Oct 17, 2012

Elegi Cupumanik Astanala




Oleh Marsigit

Bagawat:
Whe la da lah. Semakin merajalela perbuatan si Ahilu. Kalau dibiarkan maka perbuatannya bisa merusak tatanan. Adalah kehendak para metafisik untuk menguji kemampuan ketiga perwira itu. Itu bukanlah porsi seorang Ahilu. Jika aku diamkan saja ini akan menjadi preseden buruk. Maka teraksa aku harus turun tangan.


Bagawat:
Aku melihat pertempuran antara ketiganya semakin seru dan hebat. Baik Ahilu, Stigmapangla maupun Pampilu tidak ada tanda-tanda siapa yang akan menang dan kalah. Jika aku biarakan maka juga hal ini bisa merusak lingkungan hidup. Wahai Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu...berhentilah...berentilah...dengarkanlah suaraku...dengarkanlah himbauanku.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, jangan engkau hentikan pertempuran ini, biar mereka mengetahui siapa diantar kita yang betul-betul jawara.

Bagawat:
Sebentar-sebentar, ...coba peratikanlah apakah yang aku pagang ini?

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wa..ha..sungguh indah dan manarik, berkilau dan berwibawa, benda apakah yang engkau pegang itu sang Bagawat?

Bagawat:
Ketahuilah, sebenar-benar teka-teki adalah teka-tekiku. Sedang teka-teki yang dibuat oleh Ahilu itu bersifat semu. Maka sebenar-benar jawara diantara engkau bertiga adalah siapa yang berhasil membuka tutup benda ini. Benda ini disebut Cupu Manik Astanala. Jika engkau bisa membuka tutupnya maka engkau akan disebut sebagai seorang jawara sejati. Tetapi untuk itu sangat berat ketentuannya.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, segeralah sebutkan apa ketentuannya. Aku sudah tidak sabar lagi untuk memperoleh gelar sang jawara.

Bagawat:
Ketentuannya adalah engkau dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika engkau bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta engkau peroleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajahumu tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu. Bagaimana apakah engkau berani mencobanya?

44 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Elegi ini menggambarkan bagiaman manusia itu hidup. Hidup adalah sebuah pilihan. Dalam hidup ini kita pasti selalu memilih. Memilih hal yang konsekuensi dari pilihan kita adalah baik atau buruk. Kemampuan membuka tutup cupu berarti mampu membuka hati dan menyadari bahwa setiap makhluk memiliki kelemahan karena itu kita harus belajar menerima diri kita apa adanya. Kita kita belajar menerima diri kita apa adanya maka disitu akan berdampak baik bagi kita. Dan orang yang tidak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan dirinya dimana kita tidak bisa menerima kelemahan dan kekurangan diri kita.

    ReplyDelete
  2. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sudah sering dijelaskan dalam elegi-elegi yang lainnya, bahwa hidup itu adalah pilihan. Semuanya itu tergantung kita, mau syurga atau mau neraka, mau jahat atau mau baik, mau bahagia atau mau sengsara, dan lain sebagainya yang dapat dipilih. Untuk itu, maka kita sebagai manusia yang memiliki akal dan pikiran, seharusnya kita bisa memilih mana yang baik buat kita. Agar bisa menjadi yang terbaik, maka perkuatlah spiritual kita dalam kehidupan ini. Karena apapun pilihan hidup kita, kita sendiri yang akan mempertanggung jawabkannya di akhirat kelak.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Elegi Cupumanik Astanala menurut pendapat saya adalah hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan. Dalam menjaalani hidup ini, kita mau tidak mau harus memilih, ada banyak pilihan dalam hidup ini, ada pilihan yang jahat/ buruk dan ada juga pilihan yang baik. Mereka yang mampu memilih dan bertanggung jaab dengan pilihannya tersebut dikatakan sebagai pemenang. Di dalam elegi ini dikatakan bahwa seorang pemenang dikatakan sebagai pemenang nayata jika dapat membuka diri dan mampu menyadari kesalahan dan kelemahan dirinya sendiri. Secara tidak langsung, seorang pemenang adalah seseorang yang mampu mengakui kekalahannya terhadap kelemahan diri sendiri. Begitu juha sebaliknya, seseorang dikatakan kalah jika dia terlalu menutup mata dan hati terhadap kekurangan dirinya sendiri. Tidak ada manusia yang sempurna, oleh karena itu kita wajib melakukan refleksi bahwa kita harus mau dan mampu membenahi kekurangan – kekurangan kita agar menjadi manusia yang lebih baik.

