Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 30: Kata-kataku Tak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Kata-kataku Tidak Mampu Mengucapkan Semua Pikiranku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

4 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016


    Bentuk pemikiran seseorang salah satunya dapat dituangkan dalam bentuk kata- kata. Apa yang menjadi kata- kataku ialah sesuatu yang aku pikirkan. Sehingga ketika hendak mengatakan sesuatu, ada baiknya dipikir terlebih dahulu. Namun tidak bisa dipungkiri, kadang terlalu banyak yang aku pikirkan yang akan aku sampaikan, tetapi kenyataannya pasti ada yang tertinggal bahkan aku lupa apa yang ingin aku sampaikan. Seperti halnya dalam dalam sesi pertanyaan pada presentasi dikelas, dalam menjawab pertanyaan sulit sekali untuk menyampaikan apa yang kita maksud dalam pikiran kita. Sehingga benar bahwa kata- kataku tak mampu mengucpakan semua pikiranku.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Manusia adalah makhluk yang terbatas dan tidak sempurna. Sehebat-hebatnya kata-kata saya, saya tak mampu mengucapkan semua yang saya pikirkan. Ketika saya hendak mengucapkan apa yang saya pikirkan, sebelum selesai diucapkan semuanya, saya telah selesai memikirkan hal tersebut dan mungkin saya sudah memikirkan hal lain. Itu lah saya, manusia yang penuh keterbatasan.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Benar sekali, semua yang ada dalam pikiran tidak bisa di ucapkan oleh kata-kata. Karena manusia setiap detik menghasilkan berbagai macam pikiran sehingga kita tidak mampu mengucapkan segala sesuatu yang ada dalam pikiran. Pikiran mampu menembus ruang dan waktu. Selain itu, lita berpikir tidak pernah berhenti selain ruh telah berpisah dengan raga ini. Ketika diam pun sesungguhnya kita terus berpikir. Sedangkan kita terbatas dalam mengungkapkan apa yang menjadi pikiran kita saat ini dengan kata-kata.

    ReplyDelete