Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 25: Ilmuku adalah Kontradiksi itu




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Ilmuku adalah sebuah Kontradiksi.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

34 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam matematika, kontradiksi sering digunakan untuk membuktikan suatu teorema. Kontradiksi mempunyai pengertian bertentangan dengan apa yang seharusnya terjadi. Dan segala sesuatu yang ada di dalam dunia ini adalah sifatnya kontradiksi termasuk ilmu itu sendiri. Ilmu itu sendiri berasal dari hasil olah pikir atau pemikiran manusia .Di dunia ini, yaitu dunia pengalaman, dunia ruang dan waktu adalah hukum kontradiksi yang kebenarannya bersifat korespondensi.Itulah kontradiksi. Jadi, di dalam berfilsafat kita harus siap untuk melakukan kontradiksi di dalam pikiran. Namun janganlah berkontradiksi dengan menggunakan hati. Karena apabila terjadi satu kontradiksi di dalam hati, maka di situlah sesosok syaitan akan menghinggapi diri manusia. Oleh karena itu pada hakekatnya semakin kita mendalami suatu ilmu maka semakin banyak kontradiksi yang akan terjadi di dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  2. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Ilmuku adalah kontradiksi itu. Kontradiksi merupakan bertentangan. Suatu ilmu yang kebenarannya telah diterima secara umum atau bersifat objektif, ketika diteliti dan dikaji lebih dalam lagi terkadang menimbulkan pertentangan antara ilmuwan. Dari pertentangan itu pada akhirnya dikembangkanlah suatu ilmu baru.
    Sehingga seringkali diperoleh ilmu baru bukan karena ada hal yang benar-benar baru akan tetapi ada hal kontradiksi dari hal yang lama.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kontradiksi dapat ada karena ilmu seseorang yang menjadikannya ada. Berpikir secara kontradiktif dengan membuat asumsi kemudian harus dibuktikan bahwa asumsi tersebut salah. Seseorang yang berpikir secara kontradiktif akan mendapat sebuah kesimpulan dengan membuat sebuah asumsi atau memanipulasi persoalan. Sekali lagi karena ilmu seseorang maka ada kontradiksi.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Perkembangan ilmu diawali dari pertentangan ilmu yang terdahulu. Hal ini berarti bahwa ilmu yang kita terima tidak begitu saja bisa langsung diterima oleh akal pikiran kita. Itu membutuhkan suatu proses yaitu proses berpikir. Sama halnya dengan para ilmuwan. Seorang ilmuwan juga tidak begitu saja bisa menerima ilmu yang dia peroleh sebelumnya. Mereka pasti terus berusaha untuk mengembangkan ilmu tersebut. Jadi dengan demikian ilmu adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Seperti halnya matematika yang kontradiktif. Ilmu yang kita peljari pun juga kontradiktif. Kontradiktif itu ada pada tahapan yang formal sehingga tidak terlalu menghilangkan subtansi keilmuan. Karena dalam belajar mengenai sesuatu hal maka kita haruslah tahu akan kontradiksinya. Hal itu bertujuan agar kita bisa mengetahui mana yang menjadi kebenaran.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kita mempelajari ilmu dari hal-hal yang sederhana menuju kearah yang lebih kompleks. Semakin tinggi tingkat pendidikan ilmu seseorang semakin kompleks pula ilmu yang akan dipelajari. Ilmu dipelajari karena ketidaktahuan kita. Dari rasa ingin tahu, kita berusaha untuk menggapai ilmu. Dari yang kurang mengerti menjadi lebih mengerti, dari bodoh menjadi pintar, dari memahami sebagian kecil menjadi memahami banyak hal, dati tidak tahu menjadi tahu. Ilmu pun muncul dari pemikiran-pemikiran kita yang bertentangan dengan orang lain sehingga muncul berbagai pertanyaan dari kita. Pertanyaan dari perbedaan pemikiran dan pemahaman tersebut yang dapat kita cari solusinya di saat kita memperdalam ilmu kita. Jadi, ilmu kita adalah sebuah kontradiksi yang timbul dan menimbulkan segala sesuatu yg bersifat kontradiktif.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Apa yang kita ketahui hanyalah sebagian kecil dari ilmu yang kita pelajari. Saat kita menemukan sifat suatu benda, tenyata bahwa ada sifat yang lain yang belum kita temukan. Suatu hal dilihat dari sudut pandang yang berbeda menghasiilkan penafsiran yang berbeda pula. Seperti cerita tiga orang buta yang disuruh menggambarkan gajah. Yang seorang, karena memegang hidung gajah berkata bahwa gajah adalah binatang yang kecil dan panjang, yang seorang karena memegang telinganya mengatakan bahwa gajah adalah binatang yang gepeng dan lebar sedangkan yang lain karena memegangkaki gajah mendeskripiskan gaah seperti itu. hal yang sama digambarkan sebagai hal yang berbeda. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa ilmu yang kita punyai adalah sebuah kontradiksi.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ilmu berawal dari pertanyaan. Pertanyaan muncul karena adanya kontradiksi. Ketika tidak ada kontradiksi, maka tidak akan muncul pertanyaan. Sehingga awal dari ilmu adalah kontradiksi. Ketika kita berhenti berpikir, berhenti menemukan kontradiksi, maka ilmu akan menjadi mitos, itulah sebabnya ilmu adalah sebuah kontradiksi.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Ilmu berawal dari pertanyaan. Pertanyaan muncul karena adanya kontradiksi. Ketika tidak ada kontradiksi, maka tidak akan muncul pertanyaan. Sehingga awal dari ilmu adalah kontradiksi. Ketika kita berhenti berpikir, berhenti menemukan kontradiksi, maka ilmu akan menjadi mitos, itulah sebabnya ilmu adalah sebuah kontradiksi.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Ilmu merupakan sebuah pengetahuan yang telah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Semakin kita mencari ilmu maka kita akan semakin bodoh. Semakin banyak ilmu semakin banyak pengetahuan kita. semakin luas ilmu, semakin luaslah pandangan kita tentang dunia. semakin dalam ilmu, maka semakin dalam kita memaknai kehidupan. Semakin tinggi ilmu, maka semakin tinggi cita-cita kita. semakin mempelajari ilmu, maka semakin banyak pertanyaan. Semakin kita memahami ilmu, maka semakin terlihat jelas kontradiksi-kontradiksi di dalamnya. karena ilmu adalah kontradiksi itu sendiri. namun, janganlah sekali-kali kita sombong karena keilmuan yang kita miliki. Tirulah filsafat ilmu padi, semakin tua semakin merunduk.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Munculnya sebuah kontradiksi itu merupakan awal dari proses berpikir. Adanya kontradiksi dikarenakan manusia berpikir kritis dan kreatif, sehingga menemukan antitesis dari pengetahuan yang sedang dipelajari. Jadi, kontradiksi bukan merupakan suatu kesalahan, melainkan suatu proses asimilasi dan akomodasi yang kemudian akan membentuk skema baru yang nantinya akan melahirkan sebuah pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sintesis dari tesisnya sebagai berikut:
    Ilmuku adalah pengalamanku yang aku pikirkan. Contohnya saat aku belajar di Sekolah Dasar. Aku diajari tentang penjumlahan bilangan bulat.Ibu guru mengajarkan bahwa 1+1=2, 2+2=4, 4+4=8, 8+8=16, dan sebagainya. Aku sangat yakin bahwa hal tersebut adalah benar. Aku yakin bahwa 1+1 itu pasti jawabannya 2. 2+2 itu pasti jawabannya 4. 4+4 itu pasti jawabannya 8. 8+8 itu pasti jawabannya 16. Itulah ilmuku, karena pengalamanku dalam menjumlahkan yang aku pikirkan sehingga masuk ke dalam pikiran dan ingatanku.
    Anti-tesis dari tesis di atas adalah sebagai berikut:
    Lalu saat istirahat pelajaran aku hendak membeli peralatan tulis, kebetulan teman-temanku menitipuntuk dibelikan beberapa peralatan tulis juga sehingga kucatat apa yang aku beli pada selembar kertas. Daftarnya sebagai berikut: 2 pensil, 5 buku tulis bergaris, 2 buku tulis berpetak, dan 1 penggaris. Kemudian aku pergi ke koperasi siswa atau kopsis untuk membelinya. Di perjalanan, tiba-tiba saja aku ingat pelajaran penjumlahan di kelas matematika tadi lalu aku membuka kertas yang berisi daftar belanja dan mulai berpikir. Aku telah mengetahui ilmu penjmlahan bilangan bulat, tetapi setelah aku mencoba menjumlahkan benda-benda yang ada di daftar belanjaku ternyata tidak bisa. Aku tahu bahwa 2+5+2+1 itu hasilnya 10, tetapi ketika aku menjumlahkan 2 pensil+5 buku tulis bergaris+2 buku tulis berpetak+ 1 penggaris jawabannya tidak sama dengan 10 pensil atau 10 buku tulis bergaris atau 10 buku tulis berpetak atau 10 penggaris. Aku menemukan bahwa ilmukku adalah sebuah kontradiksi.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Proses belajar adalah proses mencari. Apa yang dicari? Yang dicari adalah perihal hakikat dari fragmen-fragmen kehidupan. Dalam proses belajar (mencari) kita tidak akan hanya menghadapi satu jalan. Dinamika keilmuan, pluralitas pengetahuan, keberagaman paradigma, akan membawa kita pada proses yang kompleks. Kita akan dihadapkan pada pada pintu-pintu yang saling kontradiktif. Ketika kita masuk ke dalam pintu-pintu tersebut san mencoba untuk memahami setiap substansi yang ada di dalam pintu-pintu itu maka, tak khayal ilmu-ilmu yang meresap ke dalam diri kita tidak lain adalah kumpulan-kumpulan pengetahuan yang saling kontradiksi. Apakah itu salah? Saya pikir tidak, sebab dialektika tak akan bekerja tanpa kontradiksi.

    ReplyDelete
  14. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ilmu adalah pengetahuan tentang yang ada dan mungkin ada di dunia ini. Kita memperoleh ilmu dari belajar yang awalnya kita tidak tahu apa-apa, maka kita akan menjadi tau hakekat kita. Selama proses kehidupan kita akan selalu mempelajari ilmu sebagai subjek yang harus kita ketahui di dunia ini, semakin banyak sendi kehidupan yang kita lewati maka subjek ilmu yang akan kita temui akan semakin beraneka ragam terkadang subjek baru yang kita temui tak lantas kita terima begitu saja ada proses menimbang, membandingkan, mengatur dsb yang terjadi di otak kita berdasarkan subjek-subjek ilmu yang telah kita ketahui. Sebagai contoh saya diajarkan jika sapi adlah hewan berkaki 4, namun suatu ketika saya melihat dari sisi samping saya hanya nampak 2 kaki sapi, lantas dimana kaki sapi yang lain? Itu lah mengapa ilmuku adalah kontradiksi itu. Oleh karena itu, tak selamanya ilmu itu benar, tetapi, ilmu benar ketika di letakan pada posisi yang benar.

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Ilmuku adalah kontradiksi itu".
    Ilmu adalah kontradiksi
    Kontardiksi, kita sadar akan kehadiran kontradiksi jika dalam keadaan sadar dan berfikir. Seseorang yang sedang berada dalam kegiatan berfikir tentu akan masuk pada dunia kontradiktif. Bahkan sampai pada "aku bukanlah aku". Maka ilmu adalah kontradiksi. Maka kontradiksi adalah ilmu.

    Ilmuku adalah kontradiksi, refleksikan pada diriku, maka saya sadar jika ilmu adalah tentatif. Kelak, selalu ada pembaharuan atau bahkan ada penyangkalan pada ilmu yang ada saat ini. Maka, karena itulah, ilmu selalu berada pada garis "proses" ataupun garis "perjalanan", tidak akan ada finishnya. Bisa ditebak bukan betapa banyaknya kontradiksi yang akan kita jumpai pada perjalanan ini. Jangan merasa lelah, kontradiksi inilah yang membuat kita berpikir kritis. Jangan merasa lelah, perjalanan ini tiada akhir, kecuali Tuhan yang mengatakan ini telah berakhir. Kontradiksi memang terdengar sedikit menyeramkan (bagi saya), rasanya seperti akan ada hal yang meruntuhkan gagasan yang saya bawa. Tapi kontradiktif inilah yang akan menemaini kita dalam proses yang panjang ini

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Berpikir memang melalui proses kontradiktif. Ketika berpikir, pertimbangan dan perbandingan selalu hadir. Yang berbeda dan yang sama selalu muncul. Maka ilmuku adalah kontradiksi, karena muncul dari pertentangan.