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Hidup itu pilihan. Pilihan menentukan bagaimana dan seperti apa hidup kita selanjutnya. Dalam memilih kita juga harus memberikan keputusan yang tepat agar nantinya tidak salah dalam memilih. Pilihan yang telah diputuskan bisa berakibat baik dan bisa juga berakibat kurang baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orang lain. Karena itu pertimbangkan pilihan kita dengan hati yang tulus dan ikhlas. Selain dari itu janganlah kita beranggapan bahwa pilihan yang diambil semata-mata untuk menjadi jawara dalam hidup kita, tetapi hendaklah kita mengutamakan kehendak Allah dan berupaya melakukan hal-hal yang baik di hadapan Allah.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Untuk menperoleh sesuatu kadang kita di hadapkan dengan suatu pilihan. Pilihan itu tak jarang memiliki resiko. Untuk meminimalisir resiko dan juga kesalahan dalam memilih, kita memerlukan ilmu pengetahuan. Ilmu akan menolong kita agar terhindar dari kesesatan. Oleh karena itu teruslah menuntut ilmu sepanjang hayat.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sebenar-benar hidup adalah pilihan. Karena memilih maka engkau harus bertanggungjawab atas pilihanmu. Karena terkadang pilihan yang kita ambil, tidak sesuai dengan harapan kita. Ilmu dan pengalaman sangat mempengaruhi keputusan seseorang dalam memilih. Oleh karena itu, selalu lengkapi dan tambah ilmumu dengan salah satunya banyak membaca. Selain itu, dalam menentukan pilihan, sinkronkanlah hari dan pikiranmu.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kehidupan adalah pilihan apa yang kita ambil dan siap menerima segala resikonya untuk yang baik maupun yang buruk serta bagaiman cara mempertanggungjawabkan atas pilihan yang telah diputuskan. Dalam elegi tersebut ada sebuah penawaran yang menggiurkan untuk seorang sang jawara. Namun jika seseorang berhasil menaklukan penawaran tersebut, maka dapat berbangga hati. Namun jika gagal resiko buruk yang harus siap ia terima.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hidup itu pilihan , manusia bukan dituntut untuk pandai dalam memilih saja namun juga dituntut untuk siap menerima resiko atas pilihan. memilih menjadi baik maka akan mendapatkan kebaikan, memilih untuk menjadi buruk maka manusia harus menerima dengan ikhlas resiko yang ia dapat atas pilihan yang ia ambil. agar dapat memilih secara tempat manusia harus berilmu agar menjadikan manusia yang lebh.

    ReplyDelete
  9. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup adalah sebuah pilihan, mau kemana kita sebenarnya itu sudah pilihan kita. Karena didalam setiap diri manusia telah diberikan akal dan pikiran untuk dapat membedakan mana jalan yang baik dan mana jalan yang buruk. Dengan akal dan pikiran inilah yang membedakan manusia dengan binatang, sehingga binatang tidak bisa mementukan hidupnya dan kita lihat binatang dari dulu sampai sekarang tetap seperti itu, maka kita selaku manusia yang diberi akal dan pikiran sudah selayaknya menjadikan akal dan pikirtan kita dengan baik sehingga kehidupan kita dimasa yang akan datang menjadi baik dan terhindar dari kejahatan-kejahatan yang semakin hari semakin banyak godaan.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    cupumanik asatanala mewakili sebuah kisah hidup sebagai pilihan. Ada pilihan kejahatan, dan ada pilihan bagus. pemenang sejati jika bisa memiliki arti membuka 'cupu' mampu membuka diri dan menyadari kelemahan dan ketidakberdayaan, karena tidak ada orang lain yang tidak berkuasa hanya milik Tuhan. Sebaliknya, orang yang tidak bisa membuka tutup cupu akan jelek seperti yang dikonsumsi oleh kesombongan Anda.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebenarnya saya belum terlalu paham dengan makna elegi di atas, tetapi yang dapat saya tangkap tentunta, pertengakaran apapun itu apalagi untuk berbut kekuasaan adalah hal yang kurang baik dan dapat membawa keburukan tidak hanya untuk subyek yang berseteru saja tetapi juga untuk sekitanya. Dan tentang cupu manik, yang dapat saya pahami adalah bahwa suatu persoalan yang apabila berhasil membawa kedudukan namun jika gagal membawa keburukan.

    ReplyDelete
  12. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam hidup tentu tidak terlepas dengan adanya pilihan. Apapun pilihan yang diambil pasti terdapat resiko di dalamnya. Untuk itu, maka dalam mengambil keputusan yang tepat diperlukan banyak pertimbangan mengingat apa yang kita pilih harus diiringi dengan rasa tanggung jawab terhadap pilihan yang akan kita putuskan.

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Elegi cupumanik astanala memiliki pesan yaitu dalam kehidupan ini memang ada kompetisi antara satu makhluk dengan makhluk lain. Kompetisi yang dimaksudkan tidak dengan menjalani perang atau pertempuran, karena perang atau pertempuran sifatnya merusak lingkungan. Kompetisi akan lebih baik jika dilaksanakan melalui perlombaan, berlomba-lomba untuk meraih kebaikan sebanyak-banyaknya dan berjuang tanpa pamrih. Semakin banyak kebaikan maka semakin dekat kepada kemenangan, semakin banyak ilmu pengetahuan maka semakin ia menjadi pandai.

    ReplyDelete
  14. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Menurut sepemahaman saya, elegi ini ingin menyampaikan bahwa hidup itu pilihan. Pilihan tentang baik dan buruk. Yang bahkan dalam keburukan itu juga ada pertandingan siapa yang paling buruk. Manusia punya pilihan untuk memilih keburukan atau memilih kebaikan. Bahwa apapun pilihan yang dipilih akan memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Cupumanik astanalah jika digambarkan dalam diri manusia adalah sifat egois. Sifat yang selalu mementingkan dirinya sendiri, dan yang selalu ingin menangnya sendiri terhadap segala hal. Bahkan cenderung untuk selalu mementingkan duniawi saja. Hal ini memiliki pengaruh buruk pada orang banyak karena sifat egois merupakan sifat negatif (tidak baik). Bahkan dengan sifat egois ini bisa membuat orang lain rugi.

    ReplyDelete
  16. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Elegi cupumanik astanala bercerita tentang seseorang yang dihadapkan pada pilihan. Ketika kita menjalani hidup tentu pilihan akan selalu datang dalam kehidupan kita. Untuk menjadi seseorang yang sukses dalam hidup kita, kita harus mengerti kelebihan dan kelemahan yang kita punya. Suatu ketika kita harus membuka kelebihan dan menutup kelemahan kita keluar dari dalam diri kita. Namun kita juga harus menutup kelebihan dan membuka kelemahan kita dari diri kita saat kita mulai merasa sombong.

    ReplyDelete
  17. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam kehidupan, manusia akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, dan pilihan-pilihan tersebut menentukan nasib kehidupan manusia itu sendiri. Manusia juga selalu akan diuji dengan berbagai rintangan dan cobaan. Apabila manusia dapat mengatasi segala ujian dan cobaan dengan jalan kebaikan maka manusiapun akan menjadi manusia yang setinggi-tingginya manusia dan memiliki derajat yang istimewa dihadapanNYA. Sementara, manusia yang tidak dapat mengatasi rintangan dan cobaan yang menghadangnya serta menyerah dalam keputusasaan maka manusia tersebut akan terpuruk dalam lembah kenistaan

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cupu Manik Astanala digunakan sang bagawat sebagai alat untuk menguji dan menyadarkan si Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu. Mereka bertiga ingin melakukan pertarungan supaya diakui sebagai orang paling hebat bagi yang memenangkan pertarungan yang diadakan tersebut. Kemudian datang sang Bagawat yang memberikan nasihat kepada ketiganya. Mereka tidak mau mendengar tetap pada keinginannya mau bertarung. Selanjutnya bagawat menyediakan syaimbara untuk tegiganya yaitu membuka tutup Cupu Manik Astanala. Yang akan memperlihatkan mereka bertiga orang baik atau buruk.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi Cupumanik ini mengingatkan kita bahwa hidup itu adalah pilihan. Banyak tawaran – tawaran dalam hidup yang menghadapkan kita pada pilihan – pilihan. Pilihan baik atau pilihan buruk tergantung dari keputusan kita. Jika kita memilih untuk mengikuti hal – hal baik maka harus berniat untuk memegang teguh prinsip itu agar tidak mudah goyah dan kemudian beralih mengikuti hal – hal buruk.

    ReplyDelete
  20. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi cupumanik astanala menggambarkan tiga orang yang sedang merebutkan gelar juara dan tidak akan berhenti sampai ketiganya mendapat satu yang menjadi pemenang atau juara.
    Sebenar-benarnya juara merupakan penilaian atas pemikiran mereka yang menentukan juara.
    Juara yang sesungguhnya adalah penilaian dari dalam diri, ketika diri mampu mencapai tujuan dan target sesuai dgn diri sendiri. menjadi yang terhebat kadang adalah keinginan naluriah bagi manusia, namun untuk menjadi hebat bukanlah dengan adu fisik dan saling menyakiti satu sama lain.

    ReplyDelete
  21. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan elegi di atas, sekali kita diingatkan bahwa hidup di dunia ini pada hakekatnya adalah pilihan dan pilihan-pilihan yang telah kita pilih akan kelak dipertanggung jawabkan. Dalam menjalani kehidupan kita telah kita dibekali akal, pikiran, dan hati untuk menentukan pilihan kita di dunia ini. Kesemuanya itu tergantung pribadi masing-masing apakah kita akan memilih baik atau buruk, indah atau jelek, berguna atau merugikan, dan bahkan di akhirat kelak kita telah diberi pilihan tempat hunian yaitu surga atau neraka, tergantung apa yang telah kita lakukan di dunia. Oleh karena itu, sebagai umat yang beragama tentunya telah ada rambu-rambu yang mengatur kehidupan kita dengan tujuan tidak lain adalah hidup kita selamat di dunia lebih-lebih selamat di akhirat. Dan nantinya di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang kita pilih di dunia ini.


    ReplyDelete
  22. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kita telah sampai pada saat ini karena pilihan. Pilihan untuk melanjutkan kuliah magister, pilihan untuk kuliah di UNY, semua adalah pilihan. Jika kita memilih suatu pilihan yang baik dan bertahan pada pilihan itu yang dianalogikan dengan membuka tutup cupu maka kita adalah juara tanding di dunia ini. Tetapi jika kita salah memilih atau kita tidak bisa tidak bisa membuka tutup cupu maka seketika itu juga kita akan menjadi yang paling terkalah dalam pertandingan didunia ini. Berbicaraah dulu dengan Tuhan jika kita ingin menetapkan sebuah pilihan.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menyatakan bahwa dalam hidup selalu ada pilihan. Pilihan tersebut dalam elegi ini disimbolkan dnegan cupumanilk astanala yang jika berhasil dibuka maka akan dianggap sebagai jawara, namun jika tidak berhasil maka wujud orang yang mecobanya akan menjadi buruk baik rupa maupun nasib. Jika kita ingi mengambil kesempatan agar menjadi juara kita juga harus mengambil resiko akan mendapat keburukan jika mengalami kegagalan.

    ReplyDelete

  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hal serupa pun sudah kita pahami bahwa hidup adalah pilihan . pilihan itu telah di sediakan oleh yang Kuasa ada yang baik ada yang buruk. Jadi tinggal kita nya saja memilih kedua hal itu. Akan tetapi dengan hal itu juga pasti kita akan menerima hukum sebaba akibat, yanag mana segala kepututasan kita memilih kedua itu kaan menerima balasannya.

    ReplyDelete
  25. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Cupumanik astanala yang diberikan sebagai pilihan disini adalah sebagai hati dan pikiran.
    Sehingga yang menjadi jawara sebenarnya adalah mereka yang mampu membuka hati dan pikirannya dan menggunakannya dengan benar agar senantiasa tindakan-tindakan yang dilakukan dalam hidup dapat membuat dimensi kita sebagai manusia menjadi lebih tinggi lagi.
    Ketika manusia sudah dapat mensinergikan hati dan pikiran kemudian diaplikasikannya dalam tingkah laku yang benar maka dapat dikatakan manusia sudah menggapai kedudukan yang setingkat lebih tinggi lagi.

    ReplyDelete
  26. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bagaikan 2 arah, panjang dan pendek, halus dan bergelombang, lurus dan berbelok. Itulah sebenarnya jalan kehidupan ialah memilih diantara pilihan yang ada. Kebahagiaan atau kesedihan? Sesungguhnya apapun yang menjadi pilihan kita, harus siap dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Cupu Manik Astanala hanyalah analogi atas hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan. Hidup selalu penuh dengan pilihan-pilhan yang pasti ada konsekuensinya. Jangan terburu-buru dalam mengambil setiap keputusan dan jangan pernah menyesal akan pilihan yang kita pilih. Hendaknya menentukan pilihan mengikuti kata hati (hati nurani) karena sebaik-baiknya pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang berdasarkan kata hati.

    ReplyDelete
  28. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Perseteruan antara sesame pada dasarnya akan merusak hal-hal di sekelilingnya. Dalam hidup yang terpenting adalah hubungan yang baik antara seorang dengan yang lain. Jika hubungan itu rusak karena pertempuran maka kehidupan dan tatanan yang lain pun akan rusak. Diperlukan orang yang memiliki hati yang lapang untuk mau memperbaiki hubungan tersebut. Dalam elegy ini sang Bagawat mengambil inisiatif untuk menghentikan pertempuran antara Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu. Hal ini menjadi refleksi bagi kita. Sedapat mungkin, jika kita melihat dan memiliki cara untuk menghentikan perseteruan/pertempuran, biar kita bisa mengambil inisiatif untuk menghentikannya.

    ReplyDelete
  29. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hidup pada dasarnya selalu memiliki pilihan. Hidup selalu berkontradiksi. Semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini mungkin sejalan bisa juga tidak. Bagaimana manusia menyingkapinya itulah yang penting. Kekuasaan terkadang membutakan mata, keinginan untuk menjadi jawara terkadang membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkanya. Diperlukan hati yang ikhlas serta hati yang penuh penyerahan diri kepada Tuhan dalam menjalani hidup sehingga manusia dapat mengambil keputusan yang benar.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Cupumanik Astanala digambarkan sebagai sebuah benda yang indah, menarik, berkilau, berwibawa dan mempunyai tutup. Ahilu, Stigmapangla, dan Pampilu yang tidak sabar ingin membuka cupumanik astanala tersebut karena Bagawat memberikan pilihan dari jika dapat membuka benda tersebut maka ia akan menjadi penguasa jika tidak dapat membukanya maka ia akan memperoleh keburukan. Apa yang dilakukan oleh Ahilu, Stigmapangla, dan Pampilu tidak pantas untuk dicontoh karena mereka melakukan segala cara agar dapat memperoleh sebuah gelar, yang gelar tersebut hanya berguna di dunia saja tanpa bisa di bawa ke akhirat kelas. Sesungguhnya kehidupan hanyalah untuk mencari amalan-amalan yang baik.

    ReplyDelete
  31. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi yang sangat menrik untuk dipikirkan. Jika digambarkan ahilu, stigmapangla, pampilu jika mereka dapat membuka cupumanik maka akan menjadi juara tiada tanding di dunia. Dan bila dipikir jika ada dua sosok yang dapat membukanya siapa yangmendapat gelar tesebut. Siapa?. Dan bagaiman menentukannya kembali. Bila tidak bias membukanya baigaimana keburukan dari stigmapangla. Karena stigmapangla itu buruk. Buruk dari buruk itu baik. Jadi buruk atau baik hasilnya. Mari renungkan dan bila lelah cepat lah berdoa dan minta ampunlah.

    ReplyDelete
  32. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan "Elegi Cupumanik Astanala" menggambarkan bahwa hidup itu merupakan suatu pilihan. Setiap saat, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang terkadang sulit bagi kita untuk memilih. Oleh karena itu setiap manusia harus membuka hati dan menyadari bahwa dirinya memiliki kelemahan.

    ReplyDelete
  33. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas, hidup adalah pilihan dimana kita dapat memilih dari setiap pilihan yang kita ambil pastinya juga siap dengan segala konsekuensinya. Setiap pilihan pastinya memiliki sisi baik menurut sudut pandang masing-masing, akantetapi jika pilihan tersebut akhirnya di luar kendali kita, maka kita perlu introspeksi diri serta memperbaikinya dan mempertanggungjawabkannya.

    ReplyDelete
  34. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan matematika I 2014

    Dalam elegi ini digambarkan bahwa dalam hidup memang harus memilih karena hakikat hidup sebenernya adalah pilihan. Setiap pilihan memang ada konsekuensinya kita tidak dapat menghindari konsekuensinya, kita hanya mampu meminimalisirkan resikonya.

    ReplyDelete
  35. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketika dihadapkan pada suatu pilihan baiknya kita benar-benar mempertimbangkan kedepannya akan seperti apa jadinya. Sekiranya pilihlah mana yang meberikan manfaat kepadamu dan sekitarmu. Jangan sungkan untuk meminta petunjuk kepada-Nya sekiranya mana yang terbaik dari yang baik.

