Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)




Oleh Marsigit

Bagawat:
Marilah kita mulai sidang ke dua. Silahkan Rakata.



Rakata:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, sang Bagawat, Ramasita, Ahilu, Pampilu, Awama, Pratika, Cantraka, para stigma, dan semua gunung-gunung. Pada sidang kedua ini marilah kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terutama nanti saya akan memohon masukan dan pertimbangan kami atas rencana-rencana kami, kepada tamu undangan kami yang terhormat Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala.

Rakata:
Sebagai pemimpin, kami menyadari tidak bisa hidup sendiri. Jaman sudah berubah. Barang siapa meras bisa hidup sendiri itu adalah serandah-rendah gunung, barang siapa hanya sampai menggunakan ilmunya itu adalah gunung yang labih tinggi, sedang barang siapa mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Rakata:
Maka pertanyaanku kepada nara sumber kita adalah bagaimana kita bisa menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Apa syarat perlu dan cukup agar kita dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Bagawat:
Silahkan Kasala, Kanwala, Ndadismen dan Ndakiti

Kasala:
Baik, berdasarkan pengalama kami, tidak mudah kita menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Pertama, dikarenakan tidak semua anggota kita mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama. Pada sekolah kami, mulanya hanya 30 persen yang setuju, 60 persen menunggu, dan 10 persen menolak. Tetapi kami harus terus berusaha dan berjuang. Kedua, kita tidak dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, sendirian, tetapi kita juga harus memperoleh bantuan dari gunung-gunung yang lebih besar. Alhamdulillah, atas dorongan para gunung besar maka kami dapat merintis jalan menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Adapun yang sudah kami lakukan adalah mengirim para anggota kami untuk mempelajari route perjalanan dan keadaan di setinggi-tinggi gunung di dunia ini, itu seperti apa. Kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka. Kami masih kurang peralatan dan pengalaman. Itulah sekedar sharing pengalaman. Terimakasih.

Kanwala:
Agar dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, kami mempunyai prinsip tentang dua hal. Pertama, kami menyadari mempunyai banyak anggota gunung-gunung yang lebih kecil dariku. Kedua, kami menyadari mempunyai banyak gunung-gunung yang lebih besar dariku. Terhadap gunung-gunung kecil anggotau, aku berusaha menegakan peraturan dan pencerahan. Terhadap gunung-gungung yang lebih besar sebagai pemimpinku aku berusaha menjalin komunikasi dan memperoleh pencerahan. Jadi sebenar-benar diriku bukanlah gunung dengan puncak yang tunggal. Boleh dikata aku adalah pegunungan. Maka setinggi-tinggi gunung di dunia ini adalah gunungnya para anggotaku.

Ndadismen:
Saya mempunyai lima puluh juta gunung. Tugasku adalah menghantarkan mereka semua menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Tetapi satu hal, setinggi-tinggi gunung di dunia ini yang dapat diraih, maka tidaklah boleh tercabut dari dasarnya. Kita harus selalu mencari pencerahan dan bisa bertanya kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Kita harus waspada terhadap para stigma.

Ndakiti:
Di sini uraian saya agak lain dari yang sudah-sudah. Saya lebih banyak ingin menggambarkan situasi di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Ketahuilah siapapun yang berada di sana adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya. Semua kemampuannya memang sudah teruji, baik ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, dst. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Di puncak itu kita sulit menonjolkan jati diri kita, semuanya hampir tampak seragam. Tetapi keseragaman itu ternyata digunakan sebagai prinsip komunikasi. Bahasa analog atau keseragaman itu bahasa awamnya adalah kriteria. Maka barang siapa berada di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini, harus menggunakan bahasa analog. Sedangkan untuk menggapai puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini kita dapat menggunakan metode formal dan material. Ketahuilah metode formal itu adalah kerangka berpikirmu. Sedangkan metode material adalah kemampuanmu. Tetapi hal ini saja tidaklah cukup. Pada setiap kesempatan diperjalanan engkau harus selalu mencari dewi Hermein. Ketahuilah bahwa dewi Hermein itu bukankah dewi seperti yang engkau biasa bayangkan. Dewi Hermein adalah kemampuanmu menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan. Terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui.

Ndakiti:
Tidak cukup hanya sampai di situ. Jika engkau mempunyai persoalan maka berkonsultasilah kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Sebetul-betulnya sang bagawat adalah....

Bagawat:
Stop...stop..Ndakiti..jangan teruskan uraianmu itu, karena hal yang demikian belumlah saatnya disampaikan. Baiklah hadirin semuanya, kita tutup sidang dengan membaca hamdallah. Amien.

74 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menuntut ilmu dan menggunakan ilmu pengetahuan dengan mengimplementasikannya serta berkontribusi aktif untuk kemaslahatan hidup di dunia ini adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Untuk menggapai puncak setingg-tinggi gunung di dunia ini adalah penerapan metode ilmiah dalam ilmu-ilmu alam dan hermeneutika dalam ilmu-ilmu sosial.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Gunung bisa diibaratkan apa saja. Bisa kekuasaan, bisa pikiran, bisa hati, bisa potensi, bisa keterampilan, bisa pengalaman, dan masih banyak yang lainnya tergantung bagaimana orang itu memandang. Agar kekuasaan, pikiran, hati, potensi, keterampilan, pengalaman, dll meraih tingkat paling tinggi, dibutuhkan ikhtiar dan doa supaya ketika kita berada di tingkat paling tinggi dalam dimensi manusia, kita tidak boleh sombong ataupun merasa paling segalanya, karena sebenar-benarnya tinggi adalah Allah, Tuhan yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Untuk mencapai suatu gunung yang tinggi, maka manusia harus berusaha untuk terus memperbaharui dirinya, serta mengetahui bagaimana untuk memposisikan dirinya baik terhadap anggotanya maupun pemimpinnya. Manusia yang berada dalam posisi yang tinggi atau diibaratkan berada pada gunung yang tinggi adalah manusia yang mumpuni dalam segala aspeknya. Manusia harus terbuka terhadap hal-hal konstruktif yang dapat menjjadikan dirinya lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia hidup dengan tujuan dan harapannya masing masing. Sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas memberikan sifat dasar bahwa dirinya harus tumbuh dan berkembang.
    Selain itu sifat lahiriah manusia adalah ingin berkembang dan terus berkembang. Berkembang dalam artian menjadi lebih baik dan sejahtera dalam hidup.
    Untuk menggapai kebaikan dan kesejahteraan dalam hidup baik dalam aspek ekonomi, sosial, dan hal lainnya tidaklah dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

