Oct 25, 2012

MORALITY




Ass Wr Wb
Jika berkehendak mendalami tentang MORALITY, bacalah berikut:



Wss Wr Wb
Marsigit



64 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Moralitas mempunyai arti yang pada dasarnya sama dengan moral, hanya maksudnya lebih abstrak. Misal ketika berbicara tentang moralitas suatu perbuatan, artinya segi moral suatu perbuatan atau baik buruknya perbuatan tersebut. Oleh karenanya moralitas bisa diartikan sebagai sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut asal katanya moral dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi aturan kesusilaan. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun. Moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal dari bahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik. Sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Moralitas merupakan suatu pandangan mengenai perbuatan yang dilakukan oleh manusia.
    Pada hal yang lain moralitas berkenaan dengan suatu hal yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan yang baik sebagai “kewajiban” atau “norma. Manusia dapat dinilai dari banyak segi.
    Manusia dapat dikatakan tidak bermoral apabila tingkah lakunya berlawanan dengan moralitas yang berlaku dalam masyarakat.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Moralitas (dari bahasa Latin moralis cara, karakter, perilaku yang benar) adalah diferensiasi niat, keputusan dan tindakan antara yang dibedakan sesuai dan tidak tepat. Moral yang baik tentu yang diharapkan dari seseorang. Moralitas bisa menjadi standar atau prinsip yang berasal dari kode etik dari filsafat, agama atau budaya tertentu, atau dapat berasal dari standar yang diyakini seseorang sebagai universal. Moralitas juga bisa secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran". Filosofi moral meliputi ontologi moral, atau asal usul moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem ekspresi moralitas yang berbeda telah diusulkan, termasuk sistem etika deontologis yang mematuhi seperangkat peraturan yang telah mapan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat tindakan itu sendiri.

    ReplyDelete
  5. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Filosofi moral meliputi ontologi moral, atau asal usul moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem ekspresi moralitas yang berbeda telah diusulkan, termasuk sistem etika deontologis yang mematuhi seperangkat peraturan yang telah mapan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat tindakan itu sendiri. Contoh filsafat etika normatif adalah Aturan Emas, yang menyatakan bahwa: "Seseorang harus memperlakukan orang lain seperti orang ingin orang lain memperlakukan dirinya sendiri."

    ReplyDelete
  6. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari yang saya baca pada link terakhir menjelaskan tentang karakter moral adalah evaluasi kualitas moral seseorang yang stabil. Konsep karakter bisa menyiratkan berbagai atribut termasuk adanya atau kekurangan kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan loyalitas, atau perilaku baik atau kebiasaan. Karakter moral terutama mengacu pada kumpulan kualitas yang membedakan satu individu dari orang lain, walaupun pada tingkat budaya, seperangkat perilaku moral yang dianut oleh kelompok sosial dapat dikatakan menyatukan dan mendefinisikannya secara kultural berbeda dari yang lain.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada Bapak atas link yang dibagikan di elegi ini sebagai referensi buat kami untuk menambah wawasan dan meningkatkan kompetensi kami. Dari sumber yang ada, yang dapat saya ketahui bahwa moral menurut beberapa ahli antara lain Damon (1988) adalah aturan dalam berperilaku (code of conduct). Aturan tersebut berasal dari kesepakatan atau konsesus sosial yang bersifat universal. Moral yang bermuatan aturan universal tersebut bertujuan untuk pengembangan ke arah kepribadian yang positif (intrapersonal) dan hubungan manusia yang harmonis (interpersonal). Lebih lanjut, Nucci & Narvaes (2008) menyatakan bahwa moral merupakan faktor determinan atau penentu pembentukan karakter seseorang. Oleh karena itu, indikator manusia yang berkarakter moral adalah: 1) Personal improvement; yaitu individu yang mempunyai kepribadian yang teguh terhadap aturan yang diinternalisasi dalam dirinya. Dengan demikian, ia tidak mudah goyah dengan pengaruh lingkungan sosial yang dianggapnya tidak sesuai dengan aturan yang diinternalisasi tersebut. 2)Social skill; yaitu mempunyai kepekaan sosial yang tinggi sehingga mampu mengutamakan kepentingan orang lain. Hal ini ditunjukkan dengan hubungan sosialnya yang harmonis. 3) Comprehensive problem solving; yaitu sejauhmana individu dapat mengatasi konflik dilematis antara pengaruh lingkungan sosial yang tidak sesuai dengan nilai atau aturan dengan integritas pribadinya terhadap nilai atau aturan tersebut.

    ReplyDelete

  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara umum, moral dapat diartikan sebagai batasan pikiran, prinsip, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia tentang nilai-nilai baik dan buruk atau benar dan salah. Moral merupakan suatu tata nilai yang mengajak seorang manusia untuk berperilaku positif dan tidak merugikan orang lain. Seseorang dikatakan telah bermoral jika ucapan, prinsip, dan perilaku dirinya dinilai baik dan benar oleh standar-standar nilai yang berlaku di lingkungan masyarakatnya. Moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://en.wikipedia.org/wiki/Pesantren, Pesantren atau Pondok Pesantren adalah pesantren di Indonesia. Menurut salah satu tradisi populer, sistem pendidikan pesantren berawal dari kolam tradisional Jawa; Asrama; Ashram untuk Hindu atau vihara bagi umat Budha untuk belajar filsafat religius, seni bela diri dan meditasi. Institusi seperti mereka ditemukan di seluruh dunia Islam dan disebut pondok di Malaysia dan Thailand Selatan dan madrasah Islam (madrasah Islam) di India dan Pakistan dan sebagian besar dunia berbahasa Arab. Pesantren bertujuan untuk memperdalam pengetahuan Alquran, terutama melalui studi bahasa Arab, tradisi tafsir, ucapan Nabi, hukum dan logika. Istilah pesantren berasal dari akar kata santri atau siswa - pe-santri-an atau tempat santri. Semua pesantren dipimpin oleh sekelompok guru dan pemimpin agama yang dikenal sebagai Kyai. Kyai dihormati sebagai guru dan orang saleh. Kyai juga memainkan peran penting di masyarakat sebagai pemimpin agama dan dalam beberapa tahun terakhir sebagai tokoh politik. Ada keluarga Kyai yang memiliki sejarah panjang dalam melayani peran ini. Beberapa Kyai kontemporer adalah cucu dan cucu dari tokoh sejarah terkenal yang mendirikan pesantren yang terkenal.

    ReplyDelete
  10. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Moralitas di sini juga berarti sifat moral atau keseluruhan asas dan nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Sehingga moralitas juga berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk. Oleh karena itu perlu kita pelajari moral-moral yang baik dalam ranah masyarakat sehingga kita dapat diterima di lingkungan masyarakat. Selain itu moral yang baik juga dapat membantu kita dalam segala hal.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari salah satu link yang bapak berikan, yang dapat saya pelajari adalah mengenai hidup Socrates. Salah satu informasinya adalah sebagai berikut. Oracle Delphi menyatakan, "Tidak ada orang yang hidup bijaksana dari Socrates." Socrates menafsirkan pernyataan ini sebagai menunjukkan setiap kebijaksanaan yang diakui seperti hanya pengetahuannya sendiri bahwa dia tidak bijaksana.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Moralitas (dari bahasa Latin moralis "cara, karakter, perilaku yang benar") adalah diferensiasi niat, keputusan dan tindakan antara yang dibedakan sesuai dan tidak tepat.Moralitas juga bisa secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran".
    Filosofi moral meliputi ontologi moral, atau asal usul moral, serta epistemologi moral, atau pengetahuan tentang moral. Sistem ekspresi moralitas yang berbeda telah diusulkan, termasuk sistem etika deontologis yang mematuhi seperangkat peraturan yang telah mapan, dan sistem etika normatif yang mempertimbangkan manfaat tindakan itu sendiri. Contoh filsafat etika normatif adalah Aturan Emas, yang menyatakan bahwa: "Seseorang harus memperlakukan orang lain seperti orang ingin orang lain memperlakukan dirinya sendiri."Kekebalan adalah oposisi aktif terhadap moralitas (yaitu pertentangan dengan apa yang baik atau benar), sementara amoralitas didefinisikan secara beragam sebagai ketidaksadaran, ketidakpedulian terhadap, atau ketidakpercayaan terhadap standar moral atau prinsip apapun

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu contoh perbuatan yang berlawanan dengan moralitas masyarakat di Indonesia adalah tidak adanya tenggang rasa terhadap orang yang berbeda agama. Sebagai masyarakat Indonesia yang plural dengan suku, ras, dan agama, tentunya persoalan perbedaan tidak menjadi masalah, bahkan menjadi suatu kebanggaan yang harus dijunjung tinggi dilatarbelakangi oleh makna dari semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
    Sehingga orang yang tidak memiliki tenggang rasa atas perbedaan agama, di Indonesia, dianggap tidak bermoral.

    ReplyDelete
  14. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Moralitas berasal dari kata dasar “moral” berasal dari kata “mos” yang berarti kebiasaan. Kata “mores” yang berarti kesusilaan, dari “mos”, “mores”. Moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan lain-lain; akhlak budi pekerti; dan susila. Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.
    Immanuel Kant, mengatakan bahwa moralitas itu menyangkut hal baik dan buruk, yang dalam bahasa Kant, apa yang baik pada diri sendiri, yang baik pada tiap pembatasan sama sekali. Kebaikan moral adalah yang baik dari segala segi, tanpa pembatasan, jadi yang baik bukan hanya dari beberapa segi, melainkan baik begitu saja atau baik secara mutlak.

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Saya setuju jika moral merupakan sesuatu hal yang penting. Moral penting bagi perkembangan pribadi sesorang. Tidaklah cukup seseorang hanya memiliki intelektual yang tinggi saja, moralitaslah yang menjadi fondasi kehidupan sehingga harus diperhatikan.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Moralitas berasala dari bahasa Latin “moralis” yang artinya cara, karakter, perilaku yang benar atau dengan kata lain niat, keputusan dan tindakan antara yang dibedakan sesuai dan tidak tepat. Moralitas bisa dijadikan standar atau prinsip dari kode etik dari filsafat, agama atau budaya tertentu, atau dapat berasal dari standar yang diyakini seseorang sebagai universal. Terimakasih atas refernsinya, semoga bermanfaat untuk kedepannya.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Moral adalah etika yang digunakan dalam kehidupan. Moral merupakan suatu tindakan yang membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Moral merupakan hal mutlak yang harus dimiliki manusia. Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Dalam dunia pendidikan nilai merupakan moral. Tujuan dari pendidikan adalah menyalurkan nilai kedalam diri siswa. Jadi nilai atau moral merupakan hal yang vital dalam pendidikan. Karena nilai atau moral tersebut digunakan sebagai standar tingkah laku dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan orang yang bermoral adalah rang yang tindakannya memiliki nilai positif.

    ReplyDelete
  18. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Moralitas (berasal dari bahasa Latin Moralis "cara, karakter, perilaku yang tepat") adalah diferensiasi niat, keputusan, dan tindakan antara mereka yang dibedakan sebagai yang tepat dan orang-orang yang tidak tepat. Moralitas dapat menjadi badan standar atau prinsip berasal dari kode etik dari tertentu filsafat , agama , atau budaya , atau dapat berasal dari standar yang seseorang percaya harus bersifat universal. Moralitas juga mungkin secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran".

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    moral: the one ‘fact’ of practical reason, which is in every rational person, though some people are more aware of it than others. The moral law, in essence, is our knowledge of the difference between good and evil, and our inner conviction that we ought to do what is good.

    ReplyDelete
  20. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)


    Moralitas merupakan pembawaan seseorang yang berkaitan dengan niat, keputusan dan tindakan untuk melakukan sesuatu yang baik atau buruk. Moralitas mengacu pada nilai-nilai pribadi atau budaya, kode etik atau adat istiadat social. Terkadang nilai-nilai pribadi yang didapat seseorang dalam keluarganya berbeda dengan nilai moral yang terkandung dalam adat istiadat social. Karena manusia berinteraksi satu sama yang lainnya, nilai moral yang dimiliki kadang bisa berubah tergantung dari lingkungan tempat dia berada. Nilai yang ada dalam suatu adat istiadat berbeda satu dengan yang lain, sehingga penting bagi manusia untuk mempelajari nilai-nilai lingkungan tempat tinggalnya.

    ReplyDelete
  21. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber-sumber yang telah Bapak berikan. Setelah membaca tentang moral yang dapat saya simpulkan adalah bahwa moral merupakan pandangan seorang manusia akan tindakan manusia lain yang yang memiliki nilai positif. Dengan demikian dapat dikatakan orang yang bermoral adalah orang yang tindakannya memiliki nilai positif. Awan dari tindakan bermoral adalah amoral. Jika ada orang yang tindakan tindakannya tidak memiliki nilai positif atau bahkan merugikan orang lain maka dia dapat dikatakan amoral.

    ReplyDelete
  22. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam dunia pendidikan prestasi siswa dan hasil belajar siswa memag sangat penting tetapi moral juga merupakan hal yang penting yang harus diajarkan guru kepada siswa. karena Negeri ini akan menjadi baik jika memiliki anak didik ang bermoral baik. oleh karenanya penting pendidikan moral sejak dari kecil.

    ReplyDelete
  23. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih Bapak atas draft link yang diberikan. Menurut saya, moral merupakan nilai-nilai atau sikap yang dilakukan oleh manusia. Sikap tersebut tentunya sesuai isi hati manusia dan tidak terpengaruh dari pihak manapun. Seseorang dapat dikatakan mempunyai sikap moral yaitu yang menunjukkan sikap yang bernilai positif.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Konsekuensialisme (atau Etika Teleologis) berpendapat bahwa moralitas suatu tindakan bergantung pada hasil atau hasil tindakan. Jadi, tindakan yang benar secara moral adalah tindakan yang menghasilkan hasil atau konsekuensi yang baik. Teori konsekuensis harus mempertimbangkan pertanyaan seperti "Konsekuensi macam apa yang dianggap sebagai konsekuensi yang baik?", "Siapakah penerima manfaat utama tindakan moral?", "Bagaimana konsekuensi yang dihakimi dan siapa yang menghakimi mereka?"

