Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 16: Sintesis Hati dan Pikiran




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan Hati dan Pikiran anda untuk membangun Dunia Pikiran yang berlandaskan Hati. Dapat menggunakan referensi.

Tulislah sisntesis anda sebagai komen pada posting ini.

Demikian, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

25 comments:

  1. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas adalah modal utama dalam membangun peradaban dunia yang maju dan ramah. Pikiran yang kritis mengacu pada pembangunan dunia itu secara material, sedangkan hati yang ikhlas mengacu pada membangun peradaban dunia secara spiritual. Peradaban dunia harus dibangun berdasarkan pikiran dan hati secara seimbang, tanpa keseimbangan maka akan mengarahkan peradaban kearah kehancuran. Pikiran tanpa adanya hati akan mengakibatkan peradaban yang dibangun hancur karena akan timbulnya kejahatan, korupsi dan semua yang hanya bisa di bendung oleh hati. Begitu juga jika hanya mengandalkan hati tanpa pikiran hanya akan memundurkan peradaban, dan bukan tidak mungkin bahwa akan terjadi kesesatan, dikarenakan agama juga memerlukan pikiran.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hati dan pikiran yang jernih akan berjalan beriiringan dan berdampingan dengan harmonis. Karena sesungguhnya hati dan pikiran diciptakan untuk berjalan bersama. Tetapi terkadang, kita tidak yakin dengan apa yang kita rasakan dan hanya mementingkan apa yang kita pikirkan. Untuk itu, letakkan hati dan pikiran kita dengan alas yang sama yaitu spiritual. Selalu mengingat Allah ketika mengambil keputusan. Sekalipun pikiran kacau, tetap jaga hati untuk selalu jernih. Itu pesan yang sering sekali saya dengar dari prof Marsigit.

    ReplyDelete
  3. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Hati dan pikiran itu saling terkait dan saling mempengaruhi. Letak kendali dari seorang manusia adalah dalam hati. Ketika kondisi hati kacau, maka segala pekerjaan apapaun yang dilakukan akan terasa tidak beres dan akan terasa berat. Namun, bila kita melakukan sesuatu dalam kondisi hati yang tenang dan stabil, akan membuahkan hasil yang terbaik pula. Orang yang bijaksana adalah orang yang dapat mengatur hati dan pikiran mereka untuk mendapatkan langkah yang terbaik bahkan mendapatkan keputusan yang terbaik. Ketika hati sedang kacau saat mengambil keputusan, maka tidak akan bisa memikirkan secara mendalam, terkadang malah mengakibatkan masalah menjadi semakin besar. Oleh karena itu dalam melakukan suatu hal atau saat mengambil keputusan sebaiknya dalam kondisi pikiran dan hati yang jernih dan tenang agar selalu diridhoi oleh Allah sehingga nantinya akan mendapat hasil yang terbaik.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia berbeda dengan makhluk hidup lain. Yang membedakan dengan makhluk hidup lain adalah setiap manusia dikaruniai hati dan pikiran. Manusia memiliki pikiran untuk berfikir kritis, agar terbebas dari mitos- mitos. Dan manusia dikaruniai hati untuk bernurani. Untuk membantu pikiran yang kritis agar tidak keluar dari jalan kita sebagai manusia. Pikiran yang cerdas tanpa hati yang bersih hanya akan menjadi bumerang bagi diri kita. Maka kita harus senantiasa memiliki pikiran yang kritis dan hati yang bersih agar terbebas dari stigma-stigma buruk dan mitos yang ada di dunia ini. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari perbuatan yang buruk. Amin.

