tidak usah memikirkan akibat-akibatnya. Engkau aku bekali dengan pengetahuan ba posteriori, dengan ilmunya naturewissenschaften. Janganlah pikirkan geisteswissenschaften. Logikamu sangat sederhana yaitu sistem input-proses-output. Leluhurmu adalah Machiavelianism. Engkau bersumber pada filsafat positivism dari Auguste Comte dan St.-Simon. Engkau harus bersinergi dengan John Adam Smith. Bacalah buku Will to Power nya Nietze dan bangunlah enterpreneurship yang agung.Janganhiraukan sindiran Schopenhauer, tetapi perhatikanlah dan pelajarilah ajaran William James, Ranke, Croce, Max Weber, and Meinecke. Lawan saja Nihilismenya Paul Nietze dan Satre. Dan juga lawanlah spiritualism, idealism, dan socio-constructivist. Para tamumu adalah jargon atasan tetapi engkau mempunyai musuh yaitu jargon bawahan. Ingat selalu orientasimu adalah hasil dan standard. Aku tahu bahwa engkau akan ditentang oleh proses dan portfolio. Maka bekerjasamalah dengan penyeragaman dan jangan terlalu bernafsu akan keanekaragaman.

Black-hole Diraja:
Waha..haha. Bagus..bagus. aku sangat puas dengan kinerjamu semua. Itulah sebenar-benarnya diriku bahwa diriku dan dirimu merupakan laskar Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme. Aku telah berangatkan engkau semua sejak jaman modern untuk menguasai dunia. Sekarang kita sudah hampir sempurna menguasai dunia. Siaakah yang berani menentangku? Maka akan aku hancurkan dia sebelum dia sempat memikirkannya. Wahai para Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme yang sangat aku banggakan, marilah kita menyelenggarakan pesta kemenangan kita. Berdoalah untuk melanggengkan kekuasaan kita.

21 comments:

  1. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini dapat diketahui bahwa payung besar black-hole yang mungkin sekarang lebih dikenal dengan sifat yang buruk yang negatif didunia dalam skala besar memayungi yang namanya pragmatisme, utilitarian, meteriisme dan hedenisme. Yang bertentangan dengan normatif, humaniora, hermeneutika hidup, spiritual.
    Sehingga yang pertama kita harus kita ketahui adalah ilmu tentang paham-paham tersebut sehingga kita dapat memilah paham mana yang benar dan yang kurang sesuai. Banyak – banyak membaca adalah solusi untuk mendapatkan ilmu.

    ReplyDelete
  2. Anisa Safitri
    PEP B 2017
    17701251038


    Dunia ini adalah panggung sandiwara. Sandiwara yang mampu melenakan dan memabukkan bagi penghuninya. Elegi ini membahas tentang keserakahan blackhole (pragmatisme, materialisme, utilitarian, dan hedonisme). Dimana keserakahan ini telah mengganggu pikiran manusia, tidak hanya mengganggu tetapi telah mampu mencuci dan menggerogoti pikiran. Sekarang ini manusia hanya berpikir yang instan dan mudah saja, mencari materi hingga lupa akhirat. Manusia hidup hanya sementara, apapun yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi. Senang, sedih, susah, gembira hanya dapat dirasakan sementara saja. Bentengi diri dengan iman dan taqwa sehingga dapat terhindar godaan setan serta pikiran-pikiran yang hanya akan menjerumuskan kita dalam kehidupan yang tak berarah dan tak beraturan. Senantiasa mendekatkan diri kepada Allah swt agar selalu mendapat perlindungan sampai hari akhir nanti. Aamiin.

    ReplyDelete
  3. Latifah Fitriasari (17709251055)

    Pragmatisme, Utilitarian, Meterialisme dan Hedonisme ialah dampak-dampak yang disebabkan oleh globalisasi. Keempat dampak tersebut merupakan dampak negatif, yaitu yang ada di negara kita saat ini yang dikarenakan terkontaminasi dengan “westernisasi” atau budaya yang kebarat baratan. Tidak semua pengaruh globalisasi itu buruk, tetapi semua yang buruk itu abu abu, dan tersamarkan maka dari itu kita harus berhati-hati dalam memilah-milah atau menyaring yang baik dan yang buruk.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika diri kita telah dikuasai oleh hawa nafsu, maka kita akan semakin menjauh dari Allah. Tindakan buruk yang kita lakukan terlihat baik di mata kita, hati menjadi tertutup sehingga tidak bisa lagi menerima nasihat dari orang lain yang ingin mengembalikan kita ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  5. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Dalam hidup ini sebenarnya kita tidak bisa hanya memiliki tujuan hidup untuk mengejar kebahagiaan yang sifatnya duniawi saja, karena kebahagiaan dunia itu tidak ada batasannya. Semakin kita mengejarnya maka akan semakin terasa jauh dan lebih jauh lagi, jika tidak diisi dengan mengejar tujuan secara spiritual. Oleh sebab itu sebagai manusia penting untuk memiliki rasa syukur dan selalu bertakwa kepada sang pencipta agar terjadi keseimbangan antara dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  6. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dari elegi di atas secara keseluruhan dijelaskan bahwa manusia secara tidak sadar saling menilai satu dengan yang lainnya. Itulah hermenetika. Terjemah dan saling diterjemahkan. Benar dan salah itu adalah sikap. Baik dan buruk itu adalah hati. Tapi benar atau salah dan benar atau baik seluruhnya tidak dapat dinilai oleh manusia dengan secara objektif sebenar-benar objektif.

