Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 29: Tulisanku Tidak Mampu Mengikuti Kata-kataku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Tulisanku Tidak Mampu Mengikuti Kata-kataku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

34 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Membahas mengenai kemampuan manusia, berbicara atau mengucap kata-kata dalam keadaan normal kecepatannya melebihi kecepatan normal menulis. Dalam berbicara manusia bisa mengucap kata seperti yang dipikirkan bahkan bisa juga diimprovisasi, namun saat menulis manusia cenderung akan lebih memikirkan lagi apa yang pantas untuk ditulis dari ucapan-ucapan yang telah ada. Menulis biasanya melakukan reduksi dari ucapan, dipilih yang penting atau yang perlu untuk ditulis. Oleh karena itu mengapa tulisanku tak mampu mengikuti kata-kataku

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kata-kata kita merupakan tranformasi pikiran yang diwujudkan dalam suara, namun tidak kata-kata tidak akan mampu untuk mentranformasikan semua pikiran yang ada, begitupun halnya dengan kemampuan tangan kita dalam menuliskan setiap kata yang terucap. Memang telah dijelaskan dalam Alquran bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya. Namun demikian, manusia juga memiliki keterbatasan dan keterbatasan itu patut untuk disyukuri. Karena jika manusia diberikan kesempurnaan dalam sempurna maka yakin dan percaya bahwa hidup ini tidak akan tenang. Salah satu keterbatasan yang dimiliki oleh manusia adalah dalam hal menulis. Setiap manusia tidak akan mampu mencatat atau menulis setiap kata atau kalimat yang keluar dari mulutnya. Oleh karena itu biasanya apa yang kita tulis adalah inti atau hal-hal yang penting dari apa yang diucapkan. Oleh karena itu tulisan manusia tidak mampu mengikuti kata-katanya.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sebagai ciptaan Tuhan yang tidak sempurna, manusia memiliki kekurangan, keterbatasan secara jasmani maupun secara rohani. Keterbatasan berfikir yang dimiliki manusia tidak dapat secara menyeluruh ditulis dalam kata-kata. Sebaliknya, Kata-kata yang diucapkan tidak mampu tertuang dalam tulisan, dikarenakan tak terhingga dan terbatasnya yang kita ucapkan. Oleh karena itu, tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Manusia diciptakan oleh Tuhan dengan berbagai macam keterbatasan. Salah satunya adalah keterbatasan kita dalam menuliskan apa saja yang kita ucapkan. Apa yang kita ucapkan merupakan hasil dari pemikiran kita. Pada saat kita mencoba untuk menuliskannya, kita cenderung mereduksi ucapan kita tersebut. Kita akan memilih kata atau kalimat mana yang lebih baik. Itulah mengapa tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  5. Kunny KunhertantiKunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Jika dalam forum sebelumnya suatu kegiatan tidak mampu mengikuti tulisanku, saat ini tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku. Tulisan terdapat dalam dimensi material yaitu dimensi yang terletak paling bawah dalam filsafat, sedangkan kata-kata terletak pada dimensi formal. Hal ini bisa menjelaskan bahwa tulisan tidak bisa mengikuti kaa-kata. Tidak semua yang ada di pikiran kita bisa kita terjemahkan menjadi tulisan.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sama halnya dengan forum Tanya jawab ke-28. Manusia dapat menuangkan atau menjelaskan apa yang ada di dalam pikirannya secara lisan dan tulisan, walaupun tidak semua yang dipikirkan dapat dilisankan atau dituliskan. Yang ada di pikiran dapat dituangkan secara tertulis sesuai dengan apa yang diucapkan. Namun keterbatasan manusia, membuat segala sesuatu yang ducapkan tidak semuanya dapat kita tuliskan. Tulisan kita hanya dapat memuat sebagian kata-kata yang kita ucapkan sehingga apa yang kita ucapkan tidak semuanya perlu ditulis. Kita hanya dapat mengambil intisari dari setiap ucapan yang kita ucapkan untuk dituangkan dalam tulisan.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Berikut contoh sederhananya. Saat saya menyebutkan tentang kota maka yang ada dalam pikiran saya adalah kota-kota yang ada di Indonesia yang saya tahu, kemudian kota-kota di negara lain yang saya tahu. Belum habis saya menuliskan satu kota, pikiran saya sudah melompat ke kota yang lainnya. Terkadang, untuk menuliskannya saya perlu mengulang kembali menyebutkan nama kota yang sudah saya sebutkan dalam pikiran saya. Contoh yang lain: saat seseorang ingin menulis sesuatu terkadang dia membuat kesalahan dalam penulisan sehingga harus menulis kembali. Namun, saat dia menulis, dia sudah selesai mengucapkan kata tersebut. Dengan demikian, tepatlah jika tulisanku tidak dapat mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mungkin maksud dari tulisanku tidak dapat mengikuti kata katakaku adalah kita banyak berkata dan mungkin lebih baik diungkapkan dengan kata kata daripada tulisan. karena dengan berkata secara lengsung maka semua akan jelas, karena terkadang dengan menggunakan kata kata dapat membuat salah paham dan menjadi hal yang tidak baik atau menjadi prasangka tidak baik. Jadi tulisanku tidak dapat mengikuti kata kataku.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Kecepatan manusia untuk menuliskan sesuatu tidaklah sebanding dengan kecepatan manusia untuk menuliskan sesuatu. Kemampuan berbicara kita lebih cepat dibandingkan kemampuan menulis kita. Bahkan saat kita menulis, dalam pikiran kita, kata-kata yang akan kita tuliskan tersebut kita eja satu demi satu.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Kecepatan antara ucapan dengan gerakan tangan itu memang sangat berbeda. Cakupan objek yang kita ucapkan dengan apa yang kita tulis itu juga berbeda. Denga ucapan, kita dapat mengekspresikan segala sesuatu, seperti suara-suara tertentu yang mungkin tidak akan mampu kita tulis. Namun hal ini juga menunjukkan bahwa lisan itu lebih berbahaya daripada tulisan. Mulutmu harimaumu, orang-orang sering menyebutkan hal tersebut. dengan ucapan, kita dapat mengucapkan segala sesuatu yang tidak mampu kita deskripsikan dengan tulisan.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Ketika kita mendeskripsikan sebuah objek, maka tulisan kita tidak akan mampu mengikuti apa yang kita deskripsikan. Dalam sepintas, kita melihat sesuatu maka kita langsung memikirkan objek tersebut kemudian mendeskripsikan nya dengan kata-kata. Misalnya saja ketika melihat sosok B.J. Habibie, maka akan ada banyak pikiran dan representasi tentang beliau, yang kemudia keluar melalui kata-kata, namun itu tidaklah cukup hanya kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Itulah mengapai tulisan tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut sintesis dari tesis saya:
    Saya sedang berkeingian untuk menuliskan apa yang saya ucapkan dari bangun tidur sampai tidur lagi. Untuk melaksanakan sengaja saya sediakan buku polos yang sangat tebal serta beberapa cadangan pena agar tidak terhenti saat mencatat. Bangun tidur kuawali dengan menyapa orangtua dengan mengucapkan selamat pagi. Tentu saja sambil kutulis apa yang kuucapkan tadi. Kemudian saya bercakap-cakap sebentar dengan mereka sebelum berangkat kuliah. Saya pun mencatat setiap kata-kata yang saya ucapkan. Berangkat ke kampus sepanjang perjalanan saya tidak bicara karena fokus dengan kendaraan yang saya naiki. Sesampainya di kampus hingga selesai kuliah saya mencatat setiap kata-kata saya. Pokoknya tidak ada kata-kata yang tidak saya catat.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Lalu teman-teman mengajak makan siang bersama sambil ngobrol. Selama ngobrol saya juga mencatat kata-kata yang saya ucapkan. Meskipun tangan saya mulai lelah dan tulisan saya mulai jelek, saya tetap mecatat setiap obrolan. Kami mengobrol tentang kuliah lalau saya megngomentari, dan tentu saja sambil saya catat kata-yang saya ucapkan. Lalu ada yang memulai pembicaraan tentang model baju terbaru. Nah mulai dari sisni saya banyak sekali berbicara memberikan pendapat sekaligus menanggapi pendaat teman saya. Tentu saja saya sambil mencatat kata-kata yang saya ucapkan. Tetapi, saking asiknya mengobrol saya jadilupa untuk mencatat. Selain itu juga saya sudah sangat lelah. Kata-kata yang saya ucapkan sangat cepat mengalir begitu saja dari mulut saya, sedangkan kecepatan tangan saya untuk menulis tidak sebanding dengan hal itu. Dari sini saya menyadari bahwa ternyata tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Tergantung konteks kalau menurut saya, pak prof. Pertama, tulisan yang tidak mampu mengikuti kata-kata si penulis jika ke duanya tidak relevan. Misal, tulisan berisi tentang kajian filsafat tidak mungkin mengikuti kata-kata penulisnya yang bercerita tentang dongeng si kancil dan si kura-kura. Kedua, tulisan dapat mengikuti kata-kata si penulisa (atau sebaliknya) ketika si penulis dalam konteks akan menyajikan tulisannya itu dalam suatu forum diskusi seperti seminar arau workshop, namun dengan syarat penulisa benar-benar harus paham apa tang ditulisanya.

