Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 16: Sintesis Hati dan Pikiran




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan Hati dan Pikiran anda untuk membangun Dunia Pikiran yang berlandaskan Hati. Dapat menggunakan referensi.

Tulislah sisntesis anda sebagai komen pada posting ini.

Demikian, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

6 comments:

  1. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia dalam membangun dunia pikiran dan menuntut ilmu seringkali terlena dengan ilmu yang telah dimiliki, sehingga menjadikan mereka sombong. Kesombongan ini lah yang dapat menyebabkan mereka mati. Mati disini dalam arti seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya. Mati bisa berarti tidak dapat melihat kebenaran, mati bisa berarti gagal, mati bisa berarti tidak sadar, mati bisa berarti tidak tepat, mati bisa berarti salah ruang, mati bisa berarti salah waktu, mati bisa berarti dosa, mati bisa berarti panasnya api neraka. Agar kita terhindar dari kesombongan, maka kita harus membangun dunia pikiran yang berlandaskan hati. Selain itu, kita harus ikhlas dan disertai dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Ingatlah bahwa dunia pikiranmu tidaklah akan lengkap jika tanpa dilandasi hatimu.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pikiran manusia mengacu pada pikiran positif dan pikiran negatif sedangkan hati tetaplah bersih dan suci. Hati mengcu pada hal yang baik atau positif. Kita tentunya mengetahui bahwa dengan kekuatan pikiran positif dapat membawa manusia meraih kesuksesan dalam mencapai tujuan. Dengan berpikir positif kita juga akan merasa selalu aman dan nyaman. Namun, terkadang kita tidak mampu menghindarkan diri dari pikiran negatif. Syaitan selalu menggoda kita untuk memikirkan hal yang buruk. Seperti memikirkan orang lain itu jahat atau ketika ingin mencoba suatu usaha malah berpikiran akan gagal bahkan pikiran kita mendukung kita untuk berniat menyakiti orang lain. Itulah pikiran buruk. Maka saat inilah kita harusnya selalu menyertakan hati ketika akan memutuskan sesuatu tidak hanya mengikuti pikiran. Sering kita dengar, ketika ada orang melakukan kejahatan atau tindakan kriminalitas maka ada orang berkata seperti tidak punya hati. Karena hati adalah suci. Maka benar sekali bahwa seharusnya pikiran kita harus dilandaskan dengan hati.

    ReplyDelete
  3. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Terkadang pikiran dan hati mempunyai pandangan yang berbeda, bisa juga sama. Misal ketika kita mempunyai jabatan yang tinggi dan dihadapkan oleh masalah antara ingin membela hak rakyat kecil namun jika tidak menjajah rakyat kecil pembangunan daerah tidak akan bisa berjalan, hati bisa saja berkata "tidak", namun pikiran bisa saja berkata "ya". Oleh karena itu, kita harus mempunyai iman dan taqwa kepada Allah sehingga hati kita mempunyai sifat yang positif dan baik dan di dalam berpikir kita juga menggunakan hati agar pikiran dan hati berjalan selaras. Dan insya Allah apa yang kita lakukan berdasarkan hati dan pikiran yang selaras dan baik akan diridhoi oleh-Nya.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pikiran dan hati adalah dua bagian berbeda yang terdapat dalam diri manusia. Pikiran cenderung rasional atau menggunakan logika sementara hati lebih cenderung pada perasaan atau emosi yang tidak dapat dideskripsikan secara logis. Keseimbangan antara pikiran dan hati merupakan sintesis (gabungan) dari keduanya yang melahirkan pikiran jernih atau pikiran yang berlandaskan hati. Melalui pikiran yang berlandaskan hati, manusia dapat memandang dunia, mengubah dunia, dan membangun dunia secara harmonis.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia adalah makhluk istimewa, karena telah dikaruniai oleh Allah SWT pikiran dan hati nurani. Maka sudah sepatutnya kita menggunakannya dengan seimbang. Pemikiran dan hati nurani manusia berbeda-beda, sehingga dalam mengambil sebuah keputusan pun berbeda. Tidaklah seimbang jika hanya menggunakan pikiran tanpa mempertimbangkan hati, begitu sebaliknya. Maka sebenar-benarnya keputusan adalah berlandaskan pikiran dan mempertimbangkan hati. Dan lagi, hati merupakan tingkatan tertinggi pengetahuan manusia. Ucapan, pikiran, kemudian hati nurani. Kewajiban kita sebagai manusia yang taat kepada Allah SWT adalah dengan menggunakan hati nurani kita dalam berpikir. Begitu menurut hemat saya.

    ReplyDelete