Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 26: Hidupku antara Fatal dan Vital




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Hidupku itu Terletak diantara Fatal dan Vital.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

33 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Fatal dapat diartikan sebagai nasib yang telah ditentukan oleh sang Pencipta Allah SWT, sedangkan vital merupakan usaha kita untuk menjalani kehidupan ini. Dalam hidup ini, Ketika kita meyakini adanya yang fatal maka sepenuhnya kita mempercayakan pada nasib. Ketika kita meyakini adanya vital maka sepenuhnya kita mengupayakan atau percaya bahwa segala sesuatu itu karena usaha bukan semata pasrah terhadap nasib. Oleh karena itu seharusnya kita dapat menyeimbangkan kedua unsur tersebut untuk menjalani kehidupan. Karena dengan keseimbangan dua unsur akan memberikan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan mendominankan salah satu unsur saja." Sesuai dengan isi dari surah Ar-Rad ayat 11 yang artinya sesungguhnya Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka". Dari ayat ini kita dapat memahami bahwa selain bergantung pada takdir yang dituliskan bagi kita, usaha juga sangat juga sangat berperan menentukan bagaimana kehidupan kita selanjutnya.
    Dan tentunya kita sebagai makhluk sosial tidak lepas dari bantuan orang lain, maka dari itu perlu adanya kerja sama sebagai upaya untuk mengubah nasib kita menjadi lebih baik. karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubahnya.

    ReplyDelete
  2. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia yang memegang agama Isam menjalani hidup dengan berpegang teguh pada ajaran Al Qur’an dan hadis.
    Dari pedoman hidup yang dimiliki, manusia dianjurkan agar senantiasa berikhtiar. Hal ini karena Allah sudah berjanji bahwa tidaklah manusia diberi cobaan yang melebihi batas kemampuannya.
    Sehingga sudah dapat dipahami bahwasannya setiap masalah ada jalan keluar, dan setiap penyakit pasti ada obatnya.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hidupku antara fatal dan vital. Hidupku akan fatal jika aku tidak menjalani hidup dengan ikhlas hati dan jernih dalam berpikir sebaliknya vitalnya hidupku jika kujalani dengan ikhlas hati dan ikhlas pikiran. Hidup kita berada di zona fatal dan zona vital. Misalnya, tanpa air, kehidupan (kalau memang ada) tidak akan bisa berlangsung lama. Sedangkan kecelakaan fatal artinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa (mengakibatkan kematian).

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hidup ini adalah interaksi antara fatal dan vital, vital itu ikhtiar dan fatal itu adalah takdir, ikhtiar manusia itu termasuk takdir. Takdir dan ikhtiar artinya usaha dan do’a. Maka arti dari fatalnya vital adalah doa dari suatu usaha. Maka jika menginginkan suatu kehidupan yang harmoni maka ikhtiarnya istikomah doanya juga harus istiqomah. Jadi hidup itu haruslah seimbang antara usaha dan juga do’a.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hidup manusia memang terletak diantara fatal dan vital. Fatal adalah takdir atau ketentuan yang sudah di gariskan oleh Tuhan kepada umatNya manusia. Sedangkan vital adalah usaha kita sebagai manusia dalam mencapai takdir yang telah digariskan oleh Tuhan. Kedua hal ini saling berhubungan, ketika kita sudah berusaha secara maksimal maka kita akan mendapatkan hasil yang maksimal pula. Namun terkadang saat kita berusaha sudah maksimal dan kita gagal untuk mendapatkannya, itulah yang telah digariskan oleh Tuhan, dan kita pun tidak perlu menyesal, karena kita mendapatkan pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hidup itu adalah jarak antara fatal dan vital. Fatal merupakan takdir dan vital adalah ikhtiarnya. Takdir bukan untuk dihindari tetapi untuk dijalani dengan lapang hati. Jalani takdir dengan berikhtiar, berusaha dan penuh keikhlasan hati. Karena jika kita mampu menerima fatal dan vital dari kehidupan ini maka kita mampu untuk menjalani kehidupan kita dengan hati ikhlas.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Fatal adalah takdir yang telah ditetapkan oleh Tuhan Yang Maha Esa bagi kita sedangkan vital adalah ikthiar kita dalam menjalani hidup. Hal yang yang tidak dapat dirubah (fatal) terkadang membuat kita putus asa. Namun, saat kita memiliki ikhtiar untuk menjalaninya, maka semua hal pasti dapat kita hadapi dengan penuh ucapan syukur. Hal yang ditetapkan Tuhan tidak dapat berubah, yang dapat kita rubah adalah ikhtiar kita untuk menjalaninya. Maka, benarlah jika aku berkata bahwa hidupku berada antara fatal dan ikhtiar.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hidupku diantara falat dan Vital. Fatal adalah apa yang sudah menjadi takdir yang Maha Kuasa. sedangkan vital adalah apa yang harus kita usahakan. Karena dalam hidup ini dibutuhkan sebuah usaha dan jangan pernah berkeluh kesah. Jika sudah berusaha dan berdoa semaksimal mungkin maka pasrahkan semua kepada yang Maha Kuasa.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Hidupku di dunia ini ditentukan oleh fatal dan vital. Vital adalah ikhtiarku, sedangkan fatal adalah takdirku. Ketika aku sudah melakukan vital namun fatal mengatakan hal yang lain, maka begitulah hidupku. Jadi, hidupku berada antara ikhtiarku dan takdirku. Yang pasti vital haruslah datang sebelum fatal, yang berarti kita harus selalu berikhtiar kemudian berserah diri, apapun hasilnya itu.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    atal berarti takdir dan vital berarti pikiran. Takdir adalah ketentuan segala peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, maupun waktunya. Manusia dikaruniai dengan akal (pikiran) untuk memikirkan segala peristiwa yang ada dihadapannya. Dengan demikian hidup yang dijalani manusia sangat jelas berada antara fatal dan vital, antara takdir dan pikiran.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Takdir dari Allah SWT ada dua macam, yaitu takdir mubram dan takdir mu'allaq. Takdir mubram merupakan takdir yang tidak dapat diubah lagi seperti kelahiran dan kematian. Inilah yang dimaknai dari Fatal, yaitu nasib yang telah ditentukan oleh sang Pencipta Allah SWT. sedangkan vital merupakan usaha kita untuk menjalani kehidupan ini. Takdir mu'allaq inilah yang merupakan takdir yang masih bisa dirubah selama manusia mau berusaha, misalnya saja kesejahteraan hidup dan lainnya. Dalam melakukan usaha, seharusnya manusia mengimbanginya dengan doa.

    ReplyDelete
  12. Assalamu'alaikum wr wb,
    Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikutsaya jabarkan tesis-tesis dari fatal dan vital:
    Dari membaca postingan-postingan pada blog ini saya mengambil beberapa simbolis yaitu: Fatal itu potensi, vital itu kodrat. Fatal itu takdir, vital itu ikhtiar. Contohnya fatal dan vital adalah: lapar dan kenyang, setuju dan tidak setuju, sedikit dan banyak, tidak suka dan suka, jelek dan cantik/tampan, miskin dan kaya, bodoh dan pintar, malas dan rajin, kotor dan bersih, gersang dan asri, bau busukdan wangi, hitam dan putih, lambat dan cepat, kecil dan besar, susah dan mudah, sedih dan bahagia, kosong dan penuh, pahit dan manis, berbahaya dan aman, pendek dan tinggi, dan sebagainya.
    Berikut saya jabarkan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis di atas:
    Sesungguhnya dalam kehidupan ini yang kita rasakan bukan lapar atahu kenyang melainkan antara lapar dan kenyang. Kita tidak aan pernah merasakan lapar absolut karena selalu ada lapar yang lebih atau lapar yang kurang. Kita juga tidak kan pernah bisa merasakan kenyang absolut karena selalu ada yang lebih lapar dan kurang lapar. Begitu pula dengan yang lain kita berada di antara setuju dan tidak setuju karena masing-masing pasti masih terdapat keraguan. Kita berada di antara sedikit dan banyak. Kita berada di antara bersih dan kotor. Kita berada di antara tidak suka dan suka. Dan sebagainya. Jika kita berpedoman pada vitalisme tanpa tanpa bersyukur maka kita akan terjebak pada fatalisme. Kesimpulannya adalah hidup kita sesungguhnya berada di antara fital dan fatal. Tetapi yang terpenting adalah selalu berusaha, ikhlas dan bersyukur.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Setidaknya, bagi diri kita sendiri, kehidupan kita adalah vital. Dalam pandangan Islam, kevitalan kita terbukti atas kehendak Tuhan yang mengkaruniai manusia dengan tugas sebagai khalifatullah (wakil tuhan di bumi). Anugerah tersebut adalah tesis yang harus kita wujudkan dalam tindakan yang nyata melalui proses belajar yang sesuai dengan kaidah-kaidah kemanusiaan. Jika sebagai manusia kita gagal mewujudkan itu maka, ke vitalan itu lambat laun akan menjadi fatal. Kita akan terjerumus ke dalam jurang yang fatalis. Kepasrahan kepada kehidupan dan menunggu mati tanpa aktifitas produktif. Dan di saat itu manusia tidak lagi sebagai subjek. Ia menjelma menjadi objek yang pasif. Yang terhempas ke dalam ironi kehidupan dan tak bisa berbuat apa-apa.

