Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 11: Intensif dan Ekstensif Logika




Ass, khusus untuk Mahasiswa S2 P. Sain dan S2 P. Matematika:

Intensif dan Ekstensifkanlah Logika anda sehingga anda mampu menggunakannya untuk mendefinisikan Dunia. Dapat menggunakan referensi.

Tuliskanlah uraian anda sebagai komen pada posting ini.

Demikianlah selamat mencoba, semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Logika berkaitan dengan pikiran dan menalar. Dengan logika kita dapat memikirkan makna atau keterkaitan maupun mempertimbangkan baik buruknya sesuatu baik secara induktif maupun deduktif. Untuk mendapatkan makna, keterkaitan, dan konsesuensi terhadap sesuatu hal yang lebih maksimal maka kita harus memikirkannya (menggunakan logika) secara kritis yakni seluas-luassnya (ekstensif) dan sedalam-dalamnya (intensif). Logika merupakan dasar dari ilmu matematika. ketika kita mempelajari matematika, maka kita membutuhkan logika. Logika sebenarnya tidak ada secara sendirinya, tetapi butuh dilatih secara terus menerus. Salah satunya yakni dengan mempelajari matematika. ketika kita sudah pandai berlogika, maka hal tersebut akan sangat berguna dalam kehidupan kita, terutama dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  2. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Dunia adalah perputaran waktu yang tidak pernah memiliki rasa lelah. Setiap manusia senantiasa berpikir dan terus berpikir tentang apa yang ia gapai, terus menerus berusaha, berjuang terhadap apa yang menjadi keinginannya. Berusaha tak kenal lelah mencapai mimpi yang ia idamkan. Dunia adalah kehidupan yang semu, terkadang kita melangkah tanpa kejelassan dalam pemikiran kita, namun hati kita yakin terhadap apa yang kita inginkan. Menggunakan perasaan dengan hati-hati, meikirkan segala sesuatuhal dengan seksama, walaupun tekadang dunia kita berbeda, karena setiap manusia mempunyai tingkat ilmunya masing-maising.

    ReplyDelete
  3. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    berdasarkan logika saya, dunia itu adalah hal-hal yang bersifat relatif, hal-hal yang bisa linier dan bisa siklis. hal-hal yang terjadi dalam dunia bisa saja terulang dan bisa juga tidak. dunia itu tempatnya aktivitas makhluk, tempat persinggahan, atau mungkin tempat menginap sementara.

    ReplyDelete
  4. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Berfikir intensif dan ekstensif adalah metode berfikir dalam filsafat, yaitu berfikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Menggambar dunia, sejujurnya sebelum saya mengikuti perkuliahan Filsafat Ilmu, dunia dalam benak saya adalah hal-hal yang mutlak, seperti dunia itu (mutlak) bulat, duapertiga dunia (mutlak) terdiri atas perairan. Saya berhenti di situ saja, jarang atau bahkan tidak pernah mencoba memikirkan ulang atau mencari sumber referensi lain, apalagi yang kontradiktif dengan hal-hal yang saya pikirkan tersebut.
    Refleksi saya setelah mengikuti perkuliahan Filsafat Ilmu. 1) Bahwa di dunia ini tidak ada yang mutlak, kecuali kebenaran dari Alloh SWT. 2) Dunia ini terdiri atas obyek yang ada dan yang mungkin ada. 3) untuk mengetahu segala yang ada dan yang mungkin ada dibutuhkan metode berpikir intensif dan ekstensif.

    Maka dengan menggunakan metode berfikir intensif dan ekstensif, saya menemukan dunia yang baru, yang lebih terbuka, lain dengan dunia yang kulihat selama ini. Metode berpikir intensif dan ekstensif membawa saya pada dunia yang kompleks, sulit untuk dibahasakan dan disampaikan kepada halayak ramai. Duniaku yang kuperoleh dari berpikir intensif dan ekstensif bisa jadi hanyalah miliku, duniaku sendiri.

