Oct 28, 2012

Kutarunggu Konflik Diperbatasan




Oleh Marsigit

Stigmagata:
Hei..siapakah yang berdiri didepanku. Engkau telah menghalangi jalanku. Kalau engkau mau ikutlah aku, tetapi jika tidak, menyingkirlah dari hadapanku.



Cantralya:
Siapakah dirimu juga. Engkau mau kemana, jika melewati jalan yang ini maka engkau harus sebutkan maksud dan tujuanmu.

Stigmagata:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Cantralya:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Stigmagata:
Whe..lha kenapa engkau cuma menirukan saja ucapanku?

Cantralya:
Engka telah memproduksi stigma untuk melemahkanku. Maka aku kembalikan saja stigmamu itu.

Stigmagata:
Kelihatannya engkau waspada.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang waspada.

Stigmata:
Whe..lha jawabanmu hanya kebalikan dari ucapanku saja.

Cantralya:
Kebalikan dari stigma itu stigma juga.

Stigmata:
Kelihatannya engkau berilmu.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang berilmu.

Stigmata:
Whe... jawabanmu mengulang yang terdahulu.

Cantralya:
Diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma.

Stigmata:
Engkau paham betul tantang diriku, padahal aku tidak mengetahuimu.

Cantralya:
Jangan lanjutkan perjalananmu. Aku tahu bahwa engkau akan mencari dan mencuri data ke Kutarunggu dan ke Hanuya. Maka enyahlah dirimu.

Stigmata:
Enyahlah dirimua

...
Enyahlah Cantralya..enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata

24 comments:

  1. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Kebalikan stigma adalah stigma juga. Maka sebaik-baiknya orang di dunia adalah berhati hati dengan langkah dan ucapan yang ia keluarkan. Karena semua itu adalah cerminan hidupnya di masa sekarang dan akan membawa pengaruh di masa depan. Baru satu stigma yang muncul, bagimana jika kita dikelilingi banyak stigma dengan beragam sifat? Baca baca dan baca untuk lebih memperdalam ilmu. Do’a, do’a, dan do’a untuk selalu mengingat Allah dan selalu sadar jika kita adalah ciptaanNya.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Stigma tetaplah stigma. Bahkan mau diulang, diingkar, dibalik, dan diapakan stigma akan tetap menjadi stigma. Maka kita harus senantiasa berhati-hati terhadap stigma. Kita harus senantiasa berpikir kritis dan membersihkan hati kita agar dapat terhindar dari stigma. Kita harus senantiasa waspada terhadap stigma. Dan karenanyalah kita harus senantiasa memohon ampunan dan perlindungan dari Allah SWT agar terhindar dari stigma.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika pandangan kita berbeda dengan orang lain, maka tidak jarang akan terjadi konflik antara diri kita dengan orang yang kita rasa berbeda dengan diri kita yang membuat kita membuat perbatasan antara diri kita dengan orang tersebut. sebagai manusia yang mempunyai karakteristik yang berbeda-beda hal itu sangatlah wajar. Masalahnya terletak bagaimana agar kita mampu menyelesaikan konflik yang terjadi tersebut agar tidak saling menjatuhkan.

    ReplyDelete
  4. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini menggambarkan bahwa sesungguhnya stigma merupakan hal yang berbahaya. Jika kita menerima saja stigma yang diberikan oleh orang lain maka secara tidak sadar kita telah menguatkan stigma tersebut. Maka dari itu, untuk dapat melawan stigma adalah membalikan stigma tersebut kepada sumbernya.

    ReplyDelete
  5. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Cap/persepsi negatif seseorang atau golongan akan kehidupan kita atau kegiatan yang kita lakukan. stigma bisa menjadi percikan semangat hidup kita bila kita memahami arti hidup ini, namun banyak orang yang menjadikan stigma sebagai penghambat hidup kita. Banyak orang yang hidup dalam naungan stigma yang berakibat hidup selalu terkekang oleh stigma dan bagaikan hidup dalam penjara. Sesungguhnya sangat nikmat bila kita selalu berdampingan dengan stigma sehingga kita bisa memaknai hidup kita secara mudah.

    ReplyDelete
  6. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Konflik dapat terjadi ketiga masing-masing saling menganggap unggul diri sendiri ataupun menganggap orang lain lebih rendah dari dirinya. Selain itu juga dapat terjadi ketika seseorang melewati batasannya. Maka untuk menghindari konflik, pahamilah ruang dan waktu masing-masing. Jangan melewatinya jika tidak maka kehidupan yang kita jalani tidak akan terasa nyaman, selain itu akan banyak musuh yang kita miliki.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  7. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Stigmata memproduksi stigma untuk melehkan cantralya. Namun Cantralya membalas ucapan stigmata dengan cerdik. Ia berusaha agar terhindar dari stigma dengan selalu waspada, menggunakan ilmunya serta berpikir dengan kritis.Oleh karena itu untuk melawan keburukan kita harus selalu berusaha berpikir kritis untuk bisa memilah mana yang baik dan yang buruk serta kita harus memiliki hati yang kuat.

