Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 11: Intensif dan Ekstensif Logika




Ass, khusus untuk Mahasiswa S2 P. Sain dan S2 P. Matematika:

Intensif dan Ekstensifkanlah Logika anda sehingga anda mampu menggunakannya untuk mendefinisikan Dunia. Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah uraian anda sebagai komen pada posting ini.

Demikianlah selamat mencoba, semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

45 comments:

  1. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Logika bertujuan untuk memperoleh kriteria kebenaran. Apa yang dipikirkan tak lain dari yang telah diketahui dengan gambaran-gambaran. Kriteria bagi suatu kebenaran terletak pada buktinya, kenyataannya, bahwa isi gambaran itu terletak pada pikiran. Buah pikiran benar, apabila gambaran itu tepat, yaitu memaksa kita untuk membenarknnya. Gambaran yang benar ialah suatu gambaran yang menggambarkan objek yang dipandang dengan terang dan tajam, sehingga orang yang memandang itu terpaksa membenarkan dan menerima isinya.
    Setiap benda yang dilihat bukanlah objek yang sebenarnya, sebab yang sebenarnya adalah gambarannya yang terdapat dalam otak yang disebut ingatan. Jumlah ingatan yang banyak menjadi pengalaman. Segala yang dipandang menjadi ada hanya karena adanya pengertian, padahal pengertian hanyalah gambaran otak dalam ingatan. Oleh karena itu, pengertian bukan kenyataan. Akan tetapi, benda-benda yang kelihatan adalah benda yang mempunyai realita, nyata adanya. Manusia adalah realita, sedangkan jenis bukan realita.

    ReplyDelete
  2. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Logika dapat digunakan untuk menganalisis atau menguji argumen orang lain. Tujuan atau sasaran logika adalah sebisa mungkin menempatkan cara berpikir seseorang ke dalam sebuah struktur formal yang dinamakan argumen. Berdasar pada logika, maka seseorang dapat menilai apakah argumen orang lain ke dalam kategori argumen yang baik atau argumen yang tidak baik.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Logika yang digunakan untuk berpikir tentang segala sesuatu. Manusia mampu berpikir tentang semua yang ada dan mungkin ada. Dunia terdiri dari yang ada dan mungkin ada. Dengan demikian manusia dengan logikanya mampu memikirkan dunia. Manusia memikirkan semua tentang dunia walaupun dengan keterbatasan dan dengan reduksi. Tetapi dalam ruang dan waktu yang berbeda manusia akhirnya akan menembus dunia dengan memikirkannya.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Logika merupakan sesuatu pemikiran untuk mendapatkan ketepatan penalaran. Aristoteles berpandangan bahwa ketika seseorang membuat kesimpulan dari suatu pemecahan masalah, maka logika lah yang mengarahkan hingga sampai pada kesimpulan tersebut.

    ReplyDelete
  5. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Revolusi informasi merupakan intensifikasi logika dari jaman industri dan juga merupakan pembelokan arah yang baru. Dia memindahkan kemanusiaan lebih jauh dari perasaan keterikatannya terhadap alam sebagai bagian serta paket dari padanya. Ini bermakna bahwa dunia dibangun dari intensifikasi logika. Karena revolusi informasi ikut berperan dalam membangun dunia menjadi seperti sekarang (komunitas bumi: etika bumi)

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Logika merupakan sarana berpikir ilmiah untuk memperoleh suatu kebenaran yang masuk akal. Logika erat kaitannya dengan kebenaran. Logika dan kebenaran sangat dibutuhkan dan menjadi tujuan dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Logika, filsafat, dan ilmu saling berkaitan satu dengan yang lainnya guna memperoleh sebuah kebenaran yang sahih. Dengan kata lain, ketiga-tiganya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan. Ilmu seharusnya bermain di atas logika dan didukung oleh data (konfirmasi). Tanpa logika ilmu kurang bermakna. Logika akan mengarahkan seorang peneliti ketika mencari kebenaran. Logika mengutamakan kesadaran dan dan nalar yang jernih dalam segala hal.

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Logika digunakan manusia untuk dapat berpikir dan kemudian menalar. Masing – masing orang mempunyai logika, dan bagaimana logika itu berkembang tentunya juga tergantung dari penggunaan logika masing – masing orang. Berpikir sedalam – dalamnya menggunakan logika dan seluas – luasnya menggunakan logika merupakan bagian dari intensif dan ekstensif logika. Memecahkan masalah atau suatu hal tentunya ada peran serta dari logika. Seberapa berfungsinya logika itulah yang nantinya menentukan tingkat kedalaman dan keluasan penggunaan logika masing – masing orang.

    ReplyDelete
  8. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. Kata logos, berarti sesuatu yang diutarakan, suatu pertimbangan akal (pikiran), kata, percakapan, atau ungkapan lewat bahasa. Kata logikos, berarti mengenal kata, mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. Dengan demikian, dapatlah dikatan bahwa logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sehingga dengan logika kita bisa mengetahui seluk beluk dunia ini, karena sifat dunia adalah siklik. Sehingga kita harus menggunakan logika kita secara intensif dan ekstensif agar dapat memaknai hidup yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  9. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Definisi dunia dnegan pengalaman tentu sangat berkaitan. Terutama dalam Intensif adalah metode berpikir sedalam-dalamnya, yaitu sampai sedalam pikiran kita. Kita gali pemikiran agar bisa mencapai tujuan yang kita inginkan. Sedangkan metode berpikir ekstensi merupakan metode berpikir seluas-luasnya. Luas sampai seluas pikiran kita, kita juga melebarkan jari-jari pikiran kita untuk mengetahui dunia ini lebih jelas lagi. Dengan intensif dan ekstensif logika kita maka diharpakan kita mampu mendefinisikan dunia. Namun sehebat-hebat pikiranku takkan mampu mendefinisikan dunia, bahkan bermilyar-milyar dipangkatkan semilyar, namun sebanyak itu pun tak cukup untuk mendifinisikan dunia.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Obyek kajian atau hal yang dipelajari dalam ilmu logika terbagi atas obyek materiil yaitu pikiran (bernalar) dan obyek formil yaitu aturan berpikir (bernalar) benar. logika adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip berpikir benar. Dalam perkembangannya kemudian, definisi logika tersebut dikritik oleh Irving M. Copy yang berpendapat bahwa logika bukan mempelajari prinsip berpikir benar. Karena berpikir juga merupakan obyek kajian ilmu psikologi. Berpikir adalah proses kerja akal untuk mengetahui sesuatu yang belum diketahui atau untuk memperjelas pengetahuan yang samar. Mengingat, melamun dan merenung tentu merupakan bagian dari aktivitas berpikir yang bukan termasuk obyek kajian logika. Aktivitas berpikir yang merupakan obyek kajian logika adalah penalaran. Penalaran adalah suatu jenis berpikir yang bertugas menyimpulkan premis-premis yang ada. Maka, definisi ilmu logika adalah ilmu yang mempelajari tentang prinsip bernalar benar.

    ReplyDelete
  11. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam bernalar dapat dilakykan dengan menggunakan Perasaan dan intuisi yang mendalam, intuisi kita sering tidak jelas dan tidak rasional malahan lebih merupakan pemikiran mental bawah sadar. Mungkin kondisi paling intern dari orang yang kreatif adalah sumber intern penilaian dan seleksi mereka. Kemudian Kriteria, kita gunakan untuk menentukan gagasan mana yang terbaik dan merupakan standar sadar yang kita gunakan untuk mengukur nilai gagasan-gagasan kita. Kriteria ini memperkenalkan suatu unsur yang sadar, sistematis, berhati-hati, yang memabntu mengorganisasi dan memfokuskan kemempuan penyeleksian sadar serta bawah sadar kita. Atau dengan cara Memilih gagasan, untuk memilih gagasan yang terbaik kita menggunakan kriteria yang telah kita bina untuk membantu mengevaluasi gagasan pemecahan masalah kita. Kemudian kita menyingkrkan gagasan yang bukan bukan atau menggelikan dan gagasan sejenisnya. Beberapa hal ini dapat diterapkan sehingga kita dapat memaknai dunia secara filsafat.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dalam berlogika ada 2 kompentensi yang harus di lakukan yaitu berpikri dan bernalar. Dengan adnaay dua hal ini amka dapatlah kita berlogika. Logika adalah suatau pemikiran yang mana opemikiran tersebut dapat menjawab semua hal-hala yang dapat di jawab dnegan logika. Logika juga dengan perkembangan nya banya. Transformasi dari suatau logika itu juga adanya suatau tnasformasi sehingga logika skrnang ini adlaah hasil dari tnasformsi.

