Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Transendenta




Oleh Marsigit

Rakata:
Saya tidak pernah memikirkan hal yang buruk-buruk, apalagi melakukannya. Tetapi kenapa kejadian buruk selalu menimpa kerajaanku. Kejadiannya selalu datang silih berganti dan bergelombang. Jelas hal yang demikian itu diluar kemampuanku sebagai seorang manusia. Tetapi apa salahnya? Saya sebagai seorang pemimpin itu bukan semata-mata kehendakku. Aku merasa diberi amanah untuk itu. Namun sebagai seorang pemimpin aku harus selalu berikhtiar. Tetapi apapun yang terjadi aku lebih baik bertawakal dan aku serahkan saja kepada kekuasaan Tuhan.



Bagawat:
Wahai Rakata, selama engkau berada dalam kebajikan, memikirkan kebajikan dan melakukan kebajikan, maka aku tetap bersamamu. Hal-hal buruk yang menimpamu dan kerajaanmu itu tidak semata sebagai suatu yang negatif, tetapi jikalau engkau ikhlas maka hal yang demikian itu merupakan kelengkapan hidupmu. Namaun jika ujianmu ternyata cenderung melampaui batas dan engkau merasakan al yang demikian maka serahkan saja ketentuan-ketentuan itu kepada sang pembuat ketentuan. Jangankan nasib manusia, ketahuilah bahwa Tuha itu maha mengetahui dan maha merawat semua ciptaannya.

Dewi Hermein:
Wahai sang Rakata, bukankah engkau tahu bahwa dunia itu meliputi banyak hal, tetapi apakah engkau telah mengetahui batas-batasnya? Jika aku bermain-main dengan batas dunia, maka akupun dapat menyebut bahwa dunia itu bisa batas pikiranmu, dunia itu bisa batas kerajaanmu, dunia itu bisa semua yang bisa engkau pikirkan, dunia bisa dirimu pribadi saja. Keahuilah bahwa peristiwa penyerbuan prajurit Kerajaan Stigma terhadap Kerajaan Hanuya itu bisa terjadi hanya pada wilayah pikiranmu saja. Aku bisa dan kuasa mengatakan hal yang demikian itu dikarenakan engkau telah meninggalkan sifat-sifat dunia dan menuju sifat-sifat transendent. Maka tiadalah banyak orang dapat mengetahui keadaanmu sekarang kecuali hanya sedikit orang saja. Itulah kelebihanmu dibanding dengan semua orang yang engkau pimpinnya. Maka jika engkau berkenan, engkau sekarang aku sebut sebagai sang Rakata Transendenta. Ketahuilah bahwa sifat transendenmu itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi dia itu berasal dari keikhlasan semua orang yang engkau pimpinnya. Itulah amanah. Maka jika aku lengkapkan, namamu bisa aku perpanjang menjadi sang Rakata Transendenta si Pengemban Amanah. Itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi itu semata-mata kuasa Tuhan sang pencipta alam. Maka jika engkau ikhlas, percaya dan meyakininya, maka sebetul betul yang terjadi adalah bahwa engkau selalu terjaga atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. Janganlah ragu-ragu untuk itu. Maka jika segalanya telah merasa berkecukupan, maka segera kembalilah engkau ketempatmu bekerja dan uruslah segala macam persoalan pengelolaan kekuasanmu di kerajaanmu. Pegang teguhlah sesanti dalam hati dan pikiranmu kedalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani. Selanjutnya sebarkan dan amalkan hal yang demikian kepada semua wargamu, niscaya hal yang demikian akan menjadi benteng bagi dirimu dan kerajaanmu dalam menghadapi segala cobaan, termasuk dari sang Stigmaraja.

42 comments:

  1. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Keikhlasan kita untuk menerima dan menjalani semua hal yang baik ataupun yang buruk menjadikan kita untuk senantiasa bersyukur kepada Allah Swt atas apa yang telah kita peroleh dariNya. Maka dari itu, ikhlaslah untuk menerima dan menjalani berbagai tantangan dan cobaan yang ada dalam kehidupan ini. Karena ikhlas hati dan ikhlas pikiran adalah kunci dari segalanya dalam menyelesaikan permasalahan apapun dan bagaimanapun bentuknya.

    ReplyDelete
  2. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Point penting yang dapat saya ambil dari elegi di atas mengenai betapa pentingnya keikhlasan hati. Mudah diucapkan, namun pada kenyataan memang membutuhkan metamorfosis hati. Saya juga sangat termotivasi dengan kalimat “Maka jika engkau ikhlas, percaya dan meyakininya, maka sebetul betul yang terjadi adalah bahwa engkau selalu terjaga atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa.” Di sini, saya terketuk untuk senantiasa membiasakan ikhlas di setiap langkah dan fase kehidupan.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambaNya. Ikhlas menjadi kunci untuk melewati segala rintangan yang ada. Pegang teguhlah senantiasa dalam hati dan pikiranmu ke dalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani. Dari elegi ini saya belajar bahwa pemikiran ibarat bangunan. Jika seseorang yakin mampu mendirikan bangunan akan kokoh maka bangunan pun akan kokoh. Namun jika seseorang berpikir sebaliknya, maka akan terjadi pula apa yang dipikirkannya. Berhati-hati lah dalam berpikir. Jangan sampai pikiran akan membuatmu gagal pada langkah terakhir, yang sebenarnya keberhasilan tinggal selangkah lagi.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Tugas manusia didunia ini adalah berikhtiar dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Setelah ikhtiar dan doa dilakukan maka apapun yang terjadi serahkan kepada Allah. Kalau hal tersebut baik menurut kita maka terima dan syukurilah namun ketika hal tersebut buruk menurut kita maka sabarlah karena dibalik itu semuanya ada hikmah yang besar didalamnya. Allah berfirman yang artinya “Boleh jadi baik menurut kamu belum tentu baik menurut Allah dan boleh jadi buruk menurut kamu belum tentu buruk menurut Allah. Maka terimalah dengan ikhlas.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Setiap manusia di dunia ini memiliki amanah masing-masing. Ada yang mendapat amanah mengurus orang sakit, menjadi guru, menjadi tukang parkir, dan sebagainya. Apapun amanahnya, sebaiknya kita selalu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dengan segala tanggung jawab. Dalam menjalankan amanah tersebut, kadang terdapat hambatan rintangan. Sesungguhnya hambatan dan rintangan itu adalah cobaan dari Allah untuk menguji seberapa jauh iman kita. Namun, Allah tidak akan memberi cobaan melampaui batas yang kita miliki. Oleh karena itu, apapun rintangannya, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghadapinya dan yakin bisa mengahadapinya. Jikalau kita gagal, mungkin itu sudah merupakan takdir. Yang terpenting adalah untuk selalu berikhtiar dan berdoa.

    ReplyDelete
  6. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari elegi ini yang perlu digaris bawahi adalah pentingnya keikhlasan hari daam menjalankan hidup. Allah memberikan segala bentuk cobaan tidak akan melebihi batas kemampuan umatNya. jika kita diberi cobaan oleh Allah, berpikirlah dengan ketulusan hati bahwa kita sanggup melewatinya dan akan ada HikmahNya. Selayaknya seorang guru, yang diberi amanah dalam mendidik siswanya, sangat dianjurkan untuk ikhlas dalam mendidik, walau nanti akan menemui berbagai sikap peserta didik.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    Dari elegi di atas, Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. Terbuka berarti bahwa dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan ada kemampuan untuk diisi dan dipenuhi oleh sesuatu. Karena keterbukaan tersebut maka manusia memiliki kemungkina atau kemampuan untuk mengerti, menerima, dan mencapai hal yang melampaui diri dan dunianya

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi ini, yang dapat saya ambil adalah bahwa seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah. Sperti yang orang-orang katakan bahwa amanah tidak akan salah memilih pundak. Terkadang amanah memang terasa berat, namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang keikhlasan pengikutnya untuk dipimpin.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dalam setiap perjalanan kepemimpinan tentu tidak selalu berjalan dengan mulus, akan banyak cobaan yang harus dihadapi dengan ikhlas. Namun, cobaan itu sendiri dapat dipandang sebagai ujian untuk menaikkan level pemimpin. Bagaiman pemimpin menanggapinya tergantung pada apa yang dia pikirkan. Karena sebenar-benarnya dunia kita adalah apa yang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Tak selamnya hal yang indah terjadi dalam hidup. tentu semua orang merencanakan segala hal yang baik, tapi pada kenyataannya terkadang hal buruk terjadi. Ikhlas dan tawakal dalam menerima keburukan yang tejadi dalam hidup merupakan langkah untuk melalui keburukan itu. Jangan menyerah dan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.

    ReplyDelete
  11. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pemimpin sebagai Sang Rakata Transendenta si Pengemban Amanah harus mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya. Yaitu pemimpin yang meninggalkan sifat-sifat dunia dan menuju sifat-sifat transenden. Pemimpin yang mempergunakan kekuasaannya dengan penuh rasa tanggungjawab. Keteguhan akan hati dan pikiran yang jernih mampu mampu membentengi diri dari segala macam stigma dan memimpin lebih baik.

    ReplyDelete
  12. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Tuhan memberikan cobaan bukan karena membenci hamba-Nya. Tuhan hanya ingin menguji kita, apakah kita bisa melewati cobaan yang diberi oleh-Nya dengan sabar, ikhtiar, ikhlas dan selalu meminta pertolongan kepada-Nya. Dengan cobaan itu kita akan semakin menjadi manusia yang lebih kuat, tetapi setelah melewati cobaan dari-Nya kita tidak boleh sombong dan merasa paling kuat, karena hal itu bisa menjerumuskan kita ke dalam jalan yang buruk.

    ReplyDelete
  13. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sang rakata transendental diibaratkan sebagai sosok pemimpin yang sudah meninggalkan sifat keduniaanya yang bisa membawa dirinya ke dalam sifat-sifat keserakahan serta kesombongan. Sifat yang demikian itu bukanlah sifat yang patut dimiliki oleh seorang pemimpin sejati, seorang pemimpin sejati harus lebih memfokuskan dirinya pada nilai-nilai transendental dan mengemban amanah yang diberikan kepadanya dari keikhlasan para pengikutnya. Pemimpin harus selalu berada dalam jalan kebajikan, karena pemimpinlah yang membawa para pengikutnya menuju arah tertentu dalam mencapai tujuannya. Tanggung jawab yang besar yang diemban oleh pemimpin harus tetap dijaga dan tidak mudah tergoyahkan oleh apapun juga. Masalah-masalah yang menerpa harus tetap disikapi dengan bijak dan tanpa mengenal putus asa, tetap berikhtiar dan apabila terasa berat maka serahkanlah sebagian bahkan segala urusan tersebut kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepadaNya sehingga manusia akan selalu berdoa dan bersyukur dan menjadi khalifah di bumi.
    Sering kali Allah SWT memberikan cobaan bagi setiap hambaNya, cobaan itu untuk menguji sampai mana batas keimanan hambaNya.
    Manusia yang telah mendapatkan cobaan ketika manusia dapat melewati cobaan tersebut maka dianggap telah lolos dan mampu meningkatkan dimensi manusia dari .

    ReplyDelete
  15. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia diturunkan di bumi, dipercaya oleh Allah mengemban amanah sebagai khalifah. Dalam memenuhi tugasnya itu manusia diberi kewajiban untuk selalu berikhtiar dan kemudian menyerahkan hasil ikhtiarnya tersebut kepada Allah. Ikhtiar dalam mencapai suatu tujuan hidup, tentulah memiliki berbagai tantangan yang harus dihadapi, terkadang tantangan itu sulit hingga menyebabkan suatu kegagalan. Satu keyakinan bahwa Allah tak akan memberi cobaan di luar kemampuan manusia, oleh karena itu hadapi dengan hati yang ikhlas, sehingga dalam menghadapinya akan menghilangkan stigma yang ada.

    ReplyDelete
  16. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepadaNya sehingga kita harus selalu berikhtiar dan bersyukur serta jadilah khalifah yang baik di bumi ini. Masalah pasti akan selalu hadir dalam hidup kita sebagai wujud ujian dari Allah SWT. Kita harus menyelesaikan masalah yang kita hadapi dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan perintah Nya. Jadikanlah masalah yang pernah kita hadapi sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk meningkatkan dimensi hidup kita. Karena sebenar-benar hidup adalah meningkatkan dimensi menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur, berikhtiar, bertawakal, selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah, dan ikhlas dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  17. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Subhanallah,,, mulia sekali sifat Rakata. Walaupun sering ditimpa musibah, ia tetap saja bersyukur atas pemberian Allah SWT kepadanya. Ia menerima dengan ikhlas musibah tersebut dengan tetap dan selalu berada di jalan Allah SWT. Ia selalu berusaha dan berdo’a untuk hidupnya. Dan tetap berada dan melakukan kebaikan serta menjauhkan diri dari hal buruk. Saya sangat setuju bahwa selama kita tetap dan selalu menjunjung kebaikan Allah akan bersama kita. Semoga kita diberi hidayah untuk selalu menjadi orang seperti Rakata. Aamiiiin...

    ReplyDelete
  18. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. Terbuka berarti bahwa dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan ada kemampuan untuk diisi dan dipenuhi oleh sesuatu.

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ikhlas dan sabar adalah kunci dalam menghadapi segala persoalan hidup untuk dapat bertahan. Ikhlas dan sabar membawa kepada pemenuhan hati yang bahagia dan rela menerima segala yang terjadi dalam hidup. Ini bukan merupakan hal yang mudah. Intinya bahwa semua hal yang dialami diserahkan kepada Tuhan agar beban hidup terasa ringan dan dapat menjalaninya dengan ikhlas dan sabar. Menjadi pemimpin tentu tidak mudah, maka diperlukan iman kuat untuk dapat menjalaninya dengan sepenuh hati.

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sesungguhnya kehidupan dunia ini merupakan ujian bagi manusia sebagai khalifah. Dan tentunya setiap orang pasti pernah mengalami permasalahan yang berbeda-beda, ada yang berat dan ringan,serta terkadang orang itu merasakan beratnya ujian namun bagi orang lain menganggapnya itu ringan baginya. Semua ini tergantung ruang dan waktu yang dimiliki setiap orang. Dan Allah swt tidak akan memberikan ujian kepada hambaNya apa bila hamba itu tidak mampu memikulnya. Allah swt telah memkberikan akal untuk bisa menyelesaikan setiap ujian yang ada.

    ReplyDelete
  21. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sifat spiritual yang paling tampak pada manusia adalah sifat transenden. Berdasarkan sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Transenden, Transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere) merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta. Contohnya, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia.Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. Terbuka berarti bahwa dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan ada kemampuan untuk diisi dan dipenuhi oleh sesuatu.

    ReplyDelete
  22. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Sebenar-benarnya hiudp adalah ihklas , memang ikhlas itu sangat sulit. ngga ada yang ngga bilang ahwa ikhlas itu mudah ko. Iyaa mudah mengucapkan tapi dilakuin sulit. jujur saja saya kalau berbicara masalah ikhlas maka saya katakn sangat sulit. tapi kita hraus belajar menerima ikhlas itu nanti. Ingat bahwa Allah itu snagat baik kepada kita. Jika Allah mencitai kita maka semua itu akan mudah.

    ReplyDelete
  23. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Keadilan adalah bukti seseorang sudah mencapai kepekaan ruhani yang kuat.
    Pemimpin yang tak adil kepada yang dipimpinnya dapat dianalogikan seperti nakhoda yang membawa para penumpangnya menuju kesengsaraan. Sungguh sulit kita berlaku adil, apalagi untuk orang yang berkuasa sangat sulit berlaku adil kepada orang-orang yang dikuasainya. Maka Allah menganugerahkan naungan kesejukan pada hari kiamat untuk pemimpin yang adil. Semoga kita semua mampu menjadi pemimpin yang adil, sekali pun hanya memimpin diri kita sendiri untuk menuju kepada rahmat-Nya.

    ReplyDelete
  24. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel ini cobaan yang menimpa manusia tidak hanya sebagai bencana, musibah ataupun hal besar lainnya yang secara inderawi merujuk pada hal negatif.
    Tetapi cobaan lain salah satunya adalah stigma.
    Oleh karenanya agar senantiasa terhindar dari stigma hendaknya berpegang teguh dengan hati dan pikiran dalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani.
    Kemudian dilanjutkan dengan menyebarkan dan mengamalkannnya agar menjadi benteng dalam menghadapi stigma tersebut.

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sifat spiritual yang paling tampak pada manusia adalah sifat transenden, transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya, pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya, dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka, seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah seperti yang orang katakan bahwa amanah tidak akan salah memilih pundak namun terkadang amanah memang terasa berat, namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang keikhlasan pengikutnya untuk dipimpin.

    ReplyDelete
  26. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tak bolehlah selalu mmandang buruk atas segal cobaan. Karena semua yang engkau alami adalah dari Tuhan sang pemberi Rahmat. Cobaan yang engkau alami dapat engkau pandang dengan sebuah ujian atas semua yang engkau pegang erat terhadap Tuhanmu. Ikhlaslah dan minta ampunlah atas segala perbuatan yang diperbuat.

    ReplyDelete
  27. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini kita belajar bahwa Rakata merupakan raja yang amanah dengan segala kerendahan hatinya dengan selalu berikhtiar, bertawakal dan menyerahkan semua yang terjadi baik itu bersifat baik atau buruku untuk kerajaannya ia selalu ingat dan bersyukur atas semua yang telah di berikan oleh Allah SWT. Sifat transedenta yang dimiliki oleh Rakata berasal dari keikhlasan yang dimilikinya. Kita belajar bersyukur melalui elegi ini. Dengan bersyukur sedari kita bangun tidur sampai bangun tidur lagi merupakan salah satu cara agar kita selalu berikhtiar dan berdo’a kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  28. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Setelah membaca elegi ini, yang dapat saya ambil adalah bahwa seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah. Seperti yang orang-orang katakan bahwa amanah bukan suatu hal yang mudah karena pertanggung jawabannya terlalu besar dan berisiko. Namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang amanah karena insya allah dengan memegang amanah maka hidup akan terasa damai.

    ReplyDelete
  29. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Manusia sebagai khalifah di bumi yang dibekali dengan kesempurnaan daripada makhluk lain, haruslah berupaya mengusahakan/ikhtiar serta berdoa terhadap apa yang ia kerjakan. Selebihnya serahkan hasilnya kepada Alloh. Setiap manusia diberi ujian sesuai dengan batas kemampuannya, dan manusia harus ikhlas, sabar, dan tawadhu atas apa yang Alloh karuniakan kepada kita. Meski tidak sesuai dengan kehendak hati namun yakinlah bahwa itu adalah hal yang terbaik yang Alloh berikan agar kita dapat mengambil hikmahnya. Apa yang kita sukai belum tentu menurut Alloh yang terbaik demikian sebaliknya. Alloh lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  30. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Transendentalisme merupakan paradigma yang menganggap bahwa ilmu pengetahuan hakekatnya tidak bebas nilai. Pada hakekatnya manusia tidak akan pernah menemukan ilmu yang benar-benar etis dan netral. Semua ilmu dimuati oleh nilai etika, dan etika yang paling benar adalah yang turun dari Tuhan YME. Sebagai seorang yang diberi amanah pemimpin hendaknya harus selalu berusaha untuk membuat rakyatnya nyaman, makmur, dan sejahtera. Namun semuanya itu tidaklah mudah pasti memiiki halangan. Sehingga apa pun yang terjadi sebaiknya kita serahkan pada Tuhan, dan selalumemohon agar selalu diberikan kelancaran dalam menghadapi segala hal.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Selama menjalani hidup kita pasti tak pernah lepas dari adanya masalah. Masalah merupakan kenyataan hidup yang harus dihadapi setiap manusia dalam kehidupan. Deengan adanya masalah akan membuat kita semakin berkembang dan eksis dalam hidupnya. Masalah akan membuat kita sadar akan yang telah kita perbuat sehingga dapat memperbaiki diri. Karena masalah hakekatnya adalah hidup. Orang kalau mau hidup harus siap untuk menghadapi masalah, apapun masalah yang dihadapinya. Karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat-Nya.

    ReplyDelete
  32. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap manusia memiliki andil dan peranannya masing-masing dalam kehidupan. Profesi yang dimiliki pun berbeda-beda, baik itu guru, polisi, menteri, dan profesi lainnya. Peranan inilah yang merupakan amanah yang Allah SWT berikan kepada manusia untuk dilaksanakan dengan maksimal dan sebaik-baiknya. Rintangan memang tidak jarang terjadi ketika kita sedang menjalankan tugas. Namun, yang diperlukan manusia untuk menghadapi rintangan itu adalah ketabahan dan keikhlasan. Sehingga dengan keikhlasan itu pekerjaan uang kita lakukan menjadi barokah.

    ReplyDelete
  33. Seorang pemimpin merupakan pengemban amanah. Rakyat agar merasa nyaman, aman, tertib, makmur maka harus ada sesorang yang menjaminnya. Jaminan itu yang harus diberikan olah pemimpin. Setiap individu mempunyai amanah bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi masyarakatnya dan bagi agamanya. Untuk itu jauhilah sifat khianat dari diri kita. Khianat berarti meninggalkan amanah yang seharusnya kita lakukan. Pelajar mempunyai amanah untuk belajar, jika pelajar tidak belajar berarti ia akan memiliki sifat khianat. Pegawai diberi amanah untuk bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya jika ia tidak melakukan itu maka ia tidak amanah atau mendekati pada khianat.

    ReplyDelete
  34. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillah....
    Jika kita diberi suatu amanah, maka kita harus menjalankan dengan sebaik-baiknya, baik itu amanah terhadap diri sendiri, maupun amanah terhadap orang banyak. Tetap diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah SWT. meskipun cobaan itu pasti akan tetap datang menghadang di awal, pertengahan, maupun di akhir jalan, hendaknya disikapi dengan penuh ikhtiar dan selalu bertawakal kepada Allah SWT. untuk menghadapinya, kita juga harus tetap berpegang teguh dalam hati dan pikiran ke dalam keadaan cendekia, mandiri, dan bernurani.

    ReplyDelete
  35. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Stigma merupakan suatu cobaan bagi manusia. Manusia akan senantiasa diganggu oleh yang namanya stigma. Disinilah manfaat dari stigma, dia akan menyaring mana saja mausia yang memiliki pikiran yang kritis dan hati yang bersih dengan mana saja manusia yang memiliki pikiran buruk dan hati yang kotor. Di dunia ini hampir semua yang ada dan yang mungin ada memiliki pasangan. Siang dan malam, baik dan buruk, benar dan salah, tinggi dan rendah, dan lain-lain. Dengan adanya stigma, kita akan termotivasi untuk terus belajar dan beribadah agar terhindar dari stigma.

