Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 27: Sebagian Besar Dosaku karena Determinisku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Sebagian Besar Dosaku dikarenakan Determinisku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

10 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Secara umum determinisme adalah tesis yang mengatakan bahwa seluruh keadaan dan tindakan mental kita, termasuk pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, serta tindakan-tindakan kita, adalah dampak yang niscaya dari sebab-sebab yang mendahuluinya. Hal ini dapat diartikan bahwa segala keadaan itu pasti ada sebabnya. Selama kita hidup, akan selalu berhubungan antara sebab dan akibat. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Yaaa, tentu semua dosa pasti akan ada balasannya, begitu pula semua perbuatan baik juga tentunya diberikan pahala. Hukum karma tetap berlaku, apapun bentuknya. Bukannya mitos atau takhayul, tapi memanglah benar-benar ada. Dan Allah sudah menjelaskan dalam kitab-Nya.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia memanglah makhluk yang tidak luput dari dosa. Termasuk dalam hal pengambilan keputusan, manusia pun seringkali mengalami kekeliruan. Sama halnya dalam pengetahuan, pengetahuan yang kita dapatkan seringkali kita dapatkan serta merta tanpa adanya pikiran yang jernih dan tesis antitesis nya. Pembuktian dalam suatu teorema tanpa menggunakan bukti yang kuat. Inilah yang dinamakan determinasi. Determinasi ini bisa saja benar, tetapi seringkali tidak pasti kebenarannya. Hal inilah yang sering terjadi sehingga menambah dosa kita. Maka kita sebagai manusia yang seingkali melakukan determinasi seharusnya mohon ampunan dan pertolongan pada Allah SWT dengan cara taubat nasuha.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda—atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki—biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sintesis dari tesisnya sebagai berikut:
    Determinis adalah membatasi perilaku manusia sesuai dengan yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebagai seseorang ang memiliki spiritual saya takut berbuat dosa. Oleh karena itu untuk menghindari dosa saya telah menentukan batas-batas perilaku saya. Menurut kebiasaan orangtua saya berdosa jika membantah perkataan orangtua. Maka saya membatasi perilaku saya agar apapun yang terjadi say tidak boleh membantah perkataan orangtua. Di kampung tetangga ada seorang dukun yang terkenal musrik karena praktek perdukunannya. Untuk menghindari dosa saya menetapkan batas perilaku saya agar tidak pernah mendekati rumah dukun tersebut bahkan tidak akan menyapanya jika bertemu di jalan.
    Berikut anti-tesis dari tesis saya:
    Beberapa minggu kemudian ibu menyuruh saya untuk membeli garam ke warung sebelah rumah, beliau menyuruh untuk cepat karena terburu-buru akan digunakan untuk memasak sarapan. Sebenarnya saya ingin menolak karena saat itu saya hanya mengenkan baju tidur dan rok pendek. Tetapi saya ingat dengan determinasi saya bahwa agar tidak dosa saya harus menuruti perkataan orangtua saya. Akhirnya saya pergi ke warung dan di sana akebetulan ada banyak sekali cowok-cowok sedang nongkrong. Saya malu sekali karena saya tidak menutup aurat saya. Saya pasti telah melakukan dosa karena bepergian tidak berhijab. Lalu siang harinya saat pulang kuliah saya tidak sengaja berpaspasan dengan dukun musrik di gang kedua sebelum rumah saya. Tiba-tiba dukun itu memanggil saya dan menyuruh untuk mendekatinya. Karena saya telah menetapkan determinasi saya bahwa saya tidak boleh berbicara degan dukun itu maka saya acuhkan dan langsung bergegas pulang meninggalkannya. dua hari kemudian saya dengar dukun itu masuk rumah sakit karena demam berdarah. Menurut kabar burung, dukun itu sempat minta tolong kepada tetangga-tetangga untuk mengantarkan pergi ke dokter untuk memeriksakan demamnya yang berhari-hari tak kunjung sembuh. Tetapi tidak ada satu pun tetangga yang mau menolongnya karena takut terkena ilmu hita. Ah saya merasa berdosa karena waktu itu tidak mendekatinya. Ternyata dukun itu hendak minta tolong. Saya menyadari bahwa sebagian besar dosaku karena determinasiku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Mohon maaf, pak prof. Saya tidak paham apa yang dimaksud "determinisku" pada pertanyaan bapak di atas. Dalam Kbbi "determinis" berarti mereka yang menganut paham determinis. Apakah yang bapak maksud dengan "determinisku" adalah mengacu pada subjek yang menganut paham determinisme? Jika tidak, mohon pencerahannya, pak!

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pandangan determinis menurut saya yaitu penfsiran yang berawal dari suatu sebab, kemudian muncul lah akibat dari kejadian tersebut. Segala hal yang terjadi dikarenakan adanya sebab yang berbeda-beda. Pandangan ini menganggap bahwa tidak ada hal yang terjadi berdasarkan kehendak pribadi, atau dengan kata lain terjadi secara kebetulan. Hal ini berarti segala perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas dari mana asalnya. Sehingga segala perilaku manusia tidak ada yang terjadi secara kebetulan atau karena seseorang memang ingin melakukannya.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Forum tanya jawab 27 ini mengangkat tema yang membuat saya harus mengaduk-aduk pikiran saya. Ya, saya merasa pernah mendengar, saya merasa pernah membaca sedikit tentang determinisme. Di dalamnya terdapat topik berkaitan dengan to determine. Tapi ingatan saya tersebut barulah sekilas, dan saya masih harus berupaya keras mengambil kembali memori-memori saya. Di tengah upaya keras yang tak kunjung melahirkan ingatan yang meyakinkan bagi diri saya sendiri, saya berupaya untuk berpikir dan berpendapat.
    Judulnya adalah "sebagian dosa besarku adalah determinisku". Jika dilihat dari konsep to determine sebagai konsep yang turut serta pada topik determinis, maka determinis bukanlah konsep dan tindakan yang main-main. Maka seorang determinisme bisa jadi orang jahat atau malah orang paling jahat di dunia ini. Bagaimana tidak? seorang determinisme berarti dia yang mendeterminis orang lain. Bukankah itu sama halnya upayanya menggapai kesempatan telah menutup kesempatan orang lain? Maka dari beberapa tesis tersebut, saya mulai memberikan persetujuan bahwa mungkin saja dosa besarku berasal dari determinisku. Terimakasih, mohon maaf atas ketidaktepatan penafsiran saya, mari teman-teman kita berdiskusi bersama.

    ReplyDelete
  9. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya kembali mengetikkan kata determinisme di kolom pencarian. Determinisme yang saya pahami bahwa semua hal terjadi tak terelakkan oleh manusia.
    Ya memang sebenar-benar hidup manusia adalah pilihan. Manusia berhak memilih jalan hidupnya yang terbaik dan mengusahakan diri untuk terhindar dari dosa. Tapi manusia lemah dan terbatas, maka dosa itu terjadi tanpa terelakkan. Karena itulah manusia harus selalu berdoa dan berpegang pada Tuhan dalam hidupnya agar selalu diampuni dan dituntun melewati jalan hidup selanjutnya.

    ReplyDelete
  10. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Dosa adalah suatu akibat dari seseorang yang melakukan perbuatan yang tidak disenangi Allah. Oleh sebab itu dosa adalah detirmis, determinis dari orang yang berbuat dosa.

    ReplyDelete