Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 38: Hubungan Antara yang Ada




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya sehingga aku mampu mencari Hubungan antara yang Ada dan yang Mungkin Ada.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

32 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Yang ada mempunyai struktur dan berhirarki, begitupun yang mungkin ada mempunyai struktur dan berhirarki. Yang sifat nya tetap dan yang mungkin ada itu sifatnya berubah. Yang mungkin ada bisa saja menjadi ada jika ada pengada yang mengadakannya. Misalnya saja pada tempo yang dulu, manusia hanya memimpikan suatu saat mereka akan terbang bagaikan burung. Tetapi dari zaman ke zaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia telah mampu menciptakan suatu teknologi yang dapat membawa manusia terbang melintasi dari satu negara ke negara lainnya, dari suatu benua ke benua lainnya, bahkan membawa manusia untuk sampai di luar angkasa.

    ReplyDelete
  2. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk menjelaskan sebuah hubungan antara yang ada diperlukan sebuah pemikiran secara filsafat. Pemikiran ini dilakukan secara bebas, tak terbatas sehingga dapat menghasilkan sebuah pemikiran yang dapat menjelaskan sebuah hubungan antara yang ada. Bebas dari berbagai prasangka, bebas dari segi kultural, maupun bebas dari sisi religius.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesuatu dikatakan ada jika jelas terlihat keberadaannya dan sesuatu yang mungkin ada adalah yang keberadaannya belum diketahui dengan pasti. Keduanya saling berhubungan, jika si ada mampu menunjukkan keberadaannya maka dia benar-benar ada. Tetapi saat si ada tidak mampu menunjukkan keberadaannya maka ia mungkin ada atau dengan kata lain diragukan keberadaannya. Jadi supaya kita dianggap tetap ada maka yang harus dilakukan adalah menunjukkan keberadaan kita.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Yang ada adalah sesuatu hal yang memang sudah ada di dalam benak kita maupun dalam pikiran kita. Sedangkan yang mungkin adala adalah suatu bentuk usaha untuk memunculkan yang tidak ada menjadi ada. Kedua hal ini merupakan obyek dari filsafat yang akan selalu berdampingan, karena memang hal ini yang selalu ada dalam benak manusia juga.

    ReplyDelete
  5. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hubungan antara yang ada menurut saya adalah dlam filsafat terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada akan mempengaruhi yang mngkin ada dan yang mungkin ada akan mempengaruhi yang ada. Dalam hidup ini kesempatan menjadi salah satu contoh yang ada dan yang mungkin ada. sehingga jika kita gagal dalam kesempatan pertama maka masih ada peluan untuk selanjutnya.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan obyek dalam filsafat. Antara yang ada dan yang mungkin ada berhubungan erat dengan apa yang kita pikirkan mengenai yang ada dan yang mungkin ada tersebut. Keberadaan antara yang ada dan yang mungkin ada tersebut tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jika kita memikirkan yang ada di saat sekarang maka yang ada tersebut akan menjadi yang mungkin ada pada ruang dan waktu yang lain. Begitu pula disaat kita memikirkan segala yang mungkin ada, maka untuk ruang dan waktu yang lain segala yang mungkin ada tersebut bisa menjadi sesuatu yang ada.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita melihat sifat yang ada sebagai sesuatu yang tetap maka yang mungkin ada merupakan hal yang berubah. keduanya akan berganti saat kita memikirkannya dengan cara sebaliknya. Apa yang kita pelajari sekarang merupakan hal yang ada, tapi ada hal yang mungkin ada dalam ilmu yang kita pelajari. Misalnya: sewaktu SMP kita mempelajari tentang kubus. Kita mempelajari tentang sisi, rusuk bidang. Namun, bagi anak SMP, diagonal ruang merupakan hal yang mungkin ada. jadi, hal yang ada adalah hal yang kita pelajari sekarang, dan hal yang mungkin ada adalah yang akan kita pelajari.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Objek filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang mungkin ada, akan menjadi ada, setelah diadakan. Yang ada, merupakan yang mungkin ada setelah diadakan. Segala yang ada bagiku, boleh jadi merupakan yang mungkin ada bagimu. Yang ada dan yang mungkin ada haruslah sama-sama dipertimbangkan dalam hidup ini. Jangan sampai kita hanya berfokus pada yang ada sehingga melupakan yang mungkin ada, karena yang mungkin ada tidak kalah pentingnya dengan yang ada.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah..
    Hubungan antara yang ada dan yang mungkin adalah adalah pikiran. Di dalam pikiran, kita bisa mendefinisikan antara yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam pikiran semua yang mungkin ada itu ada. Di dalam pikiran juga, semua yang ada itu menjadi mungkin tidak ada karena tersembunyi. Namun yang perlu kita ingat bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada itu merupakan objek filsafat. Dan kita pasti mempelajarinya.

