Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 22: Tak Kusadari Bahwa Ternyata Aku Bisa Terbang




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Aku Bisa Terbang Seperti Burung.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

19 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Dahulu, keinginan manusia untuk terbang hanyalah angan-angan belaka. Kemudian ada orang yang termotivasi sehingga menciptakan kendaraan yang bisa terbang, yaitu pesawat. Setidaknya manusia bisa terbang dengan media pesawat. Kemudian ada yang menciptakan balon udara, sehingga manusia dapat merasakan terbang dan melihat sekelilingnya. Kemudian parasut, yang dikendalikan sendiri oleh manusia. Dan sekarang manusia dapat terbang hanya dengan menggunakan baju/parasut yang didesain secara khusus, sehingga seolah-olah memang terbang. Akan tetapi di dalam filsafat, bukan yang demikian yang dimaksud dengan aku bisa terbang. Terbang berarti berada pada suatu ketinggian tertentu tanpa menyentuh bumi dan secara penglihatan, mata dapat memandang secara lebih luas. Manusia yang dapat terbang dalam filsafat berarti seseorang tersebut sudah memiliki bekal yang cukup, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun ilmu spiritual yang sangat tinggi sehingga mampu melihat dan menyikapi segala fenomena kehidupan.

    ReplyDelete
  2. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Jika seekor burung mampu terbang menggunakan kedua sayapnya, maka manusia juga mampu terbang menggunakan imajinasinya. Menggunakan buah dari hasil pemikiran manusia. Terbang bukan berati melayang-layang di udara. Terbang dalam artian mengembangkan olah pikirnya jauh melebihi kapasitas yang sewajarnya.

    ReplyDelete
  3. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mengingat bahwa sesungguhnya dunia adalah apa yang ada di pikiran manusia, maka seluas-luasnya dunia adalah ketidaksempitan pikiran dalam mengolah buah pemikirannya. Bahkan setinggi langit angkasa tidak mampu membatasi tingginya pemikiran manusia yang cerdas.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam tradisi eropa, kemampuan manusia untuk terbang adalah ruang lingkup sains yang masih belum terpecahkan, sedangkan dalam tradisi timur, kemampuan terbang adalah kemampuan mistik yang sering dipraktekkan sehari-hari oleh para Yogi di India dan merupakan bagian dari ritual dan tradisi. Yoga Terbang atau yang biasa disebut yogic flying melihat semua potensi manusia dalam pandangan yang baru, memperluas pemikiran tentang apa yang dapat dicapai oleh seorang manusia, melihat dengan gaya baru tentang hubungan antara pikiran manusia dan alam semesta. Pelajaran Yoga yang utama adalah menyelaraskan antara tubuh dan pikiran menjadi satu kesatuan utuh. Penyatuan pikiran dan tubuh mampu melahirkan kemampuan-kemampuan diluar nalar, salah satunya adalah terbang. Pada kategori berikutnya adalah penyatuan antara pikiran, tubuh dan alam sekitar. Apabila seorang Yogi sudah bisa memusatkan ketiganya ia akan mampu melakukan hal-hal yang terkadang tidak masuk akal.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Manusia memang tidak bisa terbang seperti burung, tidak dapat berenang selincah ikan, dan tidak punya tenaga sekuat gajah. Meski demikian manusia memiliki kemampuan berpikir dan bernalar, dengan akal serta nuraninya memungkinkan untuk selalu berbuat yang lebih baik dan bijaksana untuk dirinya maupun lingkungannya. Dengan demikian manusia bisa mengatasi kelemahannya tersebut.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesiskan tesisnya sebagai berikut: Jika saya ditanya apakan saya dapat terbang sepeti burung. Maka jawaban saya adalah tidak. Saya tidak bisa terbang seperti burung karena saya tidak memiliki sayap. Saya hanya memiliki tangan dan itu tidak dapat digunakan untuk terbang seperti burung. Mau dikepakkan secepat apapun tangan saya tidak bisa digunakan untuk terbang seperti burung. Kalaupun terbang saya hanya bisa menumpang di dalam pesawat terbang dan tentu saja berbeda jauh dengan terbang seperti burung.
    Kemudian anti-tesisnya sebagai berikut: Jika saya diminta menjelaskan seperti apa burung itu terbang, bagaimana kira-kira rasanya menjadi burung yang terbang? Maka saya akan menjawab: sesuai dengan apa yang saya baca, dengar dan lihat langsung burung itu mengepakkan sayapnya untuk bisa terbang dia memiliki kemampuan untuk bla bla bla panjang lebar saya menjelaskan secara ilmiah. Menurut saya rasanya terbang itu asik, burung bisa melihat pemandngan yang indah dari atas langit, merasakan udara sejuk, berpindah-pindah tempat dengan mudah. Lalu bagaimana saya bisa tahu ya karena saya membayangkan saja jika jadi burung lalu terbang seperti itu? Saya merasakan sensasi terbang seperti apa di dalam pikiran saya. Ah, ternyata saya bisa terbang seperti burung. Mengepakkan sayap, merasakan sensasinya. Hanya dengan memikirkannya saja saya bisa terbang, terbang yang seperti burung.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Bismillahirrohmanirrohiim
    Saya akan mencoba untuk mensintesiskan tesis dan anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Aku Bisa Terbang Seperti Burung.
    Tesis : Jika dilihat secara langsung, sudah jelas bahwa saya tidak bisa terbang seperti burung. Saya tidak mempunyai sayap yang bisa membantu saya untuk terbang. Burung bisa berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dengan cepat karena ia dapat terbang, sedangkan saya tidak. Untuk berpindah satu tempat ke tempat lain dengan memanfaatkan diri saya sendiri, maka saya harus berjalan atau berlari, dan itu membutuhkan waktu yang lama.
    Anti tesis : Dengan bantuan teknologi yang sekarang serba canggih, saya dapat terbang layaknya burung. Saya dapat berpindah dari tempat satu ke tempat yang lain dengan cepat layaknya seorang burung dengan bantuan teknologi tersebut. Pesawat, balon udara, dan paralayang, semuanya dapat membuat saya terbang layaknya seorang burung. Jadi, jika difikir ulang, sebenarnya saya bisa terbang layaknya seorang burung.

    ReplyDelete
  8. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Dalam arti yang sesungguhnya, sungguh saya sebagai manusia, dengan waras menyadari bahwa saya tidak akan pernah bisa terbang seperti burung. Namun saya hanya menganggap bahwa pertanyaan bapak hanyalah suatu metafora tentang kehidupan dalam mengarungi lautan dan cakrawala pengetahuan. Sama seperti burung yang mampu terbang bebas di angkasa, dengan pendidikan yang berkeprimanusiaan, kita dapat mengarungi luasnya lautan dan cakrawala pengetahuan. Dalam konteks ini, kita bisa terbang tanpa menggunakan sayap seperti burung.

    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Terbang merupakan hal yang mustahil bagi seorang manusia. Jika dipikirkan secara rasional pun rasanya memang tidak mungkin. Burung sebagai hewan yang bisa terbang, tentu sudah qadarullah memiliki kemampuan tersebut. Allah SWT yang memutuskan bahwa burung bisa terbang, namun tidak bagi manusia. Tentu saja segala penciptaanNya ini sudah memiliki bagian dan tugas berbeda selama hidup di bumi. Akan tetapi, bagaimana halnya dengan seseorang yang naik pesawat? Seseorang yang naik balon udara, para layang, dsb. Bukankah hal tersebut sudah bisa menyerupai terbangnya seekor burung? Prinsip yang digunakan dalam pesawat memang menyerupai seekor burung, salah satunya adalah terdapat sayap pada pesawat yang sama seperti burung. Oleh karena itu, seiring perkebangan zaman, apa yang tidak mungkin bisa dilakukan sedikit demi sedikit membuka pemikiran manusia bahwa segalanya bisa dilakukan ketika ia mau untuk mempelajarinya.

    ReplyDelete
  10. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Aku yakin aku bisa terbang. Dalam ketidakberdayaan ku dimana aku hanya memiliki jari dan tangan, tanpa sayap yang dikepakkan, aku masih yakin aku bisa terbang. Setidaknya keyakinan ku sudah terbang dahulu bersama mimpi-mimpiku untuk menggapai cita-citaku. Aku bisa bercita-cita menjadi pilot yang menerbangkan pesawat sehingga aku dapat hinggap satu tempat ke tempat lain seperti layaknya seeokor burung yang hinggap kesana kemari. Aku bisa menjadi arsitek yang mendesain gedung pencakar langit, dimana aku bisa melihat suasana perkotaan dari ketinggian beribu-ribu meter, melebihi capaian tertinggi burung dapat terbang.

    ReplyDelete
  11. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017

    Sebagai manusia yang memiliki struktur dan bentuk tubuh berbeda dari burung, tentu cara kita bergerak akan berbeda. Inilah yang membuat secara logika manusia tidak bisa tebang seperti burung. Manusia yang tidak memiliki sayap dan pundi-pundi udara jelas tidak dapat terbang dan bergerak di udara layaknya burung. Namun, dengan perkembangan dan kemajuan iptek saat ini, manusia bisa "terbang" di udara. Manusia bisa terbang menggunakan pesawat, balon udara, atau saat manusia melakukan terjun payung dan paralayang. Meskipun caranya berbeda dari burung, tapi dengan dibantu alat-alat dan teknologi, manusia tetap dapat merasakan sensasi berada di udara

    ReplyDelete
  12. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kekuatan pikiran mampu mengubah seseorang menjadi yang ia pikirkan. Ketika berpikir tentang burung, setiap hari memikirkannya, memikirkan tentang cara burung agar bisa terbang. Apa saja yang membuat burung bisa terbang, bagaimana burung bisa mempercepat terbangnya. Semua itu akan menjadikan seseorang ternyata bisa terbang. Mungkin pemikiran tentang itu yang pernah dialami oleh ilmuwan penemu pesawat terbang. Membaca judul ini saya juga bertanya-tanya apa yang dipikirkan oleh ilmuwan penemu pesawat terbang pertama kali.

