Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 23: Gelar Tertinggi Mencari Ilmu




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memikirkan bahwa Ternyata Gelar Tertinggi Seorang Mencari Ilmu adalah Hanyalah Sebagai Saksi Keilmuannya.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

2 comments:

  1. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesisnkan tesisnya sebagai berikut: Jika ada yang bertanya pada saya siapa orang yang paling tinggi ilmunya? Saya akan menjawab guru. Karena guru mampu menguasai satu mata pelajaran dengan baik bahkan mampu mengajarkannya pada murid-murid. Oh ada lagi di atas guru yaitu dosen. Karena dosen tingkat pendidikannya di atas guru dan mampu menguasai mata kuliah kompleks di atas mata pelajaran. Oh ada lagi di atasnya yaitu pforesor. Profesor kan sudah menemukan teori jadi tentu ilmunya yang paling tinggi. Ya, profesor adalah gelar tertinggi di dalam pendidikan.
    Anti-tesis dari tesis tersebut sebagai berikut: Lalu ilmu apa saja memang yang sudah mereka ciptakan sehingga mereka memiliki gelar keilmuan? Saya menjawab: banyak sekali. Guru di sekolah mampu menguasai berbagai materi pelajaran. Eh tapi beliau tidak menciptakan ilmu itu, guru jadi tahu karena dosennya dulu membantunya mencapai ilmu pengetahuan. Ah iya, dosen lebih banyak lagi ilmu pengetahuannya. Eh, tetapi dosen juga mendapatkan sebagianilmu pengetahuannya dari profesor. Ah, profesor tentu yang ilmunya paling tinggi. Eh, tapi profesor pun tidak mampu menciptakan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Jika dipikir-pikir ilmu pengetahuan kan hanya Tuhan yang menciptakan, sedangkan manusia hanya mengetahui sebagian kecilnya. Dengan kata lain manusia hanya sebagai saksi keilmuan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  2. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Gelar tertinggi mencari ilmu akan didapatkan seseorang jika ia mampu untuk mengamalkan di kehidupan dunia dan mengajarkannya kepada orang lain, dan orang lain tersebut mengajarkan kepada yang lain, dan seterusnya sehingga ilmu tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk kehidupan banyak orang. Dan perlu diketahui bahwa pahala ilmu yang bermanfaat itu mengalir kepada yang mengajarkannya dan mengamalkannya.

    ReplyDelete