Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 27: Sebagian Besar Dosaku karena Determinisku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Sebagian Besar Dosaku dikarenakan Determinisku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

34 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia yang melakukan reduksi (pengurangan) terhadap suatu makna dari segala yang ada dan yang mungkin ada, dikarenakan penyimpulan yang tergesa-gesa tanpa menimbang-nimbang dengan seksama. Sebelum menyimpulkan sesuatu sebaiknya melakukan kajian referensi, sehingga dapat menyimpulkan dengan tepat. Ilmuwan yang sudah melakukan kajian referensi pun bisa melakukan reduksionisme karena kemampuan pikir tiap individu berbeda-beda. Orang yang melakukan reduksionisme secara besar-besaran cenderung akan bersifat determinis, dengan seenaknya menentukan sesuatu tanpa sumber yang jelas. Reduksi saja sudah salah, apalagi reduksi besar-besaran hingga menimbulkan sikap determinis. Kebanyakan orang sudah biasa melakukan klaim tanpa alasan (determinis), padahal itu hal yang sangat salah, karena determinis mutlak hanya milik Allah.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Determinisme adalah pandangan bahwa setiap peristiwa atau kejadian ditentukan. Artinya tidak bisa terjadi apabila tidak ditentukan. Dari pengertian determinis tersebut dapat dililhat di kehidupan, determinis identik dengan kesenang-wengangan atau suka memaksakan kehendak pada orang lain. Contohnya dalam politik internasional, kasus Cina Selatan kemarin di mana pihak pemerintah Cina secara sepihak memutuskan dan menentukan bahwa kawasan laut Cina Selatan yang sebenarnya sah berdasarkan keputusan Internasional adalah wilayah teritorial Filipina. Ini tentunya menggambarkan adanya kesewenangwenangan terhadap negara lain. Hal ini muncul karena adanya sikap yang memandang remeh dan rendah suatu bangsa. Dalam konteks beragama sifat kesenangwenangan terhadap orang lain tentunya adalah satu bagian dari sifat aniaya yang dosanya cukup besar.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam kehidupan manusia selalu memiliki pilihan yang akan dipilih sesuai dengan kata hati dan pikirannya. Namun, ada beberapa pilihan yang mengakibatkan dosa dikarenakan pilihan yang dipilih manusia adalah pilihan yang salah. Tidak ada kata terlambat untuk yang mau berubah sehingga dosa dapat direduksi dengan banyak melakukan hal-hal yang baik.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Manusia sering kali memikirkan deterministik dalam hidupnya. Padalah, deterministik sendiri adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Sederhananya, hal macam ini biasa berkaitan dengan rejeki, jodoh, hidup dan mati seseorang. Bukankan takaran rejeki dari tiap-tiap manusia sudah pasti ditetapkan? Begitu juga dengan siapa kelak mereka akan berjodoh. Juga mengenai jatah waktu seberapa lama manusia hidup di semesta alam ini. Iya, mekanisme kehidupan seperti ini pasti akan terjadi dan mau-tidak-mau pasti akan dialami oleh manusia. Dengan kata lain, deterministik adalah hak veto Tuhan. Dalam hidup kita pasti membuat pilihan tentang apa yang akan kita jalani. Ketika memilih kemudian melakukan sesuatu ada kemungkinan di mana itu akan mengganggu orang lain. Jadi kita harus selalu memohon ampun kepada Allah atas sikap ini.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Determinisme adalah sifat yang paling tidak baik. Ketika determinis terhadap orang lain maka 3 jari kita akan menunjuk pada diri kita sendiri. Selain itu determinis juga akan memberikan cap hal yang buruk pada orang yang kita determinisi, sebenarnya hal ini bisa kita hindari karena akan membuat orang lain berpikiran sama dengan apa yang kita pikirkan terhadap orang tersebut.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia tidak luput dari salah dan dosa. Kesalahan dan dosa yang dilakukan bisa dikarenakan sikap determinis, suka membatasi dan memaksa segala sesuatu tentang diri sendiri dan orang lain. Karena kebiasaan inilah timbul keinginan-keinginan untuk melakukan hal-hal yang berujung pada kesalahan dan dosa. Sikap determinis yang berlebihan bisa menjerumuskan kita dalam dosa.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia hidup di dunia diberikan pilihan. Melakukan yang baik atau yang jahat. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan perilakunya, cara berpikirnya, cara hidupnya dan jalan hidupnya. Seperti yang dibahas dalam forum sebelumnya, saat manusia berikhtiar, berarti dia memutuskan untuk menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Apa yang kita pikirkan tidak sama antara satu dengan orang yang lainnya. Dengan demikian, hal yang kita anggap benar, belum tentu benar bagi orang lain dan dapat menyakiti orang yang berbeda pendapat dengan kita. Jadi, berhati-hatilah dalam menentukan sesuatu agar tidak terjerumus dalam dosa karena pilihan kita tersebut.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Terkadang sifat determinislah yang membuat kita menjadi manusia yang kurang toleransi kepada orang lain. keharusan yang selalu kita kejar dan kejar terkadang merugikan orang lain dan itu juga yang terkadang menjadi sumber dosa kita. tetapi keharusan memang perlu ada pada diri kita, selama itu dalam ranah positif dan selalu pada jalur yang benar.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Dilihat dari segi bahasa, determinist berarti memutuskan. Determinis juga dapat diartikan sebagai reduksi yang berlebihan. Sebagian besar dosaku karena determinisku, karena terlalu banyak melakukan reduksi sehingga melakukan banyak kegiatan secara parsial. Sebagian besar dosaku adalah karena determinisku yaitu karena keputusanku untuk memutuskan yang mana sering bersifat memaksa. Memaksa orang lain berpendapat sama, memaksa orang lain melakukan hal yang sama, memaksa orang lain berpikiran yang sama, melihat yang sama, mendengar yang sama, mempunyai hal yang sama, dsb.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Secara umum determinisme adalah tesis yang mengatakan bahwa seluruh keadaan dan tindakan mental kita, termasuk pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, serta tindakan-tindakan kita, adalah dampak yang niscaya dari sebab-sebab yang mendahuluinya. Hal ini dapat diartikan bahwa segala keadaan itu pasti ada sebabnya. Selama kita hidup, akan selalu berhubungan antara sebab dan akibat. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Yaaa, tentu semua dosa pasti akan ada balasannya, begitu pula semua perbuatan baik juga tentunya diberikan pahala. Hukum karma tetap berlaku, apapun bentuknya. Bukannya mitos atau takhayul, tapi memanglah benar-benar ada. Dan Allah sudah menjelaskan dalam kitab-Nya.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia memanglah makhluk yang tidak luput dari dosa. Termasuk dalam hal pengambilan keputusan, manusia pun seringkali mengalami kekeliruan. Sama halnya dalam pengetahuan, pengetahuan yang kita dapatkan seringkali kita dapatkan serta merta tanpa adanya pikiran yang jernih dan tesis antitesis nya. Pembuktian dalam suatu teorema tanpa menggunakan bukti yang kuat. Inilah yang dinamakan determinasi. Determinasi ini bisa saja benar, tetapi seringkali tidak pasti kebenarannya. Hal inilah yang sering terjadi sehingga menambah dosa kita. Maka kita sebagai manusia yang seingkali melakukan determinasi seharusnya mohon ampunan dan pertolongan pada Allah SWT dengan cara taubat nasuha.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda—atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki—biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sintesis dari tesisnya sebagai berikut:
    Determinis adalah membatasi perilaku manusia sesuai dengan yang sudah ditentukan sebelumnya. Sebagai seseorang ang memiliki spiritual saya takut berbuat dosa. Oleh karena itu untuk menghindari dosa saya telah menentukan batas-batas perilaku saya. Menurut kebiasaan orangtua saya berdosa jika membantah perkataan orangtua. Maka saya membatasi perilaku saya agar apapun yang terjadi say tidak boleh membantah perkataan orangtua. Di kampung tetangga ada seorang dukun yang terkenal musrik karena praktek perdukunannya. Untuk menghindari dosa saya menetapkan batas perilaku saya agar tidak pernah mendekati rumah dukun tersebut bahkan tidak akan menyapanya jika bertemu di jalan.
    Berikut anti-tesis dari tesis saya:
    Beberapa minggu kemudian ibu menyuruh saya untuk membeli garam ke warung sebelah rumah, beliau menyuruh untuk cepat karena terburu-buru akan digunakan untuk memasak sarapan. Sebenarnya saya ingin menolak karena saat itu saya hanya mengenkan baju tidur dan rok pendek. Tetapi saya ingat dengan determinasi saya bahwa agar tidak dosa saya harus menuruti perkataan orangtua saya. Akhirnya saya pergi ke warung dan di sana akebetulan ada banyak sekali cowok-cowok sedang nongkrong. Saya malu sekali karena saya tidak menutup aurat saya. Saya pasti telah melakukan dosa karena bepergian tidak berhijab. Lalu siang harinya saat pulang kuliah saya tidak sengaja berpaspasan dengan dukun musrik di gang kedua sebelum rumah saya. Tiba-tiba dukun itu memanggil saya dan menyuruh untuk mendekatinya. Karena saya telah menetapkan determinasi saya bahwa saya tidak boleh berbicara degan dukun itu maka saya acuhkan dan langsung bergegas pulang meninggalkannya. dua hari kemudian saya dengar dukun itu masuk rumah sakit karena demam berdarah. Menurut kabar burung, dukun itu sempat minta tolong kepada tetangga-tetangga untuk mengantarkan pergi ke dokter untuk memeriksakan demamnya yang berhari-hari tak kunjung sembuh. Tetapi tidak ada satu pun tetangga yang mau menolongnya karena takut terkena ilmu hita. Ah saya merasa berdosa karena waktu itu tidak mendekatinya. Ternyata dukun itu hendak minta tolong. Saya menyadari bahwa sebagian besar dosaku karena determinasiku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  15. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Mohon maaf, pak prof. Saya tidak paham apa yang dimaksud "determinisku" pada pertanyaan bapak di atas. Dalam Kbbi "determinis" berarti mereka yang menganut paham determinis. Apakah yang bapak maksud dengan "determinisku" adalah mengacu pada subjek yang menganut paham determinisme? Jika tidak, mohon pencerahannya, pak!

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pandangan determinis menurut saya yaitu penfsiran yang berawal dari suatu sebab, kemudian muncul lah akibat dari kejadian tersebut. Segala hal yang terjadi dikarenakan adanya sebab yang berbeda-beda. Pandangan ini menganggap bahwa tidak ada hal yang terjadi berdasarkan kehendak pribadi, atau dengan kata lain terjadi secara kebetulan. Hal ini berarti segala perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas dari mana asalnya. Sehingga segala perilaku manusia tidak ada yang terjadi secara kebetulan atau karena seseorang memang ingin melakukannya.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Forum tanya jawab 27 ini mengangkat tema yang membuat saya harus mengaduk-aduk pikiran saya. Ya, saya merasa pernah mendengar, saya merasa pernah membaca sedikit tentang determinisme. Di dalamnya terdapat topik berkaitan dengan to determine. Tapi ingatan saya tersebut barulah sekilas, dan saya masih harus berupaya keras mengambil kembali memori-memori saya. Di tengah upaya keras yang tak kunjung melahirkan ingatan yang meyakinkan bagi diri saya sendiri, saya berupaya untuk berpikir dan berpendapat.
    Judulnya adalah "sebagian dosa besarku adalah determinisku". Jika dilihat dari konsep to determine sebagai konsep yang turut serta pada topik determinis, maka determinis bukanlah konsep dan tindakan yang main-main. Maka seorang determinisme bisa jadi orang jahat atau malah orang paling jahat di dunia ini. Bagaimana tidak? seorang determinisme berarti dia yang mendeterminis orang lain. Bukankah itu sama halnya upayanya menggapai kesempatan telah menutup kesempatan orang lain? Maka dari beberapa tesis tersebut, saya mulai memberikan persetujuan bahwa mungkin saja dosa besarku berasal dari determinisku. Terimakasih, mohon maaf atas ketidaktepatan penafsiran saya, mari teman-teman kita berdiskusi bersama.

    ReplyDelete
  18. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya kembali mengetikkan kata determinisme di kolom pencarian. Determinisme yang saya pahami bahwa semua hal terjadi tak terelakkan oleh manusia.
    Ya memang sebenar-benar hidup manusia adalah pilihan. Manusia berhak memilih jalan hidupnya yang terbaik dan mengusahakan diri untuk terhindar dari dosa. Tapi manusia lemah dan terbatas, maka dosa itu terjadi tanpa terelakkan. Karena itulah manusia harus selalu berdoa dan berpegang pada Tuhan dalam hidupnya agar selalu diampuni dan dituntun melewati jalan hidup selanjutnya.

    ReplyDelete
  19. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Dosa adalah suatu akibat dari seseorang yang melakukan perbuatan yang tidak disenangi Allah. Oleh sebab itu dosa adalah detirmis, determinis dari orang yang berbuat dosa.

    ReplyDelete
  20. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami determinisme adalah ideologi yang meyakini bahwa setiap peristiwa memiliki sebab. Penjelasan umum dari definisi ini adalah bahwa untuk setiap kejadian, selalu ada beberapa keadaan yang mendahului kejadian tersebut, keadaan-keadaan terkait sedemikian rupa sehingga bisa melanggar hukum alam agar keadaan pendahulunya ini ada, namun kejadiannya tidak akan terjadi. Hal ini adalah pernyataan yang bersifat metafisik murni, dan tidak membawa implikasi apakah kita pada prinsipnya dapat memprediksi kejadian tersebut atau tidak. Terkadang setiap kejadian yang terjadi terutama apabila kejadian itu tidak sesuai harapan kami, kami senantiasa lebih cenderung untuk mencari-cari penyebab kejadian itu, lebih tepatnya mencari-cari kesalahan-kesalahan daripada memperbaiki keadaan akibat dari kejadian tersebut. Demikianlah kami sering berbuat dosa karena hanya sekedar mencari-cari kesalahan yang bisa berakibat dan berujung fitnah. Semoga Allah memberi ampunan kepada kami atas segala dosa dan kesalahan yang telah kami lakukan. Amin

    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.
    Hardiman, F. B. (2007). Filsafat Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Setiap manusia itu berbeda-beda. Berbeda pendapatnya, berbeda karakternya, berbeda sifatnya, dan lain-lain. Sedangkan sifat itu dapat bermacam-macam juga, salah satunya adalah determinis. Yang dimaksud determinis adalah yang memaksakan keinginan diri sendiri kepada orang lain dan menentukan hal apa yang perlu dilakukan oleh orang lain. Determinis ini dapat membuat kita resah di dalam hati. Maka kita harus berhati-hati ketika sifat determinis itu muncul . Hal tersebut akan membuat dosa untuk diri kita, karena saat memaksakan kehendak hanya mementingkan diri sendiri dan karena kita mempunyai kuasa. Salah satu contohnya di dalam dunia pendidikan adalah seorang guru yang terkadang memaksakan ilmunya dengan cara yang tidak disukai siswanya, hal ini ini akan menjadi dosa yang sangat besar. Seorang guru haruslah menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswanya dengan senang hati dapat menerima pelajaran dengan baik

    ReplyDelete
  22. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Untuk menghindari sifat yang determin, maka sebelum menasihati orang lain, nasihatilah diri sendiri, perkara ada manfaat bagi orang lain alhamudlillah. Menasihati orang lain itu sifatnya determin. Filsafat sebetulnya maknanya untuk diri sendiri dan tidak ada pemaksaan kehendak kepada orang lain.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PM C

    Manusia seringkali lebih mudah untuk melihat ke orang lain dari pada diri sendiri. Hal tersebut membuat kita seringkali mudah menilai orang lain, menyuruh orang lain, menasihati orang lain tanpa berkaca pada diri kita sendiri. Tanpa kita sadari kita telah menjadi seorang determin yang berlaku determinis. Apalagi bagi orang-orang yang memiliki kuasa. Akan sangat mudah bagi orang yang berkuasa untuk bersikap determin terhadap orang-orang yang dikuasai. Karena itulah kita harus senantiasa berhati-hati dengan apa yang kita ucapkan. Kita harus berkaca terlebih dahulu sebelum mengucapkannya pada orang lain.

