Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 23: Gelar Tertinggi Mencari Ilmu




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memikirkan bahwa Ternyata Gelar Tertinggi Seorang Mencari Ilmu adalah Hanyalah Sebagai Saksi Keilmuannya.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

44 comments:

  1. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia belajar sejak kecil tanpa pernah berhenti. Hanya saja ada yang secara formal melalui institusi seperti sekolah dan ada pula yang tak mampu melalui sekolah. Gelar yang diperoleh seseorang setelah menyelesaikan studinya adalah simbol hadiah yang diperoleh seseorang tersebut setelah berjuang mencari ilmu itu sendiri. Maka dari itu, gelar yang diperoleh ialah sebuah saksi keilmuan dalam diri seseorang, sampai tingkat mana kapasitas seseorang itu dalam keilmuannya.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Orang yang berilmu memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda. Dan jika kita perhatikan sistem yang ada sekarang, tidak dipungkiri bahwa dalam sistem pendidikan yang formal gelar menandakan tingkatan pendidikan seseorang. Mulai dari tingkatan S1, S2, S3, sampai akhirnya meraih gelar Profesor yang merupakan gelar tertinggi dalam mencari ilmu dari sistem pendidikan yang formal. Meskipun demikian gelar tersebut yang disandang oleh manusia sifatnya hanyalah duniawi yang berfungsi sebagai saksi dari perjuangan seseorang dalam meraih suatu ilmu. Menurut saya, gelar tertinggi dari suatu pencapaian ilmu adalah ketika dengan ilmu yang kita raih dapat memberikan manfaat dan kemaslahatan bagi sekitar kita, sehingga dengan ilmu tersebut seseorang merasa rendah hati karena ilmu yang diraihnya pada hakekatnya adalah pinjaman yang kelak kemudian akan dipertanggung jawabkan, untuk apa ilmu tersebut dipergunakan.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Gelar dan nilai merupakan penilaian fatamorgana atas apa yang telah kita usahakan, dan perjuangkan di kehidupan ini.
    Sesungguhnya yang menjadi makna terpenting bukan gelar tertinggi yang diraih, akantetapi essensi atas apa yang diterima melalui proses yang dilalui dalam mencapai gelar tersebut.
    Tak dapat dipungkiri manusia tidak bisa melihat pada satu sudut pandang esensi yang diperoleh, melainkan nilai nilai yang dibutuhkan yang menguntungkan banginya dalam kehidupannya.

    ReplyDelete

  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut saya, gelar tertinggi seseorang mendapatkan ilmu adalah ketika ia tahu apa yang ia tahu, ketika ia tahu apa yang ia tidak tahu, ketika ia tidak tahu apa yang ia tahu dan ketika ia tidak tahu apa yang tidak ia ketahui. Dengan hati yang ikhlas dan pikiran yang jernih maka gelar ini bisa kita dapatkan. Semoga.

