Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 16: Sintesis Hati dan Pikiran




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan Hati dan Pikiran anda untuk membangun Dunia Pikiran yang berlandaskan Hati. Dapat menggunakan referensi.

Tulislah sisntesis anda sebagai komen pada posting ini.

Demikian, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

52 comments:

  1. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hati bersumber dari apa yang kita pikirkan, yang tidak kita wujudkan dengan perbuatan. Hati kadang berupaya sendiri tanpa didukung pikiran, pikiran menjadikan hati istimewa karena tidak ada yang lebih mengetahui hati selain pikiran, namun segala pikiran ada dalam hati seseorang. Menjadikan manusia yang bijak bersumber dari hati yang direflektifkan kedalam pikiran, sehatnya hati sehat juga pikiran.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sintesis hati dan pikiran mengandung arti bahwa harus ada keselarasan antara hati dan pikiran. Contoh kecil keselarasan hati dan pikiran ialah ketika kita menyiram tubuh kita dengan air dingin. Ada dua hal yang dapat kita rasakan. Pertama, air itu menjadi dingin kita maknainya sebagai subtansi yang dingin. Dinginnya air tak akan mungkin ada tanpa pemaknaan kita. Proses pemaknaan itulah yang menjadi bukti akan adanya sintesis hati dan pikiran secara ontologis. Menyelaraskan hati dan pikiran dapat membantu kita mencapai keinginan berupa kesuksesan.

    ReplyDelete
  3. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Memang terkadang hati dan pikiran tidak sejalan, tetapi wajib diselaraskan antara hati dan pikiran. Lakukanlah sesuatu dengan menurut kata hati tetapi pikirkan juga dengan logika. Hati dan pikiran harus selaras, sejalan, dan saling mendukung. semua yang ingin kita lakukan, katakan pastikan pikirkan terlebih dahulu efeknya bagaimana, sehingga tidak menimbulkan penyesalan dikemudian harinya.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Salah satu keistimewaan manusia dibandingkan dengan makhluk lain adalah dikaruniainya akal/pikiran. Dengan karunia itu manusia punya kemampuan untuk berpikir/memikirkan semua yang ada dan yang mungkin ada dalam kehidupannya. Melalui proses berpikir inilah manusia bisa mencari, menemukan, memahami,  membuat keputusan dengan pertimbangan tentang sesuatu yang dipikirkannya. Fungsi hati, yaitu untuk memberikan masukan kepada pikiran tentang apakah sesuatu yang dipikirkan itu baik atau tidak menurut hati.
    Membangun dunia pikiran yang berlandaskan dengan hati adalah dengan cara membangun dunia pikir secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal kita akan mampu melihat keadaan sekitar kita dan sesama makhluk. Namun, dalam memikirnya tentu kita juga harus dengan vertikal, yaitu berlandaskan ilmu agama dan mendekatkan diri dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  5. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dunia para hati dan dunia para pikiran. Kedua hal tersebut saling mempengaruhi. Namun mungkin ada kalanya dunia para hati menyendiri secara khusuk berdoa kepada Tuhan.
    Namun dunia pikiran dalam kesendiriannya berusaha menembus ruang dan waktu unutk memeperluas daerahnya. Namun dalam ekspansinya dunia pikiran tak akan lepas dari dunia para hati karena jika lepas maka segeralah sang manusia untuk berdoa atas segala khilafnya. Sehingga dunia yang dipikirkan bukanlah bumi saja namun dunia-dunia yang didalam bumi itu yang lebih unik untuk didalami.

    ReplyDelete
  6. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Manusia memiliki kelebihan dari makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya karena manusia dibekali dengan hati dan pikiran. Pikiran merupakan bekal yang sangat berharga karena tanpa pikiran hidup tidak akan dapat dikatakan hidup. Namun hati juga merupakan komponen yang penting, dan bisa dikatakan lebih penting dari pikiran. Ketika manusia hanya menggunakan pikirannya namun tidak menggunakan hatinya, maka manusia tersebut dapat bertindak merugikan orang lain bahkan merugikan diri sendiri. Hati haruslah dijadikan sebagai panduan. Hati yang dimaksudkan disini adalah hati yang bersih. Oleh karena itu, setiap perbuatan yang kita lakukan haruslah berlandaskan dengan hati yang bersih dan ikhlas.

    ReplyDelete
  7. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Hati dan pikiran merupakan dua hal yang berbeda. Keduanya mempunyai peran masing-masing. Hati berkaitan dengan perasaan-perasaan, sedangkan pikiran berkaitan dengan rasio dan logika. Terkadang kata hati dan pikiran saling bertolak belakang karena kita sering menemui permasalahan yang secara logika itu benar tetapi hati berkata lain. Namun demikian, kita harus berusaha menyelaraskan antara hati dengan pikiran kita apapun kondisinya. Hati yang bersihlah yang menjadi panduan, pikiran mengikuti.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pikiran dan hati seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri. Jadi, Anda perlu mencari cara agar keduanya bisa saling bekerja sama. Mulailah dengan menentukan nilai keutamaan Anda. Hati kita menyimpan nilai-nilai keyakinan yang tidak dikenal saat kita berpikir logis. Penyatuan pikiran dan hati dimulai dari sini. Ketahui nilai-nilai keyakinan Anda yang nantinya akan mengarahkan proses berpikir logis.

