Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 13: Filsafat Pendidikan Sain




Ass, khusus untuk Mahasiswa S2 P Sain:

Identifikasikan obyek material dan obyek formal dari Filsafat Pendidikan Sain.

Tulislah jawaban anda sebagai komen pada posting ini.

Demikianlah selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

25 comments:

  1. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Obyek dari Filsafat Pendidikan Sain adalah semua yang ada dan yang mungkin ada dalam Pendidikan Sain. Dalam hal ini, filsafat sain dan pendidikan sain berbea. Filsafat pendidikan sain berkaitan dengan pembelajaran sain. Maka obyek formal filsafat pendidikan sain adalah mengenai metode atau cara dalam pembelajaran sain, misalnya penelitian ilmiah, percobaan di laboratorium dan cara guru mengajar sain. Sedangkan obyek material nya berupa siswa, guru, referensi ilmiah dan sebagainya.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pendidikan sain meliputi pendidikan IPA, fisika, dan kimia. Sama halnya dengan objek filsafat pendidikan matematika maka objek formal pendidikan sain yaitu tentang bagaimana belajar mengajar sain. Sedangkan objek materialnya adalah sain itu sendiri atu sama dengan objek sain. Misalkan pendidikan IPA maka objek materialnya adalah materi IPA begitupun dengan pendidikan fisika dan kimia.

    ReplyDelete
  3. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Epistemologi dalam obyek ilmu pendidikan dapat dibedakan menjadi obyek formal dan material. Obyek formal menjadi keseluruhan ruang lingkup riset pendidikan sain sehingga obyek formalnya seperti apa hakikat ilmu pengetahuan sain, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah, dan apa fungsi ilmu sain itu bagi manusia. Obyek material berkenaan dengan aspek-aspek yang menjadi penyelidikan langsung ilmu pendidikan sain seperti pengetahuan sain yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.

    ReplyDelete
  4. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Objek material dalam filsafat pendidikan sains adalah pendidikan sains atau subject matter dari pendidikan sains meliputi tujuan pendidikan, pendidik, peserta didik dan institusi pendidikan, sementara objek formal dalam filsafat pendidikan sains adalah pendekatan filosofis. Misalnya psikologi dan antropologi adalah dua disiplin ilmu yang berbeda. Keduanya memiliki objek material yang sama yaitu manusia sedangkan objek formal pada psikologi adalah pikiran atau kejiwaan sebagai dan objek formal pada antropologi adalah artefak manusia sebagai pendekatannya. Dua disiplin ilmu mungkin memiliki objek material yang sama persis namun tidak ada dua disiplin ilmu yang memiliki objek formal yang sama. Inilah yang dinamakan objek formal sehingga membuah suatu disiplin ilmu unik dan berbeda dengan yang lainnya (Okogbuo & Hons, 2015).

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidikan tentu tidak terbentuk sendiri, pendidikan selalu memiliki unsur lain yang melengkapinya hingga menuju kearah yang sempurna. Suatu hal yang dapat dipelajari dari pendidikan adalah terciptanya pemahaman aka sesuatu. Pemahaman ini tentu berhubungan dengan objek material dan objek formal yang saling mempengaruhi. Ketika mempeljari sesuatu tentu ada yang diamati, dipahami dan dikembangkan. Hal imilah yang menuntu kita untuk dapat peka dan fokus baik terhadap sudut pandangnya maupun terhadap keberlangsungan dalam memahaminya.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Sains pada prinsipnya merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah (observasi, eksperimen, survey, studi kasus dan lain-lain.
    Istilah common sense sering dianalogikan dengan good sense, karena seseorang dapat menerima dengan baik. Jadi, kaitannya dengan sains, sains beranjak dari common sense, dari peristiwa sehari-hari yang dialami manusia namun terus dilanjutkan dengan suatu pemikiran yang logis dan teruji.
    Sains merupakan suatu metode berpikir secara objektif. Tujuannya menggambarkan dan memberi makana pada dunia yang faktual.
    Sains adalah gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms). Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi di alam .

    ReplyDelete
  7. Sumandri
    16709251072
    S2 pendidikan Matematika 2016

    Obyek material, yaitu materi atau bahan yang menjadi obyek penyelidikan filsafat, maupun bagi segala turunan filsafat itu sendiri, misalnya, pengetahuan atau ilmu. Jadi, dengan kata sifat “material” tidak dimaksudkan sebagai bahan-bahan materi bagi sebuah pekerjaan tukang, tetapi “pokok soal” atau “pangkal pikir” yang merupakan bahan atau obyek pemikiran filsafat itu sendiri. Materi atau obyek studi filsafat itu meliputi segala sesuatu realitas (manusia), baik berupa kenyataan fisik (inderawi), benda dan aktifitas alam, intelektual (intelektif), pengalaman, tradisi, adat, budaya, bahasa, pikiran, pengetahuan harian, maupun ide, gagasan, atau teori, kegiatan-kegiatan manusia, norma-norma hidup, hukum, ideologi, politik, sistem kepercayaan, aspek kejiwaan, baik yang ada maupun yang bisa diadakan oleh pikiran manusia itu sediri. Tegasnya, obyek atau material yang menjadi bahan pemikiran filsafat adalah tertuju pada segala hal, sejauh bisa dijangkau oleh indera maupun pikiran manusia. Sedangkan obyek formal (sudut pandang) filsafat itu bersifat mengasaskan, karena mengasas maka filsafat itu mengambil prinsip kebenaran dan ketidak benaran, logis dan non logis, baik bagi sebuah tindakan pemikiran maupun hasil pemikiran yang bersifat pengetahuan maupun keilmuan. Obyek formal filsafat sain hendak menegaskan bahwa meskipun terdapat berbagai macam pengetahuan atau ilmu, namun hal itu bisa bersumber dari suatu obyek material yang sama. Jadi, pengetahuan atau ilmu hanya menampilkan jenis pikiran atau pendangan yang berbeda berdasarkan sudut pendekatannya yang saling berbeda tentang pokok soal atau obyek materi yang sama, misalnya; biologi, matematika, psikologi, teologi, ekologi, linguistik, dan sebagainya, bermaksud menemukan apa yang dapat diketahuinya secara khusus berdasarkan sudut pendekatannya yang khas tentang manusia.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Obyek formal itu merupakan metode atau isinya sedangkan obyek material itu adalah wadahnya. Contoh sederhananya yaitu rambutku ini adalah obyek material dan warna hitam ini adalah obyek formalnya. Maka obyek material dari pendidikan sains itu adalah materinya dan obyek formalnya adalah metodenya, cara menyampaikan materi kepada siswa. Tiadalah materi kalau tidak ada metode dan tiadalah metode kalau tidak ada materi.

    ReplyDelete
  9. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidikan sains dan matematika merupakan ilmu yang saling berkaitan itu dapat di satu rumpunkan hingga dapat saling menunjang satu sama lain dalam penyajiannya ataupun pengembangannya. Objek pendidikan sains dan matematika antara lain: objek formalnya berupa metode yang digunakan dalam belajar mengajar sain, sedangkan obyek material nya berupa siswa, guru, referensi ilmiah dan sebagainya.

    ReplyDelete
  10. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Objek dapat dibedakan menjadi objek material dan objek formal. Objek material merupakan objek yang dibahas, sedangkan objek formal merupakan cara memandang objek tersebut. Contoh objek material dari Biologi berupa makhluk hidup dan makhluk yang pernah hidup termasuk fosil. Adapun objek formal Biologi berupa struktur, fungsi, dan interaksi dari makhluk hidup tersebut.

    ReplyDelete
  11. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Telah dijelaskan pada elegi-elgi sebelumnya bahwa secara umum objek filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Dalam filsafat dikenal dengan objek formal dan objek material.Objek material adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. “Ada” disini mempunyai tiga pengertian, yaitu ada dalam kenyataan, pikiran, dan kemungkinan, Sedangkan objek formal adalah penyelidikan yang mendalam. Artinya, ingin tahunya filsafat ingin tahu bagian dalamnya. Kata mendalam artinya ingin tahu tentang objek yang tidak empiris. Jadi dapat dikatakan bahwa objek material misalkan dalam geografi ada yang disebut atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan sebagainya, sedangkan objek formalnya adalah bagaimana megetahui secara mendalam dari objek material tadi misalkan dengan pendekatan keruangan, pendekatan kelingkunganm dan sebagainya.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Objek material filsafat ilmu adalah pengetahuan itu sendiri. Pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.
    Dalam penegetahuan ini tiga hal penting, yaitu manusia, dunia, dan akhirat.
    Maka ada filsafat tentang manusia (antropologi), filsafat tentang alam (kosmologi), dan filsafat tentang akhirat (teologi – filsafat ketuhanan dalam konteks hidup beriman dapat dengan mudah diganti dengan kata Tuhan).

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari sumber yang saya baca, dapat disimpulkan bahwa Objek Material filsafat ilmu adalah pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Dalam gejala ini jelas ada tiga hal menonjol, yaitu manusia, dunia, dan akhirat. Sedangkan Objek formal filsafat ilmu adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fingsi ilmu itu bagi manusia.
    Jadi perbedaan objek material dan objek formal filsafat ilmu adalah objek material filsafat merupakan suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu atau hal yang di selidiki, di pandang atau di sorot oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak. Sedangkan Objek formal filsafat ilmu tidak terbatas pada apa yang mampu diindrawi saja, melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata maupun yang abstrak.

    ReplyDelete
  14. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Objek material fisafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Objek material juga bisa diartikan sebagai suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu. Objek ini merupakan hal yang diselidiki (sasaran penyelidikan), dipandang, disorot, atau dipermasalahkan oleh suatu disiplin ilmu. Objek ini mencakup hal-hal yang bersifat konkret (seperti makhluk hidup dan benda mati) maupun abstrak (seperti keyakinan dan nilai-nilai). Dalam filsafat ilmu, objek material adalah ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.
    Sedangkan objek formal filsafat adalah pencarian terhadap yang ada dan yang mungkin ada secara kontemplatif pada permasalahan yang tidak dapat dijangkau oleh pendekatan empiris dan observatif yang berada dalam sains. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat ilmu pengetahuan, artinya filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem-problem ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu, apa fungsi ilmu pengetahuan, dan bagaimana memperoleh kebenaran ilmiah. Probem-problem inilah yang dibicarakan dalam landasan pengembangan ilmu pengetahuan, yaitu landasan ontologis, epistemologis, dan aksiologis

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Objek material pendidikan sains merupakan suatu bahan yang menjadi tinjauan penelitian atau atau hal yang di selidiki, di pandang yang mencakup apa saja baik hal-hal yang konkrit ataupun yang abstrak. Sedangkan Objek formal pendidikan sain tidak terbatas pada apa yang mampu diindrawi saja, melainkan seluruh hakikat sesuatu baik yang nyata maupun yang abstrak.

    ReplyDelete
  16. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Obyek material dalam pendidikan matematika ialah segala hal yang ada di bumi ini berkaitan dengan matematika baik itu nyata maupun abstrak. Sedangkan obyek material dalam sains adalah segala yang ada dibumi ini yang berkaitan dengan ilmiah, seperti makhluk hidup, penelian, unsur alam, dan lain sebagainya. Tanpa adanya obyek material, suatu ilmu tiada lah berarti. Bagaikan air tanpa gelas. Obyek material sebagai air dan gelas sebagai ilmu.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pada dasarnya objek material pendidikan sains mencakup semua yang ada dan mungkin ada, konkrit maupun abstrak, materil maupun non materil di dalam pendidikan sains. Hal ini dapat berupa ide, masalah, konsep dan sebagainya. Objek formal pendidikan sains sendiri mencakup sudut pandang dari pengetahuan yang berkaitan dengan pendidikan sains tersebut atau sudut pandang darimana objek material pendidikan sain disorot dan diperhatikan.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. objek material filsafat sains memiliki objek yang empiris. Sedangkan objek formal dari filsafat sains yaitu mencari keterangan yang sedalam-dalamnya tentang objek materi filsafat (yakni segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada).

    ReplyDelete
  19. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Objek formal filsafat ilmu adalah sudut pandang dari mana sang subjek menelaah objek materialnya.
    Objek formal filsafat ilmu merupakan hakikat ilmu pengetahuan. Hal ini berarti filsafat ilmu lebih menaruh perhatian terhadap problem mendasar ilmu pengetahuan, seperti apa hakikat ilmu pengetahuan, bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia.

    ReplyDelete
  20. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mengutip pendapat dari Mustansyir (2003: 44) dimana dalam filsafat ilmu, objek material adalah ilmu pengetahuan itu sendiri., yaitu pengetahuan yang disusun secara sistematis dengan metode ilmiah tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum. Menurut Surajiyo (2009: 7) objek formal merupakan sudut pandang yang ditujukan pada bahan penelitian atau pembentukan pengetahuan itu, atau sudut dari mana objek material itu diselidiki. Seperti fisika, kedokteran, agama, sastra, sejarah, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Objek filsafat meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam filsafat terdapat objek formal dan material. Objek material meliputi segala yang ada di dunia, misalnya manusia, hewan, tumbuhan, dsb. Sedangkan objek material mengenai cara mengkaji lebih mendalam, misalnya tentang respirasi, reproduksi, struktur, dsb.

