Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 36: Diantara Ada dan Tidak Ada




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk mengetahui ada apakah diantara yang Ada dan Tidak Ada itu?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

34 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Konsep ada dan tiada bisa dimaknai sebuah kebebasan. Di satu sisi ada yang menganggap kebebasan itu ada dan nyata. Dan ada juga yang berpendapat itu hanya omong kosong. Jadi antara ada dan tiada itu adalah halyang menyebabkan kebimbangan, untuk percaya bahwa itu ada masih ada keraguan, begitu pula untuk mengangap tidak ada juga menimbulkan keraguan.

    ReplyDelete
  2. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan pada elegi-elgi sebelumnya sudah dijelasakan tentang ada dan tiada. Yaitu dijekaskan bahwa objek filsafat itu adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Unsur ada pada objek filsafat telah jelas bahwa segala sesuatu yang kita ketahui, yang kita telah lihat atau amati, serta yang kita pikirkan yang kemudian dapat kita jelaskan dan refleksikan secara jelas. Sedangkan objek filsafat yang mungkin ada tersebut adalah segala sesuatu yang belum terjadi, masih bersifat abstrak, dan belum pasti seperti kejadian besok pagi di masa yang akan datang dan kejadian di masa lampau. Kejadian di masa lampau penafsiran bagi setiap individu berbeda. Kejadian di masa lampau bisa ada pada diri seseorang namun pada diri yang lain belum tentu adanya. Namun yang belum tentu ada tersebut bisa menjadi berubah menjadi ada jika informasi yang dapat membuatnya ada telah di input dalam pikiran kita. Pada mata pelajaran matematika di sekolah yang kita ketahui sukar untuk dipahami seharusnya pendidik menerapkan ilmu filsafat yaitu ada dan mungkin ada ini. Jika konsep ilmu matematika ini diterapkan guru maka siswa tidak akan merasakan ilmu itu mengalir dan dipahami secara mudah. Namun, sisi positif yang dapat kita tarik dari adanya ada dan mungkin ada ini bahwa kita sebagai manusia itu sangatlah terbatas. Janganlah sombong akan ilmu yang dimiliki sebab tingginya ilmu pasti masih ada ilmu lagi yang belum kita ketahui.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Diantara ada dan tidak ada belum tentu ada dan belum tentu tidak ada. Perlu ada pemikiran secara filsafat agar dapat menyajikan sebuah hubungan diantara ada dan tidak ada. Pemikiran secara filsafat ini dapat dilakukan secara komprehensif mencakup secara menyeluruh agar kita tahu ada yang seperti apa , dan tidak ada yang seperti apa.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Objek filsafat berupa yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam filsafat sebuah eksistensi terikat ruang dan waktu. Seperti misalnya Apakah yang dimaksud ‘ada’? Mengapa yang ‘tidak ada’ itu ‘ada’? Dalam pemikiran pada umumnya, jika suatu objek dianggap ada maka objek tersebut eksis secara nyata. Artinya objek tersebut dapat dilihat, disentuh maupun dirasakan keberadaannya. Sedangkan yang tidak ada berarti nihil, atau tidak nampak, tidak dapat disentuh dan dirasakan keberadaannya. Itulah yang dinamakan keyakinan. Sehingga di antara ada dan tidak ada itu adalah keyakinan.

