Oct 10, 2012

Elegei Menggapai 'Kant’s Concepts of Space and Time'




By Marsigit

Of the space and time, Kant concerns them with their metaphysical exposition and their relation to subjective conditions of sensation.



According to Kant , a pure concept of space warrants and constrains intuitions of finite regions of space; that is, an a priori conceptual representation of space provides a governing principle for all spatial constructions, which is necessary for mathematical demonstration as Kant understood (Shabel, L.).

Kant notes that the aesthetic means to constitute and begin with an investigation of space.

The concept of space would be indistinguishable from the general concept of spaces in general.

According to Kant, such a general concept itself rests on limitations of space and cannot itself be the source of the boundlessness of space.

Thus, an exposition of such a general concept of spaces could not be expected to satisfy Kant's goals in the Transcendental Aesthetic (Shabel, L.).

Kant identifies that a concept of space is strictly identical neither to a general concept of spaces, nor to any particular intuition.

Kant admits that space could not be an empirical concept.

According to Kant , concepts are not singular, nor can they contain infinitely many parts; thus, space is represented in intuition and it seems equally impossible to intuit a single infinitely large object.

Therefore, according to Kant's, this would require that we be able to form an immediate (unmediated) representation of an infinite spatial magnitude, that we grasp its infinitude in a single `glance', as it were (Shabel, L.).

So, Kant uses the Metaphysical Exposition, at least in part, to describe the pure spatial intuition that underlies any and all geometric procedures, but he does not use properly geometric procedures to describe that intuition.

While cognition of the `axioms' of geometry depends, in some sense, on our having a capacity for pure spatial intuition, that capacity cannot itself be described as a capacity for geometric reasoning.

So, our capacity for pure spatial intuition , described in the Metaphysical Exposition, is pre-geometric in the sense that it is independent of and presupposed by Euclidean reasoning.

Kant in Ross, K.L. (2001) proposes that space and time do not really exist outside of us but are forms of intuition i.e. conditions of perception imposed by our own minds.

This enables Kant to reconcile Newton and Leibniz.

Kant agrees with Newton that space is absolute and real for objects in experience, i.e. for phenomenal objects open to science.

However, Kant also agrees with Leibniz that space is really nothing in terms of objects as they exist apart from us, i.e. with things in themselves.

The bulk of Kant's exposition on time and space in relation to sensory perception can be found in the opening pages of The Critique of Pure Reason (1781) (Gottfried, P., 1987).

In the first part of the Critique, the "Transcendental Aesthetic," Kant treats of time and space as the a priori condition for cognition.

Kant examines time and space as universal forms of intuition that help render sensory impressions intelligible to the human mind.

Kant delivers his explanation to clarify distinction between appearance and illusion, a confused representation of reality.

According to Kant, in space and time, intuition represents both external objects and the self-intuition of the mind. It affects our senses.

Appearance objects are always seen as truly given providing that their situation depends upon the subject's mode of intuition and that the object as appearance is distinguished from an object in itself.

According to Kant, we need not to say that body simply seems to be outside of us when we assert that the quality of space and time lies in our mode of intuition and not in objects in themselves.

References:
Kant, I., 1787, “The Critique of Pure Reason: Preface To The Second Edition”, Translated By J. M. D. Meiklejohn, Retrieved 2003
2Ibid.
3 Shabel, l., 2003, “Reflections on Kant's concept (and intuition) of space”, Studies In History and Phi losophy of Science Part A Volume 34, Issue 1 Retreived 2003,
4 Gottfried, P., 1987, “Form of Intuition: Kantian Time And Space Reconsidered”, The World & I: Issue Date: AUGUST 1987 Volume:02 Page: 689. Retrieved 2004
5 Ibid,
6 Ibid.
7 Ibid.
8 Ibid.
9 Gottfried, P., 1987, “Form of Intuition: Kantian Time And Space Reconsidered”, The World & I: Issue Date: AUGUST 1987 Volume:02 Page: 689. Retrieved 2004

22 comments:

  1. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kant berpendapat bahwa ruang dan waktu sebagai bentuk-bentuk intuisi kita yaitu kondisi persepsi yang dibebankan oleh pikiran kita sendiri. Representasi kita atas ruang dan waktu itu adalah bersifat a priori bukan empiris. Dalam artian, di dunia ini kita tidak pernah mengalami sesuatu yang berada di luar ruang dan waktu. Segala macam objek atau benda di alam semesta selalu ditangkap sebagai fenomena dalam ruang dan waktu dan tidak pernah berada di luar ruang dan waktu sehingga ruang dan waktu disebut sebagai kategori bawaan dalam diri kita. Oleh karena itu, konsep ruang dan waktu adalah sesuatu yang ada dalam diri kita (Keraf & Dua, 2001: 59).

