Oct 25, 2012

MORALITY




Ass Wr Wb
Jika berkehendak mendalami tentang MORALITY, bacalah berikut:



Wss Wr Wb
Marsigit



12 comments:

  1. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Konsekuensialisme (atau Etika Teleologis) berpendapat bahwa moralitas suatu tindakan bergantung pada hasil atau hasil tindakan. Jadi, tindakan yang benar secara moral adalah tindakan yang menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Teori konsekuensis harus mempertimbangkan pertanyaan seperti "Konsekuensi macam apa yang dianggap sebagai konsekuensi yang baik?", "Siapakah penerima manfaat utama tindakan moral?", "Bagaimana konsekuensi yang dihakimi dan siapa yang menghakimi mereka?"

    ReplyDelete
  2. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  3. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  4. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Karakter atau Moral karakter merupakan evaluasi terhadap kualitas moral seseorang yang stabil. Konsep karakter dapat menunjukkan ada atau tidaknya kekurangan kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan loyalitas, atau perilaku baik atau kebiasaan. Karakter moral dapat membeda-bedakan antara satu individu dengan yang lainnya berdasarkan budaya. Moral berhubugan erat dengan sikap seseorang, di kurikulum 2013 penilaian sikap sangat diperhatikan oleh guru dan nilainya diolah oleh guru BK dan guru agama yang juga menjadi tanggugjawab semua guru matapelajaran.

    ReplyDelete
  5. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jika seseorang melakukan tindakan sesuai dengan nilai rasa dan budaya yang berlaku di tengah masyarakat tersebut dan dapat diterima dalam lingkungan kehidupan sesuai aturan yang berlaku maka orang tersebut dinilai memiliki moral. Kata moral atau dapat disebut juga dengan akhlak seringkali digunakan untuk menunjukkan pada suatu perilaku baik atau buruk, sopan atau santun dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kehidupan pada seseorang.

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kata moral selalu mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia. Bukan berdasarkan perannya, seperti guru, olahragawan, dokter, dan lainnya. Norma-norma moral adalah tolok ukur segi baik-buruknya sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Setiap manusia memerlukan bimbingan agar moralnya dapat dikendalikan dan diarahkan sesuai ruang dan waktunya. Moral bagi setiap manusia merupakan cerminan jati diri, karena dari moralah sikaf manusia yang sesungguhnya dapat di deskripkan oleh setiap pandangan orang lain. Moral juga dapat diartikan sebagai segala tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dituntut untuk selalu bersikaf positif dalam melakukan suatu kegiatan. Karena moral yang baik adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Morality atau moralitas sering kali disangkutpautkan dengan perbuatan seseorang. Moral biasanya merujuk kepada suatu kode etik tertentu dalam lingkungan masyarakat atau kelompok tertentu seperti agama. Maka tidak jarang apabila seeorang melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama atau aturan di dalam masayarakat tertentu, maka orang tersebut dicap sebagai orang yang tidak bermoral. Namun setinggi-tinggi aturan yang dibuat oleh manusia, aturan yang hakiki adalah ketetapan Allah, maka sudah sepantasnya sebagai umat manusia memiliki akhlak terpuji agar menjadi pribadi yang bermoral

    ReplyDelete
  8. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Dari beberapa link di atas, kita kita bisa mendapatkan pengetahuan baru, misalnya tentang moral psychology, yang ternyata mendalami psikologi dan filsafat sekaligus, yang dimlai dari kepercayaan para filsuf terdahulu, mereka meyakini bahwa untuk mengetahui hal yang baik yaitu dengan melakukan yang baik.

    ReplyDelete
  9. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Moral adalah perbuatan atau tingkah laku dan ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama. Moral bisa dibentuk melalui lebaga-ebaga yang sesuai dengan keinginan kita, misal di pondok pesantren bagi yang beragama islam, dan pendidikan moral tersebut akan menjadi karakter dalam diri manusia tersbeut.

    ReplyDelete
  10. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    http://en.wikipedia.org/wiki/Pesantren

    Sebelumnya saya meminta maaf Pak prof ,saya mencoba membaca satu link sebagaimana yang tertera di atas.
    Lingkungan pondok atau pesantren bukanlah sesuatu hal yang baru dalam kehidupan kita.Banyak orang tua yang menganjurkan anaknya sekolah di pondok.Alasannya mungkin disandarkan pada keamanand an keterjagaan anak d dalam menempuh pendidikan .Biasanya di pesantren memiliki asrama sebagai tempat bernaungnya santri dan santriwati.Segala kegiatan dijadwalkan secara ketat mulai dari belajar sampai ke hal-hal yang sangat mendasar.Di pondok pesantren yang paling condong terletak pada sisi spiritualnya.Nah, itu yang lebih ditekankan dan ditanam dalam diri santri maupun santri wati.Karakter utama yang dibangun misalnya kejujuran ,kesabaran , ketabahan dan lain-lain.Agar di kemudian hari ada bekal yang dapat diberikan di dalam kehidupan bermasyarakat.Salah satu santri yang telah berhasil menjadi tokoh besar yaitu Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil dengan Gusdur sebagaimana yang telah disebutkan dalam link tersebut.

    ReplyDelete
  11. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, moralitas dan etika merupakan hal yang hampir sama bagi manusia, namun demikian, ada penggunaan yang membatasi istilah moralitas pada suatu sistem, misalnya seperti konsep Kant, berdasarkan gagasan seperti kewajiban, dan prinsip perilaku, sedangkan Aristotelian lebih merupakan suatu pendekatan yang mengatur etika. Untuk penalaran praktis, moraitas berdasarkan pada gagasan tentang sebuah kebajikan, dan umumnya menghindari pemisahan pertimbangan 'moral' dari pertimbangan praktis lainnya. Masalah moralitas ini secara ilmiah merupakan masalah rumit, ada beberapa penulis menganggap pandangan Kant terhadap moralitas lebih Aristotelian, dan Aristoteles lebih terlibat dengan lingkup tanggung jawab dan tanggung jawab yang terpisah, daripada yang ditunjukkan oleh pertentangan sederhana.

    ReplyDelete
  12. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Salah satu definisi moral berdasarkan sumber-sumber di atas adalah pesan yang disampaikan atau pelajaran yang bisa dipelajari dari sebuah cerita atau peristiwa. Dengan banyaknya peristiwa kehidupan atau pengalaman menempa, akan membentuk moral seseorang. Moral akan membentuk suatu karakter atau karakter moral. “Moral character or character is an evaluation of an individual's stable moral qualities.” Karakter adalah evaluasi terhadap kualitas kestabilan moral seseorang. Moral dan karakter yang baik akan tercermin dalam perilaku kehidupan orang tersebut. Ia akan berperilaku sesuai dengan norma-norma yang baik yang berlaku di masyarakat. Terkadang orang lain lebih mampu melihat dan menilai moral kita daripada diri kita sendiri.

    ReplyDelete