Oct 25, 2012

MORALITY




Ass Wr Wb
Jika berkehendak mendalami tentang MORALITY, bacalah berikut:



Wss Wr Wb
Marsigit



39 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Moralitas adalah pelaksanaan kewajiban karena hormat terhadap hukum yang tertulis dalam hati manusia. Suatu tindakan hanya dianggap bermoral kalau diambil secara otonom, berdasarkan kesadaran sendiri tentang kewajiban. Kriteria mutu moral seseorang adalah kesetiaannya terhadap suara hatinya sendiri. Setiap orang tidak hanya berhak, melainkan berkewajiban untuk senantiasa mengikuti suara hatinya. Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.

    ReplyDelete
  2. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moral dapat digunakan untuk mengukur kadar baik dan buruknya sebuah tindakan manusia sebagai anggota masyarakat (member of society) atau sebagai manusia yang memiliki posisi tertentu atau pekerjaan tertentu, moral adalah suatu tendensi rohani untuk melakukan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat. Pengertian moral kali ini erat hubungannya dengan akhlak manusia ataupun fitrah manusia yang diciptakan memang dengan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Perbuatan manusia dikatakan baik apabila motivasi tujuan akhir dan lingkungannya juga baik.

    ReplyDelete
  3. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.
    Moralitas menurut saya bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Artikel dari http://en.wikipedia.org/wiki/Morality memaparkan berbagai sudut pandang mengenai moralitas. Moralitas diartikan sebagai karakter, niat, keputusan dan tindakan untuk melakukan sesuatu yang baik atau buruk. Secara khusus moralitas identik dengan kebaikan atau kebenaran, dan memiliki hubungan dengan etika yang mengacu pada hal-hal baik atau yang buruk. Dalam artikel ini dijelaskan arti filsafat secara deskriptif dan normatif. Dalam arti deskriptif, moralitas mengacu pada nilai-nilai pribadi atau budaya, kode etik atau adat istiadat sosial. Sedangkan dalam arti normatif, moralitas mengacu pada apa pun (jika ada) sebenarnya benar atau salah, yang mungkin independen dari nilai-nilai atau adat istiadat yang dimiliki oleh setiap orang atau budaya tertentu.

    ReplyDelete
  5. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Moralitas adalah keseluruhan norma-norma, nilai-nilai dan sikap seseorang atau sebuah masyarakat atau moralitas adalah sikap hati yang terungkap dalam perbuatan lahiriah (mengingat bahwa tindakan merupakan ungkapan sepenuhnya dari hati), moralitas terdapat apabila orang mengambil sikap yang baik karena Ia sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya dan bukan ia mencari keuntungan. Moralitas sebagai sikap dan perbuatan baik yang betul-betul tanpa pamrih. dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dari salah satu refensi web di atas, Karakter atau karakter moral adalah evaluasi kualitas moral seseorang yang stabil. Konsep karakter bisa menyiratkan berbagai atribut termasuk adanya atau kekurangan kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan loyalitas, atau perilaku baik atau kebiasaan. Karakter moral terutama mengacu pada kumpulan kualitas yang membedakan satu individu dari orang lain - walaupun pada tingkat budaya, seperangkat perilaku moral yang dianut oleh kelompok sosial dapat dikatakan menyatukan dan mendefinisikannya secara kultural berbeda dari yang lain. Psikolog Lawrence Pervin mendefinisikan karakter moral sebagai "disposisi untuk mengekspresikan perilaku dalam pola fungsi yang konsisten di berbagai situasi"

    ReplyDelete
  7. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Moralitas didefinisikan sebagai sistem gagasan-gagasan mengenai perilaku benar dan salah. Berbicara mengenai evolusi moralitas mengacu pada munculnya perilaku moral manusia selama terjadinya evolusi manusia. Hal tersebut merupakan gagasan dari sudut pandang sosio-biologis mengenai penjelasan dari moralitas. Sosio-biologis memandang bahwa meskipun perilaku sosial manusia itu kompleks, tetapi moral manusia yang terdahulu atau sebelumnya dapat ditelusuri dari perilaku hewan sosial. Hewan-hewan sosial tersebut dapat merupakan kerabat terdekat manusia yaitu hewan primata seperti simpase dan bonobo. Barbara King berpendapat bahwa sementara ini primata mungkin tidak memiliki moralitas dalam pengertian manusia, namun primata dapat menunjukkan beberapa sifat yang mungkin diperlukan untuk teori evolusi moralitas. Sifat-sifat tersebut diantaranya kecerdasan tinggi, kapasitas untuk komunikasi simbolis, rasa norma sosial, realisasi "diri", dan konsep kontinuitas.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia. moralitas terdapat apabila orang mengambil sikap yang baik karena Ia sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya dan bukan ia mencari keuntungan. Moralitas sebagai sikap dan perbuatan baik yang betul-betul tanpa pamrih.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Moralitas mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan moral, hanya maksudnya lebih abstrak. Misal ketika berbicara tentang moralitas suatu perbuatan, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Oleh karenanya moralitas bisa diartikan sebagai sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut asal katanya moral dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi aturan kesusilaan. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun. Moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik. Sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Moralitas merupakan suatu pandangan mengenai perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
    Pada hal yang lain moralitas berkenaan dengan suatu hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai “kewajiban” atau “norma. Manusia dapat dinilai dari banyak segi.
    Manusia dapat dikatakan tidak bermoral apabila tingkah lakunya berlawanan dengan moralitas yang berlaku dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Moralitas (dari bahasa Latin moralis cara, karakter, perilaku yang benar) adalah diferensiasi niat, keputusan dan tindakan antara yang dibedakan sesuai dan tidak tepat. Moral yang baik tentu yang diharapkan dari seseorang. Moralitas bisa menjadi standar atau prinsip yang berasal dari kode etik dari filsafat, agama atau budaya tertentu, atau dapat berasal dari standar yang diyakini seseorang sebagai universal. Moralitas juga bisa secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran". Filosofi moral meliputi ontologi moral, atau asal usul moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem ekspresi moralitas yang berbeda telah diusulkan, termasuk sistem etika deontologis yang mematuhi seperangkat peraturan yang telah mapan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat tindakan itu sendiri.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Filosofi moral meliputi ontologi moral, atau asal usul moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem ekspresi moralitas yang berbeda telah diusulkan, termasuk sistem etika deontologis yang mematuhi seperangkat peraturan yang telah mapan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat tindakan itu sendiri. Contoh filsafat etika normatif adalah Aturan Emas, yang menyatakan bahwa: "Seseorang harus memperlakukan orang lain seperti orang ingin orang lain memperlakukan dirinya sendiri."

    ReplyDelete
  14. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari yang saya baca pada link terakhir menjelaskan tentang karakter moral adalah evaluasi kualitas moral seseorang yang stabil. Konsep karakter bisa menyiratkan berbagai atribut termasuk adanya atau kekurangan kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan loyalitas, atau perilaku baik atau kebiasaan. Karakter moral terutama mengacu pada kumpulan kualitas yang membedakan satu individu dari orang lain, walaupun pada tingkat budaya, seperangkat perilaku moral yang dianut oleh kelompok sosial dapat dikatakan menyatukan dan mendefinisikannya secara kultural berbeda dari yang lain.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada Bapak atas link yang dibagikan di elegi ini sebagai referensi buat kami untuk menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi kami. Dari sumber yang ada, yang dapat saya ketahui bahwa moral menurut beberapa ahli antara lain Damon (1988) adalah aturan dalam berperilaku (code of conduct). Aturan tersebut berasal dari kesepakatan atau konsesus sosial yang bersifat universal. Moral yang bermuatan aturan universal tersebut bertujuan untuk pengembangan ke arah kepribadian yang positif (intrapersonal) dan hubungan manusia yang harmonis (interpersonal). Lebih lanjut, Nucci & Narvaes (2008) menyatakan bahwa moral merupakan faktor determinan atau penentu pembentukan karakter seseorang. Oleh karena itu, indikator manusia yang berkarakter moral adalah: 1) Personal improvement; yaitu individu yang mempunyai kepribadian yang teguh terhadap aturan yang diinternalisasi dalam dirinya. Dengan demikian, ia tidak mudah goyah dengan pengaruh lingkungan sosial yang dianggapnya tidak sesuai dengan aturan yang diinternalisasi tersebut. 2)Social skill; yaitu mempunyai kepekaan sosial yang tinggi sehingga mampu mengutamakan kepentingan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan sosialnya yang harmonis. 3) Comprehensive problem solving; yaitu sejauhmana individu dapat mengatasi konflik dilematis antara pengaruh lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan nilai atau aturan dengan integritas pribadinya terhadap nilai atau aturan tersebut.

