Oct 28, 2012

Kutarunggu Stigmapangla Si Buruk Rupa




Oleh Marsigit

Stigmapangla:
Berikan kepadaku cupu itu wahai sang Bagawat. Engkau sepertinya menghina diriku. Seorang perwira dari sebuah negara besar Kerajaan Stigma hanya diuji untuk membuka sebuah cupu. Malu rasanya. Berikanlah kepadaku cupu itu.



Bagawat:
Terimalah wahai sang Stigmapangla

Stigmapangla:
Oh hah..barang kayak gini saja ...lihatlah...set..hus..set..dah. Set ..hus..set..duh. Set..hus..set..waduh. Wahai sang Bagawat, betulkah ini sebuah tutup. Jangan-jangan memang bukan tutup. Kenapa sulit dibuka?

Bagawat:
Wahai Stigmapangla..lihatlah cermin itu. Lihatlah dirimu. Bukankah engkau akan tidak bisa mengenali dirimu sendiri dikarenakan keburukanmu. Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Itulah hakekat stigma yang sekarang sedang merajalela, yaitu keburukan yang menjadi lawan kebaikan.

Bagawat:
Bagaimana wahai Ahilu dan Pampilu? Apakah engkau ingin mencoba membukanya.

Ahlu dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, setelah menyaksikan apa yang dialami oleh Stigmapangla, aku lebih baik tidak usah mencoba saja, dari pada aku nanti menjadi buruk rupa.

Bagawat:
Ooo..begitu. Aku sedang menyaksikan bahwa kemunafikan telah menimpamu berdua. Padahal engkau adalah alumnus percabaan Kutarunggu. Maka karena sikapmu yang munafik itu maka aku tidak lagi mengakui engkau sebagai muridku. Maka pergilah dan terserahlah apa nasib yang akan menimpa dirimu.

64 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Mungkin pemahaman saya tentang artikel ini pikiran dan hati negatif akan menjadikan bahasa seseorang menjadi negatif dan yang terdengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang-orang yang berpikir positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya. Orang yang berpikir positif dan negatif pasti terdapat perbedaannya. Orang yang berpikir positif memiliki pola pikir berorientasi solusi, maju, dan berkembang. Sedangkan orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem, hingga menular kepada orang lain.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Jangan sampai kita terjebak dalam stigma, bisa-bisa kita tidak mengenali diri kita sendiri karena keburukan kita. Jangan sampai kita selalu mengagung-agungkan kelebihan kita, dan tidak mau mengakui kelemahan kita. Manusia tentu saja tidak sempurna, kita mempunyai kelebihan dimana kelebihan itu tentu saja pemberian Tuhan, harusnya kita tidak lupa bersyukur dengan apa yang Dia beri, kita juga mempunyai kelemahan, harusnya kita selalu berikhtiar agar dalam kelemahan itu kita selalu mendapat pertolongan dari-Nya. Sebaik-baik stigma akan tetap buruk juga. Itulah hakekat stigma yang sekarang sedang merajalela, yaitu keburukan yang menjadi lawan kebaikan.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Keburukan memang harus kita lawan, karena keburukan hanya akan menyebabkan kehancuran. Sebaliknya kebaikan harus kita jaga dan tegakkan karena kebaikan akan membawa kedamaian dan kemaslahatan. Meskipun begitu, melawaan keburukan dan menegakkan kebaikan bukanlah jalan yang mudah, jebakan dari keburukan sangatlah menggiurkan sementara ajakan untuk kebaikan sangat melelahkan. Sehingga manusia terkadang secara tidak sadar ternyata telah terjerumus ke dalam keburukan. Manusia sekarang banyak yang tidak peduli dengan masalah yang dihadapi orang lain, mereka bersikap acuh tak acuh terhadap kesulitan orang lain. Menghindari keburukan bukan berarti mengabaikan atau membiarkan keburukan yang ada, tetapi manusia haruslah berusaha memperbaiki dan mencari jalan keluar terbaik agar keburukan tersebut tidak akan terus merajalela.

    ReplyDelete
  4. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia tidak bisa menghindari sisi buruk muncul dalam dirinya bahkan manusia yang dianggap soleh dan solehahpun, seperti halnya sifat munafik.
    Seringkali apa yang dirasakan dalam hati tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Maka sedikit integritas yang ada didalam diri manusia tersebut. Mengapa sisi buruk hadir didalam diri manusia, hal ini dikarenakan keadaan menutup logika dan nurani manusia.
    Sehingga seringkali logika yang dapat menilai dengan sehat mana yang baik dan mana yang kurang baik dan nurani sebagai mengontrol perilaku yang ada.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu ujian manusia hidup di dunia ini adalah bagaimana ia dapat terhindar dari stigma. Manusia yang terjebak stigma maka ia akan senantiasa berpikir negatif. Penyakit hati adalah pemicu utama seseorang terbelenggu akan stigma. Penyakit hati tersebut seperti kemunafikan, kesombongan, keserakahan, iri, dengki, dsb. Kesombongan menjadikan manusia buta akan apa yang dimilikinya dan memandang rendah orang lain. Keserakahan terkadang menjadikan manusia menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya. Sungguh stigma sangat berbahaya karena dapat menjadikan manusia berpikir negatif dan bertindak negatif. Agar terhindar dari stigma yang tidak hanya merugikan diri sendiri tapi juga orang lain, maka kita memiliki hati yang bersih, ikhlas melakukan segala sesuatu hanya untuk menggapai ridho Allah SWT, bersyukur, menggunakan hati sebagai komandan, dan selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kepada Nya.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Saya percaya bahwa sesuatu yang buruk akan mengakibatkan hasil yang buruk juga. Maka begitupun sebaliknya hal yang baik akan menghasilkan kebaikan juga. Menyesal memang datangnya belakangan maka kita harus berhati-hati dalam bersikap dan bertingkah laku. Seperti yang telah dilakukan oleh stigmapala. Selain itu dalam elegi ini dicerikatan bahwa kebaikan si Ahli dan Pampilu teruji. Ternyata mereka merupakan orang yang munafik. Seakan-akan mereka adalah orang yang baik ternyata mereka memiliki hati yang kotor.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pemikiran negative akan membuat seseorang berkata yang berbau hal negative pula. Hal tersebut tercermin dalam keluh kesahnya kepada orang lain. Jika orang lain sependapat dengan orang tersebut maka akan timbul kepuasan tersendiri baginya dan mengakibatkan orang lain itu menjadi berpikir negative pula. Maka mereka masuk dalam rotasi negative. Dan hal ini harus dihindari. Sebaik – baikmya tindakan adalah ia yang berpikir positif.