    ReplyDelete
  13. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dunia adalah tentang apa yang ada dalam pikiran kita. Sehingga apa saja yang akan kita capai, itu tergantung logika kita bagaimana memainkannya. Misal ingin mendapatkan pengetahuan yang tinggi, maka yang kita lakukan ya bagaimana cara kita menggapainya, mengubah mitos menjadi logos. Manusia dikarunia akal dan pikiran oleh Allah, sehingga akan mampu mendeskripsikan dunianya masing-masing. Dan setiap dunia setiap manusia itu berbeda, tergantung apa yang dipikirkan dan tergantung oleh dimensinya serta terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Satu dari banyaknya hasil karya Tuhan yang termasuk besar adalah adalah dunia, hasil karya Tuhan ini pun yang sangat pantas untuk kita syukuri. Karena kita semua diijinkan untuk hidup di dunia ini. Dalam kehidupan ini sebaiknya kita pintar-pintar untuk memanfaatkan untuk menjadi yang terbaik. Logika yang menuntut kita selalu berpikir logis sesuai dengan ilmu pengetahuan yang kita miliki. Sehingga hal seperti itu yang bisa kita gunakan untuk memperbaiki diri kita dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Logika adalah kemampuan berpikir secara logis. Setiap inidividu memiliki logika yang berbeda-beda. Namun logika yang objektif lah yang dapat diterima oleh orang lain. Setiap individu boleh jadi melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki jalan pikiran yang berbeda, yang berarti logika yang berbeda. Jika demikian, orang akan memiliki penilaian yang berbeda-beda akan suatu fenomena. Kita juga tidak dapat memaksakan logika kita pada orang lain. Oleh karena itu, setiap orang akan memandang dunia sesuai sudut pandang mereka sendiri-sendiri yang mungkin berbeda satu dengan dengan yang lain. Jadi definisi dunia adalah relatif.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Tidak semua orang dapat menggunakan logika dengan sebaik-baiknya. Logika merupakan cara dimana seseorang dapat berpikir menggunakan ilmu pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Logika digunakan untuk menyelesaikan sautu masalah, semakin banyak pengalaman yang ia miliki maka logika yang ia gunakan sebaik. Logika berhubungan antara hati yang jernih dan ikhlas serta pikiran yang kritis akan sesuatu. Maka jika tidak menggunakan hati dan pikiran maka, logika tidak dapat digunakan dengan baik.

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Penggunaan logika secara ekstensif dan intensif tetap tidak dapat digunakan secara sempurna menggambarkan dunia secara menyeluruh.
    Karena logika pun tak selamanya benar, bahkan manusia pun memiliki keterbatasan dalam berfikir dan menyimpulkan menggunkan logikanya.
    Maka sebenar-benarnya tidak dapat menggambarkan keseluruhan dunia, jika mampu pun mungkin itu hanya sebagian dunia yang dapat dipandang dan disimpulkan oleh sebagian logika itu.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam kehidupan ini kemampuan berpikir logis memang sangat penting. Tetapi tidak setiap orang memiliki kemampuan logika yang baik. Ada yang mengatakan bahwa kemampuan logika memang sudah ada dari sananya dan tidak perlu dipelajari. Tetapi menurut saya logika pun wajib untuk dipelajari, karena logika itu memang penting bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Logika berkaitan dengan pikiran dan menalar. Dengan logika kita dapat memikirkan makna atau keterkaitan maupun mempertimbangkan baik buruknya sesuatu baik secara induktif maupun deduktif. Untuk mendapatkan makna, keterkaitan, dan konsesuensi terhadap sesuatu hal yang lebih maksimal maka kita harus memikirkannya (menggunakan logika) secara kritis yakni seluas-luassnya (ekstensif) dan sedalam-dalamnya (intensif). Logika merupakan dasar dari ilmu matematika. ketika kita mempelajari matematika, maka kita membutuhkan logika. Logika sebenarnya tidak ada secara sendirinya, tetapi butuh dilatih secara terus menerus. Salah satunya yakni dengan mempelajari matematika. ketika kita sudah pandai berlogika, maka hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan kita, terutama dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  20. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Dunia adalah perputaran waktu yang tidak pernah memiliki rasa lelah. Setiap manusia senantiasa berpikir dan terus berpikir tentang apa yang ia gapai, terus menerus berusaha, berjuang terhadap apa yang menjadi keinginannya. Berusaha tak kenal lelah mencapai mimpi yang ia idamkan. Dunia adalah kehidupan yang semu, terkadang kita melangkah tanpa kejelassan dalam pemikiran kita, namun hati kita yakin terhadap apa yang kita inginkan. Menggunakan perasaan dengan hati-hati, meikirkan segala sesuatuhal dengan seksama, walaupun tekadang dunia kita berbeda, karena setiap manusia mempunyai tingkat ilmunya masing-maising.

