Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)




Oleh Marsigit

Bagawat:
Marilah kita mulai sidang ke dua. Silahkan Rakata.



Rakata:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, sang Bagawat, Ramasita, Ahilu, Pampilu, Awama, Pratika, Cantraka, para stigma, dan semua gunung-gunung. Pada sidang kedua ini marilah kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terutama nanti saya akan memohon masukan dan pertimbangan kami atas rencana-rencana kami, kepada tamu undangan kami yang terhormat Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala.

Rakata:
Sebagai pemimpin, kami menyadari tidak bisa hidup sendiri. Jaman sudah berubah. Barang siapa meras bisa hidup sendiri itu adalah serandah-rendah gunung, barang siapa hanya sampai menggunakan ilmunya itu adalah gunung yang labih tinggi, sedang barang siapa mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Rakata:
Maka pertanyaanku kepada nara sumber kita adalah bagaimana kita bisa menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Apa syarat perlu dan cukup agar kita dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Bagawat:
Silahkan Kasala, Kanwala, Ndadismen dan Ndakiti

Kasala:
Baik, berdasarkan pengalama kami, tidak mudah kita menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Pertama, dikarenakan tidak semua anggota kita mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama. Pada sekolah kami, mulanya hanya 30 persen yang setuju, 60 persen menunggu, dan 10 persen menolak. Tetapi kami harus terus berusaha dan berjuang. Kedua, kita tidak dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, sendirian, tetapi kita juga harus memperoleh bantuan dari gunung-gunung yang lebih besar. Alhamdulillah, atas dorongan para gunung besar maka kami dapat merintis jalan menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Adapun yang sudah kami lakukan adalah mengirim para anggota kami untuk mempelajari route perjalanan dan keadaan di setinggi-tinggi gunung di dunia ini, itu seperti apa. Kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka. Kami masih kurang peralatan dan pengalaman. Itulah sekedar sharing pengalaman. Terimakasih.

Kanwala:
Agar dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, kami mempunyai prinsip tentang dua hal. Pertama, kami menyadari mempunyai banyak anggota gunung-gunung yang lebih kecil dariku. Kedua, kami menyadari mempunyai banyak gunung-gunung yang lebih besar dariku. Terhadap gunung-gunung kecil anggotau, aku berusaha menegakan peraturan dan pencerahan. Terhadap gunung-gungung yang lebih besar sebagai pemimpinku aku berusaha menjalin komunikasi dan memperoleh pencerahan. Jadi sebenar-benar diriku bukanlah gunung dengan puncak yang tunggal. Boleh dikata aku adalah pegunungan. Maka setinggi-tinggi gunung di dunia ini adalah gunungnya para anggotaku.

Ndadismen:
Saya mempunyai lima puluh juta gunung. Tugasku adalah menghantarkan mereka semua menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Tetapi satu hal, setinggi-tinggi gunung di dunia ini yang dapat diraih, maka tidaklah boleh tercabut dari dasarnya. Kita harus selalu mencari pencerahan dan bisa bertanya kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Kita harus waspada terhadap para stigma.

Ndakiti:
Di sini uraian saya agak lain dari yang sudah-sudah. Saya lebih banyak ingin menggambarkan situasi di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Ketahuilah siapapun yang berada di sana adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya. Semua kemampuannya memang sudah teruji, baik ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, dst. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Di puncak itu kita sulit menonjolkan jati diri kita, semuanya hampir tampak seragam. Tetapi keseragaman itu ternyata digunakan sebagai prinsip komunikasi. Bahasa analog atau keseragaman itu bahasa awamnya adalah kriteria. Maka barang siapa berada di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini, harus menggunakan bahasa analog. Sedangkan untuk menggapai puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini kita dapat menggunakan metode formal dan material. Ketahuilah metode formal itu adalah kerangka berpikirmu. Sedangkan metode material adalah kemampuanmu. Tetapi hal ini saja tidaklah cukup. Pada setiap kesempatan diperjalanan engkau harus selalu mencari dewi Hermein. Ketahuilah bahwa dewi Hermein itu bukankah dewi seperti yang engkau biasa bayangkan. Dewi Hermein adalah kemampuanmu menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan. Terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui.

Ndakiti:
Tidak cukup hanya sampai di situ. Jika engkau mempunyai persoalan maka berkonsultasilah kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Sebetul-betulnya sang bagawat adalah....

Bagawat:
Stop...stop..Ndakiti..jangan teruskan uraianmu itu, karena hal yang demikian belumlah saatnya disampaikan. Baiklah hadirin semuanya, kita tutup sidang dengan membaca hamdallah. Amien.

45 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk mencapai suatu kesuksesan butuh kerja keras dan perjuangan. Untuk mencapai kesuksesan itu juga dibutuhkan kerjasama dengan orang-orang yang dianggap lebih tahu sebagai salah satu sumber informasi. Kekuatan bahasa komunikasi merupakan salah satu aspek untuk mencapai kejayaan. Selain itu janganlah lupa untuk selalu berdoa kepada Allah Swt karena Dialah yang memiliki segalanya.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sebaik-baiknya manusia adalah dia yang betawaduk jika diibaratkan seperti tanaman padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Jangan sombong atas apa yang engkau miliki karena sepandai-pandainya kamu masih ada yang lebih pandai. Di dunia ini ada berbagai macam karakteristik manusia, namun banyak dari mereka yang menuju pada tujuan yang sama yaitu menjadi penguasa atas pikiran-pikiran mereka. Ada yang mengejar ilmu seluas-luasnya, ada yang mengejar harta sebanyak-banyaknya, dan ada juga yang menggaapai spiritual sedalam-dalamnya untuk menguasai dunia. Namun diantara para penguasa masih ada juga yang memiliki hati nurani, mengejar ilmu seluas-luasnya dengan dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhannya, dengan ikhlas hati dan ikhlas pikir untuk menggapai suatu kesuksesan dan makna hidup. Semoga kita termasuk yang ada didalamnya.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Point penting yang bisa saya pelajari dari elegi di atas adalah “Barang siapa merasa bisa hidup sendiri itu adalah serandah-rendah gunung, barang siapa hanya sampai menggunakan ilmunya itu adalah gunung yang labih tinggi, sedang barang siapa mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini.” Dalam hal ini, saya mengartikan kalimat tersebut bahwasannya tinggi rendahnya ilmu/kekuasaan/kekuatan bukan menjadi hal utama, melainkan yang paling penting adalah bagaimana mengimplementasikan ilmu/kekuasaan/kekuatan untuk kebermanfaatan bersama

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Mencari ilmu adalah wajib bagi manusia. Untuk mencapai puncak gunung tertinggi, maka diperlukan ilmu yang tinggi pula. Oleh karena itu marilah kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kapan saja, dan dimana saja. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah mengamalkan ilmu yang sudah kita peroleh.

    ReplyDelete
  5. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk mencapai kesuksesan diperlukan ilmu, dan untuk mendapatkan ilmu perlu kesungguhan dan pantang menyerah. Ketika sudah mencapai kesuksesan baik dari harta yang banyak maupun ilmu yang tinggi maka tetaplah rendah hati, tirulah ilmu padi yang semakin berisi semakin merunduk. Sedangkan kesukesan dalam segi harta dan ilmu yang banyak belum apa-apa kalau tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat kepada Allah.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Seseorang yang telah mencapai puncak dalam kehidupannya dalam artian mencapai kesuksesan. Seseorang yang sepert itu adalah seseorang yang telah ditimpa berbagai macam ujian dan berhasil melewatinya. Maka dari itu dia dapat disebut sebagai seseorang yang telah teruji kemampuannya. Seseorang yang berhasil mencapai kesuksesannya tidak dapat kokoh berdiri jika tidak memiliki fondasi yang kuat, fondasi tersebut merupakan kekuatan yang membuatnya tetap bertahan. Kekuatan tersebut adalah ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  7. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Selaras dengan menuju kesuksesan manusia tidak akan bisa sukses tanpa orang lain. Satu cara agar terjalin hubungan yang baik dengan orang lain adalah berkomunikasi, dan jangan dilupa komunikasi dengan sang pencipta yang memberikan segalanya. Ketika sudah sukses janganlah sombong pada siapapun karena sukses kita berkat orang sekitar. Sombong atas kesuksesan termasuk pada orang yang celaka.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    semua orang pasti menginginkan kesukssan, dan kesuksesan itu harus di raih dan di perjuangkan. usaha dan doa harus berjalan seimbang untuk meraihnya. usaha yang dilakukan dengan mengpyimalkan segala keterampilan yang dimiliki, dan doa adalah cara kita meminta kepada llah agar apa yang diharapkan selalu mendapatkan ridhoNYA. Dan jangan lah kita menjadi manusia terlena karena menggebu untuk kesuksesan yang ada di dunia, karena sejatinya kita juga harus meraih kesuksesan yang ada di dunia dan di akhirat.

    ReplyDelete
  9. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari uraian di atas, berikut ialah poin penting yang saya garis bawahi.
    Orang yang berada di puncak gunung ialah orang-orang dengan kriteria tertentu. Dalam menggapai posisi itu pun kita dapat melakukan usaha apapun sesuai kemampuan kita.
    Namun dua hal yang tak boleh dilupakan ialah, selama dalam perjalanan, kita harus berusaha membaca setiap hal, menerjemahkannya, mengamati, dan menganalisisnya. Hal ini untuk menambah bekal kita tentunya. Di sisi lain, bukalah pikiran dan hati kita. Dengan terbukanya hati dan pikiran, maka ilmu yang kita miliki akan semakin banyak, tahu mana yang benar dan mana yang salah, mana yang perlu diperbaiki dan mana yang harus ditinggalkan. Alhasil, kita akan semakin cepat melangkah dan mencapai puncak gunung kita masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi di atas, yang dapat saya pahami adalah gunung adalah sebuah perumpamaan karakter sesorang memandang kekuasaan terhadap proses kehidupannya. Terdapat bermacam-macam gunung dengan pandangan yang berbeda, menggambarkan banyak karakter manusia dengan pandangan yang berbeda pula. Sedangkan jika gunung ilmu berperan sebagai pemimpin, maka para pengikutnya pun harus mengikuti cara pandangnya.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dalam mencari ilmu itu harus dengan proses, ibarat mendaki gunung terdapat pos-pos yang harus dilalui, berjalan setapak demi setapak. Dalam mencari ilmu juga harus terus rendah hati, jangan sombong. Sebenar-benarnya orang dengan ilmu ialah yang semakin banyak ilmu didapat, semakin rendah hati pula dirinya.

    ReplyDelete
  12. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Setinggi-tinggi kedudukan manusia yang berilmu adalah saksi atas ilmu yang ia miliki. Jadikanlah ilmu yang engkau miliki bermanfaat tidak hanya untuk kepentingan pribadi tapi untuk orang lain juga (kebermanfaatan bersama). Tuntutlah ilmu sebanyak-banyaknya dimana saja dan kapan saja, serta implementasikanlah ilmumu untuk kebermanfaatan bersama. Janganlah sombong atas ilmu, kedudukan dan jabatan yang engkau miliki. Sesungguhnya itu semua hanyalah titipan. Tuntutlah ilmu dilandasi dengan selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Sehingga engkau tidak akan tersesat dalam jebakan ilmu yang engkau miliki.

    ReplyDelete
  13. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menuntut ilmu dan menggunakan ilmu pengetahuan dengan mengimplementasikannya serta berkontribusi aktif untuk kemaslahatan hidup di dunia ini adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Untuk menggapai puncak setingg-tinggi gunung di dunia ini adalah penerapan metode ilmiah dalam ilmu-ilmu alam dan hermeneutika dalam ilmu-ilmu sosial.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Gunung bisa diibaratkan apa saja. Bisa kekuasaan, bisa pikiran, bisa hati, bisa potensi, bisa keterampilan, bisa pengalaman, dan masih banyak yang lainnya tergantung bagaimana orang itu memandang. Agar kekuasaan, pikiran, hati, potensi, keterampilan, pengalaman, dll meraih tingkat paling tinggi, dibutuhkan ikhtiar dan doa supaya ketika kita berada di tingkat paling tinggi dalam dimensi manusia, kita tidak boleh sombong ataupun merasa paling segalanya, karena sebenar-benarnya tinggi adalah Allah, Tuhan yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  15. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Untuk mencapai suatu gunung yang tinggi, maka manusia harus berusaha untuk terus memperbaharui dirinya, serta mengetahui bagaimana untuk memposisikan dirinya baik terhadap anggotanya maupun pemimpinnya. Manusia yang berada dalam posisi yang tinggi atau diibaratkan berada pada gunung yang tinggi adalah manusia yang mumpuni dalam segala aspeknya. Manusia harus terbuka terhadap hal-hal konstruktif yang dapat menjjadikan dirinya lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  16. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia hidup dengan tujuan dan harapannya masing masing. Sudah menjadi sifat dasar manusia yang tidak pernah merasa puas memberikan sifat dasar bahwa dirinya harus tumbuh dan berkembang.
    Selain itu sifat lahiriah manusia adalah ingin berkembang dan terus berkembang. Berkembang dalam artian menjadi lebih baik dan sejahtera dalam hidup.
    Untuk menggapai kebaikan dan kesejahteraan dalam hidup baik dalam aspek ekonomi, sosial, dan hal lainnya tidaklah dapat dilakukan sendiri tanpa bantuan orang lain.

    ReplyDelete
  17. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel yang kedua ini saya memperoleh pemahaman bahwa untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya kita harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga kita bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, kita akan lebih mudah lagi untuk melangkah kedepan menjadi orang yang sangat-sangat produktif. Dari keproduktifan ini kita bisa sampai ke puncak kesuksesan kita kelak.

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sebenar – benarnya kesuksesan adalah ia yang telah merasakan halangan dan rintangan dalam mencapai tujuannya. Jika pengorbanan yang dikeluarkan belum sebanding dengan kesuksesannya maka ia belum mendapatkan kesuksesannya. Seseorang yang berhasil mencapai kesuksesannya tidak dapat kokoh berdiri jika tidak memiliki fondasi yang kuat, fondasi tersebut merupakan kekuatan yang membuatnya tetap bertahan. Kekuatan tersebut adalah ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya sangat setuju dengan pernyataan Rakata bahwa kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini. Kita butuh orang lain untuk menghiasi cerita hidup kita. Karena manusia diciptakan dengan berbagai kekurangan dan keterbatasan sehingga memerlukan bantuan orang lain. Sehebat apapun seseorang, sekaya akapun ia, sekuat apapun ia pasti tetap membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Karena tujuan hidup kita adalah untuk saling mencintai sesama. Karena cinta itu indah. Setiap manusia menginginkan hal yang indah.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana cara mencapai setinggi-tinggi gunung.
    Menurut Kasala tidak bisa dilakukan sendirian harus secara bersama-sama.
    Menurut Kanwala ada dua prinsip yaitu menyadari dalam tim ada bawahan dan ada atasan sehingga harus berlaku bijak pada keduanya.
    Menurut Ndadismen dengan mencari pencerahan dari orang yang lebih berpengalaman.
    Menurut Ndakiti, sehingga tim itu dapat menggapai setinggi-tinggi gunung. Dan dapat dikatakan bahwa mereka adalah orang yang telah teruji baik pengetahuan, pengalaman, dan lainnya.

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi tersebut saya dapat mengambil kesimpulan bahwa ilmu yang kita miliki hendaknya digunakan dan jangan hanya disimpan agar dapat mencapai manfaatnya dengan maksimal. Ilmu yang dimiliki hendaknya juga dibagi dengan orang lain agar semakin bermanfaat dan tidak mengendap saja di dalam pikiran dan tidak berkembang. Ketika memberikan ilmu untuk orang lain maka pengalaman juga akan bertambah karena bisa sharing dan bertukar pengalaman dengan orang lain. Dengan begitu akan menambah kebahagiaan karena dapa berguna bagi orang lain.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Manusia sebagai makhluk sosial (homo socialis), manusia tidak hanya mengandalkan kekuatannya sendiri, tetapi membutuhkan manusia lain dalam beberapa hal tertentu. Misalnya, dalam lingkungan manusia terkecil yaitu keluarga. Dalam keluarga, seorang bayi membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya agar dapat tumbuh dan berkembang secara baik dan sehat. Selain itu pada elegi di atas ada istilah gunung pengetahuan. Ini mengilustrasikan bahwa pengetahuan itu sangatlah tinggi dan perlu usaha untuk mencapainya. Namun yang harus juga diperhatikan oleh manusia ketika telah mempunyai ilmu yang tinggi, kita harus ingat bahwa ilmu yang kita miliki tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengetahuan yang begitu banyak diciptakan oleh Allah. Intinya dalam mencari ilmu dibutuhkan usaha dan hati yang ikhlas serta agar ilmu tersebut bermanfaat harus dibagikan kepada orang lain. Karena ilmu yang tidak terbagikan akan kurang memberikan manfaat dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  23. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    P.Mat D 2016

    Terjemahkanlah apa saja yang kita jumpai dalam perjalanan hidup dengan membuka hati menerima saran-saran dari orang-orang disekitar kita. Terjemahkanlah diriku, bukan aksesorisnya tetapi pikiran dengan membaca-membaca dan membaca berusaha menerjemahkan diri anda dengan cara bertanya, ternyata masih kosong karena belum sepenuhnya membaca. Tidak ada batu yang protes ketika kehujanan, kalau hujan protes karena kehujanan pun si batu itu menembus ruang dan waktu dengan metodologi dan ilmu tertentu, tapi diam disitu pun dia dari kehujanan menjadi tidak kehujanan itu sudah menembus ruang.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Menjadi sukses itu tidak gamoang, perlu proses, adanay proses itu akan mengajarkan kita arti dari sebuah kehidupan, dalam proses juga ada bahagia, sedih, dan lain-lain, sehingga setelah sukses kita tidak akan lupa dengan orang-orang berada di bawah kita. Ingat di atas langit masih ada langit.

    ReplyDelete
  25. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari elegi diatas dapat diketahui bahwa untuk mencapai puncak kesuksesan ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Pertama, memperbaiki kerangka berpikir kita. Kedua, meningkatkan kemampuan kita. Ketiga, bersedia untuk menterjemah dan diterjemahkan. Dan yang keempat adalah mau berkonsultasi kepada orang yang lebih bijak.

    ReplyDelete
  26. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Seorang pemimpin tidaklah mungkin untuk hidup sendiri, pemimpin yang bertugas membangun rakyatnya agar menjadi lebih baik lagi. Seorang pemimpin pun tidak akan menjadi pemimpin jika tidak ada rakyatnya, rakyat yang berperan sebagai pemberi saran dan yang ingin untuk dipimpin oleh seorang pemimpin. Sebagai pemimpin pun tidak boleh sombong, karena jika tidak ada rakyat yang berada disekitarnya, sosok pemimpin ini bukanlah apa-apa.

    ReplyDelete
  27. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hidup merupakan proses untuk selalu belajar. Belajar dari berbagai macam hal yang ada di dunia ini.
    Belajar dari yang ada dan yang mungkin disekitar. Misalnya dari ornag yang ada di sekitar kita.
    Semakin banyak yang orang yang kita temui dalam hidup maka semakin banyak ilmu yang kita dapat. Ilmu-ilmu yang kita dapat dan bantuan dari berbagai pihak akan membuat kita mampu menggapai pencapaian tertinggi dalam hidup kita dan tentunya dengan doa kepada sang maha besar dan usaha maksimal.

    ReplyDelete
  28. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Setiap manusia berhak menjadi gunung dan mencapai puncak yang diinginkan. Untuk mencapai puncak tertingginya pun kita harus melalui dengan proses yang tidak singkat. Telah dijabarkan di atas bagaimana cara menggapai puncak-puncak tersebut setiap orang mempunyai tujuan berbeda. Untuk meraih tujuan harus mempunyai ilmu karena tanpa ilmu kita tidak akan sukses. Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif.

