Oct 28, 2012

Kutarunggu Konflik Diperbatasan




Oleh Marsigit

Stigmagata:
Hei..siapakah yang berdiri didepanku. Engkau telah menghalangi jalanku. Kalau engkau mau ikutlah aku, tetapi jika tidak, menyingkirlah dari hadapanku.



Cantralya:
Siapakah dirimu juga. Engkau mau kemana, jika melewati jalan yang ini maka engkau harus sebutkan maksud dan tujuanmu.

Stigmagata:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Cantralya:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Stigmagata:
Whe..lha kenapa engkau cuma menirukan saja ucapanku?

Cantralya:
Engka telah memproduksi stigma untuk melemahkanku. Maka aku kembalikan saja stigmamu itu.

Stigmagata:
Kelihatannya engkau waspada.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang waspada.

Stigmata:
Whe..lha jawabanmu hanya kebalikan dari ucapanku saja.

Cantralya:
Kebalikan dari stigma itu stigma juga.

Stigmata:
Kelihatannya engkau berilmu.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang berilmu.

Stigmata:
Whe... jawabanmu mengulang yang terdahulu.

Cantralya:
Diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma.

Stigmata:
Engkau paham betul tantang diriku, padahal aku tidak mengetahuimu.

Cantralya:
Jangan lanjutkan perjalananmu. Aku tahu bahwa engkau akan mencari dan mencuri data ke Kutarunggu dan ke Hanuya. Maka enyahlah dirimu.

Stigmata:
Enyahlah dirimua

...
Enyahlah Cantralya..enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata

64 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Stigma terdiri dari 2 komponen dasar, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih. Jika kita terjebak dalam stigma, kita bisa menjadi orang yang sombong, orang yang merasa paling segalanya, orang yang merasa berkuasa. Oleh karenanya, dalam batas pikiran kita antara pikiran yang tidak kritis dan pikiran kritis, dan dalam batas hati kita antara hati yang tidak bersih dan hati bersih, selalu lah berdoa kepada Tuhan, agar selalu dijaga oleh-Nya, agar selalu dilindungi oleh-Nya, agar selalu dijauhkan dari kesombongan dan mitos-mitos yang ada.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Stigma merupakan hukuman sosial yang ditujukan kepada seseorang dikarenakan ada sesuatu hal yang berbeda dari biasanya dan cenderung sebagai hal yang memalukan dan aib. Dan mereka yang merasa distigma akan merasa terbuang dan secara tidak langsung dicap sebagai pendosa. Kalau sudah begitu, betapa stigma tiu lebih berdosa dari dosa itu sendiri. Sudah saatnya kita semua menghapus stigma. Karena bagaimanapun juga, kemunculan stigma tidak akan mengubah suatu apapun menjadi lebih baik, justru semakin memperburuk keadaan. Sudah saatnya kita bersama-sama bergandengan tangan dan mengubah masalah yang tadinya milik personal menjadi masalah bersama. Dan disini rasa kemanusiaan itu difungsikan, berbagi kebaikan antar sesama, itulah keindahan.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Seperti apa manusia dapat dilihat dari bagaimana rasa "welas asih didalam dirinya" baik untuk mengasihi diri sendiri atau lingkungan sekitarnya.
    Spiritual menjadi hal yang sangat penting perlu dibangun dalam diri manusia agar manusia terhindar dari sisi buruk. T
    etapi memiliki spirtual bukan berarti tidak memiliki sisi buruk, bahkan adapun mereka memiliki spiritual tetapi tidak memiliki rasa "welas asih" (belas kasih) atau kelembutan hati dan sikap didalm dirinya, maka tak menjadi arti spiritual yang ada dalam dirinya.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Perbatasan tentulah memiliki sifat yang memuat kedua unsur yang dibatasi. Stigma yang selama ini dianggap sebagai hasil pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Namun bagaimanapun jika dalam perbatasan, tentu sulit untuk mutlak menolak stigma. Dalam usahanya penolakan terhadap stigma masih dipengaruhi oleh stigma itu sendiri. Sehingga dalam perbatasan pasti rentan dengan konflik yang disebabkan oleh kebingungan itu sendiri. Sehingga sebenarnya perbatasan itu sendiri sebenarnya adalah stigma, yang memiliki pikiran kalut dan hati yang kotor. Semoga kita bukan menjadi orang yang tanggung dalam menolak stigma, namun benar-benar menghilangkan stigma.

