Oct 28, 2012

Kutarunggu Sang Rakata Transendenta




Oleh Marsigit

Rakata:
Saya tidak pernah memikirkan hal yang buruk-buruk, apalagi melakukannya. Tetapi kenapa kejadian buruk selalu menimpa kerajaanku. Kejadiannya selalu datang silih berganti dan bergelombang. Jelas hal yang demikian itu diluar kemampuanku sebagai seorang manusia. Tetapi apa salahnya? Saya sebagai seorang pemimpin itu bukan semata-mata kehendakku. Aku merasa diberi amanah untuk itu. Namun sebagai seorang pemimpin aku harus selalu berikhtiar. Tetapi apapun yang terjadi aku lebih baik bertawakal dan aku serahkan saja kepada kekuasaan Tuhan.



Bagawat:
Wahai Rakata, selama engkau berada dalam kebajikan, memikirkan kebajikan dan melakukan kebajikan, maka aku tetap bersamamu. Hal-hal buruk yang menimpamu dan kerajaanmu itu tidak semata sebagai suatu yang negatif, tetapi jikalau engkau ikhlas maka hal yang demikian itu merupakan kelengkapan hidupmu. Namaun jika ujianmu ternyata cenderung melampaui batas dan engkau merasakan al yang demikian maka serahkan saja ketentuan-ketentuan itu kepada sang pembuat ketentuan. Jangankan nasib manusia, ketahuilah bahwa Tuha itu maha mengetahui dan maha merawat semua ciptaannya.

Dewi Hermein:
Wahai sang Rakata, bukankah engkau tahu bahwa dunia itu meliputi banyak hal, tetapi apakah engkau telah mengetahui batas-batasnya? Jika aku bermain-main dengan batas dunia, maka akupun dapat menyebut bahwa dunia itu bisa batas pikiranmu, dunia itu bisa batas kerajaanmu, dunia itu bisa semua yang bisa engkau pikirkan, dunia bisa dirimu pribadi saja. Keahuilah bahwa peristiwa penyerbuan prajurit Kerajaan Stigma terhadap Kerajaan Hanuya itu bisa terjadi hanya pada wilayah pikiranmu saja. Aku bisa dan kuasa mengatakan hal yang demikian itu dikarenakan engkau telah meninggalkan sifat-sifat dunia dan menuju sifat-sifat transendent. Maka tiadalah banyak orang dapat mengetahui keadaanmu sekarang kecuali hanya sedikit orang saja. Itulah kelebihanmu dibanding dengan semua orang yang engkau pimpinnya. Maka jika engkau berkenan, engkau sekarang aku sebut sebagai sang Rakata Transendenta. Ketahuilah bahwa sifat transendenmu itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi dia itu berasal dari keikhlasan semua orang yang engkau pimpinnya. Itulah amanah. Maka jika aku lengkapkan, namamu bisa aku perpanjang menjadi sang Rakata Transendenta si Pengemban Amanah. Itu tidak berasal dari mana-mana, tetapi itu semata-mata kuasa Tuhan sang pencipta alam. Maka jika engkau ikhlas, percaya dan meyakininya, maka sebetul betul yang terjadi adalah bahwa engkau selalu terjaga atas kuasa Tuhan Yang Maha Kuasa. Janganlah ragu-ragu untuk itu. Maka jika segalanya telah merasa berkecukupan, maka segera kembalilah engkau ketempatmu bekerja dan uruslah segala macam persoalan pengelolaan kekuasanmu di kerajaanmu. Pegang teguhlah sesanti dalam hati dan pikiranmu kedalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani. Selanjutnya sebarkan dan amalkan hal yang demikian kepada semua wargamu, niscaya hal yang demikian akan menjadi benteng bagi dirimu dan kerajaanmu dalam menghadapi segala cobaan, termasuk dari sang Stigmaraja.

61 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan hamba-Nya. Tuhan memberikan cobaan bukan karena membenci hamba-Nya. Tuhan hanya ingin menguji kita, apakah kita bisa melewati cobaan yang diberi oleh-Nya dengan sabar, ikhtiar, ikhlas dan selalu meminta pertolongan kepada-Nya. Dengan cobaan itu kita akan semakin menjadi manusia yang lebih kuat, tetapi setelah melewati cobaan dari-Nya kita tidak boleh sombong dan merasa paling kuat, karena hal itu bisa menjerumuskan kita ke dalam jalan yang buruk.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Sang rakata transendental diibaratkan sebagai sosok pemimpin yang sudah meninggalkan sifat keduniaanya yang bisa membawa dirinya ke dalam sifat-sifat keserakahan serta kesombongan. Sifat yang demikian itu bukanlah sifat yang patut dimiliki oleh seorang pemimpin sejati, seorang pemimpin sejati harus lebih memfokuskan dirinya pada nilai-nilai transendental dan mengemban amanah yang diberikan kepadanya dari keikhlasan para pengikutnya. Pemimpin harus selalu berada dalam jalan kebajikan, karena pemimpinlah yang membawa para pengikutnya menuju arah tertentu dalam mencapai tujuannya. Tanggung jawab yang besar yang diemban oleh pemimpin harus tetap dijaga dan tidak mudah tergoyahkan oleh apapun juga. Masalah-masalah yang menerpa harus tetap disikapi dengan bijak dan tanpa mengenal putus asa, tetap berikhtiar dan apabila terasa berat maka serahkanlah sebagian bahkan segala urusan tersebut kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepadaNya sehingga manusia akan selalu berdoa dan bersyukur dan menjadi khalifah di bumi.
    Sering kali Allah SWT memberikan cobaan bagi setiap hambaNya, cobaan itu untuk menguji sampai mana batas keimanan hambaNya.
    Manusia yang telah mendapatkan cobaan ketika manusia dapat melewati cobaan tersebut maka dianggap telah lolos dan mampu meningkatkan dimensi manusia dari .

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia diturunkan di bumi, dipercaya oleh Allah mengemban amanah sebagai khalifah. Dalam memenuhi tugasnya itu manusia diberi kewajiban untuk selalu berikhtiar dan kemudian menyerahkan hasil ikhtiarnya tersebut kepada Allah. Ikhtiar dalam mencapai suatu tujuan hidup, tentulah memiliki berbagai tantangan yang harus dihadapi, terkadang tantangan itu sulit hingga menyebabkan suatu kegagalan. Satu keyakinan bahwa Allah tak akan memberi cobaan di luar kemampuan manusia, oleh karena itu hadapi dengan hati yang ikhlas, sehingga dalam menghadapinya akan menghilangkan stigma yang ada.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia diciptakan oleh Allah SWT untuk beribadah kepadaNya sehingga kita harus selalu berikhtiar dan bersyukur serta jadilah khalifah yang baik di bumi ini. Masalah pasti akan selalu hadir dalam hidup kita sebagai wujud ujian dari Allah SWT. Kita harus menyelesaikan masalah yang kita hadapi dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan perintah Nya. Jadikanlah masalah yang pernah kita hadapi sebagai pengalaman dan pelajaran berharga untuk meningkatkan dimensi hidup kita. Karena sebenar-benar hidup adalah meningkatkan dimensi menjadi lebih baik. Oleh karena itu, kita harus selalu bersyukur, berikhtiar, bertawakal, selalu meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, meningkatkan kualitas ibadah, dan ikhlas dalam menjalani hidup ini.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Subhanallah,,, mulia sekali sifat Rakata. Walaupun sering ditimpa musibah, ia tetap saja bersyukur atas pemberian Allah SWT kepadanya. Ia menerima dengan ikhlas musibah tersebut dengan tetap dan selalu berada di jalan Allah SWT. Ia selalu berusaha dan berdo’a untuk hidupnya. Dan tetap berada dan melakukan kebaikan serta menjauhkan diri dari hal buruk. Saya sangat setuju bahwa selama kita tetap dan selalu menjunjung kebaikan Allah akan bersama kita. Semoga kita diberi hidayah untuk selalu menjadi orang seperti Rakata. Aamiiiin...

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. Terbuka berarti bahwa dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan ada kemampuan untuk diisi dan dipenuhi oleh sesuatu.

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ikhlas dan sabar adalah kunci dalam menghadapi segala persoalan hidup untuk dapat bertahan. Ikhlas dan sabar membawa kepada pemenuhan hati yang bahagia dan rela menerima segala yang terjadi dalam hidup. Ini bukan merupakan hal yang mudah. Intinya bahwa semua hal yang dialami diserahkan kepada Tuhan agar beban hidup terasa ringan dan dapat menjalaninya dengan ikhlas dan sabar. Menjadi pemimpin tentu tidak mudah, maka diperlukan iman kuat untuk dapat menjalaninya dengan sepenuh hati.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sesungguhnya kehidupan dunia ini merupakan ujian bagi manusia sebagai khalifah. Dan tentunya setiap orang pasti pernah mengalami permasalahan yang berbeda-beda, ada yang berat dan ringan,serta terkadang orang itu merasakan beratnya ujian namun bagi orang lain menganggapnya itu ringan baginya. Semua ini tergantung ruang dan waktu yang dimiliki setiap orang. Dan Allah swt tidak akan memberikan ujian kepada hambaNya apa bila hamba itu tidak mampu memikulnya. Allah swt telah memkberikan akal untuk bisa menyelesaikan setiap ujian yang ada.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sifat spiritual yang paling tampak pada manusia adalah sifat transenden. Berdasarkan sumber https://id.wikipedia.org/wiki/Transenden, Transenden (Inggris: transcendent; Latin: transcendere) merupakan cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta. Contohnya, pemikiran yang mempelajari sifat Tuhan yang dianggap begitu jauh, berjarak dan mustahil dipahami manusia.Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. Terbuka berarti bahwa dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan ada kemampuan untuk diisi dan dipenuhi oleh sesuatu.

    ReplyDelete
  11. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Sebenar-benarnya hiudp adalah ihklas , memang ikhlas itu sangat sulit. ngga ada yang ngga bilang ahwa ikhlas itu mudah ko. Iyaa mudah mengucapkan tapi dilakuin sulit. jujur saja saya kalau berbicara masalah ikhlas maka saya katakn sangat sulit. tapi kita hraus belajar menerima ikhlas itu nanti. Ingat bahwa Allah itu snagat baik kepada kita. Jika Allah mencitai kita maka semua itu akan mudah.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Keadilan adalah bukti seseorang sudah mencapai kepekaan ruhani yang kuat.
    Pemimpin yang tak adil kepada yang dipimpinnya dapat dianalogikan seperti nakhoda yang membawa para penumpangnya menuju kesengsaraan. Sungguh sulit kita berlaku adil, apalagi untuk orang yang berkuasa sangat sulit berlaku adil kepada orang-orang yang dikuasainya. Maka Allah menganugerahkan naungan kesejukan pada hari kiamat untuk pemimpin yang adil. Semoga kita semua mampu menjadi pemimpin yang adil, sekali pun hanya memimpin diri kita sendiri untuk menuju kepada rahmat-Nya.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel ini cobaan yang menimpa manusia tidak hanya sebagai bencana, musibah ataupun hal besar lainnya yang secara inderawi merujuk pada hal negatif.
    Tetapi cobaan lain salah satunya adalah stigma.
    Oleh karenanya agar senantiasa terhindar dari stigma hendaknya berpegang teguh dengan hati dan pikiran dalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani.
    Kemudian dilanjutkan dengan menyebarkan dan mengamalkannnya agar menjadi benteng dalam menghadapi stigma tersebut.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Sifat spiritual yang paling tampak pada manusia adalah sifat transenden, transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya, pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya, dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka, seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah seperti yang orang katakan bahwa amanah tidak akan salah memilih pundak namun terkadang amanah memang terasa berat, namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang keikhlasan pengikutnya untuk dipimpin.

    ReplyDelete
  15. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tak bolehlah selalu mmandang buruk atas segal cobaan. Karena semua yang engkau alami adalah dari Tuhan sang pemberi Rahmat. Cobaan yang engkau alami dapat engkau pandang dengan sebuah ujian atas semua yang engkau pegang erat terhadap Tuhanmu. Ikhlaslah dan minta ampunlah atas segala perbuatan yang diperbuat.

    ReplyDelete
  16. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam elegi ini kita belajar bahwa Rakata merupakan raja yang amanah dengan segala kerendahan hatinya dengan selalu berikhtiar, bertawakal dan menyerahkan semua yang terjadi baik itu bersifat baik atau buruku untuk kerajaannya ia selalu ingat dan bersyukur atas semua yang telah di berikan oleh Allah SWT. Sifat transedenta yang dimiliki oleh Rakata berasal dari keikhlasan yang dimilikinya. Kita belajar bersyukur melalui elegi ini. Dengan bersyukur sedari kita bangun tidur sampai bangun tidur lagi merupakan salah satu cara agar kita selalu berikhtiar dan berdo’a kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Setelah membaca elegi ini, yang dapat saya ambil adalah bahwa seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah. Seperti yang orang-orang katakan bahwa amanah bukan suatu hal yang mudah karena pertanggung jawabannya terlalu besar dan berisiko. Namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang amanah karena insya allah dengan memegang amanah maka hidup akan terasa damai.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Manusia sebagai khalifah di bumi yang dibekali dengan kesempurnaan daripada makhluk lain, haruslah berupaya mengusahakan/ikhtiar serta berdoa terhadap apa yang ia kerjakan. Selebihnya serahkan hasilnya kepada Alloh. Setiap manusia diberi ujian sesuai dengan batas kemampuannya, dan manusia harus ikhlas, sabar, dan tawadhu atas apa yang Alloh karuniakan kepada kita. Meski tidak sesuai dengan kehendak hati namun yakinlah bahwa itu adalah hal yang terbaik yang Alloh berikan agar kita dapat mengambil hikmahnya. Apa yang kita sukai belum tentu menurut Alloh yang terbaik demikian sebaliknya. Alloh lebih tahu apa yang kita butuhkan daripada apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Transendentalisme merupakan paradigma yang menganggap bahwa ilmu pengetahuan hakekatnya tidak bebas nilai. Pada hakekatnya manusia tidak akan pernah menemukan ilmu yang benar-benar etis dan netral. Semua ilmu dimuati oleh nilai etika, dan etika yang paling benar adalah yang turun dari Tuhan YME. Sebagai seorang yang diberi amanah pemimpin hendaknya harus selalu berusaha untuk membuat rakyatnya nyaman, makmur, dan sejahtera. Namun semuanya itu tidaklah mudah pasti memiiki halangan. Sehingga apa pun yang terjadi sebaiknya kita serahkan pada Tuhan, dan selalumemohon agar selalu diberikan kelancaran dalam menghadapi segala hal.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Selama menjalani hidup kita pasti tak pernah lepas dari adanya masalah. Masalah merupakan kenyataan hidup yang harus dihadapi setiap manusia dalam kehidupan. Deengan adanya masalah akan membuat kita semakin berkembang dan eksis dalam hidupnya. Masalah akan membuat kita sadar akan yang telah kita perbuat sehingga dapat memperbaiki diri. Karena masalah hakekatnya adalah hidup. Orang kalau mau hidup harus siap untuk menghadapi masalah, apapun masalah yang dihadapinya. Karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan memberi cobaan diluar kemampuan umat-Nya.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam hidup terkadang apa yan dijalani tidak sesuai dengan harapan hati. Terkadang apa yang diputuskan dalam menjalannya ditemukan keraguan. Terkadang segala yang mampu dilakukan telah dilakukan namun masih mengalami kegagalan dan terkadang mengalami ujian hidup. Tidak selamanya hidup akan baik, manusia dituntut untuk selalu merefleksikan diri agar dapat menjalani hidup dengan baik. Keikhlasan akan membantu menjalani hidup karena dengan keikhlasan manusia senantiasa akan bersyukur kepadaNya dan memperoleh hati yang tenang sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik.

    ReplyDelete
  22. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam hadits qudsi Allah Ta’ala berfirman, “Wahai hambaku! sesungguhnya aku mengharamkan kedzaliman atas diriku.” (HR. Muslim). Allah Subhanahu wa ta’ala menghendaki setiap ketentuannya menjadi bahan pelajaran dan renungan bagi hamba-hamba-Nya. Menjadi peringatan yang menyadarkan manusia kepada kewajibannya sebagai hamba, juga kepada kebesaran Allah yang maha berhak atas setiap urusan seluruh makhluk-Nya. Kesadaran ini sejatinya mendorong setiap manusia mengerti hakikat peran hidupnya di dunia. Termasuk kesadaran sebagai rakyat, bahwa pemimpin yang adil dan amanah adalah barang mahal yang harus ditebus dengan ketaatan, moralitas, dan semua nilai baik rakyatnya.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16
    Menjadi seorang pemimpin bukanlah suatu hal yang mudah. Ada amanah yang berat yang harus dipikul di pundaknya. Dan pemimpin bukan hanya presiden, perdana menteri, raja, gebernur dan sebagainya. Kita semua adalah pemimpin. Seorang suami adalah pemimpin di keluarganya. Seorang istri merupakan pemimpin menjaga amanah dan rumah suaminya. Bahkan kita juga pemimpin bagi diri kita sendiri. Dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya di akhirat kelak. Maka jadilah pemimpin yang amanah.

