Oct 17, 2012

Transcendental Logic




By Marsigit

Immanuel Kant (1781)elaborated the idea of transcendental logic in the second part of “Transcendental Doctrine of The Elements” of the “Critique of Pure Reason”. In this part, there are four sub topic: Logic in General, Transcendental Logic, Division of General Logic into Analytic and Dialectic, and Division of Transcendental Logic into Transcendental Analytic and Dialectic (Kant, 1781, translated by Meiklejohn, J.M.D).

 Of the Logic In General, covers two fundamental sources of knowledge: sensibility, the capacity to receive representations, which is consists of The science of aesthetic and How objects are given to us; and understanding: the power of knowing an object through representations, which is consists of The science of Logic and How an object is thought. Kant claimed that only through their union can knowledge arise.

According to Kant, there are two types of logic: Logic in general: contains absolutely necessary rules of thought, that is the logic of elements; and logic of the special employment of the understanding: contains rules of correct thinking about certain kinds of objects, that is the logic of a particular science. General logic covers: pure, an abstracts from all empirical conditions, hence it deals with mere forms of thought; and applied: an understanding under subjective empirical conditions.

Kant characterized transcendental logic as not an abstract from the entire content of knowledge; it excludes only those modes of knowledge which have empirical content; it treats the origin of modes in which we know objects. Further, Kant claimed that not every kind of knowledge a priori should be called transcendental ; only that by which we know that certain representations can be employed or are possible a priori; and space is the knowledge that the representations are not empirical is. Kant noted that the distinction between transcendental and empirical belongs only to the critique of knowledge, not to the relation of that knowledge to its objects (Kant, 1781, translated by Meiklejohn, J.M.D).

41 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut Kant, ada dua jenis logika yaitu logika pada umumnya yang mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan dan logika kerja khusus untuk memahami peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu. Logika umum mencakup murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran sedangkan penerapannya ada pada sebuah pemahaman di bawah kondisi empiris subjektif.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Kant menncirikan logika transendental bukanlah hal yang abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan. Hal tersebut tidak hanya mencakup jenis pengetahuan yang memiliki kandungan empiris, tetapi memperlakukan cara bagaimana awal atau asal kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental. Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat diperlakukan atau mungkin bersifat apriori. Dan ruang adalah pengetahuan yangmana representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya terhadap kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam buku Critique of Pure Reason diuraikan gagasan logika transendental. Buku ini adalah salah satu bukunya Immanuel Kant yang diciptakan pada tahun 1781. Kant mencirikan logika transendental karena tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan; Ini tidak hanya mencakup mode pengetahuan yang memiliki kandungan empiris; Ini memperlakukan asal mode dimana kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental; Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat dipekerjakan atau mungkin bersifat apriori; Dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kant mencirikan logika transendental yang tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan. Ini tidak hanya mencakup mode pengetahuan yang memiliki kandungan empiris. Ini memperlakukan asal mode dimana kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental. Hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat dipekerjakan atau mungkin bersifat apriori dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Logika transedental merupakan bagian pemahaman terhadap sesuatu yang terjadi begitu saja tanpa melihat acuan atau referensi pada pengalaman (pemahaman murni).
    Sehingga pemahaman yang didapat dapat dikatakan sebagai sesuatu yang spontanitas.
    Tidak melihat acuan atau pengalaman yang telah diperoleh.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan elegi di atas, Kant menyebut kemampuan untuk mengindrai disebut sensibilitas dan kemampuan untuk menghasilkan konsep disebut dengan pemahaman. Hubungan kedua kemampuan ini sangat erat. Tanpa sensebilitas objek tidak dapat masuk dalam subjek, dan tanpa akal objek tak dapat dipikirkan. Logika transendental memusatkan diri pada asas-asas a priori pikiran kita atas objek sejauh menentukan pemahaman kita, dan bukan asas-asas a priori yang lepas dari objek. Logika transendental inilah yang menurut Kant merupakan forma a priori dalam akal budi. Bagaimana unsur a priori dalam akal budi melakukan tugasnya? Kant mengatakan bahwa kegiatan intelek tampil dalam putusan. Intelek itu sendiri tidak lain adalah kemampuan untuk membuat putusan.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Di bagian Transcendental Aesthetic section of the Critique,, Kant berpendapat bahwa sensibilitas adalah alat pemahaman untuk mengakses sebuah objek. Alasan penilaian sintetis a priori dimungkinkan dalam geometri, menurut Kant, adalah bahwa ruang adalah bentuk kepekaan apriori. Artinya, kita bisa mengetahui klaim geometri dengan kepastian apriori (yang kita lakukan) hanya jika mengalami benda dalam ruang yang diperlukan dari pengalaman kita. Kant juga berpendapat bahwa kita tidak dapat mengalami objek tanpa bisa mewakili mereka secara spasial. Tidak mungkin untuk memahami objek sebagai objek kecuali kita menggambarkan wilayah ruang yang ditempatinya. Tanpa representasi spasial, sensasi kita tidak berdiferensiasi dan kita tidak bisa menganggap properti pada objek tertentu. Gagasan tentang waktu itu sendiri tidak dapat dikumpulkan dari pengalaman karena suksesi dan simultanitas objek, fenomena yang akan menunjukkan berlalunya waktu, tidak mungkin untuk mewakili jika kita belum memiliki kemampuan untuk mewakili objek pada waktunya.



    ReplyDelete
  8. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut Kant, ada dua jenis logika: Logika secara umum: berisi aturan mutlak diperlukan pemikiran, yaitu logika elemen; dan logika kerja khusus pemahaman: berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis tertentu benda, yaitu logika ilmu tertentu. Kant mengkarakterisasibahwa logika transendental tidak abstrak dari seluruh isi pengetahuan; itu tidak termasuk hanya mode pengetahuan yang memiliki konten empiris; memperlakukan mode awal di mana kita mengetahui suatu objek.

    ReplyDelete

  9. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Artikel ini mengemukakan bahwa kant mengatakan logika ada dua jenis, ada logika secara umu dan ada logika kerja khusus. Yang mana Logika pada umumnya: mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan, yaitu logika elemen; Dan logika kerja khusus untuk memahami: berisi peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu, itulah logika sains tertentu. Logika umum mencakup: murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran belaka; Dan diterapkan: sebuah pemahaman di bawah kondisi empiris subjektif.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Kant mencirikan logika transendental bukan sebagai abstrak dari seluruh isi pengetahuan. Kant membagi logika transendental ke analitik transendental dan dialektika.
    Kant menjelaskan bahwa transendental analitik memiliki dua aspek: logika yang berkaitan dengan unsur-unsur pengetahuan murni dihasilkan oleh pemahaman dan logika dimana tidak ada objek dapat dianggap.
    Dialektika berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang dihasilkan ketika metafisika melampaui pengalaman.

    ReplyDelete
  11. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Immanuel Kant (1781) mengemukakan empat gagasan mengenai logika transendental, yakni logika secara umum, transendental logic, divisi logic umum ke analitik dan dialektika. Logika sendiri mencakup dua sumber dasar pengetahuan yaitu: kepekaan, kemampuan untuk menerima representasi. Menurut Kant , ada dua jenis logika: logika secara umum yang berisi aturan mutlak diperlukan pemikiran, yaitu logika elemen, dan logika kerja khusus pemahaman: berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis benda tertentu, itu adalah logika ilmu tertentu. Logika umum meliputi murni, sebuah abstrak dari semua kondisi empiris. Dalam logika umum murni, ada dua aturan, yaitu sebagai logika umum dan sebagai logika murni. Secara keseluruhan, konsepsi logis merupakan kunci untuk transendental dan pengalaman memberikan petunjuk mengenai konsepsi alasan matematika.

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut Kant dalam elegi ini, tentang logika transenden.Logika yang menyelidiki pembatasan pengalaman. Kant menyatakan bahwa tidak setiap jenis pengetahuan a priori harus disebut transendental, hanya itu yang kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau yang mungkin a priori, dan ruang adalah pengetahuan bahwa representasi tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya milik kritik pengetahuan, bukan untuk hubungan pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  13. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menurut Kant, ada dua jenis logika: Logika pada umumnya yakni mengandung aturan pemikiran yang benar-benar diperlukan, yaitu logika elemen, kemudian logika kerja khusus untuk memahami yang berisi peraturan tentang pemikiran yang benar tentang jenis objek tertentu, itulah logika sains tertentu. Logika umum mencakup, murni, abstrak dari semua kondisi empiris, karena itu hanya menyangkut bentuk pemikiran belaka.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Menurut Kant, Secara umum logika mengandung dua unsur yaitu unsur yang pertama ialah sensibiltas atau kemampuan untuk menerima representasi yang terdiri atas ilmu estetika dan objek diberikan sedangkan unsur yang kedua ialah pemahaman yaitu kekuatan untuk mengetahui suatu objek representasi yang terdiri dari ilmu logika dan bagaimana objek dipikirkan. Logika transendental tidak mencakup keseluruhan dari isi pengetahuan atau empiris tetapi untuk memperlakukan objek. Pengetahuan dibedakan menjadi dua yaitu pengetahuan apriori dan pengetahuan a postteriori yang menurut Kant tidak semua pengetahuan apriori itu transedental.

    ReplyDelete
  15. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Menurut Kant, ada empat gagasan mengenai logika transendental, yakni logika secara umum, transendental logic, divisi logic umum ke analitik dan dialektika. Logika secara umum adalah kepekaan untuk menerima representasi dari ilmu pengetahuan. Kepekaan di sini maksudnya adalah siswa dapat memahami dan menanggapi mengenai suatu hal yang dipelajarinya.
    Logika umum murni dua aturan, yaitu: pertama, sebagai logika umum, membuat abstraksi dari semua konten dari kognisi pemahaman dan perbedaan objek. Ini ada hubungannya dengan apa-apa tapi sekedar bentuk pemikiran. Kedua, sebagai logika murni, tidak memiliki prinsip-prinsip empiris dan akibatnya menarik apa-apa dari psikologi yang karena itu tidak memiliki pengaruh pada kanon pemahaman.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Emanuel Kant me-nemukan Logika Transendental yaitu logika yang menyelediki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman. Batas pengalaman manusia adalah hal yang bisa dipikirkan oleh manusia. Ketika di luar batas pikiran manusia disebutlah sebagai Noumena. Noumena yang menurut Kant merupakan entitas-entitas yang menyebabkan adanaya fenoumena-fenoumena.

    ReplyDelete
  17. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Immanuel Kant mendefinisikan trancendental logic, sebagai subdivisi logika umum, dan membedakannya dari logika umum sejauh trancendental logic tidak abstrak dari semua isi pengetahuan, namun mengambil dari estetika transendental bentuk intuisi murni. Dimensi Ruang dan waktu menjadi pertimbangan, sehingga ada abstrak dari isi empiris, serta masih memperhitungkan intuisi murni.

    ReplyDelete
  18. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kant mendefinisikan logika transendental, di sisi lain, sebagai subdivisi logika umum, dan membedakannya dari logika umum sejauh logika transendental tidak abstrak dari semua isi pengetahuan, namun mengambil dari estetika transendental bentuk intuisi murni Ruang dan waktu menjadi pertimbangan, sehingga abstrak dari isi empiris, sementara masih memperhitungkan intuisi murni.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Transcendental Logic:
    First Division: Transcendental Analytic
    The Transcendental Analytic is divided into an Analytic of Concepts and an Analytic of Principles, as well as a third section concerned with the distinction between phenomena and noumena.Kant generalizes the implications of the Analytic in regard to transcendent objects preparing the way for the explanation in the Transcendental Dialectic about thoughts of transcendent objects, Kant's detailed theory of the content and origin of our thoughts about specific transcendent objects. The main sections of the Analytic of Concepts are The Metaphysical Deduction and The Transcendental Deduction of the Categories. The main sections of the Analytic of Principles are the Schematism, Axioms of Intuition, Anticipations of Perception, Analogies of Experience, Postulates and follow the same recurring tabular form:
    1. Quantity
    2. Quality
    3. Relation
    4. Modality

    Second Division: Transcendental Dialectic
    Following the systematic treatment of a priori knowledge given in the transcendental analytic, the transcendental dialectic seeks to dissect dialectical illusions. Its task is effectively to expose the fraudulence of the non-empirical employment of the understanding. The Transcendental Dialectic shows how pure reason should not be used. According to Kant, the rational faculty is plagued with dialectic illusions as man attempts to know what can never be known.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Artikel di atas menjelaskan bahwa gagasan logika transendetal yang dielaborasi Kant terdiri atas beberapa bagian. Pertama, logika umum yang bersumber dari sensibilitas dan kapasitas untuk menerima representasi. Logika ini terdiri atas logika elemen (aturan mutlak yang diperlukan manusia) dan logika khusus untuk pemahaman (berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis benda tertentu). Kedua, logika transendental, yang berkarakteristik konten pengetahuan yang tidak abstrak dan pengetahuan yang tidak memiliki konten empiris.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Logika transendental adalah dogma logika yang dibawakan oleh Kant. Inti dari filosofi Kant menunjukkan bagaimana dan mengapa ada hubungan yang diperlukan antara dua batang pengetahuan, kepekaan dan pemahaman: melalui bentuk intuisi, kategori, dan skematisme (menarik untuk pertanyaan: peran imajinasi spontan) . Pada dasarnya, kita mungkin salah dalam persepsi, tapi kita tidak memilih apa yang harus dirasakan.

    ReplyDelete
  22. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    I learnt in the class of sir Marsigit about Immanuel Kant's book "Critique of Pure Reason" that Kant choose to be the mediator between two great philosopher, because of the difference on their point of view about how to get the knowledge by logic or by experiences.Kant's opinion is that the right knowledge is a priori synthetic

    ReplyDelete
  23. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Yang menjadi pembahasan hangat dalam postingan ini bagaimana Khant mencoba menguraikan logika transendental melalui teorinya.Peran logika dalam ranah filsafat dan matematika tidak dapat dielakkan lagi.Dan mengenai logika transendental Khant mungkin menyandingkannya dengan pemahaman murni dimana mengungkapkan sesuatu sacara mengglobal dari yang ada.Hal tersebut merujuk pada intuisi yang mendahulukan pengalaman.

    ReplyDelete
  24. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Logika Transendental merupakan logika yang diuraikan oleh Immanuel Kant yang terdpat dalam bukunya yang berjudul “Critique of Pure Reason”. Secara garis besar logika transendental diuraikan dalam postingan ini. Namun, untuk dapat uraian yang lebih jelesa teman-teman dan saya bisa membaca buku yang ditulis oleh Immanuel Kant tersebut. Dari kuliah yang lalu, Immanuel Kant terkenal sebagai penengah dari dua filsuf besar mengenai terbentuknya pengetahuan. Immanuel Kant menyatakan bahwa pengetahuan itu terbentuk tidak hanya berdasarkan a priori atau a posteori saja, melainkan terbentuk dari keduanya yaitu a posteori dan a priori secara bersamaan.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari artikel ini kami mengetahui bahawa Logika Transendental adalah suatu teori yang dikemukakan oleh Immanuel Kant. Logika Transendental ini adalah suatu logika atau pemikiran yang memikirkan dan menyelidiki segala bentuk-bentuk pemikiran dan rasio untuk mengetahui dan mengatasi batas-batas pengalaman. Batas dari pengalaman manusia adalah yang hanya mampu dipikirkan oleh manusia. Ketika terdapat sesuatu yang di luar batas kemampuan pemikiran manusia maka hal itu disebut sebagai noumena.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Logika transendental adalah logika yang menyelidiki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman. Kant membagi logika transendental ke dalam analitik transendental dan dialektika. Menurutnya, analitik transendental memiliki dua aspek, yaitu logika yang berkaitan dengan unsur-unsur pengetahuan murni yang dihasilkan oleh pemahaman dan logika yang tidak ada objek yang dapat dianggap. Dialektika berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang dihasilkan ketika metafisika melampaui pengalaman. Menurut Kant, dalam logika umum murni terdapat dua aturan, yaitu sebagai logika umum dan sebagai logika murni. Dalam logika transendental kita mengisolasi pemahaman dan memilih kognisi yang hanya bagian dari pemikiran yang berawal pada pemahaman saja. Secara keseluruhan, konsep pemahaman merupakan konsepsi logis yang akan menjadi kunci untuk transendental. Sementara fungsi dari pengalaman yang akan memberikan petunjuk untuk konsepsi alasan matematika.

    ReplyDelete
  27. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Logika transesndental adalah salah satu logika yang dikemukakan oleh Imannuel Kant. Menurut Kant, ada dua jenis logika dalam kehidupan yaitu logika pada umumnya dan logika kerja khusus untuk memahami.Logika pada umumnya akan membentuk logika elemen, sedangkan logika kerja khusus nantinya akan membentuk logika sains. Logika itu sendiri adalah sesuatu aturan pemikiran yang kita pikirkan dengan benar. Pemikiran yang menggunakan logika biasanya merupakan pemikiran yang tepat guna, dan sesuai dengan yang seharusnya. Maka dari itu logika sangat penting, dan gunakanlah logikamu

    ReplyDelete
  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Kemunculan suatu objek atau benda memerlukan yang namanya logika.Khant memetakkan Logika ke dalam dua bentuk yaitu logika dalam bentuk umum sebagaimana mestinya yang yang dianut oleh ilmu murni dan logika tarsedental yang berusaha mengungkapkan sesuatu yang tidak abstrak dan menggali lebih dalam apa yang sebenarnya yang ada di luar atau di sebalik objek. Menurut Khant bahwa hanya dengan menyatunya antara logika umum dan logika transendental pengetahuan dapat terbentuk.

    ReplyDelete
  29. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini mengurai gagasan Kant tentang logika transendental. Terdapat dua jenis logika yaitu logika secara umum dan logika kerja khusus pemahaman. Logika memerlukan sensibilitas atau kepekaan sehingga cepat tanggap atau kritis akan suatu fenomena. Unsur yang kedua ialah pemahaman yaitu kekuatan untuk mengetahui suatu objek representasi yang terdiri dari ilmu logika dan bagaimana objek dipikirkan. Ini menjadi unsur yang sangat penting dalam berlogika. Tanpa adanya pemahaman, maka kita tidak akan menggapai logic.

    ReplyDelete
  30. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. menurut Kant transendental merupakan bentuk a priori dari arti dan pemahaman, dan pada akhirnya subjek sendiri sebagai titik paling dasariah dari kesatuan seluruh pengetahuan. Bagi Kant penyelidikan transendental bermuara pada kesimpulan bahwa hanya objek pengalaman yang dapat dipahami dengan bentuk-bentuk a priori, bagi Kant yang transendental dalam hal tertentu bertentangan dengan yang transenden. Namun kita seharusnya tidak mengabaikan fakta bahwa yang transendental masih ada hubungan dengan yang transenden: dengan menggunakan kategori-kategori, sekurang-kurangnya yang transenden dapat dipikirkan, walaupun yang transenden itu tidak dapat diketahui karena tidak adanya intuisi yang cocok untuk itu. Dan ide-ide transendental pada dasarnya berhubungan dengan yang tak bersyarat, yang metafisik. Dan meskipun yang metafisik tak dapat diketahui, tetapi toh benar bahwa yang metafisik diterima sebagai postulat rasio (akal budi) praktis.

    ReplyDelete
  31. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Contoh transenden dalam matematika misalnya kita bisa mengetahui sifat-sifat pi, menyelesaikan persamaan yang melibatkan pi, tapi kita tidak akan pernah bisa mengetahui nilai pi secara keseluruhan. Demikian pula dengan wujud transenden (tuhan). kita bisa mengenalinya secara parsial saja. kita tahu bahwa tuhan itu maha mengetahui, maha melihat, maha mendengar, namun kita tidak akan pernah tahu bagaimana cara Dia mengetahui, cara Dia melihat, cara Dia mendengar.

    ReplyDelete
  32. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Transenden dalam matematika sangat jelas nampak nyata. Misalnya kita tidak bisa mengetahui secara pasti berapa banyak bilangan di antara 0 dengan 1, tetapi kita mempercayai bahwa itu ada dan sangat banyak jumlahnya, tidak kita ketahui secara pasti berapa jumlahnya tapi kita percaya bahwa itu ada dan kita bisa menyebutkan contohnya bilangan-bilangan yang dimaksud.

    ReplyDelete
  33. Junianto
    PM C
    17709251065

    Logika secara umum dibagi menjadi dua sumber pengetahuan dasar yaitu sensibilitas dan pemahaman. Sensibilitas merupakan kemampuan untuk menerima representasi yang terdiri dari ilmu estetika dan bagaimana objek diberikan kepada kita. Kemudian pemahaman merupakan kekuatan/ kemampuan untuk memahami suatu benda melalui representasi. Pemaham ini terdiri dari ilmu logikan dan bagaimana sebuh benda dipikirkan. Kant mengklaim bahwa hanya melalui persatuan mereka dapat timbul pengetahuan.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kant memberikan penjelasan terkait ciri khas logika transendental, yaitu tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan. Kriteria ini tidak hanya mencakup pada pengetahuan yang memiliki kandungan empiris, akan tetapi juga terkait tentang tindak lanjut kita pada pengetahuan yang telah dimiliki. Kant menambahkan bahwa tidak semua hal yang bersifat a priori masuk ke dalam logika transendental. Hal ini dibedakan atas dasar kritik pengetahuan, bukan pada pola hubungan suatu pengetahuan dengan objeknya.

    ReplyDelete
  35. Latifah Fitriasari
    PM C

    Kata logika menurut istilahnya berarti suatu metode atau teknik yang diciptakan untuk meneliti ketepatan penalaran. Maka untuk memahami apakah logika itu haruslah mempunyai pengertian yang jelas tentang penalaran, penalaran adalah suatu bentuk pemikirann yang meliputi tiga unsur, yaitu konsep pernyataan dan penalaran. Kant menemukan logika transendental yaitu logika yang menyelediki bentuk-bentuk pemikiran yang mengatasi batas pengalaman.

    ReplyDelete
  36. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    According to Kant there are two types of logic namely logic in general that contains absolute rules and special work logic understanding that contains the correct rules of thinking about a particular type of object. Logic that investigates experience restrictions. Kant states that not every type of a priori knowledge should be called transcendental, only that we know that a particular representation may be used or that may be a priori, and space is the knowledge that representation is not empirical. Kant notes that the difference between transcendental and empirical belongs only to criticism of knowledge, not to the relationship of that knowledge.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Artikel di atas menjelaskan bahwa gagasan logika transendetal yang dielaborasi Kant terdiri atas beberapa bagian. Pertama, logika umum yang bersumber dari sensibilitas dan kapasitas untuk menerima representasi. Logika ini terdiri atas logika elemen (aturan mutlak yang diperlukan manusia) dan logika khusus untuk pemahaman (berisi aturan berpikir yang benar tentang jenis benda tertentu). Kedua, logika transendental, yang berkarakteristik konten pengetahuan yang tidak abstrak dan pengetahuan yang tidak memiliki konten empiris.

    ReplyDelete
  38. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya Prof. Menurut Kant, Logika transendental terbagi menjadi analitik transendental dan dialektik transendental. Logika transendental tidak terlalu abstrak dari konten pengetahuannya secara keseluruhan; logika ini hanya tidak mencakup pengetahuan yang memiliki konten empiris.

    ReplyDelete
  39. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menurut Kant, logika secara umum mencakup dua sumber dasar pengetahuan yaitu kapasitas untuk menerima representasi dan pemahaman atau kekuatan mengetahui obyek melalui representasi. Logika secara umum berisi aturan mutlak yang diperlukan pikiran meliputi yang murni dan bersifat abstrak dari semua kondisi empiris.

    ReplyDelete
  40. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Artikel diatas merupakan pemikiran Kant yang dituangkannya di dalam bukanya “Critique of Pure Reason” tentang logika transendental. Kant mencirikan bahwa logika transendental tidak abstrak dari keseluruhan isi pengetahuan. Logika transendental tidak hanya mencakup mode pengetahuan yang memiliki kandungan empiris namun memperlakukan asal kita mengetahui objek. Selanjutnya, Kant mengklaim bahwa tidak semua jenis pengetahuan a priori disebut transendental, hanya dengan itu kita tahu bahwa representasi tertentu dapat digunakan atau mungkin bersifat apriori. Menurut Kant ruang adalah pengetahuan bahwa representasinya tidak empiris. Kant mencatat bahwa perbedaan antara transendental dan empiris hanya berdasarkan kritik pengetahuan, bukan pada hubungan pengetahuan itu dengan objeknya.

    ReplyDelete
  41. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Transcendental logic, based on my understanding, is related to logic that is perceiving the limit of experiences, human experiences. It consists of those which can be reached by human abilities and those which can't reached out by human abilities (as we only can assume). Those which can be reached are the product of our own thought, which we chose to hear, see and feel the presences. Although experiences really existed, it depends on the mind of the individual. Thus, experiences don't always right if experiences considered without further learning process. My perception might be wrong, but I think transcendental logic talks about the limit of human experiences, that we should process those through and through in our minds to get the real perception of the world.

    ReplyDelete