Oct 10, 2012

Referensi tentang Matematika yang Kontradiktif




Ass Wr Wb

Berikut saya forwardkan Referensi tentang Matematika yang Kontradiktif, yang dikonekkan oleh ERNI GUSTIEN VIRGIANTI PPS UNY 2011 PMAT A(11709251046)
sebagaiberikut:

http://www.marxist.com/reason-in-revolt-bab-16-matematika.htm


Silahkan Ujilah seberapa jauh referensi diatas mempunyai bobot Filsafat?

Selamat mencoba dan membaca.

Wss Wr Wb

Marsigit

5 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Ketika dulu belum mempelajari filsafat dan sekarang sudah dan masih terus mempelajari filsafat, banyak sekali perbedaan yang saya rasakan. Dalam filsafat, terdapat hal-hal yang mungkin pada disiplin ilmu lain tidak di bahas sedangkan di sini di bahas secara luas dan mendalam. Hal sekecil apapun akan menjadi sesuatu yang menarik jika kita berbcara tentang filsafat. Termasuk matematika. matematika dengan filsafat mungkin tidak dapat dipisahkan lagi, kedunya berkaitan sangat erat dan saling mempengaruhi dalam perkembangannya. filsafat menemukan bahwa matematika itu kontradiktif. Yaaa, hal itu mungkin saja karena kita hidup di dunia. matematika juga kita pelajari di dunia. sebagaimana yang kita ketahui bahwa dunia itu terikat ruang dan waktu sehingga akan bersifat kontradiktif.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Matematika sebagai sumber dari segala ilmu harus mampu dijelaskan secara materil dan melibatkan satu tingkat abstraksi dari dunia realitas. Dengan begitu maka matematika akan menjadi sesuatu yang bermakna jika dipelajari. Matematika adalah suatu kontradiktif jika kita memandang bahwa matematika ada dengan pengetahuan awal yang dialami para ahli dan mengalami perkembangan yang sangat pesat hasil dari adalah suatu kontradiksi yang ada pada matematika. Matematika menjadi suatu pokok soal yang dipertimbangkan secara cermat dan dengan penuh perhatian. Pemikiran filsafati juga bersifat reflektif dalam arti menengok diri sendiri untuk memahami bekerjanya budi itu sendiri. Membantah asumsi orang tentang matematika, bahwa matematika adalah ilmu khayal, abstrak dan tidak nyata,karena matematika hanya ada di dalam pikiran. seperti asal mula banyak bilangan yang mengikuti banyak jari pada manusia, angka romawi, sistem desimal, ketakberhinggan, dan lain lain. karena berdasarkan sejarah matematika(yang termuat dalam artikel tersebut)menyebutkan bahwa masalah matematika beserta penyelesaiannya timbul dari kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  3. Nurul Faizah
    14301241022
    Pendidikan Matematika A 2014 (S1)

    Terima kasih atas referensinya Prof. Dari sini saya menjadi tahu bahwa matematika memang sangat terikat dengan ruang dan waktu. Dan memang benar bahwa matematika adalah ratu dari segala ilmu.

    ReplyDelete
  4. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang dibagikan lewat link tersebut. Benar-benar menjadi tambahan ilmu bagi saya.
    Berdasarkan pemahaman saya setelah membaca link tersebut, saya melihat bahwa matematika tidak hanya bersifat material saja ataupun bersifat abstrak saja. Menjadi satu pembelajaran, bahwasanya selama ini beberapa ahli matematika lebih menekankan sifat abstraksi dalam belajar matematika. Padahal sebelum hadirnya rumus-rumus yang dinilai baru dan mumpuni, cara-cara material lah yang digunakan dalam bermatematika. Bahkan ketika saat ini dunia digempur rumus-rumus hebat dan berbagai jalan yang diperoleh melalui abstraksi, "metode material" tetap digunakan. Bukan bermaksud untuk mengunggulkan metode material yang tidak lekang oleh waktu, tetapi hanya inggin mengajak berdiskusi, bahwa dunia ini adalah keseimbangan, ada material dan ada abstraksi. terimakasih, telah diberikan kesempatan untuk berpendapat dalam forum ini.

    ReplyDelete
  5. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya memang tak banyak mengerti soal matematika, ketika membaca referensi di atas saya hanya banyak melongo mencoba memahami yang disampaikan dalam artikel tersebut. Yang menarik perhatian saya adalah kata-kata di bawah ini:
    "Kesalahan sentralnya adalah upaya untuk mereduksi proses alam yang kompleks, dinamis dan penuh kontradiksi ini menjadi rumus-rumus yang statis, kuantitatif dan teratur."
    Memang proses alam sangat kompleks, namun mereduksinya adalah salah satu cara manusia dalam memahaminya. Manusia memiliki keterbatasan yang tentu tak bisa memahami segalanya. Oleh karena itulah dilakukan reduksi. Di sini saya berusaha memahami matematika yang kontradiktif.

    ReplyDelete