Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 24: Mohon Maaf Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata
aku harus memohon maaf karena menurut filsafatku, Segala Bencana dan Malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suatu Sifat yang satu kepada Sifat yang lainnya (aksiden).

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit
Posted by D

17 comments:

  1. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Karena kegoisan ku menyebabkan sebuah bencana yang membuat orang lain terluka. Maka aku harus meminta maaf atas keegoisan ku itu. Sifat ini memang kadang tidak aku sadari, karena itulah keterbatasan ku sebagai manusia. Maka aku harus memperbaiki diriku dimulai dengan meminta maaf dengan mereka yang telah mengalami penderitaan karena sifat ku itu. Aku juga berterima kasih pada filsafatku karena telah menyadarkan ku tentang hal ini. Kita perlu merenung dan memikirkan tentang apa yang telah kita lakukan dan bagaimana sifat kita terhadap orang lain. Cara ini dapat kita tempuh untuk menjadi orang yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  2. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Akan ada selalu sebab-akibat dalam kehidupan. Akan ada sebab dari sebuah malapetaka dan akan akibat setelah terjadinya tindakan. Dalam pendidikan misalnya jika seorang guru kurang begitu jelas dalam menjelaskan materi pembelajaran makan akan ada akibat siswa yang kurang paham dalam pembelajaran. Jika dalam konteks kehidupan misalnya saja apa yang kita ucapkan akan ada dampak yang tidak diduga setelahnya. Maka pandai-pandailah kita dalam berucap.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Saya pikir, ini ada kaitannya dengan hukum sebab akibat. Termasuk segala bentuk bencana dan malapetaka yang terjadi di dunia ini. Segala bencana dan malapetaka tersebut adalah akibat perbuatan manusia itu sendiri, yang merupakan jatuhnya sifat yang satu dengan yang lain. Namun, bisa saja ini teguran agar kita sebagai hamba senantiasa mengingat Tuhan dan memohon ampun atas segala dosa yang telah kita perbuat.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Segala sesuatu di dunia ini sebenarnya hanya sebuah sifat yang dimaknai dengan sifat yang lain. Begitu juga dengan segala macam bencana dan malapetaka yang maha dahsyat yang sebenarnya juga merupakan sebuah sifat yang dimaknai dengan sifat yang lain. Kita menjadi sangat bersalah bila menyalahkan segala macam bencana dan malapetaka maha dahsyat yang terjadi, karena sesungguhnya mereka hanyalah akibat dari jatuhnya sebuah sifat terhadap sifat yang lain.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala yang terjadi di dunia adalah kehendak Allah SWT. Hidup di dunia ini berlaku hukum sebab akibat. Ada sebab maka ada pula akibat. Hal itu dapat berupa Segala Bencana dan Malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suatu Sifat yang satu kepada Sifat yang lainnya (aksiden). Terjadinya banyak malapetaka, salah satunya dikarenakan seorang reduksi yang determinist dalam ruang dan waktu yang salah.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan pada kalimat yang ada di atas bahwa segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suautu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Dari kalimat tersebut menandakan adanya sifat sebagai penyebab dan suatu sifat sebagai akibat. Saya teringat dengan suatu elegi yang mengangkat lagu almarhum Michael Jackson Earth Song yang menunujukkan angan-angan keadaan bumi yang indah, namun rusak karena adanya perilaku-perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Begitupun dengan keadaan sekarang berbagai bencana alam, kerusakan yang terjadi tidak lain tidak bukan yang sesungguhnya adalah perbuatan manusia itu sendiri. Oleh karena itu sebelum kita bertindak kita harus memikirkan dengan baik dengan matang apakah nantinya tindakan kita mempunyai dampak yang positif atau sebaliknnya berdampak negatif.

    ReplyDelete
  7. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pemikiran manusia berasal dari atas apa yang sudah menjadi pengalamannya dan bagaimana sudut pandang manusia tersebut melihat suatu objek.
    Filsafat merupakan terkait pada olah pikir. Olah pikir yang dilakukan dapat mempengaruhi pola pikir nantinya terhadap suatu hal.
    Apakah tetap pada pola pikir lama atau pola pikir baru, entah pola pikir kita nantinya akan menjadi baik atau malah semakin kacau.

    ReplyDelete
  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mohon maaf atas kesalahanku berfilsafat. Kesalahanku dalam mengungkapkan pendapat tentang filsafat. Kesalahan ini dapat terjadi karena kurang adanya keselarasan antara hati dan pikiran. Hati yang tidak ikhlas dan pikiran yang tidak jernih. Maafkan.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Aksiden adalah segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Sebagian besar dosaku adalah karena determinisku. Terjadinya banyak malapetaka, karena reduksi dan determinist dalam ruang dan waktu yang salah. Jadi, bencana dan malapetaka itu sesungguhnya hanyalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri dan itu hanyalah merupakan jatuhnya sifat yang satu kepada sifat yang lainnya (aksiden). Jika manusia menggunakan ruang dan waktu yang benar maka dengan reduksi dan deterministnya akan membawa kesejahteraan, bukanya bencana yang memang sekarang banyak melanda bangsa kita.