    ReplyDelete
  9. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Hati dan piriran adalah dua hal yang yang dimiliki manusia dan yang menjadi pembeda antara manusia dengan binatang ,tumbuh-tumbuhan dan benda mati. Dhati kita berfungsi sebagai kontrol emosi, pengendali hawa nafsu, dan munculnya rasa kasih sayang. Pikiran adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk membentuk intuisi, mengembangkan peradaban, mencari solusi dari suatu masalah, dan sebagainya. Oleh karena itu pikiran sangat penting dalam kehidupan manusia. Namun jika kita membangun dunia dengan pikiran saja tanpa menggunakan hati maka kita akan terjebak ke dalam suatu fatal.
    Dunia yang tak terbatas adalah dunia pikiran. Di dalam pikiran kita bebas mengebmbangkan apapun tanpa terikat wadah, material, waktu, atau dimensi. Tentu saja pikiran kita bebas menjelajah dan melakukan pengembangan sesuai dengan apa yang kita mau. Bahkan mungkin kita akan keasikan hidup di dlam dunia pikiran kita.Tetapi kita harus waspada karena jika kita terlalu jauh melangkah ke dalam pikiran bisa saja kita melupakan hati kita. jangan sampai hati menjadi kotor karena jarang dikunjngi dan dibersihkan. Jika hatijarang dikunjngi dan dibersihkan, sedangkan kita terlalu asik hidup di dunia pikiran maka pikiran kita akan ikut kotor juga. Jangan sampaipikiran kita menjadi kotor dan kita terjebak ke dalam lamunan yang merugikan. Oleh karena itu dalam membengun dunia pikiran haruslah berlandaskan hati.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  10. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dalam konteks kemanusiaan, hati dan pikiran adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pun tak bisa dianalogikan seperti dua sisi mata uang atau dua kutub yang saling berseberangan, sebab ke duanya adalah harmoni yang saling mengisi. Namun, sintesa ke duanya tidak terjadi secara alamiah sehingga membutuhkan proses panjang dan kompleks untuk mencapai sintesa itu. Sebagai Animal Educandum, sintesa tersebut hanya dapat diwujudkan melalui proses pendidikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Itulah mengapa pendidikan hadir sebagai kodrat ilahiah yang menjadi wadah persemaian potensi-potensi kemanusiaan yang tertanam dalam diri setiap manusia. Bartens pernah mengatakan bahwa suara hati adalah suara Tuhan (ia jujur apa adanya), namun ia tidak akan nampak tanpa kehadiran pengetahuan sebagai wujud dari prosea berpikir. Inilah fungsi pikiran untuk mengasah nalar, menambah pengetahuan, dan memperkuat pertautannya dengan hati. Moralitas dalam hati tak akan nampak tanpa pikiran yang sehat (nalar yang tajam). Inilah sintesa itu.

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Selaras dengan komentar saudari Putri Solekhah dan saudari Alfiramuta Hertanti bahwasanya hati dan pikiran adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kita tidak dapat dan tidak diperbolehkan hidup dengan salah satunya saja, apalagi melupakan keberadaan hati. Karena apa? ya memang benar pendapat saudari Putri Solekhah bahwa hati inilah yang menjadi pembeda manusia dengan binatang. Kehidupan manusia tanpa hati ibarat layang-layang putus yang terbang jauh dan tak akan kembali.
    Implikasinya, kita sebagai manusia, sebagai khalifah di bumi sudah sewajibnya membangun peradaban dan kehidupan yang lebih berkualitas. Kita bangun kehidupan, peradaban, pembangunan bangsa dengan pikiran, dan ingat harus menggunakan hati. Karena hati nurani sejujurnya adalah pengendali. Jika kita benar-benar mendengarkan hati nurani, sungguh hati nurani tidak pernah memberikan pendapat tentang keburukan apalagi pelanggaran etika yang merugikan orang banyak. Jadi, silahkan kita mengembarakan pikiran kita kemana saja, asal hati mengikutinya.