    ReplyDelete
  24. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "...Pegang teguhlah sesanti dalam hati dan pikiranmu kedalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani. Selanjutnya sebarkan dan amalkan hal yang demikian kepada semua wargamu, niscaya hal yang demikian akan menjadi benteng bagi dirimu dan kerajaanmu dalam menghadapi segala cobaan, termasuk dari sang Stigmaraja."

    Keterjagaan "hati" dan "pikiran" benar-benar menjadi senjata dalam mencapai logos-logos di dunia. Dan ketercapaian logos bisa saja ditandai dengan terhidarnya kita (manusia) dari stigma-stigma yang bisa saja membawa kehancuran.

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kutarunggu sang rakata transendenta menjelaskan tentang bagaimana makna hidup itu sebenarnya. Hidup kadang suka kadang duka, ada kebaikan ada keburukan,kebahagiaan dan keesedihan keduanya saling melengkapi, kita akan merasakan kebahagiaan karena kita juga merasakan kesedihan. Apabila kita pernah menonton film "inside out" didalamnya bercerita bahwa happiness selalu menginginkan kebahagiaan namun tanpa sadness, hingga akhirnya happiness menyadari bahwa sebelum seseorang merasakan kebahagiaan, mereka merasakan kesedihan terlebih dahulu, diaitulah mengapa akhirnya happiness memahami bahwa diapun membutuhkan sadness untuk menjalankan kehidupannya. Dan untuk menuju suatu kebahagiaan maka kita akan mengalami segala tantangan dalam hidup termasuk kesedihan, musibah, keburukan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  26. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Menjadi seorang pemimpin bukanlah hal yang mudah. Pilihan yang dipilih harus demi kepentingan rakyat dan banyak pihak. Kebijaksanaan dalam melakukan berbagai hal harus selalu diutamakan. Namun setinggi-tinggi pemimpin (manusia) masihlah merupakan seorang makhluk dihadapan Tuhan. Segala sesuatu yang terjadi tidak dapat direncanakan. Semua hanya bisa mengusahakan untuk menuju kebaikan bagi seluruh rakyatnya. Hal-hal yang terjadi adalah kuasa Tuhan. Sehingga perlu untuk terus berikhtiar dan bertawakal dalam rangka mencapai ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Semakin tinggi pohon, maka akan semakin kuat pula angin yang menerpa. Begitulah kira-kira yang dirasakan oleh Rakata. Semakin Rakata menjadi pribadi yang lebih baik, maka akan semakin banyak pula ujian-ujian yang akan menerpanya. Begitu juga dengan kehidupan kita di dunia. Semakin berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik, maka akan semakin banyak pula ujian dan cobaan yang menerpa. Akan tetapi, jika kita ikhlas dalam menjalani itu semua, maka hal demikian akan mendatangkan keridhoan Allah SWT. Karena sudah ditetapkan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita semuanya dari Allah SWT. Ikhlas, sabar, dan syukur itulah kuncinya.

    ReplyDelete
  28. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Mengapa kita hidup? Hidup pada hakikatnya dalah berpikir. Lalu, apa akibat dari berpikir? Menurut pandangan saya, berpikir akan memunculkan suatu masalah. Agar tingkat berpikir kita semakin tinggi, maka kita perlu menyelesaiakn permasalahan tersebut. Jika ingin keberadaan kita diakui oleh orang lain, maka kita perlu menjalin hubungan dengan banyak orang. Melalui jalinan tersebut, maka masalah yang akan kita hadapi akan semakin banyak dan kompleks. Berdasarkan hal tersebut kita akan mempelajari banyak permasalahan serta mengetahui bagaimana solusinya. Di samping itu, kita perlu membuka pikiran, perasaan, dan hati kita. Sehingga kita akan tahu bahwa di dunia tidak ada yang salah dan benar, namun kebenaran adalah sebuah hal yang relatif. Seseorang yang dianggap sebagai seorang pemimpin, tentu akan menemui berbagai permasalahan yang tidak sedikit. Dengan banyaknya permasalahan yang dihadapi tersebut maka akan meningkatkan level kemanusiaannya. Banyaknya solusi yang kita temukan seharusnya semakin menambah ketaqwaan kita terhadap Allah SWT. Terlebih jika kita lebih menyadari bahwa kita hanyalah sebagian kecil dari kuasa dan kehendakNya.

    ReplyDelete
  29. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dua hal utama yang terkandung dalam elegi ini, yaitu Tuhan tidak akan memberi cobaan melebihi batas kemampuanmu hambanya dan seorang pemimpin mengemban amanah dan tanggungjawab. Kehidupan penuh dengan rintangan, namun rintangan dan cobaan yang datang bukan semata sesuatu yang buruk melainkan terkadung hikmah dan sebagai sarana untuk mengangkat derajat seseorang. Maka hendaklah kita berbaik sangka atas segala cobaan dan senantiasa selalu ikhlas dan tawakal. Begitu pulalah dengan seorang pemimpin yang hendaknya selalu berprasangka baik kepada cobaan, serta cendekia, mandiri dan bernurani sehingga mampu menjadi suritauladan bagi warganya.

    ReplyDelete
  30. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam hidup, selalu ada kesusahan dan kesenangan, selalu ada kegembiraan dan masalah, selalu ada suka dan duka. Semua itu sebenarnya termasuk dalam kategori “ujian kehidupan”. Ujian hidup bukan hanya berupa masalah, duka, problem, kesusahan, namun sejatinya ujian hidup dapat berupa kesenangan, harta yang banyak, dan lainnya. Jika seseorang dapat survive bahkan mampu menyelesaikan ujian ini, baik dengan ikhtiar atau berpegang teguh pada agama, maka level keimanannya bisa meningkat. Cobaan-cobaan yang datang dari Sang Maha Kuasa itu juga sejatinya dapat meningkatkan dimensi spiritual kita.

    ReplyDelete
  31. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam hidup, selalu ada kesusahan dan kesenangan, selalu ada kegembiraan dan masalah, selalu ada suka dan duka. Semua itu sebenarnya termasuk dalam kategori “ujian kehidupan”. Ujian hidup bukan hanya berupa masalah, duka, problem, kesusahan, namun sejatinya ujian hidup dapat berupa kesenangan, harta yang banyak, dan lainnya. Jika seseorang dapat survive bahkan mampu menyelesaikan ujian ini, baik dengan ikhtiar atau berpegang teguh pada agama, maka level keimanannya bisa meningkat. Cobaan-cobaan yang datang dari Sang Maha Kuasa itu juga sejatinya dapat meningkatkan dimensi spiritual kita.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Cobaan datang itu karena kita mampu untuk melewatinya dengan syarat kita benar-benar melaluinya dengan usaha yang baik. Seseorang itu diuji karena dia sudah melalui berbagi pelajaran yang menempah dirinya untuk menjadi lebih baik lagi, namun jika menyerah di tengah jalan artinya orang tersebut belum tuntas dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Untuk itu diperlukan usaha yang lebih agar dapat melalui ujian dan cobaan itu dengan baik. Dalam memenuhi keinginan untuk melewati ujian maka diperlukan keikhlasan, kesabaran hati, dan ikhtiar yang tiada henti, setelah itu berserah diri atas kehendakNya.

    ReplyDelete
  33. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof

    Iya ya, sambil menggumam syahdu dalam hat ini.Rasanya ada getaran kesadaran dan ketakjuban yang seakan-akan mulai menggoyahkan perasaan ini setelah membaca postingan tersebut.Akan ada hal-hal yang terjadi di luar kehendak kita atau yang biasa kita sebut sebagai kuasanya Tuhan.Ujian yang terkadang datang silih berganti.Sebenarnya kalau kita menggalinya lebih dalam bahwa keburukan yang menimpa itu adalah kebaikan.Ujian merupakan tempat untuk meraih tingkat yang lebih tinggi.Yang demikian itu tercapai bilamana seseorang memiliki rasa keikhlasan sebagaimana yang disebutkan dalam postingan tersebut.

    ReplyDelete
  34. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Percakapan diatas memberikan makna bahwa segala kejadian baik positif ataupun negataif yang terjadi pada manusia merupakan hasil dari apa yang telah di perbuatanya dan boleh jadi pula merupakan cobaan dari tuhan untuk mengujuki makhluknya, cobaan bisa dalam bentuk kesenangan ataupun juga bentuk kesedihan. Menurut kami apa yang terjadi negeri Sang Rakata merupakan cobaan yang harus di selesaikan dengan muhasabah. Sepertinya Sang Rakata masih belum ikhlas dan masih bersikap sombong, hal ini terlihat dari ucapannya “ saya tidak pernah memikirkan hal-hal buruk apalagi melakukannya”. Oleh karenanya Rakata untuk menghancurkan kesombongan ini ia butuh belajar ikhlas dan bersama-sama bermuhasabah untuk memperoleh jalan yang benar. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  35. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa transendentalime merupakan ideologi yang meyakini bahwa ilmu pengetahuan itu pada dasarnya tidak bebas dari nilai-nilai. Hakekatnya adalah manusia sebenarnya tidak akan pernah untuk mampu mendapatkan atau menemukan ilmu yang sebenar-benar etis dan netral. Semua Ilmu pada dasarnya memiliki muaan etis dan etika, etika yang balin benar adalaj wahyu yang diturunkan langsung oleh Tuhan Yang Maha Esa. Berdasarkan elegi ini, seseorang yang mendapat amanat untuk menjadi pemimping sebaiknya senantiasa berusaha dan berdoa agar dia mampu membuat rakyat yang dipimpinga sejahtera, makmur dan mendapat perlakuan yang adil. Tentu saja untuk mencapai hal tersebut akan selalu ada rintangan dan hambatan, oleh karena itu sebagai manusia harus senantiasa berusaha keras dan berdoa serta berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  36. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sesungguhnya saya terkadang merasa seperti sang Rakata. Saya sudah berbuat yang baik, menjauhi yang buruk tetapi terkadang hal-hal kurang menyenangkan masih terjadi dalan hidup sayam saya kadang menanyakan kepada diri saya sendiri "saya kurang baik apa?" "Apa saya harus berhenti berbuat baik?"
    Siapalah saya berhak memikirkan hal tersebut. Apa yang baik menurut saya belum tentu baik menurut orang lain, apalagi menurut Tuhan. Kebaikan saya mungkin hanyalah sedikit dibandingkan seluruh kebaikan Tuhan dalam hidup saya. Sebaik apapun kita tak akan menjamin hal-hal buruk tak kan terjadi dalam hidup kita. Hidup tak melulu berisi hal-hal baik, bagitupun sebaliknya. Hidup itu berputar, ada saatnya hal-hal baik terjadi, ada saatnya hal-hal buruk terjadi. Itulah hidup. Hidup itu proses belajar. Dari masing-masing hal baik maupun buruk yang terjadi, akan ada pelajaran yang bisa diambil dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi.
    Ikhlas dalam berbuat baik juga berarti tak mengharapkan imbalan atas perbuatan baik kita, tak mengeluh atas hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup dan tetap berbuat baik. Menjadi ikhlas memang sulit, tetapi saya mau belajar menjadi pribadi yang ikhlas. Dengan ikhlas, kita akan memandang hidup menjadi lebih baik, meskipun hal buruk terjadi, kita akan tetap dapat melakukan hal yang baik.

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Keburukan yang menimpa kita bisa merupakan balasan yang Allah segerakan terhadap perbuatan buruk kita. Namun, keburukan yang menimpa tidak selalu merupakan azab, melainkan ujian. Setiap orang tentu mengalami ujian di dalam hidupnya. Jenis ujian dan beratnya ujian bagi setiap orang pun berbeda-beda. Ujian bagi seorang pemimpin akan berbeda dengan ujian bagi seorang yang dipimpin, demikian pula seorang yang menunut ilmu juga akan menghadapi berbagai ujian. Semakin tinggi imannya akan semakin berat ujian yang harus dihadapi. Namun, Allah selalu memiliki rencana dibalik setiap ujian yang diberikan pada makhluknya. Selalu ada makna yang Allah selipkan. Oleh karenanya sifat keikhlasanlah yang dapat membuat manusia tetap bersabar dan tawakal dalam menghadapi setiap ujian yang datang. Ketika menghadapi ujian-ujian-Nya itu, kita hendaknya senantiasa memohon pertolongan Allah agar kita diberikan kekuatan dalam menghadapinya.

    ReplyDelete
  38. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Ujian akan selalu datang ke dalam kehidupan manusia. Ujian yang membuat kita berkembang dan ujian pula yang menandakan kita hidup. Ujian hanya akan datang ketika kita belajar dan menuju ketingkat yang lebih tinggi. Setiap ujian pula selalu Allah pasangkan dengan solusi maka dapat kita garis bawahi bahwa sesungguhnya Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya. Ujian yang dialami manusia adalah bersifat untuk pembelajaran dan juga membrikan hikmah setiap kejadian yang diberikan. dan ujian setiap manusia itu berbeda sesuai dengan kemampuan masing-masing.

    ReplyDelete
  39. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Dalam kehidupan ini selalu ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Itulah yang dinamakan sebagai masalah. Masalah yang ada merupakan ujian yang diberikan Allah swt kepada umat-umatnya. Kita sebagai manusia hanya dapat berikhtiar dan bertawakal dalam menghadapi sebuah masalah. Percayalah bahwa Allah swt itu memberikan tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan manusia. Terimakasih

    ReplyDelete
  40. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Apa yang kita harapkan belum tentu dikabulkan oleh Allah. karena Allah lah skenario terbaik, Maha Tahu apa yang kita butuhkan. Maka janganlah bersedih terlalu lama dengan kegagalan yang menimpa kita. Usaha dan terus berusaha dalam menggapai sesuatu. Serahkan semua kepada Allah yang memiliki kehendak akan semua ini.Dibalik kegagalan pasti ada hikmah tersembunyi dan Allah tidak akan membebani umatnya melebihi kesanggupan umat tersebut.

    ReplyDelete
  41. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Setiap manusia pastilah pernah diberi cobaan. Meskipun terkadang banyaknya dan beratnya cobaan yang diberikan berbeda. Tetapi kita harus tetap ikhlas akan cobaan yang diberikan kepada kita. Kita juga harus senantiasa berusaha untuk mengatasi cobaan dan kesulitan yang menimpat kita. Kita harus yakin bahwa Allah SWT memberikan cobaan karena yakin kita akan mampu melewatinya. Dan sungguh Allah SWT akan mengangkat derajar hamba-hambanya yang senantiasa ikhlas dan bersabar menghadapi cobaan.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Kegagalan merupakan bagian dari perjalanan hidup manusia, di dunia ini tidak ada manusia yang lepas dari kegagalan. Namun, sebagai manusia yang diberikan akal dan pikiran, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Manusia juga ditakdirkan untuk mampu berusaha, hal tersebutlah yang menjadi modal pendukung manusia selain doa. Selain itu manusia memiliki rasa ikhlas sebagai fase di antara gagal dan usaha, maka dari itu percayalah pada kekuatan Tuhan yang akan mampu membalikan kegagalan, menjadi keikhlasan dalam berusaha dan diakhiri dengan keberhasilan.

    ReplyDelete
  43. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sebaik-baiknya kita telah menjalankan amanah yang diemban baik amanah terhadap diri sendiri maupun orang banyak, dengan penuh ikhtiar dan tawakal kepadaNya, tetaplah cobaan itu selalu ada dan datang untuk menguji umatNya. Maka untuk menghadapinya tetaplah berpegang teguh dalam hati dan pikiran ke dalam keadaan cendekia, mandiri dan bernurani.

    ReplyDelete
  44. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Setiap manusia pasti pernah mengalami cobaan. Segala cobaan yang di berikan Allah kepada manusia tidak sia-sia diberikan. Namun ada hikmah dibalik segala yang diberikan Allah. Tergantung bagaimana orang tersebut menanggapinya. Cobaan tidak selamanya berupa hal-hal yang dirasa sulit tetapi terkadang rasa senang juga merupakan suatu cobaan. Apakah bisa seorang hamba tetap bertaqwa kepada Tuhan dan tidak lupa kepada Tuhan.

    ReplyDelete
  45. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Setiap manusia memiliki masalah masing-masing, namun tingkatan masalah yang dihadapi sangatlah berbeda tergantung dengan lingkungannya, selain itu masalah tidaklah lebih besar dari kekuatan yang kita miliki untuk mengahadapinya. Maka janganlah suka mengeluh untuk masalah apapun yang sedang dihapadi. Setiap orang memilih jalan yang berbeda untuk mengatasi maslah yang dihadapinya. Ada yang membaginya dengan orang lain, namun ada yang menyimpannya untuk diri sendiri. Semuanya itu tergantung kekuatan diri untuk menghadapinya. Maka pahamilah kemampuan diri sendiri agar hidup lebih mudah dijalani.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setiap manusia di dunia ini memiliki amanah masing-masing. Ada yang mendapat amanah mengurus orang sakit, menjadi guru, menjadi tukang parkir, dan sebagainya. Apapun amanahnya, sebaiknya kita selalu menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya dengan segala tanggung jawab. Dalam menjalankan amanah tersebut, kadang terdapat hambatan rintangan. Sesungguhnya hambatan dan rintangan itu adalah cobaan dari Allah untuk menguji seberapa jauh iman kita. Namun, Allah tidak akan memberi cobaan melampaui batas yang kita miliki. Oleh karena itu, apapun rintangannya, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk menghadapinya dan yakin bisa mengahadapinya. Jikalau kita gagal, mungkin itu sudah merupakan takdir. Yang terpenting adalah untuk selalu berikhtiar dan berdoa

    ReplyDelete
  47. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam kehidupan, tentu saja tidak semua hal dapat berjaan sesuai dengan keinginan dan rencana kita. Bagaimana suatu kebaikan yang senantiasa kita upayakan tidak selalu menghasilkan kebaikan pula. bisa jadi kita diuji dengan beberapa kondisi yang menyulitkan kita, namunntergantung bagaimana kita memandang kondisi tersebut, tentu saja haruslah ikhlas dan mengevaluasi diri dengan hal itu. Bagaimana kita menyertakan sifat amanah dalam diri, menghindarkan sikap sombong dan senantiasa bersyukur haruslah kita tanamkan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  48. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Manusia diciptakan adalah sebagai khalifah (pemimpin). Yang paling pertama adalah khalifah (pemimpin) bagi dirinya sendiri dulu. Sebagai seorang pemimpin dipenuhi dengan tanggung jawab yang besar. Dalam memimpin dirinya sendiri misalnya, mengambil keputusan untuk memilih terus-terus berpikir dan belajar atau hanya diam dan terjebak mitos. Keinginan dari setiap manusia pastinya dapat membuat keputusan paling baik pada pilihan-pilihan yang ada dalam hidup. Membuat putusan bukanlah hal yang mudah dan namun bukanlah juga yang sangat sulit hingga tidak dapat dikerjakan karena sesungguhnya Allah tidaklah akan menguji hambanya di luar batas kemampuan hambanya, kembali bergantu dari manusianya mau berusaha atau menyerah dan terpuruk.

    ReplyDelete
  49. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Tak selamnya hal yang indah terjadi dalam hidup. tentu semua orang merencanakan segala hal yang baik, tapi pada kenyataannya terkadang hal buruk terjadi. Ikhlas dan tawakal dalam menerima keburukan yang tejadi dalam hidup merupakan langkah untuk melalui keburukan itu. Jangan menyerah dan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik.

    ReplyDelete
  50. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sifat spiritual yang paling tampak pada manusia adalah sifat transenden. Transenden berarti mengatasi atau melampaui hal baru yang belum ada dalam tahap hidup sebelumnya. Pada intinya manusia dapat mengatasi segala hal di luar hal yang pernah dijumpai dalam hidup melalui sifat transendennya. Dengan sifat transendennya pula manusia menjadi terbuka. Terbuka berarti bahwa dalam diri manusia tersedia ruang, dorongan, dan ada kemampuan untuk diisi dan dipenuhi oleh sesuatu. Karena keterbukaan tersebut maka manusia memiliki kemungkinan atau kemampuan untuk mengerti, menerima, dan mencapai hal yang melampaui diri dan dunianya.

    ReplyDelete
  51. Dengan keterbukaan terhadap transenden itu manusia akan mampu keluar dari dirinya sendiri dan menangkap realitas di luar dirinya. Lebih jauh lagi, dengan keterbukaan terhadap transenden itu manusia mampu memahami yang tidak terbatas yaitu manusia mampu memahami realitas tertinggi, terbaik, terbenar, teradil yakni Allah swt. Dengan dasar inilah maka hidup manusia tergantung pada Tuhan sang Pencipta. Sesungguhnya Allah swt telah mengetahui batas kemampuan kita sehingga semuanya telah diatur sedemikian rupa. Dengan selalu berdoa, pasrah diri, dan taat akan ajaran-Nya maka manusia akan mampu untuk menghadapi segala rintangan dalam hidup ini.

    ReplyDelete
  52. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dalam cerita ini dibicarakan masalah amanah seseorang menjadi pemimpin. Pemimpin memang tidak dilahirkan secara kebetulan tetapi memang sudah menjadi kehendak Tuhan yang memilihnya. Maka dari itu, segala dinamika yang ada ketika menjadi pemimpin adalah sebuah ujian karena seseorang diniali pantas memimpin. Semakin berat ujian seorang pemimpin maka semakin tinggi pula derajatnya jika ia mampu mengatasi persoalan itu deng abijaksana. Dijelaskan pula bahwa untuk mengahadapi ujian dan cobaan maka hati dan pikiran perlu diteguhkan ke dalam keadaan cendekia, mandiri dna bernurani.

    ReplyDelete
  53. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam postingan di atas dapat diketahui bahwa ujian itu akan datang kepada siapa saja. Untuk melihat menunjukkan dan menguji kedudukannya. Ujian ini berupa kekudukan atau amanah, bagaimana ia berusaha dan bagaimana ia mengemban amanah itu. sehingga yang perlu dan tetap dijalankan yaitu ikhtiar, do’a dan tawakal. Kemudian satu hal pula yang tak boleh kita lupakan bahwa Allah Ta’ala tidak akan menguji umatnya melampaui batas kemampuan, sehingga yang erlu kita yakini ujian yang datang ini pasti bisa diselesaikan. Dalam ujian pula akan menentukan setelah datangnya ujian kita akan menjadi manusia yang lebih baik lagi atau malah terpuruk. Sehingga menjadi pemimpin pun seharusnya memiliki sikap ini ikhlas dan meyakini atas Kuasa Allah Ta’ala.

    ReplyDelete
  54. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Hidup kita tidak hanya berisi dengan kesenangan, kebahagiaan, keberhasilan saja. tapi hidup kita juga berisikan kesedihan, kekecewaan serta kegagalan. Itulah hakekat hidup. Membuatnya menjadi berwarna. Tak bisa kita merasakan nikmatnya manis bila belum pernah mengecap pahit. Begitulah hakekat hidup. Semuanya seimbang. Semuanya dibutuhkan. Maka manakala kita dilanda kegagalan, kesedihan, berpositif thinking-lah, itu hal biasa yang akan mendewasakan kita. ada hikmah dibaliknya yang akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih bermakna

    ReplyDelete
  55. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Sifat transenden berasal dari keikhlasan hati manusia, yakni amanah. Amanah diturunkan atau dipilihkan atas kuasa Tuhan sang pencipta alam. Jika manusia ikhlas dalam mengemban amanah maka ia akan selamat dan sukses atas izin Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan kata lain, jangan ragu dalam menjalankannya dan selalu merasa cukup (qanaah), serta berpegang teguh di jalan yang benar dan selalu berpikir cendekia, mandiri dan bernurani. Dan tidak lupa pula mengamalkannya dan menyampaikannya pada orang lain serta menghilangkan stigma dalam hidup.

    ReplyDelete
  56. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Apa yang terjadi di dalam hidup kita adalah takdir dari Allah SWT. Namun datangnya takdir selalu melalui perantara. Begitu pula segala sesuatu yang kita dapatkan di dalam hidup. Ketika diberi kepercayaan dan amanah untuk menjadi pemimpin, maka kita harus paham betul apa hak dan kewajiban kita. Kita harus paham betul bahwa kebijakan yang keputusan yang kita ambil akan berpengarh pada orang banyak. Bukan tidak mungkin cobaan datang silih berganti dari setan di dalam hati hingga setan berwujud manusia yang akan mengganggu kehidupan kita. Namun ketahuilah bahwa setelah ada kesulitan pasti ada kemudahan, itulah janji Allah pada umatnya. Setiap usaha yang kita lakukan, jika itu gagal, maka kita sedang diberi cobaan dan untuk itu kita harus bersyukur karena Allah telah menegur kita agar kita lebih bertawakkal dan gigih berusaha.

    ReplyDelete
  57. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Menjadi seorang pemimpin bukanlah perkara muda. Tidak hanya cerdas, pandai mengambil keputusan, serta sifat-sifat kepemimpinan lainnya, seorang pemimpin harus amanah, yaitu tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan padanya. Berapa banyak pemimpin yang cerdas dan persuasif namun ternyata tidak mampu menjaga amanah yang diberikan padanya.

    ReplyDelete

  58. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi ini, yang dapat saya ambil adalah bahwa seorang pemimpin itu adalah sang pengemban amanah. Sperti yang orang-orang katakan bahwa amanah tidak akan salah memilih pundak. Terkadang amanah memang terasa berat, namun seorang pemimpin harus ikhlas dan tawakal memegang keikhlasan pengikutnya untuk dipimpin.

    ReplyDelete
  59. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menjadi pemimpin berarti menjadi pengemban amanah rakyat yang dipimpinnya. Ketika suatu cobaan datang silih berganti, yang bisa dilakukan seorang pemimpin adalah berikhtiar untuk mengatasinya dengan sebaik mungkin, dan bertawakal atas hasil usaha yang telah dilakukan.
    Jangan berburuk sangka terhadap apa yang terjadi, terhadap apa yang menjadi ketentuan dari Allah. Karena Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Nya melebihi batas kemampuan yang dimilikinya, dan setiap cobaan yang datang akan membuat hamba-Nya menjadi manusia yang lebih baik dan kuat.

    ReplyDelete
  60. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pemimpin yang ikhlas hati ikhlas pikir maka akan mengeluarkan kebijakan yang baik untuk rakyatnya. Di dunia ini segala sesuatu pasti ada ujiannya, tinggal bagaimana cara mensikapinya. Mensikapi ujian harus secara positif, karena jika kita lolos dari ujian maka level kita akan meningkat, bukankah ini merupakan kebaikan buat kita. Jadi dalam menghadapi ujian bisa memakai rumus IDT (Ikhtiar, doa, tawakal).

    ReplyDelete
  61. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam menjalani hidup, pasti akan ada cobaan yang menguji kita. Kita tidak perlu bersedih hati apabila diberikan ujian oleh Allah karena ujian merupakan salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Kita harus selalu berpositive thinking terhadap Allah dan selalu menaati aturan-Nya.
    Begitu pula saat kita sedang mengemban amanah. Akan datang ujian-ujian agar kita menjadi pribadi yang lebih baik. Tak usah bersedih hati. Jalani dengan ikhlas dan selalu memohon petunjuk kepada Allah. Amanah tidak akan salah memilih pundak, tapi terkadang manusia yang salah tingkah jika diberi suatu amanah. Oleh karena itu, jika diberi suatu amanah, jalankan dengan sebaik mungkin.

    ReplyDelete