Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 16: Sintesis Hati dan Pikiran




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan Hati dan Pikiran anda untuk membangun Dunia Pikiran yang berlandaskan Hati. Dapat menggunakan referensi.

Tulislah sisntesis anda sebagai komen pada posting ini.

Demikian, selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin.

Marsigit

18 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Hati dan pikiran merupakan dua hal yang berbeda. Keduanya mempunyai peran masing-masing. Hati berkaitan dengan perasaan-perasaan, sedangkan pikiran berkaitan dengan rasio dan logika. Terkadang kata hati dan pikiran saling bertolak belakang karena kita sering menemui permasalahan yang secara logika itu benar tetapi hati berkata lain. Namun demikian, kita harus berusaha menyelaraskan antara hati dengan pikiran kita apapun kondisinya. Hati yang bersihlah yang menjadi panduan, pikiran mengikuti.

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pikiran dan hati seharusnya tidak berjalan sendiri-sendiri. Jadi, Anda perlu mencari cara agar keduanya bisa saling bekerja sama. Mulailah dengan menentukan nilai keutamaan Anda. Hati kita menyimpan nilai-nilai keyakinan yang tidak dikenal saat kita berpikir logis. Penyatuan pikiran dan hati dimulai dari sini. Ketahui nilai-nilai keyakinan Anda yang nantinya akan mengarahkan proses berpikir logis.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Hati dan piriran adalah dua hal yang yang dimiliki manusia dan yang menjadi pembeda antara manusia dengan binatang ,tumbuh-tumbuhan dan benda mati. Dhati kita berfungsi sebagai kontrol emosi, pengendali hawa nafsu, dan munculnya rasa kasih sayang. Pikiran adalah sesuatu yang digunakan manusia untuk membentuk intuisi, mengembangkan peradaban, mencari solusi dari suatu masalah, dan sebagainya. Oleh karena itu pikiran sangat penting dalam kehidupan manusia. Namun jika kita membangun dunia dengan pikiran saja tanpa menggunakan hati maka kita akan terjebak ke dalam suatu fatal.
    Dunia yang tak terbatas adalah dunia pikiran. Di dalam pikiran kita bebas mengebmbangkan apapun tanpa terikat wadah, material, waktu, atau dimensi. Tentu saja pikiran kita bebas menjelajah dan melakukan pengembangan sesuai dengan apa yang kita mau. Bahkan mungkin kita akan keasikan hidup di dlam dunia pikiran kita.Tetapi kita harus waspada karena jika kita terlalu jauh melangkah ke dalam pikiran bisa saja kita melupakan hati kita. jangan sampai hati menjadi kotor karena jarang dikunjngi dan dibersihkan. Jika hatijarang dikunjngi dan dibersihkan, sedangkan kita terlalu asik hidup di dunia pikiran maka pikiran kita akan ikut kotor juga. Jangan sampaipikiran kita menjadi kotor dan kita terjebak ke dalam lamunan yang merugikan. Oleh karena itu dalam membengun dunia pikiran haruslah berlandaskan hati.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dalam konteks kemanusiaan, hati dan pikiran adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Pun tak bisa dianalogikan seperti dua sisi mata uang atau dua kutub yang saling berseberangan, sebab ke duanya adalah harmoni yang saling mengisi. Namun, sintesa ke duanya tidak terjadi secara alamiah sehingga membutuhkan proses panjang dan kompleks untuk mencapai sintesa itu. Sebagai Animal Educandum, sintesa tersebut hanya dapat diwujudkan melalui proses pendidikan yang sesuai dengan prinsip-prinsip kemanusiaan. Itulah mengapa pendidikan hadir sebagai kodrat ilahiah yang menjadi wadah persemaian potensi-potensi kemanusiaan yang tertanam dalam diri setiap manusia. Bartens pernah mengatakan bahwa suara hati adalah suara Tuhan (ia jujur apa adanya), namun ia tidak akan nampak tanpa kehadiran pengetahuan sebagai wujud dari prosea berpikir. Inilah fungsi pikiran untuk mengasah nalar, menambah pengetahuan, dan memperkuat pertautannya dengan hati. Moralitas dalam hati tak akan nampak tanpa pikiran yang sehat (nalar yang tajam). Inilah sintesa itu.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Selaras dengan komentar saudari Putri Solekhah dan saudari Alfiramuta Hertanti bahwasanya hati dan pikiran adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Kita tidak dapat dan tidak diperbolehkan hidup dengan salah satunya saja, apalagi melupakan keberadaan hati. Karena apa? ya memang benar pendapat saudari Putri Solekhah bahwa hati inilah yang menjadi pembeda manusia dengan binatang. Kehidupan manusia tanpa hati ibarat layang-layang putus yang terbang jauh dan tak akan kembali.
    Implikasinya, kita sebagai manusia, sebagai khalifah di bumi sudah sewajibnya membangun peradaban dan kehidupan yang lebih berkualitas. Kita bangun kehidupan, peradaban, pembangunan bangsa dengan pikiran, dan ingat harus menggunakan hati. Karena hati nurani sejujurnya adalah pengendali. Jika kita benar-benar mendengarkan hati nurani, sungguh hati nurani tidak pernah memberikan pendapat tentang keburukan apalagi pelanggaran etika yang merugikan orang banyak. Jadi, silahkan kita mengembarakan pikiran kita kemana saja, asal hati mengikutinya.

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna karena dibekali dengan akal (pikiran) dan hati. Dengan pikirannya, manusia dapat membuat berbagai macam kebutuhan manusia termasuk teknologi-teknologi canggih yang sangat membantu kehidupan manusia itu sendiri, manusia juga dapat mengeksplorasi dan memenfaatkan kekayaan alam, bersosialisasi dengan manusia lainnya, dan tak terhingga banyaknya hal-hal yang bisa manusia lakukan dengan pikirannya. Akan tetapi, semua hal itu harus dilakukan oleh manusia dengan berlandaskan pada hati. Jika tidak berlandaskan pada hati, maka semuanya akan menjadi kacau dan hanya akan menjadi mitos. Misalnya, manusia dapat membuat teknologi-teknologi canggih, tetapi jika tidak dilandaskan dengan hati, maka teknologi tersebut akan dibuat untuk merusak individu atau kelompok tertentu. Contoh lain ialah manusia dapat mengeksplorasi dan memanfaatkan kekayaan alam, tetapi jika itu dilakukan tanpa hati, maka mengeksplorasi akan menjadi mengeksploitasi dan memanfaatkan malah mejadi menghabiskan. Oleh karena itu, sangat perlu bagi kita untuk menggunakan pikiran dengan berlandaskan hati dalam melakukan apapun.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Hati dan pikiran merupakan dua hal berbeda yang dimiliki setiap manusia. Keduanya memiliki peran yang berbeda pula. Biasanya, hati berperan dengan emosi, untuk mengungkapkan perasaan yang tidak bisa digambarkan secara logis. Sedangkan pikiran lebih cenderung untuk rasional. Hati dan pikiran Anda ibarat dua hal yang saling terkait, namun tidak jarang terjadi perbedaan pendapat. Dunia yang merupakan suatu pikiran dapat dibangun dengan hati yang bersih sehingga tercipta dunia yang positif yang seperti kita harapkan.

    ReplyDelete
  8. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Hati dan pikiran keduanya adalah abstrak. Hati dan pikiran keduanya tidak dapat dilihat, tidak tahu bagaimana bentuknya. Tetapi kebanyakan orang menunjuk hati pada dada, menunjuk pikiran pada kepala atau otak. Menurut saya, hati dan pikiran itu mengalir diseluruh tubuh, tidak sebatas dada dan otak, namun secara fisik dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kalau secara metafisik, keduanya adalah penentu nasib, kebahagiaan, masa depan, pengambil keputusan. Hati dan pikiran saling berkaitan, tidak bisa dikotak-kotakkan. Kita tidak bisa terlalu men-dikotomikan antara hati dan pikiran, karena tidak hanya hati yang menentukan pola pikir, melainkan pikiran juga berpengaruh besar dalam menentukan olah hati. Bukan hanya hati yang memuat dimensi spiritualitas, tetapi pikiran juga bisa berspiritualitas, dengan mencari kebenaran-kebenaran, meneliti ayat-ayat, berdiskusi dengan para ahli agama, yang tentu hasil pemikiran itu memperteguh spiritualnya hati.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Di dalam segala hal, ketika akan membangun pastilah membutuhkan landasan atau pondasi bangunan tersebut. Tujuan dari pondasi adalah agar bangunan yang dibangun akan menjadi kokoh. Begitu juga dalam membangun pikiran. Bangunan dunia pikiran yang berlandaskan hati akan menjadikan bangunan dunia pikiran menjadi kokoh. Manusia diberikan anugerah oleh Tuhan untuk dapat berpikir. Karena pikiran adalah anugerah dari Tuhan cara kita mensyukurinya adalah dengan berusaha menggunakan dan memaksimalkan pikiran untuk menjalani kehidupan ini. Namun, agar tidak melewati batas berpikir dan selalu ingat akan yang memberikan pikiran maka dalam berpikir hendaknya dikendalikan dengan hati. Hati sebagai landasan untuk berpikir dan membangun pikiran.

    ReplyDelete
  10. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    hati dan pikiran itu adalah dua hal yang sangat erat hubungannya. diantara dua hal tersebut hati merupakan rajanya. dialah yang menguasai segala sesuatu di dalam tubuh, termasuk pikiran manusia. dan pikiran manusia ibarat wakil dari hati. jika kita ingin makan, maka pikiran kita melalui otak lah yang mengatur gerakan tubuh kita hingga terjadi proses makan, tapi apakah proses makan itu baik atau buruk, hati lah yang menentukan. dunia pikiran yang berlandaskan hati akan menjadi bervariasi. jika hati nya bersih, maka dunia pikirannya akan baik, akan bermanfaat jka digunakan untuk kebaikan manusia. tapi jika hatinya buruk, maka dunia pikirannya juga hanya akan berisi hal-hal buruk yang hanya kana menjadi perusak.

