Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 23: Gelar Tertinggi Mencari Ilmu




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memikirkan bahwa Ternyata Gelar Tertinggi Seorang Mencari Ilmu adalah Hanyalah Sebagai Saksi Keilmuannya.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

13 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Gelar tertinggi dalam mencari ilmu bukanlah profesor atau guru besar. Akan tetapi gelar yang kita peroleh dari Allah SWT. yaitu ‘alim, orang yang berilmu. Janji Allah itu pasti, orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya. Sehingga semakin berilmu maka akan semakin tinggi derajat kita. tidak hanya tamak di dunia, tetapi kelask juga di akhirat. Namun, bukan sembarang ilmu yang Allah maksud, harus ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang berguna bagi orang lain. Ilmu yang dapat memberikan kontribusi besar dalam perkambangan Islam. Dan ilmu yang tidak menjadikan kita lalai dari Allah.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seseorang dipandang oleh Allah SWT salah satunya adalah dari ilmunya. Maka Dia memerintahkan kita untuk terus menggapai ilmu. Gelar ilmu yang diperoleh setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Menurut saya, sebesar apapun gelar ilmu yang diperoleh jika tidak bermanfaat atau ilmunya tidak diamalkan maka akan sia-sia. Maka sebenar-benarnya gelar ilmu adalah gelar dari-Nya yaitu berupa ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Gelar merupakan predikat atas apa yang sudah diupayakan dan diperjuangkan oleh seseorang. Gelar keilmuan adalah penghargaan akan ilmu yang mungkin telah dikuasai oleh individu pembelajar. Pada saatnya nanti, keilmuan yang telah dimiliki akan dimintakan pertanggungjawaban daripadanya. Digunakan sesuai ranah keilmuannya kah? Berguna bagi lingkungan sekitar atau tidakkah? Gelar hanyalah sebagai bonus saja, sedangkan yang paling esensi adalah intisari dari cabang keilmuan yang dipelajari.

    ReplyDelete
  4. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seseorang bisa saja memiliki lebih dari satu gelar, bahkan pada satu bidang yang sama. Sarjana matematika, magister pendidikan, doktor, profesor, dan lain sebagainya. Gelar yang satu memiliki keterkaitan dengan gelar yang lain. Pengalaman yang terdahulu akan berpengaruh besar terhadap pengalaman baru yang akan dikejar seseorang yang sedang belajar.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Gelar memang penting tapi sebatas dunia, namun ilmu tidak terbatas di dunia saja tapi juga akhirat. Gelar tertinggi hanyalah sebagai saksi atau tanda pada orang tersebut. Ketika gelar yang tinggi, ilmu yang banyak dan perbuatan yang bermanfaat untuk umat, maka itulah saksi atau tanda yang benar. Tapi ketika memiliki gelar yang tercantum di sebuah kertas yang bisa lapuk dan di belakang nama yang belum tentu diketahui oleh banyak orang. Akan terasa lebih nyaman ketika nama kita dipanggil dengan nama yang biasa tapi berilmu dibandingkan dengan nama yang bergelar tapi kurang ilmu.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesisnkan tesisnya sebagai berikut: Jika ada yang bertanya pada saya siapa orang yang paling tinggi ilmunya? Saya akan menjawab guru. Karena guru mampu menguasai satu mata pelajaran dengan baik bahkan mampu mengajarkannya pada murid-murid. Oh ada lagi di atas guru yaitu dosen. Karena dosen tingkat pendidikannya di atas guru dan mampu menguasai mata kuliah kompleks di atas mata pelajaran. Oh ada lagi di atasnya yaitu pforesor. Profesor kan sudah menemukan teori jadi tentu ilmunya yang paling tinggi. Ya, profesor adalah gelar tertinggi di dalam pendidikan.
    Anti-tesis dari tesis tersebut sebagai berikut: Lalu ilmu apa saja memang yang sudah mereka ciptakan sehingga mereka memiliki gelar keilmuan? Saya menjawab: banyak sekali. Guru di sekolah mampu menguasai berbagai materi pelajaran. Eh tapi beliau tidak menciptakan ilmu itu, guru jadi tahu karena dosennya dulu membantunya mencapai ilmu pengetahuan. Ah iya, dosen lebih banyak lagi ilmu pengetahuannya. Eh, tetapi dosen juga mendapatkan sebagianilmu pengetahuannya dari profesor. Ah, profesor tentu yang ilmunya paling tinggi. Eh, tapi profesor pun tidak mampu menciptakan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Jika dipikir-pikir ilmu pengetahuan kan hanya Tuhan yang menciptakan, sedangkan manusia hanya mengetahui sebagian kecilnya. Dengan kata lain manusia hanya sebagai saksi keilmuan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Gelar tertinggi mencari ilmu akan didapatkan seseorang jika ia mampu untuk mengamalkan di kehidupan dunia dan mengajarkannya kepada orang lain, dan orang lain tersebut mengajarkan kepada yang lain, dan seterusnya sehingga ilmu tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk kehidupan banyak orang. Dan perlu diketahui bahwa pahala ilmu yang bermanfaat itu mengalir kepada yang mengajarkannya dan mengamalkannya.

    ReplyDelete
  8. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Secara administratif, atau dalam logika legal-formal, gelar dan ijazah memang sangat dibutuhkan, terutama dalam dunia kerja yang mensyaratkan hal-hal tersebut. Namun dalam arti kehidupan yang sesungguhnya, gelar-gelar tersebut bukanlah prasyarat yang membatasi gerak kreatifitas manusia. Mark Zuckerberg harus di DO terlebih dulu sebelum facebook menjadi medsos terpopuler di dunia. Kemudian, gelar-gelar tersebut juga bukanlah prasyarat untuk melakukan kebaikan. Anda tak mesti harus menjadi sarjana hukum untuk memperjuangkan keadilan. Anda tidak harus menjadi sarjana pendidikan untuk menjadi guru. Dalam satu sisi, saya sepakat bahwa gelar adalah saksi keilmuan jika gelar yang diperoleh dari proses yang benar-benar baik. Namun jika gelar tidak sesuai dengan kapasitas keilmuan kita, apa yang harus menjadi saksi? Yang ada malah manipulasi.

    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Semakin tinggi gelar seseorang harapannya adalah dapat membuat orang tersebut semakin rendah hati seperti padi yang mulai menua. Gelar yang disandang seseorang hanyalah sebuah apresiasi atas proses yang telah didesain oleh orang-orang sebelum kita, namun perlu diketahui banyak hal di dunia ini yang tak didesain oleh orang-orang terdahulu lebih berpengaruh terhadap sendi kehidupan. Contohnya penemu-penemu ilmu sains terdahulu tak bergelar sebelum mereka terkenal namun mereka tetap mencari ilmu untuk kepentingan manusia. Gelar yang kita peroleh saat ini tak pantas kita sombongkan, gelar tak membuktikan keilmuan seseorang namun gelar adalah bukti seseorang telah mencari ilmu.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ilmu tiadalah sampai pada garis finish. Maka ilmu tiadalah akan ada selesainya *selain atas kehendak Tuhan*.
    Pernah saya menuliskan bahwa ilmu ibaratkan perlombaan tanpa garis finish. Maka tiadalah seorang jawara pada perlombaan yang tiada akhir.
    Saat ini, kita tengah berupaya mencari ilmu, kita tengah berusaha keras belajar dan berguru pada kehidupan ini (dengan siapapun dan apapun kita bisa belajar). Mungkin saja kita tengah melakukan penelitian dengan pendekatan grounded research, tapi ingat, kita selalu berada dalam garis proses, ilmu adalah tentatif. Maka, harus siap, siap hati siap pikiran, jika teori yang kita kembangkan kelak akan menemui suatu pembaharuan atau bahkan penyangkalan. Tapi inilah belajar yang sesungguhnya, kita memahai proses yang kita lewati. Inilah juara yang sesungguhnya, meskipun tidak mendapatkan piala di ujung sana, *oh maaf di sini tiadalah ujungnya*, setidaknya inilah pencapaian yang paling berharga, kita menyaksikan bagaimana ilmu itu berusaha kita kenali. Maka sangat benar jika Gelar Tertinggi Seorang Mencari Ilmu adalah Hanyalah Sebagai Saksi Keilmuannya

    ReplyDelete
  11. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Gelar kita peroleh ketika telah menyelesaikan jenjang tertentu dalam pendidikan. Tetapi gelar bukanlah yang menjadi tolak ukur keilmuan seseorang. Tak harus mendapat gelar untuk menjadi seorang yang berilmu. Tak semua kegiatan mencari ilmu akan menghasilkan gelar. Oleh karena itu gelar seseorang hanyalah saksi keilmuannya..

    ReplyDelete
  12. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Seorang yang telah menuntaskan pendidikannya akan mendapatkan sebuah gelar. Gelar merupakan reward untuk seseorang yang telah berhasil menempuh pendidikan. Orang yang selalu mencari dan menuntut ilmu adalah seseorang yang disenangi Allah. Namun, harapannya semakin banyak ilmu yang didapatkan, maka semakin rendah hati seseorang. Kerendahan hati seseorang dapat juga dilihat dari seseorang yang dengan ikhlas membagikan ilmunya ke orang lain. Orang yang mempunyai gelar tinggi, namun ilmunya tidak bermanfaat untuk orang lain, maka orang yang seperti ini sangat disayangkan. Gelar tidak akan bermakna jika seseorang tidak memberi manfaat mengenai ilmu mereka. Oleh sebab itu gelar hanya akan menjadi saksi keilmuan.

    ReplyDelete
  13. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ketika sesorang belajar dan menuntut ilmu, semakin tinggi ilmu yang ia capai maka wawasan dan pemahaman terhadap sesuatu dan berbagai hal semakin dalam. Banyak hal dalam ilmu pengetahuan sudah ditemukan, diciptakan dan dipublikasikan oleh para ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Ketika kami belajar adalah mempelajari dan membuktikan kembali hal-hal, teori-teori yang telah ditemukan, diciptakan dan dipublikasikan oleh para ilmuwan-ilmuwan tersebut, sehingga kami bisa menjadi saksi terhadap ilmu-ilmu tersebut. Gelar tertinggi dari seseorang dalam menuntuk ilmu adalah menjadi saksi tentang suatu ilmu.

    ReplyDelete