Oct 17, 2012

Elegi Kail Bermata Durja

Oleh Marsigit

Cantraka:
Wahai sang Bagawat kelihatannya engkau ingin menyampaikan sesuatu kepadaku?



Bagawat:
Begini Cantraka...yang namanya krisis multidimensi itu ...tidak habis-habisnya untuk dibahas.

Cantraka:
Wah saya sudah mulai jenuh...nih...apa tidak ada topik lain?

Bagawat:
Tunggu dulu...apa kamu tahu apa itu yang namanya Kail Bermata Durja?

Cantraka:
Oh...baru kali ini aku mendengarnya. Kalau yang namanya Kail, aku sudah biasa. Tetapi apa anehnya sebuah Kail mesti engkau persoalkan?

Bagawat:
Bukan Kailnya yang menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah orang yang menggunakan Kail atau Pengail. Dan Ikan tangkapannya.

Cantraka:
Apa pula masalahnya dengan mereka?

Bagawat:
Saya ingin bertanya kepadamu. Adakah kesalahan seorang Pengail itu?

Cantraka:
Menurutku tidak ada kesalahan.

Bagawat:
Itulah gunanya filsafat, yaitu mencoba memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun. Kesalahan Pengail adalah karena dia telah menipu Ikan. Dia pura-pura memberi umpan, padahal di dalam umpannya itu terdapat senjata untuk membunuh ikan itu.

Cantraka:
Hahaha...haha...haha....wahai sang Bagawat....kali ini ijinkan aku untuk tertawa lebar-lebar. Apalah gunanya engkau persoalankan hal sepele seperti itu? Apakah berpikir filsafat kemudian akan menjadi orang aneh?

Bagawat:
Sebenar-benar tangisan dan tawa seseorang itu menunjuk kepada dimensinya.

Cantraka:
Oh...maaf Bagawat. Kalau begitu...lantas...dimensiku itu seperti apa?

Bagawat:
Dimensimu adalah seorang Cantraka yang belum mengetahui apa itu Kail Bermata Durja.

Cantraka:
Oh..maafkan diriku sang Bagawat. Mohon ampunlah...diriku itu. Bolehkah aku mengetahui apa yang dimaksud Kail Bermata Durja?. Kenapa diberinama Bermata Durja?. Apa itu Durja?

Bagawat:
Jika Durja aku konotasikan dengan sesuatu yang tidak baik, padahal Durja itu menjadi mata pancing; maka Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing. Segala alat yang kemudian dikonotasikan sebagai Pancing itu bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst. Sedangkan obyek yang dipancing dapat pula berupa fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa...dst.

Cantraka:
Lantas...seperti apa contohnya Kail Bermata Durja itu?

Bagawat:
Kail Bermata Durja itu adalah Kail Keburukan, Kail Kedholiman, Kail Maksiat, Kail Korupsi, Kail Nepotisme, Kail Kolusi, Kail Penjajahan, Kail Eksploitasi, Kail Kooptasi, Kail Explorasi, Kail Persekongkolan, Kail Powernow, Kail Neokapitalis, Kail Neopragmatis, Kail Posmo, Kail Utilitarian, Kail Hedonisme, Kail Mencari Untung Tanpa Peduli Kepentingan yang Lebih Besar, Kail Ego Diri atau Kelompok yang Ingin Menang Sendiri, Kail Yang Penting Proyek Tanpa Peduli Dampaknya, Kail Feodalisme, Kail Politiking, Kail Markus, Kail Manipulasi, Kail Paternalistik, Kail Syaitoniah...dst.

Cantraka:
Wuoh....wuoh...wuoh....baru sadar aku. Ternyata di dunia ini terdapat banyak sekali ragam Kail itu? Tetapi saya belum begitu paham bagaimana mereka mampu menggunakan Kail Bermata Durja itu?

Bagawat:
Kita dapat menyaksikan perilaku mereka. Bagi seorang Pemancing Ikan maka sebuah Kail telah digunakan untuk menipu Ikan kemudian membunuhnya. Bagai seorang Murid tidak jujur, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Bagi seorang Guru tidak jujur, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk memalsu PAK. Bagi seorang Calo Penumpang, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk menipu penumpang dan memperoleh keuntungan. Bagi Para bankir nakal maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menipu nasabah. Bagi Petugas Pajak, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk manipulasi pembayaran pajak. Bagi negara super power maka Kail Bermata Durja digunakan untuk ekspansi kekuasaannya.

Cantraka:
Wahai sang Bagawat...bilamana dan bagaimana kita terbebas dari Kail Bermata Durja?

Bagawat:
Bagi Syaitan...maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Tuhan. Maka Kail Bermata Durja ini juga salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisis multidimensi.

73 comments:

  1. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Semua hal di dunia ini bisa menjadi kail bermata durja. Misal media pembelajaran yang digunakan untuk memancing siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri kurang efektif untuk digunakan. Jika guru tidak memperbaiki atau mengevaluasi media pembelajaran yang dia gunakan, maka media pembelajaran yang dia gunakan akan menjadi kail bermata durja, memaksa siswa untuk memahami konsep yang dipelajari padahal siswa belum tentu bisa paham. Siswa akan melakukan segala cara termasuk menyontek untuk memenuhi tuntutan dari orang tua, guru, maupun pihak sekolah. Oleh karenanya sebagai guru kita harus terus belajar dengan cara selalu memperbaiki dan mengevaluasi media pembelajaran yang kita gunakan.

    ReplyDelete
  2. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Orang yang berniat buruk atau memilliki rencana yang busuk, pasti akan mencapai tujuannya dengan berbagai macam cara agar tujuannya itu dapat tercapai. Orang yang tidak jujur dan licik seringkali memperdayai objek yang menjadi sasarannya agar sesuai dengan kehendaknya. Dalam memperdayai objek atau sasaran inilah yang seringkali mereka mengiming-imingi atau memancing mangsanya agar dapat dengan mudah dibujuk dan didekati sehingga tujuannya dapat tercapai. Bahkan cara-cara yang ditempuhpun seakan-akan merupakan cara-cara yang baik tetapi sebenarnya di dalamya terselubung rencana jahat yang dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi dirinya sendiri yang tidak sesuai dengan norma-norma atau aturan-aturan yang berlaku. Oleh karena itu, hendaklah kita waspada terhadap kail-kali bermata durja yang disebarkan oleh orang-orang yang ingin mencari keuntungan sendiri dengan tidak mengindahkan aturan-aturan atau prinsip-prinsip yang berlaku.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kail bermata durja. Kita mengetahui kail digunakan untuk memancing. Durja berarti keburukan. Maka kail bermata durja pada elegi ini dimaksudkan untuk menggambarkan tentang alat yang digunakan untuk melakukan keburukan. Seperti siswa yang menggunakan suatu alat untuk mencari kesempatan supaya bisa mencontek. Orang yang mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dengan cara tidak baik. Dan lain sebagainya. Banyak sekali orang yang melakukan dan menggunakan kail bermata durja pada zaman sekarang ini.