    ReplyDelete
  17. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Ilmu adalah Kontradiksi, karena sebenar benarnya ilmu ketika seseorang mampu mengkontradiksikan sesuatu, berarti seseorang tersebut telah mampu berfikir kritis, menganalisis dsb. Karena jika hanya menerima pengetahuan yang didapat, berarti kita belumberilmu, karena ilmu adalah respon dari pengetahuan yang didapat, termasuk respon mengkontradiksikan pengetahuan yang didapat.

    ReplyDelete
  18. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Saat kami menuntut ilmu, sesungguhnya kami melakukan kegiatan berpikir. Berpikir pada dasarnya terjadi saat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendak kita, atau kita berada dalam suatu kondisi kita harus memilih atau membuat suatu keputusan. Hal ini sesuai dengan pemikiran Friedrich Hegel (1770-1831) bahwa tujuan dasariah filsafat adalah mengatasi oposisi-oposisi. (Hardiman,2007 : 176). Dalam kehidupan sehari-hari kita hanya menangkap kemajemukan, pertentangan, kontradiksi, dan lain-lain. Hal-hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan dalam pikiran dan menurut Hegel kepentingan dasar dari pikiran (rasio) adalah mengusahakan keutuhan dari oposisi-oposisi tersebut. Jadi ternyata ilmuku adalah bersumber dari kontradiksi-kontradiksi yang kami hadapi.

    Referensi:
    Hardiman, F. B. (2007). Filsafat Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pengetahuan sepertinya berawal dari suatu fenomena yang menarikperhatian dan kemudian memancing keingintahuan kita sehingga memacu kita untuk bertanya. Ilmu berawal dari pertanyaan kita. Dengan bertanya, kita akan terdorong untuk mengetahui makna dan hakikat dari sesuatu sehingga kita memperoleh pengetahuan tersebut. Ilmu juga bisa bermula dari kontradiksi yang dapay terjadi dalam diri kita sehingga kita terpacu untuk menggapai kebenaran yang membuatku kontradiksi yang terjadi dalam diri kita sehingga kita terpacu untuk menggapai kenenaran dari sesuatu yang membuat kontradiksi itu.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Segala hal di dunia ini merupakan kontradiksi. Setiap hal yang ada di dunia ini memiliki kontradiksi, maka dari situlah kita dapat belajar. Ada tesis dan ada anti tesis, dari sinilah kita belajar. Ilmu itu datang melalui pikiran manusia. Namun, terkadang muncul beberapa ketidaksesuaian antara ilmu yang ada di pikiran dengan ilmu yang ada di kehidupan nyata. Inilah alasan mengapa terjadi kontradiksi di antara keduanya. Sehingga butuh penyelasaran pikiran untuk mampu menggambarkan ilmu itu seperti apa yang terjadi dalam kehidupan. Oleh karena itu kita perlu menyadari bahwa kita belajar karena ada kondisi yang berbeda dengan yang kita pahami. Jika semuanya sama maka tidak akan ada proses belajar. Karena belajar adalah berolah pikir itu, dan sebenarnya ilmu adalah kontradiksi itu.

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Segala sesuatu yang ada di langit adalah identitas, yaitu A = A. Yang bersifat identitas adalah rasio, logika. Sedangkan segala sesuatu yang ada bumi adalah kontradiksi, yaitu A tidak sama dengan A. Yang bersifat kontradiksi adalah pengalaman. Manurut Immanuel Kant, ilmu adalah gabungan dari rasio dan pengalaman. Maka ilmu itu bersifat identitas sekaligus bersifat kontradiksi. Ilmu bersifat kontradiksi, karena ilmu yang kita peroleh sekarang bisa jadi berbeda dengan ilmu yang kita peroleh nantinya.

    ReplyDelete
  22. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Selain bersifat identitas, ilmu pengetahuan juga bersifat kontradiktif. Sebenar-benarnya ilmu adalah kontradiktif. Karena adanya kontradiktif ini maka ilmu pengetahuan semakin berkembang dan kekontradiktifan tidak bisa dihindari keberadaannya.

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Munculnya sebuah kontradiksi itu merupakan awal dari proses berpikir. Adanya kontradiksi dikarenakan manusia berpikir kritis dan kreatif, sehingga menemukan antitesis dari pengetahuan yang sedang dipelajari. Jadi, kontradiksi bukan merupakan suatu kesalahan, melainkan suatu proses asimilasi dan akomodasi yang kemudian akan membentuk skema baru yang nantinya akan melahirkan sebuah pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  24. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ilmu berawal dari pertanyaan. Pertanyaan muncul karena adanya kontradiksi. Ketika tidak ada kontradiksi, maka tidak akan muncul pertanyaan. Sehingga awal dari ilmu adalah kontradiksi. Ketika kita berhenti berpikir, berhenti menemukan kontradiksi, maka ilmu akan menjadi mitos, itulah sebabnya ilmu adalah sebuah kontradiksi.

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Setiap tesis memiliki anti-tesis nya, dimana suatu tesis memiliki dasar keilmuan tersendiri yang bersifat falid dan teruji, dimana anti tesisnya pun berlandaskan ilmu yang memiliki nilai kebenaran, sehingga tesis maupun antitesis memiliki landasan ilmunya masing-masing padahal anti tesis merupakan kontradiksi dari tesis, dapat dikatakan bahwa ilmu merupakan kontradiksi.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    ilmuku adlah kontradiksiku, karena ketika manusia berilmu tinggi dan hanya mengandalkan kemampuan olah pikirnya yang tinggi akan berlawanan dengan isi hatinya. disini terlihat bahwa setinggi-tingginya ilmu tidak akan sama dengan isi hatinya. jadi ilmuku adalah kontradiksiku

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Kontradiksi berarti berlawanan atau berbeda. Ilmu terus berkembang, dari ilmu yang sebelumnya sederhana menjadi sangat luas, hal tersebut terjadi karena adanya kontradiksi antara ilmu yang sebelumnya sudah ada dengan ilmu baru, sehingga antara keduanya akan terjadi peleburan yang kemudian menghasilkan ilmu atau teori baru, seterusnya akan terus berputar seperti itu. Jika tidak berawal dari kekontrakdisian, ilmu-ilmu yang didapat tidak akan berkembang, bahkan bisa jadi ilmu tersebut akan menjadi mitos karena tidak dikembangkan. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebenar-benar ilmu adalah kontradiksi pikiran terhadap segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  28. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu hal yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu. Metode yang dapat digunakan seseorang untuk memperoleh ilmu yang dipengaruhi rasional dan empiris berbeda-beda, seperti melalui prasangka yaitu sesutau kemungkinan atau atau dugaan terhadap sesuatu yg belum tentu benar; melalui intuisi yaitu suatu pendapat yangg tiba-tiba muncul tanpa dipikir secara logis dan analisis; dan trial dab error yakni coba-coba, untung-untungan yang hasilnya belum tentu benar. Kontradiksi merupakan pertentangan antara dua hal yang sangat berlawanan atau bertentangan. Setiap orang berbeda dengan segala keunikan berpikirnya masing-masing, terlebih dengan perbedaan metode yang digunakan, maka ilmu yang diperolehpun akan berbeda-beda. Semakin kita mendalami sebuah ilmu, maka akan semakin muncul pertanyaan-pertanyaan yang tidak sesuai dengan kehidupan, dan hal ini tentulah kontradiksi.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Kontrakdiksi adalah sesuatu yang berlawanan atau bertolak belakang dengan sesuatu yang lainnya. Dalam filsafat setiap tesis memiliki anti tesis, karena pada dasarnya hidup kita penuh dengan dua hal yang berpasangan namun berlawanan dan bertolak belakang secara maksud, makna, tujuan, dsb. Seperti halnya ketika belajar berfilsafat, terkadang terjadi kontradiksi dalam pemikiran kebingungan antara persepsi yang ada dengan apa yang sedang diajarkan atau disampaikan saat perkulihan. Terkadang terjadi saat mempelajari sesuatu, pengetahuan lama tidak selalu sejalan dengan pengetahuan baru, begitupula sebaliknya sehingga menyebabkan terjadinya kontradiksi.