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi tersebut menyampaikan pesan bawa sebaiknya jangan munafik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Hindari sikap buruk agar dapat menghindari juga kemunafikan. Munafik dapat menjauhkan diri dari Tuhan dan menyakiti hati orang lain. Manusia adalah makhluk yang tidak sempurna, oleh karena itu terhadap dosa yang sudah diperbuat hendaknya selalu mohon ampun kepada Tuhan dan berusaha memperbaiki sikap untuk menjadi lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas, dijelaskan bahwa jika hati manusia telah terkena stigma-stigma negatif maka orang tersebut sudah tidak dapat mengenali dirinya sendiri, dalam artian orang tersebut tidak akan sadar bahwa dia telah melakukan kesalahan-kesalahan atau keburukan-keburukan. Salah satu sifat yang mungkin muncul apabila kita terkena stigma negatif adalah sifat munafik. Munafik adalah orang yang memiliki sifat nifak. Nifak artinya menampakkan yang baik dan menyembunyikan yang buruk. elegi ini secara tidak langsung mengajarkan kita untuk selalu waspada dan istiqomah di jalan Allah SWT. Oleh karena itu, sepatutnya kita selalu bersyukur dan bersabar agar terhindar dari sifat-sifat tercela.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mengutip penggalan kalimat dari bacaan diatas :Wahai Stigmapangla..lihatlah cermin itu. Lihatlah dirimu. Bukankah engkau akan tidak bisa mengenali dirimu sendiri dikarenakan keburukanmu. Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Itulah hakekat stigma yang sekarang sedang merajalela, yaitu keburukan yang menjadi lawan kebaikan:
    Bercermin dengan diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Namun tetaplah berusaha untuk melakukan kebaikan yang menguntungkan diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Dalam artikel ersebut maka dapat kita mabil bahwa jangan menyerah sebelum berperang. Yanag mana memang benar bahwa ada saatnya kita memiliki atau mendapati titik terlemah kita. Maka dengan hal itu kita akan sangat mudah di goda syetan. Sehingga. Kita sbegaai manusia maka perlu dan patut untuk terus berjuang. Berjuang sampai tirik darah penghabisa. Dalam pepatah kamu. Pantang menyerah sebelum berperang.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sebaik-baik stigma maka hukumnya akan tetap buruk juga. Sesungguhnya stigma adalah pikiran tidak kritis dan hati tidak bersih atau tidak ikhlas. Maka hindarilah diri kita dari stigma tersebut. Stigma akan datang tanpa mau mengetahui fakta dibaliknya, maka untuk menghindari para stigma adalah dengan selalu berpikir kritis dan berhati bersih atau ikhlas. Stigma selalu bertentangan dengan keadaan kita, maka waspadalah kita terhadap stigma-stigma. Hindarilah stigma dengan senantiasa menjaga pikiran kita dan menjaga hati kita agar selalu ikhlas. Semoga kita terhindar dari stigma-stigma tersebut.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sejatinya tidak ada sebaik baiknya manusia. Akan tetapi manusia harus tetap mencoba memberikan, mengusahakan, dan membiaskan sisi yang baik terutama bagi dirinya sendiri.
    Ketika potensi yang baik itu dapat dikembangkan maka manusia akan menjadi orang yang mempunyai keahlian. Namun sebagai manusia, keahlian apapun yang telah dimiliki, setinggi apapun ilmu yang dimiliki hendaknya tidak boleh menyombongkan diri atas apa yang telah menjadi kelebihan kita sebab sehebat apapun manusia tidaklah ada apa-apanya dibandin Dia yang Maha Besar.
    Sebagai manusia tidak ada yang patut disombongkan atas segala yang dimiliki ketika milik kita hanya sebagai titipan yang akan kembali pada pemilik sesungguhnya Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Tidak mudah untuk terampil menyesuaikan diri denga ruang dan waktu tetapi jika kita mau berusaha tentunya kita akan mampu untuk mencapainya. Seseorang yang tidak mau menyesuaikan dengan ruang dan waktu maka dia masih memiliki sifat egois. Pikiran negatif membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang sejenis yang memiliki pikiran sejenis dengannya. Selain itu dia juga dapat kita sebut sebagai orang yang sombong karena dia memaksakan kehendak bahwa apapun yang terjadi harus sesuai dengna keinginannya.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Don't judge a book by its cover, begitulah istilah keren yang sering didengar. Belum tentu yang terlihat buruk adalah buruk. Belum tentu yang terlih baik itu baik. Cobalah terlebih dahulu dan berpikirlah dengan jernih benarkah pandanganmu itu. Berpeganglah kepada Tuhan agar engkau tetap berada pada perlindungannya.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Manusia mempunyai dua sisi yaitu keburukan dan kebaikan. Hanya saja bagaimana ia dapat memanfaatkan kehdiupannya untuk kearah yang positif atau negatif. Jika kita selalu berjalan di jalan Allah insyaAllah Allah SWT akan selalu memberikan kebaikan kepada kita. Tetapi jika sebaliknya waktu yang kita punyai di dunia hanya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat maaka penyakit-penyakit hati akan menghampiri diri kita. Kita harus memperbanyak berzikir di waktu luang kita agar Allah selalu dekat di hati kita.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Stigma adalah kabar burung yang dibuat diterima dan disebarkan oleh hati yang kotor. Pikiran negatif membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang memiliki pikiran yang sama dengan dirinya. Pikiran negatif melahirkan persahabatan yang negatif sehingga memperkuat pikiran negatif. Dengan begitu orang tersebut hidup dalam rotasi negatif dimana akan menghadapi banyak permasalahan dan hidupnya semakin tidak terarah. Maka sesungguhnya hati yang bersih itu adalah kunci dari kedamaian.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Manusia yang memandang dirinya lebih hebat, mereka cenderung memandang orang lain dari luarnya saja tanpa memandang hatinya. Apa yang kita dapatkan dan yang belum kita dapatkan seharusnya disyukuri. Kita tidak boleh memamerkan apapun yang kita punya. Kita tidak perlu menjelaskan diri kita ke orang lain, karena yang membenci tak suka itu dan yang mencintai tak perlu itu. Jadilah diri sendiri yang tetap bersahaja, menghormati dan menghargai orang lain, serta rendah hati dan jujur.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam “Kutarunggu stigmapala si buruk rupa” ini menurut saya adalah jika seseorang tidak bisa menilai atau melihat dirinya sendiri dengan baik, maka dia tidak akan bisa menerima dirinya sendiri. “bercermin”, hal ini adalah salah satu hal yang sebaiknya dilakukan untuk selalu merefleksikan semua perbuatannya, entah itu baik maupun buruk, sebaiknya sebagai manusia kita bisa mengevaluasi apa yang selama ini telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Adanya prasangka buruk berarti telah menduga-duga dengan apa yang belum kita ketahui, saksikan atau selidiki. Prasangka buruk sesungguhnya merusak tali silaturrahim, karena dapat menimbulkan fitnah dan itu dapat merugikan orang lain. Untuk menjaga kehidupan yang damai dan rukun buanglah prasangka buruk kita dan selalu berpikir positif kepada orang lain. Segala sesuatu yang kita dengar dan lihat dapat menimbulkan prasangka baik atau buruk tergantung dari cara kita menanggapinya. Bila ada kesalahan sebaiknya kita tanggapi dengan cara yang baik. Bisa jadi kesalahan tersebut dilakukan karena ketidaksengajaan.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Prinsip hidup yang dimiliki seseorang mempengaruhi bagaimana cara seseorang bertindak. Terkadang karena prinsip hidup tersebut seseorang melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Dalam hidup seseorang sering mencocokan dirinya dengan pendapat orang lain sehingga menyembunyikan bagaimana dirinya yang sebenarnya. Keinginan untuk tampak baik terkadang membuat seseorang tidak mau mengakui kelemahannya dan akhirnya berhenti berusaha untuk mengoptimalkan diri tetapi berusaha untuk menyenangkan orang lain. Hal ini akan membuat orang tersebut menjadi munafik dan tidak berkembang ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  22. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Salah satu akhlak buruk yang harus dihindari oleh setiap muslim adalah sikap sombong. Sikap sombong adalah memandang dirinya berada di atas kebenaran dan merasa lebih di atas orang lain. Orang yang sombong merasa dirinya sempurna dan memandang dirinya berada di atas orang lain.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Stigma tidak mungkin bisa membuka pikiran dan hati. Karena sebaik-baiknya stigma maka hukumnya tetap buruk juga. Sehingga stigma kontradiksi dengan cupumanik. Itulah jika kita terkena stigma maka akan sulit kita untuk berpikir kritis dan memiliki hati yang bersih. Maka teruslah belajar memperbaiki diri, tingkatkan dimensi, dan berdoa kepada Allah agar diberikan hati yang ikhlas. Agar dengan begitu kita terhindar dari stigma-stigma.

    ReplyDelete
  24. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Stigmapala yang sombong tidak bisa membuka tutup, sedangkan Ahilu dan Pampilu tidak mau mencoba membuka tutup.Padahal seseorang tidak akan bisa mengetahui apakah ia mampu atau tidak kalau tidak mau mencobanya. Ahilu dan Pampilu meyerah bahkan sebelum berjuang. Menurut saya, pesan yang ingin disampaikan oleh elegi ini adalah bahwa kita tidak boleh sombong karena ilmu, kekayaan, atau apapun yang kita miliki.Selain itu, kita juga tidak boleh menyerah sebelum berjuang.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Emmm sepertinya saya melihat ada kesombongan. Saya melihat jika kesombongan telah menghalangi proses kita yang selamanya tetap pada proses. Benar. Sepertinya saya benar-benar melihat ada sebuah kesombongan. Astagfirulloh. Mari sama-sama kita kendalikan "hati" dan "pikiran" kita

    ReplyDelete
  26. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut diseberang lautan tampak. Sebuah peribahasa yang menyatakan kecenderungan orang untuk dengan mudah melihat kesalahan atau kekurangan orang lain, namun sebaliknya sangat sulit untuk melihat kesalahan atau kekurangan diri sendiri. Sekiranya seperti itulah gambaran untuk stigmapangla, karena dia tidak mengenal dirinya sendiri dikarenakan keburukannya.

    ReplyDelete
  27. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kesombongan dapat membawa seseorang melupakan Tuhan, kodrat, sampai melupakan hakikat. Hal yang berbahaya adalah ketika kesombongan telah melekat pada diri seseorang tetapi ia tidak menyadarinya.
    Sifat munafik juga harus dihindari. Sifat-sifat itu terkadang berada di dekat manusia, dan banyak godaan untuk melakukannya. Akan tetapi, kita harus selalu sadar akan tanggung jawab dan kewajiban manusia diciptakan Tuhan di dunia ini.

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menilai diri sendiri adalah hal yang penting dalam hidup ini. Dengan kemampuan menilai diri sendiri, kita dapat menemukan kekurang-kekurangan kita dan bisa berusaha untuk menutupi kekurangan itu. Kemampuan menilai diri sendiri juga dapat mengantarkan kita kepada pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Jangan sampai kita seperti stigmapangla yang tidak dapat melihat keburukannya sendiri. Dan jangan sampai juga kita memiliki sifat munafik karena sifat munafik akan dibenci oleh Allah SWT juga manusia lainnya.

    ReplyDelete
  29. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Memang hal yang mudah bila kita menilai dan mengomentari orang lain. Memang hal mudah juga ketika kita memberikan masukan dan memberikan nasehat untuk siswa, teman kerabat, dan tetangga. Tetapi kadang kita lupa akan refleksi diri. Terlalu banyak menasehati orang lain, tetapi tidak pernah menasehati dirinya sendiri. Terlalu banyak berkomentar akan kehidupan orang lain, tetapi kehidupannya sendiri tidak terurus. Maka dari itu “berkacalah” bahwa hidup kita ini masih banyak kekurangan, masih banyak kesalahan, dan tentu banyak dosa. Jika ternyata orang lain memiliki banyak kekurangan atau aib, janganlah diumbar untuk diperbincangkan tetapi justru diambil pelajaran sehingga menyadarkan kita untuk senantiasa bersyukur dan selalu berempati pada orang lain.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Menilai orang lain itu memang lebih mudah, dari pada kita menilai diri sendiri. Apakah ada hak kita untuk menilai orang lain? Yaa, memang ada namun dalam artian yang positif. Namun, jika kita memberikan judgement terhadap orang lain yang buruk, apa pula keuntungan bagi kita? Tentu tidak ada. Ketika menilai rendah orang lain, maka ia akan merasa bahwa dirinya lebih dari oarng tersebut. Perasaan bangga yang berlebih itulah yang dinamakan kesombongan. Bahkan Allah melarang umatnya untuk berperilaku sombong. Karena, sombong bisa naik tingkatannya dari sombong kepada sesama manusia, kepada Rasulullah, hingga sombong kepada Allah SWT. Naudzubillah..
    Semoga kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sombong.. aamiin

    ReplyDelete
  31. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Taatangan hendaknya jangan dijadikan jalan menceburkan diri dalam kepesimisan dan jangan pula dipandang sebelah mata. Kesombongan menjadikan seseorang ingin selalu terlihat perfect. Mereka yang diselimuti kesombongan memandang sesuatu dengan enteng padahal sebenar-benar isi tidak dapat dinilai dari cover-nya saja. Maka hadapilah tantangan dengan bijaksana karena sebenar-benar tantangan adalah wadah untuk membuktikan kemampuanmu terhadap dirimu sendiri.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana


    Pesan yang dapat diambil dari postingan ini adalah Kesombongan itu dapat menjatuhkan diri kita senidir, bahkan kesombongan juga dapat memperlihatkan ketidak mampuan kita dalam suatu hal dan hanya ucapan saja. Menyadari kekurangan dan kelebihan diri sendiri itu baik. Menyadari kekurangan dapat membuat kita menjadi manusia yang selalu ingin belajar, merasa memiliki sedikit ilmu dan pada intinya menghindari sifat sombong. Selain itu, sifat munafik salah satu sifat yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Karena apa yang dipikirkan berlainan dengan apa yang disampaikan. Semoga kita bukan golongan orang-orang seperti itu. Aamiin

    ReplyDelete
  33. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Barang siapa tiada mengenal dirinya tentu tiada mengenal Tuhan-Nya.Begitulah ungkapan yang sering kita dengar.Dalam postingan tersebut yang menjadi jembatan penghalang untuk mengenal dirinya yaitu sifat sombong.Seperti yang terdapat dalam postingan di atas karena menganggap dirinya seorang perwira sehingga merasa malu ketika disuruh membuka cupu.

    ReplyDelete
  34. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Setiap manusia diciptakan dengan segala kelebihan dan kekurangannya, namun tidak semua bisa menerima kekurangan dan kelebihan orang lain, terkadang hal tersebut yang mebuat manusia merasa lebih dari manusia lainnya, dan hal itu pula yang terkadang membuat manusia sombong. Padahal ada pepatah " diatas langit masih ada langit", sehingga tidak ada manusia yang sempurna. karena kesempurnaan adalah milik Allah semata.

    ReplyDelete
  35. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Perkataan sang stigmapangla memberikan makna bahwa betapa sombongnya dia, meremehkan sesuatu yang kecil yakni cupu padahal dia belum tahu apa sejatinya yang kecil itu. Kecil itu mungkin saja dapat menjadi besar , pula bisa menyesatkan maka seharusnya kita berhati-hati dan tidak meremehkan sesuatu. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  36. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, adalah sifat manusia yang sering melakukan prasangka, prasangka tersebut bisa berupa pikiran negatif ataupun positif. Jika seseorang hanya berpikir negatif saja maka dia tidak akan maju dan berkembang, dia hanya akan berkutat pada kondisi itu dan bahkan akan mengalami kemunduran, karena setiap melihat segala sesuatu dia selalu melihat dari sisi negatif saja. Sebaiknya seseorang sebagai manusia yang ingin maju dan berkembang, dia harus berpikir secara positif, dan harus senantiasa mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapi dan bukannya menambah panjang permasalahan.

    ReplyDelete
  37. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tidak mau melihat cermin, sama seperti ketika kita tidak mau berefleksi. Ketika melihat cermin,kita melihat apa yang baik, apa yang buruk. Tujuan dari melihat yang buruk adalah melakukan sesuatu untuk bisa memperbaiki yang buruk itu. Ketika melihat cermin saja tidak mau,maka proses memperbaiki itu tak akan pernah terlaksana. Sama seperti kita tidak mau berefleksi diri. Dengan tidak adanya refleksi membuat proses belajar dan pengembangan diri menjadi terhenti. Tak berani melihat hal-hal yang masih buruk dan memperbaikinya. Sombong, iya itu gambaran orang yang tak mau berefleksi diri. Menganggap tak ada yang buruk darinya sehingga tak perlu melakukan refleksi. Mungkin pula takut, itu gambaran orang yang tak mau berefleksi diri. Takut ketika gambaran yang muncul dari refleksi itu sangatlah buruk.
    Yang perlu disadari adalah proses yang dijalani setelah refleksi. Bagaimana berproses memperbaiki keburukan yang yelah terlihat di cermin itu dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  38. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Elegi ini secara tersirat mengingatkan kita untuk tidak berlaku sombong. Seperti yang diperankan oleh stigmapala yang berlaku sombong seolah-olah dia menganggap remeh sesuau, tetapi ternyata ia juga tidak mampu melakukan apa yang ia anggap mudah. Maka yang sebenarnya di dalam mencari ilmu ialah kita tidak akan pernah menggapainya. Di sisi lain, meski kita tidak akan pernah benar-benar menggapainya, kita tidak boleh lantas menyerah begitu saja, kita memiliki potensi dan kesempatan untuk berusaha. Bahkan kodrat kita sebagai manusia ialah berihtiar dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  39. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Pesan yang saya dapat setelah membaca tulisan ini adalah janganlah takut untuk melihat atau meniliai diri kita sendiri. Hal itu karena, dengan kita mampu menilai diri kita sendiri maka kita akan tahu apa kekurangan dan kelebihan kita sehingga kita mampu mengotimalkan apa potensi yang kita punya. Selain itu kita juga dapat memperbaiki kekurangan yang ada dalam diri kita. Namun kadangkala kita terlalu takut untuk menilai diri kita sendiri. Kita takut jika diri kita tidak sesempurna yang kita bayangkan, sehingga kita selalu bersembunyi dibalik diri kita yang menurut kita sudah baik, tanpa mau melihat kekurangan yang kita miliki.Terimakasih

    ReplyDelete
  40. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Alam seperti mengikuti apa yang kita lakukan. Ketika kita berbuat baik, maka kita akan diperlakukan baik oleh orang lain. Sebaliknya ketika kita berperilaku buruk, maka orang lain juga akan berperilaku buruk terhdap diri kita. Seperti hukum alam kebaikan membuahkan kebaikan dan keburukan membuahkan keburukan.

    ReplyDelete
  41. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Perilaku sombong yang menutupi pikiran dan hati kita. Balasan dari apa yang kita perbuat, pastilah akan kembali ke kita. Seperti bermain boomerang, kita lembar dan akan kembali ke diri kita kembali. Maka kuncinya salah menghargai rendah hati bukan berarti merendahkan diri. Kembali lagi mengkoreksi diri kita, jangan bersifat sombong dan munafik, karena kita disini adalah ciptaan Allah SWT yang benar diciptakan untuk saling bertenggang rasa. Dan ahilu dan pampilu pun diusir oleh sang begawat karena sifat yang dimilikinya sudah menutupi hati dan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  42. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B
    Seseorang yang dalam hatinya sudah tertanam kesombongan, sedikit saja hal yang menurutnya belum pernah dilakukan sedangkan orang lain bisa melakukannya, hal tersebut dianggap sebagai suatu hinaan, padahal nyatanya tidak ada siappaun yang menghina. Karena perasaan dihina itulah kesombongannya semakin menjadi-jadi, hal yang sebenanya belum dia coba tetapi sudah mengakuinya bahwa hal tersebut bisa dan mudah ia kerjakan, padahal nyatanya dia tidak bisa melakukannya akibat dari kesombongan dalam hatinya. Jika saja tidak ada kesombongan dalam hatinya, hal apapun atas kehendak Allah dan minta izin kemudahan dari Allah, Allah akan memudahkannya.

    ReplyDelete
  43. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia yang dalam dirinya telah tertanam banyak keburukan maka ia akan sulit untuk mengenali dirinya sendiri. Ia akan mudah melihat keburukan orang lain tetapi tidak merasa bahwa dalam dirinya tertanam banyak keburukan. Karena itulah kita harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT agar dijauhkan dari keburukan-keburukan. Kita pun harus berhati-hati dengan sifat munafik, sebagaimana yang dilakukan oleh ahilu dan pampilu. Semoga kita senantiasa dilindungi Allah SWT dari berbagai sifat buruk dan munafik. Amin.

    ReplyDelete
  44. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini mengingatkan kita bahwa sesunguhnya tidak ada manusia yang sempurna. Apalagi ketidaksempurnaan tersebut dilengkapi dengan kesombongan, maka tidaklah mampu ia menjalani kehidupan secara baik dan nyaman di dunia ini. Untuk kitu kerendahan hati dalam menjalani kehidupan sangatlah penting, setidaknya dengan kerendahan hati tidak menambah ketidaksempurnaan manusia.

    ReplyDelete
  45. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Munafik merupakan salah satu sifat yang sangat dibenci. Bahkan Rasululah, bersabda bahwa salah satu hal yang paling beliau takuti adalah orang munafik diantara umatnya. Maka sangatlah wajar orang munafik haruslah diwaspadai. Salah satu ciri orang munafik ialah berkata namun ia berdusta, berjanji tapi tidak ditepati. Maka pelajaran berharga yang dapat dipetik adalah jangan mudah membuat janji jika nantinya sulit untuk ditepati.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kita hendaknya jangan mudah menyerah dalam menggapai sesuatu. Terus mencoba berusaha dan berdoa. Begitu juga dalam mencari ilmu, kita tidak boleh mudah menyerah dan tidak boleh cepat merasa puas akan ilmu yang kita dapatkan. Dan jangan pernah sombong dengan ilmu yang kita miliki. Semakin tinggi ilmu seseorang, akan semakin banyak bula yang merasa belum ia ketahui.

    ReplyDelete
  47. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menjadi pribadi yang jauh dari rasa sombong seharusnya ditanamkan oleh setiap manusia, bagaimana kita menyadari bahwa tiada manusia yang sempurna, menghindarkan kita dari sikap menyepelekan sesuatu. Ketika ketidakmampuan kita masih diselimuti rasa sombong tentu saja akan muncul stigma negatif pada diri kita sendiri, dimana stigma negatif itu dapat menyebar ke orang lain yang memiliki sifat dan sikap yang serupa dengan kita, menjadikan diri selalu positif dalam bertindak, serta senantisa rendah hati sangat diperlukan.

