Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Menggelar Sidang Rakyat (kedua)




Oleh Marsigit

Bagawat:
Marilah kita mulai sidang ke dua. Silahkan Rakata.



Rakata:
Wahai Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala, sang Bagawat, Ramasita, Ahilu, Pampilu, Awama, Pratika, Cantraka, para stigma, dan semua gunung-gunung. Pada sidang kedua ini marilah kita manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Terutama nanti saya akan memohon masukan dan pertimbangan kami atas rencana-rencana kami, kepada tamu undangan kami yang terhormat Ndakiti, Ndadismen, Kanwala dan Kasala.

Rakata:
Sebagai pemimpin, kami menyadari tidak bisa hidup sendiri. Jaman sudah berubah. Barang siapa meras bisa hidup sendiri itu adalah serandah-rendah gunung, barang siapa hanya sampai menggunakan ilmunya itu adalah gunung yang labih tinggi, sedang barang siapa mempunyai kesadaran dan mengimplementasikan hidup dalam jejaring pergaulan internasional dan berperan aktif dalam kemaslahatan internasional maka itu adalah setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Rakata:
Maka pertanyaanku kepada nara sumber kita adalah bagaimana kita bisa menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Apa syarat perlu dan cukup agar kita dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini.

Bagawat:
Silahkan Kasala, Kanwala, Ndadismen dan Ndakiti

Kasala:
Baik, berdasarkan pengalama kami, tidak mudah kita menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Pertama, dikarenakan tidak semua anggota kita mempunyai persepsi dan kemampuan yang sama. Pada sekolah kami, mulanya hanya 30 persen yang setuju, 60 persen menunggu, dan 10 persen menolak. Tetapi kami harus terus berusaha dan berjuang. Kedua, kita tidak dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, sendirian, tetapi kita juga harus memperoleh bantuan dari gunung-gunung yang lebih besar. Alhamdulillah, atas dorongan para gunung besar maka kami dapat merintis jalan menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Adapun yang sudah kami lakukan adalah mengirim para anggota kami untuk mempelajari route perjalanan dan keadaan di setinggi-tinggi gunung di dunia ini, itu seperti apa. Kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka. Kami masih kurang peralatan dan pengalaman. Itulah sekedar sharing pengalaman. Terimakasih.

Kanwala:
Agar dapat menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini, kami mempunyai prinsip tentang dua hal. Pertama, kami menyadari mempunyai banyak anggota gunung-gunung yang lebih kecil dariku. Kedua, kami menyadari mempunyai banyak gunung-gunung yang lebih besar dariku. Terhadap gunung-gunung kecil anggotau, aku berusaha menegakan peraturan dan pencerahan. Terhadap gunung-gungung yang lebih besar sebagai pemimpinku aku berusaha menjalin komunikasi dan memperoleh pencerahan. Jadi sebenar-benar diriku bukanlah gunung dengan puncak yang tunggal. Boleh dikata aku adalah pegunungan. Maka setinggi-tinggi gunung di dunia ini adalah gunungnya para anggotaku.

Ndadismen:
Saya mempunyai lima puluh juta gunung. Tugasku adalah menghantarkan mereka semua menggapai setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Tetapi satu hal, setinggi-tinggi gunung di dunia ini yang dapat diraih, maka tidaklah boleh tercabut dari dasarnya. Kita harus selalu mencari pencerahan dan bisa bertanya kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Kita harus waspada terhadap para stigma.

Ndakiti:
Di sini uraian saya agak lain dari yang sudah-sudah. Saya lebih banyak ingin menggambarkan situasi di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini. Ketahuilah siapapun yang berada di sana adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya. Semua kemampuannya memang sudah teruji, baik ilmunya, pengalamannya, komunikasinya, ketrampilannya, dst. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Di puncak itu kita sulit menonjolkan jati diri kita, semuanya hampir tampak seragam. Tetapi keseragaman itu ternyata digunakan sebagai prinsip komunikasi. Bahasa analog atau keseragaman itu bahasa awamnya adalah kriteria. Maka barang siapa berada di puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini, harus menggunakan bahasa analog. Sedangkan untuk menggapai puncak setinggi-tinggi gunung di dunia ini kita dapat menggunakan metode formal dan material. Ketahuilah metode formal itu adalah kerangka berpikirmu. Sedangkan metode material adalah kemampuanmu. Tetapi hal ini saja tidaklah cukup. Pada setiap kesempatan diperjalanan engkau harus selalu mencari dewi Hermein. Ketahuilah bahwa dewi Hermein itu bukankah dewi seperti yang engkau biasa bayangkan. Dewi Hermein adalah kemampuanmu menterjemahkan dan kesediaanmu diterjemahkan. Terjemahkanlah apa saja yang engkau jumpai dalam perjalananmu, dan terbukalah hatimu terhadap saran-saran dari orang yang engkau temui.

Ndakiti:
Tidak cukup hanya sampai di situ. Jika engkau mempunyai persoalan maka berkonsultasilah kepada sang Bagawat, orang tua berambut putih, para logos, Ramasita. Sebetul-betulnya sang bagawat adalah....

Bagawat:
Stop...stop..Ndakiti..jangan teruskan uraianmu itu, karena hal yang demikian belumlah saatnya disampaikan. Baiklah hadirin semuanya, kita tutup sidang dengan membaca hamdallah. Amien.

29 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Di dalam elegi ini, disampaikan bahwa manusia sejatinya dalah makhluk sosial yang benar tidak bisa hidup secara individualis. Masih perlu bantuan dari orang lain selama kita berada di dunia. Setinggi ilmu yang ktia miliki untuk menggapai logos, pastilah itu berkat dorongan dan kerja sama dengan orang lain. Motivasi dan dukungan dari orang lainlah yang selama ini kita miliki selain usaha. Setinggi tinggi gunung yang ingin kita capai adalah rodho dari Allah SWT, kekalnya dunia kahirat setelah kita meninggal kelak. Maka janganlah kita bersifat sombong apalagi termakan oleh para stigma dan paramitos. Karena, setan itu tidak akan berhenti selagi usahanya itu belum mewujudkan hasil.

    ReplyDelete
  2. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi diatas bahwa setiap orang mempunyai tujuan berbeda-beda. Untuk meraih tujuan harus mempunyai ilmu. Karena tanpa ilmu, kita tidak akan sukses. Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Selain itu memiliki komitmen teguh adalah salah satu cara agar kita tidak munafik dengan tujuan hidup kita sendiri dalam rangka untuk mengabdi kepada sesama ataupun bangsa dan negara. Namun selain itu yang terpenting adalah selalu berdoa dan berserah diri kepada Tuhan supaya kita terhindar dari segala godaan-godaan duniawi.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah Shallallahualaihiwassalam bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni).
    Serendah-rendahnya manusia ialah ia yang merasa bisa hidup sendiri. Sedangkan manusia yang baik ialah ia yang sadar bahwa dirinya tidak dapat hidup sendiri, sehingga ia akan berusaha agar bagaimana dirinya dapat berpera aktif dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Ia pun akan menyadari bahwa untuk memberikan manfaat kepada orang lain ia tidak dapat sendiri, ia membutuhkan orang lain, ia harus memiliki ilmu, keterampilan, dan pengalaman yang bagik, dan ia harus siap menterjemahkan dan diterjemahkan orang lain.

    ReplyDelete
  4. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setinggi-tinggi kedudukan manusia ia akan tetap membutuhkan bantuan orang lain. Begitu pula dengan pemerintah, meskipun kedudukannya paling tinggi di suatu Negara, namun ia tetap membutuhkan saran, ide, pendapat, ataupun kritik dari rakyat. Karena manusia memang ditakdirkan untuk saling memberi dan meremima agar mereka menjadi bagian yang lengkap.

    ReplyDelete
  5. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Untuk dapat mencapai gunung atau ilmu yang tinggi, kita hendaknya selalu kolaboratif dan bekerja sama untuk membangun pengetahuan yang lebih besar, karena setinggi-tingginya ilmu adalah asas implementasi dan kebermanfaatan bagi orang lain. Selama proses membangun ilmu tersebut tentu banyak hambatan yang muncul terutama kesombongan, sesungguhnya kesombonganlah yang dapat meruntuhkan ilmu yang telah dibangun.

    ReplyDelete
  6. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Ilmu adalah salah satu faktor seseorang mampu meraih kesuksesan. Pada kehidupan ini setiap orang memiliki tujuan hidup yang berbeda, namun setinggi tingginya ilmu yang dimiliki seseorang tidak ada ilmu yang lebih baik dari pada ilmu yang bermanfaat bagi orang lain, karena selain ilmu, keyakinan pada Tuhan dan juga hubungan baik terhadap orang lain termasuk faktor dari meraih suatu kesuksesan. Seseorang tidak dapat hidup sendiri melainkan membutuhkan orang lain baik dalam hal dibantu maupun membantu, dan juga keyakinan terhadap Tuhan.

    ReplyDelete
  7. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mencapai gunung yang tinggi saja merupakan hal yang sulit, apalagi mencapai gunung yang tertinggi didunia ini. Menjadi orang yang mampu mencapai gunung tertinggi berarti telah teruji baik secara lahir maupun batinnya. Karena tidak banyak orang mampu mencapainya. Diposisi gunung tertinggi, berarti ia merupakan, seorang yang mampu mengontrol amarah, telah teruji ilmunya, banyak pengalamannya dan baik kelakuannya. Serta dalam berbicara santun ucapannya, tidak menyombongkan diri atas posisi yang ia dapatkan. Bahkan saat ini tak jarang kita lihat bahwa kebanyakan orang yang sombong bukanlah mereka yang berada di puncak gunung, tapi mereka yang baru 10 langkah mendaki gunung.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Mencari ilmu adalah wajib bagi manusia. Untuk mencapai puncak gunung tertinggi, maka diperlukan ilmu yang tinggi pula. Oleh karena itu marilah kita mencari ilmu sebanyak-banyaknya, kapan saja, dan dimana saja. Dan yang tidak boleh dilupakan adalah mengamalkan ilmu yang sudah kita peroleh.

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Setiap orang memiliki kapasitas kemampuan yang berbeda untuk bisa sampai puncaknya masing-masing yang menjadi tujuan dalam kehidupan setiap orang. Setiap orang bisa memiliki standar kesuksesan yang berbeda-beda, namun kesuksesan bagi seseorang pasti adalah sesuatu yang terasa jauh dari kesanggupannya saat ini. Akan selalu ada banyak halangan dan rintangan yang harus dilewati untuk mencapai puncak kesuksesan. Ketinggian nilai cita-cita menjadikan orang mampu mencapai kesempurnaan diri.

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Manusia merupakan makhluk sosial, setinggi-tingginya derajat manusia ia masih akan membutuhkan orang lain. Dalam berkehidupan kita akan menemui orang lain yang memiliki "ilmu" lebih sedikit dari yang kita miliki, dan juga akan menemui orang yang memiliki ilmu lebih banyak dari yang kita miliki, hal ini menjadikan sarana kita sebagai makhluk sosial untuk bekerja sama dalam memenuhi kebutuhan dan saling membantu untuk tetap berkembang. Oleh karena itu diharapkan kita tidak merasa puas diri akan kemampuan kita yang mebuat kita merasa mampu menajdi sosok yang individualis, namun harus tetap memberikan kesadaran dalam diri bahwa kita masih membutuhkan orang lain.

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Hidup. Setiap orang mempunyai tujuan masing-masing. Untuk mencapai tujuan hidup tersebut bukanlah suatu hal yang mudah, tetapi bukan pula sangat susah hingga tidak dapat digapai. Banyak ujian dan rintangan disetiap jalannya menggapai tujuan, dalam hal ini usaha yang dibarengi dengan do’a serta berserah diri kepada Allah hal mutlak yang harus dijalani. Usaha yang baik adalah ketika melakukan sesuatu hal didasari dengan ilmunya, berdo’a dengan adabnya yang baik dan bertawakal dengan segenap rendah hati kepada Allah. Jika kesemuanya dilakukan dengan keikhlasan, berkeyakinan bahwa segala sesuatu yang telah diusahakan dengan baik, Allah pasti akan memberikan sesuai dengan yang baik pula.