    ReplyDelete
  12. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna karena dibekali dengan akal (pikiran) dan hati. Dengan pikirannya, manusia dapat membuat berbagai macam kebutuhan manusia termasuk teknologi-teknologi canggih yang sangat membantu kehidupan manusia itu sendiri, manusia juga dapat mengeksplorasi dan memenfaatkan kekayaan alam, bersosialisasi dengan manusia lainnya, dan tak terhingga banyaknya hal-hal yang bisa manusia lakukan dengan pikirannya. Akan tetapi, semua hal itu harus dilakukan oleh manusia dengan berlandaskan pada hati. Jika tidak berlandaskan pada hati, maka semuanya akan menjadi kacau dan hanya akan menjadi mitos. Misalnya, manusia dapat membuat teknologi-teknologi canggih, tetapi jika tidak dilandaskan dengan hati, maka teknologi tersebut akan dibuat untuk merusak individu atau kelompok tertentu. Contoh lain ialah manusia dapat mengeksplorasi dan memanfaatkan kekayaan alam, tetapi jika itu dilakukan tanpa hati, maka mengeksplorasi akan menjadi mengeksploitasi dan memanfaatkan malah mejadi menghabiskan. Oleh karena itu, sangat perlu bagi kita untuk menggunakan pikiran dengan berlandaskan hati dalam melakukan apapun.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Hati dan pikiran merupakan dua hal berbeda yang dimiliki setiap manusia. Keduanya memiliki peran yang berbeda pula. Biasanya, hati berperan dengan emosi, untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa digambarkan secara logis. Sedangkan pikiran lebih cenderung untuk rasional. Hati dan pikiran Anda ibarat dua hal yang saling terkait, namun tidak jarang terjadi perbedaan pendapat. Dunia yang merupakan suatu pikiran dapat dibangun dengan hati yang bersih sehingga tercipta dunia yang positif yang seperti kita harapkan.

    ReplyDelete
  14. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Hati dan pikiran keduanya adalah abstrak. Hati dan pikiran keduanya tidak dapat dilihat, tidak tahu bagaimana bentuknya. Tetapi kebanyakan orang menunjuk hati pada dada, menunjuk pikiran pada kepala atau otak. Menurut saya, hati dan pikiran itu mengalir diseluruh tubuh, tidak sebatas dada dan otak, namun secara fisik dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kalau secara metafisik, keduanya adalah penentu nasib, kebahagiaan, masa depan, pengambil keputusan. Hati dan pikiran saling berkaitan, tidak bisa dikotak-kotakkan. Kita tidak bisa terlalu men-dikotomikan antara hati dan pikiran, karena tidak hanya hati yang menentukan pola pikir, melainkan pikiran juga berpengaruh besar dalam menentukan olah hati. Bukan hanya hati yang memuat dimensi spiritualitas, tetapi pikiran juga bisa berspiritualitas, dengan mencari kebenaran-kebenaran, meneliti ayat-ayat, berdiskusi dengan para ahli agama, yang tentu hasil pemikiran itu memperteguh spiritualnya hati.

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Di dalam segala hal, ketika akan membangun pastilah membutuhkan landasan atau pondasi bangunan tersebut. Tujuan dari pondasi adalah agar bangunan yang dibangun akan menjadi kokoh. Begitu juga dalam membangun pikiran. Bangunan dunia pikiran yang berlandaskan hati akan menjadikan bangunan dunia pikiran menjadi kokoh. Manusia diberikan anugerah oleh Tuhan untuk dapat berpikir. Karena pikiran adalah anugerah dari Tuhan cara kita mensyukurinya adalah dengan berusaha menggunakan dan memaksimalkan pikiran untuk menjalani kehidupan ini. Namun, agar tidak melewati batas berpikir dan selalu ingat akan yang memberikan pikiran maka dalam berpikir hendaknya dikendalikan dengan hati. Hati sebagai landasan untuk berpikir dan membangun pikiran.

    ReplyDelete
  16. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    hati dan pikiran itu adalah dua hal yang sangat erat hubungannya. diantara dua hal tersebut hati merupakan rajanya. dialah yang menguasai segala sesuatu di dalam tubuh, termasuk pikiran manusia. dan pikiran manusia ibarat wakil dari hati. jika kita ingin makan, maka pikiran kita melalui otak lah yang mengatur gerakan tubuh kita hingga terjadi proses makan, tapi apakah proses makan itu baik atau buruk, hati lah yang menentukan. dunia pikiran yang berlandaskan hati akan menjadi bervariasi. jika hati nya bersih, maka dunia pikirannya akan baik, akan bermanfaat jka digunakan untuk kebaikan manusia. tapi jika hatinya buruk, maka dunia pikirannya juga hanya akan berisi hal-hal buruk yang hanya kana menjadi perusak.

    ReplyDelete
  17. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Konflik antara hati dan pikiran terjadi ketika individu menghadapi suatu masalah. Hati memainkan peranan penting dalam memberi reaksi emosional individu, sedangkan pikiran berusaha tenang dan mereka-reka puzzle yang membentuk alternatif jalan keluar terbaik berdasarkan nalar. Membangun dunia pikiran yang berdasarkan hati nurani kita berarti kita hendaknya menyelaraskan hati dan pikiran kita, sehingga sebuah keputusan yang dibuat bukanlah berdasarkan logika belaka, namun juga hati yang telah berperan dalam membangun sebuah keputusan.