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ada konflik di perbatasan. Konflik antara Stigmagata dan Cantralya. Mereka merasa diri mereka adalah hebat. Dan sesungguhnya pada diri mereka ada stigma yaitu rasa sombong. Stigma dapat melenyapkan seseorang dan menjatuhkannya pada jurang yang dalam. Kedunya telah enyah dari kehidupan karena memiliki stigma negatif.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Hidup ini penuh dengan kontradiksi. Dimana ada jalan menuju kebaikan disitu pulalah terdapat jalan menuju kesesatan. Hal tersebut terlihat pada elegi di atas. Dimana ada cantralya disitulah ada stigmata. Pikiran di antara keduanya sangat berlawanan. Sepandai – pandainya hidup adalah ia yang dapat memilih ke mana ia akan melangkah. Apakah akan menuju kepada cantralya ataukah stigmata.

    ReplyDelete
  7. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini bisa saja saya memandang tentang penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. yang harus kita pahami, Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna. Sehingga secara tidak langsung kita sudah terjerumus ke stigma yang ada dalam masyarakat. Untuk mencegahnya kita sebagai manusia perlu mengetahui potensi hidup kita sebagai manusia dan terus menggali potensi yang kita miliki. Semakin banyak potensi yang kita miliki makin besar pula peluang hidup kita untuk menuju kearah yang cerah dan terhindar dari stigma-stigma masyarakat.

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut mengajarkan bahwa kadang kala keragu – raguan menghampiri perjalanan hidup kita. Ada banyak jalan yang harus dilalui. Hendaknya jalan yang kita pilih merupakan jalan untuk menuju pada arah tujuan hidup kita. Perlu memiliki prinsip yang kuat untuk dapat tetap bertahan pada jalan yang kita pilih. Maka dari itu tetaplah yakin pada hal yang benar dan jangan ragu – ragu. Stigma tetap merupakan stigma, maka sebaiknya menciptakan stigma yang baik agar selanjutnya juga berada pada jalan yang benar.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam kehidupan ini, seringkali stigma yang sifatnya negatif melanda hati atau pikiran kita. Ketika stigma telah meracuni pikiran kita, maka seseorang akan susah untuk berpikiran jernih dan akan bertolak belakang dengan apa yang ada di hati kita. Sehingga dengan demikian apabila kita menghadapi masalah maka kita akan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Oleh karena kita harus senantiasa waspada, berikhtiar, dan berdoa agar kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT sehingga dalam menjalani kehidupan kita bisa terhindar dari stigma-stigma negatif yang ada yang dapat merusak tatanan kehidupan baik itu kehidupan beragama maupun kehidupan sosial.

