Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 24: Mohon Maaf Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata
aku harus memohon maaf karena menurut filsafatku, Segala Bencana dan Malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suatu Sifat yang satu kepada Sifat yang lainnya (aksiden).

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit
Posted by D

28 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan pada kalimat yang ada di atas bahwa segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suautu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Dari kalimat tersebut menandakan adanya sifat sebagai penyebab dan suatu sifat sebagai akibat. Saya teringat dengan suatu elegi yang mengangkat lagu almarhum Michael Jackson Earth Song yang menunujukkan angan-angan keadaan bumi yang indah, namun rusak karena adanya perilaku-perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Begitupun dengan keadaan sekarang berbagai bencana alam, kerusakan yang terjadi tidak lain tidak bukan yang sesungguhnya adalah perbuatan manusia itu sendiri. Oleh karena itu sebelum kita bertindak kita harus memikirkan dengan baik dengan matang apakah nantinya tindakan kita mempunyai dampak yang positif atau sebaliknnya berdampak negatif.

    ReplyDelete
  2. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pemikiran manusia berasal dari atas apa yang sudah menjadi pengalamannya dan bagaimana sudut pandang manusia tersebut melihat suatu objek.
    Filsafat merupakan terkait pada olah pikir. Olah pikir yang dilakukan dapat mempengaruhi pola pikir nantinya terhadap suatu hal.
    Apakah tetap pada pola pikir lama atau pola pikir baru, entah pola pikir kita nantinya akan menjadi baik atau malah semakin kacau.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mohon maaf atas kesalahanku berfilsafat. Kesalahanku dalam mengungkapkan pendapat tentang filsafat. Kesalahan ini dapat terjadi karena kurang adanya keselarasan antara hati dan pikiran. Hati yang tidak ikhlas dan pikiran yang tidak jernih. Maafkan.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Aksiden adalah segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Sebagian besar dosaku adalah karena determinisku. Terjadinya banyak malapetaka, karena reduksi dan determinist dalam ruang dan waktu yang salah. Jadi, bencana dan malapetaka itu sesungguhnya hanyalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri dan itu hanyalah merupakan jatuhnya sifat yang satu kepada sifat yang lainnya (aksiden). Jika manusia menggunakan ruang dan waktu yang benar maka dengan reduksi dan deterministnya akan membawa kesejahteraan, bukanya bencana yang memang sekarang banyak melanda bangsa kita.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam berolah pikir sering kita melakukan kesalahan dalam mereduksi pada apa yang sudah kita hasilkan dari pernyataan orang lain. Selain itu juga eksiden terhadap hasil orang lain dan menganggap sebagai temuan kita. Kita harus sangat berhati-hati agar itu tidak terjadi ketika kita berfilsafat, agar sedikit megalami kesalahan yang mungkin akan kita perbuat baik itu sengaja maupun tidak sengaja.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Ada hal tidak tertulis yang sudah diketahui semua orang bahwa segala hal di dunia ini saling berkaitan satu sama lain. Keterkaitan ini dapat dilihat dari hubungan timbal blik antara kejadian yang satu dengan kejadian yang lain. Saat kita mengembagkan sifat yang satu, sifat ang lainnya juga akan ikut terpengaruh. Contohnya, saat kita menebang pohon untuk mendirikan rumah dan kemudian tidak menanam kembali pohon pengganti, awalnya mungkin daerah tempat kita tinggal sejuk, tapi saat tidak ada penanaman kembali pohon atau tumbuhan seperti bunga dan rumput, lama-kelamaan daerah tempat kita tinggal akan panas karena tidak adanya tempat rindang dan oksigen serta tidak ada pergerakan angin.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Saat kita mencari dan melakukan segala hal yang kita rasa baik, terkadang kita tidak menyadati bahwa itu merubah kebiasaan kita, merupah cara pandang kita. Seperti yang telah dibahas dalam forum tanya jawab sebelumnya bahwa apa yang kita pikirkan adalah dunia dan kita tidak dapat mendefenisikan diri sendiri karena sifat kta terus berubah. Sifat yang berubah ini mengakibatkan perubaha banyak hal. Hal itu tidak hanya mempengaruhi diri, tapi juga mepengruhi alam tempat kita tinggal. Jadi, jika kita mengembangkan sifat yang salah, yang ada hanyalah bencana alam yang dahsyat.dengan demikian, kita harus selalu berhati-hati dalam tindakan kita.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Filsafat adalah pikiran, pikiranku mungkin. Dan berfilsafat berarti memikirkan sesuatu, dan belum tentu yang dipikirkan adalah hal baik dan bersifat positif oleh karena itu pikiran yang tidak baik dapat menjadi bencana dan malapetaka yang dapat hadir pada diri kita yang memikirkannya.