Oct 17, 2012

Elegi Kail Bermata Durja

Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai sang Bagawat kelihatannya engkau ingin menyampaikan sesuatu kepadaku?



Bagawat:
Begini Cantraka...yang namanya krisis multidimensi itu ...tidak habis-habisnya untuk dibahas.

Cantraka:
Wah saya sudah mulai jenuh...nih...apa tidak ada topik lain?

Bagawat:
Tunggu dulu...apa kamu tahu apa itu yang namanya Kail Bermata Durja?

Cantraka:
Oh...baru kali ini aku mendengarnya. Kalau yang namanya Kail, aku sudah biasa. Tetapi apa anehnya sebuah Kail mesti engkau persoalkan?

Bagawat:
Bukan Kailnya yang menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah orang yang menggunakan Kail atau Pengail. Dan Ikan tangkapannya.

Cantraka:
Apa pula masalahnya dengan mereka?

Bagawat:
Saya ingin bertanya kepadamu. Adakah kesalahan seorang Pengail itu?

Cantraka:
Menurutku tidak ada kesalahan.

Bagawat:
Itulah gunanya filsafat, yaitu mencoba memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun. Kesalahan Pengail adalah karena dia telah menipu Ikan. Dia pura-pura memberi umpan, padahal di dalam umpannya itu terdapat senjata untuk membunuh ikan itu.

Cantraka:
Hahaha...haha...haha....wahai sang Bagawat....kali ini ijinkan aku untuk tertawa lebar-lebar. Apalah gunanya engkau persoalankan hal sepele seperti itu? Apakah berpikir filsafat kemudian akan menjadi orang aneh?

Bagawat:
Sebenar-benar tangisan dan tawa seseorang itu menunjuk kepada dimensinya.

Cantraka:
Oh...maaf Bagawat. Kalau begitu...lantas...dimensiku itu seperti apa?

Bagawat:
Dimensimu adalah seorang Cantraka yang belum mengetahui apa itu Kail Bermata Durja.

Cantraka:
Oh..maafkan diriku sang Bagawat. Mohon ampunlah...diriku itu. Bolehkah aku mengetahui apa yang dimaksud Kail Bermata Durja?. Kenapa diberinama Bermata Durja?. Apa itu Durja?

Bagawat:
Jika Durja aku konotasikan dengan sesuatu yang tidak baik, padahal Durja itu menjadi mata pancing; maka Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Segala alat yang kemudian dikonotasikan sebagai Pancing itu bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst. Sedangkan obyek yang dipancing dapat pula berupa fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst.

Cantraka:
Lantas...seperti apa contohnya Kail Bermata Durja itu?

Bagawat:
Kail Bermata Durja itu adalah Kail Keburukan, Kail Kedholiman, Kail Maksiat, Kail Korupsi, Kail Nepotisme, Kail Kolusi, Kail Penjajahan, Kail Eksploitasi, Kail Kooptasi, Kail Explorasi, Kail Persekongkolan, Kail Powernow, Kail Neokapitalis, Kail Neopragmatis, Kail Posmo, Kail Utilitarian, Kail Hedonisme, Kail Mencari Untung Tanpa Peduli Kepentingan yang Lebih Besar, Kail Ego Diri atau Kelompok yang Ingin Menang Sendiri, Kail Yang Penting Proyek Tanpa Peduli Dampaknya, Kail Feodalisme, Kail Politiking, Kail Markus, Kail Manipulasi, Kail Paternalistik, Kail Syaitoniah...dst.

Cantraka:
Wuoh....wuoh...wuoh....baru sadar aku. Ternyata di dunia ini terdapat banyak sekali ragam Kail itu? Tetapi saya belum begitu paham bagaimana mereka mampu menggunakan Kail Bermata Durja itu?

Bagawat:
Kita dapat menyaksikan perilaku mereka. Bagi seorang Pemancing Ikan maka sebuah Kail telah digunakan untuk menipu Ikan kemudian membunuhnya. Bagai seorang Murid tidak jujur, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Bagi seorang Guru tidak jujur, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk memalsu PAK. Bagi seorang Calo Penumpang, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk menipu penumpang dan memperoleh keuntungan. Bagi Para bankir nakal maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menipu nasabah. Bagi Petugas Pajak, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk manipulasi pembayaran pajak. Bagi negara super power maka Kail Bermata Durja digunakan untuk ekspansi kekuasaannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...bilamana dan bagaimana kita terbebas dari Kail Bermata Durja?

Bagawat:
Bagi Syaitan...maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Tuhan. Maka Kail Bermata Durja ini juga salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisis multidimensi.

25 comments:

  1. Nama: Dyah Ayu Fitriana
    NIM: 17701251028
    Prodi: PEP S2 B

    Bismillah
    Berfilsafat itu memikirkan sesuatu hal yang mungkin tidak dipikirkan oleh orang lain. Yang berusaha membuat kita lebih kritis dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita. Ternyata makna dari kail itu sangatlah di luar pikiran saya. Kail yang saya tahu hanya untuk menipu ikan ternyata bisa digunakan pada hal lain juga. Kail disini seperti godaan setan kepada kita. Kita sebagai ikan, dan setan yang menggunakan kail tersebut. Sungguh dengan mudahkan kita tertipu akan hal sekecil itu. tentu kita tidak akan menyalahkan mata kail itu, karena sungguh kita lah yang salah. Kurang mendekatkan diri kepada Allah yang membuat kita mudah untuk tertipu.

    ReplyDelete
  2. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Kail bermata durja bisa menjadi hal yang positiv dan negatif. Positif jika itu digunakan untuk menangkap ikan di tempat yang luas dan tidak mungkin menangkapnya dengan seser kecil apalagi dengan cara di bom. Itulah cara terbaik menangkap ikan, tetapi bisa menjadi hal negatif jika itu diibaratkan dalam kehipun sehari-hari atau kehidupan politik. Dengan cara seperti itu otomatis cara yang digunakan tidaklah sehat, sudah jelas caranya dengan mengelabui atau membohongi demi kepentingan dirinya sendiri. Orang-orang yang menggunakan cara seperti itu adalah orang yang tidak melandasi hati dan pikirannya dengan spiritual, sehingga hatinya dikuasai oleh syaitan. Cara-cara mengelabui adalah sebenar-benar cara yang digunakan syaitan untuk menjerumuskan mangsanya supaya menjadi pengikutnya.

    ReplyDelete
  3. Anisa Safitri
    PEP B 2017
    17701251038

    Kail bermata durja, sebuah ungkapan yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia. Memiliki makna bahwa manusia tidak dapat lepas dari godaan hawa nafsu. Ada umpan yang melenakan maka akan mendorong nafsu manusia yang tidak terkontrol. Godaan-godaan tersebut ada dimana, di rumah, lingkungan akademisi, maupun lingkungan kerja baik pemerintah ataupun swasta. Dalam elegi ini memberikan contoh petugas pajak, kail bermata durja ini digunakan untuk memanipulasi pembayaran pajak. Adanya godaan dan hawa nafsu yang saling berkaitan untuk memanipulasi pajak tersebut. Timbulnya kecurangan dalam lembaga tidak lepas dari adanya peran jabatan atau orang yang memiliki kekuasaan. Maka jabatan atau kekuasaan tersebut merupakan representasi dari kail bermata durja. Semoga kami terhindar dari perbuatan tersebut dan dapat menahan hawa nafsu dari perbuatan yang buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia tidak akan terlepas dari berbagai godaan syaitan. Jika tidak berhati-hati, kita dapat terlena dengan kail bermata durja yang disiapkan syaitan. Apalagi dengan zaman yang membuat kita seringkali ingin sesuatu yang instan, menjadikan kita semakin mudah menggunakan kail bermata durja untuk mencapai tujuan kita secara instan. Seperti seorang siswa yang ingin memperoleh nilai baik tanpa belajar, maka ia pun mencontek. Seorang pejabat yang ingin memperoleh kekayaan tanpa usaha berlebih, maka ia pun melakukan korupsi memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya. Maka agar terhindar dari godaan syaitan kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, memohon petunjuk dan ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C (S2)

    Dengan berfilsafat, maka kita dapat memilkirkan segala hal misalnya hanya sebuah kail pun bisa digunakan untuk merefleksikan diri ke dalam kehidupan sehari-hari. Kail bermata durja adalah pemancing untuk mengumpan mangsa dalam segala keburukan. Agar kita dapat terhindar dari perbuatan yang buruk solusinya adalah selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  6. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kita tidak punya hak untuk menilai baik dan buruknya seseorang, karena yang berhak menilai adalah Allah SWT. Jangan kita menilai seseorang itu baik atau buruk. Kita bukan standar bagi orang lain. Baik dan buruk tergantung dari dimensi ruang dan waktu, tergantung darimana dan kapa kta memandang. Kita bisa menyalahkan Ojek online karena mereka mengambil penumpang yang sebelumnya naik ojek konvensional. Kita bisa juga menyalahkan ojek konvensional yang telah mengambil penumpang yang sebelumya menaiki becak. Kita juga bisa menyalahkan orang memilih untuk menaiki transportasi mana yang dipilihnya. Pada dasarnya, salah dan benar tergantung dimensi mana dan kapan kita berada.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menggambarkan keadaan negara kita, Indonesia. Beberapa kasus diantaranya adalah kasus seperti kail bermata durja ini, keadaan dimana seseorang menggunakan cara yang terlihat baik (padahal tidak sebaik yang ditampilkan) untuk menarik simpati masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperjuangkannya serta dari beberapa tanggapan masyarakat yang merasa dibohongi oleh janji-janji para petinggi.
    Mohon maaf jika ada kesalahan karena komentar ini sama sekali tidak bermaksud untuk menghakimi siapapun. Mohon koreksi, terima kasih

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berfilsafat itu artinya berpikir lebih luas dan lebih dalam dari berpikir pada umumnya, sehingga sampai pada tahap pemaknaan yang lebih luas dan lebih dalam. Segala benda yang ada dan yang mungkin ada memiliki sisi filosopisnya masing-masing tergantung pada orang yang memandangnya.

    ReplyDelete
  9. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, sebaiknya kita menempuh cara yang baik. Tidak dengan merugikan orang lain. Karena itu sama halnya kita menjadi benalu dalam kehidupan orang lain. Namun tidak dapat dipungkiri, terkadang kita sering mementingkan diri sendiri untuk mencapai tujuan kita tanpa mempedulikan apa yang dialami orang lain, dari dampak yang kita lakuakn guna mencapai tujuan tersebut. Maka marilah menginstrofeksi diri sendiri, apakah kita termnasuk dalam golongan tersebut?.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  10. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Melalui elegi kail bermata durja ini saya memahami suatu hal bahwa terkadang orang memiliki sifat atau maksud buruk dibalik hal wajar yang mereka lakukan.Menjadi sosok yang apa adanya serta menghindarkan diri dari sifat tercela harus lah kita lakukan. Kejujuran merupakan hal yang cukup sulit dicari, namun sebagai guru yang baik, haruslah kita memiliki sifat jujur dalam diri dan juga menanamkannya pada diri siswa.

    ReplyDelete
  11. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini menganalogikan kail dalam perspektif kehidupan. Jika slama ii kita mengenal kail digunakan untuk menangkap ikan, maka elegi ini menggambarkan sebagai alat untuk menjebak manusia. Terkadang orang menggunakan pancing untuk menipu orang lain sehingga mampu mengelabuinya. Kail Bermata Durja kerap digunakan oleh Powernow agar dapat menguasai negara-negara lain dengan memberi umpan kenikmatan imajiner sehingga masyarakat mampu dikelabui dan terperangkap.

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Saya merasa elegi diatas menggambarkan apa yang terjadi di dunia saat ini. Orang-orang terlena dengan kenikmatan dan kebahagiaan sesaat. Kebahagiaan yang tidak sejati yang pada akhirnya akan menghancurkan hiidup seseorang. Misalnya saja, orang diminta untuk mengikuti kajian, tapi pada saat yang sama temannya menawarkan untuk nonton di bioskop, dan ia memilih nonton. Padahal kalau dipikir lagi kebahagiaan nonton film itu hanya sesaat,tapi mengikuti kajian yang dirasa berat itu akan membawa kebahgiaan baik di dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  13. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat dan logika berpikir menjelaskan mengenai cara pemikiran mengenai apa dan bagaimana pembentukan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta landasan, sifat dan fungsinya bagi kehidupan manusia serta cara pola berpikir logis yang digunakan sebagai alat untuk mencari kebenaran. Pola pikir logis yang dimaksud ialah pola pikir ilmiah yaitu suatu proses berpikir yang berpedoman pada tatacara tertentu berdasarkan landasan teori, konsep atau fakta emperis dan dilakukan secara sistematis dan logis.