    ReplyDelete
  18. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Banyak keutamaan dalam mendeskripsikan Hati dan Pikiran, dimana hati dan pikiran memiliki fungsi yang berbeda, Hati akan mengelola semua pemikiran yang akan kita kerjakan. Ketika terdapat perbuatan yang tidak kita inginkan, maka hati akan menolak rasio pemikiran yang datang. Pemikiran yang bertentangan dengan hati akan menyebabkan tindakan yang dapat mengakibatkan kelehan yang berbuah ketidak pastian.

    ReplyDelete
  19. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sintesis hati dan pikiran. Sungguh judul yang menarik. Para filsuf mengatakan bahwa sebenar-benar kematian manusia adalah ketika dalam keadaan tak berpikir. Namun para agamawan mengatakan bahwa sebenar-benar kematian manusia adalah ketika dalam keadaan tak berdoa. Maka dapat disintetiskanlah bahwa manusia mati saat tak berpikir dan tak berdoa. Berpikir sambil berdoa adalah bentuk mensintesis pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  20. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dimana ada hati disitu juga ada pikiran. Itulah sebenar-benar manusia, memilik hati dan juga pikiran. Kedua harus berjalan beriringan, maka antara hati dan pikiran harus disinkronkan. Jika pikiran memikirkan A, hati juga sebenarnya mengetahui jika A termasuk sesuatu yang baik tetapi karena hatinya tidak berlandaskan spiritual atau tidak dzikir menyebut asma Allah, sehingga hatinya mudah tergoda oleh syaitan. Maka hati lebih memilik belok untuk memilih B, dimana B itu adalah sesuatu yang diketahui oleh pikiran itu adalah hal yang dilarang. Maka, jangan sekali-kali kacaukan hati, sebab satu titik kekacauan hati adalah godaan syaitan. Oleh sebab itu, sebenar-benar dunia pikiran adalah dengan berlandaskan hati yang didasari spiritual.

    ReplyDelete
  21. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Membangun peradaban dunia merupakan salah satu wujud syukur atas anugerah Tuhan yang Masa Esa. Membangun peradaban manusia tidak lepas oleh tangan-tangan manusia. Tangan-tangan manusia ini digerakkan oleh pikiran dan hatinya. Oleh karenanya, pikiran dan hati menusia adalah komponen pokok bagaimana nantinya refleksi peradaban dunia ini. Pikiran dan hari merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan, bukan pula dua hal yang selalu mengahsilkan kebaikan , bisa saja peradaban dunia hancur karena di bangun dengan pikiran dan hati yang kotor. Oleh karenanya manusia sebaiknya selalu muhasabah dan berdialog untuk membersihkan hati dan pikirannya. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dijaga dalam kebaikan. Amien.

    ReplyDelete
  22. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dilengkapi dengan hati dan akal pikiran. Kedua hal ini merupakan sesuatu yang sangat berbeda namun sangat penting perannya bagi manusia. Keduanya harus sinkron dan saling seimbang. Tidak akan baik jadinya apabila kita menjalankan sesuatu hanya berlandaskan akal pikiran tanpa mempedulikan hati nurani, begitu pula sebaliknya, tidak akan baik pula apabila bertindak hanya berlandaskan hati tanpa meggunakan akal pikiran. Agar hati dan pikiran kita bisa seimbang, maka kita harus memperkuat hati agar mampu mengendalikan pikiran. Pikiran juga akan memberikan ilmu yang dapat membawa hati pada nilai yang benar. Oleh karena itu, untuk membangun dunia pikiran haruslah berlandaskan pada hati.

    ReplyDelete
  23. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam kehidupan kita harus menselaraskan hati dan fikiran. Adapun cara agar hati dan fikiran mampu selaras yaitu dengan mulailah menentukan nilai keyakinan anda, pikirkan keputusan anda dikaitkan dengan nilai keyakinan, pertimbangkan nilai keyakinan anda sebelum memutuskan, ambillah keputusan berdasarkan pemikiran logis atas intuisi yang muncul saat mempertimbangkan nilai keyakinan anda.

    ReplyDelete
  24. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang dianugerahkan akal (pikiran) dan budi (hati) dan juga nafsu-nafsu. Apabila akal-budi mampu berkembang secara harmonis dan menghapus nafsu-nafsu maka akan membawa manusia untuk menjadi malaikat dan dewa-dewa. Sedangkan nafsu-nafsu akan senantiasa mengalahkan akal-budi untuk membawa manusia menjadi seperti hewan. Akan tetapi hal tersebut tidak akan pernah terjadi, akal-budi tak akan mampu menghapus nafsu-nafsu, dan nafsu-nafsu tak akan mampu menghapus akal budi. Tentu saja hal yang sangat buruk akan terjadi apabila terjadi hubungan harmonis antara akal-nafsu sehingga budi(hati) terlupakan, hal ini akan membuat manusia menjadi lebih kejam dari binatang, karena dia akan menggunakan segala akal dan pikirannya untuk menuruti nafsunya, semoga kami dijauhkan dari bencana filosofis seperti ini.