    ReplyDelete
  8. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Ketika suatu stigma telah melekat pada golongan orang tertentu kemudian muncul stigma yang lain dan bertentangan dengan stigma yang sudah ada, maka akan timbul perdebatan dan perselisihan. Bagaimana manusia hendaknya menyadari bahwa, tiadakesempurnaan dalam dirinya, keterbatasan berpikirnya sehingga stigma yang ada tidaklah mutlak benar, dan stigma baru yang adapun juga tidak mutlak benar, perlunya sifat saling mengoreksi dan mawas diri diharapkan mampu meminimalisisr perselisihan yanga ada.

    ReplyDelete
  9. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pilihan. Dalam hidup semuanya pilihan bahkan sampai hal yang paling kecil dan paling sederhana sekalipun semuanya adalah pilihan. Contoh sederhananya: mau pakai baju yang mana ya; mau makan apa ya; mau lewat jalan yang mana ya; mau belok kiri atau kanan ya. Dalam menghadapi sekian banyak pilihan yang ada dalam perjalanan hidup tentunya banyak sekali hal-hal yang kemudian membuat bingung/bimbang mau menentukan pilihan yang mana yang akan diambil dan dilakukan, terlebih jika pilihan-pilihan besar yang sedang dihadapi. Dibutuhkan keikhlasan, kesabaran dalam menjalaninya (melawan stigma-stigma yang ada). Jika kesemuanya sudah diputuskan dan dijalani tinggal berdoa dan berserah diri kepasa Sang Maha Pencipta kehidupan agar apa yang terjadi selanjutnya adalah yang terbaik.

    ReplyDelete
  10. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Stigma ingin selalu diikuti, ia tidak mau diikuti dan dihalangi, ia hanya tahu untuk jalan terus. Catralya selalu mempersilahkan orang lain untuk mendahuluinya, asalkan dengan sopan, meminta ijin terlebih dahulu. Pilihan ada ditangan orang yang lewat, ingin seperti stigma atau seperti catralya.

    ReplyDelete
  11. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna.
    Untuk mencegahnya kita sebagai manusia perlu mengetahui potensi hidup kita sebagai manusia dan terus menggali potensi yang kita miliki. Semakin banyak potensi yang kita miliki makin besar pula peluang hidup kita untuk menuju ke arah yang cerah dan terhindar dari keterpurukan.

    ReplyDelete
  12. Junianto
    PM C
    17709251065

    Pada postingan ini masih dibahas tentang stigma yang merupakan sebuah keburukan yang harus dihindari. Kemudian sering disampaikan Prof bahwa perbatasan adalah tempat orang menuntut ilmu. Perbatasan antara baik dan buruk, perbatasan antara tahu dan tidak tahu, perbatasan antara pintar da bodoh, dsb. Sebenar-benar orang yang sedang belajar adalah berada di perbatasan antara bodoh dan pintar. Maka, semua orang dalam kehidupan ini sebenarnya sedang berada dalam perbatasan. Contoh lain adalah ketika orang yang biasanya dikenal baik dan jujur, pada suatu ketika ia melakukan perbuatan yang melanggar peraturan. Ini menunjukkan bahwa ia sedang berada di perbatasan dan juga menunjukkan bahwa ia adalah manusia biasa.

    ReplyDelete
  13. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Lawan dari stigma adalah stigma. Beginilah hidup jika tidak didasari dengan ilmu. Semuanya berisi asumsi. Stigma yang kita benci, kita lawan dengan stigma yang berkebalikan dengannya. Kita lawan stigmadengan stigma. Hingga tidak ada bedanya kita dengan pembuat stigma awal. Sama-samalah kita sebagai pembuat stigma. Sebagaimana kehidupan kita, kita melihat banyak berita hoax yang bertebaran, namun untuk melawannya kita tidak melawan dengan ilmu atau kebenaran, justru kita melawannya dengan menebar berita hoax yang lain.

    ReplyDelete
  14. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Manusia saling memberi prasangka satu sama lain. "Kelihatannya" menggambarkan bagaimana manusia berpersepsi. Persepsi dari masing-masing orang ini berbeda satu sama lain. Hal ini ini meyebabkan banyaknya dugaan yang muncul dalam kehidupan manusia. Pada akhirnya manusia akan saling menduga mengapa dan bagaimana suatu hal dapat terjadi. Perbedaan dugaan yang muncul ini dapat menjadi boomerang karena dikalahkan oleh stigma yang melebur dalam pendugaan sehingga timbul perselisihan, peperangan bahkan kekacauan dimana-mana.

