Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 38: Hubungan Antara yang Ada




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya sehingga aku mampu mencari Hubungan antara yang Ada dan yang Mungkin Ada.

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

18 comments:

  1. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam mempelajari filsafat, erat kaitannya dengan sesuatu yang ada dan mungkin ada. Karena eksistensi itu terikat ruang dan waktu. Sesuatu yang ada berarti mampak, dapat disentuh, dan dapat dirasakan keberadaanya. Sesuatu yang menurut kita ada, bisa saja menurut orang lain mungkin ada. Seperti contohnya pada perkuliahan filsafat (kejadian lampau), pak marsigit bertanya adakah yang mengikuti kuliah filsafat yang mengetahui nama cucunya? Dimana yang mungkin ada akan menjadi ada jika pak marsigit memberitahunya. Maka hubungan antara yang ada yang mungkin ada ialah ilmu seperti informasi.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Yang menghubungkan yang ada dan yang mungkin ada adalah pikiran. Hal ini dikarenakan dunia adalah pikiranku. Jika aku mengatakan sesuatu itu ada, maka sebelumnya sudah terlintas dalam pikiranku tentang sesuatu yang mungkin ada tersebut sehingga yang mungkin ada itu menjadi ada.

    ReplyDelete
  3. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Hubungan yang ada dan mungkin ada yaitu sesuatu yang mungkin ada belum tentu ada dalam kenyataannya. Maka yang mungkin ada memiliki peluang menjadi ada ketika dibuktikan dengan keberadaannya. Kita dapat membuktikan yang ada adalah dengan melihat dan merasakan sendiri. Sedangkan yang mungkin ada masih di dalam pikiran seseorang. Maka dalam hal ini yang ada dan mungkin ada adalah kesatuan dan keduanya merupakan bagian dari dunia ini.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Diciptkannya pikiran dan hati dengan segala jenis kerumitan dan kekompleksannya memegang kendali jalan hidupnya seseorang. Pikiran dan hti iilah menjadi penentu keputusan atas pilihan yang ada. Meski sering kali hati dan pikiran bertentangan, namun selalu ada usaha untuk memhami satu sama lain. Keduanya memiliki hubungan yang tidak dipungkiri memiliki dimensi keterkaitan yang mempengaruhi satu sama lain walaupun mereka sering sekali bertentangan

    ReplyDelete
  5. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Seperti yang kita ketahui bersama bahwa objek filsafat itu segala yang ada dan yang mungkin ada. Sesuatu dikatakan ada ketika kita bisa menyebutkan minimal satu dari sekian banyak ciri-cirinya. Ketika kita tidak bisa menyebutkan salah satu ciri-cirinya, belum tentu itu adalah hal yang tidak ada, melainkan itu adalah sesuatu yang mungkin ada. Lalu apa hubungannya antara ada dan yang mungkin ada? Ketika kita melakukan kegiatan mengada dan menjadi seorang pengada, sesuatu yang mungkin ada tersebut bisa menjadi ada.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Mencoba menafsirkan bahwa segala objek dalam kajian filsafat merupakan segala hal ynag ada dan yang mungkin ada. Lantas hubungan yang mampu saya perhatikan adalah keberadaan masing-masing saling mempengaruhi. Yang ada menjadikan mungkin ada dan yang mungkin ada menjadikan ada. Hubungan causa. Saling mengada dan meniadakan. Artinya segalanya haruslah dalam keadaan yang seimbang, tidak menonjolkan atau terlalu mengagungkan yang ada sehingga melupakan yang mungkin ada. Begitu juga sebaliknya. Dan sebagai manusia juga bisa merefleksikan dalam tindakan dan bagaimana bersikap terhadap sesuatu atau seseorang tidak seharunsya berlebihan.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Yang ada mempunyai struktur dan berhirarki, begitupun yang mungkin ada mempunyai struktur dan berhirarki. Yang sifat nya tetap dan yang mungkin ada itu sifatnya berubah. Yang mungkin ada bisa saja menjadi ada jika ada pengada yang mengadakannya. Misalnya saja pada tempo yang dulu, manusia hanya memimpikan suatu saat mereka akan terbang bagaikan burung. Tetapi dari zaman ke zaman dengan perkembangan ilmu pengetahuan manusia telah mampu menciptakan suatu teknologi yang dapat membawa manusia terbang melintasi dari satu negara ke negara lainnya, dari suatu benua ke benua lainnya, bahkan membawa manusia untuk sampai di luar angkasa.

    ReplyDelete
  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk menjelaskan sebuah hubungan antara yang ada diperlukan sebuah pemikiran secara filsafat. Pemikiran ini dilakukan secara bebas, tak terbatas sehingga dapat menghasilkan sebuah pemikiran yang dapat menjelaskan sebuah hubungan antara yang ada. Bebas dari berbagai prasangka, bebas dari segi kultural, maupun bebas dari sisi religius.

    ReplyDelete
  9. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesuatu dikatakan ada jika jelas terlihat keberadaannya dan sesuatu yang mungkin ada adalah yang keberadaannya belum diketahui dengan pasti. Keduanya saling berhubungan, jika si ada mampu menunjukkan keberadaannya maka dia benar-benar ada. Tetapi saat si ada tidak mampu menunjukkan keberadaannya maka ia mungkin ada atau dengan kata lain diragukan keberadaannya. Jadi supaya kita dianggap tetap ada maka yang harus dilakukan adalah menunjukkan keberadaan kita.

    ReplyDelete
  10. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Yang ada adalah sesuatu hal yang memang sudah ada di dalam benak kita maupun dalam pikiran kita. Sedangkan yang mungkin adala adalah suatu bentuk usaha untuk memunculkan yang tidak ada menjadi ada. Kedua hal ini merupakan obyek dari filsafat yang akan selalu berdampingan, karena memang hal ini yang selalu ada dalam benak manusia juga.

    ReplyDelete
  11. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Hubungan antara yang ada menurut saya adalah dlam filsafat terdiri dari yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada akan mempengaruhi yang mngkin ada dan yang mungkin ada akan mempengaruhi yang ada. Dalam hidup ini kesempatan menjadi salah satu contoh yang ada dan yang mungkin ada. sehingga jika kita gagal dalam kesempatan pertama maka masih ada peluan untuk selanjutnya.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Segala yang ada dan yang mungkin ada merupakan obyek dalam filsafat. Antara yang ada dan yang mungkin ada berhubungan erat dengan apa yang kita pikirkan mengenai yang ada dan yang mungkin ada tersebut. Keberadaan antara yang ada dan yang mungkin ada tersebut tidak terbatas oleh ruang dan waktu. Jika kita memikirkan yang ada di saat sekarang maka yang ada tersebut akan menjadi yang mungkin ada pada ruang dan waktu yang lain. Begitu pula disaat kita memikirkan segala yang mungkin ada, maka untuk ruang dan waktu yang lain segala yang mungkin ada tersebut bisa menjadi sesuatu yang ada.

    ReplyDelete
  13. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Jika kita melihat sifat yang ada sebagai sesuatu yang tetap maka yang mungkin ada merupakan hal yang berubah. keduanya akan berganti saat kita memikirkannya dengan cara sebaliknya. Apa yang kita pelajari sekarang merupakan hal yang ada, tapi ada hal yang mungkin ada dalam ilmu yang kita pelajari. Misalnya: sewaktu SMP kita mempelajari tentang kubus. Kita mempelajari tentang sisi, rusuk bidang. Namun, bagi anak SMP, diagonal ruang merupakan hal yang mungkin ada. jadi, hal yang ada adalah hal yang kita pelajari sekarang, dan hal yang mungkin ada adalah yang akan kita pelajari.

    ReplyDelete
  14. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Objek filsafat adalah segala yang ada dan yang mungkin ada. Yang mungkin ada, akan menjadi ada, setelah diadakan. Yang ada, merupakan yang mungkin ada setelah diadakan. Segala yang ada bagiku, boleh jadi merupakan yang mungkin ada bagimu. Yang ada dan yang mungkin ada haruslah sama-sama dipertimbangkan dalam hidup ini. Jangan sampai kita hanya berfokus pada yang ada sehingga melupakan yang mungkin ada, karena yang mungkin ada tidak kalah pentingnya dengan yang ada.

    ReplyDelete
  15. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Terkadang kita hanya menghubung hubungkan kejadian yang ada dan tampak mata saja, tetapi sebenarnya kejadian itu juga dipengaruhi antara yang ada dan yang mungkin ada. semua yang kita pebuat pasti akan berpengaruh, entah dari sisi tetapi semua di dunia ini adalah siklus, bagaikan roda yang berputar, diantara yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah..
    Hubungan antara yang ada dan yang mungkin adalah adalah pikiran. Di dalam pikiran, kita bisa mendefinisikan antara yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam pikiran semua yang mungkin ada itu ada. Di dalam pikiran juga, semua yang ada itu menjadi mungkin tidak ada karena tersembunyi. Namun yang perlu kita ingat bahwa segala yang ada dan yang mungkin ada itu merupakan objek filsafat. Dan kita pasti mempelajarinya.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Segala sesuatu yang ada dan mungkin ada merupakan kajian objek filsafat. Objek filsafat inilah yang dipelajari. Koneksi yang menghubungkan atau menjembatani keduanya adalah pikiran manusia. Jika manusia tidak mau berpikir, maka sesuatu yang ada itu tidak akan berkembang untuk mencari sesuatu yang ada yang lain atau yang mungkin ada. Maka, melalui proses berpikir lah sesuatu yang ada dan mungkin ada itu saling berhubungan dan berkaitan.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Alam sebenarnya memberikan sebuah pelajaran, secara falsafi alam memberikan banyak inspirasi para pemikir-pemikir terdahulu. Berawal dari konsep “ada” dan “tiada”. Manusia ada karena wujud yang melekat pada dirinya disamping itu ada sebuah anggapan suatu yang “ada” tidak terlepas dari keadaan “tiada”. Dalam proses pencarian ke”tiada”an inilah banyak tokoh pemikir filsafat yang mencoba mengungkapkan banyak teorinya tentang asal mula kehidupan setelah masa kepercayaan mitos. Manusia tidak mungkin dengan sendirinya “ada” tanpa sebab dan musababnya (ada berasal dari ketiadaannya). Sebuah pendekatan dalam proses pencarian tidak lain adalah apa saja yang mempunyai hubungan wujud “ada” dan tidak lain manusia selalu bersinggungan, bersentuhan dengan alam secara kasaf mata. Alam adalah contoh konkrit sample yang bisa “dicerna” oleh indera manusia.

    ReplyDelete