Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)




Oleh Marsigit

Bagawat:
Marilah kita mulai sidang ke dua. Silahkan Rakata.



Rakata:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, sang Bagawat, Ramasita, Ahilu, Pampilu, Awama, Pratika, Cantraka, para stigma, dan semua gunung-gunung. Pada sidang kedua ini marilah kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terutama nanti saya akan memohon masukan dan pertimbangan kami atas rencana-rencana kami, kepada tamu undangan kami yang terhormat Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala.

Rakata:
Sebagai pemimpin, kami menyadari tidak bisa hidup sendiri. Jaman sudah berubah. Barang siapa meras bisa hidup sendiri itu adalah serandah-rendah gunung, barang siapa hanya sampai menggunakan ilmunya itu adalah gunung yang labih tinggi, sedang barang siapa mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Rakata:
Maka pertanyaanku kepada nara sumber kita adalah bagaimana kita bisa menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Apa syarat perlu dan cukup agar kita dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Bagawat:
Silahkan Kasala, Kanwala, Ndadismen dan Ndakiti

Kasala:
Baik, berdasarkan pengalama kami, tidak mudah kita menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Pertama, dikarenakan tidak semua anggota kita mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama. Pada sekolah kami, mulanya hanya 30 persen yang setuju, 60 persen menunggu, dan 10 persen menolak. Tetapi kami harus terus berusaha dan berjuang. Kedua, kita tidak dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, sendirian, tetapi kita juga harus memperoleh bantuan dari gunung-gunung yang lebih besar. Alhamdulillah, atas dorongan para gunung besar maka kami dapat merintis jalan menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Adapun yang sudah kami lakukan adalah mengirim para anggota kami untuk mempelajari route perjalanan dan keadaan di setinggi-tinggi gunung di dunia ini, itu seperti apa. Kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka. Kami masih kurang peralatan dan pengalaman. Itulah sekedar sharing pengalaman. Terimakasih.

Kanwala:
Agar dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, kami mempunyai prinsip tentang dua hal. Pertama, kami menyadari mempunyai banyak anggota gunung-gunung yang lebih kecil dariku. Kedua, kami menyadari mempunyai banyak gunung-gunung yang lebih besar dariku. Terhadap gunung-gunung kecil anggotau, aku berusaha menegakan peraturan dan pencerahan. Terhadap gunung-gungung yang lebih besar sebagai pemimpinku aku berusaha menjalin komunikasi dan memperoleh pencerahan. Jadi sebenar-benar diriku bukanlah gunung dengan puncak yang tunggal. Boleh dikata aku adalah pegunungan. Maka setinggi-tinggi gunung di dunia ini adalah gunungnya para anggotaku.

Ndadismen:
Saya mempunyai lima puluh juta gunung. Tugasku adalah menghantarkan mereka semua menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Tetapi satu hal, setinggi-tinggi gunung di dunia ini yang dapat diraih, maka tidaklah boleh tercabut dari dasarnya. Kita harus selalu mencari pencerahan dan bisa bertanya kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Kita harus waspada terhadap para stigma.

Ndakiti:
Di sini uraian saya agak lain dari yang sudah-sudah. Saya lebih banyak ingin menggambarkan situasi di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Ketahuilah siapapun yang berada di sana adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya. Semua kemampuannya memang sudah teruji, baik ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, dst. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Di puncak itu kita sulit menonjolkan jati diri kita, semuanya hampir tampak seragam. Tetapi keseragaman itu ternyata digunakan sebagai prinsip komunikasi. Bahasa analog atau keseragaman itu bahasa awamnya adalah kriteria. Maka barang siapa berada di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini, harus menggunakan bahasa analog. Sedangkan untuk menggapai puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini kita dapat menggunakan metode formal dan material. Ketahuilah metode formal itu adalah kerangka berpikirmu. Sedangkan metode material adalah kemampuanmu. Tetapi hal ini saja tidaklah cukup. Pada setiap kesempatan diperjalanan engkau harus selalu mencari dewi Hermein. Ketahuilah bahwa dewi Hermein itu bukankah dewi seperti yang engkau biasa bayangkan. Dewi Hermein adalah kemampuanmu menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan. Terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui.

Ndakiti:
Tidak cukup hanya sampai di situ. Jika engkau mempunyai persoalan maka berkonsultasilah kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Sebetul-betulnya sang bagawat adalah....

Bagawat:
Stop...stop..Ndakiti..jangan teruskan uraianmu itu, karena hal yang demikian belumlah saatnya disampaikan. Baiklah hadirin semuanya, kita tutup sidang dengan membaca hamdallah. Amien.

2 comments:

  1. Tri Puji Astuti
    13301241037
    Pendidikan Matematika A 2013

    Dari Elegi tersebut, kita menjadi tau bahwasanya untuk menjadi pemimpin itu harus mampu menggunakan ilmunya dengan sebaik-baiknya. Seorang pemimpin tidak dapat melakukan segalanya sendirian, karena hakekat manusia itu adalah sebagai makhluk sosial. Sehingga, untuk dapat menggapai setinggi-tinggi gunung, tetaplah membutuhkan bantuan orang lain.

    ReplyDelete
  2. Dewi Saputri
    13301241068
    Pendidikan Matematika I 2013

    Salah satu jalan yang dapat ditempuh untuk menggapai setinggi-tinggi gunung adalah dengan hermeneutika. Hermeneutika adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Menerjemahkan berarti berusaha memahami makna segala sesuatu, membuat kita dapat berpikir kritis terhadap keadaan. Sedangkan dengan diterjemahkan kita dapat mengetahui refleksi diri kita seperti apa dan saran-saran yang diterima bisa dijadikan introspeksi diri, sehingga terbukalah hati dan terlepas dari kesombongan

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.