Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 22: Tak Kusadari Bahwa Ternyata Aku Bisa Terbang




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Aku Bisa Terbang Seperti Burung.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

61 comments:

  1. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. aku bisa terbang seperti burung, mengelilingi dunia, melihat dan mengamati apa yang terjadi di dunia. Akhirnya aku tahu bahwa dunia itu luas, terdapat banyak hal indah dan mengerikan di dunia. Kupukir duniaku itu hanya sebatas sejauh mana mataku memandang. Ilmu yang kupelajari membuatku menyadari bahwa dunia takterbatas. Ilmu yang kupelajari membuatku menyadari bahwa aku bisa terbang seperti burung.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Allah swt menciptakan setiap makhlukNya dengan kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Begitupun halnya dengan manusia. Akan tetapi Allah membekali akal dan nafsu kepada manusia sehingga bisa menirukan dan melampaui makhluk yang lain. Misalnya burung yang bisa terbang, pun manusia juga bisa terbang bahkan bisa lebih jauh dan lama di udara ketimbang burung. Semua itu karena akal manusia yang luar biasa. Allah telah menjelaskan dalam Alquran bahwa alam ini adalah pelajaran bagi orang-orang yang berfikir. Menurut saya tidak ada yang mustahil di dunia ini. Dengan kerja keras, ikhtiar yang sungguh-sungguh dan dibarengi dengan doa yang ikhlas dan tulus kepada Allah SWT maka semua yang kita impikan dapat tercapai. Kembali ke pertanyaan dengan apa manusia dapat terbang. Menurut saya manusia dapat mencapai puncak kejayaannya (terbang) adalah manusia yang mempunyai ilmu yang tinggi tapi dengan ilmunya tersebut tidak menjadikan ia sombong tetapi malah mendekatkan diri kepada Allah SWT, sehingga ilmu tersebut dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari dengan demikian ilmu tersebut dapat berguna bagi sekitarnya.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Diantara makhluk lainnya manusialah yang paling sempurna, dengan malaikat sekalipun. Malaikat diberikan akal tapi tidak diberikan nafsu, hewan diberikan nafsu tapi tidak diberikan akal, sedangkan manusia diberikan keduanya yaitu akal dan nafsu.
    Oleh karenanya manusia dikatakan sempurna meskipun dengan segala keterbatasan yang ada dalam dirinya.
    Karena dibandingkan dengan makhluk yang lain manusia memiliki.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Terbang bagaikan burung dapat dimaknai bahwa pikiran kita terbang melalang buana memutari dunia ini memikirkan yang ada dan yang mungkin ada. Pikiran kita bagaiman burung yang terbang kesana kemari memikirkan ini itu entah keduniaan maupun akhirat. Dalam olah pikir, memikirkan apa yang ada dan yang mungkin ada diupayakan berpikir kritis. Berpikir kritis identik dengan pertanyaan-pertanyaan. Jadi ketika kita berpikir kritis akan banyak pertanyaan yang ada dalam pikiran kita, lalu pikiran kita terbang melalang buana memutari dunia untuk memperoleh jawaban dari berbagai pertanyaan kita.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Aku dapat terbang jika aku memiliki iman. Iman di hati dan iman dalam pikiran. Dalam hati kita perlu percaya, dan dengan pikiran kita dapat membuat suatu pemikiran bahwa yaa kita dapat terbang. Dapat terbang diartikan bahwa kita dapat mencapai suatu kesuksesan, terbang ke langit ke tujuh untuk merayakan kesuksesan.

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam berfilsafat keadaan dimana kita bisa melakukan apa yang kita mau adalah keadaan dimana kita bebas menentukan hidup kita. Filsafat yang bebas adalah kemerdakaan yang dimiliki oleh seseorang, yang mana bisa disebut sebagai manusia terbang. Manusia terbang, suatu dalil yang menyatakan bahwa andaikata orang yang secara organik sempurna berada di angkasa dalam keadaan mata tertutup tidak mengetahui apa-apa, tidak merasakan sentuhan apapun – termasuk dengan anggota badan sendiri – ia tetap yakin terhadap eksistensi dirinya. Dalam keadaan seperti itu jika ia menghayalkan adanya tangan atau anggota tubuh lainnya, maka ia tidak akan menghayalkan sebagai bagian atau syarat bagi eksistensi dirinya. Ini membuktikan bahwa wujud nafsu itu berbeda dengan bahkan bukan jasad.
    Dalil orang terbang misalnya, mirip dengan “cogito”, suatu dalil yang lahir dari renungan Descartes, sekalipun secara substansial terdapat perbedaan penting antara keduanya. Para ahli sejarah filsafat memang telah menunjukkan afinitas alasan Ibnu Sina dengan cogito ergo sumnya Descartes. Dalam hal ini Rahman menjelaskan bahwa baik Ibnu Sina maupun Descartes diilhami oleh pemikiran Plotinus tentang keterpisahan jiwa dari tubuh.

    ReplyDelete
  7. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Menurut saya terbang dalam hal ini yang dimaksud adalah bisa membaca hasil pemikiran berbagai filsuf. Dengan membaca buku-buku para filsuf maka kita akan mengetahui berbagai hal walaupun itu masih jauh dari apa yang ada di dunia itu. Paling tidak dengan hal itu maka kita bisa melihat dunia dengan lebih luas lagi. Selayaknya seekor burung yang terbang membelah dunia dan bisa melihat dunia dari atas secara luas.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Terbang yang dimaksud tentu bukan terbang seperti burung dan hewan bersayap lainnya. Terbang disini maksudnya adalah pikiran. Manusia dapat terbang kemanapun ia mau dalam sekejap dengan hanya menutup mata. Manusia dapat pergi kemanapun yang ia inginkan hanya dengan menutup mata dan kemudia membayangkannya, lalu dapat kembali ke kehiupan nyata ketika kembali membuka matanya.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    “tak kusadari aku bisa terbang seperti burung”
    Saat terbang, burung bebas menentukan kapan dia akan turun. Dia bebas melihat segala sesuatu di langit dan tidak ada yang menghalanginya saat terbang. Kita pun bisa demikian. Tidak ada yang menghalangi kita dalam belajar kita bebas mempelajari apa yang kita ingin pelajari. Saat kita asyik mendalami sesuatu, kita akan merasakan perasaan ringan karena kita melakukannya dengan hati yang senang.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Tidak hanya burung yang bisa terbang, kita pun mampu melakukannya dalam artian yang berbeda. Hal itu dapat dilakukan jika bisa memaknai kehidupan ini dengan giat berusaha, termotivasi untuk dapat melihat berbagai hal yang tidak diketahui. kita memiliki kebebasan untuk menentukan pilihan dalam hidup, bebas memilih jalan mana yang akandi tempuh. Kebebasan ini tentunya dapat digunakan semaksimal mungkin untuk dapat melihat seisi dunia dengan pengetahuan yang dipelajari. Akan tetapi, ingatah bahwa kebebasanpun punya aturan. Jalani dengan penuh tanggung jawab sehingga kita dapat menjadi berkat dan bukan beban bagi orang lain.

    ReplyDelete
  11. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jika dipikir pikir ternyata saya dapat berimajinasi. Dan mungkin yang dimaksud terbang adalah berimajinasi tersebut. Terbang seperti burung yang indah di langit. terbang bagaikan tidak mempunyai beban. Terbang seperti apa yang kita harapkan. dan semoga semua itu bukan hanya imajinasi semata tetapi juga dapat menjadi kenyataan yang dapat membuat kita merubah diri kita menjadi lebih baik dan lebih baik kembali.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Aku tak punya sayap. Tapi aku punya pikiran dan imajinasi. Di dalam pikiranku dan imajinasiku, tanpa kusadari ternyata aku tidak menjejak tanah lagi. Kakiku dan semua bagian tubuhku berada di udara, melayang. Aku bisa terbang dengan kebebasan pikiranku, menjelajahi dunia dengan segala isinya, bahkan menjelajahi segala yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dalam sisi filsafat manusia bisa terbang karena filsafat merupakan olah pikir dimana manusia sebagai obyeknya. Segala yang ada dan yang mungkin ada menjadikan manusia mengerti bahwa dirinya bisa terbang dan tidak karena keterbatasan manusia dan karena nikmat Allah.dalam berfilsafat manusia mampu menembus ruang dan waktu. Dengan filsafat berarti memiliki kemerdekaan berfikir, kemandirian, keterampilan, dan daya kritis. Belajar filsafat secara intensif dan ekstensif dan menerapkannya dalam kehidupan. Dengan filsafat manusia juga bisa membuat inovasi baru, membuat karya – karya baru yang bermanfaat bagi diri dan orang lain, Jadi dengan begitu menggambarkan manusia bisa terbang menembus ruang dan waktu. 

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia dengan dirinyha sendiri tidak bisa terbang. Mungkin jam dahulu pikiran untuk manusia terbang tidak terpikirkan. Namun dengan pengetahuannya manusia dapat menciptakan alat yang membantunnya untuk terbang menembus langit menghampiri wolayah lain. Itulah cara kerja pikiran manusia. Selagi manusia terus berpikir maka pada suatu saat akan terwujud objek dari pemikirannya. Begitulah harusnya berpikir dari yang ada dan yang mnungkin ada unutk menciptakan objek riil dari pemikiran manusia. Memang tidak mudah. Namun tak disadari bahwa ternyata hal itupun dapat terwujud seperti yang tak kusadari bawa aku juga bias terbang seperti burng itu.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia dengan dirinya sendiri tidak bisa terbang. Mungkin jam dahulu pikiran untuk manusia terbang tidak terpikirkan. Namun dengan pengetahuannya manusia dapat menciptakan alat yang membantunnya untuk terbang menembus langit menghampiri wolayah lain. Itulah cara kerja pikiran manusia. Selagi manusia terus berpikir maka pada suatu saat akan terwujud objek dari pemikirannya. Begitulah harusnya berpikir dari yang ada dan yang mnungkin ada unutk menciptakan objek riil dari pemikiran manusia. Memang tidak mudah. Namun tak disadari bahwa ternyata hal itupun dapat terwujud seperti yang tak kusadari bawa aku juga bias terbang seperti burng itu.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Dahulu, keinginan manusia untuk terbang hanyalah angan-angan belaka. Kemudian ada orang yang termotivasi sehingga menciptakan kendaraan yang bisa terbang, yaitu pesawat. Setidaknya manusia bisa terbang dengan media pesawat. Kemudian ada yang menciptakan balon udara, sehingga manusia dapat merasakan terbang dan melihat sekelilingnya. Kemudian parasut, yang dikendalikan sendiri oleh manusia. Dan sekarang manusia dapat terbang hanya dengan menggunakan baju/parasut yang didesain secara khusus, sehingga seolah-olah memang terbang. Akan tetapi di dalam filsafat, bukan yang demikian yang dimaksud dengan aku bisa terbang. Terbang berarti berada pada suatu ketinggian tertentu tanpa menyentuh bumi dan secara penglihatan, mata dapat memandang secara lebih luas. Manusia yang dapat terbang dalam filsafat berarti seseorang tersebut sudah memiliki bekal yang cukup, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun ilmu spiritual yang sangat tinggi sehingga mampu melihat dan menyikapi segala fenomena kehidupan.

