Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 49: Permohonan Maaf atas Kelancangan Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memahami bahwa ternyata untuk yang kesekian kalinya saya harus minta maaf atas Kelancangan Filsafatku terhadap Subyek Penguasaku.

Salah satu bentuk Kelancangan Filsafatku adalah aku Selalu Berani Mengatakan Benar sebagai Benar dan Salah sebagai Salah di Hadapanmu; sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka Dirimu tidak merasa Nyaman.

Kelancanganku yang lainnya terhadapmu adalah bahwa aku berusaha melihat apa yang olehmu tidak boleh dilihat, berusaha mendengar apa yang olehmu tidak boleh didengar. Padahal aku tahu bahwa engkau adalah Subyek Penguasaku yang menentukan sebagian nasibku.


Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.
Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Manusia tidak akan mampu menjelaskan semua yang ada di pikirannya. Tetapi kita sebaiknya berusaha melihat sesuatu dibalik yang nyata atau metafisik, berani mendengar sesuatu di sebalik yang tidak terdengar, berani memikirkan sesuatu di luar pikiran orang-orang pada umunya. Hal ini berarti berfilsafat melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih luas, tidak terjebak dalam ruang dan waktu yang terbatas. Tetapi kita tahu bahwa manusia itu tidak akan pernah bisa untuk mempelajari segala hal yang di dunia ini, tidak akan mampu karena kemampuan manusia itu terbatas. Karena kemampuan yang sebenar-benarnya itu adalah kuasa Tuhan. Kita tidak bisa membantah itu. Maka kenapa manusia itu banyak yang sombong hanya dengan apa diperoleh saat ini, Oleh karena itu kita tidak sepantasnya menyombongkan apa yang kita miliki sekarang dan kita kita harus selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  2. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat adalah diriku sendiri. Sebuah olah pikir terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang menentukan benar atau salah adalah diriku sendiri tergantung dengan apa perspektifnya. Filsafat tidak mengenal benar salah atau baik buruk. Benar salah atau baik buruknya suatu hal adalah perkara kesesuaian dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  3. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Berfilsafat berarti berani berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Hal tersebut membuat kita berpikir secara kritis dan selalu meningkatkan kemampuan kita menganalisis. Dengan kita berfilsafat, kita berani mengatakan benar untuk sesuatu yang benar, salah untuk sesuatu yang salah. Berani memikirkan sesuatu di luar pikiran orang-orang pada umumnya. Berani melihat sesuatu dibalik yang nyata (metafisik), berani mendengar sesuatu di sebalik yang tidak terdengar.
    Mungkin itu sebagai bentuk berfilsafat diri kita dan membangun filsafat pada diri kita. Itu menurut saya bukan termasuk kelancangan filsafatku, tetapi kekritisan pikiranku untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  4. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Filsafat itu sesuai dengan ruang dan waktu. Dalam filsafat, yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar tergantung ruang dan waktu. Yang mutlak benar dan mutlak salah ialah benar dan salah sesuai aturan Allah SWT.
    Filsafat itu olah pikir. Dalam hidup ini kita harus senantiasa berpikir mencoba menggapai logos. Maka dalam menggapai logos kita harus berupaya melihat dan mendengarkan apa yan membantu kita menggapai logos.

    ReplyDelete
  5. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Benar dan salah merupakan dua sisi mata uang yang selalu ada dalam kehidupan. Jika salah tidak dikatakan malah akan dianggap benar, begitu pula sebaliknya, ketika benar tidak dikatakan akan dianggap salah. Kadang benar menurutku belum tentu benar menurut orang lain. Mohon maaf atas kelancangan saya mengutarakan pendapat saya mengenai benar dan salah yang belum tentu benar atau belum tentu salah. Sesungguhnya kebenaran hanyalah milik Allah, manusia hanya berusaha menggapai benar

    ReplyDelete
  6. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari artikel diatas, menurut saya, pemikiran setiap orang dalam melihat suatu objek tidaklah sama. jadi dalam mempelajari filsfat, secara kontinu tidak ada salahnya kita selalu ditempa menjadi pribadi yang lebih memahami filsafat.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  7. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Benar dan salah adalah perspektif, bersifat relatif dan tergantung ruang dan waktunya. bagaimana suatu nilai kebenaran seseorang belum tentu menjadi nilai kebenaran orang yang lain. Dimana nilai kebenaran yang ada dalam pemikiran kita adalah hasil dari proses yang telah kita lalui dan belum tentu orang lain melalui hal yang sama dengan kita. Memaksakan benar dan salah merupakan hal yang kurang tepat, alangkah lebih tepat adalah ketika pemberikan pandangan dan dasar-dasar dari suatu nilai kebenaran dan menyerahkan kembali kepada mereka untuk menentukan nilai kebenarannya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Dalam filsafat nilai benar dan salah relatif terhadap ruang dan waktu, sesuatu dapat dianggap benar namun diwaktu dan tempat tertentu dapat dianggap salah, begitu pula sebaliknya terhadap sesuatu yang dianggap salah, sebab salah juga relatif terhadap ruang dan waktu, sehigga sesuatu yang dianggap salah di waktu dan tempat tertentu dapat dianggap benar.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Karena sebenar-benar diriku tidak mampu mengetahui apapun. Aku menilai lebih banyak dari pemikiranku sendiri, secara subyektif. Padahal benar dan salah itu harusnya obyektif. Benar bagiku mungkin hanya relatif karena keterbatasanku. Maka aku memohon maaf atas kelancangan filsafatku. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala yang benar maupun salah dan hanya Allah pula yang Maha Adil dalam menilai serta menentukan mana yang benar, juga yang salah.

    ReplyDelete
  10. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ketika filsafat dikatakan sebagai salah satu bentuk olah pikir, maka bisa jadi bahwa seringkali kita salah memahami sesuatu. Benar salahnya sesuatu itu sebenarnya sifatnya relatif, tergantung dari sisi mana kita menilainya. Namun benar salah juga dipengaruhi oleh penilaian orang lain dan dapat dikatakan sebagai bentuk kesepakatan bersama dari banyak orang. Sehingga patutnya kita dapat lebih pandai menempatkan diri sehingga tidak lancang dalam berfilsafat.

    ReplyDelete