Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 38: Hubungan Antara yang Ada




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya sehingga aku mampu mencari Hubungan antara yang Ada dan yang Mungkin Ada.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

8 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah..
    Hubungan antara yang ada dan yang mungkin adalah adalah pikiran. Di dalam pikiran, kita bisa mendefinisikan antara yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam pikiran semua yang mungkin ada itu ada. Di dalam pikiran juga, semua yang ada itu menjadi mungkin tidak ada karena tersembunyi. Namun yang perlu kita ingat bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada itu merupakan objek filsafat. Dan kita pasti mempelajarinya.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu yang ada dan mungkin ada merupakan kajian objek filsafat. Objek filsafat inilah yang dipelajari. Koneksi yang menghubungkan atau menjembatani keduanya adalah pikiran manusia. Jika manusia tidak mau berpikir, maka sesuatu yang ada itu tidak akan berkembang untuk mencari sesuatu yang ada yang lain atau yang mungkin ada. Maka, melalui proses berpikir lah sesuatu yang ada dan mungkin ada itu saling berhubungan dan berkaitan.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Alam sebenarnya memberikan sebuah pelajaran, secara falsafi alam memberikan banyak inspirasi para pemikir-pemikir terdahulu. Berawal dari konsep “ada” dan “tiada”. Manusia ada karena wujud yang melekat pada dirinya disamping itu ada sebuah anggapan suatu yang “ada” tidak terlepas dari keadaan “tiada”. Dalam proses pencarian ke”tiada”an inilah banyak tokoh pemikir filsafat yang mencoba mengungkapkan banyak teorinya tentang asal mula kehidupan setelah masa kepercayaan mitos. Manusia tidak mungkin dengan sendirinya “ada” tanpa sebab dan musababnya (ada berasal dari ketiadaannya). Sebuah pendekatan dalam proses pencarian tidak lain adalah apa saja yang mempunyai hubungan wujud “ada” dan tidak lain manusia selalu bersinggungan, bersentuhan dengan alam secara kasaf mata. Alam adalah contoh konkrit sample yang bisa “dicerna” oleh indera manusia.

    ReplyDelete
  4. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam membangun pengetahuan atau ilmu pengetahuan terdapat obyek di dalam pikiran kita maupun obyek di luar pikiran kita. obyek yang ada di dalam pikiran kita antara lain mempunyai sifat berpotensi sebagai unsur-unsurnya logika, rasio atau pikiran. Sedangkan obyek yang ada di luar pikiran, mereka itu meliputi yang ada dan yang mungkin ada termasuk pengalaman atau benda-benda.
    Yang ada itu bersifat tetap dan yang mungkin ada itu bersifat berubah ubah. Diperlukan keduanya dalam membangun pengetahuan atau ilmu pengetahuan. Yang tetap itu adalah pengalaman atau takdir yang sudah terjadi. Sedangkan yang berubah-ubah adalah pikiran atau usaha kita. Yang mungkin ada menguatkan yang ada, dan yang ada pun merupakan hasil dari yang mungkin ada.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    “Hubungan yang ada dan yang mungkin ada”. Berkali-kali saya membaca kalimat tersebut dalam beberapa elegi dan postingan menarik lainya. Akan tetapi aneh betul, ketika membaca kalimat tersebut berdiri sendiri tanpa elegi yang mengiringi, benar-benar bingung saya mengartikannya. Bismillah, mari kita berusaha

    “Hubungan yang Ada dan yang Mungkin Ada” membawa saya berpikir jika cara berpikir dengan melihat hubungan yang ada dan yang mungkin ada membawa kita menjadi manusia yang lebih berhati-hati, tidak mudah mereduksi segala sesuatu, tidak mudah menyerah pada satandar rasionalitas pribadi. Hubungan yang ada dan yang mungkin ada membawa kita berfikir secara fisik dan metafisik. Seharusnya memang begitulah hidup, berpikir kritis. Terkadang kita hanya mengandalkan metode berpikir pada aspek “yang ada” saja. Hal tersebut membuat kita tidak berpikir kritis. Padahal seseorang yang cerdas (hati dan fikirnya) adalah dia yang memkirkan hal yang ada dan yang mungkin ada. Maka pada postingan ini saya kembali pada persetujuan saya pada apa yang disampaikan Prof Marsigit dalam satu eleginya (mohon maaf saya lupa judulnya), yang menyebutkan bahwa seseorang yang cerdas adalah yang mampu memikirkan yang ada dan yang mungkin ada (sekali lagi mohon maaf, jika yang saya kutip ternyata tidak sama persis dengan yang seharusnya).

    ReplyDelete
  6. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Hubungan yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dikatakan ada ketika sudah ada dipikiran kita, ketika sesuatu belum ada dipikiran kita berarti itu yang mungkin ada. Semua yang ada dan yang mungkin ada ini selalu berkesinambungan. Karena segala hal didunia ini pasti semua yang ada dan yang mungkin ada. Kita tidak bisa mengatakan sesuatu yang mungkin ada tersebut, karena ketika kita telah mampu menyatakan yang mungkin ada berarti sebenarnya sesuatu itu sudah ada, di pikiran kita.

    ReplyDelete
  7. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Hubungan antara yang Ada dan yang Mungkin Ada"
    Waah pas sekali, saya menemukan pertanyaan ini di kuis ketika kuliah minggu lalu. Metafisik yang ada adalah yang ada dan yang mungkin ada. Metafisik yang mungkin ada adalah yang mungkin ada. Maka hubungannya ada pada konsep metafisiknya.

    ReplyDelete
  8. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Semua di dunia ini meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Dalam belajar filsafat juga mempelajari tentang yang ada dan yang mungkin ada. Semua yang ada itu memiliki struktur. Struktur yang ada itu pun bersifat plural. Struktur-struktur tersebut menghubungkan antara yang ada dengan yang ada lainnya. Selanjutnya dengan menggunakan alat indera dan pikiran serta hubungan antara yang ada dengan yang ada lainnya dapat mengubah yang mungkin ada menjadi ada. Sehingga dalam kehidupan ini di segala aspek selalu terdapat hubungan antara yang ada. Agar kita dapat mengetahui hubungan antara yang ada maka berusaha untuk berpikir kritis dengan selalu belajar, mengenal lingkungan sekitar beserta sifat-sifatnya, dan juga menambah pengalaman.

    ReplyDelete