    ReplyDelete
  25. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Manusia diciptakan Allah SWT dengan sangat seimbang sehingga manusia disebut dengan makhluk yang sempurna, karena memang manusia memiliki yang tidak dimiliki oleh makhluk lainnya. Maksud manusia itu diciptakan dengan sangat seimbang yaitu manusia mampu merasa atau sangat sensitif namun manusia dapat mengendalikan kesensitifan tersebut. Karena memiliki hati dan pikiran yang seharusnya berljalan dengan beriringan dan saling memenuhi. Jika salah satu antara hati dan pikiran tersebut lebih dominan dari yang lain maka hasil yang diperoleh tidak akan baik. Maka sebaik-baiknya antara hati dan pikiran itu adalah yang menyeimbangkan antara hati dan pikiran.

    ReplyDelete
  26. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Pikiran yang kritis dan hati yang ikhlas adalah modal utama dalam membangun peradaban dunia yang maju dan ramah. Pikiran yang kritis mengacu pada pembangunan dunia itu secara material, sedangkan hati yang ikhlas mengacu pada membangun peradaban dunia secara spiritual. Peradaban dunia harus dibangun berdasarkan pikiran dan hati secara seimbang, tanpa keseimbangan maka akan mengarahkan peradaban kearah kehancuran. Pikiran tanpa adanya hati akan mengakibatkan peradaban yang dibangun hancur karena akan timbulnya kejahatan, korupsi dan semua yang hanya bisa di bendung oleh hati. Begitu juga jika hanya mengandalkan hati tanpa pikiran hanya akan memundurkan peradaban, dan bukan tidak mungkin bahwa akan terjadi kesesatan, dikarenakan agama juga memerlukan pikiran.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hati dan pikiran yang jernih akan berjalan beriiringan dan berdampingan dengan harmonis. Karena sesungguhnya hati dan pikiran diciptakan untuk berjalan bersama. Tetapi terkadang, kita tidak yakin dengan apa yang kita rasakan dan hanya mementingkan apa yang kita pikirkan. Untuk itu, letakkan hati dan pikiran kita dengan alas yang sama yaitu spiritual. Selalu mengingat Allah ketika mengambil keputusan. Sekalipun pikiran kacau, tetap jaga hati untuk selalu jernih. Itu pesan yang sering sekali saya dengar dari prof Marsigit.

    ReplyDelete
  28. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Hati dan pikiran itu saling terkait dan saling mempengaruhi. Letak kendali dari seorang manusia adalah dalam hati. Ketika kondisi hati kacau, maka segala pekerjaan apapaun yang dilakukan akan terasa tidak beres dan akan terasa berat. Namun, bila kita melakukan sesuatu dalam kondisi hati yang tenang dan stabil, akan membuahkan hasil yang terbaik pula. Orang yang bijaksana adalah orang yang dapat mengatur hati dan pikiran mereka untuk mendapatkan langkah yang terbaik bahkan mendapatkan keputusan yang terbaik. Ketika hati sedang kacau saat mengambil keputusan, maka tidak akan bisa memikirkan secara mendalam, terkadang malah mengakibatkan masalah menjadi semakin besar. Oleh karena itu dalam melakukan suatu hal atau saat mengambil keputusan sebaiknya dalam kondisi pikiran dan hati yang jernih dan tenang agar selalu diridhoi oleh Allah sehingga nantinya akan mendapat hasil yang terbaik.

    ReplyDelete
  29. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia berbeda dengan makhluk hidup lain. Yang membedakan dengan makhluk hidup lain adalah setiap manusia dikaruniai hati dan pikiran. Manusia memiliki pikiran untuk berfikir kritis, agar terbebas dari mitos- mitos. Dan manusia dikaruniai hati untuk bernurani. Untuk membantu pikiran yang kritis agar tidak keluar dari jalan kita sebagai manusia. Pikiran yang cerdas tanpa hati yang bersih hanya akan menjadi bumerang bagi diri kita. Maka kita harus senantiasa memiliki pikiran yang kritis dan hati yang bersih agar terbebas dari stigma-stigma buruk dan mitos yang ada di dunia ini. Semoga kita senantiasa dijauhkan dari perbuatan yang buruk. Amin.