    ReplyDelete
  5. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel yang kedua ini saya memperoleh pemahaman bahwa untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya kita harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga kita bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, kita akan lebih mudah lagi untuk melangkah kedepan menjadi orang yang sangat-sangat produktif. Dari keproduktifan ini kita bisa sampai ke puncak kesuksesan kita kelak.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebenar – benarnya kesuksesan adalah ia yang telah merasakan halangan dan rintangan dalam mencapai tujuannya. Jika pengorbanan yang dikeluarkan belum sebanding dengan kesuksesannya maka ia belum mendapatkan kesuksesannya. Seseorang yang berhasil mencapai kesuksesannya tidak dapat kokoh berdiri jika tidak memiliki fondasi yang kuat, fondasi tersebut merupakan kekuatan yang membuatnya tetap bertahan. Kekuatan tersebut adalah ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  7. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya sangat setuju dengan pernyataan Rakata bahwa kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Kita butuh orang lain untuk menghiasi cerita hidup kita. Karena manusia diciptakan dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan sehingga memerlukan bantuan orang lain. Sehebat apapun seseorang, sekaya akapun ia, sekuat apapun ia pasti tetap membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Karena tujuan hidup kita adalah untuk saling mencintai sesama. Karena cinta itu indah. Setiap manusia menginginkan hal yang indah.

    ReplyDelete
  8. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana cara mencapai setinggi-tinggi gunung.
    Menurut Kasala tidak bisa dilakukan sendirian harus secara bersama-sama.
    Menurut Kanwala ada dua prinsip yaitu menyadari dalam tim ada bawahan dan ada atasan sehingga harus berlaku bijak pada keduanya.
    Menurut Ndadismen dengan mencari pencerahan dari orang yang lebih berpengalaman.
    Menurut Ndakiti, sehingga tim itu dapat menggapai setinggi-tinggi gunung. Dan dapat dikatakan bahwa mereka adalah orang yang telah teruji baik pengetahuan, pengalaman, dan lainnya.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa ilmu yang kita miliki hendaknya digunakan dan jangan hanya disimpan agar dapat mencapai manfaatnya dengan maksimal. Ilmu yang dimiliki hendaknya juga dibagi dengan orang lain agar semakin bermanfaat dan tidak mengendap saja di dalam pikiran dan tidak berkembang. Ketika memberikan ilmu untuk orang lain maka pengalaman juga akan bertambah karena bisa sharing dan bertukar pengalaman dengan orang lain. Dengan begitu akan menambah kebahagiaan karena dapa berguna bagi orang lain.

    ReplyDelete
  10. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia sebagai makhluk sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat. Selain itu pada elegi di atas ada istilah gunung pengetahuan. Ini mengilustrasikan bahwa pengetahuan itu sangatlah tinggi dan perlu usaha untuk mencapainya. Namun yang harus juga diperhatikan oleh manusia ketika telah mempunyai ilmu yang tinggi, kita harus ingat bahwa ilmu yang kita miliki tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengetahuan yang begitu banyak diciptakan oleh Allah. Intinya dalam mencari ilmu dibutuhkan usaha dan hati yang ikhlas serta agar ilmu tersebut bermanfaat harus dibagikan kepada orang lain. Karena ilmu yang tidak terbagikan akan kurang memberikan manfaat dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  11. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    P.Mat D 2016

    Terjemahkanlah apa saja yang kita jumpai dalam perjalanan hidup dengan membuka hati menerima saran-saran dari orang-orang disekitar kita. Terjemahkanlah diriku, bukan aksesorisnya tetapi pikiran dengan membaca-membaca dan membaca berusaha menerjemahkan diri anda dengan cara bertanya, ternyata masih kosong karena belum sepenuhnya membaca. Tidak ada batu yang protes ketika kehujanan, kalau hujan protes karena kehujanan pun si batu itu menembus ruang dan waktu dengan metodologi dan ilmu tertentu, tapi diam disitu pun dia dari kehujanan menjadi tidak kehujanan itu sudah menembus ruang.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Menjadi sukses itu tidak gamoang, perlu proses, adanay proses itu akan mengajarkan kita arti dari sebuah kehidupan, dalam proses juga ada bahagia, sedih, dan lain-lain, sehingga setelah sukses kita tidak akan lupa dengan orang-orang berada di bawah kita. Ingat di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari elegi diatas dapat diketahui bahwa untuk mencapai puncak kesuksesan ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Pertama, memperbaiki kerangka berpikir kita. Kedua, meningkatkan kemampuan kita. Ketiga, bersedia untuk menterjemah dan diterjemahkan. Dan yang keempat adalah mau berkonsultasi kepada orang yang lebih bijak.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Seorang pemimpin tidaklah mungkin untuk hidup sendiri, pemimpin yang bertugas membangun rakyatnya agar menjadi lebih baik lagi. Seorang pemimpin pun tidak akan menjadi pemimpin jika tidak ada rakyatnya, rakyat yang berperan sebagai pemberi saran dan yang ingin untuk dipimpin oleh seorang pemimpin. Sebagai pemimpin pun tidak boleh sombong, karena jika tidak ada rakyat yang berada disekitarnya, sosok pemimpin ini bukanlah apa-apa.

    ReplyDelete
  15. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hidup merupakan proses untuk selalu belajar. Belajar dari berbagai macam hal yang ada di dunia ini.
    Belajar dari yang ada dan yang mungkin disekitar. Misalnya dari ornag yang ada di sekitar kita.
    Semakin banyak yang orang yang kita temui dalam hidup maka semakin banyak ilmu yang kita dapat. Ilmu-ilmu yang kita dapat dan bantuan dari berbagai pihak akan membuat kita mampu menggapai pencapaian tertinggi dalam hidup kita dan tentunya dengan doa kepada sang maha besar dan usaha maksimal.