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Dalam mencari ilmu itu harus dengan proses, ibarat mendaki gunung terdapat pos-pos yang harus dilalui, berjalan setapak demi setapak. Dalam mencari ilmu juga harus terus rendah hati, jangan sombong. Sebenar-benarnya orang dengan ilmu ialah yang semakin banyak ilmu didapat, semakin rendah hati pula dirinya.

    ReplyDelete
  13. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Di cerita ini diceritakan tentang gunung pada diri manusia yang berbeda-beda. Gunung dalam arti ini menggambarkan bahwa segala hal yang bersifat positif dan memiliki tingkatan seperti halnya kecerdasan, kekuasaan, kekayaan, kebaikan, dan sebagainya. Diharapkan spiritual menjadi landasan manusia dalam menggapai segala aspek. Namun terkadang dan bahkan tidak semua manusia melewati dan tidak menyadari spiritualnya. Maka jika dalam sudut pandang yang netral, manusia tumbuh menuju tujuannya tetap berlandasakan pada sisi positif.

    ReplyDelete
  14. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Untuk menjadi orang sukses, banyak cara dan mempunyai kebiasaan positif yang harus dilakukan. Untuk langkah awalnya Anda harus mempunyai kebiasaan cara berpikir yang positif, sehingga Anda bisa berkata dan bersikap positif. Dengan langkah awal ini, Anda akan lebih mudah lagi untuk melangkah ke depan menjadi orang yang sangat-sangat produktif. Untuk bisa meraih kesuksesan, Anda harus banyak dan cepat mengumpulkan berbagai keberhasilan.

    ReplyDelete
  15. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dalam elegi ini disampaikan bahwa dalam peserta sidang tersebut tidak semua anggota memiliki persepsi dan kemampuan yang sama. Kaitannya dengan pembelajaran di kelas konsep ini sangatlah tepat. Di dalam kelas, kondisi dan kemampuanmasing-masing siswa itu berbeda-beda. Maka dari itu, sudah wajar jika dengan proses yang sama maka output masing-masing siswa berbeda. Ini yang perlu dipahami bersama karena terkadang sistem menginginkan output yang maksimal untuk semua siswa. belum lagi jika ditambah berbagai faktor yang lainnya.

    ReplyDelete
  16. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Membangun gunung tidak bisa dilakukan secara individu atau seorang diri. Manusia memang diciptakan sebagai makhluk yang sempurna, tapi tidak berarti ia tidak memiliki keterbatasan. Oleh karenanya manusia membutuhkan bantuan dari manusia lain. Atau biasa kita sebut sebagai makhluk social. Dari hal sederhana yang biasa kita lakukan, misalnya makan, kita membutuhkan bantuan orang lain. Mulai dari petani yang menanam dan memanen padi. Kemudian penjual beras, orang yang memasak, orang yang menghidangkan, setelah itu baru bisa kita makan

    ReplyDelete
  17. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Proses atau perjalanan menuju kesuksesan tidak dicapai begitu saja secara instan. Namun, melalui berbagai ujian, tantangan, dan rintangan tersendiri. Setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang berbeda satu sama lain ketika menghadapi ujian dan tantangan tersebut. Kita harus menyadari bahwa perbedaan kemampuan ini sebaiknya tidak menjadi penghalang untuk terus berkembang. Bersyukur dan mau menerima saran oranglain merupakan salah satu langkah yang tepat untuk dilakukan. Mengingat kita tidak hidup sendiri sebagaimana kodrat manusia yang merupakan makhluk sosial. Oleh karena itu jangan jadikan perbedaan sebagai penghalang untuk bersama-sama mencapi kesuksesan dalam hidup.

    ReplyDelete

  18. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini, yang dapat saya ambil adalah bahwa setiap manusia berhak menjadi gunung dan mencapai puncak yang diinginkan. Untuk mencapai puncak setinggi-tingginya pun kita harus melalui dengan proses yang tidak singkat. Telah dijabarkan di atas bagaimana cara menggapai puncak-puncak tersebut. Jika kita masih gunung terendah maka bersabarlah menutut ilmu dari gunung yang lebih tinggi. Jika kita adalah gunung yang sedang, maka berbagilah ilmu kepada gunung yang lebih rendah namun juga tetap menuntut ilmu dari gunung yang lebih tinggi. Tetapi pada penjelasan terakhir pada penjelasan tentang gunung yang tertinggi, saya masih agak sulit untuk memahaminya. Yang dapat saya tangkap adalah bahwa setiap orang mampu mencapai setiap puncak tertingginya, oleh karena itu banyak pula puncak-puncak tinggi yang saling berdampingan. Namun setiap puncak memiliki bidang sendiri-sendiri sehingga terkadang terdapat perbedaan yang dapat dijadikan bahan diskusi antar sesama. Bahasa yang digunakan adalah bahasa analog. Jika terdapat kebuntuan dari sebuah diskusi, maka mereka masih perlu bertanya kepada orang tua berambut putih, yaitu ilmu pengetahuan baru lagi, karena hakekatnya belajar adalah seumur hidup.

    ReplyDelete
  19. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Tidak mudah untuk mencapai keberhasilan, banyak rintangan yang harus dilalui, dan tentunya butuh kesabaran yang tinggi juga. Oleh karena itu orang yang berada di puncak adalah orang-orang pilihan yang selain cakap juga memiliki semangat tinggi yang tidak patah oleh kegagalan dan rintangan.

    ReplyDelete
  20. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita tidak pernah mengetahui bagaimana nasib kita di hari yang akan datang. Segala sesuatu yang kita miliki adalah titipan dari Allah, yang suatu waktu dapat diambil kembali jika Allah berkehendak. Maka di dalam hidup kita tidak boleh bersikap acuh tak acuh seolah tidak memerlukan bantuan orang lain. Saat ini boleh jadi kita memiliki segala yang orang lain tidak miliki, namun hidup itu cokromanggilingan, di saat kita berada di bawah maka kita pasti akan mengharapkan bantuan dari orang lain.

    ReplyDelete
  21. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Setiap orang pasti memiliki tujuan hidup masing-masing. Untuk mencapai tujuan tersebut, tentunya harus menggunakan ilmu yang dimiliki. Akan lebih mulia jika dalam pencapaian tujuan tersebt diiringi dengan perbuatan yang bermanfaat bagi lingkungan.
    Jangan pernh putus asa untuk berusaha, Allah tidak akan mengubah nasib seorang hamba jika hamba tersebut tidak berusaha.

    ReplyDelete
  22. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi di atas saya mendapatkan beberapa nilai yang dapat diambil. Yang pertama berkaitan dengan kerja sama. Sejatinya hidup kita ini sangat mebutuhkan. Artinya kerja sama, tolong menolong adalah naluri manusia. Namun jika ada manusia tidak mau bersama-sama maka ia telah melalaikan kodratnya sebagai makhluk sosial. Nilai selanjutnya yaitu tingkatan manusia. Manusia memiliki derajatnya masing-masing. Yang baik derajatnya yaitu orang yang memiliki ilmu, tetapi itu saja tidak cukup haruslah orang yang mengimplementasikanyalah yang mempunyai derajat yang tinggi. Karena seperti yang kita tahu ilmu yang bermanfaat yaitu apabila diimplemntasikan. Ternyata hanya diimplementasikan tidak cukup ada pula harapannya yaitu diimplementasikan dalam rangka menuju internasional, dan implementasinya sebaiknya tidak untuk dirinya sendiri yaitu bagaimana ilmu itu bisa bermanfaat untuk orang banyak.

    ReplyDelete
  23. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya kemudian menganalogikan kehidupan kita dengan gunung-gunung tersebut. Misalkan suatu sekolah memiliki tujuan agar mengembangkan potensi siswa menjadi berpengetahuan luas dengan nilai moral yang baik. Maka untuk mencapai tujuan tersebut bukan hanya guru saja yang berkerja. Tetapi kerja sama dari semua pihak adalah penting, bagaimana kepala sekolah membuat kebijakan yang baik, bagai mana kepala sinas, dan bagaimana pula peranan keluarga mendukung tujuan tersebut. Dalam perjalanannya nanti akan ada banyak metode yang digunakan juga dipertimbangakan dan ada banyak hal lagi.