    ReplyDelete
  13. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    menyatakan "aku bsa terbang" itu sesungguhnya tergantung pada konteks. jika kita berbicara tentagn terbang yang berarti berada di atas awan, di atmosfer, maka dengan naik pesawat pun kita sudah disebut terbang. jika kita berbicara tentang ilmu pengetahuan yang mendunia, yang internasional, maka kita juga sudah disebut terbang secara pikiran mengarungi dunia.

    ReplyDelete
  14. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Terbang adalah melayang di udara, terbang juga dapat diartikan sebagai bebas, sama halnya dengan burung yang bisa terbang bebas kemana saja di angkasa. Sebagai manusia kadang kita berpikir kenapa kita tidak bisa terbang seperti burung, manusia terkadang iri dengan kebebasan burung yang dapat menjangkau wilayah yang begitu luas. Namun sebenarnya kita sebagai manusiapun dapat terbang, terbang dimaksud disini adalah terbang dalam pikiran kita. Kita mampu terbang menggapai semua impian kita melalui ide-ide kreatif kita.

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Tak kusadari ternyata aku bisa terbang. Aku bisa merasakan ketinggian. Aku bisa merasakan angin yang mausk ke dalam lubnag hidungku dengan begitu cepatnya. Aku bisa merasakan kantong alveolusku. Aku bisa merasakan betapa takutnya diriku ketika tak sengaja hampir bertabrakan dengan pesawat yang ternyata bisa terbang juga dia itu. Akupun bisa merasakan buluku yang tercopot karena bergesekan dengan teman-temanku saat terbang di atas sana. Aku bisa merasakannya.

    Tapi, tunggu, aku hanya mampu merasakannya, lewat memikirkanya. Adalah kekuatan pikir. Jika kita terus berpikir seperti hal-hal di atas, maka akan ada kemungkinan kita benar-benar bisa terbang. Maka hati-hatilah dengan pikiranmu, gunakan hatimu untuk menemaninya. Sesungguhnya hati tidak hanya menjadi teman bagi sang pikir, tapi hati adalah pengendali. Bismillah, semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Manusia dapat terbang? Sungguh sulit diterima akal. Apa maksudnya terbang? Saya membayangkan manusia terbang seperti superman. Apakah seperti itu? Saya membayangkan manusia terbang seperti para pesulap. Apakah seperti itu? Saya membayangkan manusia terbang dalam pesawat. Wah ini mungkin ya?
    Wah tak terasa saya barusan sedang terbang. Berada di awang-awang membayangkan bagaimana manusia terbang. Pikiran saya yang terbang untuk memperoleh bayangan tentang manusia yang terbang.

    ReplyDelete
  17. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terbang identik dengan burung, pergi kesana kemari menjelajahi angkasa raya. Apa aku bisa terbang (manusia) dan aku ternyata bisa terbang. Yang membuat manusia bisa terbang bukanlah sayap burung yang menjelma lengan pada diri manusia. Namun, manusia terbang dengan imajinasinya. Kekuatan imajinasi melalui fikiran mampu mendoktrin manusia sehingga ia mampu melakukan apapun sesuai apa yang telah dipikirkannya sehari-hari. Terima Kasih

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Tak ku sadari bahwa aku bisa terbang. Ini inisialisasi untuk diriku, karena diriku selalu mempunyai angan angan, cita cita yang tinggi. Seperti burung yang sedang terbang, melihat luasnya dunia, menjangkau suatu puncak yang tinggi, bersama dengan angan anganku.
    Setiap manusia pasti punya angan-angan, bermimpi terlalu tinggi, terbang dengan sebuah angan angan. Ketika ada salah satu angan kita yang terwujud berarti kita telah mampu terbang menuju angan tersebut. inilah kenapa dikatakan bahwa diriku bisa terbang. Tergantung dengan usaha tiap manusia.

    ReplyDelete
  19. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ketika kami mempelajari filsafat, tanpa terasa kami berusaha untuk memahami pemikiran-pemikiran filsuf yang membentang dari jaman yunani kuni hingga jaman modern. Dengan demikian kami merasa mampu terbang melewati zona waktu dari masa sekarang ke masa lalu dan kembali lagi ke masa sekarang. Ternyata pemikiran-pemikiran filsuf pada masal lalu masih ada dan digunakan pada saat ini. Dan ternyata fenomena-fenomena yang sudah terjadi saat ini beberapa ada yang sudah tersirat dalam pemikiran filsuf-filsuf jaman dahulu. Dengan berfilsafat terasa seakan-akan pikiran ini terbang dan melayang, berpetualang kemana-mana. Akan tetapi ada kekhawatiran bahwa kami takut jika pikiran ini akan terbang sangat jauh, hingga menembus zona yang disebut sebagai “terlalu jauh hingga melampaui batas”.

    ReplyDelete