    ReplyDelete
  21. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    berdasarkan logika saya, dunia itu adalah hal-hal yang bersifat relatif, hal-hal yang bisa linier dan bisa siklis. hal-hal yang terjadi dalam dunia bisa saja terulang dan bisa juga tidak. dunia itu tempatnya aktivitas makhluk, tempat persinggahan, atau mungkin tempat menginap sementara.

    ReplyDelete
  22. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Berfikir intensif dan ekstensif adalah metode berfikir dalam filsafat, yaitu berfikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Menggambar dunia, sejujurnya sebelum saya mengikuti perkuliahan Filsafat Ilmu, dunia dalam benak saya adalah hal-hal yang mutlak, seperti dunia itu (mutlak) bulat, duapertiga dunia (mutlak) terdiri atas perairan. Saya berhenti di situ saja, jarang atau bahkan tidak pernah mencoba memikirkan ulang atau mencari sumber referensi lain, apalagi yang kontradiktif dengan hal-hal yang saya pikirkan tersebut.
    Refleksi saya setelah mengikuti perkuliahan Filsafat Ilmu. 1) Bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak, kecuali kebenaran dari Alloh SWT. 2) Dunia ini terdiri atas obyek yang ada dan yang mungkin ada. 3) untuk mengetahu segala yang ada dan yang mungkin ada dibutuhkan metode berpikir intensif dan ekstensif.

    Maka dengan menggunakan metode berfikir intensif dan ekstensif, saya menemukan dunia yang baru, yang lebih terbuka, lain dengan dunia yang kulihat selama ini. Metode berpikir intensif dan ekstensif membawa saya pada dunia yang kompleks, sulit untuk dibahasakan dan disampaikan kepada halayak ramai. Duniaku yang kuperoleh dari berpikir intensif dan ekstensif bisa jadi hanyalah miliku, duniaku sendiri.

    ReplyDelete
  23. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sungguh kembali pengetahuan baru yang saya dapatkan. Sebelumnya daya belum memahami apa itu ekstensif dan ekstensif.
    Yang saya dapat pahami bahwa ekstensif merupakan yang terukur bergantung pada seberapa banyak materi yang diukur, sementara intensif tidak dipengaruhi oleh ukuran sistem dan dapat bervariasi di setiap bagian sistem pada waktu yang berbeda.
    Dunia yang dapat diukur atau ekstensif dapat dibayangkan seperti banyaknya tahun, lamanya waktu, besarnya ruangan. Dunia yang penuh dengan ukuran. Sementara dunia yang tak dapat diukur (intensif) adalah dunia yang timbul dari pemikiran kita, yang dapat berubah seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Seperti yang sering Bapak katakan bahwa intensif dan ekstensif logika berarti berpikir dalam sedalam-dalamnya dan juga luas seluas-luasnya. Karena memiliki arti dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya, maka itulah sebenar-benar kuasa. Kuasa adalah sebenar-benar sifat dari pemegang kuasa. Sehingga inilah kuasa rekatif manusia terhadap dunia, manusia bisa berpendapat, bersuara, dan mempunyai hak. Ini adalah dunia degan intensif dan ekstensif manusia yang relatif, sedangkan dunia yang konsisten hanyalah milik Allah SWT. Maka saya dapat mendefinisikan dunia adalah kuasa relatif ku.

    ReplyDelete
  25. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berifikir intensif yakni berfikir sedalam-dalamnya mengenai objek serta berfikir ektensif adalah berfikir filsafat luasnya. Jika di pikirkan secara intensif dan ekstensif tentang dunia ini bahwa secara intensif dunia ada tempat manusia bersinggah sementara, tempat manusia menanam amal yang nantinya akan di panenan di akhirat. Dunia bersifat fana oleh karena nya hati-hati karena kita bisa terlena olehnya. Sedangkan berpikir ekstensif yakni berpikir seluas-luasnya tentang dunia bahwa kita hidup dalam dunia sosial dan tidak memungkiri adanya kontak sosial dengan orang. Berbagai pengetahuan dari belahan dunia dapat kita cari dan temukan. Oleh karenanya. Berfikir intensif dan ekstensif ini penting agar kita dapat memahami apa hakikat kehidupan ini. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  26. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Berpikir tentang dunia secara intensif berarti memikirkan dunia sedalam-dalamnya dan berpikir secara ekstensif tentang dunia adalah berpikir seluas-luasnya. Dunia terdiri dari banyak hal yang ada dan yang mungkin ada. semua yang ada dan yang mungkin ada itu tak terbatas banyaknya. Dunia dapat dilihat dari berbagai sudut pandang berbeda sehingga akan menghasilkan banyak persepsi tentang dunia. Dari yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini masing-masing memiliki sifat-sifat yang tak terbatas jumlahnya. Memikirkan tentang yang ada dan yang mungkin ada dengan detail adalah cara berpikir intensif.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami logika manusia terletak pada pikiran manusia dan bersifat apriori. Sedangkan dunia itu mencakup segala yang ada dan mungkin ada. Untuk memahami dunia logika harus mengolah segala yang ada dan yang mungkin ada dari dunia itu sendiri. Dunia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang memiliki banyak informasi, potensi yang sangat banyak dan luas. Logika manusia hanya mampu memahami sedikit saja dari yang disediakan oleh dunia. Sehingga definisi Dunia adalah seluas definisi yang mampu dibangun oleh logika manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  28. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Logika menggiring seseorang dalam melakukan penalaran mengenai suatu hal. Logika juga merupakan suatu sarana dalam membangun ilmu pegetahuan. Logika menjadikan penalaran-penalaran yang dilakukan oleh seseorang dapat diterima oleh orang lain.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend MAtematika B 2017

    Logika adalah bagaimana manusia berpikir sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Logika sendiri biasa untuk menalar fenomena yang ditemui oleh seseorang. Dengan logika kita mampu memilih yang mana yang baik yang mana yang buruk. Dengan logika kita mampu menjangkau sungguh sungguh yang terbaik dalam kehidupan dengan nalar yang nantinya dapat diterima oleh semua orang.

    ReplyDelete
  30. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Logika berasal dari bahasa Yunani logos yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah pikiran manusia terhadap suatu hal berdasarkan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Logika berfungsi untuk menalar dan memberikan pandangan tentang benar salah atau baik buruk. Sehingga dengan logika kita dapat mengetahui dunia dan isinya besarta baik buruknya, manfaat mudaratnya, benar salahnya sehingga kita mampu membangun dunia sesuai logika dan nurani kita.

    ReplyDelete
  31. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dalam sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Logika berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Dunia itu seperti wadah dan makhluk sebagai isi. Harus bisa menyesuaikan bentuk wadah bagaimanapun bentuk dunia. Berjalan beriringan tentu lebih indah dan istimewa, karena dunia itu tempat yang idah kalau kita membuat indah, dan istimewa jika kita membuat istimewa. Wadah juga akan selalu melindungi isinya jika isi itu juga tidak berbuat macam-macam.

    ReplyDelete
  32. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Logika merupakan pengetahuan dasar yang dimiliki manusia, logika akan menjadi dasar dari pengetahuan dan perkembangan pengetahuan. Logika adalah ilmu pengetahuan tentang aturan, hukum-hukum, susunan, atau bentuk pikiran manusia yang dapat menghantarkan pikiran tersebut pada suatu kebenaran. Logika sebagai sarana berfikir ilmiah yang pada dasarnya ada dua macam, yaitu logika induktif dan logika deduktif. Seseorang yang dalam kehidupannya sehari-hari menggunakan logika, maka akan membuat keputusan yag cenderung tepat, karena logika itu dapat mengonstruk dengan mempertimbangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan yang dipikirkan , kemudian dapat menarik kesimpulan dari itu.

    ReplyDelete
  33. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seagaimana pengalaman, logika juga merupakan bagian penting dari membangun pengetahuan atau ilmu. Ilmu merupakan jendela kita untuk melihat dunia. Pengalaman-pengalaman yang yang kita miliki harus kita pikirkan menggunakan logika kita, dan logika kita harus kita gunakan untuk memikirkan apa-apa yang ada daam pikiran kita yang dapat kita lakukan atau aplikasikan. Dengan begitu kita akan memperoleh ilmu dan dengannya kita akan memperoleh dunia kita.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Memiliki logika merupakan fitrah sebagai manusia yang terlahir sebagai makhluk yang sempurna selama ia masih memiliki akal sehat. Manusia mempunyai kemampuan menalar, artinya berpikir secara logis dan analitis. Kelebihan manusia dalam kemampuannya menalar dan karena mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikirannya yang abstrak, maka manusia bukan saja mempunyai pengetahuan, melainkan juga mampu mengembangkannya.

    ReplyDelete
  35. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Logika berkaitan dengan pikiran dan menalar. Dengan logika kita dapat memikirkan makna atau keterkaitan maupun mempertimbangkan baik buruknya sesuatu baik secara induktif maupun deduktif. Untuk mendapatkan makna, keterkaitan, dan konsekuensi terhadap sesuatu hal yang lebih maksimal maka kita harus memikirkannya (menggunakan logika) secara kritis yakni seluas-luasnya (ekstensif) dan sedalam-dalamnya (intensif). Logika merupakan dasar dari ilmu matematika. ketika kita mempelajari matematika, maka kita membutuhkan logika. Logika sebenarnya tidak ada secara sendirinya, tetapi butuh dilatih secara terus menerus. Salah satunya yakni dengan mempelajari matematika. ketika kita sudah pandai berlogika, maka hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan kita, terutama dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  36. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Logika dapat digunakan untuk menganalisis atau menguji argumen orang lain. Tujuan atau sasaran logika adalah sebisa mungkin menempatkan cara berpikir seseorang ke dalam sebuah struktur formal yang dinamakan argumen. Berdasar pada logika, maka seseorang dapat menilai apakah argumen orang lain ke dalam kategori argumen yang baik atau argumen yang tidak baik

    ReplyDelete
  37. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Logika adalah kemampuan berpikir secara logis. Setiap inidividu memiliki logika yang berbeda-beda. Namun logika yang objektif lah yang dapat diterima oleh orang lain. Setiap individu boleh jadi melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki jalan pikiran yang berbeda, yang berarti logika yang berbeda. Jika demikian, orang akan memiliki penilaian yang berbeda-beda akan suatu fenomena. Kita juga tidak dapat memaksakan logika kita pada orang lain. Oleh karena itu, setiap orang akan memandang dunia sesuai sudut pandang mereka sendiri-sendiri yang mungkin berbeda satu dengan dengan yang lain. Jadi definisi dunia adalah relatif.

    ReplyDelete
  38. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam wikipedia, logika disebut dengan logike episteme (bahasa Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Disini kita memaknai dunia sebagaimana kita mengartikan apa yang ada, dan mungkin ada sesuai dengan pemikiran kita, dimana ketepatannya bersifat subyektif yang akan menimbulkan kerelatifan dunia antara orang satu dan lainnya karena pemikiran atau logika yang berbeda-beda setiap orangnya. Pemaknaan dunia dapat berubah sebagaimana kerelatifan dari pemikiran seseorang tersebut.

    ReplyDelete
  39. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Immanuel kant sebenar-benar dunia itu persis dengan apa yang dipikirkan. Sehingga dengan demikian dunia itu tergantung siapa yang memikirkan dan yang dipikirkannya. Memandang dunia bisa melalui dua sisi yaitu ekstensif dan intensif. Kita memandang dunia secara luas berarti menyangkut semua yang ada dan yang munfkin ada. Sedangkan jika kita memandang dunia secara mendasar maka kita bisa berlogika secara mendasar dan mendalam.

    ReplyDelete
  40. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia telah diberikan kemewahan dalam bentuk akal/rasio. Rasio dalam diri manusia melahirkan logika-logika dalam setiap pemikiran yang ada. Ada istilah untuk membuat keputusan yang baik dan tepat maka kita harus mengedepankan logika. Seluruh faktor yang dapat membuat keputusan kita menjadi bias harus dikesampingkan dahulu termasuk emosi, ego, belas kasih, dll. Namun jika hidup hanya berpegang teguh pada logika maka pada suatu waktu kita akan jatuh tersungkur karenakekuatan logika kita sendiri. Menghadapi dunia dengan keseimbangan antara logika dan aspek lainnya adalah kombinasi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  41. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Logika adalah setengah dari pengetahuan. setengahnya lagi pengetahuan dibangun menggunakan pengalaman. Kita bisa mengenal seseorang berdasarkan cerita dari orang lain, kita menggunakan logika kita untuk mengenal orang itu. Maka sesungguhnya dari cara ini, kita baru mengenal orang tersebut separuh saja. namun ketika kita sudah bertemu, berinteraksi dengan orang itu, maka kita telah menambah setengah lagi dari pengetahuan kita mengenai orang tersebut. begitu pula kita dalam mengenal dunia, kita mengenal dunia jika hanya dengan logika maka kita baru mengenalnya secara separuh. Dan separuh lagi baru bisa kita dapatkan melalui pengalaman.

    ReplyDelete
  42. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Logika berkaitan dengan pikiran dan menalar. Dengan logika kita dapat memikirkan makna atau keterkaitan maupun mempertimbangkan baik buruknya sesuatu baik secara induktif maupun deduktif. Untuk mendapatkan makna, keterkaitan, dan konsesuensi terhadap sesuatu hal yang lebih maksimal maka kita harus memikirkannya (menggunakan logika) secara kritis yakni seluas-luassnya (ekstensif) dan sedalam-dalamnya (intensif).

    ReplyDelete

  43. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Logika adalah bagaimana manusia berpikir sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Logika sendiri biasa untuk menalar fenomena yang ditemui oleh seseorang. Dengna logika maka kita mampu menalar apakah sesuatu itu benar atau tidak. Dengan logika kita mampu menalar dunia ini dengan isinya apakah sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan yang beradap dan sesuai dengan agama yang diyakini sehingga kita tahu arah membangun dunia.

    ReplyDelete
  44. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Logika menentukan bagaimana tindakan seseorang terhadap sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Logika berhubungan dengan pikiran dan penalaran. Orang yang memiliki pemikiran yang jernih akan kritis dalam kehidupan. Sedangkan orang yang tidak berlandaskan pemikiran yang jernih akan hidup untuk mengejar dunia. Ia akan sulit membedakan yang baik dan buruk. Ia akan terperangkap dalam ruang dan waktu yang salah. Maka sebenar-benar orang yang tidak meletakkan sesuatu di atas logikanya adalah bagian dari orang yang munafik.

    ReplyDelete
  45. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dunia adalah susunan materi dan semua materi pastilah berawal dari sesuatu yang ada dan diadakan. Dunia adalah semua hal yang saling berinteraksi di bumi ini dan pastilah ada yang mengaturnya karena jika tidak akan kacaulah bumi atau dunia ini. Sesuatu akan baik jika diatur oleh satu zat saja, namun jika diatur atau dipimpin oleh dua atau lebih pengatur maka akan hancurlah dunia atau bumi ini karena perkelahian antar pengatur. Dari semua itu dapat disimpilkan bahwa dunia atau bumi ini diadakan oleh satu Dzat, diatur oleh satu Dzat, Dia tiada lain tiada bukan adalah Allah, Tuhan alam semesta ini.

    ReplyDelete