Oct 17, 2012

Elegi Cupumanik Astanala




Oleh Marsigit

Bagawat:
Whe la da lah. Semakin merajalela perbuatan si Ahilu. Kalau dibiarkan maka perbuatannya bisa merusak tatanan. Adalah kehendak para metafisik untuk menguji kemampuan ketiga perwira itu. Itu bukanlah porsi seorang Ahilu. Jika aku diamkan saja ini akan menjadi preseden buruk. Maka teraksa aku harus turun tangan.


Bagawat:
Aku melihat pertempuran antara ketiganya semakin seru dan hebat. Baik Ahilu, Stigmapangla maupun Pampilu tidak ada tanda-tanda siapa yang akan menang dan kalah. Jika aku biarakan maka juga hal ini bisa merusak lingkungan hidup. Wahai Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu...berhentilah...berentilah...dengarkanlah suaraku...dengarkanlah himbauanku.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, jangan engkau hentikan pertempuran ini, biar mereka mengetahui siapa diantar kita yang betul-betul jawara.

Bagawat:
Sebentar-sebentar, ...coba peratikanlah apakah yang aku pagang ini?

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wa..ha..sungguh indah dan manarik, berkilau dan berwibawa, benda apakah yang engkau pegang itu sang Bagawat?

Bagawat:
Ketahuilah, sebenar-benar teka-teki adalah teka-tekiku. Sedang teka-teki yang dibuat oleh Ahilu itu bersifat semu. Maka sebenar-benar jawara diantara engkau bertiga adalah siapa yang berhasil membuka tutup benda ini. Benda ini disebut Cupu Manik Astanala. Jika engkau bisa membuka tutupnya maka engkau akan disebut sebagai seorang jawara sejati. Tetapi untuk itu sangat berat ketentuannya.

Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu:
Wahai sang Bagawat, segeralah sebutkan apa ketentuannya. Aku sudah tidak sabar lagi untuk memperoleh gelar sang jawara.

Bagawat:
Ketentuannya adalah engkau dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika engkau bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta engkau peroleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajahumu tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu. Bagaimana apakah engkau berani mencobanya?

68 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Cupumanik astanalah jika digambarkan dalam diri manusia adalah sifat egois. Sifat yang selalu mementingkan dirinya sendiri, dan yang selalu ingin menangnya sendiri terhadap segala hal. Bahkan cenderung untuk selalu mementingkan duniawi saja. Hal ini memiliki pengaruh buruk pada orang banyak karena sifat egois merupakan sifat negatif (tidak baik). Bahkan dengan sifat egois ini bisa membuat orang lain rugi.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Elegi cupumanik astanala bercerita tentang seseorang yang dihadapkan pada pilihan. Ketika kita menjalani hidup tentu pilihan akan selalu datang dalam kehidupan kita. Untuk menjadi seseorang yang sukses dalam hidup kita, kita harus mengerti kelebihan dan kelemahan yang kita punya. Suatu ketika kita harus membuka kelebihan dan menutup kelemahan kita keluar dari dalam diri kita. Namun kita juga harus menutup kelebihan dan membuka kelemahan kita dari diri kita saat kita mulai merasa sombong.

    ReplyDelete
  3. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam kehidupan, manusia akan selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan, dan pilihan-pilihan tersebut menentukan nasib kehidupan manusia itu sendiri. Manusia juga selalu akan diuji dengan berbagai rintangan dan cobaan. Apabila manusia dapat mengatasi segala ujian dan cobaan dengan jalan kebaikan maka manusiapun akan menjadi manusia yang setinggi-tingginya manusia dan memiliki derajat yang istimewa dihadapanNYA. Sementara, manusia yang tidak dapat mengatasi rintangan dan cobaan yang menghadangnya serta menyerah dalam keputusasaan maka manusia tersebut akan terpuruk dalam lembah kenistaan

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Cupu Manik Astanala digunakan sang bagawat sebagai alat untuk menguji dan menyadarkan si Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu. Mereka bertiga ingin melakukan pertarungan supaya diakui sebagai orang paling hebat bagi yang memenangkan pertarungan yang diadakan tersebut. Kemudian datang sang Bagawat yang memberikan nasihat kepada ketiganya. Mereka tidak mau mendengar tetap pada keinginannya mau bertarung. Selanjutnya bagawat menyediakan syaimbara untuk tegiganya yaitu membuka tutup Cupu Manik Astanala. Yang akan memperlihatkan mereka bertiga orang baik atau buruk.

    ReplyDelete
  5. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Elegi Cupumanik ini mengingatkan kita bahwa hidup itu adalah pilihan. Banyak tawaran – tawaran dalam hidup yang menghadapkan kita pada pilihan – pilihan. Pilihan baik atau pilihan buruk tergantung dari keputusan kita. Jika kita memilih untuk mengikuti hal – hal baik maka harus berniat untuk memegang teguh prinsip itu agar tidak mudah goyah dan kemudian beralih mengikuti hal – hal buruk.

    ReplyDelete
  6. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Elegi cupumanik astanala menggambarkan tiga orang yang sedang merebutkan gelar juara dan tidak akan berhenti sampai ketiganya mendapat satu yang menjadi pemenang atau juara.
    Sebenar-benarnya juara merupakan penilaian atas pemikiran mereka yang menentukan juara.
    Juara yang sesungguhnya adalah penilaian dari dalam diri, ketika diri mampu mencapai tujuan dan target sesuai dgn diri sendiri. menjadi yang terhebat kadang adalah keinginan naluriah bagi manusia, namun untuk menjadi hebat bukanlah dengan adu fisik dan saling menyakiti satu sama lain.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan elegi di atas, sekali kita diingatkan bahwa hidup di dunia ini pada hakekatnya adalah pilihan dan pilihan-pilihan yang telah kita pilih akan kelak dipertanggung jawabkan. Dalam menjalani kehidupan kita telah kita dibekali akal, pikiran, dan hati untuk menentukan pilihan kita di dunia ini. Kesemuanya itu tergantung pribadi masing-masing apakah kita akan memilih baik atau buruk, indah atau jelek, berguna atau merugikan, dan bahkan di akhirat kelak kita telah diberi pilihan tempat hunian yaitu surga atau neraka, tergantung apa yang telah kita lakukan di dunia. Oleh karena itu, sebagai umat yang beragama tentunya telah ada rambu-rambu yang mengatur kehidupan kita dengan tujuan tidak lain adalah hidup kita selamat di dunia lebih-lebih selamat di akhirat. Dan nantinya di akhirat akan dimintai pertanggungjawaban dari apa yang kita pilih di dunia ini.


    ReplyDelete
  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kita telah sampai pada saat ini karena pilihan. Pilihan untuk melanjutkan kuliah magister, pilihan untuk kuliah di UNY, semua adalah pilihan. Jika kita memilih suatu pilihan yang baik dan bertahan pada pilihan itu yang dianalogikan dengan membuka tutup cupu maka kita adalah juara tanding di dunia ini. Tetapi jika kita salah memilih atau kita tidak bisa tidak bisa membuka tutup cupu maka seketika itu juga kita akan menjadi yang paling terkalah dalam pertandingan didunia ini. Berbicaraah dulu dengan Tuhan jika kita ingin menetapkan sebuah pilihan.

    ReplyDelete
  9. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menyatakan bahwa dalam hidup selalu ada pilihan. Pilihan tersebut dalam elegi ini disimbolkan dnegan cupumanilk astanala yang jika berhasil dibuka maka akan dianggap sebagai jawara, namun jika tidak berhasil maka wujud orang yang mecobanya akan menjadi buruk baik rupa maupun nasib. Jika kita ingi mengambil kesempatan agar menjadi juara kita juga harus mengambil resiko akan mendapat keburukan jika mengalami kegagalan.

    ReplyDelete

  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Hal serupa pun sudah kita pahami bahwa hidup adalah pilihan . pilihan itu telah di sediakan oleh yang Kuasa ada yang baik ada yang buruk. Jadi tinggal kita nya saja memilih kedua hal itu. Akan tetapi dengan hal itu juga pasti kita akan menerima hukum sebaba akibat, yanag mana segala kepututasan kita memilih kedua itu kaan menerima balasannya.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Cupumanik astanala yang diberikan sebagai pilihan disini adalah sebagai hati dan pikiran.
    Sehingga yang menjadi jawara sebenarnya adalah mereka yang mampu membuka hati dan pikirannya dan menggunakannya dengan benar agar senantiasa tindakan-tindakan yang dilakukan dalam hidup dapat membuat dimensi kita sebagai manusia menjadi lebih tinggi lagi.
    Ketika manusia sudah dapat mensinergikan hati dan pikiran kemudian diaplikasikannya dalam tingkah laku yang benar maka dapat dikatakan manusia sudah menggapai kedudukan yang setingkat lebih tinggi lagi.

    ReplyDelete
  12. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Bagaikan 2 arah, panjang dan pendek, halus dan bergelombang, lurus dan berbelok. Itulah sebenarnya jalan kehidupan ialah memilih diantara pilihan yang ada. Kebahagiaan atau kesedihan? Sesungguhnya apapun yang menjadi pilihan kita, harus siap dipertanggung jawabkan baik di dunia maupun di akhirat.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Cupu Manik Astanala hanyalah analogi atas hakekat hidup yang sebenarnya adalah suatu pilihan. Hidup selalu penuh dengan pilihan-pilhan yang pasti ada konsekuensinya. Jangan terburu-buru dalam mengambil setiap keputusan dan jangan pernah menyesal akan pilihan yang kita pilih. Hendaknya menentukan pilihan mengikuti kata hati (hati nurani) karena sebaik-baiknya pilihan yang kita ambil adalah pilihan yang berdasarkan kata hati.

    ReplyDelete
  14. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Perseteruan antara sesame pada dasarnya akan merusak hal-hal di sekelilingnya. Dalam hidup yang terpenting adalah hubungan yang baik antara seorang dengan yang lain. Jika hubungan itu rusak karena pertempuran maka kehidupan dan tatanan yang lain pun akan rusak. Diperlukan orang yang memiliki hati yang lapang untuk mau memperbaiki hubungan tersebut. Dalam elegy ini sang Bagawat mengambil inisiatif untuk menghentikan pertempuran antara Ahilu, Stigmapangla dan Pampilu. Hal ini menjadi refleksi bagi kita. Sedapat mungkin, jika kita melihat dan memiliki cara untuk menghentikan perseteruan/pertempuran, biar kita bisa mengambil inisiatif untuk menghentikannya.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hidup pada dasarnya selalu memiliki pilihan. Hidup selalu berkontradiksi. Semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini mungkin sejalan bisa juga tidak. Bagaimana manusia menyingkapinya itulah yang penting. Kekuasaan terkadang membutakan mata, keinginan untuk menjadi jawara terkadang membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkanya. Diperlukan hati yang ikhlas serta hati yang penuh penyerahan diri kepada Tuhan dalam menjalani hidup sehingga manusia dapat mengambil keputusan yang benar.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Cupumanik Astanala digambarkan sebagai sebuah benda yang indah, menarik, berkilau, berwibawa dan mempunyai tutup. Ahilu, Stigmapangla, dan Pampilu yang tidak sabar ingin membuka cupumanik astanala tersebut karena Bagawat memberikan pilihan dari jika dapat membuka benda tersebut maka ia akan menjadi penguasa jika tidak dapat membukanya maka ia akan memperoleh keburukan. Apa yang dilakukan oleh Ahilu, Stigmapangla, dan Pampilu tidak pantas untuk dicontoh karena mereka melakukan segala cara agar dapat memperoleh sebuah gelar, yang gelar tersebut hanya berguna di dunia saja tanpa bisa di bawa ke akhirat kelas. Sesungguhnya kehidupan hanyalah untuk mencari amalan-amalan yang baik.

    ReplyDelete
  17. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi yang sangat menrik untuk dipikirkan. Jika digambarkan ahilu, stigmapangla, pampilu jika mereka dapat membuka cupumanik maka akan menjadi juara tiada tanding di dunia. Dan bila dipikir jika ada dua sosok yang dapat membukanya siapa yangmendapat gelar tesebut. Siapa?. Dan bagaiman menentukannya kembali. Bila tidak bias membukanya baigaimana keburukan dari stigmapangla. Karena stigmapangla itu buruk. Buruk dari buruk itu baik. Jadi buruk atau baik hasilnya. Mari renungkan dan bila lelah cepat lah berdoa dan minta ampunlah.

    ReplyDelete
  18. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Berdasarkan "Elegi Cupumanik Astanala" menggambarkan bahwa hidup itu merupakan suatu pilihan. Setiap saat, kita dihadapkan pada pilihan-pilihan yang terkadang sulit bagi kita untuk memilih. Oleh karena itu setiap manusia harus membuka hati dan menyadari bahwa dirinya memiliki kelemahan.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi di atas, hidup adalah pilihan dimana kita dapat memilih dari setiap pilihan yang kita ambil pastinya juga siap dengan segala konsekuensinya. Setiap pilihan pastinya memiliki sisi baik menurut sudut pandang masing-masing, akantetapi jika pilihan tersebut akhirnya di luar kendali kita, maka kita perlu introspeksi diri serta memperbaikinya dan mempertanggungjawabkannya.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Elegi ini menggambarkan manusia yang dalam hidupnya tidak pernah puas akan segala sesuatu yang diperoleh, dia ingin lebih dan terlihat lebih di antara yang lainnya. Sebagai manusia, memang sangat wajar memiliki rasa tidak puas. Itulah fitrah manusia, makhluk yang terus menerus merasa tidak puas sehingga menjadikannya serakah. Namun, sebagai orang yang beriman, kita sebenarnya dapat menghindarkan diri dari perasaan tidak puas tersebut. caranya adalah dengan selalu bersyukur kepada Allah SWT atas limpahan rahmat-Nya. Serta kita juga dapat melihat orang-orang yang kehidupannya berada jauh dari kita, sehingga kita merasa bahwa kehidupan kita yang saat ini sudah sangat jauh dari kata beruntung dibandingkan mereka.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Banyak yang berpendapat bahwa tidak ada dunia metafisik di luar materi yang dapat kita rasa, dan bahwa segala sesuatu diatur oleh sebab dan akibat fisik (beberapa percaya bahwa kita tidak dapat mengetahui apakah ada sesuatu di luar dunia kita, tetapi itu mungkin Sesuatu yang metafisik ada). Saya bertanya-tanya apakah kebebasan (memilih dalam kehidupan) memiliki tempat dalam pandangan fisik murni semacam itu? Jika semuanya adalah sebab dan akibat, apakah itu berarti bahwa kita secara efektif tidak dapat mempengaruhi apa yang terjadi di sekitar kita dan di kepala kita? Bahwa semua tindakan kita adalah hasil gelombang elektromagnetik di otak kita? Singkatnya, bisa bebas memilih hanya akan ada di dunia dengan metafisika di luar alam yang nyata? Jadi apakah hidup ini pilihan?

    ReplyDelete
  22. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Hati dan pikiran diibaratkan sebagai Cupumanik. Jika hati dan pikiran kita terbuka maka kita akan menjalani hidup yang harmoni dan sistemik. Hati dan pikiran merupakan lentera dalam kehidupan kita. Dengan menggunakan hati dan pikiran kita sebaik-baiknya maka kita akan menjadi jawara. Namun sebaliknya, jika kita tidak membuka hati dan pikiran kita maka yang akan terjadi adalah keburukan-keburukan

    ReplyDelete
  23. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Entah kenapa, membaca elegi ini membawa saya pada refleksi dan perenungan, bahwasannya kita sebagai manusia tiada boleh berlaku sombong dan tinggi hati. Saya melihat dalam elegi ini tersirat bahwa sebagai manusia, untuk mejadi manusia yang sadar dan benar-benar berpikir, harus senantiasa mengejar ilmu. Dan saya meyakini bahwa ilmu terus berproses, tiada kata final. Oleh karena itu, sesungguhnya tiadalah jawara di dunia ini. Apa yang dijuarai? sedangkan perlombaan pun tak akan pernah usai.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi ini menceritakan bahwa hidup adalah pilihan. Pilihan untuk menjadi pemenang atau menjadi yang kalah, menjadi yang terbaik atau yang terburuk. Untuk menjadi pemenang syaratnya adalah mampu membuka tutup cupu manik astanala. Membuka tutup Cupu Manik Astanala ini maksudnya adalah membuka diri. Kita harus mampu mrngakui kekurangan dan kesalahan diri kita sendiri, atau dengan kata lain untuk menjadi pemenang kita harus dapat mengalahkan diri kita sendiri sebelum mengalahkan orang lain barulah kita dapat dikatakan sebagai pemenang.

    ReplyDelete
  25. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Membaca cerita tersebut teringat pada kehidupan. Dalam hidup dan kehidupan ini, manusia sering dihadapkan pada pilihan. Seringkali pilihan yang dipilih akan menimbulkan resiko. Tetapi semua itu harus tetap dipilih agar kehidupan terus berjalan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memilih dengan tepat. Perlu bekal untuk memilih dengan tepat. Kemampuan untuk selalu berpikir krits harus terus menerus diasah dengan cara belajar, melatih olah pikir, memperbanyak pengalaman. Selain itu juga perlu memiliki keikhlasan. Keikhlasan harus digapai dengan selalu bertawakal kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  26. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Elegi ini merupakan gambaran kehidupan di dunia, bagawat adalah sang ilahi, ahilu adalah ilmu, stigmapamla adalah stigma atau judgmen seseorang dan pampilu adalah pilihan. Kita sebagai insan selalu merasakan 3 hal tersebut dalam menyelesaikan suatu permasalahan kita akan selalu dihadapkan 3 sosok tersebut, ahilu, stigmapamla, dan pampilu. Ketiga hal ini adalah kunci yang berbeda-beda namun ketika kita kombinasikan dengan benar maka akan menghasilkan kunci yang kuat atau kokoh. Kelemahan kita adalah kurangnya kemampuan kita dalam mengkombinasikan ketiga hal itu, kita selalu condong ada salah satu sosok. Sesuai nasihat begawat untuk menjadi mulia adalah dengan membuka cupu manik astanala. Cupu manik astanala adalah diri kita sendiri, jadi maksudnya adalah membuka diri kita ketika menghadapi problem, dan tidak serta merta langsung menggunakan satu kemampuan saja.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Hidup adalah memilih dan dipilih. Dalam ruang dan waktu tertentu kita harus memilih, tetapi dalam ruang dan waktu yang lain kita menjadi sebagai yang dipilih. Dalam hidup, kita sering dihadapkan pada keadaan dimana kita harus memilih diantara dua pilihan yang sangat sulit yang dimana setiap pilihan tersebut pasti mempunyai konsekuensinya masing-masing. Di situasi lain, kita dihadapka pada dua pilihan dimana ketika kita ingin memlih salah satu dari pilihan tersebut malah tidak bisa karena kita tidak mampu untuk mencapainya sehingga kita harus memilih pilihan yang lain yang sebenarnya bukan keinginan kita. Tetapi jika situasinya seperti ini, maka sebenar-benarnya kita tidaklah diberi kesempatan untuk memilih, melainkan kita harus ikhlas menerima.

    ReplyDelete
  28. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sebenar-benarnya masa depan adalah pilihan. Apa yang akan terjadi akan di masa depan adalah imbas dari pilihan di masa ini. Berani membuka tutup cupumanik adalah tantangan yang amat besar. Tiap pilihan menimbulkan konsekuensi dan ketika konsekuensi itu terjadi kita diharap dapat menerimanya dengan ikhlas. Apalah untung menjadi juara jika kemudian menjadi sombong dan tak berbudi. Apalah rugi menjadi buruk rupa jika kemudian terus menghargai dan mensyukuri hidup serta menjalaninya dengan sungguh baik. Pilihan menentukan masa depan. Dalam hidup kita tak kan berhenti berjumpa dengan pilihan. Memilih denngan bijak dan menerima konsekuensi pilihan dengan ikhlas merupakan tanda manusia bijak.

    ReplyDelete
  29. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Memang hidup itu penuh dengan pilihan. Dan untuk memilih itu dibutuhkan suatu proses untuk memutuskan mana yang akan dipilih. Ketika kita hendak memutuskan jalan mana yang akan kita pilih, hendaknya disertai dengan hati dan pikiran yang jernih. Jangan gegabah dalam memilih, karena dapat berakibat salah pilih yang akan berujung pada penyesalan.

    ReplyDelete
  30. Selain itu kita juga perlu meminta pendapat atau penilaian orang lain terkait dengan apa yang akan kita pilih. Sehingga apa yang kita pilih nantinya merupakan suatu keputusan bersama yang baik untuk kepentingan bersama. Hal ini didasarkan pada dasar negara kita UUD 1945 dimana negara kita meletakkan musyawarah adalah cara untuk mengambil keputusan bersama untuk kepentingan bersama. Dan yang terpenting lagi adalah selalu mohon petunjuk Nya agar kita tidak salah memilih atau salah mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  31. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Setiap tahap dalam hidupnya, manusia selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Mulai dari bangun tidur, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan. Apakah ia akan bangun pagi atau bangun siang. Setelah bangun, manusia dihadapkan dengan pilihan lagi: Sholat Shubuh atau tidak sholat Shubuh. Ketika akan menjalankan ibadah Sholat Shubuh, manusia dihadapkan pada pilihan lagi: Sholat berjamaah di Masjid atau sholat dirumah. Pilihan manusia itulah yang menjadi takdir kehidupan manusia. Apakah ia memilih menjadi rajin atau malas, apakah ia memilih dermawan atau pelit, apakah ia memilih tersenyum atau cemberut, apakah ia memilih menyapa atau cuek, semua adalah pilihan yang hak dan kuasanya ada di tangan manusia. Oleh karena itu, masa depan manusia bergantung pada pilihan-pilihan hidupnya. Pilihan yang tepat dan bertanggung jawab akan mempercepat manusia untuk menggapai cita-citanya.

    ReplyDelete
  32. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dalam kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan-pilihan. Yang membedakan satu dan yang lainnya adalah terletak pada keputusannya. Keputusan yang dibuat hendaklah berlandaskan pada kedududukan kita (manusia) sebagai pemimpin di muka bumi. Manusia di larang untuk berbuat kerusakan. Maka sebenar-benar manusia bijaksana adalah dia yang menjaga dan melestarikan lingkungan serta membawa kedamaian bagi penghuni yang ada dan mungkin ada di lingkungan tersebut.

    ReplyDelete
  33. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Hidup adalah pilihan, segala sesuatu dalam kehidupan ini menutut diri seseorang untuk membuat pilihan. Pilihan merupakan sesuatu yang menghasilkan perubahan, perubahan yang bagaimana itupun merupakan suatu pilihan. Memilih untuk menjadi sesuatu yang positif (baik) atau memilih untuk menjadi sesuatu yang negatif (tidak baik) ataupun tidak memilih apapun adalah pilihan, setiap manusia memiliki hak untuk itu dan untuk setiap pilihan yang diambil akan selalu ada resiko serta akibat yang menyertainya. Pada akhirnya, bagaimana seseorang menanggapi pilihan berserta segala resikonya pun juga merupakan suatu pilihan.

    ReplyDelete
  34. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Setelah membaca elegi ini saya jadi teringat kembali mengenai elegi sebelumnya.Dimana seorang penglima mengganggap remeh ketika disuruh membuka cupu tersebut hingga ia tidak dapat membukanya disebabkan karena kesombongannya.
    Kata jawara hanya dapat disandang bagi orang yang mau berpikir kritis dengan tidak mengedepankan ego.Menjadi jawara tidak meski harus bertarung fisik tapi menyadari dan melebarkan sayap-sayap ikhlas di dalam hati ketika hendak menghadapi tantangan sesunguhnya itu merupakan jawara.Itulah yang saya dapat tangkap dalam elegi ini.

    ReplyDelete
  35. PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Elegi diatas mengigatkan kami bahwa hidup ini adalah pilihan anta pilihan yang mungkin membawa pada hal yang baik atau buruk. Perbuatan ahilu merupakan sebuah keputusan dari dia yang dapat merusak tatanan. Oleh karena itu, Marilah kita ikuti alur kehidupan dan bertransformasi sesuai jalur yang di tentukan agar tidak merusak system yang lain. Terima Kasih

    ReplyDelete
  36. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Elegi cupumanik astanala ini menggambarkan secara tersirat mengenai piliham kita dalam membuka hati untuk yang Kuasa yang memiliki segalanya dalam hidup ini. Manusia hakekatnya selalu diberikan dua pilihan dalam hidupnya. Dan dalam elegi ini manusia diberikan pilihan dalam membuka hati dan pikirannya untuk menuju yang Maha Esa. Tentu saja setiap pilihan yang diambil itu memiliki resikonya masing-masing. Manusia yang mampu membuka hati dan pikirannya tentang Tuhan akan bertambah keyakinannya terhadapat Allah SWT, insyaAllah tingkah laku dan perbuatannya akan menuju dalam kebaikan, menerima keritikan untuk perubahan yang lebih baik. Namun, jika manusia tidak mampu membuka hati dan pikirannya maka tidak menutup kemungkinan dia akan terperangkap dalam pradigma-paradigmanya sendiri tanpa mengetahui kebenaran yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  37. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini, yang kami pahami adalah “cupumanik astanala” merupakan gambaran dari sifat keegoisan dari manusia. Manusia adalah makhluk yang memiliki akal-budi dan nafsu. Terkadang nafsu ini lepas kendali sehingga muncul rasa mementingkan diri sendiri, demi kesenangannya sendiri, dan demi menuruti keinginannya sendiri hal ini lah yang disebut dengan egois. Tentu saja sifat egois ini bisa menimbukan efek tidak baik terhadap orang-orang disekitarnya.

    ReplyDelete
  38. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Elegi ini mengungkapkan perbincangan yang membahas mengenai ketamakan orang jaman sekarang yang selalu merasa tidak puas dan juga sombong. Pada kenyataan di atas langit masih ada langit, jadi apapun yang sudah kita miliki dan kuasai pasti akan ada yang lebih dari yang sudah kita miliki. Kekuasaan absolut yang sesungguhnya hanya milik Allah SWT. Dialah Sang Jawara yang sesungguhnya. Dengan demikian tak sepantasnya kita menyombongkan diri atas apa yang sudah kita miliki.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Bismillah, saya berusaha menerka Cumumanik Asalana. Menurut sepemahaman saya berdasarkan berbincangan dalam elegi ini adalah hati nurani. Siapapun yang dapat membuka hati nurani yang ia miliki, mampu berlaku bijaksana mengenai mana yang buruk dan mana yang baik maka itu akan membawa ia pada kesuksesan. Akan tetapi jika ia tidak bisa membuka hati nuraninya, maka sangat mungkun kehancuran akan menghampirinya cepat ataupun lambat. Cara membuka hati nurani yang paling tepat menurut saya adalah dengan introspeksi diri kemudian memperbaiki. Langkah selanjutnya yang paling sulit adalah konsisten dalam perbaikan diri karena sebagian besar hanya bisa memperbaiki diri tetapi tidak bisa konsisten dalam perbaikannya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  40. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Hidup adalah pilihan. Sebagai manusia selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Kita mau sukses atau tidak juga merupakan pilihan. Jika kita mampu memilih ke jalan kebenaran kita akan mendapatkan kesuksesan atau kebahagiaan dunia dan akherat, tetapi kalau kita salah memlih kita bisa terpeleset ke dalam kehinaan dunia atau akherat. Karena itu, kita harus berhati-hati dalam menentukan pilihan atau dalam menjalani kehidupan.

    ReplyDelete
  41. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari elegi yang saya baca ini, mengingatkan bahwa kita hidup didunia memiliki kualitas yang sama. Maka tidak ada yang harus disombongkan. Bagi orang yang sombong, diberi tantangan yang begitu berat agar ia sadar, bahwa yang ia miliki tidak pantas untuk disombongkan. Kita hidup didunia sama sama diciptakan oleh Allah, tidak ada yang berbeda. Yang membedakan hanya saja orang yang mau berusaha atau tidak. Namum semua usaha itupun tidak pantas untuk kita sombongkan. Apalah hidup hanya untuk menyombongkan diri. Sebenar benarnya kuasa milik Allah, jika Allah mengatakan hilang semua keunggulanmu maka hilanglah. Jadi semua hanya bersifat sementara, jadi janganlah jadi pribadi yang sombong.