    ReplyDelete
  31. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Ilmuku adalah kontradiksi itu. Menurut pemahaman saya orang yang berilmu adalah orang yang menyadari bahwa ia harus terus belajar. Dengan menyadari hal tersebut maka orang tersebut akan terus menerus menambah pengetahuan yang ia miliki. Sehingga ilmu yang dimiliki akan terus bertambah-bertambah dan bahkan terdapat beberapa hal yang tergantikan. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu seseorang itu tidak akan bisa untuk tetap, karena ilmu yang dimilikinya pasti berubah seiring berjalannya waktu, ilmu yang dimiliki pasti memiliki komposisi yang berbeda. Perbedaan ini pun, yang menurut saya adalah sebuah kontradiksi. Orang yang berilmu pasti adalah sebuah kontradiksi, orang berilmu pasti akan terus menerus berubah, terus menerus mmenginginkan perluasan wawasan dan pengetahuan. Sementara itu, berdasarkan uraian tersebut dapat dinyatakan bahwa seseorang dikatakan tidak berilmu jika tidak terdapat kontradiksi pada cara berpikirnya. Orang tersebut tidak mau memperluas ilmu yang dimiliki, tidak mau membuat perubahan, dan tidak mau memperluas wawasan dan pengetahuan yang ia miliki, tidak ingin mengkontradiksikan ilmu yang ia miliki sebelumnya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berilmu adalah berkontradiksi dan tidak berilmu adalah tidak berkontradiksi, tidak berilmu adalah menjebakkan diri ke dalam mmitos.

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ilmu pengetahuan dapat dipelajari dimana saja, kapan saja, bersumber dari mana saja. Kontradiksi memang selalu muncul dimanapun karena tidak ada yang bersifat abadi, tidak terkecuali ilmu. Dalam ilmu pun selalu muncul kontradiksi. Hal ini karena kontradiksi mengajarkan kita untuk selalu belajar mencari jalan terbaik dalam mencari kebenaran.

    ReplyDelete
  33. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Kontradiksi juga merupaan bagian dari berfilsafat, dengan adanya kontradiksi, maka tesis-tesis akan memperoleh anti tesi anti tesisnya sehingga dapat membangun sintesis. Ilmu juga dapat menjadi kontradiksi karena sesungguhnya berfilsafat itu adalah berpikir seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya dan tetap meriver pada pendapat-pendapat atau pemikiran-pemikiran para filsuf. Ilmu merupakan pengetahuan baru tentang sesuatu yang baru yang dapat dikolaborasi dengan pengalaman. Sehingga ilmuku adalah kontradiksi itu merupakan mengkolaborasian antara pemikiran-pemikiran dan mengambil kesimpulan sesuai dengan pemikiran masing-masing untuk mendapatkan konsep yang tepat.

    ReplyDelete
  34. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ilmu adalah kontradiksi dimana lahir dari pemikiran para ilmuan yang memiliki argumen-argumen yang nyata, dapat dimanfaatkan manusia, dan dapat dipertanggungjawabkan keberadaannya. Ilmu akan terus berkembang sesuai dengan tingkat kecerdasan manusia dan tuntutan perkembangan zaman. Orang-orang yang tekun dan ikhlas dalam mencari ilmu tidak merasa puas dengan apa yang sudah diperolehnya, dia akan terus melakukan inovasi dan perubahan-perubahan untuk menemukan yang baru dan lebih bermanfaar bagi diri dan orang lain. Jika seseorang tidak mau berubah menjadi lebih baik, maka sesungguhnya dia telah tersesat dalam ruang dan waktu dikarenakan kesaklekan dan keterkungkungannya akan suatu ilmu dan pengetahuan yang tidak lagi relevan untuk digunakan. Jadi, tidak akan ada ilmu tanpa kontradiksi.

    ReplyDelete