    ReplyDelete
  36. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam Kutarunggu Sang Rakata Transendenta dijelaskan bahwa manusia merupakan makhluk sempurna dalam ketidaksempurnaan. Kita menganggap hal yang demikian itu merupakan diluar kemampuan kita sebagai seorang manusia, tetapi Allah SWT tidak akan memberikan cobaan di luar dari kemampuan kita. Oleh karena itu kita harus terus bersabar ketika memperoleh ujian dari Allah.

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sebagai seorang pemimpin, kita harus menjalankan amanah dengan baik mungkin. Berikhtiar harus selalu dilakukan diiringi dengan usaha yang seimbang, kemudian bertawakal dan serahkan semua hasilnya kepada kekuasaan Allah. Selalu jadikan hal-hal buruk sebagai sebuah pelajaran dan guru yang berharga karena hal-hal buruk tidak selamanya merupakan sesuatu yang negatif.

    ReplyDelete
  38. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia hidup pasti memiliki cobaan. Tuhan tidak akan menguji hambanya melebihi kemampuan hambanya. Hadapilah dengan ikhlas, senantiasa tuhan akan memudahkannya. Serahkan segala sesuatu kepada Tuhan YME.

    ReplyDelete
  39. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan kemampuan, sehingga manusia memiliki sifat transenden. Karena sifat tersebut, manusia bisa mengerti dan memahami sesuatu. Sesungguhnya tuhan mengetahui batas makhluknya sehingga sebagai hambanya hendaknya senantiasa berdoa kepadaNya, pasrah dan ikhlas serta taat akan ajarannya maka manusia akan mampu untuk menghadapi segala haling rintang yang ada.

    ReplyDelete
  40. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam hidup terkadang apa yan dijalani tidak sesuai dengan harapan hati. Terkadang apa yang diputuskan dalam menjalannya ditemukan keraguan. Terkadang segala yang mampu dilakukan telah dilakukan namun masih mengalami kegagalan dan terkadang mengalami ujian hidup. Tidak selamanya hidup akan baik, manusia dituntut untuk selalu merefleksikan diri agar dapat menjalani hidup dengan baik. Keikhlasan akan membantu menjalani hidup karena dengan keikhlasan manusia senantiasa akan bersyukur kepadaNya dan memperoleh hati yang tenang sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik.

    ReplyDelete
  41. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Wahai hambaku! sesungguhnya aku mengharamkan kedzaliman atas diriku.” (HR. Muslim). Allah Subhanahu wa ta’ala menghendaki setiap ketentuannya menjadi bahan pelajaran dan renungan bagi hamba-hamba-Nya. Menjadi peringatan yang menyadarkan manusia kepada kewajibannya sebagai hamba, juga kepada kebesaran Allah yang maha berhak atas setiap urusan seluruh makhluk-Nya. Kesadaran ini sejatinya mendorong setiap manusia mengerti hakikat peran hidupnya di dunia. Termasuk kesadaran sebagai rakyat, bahwa pemimpin yang adil dan amanah adalah barang mahal yang harus ditebus dengan ketaatan, moralitas, dan semua nilai baik rakyatnya.

    ReplyDelete
  42. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16
    Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah. Ada amanah yang berat yang harus dipikul di pundaknya. Dan pemimpin bukan hanya presiden, perdana menteri, raja, gebernur dan sebagainya. Kita semua adalah pemimpin. Seorang suami adalah pemimpin di keluarganya. Seorang istri merupakan pemimpin menjaga amanah dan rumah suaminya. Bahkan kita juga pemimpin bagi diri kita sendiri. Dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Maka jadilah pemimpin yang amanah.

    ReplyDelete