    ReplyDelete
  14. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Apa yang disampaikan seseorang merupakan hasil dari buah pemikirannya. Apa yang ingin seseorang sampaikan bisa dilakukan melalui sebuah ucapan kata-kata maupunsebuah tulisan. Tulisan yang seperti apa yaitu tulisan yang dapat mewakili kata-kata nya. Akan tetapi, ada hal yang tidak selalu bisa dituliskan dari sebuah kata-kata. Tulisan tersebut bisa saja berbeda dari apa yang diucapkan. Sebagai contohnya ketika seseorang sedang tidak jujur, yaitu ia berkata apa namun tidak sesuai dengan apa yang ia tuliskan.

    ReplyDelete
  15. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Ketika aku menulis semua yang aku katakan maka aku tidak mampu. Ketika aku mengatakan kata pertama kemudian aku tulis sembari aku menulis aku sudah mengatakan kata yang kedua. Ketika aku mengatakan kata kedua kemudian aku tulis sembari aku menulis aku sudah mengatakan kata yang ketiga. Bahkan ketika aku menulis kata ketiga aku sudah mengatakan kata ke sepuluh bahkan lebih. Semua itu menunjukkan bahwa tulisanku tak akan mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Setujulah saya apabila tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku. Karena apa? kata-kata yang kuucapkan saja, aku tidak mampu menuliskannya. Padahal kata-kataku tidak hanya terletak pada yang saya ucapkan, kata-kataku bisa jadi masih terpendam di dalam pikiran. Maka sangat mustahil jika saya dapat menuliskan setiap kata-kataku secara runtut dan persis. Terkadang, kesombongan yang dimiliki manusia membawanya pada keadaan puas diri, misal merasa puas dengan segala hal yang dituliskannya, merasa tulisannya sangat menggambarkan apa yang dikatakan dan yang dipikirkannya. Alloh SWT memiliki beribu cara untuk memporakporandakan kesombongan makhluknya. Maka, jawaban dari kesombongan itu adalah penyadaran pada diri kita, bahwa manusia adalah makhluk yang terbatas, yang dia tuliskan, yang dia ucapkan, adalah hasil dari reduksi. Terimakasih, sekali lagi saya masih belajar, mohon bimbingannya

    ReplyDelete
  17. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Menulis membutuhkan kerjasama syaraf tangan dan otak yang cukup kompleks. Saat kita menulis kata-kata yang diucapkan, dibutuhkan lebih banyak waktu dibandingkan waktu untuk mengatakannya. Hal inilah mengapa tulisan tak dapat mengejar kata-kata.

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Lanjutan dari elegi sebelumnyam tidak semua yang ada dipikran mampu untuk diucapkan, dan semua yang diucapkan tidak mampu untuk dituliskan dengan persis. Karena dalam penulisan, memerlukan reduksi dan pemilihan kata-kata yang lebih baku untuk digunakan. Tulisan tidak akan mampu mengikuti perkataan, karena tulisan merupakan hasil reduksi atau pemangkasan lebih lanjut dari apa yang diucapkan. Untuk menulis itu melewati berbagai tahap. Jika ucapan hanya mereduksi dari pikiran untuk diucapkan, namun jika menulis itu mereduksi lagi, memilah milah kosa kata yang akan ditulis dari ucapan kita. Oleh sebab itu tulisan tidak akan mampu mengikuti ucapan yang ada.