    ReplyDelete

  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara umum, moral dapat diartikan sebagai batasan pikiran, prinsip, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia tentang nilai-nilai baik dan buruk atau benar dan salah. Moral merupakan suatu tata nilai yang mengajak seorang manusia untuk berperilaku positif dan tidak merugikan orang lain. Seseorang dikatakan telah bermoral jika ucapan, prinsip, dan perilaku dirinya dinilai baik dan benar oleh standar-standar nilai yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia.

    ReplyDelete
  17. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://en.wikipedia.org/wiki/Pesantren, Pesantren atau Pondok Pesantren adalah pesantren di Indonesia. Menurut salah satu tradisi populer, sistem pendidikan pesantren berawal dari kolam tradisional Jawa; Asrama; Ashram untuk Hindu atau vihara bagi umat Budha untuk belajar filsafat religius, seni bela diri dan meditasi. Institusi seperti mereka ditemukan di seluruh dunia Islam dan disebut pondok di Malaysia dan Thailand Selatan dan madrasah Islam (madrasah Islam) di India dan Pakistan dan sebagian besar dunia berbahasa Arab. Pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan Alquran, terutama melalui studi bahasa Arab, tradisi tafsir, ucapan Nabi, hukum dan logika. Istilah pesantren berasal dari akar kata santri atau siswa - pe-santri-an atau tempat santri. Semua pesantren dipimpin oleh sekelompok guru dan pemimpin agama yang dikenal sebagai Kyai. Kyai dihormati sebagai guru dan orang saleh. Kyai juga memainkan peran penting di masyarakat sebagai pemimpin agama dan dalam beberapa tahun terakhir sebagai tokoh politik. Ada keluarga Kyai yang memiliki sejarah panjang dalam melayani peran ini. Beberapa Kyai kontemporer adalah cucu dan cucu dari tokoh sejarah terkenal yang mendirikan pesantren yang terkenal.

    ReplyDelete
  18. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Moralitas di sini juga berarti sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Sehingga moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk. Oleh karena itu perlu kita pelajari moral-moral yang baik dalam ranah masyarakat sehingga kita dapat diterima di lingkungan masyarakat. Selain itu moral yang baik juga dapat membantu kita dalam segala hal.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari salah satu link yang bapak berikan, yang dapat saya pelajari adalah mengenai hidup Socrates. Salah satu informasinya adalah sebagai berikut. Oracle Delphi menyatakan, "Tidak ada orang yang hidup bijaksana dari Socrates." Socrates menafsirkan pernyataan ini sebagai menunjukkan setiap kebijaksanaan yang diakui seperti hanya pengetahuannya sendiri bahwa dia tidak bijaksana.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Moralitas (dari bahasa Latin moralis "cara, karakter, perilaku yang benar") adalah diferensiasi niat, keputusan dan tindakan antara yang dibedakan sesuai dan tidak tepat.Moralitas juga bisa secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran".
    Filosofi moral meliputi ontologi moral, atau asal usul moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem ekspresi moralitas yang berbeda telah diusulkan, termasuk sistem etika deontologis yang mematuhi seperangkat peraturan yang telah mapan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat tindakan itu sendiri. Contoh filsafat etika normatif adalah Aturan Emas, yang menyatakan bahwa: "Seseorang harus memperlakukan orang lain seperti orang ingin orang lain memperlakukan dirinya sendiri."Kekebalan adalah oposisi aktif terhadap moralitas (yaitu pertentangan dengan apa yang baik atau benar), sementara amoralitas didefinisikan secara beragam sebagai ketidaksadaran, ketidakpedulian terhadap, atau ketidakpercayaan terhadap standar moral atau prinsip apapun

    ReplyDelete
  21. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu contoh perbuatan yang berlawanan dengan moralitas masyarakat di Indonesia adalah tidak adanya tenggang rasa terhadap orang yang berbeda agama. Sebagai masyarakat Indonesia yang plural dengan suku, ras, dan agama, tentunya persoalan perbedaan tidak menjadi masalah, bahkan menjadi suatu kebanggaan yang harus dijunjung tinggi dilatarbelakangi oleh makna dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
    Sehingga orang yang tidak memiliki tenggang rasa atas perbedaan agama, di Indonesia, dianggap tidak bermoral.

    ReplyDelete
  22. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Moralitas berasal dari kata dasar “moral” berasal dari kata “mos” yang berarti kebiasaan. Kata “mores” yang berarti kesusilaan, dari “mos”, “mores”. Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan lain-lain; akhlak budi pekerti; dan susila. Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.
    Immanuel Kant, mengatakan bahwa moralitas itu menyangkut hal baik dan buruk, yang dalam bahasa Kant, apa yang baik pada diri sendiri, yang baik pada tiap pembatasan sama sekali. Kebaikan moral adalah yang baik dari segala segi, tanpa pembatasan, jadi yang baik bukan hanya dari beberapa segi, melainkan baik begitu saja atau baik secara mutlak.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Saya setuju jika moral merupakan sesuatu hal yang penting. Moral penting bagi perkembangan pribadi sesorang. Tidaklah cukup seseorang hanya memiliki intelektual yang tinggi saja, moralitaslah yang menjadi fondasi kehidupan sehingga harus diperhatikan.

    ReplyDelete
  24. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Moralitas berasala dari bahasa Latin “moralis” yang artinya cara, karakter, perilaku yang benar atau dengan kata lain niat, keputusan dan tindakan antara yang dibedakan sesuai dan tidak tepat. Moralitas bisa dijadikan standar atau prinsip dari kode etik dari filsafat, agama atau budaya tertentu, atau dapat berasal dari standar yang diyakini seseorang sebagai universal. Terimakasih atas refernsinya, semoga bermanfaat untuk kedepannya.

    ReplyDelete
  25. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Moral adalah etika yang digunakan dalam kehidupan. Moral merupakan suatu tindakan yang membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Moral merupakan hal mutlak yang harus dimiliki manusia. Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dalam dunia pendidikan nilai merupakan moral. Tujuan dari pendidikan adalah menyalurkan nilai kedalam diri siswa. Jadi nilai atau moral merupakan hal yang vital dalam pendidikan. Karena nilai atau moral tersebut digunakan sebagai standar tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan orang yang bermoral adalah rang yang tindakannya memiliki nilai positif.

    ReplyDelete
  26. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Moralitas (berasal dari bahasa Latin Moralis "cara, karakter, perilaku yang tepat") adalah diferensiasi niat, keputusan, dan tindakan antara mereka yang dibedakan sebagai yang tepat dan orang-orang yang tidak tepat. Moralitas dapat menjadi badan standar atau prinsip berasal dari kode etik dari tertentu filsafat , agama , atau budaya , atau dapat berasal dari standar yang seseorang percaya harus bersifat universal. Moralitas juga mungkin secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran".

    ReplyDelete
  27. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    moral: the one ‘fact’ of practical reason, which is in every rational person, though some people are more aware of it than others. The moral law, in essence, is our knowledge of the difference between good and evil, and our inner conviction that we ought to do what is good.

    ReplyDelete
  28. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)


    Moralitas merupakan pembawaan seseorang yang berkaitan dengan niat, keputusan dan tindakan untuk melakukan sesuatu yang baik atau buruk. Moralitas mengacu pada nilai-nilai pribadi atau budaya, kode etik atau adat istiadat social. Terkadang nilai-nilai pribadi yang didapat seseorang dalam keluarganya berbeda dengan nilai moral yang terkandung dalam adat istiadat social. Karena manusia berinteraksi satu sama yang lainnya, nilai moral yang dimiliki kadang bisa berubah tergantung dari lingkungan tempat dia berada. Nilai yang ada dalam suatu adat istiadat berbeda satu dengan yang lain, sehingga penting bagi manusia untuk mempelajari nilai-nilai lingkungan tempat tinggalnya.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber-sumber yang telah Bapak berikan. Setelah membaca tentang moral yang dapat saya simpulkan adalah bahwa moral merupakan pandangan seorang manusia akan tindakan manusia lain yang yang memiliki nilai positif. Dengan demikian dapat dikatakan orang yang bermoral adalah orang yang tindakannya memiliki nilai positif. Awan dari tindakan bermoral adalah amoral. Jika ada orang yang tindakan tindakannya tidak memiliki nilai positif atau bahkan merugikan orang lain maka dia dapat dikatakan amoral.

    ReplyDelete
  30. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam dunia pendidikan prestasi siswa dan hasil belajar siswa memag sangat penting tetapi moral juga merupakan hal yang penting yang harus diajarkan guru kepada siswa. karena Negeri ini akan menjadi baik jika memiliki anak didik ang bermoral baik. oleh karenanya penting pendidikan moral sejak dari kecil.

    ReplyDelete
  31. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Bapak atas draft link yang diberikan. Menurut saya, moral merupakan nilai-nilai atau sikap yang dilakukan oleh manusia. Sikap tersebut tentunya sesuai isi hati manusia dan tidak terpengaruh dari pihak manapun. Seseorang dapat dikatakan mempunyai sikap moral yaitu yang menunjukkan sikap yang bernilai positif.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Identitas moral cenderung memotivasi kita pada tingkat bawah sadar, kita hanya bertindak dalam karakter. Jika kita memiliki identitas moral yang baik, maka kita akan secara alami bertindak seperti orang yang baik. Memiliki identitas moral yang jelas sangat penting untuk melakukan hal yang benar, tetapi memiliki identitas moral yang dogmatis, tahan terhadap perubahan adalah tentu tidak adil.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Tidak ada keyakinan yang dianggap suci, tidak peduli seberapa kuat kita percaya, tidak peduli bagaimana tengah keyakinan bahwa untuk siapa kita. Bagian dari identitas moral kita begitu berakar dalam diri kita bahwa kita tidak bisa membayangkan mengubah mereka, atau setidaknya mengubah mereka tanpa menjadi orang yang sama sekali berbeda.

    ReplyDelete
  34. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ada dua pilihan manusia, menjadi manusia bermoral atau manusia tidak bermoral. Bermoral jika apa yang dilakukan dan segala tindakannya bersesuaian dengan hati nuraninya. Moralitas juga berkaitan dengan suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat. Sehingga asas tentang moralitas ini hukumannya bukan berupa pidana, melainkan hukum non pidana, seperti dikucilkan atau dijauhi dari masyarakat.

    ReplyDelete
  35. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Moralitas atau moral merupakan ajaran tentang hal yang baik dan buruk, yang menyangkut tingkah laku dan perbuatan manusia. Berbicara tentang moralitas maka berbicara tentang sistem nilai yang terkandung dalam aturan hidup bermasyarakat dalam bentuk petuah, wejangan, nasihat, peraturan, perintah, dan semacamnya yang diwariskan secara turun-temurun melalui agama atau kebudayaan tertentu. Moral biasanya sepaket dengan nilai dan hukum yang berfungsi untuk melayani manusia, mengingatkan manusia untuk melakukan kebaikan demi diri sendiri dan sesama sebagai bagian dari masyarakat, menarik perhatian pada permasalahan-permasalahan moral yang kurang ditanggapi manusia, dan dapat menjadi penarik perhatian manusia kepada gejala pembiasaan emosional.

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Konsekuensialisme (atau Etika Teleologis) berpendapat bahwa moralitas suatu tindakan bergantung pada hasil atau hasil tindakan. Jadi, tindakan yang benar secara moral adalah tindakan yang menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Teori konsekuensis harus mempertimbangkan pertanyaan seperti "Konsekuensi macam apa yang dianggap sebagai konsekuensi yang baik?", "Siapakah penerima manfaat utama tindakan moral?", "Bagaimana konsekuensi yang dihakimi dan siapa yang menghakimi mereka?"

    ReplyDelete
  37. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  38. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  39. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Karakter atau Moral karakter merupakan evaluasi terhadap kualitas moral seseorang yang stabil. Konsep karakter dapat menunjukkan ada atau tidaknya kekurangan kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan loyalitas, atau perilaku baik atau kebiasaan. Karakter moral dapat membeda-bedakan antara satu individu dengan yang lainnya berdasarkan budaya. Moral berhubugan erat dengan sikap seseorang, di kurikulum 2013 penilaian sikap sangat diperhatikan oleh guru dan nilainya diolah oleh guru BK dan guru agama yang juga menjadi tanggugjawab semua guru matapelajaran.

    ReplyDelete