    ReplyDelete

  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Judul tulisan ini adalah Konflik. Konflik terjadi karena adanya perbedaan, bisa karena perbedaan pendapat, perbedaan suku, perbedaan ras maupuan hal lainnya. Pada intinya konflik yang diceritakan dalam elegi ini adalah tentang pengaruh baik dan buruk. Stigmagata ingin menyebarkan pengaruh buruknya melalui stigma, namun datanglah Cantralaya yang berusaha menghalanginya. Jadi saya maknai di sini bahwa Cantralaya adalah kebaikan karena berusaha untuk melindungi diri sari pengaruh buruk si stigma. Menurut saya implementasinya dalam kehidupan manusia di dunia ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan coba melindunginya sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis. Maka yang paling di sini adalah bagaimana kita mampu untuk menjadikan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hidup adalah pilihan. Mungkin ini dapat menggambarkan artikel tersebut. Kita tahu bahwa dalam hidup itu akan selalau ada piliha. Tinggal kita akan emmilih nya seperti aapa. Dan tentunya dengana danaya pilihan maka hidup pasti ada sebab dan akibat. Ini akan berdampak dengan pilihan kita bahwa sebab dan akibat ini akan terjadi jika kita memilih yang ini atau yang itu.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Stigma datang untuk menghancurkan hidup kita, stigma datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, maka untuk menghindari para stigma adalah dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Karena stigma selalu datang dengan membawa pertentangan kepada diri kita, maka kita patut berwaspada terhadap stigma-stigma. Semoga hidup kita dijauhkan dengan stigma jahat dengan senantiasa menjaga pikiran kita agar selalu berpikir kritis dan menjaga hati dalam keadaan ikhlas.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Selama dalam masa hidupnya di dunia manusia senantiasa melakukan banyak hal. Seperti senantiasa mencari ilmu.
    Semakin dewasa pemikiran manusia, maka semakin banyak yang dipikirkan, semakin banyak ilmu yang didapatkannya, semakin banyak hal-hal baik yang menjadi tujuan hidupnya serta sekiranya semakin bijaklah dia dalam hal apapun. Dalam proses untuk mencapai tujuan hidupnya, manusia yang berilmu selalu berjalan dengan hal yang baik dan buruk, hal buruk salah satunya adalah stigma.
    Selalu terjadi stigma pada manusia yang sudah belajar.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna, implementasinya dalam kehidupan manusia di dunia adalah pikiran diumpamakan sebagai stigmagata sedangkan hati diumpakan sebagai Cantralaya. Ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan coba melindunginya sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah sebenar-benarnya ilmu adalah kontradiksi. Untuk melawan stigma haruslah dengan stigma juga. Bukan hanya mengiyakan stigma, namun melawan balik stigma dari stigma. Apa itu setigma dari stigma? Cobalkah renanugnkan dalam hati. Tetaplah berpegang teguh kepada tuhan dan mintalah ampun atas segala perbuatan diri.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini terlihat bahwa stigmagata yang diremehkan oleh Cantralya karena Stigmagata yang selalu sombong dan meremahkan orang lain, maka ia membalasnya dengan pintar. Cantralya bisa mengalahkan Stigmagata pasti karena ia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas serta ia menggunakan pemikiran kritisnya.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam hidup selalu ada kebaikan dan keburukan. Selalu ada unsure yang sama, tak sama, beda tak beda, yang semakin dipikirkan merujuk pada apa yang ada dan yang mungkin ada. Semua hal yang berkotradiksi ini akan selalu kita hadapi dalam kehidupan kita, terkadang saat kita melakukan keburukan, kita menyadari bahwa ada hal baik yang dapat dilakukan, dan saat melakukan kebaikan, terkadang kita tergoda untuk melakukan hal-hal yang buruk. Hal ini akan terus terjadi selama kita hidup di dunia. Maka hendaklah kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam perencanaan dan kegiatan kita sehingga kita dapat memilih hal yang baik.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Memang seperti itulah sifat dasar stigma, stigma terciptakan untuk melemahkan seseorang dengan hanya sebuah perkiraan “kelihatannya” atau bukan suatu kenyataan namun hanya persepsi belaka yang belum tentu kebenarannya. Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Kita perlu mengetahui potensi hidup kita sebagai manusia dan terus menggali potensi yang kita miliki. Semakin banyak potensi yang kita miliki makin besar pula peluang hidup kita untuk menuju kearah yang cerah dan lebih baik.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kesombongan akan dihancurkan oleh kebaikan dan setiap apa yang kita perbuat pasti ada konsekuensinya. Wawasan dan ilmu yang luas, serta hati dan pikiran yang tenanglah yang dapat mengalahkan kesombongan. Sombong tidak akan memperoleh apa-apa kecuali hanya derita. Oleh karena itu, tanamkan kebaikan kepada setiap orang meski sedikit namun pasti akan kau tuai di kemudian hari.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam “Kutarunggu konflik diperbatasan” ini membicarakan tentang hal-hal yang terdapat dipikiran manusia. Ketika stigma buruk sedang meracuni pikiran, terkadang kita tidak mudah untuk berpikir jernih dan cenderung terjebak dalam stigma tersebut sehingga terjadi konflik antara hati dan pikiran. Dalam hati kita tidak ingin berpikir seperti itu namun disisi lain kita sudah terlanjur termakan oleh mitos-mitos yang beredar. Sehingga sebagai manusia yang memiliki pikiran dan iman, kita harus lebih berhati-hati dalam mengamil keputusan.

    ReplyDelete
  21. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia memiliki dua sifat yang saling bertentangan atau berkebalikan, yaitu sifat Baik dan buruk. Tidak akan selamanya manusia melakukan hal yang selalu baik, namun juga yang buruk. Ada waktunya seorang melakukan hal baik dan ada waktunya seorang manusia melakukan hal buruk. Hati bisa menjadi tempat kebaikan seperti iman, takwa, kasih sayang dan berbagai hal positif lainnya. Namun kadang juga terselip beberapa keburukan. Jika kebaikan menguasai hati, maka orang tersebut akan menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Begitu pula sebaliknya. Karena keadaan hati yang mudah terbolak-balik dari kebaikan ke keburukan. Hati harus dijaga dari penyakit hati sehingga hati kita tetap bersih, penuh keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Dalam kehidupan manusia di dunia, pikiran manusia diumpamakan stigmagata sedangkan hati diumpamakan cantralaya. Ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan mencoba untuk melindungi sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis. Sehingga kita sebagai manusia berusaha untuk mengolah hati dan pikiran agar bisa terhindar dari pengaruh negatif yang akan menjerumuskan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  23. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia yang akhirnya lengkap membunuh 100 nyawa itu berawal dari pengaruh buruknya lingkungan? Sehingga, nasihat salah seorang ulama supaya pembunuh tersebut mampu bertaubat dengan tulus dan terlepas dari jeratan kelamnya dosa, ialah agar ia meninggalkan lingkungan tempatnya bermukim dan pindah ke suatu tempat yang dihuni orang-orang baik yang selalu beribadah kepada Allah. Stigma adalah godaan buruk yang ditiupkan oleh setan ke dalam hati dan pikiran manusia. Stigma dapat dihalangi dengan hati dan pikiran yang bersih. Namun, apabila berada di lingkungan yang negatif. Seseorang akan cenderung mengikuti stigma. Maka selain memperbaiki diri dari dalam, juga harus meninggalkan lingkungan yang negatif.

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Stigma akan terus berusaha untuk mengganggu kita. Berbagai macam cara dan dari segala arah akan terus dilakukan oleh stigma untuk merusak pikiran dan hati kita. Agar kita terhindar dari stigma maka kita harus tingkatkan pikiran kita agar lebih kritis dan berdoa kepada Allah agar hati kita menjadi ikhlas. Jika kita memiliki pikiran yang kritis dan hati yang bersih maka stigma-stigma yang datang menyerang pun akan hilang. Insya Allah.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Menjadi atau dalam keadaan transisi memang selalu menjadi kegamangan tersendiri. Terkadang kita bingung akan mengambil langkah kemana. Melalui postingan ini saya melihat bahwa ketidakkokohan hati pada situasi seperti ini akan membawa kita pada stigma-stigma.

    ReplyDelete
  26. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Ketika berada di suatu perbatasan pemikiran, banyak stigma yang sering membuat kita ragu untuk memilih atau menentukan. Apakah kita akan maju memilih jalan A, jalan B, jalan C, atau kembali. Untuk itu dibutuhkan suatu keyakinan untuk segera melangkah, baik maju kedepan atau kembali ke tempat semula. Jangan sampai kita hanya diam di perbatasan dalam keraguan atau kegalauan untuk mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  27. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Hidup kita penuh dengan pilihan. Dalam hidup kita sering sekali mengalami konflik batin antara melakukan atau tidak melakukan suatu hal. Konflik yang terjadi pada hati kita dalam melawan stigma, salah satu cara agar bisa melawan stigma adalah dengan hati dan pikiran yang bersih dan ikhlas untuk menembus ruang dan waktu sehingga stigma-stigma tersebut dapat kita lawan.

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Ketika sedang berada di sebuah perbatasan, kita haruslah membaca situasi antara daerah yang akan kita tinggalkan dengan daerah yang akan kita masuki, karena setiap daerah pasti mempunyai aturan yang harus dipatuhi oleh siapapun yang memasuki daerah tersebut. Sehingga benarlah pesan yang mengatakan bahwa "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Artinya, dimana kita berada kita harus menghormati budaya dan aturan daerah tersebut, karena jika tidak, maka stigma-stigma negatif akan melekat pada diri kita dan itu akan membuat kita dijauhi oleh orang-orang.

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Keputusan dibuat berdasarkan pemikiran dari akal manusia. Jika telah memutuskan sesuatu maka apapun resiko yang nanti didapatkan harus kita terima. Dari ulasan yang bapak tulis, dapat saya ambil pelajaran bahwa sesulit apapun dalam pengambilan keputusan, harus tetap kita lakukan, karena dibalik keputusan yang sulit, tersimpan kemungkinan-kemungkinan yang kita harapkan merupakan keputusan terbaik. Namun, tidak lupa kita sadari bahwa keputusan terbaik yang kita ambil, belum tentu menjadi keputusan terbaik pula bagi Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Kehidupan manusia selalu dilengkapi dengan tipu daya dan bujukan untuk terjebak dalam pikiran yang kacau dan hati yang kotor (stigma). Manusia sebenarnya sedang berada dalam perbatasan maka yang membedakan yang satu dan yang lain adalah keputusannya. Sebenar-benar keputusan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap stigma adalah dengan cara memperdalam ilmu. Ilmu adalah senjata paling ampuh untuk melumpuhkan tipu daya dan menjaga hati serta pikiran agar tetap istiqomah.

    ReplyDelete
  31. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Kutarunggu Konflik di perbatasan ini menganalogikan mengenai seseorang yang ingin pergi meninggalkan tempat asalnya dan menetap di tempat lain dengan berbekalkan pengetahuan yang menurut dia yang paling baik di tempat asalnya. Sehingga orang ini tidak bisa sepenuhnya kekuasaan yang dia peroleh di atasnya, ia selalu merasa dirinya yang paling baik dari semuanya. Padahal kenyataannya, daerah tujuannya ada yang lebih dari dirinya. Karena keangkuhan itulah, orang tersebut mendapatkan pandangan negatif dari orang lain. Orang tersebut menjadi terasingkan dan tidak cocok untuk tinggal di sana. Karena untuk meminimalisir pandangan negatif dari orang yang di daerah tujuan itu, kita harus pandai untuk melebur dengan orang-orang yang ada ditempat baru, dengan begitu kita akan memperoleh banyak pengetahuan dan ilmu dari orang-orang baru tersebut.

    ReplyDelete
  32. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof


    Dihadapkan pada dua keadaan.Keadaan yang sebenarnya dengan keadaan yang di sebalik sebenarnya.Layaknya di dalam postingan tersebut yang disebut konflik.Ada dua sisi yang selalu memainkan perannya masing-masing.Andaikan kita mengatakan diri kita baik maka secara tidak sengaja kita telah menampakkan kelemahan kita dengan mengatakan diri kita tidak baik.Maksudnya itulah makna di sebaliknya.Sebelumnya saya meminta maaf jika salah menafsirkan.

    ReplyDelete
  33. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Konflik pasti akan ditemui dalam setiap perjalanan manusia. Setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun tidak semua bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, terkadang hal tersebut yang membuat manusia merasa lebih dari manusia lainnya, yang terkadang membuat manusia sombong. Setiap manusia empunyai perjalan hidup masing-masing, ada cobaan, ada kenikmatan, ada rintangan yang bisa membuat manusia lebih baik ataupun lebih buruk lagi.

    ReplyDelete
  34. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Percskspsn stigmata dan sentralya diperbatasan wilayah merupakan ekspesi dari persimpangan hati dan pikiran dimana keduanya mencoba untuk menyatukan tentang suatu subyek dan objyek yang di kaji. Berada di peratasan memang menyulitkan kita harus memilih suatu kebijakan yang bermanfaat dan tidak merugikan antara dua daerah/ranah tersebut. Oleh karena itu, manusia harus senantiasa berlaku bijak dengan terus berpikir secara logis, ikhtiar dan berdoa semoga Allah selalu memberikan petunjuk bagi hamba Nya. Terima kasih.

    ReplyDelete
  35. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami sesungguhnya dalam pikiran manusia seringkali bahkan mungkin selalu diliputi oleh kontradiksi-kontradiksi. Dari elegi ini kami memahami bahwa ada hal-hal yang senantiasa bertentangan dalam pikiran manusia. Ketika pikiran seseorang mulai terkontaminasi oleh stigma, maka dia tidak akan mampu berpikir secara jernih dan memiliki kecenderungan untuk terjebak dalam stigma yang sudah terlanjur mencemari pikiran tersebut sehingga terjadi konflik antara hati dan pikiran. Semoga kami dapat berhati-hati dlam berpikir mengenai segala hal agar tidak terjebak dalam stigma dan kami dapat memperkuat aspek spiritual kami agar mampi mmbentengi pikiran agar tidak tersesat. Amin

    ReplyDelete
  36. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Stigma, hal-hal negatif yang melekat pada diri kita karena pengaruh lingkungan. Itulah yang saya temukan dalam pencarian saya mengenai stigma. Hal negatif memang selalu ada di sekeliling kita. Terkadang yang harus kita lakukan bukanlah menyalahkannya, tetapi menyadari diri dan berusaha tak serupa dengan hal negatif tersebut. Baik dan buruk memang relatif, tetapi adalah bodho ketika kita tau bahwa hal buruk tersebut dapat mempengaruhi kita namun tetap menerimanya dan bahkan melekatkannya dalam diri kita.

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Konflik antara Stigmagata dan Cantralya seperti menggambarkan konflik yang terjadi di dalam hati kita masing-masing ketika sedang menolak suatu keburukan yang datang untuk mengotori hati. Namun, meski begitu, stigma akan tetap terus menerus menggoda hati kita. Stigma tersebut dapat muncul dalam bentuk yang berbeda-beda. Maka jika kita tidak bisa membentengi hati kita kita akan mudah terpengaruh oleh stigma negatif. Oleh karenanya agar tidak masuk dalam perangkap stigma, kita harus selalu mawas diri, berpikir kritis, dan selalu memohon pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete
  38. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Menurut pemahaman saya dialog ini menganalogikan mengenai stigma dan ilmu. Stigma itu adalah sesuatu yang dapat mencemari pikiran kita, sehingga pikiran kita menjadi negatif dan berburuk sangka. Untuk itu, kita dapat mengkondisikan pikiran kita agar mampu mencerna stigma itu dengan ilmu dan hati. Dengan adanya ilmu dan hati, kita dapat memfilter stigma-stigma yang beredar sehingga kita tetap memiliki pikiran yang positif. Terimakasih

    ReplyDelete
  39. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kebalikan stigma adalah stigma juga. Maka sebaik-baiknya orang di dunia adalah berhati hati dengan langkah dan ucapan yang ia keluarkan. Karena semua itu adalah cerminan hidupnya di masa sekarang dan akan membawa pengaruh di masa depan. Baru satu stigma yang muncul, bagimana jika kita dikelilingi banyak stigma dengan beragam sifat? Baca baca dan baca untuk lebih memperdalam ilmu. Do’a, do’a, dan do’a untuk selalu mengingat Allah dan selalu sadar jika kita adalah ciptaanNya.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Stigma tetaplah stigma. Bahkan mau diulang, diingkar, dibalik, dan diapakan stigma akan tetap menjadi stigma. Maka kita harus senantiasa berhati-hati terhadap stigma. Kita harus senantiasa berpikir kritis dan membersihkan hati kita agar dapat terhindar dari stigma. Kita harus senantiasa waspada terhadap stigma. Dan karenanyalah kita harus senantiasa memohon ampunan dan perlindungan dari Allah SWT agar terhindar dari stigma.

    ReplyDelete
  41. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika pandangan kita berbeda dengan orang lain, maka tidak jarang akan terjadi konflik antara diri kita dengan orang yang kita rasa berbeda dengan diri kita yang membuat kita membuat perbatasan antara diri kita dengan orang tersebut. sebagai manusia yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda hal itu sangatlah wajar. Masalahnya terletak bagaimana agar kita mampu menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut agar tidak saling menjatuhkan.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini menggambarkan bahwa sesungguhnya stigma merupakan hal yang berbahaya. Jika kita menerima saja stigma yang diberikan oleh orang lain maka secara tidak sadar kita telah menguatkan stigma tersebut. Maka dari itu, untuk dapat melawan stigma adalah membalikan stigma tersebut kepada sumbernya.

    ReplyDelete
  43. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Cap/persepsi negatif seseorang atau golongan akan kehidupan kita atau kegiatan yang kita lakukan. stigma bisa menjadi percikan semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun banyak orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup dalam naungan stigma yang berakibat hidup selalu terkekang oleh stigma dan bagaikan hidup dalam penjara. Sesungguhnya sangat nikmat bila kita selalu berdampingan dengan stigma sehingga kita bisa memaknai hidup kita secara mudah.

    ReplyDelete
  44. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Konflik dapat terjadi ketiga masing-masing saling menganggap unggul diri sendiri ataupun menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Selain itu juga dapat terjadi ketika seseorang melewati batasannya. Maka untuk menghindari konflik, pahamilah ruang dan waktu masing-masing. Jangan melewatinya jika tidak maka kehidupan yang kita jalani tidak akan terasa nyaman, selain itu akan banyak musuh yang kita miliki.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  45. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Stigmata memproduksi stigma untuk melehkan cantralya. Namun Cantralya membalas ucapan stigmata dengan cerdik. Ia berusaha agar terhindar dari stigma dengan selalu waspada, menggunakan ilmunya serta berpikir dengan kritis.Oleh karena itu untuk melawan keburukan kita harus selalu berusaha berpikir kritis untuk bisa memilah mana yang baik dan yang buruk serta kita harus memiliki hati yang kuat.

    ReplyDelete
  46. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Ketika suatu stigma telah melekat pada golongan orang tertentu kemudian muncul stigma yang lain dan bertentangan dengan stigma yang sudah ada, maka akan timbul perdebatan dan perselisihan. Bagaimana manusia hendaknya menyadari bahwa, tiadakesempurnaan dalam dirinya, keterbatasan berpikirnya sehingga stigma yang ada tidaklah mutlak benar, dan stigma baru yang adapun juga tidak mutlak benar, perlunya sifat saling mengoreksi dan mawas diri diharapkan mampu meminimalisisr perselisihan yanga ada.

    ReplyDelete
  47. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pilihan. Dalam hidup semuanya pilihan bahkan sampai hal yang paling kecil dan paling sederhana sekalipun semuanya adalah pilihan. Contoh sederhananya: mau pakai baju yang mana ya; mau makan apa ya; mau lewat jalan yang mana ya; mau belok kiri atau kanan ya. Dalam menghadapi sekian banyak pilihan yang ada dalam perjalanan hidup tentunya banyak sekali hal-hal yang kemudian membuat bingung/bimbang mau menentukan pilihan yang mana yang akan diambil dan dilakukan, terlebih jika pilihan-pilihan besar yang sedang dihadapi. Dibutuhkan keikhlasan, kesabaran dalam menjalaninya (melawan stigma-stigma yang ada). Jika kesemuanya sudah diputuskan dan dijalani tinggal berdoa dan berserah diri kepasa Sang Maha Pencipta kehidupan agar apa yang terjadi selanjutnya adalah yang terbaik.

    ReplyDelete
  48. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Stigma ingin selalu diikuti, ia tidak mau diikuti dan dihalangi, ia hanya tahu untuk jalan terus. Catralya selalu mempersilahkan orang lain untuk mendahuluinya, asalkan dengan sopan, meminta ijin terlebih dahulu. Pilihan ada ditangan orang yang lewat, ingin seperti stigma atau seperti catralya.

    ReplyDelete
  49. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna.
    Untuk mencegahnya kita sebagai manusia perlu mengetahui potensi hidup kita sebagai manusia dan terus menggali potensi yang kita miliki. Semakin banyak potensi yang kita miliki makin besar pula peluang hidup kita untuk menuju ke arah yang cerah dan terhindar dari keterpurukan.

    ReplyDelete
  50. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pada postingan ini masih dibahas tentang stigma yang merupakan sebuah keburukan yang harus dihindari. Kemudian sering disampaikan Prof bahwa perbatasan adalah tempat orang menuntut ilmu. Perbatasan antara baik dan buruk, perbatasan antara tahu dan tidak tahu, perbatasan antara pintar da bodoh, dsb. Sebenar-benar orang yang sedang belajar adalah berada di perbatasan antara bodoh dan pintar. Maka, semua orang dalam kehidupan ini sebenarnya sedang berada dalam perbatasan. Contoh lain adalah ketika orang yang biasanya dikenal baik dan jujur, pada suatu ketika ia melakukan perbuatan yang melanggar peraturan. Ini menunjukkan bahwa ia sedang berada di perbatasan dan juga menunjukkan bahwa ia adalah manusia biasa.

    ReplyDelete
  51. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Lawan dari stigma adalah stigma. Beginilah hidup jika tidak didasari dengan ilmu. Semuanya berisi asumsi. Stigma yang kita benci, kita lawan dengan stigma yang berkebalikan dengannya. Kita lawan stigmadengan stigma. Hingga tidak ada bedanya kita dengan pembuat stigma awal. Sama-samalah kita sebagai pembuat stigma. Sebagaimana kehidupan kita, kita melihat banyak berita hoax yang bertebaran, namun untuk melawannya kita tidak melawan dengan ilmu atau kebenaran, justru kita melawannya dengan menebar berita hoax yang lain.

    ReplyDelete
  52. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Manusia saling memberi prasangka satu sama lain. "Kelihatannya" menggambarkan bagaimana manusia berpersepsi. Persepsi dari masing-masing orang ini berbeda satu sama lain. Hal ini ini meyebabkan banyaknya dugaan yang muncul dalam kehidupan manusia. Pada akhirnya manusia akan saling menduga mengapa dan bagaimana suatu hal dapat terjadi. Perbedaan dugaan yang muncul ini dapat menjadi boomerang karena dikalahkan oleh stigma yang melebur dalam pendugaan sehingga timbul perselisihan, peperangan bahkan kekacauan dimana-mana.

    ReplyDelete
  53. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Stigma adalah musuh bagi kehidupan damai. Walaupun tidak selalu berarti negatif, namun perkembagnannya selalu dikatikan dengan keburukan dan ketidakharmonisan. Jika kita mendukung suatu stigma yang telah dibuat-buat oleh seseorang maka secara tidak langsung kita telah menimbbulkan kerugian bagi pihak lain. Stigma berkembang karena pikiran manusia yang terlalu dangkal dan amat sangat mudah dipengaruhi.

    ReplyDelete
  54. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Dari postingan di atas dapat disimpulkan bahwa stigma baik diulang, diingkar, dibalik, stigma tetaplah sebuah stigma yang tidak ada gunanya justru merugikan kedua belah pihak yang sedang berselisih atau saling berstigma.