    ReplyDelete
  24. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Manusia memiliki sifat ingin menguasai segala “sesuatu”, sesuatu yang dapat berarti menguasai manusia maupun benda yang lainnya. Saat berada dalam posisi berkuasa kita memiliki kemampuan untuk menentukan orang apa yang harus dilakukan orang lain, misalnya kakak yang lebih berkuasa dari pada adik, orang tua lebih berkuasa kepada anaknya sehingga terkadang orang tua memaksakan keinginannya pada anak-anaknya sementara anaknya tidak berkeinginan yang sama seperti orang tuanya. Seorang guru yang terkadang memaksakan ilmunya dengan cara yang tidak disukai siswanya. Semua manusia memiliki kesempatan untuk berlaku determinis sehingga sebagian dari dosaku adalah determinis, diriku yang terkadang sering memaksakan keinginan pada orang lain dan menentukan apa yang orang lain lakukan.

    ReplyDelete
  25. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkanKuliah. Contoh dosaku karena determinisku adalah sebagai berikut:
    Metodologi penelitian kuntitatif dilaksanakan setiap hari selasa dari jam 11.10 sampai jam 12.50, adzan dzuhur dikumandangkan di daerah jogja dan sekitarnya antara jam 11.30-12.00. Karena sedang kuliah setelah mendengar adzan, tidak langsung mengambil air wudhu untuk shalat, tetapi menunggu kuliah selesai pada jam 12.30. Padahal shalat merupakan kewajiban bagi seorang muslim dan merupakan rukun islam yang kedua. Menunda shalat adalah suatu kebiasaan yang tidak baik, seperti firman Allah dalam QS. Al-Maa’uun: 4-5. “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.”

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menghindari pribadi yang determinis salah satunya dengan menjadi sosok yang double-standard, dimana kita yakin bahwa peristiwa dilandasi oleh keharusan yang kita persepsikan untuk pihak lain haruslah kita balikkan ke pribadi masing-masing, kemudian menyadari bahwa keharusan dari satu orang ke orang yang lain bisa jadi berbeda sehingga tidaklah baik ketika seseorang memaksakan kehendak atas keyakinannya kepada orang lain, yang mungkin saja berbeda keyakinannya.

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb


    determinis berasal dari determine yang artinya menentukan, jadi sebagian dosaku berasal dari determinis ku sendiri. karena sifat menentukanku sendiri. menentukan ini dan itu yang menurutku baik namun dalam ruang dan waktu tertentu tidak baik bagi orang lain. ini akan menimbulkan dosa bagi diriku. jadi determinis ku sebagian besar dosaku.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Determinis memiliki makna menentukan, hal yang sering dilakukan berkaitan dengan determinis adalah menentukan sesuatu yang sifatnya memaksa. Jika determinis dilakukan sesuai dengan ruang dan waktunya, mungkin ini bukan suatu dosa, tetapi karena berbagai macam penyakit hati, determinis yang sering dilakukan oleh banyak orang bahkan diri sendiri adalah determinis yang siatnya memaksa orang lain, bahkan juga merampas hak orang lain. seperti contohnya orang tua yang memaksakan anaknya untuk memilih pilihan sekolah sesuai dengan yang diinginkan oleh orang tuanya, padahal belum tentu anak memiliki keinginan yang sama dengan apa yang diinginkan oleh orang tuanya. Tanpa disadari, hal tersebut termasuk sikap determinis pada anak.