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat mengajarkan untuk memikirkan hal sedalam mungkin. Melalui filsafat segala hal yang ingin kita ketahui dapat kita pikirkan sedalam mungkin. Dalam elegi diatas, dijelaskan bahwa dimensi setiap orang merupakan seorang Cantraka yang belum mengetahui apa itu Kail Bermata Durja. Kail Bermata Durja menggambarkan sebagai hal – hal yang tidak baik seperti keburukan, maksiat, korupsi, nepotisme, eksploitasi, ego diri, dan lain sebagainya. Setan menggunakan Kail Bermata Durja atau hal – hal negatif ini untuk mempengaruhi manusia agar manusia terjerumus ke dalam dosa. Maka sebaiknya kita memperkuat iman kepada Tuhan dan menjauhi hal – hal buruk agar tidak terpengaruh godaan setan dan terjerumus ke dalam perbuatan – perbuatan yang negatif.

    ReplyDelete
  5. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia sebagai makhluk ciptaanNya perlu memaknai apa maksud spiritual dalam dirinya, apa makna ibadah bagi dirinya.
    Spiritual dan ibadah yang mungkin sebenarnya bukan untuk mencari pahala dalam meraih surga melainkan melindungi manusia dari sisi buruk yang sudah ada dalam dirinya.
    Dengan spiritual dan ibadah maka dalam hidup maka hidup akan lebih terarah ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kail bermata durja diilustrasikan sebagai alat yang digunakan untuk memperoleh keuntungan dan manfaat dari cara-cara yang kurang baik ataupun tidak jujur. Kail bermata durja dapat menggambarkan perilaku-perilaku buruk yang dilakukan tetapi sengaja ditutup-tutupi dengan perilaku yang tampaknya baik. Dalam hal agama perilaku yang demikian disebut dengan kemunafikan. Dalam ranah agama sifat munafik termasuk salah satu penyakit hati. Kaum munafik adalah sumber segala bahaya yang sering mengancam berbagai bangsa di kawasan negara. Sebab utamanya adalah karena mereka berpura-pura bersikap baik terhadap musuh, tetapi di dalam hati mereka sedang mencari kelemahan lawan. Dan yang menjadi tujuan utamanya adalah mencari keuntungan bagi mereka sendiri, walaupun kelakuan itu harus mengorbankan bangsanya. Orang-orang munafik dapat digolongkan sebagai pengkhianat.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ya filsafat membantu kita berpikir secara intensif dan ekstensif, berpikir secara mendalam dan berpikir seluas-luasnya. Jikatulisan diatas mengungkapkan kesalahan pengail, maka saya ingin mengungkapkan kesalahan ikan. Kesalahan ikan adalah dia mau tertipu secara berulang-ulang. Misalkan ada dua ikan sedang berjalan-jalan menikmati derasnya arus air, lalu kemudian ikan yang satu memakan makanan yang kemudian ia tahu bahwa itu ialah umpan dari pengail, kemudian karena tidak berdaya akhirnya ia pun rela ditangkap. Lalu ikan yang satunya melanjutkan perjalanannya dan memakan makanan yang kemudian ia tahu kalau makanan itu ialah umpan dari pengail, jika demikian ia hanya bisa menyesali kenapa dia mau memakan umpan tersebut. Jika melihat dari kacamata iman, Tuhan sendiri berkata bahwa ia memberikan manusia kekuasaan untuk menguasai ikan-ikan dilaut, burung-burung di udara, maka dari itu gunakanlah kekuasaan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kemunafikan adalah ketika hal yang dibicarakan dan ditunjukkan tidak sesuai dengan kenyataannya. Begitulah sifat dari kail yang memanipulasi keadaan sehingga dapat mengelabuhi obyeknya demi keuntungannya sendiri. Sifat mengelabuhi ini dapat merugikan orang lain. Terlebih, yang dirugikan adalah diri sendiri. Sifat egois mampu melahirkan sifat-sifat buruk lainnya seperti mendominasi, mengekang, menguasai dan berakhir pada tindakan semena-mena. Semoga kuta dijauhkan dari sifat munafik dan sombong.

    ReplyDelete
  9. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ketika kita tengah belajar filsafat, terkadang kita akan memikirkan sesuatu yang tidak kita pikirkan sebelumnya. Seperti halnya pada elegi tersebut, Prof Marsigit menganalogkan kail sebagai senjata dalam melakukan keburukan. Dewasa ini banyak ditemukan fenomena dimana orang-orang menggunakan “kail” untuk memancing keuntungan pribadi dan menyengsarakan orang lain. Banyak yang terjadi dalam masyarakat dimana orang yang mempunyai kepentingan tertentu memberikan iming-iming yang dijadikan kail untuk memancing keuntungan, mereka menipu orang lain demi meraup banyak uang. Begitulah cara orang serakah yang tidak mau kerja keras dengan cara halal untuk mendapatkan rejeki dari-Nya. Mereka hanya mau instan mendapatkan uang untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya tanpa mau kerja keras.

    ReplyDelete
  10. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Elegi ini menceritakan bahwa kita jangan lah hidup seperti orang yang munafik. Di depan orang kita bilang seperti ini akan tetapi di balakang orang itu kita malah mengumpat.sesuai dengan hadis riwayat : Bukhari “Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR Bukhari)” Sifat-Sifat / Ciri ciri Munafik Manusia : (1) Apabila berkata maka dia akan berkata bohong / dusta.(2) Jika membuat suatu janji atau kesepakatan dia akan mengingkari janjinya.(3) Bila diberi kepercayaan / amanat maka dia akan mengkhianatinya.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hati akan mengendalikan manusia dalam berfikir dan bertindak. Kail bermata durja dapat diibaratkan sebagai bentuk godaan iblis yang menjerumuskan manusia untuk menggunakannya sebagai alat pemenuhan keinginan dengan menghalalkan berbagai macam cara yang tidak benar.
    Digambarkan juga bahwa saat ini suah banyak yang terjerumus didalamnya, dan semoga kita adalah orang-orang yang mampu menghindari hal-hal yang tidak sesuai agama untuk mendapatkan apa yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  12. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014.

    Kail bermata durja adalah alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi objek. Bagai seorang murid yang tidak jujur, maka kail bermata durja digunakan untuk mengambil kesempatan untuk mencontek. Bagi guru tidak jujur, dapat sigunakan untuk memalsu PAK. Bagi syaitan, maka kail bermata durja digunakan untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada tuhan. Maka kail bermata durja ini juga salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisi multidimensi.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Kail ialah alat yang digunakan untuk memancing ikan. Jika durja diibaratkan dengan sesuatu yang tidak baik maka makna dari kail mata durja ialah alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi objek yang akan dipancing. Alat adalah sesuatu yang nyata, objek yang dijadikan dalam elegi ini dapat berupa fisik, kongkrit, abstrak, idnividu, lembaga, dan lain sebagainya. Kail ini digunakan untuk segala sesuatu yang buruk dan dilarang oleh Allah SWT. Seperti contohnya seseorang yang mengadu domba orang lain agar ketika bertemu selalu berkelahi atau selalu tidak setuju dengan apa yang diutarakan temannya.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kail bermata durja dalam elegi ini adalah orang yang suka memanfaatkan, memperdaya bahkan menipu orang lain, alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. Bisa bersifat fisik, kongkrit, abstrak, maya, individu, kelompok, sistemik, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, bangsa-bangsa.
    Dalam kehidupan ini banyak berbagai macam kail. Seperti halnya bagai seorang murid tidak jujur, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Bagi seorang guru tidak jujur, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk memalsu PAK. Bagi seorang penguasa maka kail bermata durja digunakan uuntuk koruptor.

    ReplyDelete
  15. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kail bermata durja menganalogikan kejahatan dalam kebaikan, seperti musang berbulu domba. Banyak sekali perilaku kejahatan yang telah membudaya di Indonesia yang sangat berbahaya. Langkah untuk mengatasinya dengan peningkatan pendidikan karakter serta spiritual dalam menghadapi era globalisasi.

    ReplyDelete
  16. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Syaitan dapat membutakan atau menggoda manusia dengan hal-hal yang baik, anmun dilakukan dengan cara yang salah. Manusia sering terhanyutkan oleh godaan yang satu ini. Sehingga cepatlah berdoa dan minta mmpun atas hal-hal yang engkau dapatkan dengan cara yang salah. Semoga Tuhan mengampuni segala khilaf yang telah diperbuat.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Elegi ini memberikan nasehat bahwa jangan sampai dalam mencapai suatu tujuan yang kita inginkan menggunakan cara-cara yang tidak baik misalnya dengan memanfaatkan orang lain, berpura-pura baik kepada orang lain namun sebenarnya menusuk dari belakang, dan sebagainya. Misalnya bagi seorang murid yang tidak jujur yang menginginkan hasil ujiannya bagus maka ditempuh cara yang instan yaitu dengan menyontek. Sehingga sebisa mugkin hindari menjadi manusia kail bermata durja.

    ReplyDelete
  18. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Elegi ini menggambarkan pentingnya filsafat dalam kehidupan. filsafat pada dasarnya merupakan refleksi secara luas dan mendalam. Seberapa banyak dari kita yang pernah menjadi pemancing yang pernah menggunakan kail bermata durja. Seberapa banyak dari kita yang melakukan segala hal hanya untuk mencapai hal yang kita inginkan. Seberapa banyak dari kita yang karena puas dengan pengetahuan yang dimiliki akhirnya tidak belajar lagi sehingga malah terperangkap dalam kail bermata durja dan akhirnya dibunuh? Menetapkan hati menjadi pemimpin pikiran kita merupakan cara untuk dapat terhindar dari kail bermata durja. Bersyukur, melakukan yang terbaik sesuai dengan apa yang diperintahkanNya, dan berserah penuh kepada Tuhan niscaya akan baik hidup ini.

    ReplyDelete
  19. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Terkadang dalam hidup ini, untuk memperoleh keuntungan (manfaat) bagi dirinya pribadi, manusia sering berprilaku tidak jujur kepada yang lain. Hal tersebut dapat kita gambarkan dengan kail bermata durja pada elegi ini. Kail bermata durja merupakan segala hal yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan mengelabuhi objek yang dipancing. Tindakan curang ini terjadi pada semua level kehidupan manusia, tak terkecuali pada dunia pendidikan. Bagai seorang murid yang tidak jujur, maka kail bermata durja dapat digunakan untuk untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Bagai seorang guru tidak jujur, maka kail bermata durja dapat digunakan untuk memalsukan PAK. Bagai seorang kepala sekolah yang tidak jujur, maka kail bermata durja dapat digunakan untuk mennggunakan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk kepentingan pribadi. Atau bagai seorang pedagang yang tidak jujur, maka kail bermata durja dapat digunakan untuk memalsukan hitungan pada timbangan. Hal ini seolah telah mengakar dan membudaya pada hampir setiap manusia di setiap kesempatan yang ada. Saya setuju jika perbaikan kualitas manusia sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Kail bermata durja menggambarkan berbagai keburukan-keburukan yang terjadi saat ini seperti maksiat, korupsi, kolusi, nepotisme, penjajahan, eksploitasi kooptasi, neopragmatis, neokapitalis, posmo, utilitarian, hedonism, dst yang bisa dilakukan oleh seseorang, sekelompok orang, lembaga, institusi, masyarakat, bangsa, negara, dsb. Kail ini berusaha memancing ikan kecil yakni manusia. Hal ini merupakan iklim dunia yang terjadi di era power now. Seperti pada elegi-elegi sebelumnya, maka yang perlu kita lakukan adalah membentengi diri dengan keimanan yang lebih dipertebal lagi. Dan selalu menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat. Biasanya perbuatan yang tidak bermanfaat akan menjerumuskan kita ke dalam hal-hal yang didambakan oleh power now.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Elegi ini membahas tentang kejujuran. Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah menempatkan sifat jujur dengan perkataannya sebagai berikut, “Jujur adalah predikat bangsa besar. Berangkat dari sifat jujur inilah terbangun semua kedudukan agung dan jalan lurus bagi para pelakunya. Barangsiapa yang tidak menempuh jalan ini, niscaya ia akan gagal dan binasa. Dengan sifat jujur inilah, akan terbedakan antara orang-orang munafik dengan orang-orang beriman dan akan terbedakan antara penghuni surga dengan penghuni neraka.”

    ReplyDelete
  22. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Syaitan menggunakan Kail Bermata Durja untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Allah. Maka mintalah pertolongan kepada Allah agar terhindar dari godaan syaitan yang terkutuk. Tingkatkan Iman dan takwa kita kepada Allah, agar kita tidak menjadi Kail Bermata Durja. Jika kita beriman kepada Allah, maka kita akan selalu merasa diawasi oleh Allah. Sehingga dengan demikian tidak ada lagi murid yang tidak jujur, guru yang tidak jujur, calo penumpang, para bankir nakal, para petugas pajak yang korupsi.

    ReplyDelete
  23. Manusia harus mewaspadai adanya jebakan yang dibuat. Jebakan yang menjerat manusia pada penderitaan dan kesengsaraan. Hal-hal yang menyenangkan, membahagiakan kadang merupakan umpan untuk mencelakakan manusia. Jebakan harta, wanita, kedudukan, jabatan. Kita harus belajar dari cerita nabi Adam yang dibujuk oleh iblis untuk memakan sesuatu yang dilarang. Iblis membujuk bahwa yang dilarang itu adalah kenikmatan dan keabadian. Begitupun manusia sekarang, jika ingin harta maka carilah dengan usaha yang benar dan halal. Buka dengan menggunakan bantuan setan atau menggunakan cara-cara yang buruk. Yang akan menjerumuskan manusia.

    ReplyDelete
  24. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sebelum masuk pada komentar elegi kail bermata durja, saya akan sedikit bercerita. Diawali dengan pernyataan "Itulah gunanya filsafat, yaitu mencoba memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun" dalam postingan ini. Sungguh saat ini saya merasa sedang membangun rumah, saya sedang membangun rumah saya sendiri. Artinya, saya saat ini masih dalam tahapan berusaha, meraba-raba, sedikit demi sedikit belajar filsafat (sungguh, baru sedikit). Dan pada blog ini, membaca beberapa postingan blog ini menjadi salah satu cara saya dalam membangun rumah yang saya impikan. Terimakasih

    Okay, masuk pada kail bermata durja. Sungguh ini adalah keadaan yang sudah sangat kita sadari. Sedikit tidak mungkin jika kita tidak sadar dengan ironi ini. Perbuatan dosa yang dilakukan secara sengaja dan enteng saja. Padahal kita mengetahuinya, tapi kenapa banyak di antara kita belagak bingung dengan konflik multidimensi yang dihasilkan? Padahal kita sendirilah yang menciptakan.

    "Bagai seorang Murid tidak jujur, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Bagi seorang Guru tidak jujur, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk memalsu PAK. Bagi seorang Calo Penumpang, maka Kail Bermata Durja dapat digunakan untuk menipu penumpang dan memperoleh keuntungan. Bagi Para bankir nakal maka Kail Bermata Durja digunakan untuk menipu nasabah. Bagi Petugas Pajak, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk manipulasi pembayaran pajak. Bagi negara super power maka Kail Bermata Durja digunakan untuk ekspansi kekuasaannya"

    Maka, hanya dengan mendekatkan diri pada Allah SWT, kita akan tertolong.

    ReplyDelete
  25. Metia Novianti
    17709251021
    PPs Pend. Matematika A 2017
    Dari Elegi Kail Bermata Durja di atas dapat diketahui bahwa kail bermata durja merupakan segala alat yang digunakan oleh orang yang suka memanfaatkan dan memperdaya orang lain untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara menipu atau mengelabui obyek yang dituju. Apabila orang-orang seperti ini diberikan amanah, akan sangat buruk dampaknya bagi orang lain. Oleh karena itu sebagai seorang pendidik, perlu diajarkan sikap jujur sejak dini agar mereka terbiasa untuk berlaku jujur dan memiliki mental yang baik.

    ReplyDelete
  26. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Manusia itu kadang berbuat baik, kadang berbuat jahat. Ada orang yang menginginkan sesuatu maka akan melakukan hal-hal yang baik agar mendapatkannya. Pada dasarnya manusia itu sifat, sifat itu senantiasa berubah. Dan terkadang ketika manusia itu sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, kemudian lupa untuk bersyukur, malah menginginkan hal yang lebih dari itu, begitupun seterusnya. Hal ini berkaitan dengan karakter dasar dari seseorang, yang dikonstruk daam waktu yang sangat lama, tidak instan. Maka karakter itu tidak dapat instan diubah dalam waktu singkat. Sehingga untuk dapat menciptakan karakter yang baik, maka harus dipupuk sejak kecil, harus dibangun dari awal.

    ReplyDelete
  27. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Elegi kail bermata durja menceritakan tentang arti pentingnya kejujuran. Jujur adalah sikap atau sifat seseorang yang menyatakan sesuatu dengan sesungguhnya dan apa adanya,tidak ditambahi ataupun dikurangi. Sifat jujur ini harus di miliki oleh setiap manusia karena sikap dan sifat ini merupakan prinsip dasar dari cerminan akhlak seseorang. Siswa yang mencontek, guru yang memalsu PAK, calo yang menipu penumpang, Bankir yang menipu nasabah, petugas pajak yang memanipulasi pajak, merupakan contoh-contoh ketidak jujuran. Apabila seseorang diketahui tidak jujur, maka kepercayaan orang lain terhadap dirinya akan hilang.

    ReplyDelete
  28. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dari elegi ini saya memahami bahwa filsafat itu benar didapat dari refleksi dan pemikiran yang mendalam. Misal dari benda yaitu kail maka dapat diambil filsafatnya dan direfleksikan dalam hidup. Bahwa memang banyak sekali kail yang ada di kehidupan mulai dari yang kecil hingga yang besar yang tujuannya untuk mengelabuhi orang. Contoh sederhananya jika kita seorang siswa maka kita menggunakan kesempatan untuk mencontek, dan contoh besarnya yaitu pemerintah yang menggunkan kekuasaannya untuk korupsi. Dan masih banyak contoh yang lain, yang sangat miris ketika menyadarinya. Semoga kita tak pernah menggunakan kail ini dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga kita terhindar dari jeratan kail-kail kehidupan ini, memohon pada Sang Pencipta untuk selalu dilindungi. Aminn

    ReplyDelete
  29. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B

    "Itulah gunanya filsafat, yaitu mencoba memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun. Kesalahan Pengail adalah karena dia telah menipu Ikan. Dia pura-pura memberi umpan, padahal di dalam umpannya itu terdapat senjata untuk membunuh ikan itu."
    kutipan pembicaraan ini membuat saya berpikir, apakah saya masih belum memahami atau mempelajari ilmu filsafat?, jawabannya tentu saja ya. Karena tidak terpikirkan bahwasannya si Pengail melakukan penipuan terhadap si ikan, walaupun mungkin pengail melakukan itu karena sudah pekerjaannya, hobinya, ataupun keterpaksaaan.
    Ada satu kalimat lain yang sangat membuat saya tertarik dan menyukai kalimat tersebut, yaitu "Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing". Sehingga pada saat ini banyak sekali macam mata kail yang bermata durja ini, jika kita bawa ke lingkungan sekitar kita, akan terlalu banyak orang-orang yang menjadi pengail ini, bahkan tanpa kita sadari mungkin kita pernah menjadi pengail itu sendiri.

    ReplyDelete
  30. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, inilah sebenar-benarnya yang dimaksud dengan filsafat, seperti yang dituliskan di atas bahwa filsafat adalah "memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun". Termasuk memfilosofikan kail bermata durja. Zaman sekarang banyak sekali orang-orang yang menggunakan kail bermata durja hanya untuk kepentingan pribadinya. Sungguh ironis. Alangkah baiknya kita sebagai hamba Tuhan YME yang paling sempurna untuk menghindari hal ini karena sesuatu yang diperoleh dengan berlandaskan seperti kail bermata durja akan dipertanyakan keridhoannya di mata Tuhan YME. Jangan sampai apa yang kita peroleh bernilai haram dan kemudian akan menjadi daging di dalam tubuh kita.

    ReplyDelete
  31. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Kail Bermata Durja merupakan istilah yang mengandung banyak makna. Makna tersebut sesuai dengan konteks pembicaraannya. Yang jelas, di dunia ini banyak orang menggunakan kail bermata durja, kail itu dapat mempermudah untuk mencari keuntungan. Tapi, sebenar-benar seseorang yang menggunakan kail bermata durja adalah seseorang yang belum memantapkan hatinya sebagai komandan dalam ia bertindak. Perbuatan semacam itu harus dihindari untuk menggapai ridho Illahi. Selalu berusaha untuk berpikir kritis dan senantiasa berdoa memohon perlindungan Allah SWT dari godaan syetan yang dapat menyesatkan diri kita.

    ReplyDelete
  32. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Kail bermata durja merupakan sebuah analogi terhadap kesempatan yang diberikan Allah SWT yaitu berupa ujian hati untuk kita sebagai makhlukNya. Saya anggap demikian karena, kesempatan tersebut memang dimanfaatkan manusia namun tidak dalam konteks ruang dan waktu yang tepat. Hal ini sudah dicontohkan pada elegi di atas. Mirisnya perilaku jujur yang saat ini semakin menurun seharusnya membuat kita sadar, betapa setan telah mengelabuhi kita dengan mudahnya. Naudzubillah.. semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..

    ReplyDelete
  33. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Elegi ini menunjukkan bahwa manusia tidak selamanya mampu bertahan di jalan yang lurus. Godaan syaitan selalu ada di setiap aktivitas manusia. Itulah kalau manusia hanya terus mengutamakan olah pikir tanpa olah hati (spiritualitas). Contoh kecilnya adalah seorang pejabat yang seharusnya mengayomi rakyat kecil, justru tega melakukan korupsi yang merampas uang rakyat.