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Kita sebagai manusia, apalagi dalam ilmu filsafat selalu memikirkan antara yang ada dan mungkin ada. dalam elegi-elegi sebelumnya, kita pernah membahas mengenai ada dan tidak ada. banyak pertanyaan yang timbul, seperti apa yang sebenarnya dimaksud dengan “ada”? dan apa sebenarnya “tidak ada” itu? mengapa yang “tidak ada” itu “ada”? jika dilihat dari pengertian sempit dan dari mata untuk menentukan “ada” dan “tidak ada”, maka jika sesuatu hal yang bisa terlihat oleh mata itulah “ada” namun jika sesuatu hal yang tidak bisa terlihat oleh mata, itulah “tidak ada”.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Ada pertanyaan yang butuh jawaban, tapi ada juga pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban. jika suatu pertanyaan itu butuh jawaban, itu karena pertanyaan tersebut diajukan karena rasa ingin tahunya terhadap sesuatu. Tentunya kita sebagai guru ingin agar siswa kita aktif bertanya, terlepas dari pertnyaan tersebut berbobot atau tidak. Apalagi dengan adanya metode saintifik yang memiliki sintaks menanya. Sewaktu kita menerapkan pendekatan saintifik, kita megharapkan hal itu. jika pertanyaan anak-anak mengarahkan pada topik yang ada hari itu maka pertanyaan itu yang akan dijadikan acuan untuk kegiatan selanjutnya. Selain itu, ada juga pertanyaan yang membutuhkan jawaban langsung. Ada saat ketika seseorang bertanya kita memberikan pertanyaan balik agar dia dapat berpikir lebih lanjut seperti yang terjadi di sekolah, tapi ada juga pertanyaan yang membutuhkan jawaban langsung seperti saat kita ditanya tentang identitas diri kita.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Manusia selalu memiliki pertanyaan dalam dirinya. Namun, bukan berarti semua pertanyaan membutuhkan jawaban. Di dunia ini, ada juga pertanyaan yang merupakan pertanyaan retorik. Dalam pertanyaan ini, baik penanya ataupun yang ditanya sudah memiliki jawabannya. Pertanyaan jenis ini sering dipakai dalam orasi atau pidato. Pertanyaan jenis ini tidak membutuhkan jawaban.ada juga pertanyaan yang membuat kita serba salah dalam menjawabnya. Seperti makan buah simalakama. Pertanyaan seperti ini sedapat mungkin dihindari. Jadi, menurut saya, tidak semua pertanyaan di dunia ini membutuhkan jawaban.

    ReplyDelete
  8. Jeanete Nenabu
    PPS PMAT D (15709251004)

    Yang ada dan tidak ada merupakan sesuatu yang telah dan akan kita miliki atau kita pelajari. Misalkan sesuatu itu adalah ilmu. Disaat kita telah mempelajari ilmu, maka ilmu itu telah menunjukkan keberadaannya sebagai sesuatu yang ada. Di saat kita akan mempelajari ilmu, maka ilmu tersebut menunjukan keberadaannya sebagai yang tidak ada. Namun, keberadaan ilmu yang tidak ada ini suatu saat ketika sedang dipelajari akan menunjukkan keberadaanya sebagai sesuatu yang mungkin ada. Jadi, menurut pendapat saya diantara yang ada dan tidak ada terdapat sesuatu yang mungkin ada. Yang ada, mungkin ada, dan tidak ada menunjukkan keberadaanya sebagai sesuatu yang telah, sedang dan akan kita lakukan atau miliki.

    ReplyDelete
  9. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mungkin banyak yang beranggapan setelah membaca judul postingan ini yang dimaksud diantara ada dan tidak ada adalah makhluk gaib, tetapi menurut saya yang ada dan tidak ada adalah kesempatan. jika kita melewatkan sebuah kesempatan yang ada dan jelas jelas diberikan kepada kita tetapi kita menolaknya maka kesempatan itu menjadi tidak ada.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Diantara yang ada dan yang tidak ada adalah yang mungkin ada. Segala yang “mungkin ada” belumlah ada, masih menjadi “tidak ada” ketika kita belum meng”ada”kannya. Ketika kita telah meng”ada”kannya, yang “mungkin ada” tersebut berubah menjadi “ada”

    ReplyDelete
  11. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Diantara ada dan tiada itu adalah metafisika. Meta berarti disebalik, fisik adalah sesuatu yang tampak dan berwujud, sehingga metafisika adalah disebalik sesuatu yang ada. Tetapi kita tidak bisa mengatakannya tidak ada. Karena metafisik itu merupakan kajian tentang hal-hal yang tidak tampak dari sesuatu yang ada. Jika kita melihat suatu hal yang tampak secara fisik, maka kita dapat mendefinisikan sifat-sifatnya sesuai apa yang kita lihat. Namun, di balik itu sebenarnya masih terdapat banyak tak hingga sifat yang belum terdefinisi. Disinilah peran dari metafisika.