    ReplyDelete
  25. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  26. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Moralitas dalam pandangan Kant dibedakan atas moralitas heteronom dan moralitas otonom. Moralitas heteronom diartikan sebagai sikap dimana kewajiban ditaati dan dilaksanakan bukan karena kewajiban itu sendiri, melainkan lebih karena sesuatu yang berasal dari luar kehendak si pelaku. Dalam konteks ini, dapatlah dikatakan bahwa dependensi manusia menunjukkan inkonsistensi oleh seseorang tersebut (Tjahjadi, 1991)

    ReplyDelete
  27. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Karakter atau Moral karakter merupakan evaluasi terhadap kualitas moral seseorang yang stabil. Konsep karakter dapat menunjukkan ada atau tidaknya kekurangan kebajikan seperti empati, keberanian, ketabahan, kejujuran, dan loyalitas, atau perilaku baik atau kebiasaan. Karakter moral dapat membeda-bedakan antara satu individu dengan yang lainnya berdasarkan budaya. Moral berhubugan erat dengan sikap seseorang, di kurikulum 2013 penilaian sikap sangat diperhatikan oleh guru dan nilainya diolah oleh guru BK dan guru agama yang juga menjadi tanggugjawab semua guru matapelajaran.

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jika seseorang melakukan tindakan sesuai dengan nilai rasa dan budaya yang berlaku di tengah masyarakat tersebut dan dapat diterima dalam lingkungan kehidupan sesuai aturan yang berlaku maka orang tersebut dinilai memiliki moral. Kata moral atau dapat disebut juga dengan akhlak seringkali digunakan untuk menunjukkan pada suatu perilaku baik atau buruk, sopan atau santun dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai kehidupan pada seseorang.

    ReplyDelete
  29. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kata moral selalu mengacu pada baik-buruknya manusia sebagai manusia. Bukan berdasarkan perannya, seperti guru, olahragawan, dokter, dan lainnya. Norma-norma moral adalah tolok ukur segi baik-buruknya sebagai manusia dan bukan sebagai pelaku peran tertentu dan terbatas. Setiap manusia memerlukan bimbingan agar moralnya dapat dikendalikan dan diarahkan sesuai ruang dan waktunya. Moral bagi setiap manusia merupakan cerminan jati diri, karena dari moralah sikaf manusia yang sesungguhnya dapat di deskripkan oleh setiap pandangan orang lain. Moral juga dapat diartikan sebagai segala tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita dituntut untuk selalu bersikaf positif dalam melakukan suatu kegiatan. Karena moral yang baik adalah hidup yang bermanfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitarnya.

    ReplyDelete
  30. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Morality atau moralitas sering kali disangkutpautkan dengan perbuatan seseorang. Moral biasanya merujuk kepada suatu kode etik tertentu dalam lingkungan masyarakat atau kelompok tertentu seperti agama. Maka tidak jarang apabila seeorang melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan ajaran agama atau aturan di dalam masayarakat tertentu, maka orang tersebut dicap sebagai orang yang tidak bermoral. Namun setinggi-tinggi aturan yang dibuat oleh manusia, aturan yang hakiki adalah ketetapan Allah, maka sudah sepantasnya sebagai umat manusia memiliki akhlak terpuji agar menjadi pribadi yang bermoral

    ReplyDelete
  31. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Dari beberapa link di atas, kita kita bisa mendapatkan pengetahuan baru, misalnya tentang moral psychology, yang ternyata mendalami psikologi dan filsafat sekaligus, yang dimlai dari kepercayaan para filsuf terdahulu, mereka meyakini bahwa untuk mengetahui hal yang baik yaitu dengan melakukan yang baik.

    ReplyDelete
  32. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Moral adalah perbuatan atau tingkah laku dan ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama. Moral bisa dibentuk melalui lebaga-ebaga yang sesuai dengan keinginan kita, misal di pondok pesantren bagi yang beragama islam, dan pendidikan moral tersebut akan menjadi karakter dalam diri manusia tersbeut.

    ReplyDelete
  33. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    http://en.wikipedia.org/wiki/Pesantren

    Sebelumnya saya meminta maaf Pak prof ,saya mencoba membaca satu link sebagaimana yang tertera di atas.
    Lingkungan pondok atau pesantren bukanlah sesuatu hal yang baru dalam kehidupan kita.Banyak orang tua yang menganjurkan anaknya sekolah di pondok.Alasannya mungkin disandarkan pada keamanand an keterjagaan anak d dalam menempuh pendidikan .Biasanya di pesantren memiliki asrama sebagai tempat bernaungnya santri dan santriwati.Segala kegiatan dijadwalkan secara ketat mulai dari belajar sampai ke hal-hal yang sangat mendasar.Di pondok pesantren yang paling condong terletak pada sisi spiritualnya.Nah, itu yang lebih ditekankan dan ditanam dalam diri santri maupun santri wati.Karakter utama yang dibangun misalnya kejujuran ,kesabaran , ketabahan dan lain-lain.Agar di kemudian hari ada bekal yang dapat diberikan di dalam kehidupan bermasyarakat.Salah satu santri yang telah berhasil menjadi tokoh besar yaitu Abdurrahman Wahid atau yang biasa dipanggil dengan Gusdur sebagaimana yang telah disebutkan dalam link tersebut.

    ReplyDelete
  34. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, moralitas dan etika merupakan hal yang hampir sama bagi manusia, namun demikian, ada penggunaan yang membatasi istilah moralitas pada suatu sistem, misalnya seperti konsep Kant, berdasarkan gagasan seperti kewajiban, dan prinsip perilaku, sedangkan Aristotelian lebih merupakan suatu pendekatan yang mengatur etika. Untuk penalaran praktis, moraitas berdasarkan pada gagasan tentang sebuah kebajikan, dan umumnya menghindari pemisahan pertimbangan 'moral' dari pertimbangan praktis lainnya. Masalah moralitas ini secara ilmiah merupakan masalah rumit, ada beberapa penulis menganggap pandangan Kant terhadap moralitas lebih Aristotelian, dan Aristoteles lebih terlibat dengan lingkup tanggung jawab dan tanggung jawab yang terpisah, daripada yang ditunjukkan oleh pertentangan sederhana.

    ReplyDelete
  35. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Salah satu definisi moral berdasarkan sumber-sumber di atas adalah pesan yang disampaikan atau pelajaran yang bisa dipelajari dari sebuah cerita atau peristiwa. Dengan banyaknya peristiwa kehidupan atau pengalaman menempa, akan membentuk moral seseorang. Moral akan membentuk suatu karakter atau karakter moral. “Moral character or character is an evaluation of an individual's stable moral qualities.” Karakter adalah evaluasi terhadap kualitas kestabilan moral seseorang. Moral dan karakter yang baik akan tercermin dalam perilaku kehidupan orang tersebut. Ia akan berperilaku sesuai dengan norma-norma yang baik yang berlaku di masyarakat. Terkadang orang lain lebih mampu melihat dan menilai moral kita daripada diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Moral adalah etika yang digunakan dalam kehidupan. Moral merupakan suatu tindakan yang membandingkan mana yang baik dan mana yang buruk. Hal tersebut hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk yang digunakan untuk berinteraksi dalam masyarakat. Namun, menurut Immanuel Kant, moralitas tidak hanya menyangkut pada baik dan buruk. Moralitas merupakan kehendak untuk mau melaksanakan kewajiban. Tindakan moral tersebut harus bersifat sintetik a priori, misalnya jujur itu benar. Jujur adalah a priori, diketahui oleh semua orang dalam akal murni. Sedangkan benar adalah sintesis karena konsep benar tidak terkandung di dalam konsep jujur. Oleh karena itu ia termasuk sintesis a priori.

    ReplyDelete
  37. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Moral sangat penting diketahui oleh setiap orang, tujuannya agar setiap orang mampu menjadi seseorang yang mempunyai moral. Moral adalah suatu tata nilai yang mengajak seorang manusia untuk berperilaku positif dan tidak merugikan orang lain. Apabila setiap orang mempunyai moral maka hidup akan damai tenteram. Dengan mengetahui sebenarnya mengenai moral dan morality diharapkan setiap orang mampu bermoral. Adapun morality/moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Morality mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia. (W.Poespoprojo, 1998: 18). Jadi, morality yang akan menentukan apakan perbuatan kita baik atau buruk, dan harapannya apabila kita mampu membedakan perbuatan baik dan buruk, kita mampu menghindari perbuatan yang buruk dan melakukan perbuatan yang baik. Sehingg dengan demikian kita dapat disebut orang yang bermoral.

    ReplyDelete
  38. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Morality dapat dijadikan sebagai acuan dari nilai-nilai dan implementasi suatu landasan. Saya belajar dari beberapa nilai yang ada di dalam postingan ini, seperti moral dalam bidang religiusitas, psikologis, filsafat dan budaya. Berbagai sudut pandang yang ada saya menemukan semuanya memiliki dasar yang akan menjadi suatu kebiasaan dan pembentukan karakter. Ada beberapa lembaga yang dapat dijadikan sebagai sarana pengembangan moral seperti sekolah baik itu sekolah umum maupun sekolah agama. Saya menyadari bahwa penggapaian moral dapat dikatakan sebagai tujuan yang tertinggi dalam pengarahan suatu perilaku. Banyaknya kondisi yang dapat dijadikan sebagai sumber daripada perilaku yang menyeleweng akan dapat ditangani melalui aturan ataupun moral agama. Moral dapat dijadikan sebagai wadahnya pertimbangan suatu penilaian dari tindakan yang nantinya akan dievaluasi apakah sesuai dengan normanya atau tidak. Moralitas terdiri dari beberapa tingkatan dan berjenjang-jenjang.

    ReplyDelete
  39. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Moralitas terkait dengan benar dan tidaknya keputusan, niat, dan tindakan. Moralitas cenderung erat kaitannya dengan kebaikan dan kebenaran. Moralitas merupakan prinsip yang berasal dari kode etik, agama, atau budaya tertentu. Moralitas berasal dari kata moral. Moral merupakan pandangan manusia terhadap manusia lain dari sisi nilai posotifnya. Sehingga seseorang yang tidak bermoral maka seseorang tersebut tidak memiliki nilai positif berdasarkan penilaian dari orang lain. Seseorang yang tidak memiliki moral disebut amoral.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebuah moral (dari bahasa Latin morālis) adalah sebuah pesan yang disampaikan atau pelajaran yang bisa dipelajari dari sebuah cerita atau peristiwa (Wikipedia). Sedangkan morality (dari bahasa Latin moralis "cara, karakter, perilaku yang benar") adalah diferensiasi dari niat, keputusan dan tindakan antara hal-hal yang dibedakan sebagai yang benar dan yang tidak benar (Wikipedia). Dalam dunia pendidikan, moral merupakan sesuatu yang penting yang perlu disisipkan dalam pembelajarn, termasuk pembelajaran matematika. Maka sebagai seorang calon guru matematika, kita pun harus belajar bagaimana menyisipkan nilai-nilai moral dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  41. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari sumber yang saya baca, secara etimologis, kata moral berasal dari kata mos dalam bahasa Latin, bentuk jamaknya mores, yang artinya adalah tata-cara atau adat-istiadat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989: 592), moral diartikan sebagai akhlak, budi pekerti, atau susila. Secara terminologis, terdapat berbagai rumusan pengertian moral, yang dari segi substantif materiilnya tidak ada perbedaan, akan tetapi bentuk formalnya berbeda. Widjaja (1985: 154) menyatakan bahwa moral adalah ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan kelakuan (akhlak). Al-Ghazali (1994: 31) mengemukakan pengertian akhlak, sebagai padanan kata moral, sebagai perangai (watak, tabiat) yang menetap kuat dalam jiwa manusia dan merupakan sumber timbulnya perbuatan tertentu dari dirinya secara mudah dan ringan, tanpa perlu dipikirkan dan direncanakan sebelumnya. Sementara itu Wila Huky, sebagaimana dikutip oleh Bambang Daroeso (1986: 22) merumuskan pengertian moral secara lebih komprehensip rumusan formalnya sebagai berikut :
    1. Moral sebagai perangkat ide-ide tentang tingkah laku hidup, dengan warna dasar tertentu yang dipegang oleh sekelompok manusia di dalam lingkungan tertentu.
    2. Moral adalah ajaran tentang laku hidup yang baik berdasarkan pandangan hidup atau agama tertentu.
    3. Moral sebagai tingkah laku hidup manusia, yang mendasarkan pada kesadaran, bahwa ia terikat oleh keharusan untuk mencapai yang baik , sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam lingkungannya.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Dalam kehidupan sosial kita selalu mengenal dua konsep yaitu baik dan buruk, sehingga terdapat moralitas. Melalui moralitas, manusia senantiasa dituntun untuk berprilaku sesuai standar dan etika yang terdapat di suatu tempat. seseorang dapat dikatakan tidak bermoral apabila tingkah lakunya berlawanan dengan moralitas yang berlaku dalam masyarakat. Oleh sebab itu sangat penting bagi kita mampu membedakan tingkah moral dan amoral agar dapat bertindak sesuai moralitas.

    ReplyDelete
  43. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Moral artinya baik buruk yang diterima umum mengenai perilaku, sikap serta kelakuan (ahklak). Beberapa literatur mengatakan bahwa etika sendiri adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang tepat pada kelompok atau masyarakat tersebut. moral berarti pesan yang disampaikan atau pelajaran yang bisa dipetik dari kisah atau peristiwa.

    ReplyDelete
  44. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Moral dapat diartikan sebaikan tindakan seseorang atau tingkah laku seseorang. Terdapat 2 sisi yang sering disebutkan, bahwa seseorang bermoral ataupun tidak bermoral. Dalam lingkup ini berarti seseorang yang bermoral dianggap memiliki tingkah laku yang baik, sedang yang tidak bermoral berarti seseorang tidak memiliki tingkah laku yang baik. Maka untuk menjadi seseorang yang bermoral, haruslah memahami aturan-aturan dalam lingkup kehidupan yang ia jalani. Karena pada dasarnya setiap tempat memiliki aturan yang berbeda-beda.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  45. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Moralitas berasal dari bahasa latin moralita yaitu bermakna car, karakter, perilaku yang tepat. Merupakan niat, keputusan, dan tindakan antara tepat dan tidak tepat. Namun seperti yang kita ketahui, moralitas lebih identik dengan kebaikan dan kebenaran.
    Adapun moral yang kta ketahui akan dipengaruhi oleh adat istiadat, nilai, norma dan agama. Penyampaian moraliti di Indonesia biasa disampaikan melalui misalkan melalui wayang, dari tokoh-tokohnya dan pagelaran lainnya. Kegiatan lain juga mencerminkan adanya moralitas, yaitu slametan, dan gotong royong. Dalam kehidupan sehari-hari orang jawa misalnya menggunakan tata krama, krama inggil adalah merupakan bagian dari moral.

    ReplyDelete
  46. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu azas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat ini pemahaman dari Moralitas yang secara leksikal.

    ReplyDelete
  47. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dalam menjalani kehidupan sehari-hari, sikap dalam bertutur kata dan tingkah laku yang baik sangatlah dibutuhkan. Hal tersebut berkaitan dengan berbaur antar sesama. Ketika mempunyai sikap dalam bertutur kata dan tingkat laku yang baik maka akan memperlancar proses berbaur dan dapat semakin mengeratkannya. Begitu pentinnya hal tersebut maka pendidikan moral sangatlah diperlukan.

    ReplyDelete
  48. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya mencoba membaca Moral Relativity, tetapi belum selesai. Trimakasih untuk link ini. Saya Alan baca lebih lanjut. Membahas moral adalah salah satu yang penting bagi guru. Sebab guru perlu mengajarkan moral bagi siswanya Juga.

    ReplyDelete
  49. Guru punya peran besar dalam mengembangkan moral para siswanya. Salah satunya dengan dunia anak,yaitu dengan dongeng yang memuat pesan moral. Anak senang Dan biasanya menyimpan cerita yg berkesan dalam hati mereka.

    ReplyDelete
  50. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum.Moralitas adalah kualitas dalam perbuatan manusia yang menunjukkan bahwa perbuatan itu benar atau salah, baik atau buruk. Moralitas mencakup tentang baik-buruknya perbuatan manusia. moralitas terdapat apabila orang mengambil sikap yang baik karena Ia sadar akan kewajiban dan tanggung jawabnya dan bukan ia mencari keuntungan. Moralitas sebagai sikap dan perbuatan baik yang betul-betul tanpa pamrih.

    ReplyDelete
  51. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Moral itu sifat dasar yang diajarkan dimanapun yang paling utama adalah di lingkungan keluarga. Manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.

    ReplyDelete
  52. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Moralitas yang secara leksikal dapat dipahami sebagai suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan, yang mana manusia dapat membedakan baik dan buruknya yang boleh dilakukan dan larangan sekalipun dapat mewujudkannya, atau suatu asas dan kaidah kesusilaan dalam hidup bermasyarakat.

    ReplyDelete
  53. Junianto
    PM C
    17709251065

    Moralitas didefinisikan sebagai diferensiasi dari niat, keputusan dan tindakan antara hal-hal yang dibedakan sebagai yang benar dan yang tidak benar. Moralitas bisa menjadi standar atau prinsip yang berasal dari kode etik dari filsafat, agama atau budaya tertentu, atau dapat berasal dari standar yang diyakini seseorang sebagai universal. Moralitas juga bisa secara khusus identik dengan "kebaikan" atau "kebenaran". Kata moralitas juga tidak asing di masyarakat kita, bahkan sudah mengakar dalam hati masing-masing individu. Sederhanya, moralitas adalah ilmu tentang baik buruknya sesuatu, terutama adalah perilaku manusia.

    ReplyDelete
  54. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Setelah membaca beberapa sumber bacaan, saya memahami bahwa moralitas ialah asas atau nilai yang berkenaan dengan baik dan buruk. Moralitas berperan sebagai pengatur dan petunjuk bagi manusia dalam berperilaku agar dapat dikategorikan sebagai manusia yang baik dan dapat menghindari perilaku yang buruk. Maka moralitas ini sangat berkaitan dengan predikat "baik" ataupun "buruk" pada seorang manusia. Saya rasa dengan moralitas, kita akan menjadi manusia yang semakin mneghayati kehidupan yang kita miliki ini secara lebih dalam, bahwasannya kehidupan ialah masa yang harus dijalani dengan kebaikan sebagai awal, proses, dan akhir dari kehidupan di dunia ini.

    ReplyDelete
  55. Junianto
    PM C
    17709251065

    Moralitas secara sederhana bisa saya artikan sebagai ilmu tentang baik buruknya sesuatu di masyarakat. Moral menjadi hal yang utama dalam kehidupan masyarakat terutama budaya timur yang adiluhung akan tata krama dan sopan santun. Sejak kecil kita sebagai manusia diajari tentang moral dan bagaimana bertindak sesuai dengan norma yang yang ada. Menjadi manusia yang bermoral tentu menjadi idaman setiap orang karena akan dihargai orang lain. Saya bisa katakan juga bahwa moral itu lebih berharga daripada materi dan uang.

    ReplyDelete
  56. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Moral berkaitan dengan tingkah laku, perbuatan, karakter, yang memiliki nilai positif dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Maksud dari positif ini adalah tindakan yang sesuai ruang dan waktu, sesuai aturan yang ada di masyarakat. Orang yang tidak sesuai aturan dalam menjalani hidup dikatakan amoral yang berarti tidak bermoral dan tidak memiliki sifat positif di mata manusia yang lain. Oleh karena itu, apabila melakukan sesuatu harus sesuai dengan atura yang berlaku di masyarakat. Sehingga nantinya dapat diterima oleh masyarakat dan dinilai memiliki moral yang baik.

    ReplyDelete
  57. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ketika mendengar kata moral, yang tertanam dibenak pikiran saya adalah berkaitan dengan etika. Karena berkaitan dengan etika, otomatis moral juga berkaitan dengan tingkah laku. Tingkah laku berati terdapat hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya atau biasa dikatakan sosialisasi. Tanpa adanya moral dalam diri manusia, dia tidak akan bisa bersosialisasi dengan manusia yang lainnya, dengan moral juga yang membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Jika seorang manusia tidak memiliki moral dalam hidupnya, maka tidaklah jauh berbeda manusia tersebut dengan hewan.

    ReplyDelete
  58. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    According to the origin of the word, morality comes from the word mores (Latin), then translated into the rule of decency. In everyday language, what is meant by decency is not a scratch, but a clue to the life of manners. Moral includes all the norms of behavior, good behavior. Morality also serves as a regulator and guidance for humans in behaving in order to be regarded as a good human being. In the Qur'an it is also often explained that after the statement of "believers," it is immediately followed by "doing good works." In other words, righteous deeds as saving from good deeds are the manifestations of one's faith. The understanding of morality in the original language is known by two terms namely al-akhaq al-karimah and al-akhlaq al-mahmudah. Both have the same understanding of the noble and noble character, all good behavior, praised, and noble who is blessed by Allah.

    ReplyDelete
  59. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Morality yang berasal dari bahasa Latin, moralis memiliki makna perangai, karakter serta perilaku yang benar. Morality merupakan nilai budaya atau pribadi, kode tindakan dari masyarakat yang berlaku dan diterima oleh individu. Sedangkan secara normatif, morality mengacu pada benar dan salah.

    ReplyDelete
  60. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Menurut pemahaman saya, moralitas merupakan suatu tata aturan yang mengatur pengertian baik atau buruk perbuatan kemanusiaan. Dengan moralitas ini, manusia dapat membedakan baik dan buruknya tindakan atau perbuatan. Moralitas dapa diartikan pulas sebagai standar yang diturunkan dari sebuah filsafat, agama atau budaya. Moralitas ini dapaat diturunkan juga dari kepercayaan seseorang yang dapat digunakan secara universal.

    ReplyDelete
  61. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sepemahaman saya moralitas adalah seperangkat tata nilai yang didasari dari fakta-fakta dan pengalaman empiris. Pengalaman itulah yang membentuk pengetahuan dan kecenderungan pada kita untuk dapat memberikan pertimbangan-pertimbangan moral saat kita harus berbuat sesuatu. Tidak ada nilai-nilai mutlak di luar yang empiris tersebut.

    ReplyDelete
  62. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Motalitas adalah sebuah kata yang sering kita dengar, akan tetapi belum tentu kita mengetahui arti kata tersebut. Menurut pemahaman saya, moralitas adalah hal yang menghimpun dan mengelompokkan sesuatu yang baik dan sesuatu yang buruk (pada sebuah masayarakat, dan manusia pada umumnya). Nilai moral lebih bersifat objektif, karena sebagian besar memiliki anggapan yang hampir sama mengenai suatu nilai baik atau buruk. Karena keobjektifannya tersebut, banyak orang yang berpegang teguh kepada nilai moral dalam mengambil keputusan dan menanggapi hal-hal yang ada pada hidupnya. Secara umum, nilai moral adalah nilai yang menjadi acuan seseorang atau masyarakat tertentu dalam melaksanakan sebagai "orang yang baik", serta menjadi manusia yang bermartabat.

    ReplyDelete
  63. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Begitu luas dan beragamnya penjabaran tentang moralitas. Hal ini karena moralitas merupakan hall fundamental yang harus dimiliki seseorang dalam menjalani hidupnnya. Hidup itu selalu punya cara yang mengatur manusia dalam bertutur kata maupun bertingkah laku. Hal yang membatasi ini sangat perlu agar manusia sadar bahwa ia hidup secara sosial dan berinteraksi dengan manusia lain yang juga memiliki perasaan, hak dan keinginan untuk dapat dihormati dan dimengerti. Landasan sikap yang menjadikan manusia sopan terhadap ruang dan waktunya ini perlu dibiasakan sejak dini dan diterapkan di setiap kesempatan. Namun perlu diingat bahwa, setiap tempat memiliki cara yang berbeda dalam hal mengatur sikap dan tingkah laku orang yang berada di dalamnya. Selalu ingat, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

    ReplyDelete
  64. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Awalnya saya berfikir bahwa moral hanya berkaitan dengan tingkah laku dan penerapannya dalam kehidupan sehari, baik dalam hidup bermasyarakat, orang tua dan teman sejawat. Namun setelah saya membaca artikel mengenai moral yang tertuang dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Moral ternyata moral juga dibahas dalam seni baik seni musik ataupun karya sastra terutama pada lagu dan cerita anak-anak. Disini dijelaskan bahwa moral pada karya seni memang sengaja di sisipkan agar anak-anak bisa mengambil hikmah dan tujuan dari cerita atau lagu yang mereka bawakan. Oleh sebab itu untuk alasan ini pada tahun 1780-1830 John Locke dan Jean - Jacques Rousseau di abad ke-18 , menuangkan ide melalui tulisan yang berkaitan dengan moral pada karya sastra anak-anak agar anak-anak tertarik membaca dan bisa mengambil nilai dari cerita yang disampaikan, sehingga secara tidak langsung ini memberikan pembelajaran dalam pembentukan moral di kehidupan mereka

    ReplyDelete