    ReplyDelete
  15. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Stigma adalah musuh bagi kehidupan damai. Walaupun tidak selalu berarti negatif, namun perkembagnannya selalu dikatikan dengan keburukan dan ketidakharmonisan. Jika kita mendukung suatu stigma yang telah dibuat-buat oleh seseorang maka secara tidak langsung kita telah menimbbulkan kerugian bagi pihak lain. Stigma berkembang karena pikiran manusia yang terlalu dangkal dan amat sangat mudah dipengaruhi.

    ReplyDelete
  16. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Dari postingan di atas dapat disimpulkan bahwa stigma baik diulang, diingkar, dibalik, stigma tetaplah sebuah stigma yang tidak ada gunanya justru merugikan kedua belah pihak yang sedang berselisih atau saling berstigma.

    ReplyDelete

  17. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Memang seperti itulah sifat dasar stigma, stigma terciptakan untuk melemahkan seseorang dengna hanya sebuah perkiraan “kelihatannya” atau bukan suatu kenyataan namun hanya persepsi belaka yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu, untuk mengalahkan orang yang suka membuat stigma, maka kembalikan saja stigma itu dan dia akan merasa lemah juga.

    ReplyDelete
  18. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya menganalogikan dengan kehidupan yang mana kita sering menghadapi masalah dari orang yang sering kali mengganggu kehidupan kita. Namun, dari situ kita harusnya belajar yaitu bagaimana mengambil nilai positif dari orang tersebut. Pun demikian dengan meluruskan niat. Kita melakukan ini itu hanya sebagai upaya kita mengabdi padaNya. Maka memohon ampun atas kesalahan niat belum terlambat. Ampuni kami yang sering lalai dalam melakukan kompetisi ini. luruskan niat dan ikhlaskan hati. Bismillah.

    ReplyDelete
  19. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk menjaga dari berbagai macam keburukan, harus memiliki hati yang bersih dan pikiran yang jernih, harus memiliki ilmu dan iman. Jangan sampai hati dan pikiran kita dipermainkan oleh hal-hal yang negatif, karena hal yang negatif hanya akan menggerogoti setiap pikiran dan hati kita untuk selalu melakukan hal-hal yang tidak baik.

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sesungguhnya manusia sedang ada di perbatasan. Yang membedakan manusia yang satu dan yang lainnya dalah keputusannya. Manusia yang beruntung adalah mereka yang mengambil jalan kebaikan dalam kehidupan, dimana potensinya diarahkan kepada hal-hal yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Sebaliknya orang yang merugi adalah mereka yang menjalani kehidupan tanpa mempertimbangkan baik buruknya keputusannya namun hanya menuruti kesenangan dunia sehingga tidak jarang mereka termakan stigma.

    ReplyDelete
  21. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Ketika pikiran kita sudah terbatas atau berada di pernatasan maka yang dipikirkan hanyalah (mengarah) pada stigma. Stigma sudah terbentuk terlebih dahulu tanpa adanya pembuktian atau penelitian. Stigma tak ubahnya label yang datangnya bisa dari masyarakat atau anggapan diri sendiri. Jika stigma itu suatu kebenaran, maka sesungguhnya itu hanyalah kebetulan belaka. Maka dari itu jangan langsung menstigma tanpa berfikir dan mempertimbangkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  22. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Jika kita memberikan stigma kepada orang lain tanpa melakukan kroscek terlebih dahulu maka sebenarnya kita juga mendapat stigma dikarenakan sikap kita. Jadi hati-hati dalam memberikan stigma pada orang lain, karena belum tentu juga kalau dia buruk, jangan jangan kita kurang lengkap dalam memperoleh informasi. Apalagi sekarang sering ada informasi yang hoax. Jadi waspadalah.. waspadalah..

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Stigma adalah persepsi yang menempel pada seseorang karena pengaruh lingkungannya.orang di sekelilingnya. Stigma akan terus muncul/terus melekat dalam diri oleh manusia jika bukan dari manusia itu sendirilah yang mulai menghadapinya. Stigma buruk akan terus menempel jika manusia tidak melawannya dengan membuktikan bahwa stigma tersebut tidak benar.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Dalam elegi ini perbatasan diibaratkan batas antara yang dikuasai dengan kebalikannya. Di dalam ilmu pun konflik perbatasan sangat bermakna karena manusia ketika mencari ilmu seperti berada di perbatasan antara yang diketahui dan tidak diketahui, dan agar mampu sukses dan memperoleh ilmu maka manusia perlu melampaui perbatasan tersebut, menggapai yang diketahui dan juga yang tidak diketahuinya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete