Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 30: Kata-kataku Tak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Kata-kataku Tidak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

2 comments:

  1. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya mencoba mensintesiskan tesis yang saya buat sebagai berikut:
    Aku adalah seseorang yang dikenal mampu berbicara dengan cepat, saking cepatnya sampai-sampai orang-orang bilang aku ini ceplas-ceplos. Tetapi menurutku aku itu hebat karena mampu mengungkapkan semua yang ada di pikiranku melalui kata-kata yang aku ucapkan. Ketika disuruh mengomentari teman tentang presentasi materi kuliah di kelas aku dengan lancarnya mengucapkan apa saja yang ada di pikiranku dengan kata-kata. Mulai dari pikiranku tentang materi yang mereka tampilkan sampai cara mereka menyajikan materi di depan kelas. Bahkan ketika ada hal kecil yang kupikir menjadi kelebihan dan kekurangan dari presentasi tadi, aku mampu mengucapkannya dengan kata-kata.
    Berikut anti-tesis dari sintesis di atas:
    Setelah selesai kuliah aku pergi ke taman kampus bersama teman-teman. Anehnya pada hari itu teman-temanku seperti menyembunyikan sesuatu. Karena aku memikirkan hal yang aneh maka kutanyakan saja pada mereka kenapa sepertinya ada yang disembunyikan. Ya, memang saya pandai mengucapkan semua yang ada di pikiranku tanpa malu-malu. Tiba-tiba dari belakangku muncul seorang cowok membawa bunga mawar warna merah. Dia berhenti di depanku dan mengatakan bahwa dia memiliki perasaan yang spesial padaku. Sungguh pada saat itu lidahku kelu. Aku bingung mau berkata apa. Aku seperti tak mampu berkata-kata. Pikiranku bercampur aduk saking senangnya. Akuingin mengucapkan sesuatu yang mampu mewakili pikiranku. Tetapi aku merasa tak mampu. Aku merasa tak menemukan satu kata pun yang mampu mengungkapkan isi pikiranku saat itu. Maka aku menyadari ahwa kata-kataku tidak mampu mengucapkan semua pikiranku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  2. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Bahasa lisan itu sifatnya terbatas. Berbeda lagi dengan bahasa pikiran dan hati. Itulash sebabnya terkadang apa yang kita pikirkan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sebagai contoh: besarnya rasa cnta seseorang itu tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata karena rasa cinta itu memakai bahasa pikiran dan hati.

    ReplyDelete