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesungguhnya gelar tertinggi seorang mencari ilmu adalah ketika ia tidak tahu bahwa dia sedang mencapai yang tertinggi. Seorang filsuf baru disebut filsuf setelah dia tidak ada lagi di dunia, dia dikenal dengan pemikiran2nya. Jadi gelar tertinggi dapat diraih dengan melakukan kontribusi-kontribusi pada masyarakat, maka dia akan mendapat gelar tertinggi meskipun dirinya tidak mengetahui. Sebaik-baiknya orang adalah yang bermanfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Seorang semakin tinggi ilmunya maka dia akan semakin tahu akan berbagai hal yang ada di dunia ini. Ilmu-ilmu itu sudah banyak dan diciptakan oleh para ahli, dan kita diberi kesempatan untuk mempelajarinya dan menggalinya lebih dalam lagi. Ketika belajar tentang hal tersebut maka secara umum akan membuktikan kebeneran dari para ahli tersebut . itulah kenapa disebut gelar tertinggi seseorang adalah sebagai saksi sebuah keilmuan.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Saat seseorang menempuh jenjang pendidikan, itu berarti bahwa dia belajar untuk memperdalam dan memperluas ilmu yang dia miliki. Gelar yang dimiliki ada, karena dia sudah berusaha untuk memperolah ilmu yang dia minati. Namun, gelar tidak memiliki arti jika dia tidak dapat mempertanggungjawabkan ilmu yang telah dia pelajari, atau dengan kata lain gelar tidak memiliki arti jika ilmu yang didapat tidak dibagi untuk menjadi kemajuan bagi orang lain. Jadi, sesungguhnya gelar tertinggi dari sebuah ilmu adalah sebagai saksi dari ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Gelar tertinggi mencari ilmu adalah bukan sekedar gelar. tetapi bagaimana orang lain dapat lebih paham akan sesuatu dengan cara kita menjelaskan kepadanya, kita dapat membantu orang yang belum tahu menjadi tahu. kita dapat membuat orang menjadi lebih baik dan terbantu oleh kita. semua yang kita lakukan dengan apa yang kita punya dan kita telah pelajari adalah tidak lain untuk orang yang memerlukan kita.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Orang yang memiliki gelar tertinggi dalam mencari ilmu adalah orang yang dapat mengamalkan ilmunya sedemikian sehingga ilmu tersbut dapat bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, dan mampu mengembangkan ilmunya sehingga terbentuk jejaring sistemik.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Gelar tertinggi dalam mencari ilmu bukanlah profesor atau guru besar. Akan tetapi gelar yang kita peroleh dari Allah SWT. yaitu ‘alim, orang yang berilmu. Janji Allah itu pasti, orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya. Sehingga semakin berilmu maka akan semakin tinggi derajat kita. tidak hanya tamak di dunia, tetapi kelask juga di akhirat. Namun, bukan sembarang ilmu yang Allah maksud, harus ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang berguna bagi orang lain. Ilmu yang dapat memberikan kontribusi besar dalam perkambangan Islam. Dan ilmu yang tidak menjadikan kita lalai dari Allah.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seseorang dipandang oleh Allah SWT salah satunya adalah dari ilmunya. Maka Dia memerintahkan kita untuk terus menggapai ilmu. Gelar ilmu yang diperoleh setiap orang berbeda-beda sesuai dengan kemampuannya. Menurut saya, sebesar apapun gelar ilmu yang diperoleh jika tidak bermanfaat atau ilmunya tidak diamalkan maka akan sia-sia. Maka sebenar-benarnya gelar ilmu adalah gelar dari-Nya yaitu berupa ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Gelar merupakan predikat atas apa yang sudah diupayakan dan diperjuangkan oleh seseorang. Gelar keilmuan adalah penghargaan akan ilmu yang mungkin telah dikuasai oleh individu pembelajar. Pada saatnya nanti, keilmuan yang telah dimiliki akan dimintakan pertanggungjawaban daripadanya. Digunakan sesuai ranah keilmuannya kah? Berguna bagi lingkungan sekitar atau tidakkah? Gelar hanyalah sebagai bonus saja, sedangkan yang paling esensi adalah intisari dari cabang keilmuan yang dipelajari.

    ReplyDelete
  13. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seseorang bisa saja memiliki lebih dari satu gelar, bahkan pada satu bidang yang sama. Sarjana matematika, magister pendidikan, doktor, profesor, dan lain sebagainya. Gelar yang satu memiliki keterkaitan dengan gelar yang lain. Pengalaman yang terdahulu akan berpengaruh besar terhadap pengalaman baru yang akan dikejar seseorang yang sedang belajar.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Gelar memang penting tapi sebatas dunia, namun ilmu tidak terbatas di dunia saja tapi juga akhirat. Gelar tertinggi hanyalah sebagai saksi atau tanda pada orang tersebut. Ketika gelar yang tinggi, ilmu yang banyak dan perbuatan yang bermanfaat untuk umat, maka itulah saksi atau tanda yang benar. Tapi ketika memiliki gelar yang tercantum di sebuah kertas yang bisa lapuk dan di belakang nama yang belum tentu diketahui oleh banyak orang. Akan terasa lebih nyaman ketika nama kita dipanggil dengan nama yang biasa tapi berilmu dibandingkan dengan nama yang bergelar tapi kurang ilmu.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensintesisnkan tesisnya sebagai berikut: Jika ada yang bertanya pada saya siapa orang yang paling tinggi ilmunya? Saya akan menjawab guru. Karena guru mampu menguasai satu mata pelajaran dengan baik bahkan mampu mengajarkannya pada murid-murid. Oh ada lagi di atas guru yaitu dosen. Karena dosen tingkat pendidikannya di atas guru dan mampu menguasai mata kuliah kompleks di atas mata pelajaran. Oh ada lagi di atasnya yaitu pforesor. Profesor kan sudah menemukan teori jadi tentu ilmunya yang paling tinggi. Ya, profesor adalah gelar tertinggi di dalam pendidikan.
    Anti-tesis dari tesis tersebut sebagai berikut: Lalu ilmu apa saja memang yang sudah mereka ciptakan sehingga mereka memiliki gelar keilmuan? Saya menjawab: banyak sekali. Guru di sekolah mampu menguasai berbagai materi pelajaran. Eh tapi beliau tidak menciptakan ilmu itu, guru jadi tahu karena dosennya dulu membantunya mencapai ilmu pengetahuan. Ah iya, dosen lebih banyak lagi ilmu pengetahuannya. Eh, tetapi dosen juga mendapatkan sebagianilmu pengetahuannya dari profesor. Ah, profesor tentu yang ilmunya paling tinggi. Eh, tapi profesor pun tidak mampu menciptakan ilmu pengetahuan yang ia miliki. Jika dipikir-pikir ilmu pengetahuan kan hanya Tuhan yang menciptakan, sedangkan manusia hanya mengetahui sebagian kecilnya. Dengan kata lain manusia hanya sebagai saksi keilmuan.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  16. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Gelar tertinggi mencari ilmu akan didapatkan seseorang jika ia mampu untuk mengamalkan di kehidupan dunia dan mengajarkannya kepada orang lain, dan orang lain tersebut mengajarkan kepada yang lain, dan seterusnya sehingga ilmu tersebut dapat berguna dan bermanfaat untuk kehidupan banyak orang. Dan perlu diketahui bahwa pahala ilmu yang bermanfaat itu mengalir kepada yang mengajarkannya dan mengamalkannya.

    ReplyDelete
  17. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Secara administratif, atau dalam logika legal-formal, gelar dan ijazah memang sangat dibutuhkan, terutama dalam dunia kerja yang mensyaratkan hal-hal tersebut. Namun dalam arti kehidupan yang sesungguhnya, gelar-gelar tersebut bukanlah prasyarat yang membatasi gerak kreatifitas manusia. Mark Zuckerberg harus di DO terlebih dulu sebelum facebook menjadi medsos terpopuler di dunia. Kemudian, gelar-gelar tersebut juga bukanlah prasyarat untuk melakukan kebaikan. Anda tak mesti harus menjadi sarjana hukum untuk memperjuangkan keadilan. Anda tidak harus menjadi sarjana pendidikan untuk menjadi guru. Dalam satu sisi, saya sepakat bahwa gelar adalah saksi keilmuan jika gelar yang diperoleh dari proses yang benar-benar baik. Namun jika gelar tidak sesuai dengan kapasitas keilmuan kita, apa yang harus menjadi saksi? Yang ada malah manipulasi.

    ReplyDelete
  18. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Semakin tinggi gelar seseorang harapannya adalah dapat membuat orang tersebut semakin rendah hati seperti padi yang mulai menua. Gelar yang disandang seseorang hanyalah sebuah apresiasi atas proses yang telah didesain oleh orang-orang sebelum kita, namun perlu diketahui banyak hal di dunia ini yang tak didesain oleh orang-orang terdahulu lebih berpengaruh terhadap sendi kehidupan. Contohnya penemu-penemu ilmu sains terdahulu tak bergelar sebelum mereka terkenal namun mereka tetap mencari ilmu untuk kepentingan manusia. Gelar yang kita peroleh saat ini tak pantas kita sombongkan, gelar tak membuktikan keilmuan seseorang namun gelar adalah bukti seseorang telah mencari ilmu.

    ReplyDelete
  19. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ilmu tiadalah sampai pada garis finish. Maka ilmu tiadalah akan ada selesainya *selain atas kehendak Tuhan*.
    Pernah saya menuliskan bahwa ilmu ibaratkan perlombaan tanpa garis finish. Maka tiadalah seorang jawara pada perlombaan yang tiada akhir.
    Saat ini, kita tengah berupaya mencari ilmu, kita tengah berusaha keras belajar dan berguru pada kehidupan ini (dengan siapapun dan apapun kita bisa belajar). Mungkin saja kita tengah melakukan penelitian dengan pendekatan grounded research, tapi ingat, kita selalu berada dalam garis proses, ilmu adalah tentatif. Maka, harus siap, siap hati siap pikiran, jika teori yang kita kembangkan kelak akan menemui suatu pembaharuan atau bahkan penyangkalan. Tapi inilah belajar yang sesungguhnya, kita memahai proses yang kita lewati. Inilah juara yang sesungguhnya, meskipun tidak mendapatkan piala di ujung sana, *oh maaf di sini tiadalah ujungnya*, setidaknya inilah pencapaian yang paling berharga, kita menyaksikan bagaimana ilmu itu berusaha kita kenali. Maka sangat benar jika Gelar Tertinggi Seorang Mencari Ilmu adalah Hanyalah Sebagai Saksi Keilmuannya

    ReplyDelete
  20. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Gelar kita peroleh ketika telah menyelesaikan jenjang tertentu dalam pendidikan. Tetapi gelar bukanlah yang menjadi tolak ukur keilmuan seseorang. Tak harus mendapat gelar untuk menjadi seorang yang berilmu. Tak semua kegiatan mencari ilmu akan menghasilkan gelar. Oleh karena itu gelar seseorang hanyalah saksi keilmuannya..

    ReplyDelete
  21. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Seorang yang telah menuntaskan pendidikannya akan mendapatkan sebuah gelar. Gelar merupakan reward untuk seseorang yang telah berhasil menempuh pendidikan. Orang yang selalu mencari dan menuntut ilmu adalah seseorang yang disenangi Allah. Namun, harapannya semakin banyak ilmu yang didapatkan, maka semakin rendah hati seseorang. Kerendahan hati seseorang dapat juga dilihat dari seseorang yang dengan ikhlas membagikan ilmunya ke orang lain. Orang yang mempunyai gelar tinggi, namun ilmunya tidak bermanfaat untuk orang lain, maka orang yang seperti ini sangat disayangkan. Gelar tidak akan bermakna jika seseorang tidak memberi manfaat mengenai ilmu mereka. Oleh sebab itu gelar hanya akan menjadi saksi keilmuan.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ketika sesorang belajar dan menuntut ilmu, semakin tinggi ilmu yang ia capai maka wawasan dan pemahaman terhadap sesuatu dan berbagai hal semakin dalam. Banyak hal dalam ilmu pengetahuan sudah ditemukan, diciptakan dan dipublikasikan oleh para ilmuwan-ilmuwan terdahulu. Ketika kami belajar adalah mempelajari dan membuktikan kembali hal-hal, teori-teori yang telah ditemukan, diciptakan dan dipublikasikan oleh para ilmuwan-ilmuwan tersebut, sehingga kami bisa menjadi saksi terhadap ilmu-ilmu tersebut. Gelar tertinggi dari seseorang dalam menuntuk ilmu adalah menjadi saksi tentang suatu ilmu.

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apalah arti sebuah gelar. Ungkapan ini cocok dengan tanya jawab ali ini, karena sesungguhnya bukanlah gelar yang kita kejar saat sekolah, melainkan ilmunya. Perlu disadari bahwa tujuan seseorang dalam menempuh pendidikan tinggi bukanlah untuk mencari pekerjaan ataupun mencari gelar yang bergengsi tetapi untuk mendapatkan ilmu yang nantinya akan diterapkan di kehidupan mendatang. Jaman sekarang banyak sekali orang-orang yang bersekolah hanya mengejar gelar semata, demi kepentingan materialnya misalkan naik pangkat, golongan dan sebagainya. Gelar yang sesungguhnya adalah ketika ilmu kita berguna bagi bangsa dan juga agama.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sebenar-benar gelar tertinggi bagi orang yang mencari ilmu terdapat dua macam. Jikalau dia tidak ikhlas dalam mencari ilmu, maka gelarnya adalah adalah gelar yang melekat pada nama, yang kemungkinan akan cepat hilang karena ilmu yang di dapat semata hanya untuk mendapatkan gelar di belakang namanya saja, bahkan bisa jadi dia merasa puas dengan ilmu yang di dapatnya tersebut. Sedangkan orang yang benar-benar ikhlas dan ridha karena Allah dalam mencari ilmu, maka dia akan mengamalkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-harinya, sehingga tidak hanya manfaat untuk sendirinya saja, tetapi manfaat juga untuk orang lain. Atas ilmu yang disalurkan kepada orang lain itulah, amal-amal untuknya tidak akan terputus dan akan menjadi saksi keilmuannya.

    ReplyDelete
  25. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Ilmu tak akan memiliki arti atau manfaat apabila tidak diamalkan. Oleh karena itu kita harus selalu mengamalkan ilmu yang kita miliki. Salah satu caranya dengan saling berbagai ilmu terhadap sesama. Semakin banyak yang merasakan kemanfaatan dari ilmu, maka semakin tinggilah gelar orang tersebut dalam mencapai ilmu. Jadi gelar tertinggi dalam menuntut ilmu bukanlah gelar S.Pd, M.Pd, Dr, PhD, dll, karena itu adalah gelar formalnya saja, di dunia. Dan orang-orang yang mengejar ilmu demi pangkat atau gelar sarjana, sesungguhnya ialah yang sedang kehilangan ilmunya, karena ilmu dan pengetahuan yang ia peroleh bertujuan hanya untuk dirinya semata. Sehingga gelar yang tertinggi dalam menuntut ilmu adalah ketika kita dapat memberikan manfaat pada oranglain. semakin banyak manfaat yang kita berikan, semakin banyak ilmu yang kita sampaikan, maka ilmu itu akan mengalir terus menerus dan akan menjadi amalan yang tidak akan putus, sehingga akan semakin banyak pula pahala yang kita dapat.

    ReplyDelete
  26. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap manusia. Karena itulah kita harus senantiasa mencari ilmu. Tetapi dalam mencai ilmu kita harus senantiasa ikhlas dan menjauhi rasa sombong. Kita tidak boleh merasa telah memiliki ilmu yang tinggi. Kita juga harus memperbaiki niat kita dalam menuntut ilmu. Tujuan menuntut ilmu bukanlah untuk memperoleh kekuasaan, memperoleh harta, tetapi unuk menjadi saksi. Menjadi saksi atas setiap ilmu yang kita miliki, akankah memberikan manfaat atau justru mudharat. Sebagaimana dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (yang artinya):“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali dia. Yang menegakkan keadilan, para malaikat dan orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu)”. (Terjemahan QS. Ali Imran: 18).

    ReplyDelete
  27. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Belajar tujuannya adalah untuk mencari tahu. Tapi semakin jauh seseorang belajar, semakin banyak yang orang itu tidak ketahui. Itulah sebabnya manusia seakan-akan tidak pernah mengetahui apapun. Padahal banyak sekali yang sudah diketahuinya, akan tetapi lebih banyak lagi yang tidak diketahuinya. Seperti itulah ilmu pengetahuan, maka manusia diciptakan beragam, karena masing-masing memiliki keterbatasan. Dengan keterbatasan itu manusia merasa saling membutuhkan.

    ReplyDelete
  28. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pencapaian gelar yang tertinggi dari seseorang pencari ilmu yaitu ketika ilmu yang telah ia dapat kemudian diamalkan untuk kesejahteraan orang lain. Dengan demikian maka akan selalu dikenang dan merupakan saksi keilmuannya, bahkan sampai meninggal pun akan selalu diingat dan juga ketika ilmu yang kita berikan dan diamalkan oleh orang lain maka itu akan merupakan amal yang tak akan terputus.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Orang yang memiliki gelar tertinggi dalam mencari ilmu adalah orang yang dapat mengamalkan ilmunya sedemikian sehingga ilmu tersbut dapat bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, dan mampu mengembangkan ilmunya sehingga terbentuk jejaring sistemik

    ReplyDelete
  31. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Gelar tertinggi seseorang dalam mencari ilmu bukanlah sebagaimana orang-orang mencari gelar semata, namun sebagai pendidik adalah bagaimana kita mengajarkan ilmu-ilmu yang kita miliki kepada siswa-siswa kita dan ilmu yang kita ajarkan membawa manfaat tidak hanya untuk kehidupan kita tapi juga kehidupan orang lain. oleh karena itu menyalurkan ilmu yang kita miliki sangatlah penting.

