Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 30: Kata-kataku Tak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Kata-kataku Tidak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

36 comments:

  1. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk mulia. Berbeda dengan ciptaan-Nya yang lain, manusia dianugerahi akal budi untuk berpikir. Alhasil, manusia adalah dia beserta segala pemikirannya. Manusia juga dilengkapi lidah untuk berbicara, berucap, serta berkomunikasi. Melalui lidah, manusia mengungkapkan kata-kata yang merupakan buah dari pemikirannya. Namun, seringkali apa yang ditanam dalam benak tidak seluruhnya dapat dituai dengan lidah. Sebab sejatinya manusia adalah makhluk yang penuh dengan keterbatasan. Walau seluas dan sepanjang apapun jalan pikirannya, manusia tetap tiada mampu mengungkapkan segala pemikirannya dengan kata-kata. Dan saat ini saya pikir saya tengah mengalaminya. Saya memikirkan banyak hal yang saya harap bisa saya tuliskan di kolom komentar ini. Namun apa boleh buat, hanya sedemikian inilah kata-kata yang mampu mengikuti pikiran saya.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Salah anugerah terbesar yang ada dalam diri kita adalah akal. Dan dengan akal pula yang membedakan antara manusia dan binatang. Karena dengan akal tersebut kita dapat berpikir secara logis, dan karena pikiran tersebut kita akan lebih bersikap kritis terhadap lingkungan sekitar. Pikiran adalah bayangan dunia karena dengan pikiran kita dapat membayangkan dan memikirkan berbagai objek, tempat, bahkan kata-kata sekaligus. Tidak sampai di situ dalam pikiran kata-kata yang akan dikeluarkan akan disintesiskan dan dihubungkan dari berbagai sumber sehingga terjadi reduksi kata-kata yang pantas untuk dikeluarkan atau diucapkan. Kata-kata yang diucapkan sifatnya terstruktur, teratur dari kata yang satu ke kata yang lainnya sehingga membentuk suatu kalimat yang baik dan sopan. Berbeda dengan apa yang terjadi dalam pikiran, di mana kata-kata tersebut dapat dipikirkan secara sekaligus. Inilah mengapa kata-kataku tidak dapat mengikuti pikiranku.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Karena keterbatasanku sebagai manusia, keterbatasanku sebagai pemikir yang selalu berpikir, maka apa yang aku pikirkan tidak mampu kutuliskan dalam kata-kata. Karena ketika aku telah sampai pada tahap berpikir i+1, tulisanku hanya sampai pada tahap ke i. Itu semua karena keterbatasanku sebagai manusia.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kata-kata adalah bagian dari apa yang dipikirkan. Banyaknya hal yang dipikirkan sehingga kata-kata tidak mampu mengikuti apa yang dapat dipikirkan. Manusia memiliki kemampuan berpikir yang sangat cepat, sehingga belum sempat kita mengucapkan apa yang kita pikirkan saat ini, kita sudah memikirkan hal-hal yang lain lagi. Sehingga kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kata-kata terletak dalam dimensi formal, sedangakan pikiran terlatak pada dimensi normatif. Dari hal ini sudah terlihat jelas bahwa tidaklah mungkin sebuah kata-kata akan bisa mengambarkan pikiran yang kita alami saat itu. Tidak semua bentuk yang ada pada pikiran kita bisa kita sampaikan wujud dalam kata-kata. Hal yang biasa dilakukan adalah berbicara dalam hati, sehingga memang tak semua yang kita pikirkan dapa terucap dari mulut kita.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Begitu banyak hal yang ada dalam pikiran kita. Hal-hal yang kita pikirkan tesebut tentunya tidak semua dapat kita ucapkan. Pikiran kita memikirkan banyak hal dengan cakupan yang sangat luas dan sangat mendalam dari yang bersifat pribadi sampai yang bersifat umum, dari pikiran positif sampai pikiran negative, apakah kita mempu mengucapkan semua hal tersebut? Segala sesuatu yang kita ucapkan memang mencerminkan apa yang dipikirkan, namun memiliki kebatasan terhadap ruang dan waktu disaat kita akan mengucapkan dalam kata-kata kita