    ReplyDelete
  7. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Makna mendalam yang dapat diambil yaitu bahwa dalam menjalani kehidupan ini jika tidak didasari pada saling menjaga maka bumi ini akan hancur. Hancur disini bukan hanya tentang fisiknya bumi, tapi tatanan kehidupan makhluk bumi. Jika keberadaan Tuhan hanya ditempatkan pada posisi tertentu saja, dalam artian tidak menyeluruh dalam kehidupan umat manusia maka benarlah, kehidupan yang dijalani akan sangat buruk. Dan bumi akan kehilangan keseimbangannya. Oleh karena itu mari kita kembali ke sifat naluriah kita bahwa tuhan tidak menciptakan kita untuk membuat kerusakan dibumi ini, tetapi untuk menjaganya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  8. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Awal pemahaman saya tentang black-hole merupakan suatu area di antariksa yang memiliki gaya gravitasi yang tinggi sehingga dapat menelan atau menarik siapapun yang ada di skitarnya. Hampir sama dengan elegi ini, BlackHole digambarkan sebagai pusat berkumpul atau wadah dari Pragmatisme, Utilitarianisme, Materialisme, dan Hedonisme. Black hole memiliki misi untuk menguasai aspek-aspek kehidupan penghuni bumi.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Manusia yang menganut pragmatisme, utilitarian, materialisme, dan hedonisme tidak memperhatikan nilai-nilai spiritual, tidak peduli dengan normatif, tidak peduli dengan lingkungan. Yang mereka perhatikan hanyalah manfaat bagi dirinya sendiri, melakukan tindakan tanpa memikirkan akibat, dan hanya memikirkan sesuatu yang nyata dan terukur. Padahal sejatinya hidup tidaklah melulu tentang itu, hidup tidaklah melulu tentang sesuatu yang nyata dan dapat diukur. Contohnya rasa bahagia. Menurut saya susah sekali mengukur perasaan bahagia, apalagi perasaan bahagia dapat berubah dengan cepatnya. Jadi sebagai manusia, sebaiknya kita tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi.

    ReplyDelete
  10. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Dari elegi di atas saya merefleksi bahwa dunia saat ini tenggal dikuasai oleh pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme. Karena pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme telah menguasai dunia maka dunia menjadi tempat yang sudah tidak dami, tentram dan bahagia lagi. Semua orang berusaha sebisa mungkin menjadi penguasa, karena dengan memiliki kekuasaan dianggap dapat menjadikannya sebagai orang yang paling hebat. semoga kita tidak menjadi orang yang terjerumus dalam pragmatisme, utilitarian, meterialisme dan hedonisme.

    ReplyDelete
  11. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole. Kita sendiri sebagi manusia banyak yang tidak sadar dengan kehadirannya yang telah menenggelamkan kita. Dunia kompetitif yang kita jalani, seolah adalah masa depan cerah namun justru menenggelamkan kita. Sehingga disebutkan bahwa kita tidak sadar dengan kemunculan blackhole.

    ReplyDelete
  12. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pesta Black-Hole disini bisa saya artikan sebagai pestanya para penguasa yang berambisi menguasai dunia. Penguasa itu antara lain para penganut ideologi pragmatisme, utilitarianisme, materialisme, dan hedonisme. Para penguasa seperti ini digambarkan sedang mengadakan pesta atau koordinasi untuk menguasai dunia. Mesipun disini hanyalah cerita tetapi saya berkeyakinan bahwa dalam kehidupan di dunia nyata pasti sudah terjadi. Hal ini bisa saya katakan demikian karena melihat realita yang ada. Sangat tidak mungkin keadaan dunia yang di kuasai oleh segelintir orang ini terjadi begitu saja tanpa ada rencana besar dari mereka.

    ReplyDelete
  13. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Dalam dunia astronomi, black hole merupakan benda hitam yang dapat menangkap semua benda, hingga benda tersebut tidak dapat keluar lagi. Jangankan benda, cahaya saja bila sudah terperangkap dalam black hole dia tidak akan mampu keluar.
    Filsafat adalah bersifat berstruktur, intensif dan ekstensif. Black hole dalam dunia tata surya dapat juga digunakan dalam kehidupan kita di dunia bumi. Kurang lebih, bila semua hal didunia ini sudah terperangkap dalam black holenya bumi, yaitu pragmatisme, utilitarian, materealisme, hedonisme, maka kita akan selamanya terperangkap disitu dan tidak bisa keluar.

    ReplyDelete
  14. Black-hole Diraja merupakan gambaran seorang penguasa yang mempunyai ambisi yang besar serta haus akan kekuasaan, selalu ingin menjadi yang paling berkuasa diantara yang lain yang menghalalkan segala cara untuk menggapainya. Karena hal ini, seharusnya kita berkaca bahwa diri kita sesungguhnya adalah black hole. Kita sebagai mahasiswa adalah black hole bagi seorang anak kecil yang belum mempunyai pengetahuan setinggi kita. Melalui kesadaran dan kesediaan untuk menerima kekurangan, semoga manusia mampu untuk mulai mengubah dirinya menjadi lebih bijaksana lagi

    ReplyDelete
  15. Yolpin Durahim
    17709251029
    Pend. Matematika B

    Dalam uraian mengenai black hole yang dijelaskan oleh NASA secara gamblang menjelaskan jika black hole merupakan fenomena yang terjadi diluar angkasa dan berusaha menarik cahaya dengan gaya grativitasi. Cara mengukurnya pun dijelaskan dengan X-ray. Entahlah yang mana suatu kebenaran. Namun jika pemaparan yang sangat ilmiah membuat kecenderungan jika ilmu begitu luas. Terlepas dari berbagai isu yang ada maka kita tetap harus kritis, sesuai dengan ulasan postingan ini.

    https://www.nasa.gov/audience/forstudents/5-8/features/nasa-knows/what-is-a-black-hole-58.html

    ReplyDelete
  16. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Fenomena black-hole juga dapat terjadi di dalam pikiran manusia. jika tidak berpendirian teguh dan melalaikan ibadah kepada Allah, maka pragmatisme, utilitarian, materealisme, dan hedonisme secara perlahan akan gampang merasuki dan mempengaruhi. Terperangkap di dalam paham yang seperti disebutkan tadi merupakan akhir dari segalanya karena sudah terbentuk pagar-pagar yang membuat kita tidak bisa merangkak keluar dari belenggunya. Oleh karena itu berhati-hatilah dalam membuat keputusan atau membuat kebijakan mengenai suatu hal yang kita tidak pahami secara mendalam karena bisa jadi kita menggali lubang untuk diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  17. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Dari artikel di atas dapat disimpulkan bahwa Black-hole diraja merupakan satu kesatuan besar sifat-sifat buruk yang ada di dunia dan mencakup pragmatisme, utilitarian, materialisme dan hedonisme. Lawannya adalah normatif, humaniora, spiritualisme, idealisme, socio-constructivisme, dll. Yang harus dilakukan adalah mempelajari kedua sisi lalu mengamalkan yang bernilai positif saja.

    ReplyDelete
  18. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dunia tidak hanya berisi dengan hal-hal yang baik. Banyak paham-paham dan aliran yang mengutamakan kesenangan dan merupakan lubang-lubang hitam yang siap menyeret kita ke dalam kesenangan dan keegoisan duniawi semata. Namun, dengan hal-hal yang tidak baik itulah kita akan belajar bahwa menggapai kebaikan membutuhkan perjuangan dan akan terasa bermakna apabila kita sudah mampu menggapainya. Dengan pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas maka kita kita mampu melihat dan menyadari setiap jebakan-jebakan dunia yang hanya akan menyesatkan.

    ReplyDelete

  19. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Elegi di atas menggambarkan dunia yang telah termakan oleh blackhole. Kita sendiri sebagi manusia banyak yang tidak sadar dengan kehadirannya yang telah menenggelamkan kita. Dunia kompetitif yang kita jalani, seolah adalah masa depan cerah namun justru menenggelamkan kita. Sehingga disebutkan bahwa kita tidak sadar dengna blackhole.

    ReplyDelete
  20. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Beginilah sifat para penguasa dunia saat ini. Pragmatisme, utilitarianisme, materialisme, dan hedonisme adalah ciri paham mereka. Mereka mengutamakan kebahagiaan diri sendiri dan tidak mempedulikan penderitaan orang lain. Visi mereka dinilai dari diri mereka saja tanpa peduli apapun. Misi mereka dilakukan dengan maksimal untuk mencapai kenikmatan diri sendiri tanpa peduli bahwa mereka telah menyakiti orang lain. Dan akibatnya seperti kalimat yang biasa didengar di masyarakat bahwa yang kaya akan makin kaya dan yang miskin akan semakin miskin.

    ReplyDelete
  21. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada elegi diatas ada poin yang menyebutkan bahwa teknologi diatas spiritual. Hal ini berbahaya karena dengan pesatnya teknologi tanpa dibarengi dengan spiritual maka hati seseorang akan hampa dan akan muncul disorientasi kehidupan yang menyebabkan teknologi dipakai untuk menguasai dunia tanpa memperhatikan norma dan nilai. Teknologi sejatinya hanya untuk mempermudah manusia untuk beraktifitas, bisa juga untuk beribadah dan mempermudah dalam menggapai pengalaman spiritualnya.

    ReplyDelete