Oct 28, 2012

Kutarunggu Konflik Diperbatasan




Oleh Marsigit

Stigmagata:
Hei..siapakah yang berdiri didepanku. Engkau telah menghalangi jalanku. Kalau engkau mau ikutlah aku, tetapi jika tidak, menyingkirlah dari hadapanku.



Cantralya:
Siapakah dirimu juga. Engkau mau kemana, jika melewati jalan yang ini maka engkau harus sebutkan maksud dan tujuanmu.

Stigmagata:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Cantralya:
Kelihatannya aku sedang bertemu dengan orang yang membawa kuasa atau diberi kuasa atau sedang berkuasa atau sok kuasa. Jika engkau memang kuasa maka usirlah diriku jika engkau bisa.

Stigmagata:
Whe..lha kenapa engkau cuma menirukan saja ucapanku?

Cantralya:
Engka telah memproduksi stigma untuk melemahkanku. Maka aku kembalikan saja stigmamu itu.

Stigmagata:
Kelihatannya engkau waspada.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang waspada.

Stigmata:
Whe..lha jawabanmu hanya kebalikan dari ucapanku saja.

Cantralya:
Kebalikan dari stigma itu stigma juga.

Stigmata:
Kelihatannya engkau berilmu.

Cantralya:
Kelihatannya engkau kurang berilmu.

Stigmata:
Whe... jawabanmu mengulang yang terdahulu.

Cantralya:
Diulang, diingkar, dibalik maka sebuah stigma tetaplah stigma.

Stigmata:
Engkau paham betul tantang diriku, padahal aku tidak mengetahuimu.

Cantralya:
Jangan lanjutkan perjalananmu. Aku tahu bahwa engkau akan mencari dan mencuri data ke Kutarunggu dan ke Hanuya. Maka enyahlah dirimu.

Stigmata:
Enyahlah dirimua

...
Enyahlah Cantralya..enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah...Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah....Stigmata...enyahlah....Cantralya...enyahlah Stigmata...enyahlah Cantralya...enyahlah Stigmata

42 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam pikiran dan hati kita terdapat kontradiksi untuk memikirkan dan melakukan hal-hal yang baik atau buruk. Saat hendak melakukan keburukan kita menyadari bahwa masih ada hal baik yang bisa dilakukan. Sebaliknya saat melakukan kebaikan, kita seolah-olah dihantui untuk mengabaikan kebaikan yang akan kita lakukan. Pergolakan batin, pikiran dan hati untuk memilih sesuatu yang baik atau buruk yang akan kita lakukan. Jika hal seperti ini terjadi, kita hendaknya memilih mana yang harus kita pilih dengan berserah diri kepada Allah Swt tuhan yang maha kuasa..

    ReplyDelete
  2. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kehidupan selalu memberikan pilihan. Ada baik-jahat, lurus-belok, iya-tidak, maju-mundur, terang-gelap, dan masih banyak pilihan yang kontradiktif lainnya. Dalam menentukan pilihan tersebut, tak jarang kita digandrungi rasa bimbang. Seperti halnya elegi di atas yang menceritakan tentang stigmata dan cantralya yang keduanya kontradiktif. Untuk menghadapi hal tersebut tentunya kita membutuhkan prinsip yang kuat, pikiran bijak, dan fokus pada tujuan akhir.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Disetiap langkah yang kita langkahkan akan dipenuhi dengan keraguan, apakah kita akan berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Karena dalam diri kita, kita dibekali dengan hal-hal yang baik dann hal-hal yang buruk. Juga kita diberi bisikan yakni bisikan baik dari malaikat dan bisikan buruk dari syetan. Maka agar tidak ada keraguan dalam melangkah berlindunglah kepada Allah, dekatkan diri kepadanya sehingga kita selalu berada di jalan yang benar.

    ReplyDelete
  4. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dari tulisan di atas saya menemukan intisari bahwa stigma negative dari luar tidak harus diikuti untuk menjebak diri kita teperosok ke hal yang merugikan. Stigma hanya lah sebuah pikiran yang adaa dibenak kita. Stigma buruk yang ada di dalam pikiran harus dilawankan. Sesuatu stigma yang negative dilawankan akan menghasilkan lawan dari stigma negative itu sendiri.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari elegi ini terlihat jelas pertentangan antara Stigma dan Cantralya dalam kehidupan sering kita sebut kontradiksi. SImpel saja kontradiksi bisa dari hati kita sendiri, kadangkala apa yang kita ucap tidak sama dengan hati kita itu bisa jadi kontradiksi kecil dalam hati. Sebelum berucap maka damaikanlah mulut dan hati agar mereka seiringan.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    hati, pikiran, dan tindakan alangkah baiknya berjalan dengan seibang atau beriringan. seimbang ini adalah dengan tidak terllau memikirkan hal-hal negatif dan keraguan. hati yang tenang, piiran yang jernih, serta tindakan yang baik yang akan melawan stigma yang ada pada diri manusia.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Stigmata memproduksi stigma untuk melehkan cantralya. Namun Cantralya membalas ucapan stigmata dengan cerdik. Ia berusaha agar terhindar dari stigma dengan selalu waspada, menggunakan ilmunya serta berpikir dengan kritis.Oleh karena itu untuk melawan keburukan kita harus selalu berusaha berpikir kritis untuk bisa memilah mana yang baik dan yang buruk serta kita harus memiliki hati yang kuat.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Memang seperti itulah sifat dasar stigma, stigma terciptakan untuk melemahkan seseorang dengna hanya sebuah perkiraan “kelihatannya” atau bukan suatu kenyataan namun hanya persepsi belaka yang belum tentu kebenarannya. Oleh karena itu, untuk mengalahkan orang yang suka membuat stigma, maka kembalikan saja stigma itu dan dia akan merasa lemah juga.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Stigma ingin selalu diikuti, ia tidak mau diikuti dan dihalangi, ia hanya tahu untuk jalan terus. Catralya selalu mempersilahkan orang lain untuk mendahuluinya, asalkan dengan sopan, meminta ijin terlebih dahulu. Pilihan ada ditangan orang yang lewat, ingin seperti stigma atau seperti catralya.

    ReplyDelete
  10. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Stigma tetaplah stigma. Mau diubah atau di balik seperti apapun akan tetap menjadi stigma selama paradigma lingkungan juga masih belum bisa berubah. Stigma dapat membuat individu kehilangan kepercayaan diri dan menimbulkan diskriminasi (Goffman, 1961).

    ReplyDelete
  11. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Stigma terdiri dari 2 komponen dasar, yaitu pikiran dan hati. Stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih. Jika kita terjebak dalam stigma, kita bisa menjadi orang yang sombong, orang yang merasa paling segalanya, orang yang merasa berkuasa. Oleh karenanya, dalam batas pikiran kita antara pikiran yang tidak kritis dan pikiran kritis, dan dalam batas hati kita antara hati yang tidak bersih dan hati bersih, selalu lah berdoa kepada Tuhan, agar selalu dijaga oleh-Nya, agar selalu dilindungi oleh-Nya, agar selalu dijauhkan dari kesombongan dan mitos-mitos yang ada.

    ReplyDelete
  12. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Stigma merupakan hukuman sosial yang ditujukan kepada seseorang dikarenakan ada sesuatu hal yang berbeda dari biasanya dan cenderung sebagai hal yang memalukan dan aib. Dan mereka yang merasa distigma akan merasa terbuang dan secara tidak langsung dicap sebagai pendosa. Kalau sudah begitu, betapa stigma tiu lebih berdosa dari dosa itu sendiri. Sudah saatnya kita semua menghapus stigma. Karena bagaimanapun juga, kemunculan stigma tidak akan mengubah suatu apapun menjadi lebih baik, justru semakin memperburuk keadaan. Sudah saatnya kita bersama-sama bergandengan tangan dan mengubah masalah yang tadinya milik personal menjadi masalah bersama. Dan disini rasa kemanusiaan itu difungsikan, berbagi kebaikan antar sesama, itulah keindahan.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Seperti apa manusia dapat dilihat dari bagaimana rasa "welas asih didalam dirinya" baik untuk mengasihi diri sendiri atau lingkungan sekitarnya.
    Spiritual menjadi hal yang sangat penting perlu dibangun dalam diri manusia agar manusia terhindar dari sisi buruk. T
    etapi memiliki spirtual bukan berarti tidak memiliki sisi buruk, bahkan adapun mereka memiliki spiritual tetapi tidak memiliki rasa "welas asih" (belas kasih) atau kelembutan hati dan sikap didalm dirinya, maka tak menjadi arti spiritual yang ada dalam dirinya.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Perbatasan tentulah memiliki sifat yang memuat kedua unsur yang dibatasi. Stigma yang selama ini dianggap sebagai hasil pikiran yang kalut dan hati yang kotor. Namun bagaimanapun jika dalam perbatasan, tentu sulit untuk mutlak menolak stigma. Dalam usahanya penolakan terhadap stigma masih dipengaruhi oleh stigma itu sendiri. Sehingga dalam perbatasan pasti rentan dengan konflik yang disebabkan oleh kebingungan itu sendiri. Sehingga sebenarnya perbatasan itu sendiri sebenarnya adalah stigma, yang memiliki pikiran kalut dan hati yang kotor. Semoga kita bukan menjadi orang yang tanggung dalam menolak stigma, namun benar-benar menghilangkan stigma.

    ReplyDelete
  15. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ada konflik di perbatasan. Konflik antara Stigmagata dan Cantralya. Mereka merasa diri mereka adalah hebat. Dan sesungguhnya pada diri mereka ada stigma yaitu rasa sombong. Stigma dapat melenyapkan seseorang dan menjatuhkannya pada jurang yang dalam. Kedunya telah enyah dari kehidupan karena memiliki stigma negatif.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Hidup ini penuh dengan kontradiksi. Dimana ada jalan menuju kebaikan disitu pulalah terdapat jalan menuju kesesatan. Hal tersebut terlihat pada elegi di atas. Dimana ada cantralya disitulah ada stigmata. Pikiran di antara keduanya sangat berlawanan. Sepandai – pandainya hidup adalah ia yang dapat memilih ke mana ia akan melangkah. Apakah akan menuju kepada cantralya ataukah stigmata.

    ReplyDelete
  17. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini bisa saja saya memandang tentang penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. yang harus kita pahami, Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna. Sehingga secara tidak langsung kita sudah terjerumus ke stigma yang ada dalam masyarakat. Untuk mencegahnya kita sebagai manusia perlu mengetahui potensi hidup kita sebagai manusia dan terus menggali potensi yang kita miliki. Semakin banyak potensi yang kita miliki makin besar pula peluang hidup kita untuk menuju kearah yang cerah dan terhindar dari stigma-stigma masyarakat.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut mengajarkan bahwa kadang kala keragu – raguan menghampiri perjalanan hidup kita. Ada banyak jalan yang harus dilalui. Hendaknya jalan yang kita pilih merupakan jalan untuk menuju pada arah tujuan hidup kita. Perlu memiliki prinsip yang kuat untuk dapat tetap bertahan pada jalan yang kita pilih. Maka dari itu tetaplah yakin pada hal yang benar dan jangan ragu – ragu. Stigma tetap merupakan stigma, maka sebaiknya menciptakan stigma yang baik agar selanjutnya juga berada pada jalan yang benar.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam kehidupan ini, seringkali stigma yang sifatnya negatif melanda hati atau pikiran kita. Ketika stigma telah meracuni pikiran kita, maka seseorang akan susah untuk berpikiran jernih dan akan bertolak belakang dengan apa yang ada di hati kita. Sehingga dengan demikian apabila kita menghadapi masalah maka kita akan melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku. Oleh karena kita harus senantiasa waspada, berikhtiar, dan berdoa agar kita selalu berada dalam lindungan Allah SWT sehingga dalam menjalani kehidupan kita bisa terhindar dari stigma-stigma negatif yang ada yang dapat merusak tatanan kehidupan baik itu kehidupan beragama maupun kehidupan sosial.

    ReplyDelete

  20. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Judul tulisan ini adalah Konflik. Konflik terjadi karena adanya perbedaan, bisa karena perbedaan pendapat, perbedaan suku, perbedaan ras maupuan hal lainnya. Pada intinya konflik yang diceritakan dalam elegi ini adalah tentang pengaruh baik dan buruk. Stigmagata ingin menyebarkan pengaruh buruknya melalui stigma, namun datanglah Cantralaya yang berusaha menghalanginya. Jadi saya maknai di sini bahwa Cantralaya adalah kebaikan karena berusaha untuk melindungi diri sari pengaruh buruk si stigma. Menurut saya implementasinya dalam kehidupan manusia di dunia ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan coba melindunginya sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis. Maka yang paling di sini adalah bagaimana kita mampu untuk menjadikan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hidup adalah pilihan. Mungkin ini dapat menggambarkan artikel tersebut. Kita tahu bahwa dalam hidup itu akan selalau ada piliha. Tinggal kita akan emmilih nya seperti aapa. Dan tentunya dengana danaya pilihan maka hidup pasti ada sebab dan akibat. Ini akan berdampak dengan pilihan kita bahwa sebab dan akibat ini akan terjadi jika kita memilih yang ini atau yang itu.

    ReplyDelete
  22. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Stigma datang untuk menghancurkan hidup kita, stigma datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, maka untuk menghindari para stigma adalah dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Karena stigma selalu datang dengan membawa pertentangan kepada diri kita, maka kita patut berwaspada terhadap stigma-stigma. Semoga hidup kita dijauhkan dengan stigma jahat dengan senantiasa menjaga pikiran kita agar selalu berpikir kritis dan menjaga hati dalam keadaan ikhlas.

    ReplyDelete
  23. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Selama dalam masa hidupnya di dunia manusia senantiasa melakukan banyak hal. Seperti senantiasa mencari ilmu.
    Semakin dewasa pemikiran manusia, maka semakin banyak yang dipikirkan, semakin banyak ilmu yang didapatkannya, semakin banyak hal-hal baik yang menjadi tujuan hidupnya serta sekiranya semakin bijaklah dia dalam hal apapun. Dalam proses untuk mencapai tujuan hidupnya, manusia yang berilmu selalu berjalan dengan hal yang baik dan buruk, hal buruk salah satunya adalah stigma.
    Selalu terjadi stigma pada manusia yang sudah belajar.

    ReplyDelete
  24. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Akan tetapi jika potensi itu terus dipendam maka manusia tersebut hanyalah menjadi manusia yang tak berguna, implementasinya dalam kehidupan manusia di dunia adalah pikiran diumpamakan sebagai stigmagata sedangkan hati diumpakan sebagai Cantralaya. Ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan coba melindunginya sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis.

    ReplyDelete
  25. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah sebenar-benarnya ilmu adalah kontradiksi. Untuk melawan stigma haruslah dengan stigma juga. Bukan hanya mengiyakan stigma, namun melawan balik stigma dari stigma. Apa itu setigma dari stigma? Cobalkah renanugnkan dalam hati. Tetaplah berpegang teguh kepada tuhan dan mintalah ampun atas segala perbuatan diri.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini terlihat bahwa stigmagata yang diremehkan oleh Cantralya karena Stigmagata yang selalu sombong dan meremahkan orang lain, maka ia membalasnya dengan pintar. Cantralya bisa mengalahkan Stigmagata pasti karena ia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas serta ia menggunakan pemikiran kritisnya.

    ReplyDelete
  27. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam hidup selalu ada kebaikan dan keburukan. Selalu ada unsure yang sama, tak sama, beda tak beda, yang semakin dipikirkan merujuk pada apa yang ada dan yang mungkin ada. Semua hal yang berkotradiksi ini akan selalu kita hadapi dalam kehidupan kita, terkadang saat kita melakukan keburukan, kita menyadari bahwa ada hal baik yang dapat dilakukan, dan saat melakukan kebaikan, terkadang kita tergoda untuk melakukan hal-hal yang buruk. Hal ini akan terus terjadi selama kita hidup di dunia. Maka hendaklah kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam perencanaan dan kegiatan kita sehingga kita dapat memilih hal yang baik.

    ReplyDelete
  28. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Memang seperti itulah sifat dasar stigma, stigma terciptakan untuk melemahkan seseorang dengan hanya sebuah perkiraan “kelihatannya” atau bukan suatu kenyataan namun hanya persepsi belaka yang belum tentu kebenarannya. Ada beberapa faktor penyebab berkembang atau tidaknya potensi hidup manusia. Antara lain dengan niat dari manusia itu sendiri. Apabila diikuti dengan tekad yang kuat maka tidak ada kata tak mungkin berbagai macam kemampuan dapat mereka kuasai. Kita perlu mengetahui potensi hidup kita sebagai manusia dan terus menggali potensi yang kita miliki. Semakin banyak potensi yang kita miliki makin besar pula peluang hidup kita untuk menuju kearah yang cerah dan lebih baik.

    ReplyDelete
  29. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kesombongan akan dihancurkan oleh kebaikan dan setiap apa yang kita perbuat pasti ada konsekuensinya. Wawasan dan ilmu yang luas, serta hati dan pikiran yang tenanglah yang dapat mengalahkan kesombongan. Sombong tidak akan memperoleh apa-apa kecuali hanya derita. Oleh karena itu, tanamkan kebaikan kepada setiap orang meski sedikit namun pasti akan kau tuai di kemudian hari.

    ReplyDelete
  30. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam “Kutarunggu konflik diperbatasan” ini membicarakan tentang hal-hal yang terdapat dipikiran manusia. Ketika stigma buruk sedang meracuni pikiran, terkadang kita tidak mudah untuk berpikir jernih dan cenderung terjebak dalam stigma tersebut sehingga terjadi konflik antara hati dan pikiran. Dalam hati kita tidak ingin berpikir seperti itu namun disisi lain kita sudah terlanjur termakan oleh mitos-mitos yang beredar. Sehingga sebagai manusia yang memiliki pikiran dan iman, kita harus lebih berhati-hati dalam mengamil keputusan.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Manusia memiliki dua sifat yang saling bertentangan atau berkebalikan, yaitu sifat Baik dan buruk. Tidak akan selamanya manusia melakukan hal yang selalu baik, namun juga yang buruk. Ada waktunya seorang melakukan hal baik dan ada waktunya seorang manusia melakukan hal buruk. Hati bisa menjadi tempat kebaikan seperti iman, takwa, kasih sayang dan berbagai hal positif lainnya. Namun kadang juga terselip beberapa keburukan. Jika kebaikan menguasai hati, maka orang tersebut akan menjadi pribadi yang beriman dan bertakwa. Begitu pula sebaliknya. Karena keadaan hati yang mudah terbolak-balik dari kebaikan ke keburukan. Hati harus dijaga dari penyakit hati sehingga hati kita tetap bersih, penuh keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  32. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ketika stigma buruk berusaha meracuni pikiran kita, terkadang kita tidak dapat berpikir jernih dan cenderung terjebak dalam stigma tersebut sehingga terjadi konflik antara hati dan pikiran. Dalam hati kita tidak ingin berpikir seperti itu namun disisi lain kita sudah terlanjur termakan oleh mitos-mitos yang beredar di ambang batas pikiran kita. Oleh karena itu, berpikir kritis sangat diperlukan disini. Berpikir kritislah sebelum melakukan suatu tindakan, membuat keputusan atau dalam menerima pembaharuan agar tidak terjebak dalam stigma buruk. Jadikan hati sebagai komandan, selalu membentengi hati dengan ikhtiar dan doa, karena itu bisa membantu kita untuk menyelaraskan olah hati dan olah pikir kita.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Stigma dan Cantralya merupakan gambaran perdebatan yang sering terjadi dalam pikiran manusia. Stigma merupakan gambaran perbuatan yang buruk dan kotor. Namun, ketika dia berada di perbatasan pikiran manusia, maka manusia itu sebenarnya sudah terperangkap oleh stigma. Seseorang harus mengambil keputusan untuk selalu mencapai kebaikan dan menghindari keburukan. Begitu juga melalui gambaran dalam elegi ini manusia harus mampu menolak stigma, dan membulatkan niat (di perbatasan) untuk menghindari perbuatan yang buruk dan kotor.

    ReplyDelete
  34. Dalam menghadapi segala hal kita harus menggunakan akal pikiran yang bersih. Jangan sampai terjerumus kepada stigma. Pikiran yang bersih dan cerdas akan menghindarkan atau melawan dari stigma. Ketika stigma membuat tesis maka kita harus membuat antitesisnya.

    ReplyDelete
  35. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Stigma yang berbaur pada hal negatif selalu datang dalam kehidupan untuk melemahkan kondisi kita dalam melangkah. Stigma sering menjadi permasalahan bagi diri kita sendiri apakah akan dilakukan atau tidak. Permasalahan terhadap stigma dalam diri bisa berupa perdebatan antara hati dan pikiran untuk merasakan dan memikirkan secara mendalam tentang dilakukan selanjutnya atau tidak.

    ReplyDelete
  36. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas saya mendapat pelajaran bahwa jangan mengucapkan kata dengan sembarangan. Lebih baik dipikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Karena diri kita ini bisa saja hanya kontradiksi. Sehingga apa yang kita ucapkan belum tentu sama dengan apa yang ada dalam diri kita. Sehingga berhati – hatilah. Dan selalu mohon ampun kepada Tuhan YME

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca Kutarunggu Konflik Diperbatasan, saya mendapatkan pelajaran bahwa maksud dan tujuan hidup itu sangat penting tetapi terkadang dalam menjalani sebuah kehidupan pasti ditemui beberapa masalah dan godaan yang membuat kita terjerumus dan terjebak dalam sebuah pikiran yang tidak jernih, hati yang kotor, kesombongan, ketidakikhlasan dan sebagainya.

    ReplyDelete
  38. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Stigma tercipta dengan tujuan melemahkan pendirian seseorang melalui opini belaka yang belum tentu kebenarannya. Untuk mengalahkan orang yang berusaha membuat pendapat kita goyah, kembalikan saja apa yang mereka bicarakan, niscaya mereka akan menjadi lemah dengan sendirinya.

    ReplyDelete
  39. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Dalam kehidupan manusia di dunia, pikiran manusia diumpamakan stigmagata sedangkan hati diumpamakan cantralaya. Ketika pikiran mudah dipengaruhi oleh keadaan-keadaan di luar diri untuk menjadi negatif maka hati akan mencoba untuk melindungi sehingga nantinya pikiran akan berpikir kembali secara kritis. Sehingga kita sebagai manusia berusaha untuk mengolah hati dan pikiran agar bisa terhindar dari pengaruh negatif yang akan menjerumuskan diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  40. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Lingkungan mempunyai pengaruh sangat besar dalam membentuk dan menentukan perubahan sikap dan perilaku seseorang, terutama pada generasi muda dan anak-anak. Bukankah kisah pembunuh 99 nyawa manusia yang akhirnya lengkap membunuh 100 nyawa itu berawal dari pengaruh buruknya lingkungan? Sehingga, nasihat salah seorang ulama supaya pembunuh tersebut mampu bertaubat dengan tulus dan terlepas dari jeratan kelamnya dosa, ialah agar ia meninggalkan lingkungan tempatnya bermukim dan pindah ke suatu tempat yang dihuni orang-orang baik yang selalu beribadah kepada Allah. Stigma adalah godaan buruk yang ditiupkan oleh setan ke dalam hati dan pikiran manusia. Stigma dapat dihalangi dengan hati dan pikiran yang bersih. Namun, apabila berada di lingkungan yang negatif. Seseorang akan cenderung mengikuti stigma. Maka selain memperbaiki diri dari dalam, juga harus meninggalkan lingkungan yang negatif.

    ReplyDelete
  41. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Stigma akan terus berusaha untuk mengganggu kita. Berbagai macam cara dan dari segala arah akan terus dilakukan oleh stigma untuk merusak pikiran dan hati kita. Agar kita terhindar dari stigma maka kita harus tingkatkan pikiran kita agar lebih kritis dan berdoa kepada Allah agar hati kita menjadi ikhlas. Jika kita memiliki pikiran yang kritis dan hati yang bersih maka stigma-stigma yang datang menyerang pun akan hilang. Insya Allah.

    ReplyDelete