Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 31: Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menemukan bahwa ternyata Pikiranku Tidak Mampu Memikirkan Semua Relung Hatiku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

3 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut sintesis dari tesis saya:
    Aku merasa bahwa pikiranku mampu memikirkan semua relung hatiku. Contohnya ketika relung hatiku merasa senang, aku bisa memikirkan senang. Senang itu ketika aku menerima hadiah atau aku sedang juara kelas atau saat aku dibilang cantik. Ketika aku memikirkan tentang perasaan senang aku seperti melihat bunga-bunga yang indah atau kupu-kupu yang cantik. Contoh yang lain adalah ketika relung hatiku merasakan marah, marah itu biasanya aku rasakan ketika ada yang merusak barang kesayanganku, ada yang mengoolokoloku tanpa sebab, ada yang mengecewakan amanah yang aku berikan. Ketika aku memikirkan tentang perasaan marah aku seperti memikirkan petir yang menggelegar atau api yang menyala-nyala dan sangat panas atau badai yang bertiup sangat kencang.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Selain senang dan marah, terkadang relung hatiku merasakan hal yang aneh yaitu ketika aku sedang berdoa di dalam diamku. Memohon ampun dan rahmat dari Tuhan yang maha esa. Sehingga tak sadar tubuhku merasa lemas, jantungku berdegup kencang, air mataku mulai menetes. Aku merasa takut tetapi juga nyaman. Aku merasa hina tetapi juga beruntung. Entah sebenarnya apa yang aku rasakan di relung hatiku. Aku tak mampu untuk memikirkannya. Aku hanya terus melantunkan doa tak henti-hentinya. Berdzikir sebanyak banyaknya. Saat itulah aku sadar bahwa ternyata pikiranku tidak mampu memikirkan semua relung hatiku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  3. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Kita mengetahui bahwa pikiran manusia itu terbatas. Manusia memiliki keterbatasan untuk menerjemahkan dan memikirkan apa yang ia rasakan karena hati itu bersifat lebih rumit dan abstrak dari pada pikiran. Terkadang kita merasa kesal tanpa tau penyebabnya, merasa senang tanpa sebab, merasa sendiri tanpa sebab yang kita ketahui. Itulah keterbatasan kita untuk memikirkan sebab akibat yang terjadi pada hati kita.

    ReplyDelete