    ReplyDelete
  10. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu yang ada dan mungkin ada merupakan kajian objek filsafat. Objek filsafat inilah yang dipelajari. Koneksi yang menghubungkan atau menjembatani keduanya adalah pikiran manusia. Jika manusia tidak mau berpikir, maka sesuatu yang ada itu tidak akan berkembang untuk mencari sesuatu yang ada yang lain atau yang mungkin ada. Maka, melalui proses berpikir lah sesuatu yang ada dan mungkin ada itu saling berhubungan dan berkaitan.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Alam sebenarnya memberikan sebuah pelajaran, secara falsafi alam memberikan banyak inspirasi para pemikir-pemikir terdahulu. Berawal dari konsep “ada” dan “tiada”. Manusia ada karena wujud yang melekat pada dirinya disamping itu ada sebuah anggapan suatu yang “ada” tidak terlepas dari keadaan “tiada”. Dalam proses pencarian ke”tiada”an inilah banyak tokoh pemikir filsafat yang mencoba mengungkapkan banyak teorinya tentang asal mula kehidupan setelah masa kepercayaan mitos. Manusia tidak mungkin dengan sendirinya “ada” tanpa sebab dan musababnya (ada berasal dari ketiadaannya). Sebuah pendekatan dalam proses pencarian tidak lain adalah apa saja yang mempunyai hubungan wujud “ada” dan tidak lain manusia selalu bersinggungan, bersentuhan dengan alam secara kasaf mata. Alam adalah contoh konkrit sample yang bisa “dicerna” oleh indera manusia.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam membangun pengetahuan atau ilmu pengetahuan terdapat obyek di dalam pikiran kita maupun obyek di luar pikiran kita. obyek yang ada di dalam pikiran kita antara lain mempunyai sifat berpotensi sebagai unsur-unsurnya logika, rasio atau pikiran. Sedangkan obyek yang ada di luar pikiran, mereka itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada termasuk pengalaman atau benda-benda.
    Yang ada itu bersifat tetap dan yang mungkin ada itu bersifat berubah ubah. Diperlukan keduanya dalam membangun pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Yang tetap itu adalah pengalaman atau takdir yang sudah terjadi. Sedangkan yang berubah-ubah adalah pikiran atau usaha kita. Yang mungkin ada menguatkan yang ada, dan yang ada pun merupakan hasil dari yang mungkin ada.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  13. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    “Hubungan yang ada dan yang mungkin ada”. Berkali-kali saya membaca kalimat tersebut dalam beberapa elegi dan postingan menarik lainya. Akan tetapi aneh betul, ketika membaca kalimat tersebut berdiri sendiri tanpa elegi yang mengiringi, benar-benar bingung saya mengartikannya. Bismillah, mari kita berusaha

    “Hubungan yang Ada dan yang Mungkin Ada” membawa saya berpikir jika cara berpikir dengan melihat hubungan yang ada dan yang mungkin ada membawa kita menjadi manusia yang lebih berhati-hati, tidak mudah mereduksi segala sesuatu, tidak mudah menyerah pada satandar rasionalitas pribadi. Hubungan yang ada dan yang mungkin ada membawa kita berfikir secara fisik dan metafisik. Seharusnya memang begitulah hidup, berpikir kritis. Terkadang kita hanya mengandalkan metode berpikir pada aspek “yang ada” saja. Hal tersebut membuat kita tidak berpikir kritis. Padahal seseorang yang cerdas (hati dan fikirnya) adalah dia yang memkirkan hal yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada postingan ini saya kembali pada persetujuan saya pada apa yang disampaikan Prof Marsigit dalam satu eleginya (mohon maaf saya lupa judulnya), yang menyebutkan bahwa seseorang yang cerdas adalah yang mampu memikirkan yang ada dan yang mungkin ada (sekali lagi mohon maaf, jika yang saya kutip ternyata tidak sama persis dengan yang seharusnya).

