Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 26: Hidupku antara Fatal dan Vital




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Hidupku itu Terletak diantara Fatal dan Vital.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    atal berarti takdir dan vital berarti pikiran. Takdir adalah ketentuan segala peristiwa yang terjadi di alam raya ini yang meliputi semua sisi kejadiannya, baik itu mengenai kadar atau ukurannya, tempat, maupun waktunya. Manusia dikaruniai dengan akal (pikiran) untuk memikirkan segala peristiwa yang ada dihadapannya. Dengan demikian hidup yang dijalani manusia sangat jelas berada antara fatal dan vital, antara takdir dan pikiran.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Takdir dari Allah SWT ada dua macam, yaitu takdir mubram dan takdir mu'allaq. Takdir mubram merupakan takdir yang tidak dapat diubah lagi seperti kelahiran dan kematian. Inilah yang dimaknai dari Fatal, yaitu nasib yang telah ditentukan oleh sang Pencipta Allah SWT. sedangkan vital merupakan usaha kita untuk menjalani kehidupan ini. Takdir mu'allaq inilah yang merupakan takdir yang masih bisa dirubah selama manusia mau berusaha, misalnya saja kesejahteraan hidup dan lainnya. Dalam melakukan usaha, seharusnya manusia mengimbanginya dengan doa.

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum wr wb,
    Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikutsaya jabarkan tesis-tesis dari fatal dan vital:
    Dari membaca postingan-postingan pada blog ini saya mengambil beberapa simbolis yaitu: Fatal itu potensi, vital itu kodrat. Fatal itu takdir, vital itu ikhtiar. Contohnya fatal dan vital adalah: lapar dan kenyang, setuju dan tidak setuju, sedikit dan banyak, tidak suka dan suka, jelek dan cantik/tampan, miskin dan kaya, bodoh dan pintar, malas dan rajin, kotor dan bersih, gersang dan asri, bau busukdan wangi, hitam dan putih, lambat dan cepat, kecil dan besar, susah dan mudah, sedih dan bahagia, kosong dan penuh, pahit dan manis, berbahaya dan aman, pendek dan tinggi, dan sebagainya.
    Berikut saya jabarkan anti-tesis anti-tesis dari tesis-tesis di atas:
    Sesungguhnya dalam kehidupan ini yang kita rasakan bukan lapar atahu kenyang melainkan antara lapar dan kenyang. Kita tidak aan pernah merasakan lapar absolut karena selalu ada lapar yang lebih atau lapar yang kurang. Kita juga tidak kan pernah bisa merasakan kenyang absolut karena selalu ada yang lebih lapar dan kurang lapar. Begitu pula dengan yang lain kita berada di antara setuju dan tidak setuju karena masing-masing pasti masih terdapat keraguan. Kita berada di antara sedikit dan banyak. Kita berada di antara bersih dan kotor. Kita berada di antara tidak suka dan suka. Dan sebagainya. Jika kita berpedoman pada vitalisme tanpa tanpa bersyukur maka kita akan terjebak pada fatalisme. Kesimpulannya adalah hidup kita sesungguhnya berada di antara fital dan fatal. Tetapi yang terpenting adalah selalu berusaha, ikhlas dan bersyukur.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Setidaknya, bagi diri kita sendiri, kehidupan kita adalah vital. Dalam pandangan Islam, kevitalan kita terbukti atas kehendak Tuhan yang mengkaruniai manusia dengan tugas sebagai khalifatullah (wakil tuhan di bumi). Anugerah tersebut adalah tesis yang harus kita wujudkan dalam tindakan yang nyata melalui proses belajar yang sesuai dengan kaidah-kaidah kemanusiaan. Jika sebagai manusia kita gagal mewujudkan itu maka, ke vitalan itu lambat laun akan menjadi fatal. Kita akan terjerumus ke dalam jurang yang fatalis. Kepasrahan kepada kehidupan dan menunggu mati tanpa aktifitas produktif. Dan di saat itu manusia tidak lagi sebagai subjek. Ia menjelma menjadi objek yang pasif. Yang terhempas ke dalam ironi kehidupan dan tak bisa berbuat apa-apa.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Vital yaitu sesuatu hal yang penting (bagi kehidupan). Sedangkan fatal merupakan hal yang berakibat buruk. Sebagai contohnya : “Air vital bagi kehidupan.” dan “Kecelakaan itu berakibat fatal”. Kedua kalimat tersebut memang berbeda makna. Hal tersebut Jelas bahwa , tanpa air, kehidupan tidak akan bisa berlangsung lama. Sedangkan kecelakaan fatal artinya kecelakaan yang merenggut korban jiwa (mengakibatkan kematian). Lain halnya dengan kalimat berikut. “Kedatangan polisi vital bagi kegiatan kita” dan kalimat “Kedatangan polisi fatal bagi acara kita”. Kedua kalimat tersebut menunjukkan adanya sekilas kemiripan, namun ternyata memiliki makna yang kotradiktif. Yang pertama jika polisi tidak ada, acara bisa terus berlangsung tetapi dapat bersiko, misalnya konser musik di lapangan terbuka. Sedangkan makna dari kalimat yang kedua kehadiran polisi justru akan membuat acaranya tidak sesuai keinginan sebagai contoh yaitu acara yang melanggar hukum. Oleh karena itu, tepat tidaknya penggunaan kata sangatlah tergantung pada konteksnya.

    ReplyDelete
  6. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Aku diciptakan oleh Tuhan sebagai seorang manusia. Tuhan memberikan manusia kebebasan untuk memilih dan berusaha dalam hidupnya. Jika seseorang hanya memasrahkan segala sesuatu tanpa berusaha maka seseorang adalah kaum Fatal. Yang terjadi adalah seseorang tidak akan berusaha sekalipun diberikan potensi untuk mengusahakannya. Misal ketika ada bencana kaum fatal tidak berusaha untuk menyelamatkan diri. sebaliknya orang yang berusaha dan terus berusaha tanpa percaya akan adanya takdir termasuk dalam kaum vital. Ketika ada bencana dan orang telah berusaha untuk menyelamatkan tetapi ternyata ada anggota keluarga yang tidak selamat maka ia akan meratapi berarti tidak percaya akan adanya takdir. Dalam hidup ini ada antara fatal dan vital. Adakalanya kita percaya akan Fatal dan Vital. Sehingga hidupku adalah Fatal dan Vital.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Saya teringat akan hal ini, "wah hp ini biarlah ku taruh di jalan, kalau memang rejekiku tak akanlah dia hilang dariku", maka orang itu adalah kaum fatal.
    Fatal dan vital. Fatal adalah takdir dan vital adalah ikhtiar. Selama ini saya meyakini bahwa hidup kita tidak 100% berada pada sisi fatal ataupun 100% pada sisi vital. Meskipun saya tidak tahu berapa prosentase untuk fatal dan vital, hidup ini adalah di antara keduanya. Sebagai makhluk beragama, yang percaya dengan kuasa Tuhan, maka percaya pada takdir adalah hal penting. Karena sesungguhnya, apa yang ada di belakang kita, apa yang ada pada diri kita, apa yang ada jauh di depan kita, seluruhnya sudah tertulis pada suatu suratan. Tapi, di sisi lain, hidup ini tidaklah seperti arus yang mengijinkan kita mengalir begitu saja. Harus ada usaha, kita harus berupaya. Ikhtiar. Bagaimana tidak? Apakah ingat dengan ini "bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib kaum-Nya, kecuali mereka yang berusaha". Maka ikhtiar adalah juga hal yang penting bagi kehidupan kita. Bukankah dunia ini seimbang? Bukankah kehidupan ini seimbang? Maka ada fatal, harus ada pula vital.

    ReplyDelete
  8. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Vital menurut kamus istilah yaitu segala sesuatu yang penting bagi kehidupan, sedangkan fatal menurut kamus istilah yaitu segala sesuatu yang berakibat maut/berakibat parah dalam kehidupan. Inilah hubungan vital dan fatal, dua makna kontradiksi yang ada dikehidupan. Dalam kehidupan pasti selalu ada kontradiksi. Contoh untuk vital yaitu 'udara vital untuk kehidupan', ini berarti bahwa udara itu penting untuk kehidupan. Dan contoh untuk fatal yaitu 'udara yang tercemar berakibat fatal dalam kehidupan', berarti jika udara yang tercemar akan berbahaya dalam kehidupan. Inilah segala sesuatu pasti ada kontradiksinya.

    ReplyDelete
  9. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sebagai manusia kami hidup dalam memilih dalam pilihan. Tentunya dalam setiap pilihan selalu ada konsekuensi, efek dan resiko-resiko yang mungkin akan mengikutinya. Fatal merupakan takdir dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah di dunia ini, sedangkan vital adalah segala daya dan upaya makhluknya dalam menggapai takdir Allah tersebut. Kedua hal tersebut saling berhubungan dan tak terpisahkan. Ketika kita berusaha secara maksimal, maka kita hanya berharap dan berdoa agar Allah memberikan hasil sesuai dengan harapan kita, kalaupun tidak maka kita hanya bisa bersabar dan bertawakal serta mohon ampun kepada-Nya.

    ReplyDelete