    ReplyDelete
  48. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sombong. Kebanyakan orang akan lebih mudah untuk membanggakan kelebihan yang ada pada dirinya sendiri dibanding dengan menemukan kesalahan/ kekurangan/keburukan dalam dirinya untuki kemudian diperbaiki. Sebaliknya, orang-orang tersebut akan lebih mudah menemukan kesalahan/kekurangan/keburukan orang lain, membicarakannya dengan yang lain sebagai sebuah aib, jika sudah demikian maka orang-orang seperti itu cenderung akan mengabaikan kebaikan/kelebihan orang lain, yang ada dan yang tampak hanyalah keburukannya. Seakan-akan hanya dirinyalah orang yang paling benar/baik. Kejadian yang seperti itulah yang kemudian dinamakan kesombongan. Padahal sombong adalah hal yang sangat dibenci oleh Allah, karena dengan kesombongan akan menghancurkan segala hal yang telah dicapai sebelumnya. Sehingga sebaiknya semakin diperbesarlah kesabaran dan tetap berpegang bahwa segala sesuatu yang ada itu milik Allah.

    ReplyDelete
  49. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Dari elegi di atas saya mengambil refleksi bahwa kejelekan seseoraang terkadang tersembunyi. Allah SWT masih menyangi hambanya dengan menyembunyikan keburukannya. Jika suatu saat keburukan itu terbongkar maka akan terlihat bahwa ia itu sebenar-benar munafik. Maka bersyukurlah Allah masih menutupi keburukan kita dengan cara selalu berbuat baik dan tidak sombong serta munafik.

    ReplyDelete
  50. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pikiran negatif menjadikan bahasa seseorang menjadi negatif dan yang terdengar hanya keluhan. Hal itu membuat orang-orang yang berpikir positif tidak tertarik untuk berinteraksi dengannya. Orang yang berpikir positif memiliki pola pikir berorientasi solusi, maju, dan berkembang. Sedangkan orang yang berpikir negatif hanya berkutat pada problem, hingga menular kepada orang lain.
    Pikiran negatif membuat seseorang merasa senang pada orang yang mendukung pendapat negatifnya dan orang yang sejenis yang memiliki pikiran sejenis dengannya. Jadi, pikiran negatif melahirkan persahabatan yang negatif.
    Persahabatan negatif memperkuat pikiran negatif. Dengan begitu orang tersebut hidup dalam rotasi negatif. Permasalahan yang dihadapi pun semakin membesar dan hidupnya semakin tidak terarah.

    ReplyDelete
  51. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya bisa sedikit memahami dalam elegi ini bahwasanya stigma adalah sebuah keburukan yang menjadi lawan kebaikan. Oleh karena itu, jangan sampai kita terjebak dalam stigma dengan cara terus menggunakan pikiran dan hati dalam bertindak. Kemudian dijelaskan pula tentang kemunafikan sebagai sebuah sikap dimana antara tidak ada kesinkronan antara ucapan dan perbuatan. Sikap seperti ini sangat berbahaya karena bisa merusak kebaikan. Sehingga kemunafikan harus dilawan dan dihindari dengan cara terus berdoa dan memohon ampun kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  52. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Hidup kita terkadang dipenuhi dengan asumsi-asumsi yang tidak berdasar. Apabila asumsi ini disatukan dengan sifat sombong, maka terancam akan menimbulkan marabahaya. Kesombongan kita membuat kita merasa lebih, bisa melakukan segala hal dengan mudah. Asumsi-asumsi tak berdasar mendukung kita untuk terus menerus meyakini kesombongan kita.

    ReplyDelete
  53. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PMA

    Jika kita dapat melihat dengan jeli sebenarnya kehidupan ini seimbang ada pagi ada malam, ada gelap ada terang, ada panas ada hujan, ada baik ada pula buruk. Dalam elegi ini dibahas mengenai stigma sebagai simbol keburukan. Seburuk-buruknya buruk juga dapat menjadi baik, contohnya si klenting kuning yang memiliki rupa tidak cantik justru terselamatkan dari godaan yuyu kangkang. Sedangkan ketiga saudaraya klenting merah, klenting ijo, dan klenting biru tergoda untuk disebrangkan si yuyu kangkang. Padahal setelah sampai pada kerajaan yang dimau pangeran adalah dia yang belum terjamah oleh yuyu kangkang. Di sini dapat dimaknai bahwa keburukan dapat menjadi sebuah kebaikan tergantung pada ruang dan waktu. Begitulah filsafat memahami kehidupan yang seimbang berdasarkan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  54. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Segala sesuatu yang kita miliki pada saat ini hanyalah sementara. Hal yang akan dibawa mati adalah amal perbuatan kita selama di dunia. Segala harta, jabatan, dan harta tidak diperhitungkan sedikitpun untuk menuju surga ataupun neraka. Kehidupan selalu berputar, maka dari itu kita harus selalu merasa rendah hati agar tidak gampang tertipu atau terjerumus ke dalam suatu jebakan. Jebakan yang paling berbahaya adalah jebakan mitos dimana kita merasa paling hebat dan menganggap manusia lain sebagai ancaman bagi kekuasaan kita. Naudzubillahiminzalik, adapun hal seperti itu sebaiknya kita hindari karena hanya akan membawa kerugian pada diri kita.

    ReplyDelete
  55. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Dari postingan di atas, saya simpulkan bahwa kita harus menjauhi sifat-sifat buruk misalnya stigma dan kemunafikan. Jika keburukan tersebut diibaratkan berada di balik pintu dan kita mengetahui itu, kita tidak harusnya membuka pintu tersebut meski dengan niat coba-coba.

    ReplyDelete

  56. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini, saya paham bahwa stigma adalah hal buruk, maka saya simpulkan bahwa keinginan stigma untuk mebuka tutup cupu itu adalah sesuatu yang buruk pula. Namun, sampai selesai saya membaca, saya belum mampu memahami makna dari cupu yang dimaksud. Apalagi tentang kemunafikan kedua alumnus di akhiran elegi ini.

    ReplyDelete
  57. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kita memang sulit untuk mengenali diri sendiri. Kebanyakan malah asyik melihat, mencari cari dan mengkritik kesalahan serta kekurangan yang lain. Padahal yang diperlukan adalah introspeksi diri, melihat kesalahan dan kekurangan diri sendiri akan lebih berguna untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik

    ReplyDelete
  58. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini kita belajar bagaimana melihat diri sendiri. melalui cupu itu atau analoginya ketika menghadapi suatu masalah, maka kita akan melihat banyak bagaimana diri kita sendiri. ada yang bersikap munafik. Hmmm ini sungguh bahaya, memohon pada Allah agar kita terhindar dari perbuatan munafik ini. lalu apabila kita melihat keburukan diri segeralah memohon ampun dan berbenah diri. Karena sejatinya memang dalam menghadapi suatu masalah itu kita bisa belajar. kita sejatinya diuji bagaimana menjadi orang yang lebih baik lagi. Semoga kita menjadi otang yang lebih baik dan baik lagi.

    ReplyDelete
  59. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Jangan memelihara kesombongan dan meremehkan segala hal, karena hal tersebut hanya akan membawa dampak yang negatif. Pikiran-pikiran negatif yang telah bersarang hanya akan membuat kita tidak akan mampu mengenali siapa diri kita sebenarnya, dan merubah kita menjadi orang-orang yang munafik dan terhindar hatinya untuk menerima kebaikan yang ada.

    ReplyDelete
  60. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Stigmapala yang sombong tidak bisa membuka tutup, sedangkan Ahilu dan Pampilu tidak mau mencoba membuka tutup.Padahal seseorang tidak akan bisa mengetahui apakah ia mampu atau tidak kalau tidak mau mencobanya. Ahilu dan Pampilu meyerah bahkan sebelum berjuang. Menurut saya, pesan yang ingin disampaikan oleh elegi ini adalah bahwa kita tidak boleh sombong karena ilmu, kekayaan, atau apapun yang kita miliki.Selain itu, kita juga tidak boleh menyerah sebelum berjuang.

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Orang yang dimudah termakan oleh stigma akan semakin merasa dirinya benar. Mereka sulit melihat sisi buruk yang ada pada dirinya. Tak hanya itu, kebaikanpun akan sulit di terima karena hatinya telah ditutupi stigma. Maka tiadalah jalan terbaik selain menghindari stigma dan orang yang menyebarkan stigma. Sebagaimana kita dituntun untuk berteman dengan orang yang baik agar kebaikan itu mengalir kepada kita.

    ReplyDelete
  62. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Seseorang yang mendapatkan stigma dari orang lain maka ia dianggap buruk oleh orang lain. Kalau dalam interaksi sosial berarti perilakunya sudah menyimpang dan masyarakat mengecapnya sebagai orang yang wataknya tercela. Kita harus senantiasa menghindari stigma denga cara selalu berbut baik kepada orang lain.

    ReplyDelete
  63. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Kesombongan bisa datang tanpa kita sadari atau tidak kita sadari. Kesombongan akan muncul ketika manusia belum menyadari keterbatasan atau ketidaksempurnaannya. Manusia dapat berkata tidak sombong namun tidak ada yang mengetahui bagaimana yang ada di dalam hatinya, apakah ia ikhlas atau tidak. Maka ketika ia bertaka tidak sombong mungkin perkataan itu justru menggambarkan bahwa ia sombong dari ketidaksombongan nya itu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  64. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dari elegi di atas, pelajaran yang dapat diambil adalah kita tidak boleh sombong. Meskipun kita sudah banyak pengalaman, kita harus bersikap rendah hati karena kita pasti memiliki kekurangan. Selain itu, kita juga tidak boleh menyerah sebelum mencoba. Kita tidak boleh takut untuk mencoba sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh orang lain. Bisajadi hal yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain adalah hal yang dapat kita lakukan, atau sebaliknya. Maka kita tidak boleh sombong dan pantang menyerah.

    ReplyDelete