Oct 10, 2012

Forum Tanya Jawab 36: Diantara Ada dan Tidak Ada




Ass, untuk semuanya:

Sintesiskan tesis-tesis dan anti-tesis anti-tesisnya untuk mengetahui ada apakah diantara yang Ada dan Tidak Ada itu?

Dapat menggunakan referensi.

Tuliskan sintesis anda sebagai komen mengikuti posting ini.

Demikian selamat mencoba. Semoga bermanfaat. Amin

Marsigit

11 comments:

  1. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Diantara ada dan tiada itu adalah metafisika. Meta berarti disebalik, fisik adalah sesuatu yang tampak dan berwujud, sehingga metafisika adalah disebalik sesuatu yang ada. Tetapi kita tidak bisa mengatakannya tidak ada. Karena metafisik itu merupakan kajian tentang hal-hal yang tidak tampak dari sesuatu yang ada. Jika kita melihat suatu hal yang tampak secara fisik, maka kita dapat mendefinisikan sifat-sifatnya sesuai apa yang kita lihat. Namun, di balik itu sebenarnya masih terdapat banyak tak hingga sifat yang belum terdefinisi. Disinilah peran dari metafisika.

    ReplyDelete
  2. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Seorang PENGADA yang MENGADA maka akan menghasilkan sesuatu yang ADA. Namun seorang PENGADA yang tidak MENGADA maka TIDAK ADA. Inilah sebenar-benar peran Mengada, sehingga sesuatu itu menjadi ada atau tidak ada. Namun, diantara keduanya, diantara sesuatu yang tampak dan berwujud, namun masih banyak yang belum diketahui adalah metafisik.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Seperti yang diketahui, objek filsafat berupa yang ada dan yang mungkin ada. Di dalam filsafat sebuah eksistensi terikat ruang dan waktu. Seperti misalnya Apakah yang dimaksud ‘ada’? Mengapa yang ‘tidak ada’ itu ‘ada’? Dalam pemikiran pada umumnya, jika suatu objek dianggap ada maka objek tersebut eksis secara nyata. Artinya objek tersebut dapat dilihat, disentuh maupun dirasakan keberadaannya. Sedangkan yang tidak ada berarti nihil, atau tidak nampak, tidak dapat disentuh dan dirasakan keberadaannya.

    ReplyDelete
  4. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dalam filsafat, keberadaan suatu objek dikaitkan dengan ruang dan waktu. ‘Tidak ada’ tidak berarti tidak eksis, sedangkan yang ‘ada’ tidak berarti objek tersebut selalu ada. ‘Tidak ada’ bisa juga disebut ‘ada’. Mengapa bisa demikian? Seperti yang sudah disebutkan, jika kita memandang keberadaan suatu objek dalam dimensi ruang dan waktu, ‘ada’ dalam suatu ruang dan waktu dapat juga dikatakan ‘tidak ada’ dalam ruang dan waktu yang lain. Jika sebuah objek berada di tempat tertentu, berarti objek tersebut tidak ada di tempat lainnya, begitu pula jika objek itu ada di suatu waktu tertentu, bisa juga objek itu tidak ada di waktu lain.

