Nov 1, 2015

Indikator Pembelajaran Berorientasi pada Pendekatan Saintifik

Indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan Saintifik yaitu jika dalam pembelajaran tersebut didukung, terdapat dan dikembangkan hal-hal sebagai berikut (Marsigit, 2015):

1. RPP yang selaras dengan pendekatan Saintifik
2. LKS yang selaras dengan pendekatan Saintifik
3. Apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik
4. Terdapat variasi penggunaan metode mengajar berbasis Saintifik
5. Terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik
6. Terdapat variasi interaksi berbasis saintifik (5 sintak langkah Saintifik)
7. Terdapat Diskusi Kelompok
8. Terdapat presentasi/refleksi oleh siswa
9. Terdapat skema pencapaian kompetensi berbasis pendekatan saintifik
10. Terdapat penilaian berbasis pendekatan saintifik
11. Terdapat kesimpulan yang diperoleh oleh siswa.

Berdasarkan hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015, diperoleh temuan-temuan sebagai berikut:

1. Sebagain besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya.
2. Semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya
3. Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional
4. Sebagian besar guru tidak memahami tentang Skema Pencapaian Kompetensi siswa
5. Sebagian kecil guru masih menggunakan pendekatan konvensional dan ceramah
6. Sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.
7. Semua LKS bersifat tunggal.

Yogyakarta, Nopember 2015

70 comments:

  1. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari aspek tujuan dalam menerapkan pendekatan saintifik itu sendiri, kemmapuan guru dalam mengontrol atau mengandalikan kelas dengan baik sangat diperlukan saat pembelajaran di kelas berlangsung. maka sebagai guru selayaknya harus mempersiapkan secara matang agar tujuan pembelajaran tersebut dapat tercapai.

    ReplyDelete
  2. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu indikator pembelajaran berorientasi pada pendekatan saintifik adalah RPP dengan pendekatan saintifik. RPP berisi skenario atau langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa dan guru dalam suatu pertemuan. RPP yang selaras dengan pendekatan saintifik disusun sesuai dengan tahapan saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. RPP tersebut sangat penting bagi guru, hal ini dikarenakan pembelajaran harus dirancang dan disiapkan dengan sebaik-baiknya agar tujuan dari pembelajaran pada pertemuan tersebut tercapai.

    ReplyDelete
  3. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pada keyatannya masih banyak guru yang kesulitan atau kebingungan dalam menerapkan pembelajaran berorientasi pada saintifik. Pemberian apersepsi bagi saya sebagai calon guru pun masih dirasa sulit, karena kadang ada materi yang susah dihubungkan dengan maeri yang siswa telah pelajari terdahulu

    ReplyDelete
  4. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pembelajaran saintifik jika tidak terlaksana dengan baik akan berkibat gagalnya tujuan utamanya. dengan tujuan agar siswa lebiih aktif sehingga bisa mengembangkan kemampuannya, tetapi jika dalam pelaksaannya guru tida bisa memancing seluruh siswa untuk aktif akan berakibat siswa yang pasif akan tertinggal dengan siswa yang aktif

    ReplyDelete
  5. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Terkadang dalam penerapan pendekatan saintifik, terdapat kendala pada penyampaian apersepsi. Sebenarnya apersepsi dapat dilakukan dengan menyebutkan contoh-contoh yang ada di dunia nyata dan mudah dipahami oleh siswa. Hal tersebut siswa dapat membayangkan apa yang akan dipelajari dan manfaatnya sehingga membuat pembelajaran menjadi bermakna. Kemudian kendala sebagian besar guru belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempresentasikan hasil.

    ReplyDelete
  6. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Andai boleh berpendapat, terdapat tiga kemungkinan, yang pertama adalah guru tidak percaya pada siswa artinya guru menganggap siswa masih belum bisa belajar tanpa dirinya sebagai sumber ilmu, sedangkan yang kedua adalah guru belum memberikan kesempatan karena waktu yang terbatas (waktu jam mata pelajaran habis), yang ketiga guru masih belum terbiasa dengan pendekatan saintifik. Memang sebaiknya guru lebih memberikan kesempatan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusinya walaupun tidak semua siswa mempresentasikan hasilnya akan tetapi setidaknya ada perwakilan dari siswa untuk menyampaikan hasil diskusi karena ini menyangkut pada keterampilan berkomunikasi yang harus dikembangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  7. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan saintifik atau pendekatan ilmiah memiliki sintaks pembelajaran yang masih perlu dibiasakan, terutama kepada siswa. Pendekatan saintifik ini berparadigma pembelajaran yang berpusat pada guru, sehingga siswa diharapkan mampu aktif dalam membangun konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  8. Hana' Aulia Dewi
    14301241054
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik merupakan salah satu pembelajaran inovatif yang dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan saat ini. Untuk dapar mengembangkan pembelajaran saintifik yang baik, guru seharusnya memperhatikan indikator-indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Dengan melihat postingan ini, guru dapat mencermati indikator pembelajaran saintifik dan temuan-temuan pada praktik pembelaran saintifik sehingga dapat mengembangkan pembelajaran saintifik yg baik dan benar.

    ReplyDelete
  9. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik harus melakukan berbagai inovasi untuk menjalankan pembelajaran matematika di kelas. Invoasi pembelajaran tersebut harus memuat interaksi berbasis saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menyimpulkan.

    ReplyDelete
  10. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan metode yang bisa diaplikasikan berbasis saintifik salah satunya yaitu pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Pembelajaran berbasis masalah bisa menjadikan siswa mempelajari matematika dari masalah-masalah yang ada di sekitar kita. Dari masalah tersebut siswa bisa menganalisis dengan langkah-langkah saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menyimpulkan.

    ReplyDelete
  11. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Dari informasi yang disampaikan pada saat itu (PLPG tahun 2015), tampak bahwa pemahaman peserta PLPG saat itu belum memenuhi kriteria yang diharapkan tampak dari ada dari beberapa indikator belum tercapai

    Terima kasih banyak atas informasinya

    ReplyDelete
  12. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Memang karena adanya kurikulum yang ada saat ini masih belum cukup dapat dipahami secara jelas dan rinci sehingga membuat beberapa guru khususnya guru-guru yang usianya menjelang pensiun masih bingung sehingga beberapa kesalahan masih memungkinkan terjadi. Selain guru-guru yang memiliki usia mendekati pensiun, kesalahan juga terjadi pada fresh graduate yang masih belum memahami benar tata cara membuat perangkat belajar yang baik dan benar sesuai yang diinginkan pemerintah. Karena memang masih ada revisi dalam pembuatan perangkat belajar sehingga masih sangat pantas jika terjadi kesalahan dalam membuat perangkat pembelajaran dari para guru.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  13. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih sebelumnya, saya sebagai Mahasiswa sekaligus guru SMK tersadar akan poin ini."Semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi. Apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional". kemudian muncul pertanyaan, bagaimanakah apersepsi yang seharusnya diberikan kepada siswa? Apakah jenis apersepsi untuk siswa SMA dan siswa SMK berbeda? (Kebetulan saya mengampu siswa SMK).

    ReplyDelete
  14. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Temuan pada poin kedua yakni semua guru tidak mencantumkan sintak pendekatan Saintifik dalam LKSnya memang benar adanya. Hal ini juga banyak terjadi di sekolah-sekolah di daerah asal saya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika pengembangan LKS matematika berdasarkan pendekatan saintifik ini dilakukan, baik itu oleh guru ataupun oleh para peneliti. Dengan adanya LKS yang berdasarkan pendekatan saintifik, maka pembelajaran di kelas akan lebih mudah dikontrol dan akan berpusat kepada siswa, karena dengan LKS yang tersedia, siswa akan mengkonstruk sendiri pengetahuannya dengan bantuan LKS tersebut dan guru hanya sebagai pembimbing dan fasilitator.

    ReplyDelete
  15. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Untuk langkah mempresentasikan hasil di depan kelas terkadang tidak terburu karena waktu yang amat sangat terbatas. Akibatnya apabila melanjutkan presentasi di pertemuan berikutnya, materi berikutnya akan keteteran. Berdasarkan pengalaman di kelas, siswa masih belum sigap mengerjakan LKS sehingga langkah-langkah akhir sering di skip dan langsung loncat ke kesimpulan.

    ReplyDelete
  16. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak atas penjelasan dan informasinya.
    Berdasarkan informasi tentang hasil observasi, monitoring, dan supervisi dari 9 guru tersebut, terdapat beberapa temuan yang belum sesuai dengan indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Hal itu menunjukkan bahwa perlu adanya evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran tersebut. Selain itu juga perlu adanya pemahaman mendalam guru tentang indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  17. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Terimakasih Pak untuk pemaparannya. Temuan temuan ini dapat dijadikan bahan untuk melakukan perbaikan pada kurikulum PLPG yang akan datang artinya dosen dan pihak LPTK dapat lebih memfokuskan diri untuk menyampaikan pelatihan dan pembelajaran pada guru agar dapat membuat LKS yang sesuai dengan pendekatan saintifik. Serta dengan pemaparan ini bagi saya calon pendidik juga membuka kesadaran saya yang masih harus banyak belajar tentang pembelajaran yang berorientasi pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  18. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum prof,
    Selamat pagi.
    Menarik sekali untuk membahas pendekatan saintifik setelah pendekatan tersebut diimplementasikan selama kurang lebih 4 tahun. Perbaikan-perbaikan dalam implementasi pendekatan ini sudah banyak dilakukan, antara lain revisi kompetensi dasar, urutan materi pembelajaran hingga penyusunan RPP, dll. Pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik mampu mencapai tujuan yang diharapkan jika semua aspek di dalamnya dilakukan secara selaras, meliputi penyusunan RPP, penyusunan bahan ajar, pelaksanaan pembelajaran, pengelolaan kelas, hingga penilaian dan evaluasinya. Namun, setelah 4 tahun berjalan, hal tersebut nampaknya masih jauh dari tujuan yang diharapkan. Sebagian besar guru masih mengalami kesulitan dalam beberapa hal, seperti yang disebutkan dalam bacaan di atas. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman guru terhadap pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  19. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Terima kasih Prof atas informasi yang diberikan, memang tidak bisa dipungkiri bahwa pendekatan saintifik bukanlah hal yang mudah untuk diterpakan dalam proses pembelajara. guru dalam hal ini yang berperan sebagai fasilitator sangat diharapkan untuk memilki pengetahuan yang baik tentang pendekatan saintifik dan dapat menjalankannya dengan baik

    ReplyDelete
  20. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Terimakasih pak postingannya.
    Postingan ini sangat meberi wawasan dan gambaran pendekatan saintifik yang harus dilakukan di sekolah. Ada banyak indikator yang tentunya harus tercapai. Salah satu indikator yang terkadang masih belum bisa dilakukan maksimal yaitu pada poin ke 5 "terdapat variasi penggunaan media belajar berbasis Saintifik", disini guru dituntut berfikir kreatif agar pembelajarannya tidak membosankan, harus bisa memodif / memvariasi dalam menggunakan media belajar berbasis saintifik. Dan dari hasil temuan, saya setuju bahwa masih banyak guru yang mengalami kesulitan melakukan apersepsi, karena apersepsi yang dilakukan bersifat konvensional. Karena ada beberapa materi pada Matematika khususnya itu sedikit susah mencari contoh konvensionalnya. Tapi dengan postingan ini, semoga saya khususnya dapat mempersiapkan diri lebih baik lagi dalam menghadapi pendekatan saintifik ini.

    ReplyDelete
  21. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Postingan ini tidak berbeda dengan postingan-postingan bapak yang lainnya, seluruhnya (yang sudah saya baca) memberikan pengetahuan-pengetahuan relatif baru bagi saya. Lewat postingan ini saya semakin menyadari betapa tugas guru itu tidak mudah.
    Temuan-temuan berdasarkan observasi dan supervisi yang telah dituliskan pada postingan ini menunjukkan bahwa pendekatan saintifik dalam implementasinya belum berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  22. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dalam penerapan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, LKS atau Lembar Kerja Siswa sangat penting dalam mendukung keefektifan pembelajaran ini. LKS harus dibuat oleh guru itu sendiri. Tentu saja LKS bertujuan untuk memfasilitasi siswa untuk lebih mudah memahami materi atau menemukan ilmunya, buka hanya sekumpulan soal-soal. Sayangnya meskipun mengaku menggunakan pendekatan saintifik sebagian besar guru tidak mencantumkan sintak pendekatan saintifik pada LKS nya. Tentu saja hal ini menjadikan LKS sering tidak sejalan atau tidak nyambung dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Atau bahkan LKS hanya menjadi beban siswa untuk dapat enyelesaikan soal-soal di dalamnya.
    Selain permasalahan tidak dicantumkannya sintak pada LKS, juga terdapat permasalahan kurangnya variasi LKS. Seperti kita ketahui bahwa dalam suatu kelas terdapat berbagai macam murid dengan kemampuan matematika yang berbeda-beda. Tentu saja dalam menerima pelajaran akan berbeda pula. Sekalipun digunakan pendekatan saintifik dengan diskusi, jika LKS yang digunakan hanya satu macam akan menyebabkan siswa bosan. Misalkan saja kelompok pertama sudah menyelesaikan langkah-langkah di LKS dan telah sampai pada menyimpulkan, sedangkan kelompok yang lain masih setenga jalan. Hal ini akan membuat kelompok pertama harus menunggu kelompok yang lain hingga selesai dan tentu hal ini membosankan bahkan dapat digunakan siswa untuk mengobrol hal-hal di luar materi pelajaran.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  23. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum 2013, salah satunya adalah kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Seperti yang Pak Prof. sampaikan pada postingan diatas, bahwa salah satu indikator pendukung dalam pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) yang selaras dengan pendekatan saintifik. Akan tetapi, temuan dilapangan pada kegiatan PLPG Oktober 2015, didapati bahwa semua guru tidak mencantumkan sintaks pendekatan saintifik pada LKSnya.
    Dalam penerapan pembelajaran saintifik sebenarnya akan jauh lebih efektif jika menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS). Dengan adanya LKS, guru dapat menyesuaikan dengan RPP yang dirancang dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun banyak sekali ditemukan, guru jarang membuat LKS sendiri dan jikapun ada sangat jarang ditemukan guru mencantumkan sintaks pendekatan saintifiknya. Kebanyakan guru lebih cenderung mengganti LKS dengan buku dari penerbit yang berisi sekumpulan soal, yang bahkan sering juga disebut dengan buku LKS. Dengan demikian, terjadi ketidaksesuaian antara RPP yang dirancang dengan fakta pembelajaran.

    ReplyDelete
  24. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Keberhasilan dalam pelaksanaan kurikulum 2013, salah satunya adalah kemampuan guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Seperti yang Pak Prof. sampaikan pada postingan diatas, bahwa salah satu indikator pendukung dalam pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik adalah apersepsi yang selaras dengan pendekatan saintifik. Akan tetapi, temuan dilapangan pada kegiatan PLPG Oktober 2015, didapati bahwa semua guru mengalami kesulitan melakukan apersepsi.
    Dalam penerapan pembelajaran saintifik, kegiatan apersepsi ini sangat diperlukan. Dengan adanya apersepsi, guru menuntun siswa untuk memasuki materi baru yang dihubungkan dengan hal-hal yang telah dikuasai siswa atau berdasarkan pengalamam siswa sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk membentuk pemahaman siswa, sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi.
    Maka kegiatan apersepsi ini harus dilakukan oleh guru dengan cara sekreatif mungkin, mengingat langkah ini dapat memberikan “modal” awal siswa untuk mempelajari sesuatu yang baru.

    ReplyDelete
  25. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Dalam penerapan pembelajaran berbasis saintifik, Apersepsi merupakan kegiatan yang berperan penting dalam kelangsungan pembelajaran. Pada kegiatan apersepsi guru menghubungkan apa saja yang guru prediksi telah ada pada diri siswa (bisa berupa pengetahuan lama, materi prasyarat, pengetahuan informal maupun dari pengalaman siswa) dengan materi yang akan dipelajari. Apersepsi yang diberikan guru diharapkan dapat memunculkan konflik kognisi pada diri siswa.
    Pemberian apersepsi ini diikuti dengan pemberian motivasi yang sejalan dengan apersepsi tersebut, sehingga kegiatan apersepsi dan motivasi di awal pembelajaran tidak hanya seputar kegiatan mereview pembelajaran sebelumnya atau memberitahukan gambaran pembelajaran secara garis besar dan menyampaikan tujuan yang dicapai siswa sebagai motivasi belajar.

    ReplyDelete
  26. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Ketercapaian suatu pembelajaran dipengaruhi oleh rencana pembelajaran yang dilakukan guru, pendekatan pembelajaran yang dipilih guru, media pembelajaran yang digunakan. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa (student center) biasanya memiliki hasil yang lebih baik, karena siswa disetting untuk lebih aktif. Salah satu pendekatan pembelajaran adalah pendekatan saintifk. Ada beberapa indikator tentang pendekatan saintifik. Namun kesulitan yang masih dihadapi guru dalam menerapkan pendekatan saintifik antara lain tidak menuliskan sintak 5M dalam LKSnya, dan masih menggunakan apersepsi yang konvensial. Karena kebanyakan guru masih kesulitan memilihkan apersepsi yang sesuai dengan pendekatan saintifik.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  27. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Terima kasih atas infonya, pak.
    Ada satu pertanyaan yang mengganjal di kepala saya. Perbedaan kondisi alam dan kebudayaan di setiap daerah di Indonesia menjadikan daerah-daerah tersebut sebagai entitas yang unik. Sebagai entitas yang unik, tentunya praktik pendidikan terutama mengenai kebijakan pendidikan harus berdiri di atas keunikan-keunikan tersebut. Pertanyaan saya adalah "dalam konteks kebijakan, bagaimana menyesuaikan pendekatan saintifik terhadap kondisi alam dan kebudayaan di Indonesia yang beranekaragam?"

    ReplyDelete
  28. Shelly Lubis
    17709251040
    Pend.Matematika B (S2)

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Berdasarkan hasil temuan-temuan tersebut, mungkin salah satu solusinya yaitu dapat ditingkatkan pelatihan-pelatihan bagi guru-guru.

    ReplyDelete
  29. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Dalam pelaksanaan pembelajaran apersepsi merupakan bagian yang penting dalam memulai pembelajaran karena melalui kegiatan tersebut kita bisa melihat sejauh mana pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari dan terhadap materi yang akan dipelajari. Selain itu untuk mengatasi permasalahan terhadap guru yang masih menggunakan metode konvensional dan ceramah dalam pembelajaran salah satunya mungkin adalah dengan sering mengadakan pelatihan-pelatihan yang berorientasi untuk menciptakan iklim belajar yang menyenangkan di kelas melalui berbagai macam pendekatan dan metode pembelajaran yang menarik.

