Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 50: Permohonan Maaf Atas Kesombongan Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memahami bahwa ternyata untuk yang kesekian kalinya saya harus minta maaf atas Kesombongan Filsafatku terhadap Subyek Penguasaku.

Salah satu bentuk Kesombongan Filsafatku adalah aku Selalu Merasa Berfilsafat ketika berhadapan denganmu; sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka Dirimu tidak merasa Nyaman.

Aku menyadari bahwa jikalau dikarenakan oleh Filsafatku engkau merasa kurang nyaman, maka aku kemudian juga menyadari bahwa ternyata aku belum Berfilsafat.

Tetapi anehnya, ketika aku mengetahui bahwa ketidaknyamanan dirimu tidak santun terhadap Ruang dan Waktu; maka semakin mantaplah aku Berfilsafat di depanmu.

Sehingga akupun menjadi ragu atas permohonan maafku.


Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.
Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

25 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dan kesombongan filsafatku adalah merasa telah berfilsafat namun ternyata belum berfilsafat. Merupakan suatu hal yang menjadikan seseorang menjadi tidak ada. Ada menjadi tak ada, dan tidak ada menjadi ada. Ketika kesombongan mengakui siapa diri kita masing-masing dengan berlaku seolah-olah telah melakukan hal yang sebenarnya belum dilakukan. Kesombongan seperti itu haruslah dikembalikan kepada sang penguasa. Sehingga tidak lagi ada kesombongan atau lebih tepatnya kebohongan semata yang akan menjebak diri kita masing-masing.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kesombongan muncul karena adanya sifat yang menganggap diri kita lebih baik dari diri orang lain, sehingga kita memandang remeh, memandang rendah orang tersebut. Sama halnya dalam berfilsafat, sering kali muncul kesombongan atas pemikiran kita karena kita merasa filsafat kita lebih baik, lebih benar dibandingkan pemikiran orang lain. Hal ini tentunya dapat membuat orang lain menjadi tidak nyaman bahkan marah. Namun demikian hal tersebut tidak semestinya ditanggapi dengan kemarahan, karena akan menjadi lebih tidak baik. Ibarat kata api ketemu api maka akan semakin membesar. Maka dari itu sikap saling menghormati dan menghargai satu sama lain adalah perilaku yang sangat tepat.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kesombongan filsafat dilakukan oleh seseorang yang memiliki keinginan untuk memanipulasi ruang dan waktu sehingga ia dapat berada di ruang yang sama dalam waktu yang berbeda, atau ruang yang berbeda dalam waktu yang sama. Jika seperti itu, maka ia telah melakukan sebuah perbuatan curang yang jelas bukan merupakan ciri-ciri orag berpikir secara filsafat.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Seseorang merasa sudah berfilsafat, termasuk mungkin saya sudah merasa menulis seakan akan itu filsafat. Tetapi ternyata itu bukan filsafat, padahal sudah terlanjur yakin bahwa itu telah berfilsafat. oleh karenanya itulah yang disebut kesombongan berfilsafat. oleh karenanya semoga dimaafkan atas segala kesombongan yang tidak baik ini.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kesombongan merupakan suatu sikap yang tidak dikehendaki oleh siapapun. Kesombongan dapat menjadikan kita angkuh di depan sesama dan merasa diri lebih dari orang lain sehingga sukar untuk memahami sesama. Sikap sombong hendaknya harus kita jauhi, apalagi sombong dalam segala pemikiran yang kita pikirkan yang berasal dari ilmu yang telah dimiliki. Kita hendaknya mampu untuk memanfaatkan ilmu sesuai dengan ruang dan waktunya sehingga orang lain merasa nyaman dengan keberadaan kita.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam melakukan olah pikir sebenarnya kita harus memperhatikan ruang dan waktunya. Namun, terkadang karena kesombongan kita, kita merasa diri benar dan kemudian melakukan hal yang melebihi batas, tidak memperhatikan ruang dan waktu dalam berfilsafat. Terkadang kita lupa bahwa apa yang kita anggap benar belum tentu sama dengan orang lain dan membuat kita memaksakan kehendak kita, sehingga terjadi kelancangan fisafat terhadap subjek.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya merupakan salah satu entuk kesombongan filsafat. Bentuk kesombongan filsafat lainnya adalah merasa berfilsafat padahal belum berfilsafat. Oleh karena itu kita harus berfilsafat dengan berpikir sedalam dalamnya dan seluas-luasnya dan berfilsafat sesuai dengan ruang dan waktunya. Mohon maaf atas kesombongan filsafatku selama ini.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Pada awal pembelajaran filsafat, pasti terdapat seseorang yang merasa kurang nyaman. Mereka merasa bingung karena tidak memahami apa itu sebenarnya filsafat. Merasa pusing karena terlalu banyak yang dipikirkan. Namun, jika kebingungan kita tersebut sesuai dengan ruang dan waktu, maka hal itu baik adanya. Artinya memang kita haruslah mengalami sebuah kebingungan sebelum memperoleh tingkat pemahaman. Hal ini sering kita alami di dalam perkuliahan filsafat bukan?

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pengertian dari Sombong atau tinggi hati itu adalah merasa bahwa dirinya jauh lebih baik daripada orang lain, sehingga dia melihat orang lain itu rendah, hina dan sebagainya. Sifat ini seakan sudah mengakar pada manusia, dijaman maju seperti sekarang ini. banyak orang yang dengan jujur mengatakan, mereka menyombongkan dirinya adalah hal yang lumrah. Hal ini lantaran kekayaan yang mereka miliki serta kepintaran, sehingga sangat wajar menyombongkan diri. Kesombongan itu bagai sebilah pedang yang melukai bukan saja orang yang menggunakannya tetapi juga orang yang diserangnya. Kecongkakan merampas kita dari segala sesuatu yang ingin Allah berikan kepada kita, tetapi “ganjaran kerendahan hati dan takut akan Tuhan adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan” .

    ReplyDelete
  10. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Salah satu bentuk kesombongan filsafatku adalah aku selalu merasa berfilsafat ketika berhadapan dneanmu, sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka dirimu tidak merasa nyaman. Itulah kesombongan yang sering aku lakukan dihadapanmu. Saat menbicarakan matematika aku berfilsafat. Saat membicarakan cinta aku berfilsafat. Saat membicarakan tidur aku berfilsafat. Saat membicarakan politik aku berfilsafat. Bahkan saat membicarakanmu aku pun berfilsafat.
    Aku menyadari bahwa dikarenakan oleh filsafatku engkau merasa kurang nyaman, maka aku kemudian juga menyadari bahwa ternyata aku belum berfilsafat. Tetapi anehnya, ketika aku mengetahui bahwa ketidaknyamanan dirimutidak santun runag dan waktu. Hal ini menyebabkan diriku semakin mantap untuk berfisafat. Saat menbicarakan matematika aku berfilsafat. Saat membicarakan cinta aku berfilsafat. Saat membicarakan tidur aku berfilsafat. Saat membicarakan politik aku berfilsafat. Bahkan saat membicarakanmu aku pun berfilsafat. Bahkan pada akhirnya saat aku memohon maaf padamu pun aku berfilsafat. Sehingga permohonan maafku seolah-olah bukan sebagai permohonan maaf bagimu.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Filsafat setiap orang berbeda-beda. Dengan belajar filsafat manusia berusaha untuk bertindak sesuai dengan ruang dan waktu. Ketika belajar filsafat tidak tuntas dan tidak dilandasi dengan spiritual maka dapat menjerumuskan seseorang dalam kesombongan. Seseorang merasa bahwa dirinya memiliki banyak ilmu sehingga menyebkan orang tersebut tidak sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Dari paparan tersebut, menunjukkan bahwa sangatlah diperlukan landasan spiritual yang kokoh agar dapat terhindar dari kesombongan.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    “Sebenar-benar dirimu adalah filsafatmu”. Adalah salah satu pesan perkuliahan yang selalu tertanam di dalam diri saya. Pernah juga di dala kelas ada seorang teman yang bertanya jika setiap orang memiliki kebenaran filsfatnya masing-masing, maka bagaimana agar masing-masing kebenaran filsafat tersebut tidak saling berbenturan. Adalah ruang dan waktu menjadi salah satu jawaban yang saya tangkap. Maka berfilsafat yang benar adalah berpikir sesuai dengan ruang dan waktunya. Maka siapapun yang berpikir dan bertindak sesuai ruang dan waktu, niscaya aka nada sedikit sekali benturan yang dicipatakan atau malah tidak ada sama sekali.

    ReplyDelete
  13. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Ketika kita bersikap sombong pada orang lain, maka orang lain pasti akan risih terhadap kita. Karena tidak ada yang perlu dibanggakan dalam kesombongan. Sesungguhnya orang yang sombong adalah orang yang tidak memiliki apa apa, sehingga ia berusaha untuk memiliki/menjadi sesuatu agar dipandang/menjadi pusat perhatian orang. Padahal sesungguhnya orang yang memiliki kesombongan berarti orang yang malah tidak punya apa apa. Hanya saja dengan orang yang sombong akan membuat risih orang lain. Inilah hal yang jangan dilakukan. Meminta maaflah anda jika anda sombong dengan orang lain. Karena hanya membuat kerisihan terhadap orang lain. Yang perlu diingat di atas langit masih ada langit, diatas orang hebat masih banyak orang hebat. Jadi tidak perlu ada yang disombongkan, karena sesungguhnya kita belum jadi orang yang hebat diantara orang hebat. Terimakasih.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Sesuatu dpaat dikatakan salah apabila tida sesuai dengan tempat dan kontteks dalam melakukan sesuatu. Kesalahan dapay diperbuat oleh siapa saja yang membedakan adalah apakah manusia itu menyadari kesalahaannya dan mau memperbaiki kesalaan yang telah di perbuatnya agar menjadi manusia yang selalu instrospeksi diri. Manusia yang selalu muhasabah diri akan menjadi manusia yang memiliki pribadi lebih baik karena dia akan melakukan berbagai cara dalam memperbaiki segala sesuatu yang dia anggap sebagai kesalahan.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Salah satu kecenderungan manusia adalah berpotensi untuk memiliki sifat kesombongan. Sombong merupakan sifat yang sangat membanggakan dirinya dan merasa lebih hebat daripada orang lain, dia merasa dirinya lah yang paling hebat. Tentu saja di dunia ini tidak ada manusia yang paling hebat, karena pasti ada orang lain yang kebih hebat dari nya sehingga ada pepatah “di atas langit masih ada langit”. Walaupun setiap manusia berpotensi untuk memiliki sifat sombong, kita harus menjauhi sifat ini dengan banyak meningkatkan kepekaan hati dan senantiasa instropeksi diri dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  16. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Semakin kita ingin mengetahui sesuatu semakin kita sadar bahwa sebenarnya kita benar-benar tidak tahu apa-apa. Semakin tersadar bahwa yang kita tahu ini hanyalah setetes air dilautan. Masih banyak yang kita tidak tahu. Kita merasa sudah berfilsafat, merasa sudah belajar, kemudian menjadikan diri kita sombong, merasa bisa dalam berfilsafat. Tetapi sebenarnya yang kita pelajari ini belum ada apa-apanya, hanya sebagian kecil dari suatu yang sangat besar. Oleh karena itu, kita sebaiknya jangan bersikap sombong dan merasa bisa dalam hal apapun karena masih banyak swekali yang belum kita ketahui. Sehingga kita harus lebih banyak belajar, meningkatkan kesadaran dan keikhlasan dalam diri kita.

    ReplyDelete
  17. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Orang yang mengaku dirinya tidak sombong justru ia malah sombong. Ia tidak bisa menempatkan dirinya berdasarkan ruang dan waktu. Sombong adalah sifat yang merasa bahwa dirinya lebih hebat dari yang lain atau merasa dirinyalah yang paling hebat. Padahal kenyataannya pun tidaklah demikian. Di atas langit masih ada langit. Haruslah kita tanamkan dalam hati kita bahwa masih ada orang lain yang lebih segala-galanya dari kita dan sejatinya Allah yang paling hebat. Kesempurnaan hanya milik Allah, sementara kita makhluk Nya penuh dengan keterbatasan, kita hanya berusaha untuk memberikan yang terbaik. Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada umat Nya. Aamiin.

    ReplyDelete
  18. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Seharusnya semakin kita memahami sesuatu, kita semakin menyadari bahwa apa yang kita pahami belum seberapa. Dalam berfilsafat, ketika kita sudah merasa berfilsafat dan merasa memahami filsafat, maka sebenarnya kita sudah terjerumus ke dapam kesombongan. Kesombongan tersebut bisa membatasi kita untuk terus belajar. Maka kita harus memohon ampunan kepada Allah SWT. Seseorang yang berfilsafat tidak akan mengaku berfilsafat, karena ketika ia berfilsafat ia menyadari bahwa ilmunya masihlah rendah dibanding yang lain.

    ReplyDelete
  19. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berfilsafat yang tidak sesuai dengan ruang dan waktunya merupakan salah satu entuk kesombongan filsafat. Bentuk kesombongan filsafat lainnya adalah merasa berfilsafat padahal belum berfilsafat. Oleh karena itu kita harus berfilsafat dengan berpikir sedalam dalamnya dan seluas-luasnya dan berfilsafat sesuai dengan ruang dan waktunya. Mohon maaf atas kesombongan filsafatku selama ini

    ReplyDelete
  20. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Sombong itu bisa secara sadar maupun tidak sadar. Semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita. Sombong adalah penyakit hati yang sering menghinggapi kita semua. Benih-benihnya kerap muncul tanpa kita sadari.

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    setelah saya membaca artikel diatas, menurut saya, dalam mempelajari sesuatu tidak serta merta didapat dengan begitu mudah karena kesemuanya itu pasti butuh proses dimana ada berbagai rasa berkecamuk didalamnya namun, dari proses itulah sebagai mahasiswa yang mempelajari filsafat akan mengerti bagaimana memahami filsafat itu sendiri.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Kesalahan dalam berfilsafat adalah ketika tidak tepat ruang dan waktunya, misalkan kita menggunakan istilah filsafat pada orang lain yang tidak paham akan istilah itu, dan secara tidak langsung menjadikan lawan belajar berfilsafat sebagai sarana untuk menyombongkan pengetahuan yang telah diketahui. hal ini sesungghnya bentuk kesombongan yang merugikan diri sendiri karena kita merasa berkecukupan tentang pengetahuan kita sesungguhnya kita terjeak didalam mitos-mitos kita.

    ReplyDelete
  23. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Filsafat mengajarkan untuk bertindak, berbicara, menilai, dan lain sebagainya dengan cara menyesuaikan ruang dan waktu, segala sesuatu tentang filsafat baik menggunakan atau kapan kita harus berfilsafat yaitu dengan orang yang juga paham dan mengenal filsafat itu. Sangat tidak profesional dan kondisional bila berbicara filsafat dengan orang awam yaang tidak mengenalkan filsafat, bukan dipadang sebagai seseorang yang hebat tetapi dinilai sombong bahkan aneh oleh orang lain. Sedangkan ilmu bukanlah sesuatu hal yang patut disombongkan sebab akan menghilangkan keberkahannya.

    ReplyDelete
  24. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Dan kesombongan filsafatku adalah merasa telah berfilsafat namun ternyata belum berfilsafat. Merupakan suatu hal yang menjadikan seseorang menjadi tidak ada. Ada menjadi tak ada, dan tidak ada menjadi ada. Ketika kesombongan mengakui siapa diri kita masing-masing dengan berlaku seolah-olah telah melakukan hal yang sebenarnya belum dilakukan. Kesombongan seperti itu haruslah dikembalikan kepada sang penguasa. Sehingga tidak lagi ada kesombongan atau lebih tepatnya kebohongan semata yang akan menjebak diri kita masing-masing.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Tidak sopan terhadap ruang dan waktu dapat berarti kurang memahami posisi diri atau kurang dapat menempatkan diri pada posisi yang seharusnya. Seriingkali kita bersikap semena-mena terhadap diri sendiri bahkan terhadap orang lain. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan lebih memahami apa yang ada secara lebih mendalam sehingga kita akan terhindar dari kesombongan berfilsafat.

    ReplyDelete