Oct 17, 2012

Philosophical Ground of Human Resources Development: Its implication to Educational Change




By Marsigit
Yogyakarta State University

a.Human Resources Development

According to Swanson, R.A. and Holton III, E.F. (2009) the philosophical ground of human resources development covers:


(1) a shift to the human resources school of thought,
(2) the growth of laboratory training,
(3) the use of survey research and feedback,
(4) an increased use of action research (problem-solving) techniques,
(5) an acknowledgment of socio-technical systems and quality of work life, and
(6) a new emphasis on strategic change.

Further, they suggested that devel¬oped mostly in response to serious concerns about the viability of traditional and bureaucratic organizations, the human relations model attempted to move away from these classical assumptions and focused more heavily on individual iden¬tities, their needs, and how to facilitate stronger interpersonal communication and relationships.

Accordingly, much of the concepts of human resources development are currently focusing on the increase of the effective¬ness of strategic change. The use of open-systems planning was one of the first applications of strategic change methods. An educational institutions’ demand and response systems could be described and analyzed, the gaps reduced, and performance improved.

In the case of education, this work represents a shift in teachers’ professional development away from a sole focus on the individual, and the supporting assumption that it is completely mediated through individuals, to a more holistic and open sys¬tems view of educational institution. This shift continues to this day and is evidenced in key revelations stemming from strategic change work including the importance of educational leadership support, multilevel involvement, and the criticality of alignment between organizational strategy, structure, culture, and systems (ibid)

b.Managing Educational Change
Fullan (1982, 1991) proposed that there are four broad phases in the educational change process: initiation, implementation, continuation, and outcome.
1)Initiation
The factors that affecting the initiation phases include: existence and quality of innovations, access to innovations, advocacy from central administration , teacher advocacy, and external change agents

2)Implementation
Three areas of the major factors affecting implementation: characteristics of change, local characteristics and external factors (government and other agencies). They identified different stakeholders in local, and federal and governmental levels. They also identified characterizations of change to each stakeholder and the issues that each stakeholder should consider before committing a change effort or rejecting it.

3)Characteristics of Change
Fullan (1999) characterized educational changes and their factors at different levels as follows:
Characteristics of Change
•Need of change
•Clarity about goals and needs
•Complexity: the extent of change required to those responsible for implementation
•Quality and practicality of the program
Local factor
•The school district
•Board of community
•Principal
•Teacher
External factor
•Government and other agencies
4)Continuation/ Sustainability

According to Fullan (1999), continuation is a decision about institutionalization of an innovation based on the reaction to the change, which may be negative or positive. Continuation depends on whether or not:
a)The change gets embedded/built into the structure (through policy/budget/timetable)
b)The change has generated a critical mass of administrators or teachers who are skilled and committed to change.
c)The change has established procedures for continuing assistance

Fullan (1999) pointed out the importance of the recognition that the educational change process is complex. To deal with such complexity is not to control the change, but to guide it. He provides eight new lessons about guiding educational change:
a)Moral purpose is complex and problematic
b)Theories of education and theories of change need each other
c)Conflict and diversity are our friends
d)Understanding the meaning of operating on the edge of chaos
e)Emotional intelligence is anxiety provoking and anxiety containing
f)Collaborative cultures are anxiety provoking and anxiety containing
g)Attack incoherence connectedness and knowledge creation are critical
h)There is no single solution. Craft your own theories and actions by being a critical consumer.

References:

Fullan, M., 2002, Leading and Learning for the 21stC Vol 1 No. 3 - January 2002Furlong, J., 2002, Ideology and Reform in Teacher Education in England:
Some Reflections on Cochran-Smith and Fries. Retrieved

Swanson, R.A. and Holton III, E.F., 2009, Foundation of Human Resources Development
: Second Edition, Berrett-Kohler Publisher Inc.

29 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Pendidikan bertujuan untuk memfasilitasi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan tujuan tersebut, maka pendidikan mempunyai peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang handal yang mampu menghadapi dan menjawab tantangan persaingan global.
    Dunia pendidikan diharapkan mampu menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia melalui proses yang ada di dalamnya. Untuk bisa menghasilkan sumber daya manusia yang demikian, diperlukan perubahan paradigma dalam sistem dari pendidikan yang berorientasi pada hasil ke pendidikan yang berorientasi pada proses. Karena itu menurut saya, Pendidikan di Indonesia sedang dalam fase perubahan pendidikan. Semoga apa yang sedang terjadi dalam pendidikan Indonesia sejalan dengan apa yang telah ditulis oleh Fullan (1982, 1991) bahwa ada empat fase yang luas dalam proses perubahan pendidikan: inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Delapan pelajaran baru tentang membimbing perubahan pendidikan yang telah dipaparkan oleh Fulan pun bisa dijadikan pedoman oleh semua pihak yang mengetahuinya untuk melangkah dalam proses perubahan ini.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pengembangan sumber daya manusia sangat diperlukan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup manusia dan lebih memanusiakan manusia. Pengembangan sumber daya manusia berfokus pada perubahan pendidikan seperti yang dijelaskan dalam artikel ini. Banyak konsep pengembangan sumber daya manusia saat ini berfokus pada peningkatan efektivitas perubahan strategis. Di mana perlu adanya perubahan dalam pendidikan sehingga dapat menjadi tolak ukur dalam mengembangkan sumber daya manusia. Fullan (1999) menunjukkan pentingnya pengakuan mengenai proses perubahan pendidikan yang kompleks. Untuk menghadapi kompleksitas tersebut tidak untuk mengontrol perubahan, tapi untuk memandunya.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk meningkatkan sumber daya manusia tidak ada cara lain kecuali dengan pendidikan, adapun pendidikan yang dimaksud adalah pendidikan yang berkualitas. Untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas tentu diperlukan para pengajar yang berkulaitas pula, sehingga guru sangat berperan sekali dalam pengembangan sumber daya manusia. Seorang guru haruslah mempunyai kompetensi, baik itu kompetensi pedagogik, profesioanal, kepribadian dan sosial sehingga seorang guru itu harus sesaui dengan falsafah pendidikan kita yakni, inggarsu sung tulodo, ing madio mangun karso dan tut wuri hadayani. Didepan sebagai teladan, ditengah-tengah sebagi penyemangat dan dibelakang sebagai motivator.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    sebagian besar konsep pengembangan sumber daya manusia saat ini berfokus pada peningkatan efektifitas perubahan strategis. Penggunaan perencanaan sistem terbuka merupakan salah satu aplikasi pertama dari metode perubahan strategis. Sistem permintaan dan respons lembaga pendidikan dapat digambarkan dan dianalisis, kesenjangannya berkurang, dan kinerja meningkat.
    Dalam hal pendidikan, pekerjaan ini mewakili pergeseran dalam pengembangan profesional guru dari satu fokus tunggal pada individu, dan asumsi pendukung bahwa hal itu sepenuhnya dimediasi melalui individu, ke tampilan institusi pendidikan yang lebih holistik dan terbuka. . Pergeseran ini berlanjut sampai hari ini dan dibuktikan dalam wahyu kunci yang berasal dari perubahan strategis termasuk pentingnya dukungan kepemimpinan pendidikan, keterlibatan bertingkat, dan kekritisan keselarasan antara strategi organisasi, struktur, budaya, dan sistem
    Fullan mengemukakan bahwa ada empat fase yang luas dalam proses perubahan pendidikan: inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil.
    1) Inisiasi
    2) Implementasi
    3) Karakteristik Perubahan
    4) Kelanjutan / Keberlanjutan

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Landasan filosofis pengembangan sumber daya manusia yang dikemukakan oleh Swanson & Holton (2009) meliputi pergeseran pemikiran dalam institusi pendidikan, pertumbuhan pelatihan laboratorium, penggunaan penelitian survei dan umpan baliknya, peningkatan penggunaan teknik penelitian tindakan (pemecahan masalah), pengakuan sistem sosio-teknis dan kualitas kehidupan kerja, dan penekanan baru pada perubahan strategis. Adapun proses perubahan pendidikan menurut Fullan (1982, 1991) meliputi inisiasi, implementasi, kontinuasi dan outcome (hasil). Aktualisasi dari landasan filosofis tersebut diharapkan dapat mengubah proses pendidikan menjadi lebih baik dan yang jelas untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

    ReplyDelete
  6. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Usaha dalam meningkatkan mutu SDM pendidikan di Indonesia membutuhkan peran dari pemerintah, masyarakat dan sektor swasta agar dapat berjalan efektif dalam pelaksanaannya. Peran pemerintah dalam usaha peningkatan mutu SDM pendidikan di Indonesia yaitu dengan memutuskan berbagai kebijakan baik kebijakan sekarang maupun masa mendatang.
    Masyarakat juga mempunyai peran penting dalam usaha peningkatan mutu SDM pendidikan di Indonesia, yaitu memberikan kontribusi dengan berbagai kesanggupan atau potensi yang dimilikinya. Membantu program pendidikan, baik pendidikan formal, non formal, dan informal yang dikolaborasikan dengan masyarakat dan pemerintah merupakan peran dari sekor swasta dalam usaha peningkatan mutu SDM pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Untuk mengembangkan sumber daya manusia, salah satunya perlu dirubahnya sistem pendidikan. Sumber daya manusia contohnya seperti guru, siswa, kepala sekolah, dll. Diperlukan pelatihan cara mengajar inovatif agar kualitas guru meningkat, menghasilkan guru-guru yang kreatif sehingga pembelajaran berjalan tidak monoton. Diperlukan juga model-model pembelajaran yang dapat membuat siswa memahami konsep dengan baik sehingga kualitas siswa juga baik. Diperlukan pelatihan supervisi untuk kepala sekolah agar kualitas kepala sekolah meningkat sehingga supervisi sekolah juga baik.

    ReplyDelete
  8. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dasar filosofis dari pengembangan sumberdaya manusia terutama implikasinya dalam perubahan dalam dunia pendidikan menjadi suatu pokok bahasan yang harus ditanggapi dengan serius. Sumber daya manusia yang berkualitas tentu akan menjadikan dunia pendidikan pun mengalami kemajuan yang signifikan. Pengembangan sumber daya manusia ini harus dapat mencakup berbagai aspek, seperti halnya yang dikemukakan oleh Swanson dan Hilton (2009) bahwa dasar filosofis pengembangan sumber daya manusia mencakup suatu perubahan terhadap pemikiran sumber daya manusia yang ada di sekolah, pertumbuhan praktik laboratorium, penggunaan penelitian survey dan umpan balik, peniingkatan penelitian tindakan (berbasis problem solving), suatu pengakuan dari sistem teknik sosial dan kualitas kerja, serta suatu perhatian baru terhadap perubahan strategi

    ReplyDelete
  9. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pendidikan memiliki tujuan sebagai sarana untuk dapat menggali potensi siswa agar dapat mengembangkan dirinya baik dari segi kognittif, afektif, maupun psikomotorik. Berdasarkan tujuan tersebut pendidikan mempunyai peran yang strategis dalam menyiapkan sumber dasa manusia yang mampu dan bisa mewujudkan harapan tersebut. Cara untuk dapat membina sumber daya manusia yang diharapkan tersebut diperlukan perubahan paradigma dalam pendidikan yang mulanya berorientasi pada hasil menjadi berorientasi pada prosess. Beberapa hal yang dapat dikembangkan dan diubah untuk dapat mewujudkan harapan tersebut di atas adalah menciotakan sekolah sebagai laboratorium bagi siswa, mendasarkan segala kebijakan pada umpan balik yang diberikan siswa setelah melalui proses pembelajaran di sekolah, dan meningkatkan kebiasaan atau budaya untuk meneliti untuk dapat memecahkan masalah yang ditemui dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pengembangan sumber daya manusia salah satu cara yang paling berpengaruh yaitu dengan pendidikan. Pendidikan yang berkualitas. Sehingga kita harus memperbaiki paradigma pendidikan negara ini sebagai usaha untuk pengembangan sumber daya manusia. Fullan (1982, 1991) mengemukakan bahwa ada empat fase yang luas dalam proses perubahan pendidikan: inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Sehingga keempat fase tersebut haruslah dioptimalkan.

    ReplyDelete
  11. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    sebagian besar konsep pengembangan sumber daya manusia saat ini berfokus pada peningkatan efektifitas perubahan strategis. Penggunaan perencanaan sistem terbuka merupakan salah satu aplikasi pertama dari metode perubahan strategis. Sistem permintaan dan respons lembaga pendidikan dapat digambarkan dan dianalisis, kesenjangannya berkurang, dan kinerja meningkat. Oleh karena itu dalam bidang pendidikan perlu mengembangkan profesionalisme guru agar dapat mengembangkan kemajuan dalam bidang pendidikan dan pendidikan semakin maju.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam mengupayakan perubahan pendidikan agar pendidikan dapat berkembang lebih baik tidak lah sesederhana membalikan telapak tangan.
    Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Aspek yang dapat menunjang bdan mendukung perubahan pendidikan yang lebih baik.
    Beberapa aspek ini seperti inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Fullan (1982, 1991) mengusulkan bahwa ada empat fase dalam proses perubahan pendidikan: inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Salah fase dalam perubahan pendidikan adalah tahap implementasi, yaotu bagaimana menerapkan perubahan atau inovasi pendidikan yang baru ke dalam sistem. Terdapat tiga kategori faktor dalam proses implementasi yaitu: (1) karakteristik proyek inovasi atau perubahan: kebutuhan, kejelasan, kompleksitas dan kualitas/praktikalitas, (2) Karakteristik atau peranan lokal: distrik, komunitas, kepala sekolah, guru, dan (3) faktor eksternal: pemerintah dan agensi lainnya.Tema-tema dalam proses implementasi adalah (a) membangun visi, (b) perencanaan evolusioner, (c) pengambilan inisiatif dan pemberdayaan, (d) pengembangan staf dan asistensi sumber daya, (e) monitoring/pemecahan masalah[1] dan (f) restrukturisasi. Selanjutnya, ada empat tilikan tidak predictable yang ternyata penting dalam proses implementasi: (a) inisiasi dan partisipasi aktif, starting small and thinking big, bias untuk tindakan dan belajar sambil bekerja, (b) tekanan dan dukungan, (c) perubahan perilaku dan kepercayaan dan (d) masalah kepemilikan perubahan pendidikan.

    ReplyDelete
  14. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Fullan (1999) berpendapat bahwa proses perubahan paradigma pendidikan itu rumit. Untuk mengatasi masalah ini, hal yang perlu dilakukan adalah mencoba menyusun pemikiran-pemikiran yang dapat membimbing perubahan pendidikan menjadi lebih baik. Diantaranya : Tujuan moral adalah masalah yang kompleks dan problematis, Teori pendidikan dan teori perubahan saling membutuhkan, Berteman dengan konflik dan keragaman, Memahami makna terjadinya sebuah kekacauan, Kecerdasan emosional adalah kecemasan memprovokasi.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pentingnya proses perubahan pendidikan yang kompleks disampaikan oleh Fullan (1999). Dia juga menyampaikan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencapai perubahan tersebut, antara lain:1) tujuan moral kompleks dan problematis, 2) Teori pendidikan dan teori-teori perubahan saling membutuhkan satu sama lain3) Konflik dan keragaman adalah teman-teman kita, 4) Memahami makna beroperasi, 5) Kecerdasan emosional memancing kecemasan dan membawa kecemasan, 6) budaya kolaboratif yang kecemasan memprovokasi dan kecemasan yang mengandung, 7) Serangan inkoherensi keterhubungan dan penciptaan pengetahuan sangat penting, 8) Tidak ada solusi tunggal.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dengan adanay pendidikan kita dapatt mengembangkan sumber daya manusia, sehingga dengan kemajuan zaman kita akan bersaing dengan negara-negara maju. Hal itu tidak lah mudah karena untuk menciptakan hal itu diperlukan proses yang sangata lama dan sulit. kita harus mendidikan anak-anak bangsa menjadi anak-anak bangsa yang berpikir kritis.

    ReplyDelete
  17. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari postingan diatas saya mengetahui bahwa ada empat fase dalam proses perubahan pendidikan : inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Pertama Inisiasi adalah faktor-faktor yang mempengaruhi fase inisiasi meliputi: eksistensi dan kualitas inovasi, akses ke inovasi, advokasi dari administrasi pusat, advokasi guru, dan agen perubahan eksternal. Kedua Pelaksanaan tiga bidang faktor utama yang mempengaruhi pelaksanaan : karakteristik perubahan, karakteristik lokal dan faktor eksternal (pemerintah dan lembaga lainnya). Ketiga karakteristik perubahan. Keempat kelanjutan/keberlanjutan pentingnya pengakuan bahwa proses perubahan pendidikan yang kompleks. Untuk menghadapi kompleksitas tersebut tidak untuk mengontrol perubahan, tetapi untuk memandunya.

    ReplyDelete
  18. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam mengupayakan perubahan pendidikan perlu adanya tahap pertimbangan pada tujuan yang pada akhirnya dapat memunculkan sebuah inovasi baru.
    Inovasi yang ada harus disesuaikan dengan karakteristik semua yang terlibat dalam proses pembelajaran.
    Berikutnya hasil pemikiran tersebut diwujudkan atau diimplementasikan yang secara berkelanjutan perlu dimonitoring dan dievaluasi.
    Setiap hasil yang diperoleh pastinya tidak secara menyeluruh berhasil, maka hal ini perlu ditindak lanjuti secara terus menerus untuk mencapai tujuan belajar.

    ReplyDelete
  19. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Setiap perubahan kurikulum selalu menjadi harapan besar bagi seluruh masyarakat Indonesia akan adanya perubahan dalam dunia pendidikan terutama untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara, namun tentu harus terpahami bersama se ideal apapun kurikulum yang coba diterapkan kalau kesadaran dari setiap stakeholder untuk membangun dunia pendidikan kurang tentu tentu sangat susah untuk membangun dunia pendidikan yang ideal. Pengembangan sistem pendidikan terkini seharusnya merupakan perubahan yang mendasar dan menyeluruh atau lazim disebut dengan reformasi pendidikan.

    ReplyDelete
  20. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hakikat matematika menurut para ahli, banyak lain pendapat. Seperti Aristoteles dengan Plato yang tidak sama dalam mengartikan matematika.
    Menurut Aristoteles, matematika itu hanya penalaran tentang idealisasi, dan ia melihat dekat pada struktur matematika, membedakan logika, prinsip yang digunakan untuk menunjukkan teorema, definisi dan hipotesis. Aristoteles menolak pembedaan Plato antara dunia ide yang disebutnya realita kebenaran, Aristoteles menekankan menemukan dunia ide yang permanen dan merupakan realita daripada abstraksi dari apa yang tampak.
    Sedangkan menurut plato, fokus pada infinity, memahami perbedaan antara potensi tak terhingga. Misalnya menambahkan satu ke infinitum iklan nomor dan infinity lengkap, misalnya jumlah titik yang membagi garis. Selain itu menurut Plato, matematika yang penting adalah tugas akal untuk membedakan tampilan (penampakan) dari realita (kenyataan) yang sebenar-benarnya. Menurutnya ketetapan abadi/permanent bebas untuk dipahami adalah hanya merupakan karakteristik pernyataan-pernyataan matematika. Plato yakin bahwa terdapat objek-objek yang permanen tertentu bebas dari pikir yang anda sebut ‘satu’, ‘dua’, ‘tiga’ dan sebagainya. Bagi Plato matematika bukanlah idealisasi aspek-aspek tertentu yang bersifat empiris akan tetapi sebagai deskripsi dari bagian realitanya.

    ReplyDelete
  21. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pengembangan Sumberdaya Manusia (PSDM) adalah mengenai manusia dewasa yang berfungsi dalam sistem yang produktif. Tujuan PSDM adalah berfokus pada sumber daya yang dibawa manusia untuk mencapai persamaan kesuksesan, baik kesuksesan personal maupun kesuksesan organisasi. Pengembangan dan pendidikan merupakan dua konsep yang berbeda, tetapi memiliki keterkaitan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Dimana pengembangan dapat dilakukan melalui pendidikan, sehingga pendidikan sangat penting agar menghasilkan suatu inovasi.

    ReplyDelete
  22. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Berdasarkan tujuan pendidikan bahwa pendidikan mempunyai tujuan dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu dan bisa mewujudkan harapan tersebut. Fullan menjelaskan bahwa ada 4 dasar dalam perubahan proses pendidikan yaitu inisiasi, implementasi, karakteristik perubahan dan sustainabilitas. Fullan memberikan bimbingan untuk mengahadapi perubahan pendidikan antara lain, (1) tujuan moral yang kompleks, (2) teori pendidian dan teori perubahan yang saling membutuhkan, (3) Konflik dan keberagaman adalah teman kita dalam kehidupan, (4) memahami makna dari operating on the edge of chaos, (5) kecerdasan emosional menimbulkan kecemasan.

    ReplyDelete
  23. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan artikel tersebut, saya mengetahui bahwa saat ini kebanyakan konsep dari pengembangan SDM berfokus pada peningkatan efektivitas perubahan strategi. Pada bidang pendidikan, pengembangan SDM berkaitan dengan pengembangan profesionalitas guru. Menurut Fullan, terdapat empat fase pada proses perubahan pendidikan, yaitu
    1) Inisiasi, yang dipengaruhi oleh faktor eksistensi dan kualitas inovasi, akses pada inovasi tersebut, advokasi dari administrasi pusat, advokasi guru, agen peruahan eksternal
    2) Impelementasi, yang dipengaruhi oleh karakteristik perubahan, karakteristik lokal, faktor eksternal.
    3) Karakteristik perubahan
    4) Sustainability

    ReplyDelete
  24. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pengembangan Sumber daya manusia, implikasinya terhadap perubahan pendidikan meliputi pergeseran dalam pengembangan profesionalitas guru ke arah holistik dan terbuka. Hal ini terlihat sampai sekarang pada aspek kepemimpinan pendidikan, keterlibatan tingkatan, kekritisan, keselarasan antara organisasi, struktur dan budaya. Seorang guru harus mampu melakukan inovasi yang berkelanjutan dengan tujuan agar terjadi perubahan struktur yang akan menghasilkan pemikiran kritis terhadap semua komitmen yang dibuat.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Salah satu hal yang memperngaruhi pengembangan sumber daya manusia adalah pendidikan. Pendidikan memberikan konstribusi besar pada pengembangan sumber daya manusia. Jika negri ini ingin SDM maju maka majukanlah pendidikan di negri ini terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  26. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dari tulisan diatas, menurut Fullan, kelanjutan adalah keputusan tentang pelembagaan suatu inovasi yang didasarkan pada reaksi terhadap perubahan, yang mungkin negatif atau positif. Kelanjutan sendiri bergantung pada apakah ada atau tidaknya perubahan akan tertanam atau dibangun ke dalam struktur (melalui kebijakan atau anggaran atau jadwal, perubahan ini telah menghasilkan massa kritis administrator atau guru yang terampil dan berkomitmen untuk berubah dan perubahan ini memiliki prosedur yang ditetapkan untuk bantuan terus.

    ReplyDelete
  27. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari posting diatas, ada 4 fase proses perubahan pendidikan, yaitu inisiasi, implementasi, kelanjutan, dan hasil. Fase inisiasi terjadi karena beberapa faktor, yaitu inovasi, jalan untuk berinovasi, pendampingan dari pemerintah, guru, dan agen perubahan lain. Fase selanjutnya adalah implementasi. Pada faktor ini dipengaruhi oleh karakteristik perubahan, dan faktor luar dari pemerintah dan lembaga terkait. Lalu pada fase kelanjutan/sustainability, dipengaruhi oleh kebijakan, pihak-pihak yang terkait masih mampu berkomitmen, dan pengembangan prosedur yang tepat dalam perkembangan selanjutnya

    ReplyDelete
  28. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam elegi ini saya menyoroti karakteristik perubahan menurut Fullan. Bahwa yang pertama adalah kebutuhan perubahan. Misalnya saja ketika ingin mengatasi kecemasan matematika anak dalam belajar matematika, maka guru harus bisa mengidentifikasi kesulitan-kesulitan apa saja yang dihadapi siswa. Yang kedua yaitu perumusan tujuan pembelajaran. Kemudian perlunya ekstensi perubahan dan implementasi atau praktiknya.

    ReplyDelete
  29. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saat ini dunia global memiliki standar sendiri dalam menentukan kualitas sumber daya manusia (SDM). Hal ini tentu tidak luput dari peran institusi pendidikan dalam mendidik generasi ke generasi agar dapat menjadi penerus bangsa. Tidak hanya dunia pendidikan, SDM yang berkualitas juga dapat di ciptakan di dalam dunia industri melalui peran Human Resource Development (HRD). Sekarang ini peran HRD tidak lagi hanya membangun sistem untuk kesejahteraan perusahaan tetapi juga untuk kesejahteraan Indonesia dengan mengembangkan SDM yang ada menjadi seorang yang professional di bidangnya.

    ReplyDelete