    ReplyDelete
  30. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hati dan pikiran dalam hidup ini haruslah seimbang dan beriringan. Walaupun kadang hati dan pikiran tidaklah sejalan, tetapi teruslah berusaha untuk bergerak sesuai alur kehidupan. Seimbangkan hati dan pikiran. Terkadang hati lah yang memberi kita pencerahan dalam melangkah. Namun, terkadang akal sehat lah yang menuntun langkah kita.

    ReplyDelete
  31. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pikiran yang kritis dan hati yang bersih adalah dua hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan manusia. Keduanya tidak bisa terpisah satu sama lain. Pikiran yang kritis tanpa hati yang bersih, hanya akan merugikan orang lain, membuat kerusakan, menggunakan kepandaianya untuk berbuat jahat pada orang lain. Sebaliknya hati yang bersih namun tanpa pikiran yang kritis , dia tidak mau menerima perubahan, hidupnya tidak ada inovasi, kreativitasnya kurang. Untuk itu agar menjadi manusia yang berkualitas harus menyeimbangkan antara pikiran dan hati. Jika semua manusia menerapkannya, maka perbaikan kualitas hidup manusia akan terealisasi sehingga mereka mampu membangun dunia menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Manusia memerlukan hati sekaligus pikiran dalam bertindak. Suatu tindakan akan baik jika manusia mensintesiskan hati dan pikirannya dengan seimbang dan sesuai tempatnya. Tindakan dilakukan dengan mempertimbangkan pikiran dan dikontrol oleh hati manusia.

    ReplyDelete
  33. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Hati merupakan salah satu keistimewaan manusia yang diberikan Tuhan. Selain hati, manusia juga memiliki pikiran untuk dapat menentuka pilihan. Hanya saja pertentangan antara hati dan pikiran cukup sering terjadi. Hati lebih condong ke emosional, sementara pikiran merupakan tindakan rasional. Maka dari itu hati yang baik adalah hati yang dapat menjadi penyeimbang dari pikiran. Karena itulah Tuhan menciptakan hati dan pikiran, untuk saling melengkapi satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  34. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Antara hati dan pikiran haruslah seimbang atau sinkron. Hal ini dimaksudkan agar terjadi keselarasan dalam hidup. Munculnya masalah dalam diriku biasanya terjadi karena hati dan pikiranku tidak mencapai keseimbangan. Pikiranku “A” tapi hatiku “B”sehingga diriku mengalami dilema. Agar hati dan pikiran seimbang/sinkron maka diriku harus memperkuat hatiku agar mampu mengendalikan pikiranku. Pikiran juga memberikan ilmu yang membawa hatiku pada nilai yang benar. Hati dan pikiran memiliki dimensi yang berbeda. Hati memiliki perspektif Tuhan sedangkan pikiran itu adalah ilmu. Jadi ilmu dan keyakinan hati itu harus seimbang agar tidak terjadi pertentangan dalam diriku.

    ReplyDelete
  35. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Konflik antara hati dan pikiran terjadi ketika individu menghadapi suatu masalah. Hati memainkan peranan penting dalam memberi reaksi emosional individu, sedangkan pikiran berusaha tenang dan mereka-reka puzzel yang membentuk alternatif jalan keluar terbaik berdasarkan nalar. Membangun dunia pikiran yang berlandaskan hati berarti kita hendaknya menyelaraskan antara hati dan pikiran kita, sehingga sebuah keputusan yang dibuat bukanlah berdasarkan logika belaka, namun juga hati yang telah berperan dalam membangun sebuah keputusan.

    ReplyDelete
  36. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. manusia diberi akal pikiran agar ia dapat memikirkan setiap kejadian yang terjadi disekitarnya dengan rasional, sistematis, dan menggunkan logika yang telah dipelajarinya. Tapi kadang pikiran itu tidak dapat menjelaskan perasaan yang dirasakan, bahagia, sedih, marah, kecewa, cinta dan segala rasa lainnya kadang tak bisa dijelaskan dengan dipikirkan. Di bagian inilah hati digunakan, agar manusia menjadi manusia, menjadi manusia dengan hati dan perasaan. Manusia itu bukan robot, hatinya menyempurnakan manusia.

    ReplyDelete
  37. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Manusia memiliki kelebihan dari makhluk ciptaan Tuhan yang lainnya karena manusia dibekali dengan hati dan pikiran. Pikiran merupakan bekal yang sangat berharga karena tanpa pikiran hidup tidak akan dapat dikatakan hidup. Namun hati juga merupakan komponen yang penting, dan bisa dikatakan lebih penting dari pikiran. Ketika manusia hanya menggunakan pikirannya namun tidak menggunakan hatinya, maka manusia tersebut dapat bertindak merugikan orang lain bahkan merugikan diri sendiri. Hati haruslah dijadikan sebagai panduan. Hati yang dimaksudkan disini adalah hati yang bersih. Oleh karena itu, setiap perbuatan yang kita lakukan haruslah berlandaskan dengan hati yang bersih dan ikhlas.

    ReplyDelete
  38. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Sebagaimana yang sering Prof. Marsigit ingatkan adalah mengenai ikhlas hati dan ikhlas pikir. Dimana ini menunjukkan bahwa pikiran dan hati haruslah selaras dalam melakukan suatu tindakan, dan bagaimana seorang pribadi menyikapi suatu masalah dengan pikiran dan hatinya. tentusaja jika terjadi kontradiksi dalam hati dan pikiran maka sikap atau keputusan yang kita ambil tidak akan selaras. Oleh karena itu mengolah hati dalam dunia pikir, dan mengkondisikan pikir yang bersesuaian dengan dunia hati harus seimbang agar sikap yang kita ambil benar-benar menunjukkan langkah apa yang harus kita ambil.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hati berpikir secara emosi, mengungkapkan perasaan yang tidak bisa digambarkan secara logis. Sedangkan pikiran lebih cenderung rasional dan praktis. Mendapatkan jawaban saat menentukan pilihan seringkali terletak pada situasi dan pengalaman seseorang. Namun, hal ini sering lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Hati dan pikiran Anda ibarat dua penasehat, terkadang berbeda pendapat. Mereka memainkan perannya dengan cara yang berbeda dan berbicara dengan bahasa yang berbeda.

    ReplyDelete
  40. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    sintesis adalah merasionalkan pikiran manusia yang berbeda dengan manusia lainnya. sehingga dengan sintesis kita mampu memandang dunia dan pengetahuan. dalam berfilsafat manusia hendaknya dalam kondisi jernih jauh dari segala syaitan. namun dalam berfilsafat ketika hati dan pikiran terjadi kontradiksi hal apakah yang perlu dilihat yaitu al kontradiksi dan identitas.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  41. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Sintesis berarti menyatukan gagasan yang terpisah-pisah kedalam suatu keseluruhan. Antara hati dan pikiran bisa di sintesiskan karena keduanya bisa saling melengkapi. Dalam perkuliahan, prof sering menyebutkan bahwa dalam upaya menggapai logos diperlukan ikhlas hati dan ikhlas pikir, artinya keduanya diperlukan untuk menggapai logos dan terhindar dari mitos.

    ReplyDelete
  42. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Jika manusia telah menggunakan akal pikirannya, namun tidak mengesampingkan hati, sebenarnya manusia itu telah mencapai dimensi yang lebih tinggi. Hati digunakan untuk mengendalikan pikiran, begitu pula sebaliknya. Tidak semua hal mampu dipikirkan oleh pikiran manusia karena pikiran manusia terbatas dan bersifat sementara, di saat itu kita harus menggunakan hati nurani.

    ReplyDelete
  43. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Pikiran identic dengan rasio, logika, dan akal. Sementara hati identic dengan emosi, perasaan, maupun keyakinan. Mensitesiskan akal dan hati adalah menggabungkan akal dan hati. Yang pada akhirnya akan melahirkan orang-orang yang mampu mengambil keputusan berdasarkan pikiran yang logis, rasional, dapat dinalar tapi juga mempertimbangkan perasaan. Sehingga ia mencoba menghasilkan keputusan terbaik yang juga dapat diterima semua kalangan. Sintesis antara hati dan pikiran juga akan menghasilkan orang-orang yang meyakini keyakinan tinggi namun didukung oleh rasio yang baik, sehingga apa yang ia yakini bukanlah produk dari budaya ikut-ikutan saja, melainkan sudah melewati fase penyaringan, perdebatan dalam pikirannya.

    ReplyDelete
  44. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Hati dan pikiran merupakan dua komponen yang saling mempengaruhi satu sama lain. Pada saat seseorang berpikir, maka keputusan yang diambilnya kadang tdak sepenuhnya berada pada tangan rasio atau logika, melainkan turut dipengaruhi oleh rasa iba, kepedulian, dan lain-lain. Kunci ketenangan di dalam hidup adalah pada saat pikiran dan hati berjalan bersama-sama. Kita ingin merasakan kebahagiaan namun pada saat yang sama kita memikirkan sesuatu yang memebrikan tekanan luar biasa pada pikiran, maka kebahagiaan tdak pernah tercapai.

    ReplyDelete
  45. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hati dan pikiran adalah dua unsur yang berkaitan satu dengan yang lainnya. Tanpa adanya pikiran untuk merasionalkan segala kenyataan yang ada, maka hati akan menjadi lebih sulit untuk mengikhlaskan sesuatu. Sebaliknya, bila tanpa adanya hati, maka pikiran akan terus merasionalkan segala kenyataan tanpa merasakan ataupun mempertimbangkan nilai-nilai yang ada di sekitarnya. Maka hati dan pikiran haruslah selalu bersintesis.