    ReplyDelete
  36. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Hati dan pikiran diibaratkan sebagai Cupumanik. Jika hati dan pikiran kita terbuka maka kita akan menjalani hidup yang harmoni dan sistemik. Hati dan pikiran merupakan lentera dalam kehidupan kita. Dengan menggunakan hati dan pikiran kita sebaik-baiknya maka kita akan menjadi jawara. Namun sebaliknya, jika kita tidak membuka hati dan pikiran kita maka yang akan terjadi adalah keburukan-keburukan.

    ReplyDelete
  37. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Makna yang terkandung dalam elegi Cupumanik Astanala ini adalah berkaitan dengan kehidupan manusia, yang selalu dihadapkan oleh pilihan. Hidup adalah untuk memilih. Memilih maju atau mundur, baik atau buruk, kanan atau kiri, logos atau mitos dan pilihan lainnya yang kontras. Ketika kita dihadapkan dengan pilihan itu, maka kita harus berpikir jernih sehingga keputusan yang kita ambil benar-benar keputusan yang tepat untuk kebaikan sendiri dan orang lain.

    ReplyDelete
  38. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi tersebut memberikan pelajaran bahwa ketika kita diajukan dua pilihan yang sangat besar maka tanggung jawabnya juga akan besar dan resikonya pun juga akan besar. Meskipun pilihan itu besa dan sulit dicoba saja, meski gagal nanti pastilah akan ada pembelajaran yang dapat di ambil dari sebuh kegagalan.

    ReplyDelete
  39. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apapun resikonya , apapun hasilnya , baik atau buruk akan selalu ada pembelajaran yang kita dapatkan. Ketika kita gagal bukan berarti buruk mungkin itu memang yang baik saat itu, kemudian ambil pelajaran dari pilihan yang telah kamu ambil semoga bisa menajdikan kita lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  40. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Elegi cupumanik astanala menurut saya berisi tentang pilihan hidup manusia. setiap pilihan pasti ada resikonya. tetapi belajar dari pengalaman kita dapat meminimalisir resiko yang ada. karena resiko bukan dihindari tetapi untuk diminimalisir.

    ReplyDelete
  41. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Ketika dihadapkan akan suatu pilihan pasti akan sangat membingungkan, apalagi pilihan itu semuany adalah baik. tetapi pilihlah sesuai kata hati. karena hati tidak akan pernah berbohong. pahami diri dan pahami apa yang menjadi keinginan diri.

    ReplyDelete
  42. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Elegi ini menggambarkan manusia yang dalam hidupnya tidak pernah puas akan segala sesuatu yang diperoleh, dia ingin lebih dan terlihat lebih di antara yang lainnya. Sebagai manusia, memang sangat wajar memiliki rasa tidak puas. Itulah fitrah manusia, makhluk yang terus menerus merasa tidak puas sehingga menjadikannya serakah. Namun, sebagai orang yang beriman, kita sebenarnya dapat menghindarkan diri dari perasaan tidak puas tersebut. caranya adalah dengan selalu bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya. Serta kita juga dapat melihat orang-orang yang kehidupannya berada jauh dari kita, sehingga kita merasa bahwa kehidupan kita yang saat ini sudah sangat jauh dari kata beruntung dibandingkan mereka.

    ReplyDelete
  43. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Banyak yang berpendapat bahwa tidak ada dunia metafisik di luar materi yang dapat kita rasa, dan bahwa segala sesuatu diatur oleh sebab dan akibat fisik (beberapa percaya bahwa kita tidak dapat mengetahui apakah ada sesuatu di luar dunia kita, tetapi itu mungkin Sesuatu yang metafisik ada). Saya bertanya-tanya apakah kebebasan (memilih dalam kehidupan) memiliki tempat dalam pandangan fisik murni semacam itu? Jika semuanya adalah sebab dan akibat, apakah itu berarti bahwa kita secara efektif tidak dapat mempengaruhi apa yang terjadi di sekitar kita dan di kepala kita? Bahwa semua tindakan kita adalah hasil gelombang elektromagnetik di otak kita? Singkatnya, bisa bebas memilih hanya akan ada di dunia dengan metafisika di luar alam yang nyata? Jadi apakah hidup ini pilihan?

    ReplyDelete
  44. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Hati dan pikiran diibaratkan sebagai Cupumanik. Jika hati dan pikiran kita terbuka maka kita akan menjalani hidup yang harmoni dan sistemik. Hati dan pikiran merupakan lentera dalam kehidupan kita. Dengan menggunakan hati dan pikiran kita sebaik-baiknya maka kita akan menjadi jawara. Namun sebaliknya, jika kita tidak membuka hati dan pikiran kita maka yang akan terjadi adalah keburukan-keburukan

    ReplyDelete