Oct 10, 2012

Forum Tanya jawab 43: Membangun Dunia




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa Sangatlah Mudah Membangun Dunia itu; cukup dengan Hukum "Aku atau Bukan Aku" maka tertangkaplah semua Dunia beserta Isinya tanpa kecuali.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

16 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Aku yang ketika lahir, bukanlah aku yang sekarang bahkan aku yang 5 detik berlalu berbeda dengan aku yang sekarang. Itulah tidak ada sesuatu yang tetap. Aku yang tadinya menangis karena kegagalan, namun ketika aku berhenti menangis itu bukan aku yang tadi. Karena aku yang sekarang aku yang berani bangkit untuk maju. Sehingga sangat mudah untuk membangun dunia dengan hukum “aku” atau “bukan aku”.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia itu adalah pikiranku. Membangun dunia artinya bagaimana membangun pikiranku. Untuk membangun dunia (pikiranku), maka aku selalu menuntut ilmu, berusaha berpikir intensif dan ekstensif dalam memahami segala hal, menjadikan ilmuku bermanfaat bagi orang lain, terbuka terhadap kritik, saran, teguran, pembaruan, inovasi, dsb. Dalam membangun dunia (pikiranku), landasannya adalah hatiku, keikhlasan serta iman dan taqwa kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aku sedang duduk di teras sambil membaca blog Prof Marsigit. Aku sedang di kopma saat ini. Maka siapakah yang sedang duduk di teras membaca blog ataukah bukan aku. Dan siapakah yang sedang di kopma ataukah itu bukan aku. Hal ini terjadi pada pikiran manusia. Pikiranku tidak lah bisa dikejar oleh siapapun. Bapak sering bilang bahwa aku telah pergi ke Paris, Jepang, dan Tokyo. Kita bertanya, kapan pergi ke sana, jawabannya adalah satu detik yang lalu melalui pikiran. Sangatlah mudah untuk membangun dunia dengan hukum ini.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Diperlukannya usaha yang lebih untuk memahami yang ada dan mungkin ada. Ada dan mungkin ada terlihat sama, namun nyatanya mereka berbeda. Tiadalah yang diciptakan dengan bentuk dan sifat identik yang sama, jika ada terlihatt sama maka itu hanya serupa tidak sama. Pada proses membedakan banyak hal tersebut, masih sering kita kebingungan. Ini wajar karena seirngkali pembeda antara keduanya sangatlah tipis. Padahal dalam membentuk dunia, semua dibentuk dari sesuatu yang tidaklah sama satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Hukum “Aku atau bukan Aku” ini sudah cukup untuk membangun dunia. Kita bisa mengatakan bahwa dunia ini tersusun dari aku dan bukan aku. Atau kita bisa mengatakan bahwa dunia ini tersusun dari udara dan bukan udara. Atau dunia ini tersusun dari pulau dan bukan bukan pulau, dst. Seperti pada konsep himpunan, himpunan semesta dapat terdiri dari himpunan A dan himpunan A komplemen.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Allah SWT telah mengamanahkan kita sebagai manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi ini. Dan untuk membangun dunia berawal dari diri kita sendiri. Membangun dunia adalah membangun diriku sendiri. Sejauh mana aku mampu berpikir maka sejauh itu pula aku mampu untuk membangun dunia. Membangun dunia tidak terlepas dari hukum atau aturan-aturan. Hukum atau aturan diadakan guna untuk mengatur etika atau tingkah laku manusia itu sendiri agar tidak melakukan kesewenang-wenangan terhadap satu sama lain. Telah banyak pemikiran-pemikiran dari tokoh, filsuf dan semua yang bukan aku tentang bagaimana membangun dunia ini. Misalnya Auguste Comte yang mempunyai pemikiran positivisme nya dengan struktur-struktur dunianya sendiri. Jadi membangun dunia itu adalah hukum yang berasal dari aku atau bukan aku.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah orang yang tidak ikhlas hati dan tidak berpikiran jernih, sebaliknya orang yang dapat membangun dunia adalah orang yang ikhlas hati dan berpikiran jernih. Siapakah orang itu ? ya diri kita masing-masing. Berusaha untuk ikhlas hati dan jernih pikiran agar dapat membangun dunia.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Membangun dunia adalah membangun diri kita sendiri, membangun pikiran kita. Ketika kita berpikir maka secara tidak sadar kita telah membangun dunia kita dengan pengetahuan yang kita miliki. Namun, karena keterbatasan yang kita miliki maka kita memerlukan orang lain untuk membantu kita dalam membangun dunia kita masing-masing.

    ReplyDelete
  9. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Aku yang sewaktu SD bukan aku yang sekarang sudah memasuki bangku kuliah. Aku yang kini berbahagia bukan aku yang dulu merasa sedih. Aku berbeda dengan aku 3 jam yang lalu yang misalnya sedang lapar. Sehingga aku kini bukan aku yang sebelumnya, dalam kondisi tertentu.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Manusia memiliki keterbatasan dalam mempelajari semua hal di dunia ini, sperti yang dibahas di forum rduksi sebelumnya. Membangun dunia berarti membuat dunia Ini menjadi lebih baik atau lebih jahat tergantung bagaimana manusia itu sendiri. Namun, dalam mengusahakan sesuatu, manusia tidak dapat berjalan sendiri, dia butuh orang lain. Kita secara pribadi ‘aku’ mampu untuk membangun dunia dengan berbagai pemikiran, pengalaman yang dimiliki. Namun kita juga membutuhkan bantuan dari orang lain ‘bukan aku’ untuk bersama-sama membangun dunia yang begitu luas ini. Tinggalkan keegoan kita dan bersama-sama membangun dunia dari hal yang terkecil sampai yang terbesar.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Aku dan bukan aku merupakan suatu kesatuan. sama seperti tetap dan tidak tetap yang sama-sama membentuk suatu benda, aku dan bukan aku juga merupakan unsur pembentuk dunia. Dalam membangun dunia, jika yang ada hanya aku saja, maka semuanya akan timpang karena tidak ada bukan aku yang mungkin ada. ataupun jika hanya bukan aku yang ada tanpa aku yang mungkin ada, maka semuanya tidak akan sempurna. Manusia diciptakan dengan segala kesempurnaan dibandingkan dengan mahkluk hidup yang lain. Aku atau bukan aku merupakan kontradiksi dari pemikiran manusia untuk dapat membangun dunia ini. namun, aku dan bukan aku dapat menyeimbangkan semua hal yang dipelajari sehingga membangun dunia bukanlah hal yang mustahil.

    ReplyDelete
  12. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Aku atau bukan aku. Membangun dunia dapat dilakukan dengan menggapai ilmu. Sebenar-benar ilmu adalah ketika kita mampu membedakan sesuatu dengan menggunakan ilmu itu. Membedakan berarti mengetahui mana aku dan mana bukan aku. Sehingga membangun dunia cukuplah dengan hukum aku atau bukan aku.

    ReplyDelete
  13. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membangun dunia berarti membangun ilmu, membangun pengetahuan. Yang akan dihasilkan adalah terdapat dua macam, membangun dunia menjadi yang lebih baik atau membangun dunia menjadi yang lebih jahat. Yang bisa mengubah itu semua adalah dari diri kita sendiri.

    ReplyDelete
  14. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Bangunlah dunia dengan menggunakan ilmumu. Ilmumu berada dalam pikiranmu. Pikiranmu melebihi kemampuan lisanmu, tulisanmu, dan kegiatanmu. Jika kita ingin melihat dunia, maka tengoklah ke dalam pikiran kita. maka untuk membangun dunia berarti juga harus melalui pikiran kita. dunia adalah sama persis seperti apa yang kamu pikirkan. Maka ketika kita membangun dunia melalui pemiikiran kita, yaa itu lah dunia yang kita bangun.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembangunan manusia melingkupi 3 dimensi, yaitu sehat, cerdas, berkepribadian. Sehat berarti dimulai dengan fisik kita yang senantiasa fit dan bugar. Cerdas berarti mengarah pada otak kita yang selalu berpikir dan diasah sehingga memiliki kemampuan analisis yang tajam dan berkualitas. Sedangkan berkepribadian adalah kaitannya dengan kehendak yang berbudi pekerti luhur. Perlunya revolusi mental adalah karena penyakit seperti emosi/mental/jiwa akan berdampak pada individu berupa malasnya seseorang dan tidak mempunyai karakter. Kemudian dampaknya akan menular kepada masyarakat yang ditandai dengan gangguan ketertiban, keamanan, kenyamanan, kecemburuan sosial, dan ketimpangan sosial. Lebih jauh lagi, akan berdampak negatif pada bangsa dan negara. Bangsa kita akan lemah dan menjadi tidak bermartabat. Kemudian produktivitas dan daya saing kita menjadi rendah.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Ada dua hal yang menjadi persoalan utama dalam membangun dunia pendidikan saat ini. Pertama, membangun sistem pengelolaan administrasi dan penegakan dalam pemenuhan hak pendidikan. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat. Pendidikan merupakan hak bagi masyarakat, dengan arti bahwa masyarakat berhak untuk menanyakan dan menuntut hak yang seharusnya diperoleh dalam dunia pendidikan. Sedangkan kewajiban negara untuk memenuhinya adalah usaha negara dalam mewujudkan dan melaksanakan kewajiban terhadap pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat yang salah satunya adalah kebutuhan pendidikan. Kedua, substansi kurikulum pendidikan. Substansi kurikulum pendidikan pada dasarnya bertujuan untuk membentuk kepribadian yang benar bagi anak didik dan membangun keahlian/ketrampilan yang dapat digunakan dalam menjalani kehidupannya kelak. Dua tujuan inilah yang harus menjadi simpul dalam kurikulum sebuah sistem pendidikan.

    ReplyDelete