Oct 17, 2012

KANT’S THEORY OF KNOWLEDGE AND THE EPISTEMOLOGICAL FOUNDATION OF MATHEMATICS




By Marsigit

Kant’s view comes to dominate West European philosophy and his theory of knowledge plays a crucial role in the foundation of mathematics.



A clear understanding of his notions of would do much to elucidate his epistemological approach. Kant’s theory of knowledge seems, hitherto, to have been analyzed by post modern philosophers, and some mathematicians, and it even seems directly to rage their conjectures through incontestably certain in the ultimate concern of its consequences.

Perry R.B. retrieves that Kant’s contributions to epistemological foundation of mathematics consisted in his discovery of categories and the form of thought as the universal prerequisites of mathematical knowledge.

According to Perry , in his Prolegomena to any Future Meta¬physics, Kant exposed a question "How Is Pure Mathematics Possible?".

While Philip Kitcher in Hersh R. shows that all three foundationist gurus Frege, Hilbert, and Brouwer were Kantians; that was a consequence of the influences of Kant’s philosophy in their early milieus, and the usual tendency of research mathematicians toward an idealist vewpoint.

The publication of Kant’s great works did not put an end to the crisis in the foundation of philosophy.

On the contrary, they raged about it more furiously than ever.

As two main schools found in the philosophy of mathematics, before and after Kant, the latent elements of them were discovered and brought to the higher level.

One school considered as the sceptical promoting of the new analysis, and proceeded to build its dome furnished by its material; the other took advantage of the positions gained by the ultimate champion and developed its lines forward in the direction of transcendental claim.

Kant lays the foundations of philosophy; however, he built no structure.

He did not put one stone upon another; he declared it to be beyond the power of man to put one stone upon another.

Kant attempts to erect a temple on his foundation he repudiated.

The existence of an external world of substantial entities corresponding to our conceptions could not be demonstrated, but only logically affirmed.

References:
1 Perry, R.B., 1912, “Present Philosophical Tendencies: A Critical Survey of Naturalism Idealism Pragmatism and Realism Together with a Synopsis of the Pilosophy of William James”, New York: Longmans Green and Co. p. 139
2 Hersh, R., 1997, “What is Mathematics, Really?”, London: Jonathan Cape, p.132
3 Ibid. p. 129
4 ….., “Immanuel Kant, 1724–1804”, Retrieved 2004
5 Ibid

4 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Munculnya Teori Pengetahuan dari Immanuel Kant, sebagai landasan epistemologis dari pengetahuan , dipengaruhi paling tidak oleh pengaruh dua aliran epistemologi yang masing-masing berakar pada pondasi empiris dan pondasi rasionalis. Menurut kaum pondasionalis empiris , terdapat unsur dasar pengetahuan dalam mana nilai kebenarannya lebih dihasilkan oleh hukum sebab-akibat dari pada dihasilkan oleh argumen-argumennya; mereka percaya bahwa keberadaan dari kebenaran tersebut disebabkan oleh asumsi bahwa obyek dari pernyataannyalah yang membawa nilai kebenaran itu. Kaum pondasionalis empiris mempunyai dua asumsi: (a) terdapat nilai kebenaran, jika kita mengetahuinya, yang memungkinkan kita dapat menjabarkan semua pengetahuan tentang ada; (b) nilai kebenaran itu diterima sebagai benar tanpa prasyarat.
    Untuk menemukan konsep dan putusan yang mana yang mendasari pengetahuan kita, kaum pondasionalis rasionalis berusaha mencari sumber dari kegiatan berpikir, yaitu kegiatan dimana kita dapat menemukan ide dasar dan kebenaran . Kegiatan dimaksud merupakan kegiatan intelektual yang memerlukan premis-premis yang dapat berupa kegiatan intuisi atau semacam refleksi diri seperti yang terjadi pada Cogito nya Cartesius. Kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan pondasi yang dicari dari pengehuan tetapi juga memberikan kepastian epistemologis, yaitu suatu keadaan yang pasti dan dengan sendirinya benar. Dasar dari ide dan putusan bersifat pasti karena mereka dihasilkan dari suatu aktivitas yang terang dan jelas sebagai prasyarat diperolehnya putusan yang dapat diturunkan menjadi putusan-putusan yang lainnya.
    Kaum rasionalis seperti Plato, Descartes, Leibniz, atau Spinoza, percaya bahwa semua pengetahuan telah ada pada akal budi sebelum aktivitas kognisi dimulai; namun, mereka dianggap belum mampu meletakkan dasar-dasar pengetahuan yang menjamin nilai kebenaran suatu proposisi. Di lain pihak, usaha meletakkan dasar kognisi dan pengetahuan tidak berarti bahwa seorang Immanuel Kant memadukan begitu saja apa yang dikerjakan oleh kaum empiris maupun kaum rasionalis. Kant berusaha untuk menjawab pertanyaan bagaimana kegiatan kognisi mungkin terjadi dalam kaitannya dengan hubungan antara subjek dan objek atau bagaimana representasi sintetik dan obyeknya dapat terjadi dan bagaimana hubungan antara keduanya?
    Berkaitan dengan masalah tersebut, di dalam Teori Pengetahuannya, Immanuel Kant berusaha meletakkan dasar epistemologis bagi matematika untuk menjamin bahwa matematika memang benar dapat dipandang sebagai ilmu. Kant menyatakan bahwa metode yang benar untuk memperoleh kebenaran matematika adalah memperlakukan matematika sebagai pengetahuan a priori. Menurut Kant, secara spesifik, validitas obyektif dari pengetahuan matematika diperoleh melalui bentuk a priori dari sensibilitas kita yang memungkinkan diperolehnya pengalaman inderawi. Namun, perkembangan matematika pada dua abad terakhir telah memberikan tantangan yang cukup signifikan terhadap pandangan Immanuel Kant ini.

    References:
    Epistemologi Matematika oleh Marsigit http://marsigitphilosophy.blogspot.co.id/2008/12/epistemologi-matematika.html

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Artikel ini menjelaskan pandangan Kant mengenai teori pengetahuan dan dasar epistemologi matematika. Teori pengetahuan Kant berperan penting dalam dasar epistemologi Matematika, di mana teori pengetahuan dapat menjamin bahwa matematika memang benar dapat dipandang sebagai ilmu. Kontribusi Kant untuk dasar epistemologis matematika terdiri dari penemuan kategori dan bentuk pemikiran sebagai prasyarat universal pengetahuan matematika.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Landasan epistemologi ilmu disebut metode ilmiah, yaitu cara yang dilakukan ilmu dalam menyusun pengetahuan yang benar. Metode ilmiah tersebut antara lain metode induktif, deduktif, positivisme, kontemplatif dan dialektis. Immanuel Kant berusaha meletakkan dasar epistemologis bagi matematika untuk menjamin bahwa matematika memang benar dapat dipandang sebagai ilmu. Kant menyatakan bahwa metode yang benar untuk memperoleh kebenaran matematika adalah memperlakukan matematika sebagai pengetahuan a priori. Menurut Kant, secara spesifik, validitas obyektif dari pengetahuan matematika diperoleh melalui bentuk a priori dari sensibilitas kita yang memungkinkan diperolehnya pengalaman inderawi.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPs Pendidikan Matematika 2016 Kelas D

    dari artikel di atas, Perry R.B. mengambil bahwa kontribusi Kant terhadap dasar epistemologis matematika terdiri dari penemuan kategori dan bentuk pemikiran sebagai prasyarat universal untuk pengetahuan matematika. Sementara Philip Kitcher di Hersh R. menunjukkan bahwa ketiga ahli dasar Frege, Hilbert, dan Brouwer adalah orang Kantia; Itu adalah konsekuensi dari pengaruh filsafat Kant di milieus awal mereka, dan kecenderungan penelitian matematikawan yang biasa mengarah ke arah yang idealis.

    ReplyDelete