Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 34: Tidak Percaya Hukum Sebab Akibat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menentukan sikapku, apakah aku harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

22 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hukum sebab akibat yang berarti hukum alam atau hukum pertanggung jawaban dari apa yang telah dilakukan. Kita yang menentukan sikap untuk peduli dengan hukum tersebut atau tidak didalam kehidupan. Seperti contoh sebabnya ketika kita membuat sampah sembarangan, maka akibatnya akan timbul bencana alam. Percaya atau tidak semua makhluk akan mengalami hukum sebab akibat ini, siapa yang berbuat dia yang bertanggung jawab.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Hukum sebab akibat dapat diartikan sebagai hukum pertanggungjawaban akan apa yang telah kita lakukan. Hukum sebab akibat berlaku dari awal kehidupan setiap manusia. Dikarenakan kita hidup, maka kita harus memilih. Karena memilih, maka engkau harus bertanggungjawab akan pilihanmu itu. Karena bertanggungjawab, maka ada konsekuensi yang baik ataupun buruk yang akan diterima. Karena adanya konsekuensi, maka engkau harus mempunyai kesiapan. Begitulah seterusnya. Semua itu merupakan wujud hukum sebab akibat. Oleh karena itu, sikapku adalah menerima hukum sebab akibat karena hidupku terikat dengan hukum sebab akibat. Jika tanpa adanya hukum sebab akibat, maka hidup ini akan hampa dan statis.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menerima atau menolak hukum sebab akibat. Saya menerima hukum sebab akibat karena saya percaya segala perbuatan dicatat oleh Malaikat Allah dan dimintai pertanggungjwaban. Semua itu akan ada balasannya. Maka benar bahwa kita harus menerima hukum ini. Selain itu, dalam menjalani hidup ini kita dapat memilih atas apa yang kita inginkan. Kita sering mendengan kalimat ini ‘hidup adalah pilihan’. Saya sangat setuju bahwa hidup adalah pilihan, maka sudah sepantasnya kita menerima konsekuensi atas apa kita pilih tersebut. Kemudian ajaran agama mengajarkan kepada kita bahwa ada hukum karma. Karma menunjukkan sebab akibat. Maka kita dianjurkan untuk berlaku baik dan adil karna sesungguhnya ada hukum sebab akibat.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hukum sebab akibat jika dibayangkan sama halnya dengan hukum pertabnggungjawaban. Pertanggungjawaban atas perkataan dan perbuatan. Haruskah kita menolak adanya hukum sebab akibat? Menolak hukum sebab akibat pun kita tak sanggup, kita hanya bisa berhati2 dalam berbuat dan berkata agar tidak terlalu besar akibat yang diterima. Dan sebaiknya kita harus mau mempertanggungjawabkan perkataan dan perbuatan kita.

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Apakah kita harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat ini haruslah disesuaikan dengan konteksnya. Ketika kita menerima hukum sebab akibat, artinya kita menggunakan pikiran kita untuk mencari penyebab dari suatu fenomena serta memikirkan akibat yang mungkin jika kita mengambil suatu keputusan atau melakukan suatu tindakan. Namun, ada hal-hal yang sebaiknya kita terima saja, kita yakini saja, yaitu perkara takdir Tuhan. Kita harus meyakini takdir kita tersebut adalah ketetapan Tuhan, tanpa perlu mencari penyebab-penyebabnya.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Segala sesuatu berasal dari sebab dan kondisi. Apa yang kita pikirkan atau lakukan sekarang akan menjadi sebab dari akibat yang ditimbulkannya di masa depan. Akibat dapat menjadi sebab dan sebaliknya, sebab dapat menjadi akibat. Sebagai contoh, si A nilainya jelek karena tidak membaca buku. Tapi sebab 'tidak membaca buku' bukan satu-satunya sebab di sini. Masih ada sebab lain, A tidak membaca buku karena tidak punya buku, kemudian ingin pinjam teman tapi tidak dipinjami, ingin beli buku tapi tidak punya uang, dst. Jadi dari satu kejadian bisa diakibatkan oleh satu atau beberapa sebab. Dalam hidup ini yang kita alami adalah rangkaian sebab-akibat. Maka saya menerima Hukum Sebab Akibat. Dan semua yang terjadi juga tak lepas dari kuasa Allah swt.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hukum sebab akibat berlaku bagi seluruh makhluk di kolom langit ini dan akan menerima konsekuensi dari hukum itu. Mau suka atau tidak pun tak kan bisa berpaling dari hukum kasualitas ini. Begitu pun hukum alam, mengajak manusia untuk senantiasa menanam kebaikan dengan bersikap jujur, ikhlas, dan ringan tangan membantu sesama. Karena sekecil apapun bentuk kebaikan itu akan memberikan imbalan positif secara tidak terduga. Tetapi jika seseorang selalu bersikap jahat, kejam dan selalu menyebarkan isu negatif, berarti ia sudah menanamkan benih-benih kehancuran. Maka jangan heran jika suatu ketika ia akan menelan bencana. Dalam Al Qur'an juga dijelaskan bahwa Menanam satu kebaikan maka akan tumbuh tujuh kebaikan dan dari tujuh kebaikan itu akan berlipat lagi menjadi kebaikan-kebaikan yang lain. Begitu pula dari satu kejahatan, maka akan tumbuh tujuh kejahatan lain dan terus menerus menjadi kejahatan-kejahatan lain yang akan datang begitu saja. Jadi kita hidup di dunia ini tidak akan terlepas dari hukum sebab akibat.


    ReplyDelete
  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sejak kecil kita sudah diajarkan tentang hukum sebab baik. Mulai dari orang tua yang mengajarkan konsep sederhana tentang baik dan buruk, kemudian surga dan neraka. Lalu orang tua menjelaskan apa saja perbuatan yang menjadi sebab timbulnya akibat surga dan neraka. Pada dasarnya konsep hukum sebab akibat adalah “setiap kejadian merupakan akibat yang ditimbulkan dari serangkaian perbuatan yang saling berkaitan yang menjadi penyebab timbulnya akibat” Dalam bahasa sederhananya, siapa yang melakukan suatu perbuatan harus bertanggung jawab atas resiko yang muncul akibat perbuatan tersebut.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Keyakinan manusia akan hukum sebab akibat sudah ada sejak zaman kuno. Bahwa tidak ada satupun peristiwa terjadi secara kebetulan, melainkan semuanya mempunyai sebab yang mendahuluinya. Sebab adalah peristiwa mengapa sesuatu itu terjadi, sedangkan akibat adalah efek suatu peristiwa. Sebab akibat selalu saling berhubungan. Namun seseorang tidak dapat memastikan hukum sebab akibat karena alam penuh dengan misteri. Allah lah yang penyebab segala sesuatu.

    ReplyDelete
  10. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hukum sebab-akibat memang ada, dalam ajaran agama saya pun diberitahukan dalam Alkitab 2 Korintus 9:6 yang berbunyi, “camkanlah ini: orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga.” Dalam penggalan ayat ini pun kita bisa mempelajari jika kita menabur hal kebaikan pasti kita akan mendapat banyak kebaikan, namun sebaliknya, jika kita menabur keburukan maka dengan sendirinya kita akan mendapatkan keburukan juga. Hukum sebab-akibat ini pun dapat selalu mengingatkan kita bahwa kita hiduo di dunia ini hanya sementara, gunakanlah sebaik-baiknya untuk menebar kebaikan, bukan kebencian dan dosa.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam melakukan hal apapun tentu saja didasari oleh sebuah alasan yang mendorong kita untuk melakukan apa yang kita inginkan. Alasan-alasan tersebut merupakan sebab mengapa kita memilih untuk melakukan atau pun tidak melakukan sesuatu. Alasan-alasan yang mendasari kita untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu tentunya membawa pengaruh yang menentukan bagaimana dan seperti apa kita nantinya kita setelah kita melakukan sesuatu. Pengaruh tersebut merupakan akibat dari apa yang kita lakukan. Jadi, saya menerima bahwa segala sesuatu itu mempunyai hokum sebab dan akibat.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pada forum tanya jawab sebelumnya telah jelas dikatakan bahwa segala musibah dan hal yang mengerikan yang terjadi dalam kehidupan kita adalah karena jatuhnya sifat yang satu terhadap yang lainnya. Hal ini berarti semua sifat yang ada saling mempengaruhi satu sama lain. Jika kita mengembangkan sifat yang satu, saifat yang lain juga berubah dipengaruhi olej sifat yang lainnya. Secara sederhana dapat dikatakan, mengembangkan sifat yang satu adalah sebabnya dan sifat yang lain berubah adalah akibatnya. Hal ini selalu terjadi. Dengan demikian, saya menerima bahwa segala sesuatu mempunyai huku sebab akibat.

    ReplyDelete
  13. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Zaman sekarang masih banyak orang yang tidak percaya akan adanya hukum sebab-akibat yang dapat mempengaruhi kehidupan kita. Bahkan sebab-sebab yang sederhana dapat menimbulkan akibat yang luar biasa. Sebab yang hanya disepelekan justru sangat besar akibatnya. Banyak contoh kejadian sebab-akibat. seperti pepatah tidak ada asap jika tidak ada api. Nah hal ini sama dengan hukum sebab-akibat.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saya percaya adanya hukum sebab akibat. Saya percaya bahwa ketika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri, dengan berbagai cara yang mungkin tidak kita tahu, baik itu di dunia maupun di akhirat. Ketika kita melakukan keburukan, keburukan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)nya (QS. Al Zalzalah :7-8).

    ReplyDelete
  15. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    dalam kitab Al Hikam anusia di bagi atas maqam asbab dan maqam tajrid. Manusia dalam maqam asbab banyak bekerja secara fisik untuk memperoleh sesuatu. Maqam tajrid adalah manusia dengan kehidupan yang banyak melakukan amalan dan wirid.
    Dalam penjelasan seorang kiai tidak ada hubungan sebab dengan akibat. Hal ini mungkin bertentangan dengan logika bagi orang awam, namun dalam disiplin ilmu tashawuf hal ini memang benar. Tidak terjadi sesuatu itu karena sebab tertentu, namun memang karena di kehendaki terjadi oleh ALlah.

    ReplyDelete
  16. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Ketika melihat bola yang d tendang kemudian melambung, maka melambungnya bola bukan karena di tendang, tetapi karena kehendak allah melambungkan bola. Hanya saja kebiasaan bola melambung selalu di jejerkan dengan kejadian penendangan bola.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    manusia yang tidak percaya hukum sebab akibat maka akan susah. karena semua yang ada pasti ada sebabnya. seperti ada asap pasti ada api. mau dibilang tidak ada sebab pastilah ada sebab. tidak bisa membohongi antara hubungan sebab dan akibat.

    ReplyDelete
  18. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Saya termasuk salah satu yang meyakini adanya hukum sebab akibat. Setiap perbuatan pasti akan menuai akibatnya. Setiap kejadian pasti ada sebabnya. Hal ini saya jadikan keyakinan saya sehingga saya lebih berhati-hati dalam bertindak terutama yang bertentangan dengan hukum-hukum Allah. Di dalam Al-qur’an telah disebutkan bahwa segala perbuatan entah itu baik atau buruk, kelak mendapat balasannya. Bukankah itu merupakan hukum sebab akibat? Apajadinya jika sebagai manusia kita tidak mempercayai adanya hukum tersebut. pastinya kita akan berkehendak semau kita.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu atau tindakan yang dilakukan oleh manusia pastilah berlaku hukum sebab-akibat. Kita mendapatkan pengetahuan karena kita belajar, kita mendapatkan rezeki karena kita berusaha, kita mendapatkan kerugian karena kita lalai, dan masih banyak lainnya setiap kejadian berlaku sebab-akibat. Seseorang yang tidak percaya akan hukum sebab-akibat tentu akan berlaku sesuka hati tanpa berpikir jangka panjang. Dia bisa saja melakukan perbuatan buruk karena tidak mempercayai bahwa dia akan mendapatkan akibat dari perbuatan buruknya itu.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sering kita mendengar orang mengatakan ‘itu adalah karma’ atas suatu musibah yang menimpa seseorang atau pada dirinya sendiri. Kebanyakan orang mengatakan karma itu dalam Islam disebut hukum sebab akibat; Tetapi jika kita pelajari hukum karma maka sangat jauh perbedaanya. Dalam fisika dikenal:”Hukum Sebab Akibat Newton“; Dalam matematik dikenal: “Kausal Kalkulus”; Dalam manajemen dikenal: “Diagram Ishikawa/ Matrix Sebab dan Akibat”, dsb.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam filsafat Jawa, konsep karma juga diyakini keberadaaanya sebagai hukum sebab akibat. Pepatah Jawa mengatakan “ngunduh wohing pakarti” (seseorang akan memetik buah dari perbuatannya). Yaitu bahwa perbuatan seseorang akan secara aktif berperan membentuk dan memengaruhi masa yang akan datang. Sesuatu yang positif akan membuahkan hasil positif dan yang negatif akan mendatangkan hal negatif. Banyak peribahasa mengibaratkan hal ini, misalnya: Siapa menanam akan mengetam, siapa menebar angin akan menuai badai atau menepuk air di dulang, terpercik muka sendiri. Orang Eropa menyebutnya dengan hukum kausalitas.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Teori Sebab Akibat (Kausalitas) pada dasarnya telah muncul seumur dengan peradaban manusia, bahkan seusia dengan alam ini dan realitas eksistensi itu sendiri. Manusia sebagai makhluk yang berakal berupaya mencari sebab-sebab dari setiap kejadian. Dengan mengetahui sebabnya berarti memahami akar permasalahan dan sumber akibat atau kejadiannya.
    Dalam literatur disebutkan bahwa sebuah hukum dasar kehidupan pertama kali dikemukakan oleh Socrates lebih dari 400 tahun sebelum masehi yang disebut Kausalitas atau Hukum Sebab Akibat. Hukum kausalitas menyatakan bahwa “Setiap akibat dalam hidup ada penyebabnya”. Prinsip kausalitas adalah melihat fenomena hubungan sebab akibat antara yang satu dengan yang lainnya (‘jika ‘a’, maka ‘b’) dan bersifat pasti. Pada alam, misalnya dapat dipahami sebagai rangkaian gerak sebab akibat/kausalitas dan bukan sebagai gerak tanpa arah yang jelas, yang tidak bisa di prediksi. Dapat dikatakan bahwa peranan hukum sebab akibat dalam realitas alam, yaitu alam fisik dikendalikan oleh hukum sebab akibat alami.

    ReplyDelete