    ReplyDelete
  22. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Obyek filsafat dalam ilmu pengetahuan terbagi dua, yaitu obyek material dan obyek formal. Obyek material adalah segala yang ada, mencakup yang tampak (ada) dan yang tidak tampak (mungkin ada). Ada yang tampak adalah dunia empiris sedangkan ada yang tidak tampak adalah alam metafisika. Lain halnya dengan obyek formal. Obyek formal filsafat merupakan sudut pandangan yang menyeluruh, secara umum sehingga dapat mencapai hakikat dari objek materialnya (Lasiyo dan Yuwono, 1985: 6). Maka dapat terlihat perbedaannya dengan jelas bahwa obyek material filsafat merupakan sebagai bahan yang menjadi tinjauan pembentukan pengetahuan oleh suatu disiplin ilmu yang mencakup hal konkret ataupun abstrak. Sedangkan Objek formal filsafat ilmu tidak terbatas pada kemampuan indrawi saja, melainkan seluruh hakikat baik yang nyata maupun yang abstrak.

    ReplyDelete
  23. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sains pada prinsipnya merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah, observasi, eksperimen, survey, studi kasus dan lain-lain. Sains merupakan suatu metode berpikir secara objektif. Tujuannya menggambarkan dan memberi makana pada dunia yang faktual. Sains adalah gambaran yang lengkap dan konsisten tentang berbagai fakta pengalaman dalam suatu hubungan yang mungkin paling sederhana (simple possible terms). Sains dalam hal ini merujuk kepada sebuah sistem untuk mendapatkan pengetahuan yang dengan menggunakan pengamatan dan eksperimen untuk menggambarkan dan menjelaskan fenomena – fenomena yang terjadi di alam . Perbedaan yang paling mendasar antara filsafat dan sains adalah cara mengambil kesimpulan. Filsafat berusaha mencari kebenaran atas suatu hipotesa hanya dengan kekuatan berfikir. Sains bertumpu pada data-data yang telah diambil dan diverifikasi. Oleh karena itu keluaran yang dihasilkan juga berbeda tipe. Teori-teori keluaran filsafat bersifat Kualitatif dan Subjektif. Sedangkan sains menghasilkan output yang Kuantitatif dan Objektif.

    ReplyDelete
  24. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendidikan sains mestinya memberikan andil dalam perkembangan iptek dari waktu ke waktu. Pengenalan berbagai organisme yang berguna diperlukan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Karena yang dikenal manusia banyak, pengetahuan tersebut perlu dikelompokkan sehingga berkembang taksonomi dan sistematik. Selanjutnya manusia mempelajari biofungsi, bioperkembangan, dan bioteknologi. Manusia memperoleh banyak manfaat dari semua itu, tetapi pendidikan sains perlu membekali biomanajamen dan bioetika agar penerapan pengetahuan di lingkungannya membawa arah pemberdayaan berkelanjutan. Seyogianya pendidikan sains memberi siswa bekal keterampilan, pengetahuan dan persepsi yang dilandasi kesadaran akan pentingnya etika dalam mengolah bahan di lingkungannya. Manusia hendaknya menjadi pemelihara keanekaragaman dan fungsi lingkungan agar manusia tetap dapat mengambil manfaat dari keanekaragaman dan lingkungan tetap dapat mendukung kehidupan manusia pada masa kini, maupun pada masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  25. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendidikan sains adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bagaimana hubungan pendidikan dengan sains, bagaimana cara mempelajari dan mengajarkan sains dengan baik dan benar, baik pada instusi pendidikan formal maupun non formal. Pendidikan untuk pengajaran Sains perlu dan dapat dimuati unsure pembentukan karakter melalui pengembangan sikap ilmiah (scientific attitude). Beberapa jenis sikap ilmiah yang dapat dikembangkan melalui pengajaran sains antara lain meliputi: curiosity (sikap ingin tahu), respect for evidence (sikap untuk senantiasa mendahulukan bukti), flexibility (sikap luwes terhadap gagasan baru), critical reflection (sikap merenung secara kritis), sensitivity to living things and environment (sikap peka/ peduli terhadap makhluk hidup dan lingkungan). Cara pengajaran dapat diintegrasikan dengan penyisipan dan penanaman nilai-nilai sains di dalamnya. Nilai-nilai yang dimaksud antara lain adalah nilai praktis, nilai intelektual, nilai religius, nilai sosial-ekonomi, dan nilai pendidikan.

    ReplyDelete