    ReplyDelete
  32. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Belajar tujuannya adalah untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    gelar tertinggi seseorang dalam mencari ilmu mungkin dilihat orang dari nama gelar yang mengikuti nama aslinya, namun apakah sama yang dirasa bagi sang empunya gelar tertinggi. bahwa bagi si empunya gelar tertinggi yang dicapai adalah saksi dari segala keilmuannya. jadi dalam mencari ilmu tertinggi sebenarnya yang dirasa adalah bagaimana dirinya mampu memahami ilmu yang telah didapatkan dalam proses mencarinya. jadi gelar tertinggi dalam mencari ilmu adalah saksi ilmunya itu sendiri

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menuntut ilmu adalah salah satu kewajiban setiap orang yang beriman. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah gelar tertinggi dari menuntui ilmu? Dalam menuntut ilmu, gelar tertinggi adalah jika ilmu yang kita dapatkan dapat bermanfaat bagi orang lain. Tiadalah arti bagi mereka yang menuntut ilmu setinggi langit tapi ta ada kebermanfaatannya bagi orang lain. Jika ilmu yang kita bagikan kepada orang lain lalu kemudian ilmu itu dibagi lagi oleh orang tersebut ke orang yang berbeda, maka sebenar-benar ilmu yang disebarkan itu adalah saksi bahwa gelar tertinggi bagi si penuntut ilmu telah tercapai.

    ReplyDelete
  35. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Gelar tertinggi seorang mencari Ilmu adalah hanyalah sebagai saksi keilmuannya. Gelar-gelar akademik merupakan saksi atau tanda tentang ilmu yang telah dipelajari di dunia. Namun, terdapat hal yang lebih tinggi dari gelar akademik tersebut, yakni kebermanfaatan ilmu yang telah dimiliki. Gelar akan lebih berarti jika ilmu yang dimiliki dapat bermanfaat bagi orang lain. Ilmu yang dimiliki juga harus dipertanggungjawabkan dengan mengamalkannya di jalan yang baik.

    ReplyDelete
  36. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Seseorang dalam menuntut ilmu pada pendidikan formal akan mendapatkan gelar, seperti S1 dengan gelar sarjana, S2 dengan gelar magister, dan S3 dengan gelar doktor. Gelar ini hanyalah sekedar saksi formal atas pendidikan yang telah ditempuhnya. Sebenar-benar gelar tertinggi dalam mencari ilmu adalah ketika seseorang dapat memanfaatkan ilmu yang dimilikinya untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi, sehingga bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga bagi orang lain, lingkungan, agama, bangsa, negara, dst.

    ReplyDelete
  37. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Gelar hanyalah sebuah tanda ketika seseorang telah menyelesaikan suatu tahapan dalam mencari ilmu. Sedangkan kegiatan dalam mencari ilmu itu sendiri tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Orang yang memiliki kedudukan dalam ilmu adalah orang yang memiliki ilmu dan mampu memanfaatkannya untuk kepentingan orang lain. Ilmu akan terancam menjadi kosong apabila ada dalam kesombongan atas ilmunya.