    ReplyDelete
  5. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Tidak ada ‘ada’ yang absolut, begitu pyla tidak ada ‘tidak ada’ yang absolut. Baik itu di dalam maupun di luar pikiran kita. Contohnya ketika air itu ada dan kemudian didinginkan di dalam mesin pembeku maka air tersebut menjadi tidak ada, yang ada hanyalah bongkahan es batu. Lalu ketika es batu itu diletakkan di ruangan bersuhu normal maka akan berubah menjadi air. Hal ini menunjukkan bahwa air itu tidak pernah tetap menjadi ‘ada’ dan tidak pernah tetap menjadi ‘tidak ada’
    Contoh yang kedua, kita memikirkan tentang orangtua kita suatu waktu, tetapi ketika kita sibuk pikiran kita tentang orang tua kita menghilang sementara digantikan pikiran tentang pekerjaan kita, lalu saat waktu istirahat kita dapat kembali memikirkan orangtua kita. sama seperti air, pikiran kita pun tida tetap dalam keadaan ‘ada’ tetapi juga tidak tetap dalam keadaan ‘tidak ada’. Kesimpulannya adalah semua hal yang ada di dunia ini berubah-ubah. Kadang ia bersifat ada kadang bersifat tidak ada. Dengan kata lain sifat yang sesungguhnya yaitu ada diantara ada dan tidak ada. Hal tersebut adalah hal yang mungkin ada.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  6. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Ada dan tidak ada merupakan dua kondisi yang saling kontradiktif. Lalu, di antara ada dan tidak ada apakah ada? Objek dalam filsafat berupa yang ada dan yang mungkin ada. Jika suatu objek dianggap ada maka objek tersebut ada secara nyata. Artinya objek tersebut dapat dilihat, disentuh maupun dirasakan keberadaannya. Sedangkan yang tidak ada berarti tidak nampak, tidak dapat disentuh dan dirasakan keberadaannya. Keberadaan suatu objek terkait dengan ruang dan waktu. Tidak ada, bukan berarti tidak nyata, sedangkan yang ada, tidak berarti objek tersebut selalu ada. Tidak ada bisa juga disebut ada. Jika kita memandang keberadaan suatu objek dalam dimensi ruang dan waktu, ada dalam suatu ruang dan waktu dapat juga dikatakan tidak ada dalam ruang dan waktu yang lain. Jika sebuah objek berada di tempat tertentu, berarti objek tersebut tidak ada di tempat lainnya, begitu pula jika objek itu ada di suatu waktu tertentu, bisa juga objek itu tidak ada di waktu lain.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    "Di antara ada dan tidak ada". Benar-benar di sinilah sekali lagi saya diingatkan betapa pentingnya berpikir kritis. Sebelum mengikuti perkuliahan filsafat ilmu, sebelum berkenalan dengan elegi-elegi, sejujurnya saya adalah seseorang yang tidak jarang berpikir saklek. Bahkan mungkin ada juga yang memandang pemikiran saya yang saklek adalah pemikiran yang mutlak, tidak bisa diganggu gugat. Akan tetapi, alhamdulillah, Allah memberi saya kesempatan untuk menjadi mahasiswa mata kuliah filsafat ilmu. Melalui jalan yang diberikan Allah itulah, saya mengetahui bahwa yang memiliki kebenaran mutlak hanyalah Alloh SWT.
    Melalui pengalaman saya tersebut, apabila saya belum pernah mengikuti kuliah filsafat ilmu, maka bisa saya pastikan bahwa saya akan menjawab "tidak ada sesuatu" di antara ada dan tidak ada. Akan tetapi, ini adalah filsafat, bukankah kita harus berfikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya? Maka pendapat saya saat ini, di antara ada dan tidak ada adalah kemampuan berfikir yang kita miliki. Karena kita hanya mampu memikirkan sesuatu di antara yang ada dan tidak ada. Sebagai manusia terbatas, sebagai seseorang yang reduksionis, tentu kita tidak mampu memikirkan hal-hal yang mutlak "ada" dan hal-hal yang mutlak "tidak ada". Maka keberadaan kemampuan berpikir kita adalah di antara yang ada dan yang tidak ada.

    ReplyDelete
  8. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sesuatu yang ada adalah sesuatu yang telah ada dipikiran kita. Sesuatu yang tidak ada, berarti sesuatu yang belum pernah terpikirkan / belum ada dipikiran kita. Namun sesuatu yang tidak ada, jikalau kita memikirkannya, berarti sudah ada didalam pikiran kita. Walaupun hanya didalam pikiran kita, itu berarti sebenarnya sudah ada dalam pikiran kita.

    ReplyDelete
  9. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Melihat sesuatu ada dan tidak ada adalah relatif. Ada untukku belum tentu juga ada untukmu. Tidak ada untukku belum tentu juga tidak ada untukmu. Maka di antara ada dan tidak ada, yang tersisa hanya perspektif manusia dalam melihatnya.

    ReplyDelete
  10. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Tentang dua kata ada dan tidak ada. Ada itu belum tentu bukan tidak ada dan tidak ada belum tentu bukan ada. Semua itu tergantung ruang dan waktu karena semua yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini bersifat plural. Agar kita tahu yang ada maka kita juga harus tahu tentang yang tidak ada. sebaliknya juga berlaku agar kita bisa mempelajari yang tidak ada maka kita juga harus mempelajari yang ada. Sehingga di antara yang ada dan yang mungkin ada itu terdapat ilmu, sesuatu yang dapat dipikirkan. Karena sebenar-benar ilmu berada di perbatasan.

    ReplyDelete
  11. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami dalam berfilsafat adalah memikirkan secara mendalam dan luas mengenai segala hal yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada itu adalah yang sudah dapat dijelaskan dan dikomunikasikan atau yang disebut sebagai George Bekeley yang ada adalah yang bisa dipersepsikan (esse est percipi), maka yang tidak ada adalah yang tidak dapat dijelaskan dan dipersepsikan. Diantara ada yang tidak ada maka ada yang disebut sebagai “yang mungkin ada”, yaitu sesuatu yang terasa belum ada akan tetapi ada kemungkinan untuk bisa ditemukan sehingga menjadi ada.

    ReplyDelete