Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 27: Sebagian Besar Dosaku karena Determinisku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Sebagian Besar Dosaku dikarenakan Determinisku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

19 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Manusia dikatakan mahluk sosial yaitu mahluk yang di dalam hidupnya tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh manusia lain. Dimana manusia mempunyai potensi untuk memaksakan kehendak masing- masing kepada manusia lainnya. Seperti halnya guru yang berkuasa dikelas, merasa dirinya paling benar dan siswa harus memahami matematika dengan caranya. Itulah sebenar- benarnya dosa besar karena adanya beberapa keharusan ( determinis) .

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah makhluk yang terbatas dan tak sempurna. Oleh karena itu, terkadang dalam menentukan pilihan dan keputusan, manusia melakukan kekeliruan baik disengaja atau tidak, keputusannya (atau pilihan) adalah sesuatu yang salah atau buruk. Bahkan keputusan yang dianggap benar oleh manusia, belum tentu benar di mata Allah SWT. Sehingga rencana manusia belum tentu sesuai dengan yang diharapkannya, hal itu semua karena keterbatasannya. Jadi benar bahwa sebagian besar dosaku disebabkan oleh determinisku.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Manusia memiliki hati dan pikiran. Hati dan pikiran mempengaruhi kita dalam menentukan suatu pilihan atau keputusan. Hati hanya memuat kekuatan positif sedangkan pikiran memuat kekuatan positif dan negatif. Terkadang kita menggunakan pikiran saja dalam menentukan sesutau dan hal inilah yang memungkinkan kita menentukan hal yang salah. Kesalahan dalam menentukan yang mungkin dapat merugikan kita sendiri dan yang lebih parahnya adalah menyebabkan dosa. Maka benar bahwa segaian dari dosa itu dikarenakan oleh penentuan kita terhadap keputusan yang salah.

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hidup memiliki banyak pilihan, dalam menentukan pilihan pasti kita akan memilih yang terbaik. Bagaimana kita bisa memilih yang terbaik? Yang terbaik kadang berupa hal yang benar kita inginkan, apa yang kita harapkan dan apa yang kita butuhkan. Terlepas dari itu maka pilihan pun dapat diurutkan sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Jangan paksakan kehendak, jika kita tahu bajwa itu diluar batas kemampuan kita. Tanpa disadari kita sering memaksakan kehdendak malah berakibat buruk bagi kita.

    ReplyDelete
  6. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Salah satu indikasi bahwa kita sudah berlaku determinis yaitu selalu berani menentukan sesuatu sesuai kehendaknya. Ini adalah sikap yang berbahaya karena ini berarti kita tidak mau menerima pendapat orang lain. Segala keputusannya harus diikuti oleh orang lain. Perilaku determin ini merupakan dosa besar, terutama jika dilakukan oleh orang-orang yang memiliki kuasa atau wewenang. Karena orang-orang yang dimensinya lebih rendah akan semakin sulit mengungkapkan pendapatnya, apalagi membantahnya. Semoga kita terhindar dari sikap determinist.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Manusia yang melakukan reduksi (pengurangan) terhadap suatu makna dari segala yang ada dan yang mungkin ada, dikarenakan penyimpulan yang tergesa-gesa tanpa menimbang-nimbang dengan seksama. Sebelum menyimpulkan sesuatu sebaiknya melakukan kajian referensi, sehingga dapat menyimpulkan dengan tepat. Ilmuwan yang sudah melakukan kajian referensi pun bisa melakukan reduksionisme karena kemampuan pikir tiap individu berbeda-beda. Orang yang melakukan reduksionisme secara besar-besaran cenderung akan bersifat determinis, dengan seenaknya menentukan sesuatu tanpa sumber yang jelas. Reduksi saja sudah salah, apalagi reduksi besar-besaran hingga menimbulkan sikap determinis. Kebanyakan orang sudah biasa melakukan klaim tanpa alasan (determinis), padahal itu hal yang sangat salah, karena determinis mutlak hanya milik Allah.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Determinisme adalah pandangan bahwa setiap peristiwa atau kejadian ditentukan. Artinya tidak bisa terjadi apabila tidak ditentukan. Dari pengertian determinis tersebut dapat dililhat di kehidupan, determinis identik dengan kesenang-wengangan atau suka memaksakan kehendak pada orang lain. Contohnya dalam politik internasional, kasus Cina Selatan kemarin di mana pihak pemerintah Cina secara sepihak memutuskan dan menentukan bahwa kawasan laut Cina Selatan yang sebenarnya sah berdasarkan keputusan Internasional adalah wilayah teritorial Filipina. Ini tentunya menggambarkan adanya kesewenangwenangan terhadap negara lain. Hal ini muncul karena adanya sikap yang memandang remeh dan rendah suatu bangsa. Dalam konteks beragama sifat kesenangwenangan terhadap orang lain tentunya adalah satu bagian dari sifat aniaya yang dosanya cukup besar.

    ReplyDelete
  9. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam kehidupan manusia selalu memiliki pilihan yang akan dipilih sesuai dengan kata hati dan pikirannya. Namun, ada beberapa pilihan yang mengakibatkan dosa dikarenakan pilihan yang dipilih manusia adalah pilihan yang salah. Tidak ada kata terlambat untuk yang mau berubah sehingga dosa dapat direduksi dengan banyak melakukan hal-hal yang baik.

    ReplyDelete
  10. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Manusia sering kali memikirkan deterministik dalam hidupnya. Padalah, deterministik sendiri adalah sesuatu yang pasti akan terjadi. Sederhananya, hal macam ini biasa berkaitan dengan rejeki, jodoh, hidup dan mati seseorang. Bukankan takaran rejeki dari tiap-tiap manusia sudah pasti ditetapkan? Begitu juga dengan siapa kelak mereka akan berjodoh. Juga mengenai jatah waktu seberapa lama manusia hidup di semesta alam ini. Iya, mekanisme kehidupan seperti ini pasti akan terjadi dan mau-tidak-mau pasti akan dialami oleh manusia. Dengan kata lain, deterministik adalah hak veto Tuhan. Dalam hidup kita pasti membuat pilihan tentang apa yang akan kita jalani. Ketika memilih kemudian melakukan sesuatu ada kemungkinan di mana itu akan mengganggu orang lain. Jadi kita harus selalu memohon ampun kepada Allah atas sikap ini.

    ReplyDelete
  11. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Determinisme adalah sifat yang paling tidak baik. Ketika determinis terhadap orang lain maka 3 jari kita akan menunjuk pada diri kita sendiri. Selain itu determinis juga akan memberikan cap hal yang buruk pada orang yang kita determinisi, sebenarnya hal ini bisa kita hindari karena akan membuat orang lain berpikiran sama dengan apa yang kita pikirkan terhadap orang tersebut.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia tidak luput dari salah dan dosa. Kesalahan dan dosa yang dilakukan bisa dikarenakan sikap determinis, suka membatasi dan memaksa segala sesuatu tentang diri sendiri dan orang lain. Karena kebiasaan inilah timbul keinginan-keinginan untuk melakukan hal-hal yang berujung pada kesalahan dan dosa. Sikap determinis yang berlebihan bisa menjerumuskan kita dalam dosa.

    ReplyDelete
  13. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia hidup di dunia diberikan pilihan. Melakukan yang baik atau yang jahat. Manusia diberi kebebasan untuk menentukan perilakunya, cara berpikirnya, cara hidupnya dan jalan hidupnya. Seperti yang dibahas dalam forum sebelumnya, saat manusia berikhtiar, berarti dia memutuskan untuk menjalani hidupnya sesuai dengan apa yang dipikirkannya. Apa yang kita pikirkan tidak sama antara satu dengan orang yang lainnya. Dengan demikian, hal yang kita anggap benar, belum tentu benar bagi orang lain dan dapat menyakiti orang yang berbeda pendapat dengan kita. Jadi, berhati-hatilah dalam menentukan sesuatu agar tidak terjerumus dalam dosa karena pilihan kita tersebut.

    ReplyDelete
  14. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Terkadang sifat determinislah yang membuat kita menjadi manusia yang kurang toleransi kepada orang lain. keharusan yang selalu kita kejar dan kejar terkadang merugikan orang lain dan itu juga yang terkadang menjadi sumber dosa kita. tetapi keharusan memang perlu ada pada diri kita, selama itu dalam ranah positif dan selalu pada jalur yang benar.

    ReplyDelete
  15. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Dilihat dari segi bahasa, determinist berarti memutuskan. Determinis juga dapat diartikan sebagai reduksi yang berlebihan. Sebagian besar dosaku karena determinisku, karena terlalu banyak melakukan reduksi sehingga melakukan banyak kegiatan secara parsial. Sebagian besar dosaku adalah karena determinisku yaitu karena keputusanku untuk memutuskan yang mana sering bersifat memaksa. Memaksa orang lain berpendapat sama, memaksa orang lain melakukan hal yang sama, memaksa orang lain berpikiran yang sama, melihat yang sama, mendengar yang sama, mempunyai hal yang sama, dsb.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Secara umum determinisme adalah tesis yang mengatakan bahwa seluruh keadaan dan tindakan mental kita, termasuk pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, serta tindakan-tindakan kita, adalah dampak yang niscaya dari sebab-sebab yang mendahuluinya. Hal ini dapat diartikan bahwa segala keadaan itu pasti ada sebabnya. Selama kita hidup, akan selalu berhubungan antara sebab dan akibat. Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Yaaa, tentu semua dosa pasti akan ada balasannya, begitu pula semua perbuatan baik juga tentunya diberikan pahala. Hukum karma tetap berlaku, apapun bentuknya. Bukannya mitos atau takhayul, tapi memanglah benar-benar ada. Dan Allah sudah menjelaskan dalam kitab-Nya.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Manusia memanglah makhluk yang tidak luput dari dosa. Termasuk dalam hal pengambilan keputusan, manusia pun seringkali mengalami kekeliruan. Sama halnya dalam pengetahuan, pengetahuan yang kita dapatkan seringkali kita dapatkan serta merta tanpa adanya pikiran yang jernih dan tesis antitesis nya. Pembuktian dalam suatu teorema tanpa menggunakan bukti yang kuat. Inilah yang dinamakan determinasi. Determinasi ini bisa saja benar, tetapi seringkali tidak pasti kebenarannya. Hal inilah yang sering terjadi sehingga menambah dosa kita. Maka kita sebagai manusia yang seingkali melakukan determinasi seharusnya mohon ampunan dan pertolongan pada Allah SWT dengan cara taubat nasuha.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

    ReplyDelete
  19. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda—atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki—biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari.

    ReplyDelete