    ReplyDelete
  34. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Banyak manusia yang berlomba-lomba memperkaya diri dan melambungkan kekuasaan. Tak jarang mereka menggunakan kail bermata durja sebagai jalan-jalan pintas untuk melancarkan aksinya. Di samping menimbulkan kerugian bagi orang lain, juga sesungguhnya malah menurunkan kualitas dirinya. Mereka mengusahakan sesuatu dengan berbagai tipuan. Hal seperti ini mencerminkan tipu daya syeitan dalam menggoda manusia. Dan sebenar-benar tipu daya yang mereka buat adalah tipu daya untuk dirinya sendiri. Dengan hal ini akan merendahkan kedudukannya di mata sang pencipta. Semoga kita terjaga dari kail bermata durja.

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Setelah membaca elegi di atas akhirnya saya baru menyadari di balik kail mata pancing ternyata memiliki pelajaran yang sangat berharga.Betapa ikan tergiur dengan umpan padahal di dalamnya ada mata pancing yang siap membunuhnya.Ya ,sang pemancing yang menjadi dalang dari terbunuhnya ikan.Maknanya bahwa seseorang terkadang akan melakukan apapun dengan taktik yang tidak benar demi memenuhi hasratnya dalam meraih sesuatu.Sebagaiamana yang dicontohkan dalam elegi tersebut.Dan cara-cara yang ditempuhnya tidak sesuai dengan kadar ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  36. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..

    Kita diibaratkan ikan-ikan yang setiap saat bisa terpancing oleh kail-kail bermata durja. Kita ibarat ikan-ikan yang dapat setiap saat ditipu kail bermata durja. Oleh karena itu kita harus senantiasa berhati-hati supaya tidak menjadi ikan yang ditipu oleh kail-kail tersebut. Sebaiknya kita perkuat iman kita, sehingga tidak terpedaya godaan syetan. Sebaiknya kita senantiasa berlindung kepada Tuhan, supaya tidak terperanngkap jebakan pihak-pihak yang memiliki maksud buruk terhadap kita. Semoga Tuhan senantiasa melindungi kita dari apapun yang mungkin 'membunuh' kita, dan semoga Tuhan memberi petunjuk kepada mereka yang masih saja terpancing dan menjadi pengail kail bermata durja.

    ReplyDelete
  37. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kail bermata durja merupakan ungkapan yang sederhana namun diselami secara mendalam dan meluas melalui filsafat akan diperoleh berbagai makna yang awalnya tidak pernah kami duga. Kail bermata durja yang telah dijelaskan diatas bahwa mata durja bisa berupa segala hal yang buruk adalah analogi bahwa dalam hidup di dunia ini kita tidak lepas akan kail kail yang mampu membawa kita pada hal beburukan, syaitan, hedonis, individual, matrealisme dll. Kain ini bisa setiap saat mengail manusia ketika secara spiritual manusia jauh dari Tuhannya. Oleh karenanya manusia harus senantiasa bedzikir agar selalu beristiqomah dalam kebaikan dan senantiasa dalam ketaqwaan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  38. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Ketika kail dilemparkan, kita harus memastikan bahwa kail tersebut tepat sasaran agar tak terkait dengan benda lain atau ruwet dengan tali pancing lainnya. Tali pancing yang terkait satu sama lain dan ruwet adalah gambaran secara gamblang mengenai krisis multi dimensi. "Nyangkut" itu adalah hal yang kecil kan, tapi ketika semua aspek itu "nyangkut" maka akan timbul keruwetan yang sulit diurai. Krisis di satu bidang mempengaruhi krisis yang lain. Adalah kesabaran yang diperlukan dan dilakukan secara bersama-sama agar satu persatu krisis dapat terurai

    ReplyDelete
  39. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Setelah membaca elegi kail bermata durja ini, seketika pikiranku mulai menerawang keberbagai hal yang pernah terjadi dalam kehidupan saya. Kail bermata durja ini terdapat dalam diri manusia karena mereka tidak memiliki rasa syukur, tidak memiliki rasa percaya diri terhadap dirinya sendiri, serta keinginan untuk dianggap dirinya itu ada di tengah-tengah lingkungannya. Karena semuanya itu maka orang-orang yang tidak memiliki pegangan yang teguh terhadap yang Maha Kuasa maka dia akan menghalalkan segala cara untuk mewujudkan apa yang dia inginkan meskipun menyakiti dan menzolimi orang lain. Semoga kita bukan golongan ornag-orang yang menghalalkan kail bermata durja. Aamiin

    ReplyDelete
  40. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Manusia pada dasarnya memiliki dua aspek dalam dirinya yaitu di satu sisi manusia memiliki akal-budi yang menginginkan manusia untuk menjadi malaikat dan dewa-dewa, akan tetapi di sisi lain manusia memiliki nafsu-nafsu yang menginginkan manusia untuk mnjadi hewan. Dali elegi ini, istilah “kail bermata durja” adalah suatu sarana atau alat atau cara-cara yang tidak baik yang biasa digunakan oleh manusia-manusia yang telah mengalahkan akal-budi dan lebih mengutamakan nafsu-nafsunya demi mendapatkan tujuan dan keinginannya. Semoga kami dijauhkan dari sifat-sifat tersebut. Amin.

    ReplyDelete
  41. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Bagi orang yang tidak mau berfikir, mungkin kail merupakan sesuatu yang tidak penting, tetapi bila kita mampu berfikir secara refleksif, kita dapat merefleksikan segala yang ada dan yang mungkin ada di dalam hidup. Contohnya dalam elegy ini, kail dapat dianalogikan sebagai alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dituju. Kail digunakan sebagai umpan, padahal umpan tersebut merupakan senjata yang merugikan objek yang dituju. Banyak sekali kail dalam kehidupan ini yang digunakan oleh setiap orang yang tidak jujur untuk mencapai tujuannya. Kail yang paling mengerikan ialah kail bagi setan, yaitu digunakan untuk menyesatkan manusia hingga mengingkari Tuhan. Maka hendaknya kita senantiasa memohon pertolongan Allah agar selamat dari godaan setan.

    ReplyDelete
  42. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Filsafat adalah pemikiran seseorang sedalam mungkin mengenai sesuatu, sehingga mengetahui lebih dalam mengenai sesuatu tersebut. Karena berfilsafat adalah olah fikir, yang dituntut untuk memiliki rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Jadi ketika orang berfilsafat maka setidaknya ia akan memiliki informasi yang sedalamnya. Karena filsafat bisa disebut suatu cara berfikir radikal dan menyeluruh, berfikir yang mengupas sesuatu sedalam dalamnya, ilmu yang mempelajari sungguh sungguh hakikat kebenaran segala sesuatu, dan filsafat merupakan upaya untuk mempelajari dan mengungkapkan penggambaran manusia di dunia.

    ReplyDelete
  43. Nama: Dyah Ayu Fitriana
    NIM: 17701251028
    Prodi: PEP S2 B

    Bismillah
    Berfilsafat itu memikirkan sesuatu hal yang mungkin tidak dipikirkan oleh orang lain. Yang berusaha membuat kita lebih kritis dan lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita. Ternyata makna dari kail itu sangatlah di luar pikiran saya. Kail yang saya tahu hanya untuk menipu ikan ternyata bisa digunakan pada hal lain juga. Kail disini seperti godaan setan kepada kita. Kita sebagai ikan, dan setan yang menggunakan kail tersebut. Sungguh dengan mudahkan kita tertipu akan hal sekecil itu. tentu kita tidak akan menyalahkan mata kail itu, karena sungguh kita lah yang salah. Kurang mendekatkan diri kepada Allah yang membuat kita mudah untuk tertipu.

    ReplyDelete
  44. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Kail bermata durja bisa menjadi hal yang positiv dan negatif. Positif jika itu digunakan untuk menangkap ikan di tempat yang luas dan tidak mungkin menangkapnya dengan seser kecil apalagi dengan cara di bom. Itulah cara terbaik menangkap ikan, tetapi bisa menjadi hal negatif jika itu diibaratkan dalam kehipun sehari-hari atau kehidupan politik. Dengan cara seperti itu otomatis cara yang digunakan tidaklah sehat, sudah jelas caranya dengan mengelabui atau membohongi demi kepentingan dirinya sendiri. Orang-orang yang menggunakan cara seperti itu adalah orang yang tidak melandasi hati dan pikirannya dengan spiritual, sehingga hatinya dikuasai oleh syaitan. Cara-cara mengelabui adalah sebenar-benar cara yang digunakan syaitan untuk menjerumuskan mangsanya supaya menjadi pengikutnya.

    ReplyDelete
  45. Anisa Safitri
    PEP B 2017
    17701251038

    Kail bermata durja, sebuah ungkapan yang tidak dapat dilepaskan dari diri manusia. Memiliki makna bahwa manusia tidak dapat lepas dari godaan hawa nafsu. Ada umpan yang melenakan maka akan mendorong nafsu manusia yang tidak terkontrol. Godaan-godaan tersebut ada dimana, di rumah, lingkungan akademisi, maupun lingkungan kerja baik pemerintah ataupun swasta. Dalam elegi ini memberikan contoh petugas pajak, kail bermata durja ini digunakan untuk memanipulasi pembayaran pajak. Adanya godaan dan hawa nafsu yang saling berkaitan untuk memanipulasi pajak tersebut. Timbulnya kecurangan dalam lembaga tidak lepas dari adanya peran jabatan atau orang yang memiliki kekuasaan. Maka jabatan atau kekuasaan tersebut merupakan representasi dari kail bermata durja. Semoga kami terhindar dari perbuatan tersebut dan dapat menahan hawa nafsu dari perbuatan yang buruk. Aamiin.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs pendidikan matematika C

    Manusia tidak akan terlepas dari berbagai godaan syaitan. Jika tidak berhati-hati, kita dapat terlena dengan kail bermata durja yang disiapkan syaitan. Apalagi dengan zaman yang membuat kita seringkali ingin sesuatu yang instan, menjadikan kita semakin mudah menggunakan kail bermata durja untuk mencapai tujuan kita secara instan. Seperti seorang siswa yang ingin memperoleh nilai baik tanpa belajar, maka ia pun mencontek. Seorang pejabat yang ingin memperoleh kekayaan tanpa usaha berlebih, maka ia pun melakukan korupsi memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya. Maka agar terhindar dari godaan syaitan kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, memohon petunjuk dan ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  47. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs pendidikan matematika C

    Manusia tidak akan terlepas dari berbagai godaan syaitan. Jika tidak berhati-hati, kita dapat terlena dengan kail bermata durja yang disiapkan syaitan. Apalagi dengan zaman yang membuat kita seringkali ingin sesuatu yang instan, menjadikan kita semakin mudah menggunakan kail bermata durja untuk mencapai tujuan kita secara instan. Seperti seorang siswa yang ingin memperoleh nilai baik tanpa belajar, maka ia pun mencontek. Seorang pejabat yang ingin memperoleh kekayaan tanpa usaha berlebih, maka ia pun melakukan korupsi memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya. Maka agar terhindar dari godaan syaitan kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, memohon petunjuk dan ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Manusia tidak akan terlepas dari berbagai godaan syaitan. Jika tidak berhati-hati, kita dapat terlena dengan kail bermata durja yang disiapkan syaitan. Apalagi dengan zaman yang membuat kita seringkali ingin sesuatu yang instan, menjadikan kita semakin mudah menggunakan kail bermata durja untuk mencapai tujuan kita secara instan. Seperti seorang siswa yang ingin memperoleh nilai baik tanpa belajar, maka ia pun mencontek. Seorang pejabat yang ingin memperoleh kekayaan tanpa usaha berlebih, maka ia pun melakukan korupsi memanfaatkan kekuasaan yang dimilikinya. Maka agar terhindar dari godaan syaitan kita harus senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, memohon petunjuk dan ampunan Allah SWT.

    ReplyDelete
  49. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C (S2)

    Dengan berfilsafat, maka kita dapat memilkirkan segala hal misalnya hanya sebuah kail pun bisa digunakan untuk merefleksikan diri ke dalam kehidupan sehari-hari. Kail bermata durja adalah pemancing untuk mengumpan mangsa dalam segala keburukan. Agar kita dapat terhindar dari perbuatan yang buruk solusinya adalah selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kita tidak punya hak untuk menilai baik dan buruknya seseorang, karena yang berhak menilai adalah Allah SWT. Jangan kita menilai seseorang itu baik atau buruk. Kita bukan standar bagi orang lain. Baik dan buruk tergantung dari dimensi ruang dan waktu, tergantung darimana dan kapa kta memandang. Kita bisa menyalahkan Ojek online karena mereka mengambil penumpang yang sebelumnya naik ojek konvensional. Kita bisa juga menyalahkan ojek konvensional yang telah mengambil penumpang yang sebelumya menaiki becak. Kita juga bisa menyalahkan orang memilih untuk menaiki transportasi mana yang dipilihnya. Pada dasarnya, salah dan benar tergantung dimensi mana dan kapan kita berada.

    ReplyDelete
  51. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menggambarkan keadaan negara kita, Indonesia. Beberapa kasus diantaranya adalah kasus seperti kail bermata durja ini, keadaan dimana seseorang menggunakan cara yang terlihat baik (padahal tidak sebaik yang ditampilkan) untuk menarik simpati masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari hasil yang diperjuangkannya serta dari beberapa tanggapan masyarakat yang merasa dibohongi oleh janji-janji para petinggi.
    Mohon maaf jika ada kesalahan karena komentar ini sama sekali tidak bermaksud untuk menghakimi siapapun. Mohon koreksi, terima kasih

    ReplyDelete
  52. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berfilsafat itu artinya berpikir lebih luas dan lebih dalam dari berpikir pada umumnya, sehingga sampai pada tahap pemaknaan yang lebih luas dan lebih dalam. Segala benda yang ada dan yang mungkin ada memiliki sisi filosopisnya masing-masing tergantung pada orang yang memandangnya.

    ReplyDelete
  53. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Untuk mendapatkan hal yang kita inginkan, sebaiknya kita menempuh cara yang baik. Tidak dengan merugikan orang lain. Karena itu sama halnya kita menjadi benalu dalam kehidupan orang lain. Namun tidak dapat dipungkiri, terkadang kita sering mementingkan diri sendiri untuk mencapai tujuan kita tanpa mempedulikan apa yang dialami orang lain, dari dampak yang kita lakuakn guna mencapai tujuan tersebut. Maka marilah menginstrofeksi diri sendiri, apakah kita termnasuk dalam golongan tersebut?.

    Demikian, terimakasih

    ReplyDelete
  54. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Melalui elegi kail bermata durja ini saya memahami suatu hal bahwa terkadang orang memiliki sifat atau maksud buruk dibalik hal wajar yang mereka lakukan.Menjadi sosok yang apa adanya serta menghindarkan diri dari sifat tercela harus lah kita lakukan. Kejujuran merupakan hal yang cukup sulit dicari, namun sebagai guru yang baik, haruslah kita memiliki sifat jujur dalam diri dan juga menanamkannya pada diri siswa.

    ReplyDelete
  55. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Elegi ini menganalogikan kail dalam perspektif kehidupan. Jika slama ii kita mengenal kail digunakan untuk menangkap ikan, maka elegi ini menggambarkan sebagai alat untuk menjebak manusia. Terkadang orang menggunakan pancing untuk menipu orang lain sehingga mampu mengelabuinya. Kail Bermata Durja kerap digunakan oleh Powernow agar dapat menguasai negara-negara lain dengan memberi umpan kenikmatan imajiner sehingga masyarakat mampu dikelabui dan terperangkap.

    ReplyDelete
  56. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Saya merasa elegi diatas menggambarkan apa yang terjadi di dunia saat ini. Orang-orang terlena dengan kenikmatan dan kebahagiaan sesaat. Kebahagiaan yang tidak sejati yang pada akhirnya akan menghancurkan hiidup seseorang. Misalnya saja, orang diminta untuk mengikuti kajian, tapi pada saat yang sama temannya menawarkan untuk nonton di bioskop, dan ia memilih nonton. Padahal kalau dipikir lagi kebahagiaan nonton film itu hanya sesaat,tapi mengikuti kajian yang dirasa berat itu akan membawa kebahgiaan baik di dunia maupun akhirat.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat dan logika berpikir menjelaskan mengenai cara pemikiran mengenai apa dan bagaimana pembentukan dan perkembangan ilmu pengetahuan serta landasan, sifat dan fungsinya bagi kehidupan manusia serta cara pola berpikir logis yang digunakan sebagai alat untuk mencari kebenaran. Pola pikir logis yang dimaksud ialah pola pikir ilmiah yaitu suatu proses berpikir yang berpedoman pada tatacara tertentu berdasarkan landasan teori, konsep atau fakta emperis dan dilakukan secara sistematis dan logis.

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kail bermata durja dalam elegi ini adalah orang yang suka memanfaatkan,memperdaya bahkan menipu orang lain. Kail bermata durja merupakan kail yang membunuh ikannya. Contohnya koruptor yang makin banyak di negeri ini.
    Namun, yang namanya kail tetap saja tujuan utamanya mengail objek sampai mati dan bia dinikmati hasilnya. Mengail dengan durja bagaikan membunuh dengan kebahagiaan sementara. Sungguh munafik orang-orang yang mengail dengan durja tersebut. Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya. Jiwa ksatria jauh dari realitas para pelaku penggerak kehidupan bangsa. Ironi memang. Karena ketidakprofesionalan seorang pemegang amanah akan sangat berdampak pada seluk beluk kehidupan bangsa ini. Oleh karenanya, perlu ditumbuhkan jiwa ksatria dan profesionalitas pihak-pihak terkait agar krisis multidimensi kehidupan bangsa Indonesia perkembangannya tidak semakin memprihatinkan. Jangan sampai bangsa ini collapsed dikarenakan bangsanya sendiri. Perbaikan kualitas manusia sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang begitu mendesak.

    ReplyDelete
  59. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Bagi seorang murid tidak jujur, maka kail bermata durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek. Mencontek adalah perbuatan tidak jujur. Sesungguhnya dengan mencontek maka siswa tidak hanya membohongi gurunya namun juga membohongi orang tua dan juga dirinya sendiri. Ulangan menrupakan tolak ukur kemampuan bagi siswa, sudah sejauh mana kemampuan siswa, namun dengan mencontek maka siswa tidak akan tau kemampuan sebenarnya. Bagi seorang guru tidak jujur, kail bermata durja dapat digunakan untuk memalsukan PAK. Sesungguhnya pemalsuan PAK bukan hanya merugikan pemerintah, tetapi juga guru-guru lain dan tentunya diri sendiri. Guru yang melakukan pemalsuan PAK maka honor yang mereka terima kurang berarti dan juga kurang berkah karena diperoleh dari ketidakjujuran

    ReplyDelete
  60. Junianto
    PM C
    17709251065

    Kail bermata durja bisa saya pahami sebagai sebuah langkah menggunakan kelicikan untuk menipu orang lain. Kail ini digunakan dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam skala kecil di sekolah kail ini bisa digunakan siswa untuk mencontek dan berbuat kecurangan lainnya. Yang menjadi bencana besar adalah ketika dalam pemerintahan maka akan terjadi kecurangan besar yang terstruktur dan masiv. KKN merupakan salah satu penggunaan kail bermata durja ini dimana cara licik digunakan untuk memperoleh kekayaan.

    ReplyDelete
  61. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terminology kail dalam kehidupan sehari-hari adalah salah satu peralatan untuk menangkap ikan. Namun filsafat adalah intensif dan ekstensif, berstruktur. Kail tidak hanya berarti untuk menangkap ikan. Bilapun kail memang alat untuk menangkap ikan, maka ikan bisa diartikan sebagai benda lain, baik yang ada maupun yang ada.
    Kail bermata durja, kita melihat bahwa kail bermata durja ini merupakan sebuah pancingan, tipuan atau jebakan. Bila kita menangkap kail ini, kita akan ditangkap olek keburukan. Artinya banyak sekali hal-hal menarik di sekeliling kita, yang sebenarnya itu adalah tipuan belaka. Maka kita perlu berhati-hati dan banyak berdoa

    ReplyDelete

  62. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Elegi ini menunjukkan betapa manusia penuh dengan godaan dan pancingan-pancingan untuk berbuat dosa. Kail bermata durja adalah salah satu ungkapan untuk menggambarkan banyaknya kemungkinan-kemungkinan durja yang menanti di salah satu pintu jebakan keputusan. Seperti halnya ikan di laut, kita seringkali melihat ikan salah menangkap umpan yang dikiranya makanan baginya, namun sebenarnya itulah jebakan bginya.

    ReplyDelete
  63. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Kail bermata durja ini diibaratkan sebagai kejahatan dan keburukan yang banyak menjebak orang-orang yang tidak kuat imannya kepada Tuhan. Karena iman yang tidak kuat itu, ia mudah tergoda untuk mencontek, jika is siswa, menipu pembeli, jika ia pedagang, melakukan korupsi, jika ia pejabat, dsb. Oleh karena itu kita harus senantiasa meminta perlindungan Tuhan agar dijauhkan dari hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kail bermata durja merupakan perumpamaan dari berbagai macam cara siasat yang tidak baik atau tidak jujur, yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Dengan alasan untuk mendapatkan sesuatu yang baik, atau untuk sesuatu yang bermanfaat, terkadang manusia menggunakan cara-cara yang tidak baik. Demi apapun alasannya, menggunakan cara yang tidak baik, tidaklah dibenarkan. Tujuan merupakan sesuatu yang penting, namun proses menuju suatu tujuan juga memegang peranan yang tidak kalah pentingnya.

