Oct 10, 2012

Forum Tanya jawab 43: Membangun Dunia




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa Sangatlah Mudah Membangun Dunia itu; cukup dengan Hukum "Aku atau Bukan Aku" maka tertangkaplah semua Dunia beserta Isinya tanpa kecuali.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

33 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Allah SWT telah mengamanahkan kita sebagai manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Dan untuk membangun dunia berawal dari diri kita sendiri. Membangun dunia adalah membangun diriku sendiri. Sejauh mana aku mampu berpikir maka sejauh itu pula aku mampu untuk membangun dunia. Membangun dunia tidak terlepas dari hukum atau aturan-aturan. Hukum atau aturan diadakan guna untuk mengatur etika atau tingkah laku manusia itu sendiri agar tidak melakukan kesewenang-wenangan terhadap satu sama lain. Telah banyak pemikiran-pemikiran dari tokoh, filsuf dan semua yang bukan aku tentang bagaimana membangun dunia ini. Misalnya Auguste Comte yang mempunyai pemikiran positivisme nya dengan struktur-struktur dunianya sendiri. Jadi membangun dunia itu adalah hukum yang berasal dari aku atau bukan aku.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah orang yang tidak ikhlas hati dan tidak berpikiran jernih, sebaliknya orang yang dapat membangun dunia adalah orang yang ikhlas hati dan berpikiran jernih. Siapakah orang itu ? ya diri kita masing-masing. Berusaha untuk ikhlas hati dan jernih pikiran agar dapat membangun dunia.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Membangun dunia adalah membangun diri kita sendiri, membangun pikiran kita. Ketika kita berpikir maka secara tidak sadar kita telah membangun dunia kita dengan pengetahuan yang kita miliki. Namun, karena keterbatasan yang kita miliki maka kita memerlukan orang lain untuk membantu kita dalam membangun dunia kita masing-masing.

    ReplyDelete
  4. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Aku yang sewaktu SD bukan aku yang sekarang sudah memasuki bangku kuliah. Aku yang kini berbahagia bukan aku yang dulu merasa sedih. Aku berbeda dengan aku 3 jam yang lalu yang misalnya sedang lapar. Sehingga aku kini bukan aku yang sebelumnya, dalam kondisi tertentu.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Manusia memiliki keterbatasan dalam mempelajari semua hal di dunia ini, sperti yang dibahas di forum rduksi sebelumnya. Membangun dunia berarti membuat dunia Ini menjadi lebih baik atau lebih jahat tergantung bagaimana manusia itu sendiri. Namun, dalam mengusahakan sesuatu, manusia tidak dapat berjalan sendiri, dia butuh orang lain. Kita secara pribadi ‘aku’ mampu untuk membangun dunia dengan berbagai pemikiran, pengalaman yang dimiliki. Namun kita juga membutuhkan bantuan dari orang lain ‘bukan aku’ untuk bersama-sama membangun dunia yang begitu luas ini. Tinggalkan keegoan kita dan bersama-sama membangun dunia dari hal yang terkecil sampai yang terbesar.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Aku dan bukan aku merupakan suatu kesatuan. sama seperti tetap dan tidak tetap yang sama-sama membentuk suatu benda, aku dan bukan aku juga merupakan unsur pembentuk dunia. Dalam membangun dunia, jika yang ada hanya aku saja, maka semuanya akan timpang karena tidak ada bukan aku yang mungkin ada. ataupun jika hanya bukan aku yang ada tanpa aku yang mungkin ada, maka semuanya tidak akan sempurna. Manusia diciptakan dengan segala kesempurnaan dibandingkan dengan mahkluk hidup yang lain. Aku atau bukan aku merupakan kontradiksi dari pemikiran manusia untuk dapat membangun dunia ini. namun, aku dan bukan aku dapat menyeimbangkan semua hal yang dipelajari sehingga membangun dunia bukanlah hal yang mustahil.

    ReplyDelete
  7. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Aku atau bukan aku. Membangun dunia dapat dilakukan dengan menggapai ilmu. Sebenar-benar ilmu adalah ketika kita mampu membedakan sesuatu dengan menggunakan ilmu itu. Membedakan berarti mengetahui mana aku dan mana bukan aku. Sehingga membangun dunia cukuplah dengan hukum aku atau bukan aku.

    ReplyDelete
  8. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membangun dunia berarti membangun ilmu, membangun pengetahuan. Yang akan dihasilkan adalah terdapat dua macam, membangun dunia menjadi yang lebih baik atau membangun dunia menjadi yang lebih jahat. Yang bisa mengubah itu semua adalah dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Bangunlah dunia dengan menggunakan ilmumu. Ilmumu berada dalam pikiranmu. Pikiranmu melebihi kemampuan lisanmu, tulisanmu, dan kegiatanmu. Jika kita ingin melihat dunia, maka tengoklah ke dalam pikiran kita. maka untuk membangun dunia berarti juga harus melalui pikiran kita. dunia adalah sama persis seperti apa yang kamu pikirkan. Maka ketika kita membangun dunia melalui pemiikiran kita, yaa itu lah dunia yang kita bangun.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembangunan manusia melingkupi 3 dimensi, yaitu sehat, cerdas, berkepribadian. Sehat berarti dimulai dengan fisik kita yang senantiasa fit dan bugar. Cerdas berarti mengarah pada otak kita yang selalu berpikir dan diasah sehingga memiliki kemampuan analisis yang tajam dan berkualitas. Sedangkan berkepribadian adalah kaitannya dengan kehendak yang berbudi pekerti luhur. Perlunya revolusi mental adalah karena penyakit seperti emosi/mental/jiwa akan berdampak pada individu berupa malasnya seseorang dan tidak mempunyai karakter. Kemudian dampaknya akan menular kepada masyarakat yang ditandai dengan gangguan ketertiban, keamanan, kenyamanan, kecemburuan sosial, dan ketimpangan sosial. Lebih jauh lagi, akan berdampak negatif pada bangsa dan negara. Bangsa kita akan lemah dan menjadi tidak bermartabat. Kemudian produktivitas dan daya saing kita menjadi rendah.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Ada dua hal yang menjadi persoalan utama dalam membangun dunia pendidikan saat ini. Pertama, membangun sistem pengelolaan administrasi dan penegakan dalam pemenuhan hak pendidikan. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat. Pendidikan merupakan hak bagi masyarakat, dengan arti bahwa masyarakat berhak untuk menanyakan dan menuntut hak yang seharusnya diperoleh dalam dunia pendidikan. Sedangkan kewajiban negara untuk memenuhinya adalah usaha negara dalam mewujudkan dan melaksanakan kewajiban terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang salah satunya adalah kebutuhan pendidikan. Kedua, substansi kurikulum pendidikan. Substansi kurikulum pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk membentuk kepribadian yang benar bagi anak didik dan membangun keahlian/ketrampilan yang dapat digunakan dalam menjalani kehidupannya kelak. Dua tujuan inilah yang harus menjadi simpul dalam kurikulum sebuah sistem pendidikan.

    ReplyDelete
  12. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dunia diciptakan oleh Tuhan agar manusia dapat membangun dan memakmurkan kehidupan manusia itu sendiri. Setiap manusia memiliki peran untuk membangun dunia, aku atau selain aku. Ya, dimulai dari diri sendiri dan dari hal-hal yang kecil. Bagaimana bisa seseorang membangun dunia jika tidak dimulai dari dirinya sendiri? Karena pada hakikatnya, dirinya merupakan bagian dari dunia. Tidak menyuruh orang lain, tidak menyalahkan orang lain. Jika setiap orang memiliki rasa tanggung jawab untuk membangun dirinya sendiri menjadi lebih baik, maka kehidupan di dunia juga akan lebih baik.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    “Sangatlah Mudah Membangun Dunia itu; cukup dengan Hukum "Aku atau Bukan Aku".
    Benar-benar bingung diri ini akan memulai dari mana. Aku adalah aku. Aku adalah bukan aku. Tidak ada yang benar-benar tetap. Bahkan aku tidak dapat menunjuk diriku sendiri. Aku yang saat ini bukanlah aku pada waktu selesai menyebut “aku” yang lebih baru dari saat ini. Maka dengan merasuk pada kedinamisan kehidupan di dunia ini, kita akan mampu membangun dunia. Karena di dunia ini akan ada banyak “aku” dan “bukan aku”. Maka dengan berserah diri pada perlindungan dan ridho Tuhan Yang Maha Esa, milyaran “aku” dan milyaran “bukan aku” akan mampu membangun dunia.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    “Membangun dunia” dua kata yang terdengar luar biasa. Di dalam hidup ini sebenar-benarnya adalah membangun. Salah satu membangun adalah membangun dunia. Berbicara tentang dunia maka berkaitan dengan pikiran. Pikiranku adalah duniaku. Aku adalah pikiranku, bukan aku ternyata juga bisa menjadi pikiranku. Jadi aku atau bukan aku adalah pikiranku. Pikiranku adalah duniaku. Sehingga aku atau bukan aku adalah duniaku. Membangun dunia dengan pikiran, selalu berusaha berpikir kritis untuk memperluas bangunan.

    ReplyDelete
  15. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesungguhnya yang mampu membangun dunia adalah aku dan yang bukan aku. Maksudnya disini, saya sendiri harus berjuang membangun dunia, dan yang diluar diriku juga harus berjuang membangun dunia. Karena aku adalah diriku, dan bukan aku juga adalah diriku.

    ReplyDelete
  16. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Membangun dunia? Tugas siapa?
    Tugas masing-masing individu yang tinggal di dunia. Tiap orang berkontribusi mengembangkan dunianya sendiri, yang akan berpengaruh pada dunia yang lebih luas lagi.
    Duniaku dan duniamu apakah sama?
    Tentu tidak.. namun hakikatnya semua hal memiliki persamaan dan perbedaan. Hidup berdampingan dalam sama dan beda, itulah yang akan membangun dunia kita.

    ReplyDelete
  17. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami menganut keyakinan bahwa dunia seseorang itu seperti yang ada dalam pikiran seseorang, atau duniaku itu seperti yang aku pikirkan. Artinya membangun dunia kami adalah membangun pikiran kami sendiri. Pikiran kami adalah dunia kami, dengan berpikir kami telah membangun dunia kami. Dan kami dalam membangun dunia, bisa menggunakan pemikiran-pemikiran orang lain yang kami pikirkan kembali.

    ReplyDelete
  18. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Banyak hal untuk dapat membangun dunia. Membangun dunia itu bersifat relatif, tergantung konteksnya. Membangun dunia disini bukan dimaksudkan memimpin semua bangsa yang ada di dunia. Tetapi dunia disini maksudnya adalah kehidupannya, maka seorang pejabat juga mampu untuk membangun dunianya sendiri. Maka untuk dapat membangun dunia, mulai dari langkah harus membangun definisi dan komponen yang ada di dalamnya. Oleh karena itu, kita dianugerahi akal pikiran dan hati untuk dapat mengembangkan dunia kita sendiri sesuai dengan apa yang kita inginkan, sehingga manfaatkan anugerah Tuhan itu dengan sebaik-baiknya, dan gunakan itu untuk kebaikan, berjuang di jalan Allah. Misalnya saja jika kita ingin membangun dunia pendidikan maka kita harus mengetahui dan mengkaji komponan yang ada dalam pendidikan, seperti kurikulumnya, standar kompetensi, perangkat pendidikan, dan metode pembelajaran.

    ReplyDelete
  19. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sebelum kita berupaya untuk membangun dunia. Kita perlu memulainya dari diri kita. Bagaimana bisa kita membangun dunia ketika kita tidak mampu memahami siapa diri kita ini. Setelah kita memulai dari diri kita baru kita membangun keluarga kita, orang-orang di sekitar kita, lingkungan tempat tinggal kita, semakin meluas dan meluas barulah kita mampu membangun dunia. Namun ketika kita telah berazam untuk membangun dunia, maka kita perlu mengupayakan upaya terbaik kita agar dunia yang akan kita bangun menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi diri kita maupun orang-orang disekitar kita.

    ReplyDelete
  20. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap manusia adalah pemimpin. Memimpin yang paling fundamen adalah memimpin diri sendiri. Diri sendiri adalah musuh terbesar bagi siapapun. Pimpinlah diri sendiri dulu sebelum memimpin orang lain, dengan begitu akan lebih mudah dalam membangun dunia. Dunia ini sifatnya sangat kompleks dan kadang melenakan. Oleh sebab itu, dalam rangka membangun dunia juga harus diseimbangkan dengan doa.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Membangun dunia adalah membangun diriku sendiri. Ketika aku berpikir maka secara tidak sadar aku ternyata membangun duniaku sendiri dengan pengetahuanku. Tapi akupun tersadar bahwa pikiranku penuh dengan keterbatasan, dan saat itu aku membutuhkan orang lain (bukan aku) untuk membangun duniaku.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dalam membangun dunia dibutuhkan pikiran yang kritis dan hati yang bersih. Membangun dunia bukanlah tentang aku, tetapi tentang bagaimana aku mampu memberikan manfaat kepada yang bukan aku (orang lain). Maka membangun dunia adalah tentang bagaimana aku menggunakan pikiran yang kritis dan hati yang bersih untuk memberikan manfaat bagi yang bukan aku (orang lain). Tetapi akupun menyadari bahwa ketika aku berupaya membangun dunia untuk yang bukan aku (orang lain) aku pun membutuhkan bukan aku (orang lain) untuk bersama-sama membangun dunia.

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Membangun dunia relatif terhadap ruang dan waktu. Dengan hukum “aku dan bukan aku” maka tertangkaplah semua dunia beserta isinya tanpa terkecuali. Dalam hal ini aku merupakan segala sesuatu yang kita pikirkan, kemudian bukan aku adalah yang dipikirkan oleh selain kita sendiri. Sehingga ketika apa yang kitapikirkan kemudian bergabung dengan apa yang orang lain pikirkan maka akan semakin luas pandangan tentang dunia.

    ReplyDelete
  24. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Aku atau bukan aku. Membangun dunia dapat dilakukan dengan menggapai ilmu. Sebenar-benar ilmu adalah ketika kita mampu membedakan sesuatu dengan menggunakan ilmu itu. Membedakan berarti mengetahui mana aku dan mana bukan aku. Sehingga membangun dunia cukuplah dengan hukum aku atau bukan aku

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Dunia adalah aku, dunia adalah bahasaku, dunia adalah apa yang aku pikirkan. bagaimana membangun dunia adalah bagaimana kita mengembangkan aspek keakuan dengan elemen yang bukan aku, dimana kita melakukan proses mengada untuk mencapainya, karena sesungguhnya hal yang mungkin ada di duniaku meungkin merupakan hal yang ada di dunia bukan aku, sehingga dibutuhkan hermenetika agar di duniaku hal yang mungkin ada menjadi ada.

    ReplyDelete
  26. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dunia yang kita miliki, dunia dalam sudut pandang kita adalah dunia yang kita pikirkan. Dunia yang kita bangun merupakan dunia yang dibangun berdasarkan atas apa yang kita pikirkan, kehendaki, dan kita realisasikan dalam kehidupan. Dunia bukan aku merupakan dunia yang dipikirkan oleh orang lain.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ketika kita ingin membangun dunia, maka kita harus memiliki ilmu dan iman supaya dunia yang kita bangun merupakan dunia yang kokoh dan dunia yang memiliki nilai manfaat bagi orang lain, bukan dunia yang dibangun atas dasar keegoisan semata.

    ReplyDelete
  28. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Membangun dunia berarti membangun peradaban dengan segala kebudayaan dan tradisi-tradisi di dalamnya. Membangun dunia berarti membangun kehidupan di dalamnya. Memabngun dunia berarti memelihara kehidupan dan penghidupan manusia. Membangun dunia adalah tugas kesejarahan umat manusia sebagai wakil Tuhan di bumi. Membangun dunia berarti menyadari bahwa nilai-nilai kemanusiaan sangat erat dengan nilai-nilai kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap objek memiliki dunia, termasuk diri sendiri. Duniaku, seputar tentang kehidupanku, keseharianku, sifatku dan lain-lainnya seputar aku. Membangun dunia adalah begaimana kita mengembangkan segala aspek yang ada pada diri kita, terutama potensi yang ada pada diri yaitu bagaimana menemukan potensi, bagaimana mengembangkan potensi, dan bagaimana memanfaatkan potensi. Potensi manusia merupakan pilihan bagi mereka dan tergantung bagaimana keberkeinginannya mereka untuk mengenali dan menggali potensi untuk membangun dunianya.

    ReplyDelete
  30. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    saya akan coba merefleksikan hasil pemikiran saya yang memang belum sepenuhnya bahkan jauh dari apa yang dimaksudkan. Sebagai seorang manusia yang di anugrahi akal oleh Tuhan untuk berpikir, maka dengan itulah manusia juga bisa membangun dunianya, impiannya, cita-citanya dan segala hal yang ada dan yang mungkin ada sehingga menjadikannya mengada dan pengada.

    ReplyDelete
  32. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Dalam perspektif pribadi, dunia terdiri dari sifatku dan bukan sifatku, terdiri dari milikku dan bukan milikku, terdiri dari kuasa ku dan bukan kuasaku. Secara umum, dunia terdiri dari aku dan bukan aku, segala hal yang meliputi diriku, dan segala hal diluar diriku. Karena hanya terdiri dari aku dan bukan aku, maka sangatlah mudah membangun dunia itu, cukup memasukkan komponen aku dan bukan aku. Aku sendiri bersifat relatif terhadap ruang dan waktu, aku yang sekarang mungkin bukan aku yang dulu, aku yang dulu mungkin bukan aku yang sekarang; sehingga memang benar bahwa dunia itu dapat dibangun dari aku dan bukan aku. Jika diturunkan ke dalam ranah kehidupan sosial, dunia adalah tentang aku dan tentang orang lain di luar pribadiku. Membangun dunia tidak mungkin hanya dilakukan oleh aku saja, sehingga bukan aku sangat diperlukan untuk melengkapinya. Aku dan bukan aku membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan. Membangun dunia adalah tentang bagaimana mengharmoniskan hubungan kedua komponen aku dan bukan aku.

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Diperlukan usaha yang lebih dalam memahami yang ada dan yang mungkin ada. Keduanya mungkin terlihat sama, namun ternyata berbeda. Tiadalah yang diciptakan dengan bentuk dan sifat yang identik sama, jikalaupun terlihat sama maka itu merupakan arah menuju serupa saja. Dalam proses membedakan banyak hal tersebut, masih sering dijumpai kebingungan-kebingungan. Ini wajar, karena seringkali sekat pembeda antara keduanya sangat tipis. Padahal dalam membangun dunia, segala dibentuk dari sesuatu yang tidaklah sama satu sama lain.

    ReplyDelete