Nov 1, 2015

Indikator Pembelajaran Berorientasi pada Pendekatan Saintifik

Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal sebagai berikut (Marsigit, 2015):

1. RPP yang selaras dengan pendekatan Saintifik
2. LKS yang selaras dengan pendekatan Saintifik
3. Apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik
4. Terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis Saintifik
5. Terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik
6. Terdapat variasi interaksi berbasis saintifik (5 sintak langkah Saintifik)
7. Terdapat Diskusi Kelompok
8. Terdapat presentasi/refleksi oleh siswa
9. Terdapat skema pencapaian kompetensi berbasis pendekatan saintifik
10. Terdapat penilaian berbasis pendekatan saintifik
11. Terdapat kesimpulan yang diperoleh oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, diperoleh temuan-temuan sebagai berikut:

1. Sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya.
2. Semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya
3. Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional
4. Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa
5. Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah
6. Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.
7. Semua LKS bersifat tunggal.

Yogyakarta, Nopember 2015

199 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika, guru juga harus mengembangkan perangkat pembelajaran mulai dari RPP dan LKS yang berbasis saintifik. Komponen yang ada di RPP juga harus sesuai dengan lima langkah yang ada di saintifik, jika semua sesuai dengan pendekatan saintifik maka pembelajaran yang terjadi juga akan menjadi bermakna. Apa yang dicantumkan di RPP harus sesuai dengan langkah yang ada dalam LKSnya agar sinkron dan sesuai. LKS juga harus terdapat diskusi kelompoknya sesuai dengan langkah saintifik.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendekatan saintifik tidak jauh dari istilah 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengkomunikasikan. Dimana hanya aspek mencoba saja yang lebih dominan dibandingkan yang lain. Hal yang paling sulit dilakukan oleh guru adalah membuat siswa penasaran dari apa yang diamatinya hingga sampai tahap menanyakan apa yang ingin ia ketahui. Selain itu tahap menalar, dimana guru harus 'memaksa' siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya. Yang terakhir adalah mengkomunikasikan hasil kerja siswa, namun keterbatasan waktu yang membuat tahapan ini berlalu begitu saja.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah, hal itu dikarenakan sedikitnya pelatihan yang menekankan untuk mengembangkan cara mengajar, terlebih lagi untuk guru yang memiliki usia lanjut yang tidak sanggup untuk berupaya lebih seperti membuat RPP, mempelajari model-model pembelajaran dan lain-lain. Secara tidak langsung hal itu berdampak kepada rendahnya kualitas mengajar guru karena hanya mengandalnya penyaluran informasi dua arah melalui cara konvensional atau tradisional (Teacher Centered).

    ReplyDelete
  4. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini memberikan saya wawasan baru tentang bagaimana seharusnya pendekatan saintifik ini diterapkan dalam pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Terdapat 11 indikator yang harus dipenuhi agar pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini berhasil dilaksanakan. Namun sayangnya, dari hasil observasi tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa indikator yang belum terpenuhi, dengan adanya postingan ini dapat dijadikan bahan evaluasi agar pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat berjalan sebagaimana mestinya.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pembelajaran memiliki indikatornya sendiri, sedangkan pendekatan saintifik juga memiliki pendekatannya sendiri. Dari tulisan ini saya mengamati bahwa pak Marsigit menggabungkan indikator pembelajaran dan indikator pendekatan saintifik sehingga didapatkan 11 indikator yang menjadi indikator pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik. Hasil pengamatan pak Marsigit beberapa diantaranya masih terjadi sampai saat ini. Mungkin sangat cocok untuk dijadikan bahan penelitian.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    postingan ini memberikan banyak manfaat bagi pembaca dan utamanya saya sangat merasa terbantu dengan adanya postingan ini. Bahwa dalam sebuah pembelajaran janganlah sekali kali guru mendominasi dalam pembelajaran karena sesungguhnya siswa juga memiliki hak untuk mengungkapkan pendapatnya dan mereka juga mempunyai hak untuk tidak dikekang oleh guru. Siswa juga dapat menemukan konsepnya sendiri dengan adanya fasilitas yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Banyak indikator yang bisa dipakai untuk mengukur sukses atau tidaknya penerapan pendekatan ini. Seperti, RPP, LKS, apersepsi, metode pembelajaran, media pembelajaran, diskusi, presentasi, penilaian, kesimpulan. Semua indikator ini harus berkoherensi satu sama lain agar menghasilkan penerapan saintifik yang sukses. Namun beberapa guru terkadang lupa tidak memasukkan pendekatan saintifik ke dalam perangkat pembejarannya ataupun ke dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas.

    ReplyDelete
  8. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari artikel di atas kita mengetahui tentang indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yang baik. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan masih banyak hal yang belum sesuai dengan indicator yang telah disebutkan di awal. Hal ini jelas menunjukkan bahwa kesiapan guru dalam menerapkan kurikulum 2013 yang berbasis pembelajaran dengan pendekatan saintifik ini masih kurang. Perlu adanya pelatihan-pelatiahan agar dapat meningkatkan kesiapan guru. Di samping itu, sebagai guru haruslah tetap bersifat terbuka dan memiliki kemauan untuk terus belajar.

    ReplyDelete
  9. Aditya Raenda A
    14301241036
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Indokator pembelajaran yang berorientasi pada pendekata saintifik belum sepenuhnya tercapai dilapangan. Berdasarkan pengakuan seorang guru matematika SMP bahwa beliau mengalami kesulitan ketika menerapkan pendekatan sainifik terutama ketika diskusi berlangsung karena diskusi yang berlangsung cenderung tidak kondusif dan memakan lebih banyak waktu. Sehingga beliau menggunakan pendekatan konvensional (ceramah).

    ReplyDelete
  10. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan hasil yang tercantum di atas pada no 7 yaitu LKS bersifat tunggal. Dalam pembelajaran tentunya akan lebih baik ketika aktivitas yang dipelajari beragam. Beragam di sini dimaksudkan agar dapat memfasilitasi siswa yang beragam pula. Beragam tentunya juga mempertimbangkan kemampuaan siswa. Sehingga peran guru sebagai fasilitator akan tercapai.

    ReplyDelete
  11. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut artikel ini dapat disimpulkan bahwa indikator keberhasilan pendekatan saintifik ini dapat dilihat dari implementasi perangkat pembelajaran yang berbasis saintifik yakni memuat langkah/syntaks kegiatan saintifik serta dalam proses pembelajarannya terpusat pada siswa (kontruktivism). Artinya siswa sendiri yang mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  12. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut observasi diatas dapat dilihat bahwa guru sudah mampu mengimplementasikan kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik akan tetapi dalam implementasi pada LKS guru masih mengalami kesulitan . Hal ini bisa saja disebabkan karena belum biasanya untuk itu menurut saya pemerintah juga diharapkan dapat memberikan contoh model LKS dengan pendekatan saintifik sehingga guru lebih mudah dalam belajar menerapkan pendekatan saintifik dalam LKSnya.

    ReplyDelete
  13. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Salah satu kendala guru dalam penyusunan RPP adalah menentukan apersepsi yang pas dan sesuai sebagai penghantar pembelajaran. Apersepsi merupakan suatu hal yang krusial karena apersepsi merupakan alat yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam menerima materi yang baru. Pemberian apersepsi yang pas dapat meminimalkan terjadinya beban kognitif yang berlebih (cognitive overload) .

    ReplyDelete
  14. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Memang tidak mudah menggantikan kebiasaan lama menjadi suatu yang baru. Hal ini juga berlaku dalam penerapan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Hal ini dijelaskan juga dalam poin 5 artikel diatas bahwa masih banyak guru-guru yang menggunakan metode konvensional dimana pembelajaran masih berpusat pada guru padahal idealnya dalam K13 sebaiknya pembelajaran haruslah berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator siswa.

    ReplyDelete
  15. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut point 6 pada artikel diatas guru masih sulit untuk memberikan kesempatan siswa berbicara padahal dalam kurikulum 2013 salah satu aspek dari pendekatan saintifik adalah komunikasi.

    ReplyDelete
  16. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Menurut saya guru sebaiknya memberi kesempatan siswa untuk berkomunikasi baik untuk menyampaikan pendapat, bertanya dan hal terkait yang berkaitan dengan komunikasi. Selain dapat membiasakan siswa hal ini menurut saya juga dapat meningkatkan daya pemahaman dan daya berfikir kritis siswa.

    ReplyDelete
  17. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan point 8. tentang terdapat presentasi/refleksi oleh siswa. Sebaiknya guru mempersilahkan siwa untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka setelah mengerjakan LKS. Hal ini agar siswa paham tentang yang mereka pikirkan apakah sudah benar atau belum. Jika belum maka guru dapat mengarahkannya.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan. berpusat pada siswa, melibatkan keterampilan proses sains dalam mengonstruksi konsep, hukum atau prinsip, melibatkan proses-proses kognitif yang potensial dalam merangsang perkembangan intelek, khususnya keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa, dapat mengembangkan karakter siswa.

    ReplyDelete
  19. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca postingan Bapak saya menjadi lebih mengetahui hal hal apa saja yang perlu diperhatikan saat melakukan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. Postingan ini sangat bermanfaat bagi saya, dan calon calon guru lainnya untuk lebih memperhatikan kembali mengenai bagiamana melakukan pembelajaran yang baik menggunakan pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  20. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk point ketiga yaitu mengenai apresepsi, apresepsi ini merupakan suatu hal yang tidak bisa dianggap mudah, karena apresepsi harus dapat mengingatkan kembali siswa mengenai materi yang telah diajarkan yang sesuai dengan materi yang akan dibahas, dengan kata lain membangkitkan kemabli piror knowledge siswa, dengan adanya apresepsi dapat mempermudah siswa untuk mengarahkan fokus nya ke materi yang akan dipelajari

    ReplyDelete
  21. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    LKS dengan menggunakan pendekatan saintifik terdapat 5 langkah utama , yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. siswa diberikan permasalahan kemudian guru memberikan waktu kepada siswa untuk berdikusi kelompok dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru, setela mengerjakan LKS siswa dapat mengkomunikasin hasil diskusi nya didepan kelas, ini merupakan saran refleksi diri untuk mengetahui pemahaman siswa. siswa dapat membangun kesimpulannya sendiri dan guru meluruskan dan mengarahkan kesimpulan umumnya.

    ReplyDelete
  22. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih atas informasi yang Bapak berikan, saya jadi lebih mengetahui lebih mendalam tentang Indikator untuk membuat pembelajaran yang berdasarkan Pendekatan Saintifik. Selain itu, beberapa teman saya pun juga mengalami bebarapa kesulitan yang sama ketika melaksanakan pembelajaran mikro di kelas, seperti yang telah Bapak jelaskan dalam posting ini.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkait dengan kurikulum 2013, masih banyak guru yang belum memahami dengan baik. Menurut saya masih ada guru yang menggunakan pendekatan konventional dan ceramah karena dirasa pendekatan itu lebih efektif dan efisien dalam waktu, apalagi jika peserta didiknya masih belum bisa diajak kerja sama melakukan kegiatan 5 m dan hanya mau menerima. Hal ini membuat guru terpaksa kembali pada metode dan pendekatan yang lama.

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Menurut saya, alasan guru kesulitan melakukan apersepsi karena masih mengalami kebingungan tentang kegiatan pendahuluan dan kegiatan mengamati. Apakah apersepsi itu memberikan masalah dan mengamati ataukah apersepsi itu hanya mengingatkan materi yang sudah ada dengan cara ceramah masih banyak yang tidak paham. Jika apersepsi adalah kegiatan mengingatkan kembali materi yang sebelumnya dengan cara memberikan masalah yang harus diselesaikan siswa dengan menggunakan pemahaman sebelumnya dan materi tersebut dipakai sebagai jembatan untuk materi yang baru, guru pun harus pintar-pintar mencari masalah yang dapat mejadi jembatan materi sebelumnya dengan materi yang baru.

    ReplyDelete
  25. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Manfaat Metode Saintifik

    Metode saintifik memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan dapat mengontruksi pengetahuannya sendiri, atau bisa dikatakan mandiri. Kegiatan mengamati melatih siswa untuk berpikir kritis dan berpikir luas, kegiatan menanya dapat melatih siswa meningkatkan self-efficacy dan kemampuan berkomunikasi, kegiatan mengumpulkan informasi melatih siswa untuk mandiri, kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan melatih siswa berpikir kritis dan melatih kemampuan problem solving, dan kegiatan mengkomunikasikan melatih siswa dalam mengemukakan pendapat serta tanggungjawab.

    ReplyDelete
  26. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan pada saat ini memang belum semua menggunakan pendekatan saintifik. Seperti yang saya alami ketika melihat beberapa RPP di sebuah sekolah. Pada RPP tertulis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan saintifik. Namun pada pelaksanaannya belum dapat dilakukan pendekatan saintifik tersebut. Hal-hal tersebut seperti kurang kodusifnya siswa, kurang fokusnya siswa dalam pelajaran, dsb. Begitulah suatu idealita dan realita kadang beradu seperti tak dapat menyatunya minyak dengan air.

    Namun, hal tersebut dapat ditanggulangi dengan bagaimana guru membuat fokus siswa, selain itu MGMP ataupun pemerintah (entah pusat atau daerah) dapat mengadakan sosialisasi tentang bagaimana pendekatan saintifik itu dan bagaimana caranya jika diterapkan di siswa yang seperti A dan seperti B. Semoga pendekatan saintifik dapat diaplikasikan dengan baik di berbagai kondisi.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  27. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam penyusunan rencana proses pembelajaran guru relatif kesulitan dalam menyusun alur pembelajaran sehingga memuat 5M secara baik. Salah satu yang paling membuat guru kesulitan adalah fase “menanya”. Pada dasarnya fase menanya telah dianjurkan pada implementasi kurikulum sebelumnya secara implisit dan belum tegas. Fakta lapangan pada implementasi kurikulum sebelumnya kemampuan menanya siswa masih belum berkembang. Penekanan yang tidak tegas membuat muatan tersebut dipandang tidak wajib sehingga dalam proses pembelajaran kurang diperhatikan. Siswa masih belum terbiasa untuk mengkritisi materi pembelajaran dan melayangkan pertanyaan. Guru juga belum terbiasa
    dalam memberikan stimulus pada siswa agar bertanya. Fakta tersebut membuahkan permasalahan pokok karena dengan tegas Kurikulum 2013 meletakan aspek menanya pada pondasi proses pembelajaran.
    Mengenai ranah materi, guru dituntut harus membuat rencana proses pembelajaran yang dapat menyelesaikan seluruh materi sesuai dengan waktu yang relevan. Namun, terdapat berbagai perbedaan muatan materi yang diajarkan antara Kurikulum 2013 dan kurikulum sebelumnya.
    Secara umum, dalam pembelajaran matematika muatan materi meningkat. Guru merasa muatan materi tidak seimbang dengan alokasi waktu yang disediakan. Guru berpendapat bahwa jika materi disampaikan dengan proses pembelajaran konvensional kemungkinan dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Namun ketika disampaikan dengan alur 5M, maka guru kesulitan menemukan komposisi alur yang relevan.
    Masalah pertama adalah kesulitan dalam menentukan indikator sikap yang akan dikur. Guru harus memperhatikan indikator sikap dengan materi pembelajaran dan rancangan proses pembelajaran. Jika guru tidak jeli, maka dimungkinkan indikator yang dipilih sulit untuk diukur dalam proses pembelajaran. Masalah kedua adalah penjabaran tiap indikator sehingga menjadi butir instrumen yang dapat diamati dan diukur. Proses penjabaran dimulai dengan membuat defini operasional sikap yang akan diukur dari berbagai teori. Definisi operasional kemudian dikembangkan menjadi berbagai butir muatan. Sebagian besar guru masih belum terbiasa dalam melakukan penyusunan instrument penilaian sikap. Bahkan, beberapa info rman menyatakan masih ragu dengan validitas instrumenyang digunakan dalam proses penilaian sikap.

    ReplyDelete
  28. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca artikel berjudul “Persepsi Guru tentang Pendekatan Saintifik” kemudian membaca artikel ini, semakin terlihat jelas gap antara indikator pembelajaran saintifik dan pelaksanaan untuk mencapai indikator tersebut. Terlihat bahwa pelaksanaan pendekatan pembelajaran saintifik masih belum optimal. Oleh karena itu artikel ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi untuk lebih memperhatikan hal-hal yang harus dipenuhi dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dan dapat saya jadikan acuan ketika saya menggunakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  29. Diperlukan pelatihan-pelatihan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai pendekatan saintifik. Perubahan-perubahan yang diharapkan guru akan melaksanakan pembelajaran ke arah yang lebih baik. Dengan pelatihan, secara perlahan menunjukkan kemauan guru untuk terus mau belajar dan berkembang. Kemauan untuk mau dibentuk meskipun membutuhkan proses yang lama merupakan awal yang baik untuk perubahan. Karena jika kesempatan ini disia-siakan, kita cenderung terlena akan kenyamanan menggunakan cara lama yang sudah diyakini.

    ReplyDelete
  30. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Indikator-indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik tersebut sangat penting sebagai acuan bahwa pembelajaran dengan pendekatan saintifik berjalan dengan baik. Akan tetapi, dalam penerapannya saat ini, masih terdapat beberapa kekurangan yang seharusnya bisa diperbaiki dan ditingkatkan lagi. Salah satunya yaitu point 5, sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah. Perlu diadakannya pelatihan agar guru dapat menyesuaikan dengan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Sehingga siswa dapat terfasilitasi dengan baik.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam praktiknya ditemukan seperti yanga ada pada poin 1 dan 2 yaitu walaupun sudah mencantumkan saintifik dalam RPP tetapi belum ada di LKSnya. Hal ini perlu menjadi evaluasi bagi guru untuk menyelaraskan RPP dan LKSnya. Keselarasan tersebut menjadi penting dikarenakan keduanya menjadi suatu kesatuan untuk pelaksanaan pembelajaran. Dengan keselarasan antar keduanya diharapkan guru dapat optimal untuk menerapkan saintifik seperti yang mereka rencanakan sebelumnya.

    ReplyDelete
  32. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan temuan nomor tujuh yaitu sebagian beasar guru belum memberikan kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasilnya, mengindikasikan bahwa guru belum memfasilitasi salah satu sintaks saintifik yaitu mengomunikasikan. Sehingga guru harusnya memberikan waktu pada siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya. Dengan demikian guru akan memerdayakan siswa-siswanya untuk lebih aktif sebagai subjek pembelajaran dan mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  33. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Tahapan yang sesuai untuk siswa dalam pembelajaran matematika menurut saya setelah saya mengikuti pembelajaran bersama Prof. Marsigit adalah siswa SMP, ini khusus untuk siswa SMP. pertama kegiatan pembelajaran dibuka terlebih dahulu dengan berdoa, kemusian guru menanyakan siapa saja yang tidak hadir, setelah itu guru menyampaikan kepada siswa materi apa yang akan dipelajari hari ini kemudia guru melakukan kegiatan apresepsi yang dilakukan dengan memberikan kuis kepada siswa. setelah itu kuis dibahas dan kemudian dilanjutkan dengan pemberian LKS kepada siswa yang dikerjakan secara berkelompok. kemudian siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. tak lupa kesimpulan berasal dari siswa.

    ReplyDelete
  34. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Indikator-indikator tersebut dapat digunakan untuk membantu guru dalam menyiapkan dan juga melaksanakan pembelajaran, indikator yang sudah ada dapat digunakan sebagai acuan guru, memang bukan hal yang mudah untuk menyusun pembelajaran yang dapat mencakup semua idnikator tersebut. Hasil observasi yang dilakukan Pak Marsigit ditemui kekurangan-kekurangan guru dalam pelaksanaan perencanaan dan pelaksanaan pengajaran, sehingga hasil observasi tersebut dapat digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja guru. Dalam menanggapi hal tersebut, perlu adanya solusi yang dapat membantu guru dalam perbaikan kinerjanya, solusi untuk hal itu dapat berasal dari guru itu sendiri dan juga berasal dari orang atau pihak lain. Seperti contoh, guru bisa diberikan bimbingan tentang bagaimana menyusun LKS yang sesuai dengan standar, dengan pendampingan pelaksanaan dan evaluasi dari pihak lain.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  35. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Indikator pencapaian pembelajaran berorientasi saintifik nyatanya belum sepenuhnya tercapai. Hal ini terjadi mungkin karenanya sosialisasi pembelajaran saintifik secara merata. Masih banyak dipelosok negri yang mungkin belum mengenal saintifik dan dirasa belum mampu karena SDM yang ada.

    ReplyDelete
  36. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014


    Pendekatan saintifik itulah kata kunci yang sering dicari dalam kurikulum 2013, meski sekarang tidak semua satuan pendidikan menggunakan kurikulum 2013, namun momok pendekatan saintifik pada proses pembelajaran bagi sebagian guru masih membebani, hal ini dipengaruhi oleh kurang tahunya guru tentang pengertian pendekatan saintifik tersebut.

    ReplyDelete
  37. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melalui postingan ini saya menjadi tahu bahwa dalam pembelajaran menggunakan pendekatan saintifk selain memerlukan RPP dan LKS yang selaras dengan pendekatan saintifik diperlukan juga adanya variasi baik variasi metode, interaksi, maupun media yang tentunya berbasis saintifik sedemikian sehingga dalam pembelajaran siswa berdiskusi secara berkelompok dilanjutkan dengan refleksi kemudian siswa memperoleh kesimpulannya sendiri.

    ReplyDelete
  38. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya menjadi teringat kembali dengan RPP dan LKS yang sudah saya buat untuk keperluan microteaching yaitu saya mencantumkan sintak pendekatan saintifik di RPP tetapi tidak pada LKS dan dalam penyampaian apersepsinya saya masih menggunakan cara yang konvensional. Setelah membaca postingan ini saya melakukan evaluasi diri dan semoga dapat berubah menjadi lebih baik untuk kedepannya. Terimakasih

    ReplyDelete
  39. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Setelah membaca dan memahami tulisan tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa seorang guru harus betul-betul memperhatikan kesebelas indikator di atas agar pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik dapat berjalan dengan maksimal. Namun, memang tidak mudah, diperlukan latihan berulang-ulang dan belajar dari pembelajaran sebelumnya manakah indikator yang belum tercapai atau terlaksana dengan maksimal.

    ReplyDelete
  40. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selain kesebelas indikator yang dipaparkan di atas, terdapat beberapa poin yang menggambarkan bagiamana pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang dilaksanakan oleh 9 guru. Dari hal itu yang cukup mengejutkan adalah semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan saintifik, padahal hal tersebut merupakan inti dari pendekatan saintifik. Hal tersebut terjadi mungkin karena kurangnya pengetahuan tentang pendekatan saintifik, karena memang pendekatan saintifik belum lama diterapkan di Indonesia. Alhamdulillah, saat di pembelajaran micro sudah dilatih untuk membuat LKS dan RPP serta melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, walaupun masih banyak kekurangan dan masih perlu banyak berlatih.

    ReplyDelete
  41. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemahaman saya apersepsi adalah suatu kegiatan yang menuntun siswa untuk mengingat kembali pengetahuan yang sudah dimilikinya yang terkait atau relevan dengan materi pada pembelajaran yang akan diajarkan. Sehingga, nantinya siswa diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki dengan pengetahuan baru dan dapat dengan mudah melaksanakan kegiatan selama proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  42. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana cara melakukan apersepsi? Selama kuliah dengan Prof. Marsigit, beliau menekankan bahwa apersepsi tidak hanya memberikan pertanyaan pada siswa, tetapi membuat siswa melakukan sesuatu seperti memberikan kuis singkat agar kognitif siswa benar-benar aktif dan mengingat materi sebelumnya, tidak hanya berpura-pura mengingat.

    ReplyDelete
  43. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari apa yang bapak sampaikan dalam postingan ini saya menjadi mengerti bahwa apa yang harus dipersiapkan oleh guru dalam proses pembelajaran saintifik tidaklah sedikit. Bukan hanya metode, namun juga berbagai indikator-indikator yang lain.

    ReplyDelete
  44. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hal pembelajaran berbasis saintifik, RPP menjadi fokus utama dalam penyusunannya. Mampu membuat rpp yang sesuai dengan pembelajaran saintifik maka kemungkinan dalam pembelajaran berjalan baik lebih tinggi.

    ReplyDelete
  45. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari temuan-temuan yang ada dalam PLPG Oktober 2015. Saya selaku calon guru harus lebih memperhatikan dalam pembuatan LKS. Karena masih belum terlalu mengerti tentang pembuatan LKS yang sesuai dengan pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  46. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembuatan RPP salah satu indikator yang penting adalah bagian apersepsi. Karena dibagian ini adalah bagaimana guru mengingatkan siswa tentang materi sebelumnya yang berkaitan dengan materi yang akan disampaikan. Sehingga kesiapan siswa dalam proses pembelajaran yang ada dapat dilihat dari bagian ini.

    ReplyDelete
  47. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu kendala yang muncul dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik ada di bagian refleksi oleh siswa. Apa yang guru harapkan dalam bagian ini belum tentu dapat dimengerti oleh siswa. Hal ini bergantung pada LKS yang telah dipersiapkan guru. Apakah dari langkah yang ada dalam LKS dapat membantu siswa menyimpulkan hasil pembelajaran.

    ReplyDelete
  48. Isnan Noor Wahid Rohmatulloh
    14301241057
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya kendala lain dalam pembelajaran saintifik adalah pada bagian diskusi kelompok. Jika dalam suatu kelompok terlalu banyak anggotanya, menurut saya hal ini dapat menjadi penghambat. Karena belum tentu semuanya dapat bekerja dalam mengerjakan LKS. Selain itu distribusi kemampuan siswa dalam pembagian kelompok harus diperhatikan juga. Baiknya siswa dengan kemampuan rendah dan tinggi didistribusikan secara merata.

    ReplyDelete
  49. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Selama saya menerapkan pendekatan saintifik kesulitan yang saya dapatkan adalah susahnya dalam membuat siswa terlibat aktif, apalagi saat membuat kesimpulan dari siswa. siswa terlihat malu malu dan tidak berani mengungkapkan pendapatnya.

    ReplyDelete
  50. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Indikator-indikator di atas menegaskan lagi kepada kita sekaligus memberikan kita informasi. Praktek pembelajaran memang terkadang tidak sesuai dengan indikator keberhasilannya. Oleh karena itu, perlu persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran. Kekonsistenan pula dalam setiap pendekatan perlu ditingkatkan. Jika yang digunakan adalah pendekatan saintifik, maka sampai dengan pembuatan RPP, LKS, cara mengajar, dan sintaks sampai dengan akhir pembelajaran juga harus konsisten menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  51. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Postingan bapak sangat membantu mahasiswa maupun guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Dengan adanya indikator-indikator di atas, guru dapat mengetahui apakah pembelajaran yang selama ini diajarkan sudah menggunakan pendekatan saintifik atau malah sebaliknya.

    ReplyDelete
  52. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan yang masih dialami mahasiswa ataupun guru dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik adalah masih jarangnya menggunakan apersepsi dalam memulai pembelajaran. Padahal apersepsi di sini memiliki peranan untuk melihat kemempuan awal yang dimiliki siswa dan kemudian digunakan untuk menghubungkan materi sebbelumnya dengan materi yang akan dipelajari selanjtunya.

    ReplyDelete
  53. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan lain yang sering dialami guru dalam menerapkan pembelajaran saintifik adalah belum meratanya kesempatan siswa dalam mempresentasikan hasil diskusi mereka. Hal ini mungkin dikarenakan oleh alokasi waktu yang tersedia hanya sedikit, sehingga presentasi hasil diskusi siswa hanya diwakilkan oleh beberapa orang saja dan selebinya dijelaskan oleh guru dengan metode konvensional.

    ReplyDelete
  54. Rindang Wijayanto
    14301241028
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan memfasilitasi siswa sesuai dengan indikator yang Bapak tuliskkan, fungsi guru sebagai fasilitator pun akan terlaksanakan dan siswa dapat membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  55. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Salah satu dari 11 indikator yang disebutkan diatas yaitu terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis saintifik. Nha, dalam hal ini saya masih mengalami kebingungan. Penggunaan metode yang bisa berbasis saintifik kemungkinan besar hanya metode-metode pembelajaran kooperatif, sehingga hanya melakukan variasi dalam pelaksanaan pembelajaran secara kelompok. namun, bagaimana dengan pendekatan-pendekatan lain yang kita tahu terdapat banyak sekali pendekatan, strategi, maupun model yang dilakukan. Jika guru hanya terbatas harus menggunakan pendekatan saintifik, bagaimana dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran berbasis proyek, problem posing, pendidikan matematika realistik, discovery atau inquiry, serta strategi metakognitif, dan lain sebagainya. Jika kita ingin memadukan antara saintifk dengan pendekatan-pendekatan tersebut bagaimana caranya, dan bagaimana sintaknya?

    ReplyDelete
  56. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan ini sangat bermanfaat bagi guru dan calon guru. Dengan mambaca postingan ini kita dapat lebih mawas diri dalam proses perancangan mengajar dengan pendakatan saintifik. Ketidak sesuaian guru dalam praktek mengajar disebabkan kurangnya pengetahuan guru tentang pendekatan saintik atau bisa saja disebabkan karena stategi konvensioal yang sudah sangat melekat pada guru.

    ReplyDelete
  57. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendekatan scientific merupakan pendekatan pembelajaran dalam implementasi kurikulum 2013. Namun pada praktinya pembellajaran yang terjadi terkadang tidak sesuai dengan tujuan yang diharapkan. diperlukan persiapan yang matang dalam setiap pembelajaran agar praktik dalam pembelajarannya dapat berjalan lancar . Salah satunya kesiapan RPP yang digunakan. Jika pendekata yang digunakan scientifikc maka RPP yang disusun juga harus selaras dengan pendekatan scientific.

    ReplyDelete
  58. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari aspek tujuan dalam menerapkan pendekatan saintifik itu sendiri, kemmapuan guru dalam mengontrol atau mengandalikan kelas dengan baik sangat diperlukan saat pembelajaran di kelas berlangsung. maka sebagai guru selayaknya harus mempersiapkan secara matang agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai.

    ReplyDelete
  59. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik adalah RPP dengan pendekatan saintifik. RPP berisi skenario atau langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa dan guru dalam suatu pertemuan. RPP yang selaras dengan pendekatan saintifik disusun sesuai dengan tahapan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. RPP tersebut sangat penting bagi guru, hal ini dikarenakan pembelajaran harus dirancang dan disiapkan dengan sebaik-baiknya agar tujuan dari pembelajaran pada pertemuan tersebut tercapai.

    ReplyDelete
  60. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada keyatannya masih banyak guru yang kesulitan atau kebingungan dalam menerapkan pembelajaran berorientasi pada saintifik. Pemberian apersepsi bagi saya sebagai calon guru pun masih dirasa sulit, karena kadang ada materi yang susah dihubungkan dengan maeri yang siswa telah pelajari terdahulu

    ReplyDelete
  61. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pembelajaran saintifik jika tidak terlaksana dengan baik akan berkibat gagalnya tujuan utamanya. dengan tujuan agar siswa lebiih aktif sehingga bisa mengembangkan kemampuannya, tetapi jika dalam pelaksaannya guru tida bisa memancing seluruh siswa untuk aktif akan berakibat siswa yang pasif akan tertinggal dengan siswa yang aktif

    ReplyDelete
  62. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Terkadang dalam penerapan pendekatan saintifik, terdapat kendala pada penyampaian apersepsi. Sebenarnya apersepsi dapat dilakukan dengan menyebutkan contoh-contoh yang ada di dunia nyata dan mudah dipahami oleh siswa. Hal tersebut siswa dapat membayangkan apa yang akan dipelajari dan manfaatnya sehingga membuat pembelajaran menjadi bermakna. Kemudian kendala sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.

    ReplyDelete
  63. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Andai boleh berpendapat, terdapat tiga kemungkinan, yang pertama adalah guru tidak percaya pada siswa artinya guru menganggap siswa masih belum bisa belajar tanpa dirinya sebagai sumber ilmu, sedangkan yang kedua adalah guru belum memberikan kesempatan karena waktu yang terbatas (waktu jam mata pelajaran habis), yang ketiga guru masih belum terbiasa dengan pendekatan saintifik. Memang sebaiknya guru lebih memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya walaupun tidak semua siswa mempresentasikan hasilnya akan tetapi setidaknya ada perwakilan dari siswa untuk menyampaikan hasil diskusi karena ini menyangkut pada keterampilan berkomunikasi yang harus dikembangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  64. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan saintifik atau pendekatan ilmiah memiliki sintaks pembelajaran yang masih perlu dibiasakan, terutama kepada siswa. Pendekatan saintifik ini berparadigma pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga siswa diharapkan mampu aktif dalam membangun konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  65. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik merupakan salah satu pembelajaran inovatif yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan saat ini. Untuk dapar mengembangkan pembelajaran saintifik yang baik, guru seharusnya memperhatikan indikator-indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Dengan melihat postingan ini, guru dapat mencermati indikator pembelajaran saintifik dan temuan-temuan pada praktik pembelaran saintifik sehingga dapat mengembangkan pembelajaran saintifik yg baik dan benar.

    ReplyDelete
  66. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik harus melakukan berbagai inovasi untuk menjalankan pembelajaran matematika di kelas. Invoasi pembelajaran tersebut harus memuat interaksi berbasis saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menyimpulkan.

    ReplyDelete
  67. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan metode yang bisa diaplikasikan berbasis saintifik salah satunya yaitu pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Pembelajaran berbasis masalah bisa menjadikan siswa mempelajari matematika dari masalah-masalah yang ada di sekitar kita. Dari masalah tersebut siswa bisa menganalisis dengan langkah-langkah saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menyimpulkan.

    ReplyDelete
  68. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Dari informasi yang disampaikan pada saat itu (PLPG tahun 2015), tampak bahwa pemahaman peserta PLPG saat itu belum memenuhi kriteria yang diharapkan tampak dari ada dari beberapa indikator belum tercapai

    Terima kasih banyak atas informasinya

    ReplyDelete
  69. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang karena adanya kurikulum yang ada saat ini masih belum cukup dapat dipahami secara jelas dan rinci sehingga membuat beberapa guru khususnya guru-guru yang usianya menjelang pensiun masih bingung sehingga beberapa kesalahan masih memungkinkan terjadi. Selain guru-guru yang memiliki usia mendekati pensiun, kesalahan juga terjadi pada fresh graduate yang masih belum memahami benar tata cara membuat perangkat belajar yang baik dan benar sesuai yang diinginkan pemerintah. Karena memang masih ada revisi dalam pembuatan perangkat belajar sehingga masih sangat pantas jika terjadi kesalahan dalam membuat perangkat pembelajaran dari para guru.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  70. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih sebelumnya, saya sebagai Mahasiswa sekaligus guru SMK tersadar akan poin ini."Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional". kemudian muncul pertanyaan, bagaimanakah apersepsi yang seharusnya diberikan kepada siswa? Apakah jenis apersepsi untuk siswa SMA dan siswa SMK berbeda? (Kebetulan saya mengampu siswa SMK).

    ReplyDelete
  71. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Temuan pada poin kedua yakni semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya memang benar adanya. Hal ini juga banyak terjadi di sekolah-sekolah di daerah asal saya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pengembangan LKS matematika berdasarkan pendekatan saintifik ini dilakukan, baik itu oleh guru ataupun oleh para peneliti. Dengan adanya LKS yang berdasarkan pendekatan saintifik, maka pembelajaran di kelas akan lebih mudah dikontrol dan akan berpusat kepada siswa, karena dengan LKS yang tersedia, siswa akan mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan bantuan LKS tersebut dan guru hanya sebagai pembimbing dan fasilitator.

    ReplyDelete
  72. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk langkah mempresentasikan hasil di depan kelas terkadang tidak terburu karena waktu yang amat sangat terbatas. Akibatnya apabila melanjutkan presentasi di pertemuan berikutnya, materi berikutnya akan keteteran. Berdasarkan pengalaman di kelas, siswa masih belum sigap mengerjakan LKS sehingga langkah-langkah akhir sering di skip dan langsung loncat ke kesimpulan.

    ReplyDelete
  73. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas penjelasan dan informasinya.
    Berdasarkan informasi tentang hasil observasi, monitoring, dan supervisi dari 9 guru tersebut, terdapat beberapa temuan yang belum sesuai dengan indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Hal itu menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Selain itu juga perlu adanya pemahaman mendalam guru tentang indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  74. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Terimakasih Pak untuk pemaparannya. Temuan temuan ini dapat dijadikan bahan untuk melakukan perbaikan pada kurikulum PLPG yang akan datang artinya dosen dan pihak LPTK dapat lebih memfokuskan diri untuk menyampaikan pelatihan dan pembelajaran pada guru agar dapat membuat LKS yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Serta dengan pemaparan ini bagi saya calon pendidik juga membuka kesadaran saya yang masih harus banyak belajar tentang pembelajaran yang berorientasi pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  75. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Selamat pagi.
    Menarik sekali untuk membahas pendekatan saintifik setelah pendekatan tersebut diimplementasikan selama kurang lebih 4 tahun. Perbaikan-perbaikan dalam implementasi pendekatan ini sudah banyak dilakukan, antara lain revisi kompetensi dasar, urutan materi pembelajaran hingga penyusunan RPP, dll. Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik mampu mencapai tujuan yang diharapkan jika semua aspek di dalamnya dilakukan secara selaras, meliputi penyusunan RPP, penyusunan bahan ajar, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, hingga penilaian dan evaluasinya. Namun, setelah 4 tahun berjalan, hal tersebut nampaknya masih jauh dari tujuan yang diharapkan. Sebagian besar guru masih mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti yang disebutkan dalam bacaan di atas. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman guru terhadap pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  76. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Terima kasih Prof atas informasi yang diberikan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa pendekatan saintifik bukanlah hal yang mudah untuk diterpakan dalam proses pembelajara. guru dalam hal ini yang berperan sebagai fasilitator sangat diharapkan untuk memilki pengetahuan yang baik tentang pendekatan saintifik dan dapat menjalankannya dengan baik

    ReplyDelete
  77. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak postingannya.
    Postingan ini sangat meberi wawasan dan gambaran pendekatan saintifik yang harus dilakukan di sekolah. Ada banyak indikator yang tentunya harus tercapai. Salah satu indikator yang terkadang masih belum bisa dilakukan maksimal yaitu pada poin ke 5 "terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik", disini guru dituntut berfikir kreatif agar pembelajarannya tidak membosankan, harus bisa memodif / memvariasi dalam menggunakan media belajar berbasis saintifik. Dan dari hasil temuan, saya setuju bahwa masih banyak guru yang mengalami kesulitan melakukan apersepsi, karena apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional. Karena ada beberapa materi pada Matematika khususnya itu sedikit susah mencari contoh konvensionalnya. Tapi dengan postingan ini, semoga saya khususnya dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi dalam menghadapi pendekatan saintifik ini.

    ReplyDelete
  78. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Postingan ini tidak berbeda dengan postingan-postingan bapak yang lainnya, seluruhnya (yang sudah saya baca) memberikan pengetahuan-pengetahuan relatif baru bagi saya. Lewat postingan ini saya semakin menyadari betapa tugas guru itu tidak mudah.
    Temuan-temuan berdasarkan observasi dan supervisi yang telah dituliskan pada postingan ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam implementasinya belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  79. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam penerapan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, LKS atau Lembar Kerja Siswa sangat penting dalam mendukung keefektifan pembelajaran ini. LKS harus dibuat oleh guru itu sendiri. Tentu saja LKS bertujuan untuk memfasilitasi siswa untuk lebih mudah memahami materi atau menemukan ilmunya, buka hanya sekumpulan soal-soal. Sayangnya meskipun mengaku menggunakan pendekatan saintifik sebagian besar guru tidak mencantumkan sintak pendekatan saintifik pada LKS nya. Tentu saja hal ini menjadikan LKS sering tidak sejalan atau tidak nyambung dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Atau bahkan LKS hanya menjadi beban siswa untuk dapat enyelesaikan soal-soal di dalamnya.
    Selain permasalahan tidak dicantumkannya sintak pada LKS, juga terdapat permasalahan kurangnya variasi LKS. Seperti kita ketahui bahwa dalam suatu kelas terdapat berbagai macam murid dengan kemampuan matematika yang berbeda-beda. Tentu saja dalam menerima pelajaran akan berbeda pula. Sekalipun digunakan pendekatan saintifik dengan diskusi, jika LKS yang digunakan hanya satu macam akan menyebabkan siswa bosan. Misalkan saja kelompok pertama sudah menyelesaikan langkah-langkah di LKS dan telah sampai pada menyimpulkan, sedangkan kelompok yang lain masih setenga jalan. Hal ini akan membuat kelompok pertama harus menunggu kelompok yang lain hingga selesai dan tentu hal ini membosankan bahkan dapat digunakan siswa untuk mengobrol hal-hal di luar materi pelajaran.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  80. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum 2013, salah satunya adalah kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Seperti yang Pak Prof. sampaikan pada postingan diatas, bahwa salah satu indikator pendukung dalam pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) yang selaras dengan pendekatan saintifik. Akan tetapi, temuan dilapangan pada kegiatan PLPG Oktober 2015, didapati bahwa semua guru tidak mencantumkan sintaks pendekatan saintifik pada LKSnya.
    Dalam penerapan pembelajaran saintifik sebenarnya akan jauh lebih efektif jika menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Dengan adanya LKS, guru dapat menyesuaikan dengan RPP yang dirancang dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun banyak sekali ditemukan, guru jarang membuat LKS sendiri dan jikapun ada sangat jarang ditemukan guru mencantumkan sintaks pendekatan saintifiknya. Kebanyakan guru lebih cenderung mengganti LKS dengan buku dari penerbit yang berisi sekumpulan soal, yang bahkan sering juga disebut dengan buku LKS. Dengan demikian, terjadi ketidaksesuaian antara RPP yang dirancang dengan fakta pembelajaran.

    ReplyDelete
  81. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum 2013, salah satunya adalah kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Seperti yang Pak Prof. sampaikan pada postingan diatas, bahwa salah satu indikator pendukung dalam pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik adalah apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik. Akan tetapi, temuan dilapangan pada kegiatan PLPG Oktober 2015, didapati bahwa semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi.
    Dalam penerapan pembelajaran saintifik, kegiatan apersepsi ini sangat diperlukan. Dengan adanya apersepsi, guru menuntun siswa untuk memasuki materi baru yang dihubungkan dengan hal-hal yang telah dikuasai siswa atau berdasarkan pengalamam siswa sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk membentuk pemahaman siswa, sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi.
    Maka kegiatan apersepsi ini harus dilakukan oleh guru dengan cara sekreatif mungkin, mengingat langkah ini dapat memberikan “modal” awal siswa untuk mempelajari sesuatu yang baru.

    ReplyDelete
  82. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Dalam penerapan pembelajaran berbasis saintifik, Apersepsi merupakan kegiatan yang berperan penting dalam kelangsungan pembelajaran. Pada kegiatan apersepsi guru menghubungkan apa saja yang guru prediksi telah ada pada diri siswa (bisa berupa pengetahuan lama, materi prasyarat, pengetahuan informal maupun dari pengalaman siswa) dengan materi yang akan dipelajari. Apersepsi yang diberikan guru diharapkan dapat memunculkan konflik kognisi pada diri siswa.
    Pemberian apersepsi ini diikuti dengan pemberian motivasi yang sejalan dengan apersepsi tersebut, sehingga kegiatan apersepsi dan motivasi di awal pembelajaran tidak hanya seputar kegiatan mereview pembelajaran sebelumnya atau memberitahukan gambaran pembelajaran secara garis besar dan menyampaikan tujuan yang dicapai siswa sebagai motivasi belajar.

    ReplyDelete
  83. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Ketercapaian suatu pembelajaran dipengaruhi oleh rencana pembelajaran yang dilakukan guru, pendekatan pembelajaran yang dipilih guru, media pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student center) biasanya memiliki hasil yang lebih baik, karena siswa disetting untuk lebih aktif. Salah satu pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifk. Ada beberapa indikator tentang pendekatan saintifik. Namun kesulitan yang masih dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik antara lain tidak menuliskan sintak 5M dalam LKSnya, dan masih menggunakan apersepsi yang konvensial. Karena kebanyakan guru masih kesulitan memilihkan apersepsi yang sesuai dengan pendekatan saintifik.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  84. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Terima kasih atas infonya, pak.
    Ada satu pertanyaan yang mengganjal di kepala saya. Perbedaan kondisi alam dan kebudayaan di setiap daerah di Indonesia menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai entitas yang unik. Sebagai entitas yang unik, tentunya praktik pendidikan terutama mengenai kebijakan pendidikan harus berdiri di atas keunikan-keunikan tersebut. Pertanyaan saya adalah "dalam konteks kebijakan, bagaimana menyesuaikan pendekatan saintifik terhadap kondisi alam dan kebudayaan di Indonesia yang beranekaragam?"

    ReplyDelete
  85. Shelly Lubis
    17709251040
    Pend.Matematika B (S2)

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Berdasarkan hasil temuan-temuan tersebut, mungkin salah satu solusinya yaitu dapat ditingkatkan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru.

    ReplyDelete
  86. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dalam pelaksanaan pembelajaran apersepsi merupakan bagian yang penting dalam memulai pembelajaran karena melalui kegiatan tersebut kita bisa melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan terhadap materi yang akan dipelajari. Selain itu untuk mengatasi permasalahan terhadap guru yang masih menggunakan metode konvensional dan ceramah dalam pembelajaran salah satunya mungkin adalah dengan sering mengadakan pelatihan-pelatihan yang berorientasi untuk menciptakan iklim belajar yang menyenangkan di kelas melalui berbagai macam pendekatan dan metode pembelajaran yang menarik.

    ReplyDelete
  87. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika

    Dalam pelaksanaan pendekatan saintifik, banyak hal yang harus disiaplan oleh guru. Tidak hanya RPP yang harus memuat sintak pendekatan saintifik, tetapi juga LKS dan bagaimana pelaksanaan real nya di kelas. Selama ini banyak guru yang masih menganggap bahwa LKS hanyalah kumpulan soal. Padahal lebih dari itu, LKS merupakan sarana yang sangat penting untuk menjembatani siswa membangun pengetahuannya. Saya kira menjadi salah satu hal penting bagi guru untuk belajar mengembangkan LKS sesuai dengan metode/model/pendekatan yang digunakan serta sesuai dengan karakteristik siswa-siswanya. Selain itu meskipun telah membuat RPP yang sesuai dengan pendekatan saintifik, seringkali guru kesulitan untuk menerapkannya dalam pembelajaran karena belum terbiasa sehingga seringkali meskipun menggunakan model/metode/pendekatan yang beragam dalam pembelajaran di kelas guru tanpa disadari masih menggunakan metode ceramah. Hal ini perlu menjadi pembelajaran bagi guru untuk terus belajar dan berusaha memperbaiki pembelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  88. Selama Malam,
    Assalamualaikum wr.wb.
    Berhasil atau tidaknya pembelajaran bergantung pada guru, seperti pada kurikulum 2013 guru harus membuat dan melaksanakan RPP dan LKS yang sesuai dengan sintak pendekatan saintifik. Pertama-tama Guru harus mengerti betul bagaimana sintak pendekatan saintifik serta realisasinya dalam pembelajaran di kelas, sehingga akhirnya guru mampu merancang RPP dan LKS sesuai dengan sintak tersebut. Terkadang karena belum terbiasa dengan kurikulum 2013 dan keterbatasan waktu membuat guru melewati atau bahkan tidak melakukan beberapa sintak pendekatan saintifik yang ada di RPP. Sehingga agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, guru harus mencantumkan sintak pendekatan saintifik dalam RPP sejelas mungkin dan mencoba berlatih melaksanakan RPP yang dibuatnya sendiri sehingga pada saat pembelajaran di kelas nantinya guru sudah terbiasa dan hapal dengan sintaks pendekatan saintifik yang dicantumkan dalam RPPnya.

    ReplyDelete
  89. Selain RPP, dalam kurikulum 2013 LKS nya pun harus selaras dengan pendekatan saintifik. LKS bukan hanya lembar kerja siswa yang isinya hanya soal-soal saja, tetapi merupakan media belajar yang akan menuntun siswa untuk menemukan pengetahuan dan menguasainya. Dalam suatu kelas karakteristik setiap siswa berbeda-beda sehingga jika guru hanya menyalin LKS dari buku saja, maka belum tentu semua siswa mampu mengerjakan LKS dan mendapatkan pengetahuan darinya. Sehingga LKS harus dibuat sendiri oleh guru karena guru sendiri lah yang mengetahui bagaimana karakteristik siswa-siswanya. Oleh karena itu membuat pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik harus diawali dari gurunya dan untuk itu guru tidak boleh lelah untuk belajar dan berusaha serta berlatih. Sekian dan terima kasih, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

    Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C

    Selamat Malam, dan
    Wassalamuailaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  90. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sejak kurikulum 2013 diberlakukan, banyak sekali kontroversi yang muncul. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Namun pemerintah tetap saja memberlakukan mengingat K13 memang dibutuhkan bagi siswa saat ini. Metode yang digunakan adalah metode saintifik yang berpusat pada siswa. Siswa diharapkan untuk aktif selama embelajran berlangsung. Siswa tidak hanya menjadi objek belajar namun juga subjek belajar.
    Namun dalam plaksanaannya, masih banyak kekurangan. K13 belum bisa diterapkan dengan baik. Belum bisa ideal seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Menurut saya, bukan hanya kesalahan dari guru atau siswa yang belum siap menerapkan K13, tapi pemerintah juga perlu untuk memberikan pelatihan2 atau wokshop secara berkala kepada guru agar guru dapat menerapkan K1 dengan baik dan benar. Dalam konteks ini, guru memiliki peran penting dalam pembelajaran juga perlu untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat menerapkan metode2 yang bermacam-macam dan cocok bagi siswa.

    ReplyDelete
  91. Insan A N/Magister Pmat C 2017
    Pada tahun tersebu pendekatan saintifik memang masih baru, dan belm begitu familiar dipahami oleh guru-guru. Untuk dapat menerapkan pendekatan saintifik secara komprehensif tentunya harus ada pelatihan untuk guru-guru tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga kedepannya guru sudah mampu melaksanakan pendekatan saintifik dengan baik.

    ReplyDelete
  92. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017


    Apersepsi punya kedudukan penting dalam kegiatan pembelajaran, karena menit-menit pertama dalam proses belajar adalah waktu yang terpenting untuk satu jam pembelajaran selanjutnya. Pada menit-menit pertama kegiatan pembelajaran itulah apersepsi penting untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  93. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Apersepsi penting untuk membangun motivasi belajar siswa. Namun dalam prakteknya, melakukan apersepsi tidaklah mudah. Kesulitannya, bukan hanya disebabkan oleh kurangnya penguasaan guru terhadap apersepsi, tapi juga banyak guru yang beranggapan bahwa penguasaan apersepsi hanya berpengaruh kecil terhadap proses pembelajaran. Karenanya, tidak sedikit guru yang ketika masuk kelas langsung mengajarkan materi pelajaran. Oleh sebab itu, penting bagi guru untuk menguasai bahan pembelajaran sebelum memberikan pembelajaran.

    ReplyDelete
  94. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Penerapan kurikulum 2013 yang sedang berlangsung sekarang ini menggunakan pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik pada guru ini memerlukan waktu untuk terbiasa penggunaan dalam kelas. Sehingga tidak dipungkiri jika belum semua guru mampu melaksanakn pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan benar. Seperti penggunaan apersepsi yang masih konvensional dan yang tidak paham tentang skema pencapaian kompetensi siswa.

    ReplyDelete
  95. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pembelajaran yang berorentasi pada pendekatan saintifik yang telah memiliki 11 indikator ini merupakan panduan untuk guru yang menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajarannya. Maka dari itu, 11 indikator ini harus muncul dalam pembelajaran dikelasnya. Ketika guru belum mampu memunculkan salah satu indikator, maka dapat dilakukan evaluasi terhadap pelaksanannya. Sepertinya hal nya ketika guru kesulitan untuk melakukan apersepsi yang mana diperlukan untuk memunculkan ingatan siswa tentang materi yang telah didapatkan kemudian akan disambungkan dengan materi baru yang guru akan terangkan pada kesempatan hari itu. Pentingkanya penghubungan ini dimaksudkan agar siswa mendapatkan pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  96. Latifah Fitriasari
    17709251055/ PM C S2

    Untuk mengatasi kesulitan dalam implementasi mengamati, menanya,mengumpulkan informasi, menalar,dan mengkomunikasikan dari langkah langkah pendekatan saintifik sebaiknya untuk lebih banyak mengikuti lesson study ataupun workshop yang membahas cara mengajarkan kegiatan pembelajaran yang dimaksudkan. Bagi Kepala Sekolah hendaknya sering melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan guru seperti mengadakan musyawarah guru mata pelajaran atau disingkat MGMP antar sekolah-sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran Matematika SMA/SMK yang menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  97. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PMat C

    Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh pak Marsigit terhasap guru SMK, jika semua guru belum berhasil menuangkan sintak pendekatan saintik dalam LKSnya, mungkin itu dapat dikatakan wajar, mengingat mengembangkan LKS sebagi media pembelajaran di setiap pertemuan jarang dilakukan oleh seorang guru sekolah. Terlebih mungkin saja guru berpikir bahwa sintak pendekatan saintifik yang diwajibkan muncul dalam kegiatan pmebelajaran, dan mungkin saja beliau berpikir bahwa LKS hanyalah alat bantu dalam mengajar. Mengembangkan LKS, Modul, bahan ajar dan sebagainya memang tidak mudah. Bagi penulis yang sejak awal merencanakan pendekatan saintifik dalam mengembangkan LKS, dan dirasa sudah muncul, namun oleh asesor belum dinilai muncul. Hal ini mungkin dilatarbelakangi kurangnya pengalaman guru menyusun LKS atau bahan ajar berbasis oendekatan saintifk di sekolah. Wallah a'lam

    ReplyDelete
  98. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PMat C

    Apersepsi yang dilakukan dalam pembelajaran tidak melulu mengaitkan materi dengan kehidupan keseharian siswa, namun dapat pula mengaitkan materi yang akan dipelajari siswa dengan materi yang pernah diperoleh. Jika sebagian guru masih gagal memberikan appersepsi pembelajaran dengan pendekatan saintifik, hal ini mungkin karena guru terbiasa dengan pembelajaran konvensional. Sehingga walau guru sudah membuat RPP berbasis pendekatan saintifik, karena faktor kebiasaan sehingga pada saat pelaksanaan berbalik menggunakan pembelajaran konvensional yang sudah mendarah daging. Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  99. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015 merupakan evaluasi pada para pendidik untuk membenahi kegiatan belajar mengajarnya. Karena dengan membenahi kekurangan yang sudah dievaluai, akan dapat menutupi kekurangan dari pendekatan saintifik itu sendiri. Seperti halnya mencantumkan sintak dalam LKS. Hal ini sangatlah penting untuk mempermudah siswa untuk memahi proses belajarnya. Sehingga siswa akan lebih mudah paham dan tahu makna tiap langkah dari LKS yang sudah diberikan gurunya. Guru yang masih menggunakan metode ceramah mungkin memiliki alasan tersendiri. Waktu yang dirasa kurang terlalu panjang dan takut akan materi yang ingin disampaikan tidak dapat tersampaikan secara jelas. Ketakutan inilah yang masih menjadi tugas pagi guru walaupun beliau sudah tahu bahwa ada kelebihan yang lebih dari sebuah pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  100. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu indikator pembelajaran berorientasi saintifik adalah adanya diskusi kelompok. Diskusi kelompok sangat bagus untuk belajar menyampaikan pendapat antar anggota kelompok dan diakhir pembelajaran siswa diminta merefleksikan hasil diskusinya akan menguatkan pemahaman siswa. Tapi diskusi kelompok tidak bisa diterapkan terlalu sering karena memakan waktu yang tidak singkat, mengingat target materi yang harus disampaikan guru juga banyak.

    ReplyDelete
  101. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    S2 Pendidikan Matematika Kelas B

    Memberi kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya entah itu individu maupun kelompok akan sangat memberikan manfaat pada siswa, seperti: melatih siswa untuk berbicara didepan umum, melatih percaya diri siswa, membuat siswa menjadi lebih aktif untuk bertanya maupun menjawab. Selain itu, guru juga dapat banyak poin penilaian seperti: penilaian siswa secara kognitif, afektif, dan psikomotor. Sehingga pada pendekatan saintifik akan lebih baik jika guru sesekali memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan presentasi baik itu secara kelompok maupun individu.

    ReplyDelete
  102. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof Marsigit atas informasi dan penjelasannya. Pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik memang tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Hal itu dikarenakan, sebagian dari para pendidik yang telah lama terjun di dunia mengajar dan telah banyak memiliki pengalaman daripada guru-guru masa kini, tidak serta merta mampu dan bersedia mengikuti tata peraturan dan syarat ketentuan pelaksanaan Proses Belajar dan Mengajar (PBM) yang telah ditentukan dalam kurikulum 2013. Pada masa mereka menimba ilmu, mereka tidak banyak dilatih untuk berpikir ilmiah oleh orang-orang terdahulu, semua serta paten, informasi hanya berasal dari guru, satu permasalahan hanya dapat diselesaikan dengan satu jalan, sulit untuk melihat masalah dengan perspektif yang berbeda, mereka tidak mengerti secara mendalam dan kritis terhadap bidang yang mereka geluti dan apa yang akan mereka ajarkan kepada siswa. Banyak guru yang masih dapat dikatakan malas membuat RPP yang relevan, meski sebagian besar sudah mencantumkan sintak pendekatan saintifik didalamnya. Pemberian LKS yang kurang bervariasi dan tidak menggunakan unsur 5W+1H, juga masih sering di dapat oleh siswa sehingga siswa tidak mampu berpikir secara spontan untuk bagaimana ia dapat menguasai suatu materi, yang terpenting hanya apa yang diminta dalam LKS. Proses pembukaan pembelajaran yang biasa terjadi di dalam kelas pun juga kurang melatih ingatan dan memori siswa terhadap materi yang lampau dan atau pengalaman-pengalaman yang lalu. Kemudian, dengan secara reflekspun guru lebih memilih banyak bicara dan menerangkan agar menjadikan siswa paham terhadap materi, daripada membiarkan siswa mencari dan membangun konsep sendiri, apa dan bagaimana itu bisa terjadi. Sehingga kompetensi yang harus dicapai siswa dianggap sudah cukup oleh guru, padahal belum. Oleh karenanya, baik guru-guru muda maupun guru yang kuantitas pengalaman mengajarnya lebih banyak, sangatlah perlu untuk memiliki pemikiran yang bersifat terbuka dan tetap menstilmulus diri untuk kreatif dalam mempersiapkan materi pelajaran agar guru tetap menjadi pendidik yang profetik dan siswa memahami betul apa yang mereka pelajari di sekolah.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  103. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2017

    Keberhasilan dalam pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik, salah satunya bergantung pada kemampuan guru dalam menerapkannya. Guru harus mengerti betul prindip dasar dari metode saintifik ini agar nantinya guru dapat merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dan melaksanakannya dengan baik. Setelah membaca hasil observasi di atas, agar lebih optimal, sebaiknya diadakan lagi pelatihan-pelatihan yang lebih mendetail mengenai pelaksanaan metode saintifik ini.