    ReplyDelete

  55. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Memang seperti itulah sifat dasar stigma, stigma terciptakan untuk melemahkan seseorang dengna hanya sebuah perkiraan “kelihatannya” atau bukan suatu kenyataan namun hanya persepsi belaka yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu, untuk mengalahkan orang yang suka membuat stigma, maka kembalikan saja stigma itu dan dia akan merasa lemah juga.

    ReplyDelete
  56. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya menganalogikan dengan kehidupan yang mana kita sering menghadapi masalah dari orang yang sering kali mengganggu kehidupan kita. Namun, dari situ kita harusnya belajar yaitu bagaimana mengambil nilai positif dari orang tersebut. Pun demikian dengan meluruskan niat. Kita melakukan ini itu hanya sebagai upaya kita mengabdi padaNya. Maka memohon ampun atas kesalahan niat belum terlambat. Ampuni kami yang sering lalai dalam melakukan kompetisi ini. luruskan niat dan ikhlaskan hati. Bismillah.

    ReplyDelete
  57. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menjaga dari berbagai macam keburukan, harus memiliki hati yang bersih dan pikiran yang jernih, harus memiliki ilmu dan iman. Jangan sampai hati dan pikiran kita dipermainkan oleh hal-hal yang negatif, karena hal yang negatif hanya akan menggerogoti setiap pikiran dan hati kita untuk selalu melakukan hal-hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  58. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sesungguhnya manusia sedang ada di perbatasan. Yang membedakan manusia yang satu dan yang lainnya dalah keputusannya. Manusia yang beruntung adalah mereka yang mengambil jalan kebaikan dalam kehidupan, dimana potensinya diarahkan kepada hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Sebaliknya orang yang merugi adalah mereka yang menjalani kehidupan tanpa mempertimbangkan baik buruknya keputusannya namun hanya menuruti kesenangan dunia sehingga tidak jarang mereka termakan stigma.

    ReplyDelete
  59. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Ketika pikiran kita sudah terbatas atau berada di pernatasan maka yang dipikirkan hanyalah (mengarah) pada stigma. Stigma sudah terbentuk terlebih dahulu tanpa adanya pembuktian atau penelitian. Stigma tak ubahnya label yang datangnya bisa dari masyarakat atau anggapan diri sendiri. Jika stigma itu suatu kebenaran, maka sesungguhnya itu hanyalah kebetulan belaka. Maka dari itu jangan langsung menstigma tanpa berfikir dan mempertimbangkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  60. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Jika kita memberikan stigma kepada orang lain tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu maka sebenarnya kita juga mendapat stigma dikarenakan sikap kita. Jadi hati-hati dalam memberikan stigma pada orang lain, karena belum tentu juga kalau dia buruk, jangan jangan kita kurang lengkap dalam memperoleh informasi. Apalagi sekarang sering ada informasi yang hoax. Jadi waspadalah.. waspadalah..

    ReplyDelete
  61. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Stigma adalah persepsi yang menempel pada seseorang karena pengaruh lingkungannya.orang di sekelilingnya. Stigma akan terus muncul/terus melekat dalam diri oleh manusia jika bukan dari manusia itu sendirilah yang mulai menghadapinya. Stigma buruk akan terus menempel jika manusia tidak melawannya dengan membuktikan bahwa stigma tersebut tidak benar.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  62. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Dalam elegi ini perbatasan diibaratkan batas antara yang dikuasai dengan kebalikannya. Di dalam ilmu pun konflik perbatasan sangat bermakna karena manusia ketika mencari ilmu seperti berada di perbatasan antara yang diketahui dan tidak diketahui, dan agar mampu sukses dan memperoleh ilmu maka manusia perlu melampaui perbatasan tersebut, menggapai yang diketahui dan juga yang tidak diketahuinya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  63. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi ini, saya dapat belajar bahwa dalam hidup pasti akan konflik. Akan ada keburukan/ halangan yaitu stigma-stigma. Saat mendapati stigma ini, kita tidak perlu berlarut memikirnya dan memperkuat keburukan dari stigma ini sendiri. Hal yang perlu kita lakukan adalah dengan pikiran kritis dan hati yang bersih, kita ambil pelajaran dari stigma-stigma ini. Selain itu, kita juga bisa membalikkan stigma tersebut kepada sumbernya sehingga kita tidak akan menjadi terpuruk karena berlarut-larut memikirkannya.

    ReplyDelete