Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 29: Tulisanku Tidak Mampu Mengikuti Kata-kataku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Tulisanku Tidak Mampu Mengikuti Kata-kataku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

1 comment:

  1. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut sintesis dari tesis saya:
    Saya sedang berkeingian untuk menuliskan apa yang saya ucapkan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Untuk melaksanakan sengaja saya sediakan buku polos yang sangat tebal serta beberapa cadangan pena agar tidak terhenti saat mencatat. Bangun tidur kuawali dengan menyapa orangtua dengan mengucapkan selamat pagi. Tentu saja sambil kutulis apa yang kuucapkan tadi. Kemudian saya bercakap-cakap sebentar dengan mereka sebelum berangkat kuliah. Saya pun mencatat setiap kata-kata yang saya ucapkan. Berangkat ke kampus sepanjang perjalanan saya tidak bicara karena fokus dengan kendaraan yang saya naiki. Sesampainya di kampus hingga selesai kuliah saya mencatat setiap kata-kata saya. Pokoknya tidak ada kata-kata yang tidak saya catat.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Lalu teman-teman mengajak makan siang bersama sambil ngobrol. Selama ngobrol saya juga mencatat kata-kata yang saya ucapkan. Meskipun tangan saya mulai lelah dan tulisan saya mulai jelek, saya tetap mecatat setiap obrolan. Kami mengobrol tentang kuliah lalau saya megngomentari, dan tentu saja sambil saya catat kata-yang saya ucapkan. Lalu ada yang memulai pembicaraan tentang model baju terbaru. Nah mulai dari sisni saya banyak sekali berbicara memberikan pendapat sekaligus menanggapi pendaat teman saya. Tentu saja saya sambil mencatat kata-kata yang saya ucapkan. Tetapi, saking asiknya mengobrol saya jadilupa untuk mencatat. Selain itu juga saya sudah sangat lelah. Kata-kata yang saya ucapkan sangat cepat mengalir begitu saja dari mulut saya, sedangkan kecepatan tangan saya untuk menulis tidak sebanding dengan hal itu. Dari sini saya menyadari bahwa ternyata tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete