Oct 28, 2012

Indonesian Value and International Standard of Education




Documented by Marsigit

For Education in Indonesia, we still have to struggling to come to international level of education. International standard is still far way. In the case of value, we are concerned with enculturization, assimilation, and mixing. We should investigate how the local culture and global culture dynamically interact. It is important to understand how we behave on the globalization of sciences. We have two positions: to develop method for transferring the sciences and to pursue the sciences substantially. The more rational option is to develop transferable methods i.e. the global methods of thinking.


To come to international level, we should first consider the development of our teachers. The teachers should have their competencies first and then we need to develop our schooling. Teachers’ competencies should have in balances between the theories and its practices. When there must be a laboratory, it should build the theories. All these competencies colored teachers’ professionalism. Many trainings of teachers have been conducted, however, the results has not satisfied yet.

 To be competence should be professional. There is a little confusion i.e. between the means of profession and the means of dedication. I do not agree with the statement that professional teachers need a good talent. Talent does not mean of training while profession needs training. The teachers need to have competencies on teaching methodology, classroom management, theories of students’ learning, and assessment method. Teaching learning and school context are supporting factors for schooling. Our teachers have to develop assessment method, however, they still have difficulties to implement portfolio.

In the case of teachers’ certification, the portfolio is really not effective yet. It is because teachers’ portfolio is the past archive of teachers’ tracks. While we are still argue whether our teachers in the past have a good achievement in education? So better schooling needs the supports from curriculum, theories, teachers’ competencies, etc. Ki Hajar Dewantara introduced educational system in which the students learn the subject matter naturally. Many aspects of our students’ ability, wellness, and their psychology need to be discussed. In the case of competencies the students need to have a good motivation to do learning activities, need to have appropriately behavior to support their aims, need to have supporting knowledge to develop their skill and experiences. As a teacher we should try to uncover all their aspect of competencies and then facilitate and develop them. We can employ both quantitative and qualitative approach to do them.

In the case of Japan, there was a result of research indicated that inappropriate teaching of mathematics
triggered the crime juvenile. So, if we teach mathematics only stressing of logical thinking the results can be bad. However, in the past and currently situation in Indonesia, not only mathematics teaching but also all subject matters are to have inappropriately methods so that they all trigger juvenile crime. The practice of teaching learning needs to be improved. We need to promote teaching learning in such a way that the students are more actively involved in learning activities e.g. by trial and error method.

How then to change the situation? God promises: if you learn god teaching you will get a hint. It needs for us to have an original thinking and clear perception and not to be contaminated by the rubbish aspect of live. So, my conclusion is that our culture colored the teachers competencies as well as their characters. According to me the teachers cannot give the student punishment. I pray to God for this. We also found that the local culture also influences teachers’ competencies.

 When I was I Junior School first I did not understand geometry, because of the teacher assistance I then to be motivated to learn mathematics. So the only solution is that the teacher should be the facilitator of their students. I stress that the teacher should be the facilitator of their students and not give them the punishment. I confront to any teacher who punish their students. As it was stated by Ki Hadjar Dewantara: “ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. The last phrase means to facilitate the students.

Philosophically, we are still far away from the discussion of education and culture. However, it is clear that our nation philosophy also influences the teacher characters. So what the value need to be developed? We need to have a clear picture about the value, education and culture. Our education system mostly produces knowledge people and not educated people as well as cultured people. So our challenge is how to develop education to promote not only knowledge people but also educated people and cultured people. Of course, it needs a time and there should be a process. Without the process there will not any knowledge. Students’ memorization activities are not much useful.

There is a phenomenon that the leaving students conducted inappropriate behavior to reflect their results of national examination. This is really a psychological problem. However, it indicated that our culture is in danger. There was a perception that culture is always related to older people, while the younger people are confusing to look for their identity. Again, our culture is in danger. And we can promote our culture by looking back our nation tract through history, art-facts, monument, celebration of the hero’s death day, etc.

Nowadays, in where the different between global and local aspects of culture gets smaller, we need to have a concern on our younger generation. Early education concepts really comes from UNESCO. The impact of education can be stronger than our responses. We found that our responses tend the weaker, and the impact tend the stronger. Indonesia as a very large country and heterogen. We need to develop awareness, independent and uniqueness.


43 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Nilai dan standar pendidikan di Indonesia masih jauh dari nilai dan standar pendidikan Internasional. Hal ini dikarenakan implementasi pendidikan di Indonesia lebih mengarah kepada pembelajaran yang mentransfer ilmu kepada peserta didik dan kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran yang ideal di kelas. Guru harus menjadi teladan, motivator dan fasilitator bagi setiap siswa. Selain itu system pendidikan di Indonesia hendaknya mampu mengembangkan nilai pendidikan dan kebudayaan. Hal ini berarti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada pengetahuan yang akan diperoleh siswa semata tetapi mampu menghasilkan orang-orang yang berpendidikan dan orang-orang yang berbudaya.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Menurut pendapat saya tidak bisa dibandingkan pendidikan suatu negara dengan negara lain, misalnya nilai pendidikan Indonesia dibandingkan dengan nilai pendidikan Amerika yang menurut pendapat sudah berada di level internasional, pasti hampir semua orang mengatakan bahwa pendidikan Indonesia jauh dibawah pendidikan Amerika. Namun menurut saya itu tidak bisa dibandingkan karena Indonesia dan Amerika mempunyai kultur dan ideologi dan tujuan penddidikan yang berbeda. Kalau dilakukan perbandingan hal seperti itu maka akan berdampak pada mindset suatu negara, sehingga negara tersebut akan tidak percaya diri, kalau percaya diri sudah tidak ada maka akan selalu kalah dalam segala hal. Namun banggalah dengan apa yang ada pada negara kita dan terus berjuang untuk memingkatkannya.

    ReplyDelete
  3. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dari paparan di atas, Ada persepsi bahwa budaya selalu berhubungan dengan orang tua, sementara orang muda membingungkan untuk mencari identitas mereka. Sekali lagi, budaya kita dalam bahaya. Dan kita bisa mempromosikan budaya kita dengan melihat kembali traktat bangsa kita melalui sejarah, fakta seni, monumen, perayaan hari kematian pahlawan, dll.
    Saat ini, di mana perbedaan antara aspek budaya global dan lokal semakin kecil, kita perlu memiliki kepedulian terhadap generasi muda kita. Konsep pendidikan awal benar-benar berasal dari UNESCO. Dampak pendidikan bisa lebih kuat dari tanggapan kita. Kami menemukan bahwa tanggapan kami cenderung lebih lemah, dan dampaknya cenderung lebih kuat. Indonesia sebagai negara yang sangat besar dan heterogen. Kita perlu mengembangkan kesadaran, mandiri dan keunikan.

    ReplyDelete
  4. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saat ini indonesia sedang berusaha meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak kalah dengan negara-negara lain. Dalam upaya ini, hal pertama yang harus diperhatikan adalah pengembangan guru. Guru adalah tombak pendidikan. Jika guru tidak memiliki profesionalitas, maka upaya pengembangan pendidikan sulit dilakukan. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru. guru yang profesional mampu menguasai materi pembelajaran dan menjadi fasilitator yang baik bagi para siswa untuk dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  5. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Sependapat dengan saudara Sumandri, tidak bisa dibandingkan pendidikan suatu negara dengan negara lain, karena setiap negara bisa jadi memiliki kultur dan kondisi yang berbeda. Contohnya Indonesia dengan negara maju seperti Finlandia. Sistem pendidikan di Finlandia termasuk sistem pedidikan yang terbaik di dunia, meskipun sekolah di sana tidak ada pekerjaan rumah, tidak ada ujian nasional. Akan tetapi jumlah sekolah di Finlandia sedikit. Sehingga kendali dan pengaturan sistem disana tidak dapat dibandingkan dengan Indonesia yang lebih banyak sekolahnya, sistemnya lebih kompleks, dan tentu saja permasalahan yang mungkin muncul karena Indonesia sangat beragam, baik dilihat dari budaya, suku, tingkat pendidikan, dan kondisi di setiap daerahnya.

    ReplyDelete
  6. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Seperti yang telah dipaparkan di atas, yang perlu kita lakukan adalah terus fokus dan memperhatikan generasi muda yang kelak akan memimpin bangsa. Dengan memunculkan sinergitas antara idealisme sistem pendidikan dengan profesionalitas guru akan mampu memunculkan siswa-siswa yang ideal untuk menjadi generasi muda yang terbaik. Idealisme sistem pendidikan yakni sistem yang mengandung pendidikan karakter yang diarahkan untuk menanamkan karakter bangsa secara menyeluruh, baik pengetahuan (kognitif), nilai hidup (afektif), maupun tindakan terpuji (psikomotor).

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Dapat mencapai pendidikan yang levelnya setara dengan dunia internasional merupakan impian dari pendidikan Indonesia. Indonesia luas dengan beragam suku dan budaya. Pemerantaan pendidikan selalu diupayakan agar dapat mencapai level internasional. Salah satu faktor utamanaya ialah guru. Pemerintah mengupayakan pemerataan guru dengan mengadakan sertifikasi dan program SM3T. Semoga dengan program tersebut pendidikan Indonesia dapat meningkat sesuai dengan level internasional.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini kembali menggambarkan bahwa kualitas pendidikan yang ada di Negara Indonesia ini masih perlu ditingkatkan lagi. Mungkin salah satu usaha agar kualitas pendidikan di Indonesia dapat membaik, hal pertama yang perlu diperbaiki adalah pendidiknya. Kenapa demikian? Guru sebagai seorang pendidik hendaknya berwawasan luas dan mempunyai kompetensi di bidangnya.Guru matematika tak hanya pintar dalam mengerjakan, memberi, atau menjelaskan soal-soal dan masalah matematika. Karena dalam artikel "Mathematics and Language", tentunya yang perlu diperhatikan lagi yaitu bahasa yang digunakan oleh guru. Bahasa merupakan perantara dalam berkomunikasi. Bahasa yang komunikatif akan sangat membantu anak dalam perjalanan mereka menjelajahi pikiran secara logis. Tanpa adanya komunikasi yang baik, tentu konsep dalam matematika akan sulit tersampaikan secara optimal pada anak didik. Dan banyak lagi faktor-faktor yang perlu diperhatikan.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perlu perjuangan dan usaha keras bagi Indonesia dalam mencapai nilai dan standar pendidikan pada level internasional karena levelnya masih jauh di bawah level internasional. Upaya yang mesti dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya dengan meningkatkan kompetensi dan profesionalitas guru, meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, pemerataan kualitas pendidikan di setiap daerah. Selain itu, hal yang perlu diperbaiki adalah sistem pendidikan. Sistem pendidikan harus berpijak filosofi bangsa dalam artian sistem pendidikan adalah untuk menghasilkan orang yang bukan saja berpengetahuan melainkan juga orang yang berpendidikan dan berbudaya.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pendidikan di Indonesia masih terlalu banyak problem dan ketidakpuasan, pemerintah kurang memberikan respon yang cepat dan tepat dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi. Tidak hanya dari sisi pemerintah, kualitas sumber daya manusianya juga kurang. Seperti guru yang sebagian dari mereka belum bisa menciptakan hal-hal kreatif dan inovatif untuk mengembangkan skill dan kemampuan siswa-siswanya. Jika dibandingkan dengan pendidikan Internasional bisa dikatakan Indonesia masih jauh dari standar Internasional yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  11. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pendidikan di Indonesia secara keseluruhan selalu mendapatkan peringkat yang rendah dibandingkan dengan negara-negara lain dalam penilaian-penilaian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga internasional. Padahal tidak selalu penilaian yang dilakukan oleh lembaga-lembaga tersebut benar-benar mencerminkan keadaan atau kondisi pendidikan di Indonesia yang sebenarnya. Indonesia merupakan negara yang luas dan terdiri dari beragam budaya dan suku bangsa, tidak mudah untuk menggambarkan kondisi Indonesia yang majemuk dan heterogen ini menjadi suatu kesimpulan yang sama. Terlepas dari hal itu, standar pendidikan di Indonesia dalam aspek-aspek tertentu memang perlu untuk diperbaiki dan ditingkatkan, salah satunya adalah guru. Guru sebagai tenaga dan praktisi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan nasib pendidikan di Indonesia. Indonesia sudah tentu harus dapat bersaing dengan negara-negara lain yang memiliki kemajuan dalam bidang pendidikan. Maka standar dari gurupun harus dapat memenuhi tuntutan standar internasional. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan keprofesionalan dan dedikasi guru dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Jika membandingkan kondisi pendidikan negeri ini dengan kondisi pendidikan bangsa lain di dunia Internasional, Indonesia memang membutuhkan pekerjaan rumah yang lebih banyak agar mampu membangun persaingan dan mampu bernilai paling tidak sama dengan bangsa internasional. Saat ini masih begitu banyak upaya yang dilakukan untuk mengejar ketertinggalan kita dibidang pendidikan. Semua pihak tengah membangun olah pikir agar kita mampu bersaing di kancah Internasional. Semoga kondisi pendidikan negeri ini semakin membaik dan kita mampu bersaing di era global ini.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam mencapai suatu hal, tidak menjadikan target yang lain menjadi target bagi kita.
    Negara ini memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan yang lain, memiliki modalnya sendiri, memiliki kesempatan yang dapat diciptakan sendiri, memiliki inovasi sendiri, bahkan harusnya memiliki targetnya dan tujuannya sendiri.
    Maka untuk mencapai kualitas pendidikan internasional, negara ini perlu mengembangkannya melalui pencapaian kualitas pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, kita perlu berjuang untuk sampai ke bidang pendidikan dari tingkat internasional. Untuk mencapai itu, guru harus memiliki wawasan dan kompetensi mendalam. Kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi dalam metodologi pengajaran, manajemen kelas, teori belajar siswa, dan metode penilaian, termasuk dalam melaksanakan portofolio. Namun, realitas pendidikan di Indonesia, guru masih sulit untuk menerapkan metode penilaian dalam portofolio.

    ReplyDelete
  15. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kualitas pendidikan Indonesia masih jauh dari kata baik/bagus. Untuk mencapai ke tingkat internasional membutuhkan usaha yang sangat keras. Masih jauh dari standar yang ditetapkan oleh Internasional. Dalam wacana ini dijelaskan langkah yang bisa kita tempuh, yaitu pertama harus mempertimbangkan perkembangan guru. Karena guru merupakan faktor utama untuk kesuksesan di bidang pendidikan. Guru yang berhadapan langsung dengan siswa dan bisa dikatakan kesuksesan pendidikan berada di tangan pendidik.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Dalam memberikan pembelajaran kepada siswa tidak hanya berfokus pada bagaimana membuat siswa berfikir logis, namun bagaimana menciptakan pembelajaran yang menggunakan logikanya dalam bernalar. Pembelajaran yang di desain tidak hanya semata – mata berpatokan pada materi namun juga memperhatikan karakter yang akan dimunculkan di dalamnya, seperti kerja sama, pantang menyerah,, toleransi dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Artikel tersebut menjelaskan bahwa standar pendidikan internasional masih jah dari standar pendidikan di Indonesia. Indonesia masih harus banyak berbenah lagi dan berjuang untuk maju dalam bidang pendidikan. Kita harus menyelidiki bagaimana budaya lokal dan budaya global berinteraksi secara dinamis. Penting untuk memahami bagaimana kita bersikap pada globalisasi sains. Kita memiliki dua posisi, untuk mengembangkan metode untuk mentransfer ilmu pengetahuan dan untuk mengejar ilmu pengetahuan secara substansial. Dalam hal sertifikasi guru, portofolio tersebut benar-benar belum efektif. Itu karena portofolio guru adalah arsip guru masa lalu. Sementara kita masih berdebat apakah guru kita di masa lalu memiliki prestasi yang baik dalam pendidikan? Jadi sekolah yang lebih baik membutuhkan dukungan kurikulum, teori, kompetensi guru, dll.

    ReplyDelete
  18. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Salah satu tolak ukur untuk melihat kualitas pendidikan suatu negara adalah dengan melihat kualitas, profesionalitas dan kompetensi dari gurunya. Di Indonesia dari beberapa sumber mengatakan bahwa kualitas guru yang ada di Indonesia masih tergolong rendah. Hal ini tentunya bisa memunculkan berbagai dampak. Dalam kasus yang demikian, suatu penelitian di Jepang menunjukkan bahwa pelajaran matematika yang hanya menekankan pada pemikiran logis saja hasilnya bisa buruk, salah satunya dapat memicu kenakalan remaja. Ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran sangatlah penting. Dan untuk menerapkan metode yang sesuai tentunya dibutuhkan kualitas seorang guru. Maka dalam hal ini, selain dari diri pribadi guru, peran pemerintah juga dibutuhkan guna adanya pengembangan dan peningkatan kualitas guru.
    Oleh karena itu, pemerintah di Indonesia terus meningkatkan kualitas guru dengan memberikan pelatihan-pelatihan dan pendidikan khusus guru dan calon guru seperti adanya program PPG. Dan menurut saya bahwa nantinya untuk bisa menjadi guru PNS pemerintah akan mensyaratkan sertifikat PPG untuk bisa mendaftar CPNS guru. Dan saya sangat setuju bila itu diterapkan melihat banyak guru yang hanya menggugurkan kewajiban mengajar tanpa melihat tugas utama guru yang bukan hanya sebagai pengajar.

    ReplyDelete
  19. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berbicara tentang standar pendidikan di Indonesia tentu berbicara tentang sistem peraturan yang dijalankan di Indonesia. Berdasarkan informasi dari http://bsnp-indonesia.org/?page_id=61, Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu. Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat.. Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Bebricara juga maslaah nilai dan standar penilian, maka patut lah kita tau bahwa nilai dan standar penilaian untuk indoneisa itu masih rendah. Hal ini terlihat dnegan skor PISA dan TIMSS yag masih di bawah rata-rata dan masih dirututan 3 terbawah. Dengan hal itu kita sebagai pendidikan dan pememrintahan maka patut lah harus selalau memperbaiki atau meningkatkan nilai dan standrt penilaian. Akan tetapi untuk emningkatkan itu haryus disesuaikan dnegan kultur negara kita jangan asal tiru standar penilaian negara lain. Yang belum tentu cocok dengan negara kita.

    ReplyDelete
  21. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sistem pendidikan kita sebagian besar menghasilkan orang yang berpengetahuan namun bukan dan orang-orang berpendidikan dan berbudaya. Jadi tantangan kita adalah bagaimana mengembangkan pendidikan untuk menghasilkan tidak hanya orang yang berpengetahuan tetapi juga orang-orang terpelajar dan orang-orang berbudaya. Tentu saja, perlu waktu dan harus ada proses. Tanpa proses tidak akan ada pengetahuan. Tanggungjawab kita sebagai gurulah untuk mencapai tujuan ini.

    ReplyDelete
  22. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Memaksa seuatu yang belum menjadi tahapannya akan menambah kesulitan bahkan waktu yang dihabiskan akan semakin lama. Apa pa yang menggugurkan diminimalisir untuk tidak menggugurkan apa apa yang diciptakan atau dilakukan dalam mewujudkan tujuan pendidikan di negara ini, Semua komponen perlu terlibat, PErubahan tidak dimulai dari hal besar, tetapi dari hal sederhana dan diri sendiri.

    ReplyDelete
  23. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini, mendeskripsikan bagaimana pendidikan di negara kita dibandingkan pendidikan tingkat internasional. Indonesia masih banyak tertinggal pendidikannya dibandingkan dengan negara lain. Ini mungkin karena sistem yang tidak tepat yang diterapkan oleh pemerintah. Karena pemerintah lebih mementingkan kepentingan individu, daripada kepentingan pendidikan Indonesia. Ke depannya diharapkan pemerintah dapat memikirkan bagaimana pendidikan Indonesia agar bisa mengimbangi pendidikan negara lain.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Ketika siswa merasa tidak jelas dengan suatu topik matematika, seorang guru mengarahkan dan memberikan motivasi kepada siswa tersebut untuk mempelajari matematika. Jadi dapat dikatakan bahwa solusinya adalah guru menjadi fasilitator bagi siswa-siswanya. Ditekankan pula bahwa guru harus menjadi fasilitator bagi siswa dan tidak memberikannya hukuman. Hukuman disini tujuannya untuk mendisiplinkan anak. Disiplin diartikan sebagai pemahaman dan praktik sosial yang sesuai dengan tata nilai tertentu yang dikehendaki. Hal ini dipengaruhi oleh cara pandang Behavioristik dalam psikologi belajar yang secara umum argumennya adalah dirumuskan oleh konsep stimulus-respon (S-R), stick and carrot, pengkondisian (conditioning), pembiasaan dan sejenisnya dalam praktik pembelajaran. Dengan demikian anak dianggap akan paham dan mengerti bahwa suatu hal itu salah jika ia diberi hukuman, dan sebaliknya akan paham suatu hal itu benar kalau diberi hadiah.

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Filosofi esensialisme menekankan bahwa pendidikan harus berfungsi dan relevan dengan kebutuhan, baik kebutuhan individu, keluarga, maupun kebutuhan berbagai sektor dan sub-sub sektornya, lokal, nasional, maupun internasional. Terkait dengan tuntutan globalisasi pendidikan harus menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing secara internasional. Dalam mengaktualkan kedua filosofi tersebut empat pilar pendidikan yaitu learning to know, learning to do, learning to live together, and learning to be merupakan patokan berharga bagi penyelarasan praktek penyelenggaraan pendidikan di Indonesia mulai dari kurikulum, guru, proses belajar mengajar, sarana dan prasarana, hingga sampai pada penilainya.

    ReplyDelete
  26. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pendidikan di Indonesia masih harus berjuang untuk setara pada pendidikan tingkat internasional. Kita harus menyelidiki bagaimana budaya lokal dan budaya global berinteraksi secara dinamis. Untuk menuju ke standart internasional, pertama yang perlu ditingkat yaitu profesionalisme seorang guru. Para guru harus memiliki kompetensi pada metodologi pengajaran, pengelolaan kelas, teori belajar siswa, dan metode penilaian. Sejalan dengan tantangan kehidupan global, peran dan tanggung jawab guru pada saat ini dan masa mendatang akan semakin kompleks, sehingga menuntut guru untuk senantiasa melakukan berbagai peningkatan dan penyesuaian kemampuan profesionalnya. Guru harus lebih dinamis dan kreatif dalam mengembangkan proses pembelajaran guna meningkatkan kulitas pendidikan di Indonesia agar dapat setara dengan standart pendidikan internasional.

    ReplyDelete
  27. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bolehlah dikatakan bahwa mutu pendidikan Indonesia masih dibawah mutu pendidikan Internasional. Tak perlu jauh-jauh lihat saja mutu pendidikan di Negara-negara sebelah saja seperti yang dipaparkan di atas. Tak pelu berkecil hati, karena dengan adanya hasil ter sebut maka Indonesia masih berpeluang besar untuk menggungguli Negara-negara lain. Cukup terus berusaha memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik, maka hal tersebut bukanlah angan-angat. Seperti halnya ini, Indonesia terus memperbaiki system pendidikan nasionbalanya untuk memperbaiki mutu Pendidikan.

    ReplyDelete
  28. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika dilihat baik-baik mutu pendidikan bukanlah berada di satu tangan sajha yaitu pemerintah. Tapi berada disuluru tangan warga Indonesia. Sehingga perlulah pembaharuan dalam pandangan terhadap pendidikan oleh seluruh warga Indonesia, bahwa ilmu bukan sekedar transfer pengetahuan namun lebih dalam lagi yaitu seperti mengapai logos yaitu terus berpikir kritis untuk mengapai berbagai pengetahuan. Serta perlu perbaikan pandangan terhadap siswa bawa belajar bukan hanya sekadar nilai tinggi namun yang terdapat didalamnya .

    ReplyDelete
  29. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dalam membenahi kualitas pendidikan di negara Indonesia, kita perlu berjuang untuk menuju ranah pendidikan tingkat internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, hendaknya guru sebagai seorang pendidik hendaknya berwawasan luas dan mempunyai kompetensi di bidangnya. Guru merupakan fasilitator dan motivator dalam pembelajaran yang harus dapat melayani siswanya dalam proses pembelajaran. Tidak Dapat dipungkiri, fasilitas sekolah juga menjadi salah satu factor penting dalam membangun pengetahuan melalui teori dan praktik. Agar kualitas pendidikan di Indonesia dapat membaik, hal pertama yang perlu diperbaiki adalah pendidiknya. Kompetensi yang harus dimiliki guru meliputi kompetensi pada metodologi pengajaran, pengelolaan kelas, teori belajar siswa, dan metode penilaian, termasuk dalam menerapkan portofolio. Namun, realita pendidikan di Indonesia, guru masih sulit untuk menerapkan metode penilaian dalam portofolio. Dalam proses pembelajaran, guru hendaknya berusaha untuk melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Disisi lain, hendaknya kita harus mengembangkan pendidikan yang juga mencakup dalam nilai dan kebudayaan, dengan harapan akan menciptakan generasi penerus bangsa yang tidak hanya berpendidikan tetapi juga berbudaya dan mencerminkan perilaku sesuai dengan harapan masyarakat.

    ReplyDelete
  30. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pendidikan di Indonesia saat ini sedang berusaha untuk berkembang agar bisa bersaing dengan dunia pendidikan internasional. Capaian yang saat ini sudah diraih sudah termasuk bagus karena sudah banyak juga yang menjadi juara bidang Internasional. Hal ini merupakan hal yang tidak mudah karena sudah sampai sejauh ini sistem pendidikan Indonesia masih belum jelas, bingung mau ikut sistem yang mana.

    ReplyDelete
  31. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dan tidak kalah dengan negara lain, hal yang dapat dilakukan ialah dengan memfasilitasi guru sebagai pondamen dengan ilmu/berpendidikan yang tinggi, serta sumber-sumber referensi yang relevan dan ter-update. Selain itu, dengan meningkatkan berpikir kritis dan kretaif sperti halnya berpikir tingkat tinggi (HOTS).

    ReplyDelete
  32. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filosofi bangsa mempengaruhi karakter guru. Sistem pendidikan kebanyakan menghasilkan pengetahuan orang dan buka orang berpendidikan dan juga orang berbudaya. Tantangan saat ini adalah bagaimana mengembangkan pendidikan tidak hanya orang yang berpengetahuan saja tapii juga orang yang berendidikan dan berbudaya. Hal ini membutuhkan waktu dan adanya proses. Tanpa adanya proses tidak akan ada pengetahuan

    ReplyDelete
  33. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, hal pertama yang harus diperhatikan adalah peningkatan kualitas guru. Hendaknya guru sebagai seorang pendidik berwawasan luas, kreatif dan inovatif dan mempunyai kompetensi di bidangnya. Guru tak hanya dituntut pintar dalam mengerjakan, memberi, atau menjelaskan soal-soal dan masalah matematika, tapi bagaimana ia memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya, yang salah satunya dengan inovasi pembelajaran. Hal ini dikarenakan belajar bukanlah sekedar proses transfer ilmu dari guru ke siswa, tapi siswa harus mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  34. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas c 2016

    Ideologi pendidikan Indonesia memang masih belum jelas sampai sekarang ini. Hal ini terbukti dengan berubahnya sistem pendidikan dan kurikulum di Indonesia yang seringkali mengalami perubahan. Berbeda dengan sistem pendidikan negara maju lain yang sudah baik dan berkualitas. Indonesia memang perlu membandingkan atau mengadopsi budaya pendidikan dari negara lain sebagai bahan dan upaya untuk perbaikan pendidikan yang lebih baik. Yang menjadi fatal adalah apabila pengadopsian tersebut tidak disesuaikan dengan identitas dan ideologi bangsa Indonesia sehingga penerapannya malah menjadi salah.

    ReplyDelete
  35. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari tulisan pak Prof diatas, untuk mencapai standar internasional pendidikan Indonesia rasanya masih jauh untuk dapat dicapai. Hal tersebut dikarenakan masih sulitnya mengakomodasi dan mengakulturasi kedua nilai, nilai lokal dan global. Salah satu caranya adalah dengan pola pikir yang mendunia.

    ReplyDelete
  36. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Langkah pertama untuk kita mendunia adalah menyiapkan sumber daya manusia. Guru perlu meningkatkan kompetensinya, mampu mengimplementasikan teori-teori yang telah dipelajari. Sehingga terjadi pelaksanaan kurikulum yang ideal. Kompetensi yang perlu dikembangkan antara lain manajemen kelas, teori belajar siswa, dan metode penilaian, diantaranya portofolio. Kompetensi lainnya adalah, kemampuan guru dalam memfasilitasi dan membantu mengembangkan seluruh siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  37. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam konteks nilai/budaya lokal, saat guru benar-benar menerapkan petuah dari Ki Hadjar Dewantara (ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani), akan tercipta siswa yang terfasilitasi. Dapat dikatakan bahwa, budaya lokal kita dapat mempengaruhi kompetensi guru, juga karakternya. Jika hal ini dapat diterapkan, pastilah membantu pendidikan Indonesia dalam menemukan tujuan pendidikan yang tepat

    ReplyDelete
  38. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pendidikan di Indonesia masih jauh dari standar pendidikan internasional. Kita masih sulit untuk membudayakan, mengasimilasi dan mencampurkan interaksi budaya lokal dan global secara dinamik. Untuk dapat naik ke level internasional yang harus dilakukan pertama sekali adalah dengan membangun kompetensi guru agar dapat membangun sekolah. Kompetensi guru harus dibangun dengan diimbangi antara teori dan praktiknya. Di samping pembangunan akan kompetensi guru, sarana dan prasarana pendidikan juga harus dilengkapi sebagai penunjangnya. Namun, tidak semua pendidikan di Indonesia itu buruk, banyak juga sekolah-sekolah yang bertaraf internasional dan meeka juga meluluskan siswa-siswa yang berstandar internasional. Selain itu, siswa-siswa di Indonesia juga tidak kalah saing dalam ajang olimpiade sains internasional, biasanya mereka membawa pulang banyak medali. Hal ini juga patut diberikan apresiasi. Memang pemerataan pendidikan di Indonesia itu belum sepenuhnya terlaksana, sepeti yang kita tahu bahwa negara kita terdiri dari pulau-pulau, sehingga terkadang masih susah terjangkau. Jadi, kita tidak boleh hanya memandang hal-hal buruk, tapi lihatlah juga hal baik yang terjadi, agar dijadikan motivasi dan menumbuhkan rasa cinta tanah air.

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel di atas, standar pendidikan di Indonesia memang jauh dengan standar pendidikan internasional, faktor pendidik dalam memfasilitasi siswa di kelas menjadi hal utama untuk meningkatkan standar pendidikan, guru yang inovatif merupakan guru yang mampu memfasilitasi siswa dengan perangkat pembelajaran yang baik, penggunaan media yang menarik, interaktif dan inovatif akan memudahkan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya, jadi perlu kesadaran dari guru untuk selalu meningkatkan kompetensi mengajarnya, meningkatkan kualitas mengajarnya baik dari segi kesiapan bahan ajar, media, ilmu maupun kesiapan mentalnya.

    ReplyDelete
  40. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Era keterbukaan lintas batas mau tak mau mendorong umat manusia untuk lebih kompetitif dalam segala hal. Barang siapa tidak memiliki keahlian khusus atau spesialisasi, sudah pasti dia akan tergilas dalam ketatnya persaingan hidup. Tantangan tersebut lantas memicu para orang tua untuk mempersiapkan anak-anaknya sejak dini dengan pendidikan yang terbaik dan berstandar internasional.

    ReplyDelete

  41. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Indonesia tertinggal pendidikannya itu karena banyak sekali yang bisa menjadi penyebabnya. Pendidikan di Indonesia masih menggunakan metode ajar yang kurang efektif jika kita bandingkan dengan negara lain. Pembelajaran yang dijalankan di luar negeri lebih banyak menekankan penyiapan pendidikan yang benar-benar dibutuhkan sesuai perkembangan yang ada. Dari segi teknologi pendidikan juga kita termasuk telat masuknya.Lain halnya dengan negara-negara maju yang sudah menerapkan IT cukup canggih.

    ReplyDelete

  42. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Indonesia tertinggal pendidikannya itu karena banyak sekali yang bisa menjadi penyebabnya. Pendidikan di Indonesia masih menggunakan metode ajar yang kurang efektif jika kita bandingkan dengan negara lain. Pembelajaran yang dijalankan di luar negeri lebih banyak menekankan penyiapan pendidikan yang benar-benar dibutuhkan sesuai perkembangan yang ada. Dari segi teknologi pendidikan juga kita termasuk telat masuknya.Lain halnya dengan negara-negara maju yang sudah menerapkan IT cukup canggih.

    ReplyDelete
  43. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan di Indoneisa terbilang masih di posisi bawah, walaupun untuk hasil PISA yang terakhir Indonesia sudah bisa meningkatkan hasil dan prestasinya tetapi masih belum bisa berada di peringkat atas. Untuk dapat mecampurkan antara nilai standar Indonesia dan standar internasional dari pendidikan, kita harus menyelidiki bagaimana budaya lokal dan budaya global berinteraksi secara dinamis. Dengan kemajuan teknologi saat ini, kita harus benar-benar dapat memfilter semua kebudayaan barat yang cepat sekali masuk melalui media sosial. Kebudayaan kita harus kita jaga dan lestarikan walaupun kita dapat melihat dan mengadopsi budaya internasional untuk hal-hal yang positif seperti siswa yang mampu menciptakan berbagai alat yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete