Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 29: Tulisanku Tidak Mampu Mengikuti Kata-kataku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Tulisanku Tidak Mampu Mengikuti Kata-kataku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

9 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Kecepatan antara ucapan dengan gerakan tangan itu memang sangat berbeda. Cakupan objek yang kita ucapkan dengan apa yang kita tulis itu juga berbeda. Denga ucapan, kita dapat mengekspresikan segala sesuatu, seperti suara-suara tertentu yang mungkin tidak akan mampu kita tulis. Namun hal ini juga menunjukkan bahwa lisan itu lebih berbahaya daripada tulisan. Mulutmu harimaumu, orang-orang sering menyebutkan hal tersebut. dengan ucapan, kita dapat mengucapkan segala sesuatu yang tidak mampu kita deskripsikan dengan tulisan.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Ketika kita mendeskripsikan sebuah objek, maka tulisan kita tidak akan mampu mengikuti apa yang kita deskripsikan. Dalam sepintas, kita melihat sesuatu maka kita langsung memikirkan objek tersebut kemudian mendeskripsikan nya dengan kata-kata. Misalnya saja ketika melihat sosok B.J. Habibie, maka akan ada banyak pikiran dan representasi tentang beliau, yang kemudia keluar melalui kata-kata, namun itu tidaklah cukup hanya kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Itulah mengapai tulisan tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  3. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut sintesis dari tesis saya:
    Saya sedang berkeingian untuk menuliskan apa yang saya ucapkan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Untuk melaksanakan sengaja saya sediakan buku polos yang sangat tebal serta beberapa cadangan pena agar tidak terhenti saat mencatat. Bangun tidur kuawali dengan menyapa orangtua dengan mengucapkan selamat pagi. Tentu saja sambil kutulis apa yang kuucapkan tadi. Kemudian saya bercakap-cakap sebentar dengan mereka sebelum berangkat kuliah. Saya pun mencatat setiap kata-kata yang saya ucapkan. Berangkat ke kampus sepanjang perjalanan saya tidak bicara karena fokus dengan kendaraan yang saya naiki. Sesampainya di kampus hingga selesai kuliah saya mencatat setiap kata-kata saya. Pokoknya tidak ada kata-kata yang tidak saya catat.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Lalu teman-teman mengajak makan siang bersama sambil ngobrol. Selama ngobrol saya juga mencatat kata-kata yang saya ucapkan. Meskipun tangan saya mulai lelah dan tulisan saya mulai jelek, saya tetap mecatat setiap obrolan. Kami mengobrol tentang kuliah lalau saya megngomentari, dan tentu saja sambil saya catat kata-yang saya ucapkan. Lalu ada yang memulai pembicaraan tentang model baju terbaru. Nah mulai dari sisni saya banyak sekali berbicara memberikan pendapat sekaligus menanggapi pendaat teman saya. Tentu saja saya sambil mencatat kata-kata yang saya ucapkan. Tetapi, saking asiknya mengobrol saya jadilupa untuk mencatat. Selain itu juga saya sudah sangat lelah. Kata-kata yang saya ucapkan sangat cepat mengalir begitu saja dari mulut saya, sedangkan kecepatan tangan saya untuk menulis tidak sebanding dengan hal itu. Dari sini saya menyadari bahwa ternyata tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  4. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Tergantung konteks kalau menurut saya, pak prof. Pertama, tulisan yang tidak mampu mengikuti kata-kata si penulis jika ke duanya tidak relevan. Misal, tulisan berisi tentang kajian filsafat tidak mungkin mengikuti kata-kata penulisnya yang bercerita tentang dongeng si kancil dan si kura-kura. Kedua, tulisan dapat mengikuti kata-kata si penulisa (atau sebaliknya) ketika si penulis dalam konteks akan menyajikan tulisannya itu dalam suatu forum diskusi seperti seminar arau workshop, namun dengan syarat penulisa benar-benar harus paham apa tang ditulisanya.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Apa yang disampaikan seseorang merupakan hasil dari buah pemikirannya. Apa yang ingin seseorang sampaikan bisa dilakukan melalui sebuah ucapan kata-kata maupunsebuah tulisan. Tulisan yang seperti apa yaitu tulisan yang dapat mewakili kata-kata nya. Akan tetapi, ada hal yang tidak selalu bisa dituliskan dari sebuah kata-kata. Tulisan tersebut bisa saja berbeda dari apa yang diucapkan. Sebagai contohnya ketika seseorang sedang tidak jujur, yaitu ia berkata apa namun tidak sesuai dengan apa yang ia tuliskan.

    ReplyDelete
  6. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ketika aku menulis semua yang aku katakan maka aku tidak mampu. Ketika aku mengatakan kata pertama kemudian aku tulis sembari aku menulis aku sudah mengatakan kata yang kedua. Ketika aku mengatakan kata kedua kemudian aku tulis sembari aku menulis aku sudah mengatakan kata yang ketiga. Bahkan ketika aku menulis kata ketiga aku sudah mengatakan kata ke sepuluh bahkan lebih. Semua itu menunjukkan bahwa tulisanku tak akan mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Setujulah saya apabila tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku. Karena apa? kata-kata yang kuucapkan saja, aku tidak mampu menuliskannya. Padahal kata-kataku tidak hanya terletak pada yang saya ucapkan, kata-kataku bisa jadi masih terpendam di dalam pikiran. Maka sangat mustahil jika saya dapat menuliskan setiap kata-kataku secara runtut dan persis. Terkadang, kesombongan yang dimiliki manusia membawanya pada keadaan puas diri, misal merasa puas dengan segala hal yang dituliskannya, merasa tulisannya sangat menggambarkan apa yang dikatakan dan yang dipikirkannya. Alloh SWT memiliki beribu cara untuk memporakporandakan kesombongan makhluknya. Maka, jawaban dari kesombongan itu adalah penyadaran pada diri kita, bahwa manusia adalah makhluk yang terbatas, yang dia tuliskan, yang dia ucapkan, adalah hasil dari reduksi. Terimakasih, sekali lagi saya masih belajar, mohon bimbingannya

    ReplyDelete
  8. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Menulis membutuhkan kerjasama syaraf tangan dan otak yang cukup kompleks. Saat kita menulis kata-kata yang diucapkan, dibutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan waktu untuk mengatakannya. Hal inilah mengapa tulisan tak dapat mengejar kata-kata.

    ReplyDelete
  9. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Lanjutan dari elegi sebelumnyam tidak semua yang ada dipikran mampu untuk diucapkan, dan semua yang diucapkan tidak mampu untuk dituliskan dengan persis. Karena dalam penulisan, memerlukan reduksi dan pemilihan kata-kata yang lebih baku untuk digunakan. Tulisan tidak akan mampu mengikuti perkataan, karena tulisan merupakan hasil reduksi atau pemangkasan lebih lanjut dari apa yang diucapkan. Untuk menulis itu melewati berbagai tahap. Jika ucapan hanya mereduksi dari pikiran untuk diucapkan, namun jika menulis itu mereduksi lagi, memilah milah kosa kata yang akan ditulis dari ucapan kita. Oleh sebab itu tulisan tidak akan mampu mengikuti ucapan yang ada.

    ReplyDelete