    ReplyDelete
  17. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika seekor burung mampu terbang menggunakan kedua sayapnya, maka manusia juga mampu terbang menggunakan imajinasinya. Menggunakan buah dari hasil pemikiran manusia. Terbang bukan berati melayang-layang di udara. Terbang dalam artian mengembangkan olah pikirnya jauh melebihi kapasitas yang sewajarnya.

    ReplyDelete
  18. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mengingat bahwa sesungguhnya dunia adalah apa yang ada di pikiran manusia, maka seluas-luasnya dunia adalah ketidaksempitan pikiran dalam mengolah buah pemikirannya. Bahkan setinggi langit angkasa tidak mampu membatasi tingginya pemikiran manusia yang cerdas.

    ReplyDelete
  19. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam tradisi eropa, kemampuan manusia untuk terbang adalah ruang lingkup sains yang masih belum terpecahkan, sedangkan dalam tradisi timur, kemampuan terbang adalah kemampuan mistik yang sering dipraktekkan sehari-hari oleh para Yogi di India dan merupakan bagian dari ritual dan tradisi. Yoga Terbang atau yang biasa disebut yogic flying melihat semua potensi manusia dalam pandangan yang baru, memperluas pemikiran tentang apa yang dapat dicapai oleh seorang manusia, melihat dengan gaya baru tentang hubungan antara pikiran manusia dan alam semesta. Pelajaran Yoga yang utama adalah menyelaraskan antara tubuh dan pikiran menjadi satu kesatuan utuh. Penyatuan pikiran dan tubuh mampu melahirkan kemampuan-kemampuan diluar nalar, salah satunya adalah terbang. Pada kategori berikutnya adalah penyatuan antara pikiran, tubuh dan alam sekitar. Apabila seorang Yogi sudah bisa memusatkan ketiganya ia akan mampu melakukan hal-hal yang terkadang tidak masuk akal.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Manusia memang tidak bisa terbang seperti burung, tidak dapat berenang selincah ikan, dan tidak punya tenaga sekuat gajah. Meski demikian manusia memiliki kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya. Dengan demikian manusia bisa mengatasi kelemahannya tersebut.

    ReplyDelete
  21. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesiskan tesisnya sebagai berikut: Jika saya ditanya apakan saya dapat terbang sepeti burung. Maka jawaban saya adalah tidak. Saya tidak bisa terbang seperti burung karena saya tidak memiliki sayap. Saya hanya memiliki tangan dan itu tidak dapat digunakan untuk terbang seperti burung. Mau dikepakkan secepat apapun tangan saya tidak bisa digunakan untuk terbang seperti burung. Kalaupun terbang saya hanya bisa menumpang di dalam pesawat terbang dan tentu saja berbeda jauh dengan terbang seperti burung.
    Kemudian anti-tesisnya sebagai berikut: Jika saya diminta menjelaskan seperti apa burung itu terbang, bagaimana kira-kira rasanya menjadi burung yang terbang? Maka saya akan menjawab: sesuai dengan apa yang saya baca, dengar dan lihat langsung burung itu mengepakkan sayapnya untuk bisa terbang dia memiliki kemampuan untuk bla bla bla panjang lebar saya menjelaskan secara ilmiah. Menurut saya rasanya terbang itu asik, burung bisa melihat pemandngan yang indah dari atas langit, merasakan udara sejuk, berpindah-pindah tempat dengan mudah. Lalu bagaimana saya bisa tahu ya karena saya membayangkan saja jika jadi burung lalu terbang seperti itu? Saya merasakan sensasi terbang seperti apa di dalam pikiran saya. Ah, ternyata saya bisa terbang seperti burung. Mengepakkan sayap, merasakan sensasinya. Hanya dengan memikirkannya saja saya bisa terbang, terbang yang seperti burung.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  22. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Bismillahirrohmanirrohiim
    Saya akan mencoba untuk mensintesiskan tesis dan anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Aku Bisa Terbang Seperti Burung.
    Tesis : Jika dilihat secara langsung, sudah jelas bahwa saya tidak bisa terbang seperti burung. Saya tidak mempunyai sayap yang bisa membantu saya untuk terbang. Burung bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan cepat karena ia dapat terbang, sedangkan saya tidak. Untuk berpindah satu tempat ke tempat lain dengan memanfaatkan diri saya sendiri, maka saya harus berjalan atau berlari, dan itu membutuhkan waktu yang lama.
    Anti tesis : Dengan bantuan teknologi yang sekarang serba canggih, saya dapat terbang layaknya burung. Saya dapat berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain dengan cepat layaknya seorang burung dengan bantuan teknologi tersebut. Pesawat, balon udara, dan paralayang, semuanya dapat membuat saya terbang layaknya seorang burung. Jadi, jika difikir ulang, sebenarnya saya bisa terbang layaknya seorang burung.

    ReplyDelete
  23. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dalam arti yang sesungguhnya, sungguh saya sebagai manusia, dengan waras menyadari bahwa saya tidak akan pernah bisa terbang seperti burung. Namun saya hanya menganggap bahwa pertanyaan bapak hanyalah suatu metafora tentang kehidupan dalam mengarungi lautan dan cakrawala pengetahuan. Sama seperti burung yang mampu terbang bebas di angkasa, dengan pendidikan yang berkeprimanusiaan, kita dapat mengarungi luasnya lautan dan cakrawala pengetahuan. Dalam konteks ini, kita bisa terbang tanpa menggunakan sayap seperti burung.

    ReplyDelete
  24. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Terbang merupakan hal yang mustahil bagi seorang manusia. Jika dipikirkan secara rasional pun rasanya memang tidak mungkin. Burung sebagai hewan yang bisa terbang, tentu sudah qadarullah memiliki kemampuan tersebut. Allah SWT yang memutuskan bahwa burung bisa terbang, namun tidak bagi manusia. Tentu saja segala penciptaanNya ini sudah memiliki bagian dan tugas berbeda selama hidup di bumi. Akan tetapi, bagaimana halnya dengan seseorang yang naik pesawat? Seseorang yang naik balon udara, para layang, dsb. Bukankah hal tersebut sudah bisa menyerupai terbangnya seekor burung? Prinsip yang digunakan dalam pesawat memang menyerupai seekor burung, salah satunya adalah terdapat sayap pada pesawat yang sama seperti burung. Oleh karena itu, seiring perkebangan zaman, apa yang tidak mungkin bisa dilakukan sedikit demi sedikit membuka pemikiran manusia bahwa segalanya bisa dilakukan ketika ia mau untuk mempelajarinya.

    ReplyDelete
  25. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Aku yakin aku bisa terbang. Dalam ketidakberdayaan ku dimana aku hanya memiliki jari dan tangan, tanpa sayap yang dikepakkan, aku masih yakin aku bisa terbang. Setidaknya keyakinan ku sudah terbang dahulu bersama mimpi-mimpiku untuk menggapai cita-citaku. Aku bisa bercita-cita menjadi pilot yang menerbangkan pesawat sehingga aku dapat hinggap satu tempat ke tempat lain seperti layaknya seeokor burung yang hinggap kesana kemari. Aku bisa menjadi arsitek yang mendesain gedung pencakar langit, dimana aku bisa melihat suasana perkotaan dari ketinggian beribu-ribu meter, melebihi capaian tertinggi burung dapat terbang.

    ReplyDelete
  26. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Sebagai manusia yang memiliki struktur dan bentuk tubuh berbeda dari burung, tentu cara kita bergerak akan berbeda. Inilah yang membuat secara logika manusia tidak bisa tebang seperti burung. Manusia yang tidak memiliki sayap dan pundi-pundi udara jelas tidak dapat terbang dan bergerak di udara layaknya burung. Namun, dengan perkembangan dan kemajuan iptek saat ini, manusia bisa "terbang" di udara. Manusia bisa terbang menggunakan pesawat, balon udara, atau saat manusia melakukan terjun payung dan paralayang. Meskipun caranya berbeda dari burung, tapi dengan dibantu alat-alat dan teknologi, manusia tetap dapat merasakan sensasi berada di udara

    ReplyDelete
  27. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kekuatan pikiran mampu mengubah seseorang menjadi yang ia pikirkan. Ketika berpikir tentang burung, setiap hari memikirkannya, memikirkan tentang cara burung agar bisa terbang. Apa saja yang membuat burung bisa terbang, bagaimana burung bisa mempercepat terbangnya. Semua itu akan menjadikan seseorang ternyata bisa terbang. Mungkin pemikiran tentang itu yang pernah dialami oleh ilmuwan penemu pesawat terbang. Membaca judul ini saya juga bertanya-tanya apa yang dipikirkan oleh ilmuwan penemu pesawat terbang pertama kali.

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    menyatakan "aku bsa terbang" itu sesungguhnya tergantung pada konteks. jika kita berbicara tentagn terbang yang berarti berada di atas awan, di atmosfer, maka dengan naik pesawat pun kita sudah disebut terbang. jika kita berbicara tentang ilmu pengetahuan yang mendunia, yang internasional, maka kita juga sudah disebut terbang secara pikiran mengarungi dunia.

    ReplyDelete
  29. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Terbang adalah melayang di udara, terbang juga dapat diartikan sebagai bebas, sama halnya dengan burung yang bisa terbang bebas kemana saja di angkasa. Sebagai manusia kadang kita berpikir kenapa kita tidak bisa terbang seperti burung, manusia terkadang iri dengan kebebasan burung yang dapat menjangkau wilayah yang begitu luas. Namun sebenarnya kita sebagai manusiapun dapat terbang, terbang dimaksud disini adalah terbang dalam pikiran kita. Kita mampu terbang menggapai semua impian kita melalui ide-ide kreatif kita.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Tak kusadari ternyata aku bisa terbang. Aku bisa merasakan ketinggian. Aku bisa merasakan angin yang mausk ke dalam lubnag hidungku dengan begitu cepatnya. Aku bisa merasakan kantong alveolusku. Aku bisa merasakan betapa takutnya diriku ketika tak sengaja hampir bertabrakan dengan pesawat yang ternyata bisa terbang juga dia itu. Akupun bisa merasakan buluku yang tercopot karena bergesekan dengan teman-temanku saat terbang di atas sana. Aku bisa merasakannya.

    Tapi, tunggu, aku hanya mampu merasakannya, lewat memikirkanya. Adalah kekuatan pikir. Jika kita terus berpikir seperti hal-hal di atas, maka akan ada kemungkinan kita benar-benar bisa terbang. Maka hati-hatilah dengan pikiranmu, gunakan hatimu untuk menemaninya. Sesungguhnya hati tidak hanya menjadi teman bagi sang pikir, tapi hati adalah pengendali. Bismillah, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  31. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia dapat terbang? Sungguh sulit diterima akal. Apa maksudnya terbang? Saya membayangkan manusia terbang seperti superman. Apakah seperti itu? Saya membayangkan manusia terbang seperti para pesulap. Apakah seperti itu? Saya membayangkan manusia terbang dalam pesawat. Wah ini mungkin ya?
    Wah tak terasa saya barusan sedang terbang. Berada di awang-awang membayangkan bagaimana manusia terbang. Pikiran saya yang terbang untuk memperoleh bayangan tentang manusia yang terbang.

    ReplyDelete
  32. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terbang identik dengan burung, pergi kesana kemari menjelajahi angkasa raya. Apa aku bisa terbang (manusia) dan aku ternyata bisa terbang. Yang membuat manusia bisa terbang bukanlah sayap burung yang menjelma lengan pada diri manusia. Namun, manusia terbang dengan imajinasinya. Kekuatan imajinasi melalui fikiran mampu mendoktrin manusia sehingga ia mampu melakukan apapun sesuai apa yang telah dipikirkannya sehari-hari. Terima Kasih

    ReplyDelete
  33. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Tak ku sadari bahwa aku bisa terbang. Ini inisialisasi untuk diriku, karena diriku selalu mempunyai angan angan, cita cita yang tinggi. Seperti burung yang sedang terbang, melihat luasnya dunia, menjangkau suatu puncak yang tinggi, bersama dengan angan anganku.
    Setiap manusia pasti punya angan-angan, bermimpi terlalu tinggi, terbang dengan sebuah angan angan. Ketika ada salah satu angan kita yang terwujud berarti kita telah mampu terbang menuju angan tersebut. inilah kenapa dikatakan bahwa diriku bisa terbang. Tergantung dengan usaha tiap manusia.

    ReplyDelete
  34. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ketika kami mempelajari filsafat, tanpa terasa kami berusaha untuk memahami pemikiran-pemikiran filsuf yang membentang dari jaman yunani kuni hingga jaman modern. Dengan demikian kami merasa mampu terbang melewati zona waktu dari masa sekarang ke masa lalu dan kembali lagi ke masa sekarang. Ternyata pemikiran-pemikiran filsuf pada masal lalu masih ada dan digunakan pada saat ini. Dan ternyata fenomena-fenomena yang sudah terjadi saat ini beberapa ada yang sudah tersirat dalam pemikiran filsuf-filsuf jaman dahulu. Dengan berfilsafat terasa seakan-akan pikiran ini terbang dan melayang, berpetualang kemana-mana. Akan tetapi ada kekhawatiran bahwa kami takut jika pikiran ini akan terbang sangat jauh, hingga menembus zona yang disebut sebagai “terlalu jauh hingga melampaui batas”.

    ReplyDelete
  35. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terbang merupakan cara bergerak yang dimiliki oleh burung dan beberapa unggas lainnya. Dengan terbang burung dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Manusia dan hewan mamalia lainnya secara ilmiah tidak bisa terbang karena memang manusia dan hewan mamalia lainnya bergerak untuk berpindah itu tidak dengan cara terbang. Namun, jika kita menilik lebih jauh, manusia itu tanpa disadari bisa berpindah dengan cara terbang, manusia itu bisa melihat apa yang dilihat hewan ketika sedang terbang. Karena manusia memiliki akal pikiran sehingga dengan akal pikiran itulah manusia tanpa disadari dapat terbang. Dengan pikirannya manusia dapat menciptakan teknologi yang membantu manusia untuk terbang dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain secara cepat. Dengan pemikirannya manusia menciptakan alat transportasi agar bisa terbang.

    ReplyDelete
  36. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Jika manusia mau menyadari, sebenarnya pikirannya seperti burung yang bebas. Manusia tidak perlu merasa galau terhadap suatu permasalahan yang dihadapinya, karena jika kita memikirkan hal lain yang lebih menyenangkan maka kehidupan kita menjadi lebih berwarna. Yang menjadi pertanyaan adalah bilamana kita dapat terbang? Kita dapat terbang (berpikir bebas) ketika kita sedang berpikir kritis. Berpikir kritis identik dengan pertanyaan-pertanyaan. Nah pertanyaan pertama yang muncul dari pikiran kita lah yang membawa pikiran kita terbangkemana-mana untuk mencari jawaban.

    ReplyDelete
  37. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Objek filsafat itu dari yang ada dan yang mungkin ada, kita bebas memikirkan apapun dalam pikiran kita. Karena batas dari filsafat adalah apa yang ada di luar pikiran kita. Sehingga selama di pikiran kita ada yang berkaitan dengan apa yang akan kita pikirkan, maka sangat mungkin sekali kita melakukan apa yang kita mau. Tidak hanya terbang, menyelam ke dasar laut pun bisa, ke luar angkasa pun bisa saja. Contohnya kita bisa menggunakan pikiran kita bahwa burung memiliki sayap untuk bisa terbang membumbung tinggi di angkasa, melihat segala pemandangan dari atas sana. Manusia memang tidak memiliki sayap, tetapi manusia memiliki pengetahuan dalam dirinya. Sehingga bagaimana manusia dapat seperti burung ialah melalui ilmu yang dimiliki. Pengetahuan inilah yang menjadi sayap bagi manusia. Semakin banyak pengetahuan yang dimiliki, maka serasa dapat mengarungi seluruh dunia seperti yang dilakukan oleh burung. Mungkin inilah analog yang paling tepat untuk menggambarkan bahwasanya manusia pun dapat terbang seperti burung.

    ReplyDelete
  38. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Kita memiliki akal pikiran. Akal pikiran ini adalah dunia kita. Apapun dapat kita lakukan di dalam pikiran kita. Ketika kita berpikir kita bisa terbang, maka kita bisa terbang. Terbang sendiri dapat diartikan dalam berbagai macam bentuk. Terbang dapat diartikan sebagai saat dimana pikiran kita terbang bebas mengelilingi dunia. Maka kita akan terbang ketika kita sedang membaca buku, kita akan terbang ketika kita sedang belajar karena saat itulah pikiran kita terbang bebas menuju dunia lain yang baru untuk kita.

    ReplyDelete
  39. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ketika kita mempunyai kekuasaan, derajat, atau kekayaan yang kita rasa lebih dari cukup kita akan merasa kita dapat terbang di antara orang-orang yang berkuasa atau berderajat ataupun orang-orang kaya. Dengan begitu kita mampu mengusai kehidupan yang fana ini. Namun perlu kita ingat bahwa apa yang telah kita peroleh ini semuanya akn kembali kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  40. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Terbang dalam hal ini bukanlah terbang secara harfiah. Dengan akal pikiran yang dimiliki manusia, manusia mampu terbang mencari ilmu. Dari ilmu yang diperoleh manusia mampu untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Tak hanya dengan ilmu hal ini juga didukung dengan usaha dan doa. Terbang melesat tinggi. Manusia mampu mencapai tempat tertinggi dengan ilmunya. Tempat tertinggi adalah impian dan cita-cita. Manusia mempunyai banyak potensi dalam dirinya yang perlu digali agar potensi itu muncul ke permukaan.

    ReplyDelete
  41. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kemampuan terbang hanya dengan tubuh saja adalah anugerah Allah untuk mahlukNya bernama burung. Akan tetapi, bukankah telah menjadi ketetapanNya bahwa manusia adalah mahlukNya yang melebihi mahlukNya yang lain?. Manusia dengan akal pikiran merenung dan memikirkan bahwa alangkah enaknya bisa seperti burung dapat terbang kesana kemari dengan bebas tanpa hambatan berarti. Hal inilah yang mendorong manusia untuk berusaha keras dengan menggunakan kelebihan akal yang Allah anugerahi. Maka terwujudlah balon udara, helikopter, pesawat, roket dan lain-lain. Bahkan ketinggian yang dimiliki alat ini dapat melebihi ketinggian capaian burung. Saat telah berada di alat-alat tersebut tak kusadari bahwa ternayata aku bisa terbang sesungguhnya dan terbang dalam alam pikiranku yaitu berawal dari andai aku mampu seperti burung terbang dan mewujudkannya menjadi bisa terbang yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Agar bisa terbang, hal yag pertama dilakukan adalah mencoba, sehingga kta dapat mengidentifikasi penyebab dari ketidakbisaan kita. Jika kita tidak bisa terbang, mungkin saja kita belum pernah mencoba, belum mempunyai sayap atau faktor pendukung lainnya sehingga dapat terbang. Maka kesadaran bahwa kita dapat terbang dimulai dari pengembangan diri, pengembangan potensi dan pengembangan faktor pendukung potensi diri.

    ReplyDelete
  43. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dengan pikiran dan hati, manusia bisa terbang bahkan bisa terbang lebih tinggi dari burung dan sanggup menyelam lebih dalam dari ikan. Itulah power dari pikiran dan hati sebagai penyaring dari segala rencana manusia. Banyak sudah bentuk kerusakan sampai memakan korban jiwa dan materi yang tidak terhingga itu semua bersumber dari pikiran tanpa hati nurani.

    ReplyDelete
  44. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Terbang adalah melayang di udara, terbang itu seperti halnya burung yang berterbangan secara bebas. Burung-burung bebas mengepakkan sayapnya kemana saja. Sebagai manusia yang tidak ksempurna terkadang iri melihat burung tang terbang, iri akan kebebasannya, iri akan kemampuannya menjangkau wilayah yang begitu luas. Namun kita ernyata juga bisa terbang, yang dimaksud terbang disini adalah terbang dalam pikiran kita. Kita mampu terbang menggapai semua impian kita melalui ide-ide kreatif kita.

    ReplyDelete
  45. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Aku tak punya sayap. Tapi aku punya pikiran dan imajinasi. Di dalam pikiranku dan imajinasiku, tanpa kusadari ternyata aku tidak menjejak tanah lagi. Kakiku dan semua bagian tubuhku berada di udara, melayang. Aku bisa terbang dengan kebebasan pikiranku, menjelajahi dunia dengan segala isinya, bahkan menjelajahi segala yang mungkin ada

    ReplyDelete
  46. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. aku bisa terbang seperti burung, mengelilingi dunia, melihat dan mengamati apa yang terjadi di dunia. Akhirnya aku tahu bahwa dunia itu luas, terdapat banyak hal indah dan mengerikan di dunia. Kupukir duniaku itu hanya sebatas sejauh mana mataku memandang. Ilmu yang kupelajari membuatku menyadari bahwa dunia takterbatas. Ilmu yang kupelajari membuatku menyadari bahwa aku bisa terbang seperti burung

    ReplyDelete
  47. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  48. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Manusia, hidup di darat, dan burung dapat terbang diudara, namun manusia dapat menangkap burung bahkan memeliharanya, hal ini menunjukkan kuasa manusia lebih tinggi dari burung. Dengan kuasa manusia, manusai dapat terbang selayaknya burung. Tentu saja tidak serta merta manusia memiliki sayap sebagaimana kostruksi sayap burung, tapi manusai memiliki hal lain seperti pemikiran dan teknologi agar bisa menerbangkan manusia selayaknya burung terbang.

    ReplyDelete
  49. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Burung dan manusia itu jelas berbeda. Burung dengan leluasa terbang kesana kemari sesuai dengan keinginannya. Bagaimana manusia bisa terbang? Bukan terbnag selayknya burung mengepakkan sayapnya. Jelas manusia tidak mempunya sayap selain tangan. Menuangkan apa yang kita miliki berupa tulisan-tulisan dengan sebuah ide, gagasan, atau pemikiran yang kritis, kreatif, dan inovatif lah yang bsia membuat kita untuk terbang. Sehingga sebagian dunia itu bahkan dunia sekaligus pun dapat mengenal kita hanya dengan tulisan kita saja. Maka, dengan baca baca dan baca kita dapat lebih mudah untuk membangun pola pikir kita dan akan dapat menimbulkan ide ide untuk mengepakkan sayap-sayap kita.

    ReplyDelete
  50. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  51. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Manusia dikaruniai banyak hal, termasuk akal dan pikiran. Dengan akalnya, manusia bisa berimajinasi menjelajahi dunia dengan kebebasan berpikirnya. Berawal dari imajinasi itulah apa yang ada di dalam angannya bisa terwujud. Seperti halnya terbang. Manusia bisa terbang jika dia memiliki imajinasi seperti layaknya burung yang memiliki sayap, jika dia berperilaku layaknya burung, jika dia juga berbicara layaknya burung, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan burung. Dengan begitu, atas bentuk imajinasi dan pola pikirnya itulah secara tidak langsung membuat dirinya memiliki kemampuan untuk bisa terbang.

    ReplyDelete
  52. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    filsafat merupakan olah pikir dimana manusia bisa terbang disini manusia sebagai obyeknya. segala yang ada dan yang mungkin ada menjadikan manusia mengerti bahwa dirinya bisa terbang dan tidak karena keterbatasan manusia dan karena nikmat Allah.dalam berfilsafat manusia mampu menembus ruang dan waktu, menembus ruang dan waktu layaknya manusia sebagai sosok yang hebat jadi dalam belajar filsafat kita harus mengasah pikir kita sedalam-dalamnya seluas-luasnya yang mempelajari olah pikir para filsuf yang menerapkan dalam kehidupan.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Burung diartikan sebagai makhluk yang bisa terbang bebas kemanapun yang diinginkan. Manusia pun bisa demikian yaitu dengan berpikir. Apa yang kita pikirkan itu tidak terikat ruang dan waktu. Apa yang kita pikirkan tak terbatas meliputi yang ada dan yang mungkin ada, sehingga kita bisa terbang bebas mengarungi pikiran kita.

    ReplyDelete
  54. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Kita bisa terbang dengan pikiran kita. Memang terbang yang dimaksud bukan lah terbang seperti burung pada umumnya. Namun, terbang dengan hati dan pikiran. Burung yang terbang terlihat bebas. Kita sebagai manusia dapat terbang bebas mengembarakan pikiran kita. Kita pun dapat berpikir dengan bebas dan bebas pula mengutarakan pendapat. Sehingga manusia dapat dikatakan terbang dengan pikirannya.

    ReplyDelete

  55. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Meskipun tidak tahu kemana orientasi dari pertanyaan ini namun saya akan mencoba menjawab berdasarkan pada narasi besar dunia yang telah disampaikan oleh Pak Prof Marsigit didalam perkuliahan. Sesungguhnya saya bisa terbang, adalah personifikasi dari kenyataan bahwa saya dapat menyentuh ilmu langit yang bersifat rasionalisme dan terdiri dari logika-logika. Pada saat mempelajari matematika abstrak dengan segala definisi, teorema, aksioma, prinsip, lemma, dll berarti saya sudah terbang menggapai langit.

    ReplyDelete
  56. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap membayangkan terbang, pasti akan membayangkan bahwa kita akan mampu melihat berbagai hal yang tidak bisa kita lihat dari atas tanah. Dengan terbang kita akan mampu melihat semuanya dari sudut pandang yang berbeda. Manusia memang tidak memiliki sayap dalam artian sesuangguhnya. Namun manusia dianugerahi akal pikiran oleh Tuhan untuk dapat terbang dan melihat seluruh alam beserta isinya. Dengan memiliki ilmu, tidak mustahil bagi manusia untuk mengetahui dan memahami setiap kejadian dan fenomena yang ada. Dengan ilmu pula manusia akan mampu melihat dunia dengan berbagai sudut pandang yang berbeda dan mengambil serta memberikan manfaat untuk alam dan isinya.

    ReplyDelete
  57. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ketika pertama kali membaca judul ini. maka saya menyadari bahwa sejatinya kita itu dapat terbang. Bagaimana caranya? Dengan cara menggunakan teknologi yang sangat canggih maka kita dapat terbang seperti burung. Namun demikian, saya juga berpikir sebenarnya pikiran kita sejatinya juga bisa terbang, karena kadang ketika raga kita di sini, pikiran kita sedang ada ditempat yang lain.

    ReplyDelete
  58. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Pikiran adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Pikiran inilah yang menjadi salah satu modal manusia dalam menyelesaikan misi-misi kehidupan yang dibebankan Tuhan kepadanya. Maka tidak mengherankan jika pikiran manusia mampu melakukan apapun, menciptakan apapun. Manusia dulu tidak terpikir sama sekali untuk bisa terbang, namun seiring perjalanan waktu dan berkembangnya teknologi, jangankan terbang, menyelam ke dalam lautan yang sangat dalam pun bisa.

    ReplyDelete
  59. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Kita bisa terbang. Terbang disini, bukan secara fisik melainkan terbang mempunyai arti bahwa setiap manusia mempunyai kemerdekaan, kebebasab berpikir, kemandirian, kritis, keikhlasan dalam hati yang tidak terbelenggu oleh perasaan dan tekanan dari manapun. pikiran atau gagasan kita bebas kemanapun dan apapun dari halangan atau dari gangguan orang lain. dengan kebebasan itu sepatutnya kita berfikir dengan baik, karena Allah mneciptakan kebebasan untuk berfikir layaknya terbangbebas tanpa batas maka dari itu kita selayaknya untuk berfikir. Layaknya seperti parasut, maka semakin terbuka pikiran kita, maka akan semakin terbang dan semakin baik. Kita bisa terbang, melihat sesuatu dari sudut pandang tinggi, berbeda dengan sudut pandang lainnya. Kita bisa mengembangkan olah pikir, kreatifitas dan menjadi apa yang kita inginkan.dengan adanya gagasan atau ide yang diberikan oleh Allah maka yang dulu tidak bisa sekarang menjadi mudah dan mungkin untk=uk diwujudkan.

    ReplyDelete
  60. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Saat ini kita tak perlu mengandaikan lagi kita bisa terbang diudara seperti burung, sebab sudah ada teknologi yang diciptakan untuk merasakan hal itu. Namun sejatinya, bila terbang yang dimaksud bukanlah yang seperti itu, tetapi lebih kepada diri sendiri maka yang terbayangkan dan terpikirkan bahwa saya ternyata bisa terbang kemanapun melalui pemikiran saya. Seperti saat ini saya sedang berada di kos namun saya membayangkan saya sedang dirumah orang tua saya.

    ReplyDelete
  61. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Manusia memiliki dua potensi, yaitu potensi takdir dan potensi ikhtiar. Kedua potensi ini harus diolah sebaik mungkin. Manusia harus mempercai takdir namun tidak boleh pasrah terhadap takdir. Oleh karena itu manusia harus berikhtiar karena sesungguhnya Allah SWT akan mengubah nasib suatu kamu jika kaum tersebut mengubah nasibnya sendiri. Artinya kita mempunyai potensi untuk berkembang. Selagi kita mau berikhtiar maka sang maha kuasa akan memberikan sayap untuk bisa terban menggapai impian. Di mana ada kemauan di situ ada jalan.

    ReplyDelete