    ReplyDelete
  14. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Hubungan yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dikatakan ada ketika sudah ada dipikiran kita, ketika sesuatu belum ada dipikiran kita berarti itu yang mungkin ada. Semua yang ada dan yang mungkin ada ini selalu berkesinambungan. Karena segala hal didunia ini pasti semua yang ada dan yang mungkin ada. Kita tidak bisa mengatakan sesuatu yang mungkin ada tersebut, karena ketika kita telah mampu menyatakan yang mungkin ada berarti sebenarnya sesuatu itu sudah ada, di pikiran kita.

    ReplyDelete
  15. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Hubungan antara yang Ada dan yang Mungkin Ada"
    Waah pas sekali, saya menemukan pertanyaan ini di kuis ketika kuliah minggu lalu. Metafisik yang ada adalah yang ada dan yang mungkin ada. Metafisik yang mungkin ada adalah yang mungkin ada. Maka hubungannya ada pada konsep metafisiknya.

    ReplyDelete
  16. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Semua di dunia ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam belajar filsafat juga mempelajari tentang yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang ada itu memiliki struktur. Struktur yang ada itu pun bersifat plural. Struktur-struktur tersebut menghubungkan antara yang ada dengan yang ada lainnya. Selanjutnya dengan menggunakan alat indera dan pikiran serta hubungan antara yang ada dengan yang ada lainnya dapat mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Sehingga dalam kehidupan ini di segala aspek selalu terdapat hubungan antara yang ada. Agar kita dapat mengetahui hubungan antara yang ada maka berusaha untuk berpikir kritis dengan selalu belajar, mengenal lingkungan sekitar beserta sifat-sifatnya, dan juga menambah pengalaman.

    ReplyDelete
  17. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, Yang ada itu adalah yang sudah dapat dijelaskan dan dikomunikasikan atau yang disebut sebagai George Bekeley yang ada adalah yang bisa dipersepsikan (esse est percipi), maka “yang mungkin ada”, yaitu sesuatu yang terasa belum ada akan tetapi ada kemungkinan untuk bisa ditemukan sehingga menjadi ada yaitu menjadi bias dijelaskan dan persepsikan. Dalam belajat filsafat kami belajar untuk bisa memahami dan menjelaskan mengenai hal yang ada, dan belajar untuk menyingkap hal yang mungkin ada untuk menjadi ada agar kami bisa memahami dan menjelaskan hal tersebut.

    ReplyDelete
  18. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Ada adalah jika ada pengada yang mengadakannya. Ada adalah sesuatu yang pasti keberadaannya, yang tidak ada mungkin saja akan menjadi ada jika ada orang yang mengadakannya, dan tidak mungkin ada jika tidak ada orang yang mengadakannya. Sehingga sangat erat kaitannya antara ada dan yang mungkin ada ini. Objek filsafat itu semua yang ada dan yang mungkin ada, jadi objek filsafat itu tak terhitung banyaknya, apalagi hubungan antara yang ada. Semua yang ada di dunia ini saling terkait satu sama lain, paling tidak dipikiran kita yang dapat menghubungkan semua yang hal dari yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini. Maka supaya dapat terjalin hubungan yang harmonis antara satu dengan yang lain, haruslah kita hidup seimbang, saling hormat menghormati antar sesama ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  19. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sesuatu ada karena ada yang mengadakannya. Maka ketika sesuatu masih mungkin ada, kita perlu mengada agar yang mungkin ada menjadi ada. Proses mengbah yang mungkin ada menjadi ada dapat melalui berbagai cara. Dengan melihat, sesuatu yang mungkin ada bisa menjadi ada. Dengan mendengar, sesuatu yang mungkin ada bisa menjadi ada. Dengan melakukan aktivitas, sesuatu yang mungkin ada bisa menjadi ada. Dengan menghirup aromanya, sesuatu yang mungkin ada bisa menjadi ada. Dengan mengecap rasanya, sesuatu yang mungkin ada bisa menjadi ada.