    ReplyDelete
  104. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    terimakasih pak atas postingan bapak tentang indikator pendekatan saintifik. Banyak guru masih belum menerapkan pendekatan saintifik. Perlu pelatihan mendalam untuk sebagian guru yang menerapkan pendekatan saintifik. KIta tidak hanya menyalahkan guru, tapi terkadang guru sendiri sudah terlalu banyak jam ngajar dan tugas yang lainnya. Memang lebih optimal juga semua guru bisa menerapkan pendekatan ini disetiap kelas, akan tetapi akan ada waktunya pendekatan ini tidak bisa dipakai. Pengembangan RPP dan LKS berdasarkan pendekatan saintifik juga dianggap terlalu sulit, sehingga menurut saya alangkah lebih baik jika pelatihan untuk guru dan calon guru terus dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  105. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Indikator dan penemuan yang bapak paparkan merupakan ilmu yang sangat bermamfaat bagi saya. Karena berdasarkan penemuan tersebut terlihat bagaimana kualitas dan cara guru mengajarkan pelajaran kepada muridnya, sehingga menjadi suatu bahan acuan bagi saya ketika menjadi seorang guru ada banyak hal yang harus diperhatikan dan banyak metode ajar yang bisa diterapkan.

    demikia, terimakasih.

    ReplyDelete
  106. Riandika Ratnasari
    1770925043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pada dasarnya semua guru sudah mengerti teori tentang pendekatan saintifik. Tetapi, mengerti itu bukan berarti paham. Mereka hanya tau urutannya di dalam pendekatan saintifik. Cenderung ketika mereka membuat perangkat pembelajaran hanya copy-paste dari teman/ mencari sumber. Oleh karena itu, proses pembelajaran tidak sesuai dengan RPP dan karakteristik siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik belum sesuai dengan aturan yang ada, guru masih menggunakan cara lama dalam mengajar. Walaupun, rancangan yang dibuat sudah menggunakan pendekatan saintifik. Oleh karena itu, kita harus bisa mengubah cara mengajar agar pendekatan saintifik benar-benar diimplementasikan. Bukan guru yang membutuhkan, namun sebenarnya siswa yang lebih membutuhkan ilmu. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  107. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Meskipun guru adalah fasilitator dalam pembelajaran saintifik. Tapi guru tetap memiliki peran utama dalam pendekatan ini. Guru memang tidak langsung memberikan ilmu pada siswa melalui ceramah, tapi Guru berperan untuk membuat alur pembelajaran. Guru bertindak sebagai dalang. Guru lah yang menentukan kapan konflik akan diberi, dan kapan penyelesaian dilakukan.
    Bila alur pembelajaran ini tidak disiapkan dengan sebaik-baiknya, pembelajaran akan menjadi tidak terarah dan tidak mengerucut pada suatu kesimpulan.
    jadi meskpun dalam pendekatan saintifik tokoh utama adalah siswanya, dan guru 'hanya' bertindak sebagai fasilitator, harapannya guru tetap menyiapkan pembelajaran dengan sebaik-baiknya, tidak memandang remeh peran sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  108. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Berdasarkan tulisan diatas, saya mengamati bahwa guru belum memahami pendekatan saintifik secara praktis. Banyak guru yang menerapkan pendekatan saintifik sebagai langkah pembelajaran, namun rancangannya tidak aplikatif. Hal tersebut yang menjadi dugaan saya menjadi penyebab guru kesulitan untuk menjabarkan pembelajaran saintifik ke dalam LKS dan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  109. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Berdasarkan hasil observasi tersebut, masih ada beberapa indikator pembelajaran saitifik yang belum dapat dipenuhi oleh guru. Hal itu menandakan bahwa pelaksanaan pendekatan saintifik, belum berjalan dengan baik. Oleh karena itu, harus ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk mengkaji kembali pelaksaan pendekatan saintifik. Pengkajian masalah yang ada dilapangan harus ditindaklanjuti dengan sebuah tindakan nyata. Sepertihanlnya sosialisai mengenai pendekatan saintifik serta pelatihan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Terimakasih

    ReplyDelete
  110. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Semangat untuk para guru yang sedang berjuang membelajarkan siswa dengan pendekatan saintifik. insya allah kerja keras dan perjuangannya akan membuahkan hasil yang manis. terus belajar untuk menjadi guru yang profesional. di tangan anda (kita) lah akan lahir generasi generasi bangsa yang akan memajukan negeri ini.

    ReplyDelete
  111. Pada postingan ini saya dapat menyimpulkan bahwa peserta PLPG saat itu masih kurang memahami tentang pendekatan saintifik, baik dari segi pencantuman pendekatan saintifik pada perangkat pembelajaran maupun dalam proses pelaksanaannya dalam pembelajaran. Sudah selayaknya peserta dilatih lebih mendalam dalam membuat LKS dan RPP, serta perangkat pembelajaran lain yang mendukung proses pembelajaran, peserta juga harus berlatih lebih giat lagi untuk menciptakan suasana pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang menjadi focus pada kurikulum 2013 ini.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  112. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik saat ini memanglah tidak mudah untuk diterapkan dengan maksimal. Perlu adanya pemahaman yang mendalam bagi guru tentang indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik, sehingga para guru dapat lebih memahami dan dapat menerapkan pembelajaran saintifik dengn baik, meskipun itu butuh proses.

    ReplyDelete
  113. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Temuan-temuan yang diuraikan di atas sering didapati ketika menggunakan pendekatan saintifik. Hal ini tidak hanya ketika bapak melakukan peer teaching kepada MGMP guru di yogyakarta ini. Dari pengalaman saya ketika mendengar diskusi-diskusi guru di suatu sekolah yang terdapat di daerah asal saya, guru-guru sering mengalami seperti temuan-temuan tersebut. Beberapa alasan yang menyebabkan guru melakukan kesalahan tersebut yaitu karena masih terbiasa dengan pendekatan lama, guru merasa kekurangan waktu apabila menerapkan pendekatan saintifik, dan lain sebagainya. Sehingga masih sangat perlu untuk dilakukannya sosialisasi penerapan pendekatan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar, baik dalam menulis instrumen pelajaran maupun penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, sosialisai itu dapat dirasakan semua guru tidak hanya perwakilan dari sekolah saja.

    ReplyDelete
  114. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dari posting diatas kita bisa tau permasalahan yang masih dialami dalam penerapan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga para pelaku dan petinggi pendidikan bisa mengambil langkah untuk terus memperbaiki kekurangan dalam sistem tersebut. Dengan indikato-indikator yang dipaparkan diatas pelaku dan petinggi pendidikan tentunya tau langkah apa yang harus diambil. Supaya tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui pendekatan saintifik dapat tercapai.

    ReplyDelete
  115. Junianto
    PM C
    17709251065

    Jika dilihat dari indikatornya. pendekatan saintifik memang membutuhkan persiapan yang cukup panjang dan matang. Hal ini mungkin yang dirasakan guru cukup berat. Di sisi lain, pemahaman masih terbatas karena merupakan metode baru. Berdasarkan hasil observasi tersebut wajar masih terdapat guru yang belum mampu menerapkan secara optimal. Maka dari itu, perlu adanya pelatihan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk bisa mengoptimalkan penerapan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  116. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Melihat postingan ini merupakan postingan tahun 2015 tentunya dengan temuan-temuan tersebut kita perlu berpikir positif seperti beberapa kesalahan dilakukan oleh guru pada masa-masa itu masih terjadi proses adaptasi dan sosialisasi bagi seluruh komponen sekolah untuk menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Pada masa lampau tentu saja sebagai orang yang bekerja pada dunia pendidikan banyak terjadi kesalahan pada penerapan kurikulum 2013 termasuk pada buku teks pegangannya. Seiring berjalannya waktu telah dilakukan berbagai revisi di setiap unsur kurikulum 2013. Tidak hanya revisi pada media tertulisnya saja namun juga tetap dilakukan pelatihan dan evaluasi bagi para guru mengignat guru memegang peranan penting dalam pembelajaran. Semoga kedepannya usaha negara kita untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional semakin menuai hasil yang maksimal dan kita yang bergerak dalam dunia pendidikan mampu memberikan kontribusi yang nyata.

    ReplyDelete
  117. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih Prof. atas pencerahan diatas terkait penerapan pendekatan saintifik di lapangan. Menanggapi bahwa masih ditemui ketiksesuaian pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dilapangan dengan indicator yang ada, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memaksimalkan pendekatan tersebut. Jika boleh berpendapat, bahwa adanya ketidaksesuaian ini di mungkinkan ada beberapa hal, kebetulan kemarin kami mendapat pendamping dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, masih banyak guru yang bingung dalam proses menyusun RPP karena dalam komponen RPP sangat detail dan rubrik penilaian sangat banyak dan ini sebagain besar di alami oleh guru yang mohon maaf tergolong sepuh, selain itu dalam mempersiapkan RPP dengan pendekatan saintifik ini membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga dimungkinkan dalam penyusunan secara administrasi mungkin saja RPP bisa dikatakan lengkap namun dalam proses pembelajaran masih perlu dimaksimalkan lagi. Untuk itu kami perlu terus belajar belajar belajar dan berlatih untuk memaksimalkan proses pembelajaran sehingga pembelajaran dapat bermakna bagi siswa. Terima Kasih. Mohon maaf jika ada tulisan atau ucapakan yang tidak sesuai. ^_^

    ReplyDelete
  118. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada observasi tersebut ditemukan bahwa sebagian besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya. Dari beberapa observasi yang saya temukan sewaktu penelitian skripsi dulu juga menenukan hal seperti ini, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak mengikuti sintak yang sudah ada dalam RPP, sehingga apersepsi yang seharusnya dimunculkan, tidak dimunculkan. Kemudian, karena proses pembelajarannya tidak sesuai dengan RPP yang sudah ada, maka guru cenderung balik lagi menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga tidak ada diskusi kelompok dan juga presentasi kelompok.

    ReplyDelete
  119. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Pendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan yang disarankan untuk melaksanakan kurikulum 2013, saat guru ingin menerapkan pendekatan saintifik guru juga dapat mengkombinasikan dengan model lain agar terdapat variasi dalam proses belajar mengajar dan dapat menjadi keberagaman sendiri guru dalam memfasilitasi keberagaman siswa. Tentu saja hal tersbeut harus dipersiapkan terlebih dahulu mulai dari RPP, LKS, dan penilaian saat pertemuan tersebut agar pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat berjalan sesuai dengan rencna dan lancar.

    ReplyDelete
  120. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Alangkah baiknya apabila sebelum menerapkan pendekatan saintific di dalam proses pembelajaran guru memahami setiap sintaks yang akan dilaksanakan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Karena pendekatan saintific merupakan salah satu pendekatan yang sangat bagus jika dikombinasikan dengan metode berbasis masalah. Pendekatan ini juga merupakan anjuran yang ditetapkan di dalam kurikulum 2013. Maka dari itu, guru harus berusaha agar dapat memahami segala kelebihan dan kekurangan dari pendekatan tersebut.

    ReplyDelete
  121. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Melalui postingan di atas, saya menyadari bahwa pendidik dan peserta didik memiliki kendala dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Saya menjadi tahu bahwa menjadi seorang pendidik bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Meski pendidikan adalah proses jangka panjang namun tidak ada salahnya jika meninjau kembali metode yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  122. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan observasi semua guru tidak mencantumkan sintak pendekaan saintifik dalam LKSnya. Menurut saya hal ini bisa saja dikarenakan guru belum memahami sepenuhnya apa itu LKS. Selama ini LKS dipandang sebagai sebuah buku yang berisi rangkuman materi dan soal-soal. Padahal LKS adalah Lembar Kegiatan Siswa dimana LKS seharusnya memuat kegiatan-kegiatan yang harus siswa lakukan dalam pembelajaran untuk memahami suatu materi.Maka seharusnya LKS itu bisa berubah-ubah disesuaikan dengan RPP yang digunakan. Jika dalam RPP menggunakan pendekatan saintifik maka LKS yang digunakan juga memuat langkah-langkah pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  123. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Keberhasilan penerapan kurikulum 2013, salah satu faktornya adalah kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis pada pendekatan saintifik. Rancangan pembelajaran tersebut yang tertuang dalam RPP akan tinggal rencana jika tidak menggunakan strategi dalam pembelajaran. Strategi yang dimaksud adalah bagaimana cara merealisasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagaimana yang telah dirancang dalam RPP.

    ReplyDelete
  124. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika seperti Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning dengan sintaknya semakin terlihat dalam proses pembelajaran. Karakter dari model tersebut menjadi masalah sebagai poros pembelajaran. Pendekatan saintifik menitikberatkan pada proses pembelajaran berbasis pada aktivitas siswa sehingga adanya LKS diharpkan mampu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  125. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah, karena guru masih belum bisa meninggalkan kebiasaan lama yaitu mengajar menggunakan metode konvensional dan ceramah. Hal ini dilakukan selain karena kebiasaan guru, juga karena kebiasaan siswa yang belum bisa belajar secara mandiri. Sehingga peran guru dalam memberikan ceramah sangat dibutuhkan siswa yang belum mampu belajar mandiri. Perubahan tidak bisa dilakukan seketika, namun dengan sedikit demi sedikit maka kita akan bisa melakukan perubahan pendekatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  126. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam pembelajaran indikator pembelajaran adalah suatu hal yang penting, dimana indikkator pembelajaran dengan pendekatan tertentu ini akan mudah dalam mencirikan dan melaksanakan pembelajarannya. Dalam hal ini Bapak telah menyempailkan indikator pembelajaran berkaitan dengan pendekatan saintifik yaitu diantaranya RPP dan LKS tentunya haruslah selaras dengan pendekatan tersebut. Menggunakan media dan metode yang beragam. Melakukan inovasi adalah hal yang penting dalam pendekatan saintifik, yaitu pada 5 langkah pembelajaran santifik. Dan dengan langkah pembelajaran inovatif tentunya yang melibatkan kegiatan aktif siswa. Dan disampakan pula bagaimana fakta dilapangan itu terjdi. Sehingga yang perlu dilakukan yaitu memaksimalkan usaha dan perencanaan yang matang. Tak hanya perencanaan pelaksanaan dan evaluasi yang mendalam juga menjadi suatu yang penting untuk dilaksanakan dengan maksimal.

    ReplyDelete
  127. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Kita mungkin pernah betanya-tanya sebenarnya apa Pendekatan saintifik itu? DAri awal mulai dimunculkan hingga sekarang setelah membaca artikel-artikel Prof Marsigit saya mendapat mulai dapat menyimpulkan. Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diterapkan pada Kurikulum 2013. Proses pembelajaran ini dapat disamakan dengan suatu proses ilmiah karena didalamnya terdapat tahapan-tahapan terutama dalam kegiatan inti. Pendekatan saintifik dapat di sebut juga sebagai bentuk pengembangan sikap baik religi maupun sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik dalam mengaplikasikan materi pelajaran. Dalam pendekatan ini peserta didik tidak lagi dijadikan sebagai objek pembelajaran, tetapi dijadikan subjek pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator dan motivator saja. Guru tidak perlu menjelaskan semua tentang apa yang ada dalam materi.

    ReplyDelete
  128. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Bismillah...

    Indikator yang telah bapak berikan sangat bermanfaat untuk kurikulum saat ini yang menggunakan pendekatan saintifik. Semoga indikator-indikator yang telah dituliskan dapat dimanfaat oleh guru-guru matematika atau pelajaran lainnya.

    ReplyDelete
  129. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Mengacu pada hasil peer teaching pembelajaran matematika SMA/SMk terlihat bahwa pengaplikasian untuk metode saintifik sendiri masih relatif kecil untuk terlaksanakan. Hanya saja dalam administrasi RPP yang sudah tercantumkan. Proses pembelajaran yang masih berfokus pada guru sebagai pembimbing dan fasilitator utama dalam belajar membuat metode saintifik masih belum dapat terlihat sejauhmana perkembangannya. Saya juga tidak mengetahui secara gamblang sudah sejauhmana perkembangannya hingga saat ini. Masih perlu mengupayakan adanya kerjasama dalam belajar baik itu antara guru dengan siswa. Semoga dapat terlaksana secara efektif dalam proses belajar yang bersifat lebih interaktif, yang mana guru dapat menyadari bahwa dirinya bukanlah sebagai sumber utama daripada datangnya ilmu bagi siswanya sendiri. Kemudian, siswa didorong untuk menyadari bahwa dirinya dapat berupaya untuk mencari sendiri akan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan.

    ReplyDelete
  130. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Apa yang kita rencanakan memiliki andil besar dalam mencapai sebuah tujuan, begitu pula dalam kegiatan pembelajaran. Dalam pembelajaran dengan pendekatan scientific ada banyak sekali hal yang harus direncanakan dan dipersiapkan secara matang oleh guru sebelum proses pembelajaran di kelas dilakukan. Mulai dari RPP, LKS, variasi metode dan model pembelajaran yang sesuai dengan materi dan kondisi siswa, dan banyak lagi lainnya. Hal inilah yang cukup banyak dikeluhkan oleh guru dan calon guru. Namun pada dasarnya, pada tahap persiapan inilah yang justru akan sangat berpengaruh pada berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Oleh sebab itu, rencana pembelajaran harus dipersiapkan secara baik.

    ReplyDelete
  131. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Penerapan pendekatan Saintifik jika dilakukan di Indonesia mungkin banyak yang harus diperkirakan.
    Karena Indonesia negara kepuluan dan berbeda juga fasilitator dan fasilitas didaerah yang berbeda

    ReplyDelete
  132. Nurika Miftahuljannah
    17709251060
    PPs Pend. Matematika Kelas C
    Assalamu'alaikum wr. Wb.
    Tulisan di atas memang menggambarkan kondisi pembelajaran saat ini yang dialami oleh guru. Guru yang dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik belum tentu menerapkan semua indikator pendekatan saintifik baik pada proses pembelajaran maupun perangkat pembelajarannya. Bukan hal yang mudah untuk mengubah pembelajaran yang awalnya konvensional atau ceramah dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik. Guru sebaiknya juga perlu belajar mengenai bagaimana membelajarkan siswa dengan pembelajaran saintifik. Pemerintah yang ingin mengubah paradigma pembelajaran tersebut sebaiknya juga memikirkan seluruh aspek yang berpengaruh dalam proses perubahan tersebut, terutama guru karena guru merupakan sutradara dalam pembelajaran di kelas. Guru yg memiliki bekal lengkap mengenai pembelajaran saintifik tidak akan kesulitan jika membelajarkan pembelajaran dengan pendidikan saintifik sehingga seluruh indikator pendekatan saintifik dapat tercapai. Itulah yang m3njadi harapan kita semua. Terimakasih.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  133. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami dengan melihat hasil monitoring tersebut salah satu temuannya adalah pada LKS tidak dicantumkan sintak 5M nya, sampai saat ini dalam membuat LKS kami juga merasa belum mencantumkan sintak 5M, 5M masih sebatas tertulis dikegiatan pembelajaran saja. Terima kasih dari hasil monitoring ini dari kami pribadi memberi inspirasi dalam penyusunan LKS perlu pencatuman sintak 5M, agar dalam prakteknya mempermudah dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  134. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendekatan saitifik salah satu pendekatan yang disarankan oleh pemerintah di dalam penerapan kurikulum 2013 yang memiliki sintaks pembelajaran 5M. Ada beberapa pendekatan pembelajaran yang memiliki sintaks hampir sama dengan pembelajaran saintifik yaitu pendekatan discovery dan inquiry. Pada pembelajaran yang menggunakan pendekatan tersebut lebih menekankan kepada kemampuan berfikir dan bernalar kritis siswa sehingga di dalam pembelajaran siswa dituntut dapat memahami, menganalisis dan mengiterprestasikan pengetahuan mereka dan terakhir mampu menyampaikan kepada khalayak kelas melalui kegiatan presentasi.

    ReplyDelete
  135. Firman Indra Pamungkas
    PM C 2017 / 17709251048

    Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah. Pendekatan ilmiah (scientific approach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi dan mencoba, mengasosiasikan dan menalar, dan menyajikan dan mengkomunikasikan hasil untuk semua mata pelajaran. Berdasarkan temuan saat observasi, masih banyak guru/ calon guru yang belum mampu menerapkan pembelajaran berorientai saintifik seperti idealnya. Butuh banyak pengalaman, butuh banyak kesalahan untuk menjadi baik. Maka dari itu, kita akan mampu melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik jika kita paham tentang pendekatan saintifik, dan menerapkannya dalam pembelajaran. Tentunya tak lepas dari evaluasi dan refleksi setelah pembelajaran berlamngsung, untuk perbaikan pembelajaran selanjutnya.

    ReplyDelete
  136. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  137. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.. Guru perlu memahami indikator-inkator apa saja yang mengindikasikan pembelajaran telah berorientasi pada pendekatan saintifik, dengan begitu guru dapat mempersiapkan dan melaksanakan pembelajaran dengan baik. Hasil observasi, monitoring dan supervisi yang Prof Marsigit sampaikan dapat digunakan sarana refleksi dan acuan untuk memperbaiki pembelajaran agar tidak terjadi kesalahan yang sama. Terimakasih Pak. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh..

    ReplyDelete
  138. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PM C S2

    Menurut penelitian tugas dan PR akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi pemahaman. Guru memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk melakukan atau menuangkan gagasan pikiran mereka sepemahaman mereka. Hal ini memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berfikir. Tetapi terkadang masih merasa keterbatasan waktu sehingga menyebabkan kurangnya waktu misalnya tugas presentasi hanya diwakilkan beberapa kelompok saja, menjadikan kelompok lain tidak presentasi sehingga Guru blm bisa mengevaluasi secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  139. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  140. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Indikator yang diterapkan dalam pembelajaran tersebut untuk melihat apakah pembelajaran yang berlangsung sudah menerapkan pendekatan saintifik. Dari hasil atau temuan yang diperoleh, sebagian besar guru mencantumkan sintak pendekatan saintifik, namun semua guru malah tidak menerapkannya di dalam LKS. Sebaiknya sintak pendekatan sanntifik mulai dikenali guru dalam menerapkan di LKS, tidak hanya sekedar dibuat di dalam RPP. Karena RPP adalah perencanaan yang dibuat untuk proses pembelajaran yang akan berlangsung di kelas, sedangkan LKS adalah media pembelajaran yang digunakan saat pembelajaran berlangsung.maka sudah seharusnya sintak tersebut juga dimasukkan ke dalam LKS guna menerapkan apa yang ada di RPP, sehinga hal demikian tidak hanya sekedar rencana.

    ReplyDelete
  141. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Melihat antara indikator dan hasil observasi, monitoring serta supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching, terlihat bahwa masih banyak yang perlu dievaluasi lagi tentang pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik. Meskipun sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya, namun dalam prosesnya, masih banyak hal-hal yang belum terlaksana dengan baik, seperti semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi dan apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional, masih ada yang menggunakan pendekatan konvensional dan metode ceramah, guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil dan seterusnya. Hal ini menunjukkan bahwa masih perlu dilakukan pelatihan dan pembiasaan guru-guru tentang pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  142. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Tentang apersepsi. Apersepsi itu sangat penting dalam proses KBM. Apersepsi bertujuan membentuk pemahaman. Dimana dengan apersepsi dapat menciptakan atmosfir belajar yang kondusif. Selain itu dapat membentuk jiwa dan fisik yang baik dimana dapat menimbulkan perasaan mampu mempelajari materi yang baru.

    ReplyDelete
  143. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik cenderung membutuhkan waktu yang lama. Padahal durasi pembelajaran terbatas/ Dengan waktu terbatas sulit untuk siswa menyelesaikan keseluruhan tahapan pendekatan saintifik tanpa bantuan-bantuan dari guru. Sehingga terkadang membuat sebagain guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil. Hal ini dapat teratasi dengan managemen waktu yang baik dari guru. Guru harus dapat memperkirakan dalam waktu sekian menggunkan pendekatan saintifik materi apa saja yang dapat diajarkan.

    ReplyDelete
  144. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pelaksanaan pendekatan saintifik di Indonesia masih jauh dari kata maksimal. berdasarkan survey, masih banyak guru yang belum membuat RPP dan silabus yang sesuai dengan pendekatan saintifik, mereka beranggapan bahwa dalam pelaksanaannya kurikulum 2013 itu tidak mudah dan cenderung memakan waktu yang lama.

    ReplyDelete
  145. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Metode saintifik saat ini sedang diupayakan dalam pembelajaran. Namun masih saja ada kasus-kasus yang terjadi. Guru-guru sudah menggunakan saintifik pada RPPnya akan tetapi pada kenyataan masih menggunakan cara konvensional atau ceramah. Dan juga mengenai apersepsi, guru terkadang lupa memberikan apersepsi di awal pembelajaran, padahal apersepsi hal yang penting. Ada juga yang sudah menggunakan apersepsi akan tetapi masih bersifat konvensional, hany dengan bertanya " Masih ingatkan kalian dengan materi minggu lalu?" dan siswa akan menjawab " masih " akan tetapi tidak dapat dipastikan betul apa mereka masih ingat dan sudah paham dengan materi sebelumnya. Seharusnya, apersepsi yang dilakukan harus melibatkan semua siswa dan dapat dikur pemahaman dan ingatan siswa mengenai materi prasyarat tersebut.

    ReplyDelete
  146. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    MAsih banyaknya kesulitan yang dialami guru dalam melaksanakan pembelajaran saintifik, memang tidak perlu diherankan. Karena guru sudah terbiasa dengan pembelajaran konvensional yang mereka lakukan bahkan selama bertahun-tahun lamanya. Namun apapun itu, haruslah diapresiasi upaya guru untuk mulai melakukan perubahan dalam metode mengajarnya. Karena semua butuh proses.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  147. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam pembelajaran saintifik indikator yang telah ditetapkan sudah sangat baik. Namun dalam pelaksanaannya sampai sekarang nyatanya masih ada yang mengeluhkan tentang pengaplikasiannya. Salah satu hal yang paling dikeluhkan adalah mengenai sistem penilaiannya. Penerapan pembelajaran saintifik terutama sangat dikeluhkan oleh guru yang berada pada daerah yang minim teknologi yang menyebabkan guru tersebut minim informasi mengenai metode saintifik ini.

    ReplyDelete
  148. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Seorang guru yang terlalu menonjolkan atau terlalu mendukung dengan pembelajaran saintifik, maka kebanyakan dari mereka akan menganggap bahwa jika pembelajaran yang ada di sekolah itu sesungguhnya bisa diperbaiki dengan pendekatan tersebut, namun kebanyakan dari mereka cenderung tidak terlalu mengabaikan yang namanya ranah spiritual. Mereka lebih pada usaha-usaha dan usaha namun tidak mengingat bahwa yang mengatur segalanya adalah Tuhan, jadi apa yang menjadi tujuannya secara tidak langsung mengharuskan berhasil tanpa tawakkal.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  149. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pembelajaran saintifik merupakan model pembelajaran yang diwajibkan pada kurikulum 2013. Namun pada kenyataannya, saya menjumpai masih banyak guru-guru senior yang membuat RPP sebatas untuk hal administrasi saja tanpa benar-benar mempraktekan RPP tersebut dalam pembelajaran kelas. Sudah menjadi guru bukan berarti behenti belajar dan berinovasi, karena zaman terus berkembang dan dunia pendidikan pun demikian.

    ReplyDelete
  150. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Tujuan pendidikan menggunakan pendekatan saintifik agar mampu memberi wadah pada siswa untuk memberdayakan kemampuan dan potensinya. Tidak seperti pembelajaran konvensional di mana siswa belajar sesuai yang guru berikan. Maka dari itu pada pendekatan saintifik, guru seypgyanya dapat memfasilitasi siswa dengan menyediakan media, alat peraga, LKS atau yang lain sesuai alur pendekatan saintifik yang mampu membantu siswa mengembangkan potensi dan kemampuannya, bukan transfer ilmu dari guru ke siswa melalui ceramah. Namun beberapa kendala pendekatan saintifik yaitu kemampuan guru untuk membuat media yang mencerminkan pendekatan saintifik masih rendah. Guru masih terlalu terpaku dengan LKS tunggal seperti LKS pada pembelajaran konvensional. Inilah yang menjadi PR bersama meningkatkan kualitas pendidik guna mencapai tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  151. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Pembelajaran saintifik memang gencar dipromosikan dan digalakkan ketika kurikulum 2013 ini berlaku. Berbagai hambatan dan ketidak mampuan guru terjadi ketika mengimplementasikan pendekatan saintifik ini. Jangankan masalah LKS, RPP, sistem penilaian, bahkan berdasarkan hasil observasi yang dilakukan menyatakan hampir semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional. Padahal apersepsi menjadi langkah awal ketika pembelajaran berlangsung, dan menentukan dan menjudge apakah siswa sudah siap dengan materi hari ini, apakah siswa melupakan materi yang kemarin, apakah memiliki intuisi yang baik, apakah siswa antusias dengan materi yang akan diajarkan, dll. Sehingga, perlu adanya pelatihan lanjutan guru mampu mengaplikasikan pendekatan saintifik dengan benar dan tepat, serta tujuan dari pembelajaran juga tercapai.

    ReplyDelete
  152. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Pembelajaran beriorientasi pendekatan saintifik ialah pembelajaran yang menggunakan variasi metode mengajar berbasis saintifik. Tetapi pada pelaksanaannya guru masih menggunakan pendekatan konvemsional dan ceramah. Hal ini tentunya perlu diubah. Guru perlu belajar untuk menggunakan variasi metode pembelajaran yang selaras dengan pendkatan saintifik. Meskipun bukan hal yang mudah, guru perlu belajar agar pembelajaran dapat lebih bervariasi.

    ReplyDelete
  153. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sesuai dengan Permendikbud No. 65 tahun 2013 standar proses, pendekatan saintifik dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mencoba, (4) mengasosiasi, dan (5) mengomunikasikan serta dapat ditambahkan (6) mencipta. Oleh karena itu baik RPP atau LKS juga harus mengacu pada tahap-tahap tersebut. Diharapkan pembelajaran saintifik ini juga dapat meningkatkan kemampuan Higher Order Thinking Skills siswa.

    ReplyDelete
  154. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B

    Pendekatan saitifik adalah pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013. yang mana pendekatan saintifik ini masih belum banyak diterapkan pada sebagian besar tingkat pendidikan, entah karena guru yang belum mampu menerapkan metode ini, entah siswa yang tidak siap menerima pendekatan pembelajaran ini. Siswa agak sulit dalam menciptakan dan mengkomununikasikan matematika, sehingga guru harus membimbing siswa dalam langkah ini. Agar kemampuan berpikir siswa dapat berkembang dengan baik dan kreatif.

    ReplyDelete
  155. Haniek Sri Pratini
    S3 IP Kons Pend.Mat 17703261029

    Apersepsi dalam mengawali pembelajaran matematika sangat dibutuhkan terlepas dari pendekatan apapun yang digunakan. Terlebih lagi banyak siswa yang kurang suka terhadap pelajaran matematika, sehingga dibutuhkan apersepsi yang membantu mereka untuk memberikan konteks terkait materi yang akan dipelajari. Dalam hal pendekatan saintifik, memang perlu pengecekan terhadap kesiapan para guru untuk melaksanakannya. Hasil observasi yang dipaparkan dalam tulisan di atas menunjukkan bahwa para guru membutuhkan pencerahan terkait pendekatan saintifik. Diperlukan pencerahan yang memadai dari narasumber yang sungguh dapat membantu, mengingat banyaknya narasumber dari berbagai instansi yang barangkali juga memberikan wawasan kepada para guru dan ternyata wawasan yang diberikan cukup beragam sehingga membingungkan para guru. Semoga hal ini menjadi perhatian pihak-pihak terkait untuk segera dapat diperbaiki.

    ReplyDelete
  156. M. Zainudin
    16701261019
    PEP

    Sudah menjadi suatu keharusan setiap fasilitator menguasain pendekatan saintifik sebagai alternatif peningkatan kualitas manusia

    ReplyDelete
  157. Siti Efiana
    15301241029
    S1- Pend.Mat I 2015

    Pendekatan scientific dalam prakteknya memanglah tidak mudah, apalagi saat awal-awal metode ini digunakan, Guru-guru bisa jadi akan kebingungan karena metode ini berbeda 180 derajat dari metode konvensional. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang dan kerja sama dari semua pihak agar tujuan pendekatan scientific ini bisa berhasil. Termasuk juga diperlukan pelatihan Guru agar bisa benar-benar memahami seluk beluknya sehingga tidak kebingungan lagi saat merencanakan dan mempraktekkan pada siswa.

    ReplyDelete
  158. Nama : Lalu Muhammad Fauzi
    NIM : 17703261003
    Kelas : IP S3 A (P. Mat)

    Dalam Standar Proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik meliputi langkahlangkah: mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, mengomunikasikan, dan mencipta. Dalam kenyataan masih banyak guru yang menghadapi kesulitan untuk menerapkan langkah-langkah tersebut sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan. Hal ini menunjukkan bahwa guru belum dapat memahami dengan baik konsep tentang langkah-langkah pembelajaran tersebut. Dengan kurangnya pemahaman guru terkait dengan pendekatan sintifik, pada pelaksanaan pembelajaran pendekatan saintifik tidak diterapkan dan pada ahirnya pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yang biasa digunakan oleh guru tersebut. Sehingga muncul pertanyaan apakah kurikulum 2013 belum siap diterapkan ataukah guru belum mampu menerapkan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  159. Almaida alvi zahrotunnisa
    15301241046
    Pendidikan matematika A 2015
    Sebagai calon guru saya masih merasa kesulita membuat RPP dan LKPD dengan sintaks yang sesuai dengan metode pembelajarannya. Terkhusus pada metode saintific mencantumkan sintaks kegiatan 5m (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengkomunikasikan) pada LKPD masih sulit pada bagian meminta peserta didik menanya dan menalar. Apalagi di Indonesia terbiasa dengan metode ekspositori sehingga peserta didiknya masih sulit diajak untuk bertanya dan berpikir ilmiah sendiri.

    ReplyDelete
  160. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Menurut saya penuangan langkah pendekatan saintifik dalam LKS memang sulit, karena penuangan langkah pendekatan saintifik di LKS lebih sulit dibandingkan dalam RPP. Misalnya saja, ketika meminta siswa untuk menanya, terkadang saya bingung bagaimana penuangannya dalam LKS. Wajar saja, jika guru saat ini banyak yang bingung dengan penggunaan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Saya menduga hal ini dikarenakan kebiasaan mengajar guru menggunakan pendekatan konvensional (misal : ceramah) yang menekankan guru sebagai subjek dan murid sebagai objek, tiba – tiba diminta menggunakan pendekatan saintifik yang bertolak belakang dengan pendektan sebelumnya. Sehingga, tak jarang banyak guru yang menuliskan pendekatan saintifik dalam RPP, namun praktiknya masih menggunakan pendekatan konvensional. Untuk mengatasi hal ini perlu adanya kerjasama dari semua pihak, termasuk perlu adanya pelatihan guru yang berkelanjutan.

    ReplyDelete
  161. Raudhah Nur Pratiwi
    15301244009
    S1- Pend. Matematika A 2015
    Assalamu’alaimkum.
    Indikator yang diterapkan dalam pendekatan saintifik ini menurut saya sudah sangat bagus. Dibandingkan dengan cara konvensional, siswa lebih terlibat dalam pembelajaran. Namun, menurut saya, mengingat pendekatan saintifik ini masih terbilang ‘baru’ terlebih untuk guru-guru yang sudah terbiasa dengan cara konvensional, memang tidaklah mudah untuk mempraktikkan pendekatan ini. Terlebih lagi, Indonesia adalah negara yang luas, tidak semua daerah mempunyai sarana, prasarana, maupun fasilitator dengan kualitas yang sama. Oleh karena itu, perlu sekali diadakan workshop-workshop untuk para Bapak Ibu guru secara merata dan rutin.

    ReplyDelete
  162. AGUS SETIAWAN
    14301241056
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Indikator merupakan acuan dan parameter bagi sesuatu. Dengan mengetahui Indiktor pendekatan saintifik akan menjadi parameter seberapa jauh pendekatan saintifik telah diterapkan dalam suatu pembelajaran. Sebelas indikator yang telah dituliskan oleh Prof. Marsigit menjadi landasan belajar mengenai pendekatan saintifik secara lebih mendalam. terimakasih

    ReplyDelete
  163. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan saintifik sekarang ini memang sedang digadang-gadang untuk di kembangkan dalam dunia pendidikan Indonesia. Akan tetapi pendekatan ini jauh berbeda dengan pendekatan konvensional, dimana dalam pendekatan saintifik ini siswa lebih dituntut untuk aktif sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Dalam perencanaannya pun susah untu mencantumkan/merancang kegiatan pembelajaran dengan memunculkan sintaks-sintaks pendekatan saintifik. Bila sudah disusun perencanaannya dengan baik, belum tentu dalam praktiknya dapat dilaksanakan sesuai dengan perencanaannya. Oleh karena itu untuk menggunakan pendekatan saintifik membutuhkan persiapan yang benear-benar matang, sehingga serangkaian prosesnya dapat berjalan dengan lancar.

    ReplyDelete
  164. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Berdasarkan 11 indikator pembelajaran saintifik dan hasil observasi monitoring dan supervisi guru, hal tersebut menunjukkan bahwa masih kurangya pemahaman guru tentang perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran saintifik. Salah satu faktor penyebabnya mungkin guru masih terbiasa menggunakan metode konvensional dengan guru sebagai pusat pembelajarannya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pembiasaan diri untuk menerapkan pendekatan saintifik pada pelaksanaan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  165. Zudhy Nur Alfian
    S1 Pendidikan Matematika I 2015
    15301241035

    Dalam hal pembelajaran, apa yang kita rencanakan dalam RPP tidak selalu dapat diterapkan ke dalam praktek pembelajaran nyata, hal ini dikarenakan oleh berbagai faktor. Selama ini, dalam perencanaan sudah dibuat agar melakukan pembelajaran saintifik, tetapi karena tuntutan hal hal tertentu seringkali pendidik merubah proses pembelajaran yang direncanakan agar siswa mengerti akan materi yang disampaikan. sehingga, seringkali pendidik beralih ke metode konvensional yang dirasa cepat dalam mencekoki peserta didik.

    ReplyDelete
  166. Alvi Khoirunnisak
    15301241012
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan saintifik sepetis pendekatan wajib dalam kurikulum nasional. Pasalnya, setiap mata pelajaran harus menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selaras dengan hal tersebut, pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, masih perlu banyak bimbingan bagi guru untuk menerapkan pemeblajaran dengan pendekatan siantifik ini. Meskipun RPP sudah disuun dengan baik, seringkali implementasinya menyimpang dengan sintak yang ada dalam RPP. Terutamanya lagi, perihal media pembelajaran dalam pendekatan saintifik. Masih sering dijumpai media yang digunakan sangat monoton, seprrti LKS.
    Maka, perlu adanya peran pemerintah untuk membantu pengadaan media pembelajaran berbasis siantifik agar dapat membantu terealisasinya tujuan kurikulum nasional.

    ReplyDelete
  167. Nur Sholihah
    15301241020
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Mengenai guru yang kesulitan memberikan apresepsi kepada siswa karena masih secara konvensional harus mulai dirubah. Karena apresepsi sangat penting sebagai trigger untuk memasuki suatu materi. Trigger yang dimaksud adalah sebagai pelatuk atau pemicu siswa agar mereka tertarik dan dapat menghubungkan materi yang didapat dengan materi yang sudah diketahui. Hal ini penting, karena pembelajaran yang bermakna juga berarti dapat menghubungkan materi yang baru didapat dengan materi yang sudah diketahui sebelumnya.

    ReplyDelete
  168. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel yang telah Bapak share kepada kami. Dari artikel sebelumnya juga membahas tentang pendekatan saintifik, pendekatan saintifik berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dimaksudkan agar siswa lebih mudah untuk memahami suatu materi. namun karena keterbatasan contoh yang ada di dalam kehidupan sehari-hari, maka guru juga membutuhkan kerja lebih keras lagi agar apa yang ada dikehidupan dapat selaras dengan apa yang akan dipelajari oleh siswanya. saat kurikulum 2006 (KTSP) masih berlaku, guru lebih sering ceramah dan siswa kurang aktif, namun saat K-2103 berlaku, dimana kurikulum ini lebih menekankan keaktifan dan penalaran anak, maka gurupun juga sama-sama belajar kembali bagaimana caranya agar siswa mudah untuk menalar. apalagi tidak semua materi dapat dipelajari menggunakan pendekatan saintifik, ada beberapa materi dengan guru yang lebih dominan untuk menyampaikan. artikel di atas memang menggambarkan kondisi pembelajaran saat ini yang dialami oleh guru. Guru yang dalam pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik belum tentu menerapkan semua indikator pendekatan saintifik baik pada proses pembelajaran maupun perangkat pembelajarannya. Bukan hal yang mudah untuk mengubah pembelajaran yang awalnya konvensional atau ceramah dengan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik. Guru sebaiknya juga perlu belajar mengenai bagaimana membelajarkan siswa dengan pembelajaran saintifik. Pemerintah yang ingin mengubah paradigma pembelajaran tersebut sebaiknya juga memikirkan seluruh aspek yang berpengaruh dalam proses perubahan tersebut, terutama guru karena guru merupakan sutradara dalam pembelajaran di kelas. Guru yg memiliki bekal lengkap mengenai pembelajaran saintifik tidak akan kesulitan jika membelajarkan pembelajaran dengan pendidikan saintifik sehingga seluruh indikator pendekatan saintifik dapat tercapai. Itulah yang m3njadi harapan kita semua.

    ReplyDelete
  169. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel diatas, dapat kita lihat kesenjangan antara harapan dan kenyataan dari adanya pendekatan saintifik. Hal tersebut terjadi karena guru dan siswa tidak terbiasa dengan pendekatan tersebut. Perpindahan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 belum diikuti dengan sarana prasarana yang memadai sehingga pendekatan saintifik dirasa asing dan sulit bagi sebagian guru. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dari pemerintah, pendidik, dan juga siswa agar indikator-indikator pendekatan saintifik dapat terpenuhi dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
  170. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Pendekatan saintifik adalah pendekatan dalam pembelajaran yang memiliki sintas 5M. Saat menyusun RPP masih kesulitan didalam menerapkan dikelas dan kebanyakan masih menggunakan cara konvensional yang dirasa oleh guru itu lebih mudah dalam memahamkan siswa. Akan tetapi metode konvensional yang dilakukan oleh guru masih berpusat pada guru dan siswa hanya mendengarkan. Dari hasil observasi sintak saintiifik belum tercantumkan didalam LKS dan hanya dicantumkan di RPP yang dalam pelaksaannya belum sluruhnya mengikuuti metode saintifik.

    ReplyDelete
  171. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015

    Pendekatan saintifik adalah salah satu pendekatan yang dirancang sedemikian rupa supaya siswa mampu berperan secara aktif dalam mengkonstruk konsep matematika. Salah satu langkah dari pembelajaran saintifik adalah menanya, dimana siswa berperan aktif untuk bertanya dalam mematangkan konsep yang sedang dibangun. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dibentuk tidak hanya melalui LKS karena pertanyaan yang diajukan oleh siswa bisa muncul secara spontanitas. Sehingga, penulisan sintak pendekatan saintifik di LKS akan memberikan kesulitan atau kebingungan kepada guru. Hal ini mungkin juga diakibatkan oleh kurang mengertinya guru dalam pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik karena guru sudah terbiasa dengan menggunakan metode konvensional (seperti ceramah) dimana guru berperan aktif dalam proses pembelajaran. Untuk meminimalisir permasalahan yang muncul dan memaksimalkan proses pembelajaran dengan metode saintifik, perlu diadakan elatihan-pelatihan dan sosialisasi khusus untuk membekali guru dalam mempersiapkan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik

    ReplyDelete
  172. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel yang bapak tulis, dapat terlihat bahwa masih terjadi kesenjangan antara harapan pemerintah terhadap penerapan pendekatan saintifik dengan keadaan yang terjadi di lapangan. Hal tersebut tampak dari masih belum terpenuhinya beberapa indikator pembelajaran yang berorientasi pendekatan saintifik. Penyebab dari kondisi tersebut kemungkinan dikarenakan para pendidik masih belum dapat beradaptasi dengan pergantian kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013. Hal tersebut tentunya dapat dimaklumi mengingat adaptasi terhadap sistem kurikulum yang baru tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Disinilah dibutuhkan peran pemerintah untuk kembali melakukan pembekalan dan pelatihan kepada para pendidik agar dapat lebih siap untuk mempraktikkan pembelajaran yang berorientasi pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  173. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Prof untuk artikel ini. Melihat dari hasil observasi terhadap guru yang menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika menunjukkan bahwa peggunaan pendekatan saintifik dalam prakteknya bukanlah hal yang mudah, hal ini bisa saja dikarena karena guru masih belum begitu memahami bagaimana pendekatan ini karena sudah terbiasa menggunakan cara konvensional atau ceramah dalam menyampaikan materi. Oleh karena itu, masih sangat diperlukan pelatihan guru tentang pendekatan saintifik ini. Begitupun saya, masih mersa kesulitan dalam membuat RPP dan membuat Lembar Kegiatan Peserta Diidik (LKPD) dengan sintaks 5M.

    ReplyDelete
  174. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Pembelajaran dengan metode saintifik adalah pembelajaran yang berlangsung ketika terdapat perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013. Sayangnya dengan adanya perubahan kurikulum tersebut masih terdapat berbagai kekurangan. Misalnya guru yang masih belum paham betul tentang sintaks saintifik dan kegiatan yang harus dilakukan belum sesuai dengan metode saintifik, dll. Sintaks dari pembelajaran dengan metode saintifik yaitu 5m. Sintaks tersebut dirancng agar siswa paham betul tentang materi yang dipelajari sampai membentuk konsep yang baik di dalam benak siswa. Sehingga dalam penyusunan RPP harus sesuai dengan sintaks 5m yang selanjutnya akan berkaitan pada LKS. Dari artikel diatas terlihat bahwa penerapan penggunaan pendekatan saintifik masih belum maksimal, maka dari itu perlu adanya peran dari berbagai pihak untuk dapat memahami dan menggunakan pendekatan saintifik dengan benar sesuai langkah-langkahnya. Dengan demikian maka penggunaan metode saintifik dapat dilihat perbedaan pengaruhnya terhadap aspek penilaian pendidikan dibandingkan dengan metode yang digunakan saat kurikulum sebelumnya.

    ReplyDelete
  175. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Saat saya berlatih untuk mengembangkan RPP, pendekatan yang saya gunakan sejauh ini adalah pendekatan saintifik. Kesulitan yang masih saya alami adalah menentukan apersepsi yang pas dapat memancing siswa untuk belajar. Saat merencanakan saya merasa apersepsi sudah pas, akan tetapi setelah praktek ternyata ada apersepsi yang lebih pas untuk digunakan.
    Dari 11 indikator yang Bapak sampaikan, saya belum pernah berlatih untuk mengembangkan indikator nomor 9 dan 10. Sejauh ini, saat saya menyusun instrumen penilaian, saya hanya memperhatikan Indikator Pencapaian Kompetensi dan tidak memperhatikan pendekatan yang digunakan, termasuk saintifik. Apakah penilaian berbasis pendekatan saintifik memiliki instrumen penilaian yang berbeda, Pak? Adakah ciri-ciri instrumen penilaian berbasis pendekatan saintifik? Terima kasih, Pak.

    ReplyDelete
  176. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Menurut saya, sebenarnya indicator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik di atas sudah ideal. Namun, pada kenyataannya penerapan dari pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik di atas masih harus ditingkatkan. Mengingat, sudah bertahun-tahun para guru mengajar dengan suatu kurikulum yang membuat mereka terbiasa, nyaman, dan sudah terbukti mampu mentransfer pengetahuan kepada peserta didik. Namun, pada waktu tertentu mereka harus mengubah kebiasaan mengajar mereka dengan cara dan kondisi yang baru. Tentunya mereka membutuhkan waktu, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perbaika menurut saya cukup berlarut-larut. Dibuktikan dengan data dalam artikel di atas bahwa masih banyak guru yang tidak mencantumkan sintak pendekatan saintifik dalam LKSnya. Seharusnya jika mereka memang paham hal seperti itu bisa diminimalisir.

    ReplyDelete
  177. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Pak atas artikel yang sangat bermanfaat ini. Berdasarkan berbagai hasil observasi terkait penerapan pendekatan saintifik di dalam kegiatan pembelajaran menunjukkan bahwa masih terdapat banyak kendala dari berbagai pihak bersangkutan. Misalnya saja yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran ialah guru dan siswa. Dalam prakteknya, guru masih kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan pendekatan saintifik karena langkah-langkah dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik sangat berbeda dengan pendekatan ekspositori yang sudah dilakoni oleh guru selama bertahun-tahun. Siswa sendiri belum bisa menyesuaikan diri untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran karena sudah terbiasa menerima dari gurunya.

    ReplyDelete
  178. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Pendekatan saintifik ini merupakan pendekatan yang berpusat pada siswa, siswa yang lebih berperan aktif. Pendekatan saintifik menggunakan syntak 5M (Mengamati,Menanya,Mencoba,Mengolah Informasi,dan Menalar). 11 indikator yang telah disebutkan pada artikel diatas menurut saya sudah bagus. Akan tetapi dalam proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, ada guru yang tidak mencantumkan syntak pendekatan saintifik pada LKS. Selain itu juga walaupun RPP dan LKS yang dibuat sudah bagus, jika guru sebagai fasilitator kurang baik yang seharus nya berpusat pada siswa tapi seringkali saat proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga gurulah yang berperan aktif bukannya siswa.

    ReplyDelete
  179. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Berdasarkan postingan yang ditulis oleh Pak Prof. Marsigit ini, saya menjadi tahu kapan suatu pembelajaran dapat dikatakan sudah berorientasi pada pendekatan saintifik atau belum. Selain itu, berdasarkan hasil observasi, monitoring, dan supervisi yang dilakukan oleh Pak Prof. Marsigit terhadap praktik peer-teaching PLPG, saya menjadi tahu bahwa jika sintaks yang digunakan di RPP adalah sintaks pendekatan saintifik, maka di LKS-nya juga harus memuat sintaks pendekatan saintifik.

    Ada satu hal yang ingin saya tanyakan: Salah satu temuan Pak Prof. Marsigit pada praktik peer-teaching adalah "Semua LKS bersifat tunggal". Apakah yang dimaksud dengan "Semua LKS bersifat tunggal" tersebut?
    Terima kasih

    ReplyDelete
  180. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Penerapan metode santifik dalam pembelaharan matematika memang bukan hal yang mudah. Tidak sedikit persiapan yang harus dilakukan oleh guru mulai dari membuat LKS, RPP dan menyusun learning trajectory yang baik. Saya pun belum dapat membuat LKS berbasis saintifik dengan baik. Akan tetapi tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusaha. Meskipun dari hasil monitoring masih menunjukkan beberapa kekurangan tetapi guru harus dapat menerapkan metode saintifik dalam pembelajaran. Stigma teacher center dalam kegiatan belajar mengajar yang sudah mengakar harus segera dicabut dan diganti dengan student center. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya mampu memecahkan masalah tetapi siswa harus bisa mencari solusi dari suatu permasalahan secara logis.

    ReplyDelete
  181. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 5:21 AM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Mengubah cara mengajar yang awalnya dengan metode ceramah diganti dengan pendekatan saintifik mungkin memang membutuhkan waktu, karena hal ini memang butuh penyesuaian, dari yang awalnya guru sebagai pemberi informasi dan siswa hanya menerima informasi kini dengan metode saintifik guru berperan sebagai fasilitator untuk siswa memperoleh informasi, dengan kata lain siswa menemukan sendiri informasi dengan guru berperan untuk mendampingi. Telah mengakarnya metode ceramah yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran hal ini lah yang menyebabkan beberapa guru masih belum bisa memenuhi semua indikator pembelajaran dengan pendekatan saintifik di atas.

    ReplyDelete
  182. Isykarima Nur S
    15301241032
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terimakasih atas artikel yang sangat bermanfaat, Prof. berdasarkan beberapa observasi diperoleh bahwa masih banyak kendala dalam penerapan metode pembelajaran saintifik pada KBM. Tentu merubah metode pembelajaran ke saintifik dari metode ekspositori atau ceramah yang sudah menjadi budaya di Indonesia sangatalah sulit. Tidak hanya guru yang kesulitan tapi juga siswa. Guru masih beradaptasi dengan sintaks student center yang sangat berbeda dengan metode ekspositori atau ceramah dengan sintaks teacher center. Selain itu, siswa juga belum dapat berpartisipasi dengan maksimal dalam pembelajaran di kelas. Biasanya ia hanya pasif mendengarkan kemudian di tuntut untuk menjadi aktif tentu memerlukan waktu yang tidak sebentar.

    ReplyDelete
  183. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan saintifik memang dalam praktiknya tidak mudah, apalagi pada awal-awal munculnya kurikulum 2013. Banyak guru yang belum siap dengan perubahan kurikulum tersebut. Apalagi metode pembelajaran yang berbeda dari kurikulum sebelumnya. Pada kurikulum sebelumnya banyak guru yang mengajar dengan metode ceramah. Pembelajaran berpusat pada guru. Pada pembelajaran saintifik, guru hanya bertugas sebagai fasilitator, pembelajaran berpusat pada siswa . Oleh karena itu masih terjadi kesenjangan antara pendekatan saintifik yang diharapkan oleh pemerintah dan penerapan pendekatan saintifik di lapangan.

    ReplyDelete
  184. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Dari hasil observasi tersebut, maka dapat dilihat bahwa hampir semua guru belum melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik dengan indikator yang disebutkan oleh bapak Margsigit. Hal tersebut mungkin dikarenakan guru belum terbiasa untuk menggunakan metode saintifik, karena sebelumnya selalu menggunakan pendekatan konvensional. Untuk indikator-indokator yang bapak tuliskan, saya mengucapkan terimaksih, karena bermanfaat untuk kami saat melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  185. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan saintifik saat ini memang sedang dilakukan pada setiap sekolah. Akan tetapi melalui beberapa observasi, pendekatan saintifik terkadang masih dirasakan sulit untuk dilakukan pada setiap pembelajaran dikelas. Kebanyakan guru masih menggunakan pendekatan konvensional. Hal tersebut terjadi karena pendekatan saintifik dirasa bertolak belakang dengan pendekatan sebelumnya yang menggunakan metode ceramah (ekspositori) pada pembelajaran di kelas. Pada indikator 2 LKS yang selaras dengan pendekatan saintifik juga dirasa masih sulit untuk dikembangkan karena berarti LKS harus terdapat sintaks 5M. Kebanyakan dari pengembangan yang dilakukan menggunakan pendekatan saintifik menggabungkan dengan metode lain sehingga LKS akan menggunakan sintaks pada metode yang digabungkan. Peserta didik yang terbiasa dengan pembelajaran berbasis ceramah atau penemuan terbimbing juga merasa kesulitan ketika menggunakan pendekatan saintifik dimana materi lebih sulit dan peserta didik harus mampu menemukan sendiri solusi dari masalah yang disajikan pada materi.
    Indikator-indikator tersebut dapat menjadi patokan dalam kegiatan pembelajaran dikelas dengan pendekatan saintifik. Namun tidak semua indikator dapat langsung tercapai. Perlu adanya kerjasama dari berbagai pihak agar pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik dapat berjalan sesuai indikator. Kerjasama ini bisa dengan berbagai pelatihan yang berkelanjutan dalam mengenalkan pendekatan saintifik untuk pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  186. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    berdasarkan hasil observasi dipostingan ini, dapat dilihat bahwa masih banyak guru yang belum menyertakan sintak dalam RPP maupun LKPDnya, hal ini dikarenakan perubahan kurikulum yang sangat drastis yang semula berpusat diguru menjadi berpusat disiswa. banyak guru yang belum terbiasa menggunakan pendekatan saintifik ini, mungkin perlu dilakukaknnya sosialisasi untuk guru - guru agar dapat menggunakan pendekatan saintifik yang dapat membantu siswa memahami materi

    ReplyDelete
  187. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Terima kasih atas informasi yang telah diberikan Prof tentang Pembelajaran Berorientasi pada Pendekatan Saintifik. Setelah membaca postingan tersebut wawasan dan pengetahuan saya tentang pendekatan saintifik menjadi bertambah. Dalam praktiknya penerapan pendekatan saintifik memang tak semudah teorinya, karena memang terjadi perubahan yang sangat jelas dari guru yang menjadi pusat pembelajaran ke peserta didik yang menjadi pusat. Karena selama ini yang dikenal kita sebelumnya yaitu pembelajaran yang diberikan oleh guru dan peserta didik tinggal menerima dan memahami saja. Semoga ke depannya pendekatan saintifik semakin dipahami oleh seluruh guru di Indonesia dan praktik penerapannya semakin baik lagi, amiin.

    ReplyDelete
  188. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Dalam pelaksanaan pembelajaran saintifik masih ada guru yang mengalami kesulitan. Guru belum bisa menghilangkan kebiasaan lama yaitu masih menggunakan metode ceramah. Siswa hanya dilibatkan dalam mengerjakan soal bukan dalam mencari konsep matematikanya. Dalam pendekatan saintifik membutuhkan waktu yang lama, karena siswa sulit melakukan pembelajaran tanpa bantuan guru.

    ReplyDelete
  189. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Dalam penerapannya di sekolah, guru masih mengalami kesulitan. Hal ini diakibatkan dari kebiasaan lama yang digunakan oleh guru yaitu pendekatan ceramah. Pembelajaran dengan ceramah membuat peserta didik akan lebih cepat bosan. Dan agar peserta tidak cepat bosan munculah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik merupakan pendekatan dengan peserta didik menemukan sendiri masalah yang telah disediakan oleh guru. Dan pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik dan guru hanya sebagai fasilitator saja.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  190. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih Prof atas artikelnya. Indikator-indikator di atas dapat diajadikan acuan guru dalam mengimplementasikan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di kelas. Sayapun menyadari, hasil observasi di atas masih sering saya lakukan ketika perkuliahan microteaching. Saya setuju mengenai cara guru yang masih memberikan apersepsi secara konevsional karena saya merasa kesulitan dalam menentukan apersepsi yang tepat dan bagaimana menyampaikannya dengan baik. Untuk itulah masih diperlukan perbaikan-perbaikan demi menggantikan teacher centered menjadi student centered dan menghasilkan siswa-siswi yang aktif dan kreatif

    ReplyDelete
  191. Rina Musannadah
    15301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Berdasarkan tulisan di atas, dapat terlihat bahwa adanya kesenjangan antara harapan pemerintah dan fakta yang ada terkait penerapat pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013. Tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan kurikulum dari KTSP ke K13 merupakan suatu loncatan yang cukup besar. Hal ini terbukti dengan banyaknya guru yang belum siap untuk menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik karena sudah terbiasa dengan pembelajaran konvensional. Tidak hanya guru, peserta didik pun banyak mengalami kebingungan dengan sintak pada pendekatan saintifik. Biasanya, peserta didik mengalami kesulitan dalam tahap menanya dan menalar, karena peserta didik masih terbiasa oleh metode konvensional teacher-centered yang tidak menuntut keaktifan belajar peserta didik.

    ReplyDelete
  192. Intan Heryani Putri
    15301241011
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih atas ilmunya, Prof. Indikator-indikator tersebut seharusnya bisa diperhatikan oleh seluruh guru pengajar matematika. Meski masih ada bebrapa indikator yang masih sulit dilaksanakan secara nyata di lapangan (contohnya ketika mikroteaching). Dalam hal RPP dan LKS mungkin kami sebagai mahasiswi prodi pendidikan sudah banyak belajar terkait hal tersebut, namun masih ada kesulitan yang dihadapi misalnya dalam menentukan apersepsi yang sesuai, skema pencapaian kompetensi berbasis pendekatan saintifik juga belum terlalu saya pahami. Namun sebagian besar untuk indikator yang lain seperti siswa melakukan refleksi, siswa mempresentasikan hasil diskusi, sudah bisa dilaksanakan dengan baik.

    ReplyDelete