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    “segala bencana dan malapetaka yang maha dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya (aksiden)”. Jatuhnya suatu sifat kepada sifatlainnya membuat suatu sifat menutupi sifat lain, sehingga sifat lain tidak terlihat lagi. Sejatinya semua masalah terjadi karena suatu sifat menutupi sifat lainnya. Sebagai contoh, korupsi terjadi karena sifat baik yang menutupi sifat buruk, siswa tidak menyukai matematika karena sifat guru yang menutupi sifat siswanya.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Setiap manusia berfilsafat untuk mengolah pikirannya masing-masing. Pada dasarnya manusia diciptakan secara sempurna memiliki akal dan nafsu yang keduanya harus bisa dikendalikan untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Namun ada kalanya filsafat yang digunakan manusia tidak mampu menggunakan akalnya secara maksimal dan menahan nafsu atas gejolak yang ada dalam kehidupan di dunia sehingga menimbulkan bencana dan malapetaka yang dahsyat. Untuk menghindari hal demikian maka tetaplah selalu berfilsafat dengan memaksimalkan penggunaan akal dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pandangan filsafat setiap orang berbeda-beda karena tidak ada sesuatu yang identik di dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa olah pikir yang dilakukan manusia bisa berbeda, dan bisa pula menimbulkan bencana karena hasutan syaitan. Aksiden inilah yang merupakan segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya dalam berfilsafat kita harus berpikir jernih dan ikhlas sehingga mendapatkan ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mensisntesiskan tesisnya sebagai berikut:
    Berbicara mengenai bencana dan malapetaka yang dahsyat, saya merasakan akhir-akhir ini di muka bumi sering terjadi malapetaka dan bencana yang dahsyat. Mulai dari bencana alam, peperangan, bahkan wabah penyakit yang belum ditemukan obatnya. Sehingga saya jadi takut dengan beberapa hal yang berbau bencana. Yang pertama saya takut dengan hujan lebat karena saya khawatir akan terjadi bencana banjir. Lalu saya juga takut dengan pistol karena orang-orang di daerah peperangan menggunakannya untuk berperang. Selain itu saya juga takut dengan bakteri karena saya khawatir tertular penyakit berbahaya.
    Berikut saya uraikan anti-tesis dari tesis di atas.:
    Kemarin di rumah saya hujan rasanya sejuk sekali apalagi setelah lama mengalami musim kering akhirnya halaman rumah kembali sejuk karena diguyur hujan. Ah ternyata hujan itu baik juga dan tidak menyeramkan seperti yang saya pikirkan. Lalu saat saya melihat berita di TV ada kasus pencurian saya merasa lea karena pelakunya berhasil dilumpuhkan polisi dengan tembakan di kaki. Ah ternyata pistol itu ada manfaatnya juga kalau dipegang oleh polisi yang menegakkan keadilan. Eh saat saya melihat tayangan kesehatan di TV ternyata kerja usus kita itu dibantu oleh bakteri e-coli untuk mencerna makanan. Wah bersyukurnya ternyata ada bakteri baik di dalam tubuh kita. kemudian saya sadar bahwa sebenarnya segala bencana dan malapetaka itu hanyalah jatuhnya suatu sifat buruk pada benda atau hal-hal yang sebenarnya juga memiliki sifat baik.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Terima kasih, pak prof. Saya sangat sepakat bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan kita berdiri di atas prinsip kausalitas (sebab-akibat). Tidak mungkin suatu terjadi tanpa ada sebab yang mendahuluinya. Tak ada yang terjadi dengan sendirinya. Hal yang baik maupun yang buruk memiliki asbabun nuzul nya masing-masing. Tapi yang mengharukan dari itu semua, selalu ada pelajaran hidup yang bisa kita petik yang membawa kita pada kedewasaan dalam menjalani hidup.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Agak sulit untuk memulai ini, atau bahkan ini sangat sulit. Bagaimana aku bisa memulainya. Bismillah, mari kita bersama-sama berdiskusi
    Permohonan maaf filsafat, karena setiap manusia adalah filsafatnya masing-masing, tentu akan ada hal yang harus dimohonkan maaf. Karena apa? Karena "ke-masing-masing-an" ini tentu akan mencetuskan filsafat yang heterogen dan unik. Tiap-tiap filsuf akan berbeda.
    Permohonan maaf ini terlalu luas sepertinya jika langsung dikaitkan dengan heterogenitas gagasan-gagasan filsafat tiap manusia. Permohonan maaf ini akan lebih indah jika dimulai dari internal masing-masing manusia, dari diriku sendiri, refleksi. Ternyata, sering kali, apa yang kita pikirkan, apa yang kita putuskan, hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu dengan sifat yang lain. Sering kali kita memandang hanya pada satu sisi, bahkan terkadang juga kita memilih sisi yang buruk dalam memberikan judgment akan suatu hal. Bencana dan malapteka yang maha dasyat, yang sedang kita pikirkan itu, ternyata merupakan jatuhnya suatu sifat yang satu dengan sifat yang lain, hanya saja kita sedang melihat sisi sifat keburukannya. Karena hidup ini harmonis dan seimbang, marilah kita mulai belajar melihat dan membuat setting pemikiran positif.