    ReplyDelete
  16. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Setiap manusia berhak menjadi gunung dan mencapai puncak yang diinginkan. Untuk mencapai puncak tertingginya pun kita harus melalui dengan proses yang tidak singkat. Telah dijabarkan di atas bagaimana cara menggapai puncak-puncak tersebut setiap orang mempunyai tujuan berbeda. Untuk meraih tujuan harus mempunyai ilmu karena tanpa ilmu kita tidak akan sukses. Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif.

    ReplyDelete
  17. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia pada hakekatnya selalu mengingkan hal yang paling tinggi. Maka untuk mencapai titik tertinggi itu manusia haruslah terus berusaha, namun jangan terlalu sombong atas kedudukanmu atas dimensimu. Karena jika keberadaan dimensimu harus ada mengada dan pengadamu itu. Maka sesungguhnya mengada dan pengadamu itu adalah bagaiman engkau memanfaat dimensimu untuk menyirami dimensi-dimensi di bawahmu. Maka jangan sekali-sekali mengada-ngada sebagai mengada dan pengada atas dimensimu seperti mitos-mitos.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Tidak ada satu orangpun yang dapat hidup sendiri semua yang ada didunia ini terbentuk karena adanya hubungan interaksi antara individu satu dengan yang lainnya. Sama seperti murid-murid kita yang diceritakan diatas bahwasannya setiap siswa kita tidak mungkin mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama terhadap materi yang diajarkan.yang keduanya tersebut dibentuk melalui prasana dan sarana serta pengalaman yang diperoleh siswanya berdasarkan apa yang telah diajarkan oleh guru. seorang guru membutuhkan stigma yang kuat agar ketika beberapa siswanya mampu menerima pelajaran yang sedang dilakukan tetap bisa membedakan kemampuan siswanya masing-masing tanpa menganggap kemampuan siswa sama.

    ReplyDelete
  19. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pesan-pesan dari ‘Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)’ mengajarkan bahwa kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini dan selalu membutuhkan orang lain, sehingga manusia sering disebut dengan makhluk sosial. Selain itu, agar hidup kita tidak sia-sia, kita harus memanfaatkan waktu untuk dengan melakukan hal yang positif seperti mengimplementasikan ilmu kita sehingga akan bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  20. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal positif yang saya peroleh setelah membaca bacaan di atas yaitu kita harus terus berusaha, bersikap kritis dan pantang menyerah. Kita harus selalu belajar dari pengalaman hidup yang kita miliki, baik pengalaman tentang kegagalan maupun tentang suatu keberhasilan, sehingga kehidupan kita dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  21. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, Anda akan lebih mudah lagi untuk melangkah kedepan menjadi orang yang sangat-sangat produktif.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Point penting dari elegi di atas bahwa semakin berilmu kian merunduk, serta di atas langit masih ada langit. Bahwa manusia tiada yang dapat disombongkan, semua manusia di mata Alloh sama dan yang membedakan ialah ketakwaannya.

    ReplyDelete
  23. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Salah satu indikator manusia yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT adalah orang yang berilmu. Manusia dikaruniai akal dan pikiran untuk menuntut ilmu salah satu tujuannya. Namun, perlu diingat bahwa ketika kita mencapai puncak tersebut, kita tidak boleh bersikap sombong, hendaknyakita selalu bertawaduk. Keberhasilan yang kita dapatkan semata-mata datangnya dari Allah SWT. Sehingga kita tidak patut untuk menyombongkannya.

    ReplyDelete
  24. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, yang diberikan akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Untuk meraih kesuksesan manusia juga tidak dapat melakukannya sendirian. Sehingga komunikasi antar manusia ditentukan oleh peran manusia sebagai makhluk sosial guna mencapai kesuksesan hidup.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Setiap orang mempunyai tujuan untuk mencapai puncak gunung yang diinginkan. Namun untuk mencapainya, kita harus melewati proses yang tidak begitu singkat. Kita harus melewati segala halangan ataupun rintangan yang ada. Jika kita mampu bersabar melewati setiap proses ini, maka kita akan meraih apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  26. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari sisi keilmuan dan pengamalan terhadap ilmu, manusia terbagi menjadi 3 jenis: Jenis yang pertama yaitu orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. Mereka ini adalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah untuk menempuh shiratal mustaqim, yaitu jalan yang lurus yang telah ditempuh oleh para nabi, orang-orang jujur, pada syuhada, dan orang-orang shalih. Dan merekalah teman yang terbaik. Jenis yang kedua yaitu orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya. Mereka ini adalah orang-orang yang dimurkai oleh Allah, semisal orang-orang Yahudi dan pengikut mereka. Jenis yang ketiga yaitu orang yang beramal tanpa ilmu. Mereka ini adalah orang-orang yang sesat, semisal orang-orang Nashrani dan para pengikut mereka. Ketiga jenis manusia ini tercakup dalam surat Al Fatihah yang senantiasa kita baca setiap rakat dalam shalat kita,yang artinya: ”Ya Rabb, tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang yang Engkau murkai dan bukan jalannya orang-orang yang sesat” [Al Fatihah: 6 – 7].

    ReplyDelete
  27. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Untuk menjadi setinggi-tingginya gunung di dunia ini bukanlah perkara yang mudah. Butuh “jam terbang” yang tinggi dan waktu yang relatif lama. Untuk menjadi gunung yang tinggi kita harus memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari keterampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmu, hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman untuk mengelola kuasa kita demi kemaslahatan sesama.

    ReplyDelete
  28. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menurut saya, gunung disini berarti kesuksesan. Untuk menggapai puncak gunung tertinggi, maka haruslah memiliki kesadaran serta mengimplementasikan ilmu dimanapun berada, menjalin komunikasi dengan baik, serta berusaha untuk menterjemahkan dan diterjemahkan. Pernyataan kasala “kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka” mengingatkan saya pada kalimat “jika ingin sukses maka dekatkanlah dirimu dengan orang sukses” yang berarti jika kita ingin menjadi orang yang lebih baik maka kita sebaiknya bergaul dengan orang-orang yang berprestasi, orang-orang yang baik, karena dengan mendengar cerita-cerita dari mereka boleh jadi kita menjadi semakin termotivasi.