    ReplyDelete
  29. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia pada hakekatnya selalu mengingkan hal yang paling tinggi. Maka untuk mencapai titik tertinggi itu manusia haruslah terus berusaha, namun jangan terlalu sombong atas kedudukanmu atas dimensimu. Karena jika keberadaan dimensimu harus ada mengada dan pengadamu itu. Maka sesungguhnya mengada dan pengadamu itu adalah bagaiman engkau memanfaat dimensimu untuk menyirami dimensi-dimensi di bawahmu. Maka jangan sekali-sekali mengada-ngada sebagai mengada dan pengada atas dimensimu seperti mitos-mitos.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Tidak ada satu orangpun yang dapat hidup sendiri semua yang ada didunia ini terbentuk karena adanya hubungan interaksi antara individu satu dengan yang lainnya. Sama seperti murid-murid kita yang diceritakan diatas bahwasannya setiap siswa kita tidak mungkin mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama terhadap materi yang diajarkan.yang keduanya tersebut dibentuk melalui prasana dan sarana serta pengalaman yang diperoleh siswanya berdasarkan apa yang telah diajarkan oleh guru. seorang guru membutuhkan stigma yang kuat agar ketika beberapa siswanya mampu menerima pelajaran yang sedang dilakukan tetap bisa membedakan kemampuan siswanya masing-masing tanpa menganggap kemampuan siswa sama.

    ReplyDelete
  31. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pesan-pesan dari ‘Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)’ mengajarkan bahwa kita harus menyadari bahwa kita tidak bisa hidup sendiri di dunia ini dan selalu membutuhkan orang lain, sehingga manusia sering disebut dengan makhluk sosial. Selain itu, agar hidup kita tidak sia-sia, kita harus memanfaatkan waktu untuk dengan melakukan hal yang positif seperti mengimplementasikan ilmu kita sehingga akan bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  32. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal positif yang saya peroleh setelah membaca bacaan di atas yaitu kita harus terus berusaha, bersikap kritis dan pantang menyerah. Kita harus selalu belajar dari pengalaman hidup yang kita miliki, baik pengalaman tentang kegagalan maupun tentang suatu keberhasilan, sehingga kehidupan kita dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  33. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, Anda akan lebih mudah lagi untuk melangkah kedepan menjadi orang yang sangat-sangat produktif.

    ReplyDelete
  34. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Point penting dari elegi di atas bahwa semakin berilmu kian merunduk, serta di atas langit masih ada langit. Bahwa manusia tiada yang dapat disombongkan, semua manusia di mata Alloh sama dan yang membedakan ialah ketakwaannya.

    ReplyDelete
  35. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Salah satu indikator manusia yang ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT adalah orang yang berilmu. Manusia dikaruniai akal dan pikiran untuk menuntut ilmu salah satu tujuannya. Namun, perlu diingat bahwa ketika kita mencapai puncak tersebut, kita tidak boleh bersikap sombong, hendaknyakita selalu bertawaduk. Keberhasilan yang kita dapatkan semata-mata datangnya dari Allah SWT. Sehingga kita tidak patut untuk menyombongkannya.

    ReplyDelete
  36. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Menurut kodratnya manusia adalah makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, yang diberikan akal pikiran yang berkembang serta dapat dikembangkan. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, manusia selalu hidup bersama dengan manusia lainnya. Dorongan masyarakat yang dibina sejak lahir akan selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk, karena itu dengan sendirinya manusia akan selalu bermasyarakat dalam kehidupannya. Untuk meraih kesuksesan manusia juga tidak dapat melakukannya sendirian. Sehingga komunikasi antar manusia ditentukan oleh peran manusia sebagai makhluk sosial guna mencapai kesuksesan hidup.

    ReplyDelete
  37. Untuk dapat mencapai setinggi-tingginya gunung adalah dengan menterjemahkan apa yang ditemui. Dengan menterjemahkan berarti belajar sebanyak-banyaknya. Kita tidak dapat menterjemahkan jika tidak mengetahui apapun. Belajar dari lingkungan, belajar dari orang yang ditemui, belajar dari apapun.

    ReplyDelete
  38. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Segala sesuatu yang Allah berikan kepada kita adalah sudah sesuai dengan porsi kita masing-masing. Termasuk juga dengan semua cobaan yang diberikan-Nya juga pasti sesuai dengan kemampuan kita. seperti halnya ketika seseorang memperoleh amanah yang tinggi. Amanah merupakan salah satu bentuk cobaan yang diberikan oleh Allah SWT. ketika kita diberikan amanah berarti kita mampu melakukannya. baik dari segi ilmu, tenaga, maupun pikiran.

    ReplyDelete
  39. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam siding kedua yang diadakan oleh sang rakata, begawan menanyakan kepada para peserta siding tentang mencapai setinggi-tingginya gunung. Saya tertarik dengan pendapat dari kasala bahwa untuk mencapai gunung setinggi-tingginya gunung tidak mudah dan tidak bisa dicapai oleh seorang diri saja sehingga membutuhkan bantuan dari pihak lain. Hal ini menggambarkan manusia sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  40. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk mencapai tujuan hidup kita tidak bisa menggapainya sendirian, kita masih membutuhkan bantuan dari orang – orang yang lebih berpengalaman dari pada kita. Dengan pengalaman dan kemahiran ilmunya kita bisa belajar bagaimana menggapai gunung tertinggi. Dan jangan melupakan orang – orang yang ada di bawah kita sebagi pendorong untuk mencapai puncak gunung

    ReplyDelete
  41. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi diatas saya memperoleh sesuatu jika tuntutlah ilmu setinggi-tingginya. Jika ilmu kita berada dipertengahan maka bantulah mereka yang ilmunya masih dibawah kalian dan tetaplah menuntut ilmu pada orang yang ilmunya diatas kalian.

    ReplyDelete
  42. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Setiap orang mempunyai tujuan untuk mencapai puncak gunung yang diinginkan. Namun untuk mencapainya, kita harus melewati proses yang tidak begitu singkat. Kita harus melewati segala halangan ataupun rintangan yang ada. Jika kita mampu bersabar melewati setiap proses ini, maka kita akan meraih apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  43. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari sisi keilmuan dan pengamalan terhadap ilmu, manusia terbagi menjadi 3 jenis: Jenis yang pertama yaitu orang yang berilmu dan mengamalkan ilmunya. Mereka ini adalah orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah untuk menempuh shiratal mustaqim, yaitu jalan yang lurus yang telah ditempuh oleh para nabi, orang-orang jujur, pada syuhada, dan orang-orang shalih. Dan merekalah teman yang terbaik. Jenis yang kedua yaitu orang yang berilmu namun tidak mengamalkannya. Mereka ini adalah orang-orang yang dimurkai oleh Allah, semisal orang-orang Yahudi dan pengikut mereka. Jenis yang ketiga yaitu orang yang beramal tanpa ilmu. Mereka ini adalah orang-orang yang sesat, semisal orang-orang Nashrani dan para pengikut mereka. Ketiga jenis manusia ini tercakup dalam surat Al Fatihah yang senantiasa kita baca setiap rakat dalam shalat kita,yang artinya: ”Ya Rabb, tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yaitu jalan yang telah ditempuh oleh orang-orang yang Engkau beri ni’mat, bukan jalannya orang yang Engkau murkai dan bukan jalannya orang-orang yang sesat” [Al Fatihah: 6 – 7].

    ReplyDelete
  44. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Untuk menjadi setinggi-tingginya gunung di dunia ini bukanlah perkara yang mudah. Butuh “jam terbang” yang tinggi dan waktu yang relatif lama. Untuk menjadi gunung yang tinggi kita harus memperoleh ilmu yang berlandaskan iman dan taqwa, mengembangkan potensi, mencari keterampilan dan pengalaman dan kemudian menggunakan ilmu, hati, potensi, ketrampilan dan pengalaman untuk mengelola kuasa kita demi kemaslahatan sesama.

    ReplyDelete
  45. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menurut saya, gunung disini berarti kesuksesan. Untuk menggapai puncak gunung tertinggi, maka haruslah memiliki kesadaran serta mengimplementasikan ilmu dimanapun berada, menjalin komunikasi dengan baik, serta berusaha untuk menterjemahkan dan diterjemahkan. Pernyataan kasala “kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka” mengingatkan saya pada kalimat “jika ingin sukses maka dekatkanlah dirimu dengan orang sukses” yang berarti jika kita ingin menjadi orang yang lebih baik maka kita sebaiknya bergaul dengan orang-orang yang berprestasi, orang-orang yang baik, karena dengan mendengar cerita-cerita dari mereka boleh jadi kita menjadi semakin termotivasi.

    ReplyDelete