Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 11: Intensif dan Ekstensif Logika




Ass, khusus untuk Mahasiswa S2 P. Sain dan S2 P. Matematika:

Intensif dan Ekstensifkanlah Logika anda sehingga anda mampu menggunakannya untuk mendefinisikan Dunia. Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah uraian anda sebagai komen pada posting ini.

Demikianlah selamat mencoba, semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

16 comments:

  1. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Logika berasal dari bahasa Yunani logos yang berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika adalah pikiran manusia terhadap suatu hal berdasarkan pengalaman dan ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Logika berfungsi untuk menalar dan memberikan pandangan tentang benar salah atau baik buruk. Sehingga dengan logika kita dapat mengetahui dunia dan isinya besarta baik buruknya, manfaat mudaratnya, benar salahnya sehingga kita mampu membangun dunia sesuai logika dan nurani kita.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dalam sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Logika berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Dunia itu seperti wadah dan makhluk sebagai isi. Harus bisa menyesuaikan bentuk wadah bagaimanapun bentuk dunia. Berjalan beriringan tentu lebih indah dan istimewa, karena dunia itu tempat yang idah kalau kita membuat indah, dan istimewa jika kita membuat istimewa. Wadah juga akan selalu melindungi isinya jika isi itu juga tidak berbuat macam-macam.

    ReplyDelete
  3. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Logika merupakan pengetahuan dasar yang dimiliki manusia, logika akan menjadi dasar dari pengetahuan dan perkembangan pengetahuan. Logika adalah ilmu pengetahuan tentang aturan, hukum-hukum, susunan, atau bentuk pikiran manusia yang dapat menghantarkan pikiran tersebut pada suatu kebenaran. Logika sebagai sarana berfikir ilmiah yang pada dasarnya ada dua macam, yaitu logika induktif dan logika deduktif. Seseorang yang dalam kehidupannya sehari-hari menggunakan logika, maka akan membuat keputusan yag cenderung tepat, karena logika itu dapat mengonstruk dengan mempertimbangkan segala sesuatu yang berhubungan dengan yang dipikirkan , kemudian dapat menarik kesimpulan dari itu.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Seagaimana pengalaman, logika juga merupakan bagian penting dari membangun pengetahuan atau ilmu. Ilmu merupakan jendela kita untuk melihat dunia. Pengalaman-pengalaman yang yang kita miliki harus kita pikirkan menggunakan logika kita, dan logika kita harus kita gunakan untuk memikirkan apa-apa yang ada daam pikiran kita yang dapat kita lakukan atau aplikasikan. Dengan begitu kita akan memperoleh ilmu dan dengannya kita akan memperoleh dunia kita.

    ReplyDelete
  5. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Memiliki logika merupakan fitrah sebagai manusia yang terlahir sebagai makhluk yang sempurna selama ia masih memiliki akal sehat. Manusia mempunyai kemampuan menalar, artinya berpikir secara logis dan analitis. Kelebihan manusia dalam kemampuannya menalar dan karena mempunyai bahasa untuk mengkomunikasikan hasil pemikirannya yang abstrak, maka manusia bukan saja mempunyai pengetahuan, melainkan juga mampu mengembangkannya.

    ReplyDelete
  6. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Logika berkaitan dengan pikiran dan menalar. Dengan logika kita dapat memikirkan makna atau keterkaitan maupun mempertimbangkan baik buruknya sesuatu baik secara induktif maupun deduktif. Untuk mendapatkan makna, keterkaitan, dan konsekuensi terhadap sesuatu hal yang lebih maksimal maka kita harus memikirkannya (menggunakan logika) secara kritis yakni seluas-luasnya (ekstensif) dan sedalam-dalamnya (intensif). Logika merupakan dasar dari ilmu matematika. ketika kita mempelajari matematika, maka kita membutuhkan logika. Logika sebenarnya tidak ada secara sendirinya, tetapi butuh dilatih secara terus menerus. Salah satunya yakni dengan mempelajari matematika. ketika kita sudah pandai berlogika, maka hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan kita, terutama dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  7. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Logika dapat digunakan untuk menganalisis atau menguji argumen orang lain. Tujuan atau sasaran logika adalah sebisa mungkin menempatkan cara berpikir seseorang ke dalam sebuah struktur formal yang dinamakan argumen. Berdasar pada logika, maka seseorang dapat menilai apakah argumen orang lain ke dalam kategori argumen yang baik atau argumen yang tidak baik

    ReplyDelete
  8. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Logika adalah kemampuan berpikir secara logis. Setiap inidividu memiliki logika yang berbeda-beda. Namun logika yang objektif lah yang dapat diterima oleh orang lain. Setiap individu boleh jadi melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda-beda. Setiap individu memiliki jalan pikiran yang berbeda, yang berarti logika yang berbeda. Jika demikian, orang akan memiliki penilaian yang berbeda-beda akan suatu fenomena. Kita juga tidak dapat memaksakan logika kita pada orang lain. Oleh karena itu, setiap orang akan memandang dunia sesuai sudut pandang mereka sendiri-sendiri yang mungkin berbeda satu dengan dengan yang lain. Jadi definisi dunia adalah relatif.

    ReplyDelete
  9. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam wikipedia, logika disebut dengan logike episteme (bahasa Latin: logica scientia) atau ilmu logika (ilmu pengetahuan) yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur. Disini kita memaknai dunia sebagaimana kita mengartikan apa yang ada, dan mungkin ada sesuai dengan pemikiran kita, dimana ketepatannya bersifat subyektif yang akan menimbulkan kerelatifan dunia antara orang satu dan lainnya karena pemikiran atau logika yang berbeda-beda setiap orangnya. Pemaknaan dunia dapat berubah sebagaimana kerelatifan dari pemikiran seseorang tersebut.

    ReplyDelete
  10. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Menurut Immanuel kant sebenar-benar dunia itu persis dengan apa yang dipikirkan. Sehingga dengan demikian dunia itu tergantung siapa yang memikirkan dan yang dipikirkannya. Memandang dunia bisa melalui dua sisi yaitu ekstensif dan intensif. Kita memandang dunia secara luas berarti menyangkut semua yang ada dan yang munfkin ada. Sedangkan jika kita memandang dunia secara mendasar maka kita bisa berlogika secara mendasar dan mendalam.

    ReplyDelete
  11. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia telah diberikan kemewahan dalam bentuk akal/rasio. Rasio dalam diri manusia melahirkan logika-logika dalam setiap pemikiran yang ada. Ada istilah untuk membuat keputusan yang baik dan tepat maka kita harus mengedepankan logika. Seluruh faktor yang dapat membuat keputusan kita menjadi bias harus dikesampingkan dahulu termasuk emosi, ego, belas kasih, dll. Namun jika hidup hanya berpegang teguh pada logika maka pada suatu waktu kita akan jatuh tersungkur karenakekuatan logika kita sendiri. Menghadapi dunia dengan keseimbangan antara logika dan aspek lainnya adalah kombinasi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Logika adalah setengah dari pengetahuan. setengahnya lagi pengetahuan dibangun menggunakan pengalaman. Kita bisa mengenal seseorang berdasarkan cerita dari orang lain, kita menggunakan logika kita untuk mengenal orang itu. Maka sesungguhnya dari cara ini, kita baru mengenal orang tersebut separuh saja. namun ketika kita sudah bertemu, berinteraksi dengan orang itu, maka kita telah menambah setengah lagi dari pengetahuan kita mengenai orang tersebut. begitu pula kita dalam mengenal dunia, kita mengenal dunia jika hanya dengan logika maka kita baru mengenalnya secara separuh. Dan separuh lagi baru bisa kita dapatkan melalui pengalaman.

    ReplyDelete
  13. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Logika berkaitan dengan pikiran dan menalar. Dengan logika kita dapat memikirkan makna atau keterkaitan maupun mempertimbangkan baik buruknya sesuatu baik secara induktif maupun deduktif. Untuk mendapatkan makna, keterkaitan, dan konsesuensi terhadap sesuatu hal yang lebih maksimal maka kita harus memikirkannya (menggunakan logika) secara kritis yakni seluas-luassnya (ekstensif) dan sedalam-dalamnya (intensif).

    ReplyDelete

  14. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Logika adalah bagaimana manusia berpikir sesuai dengan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Logika sendiri biasa untuk menalar fenomena yang ditemui oleh seseorang. Dengna logika maka kita mampu menalar apakah sesuatu itu benar atau tidak. Dengan logika kita mampu menalar dunia ini dengan isinya apakah sudah sesuai dengan ilmu pengetahuan yang beradap dan sesuai dengan agama yang diyakini sehingga kita tahu arah membangun dunia.

    ReplyDelete
  15. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Logika menentukan bagaimana tindakan seseorang terhadap sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Logika berhubungan dengan pikiran dan penalaran. Orang yang memiliki pemikiran yang jernih akan kritis dalam kehidupan. Sedangkan orang yang tidak berlandaskan pemikiran yang jernih akan hidup untuk mengejar dunia. Ia akan sulit membedakan yang baik dan buruk. Ia akan terperangkap dalam ruang dan waktu yang salah. Maka sebenar-benar orang yang tidak meletakkan sesuatu di atas logikanya adalah bagian dari orang yang munafik.

    ReplyDelete
  16. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dunia adalah susunan materi dan semua materi pastilah berawal dari sesuatu yang ada dan diadakan. Dunia adalah semua hal yang saling berinteraksi di bumi ini dan pastilah ada yang mengaturnya karena jika tidak akan kacaulah bumi atau dunia ini. Sesuatu akan baik jika diatur oleh satu zat saja, namun jika diatur atau dipimpin oleh dua atau lebih pengatur maka akan hancurlah dunia atau bumi ini karena perkelahian antar pengatur. Dari semua itu dapat disimpilkan bahwa dunia atau bumi ini diadakan oleh satu Dzat, diatur oleh satu Dzat, Dia tiada lain tiada bukan adalah Allah, Tuhan alam semesta ini.

    ReplyDelete