    ReplyDelete
  11. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Konflik antara hati dan pikiran terjadi ketika individu menghadapi suatu masalah. Hati memainkan peranan penting dalam memberi reaksi emosional individu, sedangkan pikiran berusaha tenang dan mereka-reka puzzle yang membentuk alternatif jalan keluar terbaik berdasarkan nalar. Membangun dunia pikiran yang berdasarkan hati nurani kita berarti kita hendaknya menyelaraskan hati dan pikiran kita, sehingga sebuah keputusan yang dibuat bukanlah berdasarkan logika belaka, namun juga hati yang telah berperan dalam membangun sebuah keputusan.

    ReplyDelete
  12. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Banyak keutamaan dalam mendeskripsikan Hati dan Pikiran, dimana hati dan pikiran memiliki fungsi yang berbeda, Hati akan mengelola semua pemikiran yang akan kita kerjakan. Ketika terdapat perbuatan yang tidak kita inginkan, maka hati akan menolak rasio pemikiran yang datang. Pemikiran yang bertentangan dengan hati akan menyebabkan tindakan yang dapat mengakibatkan kelehan yang berbuah ketidak pastian.

    ReplyDelete
  13. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sintesis hati dan pikiran. Sungguh judul yang menarik. Para filsuf mengatakan bahwa sebenar-benar kematian manusia adalah ketika dalam keadaan tak berpikir. Namun para agamawan mengatakan bahwa sebenar-benar kematian manusia adalah ketika dalam keadaan tak berdoa. Maka dapat disintetiskanlah bahwa manusia mati saat tak berpikir dan tak berdoa. Berpikir sambil berdoa adalah bentuk mensintesis pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  14. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dimana ada hati disitu juga ada pikiran. Itulah sebenar-benar manusia, memilik hati dan juga pikiran. Kedua harus berjalan beriringan, maka antara hati dan pikiran harus disinkronkan. Jika pikiran memikirkan A, hati juga sebenarnya mengetahui jika A termasuk sesuatu yang baik tetapi karena hatinya tidak berlandaskan spiritual atau tidak dzikir menyebut asma Allah, sehingga hatinya mudah tergoda oleh syaitan. Maka hati lebih memilik belok untuk memilih B, dimana B itu adalah sesuatu yang diketahui oleh pikiran itu adalah hal yang dilarang. Maka, jangan sekali-kali kacaukan hati, sebab satu titik kekacauan hati adalah godaan syaitan. Oleh sebab itu, sebenar-benar dunia pikiran adalah dengan berlandaskan hati yang didasari spiritual.

    ReplyDelete
  15. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Membangun peradaban dunia merupakan salah satu wujud syukur atas anugerah Tuhan yang Masa Esa. Membangun peradaban manusia tidak lepas oleh tangan-tangan manusia. Tangan-tangan manusia ini digerakkan oleh pikiran dan hatinya. Oleh karenanya, pikiran dan hati menusia adalah komponen pokok bagaimana nantinya refleksi peradaban dunia ini. Pikiran dan hari merupakan dua hal yang tidak bisa di pisahkan, bukan pula dua hal yang selalu mengahsilkan kebaikan , bisa saja peradaban dunia hancur karena di bangun dengan pikiran dan hati yang kotor. Oleh karenanya manusia sebaiknya selalu muhasabah dan berdialog untuk membersihkan hati dan pikirannya. Selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dijaga dalam kebaikan. Amien.

    ReplyDelete
  16. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT dilengkapi dengan hati dan akal pikiran. Kedua hal ini merupakan sesuatu yang sangat berbeda namun sangat penting perannya bagi manusia. Keduanya harus sinkron dan saling seimbang. Tidak akan baik jadinya apabila kita menjalankan sesuatu hanya berlandaskan akal pikiran tanpa mempedulikan hati nurani, begitu pula sebaliknya, tidak akan baik pula apabila bertindak hanya berlandaskan hati tanpa meggunakan akal pikiran. Agar hati dan pikiran kita bisa seimbang, maka kita harus memperkuat hati agar mampu mengendalikan pikiran. Pikiran juga akan memberikan ilmu yang dapat membawa hati pada nilai yang benar. Oleh karena itu, untuk membangun dunia pikiran haruslah berlandaskan pada hati.

    ReplyDelete
  17. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dalam kehidupan kita harus menselaraskan hati dan fikiran. Adapun cara agar hati dan fikiran mampu selaras yaitu dengan mulailah menentukan nilai keyakinan anda, pikirkan keputusan anda dikaitkan dengan nilai keyakinan, pertimbangkan nilai keyakinan anda sebelum memutuskan, ambillah keputusan berdasarkan pemikiran logis atas intuisi yang muncul saat mempertimbangkan nilai keyakinan anda.

    ReplyDelete