Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 49: Permohonan Maaf atas Kelancangan Filsafatku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk memahami bahwa ternyata untuk yang kesekian kalinya saya harus minta maaf atas Kelancangan Filsafatku terhadap Subyek Penguasaku.

Salah satu bentuk Kelancangan Filsafatku adalah aku Selalu Berani Mengatakan Benar sebagai Benar dan Salah sebagai Salah di Hadapanmu; sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka Dirimu tidak merasa Nyaman.

Kelancanganku yang lainnya terhadapmu adalah bahwa aku berusaha melihat apa yang olehmu tidak boleh dilihat, berusaha mendengar apa yang olehmu tidak boleh didengar. Padahal aku tahu bahwa engkau adalah Subyek Penguasaku yang menentukan sebagian nasibku.


Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.
Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

25 comments:

  1. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Salah satu bentuk kelancangan filsafatku adalah aku tidak berpikir secara bertanggung jawab. Seseorang yang melaukan kelancangan filsafat adalah seseorang yang berpikir namun tidak bertanggung jawab. Pertanggungjawaban pertama adalah terhadap hati nuraninya sehingga ia dapat membangun sebuah hubungan antara kebebasan berpikir dalam filsafat dengan etika yang mendasari pemikirannya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Di dalam Filsaat yang benar belum tentu benar dan yang salah belum tentu salah. Jadi jangan memutuskan bahwa yang benar maka haruslah benar dan yang salah haruslah salah. Karena dalam filsafat kebenaran dan kesalahan adalah tergantung konteks.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Kita seringkali mengatakan hal yang benar sebagai suatu yang benar dan hal yang salah sebagai suatu yang salah sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran dan hati nurani kita. Sesuatu yang bernilai benar atau salah itu bersifat relative. Benar bagi menurut kita belum tentu benar bagi orang lain. Salah menurut kita belum tentu salah bagi orang lain. Dan disaat kita hanya menyatakan sesuatu itu salah atau benar dari sikap keegoan kita, itulah letak dari kekeliruan kita. Kebenaran sejati itu sesungguhnya hanyalah milik Tuhan YME.

    ReplyDelete
  4. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat itu pada dasarnya tidak memihak. Tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, semuanya dibahas dengan porsi yang sama. Namun, saat kita sudah mengatakan suatu subjek itu benar atau salah, sebenarnya kita sudah memihak. Dengan demikian, sesungguhnya saya harus meminta maaf akan kelancangan saya terhadap subjek penguasa dalam filsafat.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Benar dan salah merupakan dua sisi mata uang yang selalu ada dalam kehidupan. Jika salah tidak dikatakan malah akan dianggap benar, begitu pula sebaliknya, ketika benar tidak dikatakan akan dianggap salah. Kadang benar menurutku belum tentu benar menurut orang lain. Mohon maaf atas kelancangan saya mengutarakan pendapat saya mengenai benar dan salah yang belum tentu benar atau belum tentu salah. Sesungguhnya kebenaran hanyalah milik Allah, manusia hanya berusaha menggapai benar.

    ReplyDelete
  6. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sesuatu yang benar memang harus dikatakan benar, dan yang salah harus dikatakan salah. Hal ini merupakan sebuah kewajiban jika kita mengetahui mana yang benar dan mana yang salah. Meskipun itu menyinggung perasaan orang lain. Terkadang kebenaran itu pahit rasanya, itu yang sering kita dengar. Tetapi lebih baik kita merasakan pahit di dunia daripada kelak merasakan pahit di akhirat. Meskipun orang tersebut merasa marah kepada kita, setidaknya kita telah mengingatkannya akan kebenaran. Urusan selanjutnya serahkan semuanya kepada Sang Pencipta.

    ReplyDelete
  7. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam belajar filsafat, keikhlasan sangatlah sangatlah penting. Ikhlas dalam belajar filsafat salah satunya bisa dicerminkan dari ikhlas dalam membaca dan memahami. Dalam salah satu elegi forum tanya jawab membahas mengenai kelancangan filsafat. Kelancangan dalam berfilsafat yang dimaksudkan disini adalah dikarenakan filsafat mempelajari segala hal yang ada dan yang mungkin ada, maka terkadang menimbulkan berbagai kontradiksi atau kesalah pahaman dengan orang lain kalau orang tersebut belum mengenal filsafat. Tidak mudah dalam mempelajari filsafat, dalam belajar filsafat kita harus sadar terhadap ruang dan waktu dan bisa menempatkan segala sesuatunya pada ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala aturan dan hukum-hukum. Anti filsafat adalah filsafat itu sendiri. Dalam filsafat dikenal istilah transformasi dunia. Dua hal yang dibutuhkan untuk mentransformasikan dunia adalah ruang dan waktu, karena kita tidak mungkin lepas dari ruang dan waktu. Secara subjektif, definisi filsafat yaitu diriku atau pikiranku. Dalam mempelajari filsafat juga akan banyak muncul sifat-sifat tertentu, seperti arogansi filsafat, karena dalam berfilsafat kita tidak menyebutkan gelar yang dipunyai oleh para filsuf. Kelancangan filsafat, karena filsafat lancang terhadap subyek. Kesombongan dan juga kemarahan filsafat, karena kita selalu berfilsafat.

    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Hati adalah sisi kebenaran dalam diri manusia. Olah pikir merupakan proses menunjukan jika suatu fenomena, kejadian, perasaan, tindakan adalah benar. Berangkat dari olah pikir, kita mulai mengetahui hakekat di ciptakan oleh NYA bahkan kemudian olah pikir yang manusia lakukan terbukti dalam firman NYA yang d sampaikan lewat nabi dan rosul. Kebenaran memang milik Allah, Manusia hanya perlu mengIMANi nya.

    ReplyDelete
  10. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Salah satu kelancangan filsafatku adalah aku selalu berani mengatakan benar sebagai benar dan salah sebagai salah dihadapanmu. Sementara aku mengetahui bahwa jika aku melakukan hal demikian maka dirimu tidak merasa nyaman. Sesungguhnya di dalam filsafat itu tidak ada yang namanya benar atau salah. Yang ada hanyalah tidak cocok sesuai denga ruang dan waktu. Karena filsafat itu adalah ruang dan waktu. Jika aku mengatakan benar sebagai benar atau salah sebagai salah, maka aku telah memaksakan kehendak. Jika mengabaikan ruag dan waktu, maka telah terjadikelancangan yang membuatmu tidak nyaman.
    Kelancanganku yang lainnya terhadapmu adalah bahwa aku berusaha melihat apa yang olehmu tidak boleh dilihat, berusaha mendengar apa yang olehmu tidak boleh didengar. Padahal akutahu bahwa engaku adalah subjek penguasaku yang menentukan nasibku. Sering aku memfilsafatkan hal-hal yang telah kulihat yang tidak seharusnya dilihat, contohnya keburukan orang lain. Dan memfilsafatkan hal-hal yang telah kudengar yang seharusnya tidak boleh kudengar, contohnya suara-suara di hatiku.

    ReplyDelete
  11. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak, melalui postingan Bapak saya belajar.
    Salah satu kewajiban kita di dunia ini adalah mencari ilmu. Belajar dan terus belajar untuk menggapai ilmu. Belajar tanpa melupakan spiritual agar selalu berada di jalur yang tidak menyimpang dengan ketentuan Tuhan. Refleksi diri selalu diperlukan dalam setiap langkah mencari ilmu. Segala kekurangan dan kesalahan yang tidak sengaja dilakukan dapat dimengerti dan segera memperbaiki atau mencari solusi dalam setiap kesalahan yang menyertai langkah pencarian ilmu.

    ReplyDelete
  12. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Kelancangan filsafatku, sepertinya terhubung dengan kesombongan filsafatku, sepertinya terhubung juga dengan arogansi filsafatku. Benar juga, sangat sering saya mengatakan sesuatu adalah salah, ataupun sesuatu yang lainnya adalah benar. Sering juga saya menjadi manusia yang sok ingin pintar dengan berusaha mengetahui segala sesuatu. Padahal tidaklah semua hal harus kita ketahui secara rasional. Hal ini seakan-akan membuat diri saya lupa jika saya adalah manusia yang penuh keterbatasan. Apa yang kita ketahui sejatinya adalah hasil reduksi. Sungguh, yang benar-benar “benar” hanyalah Alloh SWT.

    ReplyDelete
  13. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Salah satu kelancanganku yaitu jika aku mengambil sesuatu yang tidak seharusnya aku ambil. Dalam hidup misalnya ada pembagian raskin untuk orang yang kurang beruntung. Namun, aku sebagai orang yang lebih beruntung tetap mengambil raskin tersebut. Inilah sikap lancangku, mengambil apa yang bukan menjadi hak ku.
    Perbuatan kelancangan ini haruslah dihindari, janganlah kita menjadi manusia yang hidupnya penuh dengan kelancangan, sesungguhnya kelancangan akan merugikan diri kita sendiri. Selalu berikhtiar agar kita menjauhi perbuatan perbuatan tercela tersebut.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti Ratnasari
    Pendidikan Matematika Kelas B (Pasca)
    17709251036

    Tidak ada manusia di dunia ini yang sempurna, bahkan ketika manusia tersebut meyakini bahwa hal yang dilakukan itu benar belum tentu hal itu benar. Semua tergantung cara pandnag kita masing-masing. Karena pemikiran yang beragam tersebut sebagai manusia jjangalah selalu merasa benar namun sebaiknya memiliki sifat toleran maksudnya dapat menerima kebenaran dari orang lain dan tidak menganngap bahwa semua yang dilakukan dan dikerjakan merupakan hal yang benar. Apalagi yang paling benar adalah kebenaran dari Allah SWT yang tidak ada keraguan atas kebenaran-Nya.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Inti dari kegiatan berfilsafat adalah berpikir secara mendalam dan luas, mampu dan memiliki keberanian untuk menyampaikan pemikiran dan penjelasan argumentasinya dan mampu untuk membuat suatu keputusan dan penilaian mana yang bijaksana dan mana yang tidak bijaksana. Benar dan salahnya suatu pernyataan atau keadaan sebenarnya bergantung pada sudut pandang dan paradigma yang digunakan. Nilai kebenaran bagi seseorang belum tentu benar bagi orang lain.

    ReplyDelete
  16. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Manusia tidak akan mampu menjelaskan semua yang ada di pikirannya. Tetapi kita sebaiknya berusaha melihat sesuatu dibalik yang nyata atau metafisik, berani mendengar sesuatu di sebalik yang tidak terdengar, berani memikirkan sesuatu di luar pikiran orang-orang pada umunya. Hal ini berarti berfilsafat melatih kita untuk menjadi pribadi yang lebih luas, tidak terjebak dalam ruang dan waktu yang terbatas. Tetapi kita tahu bahwa manusia itu tidak akan pernah bisa untuk mempelajari segala hal yang di dunia ini, tidak akan mampu karena kemampuan manusia itu terbatas. Karena kemampuan yang sebenar-benarnya itu adalah kuasa Tuhan. Kita tidak bisa membantah itu. Maka kenapa manusia itu banyak yang sombong hanya dengan apa diperoleh saat ini, Oleh karena itu kita tidak sepantasnya menyombongkan apa yang kita miliki sekarang dan kita kita harus selalu bersyukur.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Filsafat adalah diriku sendiri. Sebuah olah pikir terhadap segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang menentukan benar atau salah adalah diriku sendiri tergantung dengan apa perspektifnya. Filsafat tidak mengenal benar salah atau baik buruk. Benar salah atau baik buruknya suatu hal adalah perkara kesesuaian dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  18. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Berfilsafat berarti berani berpikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Hal tersebut membuat kita berpikir secara kritis dan selalu meningkatkan kemampuan kita menganalisis. Dengan kita berfilsafat, kita berani mengatakan benar untuk sesuatu yang benar, salah untuk sesuatu yang salah. Berani memikirkan sesuatu di luar pikiran orang-orang pada umumnya. Berani melihat sesuatu dibalik yang nyata (metafisik), berani mendengar sesuatu di sebalik yang tidak terdengar.
    Mungkin itu sebagai bentuk berfilsafat diri kita dan membangun filsafat pada diri kita. Itu menurut saya bukan termasuk kelancangan filsafatku, tetapi kekritisan pikiranku untuk berfilsafat.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Filsafat itu sesuai dengan ruang dan waktu. Dalam filsafat, yang benar bisa menjadi salah dan yang salah bisa menjadi benar tergantung ruang dan waktu. Yang mutlak benar dan mutlak salah ialah benar dan salah sesuai aturan Allah SWT.
    Filsafat itu olah pikir. Dalam hidup ini kita harus senantiasa berpikir mencoba menggapai logos. Maka dalam menggapai logos kita harus berupaya melihat dan mendengarkan apa yan membantu kita menggapai logos.