    ReplyDelete
  14. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Vital yaitu sesuatu hal yang penting (bagi kehidupan). Sedangkan fatal merupakan hal yang berakibat buruk. Sebagai contohnya : “Air vital bagi kehidupan.” dan “Kecelakaan itu berakibat fatal”. Kedua kalimat tersebut memang berbeda makna. Hal tersebut Jelas bahwa , tanpa air, kehidupan tidak akan bisa berlangsung lama. Sedangkan kecelakaan fatal artinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa (mengakibatkan kematian). Lain halnya dengan kalimat berikut. “Kedatangan polisi vital bagi kegiatan kita” dan kalimat “Kedatangan polisi fatal bagi acara kita”. Kedua kalimat tersebut menunjukkan adanya sekilas kemiripan, namun ternyata memiliki makna yang kotradiktif. Yang pertama jika polisi tidak ada, acara bisa terus berlangsung tetapi dapat bersiko, misalnya konser musik di lapangan terbuka. Sedangkan makna dari kalimat yang kedua kehadiran polisi justru akan membuat acaranya tidak sesuai keinginan sebagai contoh yaitu acara yang melanggar hukum. Oleh karena itu, tepat tidaknya penggunaan kata sangatlah tergantung pada konteksnya.

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Aku diciptakan oleh Tuhan sebagai seorang manusia. Tuhan memberikan manusia kebebasan untuk memilih dan berusaha dalam hidupnya. Jika seseorang hanya memasrahkan segala sesuatu tanpa berusaha maka seseorang adalah kaum Fatal. Yang terjadi adalah seseorang tidak akan berusaha sekalipun diberikan potensi untuk mengusahakannya. Misal ketika ada bencana kaum fatal tidak berusaha untuk menyelamatkan diri. sebaliknya orang yang berusaha dan terus berusaha tanpa percaya akan adanya takdir termasuk dalam kaum vital. Ketika ada bencana dan orang telah berusaha untuk menyelamatkan tetapi ternyata ada anggota keluarga yang tidak selamat maka ia akan meratapi berarti tidak percaya akan adanya takdir. Dalam hidup ini ada antara fatal dan vital. Adakalanya kita percaya akan Fatal dan Vital. Sehingga hidupku adalah Fatal dan Vital.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Saya teringat akan hal ini, "wah hp ini biarlah ku taruh di jalan, kalau memang rejekiku tak akanlah dia hilang dariku", maka orang itu adalah kaum fatal.
    Fatal dan vital. Fatal adalah takdir dan vital adalah ikhtiar. Selama ini saya meyakini bahwa hidup kita tidak 100% berada pada sisi fatal ataupun 100% pada sisi vital. Meskipun saya tidak tahu berapa prosentase untuk fatal dan vital, hidup ini adalah di antara keduanya. Sebagai makhluk beragama, yang percaya dengan kuasa Tuhan, maka percaya pada takdir adalah hal penting. Karena sesungguhnya, apa yang ada di belakang kita, apa yang ada pada diri kita, apa yang ada jauh di depan kita, seluruhnya sudah tertulis pada suatu suratan. Tapi, di sisi lain, hidup ini tidaklah seperti arus yang mengijinkan kita mengalir begitu saja. Harus ada usaha, kita harus berupaya. Ikhtiar. Bagaimana tidak? Apakah ingat dengan ini "bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib kaum-Nya, kecuali mereka yang berusaha". Maka ikhtiar adalah juga hal yang penting bagi kehidupan kita. Bukankah dunia ini seimbang? Bukankah kehidupan ini seimbang? Maka ada fatal, harus ada pula vital.

    ReplyDelete
  17. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Vital menurut kamus istilah yaitu segala sesuatu yang penting bagi kehidupan, sedangkan fatal menurut kamus istilah yaitu segala sesuatu yang berakibat maut/berakibat parah dalam kehidupan. Inilah hubungan vital dan fatal, dua makna kontradiksi yang ada dikehidupan. Dalam kehidupan pasti selalu ada kontradiksi. Contoh untuk vital yaitu 'udara vital untuk kehidupan', ini berarti bahwa udara itu penting untuk kehidupan. Dan contoh untuk fatal yaitu 'udara yang tercemar berakibat fatal dalam kehidupan', berarti jika udara yang tercemar akan berbahaya dalam kehidupan. Inilah segala sesuatu pasti ada kontradiksinya.

    ReplyDelete
  18. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sebagai manusia kami hidup dalam memilih dalam pilihan. Tentunya dalam setiap pilihan selalu ada konsekuensi, efek dan resiko-resiko yang mungkin akan mengikutinya. Fatal merupakan takdir dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah di dunia ini, sedangkan vital adalah segala daya dan upaya makhluknya dalam menggapai takdir Allah tersebut. Kedua hal tersebut saling berhubungan dan tak terpisahkan. Ketika kita berusaha secara maksimal, maka kita hanya berharap dan berdoa agar Allah memberikan hasil sesuai dengan harapan kita, kalaupun tidak maka kita hanya bisa bersabar dan bertawakal serta mohon ampun kepada-Nya.

    ReplyDelete
  19. Fatal berkaitan dengan takdir, sementara vital berikatan dengan pikiran. Fatal itu potensi, sedangkan vital itu kodrat. Fatal merupakan nasib yang telah ditentukan oleh Alloh SWT sementara vital adalah usaha kita untuk menjalani kehidupan ini


    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Sifat baik dan buruk manusia yang menentukan adalah manusia itu sendiri, fatal dan vital adalah mengenai tentang berserah pada nasib dan mengandalkan nasib. Hidup ini akan menjadi fatal bila kita putus asa atau menyerah dan hanya bergantung pada nasib yang akan kita terima. Dan hidup ini akan menjadi vital bila kita terus berusaha dan terus melakukan usaha agar hidup bisa berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Tapi sesungguhnya hidup tidaklah murni fatal ataupun vital, karena hidup merupakan kombinasi dari keduanya. Sebanyak dan sebesar apapun usaha yang kita lakukan, jika takdir tidak berkehendak, maka manusiapun tak berdaya. Namun kita juga tak boleh hanya menyerah dan putus asa tetapi harus selalu berusaha yang terbaik.

    ReplyDelete
  21. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Ontologinya hermenetika itu fatal dan vital. Fatal maksudnya takdir. Vital maksudnya ikhtiar. Interaksi antara guru dan siswa itu ada takdir dan ikhtiarnya. Takdir itu dipilih. Anda datang kesini karena anda terpilih untuk datang kesini. Fatalnya hermenetika adalah terpilih atau dipilih. Guru menunjuk siswa, bagi siswa itu takdir, takdir dari Allah yang perantaranya adalah guru. Vitalnya hermenetika adalah memilih. Yang kamu tulis, lihat dan dengar itu karena kamu pilih.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPS PM C

    Fatal artinya takdir. Vital artinya ikhtiar. Dalam hidup ini, kita harus meyakini takdir. Tetapi sebagai manusia kita juga harus berusaha sebaik mungkin. Kita harus meyakini bahwa apa yang kita peroleh (takdir) sesuai dengan apa yang kita usahakan (ikhtiar). Karena sebenar-benar manusia adalah terpilih (fatal) dan memilih (vital). Kita kuliah di UNY karena kita terpilih. Tetapi kita juga terpilih karena kita memilih dengan berikhtiar mendaftar kuliah di UNY.

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Fatal berarti takdir dan vital berarti pikiran. Takdir adalah ketentuan segala peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, maupun waktunya. Manusia dikaruniai dengan akal (pikiran) untuk memikirkan segala peristiwa yang ada di hadapannya. Dengan demikian hidup yang dijalani manusia sangat jelas berada antara fatal dan vital, antara takdir dan pikiran.

    ReplyDelete
  24. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Hidupku di dunia ini ditentukan oleh fatal dan vital. Vital adalah ikhtiarku, sedangkan fatal adalah takdirku. Ketika aku sudah melakukan vital namun fatal mengatakan hal yang lain, maka begitulah hidupku. Jadi, hidupku berada antara ikhtiarku dan takdirku. Yang pasti vital haruslah datang sebelum fatal, yang berarti kita harus selalu berikhtiar kemudian berserah diri, apapun hasilnya itu.

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hidup fatal adalah hidup dengan menggantungkan pada takdir yang sudah digariskan, hidup vital adalah hidup yang menggantungkan hanya pada usaha atau ikhtiar kita semata. Dalam kehidupan kita seharusnya menyeimbangkan antara usaha kita dengan hasil yang akan kkta capai dimana hasil tersebut tak lepas dari dari takdir yang sudah digariskan untuk kita sebagai manusia terbatas yang bergantung pada kuasa Tuhan, oleh karena itu haruslah menyeimbangkan antara hidup fatal dan vital.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    fatal adalah akhir dari segalanya dan vital adalah pusat penting dari segalanya. jadi hidupku terletak antara fatal dan vital, segala hal didunia ini penting adanya bagi kehidupan manusia, untuk mencapainya dibutuhkan usaha, doa, namun kesemuanya itu akan berakhir pada suatu kefatalan jika kita tidak sungguh-sungguh.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menurut sudut pandang filsafat ada dua istilah yaitu antara fatal dan vital. Fatal adalah orang yang hanya mengandalkan hidupnya dari takdir sedangkan vital adalh orang yang hanya mengandalkan ikhtiar saja tanpa percaya akan kekuatan doa dalam mencapai tujuan hidupnya. Satal berbicara mengenai akherat dan vital berbicara tentang dunia. Maka sebenar-benar hidup adalah interaksi antara fatal dengan vital. Bersikap fatal dengan berserah diri kepada Allah SWT dengan cara berdoa dan bersikap vital dengan senantiasa berusaha dan berikhtiar semaksimal mungkin.

    ReplyDelete
  28. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Fatal berarti takdir dan vital berarti pikiran. Takdir adalah ketentuan segala peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, maupun waktunya. Manusia dikaruniai dengan akal (pikiran) untuk memikirkan segala peristiwa yang ada dihadapannya. Dengan demikian hidup yang dijalani manusia sangat jelas berada antara fatal dan vital, antara takdir dan pikiran.

    ReplyDelete
  29. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Fatal merupakan sikap seseorang dalam menghadapi hidup. Seseorang disebut fatal apabila dalam menghadapi hidup penuh dengan keputus asaan, dikuasai oleh nasib dan tidak ada keinginan untuk berikhtiar. Sedangkan vital merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengandalkan hidupnya hanya kepada nasib. Dalam perjalanan kehidupan, tidak bisa dipungkiri, kita terkadang berada dalam salah satu posisi tersebut. Ada saatnya manusia benar-benar putus asa atau hanya mengandalkan kepada nasib. Sangat sulit untuk selalu ada dalam keadaan “baik”, namun yang paling penting adalah kita selalu berikhtiar.

    ReplyDelete
  30. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Fatal adalah istilah untuk seseorang yang mengandalkan atau bergantung hidupnya pada takdir sedangkan vital adalah istilah untuk seseorang yang mengandalkan hidupnya hanya pada usaha/ikhtiar saja. Dalam hidup ini kita sebaiknya menyeimbangkan antara fatal dan vital, meskipun pada dasarnya takdir kita telah ditentukan namun tetap harus ada usaha dalam menjalani kehidupan, sebab takdir tak bisa diubah tanpa adanya usaha dari seseorang (karena ada takdir yang diperoleh melalui usaha dari seseorang).

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Hidup adalah perjuangan, rasanya memang benar, namun perjuangan tanpa diiringi oleh do'a juga sering kali gagal. Ketika kita menyadari bahwa hidup tak lepas dari usaha dan do'a, maka hidup akan jauh lebih baik. Usaha yang dilakukan tentu merupakan bentuk kerja keras, sabar dan pantang menyerah. Begitu juga dengan do'a, ada pakem-pakem dalam berdo'a, secara ikhlas dan tawadu'. Karena Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak mau berusaha dan berdo'a.

    ReplyDelete
  32. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ketika kita menginginkan sesuatu yakinkan dalam hati bahwa segala sesuatu yang kita usahakan di sana selalu ada keberadaan Allah SWT. Mulailah segala sesuatu dengan ikhtiar, doa, kemudian tawakal kepada Allah SWT. Tiga hal tersebut tidak dapat tidak dapat dipisahkan. Karena, jika manusia yang hanya mengandalkan nasib saja (golongan fatal) tanpa ikhtiar maka dia akan merugi karena tidak ada perubahan dalam dirinya. Sebaliknya, manusia yang hanya mengandalkan ikhtiar saja dengan sungguh-sungguh tanpa merasakan kehadiran Allah SWT, maka dia juga termasuk orang yang merugi (golongan vital). Jadi antara fatal dan vital itu harus seimbang.

    ReplyDelete