Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 31: Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

12 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Berdasarkan forum-forum sebelumnya, telah disebutkan bahwa kegiatan tidak mampu mengikuti tulisan. Kemudian tulisan tidak mampu mengikuti perkataan. Sedangkan perkataan tidak mampu mengikuti pikiran. Sekarang disuguhkan semua pernyataan bahwa pikiran tidak mampu mampu memikirkan semua relung hati. Hal ini menunjukkan bahwa hatilah yang paling berkuasa. Hati adalah raja. Segumpal daging yang apabila dia bersih, maka baiklah semua anggota badan kita atau perbuatan kita. tetapi apabila kotor maka buruklah semua tubuh atau perbuatan kita. katakanlah bahwa segumpal daging itu yang kita sebut dengan hati.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku. Ini merupakan perluasan dari forum tanya jawab yang sebelumnya. Ketika kita memikirkan sesuatu, maka ada hal-hal terselip yang masih tersimpan dalam relung hati kita dan tidak mampu kita pikirkan. Misalnya saja sebuah keyakinan, terkadang keyakinan itu tak mampu dijelaskan oleh pikiran atau logika, tapi di dalam hati kita tertanam keyakinan itu. Maka yanga da di dalam hati lah yang paling luas dibandingkan dengan apa yang mampu kita pikirkan.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dengan segala keistimewaan yang mereka miliki, terkadang orang melihat sosok manusia pemikir dan penggerak ini dalam wujud seorang warga negara yang berbakti kepada negara, seorang aktivis yang memiliki pemikiran cemerlang, seorang ilmuwan yang brilian, seorang seniman ulung yang kreatif, seorang negarawan, atau satu pribadi yang mampu menghimpun sekian banyak kelebihan. Akhir-akhir ini kita dapat menemukan begitu banyak ilmuwan dan aktivis yang memiliki salah satu di antara beberapa sifat yang kita bicarakan di atas. Di antara mereka ada orang-orang yang pemikirannya mendahului perbuatannya. Di antara mereka ada orang-orang yang pemikirannya seiring dengan perbuatannya. Dan di antara mereka ada orang-orang yang perbuatannya saja yang terlihat sementara pemikirannya tetap mereka simpan dalam hati.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut sintesis dari tesis saya:
    Aku merasa bahwa pikiranku mampu memikirkan semua relung hatiku. Contohnya ketika relung hatiku merasa senang, aku bisa memikirkan senang. Senang itu ketika aku menerima hadiah atau aku sedang juara kelas atau saat aku dibilang cantik. Ketika aku memikirkan tentang perasaan senang aku seperti melihat bunga-bunga yang indah atau kupu-kupu yang cantik. Contoh yang lain adalah ketika relung hatiku merasakan marah, marah itu biasanya aku rasakan ketika ada yang merusak barang kesayanganku, ada yang mengoolokoloku tanpa sebab, ada yang mengecewakan amanah yang aku berikan. Ketika aku memikirkan tentang perasaan marah aku seperti memikirkan petir yang menggelegar atau api yang menyala-nyala dan sangat panas atau badai yang bertiup sangat kencang.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Selain senang dan marah, terkadang relung hatiku merasakan hal yang aneh yaitu ketika aku sedang berdoa di dalam diamku. Memohon ampun dan rahmat dari Tuhan yang maha esa. Sehingga tak sadar tubuhku merasa lemas, jantungku berdegup kencang, air mataku mulai menetes. Aku merasa takut tetapi juga nyaman. Aku merasa hina tetapi juga beruntung. Entah sebenarnya apa yang aku rasakan di relung hatiku. Aku tak mampu untuk memikirkannya. Aku hanya terus melantunkan doa tak henti-hentinya. Berdzikir sebanyak banyaknya. Saat itulah aku sadar bahwa ternyata pikiranku tidak mampu memikirkan semua relung hatiku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Kita mengetahui bahwa pikiran manusia itu terbatas. Manusia memiliki keterbatasan untuk menerjemahkan dan memikirkan apa yang ia rasakan karena hati itu bersifat lebih rumit dan abstrak dari pada pikiran. Terkadang kita merasa kesal tanpa tau penyebabnya, merasa senang tanpa sebab, merasa sendiri tanpa sebab yang kita ketahui. Itulah keterbatasan kita untuk memikirkan sebab akibat yang terjadi pada hati kita.

    ReplyDelete
  6. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Ada yang mengatakan "suara hati adalah suara Tuhan" sebab ia adalah kebenaran di mana moralitas itu tertanam. Namun, ia tak nampak. Ia bersemayam di dalam relung hati. Akal sehat lah yang membuatnya nampak ke permukaan. Tapi bagaimana jika akal kita tidak sehat? Tentunya suara itu akan tetap bersemayam dan tidak akan terjangkau oleh akal yang sakit.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Pikiran merupakan salah satu obyek dalam filsafat. Pemikiranpun dapat berasal dari luar maupun dalam pemikiran manusia. Saya pernah berpikir dan sangat ingin kalau setiap hari bisa lebih dari 24 jam, ingin memiliki waktu seperti yang lain, dsb. Rasanya memang sempit, ketika segala hal menuntut untuk diprioritaskan. Sedangkan segala yang dilakukan sudah menjadi rutinitas. Hal tersebut tentu akan lebih sempit ketika tidak dijalakan dengan hati. Sampai suatu kesempitan tersebut semakin dipersempit dengan fikiran bahwa segalanya tidak mudah. Selain itu dipersempit pula dengan tidak membuka hati dan tidak melihatnya secara luas. Sehingga, apa yang ada di dalam hati, belum tentu cukup untuk ada dalam pikiran, karena pikiran dan hati seharusnya dapat diseimbangkan.

    ReplyDelete
  8. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tak semua hal di dunia ini dapat dipikir dengan akal, terutama masalah spiritual. Urusan pikiran adalah urusan dunia. Sementara hati lebih mengarah pada spiritualitas. Tidaklah benar jika melakukan ibadah tetapi masih memikirkannya, hal ini menandakan ibadahmu masih sebatas masalah dunia.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Pikiranku tidak mampu memikirkan semua relung hatiku". Kembali disuguhkan dengan "pikiran" dan "hati". Jangan pernah merasa bosan, kerena keduanya sangatlah penting bagi kita. Pikiran adalah penting dan hati pun sangatlah penting. Tetapi, yang masih saya ingat hingga kini adalah "jangan pernah kau kacaukan hatimu", "jangan pernah kau gunakan logika mu untuk memecahkan kebingungan hatimu". Maka melalui dua nasihat itu, saya pribadi mulai memberikan persetujuan jika memanglah benar apabila pikiran tiadalah mampu memikirkan semua relung hatiku. Implikasinya dalam kehidupan sehari-hari ialah tidak semua permasalahan atau isu atau topik bahasan atau fenomena dapat dipecahkan dengan logika secara rasional, karena di dunia ini terdapat hal-hal lain yang sifatnya irasional.

    ReplyDelete
  10. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pikiranku tidak mampu memikirkan semua relung hatiku. Pikiran adalah suatu proses terjemah dan menterjemahkan. Kemampuan kita berpikirpun terbatas, ketika kita memikirkan sesuatu berarti ada proses terjemah dan menterjemahkan isi hati (relung hati). Namun dalam kita berpikir dengan adanya keterbatasan, maka akan ada beberapa yang ada didalam relung hati belum mampu kita terjemahkan dalam pikiran. oleh sebab itu, tidak semua yang ada direlung hati, mampu kita terjemahkan ke pikiran kita.

    ReplyDelete
  11. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Ketika aku merasa bahagia, pikiranku tidak bisa menjelaskan semua tentang kebahagiaanku. Ketika aku merasa kecewa, pikiranku tidak bisa menjelaskan tentang semua kekecewaanku. Ketika aku jatuh cinta, pikiranku tidak mampu menjelaskan alasan mengapa aku jatuh cinta. Semua itu membuatku percaya bahwa pikiranku tidak mampu memikirkan semua relung hatiku. Kepercayaan itu membuat saya harus berusaha untuk bisa membedakan antara hati dan pikiran. Ada kalanya setiap urusan yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini adalah perkara pikiran dan ada kalanya pula merupakan perkara hati. Namun, dalam setiap tindakan hati tetap harus terjaga agar tidak terjerumus ke hasutan syetan.

    ReplyDelete