    ReplyDelete
  15. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Segala Bencana dan Malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata Hanyalah Jatuhnya Suatu Sifat yang satu kepada Sifat yang lainnya (aksiden)"
    Segala bencana dan malapetaka hadir karena dampak kejadian sebelumnya. Sadar atau tidak kita ikut andil dalam menghadirkan bencana tersebut. Sedikit saja perbuatan kita akan memberi dampak yang bisa daja menghadirkan bencana. Contohnya ketika kita secara tidak sengaja membuang sampah di jalan. Mungkin saja sampah yang terbuang berkumpul dengan sampah lainnya lalu menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir. Di situlah sifat ketidaksengajaan kita memberi dampak buruk bagi lingkungan kita. Di sanalah kita harus meminta maaf karena sedijit sifat kita dapat membawa bencana dan malapetaka kepada orang lain

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesungguhnya ketika membaca judul ini, saya mengalami kebingungan. Namun saya akan mecoba mensintesiskan pikiran saya mengenai maafkan filsafatku.
    Filsafat merupakan olah fikir, pandangan dari setiap orang yang memiliki sudut pandang yang berbeda. Olah pikir setiap orang pun tidak semuanya bisa diterima dengan orang lain. Ada yang mungkin menurut orang lain ada olah fikir kita yang kurang pas, inilah kita harus meminta maaf atas olah pikir yang kita punya, karena dengan ketidak cocokan olah pikir dengan orang lain, mungkin mampu membuat orang lain merasa jengkel atas apa yang kita kemukakan. Dan minta maaf atas filsafat karena kita harus meminta maaf jika menurut mereka filsafat kita kurang pas.

    ReplyDelete
  17. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Ketika kami merenung dan berfilsafat ternyata dalam berolah ikir kami sering mengalami kesalahan dalam memahami pemikiran-pemikiran filsuf, salah memahami dalam membaca elegi-elegi hal ini terjadi karena kami hanya mengambil apa yang bisa kami pahami dan menyingkirkan hal-hal yang sulit dipahami, ternyata kami telah melakukan reduksi secara tidak bijaksana karena berakibat apa yang kami pahami lalu kami utarakan akan menjadi sangat berbeda dengan informasi dan pesan dari yang kami baca. Ternyata kami telah banyak melakukan kesalahan dalam berfilsafat. Kami memohon ampun kepada Allah, Semoga Allah memberikan ampunan terhadap kesalah-kesalahan fatal yang telah kami lakukan.

    ReplyDelete
  18. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat itu olah pikir, maka dalam belajar filsafat itu kita harus berhati-hati dan dengan didasari oleh iman yang kuat, karena jika tidak, bisa tersesat. Oleh karena itu, setiap manusia dalam mengerjakan suatu hal sebaiknya dijalankan sesuai dengan hakikatnya, sesuai dengan fitrahnya dengan sesuai karakteristik yang dimiliki. Misalnya saat terjadi suatu bencana, misalnya bencana banjir yang kemudian mengakibatkan kematian dan terganggunya ketenangan hidup. Dari hal tersebut terdapat dua kemungkinan suatu peristiwa terjadi. Kemungkinan pertama bisa berupa ujian untuk melihat apakah kita sudah termasuk orang yang ikhlas, bersyukur, dan sabar. Kemungkinan kedua bisa merupakan hukuman karena keserakahan manusia dan semakin banyaknya orang yang berbuat maksiat. Tetapi yang jelas kita dapat mengambil hikmah di setiap kejadian itu.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs pendidikan matematika C

    Segala sesuatu itu terjadi karena memilih atau terpilih. Dan kita juga harus menyadari bahwa dalam memilih pastilah ada konsekuensi yang yang harus kita terima. Ketika kita memilih berbuat kerusakan, berbuat kejahatan, maka segala bencana dan malapetaka yang menimpa kita adalah hukuman atas segala kejahatan dan kerusakan yang kita lakukan. Ketika kita memilih berbuat kebaikan, maka segala bencana dan malapetaka yang menimpa kita merupakan ujian untuk kita. Ketika kita memperoleh hukuman, kita pun dapat memilih untuk menyadari kesalahan dan bertaubat atau kembali mengulang kesalahan. Ketika kita memperoleh ujian, kita dapat memilih bersabar dan ikhlas atau kufur akan nikmat yang kita peroleh. Begitu seterusnya karena suatu pilihan yang kita ambil akan menghadapkan kita pada pilihan-pilihan lainnya.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pandangan filsafat setiap orang berbeda-beda karena tidak ada sesuatu yang identik di dunia ini. Hal ini menunjukkan bahwa olah pikir yang dilakukan manusia bisa berbeda, dan bisa pula menimbulkan bencana karena hasutan syaitan. Aksiden inilah yang merupakan segala bencana dan malapetaka yang Maha Dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya dalam berfilsafat kita harus berpikir jernih dan ikhlas sehingga mendapatkan ridho dari Allah SWT.

    ReplyDelete
  21. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    “segala bencana dan malapetaka yang maha dahsyat itu ternyata hanyalah jatuhnya suatu sifat yang satu kepada sifat yang lainnya (aksiden)”. Jatuhnya suatu sifat kepada sifatlainnya membuat suatu sifat menutupi sifat lain, sehingga sifat lain tidak terlihat lagi. Sejatinya semua masalah terjadi karena suatu sifat menutupi sifat lainnya. Sebagai contoh, korupsi terjadi karena sifat baik yang menutupi sifat buruk, siswa tidak menyukai matematika karena sifat guru yang menutupi sifat siswanya.

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    dalam berfilsafat kita harus memiliki batasan-batasan sbegaimana hakikat manusia yang terbatas, baik ruang dan waktunya maupun pemikirannya itu sendiri. Kita menyadari bahwa segala sesuatu bisa merupakan hasil usaha maupun ketetapan Tuhan. Dalam usaha kita mengusahakan hasil yang sesuai dengan usaha kita, namun jika terjadi hal hal besar yang tidak sesuai dengan rencana kita, merupakan kehendak Tuhan sebagai manusia yang penuh keterbatasan haruslah menyadarinya, meskipunketika kita berfilsafat mungkin terdapat pertentangan oleh karena itulah dalam belajar filsafat haruslah dilandasi dengan pemahaman akan ketuhanan yang kuat.