    ReplyDelete
  42. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sebenar-benar hidup adalah pilihan. Apapun pilihannya, masing-masing memiliki resiko, tetapi seburuk-buruk manusia yang bimbang untuk memilih adalah manusia yang tidak memilih diantara pilihan yang ada karena kalah sebelum berperang atau takut dengan resiko yang akan didapat akibat pilihannya sendiri. Maka, sebagai manusia yang memiliki akal pikiran dan hati nurani, gunakanlah akal pikiran kita untuk melakukan yang terbaik atas pilihan yang harus kita kerjakan dan gunakan hati nurani kita untuk selalu mengingat dan memohon pertolongan-Nya agar dimudahkan dan mendapatkan Ridho dari-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  43. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini dapat direfleksikan yaitu bahwa segala ujian itu di ibaratkan dengan cupu manik ini. Segala hal ujian apakah kita dapat menyelesaikannya (dalam elegi ini disampaikan dapat membuka cupu manik) atau kita tidak bisa menyelesaikan ujian atau permasalahan tersebut (yang digambarkan dengan tak bisa membuka tutup cupu). Sehingga yang kita harapkan dari segala ujian yang ada yaitu kita dapat menyelesaikkannya lalu menjadi juwara. Juwara disini yaitu menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
    Semoga kita selalu diberi kemudahan untuk menghadapi ujian yang ada dalam kehidupan

    ReplyDelete
  44. Anisa Safitri
    PEP B 2017
    17701251038

    Cupumanik Astanala adalah salah satu faktor yang mendorong terjadinya keburukan. Keburukan atau perbuatan yang tercela tersebut dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain baik secara sengaja maupun tidak. Contoh sederhana dalam kehidupan adalah ketika seorang anak telah kecanduan bermain game, maka mereka akan lupa dengan lingkungannya. Contoh lain adalah handphone (HP). Sekarang ini HP telah menjadi barang pokok yang dimiliki manusia, barang yang pertama kali dicari ketika bangun tidur, serta barang yang melenakan. Saat manusia membuka cupumaniik, mereka akan sibuk dengan HP masing-masing, lupa waktu dan tempat, lupa segalanya, sampai akhirnya tidak peduli terhadap lingkungan.

    ReplyDelete
  45. Latifah Fitriasari (17709251055)

    Setiap orang, saat dihadapkan pada masalah hidup, menjadi nyata dan nampak sifat kemanusiaannya. Terhadap persoalan hidup yang susah dan rumit orang cenderung mengeluh dan berkecil hati, seakan hidup ini tidak adil. Orang menjadi beranggapan negatif terhadap Tuhan. “Mengapa kesusahan hidup selalu menimpaku?”. Pertanyaan semacam itu sangat mungkin muncul dalam kehidupan setiap orang. Terhadap segala macam nikmat dan ujian yang datang, manusia memiliki pilihannya sendiri. Siapapun bisa melakukannya, antara bersyukur, mengeluh, hingga kufur. Setiap pilihan membawa konsekuensi tersendiri bagi pelakunya.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs pendidikan matematika C

    Cupumanik itu sebenarnya merupakan ujian yang ada di dunia. Manusia seringkali tergoda ketika diiming-imingi dengan harta, kekuasaan. Maka ketika dihadapkan pada pilihan untuk mencoba membuka cupumanik, banyak orang yang tergoda. Mereka merasa sombong, merasa mereka mampu membuka cupumanik tersebut dan berharap memperoleh gelar jawara, Maka kita harus menyadari bahwa itu semua sebenarnya hanyalah ujian dunia. Gelar jawara yang diperoleh jika berhasil membuka cupumanik tersebut tidak akan kita bawa ke akhirat. Maka ketika kita dihadapkan pada pilihan seperti itu yang harus kita lakukan adalah menjauhinya, memohon ampuna kepada Allah SWT, memohon pertolongan kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Untuk mendapatkan sesuatu yang besar tentu memerlukan kerja keras yang luar biasa. Tidak cukup dengan itu tapi masih ditambah dengan resiko yang besar juga. Cita-cita yang tinggi akan bisa dicapai dengan usaha yang mendukung tercapainya cita-cita tersebut. Untuk bisa mencapai ilmu tertentu, dibutuhkan belajar yang maksimal dengan resiko mengorbankan hal-hal lain yang kurang berguna. Dalam pengembaraan pikiran, jika lolos, bisa menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan selalu berusaha untuk lebih baik jika mengembarakan pikiran tanpa dasar sriritualitas, bisa menjerumuskan kita pada hal yang sesat dan jauh dari agama.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Di dalam kehidupan manusia selalu dihadapkan dengan dua pilihan yang sangat berbeda. Ketika ia mampu memilih dengan tepat, maka ia akan menjalani kehidupan yang penuh dengan kebaikan. Begitu pula sebaliknya sekali ia memilih jalan yang salah, maka kehidupannya dipenuhi dengan keburukan dan akan sulit baginya unutk kembali ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  49. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Baik atau buruk dapat didefinisikan berbeda-beda sesuai dengan pahamnya. Menurut paham religiosisme yang dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan kehendak tuhan,sedangkan perbuatan buruk adalah sebaliknaya.Dalam paham ini keyakianan teologis,yakni keimanan kepada tuhan memegang peranan penting,karna tidak mungkin orang mau berbuat sesui dengan kehendak tuhan jika bersangkutan tidak beriman kepadaNya.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Untuk menperoleh sesuatu kadang kita di hadapkan dengan suatu pilihan. Pilihan itu tak jarang memiliki resiko. Untuk meminimalisir resiko dan juga kesalahan dalam memilih, kita memerlukan ilmu pengetahuan. Ilmu akan menolong kita agar terhindar dari kesesatan. Oleh karena itu teruslah menuntut ilmu sepanjang hayat.

    ReplyDelete
  51. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam menjalani hidup maka manusia sering kali dihadapkan dengan berbagai macam pilihan. Dimana setiap pilihan memiliki konsekuensi yang berbeda-beda pula. Namun tidak jarang pula manusia tidak mampu memilih karena beratnya konsekuensi yang tidak sanggup dihadapi akibat dari pilihan yang dilakukan. Oleh karena itu sebelum memutuskan sesuatu sebaiknya dipikrkan akan konsekuensi yang akan dihadapinya. Selain itu jangan berlaku sombong dengan mengambil keputusan tentang suatu hal, padahal ia tidak mampu untuk menghadapi konsekuensi dari pilihannya.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  52. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini merupakan wujud representasi dari kehidupan manusia yang selalu dihadapkan oleh pilihan. Manusia diberikal oleh Tuhan kesempatan untuk memilih, namun selain itu manusia juga diberi kelebihan untuk mengukur kemampuan diri. Mengukur kemampuan diri inilah yang penting dalam memilih, apakah kita layak menjadi baik atau buruk, mitos atau logos, berjuang atau menyerah dan lain sebagainya. Sebaiknya pilihan tersebut merupakan hasil dari pikiran yang jernih.

    ReplyDelete
  53. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut sepemahaman saya, elegi ini ingin menyampaikan bahwa hidup itu pilihan. Pilihan tentang baik dan buruk. Yang bahkan dalam keburukan itu juga ada pertandingan siapa yang paling buruk. Manusia punya pilihan untuk memilih keburukan atau memilih kebaikan. Bahwa apapun pilihan yang dipilih akan memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri.

    ReplyDelete
  54. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Elegi ini menggambarkan kisah hidup sebagai sebuah pilihan. Yakni pilihan baik dan pilihan buruk. Kemampuan membuka tutup cupu berarti mampu membuka hati dan menyadari bahwa setiap makhluk memiliki kelemahan. Dan orang yang tidak mampu membuka tutup cupu akan menjadi buruk rupa karena termakan oleh kesombongan dirinya.

    ReplyDelete
  55. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Masalah baik dan buruk, sebenarnya setiap orang memiliki pandangan yang berbeda. Seuatu akan dikatakan baik apabila hal itu dapat menghasilkan sesuatu yang positif (kebahagiaan, kesenangan, rahmat dll) dan tidak melanggar norma-norma yang berlaku di tempat tersebut. Sesuatu akan dikatakan buruk jika hal itu memberikan sesuatu yang negatif dan bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di tempat tersebut. Tapi baik dan buruk itu tergantung dari sudut pandang yang dipahaminya.

    ReplyDelete
  56. Junianto
    PM C
    17709251065

    Cerita ini seperti cerita dalam dunia pewayangan. Yang bisa saya tangkap dalam cerita ini adalah bahwa Bagawat adalah analogi orang dewasa yang sudah mengalami kematangan dalam berpikir dan juga sakti/ berilmu tinggi. Kemudian ada beberapa pemuda yang bisa dikatakan masih kokoh dengan egonya masing-masing, masih mencari jati diri dan masih belum matang dalam berpikir. Pemuda layaknya jaman sekarang yang sukan menonjolkan eksistensi diri dan suak dengan tantangan baru. Bahkan ia menantang Bagawat sebagai orang yang berilmu tinggi.

    ReplyDelete
  57. Bagawat sebagai orang yang berilmu tinggi tahu bahwa pemuda yang mengedepankan egonya pasti akan tertantang jika diberikan tantangan yang terlihat remeh temeh. Bahkan hanya diberikan tantangan membuka sebuah tutup cupu manik. Namun, Bagawat juga memberikan ketentuan yang cukup membuat mereka menjadi berpikir. Tetapi, menurut saya mereka akan tetap menerima dengan penuh kesombongan dan menonjolkan keakuannya.

    ReplyDelete
  58. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Hidup adalah pilihan. Tentunya setiap pilihan mempunyai resikonya masing-masing. pilihan tidak berdiri sendiri. Ia berdiri bersama paketnya, seperti kelebihan dan kekurangan yang akan ia dapat bila ia memilihnya. Semakin menarik sebuah pilihan, tentu semakin besar pula resiko yang ia terima. Entah resiko positif maupun resiko yang negative. Sebagaimana orang yang berbisnis, ia akan dihadapkan dengan pilihan mendapatkan untung yang besar namun bisa jadi mendapatkan rugi yang besar, atau memilih untung kecil namun resiko kerugian juga kecil

    ReplyDelete
  59. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Selalu ada konsekuensi dari dua atau lebih pilihan yang ditawarkan di dalam hidup. Sedikit saja kita salah menilai dan mengambil keputusan maka akibat dan dampaknya bisa jadi kita bawa seumur hidup Elegi Cupumanik Astanala ini memberikan gambaran kepada kita semua bahwa untuk meraih suatu pencapaian, ada yang harus kita korbankan dan harus ada yang kita prioritaskan. Namun kita harus jeli menilai konsekuensi dan efek dari pilihan atau keputusan-keputusan yang kita buat.

    ReplyDelete
  60. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Hidup ini penuh dengan pilihan. Setiap waktu manusia dihadapkan pada pilihan. Pilihan-pilihan ini akan menentukan keadaan orang tersebut selanjutnya. Manusia hanya perlu meminta pertolongan dan bimbingan dari Yang Maha Kuasa agar dapat mengambil keputusan yang terbaik untuk semua perkara.

    ReplyDelete
  61. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Banyak manusia yang saling berperang dan saling berselisih demi menunjukan siapa yang paling kuat dan menguasai diantara yang lainnya. Manusia juga seringkali menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang diinginkan, meskipun cara yang dia tempuh merupakan cara yang tidak jujur. Namun dalam menjalani hidup, manusia bisa memilih jalan kebaikan ataupun jalan yang buruk. Semua kendali terletak dalam hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih.

    ReplyDelete

  62. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Sebenarnya saya belum terlalu paham dengan makna elegi di atas, tetapi yang dapat saya tangkap tentunta, pertengakaran apapun itu apalagi untuk berbut kekuasaan adalah hal yang kurang baik dan dapat membawa keburukan tidak hanya untuk subyek yang berseteru saja tetapi juga untuk sekitanya. Dan tentang cupu manik, yang dapat saya pahami adalah bahwa suatu persoalan yang apabila berhasil membawa kedudukan namun jika gagal membawa keburukan.

    ReplyDelete
  63. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi ini menyampaikan pesan mendalam pada kita. Jika manusia hanya mengandalkan keinginan untuk menguasa atau menjadi terdepan dengan niat tidak baik, misalnya hanya ingin mendapatkan pengakuan saja dari orang lain, maka hanya akan adaakibat buruk yang menimpa. Akibat tersebut mau bagaimanapun akan tetap buruk seperti pilihan yang diberikan oleh begawat pada elegi ini. Jika mampu membuka cupumanik astanala maka akan mendapatkan gelar jawara yang nantinya akan menjadikan pemiliknya si angkuh tiada tara. Jika tidak mampu membukanya maka akan mengakibatkan pemiliknya mendapatkan wajah buruk rupa.

    ReplyDelete
  64. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Dalam menjalani hidup ini adalah dipilih dan memilih. Baik buruk itu tergantung kita sendiri yang menentukan. Jika kita ingin menjadi pemenang pun juga begitu, harus ada keinginan untuk kesana. Dan salah satu syaratnya adaah menyadari kelemahannya. Sebenar-benar pemenang adalah yang sadar akan kelemahannya. Dan sebenar-benar orang yang kalah adalah orang yang tidak mau mengakui kelemahannya. Jadi pada intinya adalah dalam menjalani hidup kita tidak boleh sombong, karena setiap manusia itu pasti memiliki kelemahan

    ReplyDelete
  65. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Cerdas sekali cara bagawat untuk meredakan peperangn yang menyebabkan kerusakan lingkungan dengan membuat kompetisi membka tutup botol. Hal ini seperti berakhirnya perang dunia kedua, dimana masing-masing negara bersepakat untuk tidak mengangkat senjata lagi, karena korban baik manusia maupun lingkungan sangat parah. Kemudian untuk tetap melayani sifat komptisi antar negara maka ada perlombaan antar negara semisal olimpiade-olimpiade. Karena sejatinya manusia itu tidak mampu menghilangkan sifat bersaing dan kompetisi di dalam dirinya.

    ReplyDelete
  66. Raudhah Nur Pratiwi (15301243009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah
    Terimakasih atas postingannya Pak. Sangat bermanfaat sekali untuk saya, dan menjadi remainder buat saya bahwa hidup itu pilihan. Segala sesuatu di hidup ini adalah pilihan, dan setiap pilihan pastilah memiliki konsekuensinya masing-masing. Baik buruknya konsekuensi yang dihadapi tergantung pada sudut pandang setiap orang.
    Seseorang harus pintar-pintar dalam memilih pilihan hidup, yaitu harus betul-betul mempertimbangkan konsekuensi yang akan dihadapi kelak.
    Selain itu, yang harus selalu diingat adalah libatkan selalu Allah Ta'ala dalam setiap urusan kita, selalu berdo'a kepada Allah agar diberi petunjuk.

    ReplyDelete
  67. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Dari cerita di atas terdapat kalimat bahwa “Ketentuan untuk dapat disebut sebagai seorang jawara sejati adalah jika dihadapkan kepada 2 (dua) pilihan, jika engkau bisa membuka tutup cupu ini maka dengan serta merta engkau peroleh gelar itu yaitu sebagai seorang jawara tiada tandingnya di dunia ini. Tetapi jika engkau tidak bisa membukanya, maka seketika itu juga wujudmu akan berubah menjadi buruk rupa. Padahal buruk rupa yang menimpa dirimu itu bukan sekedar yang tampak pada wajah tetapi semua keburukan akan menimpa dirimu. Bagaimana apakah engkau berani mencobanya?”, dari kalimat tersebut dapat saya simpulkan bahwa dalam menjalani kehidupan selalu ada akibat dari apa yang kita pilih. Hendaknya dalam memilih itu selalu melibatkan hati dan pikiran serta mempertimbangkan akibat dari yang dipilih tersebut.

    ReplyDelete
  68. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Yang dapat saya peroleh dari elegi ini adalah kenyataan bahwa dalam kehidupan, kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Pilihan-pilihan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya. Pilihan-pilihan tersebut juga memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Ketika kita sudah menentukan suatu pilihan, berarti kita juga sudah memilih keuntungan dan kerugian yang ada dalam pilihan itu. Hal terpenting dalam memilih adalah siap untuk menghadapi segala resiko yang melekat pada pilihan itu. Dengan berani menentukan pilihan dan siap menghadapi resiko apapun yang akan terjadi berarti kita sudah belajar menjadi manusia yang bertanggung jawab.

    ReplyDelete