    ReplyDelete
  46. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Belajar tentang filsafat berarti belajar tentang kehidupan melalui refleksi atau perenungan. Sehingga belajar filsafat itu tidak hanya saat perkuliahan saja tapi selama kita hidup. Belajarnya menggunakan hati dan pikiran. Dan filsafat ini ada dimensi dimensinya mulai yang rendah hingga yang paling tinggi yaitu spiritualitas, sehingga disini sebenarnya tidak ada istilah ilmu itu menyesatkan. Karena seseungguhnya dalam belajar kita sudah diberi wanti-wanti untuk menggunakan hati juga, tidak dengan pikiran saja. Namun hati yang benar benar bersih, karena hati juga bisa berisi setan. Sehingga kita perlulah memohan pada yang menciptakan hati ini agar hati ini senantiasa bersih. Agar dapat menerima ilmu-ilmu yang bermanfaat. Demikian juga dalam membangun dunia pikiran kita perlu menggunakan hati dalam hal apapun. Agar kita terarah dengan baik.

    ReplyDelete
  47. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Manusia diberikan karunia berupa hati dan pikiran oleh Allah SWT. Hati merupakan rajanya anggota tubuh. Apabila bersih hati seseorang, maka akan terjaga pula semua anggota tubuh yang lainnya dari perbuatan yang tercela, dan begitu pula sebaliknya. Namun tidak hanya hati yang harus dijaga kebersihan dan keikhlasannya, namun kita harus berupaya untuk memiliki pikiran yang kritis yang mampu memandang segala sesuatunya secara bijak. Hati yang ikhlas dan pikiran yang kritis harus berjalan beriringan dalam menyikapi setiap fenomena dalam kehidupan ini. Untuk memiliki kemampuan dalam menyeimbangkan keduanya, dibutuhkan ilmu dunia dan akhirat sebagai penunjuk jalan dalam bertindak. Oleh karena itu, dunia yang perlu kita bangun adalah dunia pikiran kritis yang berlandaskan hati yang ikhlas.

    ReplyDelete
  48. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Hati dan pikiran adalah salah satu elemen penting di dalam tubuh manusia. Pikiran adalah sesuatu yang bersemayam di dalam otak hati kita. Sebaik baik manusia adalah yang bisa menyelaraskan hati dan pikiran. Menyelaraskan logika yang ada di pikiran dan pengalaman yang berkesan di hati. Jika dua hal ini bersatu dengan baik, maka keseimbangan hidup bisa tercapai. ketenangan hidup akan tercipta dan rasa syukur pun akan bertambah.

    ReplyDelete
  49. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap manusia dianugerahi hati dan pikiran, hati dan pikiran diberikan agar keduanya saling berhubungan dan saling mengendalikan agar manusia mempertimbangkan dan memikirkan terlebih dahulu sebelum bertutur kata maupun ketika mengambil tindakan. Antara hati dan pikiran haruslah diselaraskan, sebab ketenagan hati dan pikiran dalam hidup ini kita peroleh apabila keduanya sejalan. Maka antara hati dan pikiran harus selalu berhermenetika.

    ReplyDelete

  50. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Membangun dunia pikiran yang berlandaskan dengna hati adalah dengan cara membangun dunia pikir secara horizontal dan vertikal. Secara horizontal kita akan mampu melihat keadaan sekitar kita dan sesama makhluk. Namun, dalam memikirnya tentu kita juga harus dengan vertikal, yaitu berlandaskan ilmu agama dan mendekatkan diri dengan Tuhan.

    ReplyDelete
  51. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Akal atau pikiran adalah salah satu yang membedakan antara manusia dengan makhluk ciptaan Allah SWT yang lain. Berpikir adalah ciri khas manusia sebagai anugerah dari sang Pencipta untuknya. Akan tetapi, banyak yang kurang menyadari tentang kemampuannya dalam memahami bagaimana sebenarnya proses berpikir dan mengendalikan hati serta pikirannya. Mereka cenderung mencampuradukkan antara yang hak dan yang bathil, padahal sampe kapanpun yang hak dan yang bathil tidak akan bisa bersatu. Akibatnya mereka diperbudak oleh hati dan pikirannya. Jika kita ingin mengarahkan hati dan pikiran pada hal-hal positif maka hati dan pikiran yang ada dalam diri akan mengidentifikasikan untuk mengendalikan hati dan pikiran kita sendiri. Semakin kuat keyakinan akan kesuksesan mendominasi pikiran, maka akan mengubah sikap kearah yang lebih baik. Sikap tersebutlah yang akan mengubah perilaku hidup kita, sehingga perilaku hidup yang berubah akan mendorong perubahan kinerja kita. Kinerja yang berubah pada akhirnya dapat mengubah hidup kita benar-benar bisa menjadi pemenang asalkan kita mampu menanamkan hati dan pikiran kita keyakinan untuk dapat sukses dan menjadi pemenang dengan faktor dari dalam diri dan pasti dengan petolongan-Nya.

    ReplyDelete