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat adalah pandangan hidup seseorang atau sekelompok orang yang merupakan konsep dasar mengenai kehidupan yang dicita-citakan. Filsafat juga diartikan sebagai suatu sikap seseorang yang sadar dan dewasa dalam memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan ingin melihat dari segi yang luas dan menyeluruh dengan segala hubungan.

    ReplyDelete
  24. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sejujurnya saya mengalami kebingungan maksud dari jatuhnya sifat yang satu kepada sifat yang lain. Tetapi saya akan berusaha memaparkan yang saya pahami pada forum tanya jawab ini. Segala ujian, cobaan, bencana, malapetaka dan segala hal yang Allah berikan pada kita adalah tidak lain dan tidak bukan akibat dari apa yang kita perbuat. Allah tidak akan menjatuhkan sifat yang satu pada sifat yang lainnya jika manusia bersikap sesuai dengan ruang dan waktunya. Jika manusia selalu siap dengan segala yang akan Allah berikan dalam hidupnya, adanya bencana maupun malapetaka bukanlah menjadi suatu yang berat untuk diterima, melainkan ikhlas dengan apa yang Allah berikan. Contoh dari jatuhnya sifat yang satu pada sifat yang lainnya adalah pada saat curah hujan tinggi, ditimpa dengan adanya angin kencang dan banjir, sehingga banyak manusia yang mengungsi atas kejadian itu.

    ReplyDelete
  25. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Setiap manusia berfilsafat untuk mengolah pikirannya masing-masing. Pada dasarnya manusia diciptakan secara sempurna memiliki akal dan nafsu yang keduanya harus bisa dikendalikan untuk menjalankan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi. Khalifah ialah bahwa manusia diciptakan untuk menjadi penguasa yang mengatur apa-apa yang ada di bumi, seperti tumbuhannya, hewannya, hutannya, airnya, sungainya, gunungnya, lautnya, perikanannya dan seyogyanya manusia harus mampu memanfaatkan segala apa yang ada di bumi untuk kemaslahatannya. Namun ada kalanya filsafat yang digunakan manusia tidak mampu menggunakan akalnya secara maksimal dan menahan nafsu atas gejolak yang ada dalam kehidupan di dunia sehingga menimbulkan bencana dan malapetaka yang dahsyat. Untuk menghindari hal demikian maka tetaplah selalu berfilsafat dengan memaksimalkan penggunaan akal dan mendekatkan diri kepadaNya.

    ReplyDelete
  26. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap keadian yang terjadi dalam kehidupan memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu sifat yang ditimbulkan akan berdampak terjadinya sifat yang lain. Setiap kejadian yang sudah terjadi merupakan suatu takdir yang telah ditetapkan. Hal yang belum terjadi merupakan sesuatu yang masih bisa diikhtiarkan oleh manusia. Kehidupan manusia sejatinya merupakan suatu proses filsafat.

    ReplyDelete
  27. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dalam hubungan sebab akibat, akan ada akibat yang selalu muncul dari sebuah sebab. Bisa jadi sebab yang mengakibatkan itu dapat muncul secara langsung atau secara tidak langsung. Masalah yang muncul ini bisa berupa akibat dari masalah lain. Sehingga dalam menyelesaikan masalah, dibutuhkan penyelesaian, bisa jadi penyelesaian secara langsung atau penyelesaian berkali-kali.

    ReplyDelete
  28. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Segala sesuatu di dunia ini sebenarnya hanya sebuah sifat yang dimaknai dengan sifat yang lain. Begitu juga dengan segala macam bencana dan malapetaka yang maha dahsyat yang sebenarnya juga merupakan sebuah sifat yang dimaknai dengan sifat yang lain. Kita menjadi sangat bersalah bila menyalahkan segala macam bencana dan malapetaka maha dahsyat yang terjadi, karena sesungguhnya mereka hanyalah akibat dari jatuhnya sebuah sifat terhadap sifat yang lain.

    ReplyDelete