Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 34: Tidak Percaya Hukum Sebab Akibat




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk menentukan sikapku, apakah aku harus menerima atau menolak Hukum Sebab Akibat?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

15 comments:

  1. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Dalam kehidupan sehari-hari, adanya hukum sebab akibat merupakan salah satu kebenaran yang diakui dan disetujui manusia. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap sesuatu memiliki sebab dan hukum sebab akibat termasuk di antara prinsip-prinsip rasional. Pada dasarnya dunia ini hanya ada dua hal, ada awal dan ada akhir sekaligus tidak ada awal dan tidak ada akhir. Semua tergantung ruang dan waktunya. Ada awal aku berbicara, dan ada akhir aku berbicara. Kemudian aku mengakhiri bicaraku karena tadi aku mengawali bicaraku. Jika dilihat lebih lanjut, awal dan akhir merupakan hubungan sebab akibat, ada akhir yang disebabkan ada awal. Sehingga jelas, bahwa semua yang ada di dunia ini merupakan hubungan sebab dan akibat.

    ReplyDelete
  2. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Adanya akibat selalu diawali dengan adanya sebab. Suatu akibat tertentu terkadang ditimbulkan oleh serangkaian perbuatan yang saling terkait yang menjadi faktor-faktor yang menyebabkan timbulnya akibat. Yang menjadi permasalahan adalah kepada siapa akan dipertanggungjawabkannya suatu akibat tersebut. Menurut saya, kita harus menerima hukum kausalitas itu, karena itu adalah fitrah, seperti sudah makan maka menjadi kenyang, mencuri maka dipenjara, belajar maka berilmu, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  3. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Kita sebagai manusia memiliki kesempatan untuk memilih. Maka ketika kita memilih, kita harus siap menerima konsekuensi atas pilihan kita. Inilah yang dinamakan kausalitas. Kausalitas dibangun oleh hubungan antara suatu kejadian (sebab) dan kejadian kedua (akibat atau dampak), yang mana kejadian kedua dipahami sebagai konsekuensi dari yang pertama (https://id.wikipedia.org/wiki/Kausalitas). Karena adanya kausalitas inilah, setiap pilihan yang kita ambil akan berdampak pada kejadian selanjutnya.

    ReplyDelete
  4. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Setiap akibat tentunya memiliki sebab yang khusus untuknya, dan akibat yang ditimbulkan menjadi sebab untuk akibat selanjutnya begitu seterusnya dalam kehidupan kita. Jadi Pada hakikatnya, setiap perwujudan menempati tempat tertentu dalam hukum sebab-akibat. Artinya, bahwa akibat harus dimiliki oleh suatu sebab tertentu yang selanjutnya menjadi sebab bagi sesuatu yang tertentu berikutnya. Hukum sebab akibat merupakan salah satu kebenaran yang diakui dan disetujui manusia dalam kehidupan sehari-harinya. Prinsip ini menyatakan bahwa setiap sesuatu memiliki sebab. Hukum sebab akibat termasuk di antara prinsip-prinsip rasional. Karena, manusia mendapati di kedalaman wataknya suatu pendorong yang berupaya menjelaskan apa yang ditemuinya dengan mengungkapkan sebab-sebabnya

    ReplyDelete
  5. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saya percaya adanya hukum sebab akibat. Saya percaya bahwa ketika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu akan kembali kepada diri kita sendiri, dengan berbagai cara yang mungkin tidak kita tahu, baik itu di dunia maupun di akhirat. Ketika kita melakukan keburukan, keburukan itu akan berbalik kepada diri kita sendiri. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, “maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)nya (QS. Al Zalzalah :7-8).

    ReplyDelete
  6. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hukum sebab akibat adalah hukum yang saya percayai kebenarannya. dalam bertindak tentu kita memiliki sebab dibalik kita melakukan sesuatu. Hal ini kontinu dengan suatu perlakuan menjadi sebab dari suatu perlakuan lain di kemudian hari, dimana perlakuan kedua ini menjadi akibat dari perlakuan pertama begitu seterusnya hingga hukum sebab akibat ini terus mengalir.

    ReplyDelete
  7. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Apakah kita menolak atau menerima hukum sebab akibat? Pertanyaan ini dijawab pula dengan menggunakan sebab-sebab, maka tidak ada di dunia ini yang datang dengan tiba-tiba atau tanpa sebab. Kehidupan kita, alam dan bumi kita yang sekarang merupakan akibat yang terjadi dari sebab-sebab sebelumnya. Misalkan saja terjadinya banjir, merupakan akibat dari lahan yang gundul, sampah yang menumpun di sungai sehingga menyebabkan aliran air tidak lancar dan sebagainya. Apabila kita kaji satu persatu peristiwa disekitar kita merupakan kejadian yang memuat sebab akibat.

    ReplyDelete
  8. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    dalam segala hal terdapat hukum sebab akibat, seperti halnya hukum tabur tuai. apa yang dilakukan manusia pasti akan ada konsekuensi yang diambil dan itu merupakan bagian dari akibat yang dilakukan dari suatu sebab.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  9. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Segala yang terjadi dalam hidup seorang manusia tidak lain dan tidak bukan adalah akibat dari apa yang dia perbuat. Maka akibat tersebut ada karena suatu sebab tertentu. Seperti halnya suatu pepatah yang mengatakan bahwa ‘hasil tidak akan menghianati usaha’, sama juga dengan pepatah lainnya bahwa ‘apa yang aku tanaamn, itulah yang akan aku petik’. Kedua pepatah tersebut sesui dengan hukum sebab akibat, suatu keberhasilan akan kita dapatkan akibat dari kerja keras kita dalam menggapainya, itulah sebabnya kita melakukan kerja keras. Meskipun akibat tidak bisa kita sendiri yang menentukan, karena yang maha menentukan segalanya hanyalah Allah SWT, tetapi kita tetap harus mempercayai akan adanya hukum sebab akibat tersebut.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Filsafat kausalitas (sebab-akibat) yang dikemukan para filsuf dan ilmuwan mempengaruhi lahirnya kausalitas dalam hukum pidana. Lantas, apakah saya harus menerima atau menolak hukum sebab akibat? Nah, peneriamaan ini bersifat relatif. Hal ini tergantung pada kausalitas sebagai logika berfikir dalam menemukan perbuatan yang menjadi sebab, disokong oleh ilmu pengetahuan dan disokong juga oleh sesuatu yang apriori.

    ReplyDelete
  11. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sebab dan akibat merupakan sesuatu yang berjalan beriringan. Setelah melakukan sesuatu, maka akan ada akibat yang ditimbulkan atas apa yang telah dilakukan. akibat yang ditimbulkan bisa langsung terjadi setelahnya namun bisa juga berakibat dalam waktu yang akan datang.

    ReplyDelete
  12. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Karma merupakan salah satu contoh dari hukum sebab akibat, bahwa segala sesuatu yang kita perbuat akan kembali pada diri kita sendiri. ibarat pepatah “ siapa yang menanam dia yang menuai”, sesuatu yang kita peroleh dalam hidup ini adalah sebagai akibat dari usaha atau perbuatan kita. Begitupula bila melakukan keburukan, maka suatu saat akan menerima perlakuan (keburukan) yang sama, itulah sebabnya ketika berkata tau melalukan sesuatu perlu pertimbangan dan dipikirkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  13. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Segala sesuatu berasal dari sebab dan kondisi. Apa yang kita pikirkan atau lakukan sekarang akan menjadi sebab dari akibat yang ditimbulkannya di masa depan. Akibat dapat menjadi sebab dan sebaliknya, sebab dapat menjadi akibat. Sebagai contoh, si A nilainya jelek karena tidak membaca buku. Tapi sebab 'tidak membaca buku' bukan satu-satunya sebab di sini. Masih ada sebab lain, A tidak membaca buku karena tidak punya buku, kemudian ingin pinjam teman tapi tidak dipinjami, ingin beli buku tapi tidak punya uang, dst. Jadi dari satu kejadian bisa diakibatkan oleh satu atau beberapa sebab. Dalam hidup ini yang kita alami adalah rangkaian sebab-akibat. Maka saya menerima Hukum Sebab Akibat. Dan semua yang terjadi juga tak lepas dari kuasa Allah swt.

    ReplyDelete
  14. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Menurut saya, sebagai manusia sebaiknya kita percaya akan hukum sebab-akibat. Hal ini merupakan hal yang perlu untuk memberikan motivasi kepada kita dalam melaksanakan kehidupan sehari-hari. Jika tidak percaya pada hukum sebab akibat, maka kehidupan menjadi tidak ada tujuan. Kehidupan menjadi tidak bergairah. Lebih lanjut, percaya pada sebuah peristiwa yang terjadi karena tidak ada sebabnya, atau yang sering kita sebut dengan takdir, memang benar, tapi jika tidak dibarengi dengan usaha dan ikhtiar, apalah jadinya hidup ini. Jika kita hanya percaya pada takdir saja, tanpa adanya usaha, maka kita hanya hidup seperti boneka, yang tidak memiliki jiwa. Kita bukanlah manusia yang sebenar-benarnya manusia. Sebagaimana pernyataan bahwa sebenar-benarnya mannusia adalah manusia yang memanfaatkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  15. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Saya selalu percaya bahwa dibalik sebuah akibat pasti selalu ada sebab. Tiadalah mungkin sesuatu dapat serta merta terjadi begitu saja. Maka akan ada proses yang terjadi sebelum menyebabkan sesuatu. Saat melihat kenyataan bahwa hidup tidak seperti yang direncanakan, dapat dicari penyebab mengapa hal itu bisa terjadi. Mungkin karena diri kia sendiri, campur tangan orang lain atau bahkan restu dari Allah Sang Pemegang Kuasa.

    ReplyDelete