Oct 20, 2012

Elegi Memantapkan Persiapan Selamatan Raja Purna




Oleh Marsigit

Powernow:

Wahai sang Rajudara anakku, engkau yang saya beri tugas, beserta semua bala tentara, memimpin penyebarluasan informasi dan undangan ke seluruh raja di muka bumi ini untuk menghadiri Selamatan Raja Purna di Negeri Tahta Angin ini. laporkanlah hasil-hasilmu.


Rajudara:

Wahai sang Powernow ayahku sekaligus rajaku, perkenankanlah aku melaporkan perihal tugas menyampaikan undangan. Katahuilah ada bermacam-macam undangan yang dibuat. Untuk raja-raja besar, undangan saya antar sendiri. Raja Dunia Barat menyambut sangat gembira dan antusias undanganmu itu dan berjanji akan hadir dengan raja-raja takhlukan di bawahnya. Bahkan Raja Dunia Barat mengatakan bahwa engkau itu sebetulnya masih sedarah sedaging dengan mereka, dikarenakan engkau dan sebagian rakyatmu itu berasal dari Negeri Barat. Hubungan darah itulah yang menyebabkan Raja Dunia Barat antusias untuk datang. Dia akan hadir beserta para raja taklukannya dengan tanpa syarat apapun. Dia menyampaikan salam hormat kebaginda raja seraya berdoa semoga engkau semakin berjaya di muka bumi ini.

Powernow:
Oh..hah..syukur. Aku sangat senang bahwa Raja Dunia Barat akan hadir. Tetapi ada sediit hal yang aku tidak begitu senang, kenapa dia mengungkit-ungkit masa laluku? Baik. Bagaimana dengan Raja Dunia Utara?

Rajudara:

Seperti halnya Raja Dunia Barat, Raja Dunia Utara juga mengutarakan kegembiraannya, karena merasa terhormat engkau undang. Raja Dunia Utara disamping antusias akan datang, tetapi juga menyampaikan bahwa dia beserta segenap rakyatnya sangat mengagumimu. Raja Dunia Utara beserta rakyatnya sangat mengagumi dirimu dan juga rakyat kita, dikarenakan kita pernah mengalahkannya pada peperangan waktu-waktu yang lalu. Disampaikan bahwa keadaan masyarakat di Dunia Utara sekarang berusaha meniru dan berkiblat ke negeri Tahta Angin ini. Dia akan hadir beserta para raja taklukannya dengan tanpa syarat apapun.

Powernow:

Oh..hah..syukur. Aku sangat senang bahwa Raja Dunia Utara akan hadir. Hemm...baik..baik..itulah dia si raja Dunia Utara yang baik. Dia juga selalu mengingat-ingat hukumanku agar tidak terulang lagi. Apakah dia tidak bercerita bagaimana sepak terjangku ketika aku mengalahkannya pada waktu itu? Jika dia sempat bercerita tentu sangat menarik untuk didengar. Teruskan.

Rajudara:

Untuk Raja Dunia Timur Barat Utara agak sedikit masalah. Dia bersedia datang tetapi dengan catatan agar kedua negara dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, dan tidak saling menjelekkan satu dengan yang lainnya.

Powernow:

Oo..ooo..tak masalah...pelan tapi pasti...cepat atau lambat...dia pasti bisa saya takhlukkan. Tetapi memang hatiku merasakan bahwa si raja yang satu ini bisa menjadi batu sandungan bagi diriku di masa yang akan datang. Teruskan.

Rajudara:

Untuk Raja Dunia Selatan ini agak lucu. Dia sepertinya tidak punya pendirian. Bercampur antara takut, tak mampu dan ingin mengambil untung, dia mengatakan akan hadir, tetapi tidak mempunyai dana untuk transportasi dan akomodasi. Dia akan hadir beserta segenap raja taklukannya dengan catatan engkau bisa membantu akomodasi, tiket pesawat, maupun penginapan di hotel.

Powernow:

Aku tanggung semua biaya permintaannya Raja Dunia Selatan. Sampaikan agar tidak perlu ragu-ragu bergaul denganku. Sampaikan juga bahwa hanya satu hal yang diperlukan agar mampu bergaul denganku yaitu menyelaraskan semua pikiran dan kepentingannya dengan pikiran dan kepentinganku.

Matadara:

Perkenankan hamba melapor. Hamba sebagai penjaga segenap perbatasan dari negeri Tahta Angin ini melaporkan bahwa di seberang perbatasan antara negeri kita dengan Tahta Spiritual telah dilangsungkan peretemuan para Transenden. Bahkan mereka sudah dua kali menyelenggarakan konferensi internasional. Sedangkan di perbatasan selatan negeri kita juga terdapat pertemua raja-raja lokal dari Dunia Selatan dan Dunia Timur.

Powernow:

Hai Matadara..terimakasih atas laporanmu itu. Katakan siapakah yang memimpin konferensi para Transenden itu serta siapa saja yang hadir dan apa tujuannya? Juga sampaikan siapa pemimpin raja-raja pemberontak dari Dunia Selatan dan Dunia Timur.

Matadara:

Yang memimpin konferensi itu adalah sang Transenden Ketua sedangkan yang hadir adalah Transenden dari semua dunia. Adapaun tujuannya untuk mencari penyelesaian dunia yang adil. Sementara diperbatasan selatan ada raja-raja lokal yang sudah mendengar perihal rencanamu menggelar Selamatan Raja Purna. Mereka menyatakan menolak hadir bahkan akan menentangnya dengan segala cara. Pemimpinnya tidak begitu jelas..sedangkan tujuannya juga menuntut keadilan dunia.

Powernow:

Waha...nggempelo betul itu Transenden Ketua. Ini sangat berbahaya. Ketahuilah bahwa segala persoalan dunia itu aku yang menciptakan. Apa pamrihnya sang Transenden Ketua mencari keadilan. Karena keadilan dunia itu hanya bisa diraih jika aku telah hancur. Aku adalah ketidakadilan itu. Tidak...tidakkk..jangan..jangan ..ini jangan dibiarkan. Kita cegah agar para Transenden tidak lagi melakukan segala bentuk pertemuan. Hah..kebetulan ..Sekalian memantapkan persiapansaya menyelenggarakan Selamatan Raja Purna. Hai ...Kumaratna, Rajudara, Matadara dan semua punggawaku yang hadir...agar aku dapat menyelenggarakan Selamatan Raja Purna..ternyata aku harus melakukan peperangan terlebih dulu. Dengarkan baik-baik..dengan ini aku akan bentuk brigade-brigade prajurit untuk menyerang dan menguasai musuh-musuhku. Aku sendiri yang akan melawan penguasa spiritual dan akhirat. Kamu anakku si Rajudara aku tugaskan agar melawan dan menangkap para Transenden. Sedangkan engkau Kumaratna aku beri tugas untuk melawan semua Bagawat, Cantraka, Rakata dan Cemani yang memberontak. Terakhir...kau Matadara agar bisa melawan dan menaklukan semua raja-raja lokal dari Dunia Selatan yang memberontak. Semua aku perintahkan...gunakan segala cara, tipu daya, kalau perlu adu domba agar tercapai maksud dan tujuanmu. Ciptakan pula dajal-dajalmu. Tebarkan teror dan ketakutan. Janganlah kamu bertindak bodhoh. Aku rajamu mempunyai kemampuan luar biasa dan tiada tanding. Jika engkau nantinya kamu mendengar ada makhluk Blackhole Diraja, maka itu adalah jelmaanku. Sedangkan semua Neolis-neolis itu adalah jelmaan dari prajurit-prajuritku.

Kumaratna, Rajudara, Matadara:
Baik tuanku ..kami siap melaksanakan tugas.

Powernow:
Berangkatlah atas ijin dan restuku!

18 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Era saat ini disebut sebagai power now. Seiring dengan kemajuan jaman, semakin banyak gemerlap dunia yang ditawarkan. Hal ini tanpa disadari mempengaruhi manusia untuk condong kepada ajaran tertentu, seperti kapitalisme, materialisme, liberalisme, pragmatisme, utilitarianisme, hedonisme, dan lain sebagainya. Padahal, manusia hidup di dunia itu hanya sesaat. Dunia akan hancur dan binasa. Jika kita tidak membentengi diri dari ajaran-ajaran power now, niscaya kita juga akan ikut terhayut di dalamnya. oleh karena itu, mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta dengan cara mempertebal iman kita, agar terhindar dari kejahatan dunia yang terselubung.

    ReplyDelete
  2. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Allah Ta’ala berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18). Orang cerdas tidak hanya mengartikan ayat ini semata untuk akhirat saja. Karena sekarang kita sedang hidup di dunia. Sehingga, apa yang kita siapkan untuk hari esok di dunia, juga mencakup apa yang kita siapkan untuk hari esok di dunia. Namun tetap pastikan bahwa apa yang kita siapkan untuk hari esok dengan niat dalam rangka penghambaan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  3. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Sepak terjang powernow semakin menjadi-jadi. Bahkan dia telah mengirimkan bala tentaranya untuk menyerang ke seluruh penjuru bumi. Menyerang semua aspek di dalam kehidupan inni. Dari elegi di atas tampak dunia selatan merupakan bagian dunia yang lemah di antara bagian dunia-dunia yang lain. Kumaratna, Rajudara, Matadara dan semua punggawa powernow sudah menyiapkan peperangan dari dulu hingga kini. Tinggal menunggu harinya saja, maka akan terjadi selamatan Raja Purna. Namun apa yang telah di siapkan dunia selatan?. Entahlah. Bahkan banyak dari mereka masih tertidur pulas dalam buaian powernow.

    ReplyDelete
  4. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Sang Raja, Powernow, masih dalam kesombongannya. Menghalalkan segala cara, tipu daya, bahkan adu domba pun diperintahkan kepada bawahannya untuk menghimpun sekutu-sekutunya. Persiapan yang seperti itu sepantasnya dilakukan oleh pemimpin. Dan bawahan sebaiknya tidak sampai menuruti semua perintah pemimpin jika hal yang diperintahkan tersebut tidak sesuai dengan ajaran-Nya. Sifat sombong yang dimiliki pemimpin dapat membutakan hati dan memandang rendah rakyatnya. Maka dari itu sudah seharusnya seorang pemimpin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, namun juga memikirkan kepentingan rakyatnya.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Elegi ini seperti menceritakan sisi lain dari kehidupan seorang pemimpin. Sang powernow sebagai pemimpin dengan kesombongan dan otoriternya, dan sang Kumaratna, Rajudara, dan Matadara sebagai ajudan atau bawahan yang setia pada pemimpinnya. Sosok pemimpin idaman yang menurut saya pantas untuk contoh dan kita jadikan panutan adalah Nabi Muhammad SAW, dimana ia sosok pemimpin yang arif dan bijaksana. Setiap manusia yang dilahirkan pada dasarnya adalah pemimpin, setidaknya ia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701250132
    PEP S2 B

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Mengapa saya menulis statement seperti itu? Jawabannya berkaitan dengan apa yang akan sampaikan pada komentar saya kali ini, yaitu benar-benar menurut diri saya. Pada awalnya, setiap kali membaca tentang si powernow, secara cepat kilat (sombong betul diri ini) saya memperwajahkan sebagai seorang pimpinan. Akan tetapi, akhir-akhir ini saya berpikir ulang. Terkadang (termasuk ketika membaca postingan ini) saya melihat bahwa "powernow" bisa jadi diri kita, bisa jadi manusia. Kenapa? karena sisifat-sifat "powernow" begitu mirip dengan sifat manusia: sombong, terlalu serakah, mengesapingkan moralitas. Ah tapi ini kan pendapatku saat ini. Mungkin pendapatku bisa saja berganti ketika menemui elegi yang lain.

    ReplyDelete
  7. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Sekarang ini banyak pemimpin yang menyalahgunakan kekuasaannya untuk mencari keuntungan kepentingannya sendiri. Sehingga pemimpin itu tidak hanya pintar berpikir tetapi juga pintar untuk mencari celah untuk kepentingannya sendiri. Dengan kata lain, pintar pikir tetapi tidak pintar hati. Padahal segala sesuatu tindakan kita harus ditujukan pada Tuhan. Seorang pemimpin seharusnya menjadi panutan. Begitu pula jika diposisikan menjadi seorang pemimpin, harus lebih peka terhadap ruang dan waktu, jangan sampai menjadi pemimpin malah membuat dosa menjadi bertambah. Oleh karena itu, ada baiknya kita senantiasa introspeksi diri, tetap rendah hati dalam kondisi apapun, dan selalu ingat bahwa segala sesuatu yang kita lakukan ada baiknya ditujukan pada Tuhan.

    ReplyDelete
  8. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi memantapkan persiapan raja purna menceritakan tentang bagaimana sang powernow menguuasai dunia. Masih banyak pemimpin-pemimpin yang memiliki sifat seperti powernow. Dalam kehidupan sehari-harinya banyak yang masih menghalalkan segala cara, tipu daya bahkan adu domba supaya bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginannya. Tapi powernow juga bisa menghampiri siapapun, baik itu pemimpin ataupun rakyat biasa. Agar dapat terhindar dari sifat-sifat powernow ini perlu dibekali dengan ilmu pengetahuan dan spiritual yang kuat agar dapat berpikir kritis dan memiliki hati nurani.

    ReplyDelete
  9. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini diketahui bahwa kekuatan powernow yang semena-mena ini sangatlah terancang dengan baik, ia memiliki strategi-strategi dalam mencapai kekuasan penuhnya. Yang dapat kita ambil hikmah dari elegi ini yaitu jika saja kejahatan memiliki strategi untuk mengukuhkan keburukannya, maka seharusnya kita yang berjuang untuk kebaikan maka perlu juga membuat strategi yang jitu untuk mengalahkan kesemena-menaan itu. Dan yang perlu kita ambil hikmahnya pula yang lain yaitu sejatinnya kekuasaan didunia bukanlah apa apa. Dan kekuasaan yang sejati adalah kuasa Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  10. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, powernow ini menganalogikan sebuah kekuatan yang ingin menghancurkan negara-negara tertentu yang ada di dunia. Powernow dengan segala kehebatannya ingin terus menguasa dunia. Adu domba, peperangan, tipu daya, semua cara digunakan untuk menghancurkan negara-negara tersebut. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat dari suatu negara hendaknya memiliki tameng yang kuat dalam menghadapi pengaruh powernow yang ada. Caranya dengan terus menuntut ilmu dan mendekatkan diri pada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya membaca tentang betapa sulitnya menegakkan suatu keadilan karena ketidakadilan yang masih berdiri kokoh dengan kuatnya. Setiap rencana dengan tujuan untuk mencari keadilan maka ketidakadilan sering mengintainya. Ketidakadilan kini sudah semakin menguasai kehidupan dunia. Mencari solusi dari ketidakadilan bukanlah hal yang mudah. Namun, harus selalu berikhtiar dan selalu memohon ridho dan pertolongan Allah untuk dapat mengalahkan ketidakadilan dalam rangka mencari sebuah keadilan.

    ReplyDelete
  12. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia yang satu dan yang lain memiliki kedudukan yang sama, yang membedakan adalah amal perbuatannya. Namun sayangnya, banyak individu yang ingin memiliki kedudukan yang tinggi bahkan menguasai orang lain. Hal ini sebagaimana tergambar dalam elegi ini bahwa keadaan dunia kontemporer yang kian hari semakin gencar untuk menguasai pemikiran manusia. Maka sebenar-benar orang yang berilmu adalah mereka yang tidak terhasut dengan segala tipu daya dunia serta senantiasa selalu meningkatkan kualitas diri baik secara keilmuan maupun spiritual.

    ReplyDelete
  13. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan di atas, saya menjadi begitu miris melihat seseorang yang memiliki kekuasaan layaknya seorang pemimpin namun untuk mencapai tujuannya hanya menitikberatkan pada kepentingan diri semata. Menurut saya, keadilan yang dapat dilakukan oleh manusia sebatas menempatkan sesuatu pada tempatnya. Hal ini dikarenakan sifat Maha Adil itu sendiri hanyalah milik Allah SWT semata. Menilik pada diri sendiri, saya merasa begitu sulit bertindak adil pada diri sendiri. Inilah bukti dari keterbatasan diri ini. Semoga Allah memberikan pengampunan kepada saya. Terima kasih Prof untuk ulasan yang begitu reflektif ini.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Tokoh yang diperankan oleh Powernow dalam cuplikan elegi di atas masih memiliki sifat keakuan dalam dirinya.Karena jabatan dan kedudukan telah membuatnya lupa diri akan keberadaannya.Tidak ingin merasa tersaingi dan cenderung memaksa orang lain dalam memenuhi pintanya.Rajudara sebagai buah hatinya dan prajurit-prajurit lainnya menyanggupi apa yang menjadi perintahnya.Rasa persaudaraan dengan raja-raja lain telah sirna ditelan oleh kepentingan.

    ReplyDelete
  15. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Elegi diatas menunjuukkan seseorang yan memiliki kekuasaan bisa sanat muda memutuskan sesuai apa yang ada dalam peikirannya. Bisa dengan mudah berbalik ucapan, hingga terkadang lupa diri membuatnya menjadi manusia yang sombong. Dengan mudahnya membuat suatu kebijakan dengan menggunakan kekuasaaanyya, yang tidak mencoba melihat akibat dari pemikiranya.

    ReplyDelete
  16. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Power now merupakan ibarat kondisi atau keadaan dunia zaman sekarang dan para undangan merupakan komponen-komponen dunia yang berusaha mencari keadilan atas dirinya. Sebenarnya power now bersifat netral dia tidak jahat maupun baik. Dia bersifat sesuai ruang waktunya. Ruang waktunya sesua dengan sikap par komponen-komponen tersebut kepada power now. Sepeti halnya manusia, manusia jika bersikap sesuai dengan aturan dunia maka insyaAllah dia akan hidup dengan baik meskipun terkadang melalui cobaan dan ketika dia menghadapi cobaan insyaAllah akan dipermudah dalam menghadapinya. Dan ketika seseorang bersikap tidak sesuai dengan aturan maka bis jadi dia akan mengalami kesulitan dalam hidupnya dan kesulitan ini bisa berupa hidup yang terlena dengan kekayaan atau biasa di sebut ngelulu (Istijroj).Terima Kasih.

    ReplyDelete
  17. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Perubahan zaman beberapa tahun mendatang mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sehingga perlahan-lahan berbagai macam kebiasaan, kebudayaan, dan adat istiadat lokal mulai tertinggal atau bahkan mulai menghilang. Kekacauan karena ketidak cocokan kebudayaan, kebiasaan tersebut menjadikan sebuah negara menjadi rusak. Kekacauan yang menyebabkan kerusakan ini yang disebut dengan powernow. Negara yang tidak memiliki landasan yang kuat lambat laun akan hancur ketika powernow mulai memasuki negara tersebut. Negara yang awalnya harmonis dan berlandaskan spiritula tidak menutup kemungkinan akan menjadi negara yang memiliki paham hedonisme, liberal, dan lain-lain yang bertentangan dengan paham negara tersebut. Untuk itu, setiap individu masyarakat negara yang akan tersentuh powernow harus berusaha sekuat tenaga agar tidak terhanyut dengan iming-iming dari powernow.

    ReplyDelete
  18. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi ini kami merasakan bahwa, suka tidak suka, bahwa sudah terjadi bahwa “PowerNow” sudah masuk kedalam berbagai aspek yang ada di dunia ini, termasuk pula pada aspek kekuasaan dan politik. PowerNow sudah berdampak menimbulkan banya kekacauan yang ada. Salah satu solusi untuk meminimalisir dampak dan pengaruh dari PowerNow adalah dengan mengembangkan dan menngkatkan kualitas terhadap adat istiadat, kebudayaan, dan nilai-nilai kebijaksanaan lokal yang selama ini telah berkembang dengan baik.

    ReplyDelete