    ReplyDelete
  5. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hati dan pikiran dalam hidup ini haruslah seimbang dan beriringan. Walaupun kadang hati dan pikiran tidaklah sejalan, tetapi teruslah berusaha untuk bergerak sesuai alur kehidupan. Seimbangkan hati dan pikiran. Terkadang hati lah yang memberi kita pencerahan dalam melangkah. Namun, terkadang akal sehat lah yang menuntun langkah kita.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pikiran yang kritis dan hati yang bersih adalah dua hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Keduanya tidak bisa terpisah satu sama lain. Pikiran yang kritis tanpa hati yang bersih, hanya akan merugikan orang lain, membuat kerusakan, menggunakan kepandaianya untuk berbuat jahat pada orang lain. Sebaliknya hati yang bersih namun tanpa pikiran yang kritis , dia tidak mau menerima perubahan, hidupnya tidak ada inovasi, kreativitasnya kurang. Untuk itu agar menjadi manusia yang berkualitas harus menyeimbangkan antara pikiran dan hati. Jika semua manusia menerapkannya, maka perbaikan kualitas hidup manusia akan terealisasi sehingga mereka mampu membangun dunia menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  7. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia memerlukan hati sekaligus pikiran dalam bertindak. Suatu tindakan akan baik jika manusia mensintesiskan hati dan pikirannya dengan seimbang dan sesuai tempatnya. Tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan pikiran dan dikontrol oleh hati manusia.

    ReplyDelete
  8. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Hati merupakan salah satu keistimewaan manusia yang diberikan Tuhan. Selain hati, manusia juga memiliki pikiran untuk dapat menentuka pilihan. Hanya saja pertentangan antara hati dan pikiran cukup sering terjadi. Hati lebih condong ke emosional, sementara pikiran merupakan tindakan rasional. Maka dari itu hati yang baik adalah hati yang dapat menjadi penyeimbang dari pikiran. Karena itulah Tuhan menciptakan hati dan pikiran, untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  9. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Antara hati dan pikiran haruslah seimbang atau sinkron. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keselarasan dalam hidup. Munculnya masalah dalam diriku biasanya terjadi karena hati dan pikiranku tidak mencapai keseimbangan. Pikiranku “A” tapi hatiku “B”sehingga diriku mengalami dilema. Agar hati dan pikiran seimbang/sinkron maka diriku harus memperkuat hatiku agar mampu mengendalikan pikiranku. Pikiran juga memberikan ilmu yang membawa hatiku pada nilai yang benar. Hati dan pikiran memiliki dimensi yang berbeda. Hati memiliki perspektif Tuhan sedangkan pikiran itu adalah ilmu. Jadi ilmu dan keyakinan hati itu harus seimbang agar tidak terjadi pertentangan dalam diriku.

    ReplyDelete
  10. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Konflik antara hati dan pikiran terjadi ketika individu menghadapi suatu masalah. Hati memainkan peranan penting dalam memberi reaksi emosional individu, sedangkan pikiran berusaha tenang dan mereka-reka puzzel yang membentuk alternatif jalan keluar terbaik berdasarkan nalar. Membangun dunia pikiran yang berlandaskan hati berarti kita hendaknya menyelaraskan antara hati dan pikiran kita, sehingga sebuah keputusan yang dibuat bukanlah berdasarkan logika belaka, namun juga hati yang telah berperan dalam membangun sebuah keputusan.

    ReplyDelete
  11. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. manusia diberi akal pikiran agar ia dapat memikirkan setiap kejadian yang terjadi disekitarnya dengan rasional, sistematis, dan menggunkan logika yang telah dipelajarinya. Tapi kadang pikiran itu tidak dapat menjelaskan perasaan yang dirasakan, bahagia, sedih, marah, kecewa, cinta dan segala rasa lainnya kadang tak bisa dijelaskan dengan dipikirkan. Di bagian inilah hati digunakan, agar manusia menjadi manusia, menjadi manusia dengan hati dan perasaan. Manusia itu bukan robot, hatinya menyempurnakan manusia.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Manusia memiliki kelebihan dari makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya karena manusia dibekali dengan hati dan pikiran. Pikiran merupakan bekal yang sangat berharga karena tanpa pikiran hidup tidak akan dapat dikatakan hidup. Namun hati juga merupakan komponen yang penting, dan bisa dikatakan lebih penting dari pikiran. Ketika manusia hanya menggunakan pikirannya namun tidak menggunakan hatinya, maka manusia tersebut dapat bertindak merugikan orang lain bahkan merugikan diri sendiri. Hati haruslah dijadikan sebagai panduan. Hati yang dimaksudkan disini adalah hati yang bersih. Oleh karena itu, setiap perbuatan yang kita lakukan haruslah berlandaskan dengan hati yang bersih dan ikhlas.