    ReplyDelete
  14. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kail bermata durja dalam elegi ini adalah orang yang suka memanfaatkan,memperdaya bahkan menipu orang lain. Kail bermata durja merupakan kail yang membunuh ikannya. Contohnya koruptor yang makin banyak di negeri ini.
    Namun, yang namanya kail tetap saja tujuan utamanya mengail objek sampai mati dan bia dinikmati hasilnya. Mengail dengan durja bagaikan membunuh dengan kebahagiaan sementara. Sungguh munafik orang-orang yang mengail dengan durja tersebut. Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya. Jiwa ksatria jauh dari realitas para pelaku penggerak kehidupan bangsa. Ironi memang. Karena ketidakprofesionalan seorang pemegang amanah akan sangat berdampak pada seluk beluk kehidupan bangsa ini. Oleh karenanya, perlu ditumbuhkan jiwa ksatria dan profesionalitas pihak-pihak terkait agar krisis multidimensi kehidupan bangsa Indonesia perkembangannya tidak semakin memprihatinkan. Jangan sampai bangsa ini collapsed dikarenakan bangsanya sendiri. Perbaikan kualitas manusia sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang begitu mendesak.

    ReplyDelete
  15. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Bagi seorang murid tidak jujur, maka kail bermata durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Mencontek adalah perbuatan tidak jujur. Sesungguhnya dengan mencontek maka siswa tidak hanya membohongi gurunya namun juga membohongi orang tua dan juga dirinya sendiri. Ulangan menrupakan tolak ukur kemampuan bagi siswa, sudah sejauh mana kemampuan siswa, namun dengan mencontek maka siswa tidak akan tau kemampuan sebenarnya. Bagi seorang guru tidak jujur, kail bermata durja dapat digunakan untuk memalsukan PAK. Sesungguhnya pemalsuan PAK bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga guru-guru lain dan tentunya diri sendiri. Guru yang melakukan pemalsuan PAK maka honor yang mereka terima kurang berarti dan juga kurang berkah karena diperoleh dari ketidakjujuran

    ReplyDelete
  16. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kail bermata durja bisa saya pahami sebagai sebuah langkah menggunakan kelicikan untuk menipu orang lain. Kail ini digunakan dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam skala kecil di sekolah kail ini bisa digunakan siswa untuk mencontek dan berbuat kecurangan lainnya. Yang menjadi bencana besar adalah ketika dalam pemerintahan maka akan terjadi kecurangan besar yang terstruktur dan masiv. KKN merupakan salah satu penggunaan kail bermata durja ini dimana cara licik digunakan untuk memperoleh kekayaan.

    ReplyDelete
  17. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terminology kail dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu peralatan untuk menangkap ikan. Namun filsafat adalah intensif dan ekstensif, berstruktur. Kail tidak hanya berarti untuk menangkap ikan. Bilapun kail memang alat untuk menangkap ikan, maka ikan bisa diartikan sebagai benda lain, baik yang ada maupun yang ada.
    Kail bermata durja, kita melihat bahwa kail bermata durja ini merupakan sebuah pancingan, tipuan atau jebakan. Bila kita menangkap kail ini, kita akan ditangkap olek keburukan. Artinya banyak sekali hal-hal menarik di sekeliling kita, yang sebenarnya itu adalah tipuan belaka. Maka kita perlu berhati-hati dan banyak berdoa

    ReplyDelete

  18. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini menunjukkan betapa manusia penuh dengan godaan dan pancingan-pancingan untuk berbuat dosa. Kail bermata durja adalah salah satu ungkapan untuk menggambarkan banyaknya kemungkinan-kemungkinan durja yang menanti di salah satu pintu jebakan keputusan. Seperti halnya ikan di laut, kita seringkali melihat ikan salah menangkap umpan yang dikiranya makanan baginya, namun sebenarnya itulah jebakan bginya.

    ReplyDelete
  19. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Kail bermata durja ini diibaratkan sebagai kejahatan dan keburukan yang banyak menjebak orang-orang yang tidak kuat imannya kepada Tuhan. Karena iman yang tidak kuat itu, ia mudah tergoda untuk mencontek, jika is siswa, menipu pembeli, jika ia pedagang, melakukan korupsi, jika ia pejabat, dsb. Oleh karena itu kita harus senantiasa meminta perlindungan Tuhan agar dijauhkan dari hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  20. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kail bermata durja merupakan perumpamaan dari berbagai macam cara siasat yang tidak baik atau tidak jujur, yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dengan alasan untuk mendapatkan sesuatu yang baik, atau untuk sesuatu yang bermanfaat, terkadang manusia menggunakan cara-cara yang tidak baik. Demi apapun alasannya, menggunakan cara yang tidak baik, tidaklah dibenarkan. Tujuan merupakan sesuatu yang penting, namun proses menuju suatu tujuan juga memegang peranan yang tidak kalah pentingnya.

    ReplyDelete
  21. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Itulah filsafat, memilkirkan segala hal dengan intensif dan ekstensif, bahkan kail pun dapat untuk merefleksikan diri ke kehidupan sehari-hari. Kail bermata durja ada pemancing untuk mengumpan mangsa dlam hal keburukan. Pada kehidupan sehari-hari kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangna atau bahkan sampai kepada tindakan KKN. Bagaiman kita menghindarinya adalah selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  22. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Mengail dengan durja bagaikan membunuh dengan kebahagiaan sementara. Sungguh munafik orang-orang yang mengail dengan durja tersebut. Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  23. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Jiwa ksatria jauh dari realitas para pelaku penggerak kehidupan bangsa. Ironi memang. Karena ketidakprofesionalan seorang pemegang amanah akan sangat berdampak pada seluk beluk kehidupan bangsa ini. Oleh karenanya, perlu ditumbuhkan jiwa ksatria dan profesionalitas pihak-pihak terkait agar krisis multidimensi kehidupan bangsa Indonesia perkembangannya tidak semakin memprihatinkan. Jangan sampai bangsa ini collapsed dikarenakan bangsanya sendiri. Perbaikan kualitas manusia sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang begitu mendesak.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  24. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi di atas mengandung analogi yang baik untuk kaum munafik, yaitu penipu ulung. Alangkah buruknya perangai para penipu tersebut dan alangkah malangnya obyek yang tertipu. Beginilah manusia tergantung pada siapa yang membersamainya, jika syaitan yang membersamainya maka keburukanlah yang senantiasa ada padanya, seperti berbuat kerusakan, merugikan orang lain, mengambil keuntungan sepihak demi kepentingan diri sendiri, dan lain-lain. Maka manusia hendaknya senantiasalah untuk berdzikir pada Allah karena syaitan adalah yang lebih-lebih ulung dalam hal menipu untuk mengajak umat manusia menuju neraka. Oleh karena itu, agar tidak tertindas dan menjadi obyek yang tertipu, manusia hendaknya senantiasa berhati-hati dalam segala lini kehidupannya baik dalam diri sendiri, keluaraga maupun dalam bangsa dan negara.

    ReplyDelete
  25. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Fenomena kail bermata durja sering saya temui di beberapa kesempatan. Dalam dunia pendidikan tentu ada juga fenomena seperti itu. Misalnya adanya bocoran kunci jawaban un, saat itu un masih jadi satu-satunya penentu kelulusan. Tidak jarang yang membocorkan adalah gurunya sendiri. Sungguh miris sekali. Kalau di dunia teknologi ada penciptaan virus, kemudian pencipta tersebut menjual antivirusnya dengan mematok harga tertentu. Hal tersebut jelas motifnya untuk meraup keuntungan uang. Jadi kita harus waspada terhadap kail bermata ikan, waspada jangan sampai kita melakukan dan juga jangan sampai kita menjadi korban.

    ReplyDelete