Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 32: Ilmu Tentang Semua Hukum-hukum




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa ditengah-tengah yang semuanya tampak seperti tidak teratur, ternyata aku menemukan bahwa Filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

11 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Hukum harus dilaksanakan dan ditegakkan, karena hukum berfungsi sebagai pelindung kepentingan manusia. Hukum dan manusia memiliki kedekatan yang khas dan tidak dapat dipisahkan, artinya tanpa manusia hukum tidak dapat disebut sebagai hukum. Ini berarti bahwa memahami hukum berarti memahami manusia. Sebenar-benar cara untuk memahami manusia yakni dengan filsafat, karena filsafat adalah olah pikir manusia. Maka filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-aturan atau hukum-hukum.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat bahwa filsafat adalah Ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Hal ini terlihat dari ketiga aspek yang dipelajari dalam filsafat yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Salah satu contohnya yaitu aksiologi, dimana dipelajari tujuan atau manfaat yang akan dicapai. Sehingga ini menjadi patokan atau pedoman atau aturan kita dalam menjalankan kegiatan berdasarkan aksiologi, epistemologi dan ontologinya. Dalam epistemologi, misalnya a posteriori, maka pengetuan secara aturan harus diperoleh melalui pengalaman. Dalam hal lainnya, misalnya teori kebenaran menurut filsafat, juga ada aturan atau hukumnya. Misalnya sesuatu dikatakan benar jika konsisten, atau benar jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (praktis), dan masih banyak lagi aturan dan hukum lainnya dalam filsafat.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat hukum adalah suatu renungan atau pemikiran secara ketat, secara mendalam tentang pertimbangan nilai-nilai dibalik gejala-gajala hukum sebagaimana dapat diamatai oleh panca indra manusia mengenai perbuatan-perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan manusia. Teori hukum adalah disiplin hukum yang secara kritikal dalam perspektif interdisipliner menganalisis berbagai aspek dari hukum secara tersendiri dan dalam keseluruhannya, baik dalam konsepsi teoritikal maupun dalam pengolahan praktikalnya dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan penjelasan yang lebih jernih tentang bahan-bahan hukum tersaji.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kajian tentang filsafat hukum merupakan studi yang sifatnya mendasar dan komprehensif dalam ilmu hukum. Hal ini karena filsafat hukum merupakan landasan bagi hukum positif yang berlaku di suatu negara, demikian halnya dalam pengaturan HAM. Landasan filsafat negara sangat menentukan bagaimana pola pengaturan HAM di negara yang bersangkutan, apakah negara itu berpaham liberalis, sosialis maupun Pancasialis. Pancasila sebagai philosophische gronslag bangsa Indonesia merupakan dasar dari filsafat hukum Pancasila yang selanjutnya menjadi dasar dari hukum dan praktek hukum di Indonesia. perenungan dan perumusan nilai-nilai filsafat hukum juga mencakup penyerasian nilai-nilai, misalnya penyerasian antara ketertiban dengan ketentraman, antara kebendaan dengan keakhlakan, dan antara kelanggengan dengan konservatisme dengan pembaharuan.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut saya uraikan tesis-tesis nya:
    Di tengah kehidupan modern seperti saat ini, orang-orang hidup dengan tidak teratur. Makan tidak teratur, tidur tidak teratur, berperilaku tidak teratur, bahkan berpikir atau memiliki keyakinan yang tidak teratur. Orang-orang makan makanan instan lalu tidur siang bangun malam, memakai pakaian yang kurang bahan dan berjalan lalu lalang dan menghabiskan uang di mall untuk berbelanja barang-barang yang tidak penting. Orang-orang sibuk mementingkan diri sendiri . Ada pula yang berpikir untuk menemukan zat tuhan. Sungguh kehidupan yang semrawut dan tidak teratur.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Tetapi ternata orang-orang yang berjalan-jalan di mall dan berbelanja itu bisa dikategorkan dengan hedonisme. Semua kegiatan berfoya-foye dan menghambur-hamburkan uang demi kesenangan itu disebut hedonis. Lalu ketidakpedulian orang-orang terhadap sesamanya atau lebih mementingkan diri sendiri itu dikategorikan manusia yang individualisme. Berarti seseorang yang mementingkan diri sendiri itu disebut individualis. Orang-orang yang sibuk mencari zat tuhan itu berarti tidak mempercayai kuasa tuhan dan mencoba menyamakan tuhan dengan makhluk ciptaannya, sama saja mereka tidak percaya adanya tuhan. Orang-oarang yang tidak percaya adanya tuhan disebut sebagai atheis. Itulah paham-paham yang merupakan pemikiran-pemikiran para filsuf. Baik Hedonisme, Individualisme maupun Atheisme memiliki aturan-aturan dan hukum-hukum yang menyebabkan seseorang dapat digolongkan kedalamnya. Ternyata filsafat itu adalah ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-atauran atau hukum-hukum.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Tujuan filsafat adalah menuntun kita untuk meraih kebijaksanaan hidup. Dan kebijaksanaan hidup adalah keteraturan yang diikat dengan hukum-hukum ilahiah. Siang dan malam adalah keteraturan. Detik, menit, hari, bulan, tahun, adalah keteraturan. Dan semuanya dapat dipahami dalam bingkai kebijaksanaan.

