Oct 17, 2012

Transcendental Logic




By Marsigit

Immanuel Kant (1781)elaborated the idea of transcendental logic in the second part of “Transcendental Doctrine of The Elements” of the “Critique of Pure Reason”. In this part, there are four sub topic: Logic in General, Transcendental Logic, Division of General Logic into Analytic and Dialectic, and Division of Transcendental Logic into Transcendental Analytic and Dialectic (Kant, 1781, translated by Meiklejohn, J.M.D).

 Of the Logic In General, covers two fundamental sources of knowledge: sensibility, the capacity to receive representations, which is consists of The science of aesthetic and How objects are given to us; and understanding: the power of knowing an object through representations, which is consists of The science of Logic and How an object is thought. Kant claimed that only through their union can knowledge arise.

According to Kant, there are two types of logic: Logic in general: contains absolutely necessary rules of thought, that is the logic of elements; and logic of the special employment of the understanding: contains rules of correct thinking about certain kinds of objects, that is the logic of a particular science. General logic covers: pure, an abstracts from all empirical conditions, hence it deals with mere forms of thought; and applied: an understanding under subjective empirical conditions.

Kant characterized transcendental logic as not an abstract from the entire content of knowledge; it excludes only those modes of knowledge which have empirical content; it treats the origin of modes in which we know objects. Further, Kant claimed that not every kind of knowledge a priori should be called transcendental ; only that by which we know that certain representations can be employed or are possible a priori; and space is the knowledge that the representations are not empirical is. Kant noted that the distinction between transcendental and empirical belongs only to the critique of knowledge, not to the relation of that knowledge to its objects (Kant, 1781, translated by Meiklejohn, J.M.D).

30 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    Pembahasan Kant dalam Critique of Pure Reason utamanya berkenaan dengan konsep analisis transcendental. Bagian karya ini membahas konsep analisis transendental yang merupakan bagian terpenting dari Critique of Pure Reason. Meski demikian, tentu hal ini bukan merupakan satu – satunya konsep yang harus dibahas.
    Terdapat beberapa kesulitan dalam usaha mentranslasikan karya klasik Kant yang berlatar belakang kebudayaan Jerman abad ke–18. Di samping itu, beberapa gaya penulisan Kant juga terkesan sangat kaku dan sulit untuk dimengerti. Kant cenderung menyampaikan gagasannya secara eksak dan hati – hati. Hal – hal inilah yang umumnya menjadi kesulitan bagi pembaca pemula dalam memahami Critique of Pure Reason.
    Deduksi transendental merupakan metode yang menjadi karakteristik argumen – argumen Kant dalam Critique of Pure Reason. Kata ‘Transenden’ bagi Kant berarti sesuatu yang berada di luar jangkauan pengalaman. Sedangkan melalui konsep transendental, Kant hendak menyelidiki bagaimana cara kita mengetahui. Bagi Kant, kedua kata tersebut memiliki makna yang sedikit berbeda.
    Contoh penerapan metode deduksi transendental Kant adalah keharusan kesatuan diri sepanjang mengalami segala sesuatu. Artinya, hanya pada satu pengamat yang mengalami pengalaman berkesinambungan, maka pengamatan dapat dilakukan.
    Kant selanjutnya menyimpulkan bahwa dasar matematika sebenarnya intuisi murni, sedangkan deduksi transendental tentang konsep-konsep ruang dan waktu menjelaskan, pada saat yang sama, kemungkinan matematika murni.

    References:
    Herho, Sandy. H.S. (2016). Critique Of Pure Reason: Sebuah Pengantar. Bandung : Perkumpulan Studi Ilmu Kemasyarakatan ITB

    Sejarah Dan Filsafat Matematika Oleh Dr Marsigit, M. A

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Artikel Transcendental Logic ini menguraikan gagasan Kant mengenai logika transendental. Menurut Kant terdapat dua jenis logika yaitu logika secara umum dan logika kerja khusus pemahaman. Logika secara umum berisi aturan mutlak yang memerlukan pemikiran, yaitu logika elemen sedangkan logika kerja khusus pemahaman berisi aturan berpikir benar tentang beberapa jenis objek yang merupakan logika ilmu tertentu. Kant mencirikan logika transendental bukan sebagai bentuk abstrak dari seluruh isi pengetahuan dan membagi logika transendental ke analitik transendental dan dialektika. Kant menjelaskan bahwa transendental analitik memiliki dua aspek: logika yang berkaitan dengan unsur-unsur pengetahuan murni dihasilkan oleh pemahaman dan logika di mana tidak ada objek dapat dianggap. Dialektika berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang dihasilkan ketika metafisika melampaui pengalaman.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Buku karang Immanuel kants yang terkenal adalah "Critique of Pure Reason" dimana dalam buku itu juga memuat tentang logika transendental. Menurut Kant, ada dua jenis logika yakni logika pada umumnya yang mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan. Dan yang kedua logika kerja khusus kegunaannya adalah untuk memahami yang berisi peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu, seperti logika sains.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dari artikel di atas, Menurut Kant, ada dua jenis logika: Logika pada umumnya: mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan, yaitu logika elemen; Dan logika kerja khusus untuk memahami: berisi peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu, itulah logika sains tertentu. Logika umum mencakup: murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran belaka; Dan diterapkan: sebuah pemahaman di bawah kondisi empiris subjektif.

    Kant mencirikan logika transendental karena tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan; Itu tidak hanya mencakup mode pengetahuan yang memiliki kandungan empiris; Ini memperlakukan asal mode dimana kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental; Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat dipekerjakan atau mungkin bersifat apriori; Dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Immanuel Kant menggagas ide tentang logika baru yang dinamakan logika transcendental yang merupakan perkembangan dari logika metafisis. Logika transcendental adalah logika yang menyelidiki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman (Lanur, 1983).

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Kant mengklaim bahwa pemahaman murni adalah sumber dari semua prinsip, aturan dalam hal itu yang terjadi, dan prinsip-prinsip sesuai dengan segala sesuatu yang dapat disajikan kepada kita sebagai objek harus sesuai dengan aturan. Dengan demikian, Matematika terdiri dari sebuah prinsip murni apriori bahwa kita mungkin tidak menganggap pemahaman murni yang merupakan fakultas konsep. Kant mengklaim bahwa tidak setiap jenis pengetahuan apriori harus disebut transendental; hanya itu yang kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau yang mungkin apriori; dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasi tidak empiris. Kant2 mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya milik kritik pengetahuan, tidak pada hubungan pengetahuan untuk objek-objeknya .

    ReplyDelete
  7. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. menurut Kant transendental merupakan bentuk a priori dari arti dan pemahaman, dan pada akhirnya subjek sendiri sebagai titik paling dasariah dari kesatuan seluruh pengetahuan. Bagi Kant penyelidikan transendental bermuara pada kesimpulan bahwa hanya objek pengalaman yang dapat dipahami dengan bentuk-bentuk a priori, bagi Kant yang transendental dalam hal tertentu bertentangan dengan yang transenden. Namun kita seharusnya tidak mengabaikan fakta bahwa yang transendental masih ada hubungan dengan yang transenden: dengan menggunakan kategori-kategori, sekurang-kurangnya yang transenden dapat dipikirkan, walaupun yang transenden itu tidak dapat diketahui karena tidak adanya intuisi yang cocok untuk itu. Dan ide-ide transendental pada dasarnya berhubungan dengan yang tak bersyarat, yang metafisik. Dan meskipun yang metafisik tak dapat diketahui, tetapi toh benar bahwa yang metafisik diterima sebagai postulat rasio (akal budi) praktis

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut Kant, ada dua jenis logika yaitu logika pada umumnya yang mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan dan logika kerja khusus untuk memahami peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu. Logika umum mencakup murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran sedangkan penerapannya ada pada sebuah pemahaman di bawah kondisi empiris subjektif.

    ReplyDelete
  9. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kant menncirikan logika transendental bukanlah hal yang abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan. Hal tersebut tidak hanya mencakup jenis pengetahuan yang memiliki kandungan empiris, tetapi memperlakukan cara bagaimana awal atau asal kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental. Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat diperlakukan atau mungkin bersifat apriori. Dan ruang adalah pengetahuan yangmana representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya terhadap kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam buku Critique of Pure Reason diuraikan gagasan logika transendental. Buku ini adalah salah satu bukunya Immanuel Kant yang diciptakan pada tahun 1781. Kant mencirikan logika transendental karena tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan; Ini tidak hanya mencakup mode pengetahuan yang memiliki kandungan empiris; Ini memperlakukan asal mode dimana kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental; Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat dipekerjakan atau mungkin bersifat apriori; Dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  11. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kant mencirikan logika transendental yang tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan. Ini tidak hanya mencakup mode pengetahuan yang memiliki kandungan empiris. Ini memperlakukan asal mode dimana kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental. Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat dipekerjakan atau mungkin bersifat apriori dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Logika transedental merupakan bagian pemahaman terhadap sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa melihat acuan atau referensi pada pengalaman (pemahaman murni).
    Sehingga pemahaman yang didapat dapat dikatakan sebagai sesuatu yang spontanitas.
    Tidak melihat acuan atau pengalaman yang telah diperoleh.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan elegi di atas, Kant menyebut kemampuan untuk mengindrai disebut sensibilitas dan kemampuan untuk menghasilkan konsep disebut dengan pemahaman. Hubungan kedua kemampuan ini sangat erat. Tanpa sensebilitas objek tidak dapat masuk dalam subjek, dan tanpa akal objek tak dapat dipikirkan. Logika transendental memusatkan diri pada asas-asas a priori pikiran kita atas objek sejauh menentukan pemahaman kita, dan bukan asas-asas a priori yang lepas dari objek. Logika transendental inilah yang menurut Kant merupakan forma a priori dalam akal budi. Bagaimana unsur a priori dalam akal budi melakukan tugasnya? Kant mengatakan bahwa kegiatan intelek tampil dalam putusan. Intelek itu sendiri tidak lain adalah kemampuan untuk membuat putusan.

    ReplyDelete
  14. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Di bagian Transcendental Aesthetic section of the Critique,, Kant berpendapat bahwa sensibilitas adalah alat pemahaman untuk mengakses sebuah objek. Alasan penilaian sintetis a priori dimungkinkan dalam geometri, menurut Kant, adalah bahwa ruang adalah bentuk kepekaan apriori. Artinya, kita bisa mengetahui klaim geometri dengan kepastian apriori (yang kita lakukan) hanya jika mengalami benda dalam ruang yang diperlukan dari pengalaman kita. Kant juga berpendapat bahwa kita tidak dapat mengalami objek tanpa bisa mewakili mereka secara spasial. Tidak mungkin untuk memahami objek sebagai objek kecuali kita menggambarkan wilayah ruang yang ditempatinya. Tanpa representasi spasial, sensasi kita tidak berdiferensiasi dan kita tidak bisa menganggap properti pada objek tertentu. Gagasan tentang waktu itu sendiri tidak dapat dikumpulkan dari pengalaman karena suksesi dan simultanitas objek, fenomena yang akan menunjukkan berlalunya waktu, tidak mungkin untuk mewakili jika kita belum memiliki kemampuan untuk mewakili objek pada waktunya.



    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut Kant, ada dua jenis logika: Logika secara umum: berisi aturan mutlak diperlukan pemikiran, yaitu logika elemen; dan logika kerja khusus pemahaman: berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis tertentu benda, yaitu logika ilmu tertentu. Kant mengkarakterisasibahwa logika transendental tidak abstrak dari seluruh isi pengetahuan; itu tidak termasuk hanya mode pengetahuan yang memiliki konten empiris; memperlakukan mode awal di mana kita mengetahui suatu objek.

    ReplyDelete

  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Artikel ini mengemukakan bahwa kant mengatakan logika ada dua jenis, ada logika secara umu dan ada logika kerja khusus. Yang mana Logika pada umumnya: mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan, yaitu logika elemen; Dan logika kerja khusus untuk memahami: berisi peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu, itulah logika sains tertentu. Logika umum mencakup: murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran belaka; Dan diterapkan: sebuah pemahaman di bawah kondisi empiris subjektif.

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kant mencirikan logika transendental bukan sebagai abstrak dari seluruh isi pengetahuan. Kant membagi logika transendental ke analitik transendental dan dialektika.
    Kant menjelaskan bahwa transendental analitik memiliki dua aspek: logika yang berkaitan dengan unsur-unsur pengetahuan murni dihasilkan oleh pemahaman dan logika dimana tidak ada objek dapat dianggap.
    Dialektika berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang dihasilkan ketika metafisika melampaui pengalaman.

    ReplyDelete
  18. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Immanuel Kant (1781) mengemukakan empat gagasan mengenai logika transendental, yakni logika secara umum, transendental logic, divisi logic umum ke analitik dan dialektika. Logika sendiri mencakup dua sumber dasar pengetahuan yaitu: kepekaan, kemampuan untuk menerima representasi. Menurut Kant , ada dua jenis logika: logika secara umum yang berisi aturan mutlak diperlukan pemikiran, yaitu logika elemen, dan logika kerja khusus pemahaman: berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis benda tertentu, itu adalah logika ilmu tertentu. Logika umum meliputi murni, sebuah abstrak dari semua kondisi empiris. Dalam logika umum murni, ada dua aturan, yaitu sebagai logika umum dan sebagai logika murni. Secara keseluruhan, konsepsi logis merupakan kunci untuk transendental dan pengalaman memberikan petunjuk mengenai konsepsi alasan matematika.

    ReplyDelete
  19. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut Kant dalam elegi ini, tentang logika transenden.Logika yang menyelidiki pembatasan pengalaman. Kant menyatakan bahwa tidak setiap jenis pengetahuan a priori harus disebut transendental, hanya itu yang kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau yang mungkin a priori, dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasi tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya milik kritik pengetahuan, bukan untuk hubungan pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  20. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menurut Kant, ada dua jenis logika: Logika pada umumnya yakni mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan, yaitu logika elemen, kemudian logika kerja khusus untuk memahami yang berisi peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu, itulah logika sains tertentu. Logika umum mencakup, murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran belaka.

    ReplyDelete
  21. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut Kant, Secara umum logika mengandung dua unsur yaitu unsur yang pertama ialah sensibiltas atau kemampuan untuk menerima representasi yang terdiri atas ilmu estetika dan objek diberikan sedangkan unsur yang kedua ialah pemahaman yaitu kekuatan untuk mengetahui suatu objek representasi yang terdiri dari ilmu logika dan bagaimana objek dipikirkan. Logika transendental tidak mencakup keseluruhan dari isi pengetahuan atau empiris tetapi untuk memperlakukan objek. Pengetahuan dibedakan menjadi dua yaitu pengetahuan apriori dan pengetahuan a postteriori yang menurut Kant tidak semua pengetahuan apriori itu transedental.

    ReplyDelete
  22. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Menurut Kant, ada empat gagasan mengenai logika transendental, yakni logika secara umum, transendental logic, divisi logic umum ke analitik dan dialektika. Logika secara umum adalah kepekaan untuk menerima representasi dari ilmu pengetahuan. Kepekaan di sini maksudnya adalah siswa dapat memahami dan menanggapi mengenai suatu hal yang dipelajarinya.
    Logika umum murni dua aturan, yaitu: pertama, sebagai logika umum, membuat abstraksi dari semua konten dari kognisi pemahaman dan perbedaan objek. Ini ada hubungannya dengan apa-apa tapi sekedar bentuk pemikiran. Kedua, sebagai logika murni, tidak memiliki prinsip-prinsip empiris dan akibatnya menarik apa-apa dari psikologi yang karena itu tidak memiliki pengaruh pada kanon pemahaman.

    ReplyDelete
  23. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Emanuel Kant me-nemukan Logika Transendental yaitu logika yang menyelediki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman. Batas pengalaman manusia adalah hal yang bisa dipikirkan oleh manusia. Ketika di luar batas pikiran manusia disebutlah sebagai Noumena. Noumena yang menurut Kant merupakan entitas-entitas yang menyebabkan adanaya fenoumena-fenoumena.

    ReplyDelete
  24. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Immanuel Kant mendefinisikan trancendental logic, sebagai subdivisi logika umum, dan membedakannya dari logika umum sejauh trancendental logic tidak abstrak dari semua isi pengetahuan, namun mengambil dari estetika transendental bentuk intuisi murni. Dimensi Ruang dan waktu menjadi pertimbangan, sehingga ada abstrak dari isi empiris, serta masih memperhitungkan intuisi murni.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kant mendefinisikan logika transendental, di sisi lain, sebagai subdivisi logika umum, dan membedakannya dari logika umum sejauh logika transendental tidak abstrak dari semua isi pengetahuan, namun mengambil dari estetika transendental bentuk intuisi murni Ruang dan waktu menjadi pertimbangan, sehingga abstrak dari isi empiris, sementara masih memperhitungkan intuisi murni.

    ReplyDelete
  26. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Transcendental Logic:
    First Division: Transcendental Analytic
    The Transcendental Analytic is divided into an Analytic of Concepts and an Analytic of Principles, as well as a third section concerned with the distinction between phenomena and noumena.Kant generalizes the implications of the Analytic in regard to transcendent objects preparing the way for the explanation in the Transcendental Dialectic about thoughts of transcendent objects, Kant's detailed theory of the content and origin of our thoughts about specific transcendent objects. The main sections of the Analytic of Concepts are The Metaphysical Deduction and The Transcendental Deduction of the Categories. The main sections of the Analytic of Principles are the Schematism, Axioms of Intuition, Anticipations of Perception, Analogies of Experience, Postulates and follow the same recurring tabular form:
    1. Quantity
    2. Quality
    3. Relation
    4. Modality

    Second Division: Transcendental Dialectic
    Following the systematic treatment of a priori knowledge given in the transcendental analytic, the transcendental dialectic seeks to dissect dialectical illusions. Its task is effectively to expose the fraudulence of the non-empirical employment of the understanding. The Transcendental Dialectic shows how pure reason should not be used. According to Kant, the rational faculty is plagued with dialectic illusions as man attempts to know what can never be known.

    ReplyDelete
  27. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Kant memunculkan konsep logika transendental, karena ajaran logikanya membicarakan bentuk-bentuk pikiran pada umumnya. Logika transendental ini terdiri dari berbagai aspek, yaitu: Aspek kuantitas terdiri dari unsur kesatuan, kejamakan, dan keutuhan. Aspek kualitas terdiri dari realitas, negasi, dan limitasi. Aspek relasi terdiri dari substansi-aksidensi, sebab-akibat, dan interaksi timbal balik. Aspek yang terakhir adalah modalitas yang terdiri dari mungkin-tidak mungkin, ada-tiada, dan keperluan-kebetulan.

    ReplyDelete
  28. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam elegi ini, digambarkan mengenai gagasan Kant tentang logika transendental. Menurut Kant terdapat dua jenis logika yaitu logika secara umum dan logika kerja khusus pemahaman. Logika yan berpatam berkaitan dengan sensibiltas atau kemampuan untuk menerima representasi yang terdiri atas ilmu estetika dan objek diberikan. Logika memang membutuhkan sensibilitas atau kepekaan sehingga pemikirannya terus berjalan. Unsur yang kedua ialah pemahaman yaitu kekuatan untuk mengetahui suatu objek representasi yang terdiri dari ilmu logika dan bagaimana objek dipikirkan. Ini menjadi unsur yang sangat penting dalam berlogika. Tanpa pemahaman, kita tidak akan bisa menggapai logic.

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Artikel di atas menjelaskan bahwa gagasan logika transendetal yang dielaborasi Kant terdiri atas beberapa bagian. Pertama, logika umum yang bersumber dari sensibilitas dan kapasitas untuk menerima representasi. Logika ini terdiri atas logika elemen (aturan mutlak yang diperlukan manusia) dan logika khusus untuk pemahaman (berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis benda tertentu). Kedua, logika transendental, yang berkarakteristik konten pengetahuan yang tidak abstrak dan pengetahuan yang tidak memiliki konten empiris.

    ReplyDelete
  30. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Logika transendental adalah dogma logika yang dibawakan oleh Kant. Inti dari filosofi Kant menunjukkan bagaimana dan mengapa ada hubungan yang diperlukan antara dua batang pengetahuan, kepekaan dan pemahaman: melalui bentuk intuisi, kategori, dan skematisme (menarik untuk pertanyaan: peran imajinasi spontan) . Pada dasarnya, kita mungkin salah dalam persepsi, tapi kita tidak memilih apa yang harus dirasakan.

    ReplyDelete