Oct 17, 2012

Forum Tanya Jawab 5: Matinya Sebuah Danau




Ass, khusus untuk mahasiswa S2 Sain:

Buatlah diskripsi singkat, dengan pendekatan scientific untuk menjelaskan seberapa mungkin dan karakteristik Matinya Sebuah Danau.

Buatlah deskripsi anda sebagai sebuah komen mengikuti posting ini.

Selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

4 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Danau diartikan sebagai hati nurani.
    Ada begitu banyak hal yang bisa kita amati dalam kehidupan manusia yang berkaitan dengan hati nurani. Salah satu contohnya adalah; saat manusia harus mengambil keputusan dalam bertindak. Manusia tentu tidak hanya bisa menggunakan pikiran saja tetapi mempertimbangkan keputusan tersebut sesuai dengan hati nurani. Sehingga muncul pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana manusia bisa menempatkan hati nuraninya untuk mengambil sebuah keputusan. Manusia pun mencoba melakukan ini dan itu demi memenuhi kebutuhan hidupnya,sehingga ada hal-hal yang sesuai, berbeda dan berlawanan dengan hati nurani. Dalam melakukan ini dan itu manusia mulai menalar dan memprediksikan bahwa ada hal bersifat positif dan ada juga hal yang bersifat negatif jika keputusan itu diambil. Hal bersifat negatif inilah yang menandakan matinya suara hati (danau) dalam memilah dan menentukan keputusan. Hal ini berarti tidak sejalan dengan kehendak nurani kita. Dengan demikian, manusia hendaknya tidak hanya mengandalkan diri sendiri untuk memahami maksud hati nuraninya tetapi manusia juga perlu mengkomunikasikan apa yang dialami hatinya kepada Tuhan dengan berdoa dan menyerahkan segala sesuatu pada kehendak Tuhan yang Maha Esa.
    Demikian deskripsi singkat saya, jika ada kesalahan saya mohon maaf.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Danau diibaratkan sebagai wadah. Air danau diibaratkan sebagai isi. Danau bisa saja mati disebabkan oleh gangguan ekosistem, bisa karena kotor, tidak dirawat, dsb. Wadah dan isi merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Manusia mempunyai wadah dan isi sekaligus. Wadahnya adalah status, kedudukan, tugas, tanggungjawab, amanah. Isinya adalah rasa syukur, senang, motivasi untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Jika manusia dengan status dan kedudukannya diisi dengan rasa dengki, iri, egois, dsb, dia diibaratkan seperti danau yang mati. Jadi dalam hidup, kita sebagai manusia sudah seharusnya tidak hanya mempunyai wadah atau isi yang baik saja, namun kita harus berusaha mempunyai keduanya, wadah sekaligus isi yang baik.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menurut saya, danau disini dapat diumpamakan sebagai hati nurani manusia. Jadi, matinya sebuah danau merupakan hati nurani manusia yang telah tunduk oleh keserakahan dan kesombongan diri. Kesombongan menyebabkan seseorang menolak kebenaran dan melecehkan orang lain. Sehingga, seseorang yang sudah mati hati nurani nya mengakibatkan mungkin saja ia mengerti dan tahu akan kebenaran, namun kadang ego pembenaran diri menjadi tinggi dan mengalahkan kebenaran itu sendiri. Kesombongan ini lah yang dapat menyebabkan manusia mati. Mati disini dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Mati bisa berarti tidak dapat melihat kebenaran, mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka. Agar kita terhindar dari kesombongan, maka kita harus membangun dunia pikiran yang berlandaskan hati. Selain itu, kita harus ikhlas dan disertai dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete