Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 42: Filsuf Tak Mampu Melarikan Diri




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa ternyata Tidak Seorang Filsufpun Mampu Melarikan Diri dari Filsafat, apalagi Diriku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

9 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah..
    Menurut Imanuel Kant, jika ingin melihat dunia maka cukup tengoklah saja pikiranmu. Dunia adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran. Sementara filsafat adalah olah pikir untuk mencari hakekat segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, metoda atau cara untuk melakukan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada serta baik dan buruknya atau etik dan estetikanya dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Tidak satupun filsuf yang dapat melarikan diri dari filsafat karena tidak ada filsuf yang tidak menggunakan dan mengolah pikirannya.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Analog dengan forum tanya jawab sebelumnya, bahwa seorang anti filsafat tidak akan mengenal dan memaknai hidupnya. Ketika seorang filsuf, artinya orang yang berfilsafat, maka makna dan hidupnya adalah perwujudan dari filsafatnya. Oleh karena itu, segala macam tindakan seorang filsuf merupakan hasil olah pikir dan berpikir sesuai dengan ruang dan waktunya. Kehidupannya didasarkan atas ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat yang dianutnya. Sehingga, ketika dia ingin melanjutkan kehidupannya, haruslah dia berfilsafat. Inilah mengapa seorang filsuf tak mampu melarikan diri, karena dia akan terus berfilsafat selama hidupnya.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Para filsuf mempunyai pemikiran yang pada hakekatnya kembali kepada kehidupan.
    Sejarah Filsafat Yunani juga memberikan manfaat yang besar terhadap perkembangan filsafat. Pemikiran-pemikiran modern ternyata merupakan turunan dari pemikiran filsuf Yunani. Sedangkan terkait dengan cara berpikir para filsuf Yunani, manfaatnya adalah mengaruniakan hati dan akal budi kepada manusia yang potensi kecerdasannya luar biasa, sebagaimana telah di contohkan oleh para filsuf Yunani dalam memanfaatkan hati dan akal budi mereka untuk mencari kebenaran dan memahami hakikat hidup. Jadi, seorang filsuf atau siapapun itu, maka akan sulit melupakan dan menghindari, pikiran, pengalaman dan kebiasaan yang pernah dilakukan karena itulah filsafatnya. Jalan hidup sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia bisa merubahnya dengan ikhtiar dan berdo'a tapi bisa berubah jika Tuhan berkehendak.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Seorang filsuf tentunya dalam hidupnya sebelumnya dia telah mengkaji dan mempelajari filsafat dengan menggunakan pikiran dan pengalamannya, membaca dan merenungkan, mengalami dan memikirkan, sehingga bagaimana filsuf mampu meninggalkan pikiran dan pengalamannya. Manusia terikat ruang dan waktu, terikat oleh waktunya yang sekarang dan terikat oleh waktunya yang dulu atau disebut masa lalu. Kita mengetahui teori pembelajaran Behaviorisme dan Konstruktivisme, teori tersebut yaitu perilaku dan kebiasaan. Para filsuf mempunyai keterkaitan atau hubungan tentang pemikiran filsafat, yang pada akhirnya tidak bisa lari dari pemikiran filsafat yang berhubungan dengan hakekat hidup. Apabila kita memikirkan tentang filsafat itu sendiri, maka kita tidak akan bisa melarikan diri dari pikiran kehidupan kita sendiri.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Filsafat adalah olah pikir, filsafat juga merupakan pemikiran-pemikiran para filsuf. Jika diriku hendak belajar filsafat, berarti aku harus mempelajari pemikiran-pemikiranpara filsuf. Seorang filsuf tidak akan mampu menghindaripikirannya. Maka aku juga tidak mampu menghindari pemikiran-pemikiran para filsuf. Itu artinya tidak seorang filsuf pun mampu melarikan diri dari filsafat, apalagi diriku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Obyek filsafat dapat berasal dari luar maupun dari dalam pikiran manusia. Filsafat juga dapat dibangun berdasarkan rasio (rasionalisme) maupun pengalaman (empirisme). Filsafat berasal dari pemikiran-pemikiran para filsuf. Adanya filsafat adalah buah dari pemikiran para filsuf. Kemudian, kita sebagai manusia yang mempelajari filsafat, maka secara tidak langsung, kita mempelajari pemikiran para filsuf. Nilai kebenaran dari filsafat adalah mutllak (absolutisme). Oleh karena itu, seorang filsuf saja tidak bisa terhindar dari filsafat, apalagi diriku sebagai orang yang mempelajarinya, tentu saja erat kaitannya dengan hal tersebut.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    “Tidak Seorang Filsufpun Mampu Melarikan Diri dari Filsafat, apalagi Diriku”. Prolog yang benar-benar membuat saya grogi untuk menuliskan kata-kata. Premis pertama adalah tidak seorang filsufpun mampu melarikan diri dari filsafat. Maka sebelum sampai pada analisis premis tersbut, harus diketahui terlebih dahulu “apa itu filsafat” sehingga bisa mengurumg seorang filsuf.

    Analisis saya, aktifitas utama dalam filsafat adalah berpikir (berpikir kritis) melihat yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian, saya rasa tiadalah manusia yang hidup tanpa berpikir. Dalam kehidupan sehari –hari, sering kita merasa bingung dan sudah tidak mampu berpikir. Padahal sesungguhnya “bingung” tersebut adalah awal dari pengetahuan kita. Pernah juga kita menyerah memikirkan suatu hal, dan memilih untuk bertanya. Dan nyatanya, pertanyaan juga awal dari ilmumu. Pertanyaan adalah awal dari berpikirmu. Oleh karena itu saya setuju bahwa tidak ada satu orangpun yang mampu lari dari filsafat.

    ReplyDelete
  8. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    “Tidak Seorang Filsufpun Mampu Melarikan Diri dari Filsafat, apalagi Diriku”, setiap manusia pasti berpikir, pasti memiliki olah pikir termasuk seorang filsuf. Seorang filsuf dibilang berfilsafat ketika mereka membuat elegi dengan olah pikirnya masing-masing. Dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa olah fikir, inilah maksud makna di atas, seorang filsuf saja tidak mampu menghindari olah pikirnya, apalagi kita. Karena semua orang pasti memiliki olah pikir, baik olah pikir yang sadar dan tidak sadar.

    ReplyDelete
  9. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Kembali lagi kepada hal yang selalu saya ingat dari perkuliahan Pak Marsigit bahwa "filsafat adalah dirimu sendiri". Maka tak ada seorangpun bisa melarikan diri dari filsafat karena filsafat adalah dirinya sendiri.

    ReplyDelete