    ReplyDelete
  20. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Benar dan salah merupakan dua sisi mata uang yang selalu ada dalam kehidupan. Jika salah tidak dikatakan malah akan dianggap benar, begitu pula sebaliknya, ketika benar tidak dikatakan akan dianggap salah. Kadang benar menurutku belum tentu benar menurut orang lain. Mohon maaf atas kelancangan saya mengutarakan pendapat saya mengenai benar dan salah yang belum tentu benar atau belum tentu salah. Sesungguhnya kebenaran hanyalah milik Allah, manusia hanya berusaha menggapai benar

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dari artikel diatas, menurut saya, pemikiran setiap orang dalam melihat suatu objek tidaklah sama. jadi dalam mempelajari filsfat, secara kontinu tidak ada salahnya kita selalu ditempa menjadi pribadi yang lebih memahami filsafat.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Benar dan salah adalah perspektif, bersifat relatif dan tergantung ruang dan waktunya. bagaimana suatu nilai kebenaran seseorang belum tentu menjadi nilai kebenaran orang yang lain. Dimana nilai kebenaran yang ada dalam pemikiran kita adalah hasil dari proses yang telah kita lalui dan belum tentu orang lain melalui hal yang sama dengan kita. Memaksakan benar dan salah merupakan hal yang kurang tepat, alangkah lebih tepat adalah ketika pemberikan pandangan dan dasar-dasar dari suatu nilai kebenaran dan menyerahkan kembali kepada mereka untuk menentukan nilai kebenarannya sendiri.

    ReplyDelete
  23. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Dalam filsafat nilai benar dan salah relatif terhadap ruang dan waktu, sesuatu dapat dianggap benar namun diwaktu dan tempat tertentu dapat dianggap salah, begitu pula sebaliknya terhadap sesuatu yang dianggap salah, sebab salah juga relatif terhadap ruang dan waktu, sehigga sesuatu yang dianggap salah di waktu dan tempat tertentu dapat dianggap benar.

    ReplyDelete
  24. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Karena sebenar-benar diriku tidak mampu mengetahui apapun. Aku menilai lebih banyak dari pemikiranku sendiri, secara subyektif. Padahal benar dan salah itu harusnya obyektif. Benar bagiku mungkin hanya relatif karena keterbatasanku. Maka aku memohon maaf atas kelancangan filsafatku. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala yang benar maupun salah dan hanya Allah pula yang Maha Adil dalam menilai serta menentukan mana yang benar, juga yang salah.

    ReplyDelete
  25. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ketika filsafat dikatakan sebagai salah satu bentuk olah pikir, maka bisa jadi bahwa seringkali kita salah memahami sesuatu. Benar salahnya sesuatu itu sebenarnya sifatnya relatif, tergantung dari sisi mana kita menilainya. Namun benar salah juga dipengaruhi oleh penilaian orang lain dan dapat dikatakan sebagai bentuk kesepakatan bersama dari banyak orang. Sehingga patutnya kita dapat lebih pandai menempatkan diri sehingga tidak lancang dalam berfilsafat.

    ReplyDelete