    ReplyDelete
  5. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sungguh kembali pengetahuan baru yang saya dapatkan. Sebelumnya daya belum memahami apa itu ekstensif dan ekstensif.
    Yang saya dapat pahami bahwa ekstensif merupakan yang terukur bergantung pada seberapa banyak materi yang diukur, sementara intensif tidak dipengaruhi oleh ukuran sistem dan dapat bervariasi di setiap bagian sistem pada waktu yang berbeda.
    Dunia yang dapat diukur atau ekstensif dapat dibayangkan seperti banyaknya tahun, lamanya waktu, besarnya ruangan. Dunia yang penuh dengan ukuran. Sementara dunia yang tak dapat diukur (intensif) adalah dunia yang timbul dari pemikiran kita, yang dapat berubah seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  6. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Seperti yang sering Bapak katakan bahwa intensif dan ekstensif logika berarti berpikir dalam sedalam-dalamnya dan juga luas seluas-luasnya. Karena memiliki arti dalam sedalam-dalamnya dan luas seluas-luasnya, maka itulah sebenar-benar kuasa. Kuasa adalah sebenar-benar sifat dari pemegang kuasa. Sehingga inilah kuasa rekatif manusia terhadap dunia, manusia bisa berpendapat, bersuara, dan mempunyai hak. Ini adalah dunia degan intensif dan ekstensif manusia yang relatif, sedangkan dunia yang konsisten hanyalah milik Allah SWT. Maka saya dapat mendefinisikan dunia adalah kuasa relatif ku.

    ReplyDelete
  7. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Berifikir intensif yakni berfikir sedalam-dalamnya mengenai objek serta berfikir ektensif adalah berfikir filsafat luasnya. Jika di pikirkan secara intensif dan ekstensif tentang dunia ini bahwa secara intensif dunia ada tempat manusia bersinggah sementara, tempat manusia menanam amal yang nantinya akan di panenan di akhirat. Dunia bersifat fana oleh karena nya hati-hati karena kita bisa terlena olehnya. Sedangkan berpikir ekstensif yakni berpikir seluas-luasnya tentang dunia bahwa kita hidup dalam dunia sosial dan tidak memungkiri adanya kontak sosial dengan orang. Berbagai pengetahuan dari belahan dunia dapat kita cari dan temukan. Oleh karenanya. Berfikir intensif dan ekstensif ini penting agar kita dapat memahami apa hakikat kehidupan ini. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  8. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Berpikir tentang dunia secara intensif berarti memikirkan dunia sedalam-dalamnya dan berpikir secara ekstensif tentang dunia adalah berpikir seluas-luasnya. Dunia terdiri dari banyak hal yang ada dan yang mungkin ada. semua yang ada dan yang mungkin ada itu tak terbatas banyaknya. Dunia dapat dilihat dari berbagai sudut pandang berbeda sehingga akan menghasilkan banyak persepsi tentang dunia. Dari yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini masing-masing memiliki sifat-sifat yang tak terbatas jumlahnya. Memikirkan tentang yang ada dan yang mungkin ada dengan detail adalah cara berpikir intensif.

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami logika manusia terletak pada pikiran manusia dan bersifat apriori. Sedangkan dunia itu mencakup segala yang ada dan mungkin ada. Untuk memahami dunia logika harus mengolah segala yang ada dan yang mungkin ada dari dunia itu sendiri. Dunia merupakan ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa yang memiliki banyak informasi, potensi yang sangat banyak dan luas. Logika manusia hanya mampu memahami sedikit saja dari yang disediakan oleh dunia. Sehingga definisi Dunia adalah seluas definisi yang mampu dibangun oleh logika manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Logika menggiring seseorang dalam melakukan penalaran mengenai suatu hal. Logika juga merupakan suatu sarana dalam membangun ilmu pegetahuan. Logika menjadikan penalaran-penalaran yang dilakukan oleh seseorang dapat diterima oleh orang lain.

    ReplyDelete