Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 34: Tidak Percaya Hukum Sebab Akibat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menentukan sikapku, apakah aku harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

12 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Saya termasuk salah satu yang meyakini adanya hukum sebab akibat. Setiap perbuatan pasti akan menuai akibatnya. Setiap kejadian pasti ada sebabnya. Hal ini saya jadikan keyakinan saya sehingga saya lebih berhati-hati dalam bertindak terutama yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. Di dalam Al-qur’an telah disebutkan bahwa segala perbuatan entah itu baik atau buruk, kelak mendapat balasannya. Bukankah itu merupakan hukum sebab akibat? Apajadinya jika sebagai manusia kita tidak mempercayai adanya hukum tersebut. pastinya kita akan berkehendak semau kita.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu atau tindakan yang dilakukan oleh manusia pastilah berlaku hukum sebab-akibat. Kita mendapatkan pengetahuan karena kita belajar, kita mendapatkan rezeki karena kita berusaha, kita mendapatkan kerugian karena kita lalai, dan masih banyak lainnya setiap kejadian berlaku sebab-akibat. Seseorang yang tidak percaya akan hukum sebab-akibat tentu akan berlaku sesuka hati tanpa berpikir jangka panjang. Dia bisa saja melakukan perbuatan buruk karena tidak mempercayai bahwa dia akan mendapatkan akibat dari perbuatan buruknya itu.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sering kita mendengar orang mengatakan ‘itu adalah karma’ atas suatu musibah yang menimpa seseorang atau pada dirinya sendiri. Kebanyakan orang mengatakan karma itu dalam Islam disebut hukum sebab akibat; Tetapi jika kita pelajari hukum karma maka sangat jauh perbedaanya. Dalam fisika dikenal:”Hukum Sebab Akibat Newton“; Dalam matematik dikenal: “Kausal Kalkulus”; Dalam manajemen dikenal: “Diagram Ishikawa/ Matrix Sebab dan Akibat”, dsb.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam filsafat Jawa, konsep karma juga diyakini keberadaaanya sebagai hukum sebab akibat. Pepatah Jawa mengatakan “ngunduh wohing pakarti” (seseorang akan memetik buah dari perbuatannya). Yaitu bahwa perbuatan seseorang akan secara aktif berperan membentuk dan memengaruhi masa yang akan datang. Sesuatu yang positif akan membuahkan hasil positif dan yang negatif akan mendatangkan hal negatif. Banyak peribahasa mengibaratkan hal ini, misalnya: Siapa menanam akan mengetam, siapa menebar angin akan menuai badai atau menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Orang Eropa menyebutnya dengan hukum kausalitas.

    ReplyDelete
  5. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori Sebab Akibat (Kausalitas) pada dasarnya telah muncul seumur dengan peradaban manusia, bahkan seusia dengan alam ini dan realitas eksistensi itu sendiri. Manusia sebagai makhluk yang berakal berupaya mencari sebab-sebab dari setiap kejadian. Dengan mengetahui sebabnya berarti memahami akar permasalahan dan sumber akibat atau kejadiannya.
    Dalam literatur disebutkan bahwa sebuah hukum dasar kehidupan pertama kali dikemukakan oleh Socrates lebih dari 400 tahun sebelum masehi yang disebut Kausalitas atau Hukum Sebab Akibat. Hukum kausalitas menyatakan bahwa “Setiap akibat dalam hidup ada penyebabnya”. Prinsip kausalitas adalah melihat fenomena hubungan sebab akibat antara yang satu dengan yang lainnya (‘jika ‘a’, maka ‘b’) dan bersifat pasti. Pada alam, misalnya dapat dipahami sebagai rangkaian gerak sebab akibat/kausalitas dan bukan sebagai gerak tanpa arah yang jelas, yang tidak bisa di prediksi. Dapat dikatakan bahwa peranan hukum sebab akibat dalam realitas alam, yaitu alam fisik dikendalikan oleh hukum sebab akibat alami.

    ReplyDelete
  6. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Terdapat dua bidang ilmu yang saya ketaui membahas tentang hukum sebab akibat. Yang pertama adalah fisika. Issac Newton memiliki tiga Hukum Newton tentang gaya di dalam fisika. Hukum Newton ketiga menyatakan aksi-reaksi atau sering disebut hukum sebab akibat. Suatu gaya yang terjadi pasti memiliki sebab juga memiliki akibat. Tidak ada gaya yang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab. Juga tidak ada gaya yang diciptakan yang tidak memiliki akibat. Baik itu sebab-akibat yang positif maupun negatif.
    Yang kedua yaitu di dalam spiritual khususnya di dalam agama islam. Islam meyakini bahwa Alam semesta beserta isinya ini diciptakan oleh Allah SW, Tuhan yang maha Esa. Jadi alam semesta ini ada disebabkan kuasa Allah sebagai penciptanya. Contoh sebab dan akibat yang lain adalah firman Allah SWT yang intinya tidaklah suatu kaum itu nasibnya dapat berubah kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap usaha yang manusia lakukan pasti berakibat pada nasibnya di dalam kehidupan ini. Begitu pula sebaliknya nasibnya di kehidupan ini disebabkan oleh perbuatan atauusaha yang ia lakukan sendiri.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  7. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Tak ada sesuatu yang bereaksi tanpa sebab yang menggerakkannya. Itulah kausalitas. Namun, pertama-tama kita harus memberi pengecualian kepada Allah yang maha kuasa. Ia adalah prima kausa (tidak berawal dan tidak berakhir). Hukum sebab akibat hanya berlaku pada makhluk-Nya tanpa terkecuali. Saya tidak punya alasan untuk menolak hukum itu.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Jika ada sebab, maka ada akibat. Dalam kehidupan ini segala sesuatu yang diperbuat akan mendapatkan konsekuensinya. Apabila kita menanam suatu kebaikan maka akan tumbuh dan berbuah lah kebaikan tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika yang dilakukan adalah suatu kejahatan maka akan tumbuh pula kejahatan selanjutnya. Dalam arti lain, segala realitas yang ada, terjadi dengan latar belakang sebab dan akibat, namun sebab akibat tersebut ada yang mudah di pahami namun ada pula yang tidak. Adanya hukum ini tidak lah terlepas dari kuasaNya yang menentukan apa yang akan terjadi kelak.

    ReplyDelete
  9. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Sebenarnya saya percaya bahwa setiap akibat itu pasti ada sebab dan setiap sebab itu akan memunculkan akibat. Tetapi ternyata setiap sebab itu belum tentu sebab. Misalnya ketika seseorang membanting gelas sehingga gelas itu pecah maka penyebabnya belum tentu karena gelas dibanting, bisa saja pada waktu bersamaan ada yang menembak gelas itu sampai pecah. Sehingga berdasarkan filsafat hukum sebab akibat itu bermakna luas dapat dipikirkan dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Hukum sebab akibat tidak serta merta membuat kita harus memilih percaya atau tidak, menerima atau tidak. Semua harus kita terjemahkan terlebih dahulu. Terkait pendapat Putri Solekhah di atas, saya sangat setuju, tentang hukum aksi reaksi Isaac Newton dan analisis hukum sebab akibat dari kacamata spiritualitas. Akan tetapi, di balik itu semua, terdapat hal yang muncul tanpa sebab (intuisi), berarti bisa jadi ada suatu hal yang timbul akibat tanpa didahului sebab. Mari kita berdiskusi bersama.

    ReplyDelete
  11. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sebenar-benarnya hidup adalah pilihan. Maka hukum sebab akibat itu ada. Namun sebenar-benarnya hidup adalah dipilih. Maka hukum sebab akibat itu tak ada. Hidup kita berada di persimpangan antara memilih dan dipilih. Kita berhak memilih masa depan dan di sisi lain Tuhan telah memilihkannya pula untuk kita.

    ReplyDelete
  12. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Hidup adalah pilihan, dalam menentukan sikap pun kita harus memilih. Bersikap merupakan identitas diri seseorang. Dalam hidup menjadi pilihan kita untuk bersikap baik atau buruk. Bersikaplah dengan sebaiknya. Dalam hidup pun hukum alam berlaku. Tanda bukti Allah itu dekat dengan diri kita. Ketika kita bersikap tidak baik kepada orang lain, maka akan hukum Tuhan yang membalasnya secara langsung, itu tanda bahwa Allah itu dekat dengan kita. Oleh sebab itu hukum sebab akibat pasti akan ada. Mau tidak mau itu harus kita terima. Ketika kita memilih untuk bersikap, maka Allah pun akan memilihkannya pula untuk kita. Apakah itu baik, buruk tergantung dengan kita yang memilih sikap kita.

    ReplyDelete