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sesuatu dikatakan ada jika jelas terlihat keberadaannya dan sesuatu yang mungkin ada adalah yang keberadaannya belum diketahui dengan pasti. Keduanya saling berhubungan, jika si Ada mampu menunjukkan keberadaannya maka dia benar-benar ada. Tetapi saat si ada tidak mampu menunjukkan keberadaannya maka ia mungkin ada atau dengan kata lain diragukan keberadaannya. Jadi supaya kita dianggap tetap ada maka yang harus dilakukan adalah menunjukkan keberadaan kita, bisa dengan tulisan, maupun karya yang lainnya.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Objek kajian filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada. Segala sesuatu yang belum ada di pikiran kita merupakan hal yang mungkin ada, kemudian dapat menjadi ada ketika kita memikirkan hal tersebut dan dapat menyebutkan salah satu saja sifat dari yang mungkin ada tersebut. Dengan kata lain, hal yang mungkin ada dapat menjadi ada apabila kita memikirkannya, hal yang mungkin ada akan menjadi ada karena adanya pengada yang mengadakan hal tersebut.

    ReplyDelete
  22. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Objek filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang mungkin ada, akan menjadi ada, setelah diadakan. Yang ada, merupakan yang mungkin ada setelah diadakan. Segala yang ada bagiku, boleh jadi merupakan yang mungkin ada bagimu. Yang ada dan yang mungkin ada haruslah sama-sama dipertimbangkan dalam hidup ini. Jangan sampai kita hanya berfokus pada yang ada sehingga melupakan yang mungkin ada, karena yang mungkin ada tidak kalah pentingnya dengan yang ada

    ReplyDelete
  23. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Objek filsafat adalah segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Filsafat identik dengan ilmu pengetahuan karena dikatakan sebagai hasil dari pemikiran teoritis dari para ahli, artinya para ahli menciptakan ide dan pendapat sebagai rujukan dan pedoman bagi orang lain. Filsafat sendiri merupakan suatu upaya berfikir yang jelas dan terang tentang seluruh kenyataan tentang yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  24. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    menurut saya,filsafat ini mempelajari banyak hal dalam kehidupan manusia baik yang sekarang dan yang akan datang. jelas ini ada hubungan antara ada dan yang mungkin ada karena ada dan yang mungkin ada ini sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  25. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Hal yang mungkin ada adalah suatu hal yang ada namun belum diadakan, belum melewati proses mengada. Objek filsafat adalah semua hal yang ada dan mungkin ada, dimana dari mungkin ada dibutuhkan kegiatan mengada, dan terdapat pengadanya. Manusia mengada untuk merubah yang mungkin ada menjadi ada, namun dengan keterbatasan manusia satu dan yang lain, suatu hal yang ada menurut seseorang merupakan hal yang mungkin ada untuk orang lain.

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Segala obyek yang dapat kita rasakan dengan indera kita, itu semua termasuik segala yang ada. Sedangkan segala yang mungkin ada bisa mencakup metafisik, bisa juga yang hanya ada dalam pikiran kita. Ketika yang mungkin ada tersebut hanya ada dalam pikiran kita, kemudian kita berusaha untuk menyebutkan sifat dari apa yang kita pikirkan, maka hal yang tadinya hanya mungkin ada bisa menjadi ada. Sama halnya dengan yang metafisik, kita tidak akan mengetahui apa yang disebalik yang ada jika kita tidak menyebutkan apa metafisik dari yang ada tersebut. Disitulah letak hubungan dari obyek filsafat yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  27. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Objek filsafat sekaligus objek pikiran adalah sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Hubungan antara ada dan yang mungkin ada juga tergantung pikiran untuk memikirkan dan merefleksikannya dalam dunia nyata. Yang telah ada bisa jadi akan memicu munculnya yang mungkin ada. Begitu pula sebaliknya, yang telah ada merupakan kelanjutan dari yang mungkin ada. Sebagai contoh matematika mendorong adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Ada dan yang mungkin ada merupakan objek dalam filsafat. ada adalah sesuatu yang ada di dalam pikiran seseorang dan yang mungkin ada adalah segala sesuatu yang ada di luar pikiran seseorang. Hubungan antara keduanya yaitu bahwa yang mungkin ada bisa menjadi sesuatu yang ada dengan usaha yang kita lakukan, jika beberapa aliran dalam filsafat awalnya merupakan sesuatu yang mungkin ada bagi kita maka dengan mencari tau dan membaca buku atau sumber baca yang lain tentang aliran-aliran dalam filsafat tersebut maka hal itu lah yang kita sebut dengan mengadakan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  29. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Mencoba menafsirkan bahwa segala objek dalam kajian filsafat merupakan segala hal ynag ada dan yang mungkin ada. Lantas hubungan yang mampu saya perhatikan adalah keberadaan masing-masing saling mempengaruhi. Yang ada menjadikan mungkin ada dan yang mungkin ada menjadikan ada. Hubungan causa. Saling mengada dan meniadakan. Artinya segalanya haruslah dalam keadaan yang seimbang, tidak menonjolkan atau terlalu mengagungkan yang ada sehingga melupakan yang mungkin ada. Begitu juga sebaliknya. Dan sebagai manusia juga bisa merefleksikan dalam tindakan dan bagaimana bersikap terhadap sesuatu atau seseorang tidak seharunsya berlebihan.

    ReplyDelete
  30. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Sesuatu yang ada memiliki sesuatu yang mungkin ada padanya. Sesuatu yang mungkin ada dapat muncul dari sesuatu yang ada. Sehingga sesuatu yang ada dan yang mungkin ada adalah saling berhubungan satu sama lain. Hubungan antara sesuatu yang ada dan yang mungkin ada tergantung dari kondisinya, tergantung dari ruang dan waktunya masing-masing. Sebuah hal A ada dalam pikiran Andi, tetapi mungkin ada dalam pikiran Ina. Kenapa mungkin ada dalam pikiran Ina? Karena pemikiran Ina terbatas, mungkin dia melupakan sesuatu yang pernah ada dalam pikirannya, sesuatu yang ada dalam pikiran ternyata bisa menjadi sesuatu yang dilupakan dalam pikiran, tidak ada dalam pikiran, sehingga hal tersebut menjadi mungkin ada. Secara umum, ada menunjukkan sesuatu yang dapat kita lihat, kita dengar, dan kita rasakan dengan panca indera. Sedangkan sesuatu yang mungkin ada belum dapat kita lihat, kita dengan dan kita rasakan dengan panca indera tetapi dengan pengadaan hal yang mungkin ada tersebut membuat hal yang dimaksud menjadi ada. Ada dan mungkin ada relatif terhadap ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pikiran dan hati yang diciptakan dengan segala kerumitan dan kekompleksannya memegang kendali jalan hidupnya seseorang. Pikiran dan hati, penentu keputusan akan pilihan yang ada. Meski sering kali keduanya bertentangan, namun selalu ada usaha untuk memahami satu sama lain. Keduanya memiliki hubungan yan tidak bisa dipungkiri memiliki dimensi keterikatan yang memengaruhi satu sama lain, walaupun kadang kala bertentangan.

    ReplyDelete
  32. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Objek filsafat itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada dalam pikiran atau yang ada di luar pikiran manusia. Yang ada merupakan sesuatu yang pasti keberadaannya, sedangkan yang tidak ada mungkin saja akan menjadi ada jika ada orang yang mengadakannya, dan hal itu tidak mungkin ada jika tidak ada orang yang mengadakannya. Jadi hubungannya yaitu sesuatu akan menjadi ada jika ada pengada yang mengadakannya dalam lingkungan yang ada.

    ReplyDelete