Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 32: Ilmu Tentang Semua Hukum-hukum




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa ditengah-tengah yang semuanya tampak seperti tidak teratur, ternyata aku menemukan bahwa Filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

33 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Salah satu bagian utamanya adalah filsafat moral, yang disebut juga etika. Objek dari bagian utama ini ialah tingkah laku manusia dari segi baik dan buruk yang khas ditemukan dalam tingkah laku manusia, yaitu baik atau buruk menurut kesusilaan. dari hal ini lahir satu cabang filsafat yaitu filsafat hukum. Sedangkan diketahui bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara aturan-aturan atau hukum sangat diperlukan untuk menjamin kebebasan atau hak-hak dasar dari satu individu. Makanya itu dengan adanya filsafat yang tercipta dari pemikiran manusia dan sikap kritis manusia terhadap lingkungan sekitarnya maka terciptalah aturan-aturan yang mengikat individu dalam masyarakat.


    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan akar kata filsafat yaitu phylo dan sophya. Phylo = sahabat, dan sophya = kebijaksanaan sudah jelas mengandung makna sebuah kebijaksanaan. Manusia harus dapat berperan sebagai sahabat kebijaksanaan dalam kondisi apapun juga sehingga dapat dinyatakan bahwa Filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum untuk mencapai sebuah kebijaksanaan.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat seringkali disebut oleh sejumlah pakar sebagai induk semang dari ilmu-ilmu. Filsafat merupakan disiplin ilmu yang berusaha untuk menunjukkan batas-batas dan ruang lingkup pengetahuan manusia secara tepat dan lebih memadai. Filsafat telah mengantarkan pada sebuah fenomena adanya siklus pengetahuan sehingga membentuk sebuah konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur sebagai sebuah fenomena kemanusiaan. Masing-masing cabang pada tahap selanjutnya melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri. Secara umum pengertian filsafat adalah ilmu pengetahuan yang ingin mencapai hakikat kebenaran yang asli dengan ciri-ciri pemikirannya yang 1) rasional, metodis, sistematis, koheren, integral, 2) tentang makro dan mikro kosmos 3) baik yang bersifat inderawi maupun non inderawi. Hakikat kebenaran yang dicari dari berfilsafat adalah kebenaran akan hakikat hidup dan kehidupan, bukan hanya dalam teori tetapi juga praktek. Jadi, dari pengertian di atas dapat dikatakan filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    berfilsafat adalah berolah pikir. Saat awal kita belum mengetahui apapun sama sekali maka semua akan terlihat tidak jelas, tidak ada alur yang terlihat, tidak ada bentuk aturan-aturan yang saling berkaitan satu sama lain. Ketika kita sudah berpikir dari apa yang kita lihat dan rasakan. Kita olah di dalam pikiran kita maka akan terlihat nantinya semua hukum-hukum dan aturan aturan yang sudah terletak pada jalurnya dan memang sudah seperti itu seharusnya.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat muncul dari pemikiran kita sendiri. Apa yang kita pikirkan tersebut berkaitan dengan segala yang ada dan yang mungkin ada. Dalam keseharian, kita menemukan bagaimana dan seperti apa segala ketidakteraturan muncul dalam kehidupan kita. Berbagai macam tingkah laku menyimpang, kemunafikan, keragu-raguan, tindakan yang merugikan sesama, bencana alam, pengrusakan lingkungan dan lain sebagainya. Dan segala bentuk ketidakteraturan tersebut telah mempunyai aturan-aturan dan hukumnya masing-masing. Aturan dan hukum tersebut juga merupakan buah dari pemikiran kita hanya tidak mencakup semua dimensi yang ada seperti dalam filsafat yaitu material, formal, normative dan spiritual.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Saat kita berfilsafat itu berarti kita merefleksikan diri. Kegiatan merefleksikan diri berarti kita mencari pola kehidupan kita. Kita mungkin ada dalam kehidupan yang tidak teratur, tapi saat kita merefleksikan kegiatan kita setiap hari, kita akan melihat dengan lebih baik siapa diri kita, apa penyebab yang tertadi dalam kehidupan kita, apa yang diharapkan orang lain bagi kita untuk dilakukan, bagaimana menyingkapi masalah yang ada. tanpa disadari, hal itu merupakan cara kita belajar tentang aturan yang ada dalam kehidupan yang tidak teratur ini.

    ReplyDelete
  7. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Filsafat mempelajari segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Di dalam filsafat yang salah belum tentu salah dan yang benarpun belum tentu benar. tergantung bagaimana kondisinya. terkadang yang dianggap kebanyakan orang adalah hal salah tetapi itu merupakan benar menurut filsafat. sehingga di dalam filsafat mempelajari segala aturan-aturan atau hukum-hukum.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Filsafat adalah olah pikir. Filsafat memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada, termasuk aturan-aturan atau hukum-hukum yang ada di dunia ini. Filsafat menelaah segala aturan-aturan yang ada dari berbagai sudut pandang, sehingga dapat memberikan hasil yang intensif dan ekstensif. Sebagai contoh, para filsuf mempelajari adanya hukum sebab akibat, hukum terbentuknya jagad raya ini, aturan pengambilan keputusan, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Hukum harus dilaksanakan dan ditegakkan, karena hukum berfungsi sebagai pelindung kepentingan manusia. Hukum dan manusia memiliki kedekatan yang khas dan tidak dapat dipisahkan, artinya tanpa manusia hukum tidak dapat disebut sebagai hukum. Ini berarti bahwa memahami hukum berarti memahami manusia. Sebenar-benar cara untuk memahami manusia yakni dengan filsafat, karena filsafat adalah olah pikir manusia. Maka filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-aturan atau hukum-hukum.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat bahwa filsafat adalah Ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-aturan atau hukum-hukum. Hal ini terlihat dari ketiga aspek yang dipelajari dalam filsafat yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Salah satu contohnya yaitu aksiologi, dimana dipelajari tujuan atau manfaat yang akan dicapai. Sehingga ini menjadi patokan atau pedoman atau aturan kita dalam menjalankan kegiatan berdasarkan aksiologi, epistemologi dan ontologinya. Dalam epistemologi, misalnya a posteriori, maka pengetuan secara aturan harus diperoleh melalui pengalaman. Dalam hal lainnya, misalnya teori kebenaran menurut filsafat, juga ada aturan atau hukumnya. Misalnya sesuatu dikatakan benar jika konsisten, atau benar jika dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (praktis), dan masih banyak lagi aturan dan hukum lainnya dalam filsafat.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat hukum adalah suatu renungan atau pemikiran secara ketat, secara mendalam tentang pertimbangan nilai-nilai dibalik gejala-gajala hukum sebagaimana dapat diamatai oleh panca indra manusia mengenai perbuatan-perbuatan manusia dan kebiasaan-kebiasaan manusia. Teori hukum adalah disiplin hukum yang secara kritikal dalam perspektif interdisipliner menganalisis berbagai aspek dari hukum secara tersendiri dan dalam keseluruhannya, baik dalam konsepsi teoritikal maupun dalam pengolahan praktikalnya dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dan penjelasan yang lebih jernih tentang bahan-bahan hukum tersaji.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kajian tentang filsafat hukum merupakan studi yang sifatnya mendasar dan komprehensif dalam ilmu hukum. Hal ini karena filsafat hukum merupakan landasan bagi hukum positif yang berlaku di suatu negara, demikian halnya dalam pengaturan HAM. Landasan filsafat negara sangat menentukan bagaimana pola pengaturan HAM di negara yang bersangkutan, apakah negara itu berpaham liberalis, sosialis maupun Pancasialis. Pancasila sebagai philosophische gronslag bangsa Indonesia merupakan dasar dari filsafat hukum Pancasila yang selanjutnya menjadi dasar dari hukum dan praktek hukum di Indonesia. perenungan dan perumusan nilai-nilai filsafat hukum juga mencakup penyerasian nilai-nilai, misalnya penyerasian antara ketertiban dengan ketentraman, antara kebendaan dengan keakhlakan, dan antara kelanggengan dengan konservatisme dengan pembaharuan.

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Berikut saya uraikan tesis-tesis nya:
    Di tengah kehidupan modern seperti saat ini, orang-orang hidup dengan tidak teratur. Makan tidak teratur, tidur tidak teratur, berperilaku tidak teratur, bahkan berpikir atau memiliki keyakinan yang tidak teratur. Orang-orang makan makanan instan lalu tidur siang bangun malam, memakai pakaian yang kurang bahan dan berjalan lalu lalang dan menghabiskan uang di mall untuk berbelanja barang-barang yang tidak penting. Orang-orang sibuk mementingkan diri sendiri . Ada pula yang berpikir untuk menemukan zat tuhan. Sungguh kehidupan yang semrawut dan tidak teratur.
    Berikut anti-tesis dari tesis di atas:
    Tetapi ternata orang-orang yang berjalan-jalan di mall dan berbelanja itu bisa dikategorkan dengan hedonisme. Semua kegiatan berfoya-foye dan menghambur-hamburkan uang demi kesenangan itu disebut hedonis. Lalu ketidakpedulian orang-orang terhadap sesamanya atau lebih mementingkan diri sendiri itu dikategorikan manusia yang individualisme. Berarti seseorang yang mementingkan diri sendiri itu disebut individualis. Orang-orang yang sibuk mencari zat tuhan itu berarti tidak mempercayai kuasa tuhan dan mencoba menyamakan tuhan dengan makhluk ciptaannya, sama saja mereka tidak percaya adanya tuhan. Orang-oarang yang tidak percaya adanya tuhan disebut sebagai atheis. Itulah paham-paham yang merupakan pemikiran-pemikiran para filsuf. Baik Hedonisme, Individualisme maupun Atheisme memiliki aturan-aturan dan hukum-hukum yang menyebabkan seseorang dapat digolongkan kedalamnya. Ternyata filsafat itu adalah ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-atauran atau hukum-hukum.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  14. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualikum Wr. Wb.
    Tujuan filsafat adalah menuntun kita untuk meraih kebijaksanaan hidup. Dan kebijaksanaan hidup adalah keteraturan yang diikat dengan hukum-hukum ilahiah. Siang dan malam adalah keteraturan. Detik, menit, hari, bulan, tahun, adalah keteraturan. Dan semuanya dapat dipahami dalam bingkai kebijaksanaan.

    ReplyDelete
  15. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ketidakteraturan yang ada di kehidupan ini merupakan salah satu fenomena yang dapat kita jumpai kapanpun dan dimanapun tempatnya. Segala ketidakteraturan tersebut bahkan bisa menjadi teratur berdasarkan suatu aturan tertentu. Filsafat yang merupakan suatu pemikiran-pemikiran memiliki aturan atau hukum yang berlaku. Suatu pemikitan dapat disebut lurus dan tepat apabila sesuai dengan hukum-hukum serta aturan-aturan yang sudah ditetapkan dalam logika. Hal inilah yang dapat kita pelajari melalui filsafat.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Filsafat adalah ilmu yang mempelajari semua aturan-aturan dan hukum-hukum". Tidak berbeda dengan judul-judul sebelumnya, semuanya sangat baru dan menarik bagi saya.
    Saya mulai memikirkan hal-hal apa saja yang dimaksudkan tidak teratur dalam hidup ini. Apakah ini berkaitan dengan pola hidup manusia atau hal-hal lainnya? Apakah ini termasuk tidak teratur dalam hal yang ada dan yang mungkin ada?
    Di balik hal-hal yang berusaha saya pikirkan dan pecahkan di atas, saya menyadari bahwa memang sesungguhnya hidupku adalah tidak teratur. Tidak ada segala sesuatunya yang mutlak pada satu garis, dan diulang-ulang dalam waktu yang berbeda. Bahkan aku yang sekarang berbeda dengan aku yang selesai mengetikkan huruf "g" pada kata "sekarang". Maka hidup kita memanglah berada pada ketidakteraturan.

    Ketidakteraturan dalam hidup, pendapat saudara Putri Solekhah di atas membuka pemikiran saya, menambah pengetahuan baru bagi saya, maka saya mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. Karena pendapat saudara Putri Solekhah di atas, saya menyadari bahwa di sebalik ketidakteraturan hidup kita, terdapat hukum-hukum filsafat yang "mengaturnya". Maka mungkin juga ketidakaturan dalam hidup kita memiliki aturan yang mengaturnya?
    Terimakasih

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Di dalam kehidupan ini segala sesuatu pastilah ada aturannya. Aturan dari atas bersifat tunggal yaitu Kuasa Allah kemudian turun ke bawah semakin plural atau relatif. Fungsi dari aturan adalah mengatur yang ada dan yang mungkin ada agar tetap pada posisinya tidak menyimpang akan kodratnya masing-masing. Filsafat mempelajari tentang srtuktur kehidupan ini, sehingga dengan belajar filsafat maka aturan dan hukum-hukum yang berlaku dapat dilaksanakan sesuai posisi dan tempatnya masing-masing. Sehingga filsafat adalah ilmu tentang hukum-hukum.

    ReplyDelete
  18. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Awalnya ketika saya belajar filsafat saya sempat pesimis karena berpikir "apakah saya bisa memahami hal-hal yang terlihat abstrak ini?". Namun lambat laun saya merasa mulai bisa mengikuti alur berpikirnya, belum memahami,tetapi mengenal sedikit demi sedikit. Oh, yang saya pikir begitu abstrak dan tak teratur ternyata memungkinkan saya untuk merefleksikan diri sendiri sehingga mendapatkan keteraturan ataupun hukum yang seharusnya. Saya bersyukur memiliki kesempatan untuk belajar filsafat.

    ReplyDelete
  19. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Filsafat adalah Ilmu yang Mempelajari Tentang Segala Aturan-aturan atau Hukum-hukum.
    Karena filsafat berobjek material artinya segala sesuatu yang ada , berobjek Formal artinya dari segi hakikat, bermetode Analisis Abstraksi, bersistem adanya kesatuan dari unsur ontologi, epistemologi, dan aksiologi, bersifat universal bahwa kebenaran hasil pemikirannya dpt diterima dimana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, minimal bagi kelompok ilmuwan yg sama. Oleh sebab itu, aturan ataupun hukum apapun dapat menggunakan ilmu filsafat.

    ReplyDelete
  20. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami inti dari filsafat adalah berfikir tentang segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada secara mendalam dan luas. filsafat (secara farfiah merupakan cinta pengetahuan atau kebijaksanaan) adalah mempelajari dan memikirkan tentang ciri paling umum dan abstrak dunia dan kategori dari apa yang kita pikirkan: pikiran, materi, akal, bukti, kebenaran, dll. Dalam filsafat, konsep yang dengannya kita mendekati dunia itu sendiri menjadi topik penyelidikan dan pemikiran. Filosofi berbeda dengan ilmu-ilmu seperti sejarah, fisika, atau hukum, walaupun membahas hal tersebut tetapi tidak banyak memecahkan masalah sejarah, fisik, atau hukum, untuk mempelajari konsep yang menyusun pemikiran semacam itu, dan meletakkan fondasi dan praduga dari objek-objek tersebut. Dalam hal ini filsafat adalah sebuah praktik menjadi sadar diri melalui refleksi. Batas antara refleksi 'orde kedua', dan cara mempraktikkan disiplin orde pertama itu sendiri, tidak selalu jelas: masalah filosofis dapat disederhanakan dengan kemajuan sebuah ilmu, dan perilaku sebuah ilmu dapat dipengaruhi oleh filsafat secara refleksi. Dan ternyata dalam setiap bidang ilmu pengetahuan selalu ada landasan filosofis dan tokoh filsufnya, ternyata cakupan pembicaraan dalam filsafat sangat lah luas, meliputi segala hukum dari yang ada dan yang mungkin ada.

    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.
    Hardiman, F. B. (2007). Filsafat Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

    ReplyDelete
  21. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat merupakan studi mengenai fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis. Fenomena-fenomena kehidupan termasuk diantaranya dalam bidang politik, sosial, ekonomi, hukum, dan lain-lain. Semua bidang ini dapat dijabarkan dalam konsep filsafat. Contohnya saja ilmu tentang semua hukum-hukum. Dalam suatu negara terdapat undang-undang, aturan-aturan, semua itu bersifat relatif karena diciptakan manusia. Maka kadang ada yang kurang pas, sehingga di amandemen, diperbaiki. Hal itu jelas membuktikan bahwa hukum-hukum yang ada yang diciptakan manusia itu relatif, bisa berubah-ubah. Tetapi memang ada hukum-hukum tentang kehidupan manusia yang tidak akan pernah berubah dan bersifat mutlak yaitu firman Tuhan. Tidak ada yang berani membantahnya. Sudah dijelaskan tentang bagaimana aturan dalam menjalani kehidupan ini, mana yang baik, mana yang buruk supaya semua makhluk dapat hidup secara teratur.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Ketika aku melihat sebuah aturan di tengah masyarakat, aku mendengar ada diantara mereka mengatakan sebuah aturan ada untuk dilanggar. Ketika aku melihat sebuah aturan di tengah masyarakat lainnya, aku melihat mereka hidup tanpa menggunakan aturan yang dibuat, dimana hukum rimba justru diterapkan, siapa yang berkuasa ialah yang menang. Ketika aku melihat sebuah aturan di tengah masyarakat, aku melihat sang pembuat aturanlah yang justru melanggar. Maka ketika aku kembali melihat, ternyata di berbagai sudut, semua nampak tidak teratur meski memiliki aturan. Maka ternyata itu karena semua hanya ingin menerjemahkan tetapi tidak mau diterjemahkan. Dan tenyata terjemah dan diterjemahkan ialah berhermenetika. Dimana aku mempelajarinya dalam filsafat. Ketika yang kaya dan yang miskin saling bersilaturahmi. Antara sang pembuat aturan dengan yang dibuatkan aturan saling bersilaturahim. Antara sang pembuat aturan dengan aturan saling berhermenetika. Ketika itulah aku melihat masyarakat yang lebih teratur.

    ReplyDelete
  23. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    hukum merupakan ekspresi dari kehendak sosial masyarakat, ia akan selalu fluktuatif berdasarkan dengan nilai-nilai, kaidah-kaidah dan prilaku sosial masyarakat. Keadilan sosial akan menjadi pintu terakhir dari cita-cita hukum setiap bangsa, atau rumusan yang lebih konkret adalah yang dikatakan oleh Gustav Radbruch; yaitu hukum adalah kehendak untuk bersikap adil. Sisanya hanya adil untuk siapa? dan untuk apa?. Ahli hukum bisa bekerja dengan tenang, kalau hukum yang mereka gunakan itu banyak mengandung ketidakpastian. Dengan demikian, menurut Sampford, kepastian hukum itu lebih merupakan keyakinan yang dipaksakan daripada keadaan yang sebenarnya. Ternyata peraturan bukan satu-satunya faktor yang menyebabkan munculnya kepastian tersebut, melainkan juga faktor lain, seperti tradisi dan perilaku.

    ReplyDelete
  24. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Filsafat adalah olah pikir. Filsafat memikirkan segala yang ada dan yang mungkin ada, termasuk aturan-aturan atau hukum-hukum yang ada di dunia ini. Filsafat menelaah segala aturan-aturan yang ada dari berbagai sudut pandang, sehingga dapat memberikan hasil yang intensif dan ekstensif. Sebagai contoh, para filsuf mempelajari adanya hukum sebab akibat, hukum terbentuknya jagad raya ini, aturan pengambilan keputusan, dan sebagainya

    ReplyDelete
  25. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Hukum ialah salah satu dari norma dalam masyarakat. Berbeda dari tiga norma lainnya, norma hukum memiliki sanksi yang lebih tegas. Hukum sulit didefinisikan karena kompleks dan beragamnya sudut pandang yang hendak dikaji. Kita sulit mendefinisikan secara lengkap. Hal itu dikarenakan hukum memiliki pengertian yang luas.

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hukum merupakan suatu ketetapan, dimana hukum bersifat tegas dan mengikat. Hukum memiliki dasar dan perumusan dalam menentukan ketetapan itu. Ketetapan yang berdasarkan fakta-fakta, dan pemikiran para ahli. Pemikiran adalah wujud dari filsafat. Sebagaimana dalam filsafat kita melakukan olah pikir, sehingga hukum sebagai wujud dari olah pikir maka dalam filsafat kita mengkaji mengenai hukum-hukum.

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    menurut saya, filsafat adalah olah pikir, olah pikir menghasilkan suatu aturan, aturan digunakan dan dikolaborasikan dengan aturan lainnya menjadi suatu hukum. jadi filsafat juga termasuk dalam ilmu yang mempelajari suatu aturan atau hukum.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dari segala yang terlihat begitu bebas dan tidak teratur dikehidupan kita, ternyata disebalik itu semua memiliki aturan yang mengikatnya. Hanya saja kita tidak menyadarinya karena ketidaktahuan kita pada ilmu yang mempelajari segala hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita. Tidak lain dan tidak bukan, ilmu yang mengatur hukum-hukum alam, hukum-hukum bersosialisasi, hukum-hukum etika, dan lain sebagainya adalah ilmu filsafat. Mengapa demikianr? Karena objek filsafat sangatlah luas, mencakup semua hal yang ada dalam kehidupan sehari-hari kita, semuanya itu terikat oleh aung dan waktu. Tetapi hukum pada ilmu filsafat hanyalah bersifat sementara, sedangkan hukum yang bersifat absolut adalah hukumnya Allah SWT.

    ReplyDelete
  29. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Hukum harus dilaksanakan dan ditegakkan, karena hukum berfungsi sebagai pelindung kepentingan manusia. Hukum dan manusia memiliki kedekatan yang khas dan tidak dapat dipisahkan, artinya tanpa manusia hukum tidak dapat disebut sebagai hukum. Ini berarti bahwa memahami hukum berarti memahami manusia. Sebenar-benar cara untuk memahami manusia yakni dengan filsafat, karena filsafat adalah olah pikir manusia. Maka filsafat adalah ilmu yang mempelajari tentang segala aturan-aturan atau hukum-hukum.

    ReplyDelete
  30. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Teratur atau tidaknya segala hal di dunia ini semua telah diatur oleh sang Maha pengatur. Di dalam air yang keruh tetap terdapat bakteri yang bermanfaat. Begitu sebaliknya di dalam susu pasti terdapat bakteri. Dunia ini penuh akan kontradiksi-kontradiksi. Begitu juga di dalam hal yang paling tidak teratur seperti bintang-bintang yang menghiasi langit malam tetap memiliki keteraturan sehingga mereka tetap teratur. Itulah hukum yang berlaku. Hukum yang dimiliki-Nya. Dan hal itu dipelajari oleh filsafat. Hukum ketidakteraturan merupakan teratur.

    ReplyDelete
  31. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Filsafat adalah ilmu olah pikir. Pemikiran yang ada pada manusia memiliki potensi untuk meraba hukum-hukum yang berlaku di dunia. Filsafat adalah ilmu yang mendorong kita untuk senantiasa berpikir, mendorong kita menemukan hukum-hukum yang berlaku. Mungkin apa yang terjadi, yang ada dan yang dapat kita amati ini terlihat tidak teratur. Akan tetapi dengan potensi pikiran yang kita punya, kita menjadi tahu bahwa sebenarnya terdapat pola-pola dan struktur yang teratur dari apa yang ada (dan yang mungkin ada). Filsafat adalah proses mempelajari keteraturan dalam ketidakteraturan dunia. Dari potensi pikir kita, kita menemukan hukum-hukum alam dan hukum kehidupan manusia. Dari potensi pikir kita, kita mengetahui bahwa dengan olah pikir yang tepat, kita dapat menggapai pengetahuan akan hukum-hukum yang ada (dan yang mungkin ada).

    ReplyDelete
  32. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kehidupan tidak selamanya berjalan mulus, sering kali kelakuan manusia tidak mmencerminkan sikap baik sehingga dibutuhkan sesuatu untuk mengatur jalannya kehidupan. Agama, hukum dan norma-norma menjadi batasan seseorang dalam berperilaku, bertutur kata dan bersikap. Tentu ketiganya memiliki aturan main masing-masing yang jika tidak dilaksanakan akan ada akibat yang ditimbulkan.

    ReplyDelete
  33. Tri Wahyu Nurjanah
    1501241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Filsafat merupakan ilmu yang mempelajari tentang segala aturan atau hukum-hukum. Dalam filsafat ada dua hukum yaitu kontradiksi (bukan identitas) dan identitas. Filsafat memiliki keteraturan dan manfaat dalam merefleksikan yang ada dan yang mungkin ada yang terikat oleh ruang dan waktu. Seperti halnya Allah SWT menciptakan dunia ini dengan sempurna dan masing-masing memiliki manfaat, antara ciptaan-Nya antara yang satu dengan yang lain saling membutuhkan. Akan tetapi, tidak semua manusia mampu memanfaatkannya karena keterbatasan ilmu ataupun karena nafsu dan serakahnya mengalahkan relung hati sehingga dunia tidak teratur, tidak mampu memisahkan mana yang baik dan mana yang buruk untuk dunia dan akhirat. Ada pula manusia yang tidak mampu memisahkan antara yang hak dan yang batil yang menjadikan dirinya tidak teratur.

    ReplyDelete