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Misalkan saat kita menuliskan sesuatu, itu berarti kita telah memikirkan kata tersebut. Saat kita mengucapkan sesuatu, terlebih dulu kita harus memikirkan apa yang harus disampaikan, mengulang-ulang dalam pikiran kita sampai membentuk kalimat yang baik kemudian diucapkan. Tidak berhenti sampai disitu, saat mengucapkannya pun, kita tanpa sadar mengulang kembali susunan kalimat tersebut dalam pikiran kita dan terkadang, untuk mencapai akhir kalimat yang diinginkan dalam pikiran bisa berputar dan membutuhkan waktu yang lama karena ada kalimat lain yang relevan dengan topik yang dibicarakan tiba-tiba terbesit dalam pikiran.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Terkadang apa yang kita pikirkan tidak serta merta semua harus diungkapkan dan diceritakan kepada orang lain. Biarkan semua berjalan semestinya agar tidak menjadi fitnah dikemudian hari karena kebanyakan berbicara jika tidak terjadi kemudian maka akan menjadi seakan akan mengada ada. Jadi tidak semua yang ada dipikiran kita harus diungkapkan dan diceritakan kepada semua orang.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Kemampuan berpikir manusia, lebih cepat dari pada kemampuan berkatanya. Kita tidak akan mampu mengucapkan semua yang ada di dalam pikiran kita. Meskipun pikiran manusia itu terbatas, namun pikiran manusia juga sangatlah rumit dan luas. Saat kita berbicara tanpa kita sadari, kita telah melakukan penyaringan terhadap kata-kata yang ada di dalam pikiran kita. Tidak semua hal yang ada di dalam pikiran kita terkatakan.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Jelaslah bahwa apa yang semua pikirkan tidak akan mampu seluruhnya kita ucapkan. Kekuatan pikiran telah terbukti secara ilmiah. Kita tahu bahwa otak kita ini telah di desain dengan sempurna oleh Allah SWT. sungguh beruntunglah bagi orang-orang yang diciptakan dengan otak yang cerdas. Kecepatan pikiran. Ketika kita mengucapkannya, maka tidak ada kata yang mampu mengimbanginya. Terkadang apa yang kita pikirkan itu tidak sesuai dengan apa yang kita ucapkan. Hal ini juga tergantung dengan etika ketika kita berbicara tetang hubungan sosial. Dan terkadang dengan pikiran, kita dapat bersembunyi dari orang lain.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Analogi ini sama halnya dengan forum tanya jawab yang sebelumnya. Saya sependapat bahwa kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku. Manusia dikaruniai otak untuk berpikir dan memikirkan sebuah objek secara ekstensif dan intensif. Ketika muncul sebah objek dalam pikiran kita, maka kita akan memikirkan objek tersebut secara luas bahkan mendalam. Misalnya hanya dengan memikirkan satu orang saja, maka akan banyak deskripsi yang muncul dalam pikiran kita. Namun jika kita menuangkan deskripsi itu dalam sebuah ucapan, maka kata-kata yang keluar dari mulut kita tidak akan mampu mendeskripsikan semua yang kita pikirkan. Itulah mengapa kata-kataku tak mampu mengiktui pikiranku.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kebenaran bukanlah hasil dari sebuah proses berpikir yang diungkapkan melalui kata-kata, namun lebih dari itu, kebenaran berbicara tentang fakta dan realita yang menunjuk kepada eksistensi manusia itu sendiri dalam hubungannya dengan Tuhan (Allah), diri sendiri dan masyarakat sekitarnya. Kebenaran harus dipahami di dalam konteks yang benar, hingga kebenaran itu mampu diaplikasikan di dalam kehidupan setiap hari, dengan konsep dan perilaku yang benar. Dalam ilmu pengetahuan modern dan filsafat Barat, orang tidak dapat dianggap mengetahui sesuatu, sebelum ia bisa merumuskan konsep dan kata atas apa yang ia ketahui. Kata dan konsep itu bisa berupa bahasa, atau simbol matematik. Dasar dari semua ini adalah kesepakatan bersama untuk merumuskan simbol. Semua itu dianggap berguna sebagai alat bantu komunikasi. Kata dan konsep ini tidak hanya mewakili maksud atau pikiran, tetapi juga makna sebuah tindakan.

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya mencoba mensintesiskan tesis yang saya buat sebagai berikut:
    Aku adalah seseorang yang dikenal mampu berbicara dengan cepat, saking cepatnya sampai-sampai orang-orang bilang aku ini ceplas-ceplos. Tetapi menurutku aku itu hebat karena mampu mengungkapkan semua yang ada di pikiranku melalui kata-kata yang aku ucapkan. Ketika disuruh mengomentari teman tentang presentasi materi kuliah di kelas aku dengan lancarnya mengucapkan apa saja yang ada di pikiranku dengan kata-kata. Mulai dari pikiranku tentang materi yang mereka tampilkan sampai cara mereka menyajikan materi di depan kelas. Bahkan ketika ada hal kecil yang kupikir menjadi kelebihan dan kekurangan dari presentasi tadi, aku mampu mengucapkannya dengan kata-kata.
    Berikut anti-tesis dari sintesis di atas:
    Setelah selesai kuliah aku pergi ke taman kampus bersama teman-teman. Anehnya pada hari itu teman-temanku seperti menyembunyikan sesuatu. Karena aku memikirkan hal yang aneh maka kutanyakan saja pada mereka kenapa sepertinya ada yang disembunyikan. Ya, memang saya pandai mengucapkan semua yang ada di pikiranku tanpa malu-malu. Tiba-tiba dari belakangku muncul seorang cowok membawa bunga mawar warna merah. Dia berhenti di depanku dan mengatakan bahwa dia memiliki perasaan yang spesial padaku. Sungguh pada saat itu lidahku kelu. Aku bingung mau berkata apa. Aku seperti tak mampu berkata-kata. Pikiranku bercampur aduk saking senangnya. Akuingin mengucapkan sesuatu yang mampu mewakili pikiranku. Tetapi aku merasa tak mampu. Aku merasa tak menemukan satu kata pun yang mampu mengungkapkan isi pikiranku saat itu. Maka aku menyadari ahwa kata-kataku tidak mampu mengucapkan semua pikiranku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  14. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Bahasa lisan itu sifatnya terbatas. Berbeda lagi dengan bahasa pikiran dan hati. Itulash sebabnya terkadang apa yang kita pikirkan tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Sebagai contoh: besarnya rasa cnta seseorang itu tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata karena rasa cinta itu memakai bahasa pikiran dan hati.

    ReplyDelete
  15. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Saya sepakat dengan pernyataaan itu, pak prof. Keterbatasan lisan memang tak mampu menjangkau semesta pikiran. Tidak hanya dalam konteks kognitif, tapi juga dalam konteka etis. Misal, dalam pikiran kita ingin sekali mengejek seseorang melalui lisan, tapi karena secara etika itu dilarang, maka kita mengurungkan niat untuk mengejek dengan lisan. Cukup dalam pikiran saja

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Apa yang diucapkan merupakan hasil dari buah pemikiran seseorang. Seseorang yang berucap biasanya ia telah berpikir. Akan tetapi adapula yang berucap tanpa berpikir terlebih dahulu. Sehingga kata-katanya bisa menyakiti orang lain. Hal ini memang sering terjadi di sekitar kita. Namun, apa yang kita pikirkanpun belum tentu mampu diucapkan oleh kata-kata. Hal ini memang bisa terjadi ketika kita dalam kondisi tertentu. Misalnya ketika kita dalam kondisi berempati kepada orang lain. Apa yang kita pikirkan terkadang tidak sampai hati untuk dikatakan. Selain itu, bisa pula terjadi ketika dalam keadaan kaget, shyok, dsb. Orang biasa menyebutnya Speechless atau terdiam sesaat. Sehingga seluas apapun kita dapat berpikir, akan terbatas ketika kita tidak mampu mengucapkannya dalam bentuk kata-kata, terlebih secara lisan.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Manusia diberikan anugerah berupa pikiran oleh Tuhan. Di dalam kehidupan ini segala sesuatu dapat dipikirkan. Setiap jam, setiap menit, bahkan setiap detik manusia dapat berpikir tentang sesuatu. Ketika apa yang aku pikirkan akan aku tulis maka ketika aku memikirkan tentang satu hal kemudian menulisnya ternyata aku sudah memikirkan hal lain. Dalam segala aspek kehidupan manusia dapat memikirkannya. Sehingga ternyata kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku"
    Saya masih belajar, timbul pertanyaan, sedikit takut untuk mengutarakannya. "Apakah ini berkaitan dengan si reduksionis?, bahwa manusia adalah seorang yang suka mereduksi?". Karena keterbatasan yang dimiliki manusia, tidak segala hal yang dipikirkan dapat didisplaykan, salah satunya didisplaykan secara verbal.
    Pikiran, di dalamnya terdapat sifat-sifat yang komplek. Apabila kita diberikan kemampuan super agar bisa mengatakan segala yang ada dalam pikiran, maka bisa saja hanya satu "bunyi tidak bermakna" yang keluar dari mulut kita, karena semuanya keluar secara seri. Diibaratkan jika kita diberikan kekuatan super untuk mampu mengatakan segala hal yang kita pikirkan, seperti halnya dua kaki kita yang dipaksakan berjalan bersama, tidak harmonis malah. Karena harmonisasi langkah kaki kita jika antara yang kanan dan yang kiri saling bergantian.
    Maka, memanglah benar jika kata-kataku tiadalah mampu mengucapkan semua pikiranku.

    ReplyDelete
  19. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tak semua hal yang dapat dipikir dapat diucapkan. Banyak orang mengatakan "kalo ngomong mbok dipikir dulu". Ya, memang kita harus memikirkan apa yang mau kita katakan. Mempertimbangkan banyak hal, apakah satu kata yang keluar dari mulut kita akan menimbulkan dampak baik atau buruk bagi orang lain. Manusia berhak memilih untuk berkata-kata seperti apa. Pilihan tersebut bersumber pada pikiran. Maka benarlah bahwa kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku.

    ReplyDelete
  20. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Semua yang ada sudah ada didalam pikiran. Namun tidak semua yang ada didalam pikiran mampu diucapkan dalam kata-kata. Dalam berkomunikasi bisa dengan dua hal yaitu secara lisan dan tulisan. Secara Lisan berarti berkomunikasi melalui kata-kata yang terucap, dan secara tulisan berarti berkomunikasi melalui tulisan. Komunikasi ini sendiri sangat penting tentunya, untuk menyampaikan ide, gagasan, atau informasi yang ada dalam pikiran. Namun, dalam mengutarakan isi hati dan pikiranpun harus di reduksi, sesuai ruang dan waktunya. Reduksilah sesuatu yang kurang pas/kurang baik untuk disampaikan. Jadi, semua yang ada dalam pikiran, tidak harus diucapkan. Ucapkanlah segala sesuatu yang penting untukmu dan untuk orang lain, yang terikat dengan ruang dan waktu. Simpanlah sebagian pikiranmu, untuk ruang dan waktu yang kurang tepat.

    ReplyDelete
  21. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami ucapan, perkataan atau kata-kata berdasarkan tingkatan filsafat yang pernah dijelaskan kepada kami, maka kata-kata terletak pada dimensi formal, sedangkan pikiran, logika dan rasio terletak pada level normatif sehingga tingkatan pikiran, logika dan rasio sesungguh berada diatas ucapan, perkataan dan kata-kata. Sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, kami senantiasa berusaha untuk menuangkan pikiran kami melalui kata-kata agar orang yang berkomunikasi dengan kami bisa memahami pemikiran kami yang kami tuangkan dalam ucapan tersebut akan tetapi terkadang, mungkin sering orang yang kami ajak untuk berkomunikasi salah memahami apa yang kami pikirkan. Demikian pula kami juga berusaha memahami pemikiran orang yang berkomunikasi dengan kami melalui ucapan dan perkataannya, dan tentu saja terkadang kami juga tidak paham dan salah paham mengenai apa yang dia ucapkan dan katakan. Sehingga ternyata kata-kata dan ucapan tidak cukup untuk merepresentasikan isi dan semua maksud dari pikiran seseorang.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Kata-kata itu merupakan suatu cerminan atau perwujudan dari hal apa yang berada di dalam pikiran sehingga sebelum berkata-kata sebaiknya berpikir terlebih dahulu. Selain itu, sebelum mengucapkan sesuatu atau mengeluarkan kata-kata lebih baik bila pikiran juga dijernihkan. Bila pikiran jernih maka hal yang dikatakan juga merupakan sesuatu yang baik yang menandakan pikiran yang baik. Banyaknya hal yang dipikirkan sehingga kata-kata tidak mampu mengikuti apa yang dipikirkan. Perlunya kontrol diri untuk mampu menyaring segala kata yang baik adalah penting. Sehingga jelas bahwa kata-kata tidak akan mampu mengungkapkan semua yang ada dipikiran. Oleh karena itu kita sebaiknya berhati-hati dalam berkata-kata, lebih baik berpikir terlebih dahulu sebelum berkata-kata karena perkataan yang keluar dari mulut kita menandakan apa yang sedang kita pikirkan.

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pikiran itu letaknya di langit dan sifatnya idealis, sedangkan kenyataan itu letaknya di bumi dan sifatnya realis. Kenyataan hanya sebatas pada apa yang terjadi di dunia ini dan apa yang nampak di depan kita, sedangkan pikiran cakupannya sangat luas. Pikiran di dalamnya ada doa, impian, cita-cita, tujuan, dan harapan. Oleh sebab itu, kata-kata saja tidak mampu untuk menggambarkan keseluruhan pikiran.

    ReplyDelete
  24. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Salah satu kelebihan yang Allah SWT karuniakan kepada manusia adalah akal pikiran. Dengan akal pikiran, manusia menjadi lebih unggul dibandin hewan. Pikiran yang manusia miliki mengalahkan kata-kata yang diucapkannya. Sebenar-benar aku mampu mengucapkan karena aku telah memikirkannya. Maka sebenar-benar kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku. Baru saja aku mengucapkan ini, pikiranku telah memikirkan jauh kedepan tentang apa yang akan aku ucapkan.

    ReplyDelete
  25. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kata-kata adalah bagian dari apa yang dipikirkan. Banyaknya hal yang dipikirkan sehingga kata-kata tidak mampu mengikuti apa yang dapat dipikirkan. Kata-kata adalah cerminan apa yang dipikirkan jadi sebelum mengucapkan sesuatu atau mengeluarkan kata-kata adalah baiknya pikiran dibersihkan sehingga yang terdengar adalah sesuatu yang baik yang menandakan pikiran yang baik. Kecepatan berpikir manusia lebih cepat dari apa yang mampu dikatakannya bahkan untuk orang yang tidak dapat berkata-kata saja (orang bisu) mereka tetap mampu berpikir.

    ReplyDelete
  26. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ketika ingin menuliskan setiap apa yang kita pikirkan, semua ide-ide dalam pikiran kita, terkadang kita mencoba untuk mengungkapkannya, namun setiap kali kita memikirkan ide tersebut maka semakin banyak pula ide lain yang muncul sehingga setiap apa yang dipikiran kita tidak mampu kita ungkappkan secara bersamaan. Apa yang kita pikirkan lebih banyak sehingga kita hanya bisa mengungkapkan pikiran kita melalui kata-kata satu per satu secara berurutan.

    ReplyDelete
  27. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Ketika ingin menuliskan setiap apa yang kita pikirkan, semua ide-ide dalam pikiran kita, terkadang kita mencoba untuk mengungkapkannya, namun setiap kali kita memikirkan ide tersebut maka semakin banyak pula ide lain yang muncul sehingga setiap apa yang dipikiran kita tidak mampu kita ungkappkan secara bersamaan. Apa yang kita pikirkan lebih banyak sehingga kita hanya bisa mengungkapkan pikiran kita melalui kata-kata satu per satu secara berurutan.

    ReplyDelete
  28. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kemampuan berpikir manusia, lebih cepat dari pada kemampuan berkatanya. Kita tidak akan mampu mengucapkan semua yang ada di dalam pikiran kita. Meskipun pikiran manusia itu terbatas, namun pikiran manusia juga sangatlah rumit dan luas. Saat kita berbicara tanpa kita sadari, kita telah melakukan penyaringan terhadap kata-kata yang ada di dalam pikiran kita. Tidak semua hal yang ada di dalam pikiran kita terkatakan.

    ReplyDelete
  29. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dalam pikiran kita, akan banyak sekali hal-hal yang saling berkaitan, bagaimana kita menghubungkan suatu permasalahan dengan pemahaman kta dimasa lalu, bagaimana kita menentukan pilihan kata-kata mana yang akan kita lontarkan, dari sekian banyak pemikiran kita bagian mana saja yang akan kita gunakan sebagai kata-kata kita mendjadikan kata-kata kita tak akan mengejar pikiran kita.

    ReplyDelete
  30. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku, dalam memikirkan sesuatu akan ada yang diterjemahkan dalam kata-kata tetapi kata-kata tak selalu mampu menterjemahkan pola pikirku yang kian merajalela. karena tak semua yang dipikirkan pantas untuk disampaikan melalui kata-kata. jadi tak semua pikirku mampu diungkapkan melalui kata-kata.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  31. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Semua hal yang dipikirkan manusia adalah hasil dari produksi semua panca indra. Apa yang dilihat, apa yang di dengar, apa yang dirasa, apa yang dicium, dan apa yang diraba, semuanya bisa menjadi objek pikir. Dari semua yang dipikir, tidak semuanya bisa dituangkan dalam kata-kata maupun tulisan, karena manusia hanya mampu menuliskan beberapa inti dari apa yang dipikirkan saja. Seperti yang pada umumnya dikatakan oleh seseorang yang jika akan menceritakan suatu hal kepada temannya, biasanya mereka kebingungan untuk mengatakan apa dan dari mana awal mula sesuatu yang harus ia ceritakan. Karena hal tersebut, ia tidak mampu menceritakan semua yang ia pikirkan kepada temannya tersebut.

    ReplyDelete
  32. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Suatu fenomena yang terdeteksi oleh indera akan diproses secara cepat oleh pikiran. Taufik Pasiak mengatakan dalam Unlimited Potency of The Brain, hubungan antar neuron yang dapat dibentuk dapat mencapai 10 pangkat 14 sinaps. Otak juga memiliki kecepatan luar biasa dalam berfikir dan menerima informasi. Pesan bisa bergerak sepanjang “kabel” (syaraf) otak mencapai 100 meter/detik, atau 6 km/menit atau 360 km/jam, melebihi kecepatan kereta api cepat didunia saat ini. Sementara kata-kata yang diungkapkan secara lisan tidak mampu secepat kereta api tersepat di dunia saat ini. Maka jelaslah bahwa kata-kataku tak mampu mengucapkan semua yang ada dalam pikiranku.

    ReplyDelete
  33. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Banyak sekali hal yang mampu dipikirkan oleh otak manusia dalam satu waktu. Namun dalam mengucapkan sesuatu, manusia mengucapkan kalimat per kalimat secara teratur, beraturan, beriringan. Oleh karena itu, kita tidak akan mampu mengucapkan semua hal yang dipikirkan secepat apa yang kita pikirkan, sebanyak yang ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  34. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Sejujurnya, hal ini adalah hal yang menjadi pikiran saya sejak saya remaja. Sebagai orang yang cenderung introvert, saya sulit mengemukakan apa yang ada dalam pikiran saya, bahkan sampai sekarang. Sering kali saya beranggapan bahwa apa yang saya ingin katakan tidak pernah sepenuhnya sama dengan apa yang saya sebenarnya pikirkan. Saya beranggapan bahwa setiap orang memiliki sesuatu yang pasti mereka simpan sendiri, entah karena mereka susah untuk mengungkapkannya ke dalam kata-kata (karena hal tersebut terlihat seperti benang kusut yang tidak bisa diurai) atau mungkin mereka memilih kata-kata yang sesuai yang sesuai dengan konteksnya. Pada jenis orang kedua, kata-kata adalah produk pikiran yang terpilih untuk diucapkan. Kata-kata yang terucap adalah hasil reduksi pemikiran mereka. Mungkin "kata-kata" tidak sepenuhnya berhubungan dengan apa yang kita ucapkan, melainkan semua proses yang kita gunakan untuk berpikir, karena menurut saya, berpikir pun membutuhkan kata-kata. Memang kita bisa memahami sesuatu secara visual (hanya dengan melihat bentuknya saja), akan tetapi feedback dari informasi yang kita peroleh, menurut saya sebagian besar menggunakan kata-kata yang mungkin hanya berlangsung dalam pikiran. Sehingga, memang benar bahwa "kata-kataku tak mampu mengucapkan semua pikiranku", karena terdapat beberapa bagian dari objek pikir yang tidak bisa kita olah dengan kata-kata dalam pikiran kita masing-masing.

    ReplyDelete
  35. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pikiran tidak mudah untuk dipahami, bahkan pikiran dapat berubah-ubah tergantung mood dan suasana hati. Itulah sebabnya, antara pikiran dan perbuatan atau kata-kata yang kita ucapkan sering kali tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Kalaupun memang antara pikiran dan kata-kata diusahakan untuk dapat sejalan, namun sering dan adasaja hal-hal yang membuatnya menjadi saling kontradiksi.

    ReplyDelete
  36. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Berdasarkan pengalaman, ketika saya memikirkan ide untuk menulis cerpen bahkan buku harian sekalipun sangat sulit untuk mengikuti alur berpikir yang telah tersirat dalam pikiran. Sebagai contoh: saya punya banyak ide dibenak untuk dijadikan tulisan yang bagus atau sebuah catatan harian yang menarik, namun dikala ingin menuliskannya dalam suatu kata-kata atau tulisan untuk kemudian dirangkai menjadi suatu cerita, saya merasakan sulit sekali untuk mengikuti alur berpikir saya sendiri. Ada suatu kesimpulan yang kemudian saya ambil dari hal tersebut. Pertama butuh pengalaman untuk bisa mengikuti alur berpikir untuk kemudian dituangkan dalam sebuah tulisan, kemudian butuh suatu kecapakan khusus dibidang tersebut sehingga punya kiat tersendiri dalam merangkainya menjadi suatu tulisan. Ketiga kata-kata atau tulisan tersebut memang belum cukup kuat atau mampu untuk mendeskripsikan pikiran manusia.

    ReplyDelete