Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 24: Mohon Maaf Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata
aku harus memohon maaf karena menurut filsafatku, Segala Bencana dan Malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suatu Sifat yang satu kepada Sifat yang lainnya (aksiden).

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit
Posted by D

11 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat itu olah pikir, maka dalam belajar filsafat itu kita harus berhati-hati dan dengan didasari oleh iman yang kuat, karena jika tidak, bisa tersesat. Oleh karena itu, setiap manusia dalam mengerjakan suatu hal sebaiknya dijalankan sesuai dengan hakikatnya, sesuai dengan fitrahnya dengan sesuai karakteristik yang dimiliki. Misalnya saat terjadi suatu bencana, misalnya bencana banjir yang kemudian mengakibatkan kematian dan terganggunya ketenangan hidup. Dari hal tersebut terdapat dua kemungkinan suatu peristiwa terjadi. Kemungkinan pertama bisa berupa ujian untuk melihat apakah kita sudah termasuk orang yang ikhlas, bersyukur, dan sabar. Kemungkinan kedua bisa merupakan hukuman karena keserakahan manusia dan semakin banyaknya orang yang berbuat maksiat. Tetapi yang jelas kita dapat mengambil hikmah di setiap kejadian itu.

    ReplyDelete
  2. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs pendidikan matematika C

    Segala sesuatu itu terjadi karena memilih atau terpilih. Dan kita juga harus menyadari bahwa dalam memilih pastilah ada konsekuensi yang yang harus kita terima. Ketika kita memilih berbuat kerusakan, berbuat kejahatan, maka segala bencana dan malapetaka yang menimpa kita adalah hukuman atas segala kejahatan dan kerusakan yang kita lakukan. Ketika kita memilih berbuat kebaikan, maka segala bencana dan malapetaka yang menimpa kita merupakan ujian untuk kita. Ketika kita memperoleh hukuman, kita pun dapat memilih untuk menyadari kesalahan dan bertaubat atau kembali mengulang kesalahan. Ketika kita memperoleh ujian, kita dapat memilih bersabar dan ikhlas atau kufur akan nikmat yang kita peroleh. Begitu seterusnya karena suatu pilihan yang kita ambil akan menghadapkan kita pada pilihan-pilihan lainnya.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pandangan filsafat setiap orang berbeda-beda karena tidak ada sesuatu yang identik di dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa olah pikir yang dilakukan manusia bisa berbeda, dan bisa pula menimbulkan bencana karena hasutan syaitan. Aksiden inilah yang merupakan segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya dalam berfilsafat kita harus berpikir jernih dan ikhlas sehingga mendapatkan ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    “segala bencana dan malapetaka yang maha dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya (aksiden)”. Jatuhnya suatu sifat kepada sifatlainnya membuat suatu sifat menutupi sifat lain, sehingga sifat lain tidak terlihat lagi. Sejatinya semua masalah terjadi karena suatu sifat menutupi sifat lainnya. Sebagai contoh, korupsi terjadi karena sifat baik yang menutupi sifat buruk, siswa tidak menyukai matematika karena sifat guru yang menutupi sifat siswanya.

    ReplyDelete
  5. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    dalam berfilsafat kita harus memiliki batasan-batasan sbegaimana hakikat manusia yang terbatas, baik ruang dan waktunya maupun pemikirannya itu sendiri. Kita menyadari bahwa segala sesuatu bisa merupakan hasil usaha maupun ketetapan Tuhan. Dalam usaha kita mengusahakan hasil yang sesuai dengan usaha kita, namun jika terjadi hal hal besar yang tidak sesuai dengan rencana kita, merupakan kehendak Tuhan sebagai manusia yang penuh keterbatasan haruslah menyadarinya, meskipunketika kita berfilsafat mungkin terdapat pertentangan oleh karena itulah dalam belajar filsafat haruslah dilandasi dengan pemahaman akan ketuhanan yang kuat.

    ReplyDelete
  6. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

    ReplyDelete
  7. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sejujurnya saya mengalami kebingungan maksud dari jatuhnya sifat yang satu kepada sifat yang lain. Tetapi saya akan berusaha memaparkan yang saya pahami pada forum tanya jawab ini. Segala ujian, cobaan, bencana, malapetaka dan segala hal yang Allah berikan pada kita adalah tidak lain dan tidak bukan akibat dari apa yang kita perbuat. Allah tidak akan menjatuhkan sifat yang satu pada sifat yang lainnya jika manusia bersikap sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika manusia selalu siap dengan segala yang akan Allah berikan dalam hidupnya, adanya bencana maupun malapetaka bukanlah menjadi suatu yang berat untuk diterima, melainkan ikhlas dengan apa yang Allah berikan. Contoh dari jatuhnya sifat yang satu pada sifat yang lainnya adalah pada saat curah hujan tinggi, ditimpa dengan adanya angin kencang dan banjir, sehingga banyak manusia yang mengungsi atas kejadian itu.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setiap manusia berfilsafat untuk mengolah pikirannya masing-masing. Pada dasarnya manusia diciptakan secara sempurna memiliki akal dan nafsu yang keduanya harus bisa dikendalikan untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Namun ada kalanya filsafat yang digunakan manusia tidak mampu menggunakan akalnya secara maksimal dan menahan nafsu atas gejolak yang ada dalam kehidupan di dunia sehingga menimbulkan bencana dan malapetaka yang dahsyat. Untuk menghindari hal demikian maka tetaplah selalu berfilsafat dengan memaksimalkan penggunaan akal dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  9. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap keadian yang terjadi dalam kehidupan memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu sifat yang ditimbulkan akan berdampak terjadinya sifat yang lain. Setiap kejadian yang sudah terjadi merupakan suatu takdir yang telah ditetapkan. Hal yang belum terjadi merupakan sesuatu yang masih bisa diikhtiarkan oleh manusia. Kehidupan manusia sejatinya merupakan suatu proses filsafat.

    ReplyDelete
  10. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dalam hubungan sebab akibat, akan ada akibat yang selalu muncul dari sebuah sebab. Bisa jadi sebab yang mengakibatkan itu dapat muncul secara langsung atau secara tidak langsung. Masalah yang muncul ini bisa berupa akibat dari masalah lain. Sehingga dalam menyelesaikan masalah, dibutuhkan penyelesaian, bisa jadi penyelesaian secara langsung atau penyelesaian berkali-kali.

    ReplyDelete
  11. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Segala sesuatu di dunia ini sebenarnya hanya sebuah sifat yang dimaknai dengan sifat yang lain. Begitu juga dengan segala macam bencana dan malapetaka yang maha dahsyat yang sebenarnya juga merupakan sebuah sifat yang dimaknai dengan sifat yang lain. Kita menjadi sangat bersalah bila menyalahkan segala macam bencana dan malapetaka maha dahsyat yang terjadi, karena sesungguhnya mereka hanyalah akibat dari jatuhnya sebuah sifat terhadap sifat yang lain.

    ReplyDelete