    ReplyDelete
  2. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Pada Kritik "Estetika Transendental," Kant memperlakukan ruang dan waktu sebagai kondisi apriori untuk kognisi.
    Kant memeriksa ruang dan waktu sebagai bentuk intuisi universal yang membantu mewujudkan kesan sensorik yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.
    Kant menyampaikan penjelasannya untuk memperjelas perbedaan antara penampilan dan ilusi, representasi realitas yang membingungkan.
    Menurut Kant, dalam ruang dan waktu, intuisi mewakili objek eksternal dan intuisi diri dari pikiran. Ini mempengaruhi indera kita.
    Objek penampilan selalu dilihat sebagai benar-benar diberikan sehingga situasi mereka bergantung pada mode intuisi subjek dan bahwa objek sebagai penampilan dibedakan dari objek itu sendiri.
    Menurut Kant, kita tidak perlu mengatakan bahwa tubuh sepertinya berada di luar kita ketika kita menegaskan bahwa kualitas ruang dan waktu terletak pada intuisi intuisi kita dan bukan pada benda-benda dalam diri mereka sendiri.

    ReplyDelete
  3. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Immanuel Kant mengatakan bahwa representasi kita atas ruang dan waktu bersifat a priori, bukan empiris. Yang artinya adalah didapat dari pemikiran bukan didapat dari pengalaman. Jadi lebih bersifat intuisi dibandingkan dengan sebuah konsep. Ia adalah sesuatu yang terpikirkan dibandingkan sesuatu yang riil.

    ReplyDelete
  4. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Konsep mengenai ruang dan waktu sebenarnya tidak berada di luar diri kita tetapi ada dalam bentuk intusisi kita. Keadaan dari persepsi kita ditentukan oleh pemikiran kita sendiri. Ruang itu absolut dan nyata untuk objek-objek yang ada di dalam pengalaman. Misalnya saja objek-objek yang ada di dalam fenomena-fenomena yang terjadi bersifat terbuka terhadap ilmu pengetahuan. Terkadang kita juga sulit untuk dan bingung untuk membedakan kenampakan fisik dan ilusi, karena keduanya sama-sama terjadi dan kita rasakan, sehingga memberikan kebingungan terhadap representasi dari kenyataan. Di dalam ruang dan waktu, intuisi merepresentasikan keduanya baik objek eksternal yang merupakan kenampakan fisik maupun intuisi yang ada di dalam fikiran kita sendiri kita yang berupa ilusi, hal itu mempengaruhi kepekaan kita.

    ReplyDelete
  5. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Kant berpendapat bahwa dalam pengetahuan indrawi selalu ada dua bentuk apriori yaitu ruang dan waktu. Ruang dan waktu bukanlah sesuatu yang dipahami, ruang dan waktu itu adalah alat persepsi. Oleh karena itu ruang dan waktu itu apriori. Menurut Kant, pesan yang didapat dari stimulus disusun sesuai dengan ruang (tempat) datangnya sensasi, dan waktu terjadinya itu. Pikiran yang mengerjakan sesuatu itu, yang menempatkan sensasi dalam ruang dan waktu, menyifatinya dengan ini atau itu.

    ReplyDelete
  6. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Menurut Kant, ruang dan waktu tidak benar-benar ada di luar kita tapi itu merupakan bentuk intuisi yaitu kondisi persepsi yang diberlakukan oleh pikiran kita. Sebagian besar penjelasan Kant tentang ruang dan waktu dalam kaitannya dengan persepsi sensorik dapat ditemukan di halaman pembuka dari The Critique of Pure Reason (1781) (Gottfried, P., 1987). Pada bagian pertama dari Critique, "Transendental Estetis," Kant menyuguhkan ruang dan waktu sebagai kondisi a priori untuk kognisi. Kant mengkaji waktu dan ruang sebagai bentuk universal intuisi yang membantu memberikan kesan sensorik yang dipahami oleh pikiran manusia.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan adalah bersifat umum, mutlak dan pengertian baru.
    Lanjutnya Kant membedakan tiga aspek keputusan (judgments), yakni:
    1. Putusan analitis a priori, dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subyek, karena termasuk di dalamnya (misalnya, setiap benda menempati ruang).
    2. Putusan sintesis aposteriori, misalnya pernyataan meja itu bagus. Disini predikat dihubungkan dengan subyek berdasarkan pengalaman indrawi.
    3. Putusan sintesis a priori juga, misalnya putusan yang berbunyi segala kejadian mempunyai sebab.

    ReplyDelete
  8. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dari postingan di atas, saya menyimpulkan bahwa Kant menyatakan konsep murni ruang dan batas intuisi daerah ruang terbatas; adalah representasi konseptual apriori ruang memberikan prinsip yang mengatur untuk semua konstruksi spasial yang diperlukan untuk demonstrasi matematika sebagaimana pemahaman Kant (Shabel, L.). Menurut Kant, konsep umum itu sendiri terletak pada keterbatasan ruang dan tidak bisa sekaligus menjadi sumber tanpa batas ruang.

    ReplyDelete
  9. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kant mencatat bahwa cara estetika untuk membentuk dan memulai dengan penyelidikan ruang. Konsep ruang tidak dapat dibedakan dari konsep umum ruang pada umumnya. Kant memeriksa ruang dan waktu sebagai bentuk intuisi universal yang membantu mewujudkan kesan sensorik yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Kant menyampaikan penjelasannya untuk memperjelas perbedaan antara penampilan dan ilusi, representasi realitas yang membingungkan. Menurut Kant, dalam ruang dan waktu, intuisi mewakili objek eksternal dan intuisi diri dari pikiran. Ini mempengaruhi indera kita.

    ReplyDelete
  10. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    benar berada di luar diri kita, tetapi merupakan bentuk kondisi intuisi yaitu persepsi yang disebabkan oleh pikiran kita sendiri.
    Menurut Kant, dalam ruang dan waktu, intuisi merupakan objek eksternal dan intuisi dari pikiran. Ini mempengaruhi indera kita.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ruang dan waktu menurut Kant, bukanlah konsep, melainkan bentuk dari intuisi . Indera kita yang bersifat reseptif terhadap rangsangan dari luar, menurut Kant memiliki struktur atau unsur formal yang bersifat a priori, yakni struktur ruang dan waktu. Dengan kata lain pikiran kita , melalui kemapuan inderawi , menata berbagai macam sajian inderawi di bawah kerangka ruang dan waktu. Hasilnya adalah intuisi inderawi dari objek fisik yang bersifat spasio-temporal atau berada dalam ruang dan waktu.

    Sumber: aspek apriori dalam pengetahuan oleh Taufik R

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Waktu adalah kebadian yang tidak akan bisa dimaterialisasi oleh manusia. Aristoteles menyebut waktu sebagai kontinum, yang selalu dikaitkan dengan gerakan. Dengan demikian waktu tidak memiliki batas (awal atau akhir), dan setiap saat adalah awal dari waktu masa depan dan akhir dari masa lalu (Lettinck, 1994). Hanya manusia yang selalu bergerak memaknai jalan hidup yang tidak akan merasa risau dan sedih menghadapi kenyataan apapun berkaitan dengan waktu. Sebab waktu sejatinya adalah sama. Awal dan akhir tahun hanyalah ilusi manusia dalam memaknai waktu, sebagai wujud ketidakmampuan melampaui waktu yang tak terbatas. Waktu adalah keabadian dalam hidup manusia. Sebab itu, berhati-hatilah dengan waktu!

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Untuk menggapai ruang dan waktu menurutkant adalah dengan cara kita Kant mengidentifikasi bahwa konsep ruang sangat identik baik dengan konsep ruang umum, maupun intuisi tertentu. Kant mengakui bahwa ruang tidak bisa menjadi konsep empiris. Menurut Kant, konsep tidak tunggal, dan juga tidak mengandung banyak bagian; Dengan demikian, ruang diwakili dalam intuisi dan tampaknya sama-sama tidak mungkin untuk mengarahkan satu objek besar yang tak terhingga. Oleh karena itu, menurut Kant, ini akan mengharuskan kita untuk membentuk representasi magnitudo tak berhingga yang segera (yang tidak direkayasa), sehingga kita dapat memahami ketidakterbatasannya dalam satu pandangan 'tunggal

    ReplyDelete
  14. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Immanuel Kant menjelaskan mengenai konsep ruang dan waktu. Konsep awal ruang dan yang membatasi intuisi daerah terbatas dari ruang yaitu apriori representasi konseptual ruang yang menyediakan prinsip mengatur untuk semua konstruksi spasial, yang diperlukan untuk demonstrasi matematika. Ruang dan waktu merupakan sesuatu yang subjektif dimana konsep tersebut tidak bisa dibedakan. Tanpa ruang dan waktu kita tidak dapat membuat pengalaman kita menjadi masuk akal. Tetapi, unsur-unsur subjektif yang membantu kita memahami pengalaman bukan hanya ruang dan waktu belaka. Kant mengidentifikasi bahwa konsep ruang secara ketat identik tidak untuk konsep umum ruang, atau untuk setiap intuisi tertentu.
    Kant mengakui bahwa ruang tidak bisa menjadi konsep empiris.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam elegi ini, kant mengemukakan tentang ruang dan waktu. Ruang dan waktu itu adalah intuisi, gambaran yang tidak dapat dilakukan melalui deskripsi. Ruang dan waktu merupakan bentuk apriori, kant memiliki dua kelompok argumen: yang pertama metafisis yang kedua epistemologis atau sebagaimana ia menyebutnya transendental. Kelompok argumen pertama diambil langsung dari sifat ruangan waktu, kelompok kedua dari posibilitas, matematika murni. Argumen-argumen tentang ruang diberikan secara lebih penuh ketimbang tentang waktu. Karena diyakini bahwa yang kedua pada dasarnya sama dengan yang pertama.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam tulisannya “Critique of Pure Reason”, Immanuel Kant mengatakan bahwa representasi kita atas ruang dan waktu bersifat a priori, bukan empiris. Yang artinya adalah didapat dari pemikiran bukan didapat dari pengalaman. Jadi lebih bersifat intuisi dibandingkan dengan sebuah konsep. Dalam kritiknya antara lain Kant menjelaskan bahwa ciri pengetahuan adalah bersifat umum, mutlak dan pengertian baru. Untuk itu ia membedakan tiga aspek keputusan (judgments). Pertama, putusan analitis a priori, dimana predikat tidak menambah sesuatu yang baru pada subyek, karena termasuk di dalamnya dan Kedua, putusan sintesis aposteriori, misalnya pernyataan meja itu bagus.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kant berpendapat, dalam ruang dan waktu, intuisi adalah dua objek eksternal dan self-intuisi dari pikiran manusia. Immanuel Kant pun beranggapan jika representasi kita atas ruang dan waktu itu bersifat a priori dan bukan bersiat empiris. Hal ini memperngaruhi sistem kerja indera kita. sehingga itu pengetahuan akan lebih bersifat intuisi.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sesuai dengan yang Prof. paparkan bahwa jikalau tiadalah ruang maka tiadalah kehidupan. Jika tiadalah waktu juga tiadalah kehidupan. Maka jika tiadalah Ruang dan Waktu maka tiadalah kehidupan. Mimpi adalah unsur dari kehidupan, maka aku menemukan bahwa mimpi itu ternyata juga dalam ruang dan waktu. Tentu kita selalu bisa menjawab kapan mimpinya, itulah waktunya.

    ReplyDelete
  19. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Dalam bukunya Kant yang berjudul The Critique of Pure Reason (1781) Kant memperlakukan waktu dan ruang sebagai kondisi apriori untuk kognisi. Kant memaparkan bahwa ruang dan waktu sebagai bentuk universal dari intuisi yang membantu dipahami oleh pikiran manusia. Menurut Kant, dalam ruang dan waktu, intuisi mewakili kedua objek eksternal dan intuisi pikiran itu sendiri. Ini mempengaruhi indera kita. Penampilan benda selalu dilihat sebagai benar-benar diberikan menyediakan bahwa situasi mereka tergantung pada mode subjek intuisi dan bahwa objek sebagai penampilan dibedakan dari obyek itu sendiri.

    ReplyDelete
  20. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dalam tulisannya “Critique of Pure Reason”, Immanuel Kant mengatakan bahwa representasi kita atas ruang dan waktu bersifat a priori bukan empiris, artinya adalah didapat dari pemikiran bukan didapat dari pengalaman. Jadi lebih bersifat intuisi dibandingkan dengan sebuah konsep. Ia adalah sesuatu yang terpikirkan (mind dependent) dibandingkan sesuatu yang real. Kaidah ini merupakan asas fundamental sehingga kamu dapat menjadi dalil atau asa yang dapat menentukan dari tindakanmu untuk menjadi kaidah universal (suatu patokan a priori dan bukan hasil dari pengalaman).

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut Kant, ruang membatasi intuisi secara terbatas dan ruang tidak dapat menjadi konsep empiris dikarenakan konsep bersifat tidak tunggal, tidak mengandung banyak bagian dengan demikian ruang tidak mungkin mengarahkan satu objek besar yang tak hingga. Kant menganggap ruang dan waktu sebagai kondisi apriori untuk membentuk kognisi. Dalam ruang dan waktu, Kant menyatakan bahwa intuisi mewakili objek eksternal dan intuisi diri mewakili pikiran yang keduanya akan mempengaruhi indra manusia dalam membentuk suatu pengetahuan dan pengalaman dalam kehdiupan.

    ReplyDelete
  22. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kaidah moral merupakan imperative kategoris. Kaiidah moral memerintah tanpa syarat kategoris.
    Kapat dikatakan bahwa kaidah ini merupakan asas fundamental.
    Dengan selalu bertindak dapat menjadi dalil atau asa yang dapat menentukan dari tindakanmu untuk menjadi kaidah universal (suatu patokan a priori dan bukan hasil dari pengalaman).
    Hal ini merupakan penilaian yang sesungguhnya dan bersifat benar dan salah. Tergantung darimana ruang dan waktu yang ada dan mungkin ada.

    ReplyDelete