    ReplyDelete
  12. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seorang PENGADA yang MENGADA maka akan menghasilkan sesuatu yang ADA. Namun seorang PENGADA yang tidak MENGADA maka TIDAK ADA. Inilah sebenar-benar peran Mengada, sehingga sesuatu itu menjadi ada atau tidak ada. Namun, diantara keduanya, diantara sesuatu yang tampak dan berwujud, namun masih banyak yang belum diketahui adalah metafisik.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Seperti yang diketahui, objek filsafat berupa yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam filsafat sebuah eksistensi terikat ruang dan waktu. Seperti misalnya Apakah yang dimaksud ‘ada’? Mengapa yang ‘tidak ada’ itu ‘ada’? Dalam pemikiran pada umumnya, jika suatu objek dianggap ada maka objek tersebut eksis secara nyata. Artinya objek tersebut dapat dilihat, disentuh maupun dirasakan keberadaannya. Sedangkan yang tidak ada berarti nihil, atau tidak nampak, tidak dapat disentuh dan dirasakan keberadaannya.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam filsafat, keberadaan suatu objek dikaitkan dengan ruang dan waktu. ‘Tidak ada’ tidak berarti tidak eksis, sedangkan yang ‘ada’ tidak berarti objek tersebut selalu ada. ‘Tidak ada’ bisa juga disebut ‘ada’. Mengapa bisa demikian? Seperti yang sudah disebutkan, jika kita memandang keberadaan suatu objek dalam dimensi ruang dan waktu, ‘ada’ dalam suatu ruang dan waktu dapat juga dikatakan ‘tidak ada’ dalam ruang dan waktu yang lain. Jika sebuah objek berada di tempat tertentu, berarti objek tersebut tidak ada di tempat lainnya, begitu pula jika objek itu ada di suatu waktu tertentu, bisa juga objek itu tidak ada di waktu lain.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Tidak ada ‘ada’ yang absolut, begitu pyla tidak ada ‘tidak ada’ yang absolut. Baik itu di dalam maupun di luar pikiran kita. Contohnya ketika air itu ada dan kemudian didinginkan di dalam mesin pembeku maka air tersebut menjadi tidak ada, yang ada hanyalah bongkahan es batu. Lalu ketika es batu itu diletakkan di ruangan bersuhu normal maka akan berubah menjadi air. Hal ini menunjukkan bahwa air itu tidak pernah tetap menjadi ‘ada’ dan tidak pernah tetap menjadi ‘tidak ada’
    Contoh yang kedua, kita memikirkan tentang orangtua kita suatu waktu, tetapi ketika kita sibuk pikiran kita tentang orang tua kita menghilang sementara digantikan pikiran tentang pekerjaan kita, lalu saat waktu istirahat kita dapat kembali memikirkan orangtua kita. sama seperti air, pikiran kita pun tida tetap dalam keadaan ‘ada’ tetapi juga tidak tetap dalam keadaan ‘tidak ada’. Kesimpulannya adalah semua hal yang ada di dunia ini berubah-ubah. Kadang ia bersifat ada kadang bersifat tidak ada. Dengan kata lain sifat yang sesungguhnya yaitu ada diantara ada dan tidak ada. Hal tersebut adalah hal yang mungkin ada.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  16. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ada dan tidak ada merupakan dua kondisi yang saling kontradiktif. Lalu, di antara ada dan tidak ada apakah ada? Objek dalam filsafat berupa yang ada dan yang mungkin ada. Jika suatu objek dianggap ada maka objek tersebut ada secara nyata. Artinya objek tersebut dapat dilihat, disentuh maupun dirasakan keberadaannya. Sedangkan yang tidak ada berarti tidak nampak, tidak dapat disentuh dan dirasakan keberadaannya. Keberadaan suatu objek terkait dengan ruang dan waktu. Tidak ada, bukan berarti tidak nyata, sedangkan yang ada, tidak berarti objek tersebut selalu ada. Tidak ada bisa juga disebut ada. Jika kita memandang keberadaan suatu objek dalam dimensi ruang dan waktu, ada dalam suatu ruang dan waktu dapat juga dikatakan tidak ada dalam ruang dan waktu yang lain. Jika sebuah objek berada di tempat tertentu, berarti objek tersebut tidak ada di tempat lainnya, begitu pula jika objek itu ada di suatu waktu tertentu, bisa juga objek itu tidak ada di waktu lain.