    ReplyDelete
  38. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Ketika kita mencari ilmu maka kita akan memiliki yang namanya gelar. Gelar siswa, gelar mahasiswa, sarjana, master, doktor atau profesor. Semua itu merupakan gelar yang ada di dunia. Sedangkan ketika kita berfilsafat maka kita harus berpikir bertingkat. Dengan tingkatan tertinggi, kita dapati bahwa sejatinya setinggi-tingginya gelar kita dalam mencari ilmu hanyalah sebagai saksi dari keilmuan Tuhan. Allah adalah Maha Mengetahui segalanya. Dialah yang Maha memiliki Ilmu dan Tertinggi ilmu itu. sehingga tidak ada hak bagi kita untuk sombong dengan apa yang kita miliki ini. karena yang kita lakukan hanya menggapai ilmu saja. Sedangkan yang dinilai dari kita yaitu keikhlasan kita dalam mencari ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  39. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Gelar tertinggi seorang mencari ilmu adalah hanyalah sebagai saksi keilmuannya.
    Gelar yang disandang seseorang ketika selesai menuntut ilmu di bangku pendidikan formal tidak berhenti disitu saja. Setelah itu, gelar tersebut harus dipertanggungjawabkan kepada lingkungan sekitar. Dalam hal ini, kebermanfaatan ilmu tersebut lah yang akan menjadi saksi apakah gelar tersebut terimplementasikan dengan baik atau tidak. Sebuah gelar tidak akan mempunyai arti apa apa jika ilmu tersebut tidak bisa memberi manfaat kepada sesama. Gelar kita dapat untuk memberi kebermanfaatan dalam lingkungan sekitar kita untuk mengubah menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  40. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Gelar tertinggi dalam mencari ataupun menutut ilmu bukanlah dilihat dari gelar yang ia miliki, namun dari bagaimana ia mengimplementasikan ilmu yang ia miliki dan kebermanfaatan ilmunya untuk banyak orang, serta kerendahan hati dalam berbagi ilmu dan tidak sombong dengan segala pencapaian yang ia terima dari usahanya menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  41. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ilmu tidak akan pernah habis untuk dipelajari, ilmu akan terus berkembang. Dalam usaha mencari ilmu, manusia akan belajar banyak hal, tidak hanya memperoleh gelar atau ilmu yang ia pelajari saja namun juga ternyata dalam mempelajari sesuatu ada hal lain yang dapat merubah pemahaman kita, merubah sikap dan mental kita. Usaha yang keras ini dapat dihargai dengan gelar atau pangkat, sedangkan lebih dari itu ada gelar tertinggi dari penghargaan terhadap setiap proses perubahan diri menjadi lebih baik setelah kita mencari ilmu, yaitu kebijaksanaan. Seseorang yang berilmu diharapkan akan semakin baik sifatnya, semakin santun ucapannya, semakin sopan perbuatannya. Bukan malah semakin sombong atas ilmu yang telah ia takhlukkan.

    ReplyDelete
  42. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Gelar Tertinggi mencari ilmu bukanlah sederet huruf yang mendampingi nama ketika dipanggil atau yang tertera bersama nama tambahan kita. Gelar tertinggi mencari ilmu tak bisa dijamah oleh mata, tak tercium oleh telinga. Gelar tertinggi mencari ilmu adalah ucapan terima kasih dari orang yang merasa terbantu dengan ilmu yang didapat, ucapan tulus dari hati, bukan hanya sekedar lafalan huruf terima kasih. Gelar tertinggi mencari ilmu ketika ilmu tersebut sebagai rasa syukur terhadap Tuhan yang Maha Berilmu.

    ReplyDelete
  43. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Salah satu kewajiban setiap umat manusia adalah menuntut ilmu, karena dengan ilmulah seorang anak manusia bisa mengenal dunia, bisa mengenal Tuhannya, mengetahui dimana dia berada dan dengan ilmu pula sebuah amal perbuatan yang manusia kerjakan jelas tujuannya dan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya tanpa melupakan keutamaan dari menuntut ilmu yaitu tidak lain dan tidak bukan adalah berada di jalan Allah SWT. Oleh karena itu, tuntutlah ilmu sampai akhir hayat, kemudian amalkan ilmu tersebut dan ajarkan kepada keluarga, kerabat dan seluruh manusia agar menjadi barokah di dunia dan di akhirat. Sehingga dengan mengamalkan dan mengajarkan ilmu yang kita miliki, maka kita akan memperoleh gelar tertinggi sebagai saksi keilmuan. Akan tetapi dalam segala bidang kehidupan, menjadi saksi dibutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, harta bahkan jiwa. Sehingga ketika kita belum mampu berkorban, kita belum berhasil menjadi saksi atas ilmu yang kita miliki.

    ReplyDelete
  44. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Sejak dilahirkan manusia tak henti-hentinya belajar. Belajar dan mencari ilmu merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Mencari ilmu itu tidak akan ada batasnya. Gelar dalam menuntut ilmu hanya gelar dunia. Bagaimana ilmu dapat memberikan manfaat bagi orang lainlah yang harus dilaksanakan. Sesungguhnya ilmu yang berguna adalah yang senantiasa menjadi amalan dan pahala bagi diri kita.

    ReplyDelete