    ReplyDelete
  7. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ketidakteraturan yang ada di kehidupan ini merupakan salah satu fenomena yang dapat kita jumpai kapanpun dan dimanapun tempatnya. Segala ketidakteraturan tersebut bahkan bisa menjadi teratur berdasarkan suatu aturan tertentu. Filsafat yang merupakan suatu pemikiran-pemikiran memiliki aturan atau hukum yang berlaku. Suatu pemikitan dapat disebut lurus dan tepat apabila sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam logika. Hal inilah yang dapat kita pelajari melalui filsafat.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Filsafat adalah ilmu yang mempelajari semua aturan-aturan dan hukum-hukum". Tidak berbeda dengan judul-judul sebelumnya, semuanya sangat baru dan menarik bagi saya.
    Saya mulai memikirkan hal-hal apa saja yang dimaksudkan tidak teratur dalam hidup ini. Apakah ini berkaitan dengan pola hidup manusia atau hal-hal lainnya? Apakah ini termasuk tidak teratur dalam hal yang ada dan yang mungkin ada?
    Di balik hal-hal yang berusaha saya pikirkan dan pecahkan di atas, saya menyadari bahwa memang sesungguhnya hidupku adalah tidak teratur. Tidak ada segala sesuatunya yang mutlak pada satu garis, dan diulang-ulang dalam waktu yang berbeda. Bahkan aku yang sekarang berbeda dengan aku yang selesai mengetikkan huruf "g" pada kata "sekarang". Maka hidup kita memanglah berada pada ketidakteraturan.

    Ketidakteraturan dalam hidup, pendapat saudara Putri Solekhah di atas membuka pemikiran saya, menambah pengetahuan baru bagi saya, maka saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Karena pendapat saudara Putri Solekhah di atas, saya menyadari bahwa di sebalik ketidakteraturan hidup kita, terdapat hukum-hukum filsafat yang "mengaturnya". Maka mungkin juga ketidakaturan dalam hidup kita memiliki aturan yang mengaturnya?
    Terimakasih

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Di dalam kehidupan ini segala sesuatu pastilah ada aturannya. Aturan dari atas bersifat tunggal yaitu Kuasa Allah kemudian turun ke bawah semakin plural atau relatif. Fungsi dari aturan adalah mengatur yang ada dan yang mungkin ada agar tetap pada posisinya tidak menyimpang akan kodratnya masing-masing. Filsafat mempelajari tentang srtuktur kehidupan ini, sehingga dengan belajar filsafat maka aturan dan hukum-hukum yang berlaku dapat dilaksanakan sesuai posisi dan tempatnya masing-masing. Sehingga filsafat adalah ilmu tentang hukum-hukum.

    ReplyDelete
  10. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Awalnya ketika saya belajar filsafat saya sempat pesimis karena berpikir "apakah saya bisa memahami hal-hal yang terlihat abstrak ini?". Namun lambat laun saya merasa mulai bisa mengikuti alur berpikirnya, belum memahami,tetapi mengenal sedikit demi sedikit. Oh, yang saya pikir begitu abstrak dan tak teratur ternyata memungkinkan saya untuk merefleksikan diri sendiri sehingga mendapatkan keteraturan ataupun hukum yang seharusnya. Saya bersyukur memiliki kesempatan untuk belajar filsafat.

    ReplyDelete
  11. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum.
    Karena filsafat berobjek material artinya segala sesuatu yang ada , berobjek Formal artinya dari segi hakikat, bermetode Analisis Abstraksi, bersistem adanya kesatuan dari unsur ontologi, epistemologi, dan aksiologi, bersifat universal bahwa kebenaran hasil pemikirannya dpt diterima dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, minimal bagi kelompok ilmuwan yg sama. Oleh sebab itu, aturan ataupun hukum apapun dapat menggunakan ilmu filsafat.

    ReplyDelete