Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 46: Refleksi Tentang Orang yang Paling Berbahaya di Dunia




Karena menurut saya isinya yang cukup penting, maka saya ingin mempostingkan kembali pendapat Ibu Karina tentang Orang yang Paling Berbahaya berikut ini:

KARINA PPS PSN KIMIA 2010

Karina said...

"Assalamualaikum Wr. Wb.........Bismillah .....

Orang paling berbahaya di dunia.....siapakah dia?

Ternyata berdasarkan pendapat teman - teman diatas sangat variatif dengan berbagai sudut pandang...


Bagi saya orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang mencetak orang lain menjadi seperti apa yang diinginkannya, dengan demikian orang seperti ini dapat bertindak arogansi dan intimidasi membenarkan berbagai cara untuk mewujudkan apa yang diinginkannya tersebut.

Sebagai contoh seorang orang tua selalu meremote perkembangan anaknya, segala sesuatu yang harus dilakukan anaknya sudah diatur menurut keinginan dan kehendaknya yang menurut orang tua tersebut baik, tapi pada dasarnya belum tentu....tanpa memperhatikan sedikitpun ataupun menanyakan kemauan anak itu sendiri sehingga suatu saat tidak menutup kemungkinan anak tersebut akan menjadi anak yang berontak karena sudah tak mampu mengikuti semua keinginan orang tuanya.

Satu sisi dia juga punya keinginan yang sesuai dengan hatinya, karena pada intinya akan jauh lebih baik jika kita melakukan keputusan hendaknya kita rembukkan bersama sehingga diharapkan apa yang diputuskan nanti tidak berefek buruk kepada siapapun.

Karena harus kita sadari tidak ada jaminan bahwa setiap apa yang kita anggap benar adalah kebenaran bagi orang lain, termasuk orang tua tak bukanlah sosok sempurna tanpa celah salah, maka jangan berpikir apapun yang kita pikirkan dan kita buat adalah BENAR.....

Atau sebagai contoh lain, profesi kita sebagai seorang guru kita punya keinginan siswa kita menyenangi mata pelajaran yang kita ampu sehingga jika hal ini tidak kita dapatkan kita marah, kesal, kecewa yang padahal senang atau tidak siswa adalah sepenuhnya hak mereka kita tidak dapat memaksakan itu....

Tapi pada kenyataannya kan tidak sebagai refleksi diri, kadang kita mau siswa kita bisa memahami pelajaran seperti yang kita harapkan padahal mungkin saja ilmu kita juga belum sempurna....

Marilah kita belajar memasuki kerangka pemikiran anak kita/siswa kita agar kita dapat berjalan seiringan tanpa ada yang merasa ditekan.

Maka dari itu orang yang paling berbahaya di dunia adalah diriku sendiri disaaat aku ingin menjadikan orang sesuai keinginanku sehingga membuat orang lain mati suri tanpa ide, sepi kreatifitas,membuat orang lain berjalan pada papan titian yang rapuh apadahal ada jalan lain yang lebih kokoh, menjadikan orang lain sebagi pelaksana imaginasi dan halusinasi diri....

Astagfirullah ampunankan sifatku yang sedimikian Ya Rabb..........."



Demikianlah selanjutnya bisa ditanggapi.

Marsigit

32 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Menurut saya orang tua yang selalu meremote perkembangan anaknya juga termasuk orang yang munafik, dan orang yang paling berbahaya itu adalah orang munafik. Orang tua selalu berdalih itu demi kebaikan sang anak untuk masa depannya, akn tetapi dala hati kecilnya ia ingin menjadikan anaknya sebagai alat pamer kebangggan karena jika anaknya menjadi apa yang orang tua inginkan maka ia dengan yang akn mendapatkan kesenangannya dan puas dengan hasil kerja kerasnya mendidik anaknya. Padahal belum tentu juga itu semua demi kebaikan anaknya. Begitu juga guru yang berusaha mencetak murid-muridnya seperti apa yang ia inginkan.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Saya setuju jika orang yang paling berbahaya adalah seseorang yang memaksakan kehendaknya sendiri kepada orang lain. Apalagi orang yang determinis dengan orang lain. Ketika ada seseorang menilai orang lain sesuka hatinya sendiri maka orang tersebut secara tidak langsung sedang menghakimi dirinya sendiri. Sifat seperti ini adalah sifat yang tidak baik dan memang sudah selayaknya kita hindari. Kita sudah sepatutnya tidak melakukan tindakan yang membuat kita menjadi orang yang berbahaya di dunia.

    ReplyDelete
  3. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut apa yang tertulis dalam postingan di atas, saya menyadari dua hal. Pertama, benar sekali bahwa seseorang memang memiliki kecenderungan untuk membuat orang lain seperti halnya dirinya. Kedua, benar pula bahwa sebagian dari diri saya adalah cetakan dari orang lain. Akibatnya, saya menjadi tidak berkembang, susah dalam mengungkapkan gagasan dan ide, terlebih terkadang saya ragu akan kemampuan saya sendiri. Saya takut berbeda dengan yang lain, padahal yang spesial pada diri saya adalah yang berbeda dengan orang lain.

    ReplyDelete
  4. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    refleksi di atas mengingatkan saya akan seorang teman yang juga mengalami hal demikian. Di mana orang tuanya terkesan memaksakan kehendaknya untuk memilih salah satu jurusan di Universitas padahal anak tersebut lebih tertarik dengan jurusan lain yang lebih dia senangi dan sesuai dengan pasionnya. Namun karena desakan orang tua maka teman saya ini memutuskan untuk mengikuti kehendak orang tuanya. Hasilnya bisa dikatakan jauh dari apa yang diharapkan oleh orang tuanya. Anak tersebut sebenarnya adalah anak yang cerdas dan rajin dengan segudang prestasi sewaktu di sekolah menengah, namun karena jurusan pada saat kuliah tidak sesuai keinginan, maka ia terkenal sebagai mahasiswa yang sedikit membangkan, suka bolos kuliah, dan sebagianya serta hingga saat ini belum menyelesaikan tugas akhirnya. Cerita di atas menandakan bahwa tidak sepatutnya seseorang terlalu memaksakan kehendak kepada orang lain, termasuk orang tua kepada anaknya karena ke depannya agak menghasilkan dampak yang negatif. Termasuk juga sebagai seorang guru atau calon guru matematika, menurut saya tidak etis kalau guru tersebut sangat memaksakan semua siswanya untuk mengerti dan mampu menggunakan operasi-operasi, prinsip dalam matematika, karena setiap anak mempunyai ketertarikan sendiri pada bidang tertentu

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Saya sangat setuju dengan pendapat yang dituliskan di atas. Orang tua yang terlalu mengekang anaknya dan memaksa anaknya menjadi seperti apa yang diinginkannya adalah hal yang sangat tidak baik. Kasihan sang anak yang tidak dapat melakukan sesuatu seperti apa yang dia inginkan. si anak menjadi serba bingung harus memilih yang mana diantara dia harus menurut kepada orangtuanya ataukah dia harus melakukan apa yang menjadi keinginannya sendiri. oleh karenanya sebagai orang tua sebaiknya mendukung hal positif yang dilakukan anak bukannya melarang dan mengaur anak sesuai kemauan orangtua tanpa mendengarkan sedikitpun pendapat si anak.

    ReplyDelete

  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Orang yang paling berbahaya didunia ini adalah orang yang tidak bertanggung jawab terlebih bertanggung jawab terhadap hati nuraninya sendiri. Dengan memiliki tanggung jawab dalam kebebasan untuk berpikir memiliki hubungan dengan etika yang dimiliki oleh seseorang sehingga kemudian ia mampu merumuskan berbagai pemikirannya dan berbagi kepada orang lain.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Setiap manusia memiliki kesempatan untuk menjadi orang yang paling berbahaya di dunia karena manusia memiliki akal dan nafsu. Keinginan atau nafsu yang berlebihan mendorong kita untuk melakukan sesuatu yang dapat berakibat baik maupun buruk. Di saat manusia memiliki kekuasaan terhadap sesuatu, manusia cenderung memaksakan keinginannya tersebut kepada orang lain agar semua berjalan sesuai dengan keinginannya. Padahal hal tersebut belum tentu baik bagi orang lain.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Setelah membaca postingan ini saya menyadari bahwa sesungguhnya diri kita sendiri bisa menjadi orang yang sangat berbahaya manakala dalam keseharian kita masih bersikap egois terhadap sesama, menuntut sesama untuk mengindahkan apa yang kita inginkan. Sikap egois membuat kita mengatur dan membatasi kebebasan orang lain dalam melakukan apa saja. Semoga kita bisa menjauhkan diri dari keegoan kita masing-masing.

    ReplyDelete
  9. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Selain itu, ada satu kalimat yang menarik perhatian saya bahwa kita tidak bolehmenganggap diri benar .” Karena harus kita sadari tidak ada jaminan bahwa setiap apa yang kita anggap benar adalah kebenaran bagi orang lain, termasuk orang tua tak bukanlah sosok sempurna tanpa celah salah, maka jangan berpikir apapun yang kita pikirkan dan kita buat adalah BENAR....” perlu bagi kita untuk selalu merefleksikan diri, memandang kembali apa yang kita putuskan dan lalukan setiap hari karena sesuatu yang bersifat benar jaraknya setipis benang dengan hal yang salah. Jadi seperti yang dikatakan, orang yang paling berbahaya adalah diriku sendiri yang memaksa orang lain melakukan hal yang kuinginnkan.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan refleksi tersebut, orang paling berbahaya di dunia adalah orang yang mencetak orang lain menjadi seperti yang diinginkannya. Sebagai contoh adalah guru yang tidak memberikan kesempatan kepada muridnya dan menginginkan sang murid hanya mengikuti perintahnya. Menurut saya, itu berarti bahwa guru menutupi sifat-sifat muridnya. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa orang yang berbahaya di dunia adalah orang yang menikmati kegiatan menutupi sifat orang lain.

    ReplyDelete
  11. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Berdasarkan artikel di atas, orang yang paling berbahaya adalah orang yang mengintimidasi orang lain, yang memaksakan segala kehendaknya kepada orang lain. Ia mengharapkan orang lain harus menjadi seperti yang diinginkannya, tanpa memberikan kesempatan atau kebebasan kepada orang lain tersebut untuk bertindak menurut hati dan pikirannya. Jika terdapat guru yang demikian, bisa dikatakan bahwa guru tersebut berbahaya. Mereka memaksakan kehendaknya kepada siswa. sehingga siswa tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan bebas. Salah satu contohnya adalah ketika guru merasa bahwa dirinya yang paling pintar dan paling benar. Selalu memandang bahwa jawaban siswa yang tidak sesuai dengan jawabannya akan salah. Hal ini justru akan mematikan kreatifitas siswa. dan melemahkan kepercayaan diri siswa. praktik guru seperti itu masih banyak terjadi, terutama pada sekolah dasar.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sebelumnya, saja juga telah hadir dalam forum tanya jawab tentang siapa orang paling berbahaya di dunia ini. Pada forum ini ditunjukkan refleksi tentang orang yang paling berbahaya di dunia menurut saudari Karina. Saya setuju bahwa orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah orang yang memaksakan kehendaknya kepada orang lain, tanpa memperhatikan keinginan atau perasaan orang lain tersebut. Contohnya di dalam pendidikan adalah ketika seorang guru memberikan tugas yang sangat banyak kepada siswa-siswanya dengan harapan siswa mampu menguasai materi seingga lulus ujuan nasional dengan nilai yang baik.
    Hal tersebut adalah salah karena siswa akan menjadi depresi dan tertekan. Inilah seorang guru yang berbahaya bagi muridnya. Namun, harus ada solusi dari permasalahan ini aar guru tidak menjadi orang paling berbahaya. Yaitu dengan menerapkan pembelajaran kreatif dan inovatif. Pembelajaran yang berpusat [pada siswa. Sehingga siswa tidak menjadi korban otoriter gurunya.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Kebenaran dapat bersifat relatif dan absolut. Kebenaran yang absolut artinya kebenaran yang berdasarkan fakta. Kebenaran relatif merupakan kebenaran yang ukurannya dari pendapat diri sendiri secara subjektif. Kebenaran yang kita anggap benar, belum tentu benar pula di hadapan orang lain, belum tentu benar pula di hadapan Allah SWT. Seperti pada contoh kasus yang diulas pada Elegi di atas, ada orang tua yang ingin anaknya begini, ingin anaknya menjadi ini. Hal tersebut belum tentu sama atau sesuai dengan keinginan anak tersebut. Ada anak yang patuh dan mengikuti kehendak orang tua, namun tidak sedikit anak yang memberontak. Tidak jauh berbeda dengan seorang guru yang menginginkan siswanya sesuai apa keinginannya. Setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda, sehingga bukan hak guru untuk mengaturnya harus sesuai apa yang guru inginkan. Akan tetapi, guru yang bijakadalah guru yang mengusahakan yang terbaik bagi para siswa nya, bukan yang memaksakan kehendaknya.

    ReplyDelete
  14. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Seorang anak memiliki potensi untuk dapat berkembang. Seorang anak itu unik, terkadang butuh ilmu untuk bisa mengertikannya. Pasti setiap anak mempunyai keinginan untuk dapat menyampaikan keinginannya, ide-idenya, kreativitasnya dengan cara mereka masing-masing. Mereka akan mengungkapkan rasa senang, kesedihan dengan berbagai cara. Mereka akan melakukan hal-hal sesuai dengan minatnya masing-masing. Keinginan mereka adalah untuk bisa dihargai atas ide dan keputusannya. Tetapi tidak semua anak dapat melakukannya. Tidak semua anak memperoleh kesempatan untuk berkreativitas dan memiliki pendapat. Mengurung kreativitas dan minat anak agar sesuai dengan keinginan kita merupakan hal yang berbahaya. Dan saya setuju bahwa orang yang paling berbahaya adalah ketika seseorang mencetak orang lain sesuai dengan keinginannya.

    ReplyDelete
  15. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Alhamdulilah. Ada rasa senang dan bahagia ketika saya menemukan ulasan ini. Betapa tida? Lewat ulasan inilah akan saya ketahui siapa orang paling berbahaya menurut pemikiran orang lain.

    Terimakasih Prof atas ilmu yang dibagikan
    Saya setuju dengan pendapat Saudari Karina, jika orang yang membuat orang lainnya sama seperti orang tersebut. Saya melihat bahwa di sini disampaikan adanya konsep “subjek menutup kesempatan predikat”. Saya juga tertarik dengan kasus yang diangkat oleh saudari Karina yaitu tentang guru yang terkesan memaksakan siswanya untuk menyukai mata pelajaran yang diampu guru tersebut. Sungguh, dalam hal ini guru tersebut adalah sedang menutup kesempatan siswanya. Maka orang yang menutup kesempatan orang lain adalah orang yang berbahaya di dunia.

    ReplyDelete
  16. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari elegi diatas dapat di tarik kesimpulan bahwasanya yang paling berbahaya adalah diri kita. Karena diri kita memiliki keinginan untuk menjalani hidup sesuai keinginan kita. Hingga mengatur orang lain agar menjadi sesuai yang kita inginkan. Inilah yang harus kita jauhi. Janganlah menjadi seseorang yang arogansi dan intimidasi , orang yang suka mengintimidasi seseorang itulah akan membahayakan diri kita dan orang lain.

    ReplyDelete
  17. Rigia Tirza Hardini
    17702251026
    S2 PEP B

    Elegi ini membuat saya sadar bahwa kesombongan itu memang berbahaya. Saat kita mempunyai keinginan untuk mencetak orang lain sesuai dengan keinginan kita, maka secara tidak langsung kita telah berlaku sombong karena menganggap diri kita yang terbaik sehingga menimpakan pikiran kita untuk dilakukan orang lain.
    Hakekat sekolah adalah menjawab kebutuhan siswa bukan mencetak siswa sesuai keinginan guru, orangtua ataupun negara. Setiap anak memiliki keunikan, tidaklah baik mengabaikan keunikannya dan malah menjadikannya orang lain dengan mencetaknya sama seperti yang kita inginkan.

    ReplyDelete
  18. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami pernah membaca kutiban dari Rene Descartes pada suatu buku. Rene Descartes mengatakan bahwa “pikiran-pikiran yang agung mampu melakukan kesesatan-kesesatan yang agung maupun kebijakan-kebijakan yang agung”(Hardiman, 2007:34). Pemikiran tentang orang yang paling berbahaya sesungguhnya tergantung dari sudut pandang bagaimana seseorang melihatnya. Sebagai seorang pendidik kami harus mampu bijaksana dalam menggunakan pemikiran kami. Kami tidak boleh untuk memaksakan pemikiran kami kepada orang lain termasuk siswa-siswa kami karena dengan demikian kami akan menjadi orang yang berbahaya bagi mereka yaitu menjadi orang yang menghambat kreatifitas-kreatifitas anak didik kami.

    Referensi:
    Hardiman, F. B. (2007). Filsafat Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

    ReplyDelete
  19. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Setiap individu itu mempunyai kebebasan dalam berpikir. Sehingga pendapat, pemikirannya pun berbeda antar sesama individu. Semua mempunya kelebihan dan kekurangan. Maka jika kita terlalu memaksakan kehendak kita kepada orang lain itu merupakan suatu pemaksaan. Dan pemaksaan seperti hal tersebut merupakan orang yang paling berbahaya di dunia. Karena sesungguhnya setiap orang sudah mempunyai keistimewaan dan karakter masing-masing. Dengan karakter yang berbeda-beda itu setiap individu akan saling melengkapi. Apabila kita memaksakan kehendak kita sesuai yang kita inginkan nantinya hasilnya pun tidak akan maksimal dan tidak akan menjadi berkah.

    ReplyDelete
  20. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Orang yang paling berbahaya di dunia adalah diri kita, karena ketika kita tidak mampu untuk melawan segala hawa nafsu kita, kita akan berada dalam jalan yang sesat dan menyesatkan orang lain. Ketika kita mampu memahami diri kita dan mampu mengendalikan segala hawa nafsu yang ada pada diri kita, maka kita akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  21. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Setiap manusia adalah pemimpin. Memimpin yang paling fundamen adalah memimpin diri sendiri. Diri sendiri adalah musuh terbesar bagi siapapun. Orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang gagal dalam memimpin diri sendiri dan membawa kemudaratan bagi diri sendiri maupun orang lain.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Refleksi Tentang Orang yang Paling Berbahaya di Dunia adalah orang yang mencetak orang lain sesuai dengan kehendaknya. Orang yang tercetak karena keinginan orang lain tidak bisa menjadi dirinya sendiri karena ia berada dibawah tekanan orang yang mencetaknya dan ia pun tidak akan bisa mengembangkan kreativitasnya. Akibatnya lambat laun ia mungkin akan memberontak dan bahkan akan lebih membahayakan lagi daripada orang yang telah mencetaknya tadi. Sebagai calon pendidik ataupun orang tua seharusnya anak/ siswa diberi kebebasan untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga ia dapat mengembangkan kreativitasnya. Dan bagi pendidik dan orang tua semestinya menjadi fasilitator, motivator, dan mengarahkan anak-anaknya ke arah yang positif dan bermanfaat.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Ketika ditannya orang yang paling berbahaya di dunia, pastilah setiap orang memiliki berbagai macam pendapat. Pendapat yang diberikan Ibu Karina adalah bahwa oran yang paling berbahaya di dunia ini adalah diriku sendiri disaaat aku ingin menjadikan orang sesuai keinginanku. Ketika aku ingin seseorang menjadi sesuai kehendakku maka sebenarnya aku telah menjadi seorang determin. Maka dengan menjadi seorang determin maka aku telah melakukan kerusakan dimuka bumi ini. Dan sebenar-benar kerusakan di dunia bukanlah ketika kita merusak alamnya, tetapi ketika kita merusak generasi penerus.

    ReplyDelete
  24. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan refleksi tersebut, orang paling berbahaya di dunia adalah orang yang mencetak orang lain menjadi seperti yang diinginkannya. Sebagai contoh adalah guru yang tidak memberikan kesempatan kepada muridnya dan menginginkan sang murid hanya mengikuti perintahnya. Menurut saya, itu berarti bahwa guru menutupi sifat-sifat muridnya. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa orang yang berbahaya di dunia adalah orang yang menikmati kegiatan menutupi sifat orang lain

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Orang yang berbahaya adalah orang yang menginginkan orang lain memenuhi suatu standar, tanpa memeriksa terlebih dahulu apakah dirinya sendiri sudah memenuhi standar yang dia harapkan dari orang lain. Orang yang tidak menerapkan double standard dimana ia hanya membuat standard untuk orang lain tanpa membuat standar untuk dirinya sendiri. Orang yang berbahaya adalah orang yang memaksakan orang lainlebih dari dia mampu memperbaiki dirinya melalui proses refleksi diri.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    setelah membaca postingan diatas, sebagai manusia kita tidak memiliki hak untuk membenarkan maupun menyalahkan namun itu bergantung ruang dan waktu. seperti misalnya sebagai seorang pendidik dan pengasuh kita harus memberikan hak kepada anak untuk memiliki sikap demokratis. namun pada suatu persidangan tentu tidak sama halnya dengan kasus tersebut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang menjadikan kesombongan dan keegoan sebagai dasar untuk bertindakak. Sesungguhnya kesombongan dan keegoaan akan membawa kita pada kehancuran. Semoga kita dijauhkan dari keegoisan dan kesombongan. Aamiin!!

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Orang paling berbahaya adalah seseorang yang memaksakan kehendaknya pada orang lain, orang lain harus mengikuti jalan berpikirnya, tanpa memikirkan kemungkinan perbedaan dan hak seseorang untuk mengeksplorasi pendapat maupun pemikirannya. Hakikatnya setiap manusia berbeda-beda, sifatnya, karekternya, maupun pola pikirnya, sehingga siapapun memiliki kebebasan akan perbedaan itu. Menyatukan keinginan tidak harus melalui kehendak atau keputusan sebelah satu pihak namun dengan mendiskusikannya dan mecari kemungkinan kesamaan akan lebih baik untuk hal itu.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Menurut saya orang tua yang selalu meremote perkembangan anaknya juga termasuk orang yang munafik, dan orang yang paling berbahaya itu adalah orang munafik. Orang tua selalu berdalih itu demi kebaikan sang anak untuk masa depannya, akn tetapi dala hati kecilnya ia ingin menjadikan anaknya sebagai alat pamer kebangggan karena jika anaknya menjadi apa yang orang tua inginkan maka ia dengan yang akn mendapatkan kesenangannya dan puas dengan hasil kerja kerasnya mendidik anaknya. Padahal belum tentu juga itu semua demi kebaikan anaknya. Begitu juga guru yang berusaha mencetak murid-muridnya seperti apa yang ia inginkan.

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kekuatan, berasal dari dalam diri setiap manusia. Baik kekuatan fisik maupun pikiran. Dengan segala yang manusia miliki, pantas kiranya jika ia dapat memahami dirinya dengan baik guna memeroleh apa yang ia inginkan. Tujuan hidup setiap manusia berbeda, sehingga proses menujunya juga berbeda jalan yang dilalui. Proses yang mengajarkan banyak hal inilah yang menempa manusia menjadi manusia yang lebih baik. Sehingga, orang yang paling berbahaya di dunia adalah orang yang memahami dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  32. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Saya setuju dengan pendapat Prof. Marsigit bahwa orang yang paling berbahaya di dunia ini adalah diriku sendiri disaat kita menjadikan seseorang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Ketika kita menginginkan seseorang menjadi sesuai kehendak kita maka orang tersebut akan terkekang, tidak berkembang, bahkan ia akan merasa dirinya tidak mempunyai kemampuan apapun. Padahal dibalik itu, orang tersebut pasti memiliki suatu kelebihan yang tidak dimiliki orang lain.

    ReplyDelete