    ReplyDelete
  10. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam berolah pikir sering kita melakukan kesalahan dalam mereduksi pada apa yang sudah kita hasilkan dari pernyataan orang lain. Selain itu juga eksiden terhadap hasil orang lain dan menganggap sebagai temuan kita. Kita harus sangat berhati-hati agar itu tidak terjadi ketika kita berfilsafat, agar sedikit megalami kesalahan yang mungkin akan kita perbuat baik itu sengaja maupun tidak sengaja.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Ada hal tidak tertulis yang sudah diketahui semua orang bahwa segala hal di dunia ini saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan ini dapat dilihat dari hubungan timbal blik antara kejadian yang satu dengan kejadian yang lain. Saat kita mengembagkan sifat yang satu, sifat ang lainnya juga akan ikut terpengaruh. Contohnya, saat kita menebang pohon untuk mendirikan rumah dan kemudian tidak menanam kembali pohon pengganti, awalnya mungkin daerah tempat kita tinggal sejuk, tapi saat tidak ada penanaman kembali pohon atau tumbuhan seperti bunga dan rumput, lama-kelamaan daerah tempat kita tinggal akan panas karena tidak adanya tempat rindang dan oksigen serta tidak ada pergerakan angin.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Saat kita mencari dan melakukan segala hal yang kita rasa baik, terkadang kita tidak menyadati bahwa itu merubah kebiasaan kita, merupah cara pandang kita. Seperti yang telah dibahas dalam forum tanya jawab sebelumnya bahwa apa yang kita pikirkan adalah dunia dan kita tidak dapat mendefenisikan diri sendiri karena sifat kta terus berubah. Sifat yang berubah ini mengakibatkan perubaha banyak hal. Hal itu tidak hanya mempengaruhi diri, tapi juga mepengruhi alam tempat kita tinggal. Jadi, jika kita mengembangkan sifat yang salah, yang ada hanyalah bencana alam yang dahsyat.dengan demikian, kita harus selalu berhati-hati dalam tindakan kita.

    ReplyDelete
  13. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Filsafat adalah pikiran, pikiranku mungkin. Dan berfilsafat berarti memikirkan sesuatu, dan belum tentu yang dipikirkan adalah hal baik dan bersifat positif oleh karena itu pikiran yang tidak baik dapat menjadi bencana dan malapetaka yang dapat hadir pada diri kita yang memikirkannya.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    “segala bencana dan malapetaka yang maha dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya (aksiden)”. Jatuhnya suatu sifat kepada sifatlainnya membuat suatu sifat menutupi sifat lain, sehingga sifat lain tidak terlihat lagi. Sejatinya semua masalah terjadi karena suatu sifat menutupi sifat lainnya. Sebagai contoh, korupsi terjadi karena sifat baik yang menutupi sifat buruk, siswa tidak menyukai matematika karena sifat guru yang menutupi sifat siswanya.

    ReplyDelete
  15. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Belajar filsafat membantu manusia untuk lebih kritis terhadap fenomena-fenomena yang terjadi sehingga diharapkan manusia mampu menyikapinya dengan arif dan bijaksana.
    Namun ketika filsafat membuat manusia menjadi tidak terkendali dan senantiasa membenarkan yang salah dan membuat manusia menjadi sombong sebab sudah merasa berilmu dan sudah merasa pandai berfilsafat.
    Olehnya itu dalam berfilsafat diharuskan untuk menjaga jiwa spiritual agar tetap kuat dengan pikiran dan hati yang jernih juga sehingga tidak terjadi malapetaka yang ada.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Setiap manusia berfilsafat untuk mengolah pikirannya masing-masing. Pada dasarnya manusia diciptakan secara sempurna memiliki akal dan nafsu yang keduanya harus bisa dikendalikan untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Namun ada kalanya filsafat yang digunakan manusia tidak mampu menggunakan akalnya secara maksimal dan menahan nafsu atas gejolak yang ada dalam kehidupan di dunia sehingga menimbulkan bencana dan malapetaka yang dahsyat. Untuk menghindari hal demikian maka tetaplah selalu berfilsafat dengan memaksimalkan penggunaan akal dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pandangan filsafat setiap orang berbeda-beda karena tidak ada sesuatu yang identik di dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa olah pikir yang dilakukan manusia bisa berbeda, dan bisa pula menimbulkan bencana karena hasutan syaitan. Aksiden inilah yang merupakan segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya dalam berfilsafat kita harus berpikir jernih dan ikhlas sehingga mendapatkan ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete