Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 34: Tidak Percaya Hukum Sebab Akibat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menentukan sikapku, apakah aku harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

36 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hukum sebab akibat berlaku bagi seluruh makhluk di kolom langit ini dan akan menerima konsekuensi dari hukum itu. Mau suka atau tidak pun tak kan bisa berpaling dari hukum kasualitas ini. Begitu pun hukum alam, mengajak manusia untuk senantiasa menanam kebaikan dengan bersikap jujur, ikhlas, dan ringan tangan membantu sesama. Karena sekecil apapun bentuk kebaikan itu akan memberikan imbalan positif secara tidak terduga. Tetapi jika seseorang selalu bersikap jahat, kejam dan selalu menyebarkan isu negatif, berarti ia sudah menanamkan benih-benih kehancuran. Maka jangan heran jika suatu ketika ia akan menelan bencana. Dalam Al Qur'an juga dijelaskan bahwa Menanam satu kebaikan maka akan tumbuh tujuh kebaikan dan dari tujuh kebaikan itu akan berlipat lagi menjadi kebaikan-kebaikan yang lain. Begitu pula dari satu kejahatan, maka akan tumbuh tujuh kejahatan lain dan terus menerus menjadi kejahatan-kejahatan lain yang akan datang begitu saja. Jadi kita hidup di dunia ini tidak akan terlepas dari hukum sebab akibat.


    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sejak kecil kita sudah diajarkan tentang hukum sebab baik. Mulai dari orang tua yang mengajarkan konsep sederhana tentang baik dan buruk, kemudian surga dan neraka. Lalu orang tua menjelaskan apa saja perbuatan yang menjadi sebab timbulnya akibat surga dan neraka. Pada dasarnya konsep hukum sebab akibat adalah “setiap kejadian merupakan akibat yang ditimbulkan dari serangkaian perbuatan yang saling berkaitan yang menjadi penyebab timbulnya akibat” Dalam bahasa sederhananya, siapa yang melakukan suatu perbuatan harus bertanggung jawab atas resiko yang muncul akibat perbuatan tersebut.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Keyakinan manusia akan hukum sebab akibat sudah ada sejak zaman kuno. Bahwa tidak ada satupun peristiwa terjadi secara kebetulan, melainkan semuanya mempunyai sebab yang mendahuluinya. Sebab adalah peristiwa mengapa sesuatu itu terjadi, sedangkan akibat adalah efek suatu peristiwa. Sebab akibat selalu saling berhubungan. Namun seseorang tidak dapat memastikan hukum sebab akibat karena alam penuh dengan misteri. Allah lah yang penyebab segala sesuatu.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hukum sebab-akibat memang ada, dalam ajaran agama saya pun diberitahukan dalam Alkitab 2 Korintus 9:6 yang berbunyi, “camkanlah ini: orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Dalam penggalan ayat ini pun kita bisa mempelajari jika kita menabur hal kebaikan pasti kita akan mendapat banyak kebaikan, namun sebaliknya, jika kita menabur keburukan maka dengan sendirinya kita akan mendapatkan keburukan juga. Hukum sebab-akibat ini pun dapat selalu mengingatkan kita bahwa kita hiduo di dunia ini hanya sementara, gunakanlah sebaik-baiknya untuk menebar kebaikan, bukan kebencian dan dosa.

    ReplyDelete
  5. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam melakukan hal apapun tentu saja didasari oleh sebuah alasan yang mendorong kita untuk melakukan apa yang kita inginkan. Alasan-alasan tersebut merupakan sebab mengapa kita memilih untuk melakukan atau pun tidak melakukan sesuatu. Alasan-alasan yang mendasari kita untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu tentunya membawa pengaruh yang menentukan bagaimana dan seperti apa kita nantinya kita setelah kita melakukan sesuatu. Pengaruh tersebut merupakan akibat dari apa yang kita lakukan. Jadi, saya menerima bahwa segala sesuatu itu mempunyai hokum sebab dan akibat.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pada forum tanya jawab sebelumnya telah jelas dikatakan bahwa segala musibah dan hal yang mengerikan yang terjadi dalam kehidupan kita adalah karena jatuhnya sifat yang satu terhadap yang lainnya. Hal ini berarti semua sifat yang ada saling mempengaruhi satu sama lain. Jika kita mengembangkan sifat yang satu, saifat yang lain juga berubah dipengaruhi olej sifat yang lainnya. Secara sederhana dapat dikatakan, mengembangkan sifat yang satu adalah sebabnya dan sifat yang lain berubah adalah akibatnya. Hal ini selalu terjadi. Dengan demikian, saya menerima bahwa segala sesuatu mempunyai huku sebab akibat.

    ReplyDelete
  7. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Zaman sekarang masih banyak orang yang tidak percaya akan adanya hukum sebab-akibat yang dapat mempengaruhi kehidupan kita. Bahkan sebab-sebab yang sederhana dapat menimbulkan akibat yang luar biasa. Sebab yang hanya disepelekan justru sangat besar akibatnya. Banyak contoh kejadian sebab-akibat. seperti pepatah tidak ada asap jika tidak ada api. Nah hal ini sama dengan hukum sebab-akibat.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saya percaya adanya hukum sebab akibat. Saya percaya bahwa ketika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri, dengan berbagai cara yang mungkin tidak kita tahu, baik itu di dunia maupun di akhirat. Ketika kita melakukan keburukan, keburukan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)nya (QS. Al Zalzalah :7-8).

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Saya termasuk salah satu yang meyakini adanya hukum sebab akibat. Setiap perbuatan pasti akan menuai akibatnya. Setiap kejadian pasti ada sebabnya. Hal ini saya jadikan keyakinan saya sehingga saya lebih berhati-hati dalam bertindak terutama yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. Di dalam Al-qur’an telah disebutkan bahwa segala perbuatan entah itu baik atau buruk, kelak mendapat balasannya. Bukankah itu merupakan hukum sebab akibat? Apajadinya jika sebagai manusia kita tidak mempercayai adanya hukum tersebut. pastinya kita akan berkehendak semau kita.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu atau tindakan yang dilakukan oleh manusia pastilah berlaku hukum sebab-akibat. Kita mendapatkan pengetahuan karena kita belajar, kita mendapatkan rezeki karena kita berusaha, kita mendapatkan kerugian karena kita lalai, dan masih banyak lainnya setiap kejadian berlaku sebab-akibat. Seseorang yang tidak percaya akan hukum sebab-akibat tentu akan berlaku sesuka hati tanpa berpikir jangka panjang. Dia bisa saja melakukan perbuatan buruk karena tidak mempercayai bahwa dia akan mendapatkan akibat dari perbuatan buruknya itu.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sering kita mendengar orang mengatakan ‘itu adalah karma’ atas suatu musibah yang menimpa seseorang atau pada dirinya sendiri. Kebanyakan orang mengatakan karma itu dalam Islam disebut hukum sebab akibat; Tetapi jika kita pelajari hukum karma maka sangat jauh perbedaanya. Dalam fisika dikenal:”Hukum Sebab Akibat Newton“; Dalam matematik dikenal: “Kausal Kalkulus”; Dalam manajemen dikenal: “Diagram Ishikawa/ Matrix Sebab dan Akibat”, dsb.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam filsafat Jawa, konsep karma juga diyakini keberadaaanya sebagai hukum sebab akibat. Pepatah Jawa mengatakan “ngunduh wohing pakarti” (seseorang akan memetik buah dari perbuatannya). Yaitu bahwa perbuatan seseorang akan secara aktif berperan membentuk dan memengaruhi masa yang akan datang. Sesuatu yang positif akan membuahkan hasil positif dan yang negatif akan mendatangkan hal negatif. Banyak peribahasa mengibaratkan hal ini, misalnya: Siapa menanam akan mengetam, siapa menebar angin akan menuai badai atau menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Orang Eropa menyebutnya dengan hukum kausalitas.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori Sebab Akibat (Kausalitas) pada dasarnya telah muncul seumur dengan peradaban manusia, bahkan seusia dengan alam ini dan realitas eksistensi itu sendiri. Manusia sebagai makhluk yang berakal berupaya mencari sebab-sebab dari setiap kejadian. Dengan mengetahui sebabnya berarti memahami akar permasalahan dan sumber akibat atau kejadiannya.
    Dalam literatur disebutkan bahwa sebuah hukum dasar kehidupan pertama kali dikemukakan oleh Socrates lebih dari 400 tahun sebelum masehi yang disebut Kausalitas atau Hukum Sebab Akibat. Hukum kausalitas menyatakan bahwa “Setiap akibat dalam hidup ada penyebabnya”. Prinsip kausalitas adalah melihat fenomena hubungan sebab akibat antara yang satu dengan yang lainnya (‘jika ‘a’, maka ‘b’) dan bersifat pasti. Pada alam, misalnya dapat dipahami sebagai rangkaian gerak sebab akibat/kausalitas dan bukan sebagai gerak tanpa arah yang jelas, yang tidak bisa di prediksi. Dapat dikatakan bahwa peranan hukum sebab akibat dalam realitas alam, yaitu alam fisik dikendalikan oleh hukum sebab akibat alami.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Terdapat dua bidang ilmu yang saya ketaui membahas tentang hukum sebab akibat. Yang pertama adalah fisika. Issac Newton memiliki tiga Hukum Newton tentang gaya di dalam fisika. Hukum Newton ketiga menyatakan aksi-reaksi atau sering disebut hukum sebab akibat. Suatu gaya yang terjadi pasti memiliki sebab juga memiliki akibat. Tidak ada gaya yang muncul secara tiba-tiba tanpa sebab. Juga tidak ada gaya yang diciptakan yang tidak memiliki akibat. Baik itu sebab-akibat yang positif maupun negatif.
    Yang kedua yaitu di dalam spiritual khususnya di dalam agama islam. Islam meyakini bahwa Alam semesta beserta isinya ini diciptakan oleh Allah SW, Tuhan yang maha Esa. Jadi alam semesta ini ada disebabkan kuasa Allah sebagai penciptanya. Contoh sebab dan akibat yang lain adalah firman Allah SWT yang intinya tidaklah suatu kaum itu nasibnya dapat berubah kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya. Hal ini menunjukkan bahwa setiap usaha yang manusia lakukan pasti berakibat pada nasibnya di dalam kehidupan ini. Begitu pula sebaliknya nasibnya di kehidupan ini disebabkan oleh perbuatan atauusaha yang ia lakukan sendiri.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  15. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Tak ada sesuatu yang bereaksi tanpa sebab yang menggerakkannya. Itulah kausalitas. Namun, pertama-tama kita harus memberi pengecualian kepada Allah yang maha kuasa. Ia adalah prima kausa (tidak berawal dan tidak berakhir). Hukum sebab akibat hanya berlaku pada makhluk-Nya tanpa terkecuali. Saya tidak punya alasan untuk menolak hukum itu.

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Jika ada sebab, maka ada akibat. Dalam kehidupan ini segala sesuatu yang diperbuat akan mendapatkan konsekuensinya. Apabila kita menanam suatu kebaikan maka akan tumbuh dan berbuah lah kebaikan tersebut. Begitu pula sebaliknya, jika yang dilakukan adalah suatu kejahatan maka akan tumbuh pula kejahatan selanjutnya. Dalam arti lain, segala realitas yang ada, terjadi dengan latar belakang sebab dan akibat, namun sebab akibat tersebut ada yang mudah di pahami namun ada pula yang tidak. Adanya hukum ini tidak lah terlepas dari kuasaNya yang menentukan apa yang akan terjadi kelak.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Sebenarnya saya percaya bahwa setiap akibat itu pasti ada sebab dan setiap sebab itu akan memunculkan akibat. Tetapi ternyata setiap sebab itu belum tentu sebab. Misalnya ketika seseorang membanting gelas sehingga gelas itu pecah maka penyebabnya belum tentu karena gelas dibanting, bisa saja pada waktu bersamaan ada yang menembak gelas itu sampai pecah. Sehingga berdasarkan filsafat hukum sebab akibat itu bermakna luas dapat dipikirkan dari berbagai sudut pandang yang berbeda.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Hukum sebab akibat tidak serta merta membuat kita harus memilih percaya atau tidak, menerima atau tidak. Semua harus kita terjemahkan terlebih dahulu. Terkait pendapat Putri Solekhah di atas, saya sangat setuju, tentang hukum aksi reaksi Isaac Newton dan analisis hukum sebab akibat dari kacamata spiritualitas. Akan tetapi, di balik itu semua, terdapat hal yang muncul tanpa sebab (intuisi), berarti bisa jadi ada suatu hal yang timbul akibat tanpa didahului sebab. Mari kita berdiskusi bersama.

    ReplyDelete
  19. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Sebenar-benarnya hidup adalah pilihan. Maka hukum sebab akibat itu ada. Namun sebenar-benarnya hidup adalah dipilih. Maka hukum sebab akibat itu tak ada. Hidup kita berada di persimpangan antara memilih dan dipilih. Kita berhak memilih masa depan dan di sisi lain Tuhan telah memilihkannya pula untuk kita.

    ReplyDelete
  20. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Hidup adalah pilihan, dalam menentukan sikap pun kita harus memilih. Bersikap merupakan identitas diri seseorang. Dalam hidup menjadi pilihan kita untuk bersikap baik atau buruk. Bersikaplah dengan sebaiknya. Dalam hidup pun hukum alam berlaku. Tanda bukti Allah itu dekat dengan diri kita. Ketika kita bersikap tidak baik kepada orang lain, maka akan hukum Tuhan yang membalasnya secara langsung, itu tanda bahwa Allah itu dekat dengan kita. Oleh sebab itu hukum sebab akibat pasti akan ada. Mau tidak mau itu harus kita terima. Ketika kita memilih untuk bersikap, maka Allah pun akan memilihkannya pula untuk kita. Apakah itu baik, buruk tergantung dengan kita yang memilih sikap kita.

    ReplyDelete
  21. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepengetahuan kami sudah sejak lama dalam filsafat, dan juga dalam agama, diyakini bahwa ada hubungan sebab-akibat atau kasualitas yang terjadi dalam semesta ini. Menurut David Hume hubungan semacam ini tidak benar dan hanya di dasarkan pada kebingungan belaka (Hardiman, 2007 : 89). Jadi menurut kami, pada pemikiran Hume benar bahwa terkadang peristiwa-peristiwa yang terjadi memiliki hubungan yang tetap antara satu dengan yang lainnya, akan tetapi hubungan tersebut tidak bisa dianggap sebagai hubungan sebab akibat. Misalkan dalam kejadian kertas yang terbakar. Urutan kejadiannya adalah api menyala, api menyentuh kertas, dan kertas terbakar. Menurut Hume, tidak bisa disimpulkan bahwa api yang menyebabkan kertas itu terbakar (proper hoc), yang kita ketahui hanyalah kertas terbakar setelah api menyentuhnya (post hoc). Menurut Hume konsep kasualitas hanyalah “animal faith” (kepercayaan naif) yang tidak memiliki dasar belaka. Akan tetapi menurut Barruch De Spinoza, satu-satunya yang bebas yaitu ‘tidak disebabkan” dan bisa menentukan dirinya sendiri tidak lain dan tidak bukan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, dan semua ciptaan-Nya tidak bebas termasuk manusia. Misalnya emosi, emosi manusia itu muncul disebabkan oleh rasa dan nafsu. Dan semakin aktif seseorang maka semakin dia memiliki pemahaman tentang sebab-sebab yang mengakibatkan segala tindakannya. Bagi kami di dunia ini segala yang kejadian yang terjadi pasti ada kejadian sebelumnya yang mendahului kejadian tersebut, dan pasti ada kejadian selanjutnya yang akan terjadi yang mengikutinya.

    Hardiman, F. B. (2007). Filsafat Modern. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Dalam kehidupan sehari-hari, adanya hukum sebab akibat merupakan salah satu kebenaran yang diakui dan disetujui manusia. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap sesuatu memiliki sebab dan hukum sebab akibat termasuk di antara prinsip-prinsip rasional. Pada dasarnya dunia ini hanya ada dua hal, ada awal dan ada akhir sekaligus tidak ada awal dan tidak ada akhir. Semua tergantung ruang dan waktunya. Ada awal aku berbicara, dan ada akhir aku berbicara. Kemudian aku mengakhiri bicaraku karena tadi aku mengawali bicaraku. Jika dilihat lebih lanjut, awal dan akhir merupakan hubungan sebab akibat, ada akhir yang disebabkan ada awal. Sehingga jelas, bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan hubungan sebab dan akibat.

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Adanya akibat selalu diawali dengan adanya sebab. Suatu akibat tertentu terkadang ditimbulkan oleh serangkaian perbuatan yang saling terkait yang menjadi faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya akibat. Yang menjadi permasalahan adalah kepada siapa akan dipertanggungjawabkannya suatu akibat tersebut. Menurut saya, kita harus menerima hukum kausalitas itu, karena itu adalah fitrah, seperti sudah makan maka menjadi kenyang, mencuri maka dipenjara, belajar maka berilmu, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  24. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Kita sebagai manusia memiliki kesempatan untuk memilih. Maka ketika kita memilih, kita harus siap menerima konsekuensi atas pilihan kita. Inilah yang dinamakan kausalitas. Kausalitas dibangun oleh hubungan antara suatu kejadian (sebab) dan kejadian kedua (akibat atau dampak), yang mana kejadian kedua dipahami sebagai konsekuensi dari yang pertama (https://id.wikipedia.org/wiki/Kausalitas). Karena adanya kausalitas inilah, setiap pilihan yang kita ambil akan berdampak pada kejadian selanjutnya.

    ReplyDelete
  25. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setiap akibat tentunya memiliki sebab yang khusus untuknya, dan akibat yang ditimbulkan menjadi sebab untuk akibat selanjutnya begitu seterusnya dalam kehidupan kita. Jadi Pada hakikatnya, setiap perwujudan menempati tempat tertentu dalam hukum sebab-akibat. Artinya, bahwa akibat harus dimiliki oleh suatu sebab tertentu yang selanjutnya menjadi sebab bagi sesuatu yang tertentu berikutnya. Hukum sebab akibat merupakan salah satu kebenaran yang diakui dan disetujui manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap sesuatu memiliki sebab. Hukum sebab akibat termasuk di antara prinsip-prinsip rasional. Karena, manusia mendapati di kedalaman wataknya suatu pendorong yang berupaya menjelaskan apa yang ditemuinya dengan mengungkapkan sebab-sebabnya

    ReplyDelete
  26. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saya percaya adanya hukum sebab akibat. Saya percaya bahwa ketika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri, dengan berbagai cara yang mungkin tidak kita tahu, baik itu di dunia maupun di akhirat. Ketika kita melakukan keburukan, keburukan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)nya (QS. Al Zalzalah :7-8).

    ReplyDelete
  27. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hukum sebab akibat adalah hukum yang saya percayai kebenarannya. dalam bertindak tentu kita memiliki sebab dibalik kita melakukan sesuatu. Hal ini kontinu dengan suatu perlakuan menjadi sebab dari suatu perlakuan lain di kemudian hari, dimana perlakuan kedua ini menjadi akibat dari perlakuan pertama begitu seterusnya hingga hukum sebab akibat ini terus mengalir.

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apakah kita menolak atau menerima hukum sebab akibat? Pertanyaan ini dijawab pula dengan menggunakan sebab-sebab, maka tidak ada di dunia ini yang datang dengan tiba-tiba atau tanpa sebab. Kehidupan kita, alam dan bumi kita yang sekarang merupakan akibat yang terjadi dari sebab-sebab sebelumnya. Misalkan saja terjadinya banjir, merupakan akibat dari lahan yang gundul, sampah yang menumpun di sungai sehingga menyebabkan aliran air tidak lancar dan sebagainya. Apabila kita kaji satu persatu peristiwa disekitar kita merupakan kejadian yang memuat sebab akibat.

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dalam segala hal terdapat hukum sebab akibat, seperti halnya hukum tabur tuai. apa yang dilakukan manusia pasti akan ada konsekuensi yang diambil dan itu merupakan bagian dari akibat yang dilakukan dari suatu sebab.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Segala yang terjadi dalam hidup seorang manusia tidak lain dan tidak bukan adalah akibat dari apa yang dia perbuat. Maka akibat tersebut ada karena suatu sebab tertentu. Seperti halnya suatu pepatah yang mengatakan bahwa ‘hasil tidak akan menghianati usaha’, sama juga dengan pepatah lainnya bahwa ‘apa yang aku tanaamn, itulah yang akan aku petik’. Kedua pepatah tersebut sesui dengan hukum sebab akibat, suatu keberhasilan akan kita dapatkan akibat dari kerja keras kita dalam menggapainya, itulah sebabnya kita melakukan kerja keras. Meskipun akibat tidak bisa kita sendiri yang menentukan, karena yang maha menentukan segalanya hanyalah Allah SWT, tetapi kita tetap harus mempercayai akan adanya hukum sebab akibat tersebut.

    ReplyDelete
  31. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat kausalitas (sebab-akibat) yang dikemukan para filsuf dan ilmuwan mempengaruhi lahirnya kausalitas dalam hukum pidana. Lantas, apakah saya harus menerima atau menolak hukum sebab akibat? Nah, peneriamaan ini bersifat relatif. Hal ini tergantung pada kausalitas sebagai logika berfikir dalam menemukan perbuatan yang menjadi sebab, disokong oleh ilmu pengetahuan dan disokong juga oleh sesuatu yang apriori.

    ReplyDelete
  32. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebab dan akibat merupakan sesuatu yang berjalan beriringan. Setelah melakukan sesuatu, maka akan ada akibat yang ditimbulkan atas apa yang telah dilakukan. akibat yang ditimbulkan bisa langsung terjadi setelahnya namun bisa juga berakibat dalam waktu yang akan datang.

    ReplyDelete
  33. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Karma merupakan salah satu contoh dari hukum sebab akibat, bahwa segala sesuatu yang kita perbuat akan kembali pada diri kita sendiri. ibarat pepatah “ siapa yang menanam dia yang menuai”, sesuatu yang kita peroleh dalam hidup ini adalah sebagai akibat dari usaha atau perbuatan kita. Begitupula bila melakukan keburukan, maka suatu saat akan menerima perlakuan (keburukan) yang sama, itulah sebabnya ketika berkata tau melalukan sesuatu perlu pertimbangan dan dipikirkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  34. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Segala sesuatu berasal dari sebab dan kondisi. Apa yang kita pikirkan atau lakukan sekarang akan menjadi sebab dari akibat yang ditimbulkannya di masa depan. Akibat dapat menjadi sebab dan sebaliknya, sebab dapat menjadi akibat. Sebagai contoh, si A nilainya jelek karena tidak membaca buku. Tapi sebab 'tidak membaca buku' bukan satu-satunya sebab di sini. Masih ada sebab lain, A tidak membaca buku karena tidak punya buku, kemudian ingin pinjam teman tapi tidak dipinjami, ingin beli buku tapi tidak punya uang, dst. Jadi dari satu kejadian bisa diakibatkan oleh satu atau beberapa sebab. Dalam hidup ini yang kita alami adalah rangkaian sebab-akibat. Maka saya menerima Hukum Sebab Akibat. Dan semua yang terjadi juga tak lepas dari kuasa Allah swt.

    ReplyDelete
  35. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Menurut saya, sebagai manusia sebaiknya kita percaya akan hukum sebab-akibat. Hal ini merupakan hal yang perlu untuk memberikan motivasi kepada kita dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. Jika tidak percaya pada hukum sebab akibat, maka kehidupan menjadi tidak ada tujuan. Kehidupan menjadi tidak bergairah. Lebih lanjut, percaya pada sebuah peristiwa yang terjadi karena tidak ada sebabnya, atau yang sering kita sebut dengan takdir, memang benar, tapi jika tidak dibarengi dengan usaha dan ikhtiar, apalah jadinya hidup ini. Jika kita hanya percaya pada takdir saja, tanpa adanya usaha, maka kita hanya hidup seperti boneka, yang tidak memiliki jiwa. Kita bukanlah manusia yang sebenar-benarnya manusia. Sebagaimana pernyataan bahwa sebenar-benarnya mannusia adalah manusia yang memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  36. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Saya selalu percaya bahwa dibalik sebuah akibat pasti selalu ada sebab. Tiadalah mungkin sesuatu dapat serta merta terjadi begitu saja. Maka akan ada proses yang terjadi sebelum menyebabkan sesuatu. Saat melihat kenyataan bahwa hidup tidak seperti yang direncanakan, dapat dicari penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Mungkin karena diri kia sendiri, campur tangan orang lain atau bahkan restu dari Allah Sang Pemegang Kuasa.

    ReplyDelete