    ReplyDelete
  13. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagaimana yang sering Prof. Marsigit ingatkan adalah mengenai ikhlas hati dan ikhlas pikir. Dimana ini menunjukkan bahwa pikiran dan hati haruslah selaras dalam melakukan suatu tindakan, dan bagaimana seorang pribadi menyikapi suatu masalah dengan pikiran dan hatinya. tentusaja jika terjadi kontradiksi dalam hati dan pikiran maka sikap atau keputusan yang kita ambil tidak akan selaras. Oleh karena itu mengolah hati dalam dunia pikir, dan mengkondisikan pikir yang bersesuaian dengan dunia hati harus seimbang agar sikap yang kita ambil benar-benar menunjukkan langkah apa yang harus kita ambil.

    ReplyDelete
  14. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hati berpikir secara emosi, mengungkapkan perasaan yang tidak bisa digambarkan secara logis. Sedangkan pikiran lebih cenderung rasional dan praktis. Mendapatkan jawaban saat menentukan pilihan seringkali terletak pada situasi dan pengalaman seseorang. Namun, hal ini sering lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Hati dan pikiran Anda ibarat dua penasehat, terkadang berbeda pendapat. Mereka memainkan perannya dengan cara yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda.

    ReplyDelete
  15. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    sintesis adalah merasionalkan pikiran manusia yang berbeda dengan manusia lainnya. sehingga dengan sintesis kita mampu memandang dunia dan pengetahuan. dalam berfilsafat manusia hendaknya dalam kondisi jernih jauh dari segala syaitan. namun dalam berfilsafat ketika hati dan pikiran terjadi kontradiksi hal apakah yang perlu dilihat yaitu al kontradiksi dan identitas.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  16. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sintesis berarti menyatukan gagasan yang terpisah-pisah kedalam suatu keseluruhan. Antara hati dan pikiran bisa di sintesiskan karena keduanya bisa saling melengkapi. Dalam perkuliahan, prof sering menyebutkan bahwa dalam upaya menggapai logos diperlukan ikhlas hati dan ikhlas pikir, artinya keduanya diperlukan untuk menggapai logos dan terhindar dari mitos.

    ReplyDelete
  17. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Jika manusia telah menggunakan akal pikirannya, namun tidak mengesampingkan hati, sebenarnya manusia itu telah mencapai dimensi yang lebih tinggi. Hati digunakan untuk mengendalikan pikiran, begitu pula sebaliknya. Tidak semua hal mampu dipikirkan oleh pikiran manusia karena pikiran manusia terbatas dan bersifat sementara, di saat itu kita harus menggunakan hati nurani.

    ReplyDelete
  18. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Pikiran identic dengan rasio, logika, dan akal. Sementara hati identic dengan emosi, perasaan, maupun keyakinan. Mensitesiskan akal dan hati adalah menggabungkan akal dan hati. Yang pada akhirnya akan melahirkan orang-orang yang mampu mengambil keputusan berdasarkan pikiran yang logis, rasional, dapat dinalar tapi juga mempertimbangkan perasaan. Sehingga ia mencoba menghasilkan keputusan terbaik yang juga dapat diterima semua kalangan. Sintesis antara hati dan pikiran juga akan menghasilkan orang-orang yang meyakini keyakinan tinggi namun didukung oleh rasio yang baik, sehingga apa yang ia yakini bukanlah produk dari budaya ikut-ikutan saja, melainkan sudah melewati fase penyaringan, perdebatan dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  19. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hati dan pikiran merupakan dua komponen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pada saat seseorang berpikir, maka keputusan yang diambilnya kadang tdak sepenuhnya berada pada tangan rasio atau logika, melainkan turut dipengaruhi oleh rasa iba, kepedulian, dan lain-lain. Kunci ketenangan di dalam hidup adalah pada saat pikiran dan hati berjalan bersama-sama. Kita ingin merasakan kebahagiaan namun pada saat yang sama kita memikirkan sesuatu yang memebrikan tekanan luar biasa pada pikiran, maka kebahagiaan tdak pernah tercapai.

    ReplyDelete
  20. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hati dan pikiran adalah dua unsur yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya pikiran untuk merasionalkan segala kenyataan yang ada, maka hati akan menjadi lebih sulit untuk mengikhlaskan sesuatu. Sebaliknya, bila tanpa adanya hati, maka pikiran akan terus merasionalkan segala kenyataan tanpa merasakan ataupun mempertimbangkan nilai-nilai yang ada di sekitarnya. Maka hati dan pikiran haruslah selalu bersintesis.

    ReplyDelete
  21. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Belajar tentang filsafat berarti belajar tentang kehidupan melalui refleksi atau perenungan. Sehingga belajar filsafat itu tidak hanya saat perkuliahan saja tapi selama kita hidup. Belajarnya menggunakan hati dan pikiran. Dan filsafat ini ada dimensi dimensinya mulai yang rendah hingga yang paling tinggi yaitu spiritualitas, sehingga disini sebenarnya tidak ada istilah ilmu itu menyesatkan. Karena seseungguhnya dalam belajar kita sudah diberi wanti-wanti untuk menggunakan hati juga, tidak dengan pikiran saja. Namun hati yang benar benar bersih, karena hati juga bisa berisi setan. Sehingga kita perlulah memohan pada yang menciptakan hati ini agar hati ini senantiasa bersih. Agar dapat menerima ilmu-ilmu yang bermanfaat. Demikian juga dalam membangun dunia pikiran kita perlu menggunakan hati dalam hal apapun. Agar kita terarah dengan baik.

    ReplyDelete
  22. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia diberikan karunia berupa hati dan pikiran oleh Allah SWT. Hati merupakan rajanya anggota tubuh. Apabila bersih hati seseorang, maka akan terjaga pula semua anggota tubuh yang lainnya dari perbuatan yang tercela, dan begitu pula sebaliknya. Namun tidak hanya hati yang harus dijaga kebersihan dan keikhlasannya, namun kita harus berupaya untuk memiliki pikiran yang kritis yang mampu memandang segala sesuatunya secara bijak. Hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis harus berjalan beriringan dalam menyikapi setiap fenomena dalam kehidupan ini. Untuk memiliki kemampuan dalam menyeimbangkan keduanya, dibutuhkan ilmu dunia dan akhirat sebagai penunjuk jalan dalam bertindak. Oleh karena itu, dunia yang perlu kita bangun adalah dunia pikiran kritis yang berlandaskan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  23. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hati dan pikiran adalah salah satu elemen penting di dalam tubuh manusia. Pikiran adalah sesuatu yang bersemayam di dalam otak hati kita. Sebaik baik manusia adalah yang bisa menyelaraskan hati dan pikiran. Menyelaraskan logika yang ada di pikiran dan pengalaman yang berkesan di hati. Jika dua hal ini bersatu dengan baik, maka keseimbangan hidup bisa tercapai. ketenangan hidup akan tercipta dan rasa syukur pun akan bertambah.

    ReplyDelete
  24. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap manusia dianugerahi hati dan pikiran, hati dan pikiran diberikan agar keduanya saling berhubungan dan saling mengendalikan agar manusia mempertimbangkan dan memikirkan terlebih dahulu sebelum bertutur kata maupun ketika mengambil tindakan. Antara hati dan pikiran haruslah diselaraskan, sebab ketenagan hati dan pikiran dalam hidup ini kita peroleh apabila keduanya sejalan. Maka antara hati dan pikiran harus selalu berhermenetika.

    ReplyDelete

  25. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Membangun dunia pikiran yang berlandaskan dengna hati adalah dengan cara membangun dunia pikir secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal kita akan mampu melihat keadaan sekitar kita dan sesama makhluk. Namun, dalam memikirnya tentu kita juga harus dengan vertikal, yaitu berlandaskan ilmu agama dan mendekatkan diri dengan Tuhan.

    ReplyDelete