    ReplyDelete
  19. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami tulisan berada pada dimensi materianl yaitu dimensi yang ada di bawah pada dimensi filsafat yang telah dijelaskan oleh Bapak Marsigit. Di atas dimensi materian adalah dimensi formal di mana kata-kata menempati dimensi tersebut. Secara umum benar bahwa kata-kata berada di atas tulisan, karena kalimat yang sama ketika seseorang mengucapkannya kepada seseorang dan ketika dia menuliskannya lalu dibaca oleh orang lain, terkadang pemahaman yang ditangkap orang bisa berbeda, dan orang yang membaca tulisan mempunyai peluang lebih besar untuk salah paham terhadap konten dari tulisan itu dari pada orang yang mendengarkan langsung dari percakapan sumbernya. Dan tidak semua kata-kata dapat diwujudkan dalam bentuk tulisan, misalkan suara batuk dan bersin, maka sulit bagi kita menemukan huruf-huruf dan simbol-simbol tulisan yang bisa menuliskan suara bersin dan batuk itu secara tepat.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Tulisan itu merupakan bentuk nyata dari pikiran. Menulis tentu ada batasannya. Tulisan mengandung berbagai keterbatasan dari segala kelebihan yang dimiliki. Hal apa yang kita tulis sebenarnya hanyalah sebagian saja dari apa yang kita katakan. Karena tentu saja kecepatan dalam berkata-kata lebih cepat dibandingkan dengan menulisnya. Maka dari itu, jelas bahwa tulisan itu tidak mampu mengikuti kata-kata. Sehingga tidaklah mungkin semua yang kita katakan mampu ditulis. Segala hal yang kita katakan dengan kecepatan berkata dan banyak kosakata, tak akan mampu kita tuangkan semua dalam tulisan. Seperti pada perkuliahan filsafat yang memanfaatkan teknologi untuk merekam selama kuliah berlangsung. Hal itulah yang merupakan salah satu inovasi dalam pembelajaran untuk mengatasi keterbatsan tulisan untuk menampung semua perkataan

    ReplyDelete
  21. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Rumusnya adalah sehebat-hebat diriku tidak akan mengejar tulisanku. Sehebat-hebat tulisanku tidak akan mengejar kata-kataku. Sehebat kata-kataku tidak akan bisa mengejar pikiranku. Sehebat-hebat pikiran tidak akan mengejar hatiku. Jadi belajar agama jangan hanya menggunakan pikiran. Karena sebenar-benarnya agama itu adanya di dalam hati.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Ketika aku menuliskan tulisanku ini, kata-kataku lebih cepat dari tulisanku. Mulutku lebih cepat mengatakan kata-kataku dibanding tanganku menulis. Maka tulisanku tak mampu mengikuti kata-kataku. Ketika aku kuliah dengan dosenku, tulisanku tak mampu mengikuti kata-kata dosenku. Itulah keterbatasan manusia. Sebenar-benar manusia memiliki batas, yakni batas bahwa tulisannya tak mampu mengikuti kata-katanya. Dengan keterbatasan manusia itulah manusia berusaha untuk mengatasinya. Salah satunya dengan menggunakan perekam agar kata-kataku terekam dan aku dapat menuliskannya.

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Keterbatasan manusia untuk dapat menuliskan apa yang telah diucapkan sehingga terkadang lupa apa yang pernah ia ucapkan sekalipun, tetapi janganlah menjadi orang yang gampang melupakan atau bahkan pura-pura melupakan apa yang telah diucapkan.

    ReplyDelete
  24. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku. Seperti perkuliahan bersama Bapak Marsigit, yaitu kita tidak perlu menulis ketika mengikuti perkuliahan, karena ketika kita memaksa untuk menuliskannya maka akan banyak sekali kata-kata yang tidak dapat dituliskan. Karena sebuah kata yang diucapkan mengancung banyak arti sehingga terkadang satu ucapan kata tidak akan cukup kita tuliskan dalam selembar kertas, sehingga tulisanku tidak akan mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete
  25. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kecepatan manusia untuk menuliskan sesuatu tidaklah sebanding dengan kecepatan manusia untuk menuliskan sesuatu. Kemampuan berbicara kita lebih cepat dibandingkan kemampuan menulis kita. Bahkan saat kita menulis, dalam pikiran kita, kata-kata yang akan kita tuliskan tersebut kita eja satu demi satu

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Bagaimana kita menuliskan suatu hal, tentu kita telah menyaring dan mengolahnya terlebih dahulu, sesungguhnya kata-kata kita lebih banyak dan lebih luas dari apa yang kita tulis, kata-kata dalam pikiran dan hati kita melewati proses menjadi tulisan kita, tentu saja hal ini menjadikan tulisan kita tidak akan mengejar kata-kata kita.

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku, namun lain halnya dengan kata-kataku mampu mengikuti tulisanku. banyak hal dapat dikatakan,diungkapkan tanpa harus menuliskannya. namun dengan sebuah tulisan kita mampu membacanya.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Begitu besar nikmat yang Allah berikan pada hambanya. Salah satu nikmat yang tiada terkira adalah ucapan, kita bisa mengucapkan apa saja sesuai dengan keinginan kita, bahkan mengucapkan sesuatu yang tidak dapat dituliskan pun bisa kita lakukan. Mengucapkan hal yang sangat panjang dan sangat cepat pun bisa kita lakukan, tetapi bagaimana dengan tulisan? Ketika kita mengucapkan semuanya itu, kita tidak bisa menuliskan semua yang kita ucapkan, karena sampai seribu kali seribu pangkat seribu pun kita tidak akan selesai untuk mengucapkan banyak kata, sehingga kita tidak akan mampu untuk menuliskan semua yang kita ucapkan.

    ReplyDelete
  29. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Manusia memang diciptakan lebih sempurna dari makhluk lainnya. Meskipun demikian, manusia tetap memiliki segala keterbatasan, karena hanya Dialah yang Maha sempurna. Salah satu contoh keterbatasan tersebut adalah layaknya tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku. Apa yang kita ungkapkan secara lisan melalui kata-kata tidak mungkin semuanya dapat tertulis secara detail melainkan hanya poinnya saja atau bahkan tidak sama sekali. Hal ini bisa terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kecepatan pengucapan lisan dan lambatnya gerak tangan ketika menulis.

    ReplyDelete
  30. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Setiap kegiatan yang dilakukan memiliki batasannya masing-masing. Kata-kata yang diucapkan memiliki kecepatan yang mampu melebihi kecepatan dalam menuliskan sesuatu. Secepat apapun dalam menulis sesuatu, tidak akan mampu mengikuti kecepatan kata-kata yang diucapkan. Oleh karena itu maka dikatakan bahwa tulisan tidak mampu mengikuti kata-kata. Namun karena setiap keterbatasan yang ada itulah setiap hal menjadi memiliki makna.

    ReplyDelete
  31. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Tulisanku tak mampu mengikuti kata-kataku, salah satu keterbatasan yang sangat umum dialami oleh setiap orang. Hal ini sangat tergantung bagaimana kemampuan seseorang menulikan lisannya dengan fasih, namun selalu kadang kita mampu menyampaikan sesuatu namun tak mampu menulisnya. Ini juga merupakan salah satu dilema yang sangat sering saya alami ketika mengerjakan tugas atau ketika akan memulai menulis, ada didalam pikiran dan mampu diucapkan ternyata tidak selalu bisa dituliskan atau dituangkan dalam bentuk tulisan.

    ReplyDelete
  32. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Jika tindakanku tak mampu mengikuti tulisanku dikarenakan kurangnya komitmen dan usaha yang maksimal. Kini muncul lagi bahwa tulisanku pun bahkan tak mampu mengikuti kata-kataku Memang kecepatan mulut kita mengeluarkan kata-kata tak kan sebanding dengan kecepatan tangan kita dalam merangkai. Jika kata-kata merupakan bahasa yang mampu disampaikan secara langsung, namun tulisan mempunyai tantangan sendiri untuk menyampaikan informasi kepada orang lain secara tidak langsung. Kata-ata harus dirangkai dan dipikirkan agar komunikatif dan dipahami oleh orang lain yang akan membaca tulisan kita.

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Segala yang ada selalu berjalan bersama yang mungkin ada. Konsep inilah yang terjalin antara apa yang tertuang pada tulisan, kata-kata, perbuatan, hati dan pikiran yang idelanya dapat berjalan beriringan. Namun, kenyataan sering berkata lain. Ketika antara yang satu dengan yang lainnya terjadii kontradiksi, maka telah terjadi pergolakan. Ini dapat dipahami sebagai bentuk ketidakkonsistenan yang selalu ada di sekitar kita.

    ReplyDelete
  34. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Manusia sebagai makhluk yang memiliki akal dan pikiran yang menjadikannya sebagai kelebihan dari makhluk lain, tidak lepas dari berpikir baik yang ada dan yang mungkin ada. Tidak semua yang dipikirkan manusia dapat dituliskan, bisa saja hanya diucapkan secara lisan. Hal tersebut agar apa yang kita pikirkan, orang lain dapat mengetahui dan memahaminya. Akan tetapi, manusia sebagai makhluk yang memiliki keterbatasan, tidak semua yang diucapkan ataupun yang didengarkanya dapat diingat selamanya, sehingga perlu dituliskan agar saat dibutuhkan sudah ada yang tersimpan dalam tulisannya dan dengan mudah dapat dimanfaatkan. Tapi, karena begitu banyak yang aku pikirkan, akibatnya aku tidak mampu untuk menuliskannya. Jadi, ternyata tulisanku tidak mampu mengikuti kata-kataku.

    ReplyDelete