    ReplyDelete
  17. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Di antara ada dan tidak ada". Benar-benar di sinilah sekali lagi saya diingatkan betapa pentingnya berpikir kritis. Sebelum mengikuti perkuliahan filsafat ilmu, sebelum berkenalan dengan elegi-elegi, sejujurnya saya adalah seseorang yang tidak jarang berpikir saklek. Bahkan mungkin ada juga yang memandang pemikiran saya yang saklek adalah pemikiran yang mutlak, tidak bisa diganggu gugat. Akan tetapi, alhamdulillah, Allah memberi saya kesempatan untuk menjadi mahasiswa mata kuliah filsafat ilmu. Melalui jalan yang diberikan Allah itulah, saya mengetahui bahwa yang memiliki kebenaran mutlak hanyalah Alloh SWT.
    Melalui pengalaman saya tersebut, apabila saya belum pernah mengikuti kuliah filsafat ilmu, maka bisa saya pastikan bahwa saya akan menjawab "tidak ada sesuatu" di antara ada dan tidak ada. Akan tetapi, ini adalah filsafat, bukankah kita harus berfikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya? Maka pendapat saya saat ini, di antara ada dan tidak ada adalah kemampuan berfikir yang kita miliki. Karena kita hanya mampu memikirkan sesuatu di antara yang ada dan tidak ada. Sebagai manusia terbatas, sebagai seseorang yang reduksionis, tentu kita tidak mampu memikirkan hal-hal yang mutlak "ada" dan hal-hal yang mutlak "tidak ada". Maka keberadaan kemampuan berpikir kita adalah di antara yang ada dan yang tidak ada.

    ReplyDelete
  18. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesuatu yang ada adalah sesuatu yang telah ada dipikiran kita. Sesuatu yang tidak ada, berarti sesuatu yang belum pernah terpikirkan / belum ada dipikiran kita. Namun sesuatu yang tidak ada, jikalau kita memikirkannya, berarti sudah ada didalam pikiran kita. Walaupun hanya didalam pikiran kita, itu berarti sebenarnya sudah ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  19. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Melihat sesuatu ada dan tidak ada adalah relatif. Ada untukku belum tentu juga ada untukmu. Tidak ada untukku belum tentu juga tidak ada untukmu. Maka di antara ada dan tidak ada, yang tersisa hanya perspektif manusia dalam melihatnya.

    ReplyDelete
  20. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Tentang dua kata ada dan tidak ada. Ada itu belum tentu bukan tidak ada dan tidak ada belum tentu bukan ada. Semua itu tergantung ruang dan waktu karena semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini bersifat plural. Agar kita tahu yang ada maka kita juga harus tahu tentang yang tidak ada. sebaliknya juga berlaku agar kita bisa mempelajari yang tidak ada maka kita juga harus mempelajari yang ada. Sehingga di antara yang ada dan yang mungkin ada itu terdapat ilmu, sesuatu yang dapat dipikirkan. Karena sebenar-benar ilmu berada di perbatasan.

    ReplyDelete
  21. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami dalam berfilsafat adalah memikirkan secara mendalam dan luas mengenai segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada itu adalah yang sudah dapat dijelaskan dan dikomunikasikan atau yang disebut sebagai George Bekeley yang ada adalah yang bisa dipersepsikan (esse est percipi), maka yang tidak ada adalah yang tidak dapat dijelaskan dan dipersepsikan. Diantara ada yang tidak ada maka ada yang disebut sebagai “yang mungkin ada”, yaitu sesuatu yang terasa belum ada akan tetapi ada kemungkinan untuk bisa ditemukan sehingga menjadi ada.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada dasarnya ada dan tidak ada itu tergantung ruang dan waktu. Ada itu berarti ada wujudnya, ada baunya. Tetapi yang tidak terlihat, tidak berwujud, tidak berbau itu belum tentu tidak ada, karena ternyata masih ada dipikiran. Maka makna sesungguhnya dari ada dan tidak ada adalah batasan kita dalam memikirkan sesuatu. Karena sesungguhnya aku tidak mampu memikirkan apa yang ada di luar pikiranku. Misalnya saja apabila sudah memasuki spiritual. Yang dibutuhkan untuk mengetahui sesuatu itu ada atau tidak ada adalah keimanan. Jika kita percaya bahwa sesuatu itu ada, maka ia akan benar-benar menjadi ada. Kekuatan keimanan ini sangat berpengaruh. Namun sebaliknya, bila kita masih menyimpan keraguan apakah sesuatu hal itu ada atau tidak ada, maka ia akan benar-benar menjadi sebuah kebimbangan. Oleh jkarena itu, kita dapat meminimalisasi dengan meningkatkan keimanan pada diri kita, agar iman kita selalu kuat. dan selau mendekatkan diri kepada Allah.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMC

    Sesuatu itu ada karena ada di dalam pikiran kita. Sesuatu tidak ada karena memang tidak ada. Sesuatu yang diantara ada dan tidak ada ialah mungkin ada. Ketika sesuatu tidak ada, maka ia tidak akan pernah ada. Sesuatu yang mungkin ada, bisa menjadi ada jika kita usahakan. Usaha yang dapat kita lakukan adalah dengan belajar, belajar, dan belajar melalui berbagai alat indera yang kita miliki.

    ReplyDelete
  24. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Diantara ada dan tidak ada sejatinya ada ilmu dan iman... Dalam hal ini dapat diketahui bahwa dari sesuatu yang tidak ada, bisa menjadi ada karena adanya ilmu dan iman. Contohnya saja dulu tidak ada penerangan di malam hari, karena penemuan Thomas Alfa Edison tentang lampu pijar, maka dunia sekarang ini terang di malam hari. Begitu pula dengan keimanan, sesuatu yang ghaib dan yang nyata dihubungkan oleh keyakinan atau keimanan.

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita hidup di dunia merasa ada ketika kita berpikir dan sadar akan keberadaan kita. Ketika kita tidur dan hilang kesadaran kitapun tidak ada. Semua itu ada ketika kita menyadari bahwa sesuatu itu ada, dan tidak ada, ketika kita melupakannya atau tidak menyadari ada. Seluruh kondisi di alam semesta ini sebenarnya sedang bergerak dinamis antara ada dan tidak ada. Sebentar ada, kemudian tidak ada lagi.

    ReplyDelete
  26. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Kurikukulum 2013 dikeluarkan oleh mendikbud M. Nuh pada masa kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggantikan kurikutum 2006 atau biasa disebut KTSP. Adanya kurikulum 2013 diharapkan dapat memfasilitasi siswa dan guru agar dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Tidak adanya persiapan yang matang dalam awal-awal pelaksanaan kurikulum 2013 menyebabkan di tidak adakan nya kewajiban bagi setiap sekolah dalam menerapkan kurikulum 2013 pada saat mendikbud dijabat oleh Anies Baswedan. Kebijakan ini bukan untuk menghapuskan kurikulum 2013, tetapi untuk mempersiapkan sekolah-sekolah agar lebih siap dalam pelaksanaan kurikulum 2013 untuk selanjutnya.

    Itulah tesis-antitesis-sintesis ada dan tidak ada dalam pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  27. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Dalam filsafat, keberadaan suatu objek dikaitkan dengan ruang dan waktu. Tidak ada tidak berarti tidak eksis, sedangkan yang ada tidak berarti objek tersebut selalu ada. Tidak ada bisa juga disebut ada. Mengapa bisa demikian? Seperti yang sudah disebutkan, jika kita memandang keberadaan suatu objek dalam dimensi ruang dan waktu, ada dalam suatu ruang dan waktu dapat juga dikatakan tidak ada dalam ruang dan waktu yang lain. Jika sebuah objek berada di tempat tertentu, berarti objek tersebut tidak ada di tempat lainnya, begitu pula jika objek itu ada di suatu waktu tertentu, bisa juga objek itu tidak ada di waktu lain.

    ReplyDelete
  28. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Menurut saya yang berada diantara tidak ada dan ada adalah mengada dan pengada. Suatu hal yang tidak ada sebelumnya menjadi ada setelah proses mengada dan pengada, misalkan di pembelajaran matematika, siswa tidak mengetahui materi tentang balok, sehingga balok merupakan hal yang tidak ada dalam perpektif siswa, namun setelah pembelajaran siswa menjadi mengetahui apa itu balok sehingga materi balok ada dipikiran siswa.

    ReplyDelete
  29. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    ada merupakan sesuatu yang dihasilkan dari yang tidak ada dan yang tidak ada akan menghasilkan pada sesuatu yang ada, tetapi yang ada akan berakhir pada sesuatu yang tidak ada. jadi ada itu karena sesuatu yang tidak ada dan yang tidak ada karena sesuatu yang ada.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  30. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Filsafat mencakup segala yangb ada dan yang mungkin ada. Diantara ang ada dan ketiadaan itu terdapat suatu hal yang disebut ilmu. Suatu ilmu ada karena berawal dari suatu ketiadaan. Seperti halnya suatu penemuan yang menghasilkan suatu benda yang bermanfaat, dahulu belum ada alat untuk mengetik, karrena adanya ilmu pada seorang ilmuan, maka terbentuklah suatu alat berupa mesin tik yang hingga saat ini berkembang dari mulai hanya mesin tik, komputer, sampai laptop yang sangat praktis bisa dibawa kemana-mana. Tentunya ilmu tersebut harus diiringin dengan spiritual, karena ilmu tanpa spiritual akan menjadi mitos yang akan menjadikan diri sombong.

    ReplyDelete
  31. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Ada dan tidak ada merupakan suatu bagian ataupun refleksi dari pikiran. Ada dan tidak ada itu berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung konteks dan siapa yang sedang memikirkannya. Ada menurut kita belum tentu ada menurut orang lain. Sebaliknya, tidak ada menurut kita belum tentu tidak ada menurut orang lain. Di antara ada dan tidak ada merupakan sebuah keragu-raguan dan dilematis untuk mengannggap sesuatu hal ada atau tidak.

    ReplyDelete
  32. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Kita bisa mengatakan ada atau tidak ada ketika sesuatu tersebut telah terjadi. Seseorang berada di tempat A, dan tentunya secara otomatis dia tidak ada di tempat B, C, dan tempat yang lainnya. Namun ketika sesuatu belumlah terjadi, semuanya masuk dalam ruang lingkup yang mungkin ada. Yang memisahkan antara ada dan tidak ada hanyalah ruang dan waktu yang membatasinya.

    ReplyDelete
  33. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Antara ada dan tidak ada adalah membentang dari ada dan tidak ada itu sendiri. Sesuatu yang ada, belum tentu ada dalam pikiran seseorang; sesuatu yang tidak ada, mungkin ada pada beberapa orang dan ada pada beberapa orang yang lain. Untuk membuat ada sesuatu yang belum ada pastinya diberlukan pengada untuk mengadakan sesuatu tersebut. Sehingga, diantara sesuatu yang ada dan tidak ada dapat dilihat bagaimana kondisi ruang dan waktunya serta upaya apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  34. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dalam memahamai sesuatu atau mengerti akan hakikat ilmu, kita tentu akan dihadapi oleh yang ada dan yang tidak ada. Ilmu bersifat ragu-ragu dimana harus dilakukan pencarian pembenaran, pembuktian dan penguatan. Sehingga wajar kiranya jika dikatakan bahwa untuk memahami sesuatu, harus di dalami dan dihayati.

    ReplyDelete