Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 42: Filsuf Tak Mampu Melarikan Diri




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya bahwa ternyata Tidak Seorang Filsufpun Mampu Melarikan Diri dari Filsafat, apalagi Diriku.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

33 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Karena filsafat merupakan olah pikir yang reflektif dari manusia, maka jika saya boleh menganalisis, ini berkaitan dengan kehidupan manusia yang tidak bisa lepas dari olah pikir yang menjadi cerminan dari kehidupan masing-masing manusia. Maka jika dalam forum tanya jawab 42 ini dikemukakan bahwa filsuf tidak bisa melarikan diri dari filsafat merupakan pernyataan yang benar. Tidak hanya seorang filsuf yang tak bisa melarikan diri dari hasil pemikirannya sendiri, manusia yang notabene bukan seorang filsuf yang menciptakan gagasan dari filsafat itu sendiri pun tidak bisa melarikan diri dari filsafat. Karena pada hakikatnya mereka sudah berfilsafat dalam kehidupannya masing-masing. Cerminan filsafat yang bisa dikemukakan luas dalam segala hal yang ada dan yang mungkin ada dibatasi oleh ruang dan waktu merupakan cerminan ilmu pengetahuan yang bisa didefinisikan secara intensif dan ekstensif dalam dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Filsafat itu adalah olah pikir, filsafat itu adalah ilmu reflektif, dan sebebar-benarnya orang yang berfilsafat adalah orang mengacu atau berlandaskan pada pemikiran para filsuf. Filsafat sebagai olah pikir tidak akan terlepas dari kehidupan manusia termasuk para filsuf itu sendiri. Pemikiran-pemikiran filsuf itu sendiri terbentuk dari pengamatan-pengamatan dan kritikan mereka terhadap di sekitarnya. Jadi selama seseorang berpikir dan peka terhadap terhadap sekitarnya maka sesungguhnya ia sedang berfilsafat, maka dari itu para filsuf pun tidak akan mampu melarikan diri dari filsafat.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsuf tak mampu melarikan diri dari pikirannya sendiri. Menurut saya, seorang filsuf adalah seseorang yang pintar, yang selalu berpikir kritis, sistematis. Seorang filsuf akan selalu berpikir diminapaun dan kapanpun juga. Ia akan selalu berpikir sampai pada ia menemukan kebenaran yang berhubungan dengan eksistensinya sebagai manusia di dunia ini yang terbatas pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berfilsafat adalah mengolah akal pikiran. Setiap manusia dapat dikatakan sebagai seorang filsuf karena selama manusia masih bernapas maka manusia itu pasti berpikir, tidak ada satupun manusia yang hidup tanpa berpikir. Maka sesungguhnya tidak seorang filsuf pun mampu melarikan diri dari filsafat, apalagi diriku.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Makna filsafat sebenarnya adalah berfikir dan orang yang berfikir atau berfilsafat tadi disebut filusuf sehingga seorang filusuf tidak lepas dari filsafat. secara sederhana mungkin bahasanya seperti itu. Hal tersebut menurut opini saya.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Filsafat dan filsuf mempunyai hubungan terikat yang tak dapat dilepaskan. Seseorang dinamakan filsuf karena pemikiran-pemikiran yang dimilikinya dalam berfilsafat, sedangkan filsafat itu sendiri ada karena pemikiran dari para filsuf. Apa yang dipikirkan tidak bisa terpisah dari siapa pemikirnya. Dan seorang pemikir pun tidak dapat terpisah dari sesuatu yang dipikirkan atau yang dihasilkan dari buah pikirannya. Jadi, inilah yang dimaksudkan bahwa tidak seorang filsufpun mampu melarikan diri dari filsafat.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Seperti yang telah dibahas dalam forum sebelumnya, filsafat adalah diriku sendiri. Berarti, orang yang berfilsafat adalah orang yang menggambarkan dirinya sendiri. Para filsuf pun demikian, karena filsafat adalah diri sendiri, tidak ada orang yang dapat melarikan diri dari dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saat kita telah mengenal filsafat, mengetahui maknanya, maka kita diharapkan untuk menjadi orang yang dapat menembaptkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya, dapat berpikir kritis. Ini berarti bahwa seseorang yang telah mengenal filsafat, sudah seharusnya untuk terus berfilsafat, dalam arti sedalam-dalam dan seluas-luasnya, karena berhenti berfilsafat sama saja dengan tidak hidup.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah..
    Menurut Imanuel Kant, jika ingin melihat dunia maka cukup tengoklah saja pikiranmu. Dunia adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran. Sementara filsafat adalah olah pikir untuk mencari hakekat segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, metoda atau cara untuk melakukan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada serta baik dan buruknya atau etik dan estetikanya dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Tidak satupun filsuf yang dapat melarikan diri dari filsafat karena tidak ada filsuf yang tidak menggunakan dan mengolah pikirannya.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Analog dengan forum tanya jawab sebelumnya, bahwa seorang anti filsafat tidak akan mengenal dan memaknai hidupnya. Ketika seorang filsuf, artinya orang yang berfilsafat, maka makna dan hidupnya adalah perwujudan dari filsafatnya. Oleh karena itu, segala macam tindakan seorang filsuf merupakan hasil olah pikir dan berpikir sesuai dengan ruang dan waktunya. Kehidupannya didasarkan atas ontologi, epistemologi dan aksiologi filsafat yang dianutnya. Sehingga, ketika dia ingin melanjutkan kehidupannya, haruslah dia berfilsafat. Inilah mengapa seorang filsuf tak mampu melarikan diri, karena dia akan terus berfilsafat selama hidupnya.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Para filsuf mempunyai pemikiran yang pada hakekatnya kembali kepada kehidupan.
    Sejarah Filsafat Yunani juga memberikan manfaat yang besar terhadap perkembangan filsafat. Pemikiran-pemikiran modern ternyata merupakan turunan dari pemikiran filsuf Yunani. Sedangkan terkait dengan cara berpikir para filsuf Yunani, manfaatnya adalah mengaruniakan hati dan akal budi kepada manusia yang potensi kecerdasannya luar biasa, sebagaimana telah di contohkan oleh para filsuf Yunani dalam memanfaatkan hati dan akal budi mereka untuk mencari kebenaran dan memahami hakikat hidup. Jadi, seorang filsuf atau siapapun itu, maka akan sulit melupakan dan menghindari, pikiran, pengalaman dan kebiasaan yang pernah dilakukan karena itulah filsafatnya. Jalan hidup sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia bisa merubahnya dengan ikhtiar dan berdo'a tapi bisa berubah jika Tuhan berkehendak.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Seorang filsuf tentunya dalam hidupnya sebelumnya dia telah mengkaji dan mempelajari filsafat dengan menggunakan pikiran dan pengalamannya, membaca dan merenungkan, mengalami dan memikirkan, sehingga bagaimana filsuf mampu meninggalkan pikiran dan pengalamannya. Manusia terikat ruang dan waktu, terikat oleh waktunya yang sekarang dan terikat oleh waktunya yang dulu atau disebut masa lalu. Kita mengetahui teori pembelajaran Behaviorisme dan Konstruktivisme, teori tersebut yaitu perilaku dan kebiasaan. Para filsuf mempunyai keterkaitan atau hubungan tentang pemikiran filsafat, yang pada akhirnya tidak bisa lari dari pemikiran filsafat yang berhubungan dengan hakekat hidup. Apabila kita memikirkan tentang filsafat itu sendiri, maka kita tidak akan bisa melarikan diri dari pikiran kehidupan kita sendiri.

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Filsafat adalah olah pikir, filsafat juga merupakan pemikiran-pemikiran para filsuf. Jika diriku hendak belajar filsafat, berarti aku harus mempelajari pemikiran-pemikiranpara filsuf. Seorang filsuf tidak akan mampu menghindaripikirannya. Maka aku juga tidak mampu menghindari pemikiran-pemikiran para filsuf. Itu artinya tidak seorang filsuf pun mampu melarikan diri dari filsafat, apalagi diriku.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  14. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Obyek filsafat dapat berasal dari luar maupun dari dalam pikiran manusia. Filsafat juga dapat dibangun berdasarkan rasio (rasionalisme) maupun pengalaman (empirisme). Filsafat berasal dari pemikiran-pemikiran para filsuf. Adanya filsafat adalah buah dari pemikiran para filsuf. Kemudian, kita sebagai manusia yang mempelajari filsafat, maka secara tidak langsung, kita mempelajari pemikiran para filsuf. Nilai kebenaran dari filsafat adalah mutllak (absolutisme). Oleh karena itu, seorang filsuf saja tidak bisa terhindar dari filsafat, apalagi diriku sebagai orang yang mempelajarinya, tentu saja erat kaitannya dengan hal tersebut.

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    “Tidak Seorang Filsufpun Mampu Melarikan Diri dari Filsafat, apalagi Diriku”. Prolog yang benar-benar membuat saya grogi untuk menuliskan kata-kata. Premis pertama adalah tidak seorang filsufpun mampu melarikan diri dari filsafat. Maka sebelum sampai pada analisis premis tersbut, harus diketahui terlebih dahulu “apa itu filsafat” sehingga bisa mengurumg seorang filsuf.

    Analisis saya, aktifitas utama dalam filsafat adalah berpikir (berpikir kritis) melihat yang ada dan yang mungkin ada. Kemudian, saya rasa tiadalah manusia yang hidup tanpa berpikir. Dalam kehidupan sehari –hari, sering kita merasa bingung dan sudah tidak mampu berpikir. Padahal sesungguhnya “bingung” tersebut adalah awal dari pengetahuan kita. Pernah juga kita menyerah memikirkan suatu hal, dan memilih untuk bertanya. Dan nyatanya, pertanyaan juga awal dari ilmumu. Pertanyaan adalah awal dari berpikirmu. Oleh karena itu saya setuju bahwa tidak ada satu orangpun yang mampu lari dari filsafat.

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    “Tidak Seorang Filsufpun Mampu Melarikan Diri dari Filsafat, apalagi Diriku”, setiap manusia pasti berpikir, pasti memiliki olah pikir termasuk seorang filsuf. Seorang filsuf dibilang berfilsafat ketika mereka membuat elegi dengan olah pikirnya masing-masing. Dan tidak mungkin seseorang hidup tanpa olah fikir, inilah maksud makna di atas, seorang filsuf saja tidak mampu menghindari olah pikirnya, apalagi kita. Karena semua orang pasti memiliki olah pikir, baik olah pikir yang sadar dan tidak sadar.

    ReplyDelete
  17. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Kembali lagi kepada hal yang selalu saya ingat dari perkuliahan Pak Marsigit bahwa "filsafat adalah dirimu sendiri". Maka tak ada seorangpun bisa melarikan diri dari filsafat karena filsafat adalah dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Inti dari filsafat adalah berpikir secara mendalam dan luas, atau lebih umum inti dari filsafat adalah berpikir. Sedangkan manusia tak akan hidup jika dia tidak berpikir. Sehingga manusia tidak akan mampu untuk melarikan diri dari proses berpikir, dengan kata lain manusia tidak akan mampu untuk melarikan diri dari filsafat. Karena setiap manusia senantiasa dihadapkan dengan pilihan-pilihan dan kontradiksi-kontradiksi, sehingga manusia akan selalu berpikir (berfilsafat)

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Filsafat adalah diriku sendiri, dan diriku adalah pikiranku sendiri, sehingga orang lain bahkan filsufpun tidak akan mampu melarikan diri dari filsafat karena merupakan pikirannya sendiri. Filsufpun tidak mampu melarikan diri dari filsafat, apalagi diriku, tentu tidak akan mampu melarikan diri dari filsafat pula, karena dengan berfilsafat maka kita dituntut untuk berpikir kritis dan dalam berfilsafat juga dibutuhkan keikhlasan

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Filsafat itu adalah berolah pikir, olah pikir itu selalu ada dalam benak manusia. Maka dalam kehidupan sehari-hari sangat tidak mungkin jika kita tidak melakukan proses berpikir. Sehingga kita tidak akan lari tidak akan bisa jika tidak berfilsafat. Maka orang itu bisa dikatakan bijaksana apabila mengerti caranya menggunakan filsafat untuk dapat membantu kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bisa menyesuaikan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  21. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sebagaimana uraian pada Forum Tanya Jawab 41: Anti Filsafat, bahwasannya yang anti filsafat ternyata adalah filsafat. Maka yang anti filsafat pun tidak mampu melarikan diri dari filsafat. Maka yang seorang filsuf pun tidak mampu melarikan diri dari filsafat. Maka diriku pun tidak mampu melarikan diri dari filsafat karena sebenar-benar filsafat selalu ada dalam kehidupan kita.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Perjalanan hidup pasti selalu terkait dengan filsafat. Kita tidak mungkin bisa melarikan diri dari filsafat karena filsafat itu melingkupi yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga hari-hari yang kita lalui adalah filsafat sekalipun tidur tetap filsafat.

    ReplyDelete
  23. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saat kita telah mengenal filsafat, mengetahui maknanya, maka kita diharapkan untuk menjadi orang yang dapat menembaptkan diri sesuai dengan ruang dan waktunya, dapat berpikir kritis. Ini berarti bahwa seseorang yang telah mengenal filsafat, sudah seharusnya untuk terus berfilsafat, dalam arti sedalam-dalam dan seluas-luasnya, karena berhenti berfilsafat sama saja dengan tidak hidup

    ReplyDelete
  24. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Jika ada orang yang berkata bahwa dunia itu selalu berubah, tiadapun yang tidak berubah. Sesungguhnya, pernyataan itu hanya separuh dunia saja, jika hanya selalu berubah. Karena separuh dunia itu sifatnya tetap, buktinya dari kecil sekarang hingga nanti ketika meninggal pun, kita tetaplah ciptaan Allah SWT. Tidak ada yang bisa membantahnya. Kita tak mampu melarikan diri, filsufpun juga tak mampu.

    ReplyDelete
  25. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    filsafat merupakan olah pikir dan olah hati yang terdapat manusia, lalu bagaimana manusia sebagai seorang filsuf dapat melarikan diri? dari dirinya sendiri saja seorang filsuf tidak akan mampu melarikan diri.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  26. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Filsafat adalah mempelajari apa yang ada dan mungkin ada melalui olah pikir. Mengada adalah cara kita dalam berfilsafat dimana kita secara alamiah akan mengada, sedari lahir di dunia pun kita dikodratkan untuk mengada. dan tidak mungkin kita tidak mengada, karena kita tidak akan bisa hidup tanpa mengada, maka tidaklah mungkin kita dapat menghindari filsafat.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Hidup ini tidak bisa terlepas dari filsafat, karena setiap individu adalah filsafat itu sendiri. Bahkan seorang filsuf yang sudah begitu paham dan ahli dalam bidang filsafat pun tidak bisa terlepas dari filsafat, apalagi dengan diri ku ini yang sudah jelas-jelas adalah filsafat, tetapi belum memiliki ilmu filsafat sedikit pun, maka diri ini tidak mampu untuk melarikan diri dari filsafat. Kita baru akan bisa lari dari filsafat jika kita sudah tidak lagi hidup dalam kehidupan ini, bahkan ketika tidur pun kita tidak bisa lari dari filsafat, meskipun ketika tidur kita tidak kita beristirahat berpikir.

    ReplyDelete
  28. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menurut Imanuel Kant, jika ingin melihat dunia maka cukup tengoklah saja pikiranmu. Dunia adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran. Sementara filsafat adalah olah pikir untuk mencari hakekat segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada, metoda atau cara untuk melakukan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada serta baik dan buruknya atau etik dan estetikanya dari sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Tidak satupun filsuf yang dapat melarikan diri dari filsafat karena tidak ada filsuf yang tidak menggunakan dan mengolah pikirannya.

    ReplyDelete
  29. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Tulisan sangat menarik menurut. Dalam dunia pemikiran, seorang filfus tidak akan bisa melarikan diri dari pikiran dan objek pemikirannya sendiri. Pemikiran para filsuf adalah pemikiran dialektis-analitis-kritis. Para filsuf adalah para pemikir ulung. Bisa mereka berakhir pada kebijaksanaan dan bisa pula berakhir pada kegilaan. Untuk yang tersebut terakhir itu adalah petaka yang musti dihindari.

    ReplyDelete
  30. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Setiap aspek dalam hidup mencakup filsafat maka tidak akan mampu bagi kita untuk menolak apalagi menghindarinya. Berfilsafat berarti berolah pikr dan olah pikir selalu dilakukan oleh setiap orang, tak ada satupun waktu yang kita lewatkan tanpa berpikir kecuali tidur/mati (namun tidur juga termasuk wilayah cakupan filsafat dengan istilah mitos (mitos dalam filsafat artinya berhenti berpikir)) bila dalam keaadan tidur (berhenti berfikir) juga termasuk filsafat maka tidak ada jalan atau kesempatan untuk melepaskan diri dari kegiatan berfilsafat itu.

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Karena filsafat merupakan olah pikir yang reflektif dari manusia, maka jika saya boleh menganalisis, ini berkaitan dengan kehidupan manusia yang tidak bisa lepas dari olah pikir yang menjadi cerminan dari kehidupan masing-masing manusia. Maka jika dalam forum tanya jawab 42 ini dikemukakan bahwa filsuf tidak bisa melarikan diri dari filsafat merupakan pernyataan yang benar. Tidak hanya seorang filsuf yang tak bisa melarikan diri dari hasil pemikirannya sendiri, manusia yang notabene bukan seorang filsuf yang menciptakan gagasan dari filsafat itu sendiri pun tidak bisa melarikan diri dari filsafat. Karena pada hakikatnya mereka sudah berfilsafat dalam kehidupannya masing-masing. Cerminan filsafat yang bisa dikemukakan luas dalam segala hal yang ada dan yang mungkin ada dibatasi oleh ruang dan waktu merupakan cerminan ilmu pengetahuan yang bisa didefinisikan secara intensif dan ekstensif dalam dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  32. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Filsuf adalah orang yang berfilsafat. Filsuf adalah ahli filsafat, ahli olah pikir, ahli pengolah pikiran masing-masing. Menurut saya, tidaklah mungkin filsuf memperoleh apa yang dikemukakan secara tiba-tiba, membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk memperoleh hasil olah pikir mereka. Tidaklah seseorang menjadi bijaksana dalam waktu satu malam, diperlukan pengalaman-pengalaman dan refleksi yang mendalam sebelum seseorang tersebut benar-benar bijak yang sebijak-bijaknya. Hal yang sama dengan filsuf, tidakpun mereka membutuhkan waktu yang lama, para filsuf pastinya membutuhkan waktu merefleksikan apa yang mereka pikirkan, sedikit apapun waktu yang digunakan. Sementara itu, berpikir bagi para filsuf (menurut saya) adalah sebuah kegiatan rutin (dan mungkin spontan), yang apabila tidak dilakukan akan menimbulkan sebuah kekosongan dalam jiwa mereka masing-masing. Filsuf tentu saja tidak dapt melarikan diri dari filsafat, filsuf akan senantiasa berpikir, akan senantiasa mencari hakikat, mencari kebijaksanaan, yang dapat mereka gapai melalui proses mereka berfilsafat.z

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Menjalani hidup menuntut kita untuk selalu belajar dan berpikir. Filsafat dikatakan merupakan salah satu bentuk olah pikir, sehingga siapa saja yang berfikir, maka ia berfilsafat. Dengan demikian, tiadalah yang dapat lepas dari pengaruh filsafat jika ia selalu belajar dan berpikir.

    ReplyDelete