    ReplyDelete
  65. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Itulah filsafat, memilkirkan segala hal dengan intensif dan ekstensif, bahkan kail pun dapat untuk merefleksikan diri ke kehidupan sehari-hari. Kail bermata durja ada pemancing untuk mengumpan mangsa dlam hal keburukan. Pada kehidupan sehari-hari kita biasa menyebutnya sebagai tindak kecurangna atau bahkan sampai kepada tindakan KKN. Bagaiman kita menghindarinya adalah selalu mengingat bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  66. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Mengail dengan durja bagaikan membunuh dengan kebahagiaan sementara. Sungguh munafik orang-orang yang mengail dengan durja tersebut. Sumber segala problematika yang menimpa kehidupan bangsa ini dari berbagai aspek kehidupan adalah kemunafikan para subyeknya. Baik itu subyek pendidikan, pemerintahan, atau lainnya.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  67. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Jiwa ksatria jauh dari realitas para pelaku penggerak kehidupan bangsa. Ironi memang. Karena ketidakprofesionalan seorang pemegang amanah akan sangat berdampak pada seluk beluk kehidupan bangsa ini. Oleh karenanya, perlu ditumbuhkan jiwa ksatria dan profesionalitas pihak-pihak terkait agar krisis multidimensi kehidupan bangsa Indonesia perkembangannya tidak semakin memprihatinkan. Jangan sampai bangsa ini collapsed dikarenakan bangsanya sendiri. Perbaikan kualitas manusia sangat diperlukan dan merupakan kebutuhan yang begitu mendesak.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  68. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Elegi di atas mengandung analogi yang baik untuk kaum munafik, yaitu penipu ulung. Alangkah buruknya perangai para penipu tersebut dan alangkah malangnya obyek yang tertipu. Beginilah manusia tergantung pada siapa yang membersamainya, jika syaitan yang membersamainya maka keburukanlah yang senantiasa ada padanya, seperti berbuat kerusakan, merugikan orang lain, mengambil keuntungan sepihak demi kepentingan diri sendiri, dan lain-lain. Maka manusia hendaknya senantiasalah untuk berdzikir pada Allah karena syaitan adalah yang lebih-lebih ulung dalam hal menipu untuk mengajak umat manusia menuju neraka. Oleh karena itu, agar tidak tertindas dan menjadi obyek yang tertipu, manusia hendaknya senantiasa berhati-hati dalam segala lini kehidupannya baik dalam diri sendiri, keluaraga maupun dalam bangsa dan negara.

    ReplyDelete
  69. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Fenomena kail bermata durja sering saya temui di beberapa kesempatan. Dalam dunia pendidikan tentu ada juga fenomena seperti itu. Misalnya adanya bocoran kunci jawaban un, saat itu un masih jadi satu-satunya penentu kelulusan. Tidak jarang yang membocorkan adalah gurunya sendiri. Sungguh miris sekali. Kalau di dunia teknologi ada penciptaan virus, kemudian pencipta tersebut menjual antivirusnya dengan mematok harga tertentu. Hal tersebut jelas motifnya untuk meraup keuntungan uang. Jadi kita harus waspada terhadap kail bermata ikan, waspada jangan sampai kita melakukan dan juga jangan sampai kita menjadi korban.

    ReplyDelete
  70. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Bismillah.
    Terimakasih atas postingannya Prof.
    Manusia dihadapkan oleh banyak sekali tipu daya syaiton yang menjerumuskan kita.
    Pada paragraf terakhir dikatakan bahwa kail bermuka durja digunakan oleh syaitan untuk menggelincirkan manusia agar ingkar kepada Tuhan. Oleh karena itu, kita harus melepaskan diri dari kail ini dengan cara memerkuat keimanan kita kepada Allah. Jangan sampai kita terpedaya oleh tipu daya syaiton. Serta jangan pula sekali-sekali berkeinginan untuk menggunakan kail ini untuk mencari keuntungan yang nyatanya justeru merugikan orang lain. Karena sebaik-baik manusia ada yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain.

    ReplyDelete
  71. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Dari bacaan di atas saya jadi mengetahui apa gunanya filsafat, yaitu mencoba memikirkan hal sedalam mungkin, bahkan yang tidak pernah dipikirkan oleh orang pada umumnya sekalipun. "Kesalahan Pengail adalah karena dia telah menipu Ikan. Dia pura-pura memberi umpan, padahal di dalam umpannya itu terdapat senjata untuk membunuh ikan itu.", dari kalimat tersebut saya memahami bahwa pengail itu cukup berbahaya bagi diri yang dipancing bahkan bisa sampai membunuh, diibaratkan dengan ikan seperti di atas yang ternyata dalam umpan terdapat senjata untuk membunuh ikan tersebut. "Kail Bermata Durja adalah segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing.", dari kalimat tersebut dapat saya tarik kesimpulan bahwa kail bermata durja merupakan alat yang digunakan untuk melakukan suatu keburukan dengan cara mengelabuhi. Dari perumpamaan pada bacaan di atas bagaikan seorang peserta didik yang tidak jujur, maka Kail Bermata Durja digunakan untuk mengambil kesempatan agar bisa mencontek dan melakukan hal-hal buruk lainnya. Saya jadi paham bahwa ternyata Kail Bermata Durja ini juga salah satu sebab mengapa kita masih dilanda krisis multidimensi.

    ReplyDelete
  72. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Saya memahami kail bermata durja dalam elegi ini adalah sebagai segala tipu daya yang ada di dunia untuk mendapatkan manfaat dari kerugian yang dialami orang lain. Dengan kata lain, kail bermata durja termasuk sebagai keburukan dunia. Dari banyaknya contoh penggunaan kail bermata durja yang dipaparkan dalam elegi di atas menandakan bahwa dunia ini masih penuh dengan tipu daya. Ini menjadi refleksi bagi kita untuk senantiasa bertindak jujur dan mengusahakan dengan baik apa yang ingin kita capai. Merugikan orang lain sama saja dengan memberikan bencana bagi orang lain. Bagaimana jika kita berada di posisi orang yang terjebak dalam kail? Tentu akan merasa dikhianati dan tersakiti. Karenanya, jangan memanfaatkan kail bermata durja jika tidak ingin terkena kail itu sendiri. Tuhan Maha Pelihat, ia mengerti segala sesuatu yang dilakukan umat-Nya. Jangan sampai murka Tuhan menimpa kita karena goda kail bermata durja.

    ReplyDelete
  73. Zayan Nur Ansito Rini
    15301241003
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Salah satu sebab krisis multidimensi yang melanda negeri ini adalah kail bermata durja. Dalam tulisan ini, kail bermata durja dijelaskan sebagai "segala alat yang digunakan untuk memperoleh manfaat secara tidak jujur dengan cara mengelabuhi obyek yang dipancing". Salah satu contoh kail bermata durja tersebut adalah korupsi. Para pelaku menggunakan posisi yang aman untuk mengelabui rakyat agar bisa memperoleh sebesar-besarnya keuntungan untuk dirinya sendiri.

    ReplyDelete