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pada saat komentar ini dituliskan dan selesai dituliskan. Si penulis komentar masih merengun, kebingungan, dan berkali-kali berpikir tentang hal ini:

    "Ketahuilah metode formal itu adalah kerangka berpikirmu. Sedangkan metode material adalah kemampuanmu. Tetapi hal ini saja tidaklah cukup. Pada setiap kesempatan diperjalanan engkau harus selalu mencari dewi Hermein. Ketahuilah bahwa dewi Hermein itu bukankah dewi seperti yang engkau biasa bayangkan. Dewi Hermein adalah kemampuanmu menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan. Terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui"

    Salam,
    saya yang masih berulang-ulang membaca elegi ini.

    ReplyDelete
  30. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menggapai gunung tertinggi didunia tidaklah mudah. Gunung disini dianalogikan sebagai seorang berilmu dan juga seseorang yang sukses dalam karirnya di dunia. Untuk mencapai itu semua maka dalam perjalanannya seperti halnya kita mendaki gununv, penuh kerikil dan jalan yang begitu menukik keatas. Ada kata-kata yang mungkin terkait dengan mencapai cita-cita atau tujuan hidupyang tinggi yaitu "kita jatuh bukan karena gunung yang tinggi, melainkan karena kerikil kecil, maka perhatikanlah langkahmu"

    ReplyDelete
  31. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, elegi ini memberikan pesan kepada kita untuk menjadi pribadi seperti gunung setinggi-tingginya yakni pribadi yang memiliki ilmu dan berusaha mengaplikasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hiari sehingga menjadi bermanfaat. Elegi ini menyebutkan bahwa jika ingin menjadi setinggi-tingginya gunung (memiliki ilmu dan mengaplikasikannya), kita harus belajar dari senior yang memiliki ilmu maupun pengalaman yang lebih banyak. Selain itu, kepada yang lebih muda kita harus membimbing dan mengayomi. Dan tak lupa menimba ilmu dan mengamalkannya dalam ruang dan waktu yang tidak terbatas. Denga begitu, mudah-mudahan kita menjadi setinggi-tingginya gunung.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Menggapai gunung tertinggi di dunia bukanlah hal yang mudah. Orang-orang yang bisa menggapainya adalah orang terpilih, memiliki tekad kuat untuk selalu berusaha, belajar, berpikir terbuka dan luas, memperluas jaringan, serta yang terpenting adalah atas ijin Tuhan. Banyak rintangan yang harus dilalui. Yang terpenting adalah berikhtiar dan jangan sampai goyah atas apa yang menjadi landasan dan tujuan awal.

    ReplyDelete
  33. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Diibaratkan seperti gunung, manusia tidak akan pernah ada habisnya untuk mendaki. Mandaki ilmu pengetahuan yang ada pada gunung lain sehingga ia akan lebih tinggi dari pada gunung-gunung yang lainnya pula. Metode yang dapat digunakan adalah metode formal yaitu kerangka berpikir dan metode material yaitu kemampuan manusia. Apa yang menjadikan gunung itu tinggi tidak lain adalah karena gunung lain yang sudah lebih tinggi darinya. Ketika seseorang telah mengetahui banyak ilmu, maka ia akan bertemu dengan orang-orang yang berada di posisi yang sama namun dalam sudut oandang berbeda. Apa yang bisa menyatukan mereka adalah bahasa. Dan bahasa akan digunakan untuk membagikan ilmu yang dimilikinya untuk orang lain. Karena sebaik-baik manusia adalah ia yang bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  34. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Setiap manusia dianugerahi dengan keinginan, bagaimana menunjukka potensi yang ada dalam dirinya. Bagaimana agar ia bisa lebih tinggi dan lebih tinggi lagi dala perncapaiannya. Sebagai manusia kita dituntut untuk berusaha, mengejar apa yang kita inginkan. Namun kita tidak bisa hidup tanpa adanya orang lain, kita membutuhkan orang lain agar potensi yang ada pada diri kita semakin terasah dengan baik.

    ReplyDelete
  35. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Hidup adalah menterjemahkan dan diterjemahkan. Kita hidup berdampingan dengan orang lain maka sebenar-benar orang bijaksana adalah mereka yang mempunyai kemampuan menterjemahkan dan kesediaan diterjemahkan. Perjalanan dunia yang penuh liku-liku akan terasa lebih mudah apabila kita mampu menterjemahkan segala hal yang kita lihat dan kita temui. Kita harus menyadari bahwa segala sesuatu ada ilmunya. Bertanya, mendengar, bercerita dan hal yang lainnya adalah sumber ilmu jika kita mampu menterjemahkan sesuai dengan ruang dan waktu yang tepat. Dan kemampuan menterjemahkan akan semakin bertambah apabila adanya kesediaan diterjemahkan. Dengan mendengar saran kritikan dan pandangan orang lain akan menjadikan seseorang semakin terarah dalam mencapai gunungnya. Maka sebenar-benar tujuan menterjemahkan dan diterjemahkan adalah untuk meningkatkan kepekaan dan kepeduliaan terhadap lingkungan, menjalin keharmonisan dalam kehidupan,dan sarana intropeksi diri, serta senantiasa bersyukur dan berikhtiar kepada-Nya.

    ReplyDelete
  36. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Postingan Kutarunggu sang rakata menggelar sidang yang kedua ini menurut saya yang dibahas mengenai kesuksesan seseorang dalam memperoleh ilmunya. Dari postingan ini, saya dapat mengambil pelajaran bahwa kesuksesan orang itu bukan hanya berasal dari diri sendiri, melainkan ada peran orang lain tanpa disadari maupun sadar. Orang yang berilmu itu mau menerima keritikan dari orang lain, mau belajar dari orang yang memiliki ilmu yang tinggi, tidak sombong dengan kemampuan atau ilmu yang dimiliki saat ini. Orang yang berilmu itu bersifat terbuka dengan dunia luar, menerima masukan-masukan dari manapun, bahkan karena masih berasa kurang dalam ilmu pengetahuan, ia tidak sungkan untuk bertanya kepada yang lebih ahli, tidak malu mengakui kalau tidak bisa.

    ReplyDelete

  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Tulisan ini mengingatkan kembali tentang kehidupan saya selama ini.Sepak terjang hidup yang saya alami tidak terlepas dari bantuan orang lain.Saya mengakui bahwa saya tak mampu berdiri sendiri dalam mengarungi hidup ini.Kesadaran kata yang setiap kali dilekatkan agar kita menyadari apapun yang terjadi di dalam hidup.Gunung yang diibaratkan dalam tulisan ini ada pelarajaran yang dapat petik”setinggi-tingginya gunung masih ada gunung yang tinggi di atasnya dan serendah-rendahnya gunung masih ada gunung yang ada di bawahnya.Begitu pula dengan hidup kita ini.Mungkin memberikan isyarat untuk tidakmerasa bangga dan sedih atas apa yang terjadi.Tetap berjuang dan berusaha dalam menggapai segala sesuatu.

    ReplyDelete
  38. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Pada siding kedua terlihat kesombongan raja sudah mulai runtuh. Raja meu diskusi dan bertanya-tanya tenatng apa yang diperlukannya yakni tentang menggapai gungung setinggi-tingginya. Hal ini memberikan gambarakan bagaimana seorang manusia ingin mencapai ilmu yang tinggi ataupun seseorang yang ingin mencapai hakikat sifat yang dia miliki. Maka bertanya dan berdiskusi dengan orang merupakan hal yang penting untuk menggapai hal tersebut. Karena boleh jadi orang yang lain memiliki pengalaman yang lebih dari pada kita. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  39. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, manusia adalah makhluk sosial, dan manusia adalah makhluk yang senantiasa membutuhkan bantuan sesamanya. Demikian pula manusia yang mendapatkan amanat untuk menjadi pemimpin. Dalam hal ini seorang pemimpin, karena dia juga manusia, tidak mungkin hidup sendiri, pemimpin tugasnya adalah membangun rakyatnya (orang yang dia pimpin) agar menjadi lebih baik lagi. Seorang pemimpin tidak akan menjadi pemimpin jika tidak adanya rakyat (yang dipimpin), rakyat (yang dipimpin) seharusnya memiliki peran sebagai pemberi saran dan siap untuk dipimpin. Pemimpin tidak boleh sombong karena tanpa rakyat (orang yang dipimpin) disekitarnya dia bukanlah siapa-siapa atau bahkan dia bukanlah apa-apa.

    ReplyDelete
  40. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya berusaha fokus membaca tetapi di akhir saya malah teralihkan. Saya semakin penasaran siapa itu bagawat. Pertanyaan saya yang belum terjawab karena memang belum sempat saya utarakan. Mungkin ini waktu saya untuk mengeksplorasi sendiri.

    ReplyDelete
  41. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Sesuai dengan kodratnya, manusia merupakan makhluk sosial. Oleh karenanya apapun kedudukan, kelebihan, dan keahliannya, manusia akan selalu membutuhkan bantuan orang lain. Setinggi-tingginya ilmu adalah yang digunakan dan diimplementasikan dalam jejaring sistemik untuk kepentingan internasional. Untuk dapat sampai ke situ tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan dan kerjasama satu sama lain, dan yang lebih penting lagi adalah adanya komunikasi. Dengan kata lain, semuanya harus bersedia untuk menterjemahkan dan diterjemahkan. Selain itu, dalam proses terjemah dan diterjemahkan semuanya harus terbuka dalam menerima kritik, nasihat, dan saran.

    ReplyDelete
  42. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Setelah membaca elegi ini, yang saya pahami adalah dalam mencapai tujuan hidup kita tidak dapat mencapainya tanpa bantuan dari orang lain. Dan capaian tertinggi dalam hidup ini adalah ketika kita mampu mengimplementasikan apa yang kita dapat untuk kemaslahatan umat. Dalam mencapai sebuah tujuan kehidupan, kita tidak boleh meremekahkan orang lain. Orang lain yang berada dibawah kita dapat kita jadikan sebagai ladang untuk membagikan ilmu yang telah kita miliki, dan orang yang berada diatas kita dapat kita jadikan mentor untuk meningkatkan ilmu kita. Untuk itu, marilah terus berikhtiar dan berdoa untuk menggapai tujuan kita masing-masing dan selalu menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain. Terimaksih

    ReplyDelete
  43. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pesan yang dapat saya tangkap dari Sidang Rakyat (kedua) yang digelar Kutarunggu Sang Rakata ini adalah bahwa setiap orang semestinya mengerti posisnya kemudian mehargai sekaligus menjadi fasilitator untuk orang-orang yang posisinya lebih rendah dibawahnya dan menghormati serta terus belajar dari orang-orang yang lebih tinggi darinya. dengan cara demikian dia akan menggapai level yang lebih tinggi dari posisinya saat ini. jika dikaitkan dengan pendidikan maka semestinya seorang guru memahami tugas dan fungsi sebagai seorang guru, dengan demikian guru akan lebih menghargai siswa dan bisa menjadi fasilitator bagi siswa serta tidak malu untuk terus belajar dari pengalaman dan guru-guru yang lebih senior.

    ReplyDelete
  44. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Untuk menggapai gunung yang setinggi-tingginya tidaklah mudah, kita harus memulai dari gunung yang kecil, dan kita tidaklah bisa menggapai gunung yang tinggi sendiri, kita butuh bantuan. Dari elegi tersebut saya menjadi sadar bahwa saya yang sekarnang ini bukanlah karena usaha saya sendiri, banyak sekali yang mendukung saya, yang menarik ataupaun mendorong saya hingga saya seperti saat ini. Selain itu saya harus tetap maju, untuk tetap maju saya membutuhkan dukungan dari orang lain, karena saya bukan siapa siapa tenpa orang lain. maka dari itu saya harus berusaha unutk membantu orang lain juga, karena menurut saya bahwa yang kita dapatkan itu dari apa yang kita tanam, dan bahwa tidak ada yang kita dapatkan tanpa adanya pengorbanan, dan dengan saling mendukung satu sama lain akan memajukan kita setahap demi setahap.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  45. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Di dalam elegi ini, disampaikan bahwa manusia sejatinya dalah makhluk sosial yang benar tidak bisa hidup secara individualis. Masih perlu bantuan dari orang lain selama kita berada di dunia. Setinggi ilmu yang ktia miliki untuk menggapai logos, pastilah itu berkat dorongan dan kerja sama dengan orang lain. Motivasi dan dukungan dari orang lainlah yang selama ini kita miliki selain usaha. Setinggi tinggi gunung yang ingin kita capai adalah rodho dari Allah SWT, kekalnya dunia kahirat setelah kita meninggal kelak. Maka janganlah kita bersifat sombong apalagi termakan oleh para stigma dan paramitos. Karena, setan itu tidak akan berhenti selagi usahanya itu belum mewujudkan hasil.

    ReplyDelete
  46. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas bahwa setiap orang mempunyai tujuan berbeda-beda. Untuk meraih tujuan harus mempunyai ilmu. Karena tanpa ilmu, kita tidak akan sukses. Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Selain itu memiliki komitmen teguh adalah salah satu cara agar kita tidak munafik dengan tujuan hidup kita sendiri dalam rangka untuk mengabdi kepada sesama ataupun bangsa dan negara. Namun selain itu yang terpenting adalah selalu berdoa dan berserah diri kepada Tuhan supaya kita terhindar dari segala godaan-godaan duniawi.

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).
    Serendah-rendahnya manusia ialah ia yang merasa bisa hidup sendiri. Sedangkan manusia yang baik ialah ia yang sadar bahwa dirinya tidak dapat hidup sendiri, sehingga ia akan berusaha agar bagaimana dirinya dapat berpera aktif dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Ia pun akan menyadari bahwa untuk memberikan manfaat kepada orang lain ia tidak dapat sendiri, ia membutuhkan orang lain, ia harus memiliki ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang bagik, dan ia harus siap menterjemahkan dan diterjemahkan orang lain.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setinggi-tinggi kedudukan manusia ia akan tetap membutuhkan bantuan orang lain. Begitu pula dengan pemerintah, meskipun kedudukannya paling tinggi di suatu Negara, namun ia tetap membutuhkan saran, ide, pendapat, ataupun kritik dari rakyat. Karena manusia memang ditakdirkan untuk saling memberi dan meremima agar mereka menjadi bagian yang lengkap.

    ReplyDelete
  49. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Untuk dapat mencapai gunung atau ilmu yang tinggi, kita hendaknya selalu kolaboratif dan bekerja sama untuk membangun pengetahuan yang lebih besar, karena setinggi-tingginya ilmu adalah asas implementasi dan kebermanfaatan bagi orang lain. Selama proses membangun ilmu tersebut tentu banyak hambatan yang muncul terutama kesombongan, sesungguhnya kesombonganlah yang dapat meruntuhkan ilmu yang telah dibangun.

    ReplyDelete
  50. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Ilmu adalah salah satu faktor seseorang mampu meraih kesuksesan. Pada kehidupan ini setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda, namun setinggi tingginya ilmu yang dimiliki seseorang tidak ada ilmu yang lebih baik dari pada ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, karena selain ilmu, keyakinan pada Tuhan dan juga hubungan baik terhadap orang lain termasuk faktor dari meraih suatu kesuksesan. Seseorang tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan orang lain baik dalam hal dibantu maupun membantu, dan juga keyakinan terhadap Tuhan.

    ReplyDelete
  51. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mencapai gunung yang tinggi saja merupakan hal yang sulit, apalagi mencapai gunung yang tertinggi didunia ini. Menjadi orang yang mampu mencapai gunung tertinggi berarti telah teruji baik secara lahir maupun batinnya. Karena tidak banyak orang mampu mencapainya. Diposisi gunung tertinggi, berarti ia merupakan, seorang yang mampu mengontrol amarah, telah teruji ilmunya, banyak pengalamannya dan baik kelakuannya. Serta dalam berbicara santun ucapannya, tidak menyombongkan diri atas posisi yang ia dapatkan. Bahkan saat ini tak jarang kita lihat bahwa kebanyakan orang yang sombong bukanlah mereka yang berada di puncak gunung, tapi mereka yang baru 10 langkah mendaki gunung.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  52. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Mencari ilmu adalah wajib bagi manusia. Untuk mencapai puncak gunung tertinggi, maka diperlukan ilmu yang tinggi pula. Oleh karena itu marilah kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kapan saja, dan dimana saja. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah mengamalkan ilmu yang sudah kita peroleh.

    ReplyDelete
  53. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Setiap orang memiliki kapasitas kemampuan yang berbeda untuk bisa sampai puncaknya masing-masing yang menjadi tujuan dalam kehidupan setiap orang. Setiap orang bisa memiliki standar kesuksesan yang berbeda-beda, namun kesuksesan bagi seseorang pasti adalah sesuatu yang terasa jauh dari kesanggupannya saat ini. Akan selalu ada banyak halangan dan rintangan yang harus dilewati untuk mencapai puncak kesuksesan. Ketinggian nilai cita-cita menjadikan orang mampu mencapai kesempurnaan diri.

    ReplyDelete
  54. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Manusia merupakan makhluk sosial, setinggi-tingginya derajat manusia ia masih akan membutuhkan orang lain. Dalam berkehidupan kita akan menemui orang lain yang memiliki "ilmu" lebih sedikit dari yang kita miliki, dan juga akan menemui orang yang memiliki ilmu lebih banyak dari yang kita miliki, hal ini menjadikan sarana kita sebagai makhluk sosial untuk bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan dan saling membantu untuk tetap berkembang. Oleh karena itu diharapkan kita tidak merasa puas diri akan kemampuan kita yang mebuat kita merasa mampu menajdi sosok yang individualis, namun harus tetap memberikan kesadaran dalam diri bahwa kita masih membutuhkan orang lain.

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hidup. Setiap orang mempunyai tujuan masing-masing. Untuk mencapai tujuan hidup tersebut bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi bukan pula sangat susah hingga tidak dapat digapai. Banyak ujian dan rintangan disetiap jalannya menggapai tujuan, dalam hal ini usaha yang dibarengi dengan do’a serta berserah diri kepada Allah hal mutlak yang harus dijalani. Usaha yang baik adalah ketika melakukan sesuatu hal didasari dengan ilmunya, berdo’a dengan adabnya yang baik dan bertawakal dengan segenap rendah hati kepada Allah. Jika kesemuanya dilakukan dengan keikhlasan, berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang telah diusahakan dengan baik, Allah pasti akan memberikan sesuai dengan yang baik pula.

    ReplyDelete
  56. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Dalam mencari ilmu itu harus dengan proses, ibarat mendaki gunung terdapat pos-pos yang harus dilalui, berjalan setapak demi setapak. Dalam mencari ilmu juga harus terus rendah hati, jangan sombong. Sebenar-benarnya orang dengan ilmu ialah yang semakin banyak ilmu didapat, semakin rendah hati pula dirinya.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Di cerita ini diceritakan tentang gunung pada diri manusia yang berbeda-beda. Gunung dalam arti ini menggambarkan bahwa segala hal yang bersifat positif dan memiliki tingkatan seperti halnya kecerdasan, kekuasaan, kekayaan, kebaikan, dan sebagainya. Diharapkan spiritual menjadi landasan manusia dalam menggapai segala aspek. Namun terkadang dan bahkan tidak semua manusia melewati dan tidak menyadari spiritualnya. Maka jika dalam sudut pandang yang netral, manusia tumbuh menuju tujuannya tetap berlandasakan pada sisi positif.

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, Anda akan lebih mudah lagi untuk melangkah ke depan menjadi orang yang sangat-sangat produktif. Untuk bisa meraih kesuksesan, Anda harus banyak dan cepat mengumpulkan berbagai keberhasilan.

    ReplyDelete
  59. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dalam elegi ini disampaikan bahwa dalam peserta sidang tersebut tidak semua anggota memiliki persepsi dan kemampuan yang sama. Kaitannya dengan pembelajaran di kelas konsep ini sangatlah tepat. Di dalam kelas, kondisi dan kemampuanmasing-masing siswa itu berbeda-beda. Maka dari itu, sudah wajar jika dengan proses yang sama maka output masing-masing siswa berbeda. Ini yang perlu dipahami bersama karena terkadang sistem menginginkan output yang maksimal untuk semua siswa. belum lagi jika ditambah berbagai faktor yang lainnya.

    ReplyDelete
  60. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Membangun gunung tidak bisa dilakukan secara individu atau seorang diri. Manusia memang diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tapi tidak berarti ia tidak memiliki keterbatasan. Oleh karenanya manusia membutuhkan bantuan dari manusia lain. Atau biasa kita sebut sebagai makhluk social. Dari hal sederhana yang biasa kita lakukan, misalnya makan, kita membutuhkan bantuan orang lain. Mulai dari petani yang menanam dan memanen padi. Kemudian penjual beras, orang yang memasak, orang yang menghidangkan, setelah itu baru bisa kita makan

    ReplyDelete
  61. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Proses atau perjalanan menuju kesuksesan tidak dicapai begitu saja secara instan. Namun, melalui berbagai ujian, tantangan, dan rintangan tersendiri. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda satu sama lain ketika menghadapi ujian dan tantangan tersebut. Kita harus menyadari bahwa perbedaan kemampuan ini sebaiknya tidak menjadi penghalang untuk terus berkembang. Bersyukur dan mau menerima saran oranglain merupakan salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan. Mengingat kita tidak hidup sendiri sebagaimana kodrat manusia yang merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang untuk bersama-sama mencapi kesuksesan dalam hidup.

    ReplyDelete

  62. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini, yang dapat saya ambil adalah bahwa setiap manusia berhak menjadi gunung dan mencapai puncak yang diinginkan. Untuk mencapai puncak setinggi-tingginya pun kita harus melalui dengan proses yang tidak singkat. Telah dijabarkan di atas bagaimana cara menggapai puncak-puncak tersebut. Jika kita masih gunung terendah maka bersabarlah menutut ilmu dari gunung yang lebih tinggi. Jika kita adalah gunung yang sedang, maka berbagilah ilmu kepada gunung yang lebih rendah namun juga tetap menuntut ilmu dari gunung yang lebih tinggi. Tetapi pada penjelasan terakhir pada penjelasan tentang gunung yang tertinggi, saya masih agak sulit untuk memahaminya. Yang dapat saya tangkap adalah bahwa setiap orang mampu mencapai setiap puncak tertingginya, oleh karena itu banyak pula puncak-puncak tinggi yang saling berdampingan. Namun setiap puncak memiliki bidang sendiri-sendiri sehingga terkadang terdapat perbedaan yang dapat dijadikan bahan diskusi antar sesama. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Jika terdapat kebuntuan dari sebuah diskusi, maka mereka masih perlu bertanya kepada orang tua berambut putih, yaitu ilmu pengetahuan baru lagi, karena hakekatnya belajar adalah seumur hidup.

    ReplyDelete
  63. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Tidak mudah untuk mencapai keberhasilan, banyak rintangan yang harus dilalui, dan tentunya butuh kesabaran yang tinggi juga. Oleh karena itu orang yang berada di puncak adalah orang-orang pilihan yang selain cakap juga memiliki semangat tinggi yang tidak patah oleh kegagalan dan rintangan.

    ReplyDelete
  64. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita tidak pernah mengetahui bagaimana nasib kita di hari yang akan datang. Segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan dari Allah, yang suatu waktu dapat diambil kembali jika Allah berkehendak. Maka di dalam hidup kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh seolah tidak memerlukan bantuan orang lain. Saat ini boleh jadi kita memiliki segala yang orang lain tidak miliki, namun hidup itu cokromanggilingan, di saat kita berada di bawah maka kita pasti akan mengharapkan bantuan dari orang lain.

    ReplyDelete
  65. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Setiap orang pasti memiliki tujuan hidup masing-masing. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya harus menggunakan ilmu yang dimiliki. Akan lebih mulia jika dalam pencapaian tujuan tersebt diiringi dengan perbuatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
    Jangan pernh putus asa untuk berusaha, Allah tidak akan mengubah nasib seorang hamba jika hamba tersebut tidak berusaha.