    ReplyDelete
  24. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk mencapai puncak tertinggi dari kehidupan, kita memerlukan saran dari berbagai pihak, mengambil ilmu dan manfaat dari berbagai pengalaman dan kejadian yang terjadi. Selain itu juga, kita harus selalu menyadari akan dua hal. Selalu ada yang lebih tinggi dari kita, untuk mendorong supaya terus berusaha lebih baik lagi, dan selalu ada orang yang berada di bawah kita untuk mengingaktan supaya kita selalu mensyukuri atas apa yang telah diperoleh. Hanya orang-orang yang ikhlas dan rendah hati yang akan mampu mencapai puncak tertinggi.

    ReplyDelete
  25. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menurut saya, gunung disini berarti kesuksesan. Untuk menggapai puncak gunung tertinggi, maka haruslah memiliki kesadaran serta mengimplementasikan ilmu dimanapun berada, menjalin komunikasi dengan baik, serta berusaha untuk menterjemahkan dan diterjemahkan. Pernyataan kasala “kami juga bertanya kepada gunung-gunung lain yang lebih tinggi tentang usaha-usaha mereka” mengingatkan saya pada kalimat “jika ingin sukses maka dekatkanlah dirimu dengan orang sukses” yang berarti jika kita ingin menjadi orang yang lebih baik maka kita sebaiknya bergaul dengan orang-orang yang berprestasi, orang-orang yang baik, karena dengan mendengar cerita-cerita dari mereka boleh jadi kita menjadi semakin termotivasi

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Elegi ini mengajak kita mengingat kedudukan kita sebagai makhluk sosial. Kita tidak pernah berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Maka haruslah kita berhemenetika dengan sebaik mungkin dalam kehidupan, yaitu terjemah dan menterjemahkan. Kita harus menjalin silaturahmi, menjaga komunikasi dengan orang sekitar, serta membawa manfaat bagi lingkungan. Karena sebenar-benar orang yang bijaksana adalah mereka yang bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  27. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Semakin tinggi kedudukan seseorang, sejatinya ialah orang yang tidak menonjolkan diri. Pepatah mengatakan bahwa padi semakin berisi maka semakin merunduk. Mereka yang berada di atas telah teruji, yaitu teruji secara mental maupun teruji imannya. Allah SWT akan selalu menguji hambanya dalam rangka untuk meningkatkan derajat atau dimensinya.

    ReplyDelete
  28. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Ilmu yang bermanfaat merupakan setinggi-tinggi gunung. Berbagai cara dilakukan untuk mencapai derajat ilmu yang tinggi. Karena ilmu itu merupakan aset masa depan. Dalam menuntut ilmu tentu ada kesempatan belajar keluar negeri, maka mahasiswa harus tetap membawa pesan kepada dunia tentang negaranya, tentang keunggulannya, dan jangan lupa harus selalu menjunjung tinggi budaya bangsanya.

    ReplyDelete
  29. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Kesuksesan yang diraih oleh manusia adalah tidak lain berkat bantuan dari Tuhan dan juga manusia lainnya. Ketika seorang manusia mencapai kesuksesan dalam bidang ilmu pengetahuan, itu juga merupakan andil dari orang tua dan guru yang berhasil mendidik dan menyalurkan ilmu pengetahuan selain itu andil dari teman-temannya juga bisa jadi mempengaruhi karena lingkungan berpengaruh besar dalam pencapaian keberhasilan seseorang. Maka dari itu, sebagai manusia yang hidup berdampingan dengan manusia lainnya serta berkedudukan sebagai makhluk sosial, janganlah menyombongkan diri dan lupa akan keberadaannya sebagai makhluk sosial dan mahkluk Tuhan yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, dan tidak bisa hidup tanpa adanya kuasa dan kehendak Tuhan

    ReplyDelete