    ReplyDelete
  29. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Secara umum determinisme adalah tesis yang mengatakan bahwa seluruh keadaan dan tindakan mental kita, termasuk pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, serta tindakan-tindakan kita, adalah dampak yang niscaya dari sebab-sebab yang mendahuluinya. Jadi, masa depan kita pada kenyataannya telah ditetapkan (fixed) dan tidak bisa diubah, dengan cara yang sama seperti masa lalu juga tak bisa diubah. Ini berarti bahwa semua pikiran, tindakan, dan perilaku manusia sudah ditentukan sebelumnya, baik secara sosial ataupun biologis tanpa adanyan kebebasan. Dosa determinis yang besar adalah ketika seseorang tidak memberikan kebebasan kepada orang lain untuk menentukan jalan hidupnya.

    ReplyDelete
  30. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Determinis merupakan suatu istilah yang digunakan untuk orang yang suka menentukan nasib orang lain. Segala kejadian disebabkan oleh sesuatu yang lain. Karenanya ketika seseorang menimbulkan suatu sifat, maka sifatnya tersebut berimbas atau akan menentukan sifat yang lainnya. Karena sifat determinis, maka akan banyak hal yang tidak baik yang ditimbulkan. Sebagai makhluk yang memiliki potensi salah dan lupa, memiliki hawa nafsu, manusia diperintahkan selalu berusaha dan berdoa supaya terhindar dari berbagai sifat dalam diri yang akan menimbulkan dosa.

    ReplyDelete
  31. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Deteminis adalah istilah yang digunakan untuk menentukan sesuatu atau mengambil keputusan terhadap sesuatu, setiap orang dalam kehidupannya mau tidak mau pasti menjadi deteminis paling tidak untuk dirinya sendiri, apapun keputusan yang di ambil baik dan buruk itu adalah sebuah resiko bagi seseorang. Keputusan seseorang sangat subjektif tergantung kepribadiannya dan terkadang tanpa disadari bila keputusan tersebut merugikan orang lain maka disitulah determinis menjadi sebuah dosa besar yang pernah dilakukan.

    ReplyDelete
  32. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Sebagian dosa yang ada dikarenakan determinisku karena memang penyebab kesalahan dan laku adalah diri kita sendiri. Mata kita adalah alasan kita melihat hal-hal buruk, tangan kita adalah salah satu alasan adanya perbuatan kita yang merugikan orang lain, hati kita menjadi salah satu penyebab adanya penyakit hati, bahkan raga kita kadang menyebabkan kata-kata tak seharusnya yang memaki keadaan atau bisa dikatakan memaki Tuhan sebagai pencipta kita. Dan semoga hal tersebut kelak menjadi sebagian pahalaku karena determinisku. Aamiin.

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dalam menentukan pilihan, pilih yang terbaik. Namun bagaimana cara menentukan yang terbaik? Yang terbaik kadang berupa hal yang benar kita inginkan, kita harapkan dan kita buttuhkan. Terlepas dari itu, maka pilihan pun dapat diurutkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan memaksakan kehendak jika memang kita tahu bahwa itu diluar batas kemampuan kita. seringkali jika memaksakan kehendak, malah berakibat buruk bagi kita.

    ReplyDelete
  34. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Manusia determinisme beranggapan bahwa segala sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi ditentukan oleh faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan, lingkungan serta kebiasaan yang ada di masyarakat. Hal tersebut sering membuat manusia salah dalam bertindak dan memutuskan sesuatu terhadap dirinya sendiri, keluarga maupun masyarakat. Sedangkan kita paham determinasi absolut itu hanya milik Allah SWT, sementara manusia hanya bisa berencana. Akan tetapi Allah SWT sebagai dzat Yang Maha Kuasa mampu berencana sekaligus hasilnya pasti terjadi sesuai dengan harapan-Nya. Dengan demikian, dari kekeliruan manusia dalam memutuskan sesuatu tersebut, akibatnya dapat mengurangi nilai keikhlasan dan keberkahan dalam menjalani hidup sehingga dapat disimpulkanbahwa sebagian besar dosaku itu tidak lain dan tidak bukan disebabkan oleh determinasiku sendiri.

    ReplyDelete