    ReplyDelete
  66. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya mendapatkan beberapa nilai yang dapat diambil. Yang pertama berkaitan dengan kerja sama. Sejatinya hidup kita ini sangat mebutuhkan. Artinya kerja sama, tolong menolong adalah naluri manusia. Namun jika ada manusia tidak mau bersama-sama maka ia telah melalaikan kodratnya sebagai makhluk sosial. Nilai selanjutnya yaitu tingkatan manusia. Manusia memiliki derajatnya masing-masing. Yang baik derajatnya yaitu orang yang memiliki ilmu, tetapi itu saja tidak cukup haruslah orang yang mengimplementasikanyalah yang mempunyai derajat yang tinggi. Karena seperti yang kita tahu ilmu yang bermanfaat yaitu apabila diimplemntasikan. Ternyata hanya diimplementasikan tidak cukup ada pula harapannya yaitu diimplementasikan dalam rangka menuju internasional, dan implementasinya sebaiknya tidak untuk dirinya sendiri yaitu bagaimana ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang banyak.

    ReplyDelete
  67. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya kemudian menganalogikan kehidupan kita dengan gunung-gunung tersebut. Misalkan suatu sekolah memiliki tujuan agar mengembangkan potensi siswa menjadi berpengetahuan luas dengan nilai moral yang baik. Maka untuk mencapai tujuan tersebut bukan hanya guru saja yang berkerja. Tetapi kerja sama dari semua pihak adalah penting, bagaimana kepala sekolah membuat kebijakan yang baik, bagai mana kepala sinas, dan bagaimana pula peranan keluarga mendukung tujuan tersebut. Dalam perjalanannya nanti akan ada banyak metode yang digunakan juga dipertimbangakan dan ada banyak hal lagi.

    ReplyDelete
  68. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk mencapai puncak tertinggi dari kehidupan, kita memerlukan saran dari berbagai pihak, mengambil ilmu dan manfaat dari berbagai pengalaman dan kejadian yang terjadi. Selain itu juga, kita harus selalu menyadari akan dua hal. Selalu ada yang lebih tinggi dari kita, untuk mendorong supaya terus berusaha lebih baik lagi, dan selalu ada orang yang berada di bawah kita untuk mengingaktan supaya kita selalu mensyukuri atas apa yang telah diperoleh. Hanya orang-orang yang ikhlas dan rendah hati yang akan mampu mencapai puncak tertinggi.

    ReplyDelete
  69. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menurut saya, gunung disini berarti kesuksesan. Untuk menggapai puncak gunung tertinggi, maka haruslah memiliki kesadaran serta mengimplementasikan ilmu dimanapun berada, menjalin komunikasi dengan baik, serta berusaha untuk menterjemahkan dan diterjemahkan. Pernyataan kasala “kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka” mengingatkan saya pada kalimat “jika ingin sukses maka dekatkanlah dirimu dengan orang sukses” yang berarti jika kita ingin menjadi orang yang lebih baik maka kita sebaiknya bergaul dengan orang-orang yang berprestasi, orang-orang yang baik, karena dengan mendengar cerita-cerita dari mereka boleh jadi kita menjadi semakin termotivasi

    ReplyDelete
  70. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengajak kita mengingat kedudukan kita sebagai makhluk sosial. Kita tidak pernah berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Maka haruslah kita berhemenetika dengan sebaik mungkin dalam kehidupan, yaitu terjemah dan menterjemahkan. Kita harus menjalin silaturahmi, menjaga komunikasi dengan orang sekitar, serta membawa manfaat bagi lingkungan. Karena sebenar-benar orang yang bijaksana adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  71. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Semakin tinggi kedudukan seseorang, sejatinya ialah orang yang tidak menonjolkan diri. Pepatah mengatakan bahwa padi semakin berisi maka semakin merunduk. Mereka yang berada di atas telah teruji, yaitu teruji secara mental maupun teruji imannya. Allah SWT akan selalu menguji hambanya dalam rangka untuk meningkatkan derajat atau dimensinya.

    ReplyDelete
  72. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Ilmu yang bermanfaat merupakan setinggi-tinggi gunung. Berbagai cara dilakukan untuk mencapai derajat ilmu yang tinggi. Karena ilmu itu merupakan aset masa depan. Dalam menuntut ilmu tentu ada kesempatan belajar keluar negeri, maka mahasiswa harus tetap membawa pesan kepada dunia tentang negaranya, tentang keunggulannya, dan jangan lupa harus selalu menjunjung tinggi budaya bangsanya.

    ReplyDelete
  73. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Kesuksesan yang diraih oleh manusia adalah tidak lain berkat bantuan dari Tuhan dan juga manusia lainnya. Ketika seorang manusia mencapai kesuksesan dalam bidang ilmu pengetahuan, itu juga merupakan andil dari orang tua dan guru yang berhasil mendidik dan menyalurkan ilmu pengetahuan selain itu andil dari teman-temannya juga bisa jadi mempengaruhi karena lingkungan berpengaruh besar dalam pencapaian keberhasilan seseorang. Maka dari itu, sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan manusia lainnya serta berkedudukan sebagai makhluk sosial, janganlah menyombongkan diri dan lupa akan keberadaannya sebagai makhluk sosial dan mahkluk Tuhan yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, dan tidak bisa hidup tanpa adanya kuasa dan kehendak Tuhan

    ReplyDelete
  74. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam hidup, kita selalu membutuhkan orang lain. Sebagai makhluk sosial,kita tidak dapat sendiri tanpa bantuan orang lain, pun orang lain juga membutuhkan kita. Kita membutuhkan orang lain yang lebih tinggi ilmunya untuk berkonsultasi, meminta pencerahan, dan menjalin komunikasi. Sedangkan kita juga bisa bermanfaat bagi orang lain, bagi orang yang mungkin lebih rendah ilmunya, kita bisa berbagi tentang ilmu yang telah kita miliki. Oleh karena itu, dalam hidup kita harus selalu melihat ke atas dan ke bawah. Melihat ke atas untuk selalu berefleksi dan tetap semangat untuk mencari ilmu dan melihat ke bawah untuk bersyukur dan berbagi apa yang telah kita miliki, bukannya malah menyombongkan diri.

    ReplyDelete