    ReplyDelete
  30. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika

    Dalam pelaksanaan pendekatan saintifik, banyak hal yang harus disiaplan oleh guru. Tidak hanya RPP yang harus memuat sintak pendekatan saintifik, tetapi juga LKS dan bagaimana pelaksanaan real nya di kelas. Selama ini banyak guru yang masih menganggap bahwa LKS hanyalah kumpulan soal. Padahal lebih dari itu, LKS merupakan sarana yang sangat penting untuk menjembatani siswa membangun pengetahuannya. Saya kira menjadi salah satu hal penting bagi guru untuk belajar mengembangkan LKS sesuai dengan metode/model/pendekatan yang digunakan serta sesuai dengan karakteristik siswa-siswanya. Selain itu meskipun telah membuat RPP yang sesuai dengan pendekatan saintifik, seringkali guru kesulitan untuk menerapkannya dalam pembelajaran karena belum terbiasa sehingga seringkali meskipun menggunakan model/metode/pendekatan yang beragam dalam pembelajaran di kelas guru tanpa disadari masih menggunakan metode ceramah. Hal ini perlu menjadi pembelajaran bagi guru untuk terus belajar dan berusaha memperbaiki pembelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  31. Selama Malam,
    Assalamualaikum wr.wb.
    Berhasil atau tidaknya pembelajaran bergantung pada guru, seperti pada kurikulum 2013 guru harus membuat dan melaksanakan RPP dan LKS yang sesuai dengan sintak pendekatan saintifik. Pertama-tama Guru harus mengerti betul bagaimana sintak pendekatan saintifik serta realisasinya dalam pembelajaran di kelas, sehingga akhirnya guru mampu merancang RPP dan LKS sesuai dengan sintak tersebut. Terkadang karena belum terbiasa dengan kurikulum 2013 dan keterbatasan waktu membuat guru melewati atau bahkan tidak melakukan beberapa sintak pendekatan saintifik yang ada di RPP. Sehingga agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik, guru harus mencantumkan sintak pendekatan saintifik dalam RPP sejelas mungkin dan mencoba berlatih melaksanakan RPP yang dibuatnya sendiri sehingga pada saat pembelajaran di kelas nantinya guru sudah terbiasa dan hapal dengan sintaks pendekatan saintifik yang dicantumkan dalam RPPnya.

    ReplyDelete
  32. Selain RPP, dalam kurikulum 2013 LKS nya pun harus selaras dengan pendekatan saintifik. LKS bukan hanya lembar kerja siswa yang isinya hanya soal-soal saja, tetapi merupakan media belajar yang akan menuntun siswa untuk menemukan pengetahuan dan menguasainya. Dalam suatu kelas karakteristik setiap siswa berbeda-beda sehingga jika guru hanya menyalin LKS dari buku saja, maka belum tentu semua siswa mampu mengerjakan LKS dan mendapatkan pengetahuan darinya. Sehingga LKS harus dibuat sendiri oleh guru karena guru sendiri lah yang mengetahui bagaimana karakteristik siswa-siswanya. Oleh karena itu membuat pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik harus diawali dari gurunya dan untuk itu guru tidak boleh lelah untuk belajar dan berusaha serta berlatih. Sekian dan terima kasih, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

    Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C

    Selamat Malam, dan
    Wassalamuailaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  33. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Sejak kurikulum 2013 diberlakukan, banyak sekali kontroversi yang muncul. Ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Namun pemerintah tetap saja memberlakukan mengingat K13 memang dibutuhkan bagi siswa saat ini. Metode yang digunakan adalah metode saintifik yang berpusat pada siswa. Siswa diharapkan untuk aktif selama embelajran berlangsung. Siswa tidak hanya menjadi objek belajar namun juga subjek belajar.
    Namun dalam plaksanaannya, masih banyak kekurangan. K13 belum bisa diterapkan dengan baik. Belum bisa ideal seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Menurut saya, bukan hanya kesalahan dari guru atau siswa yang belum siap menerapkan K13, tapi pemerintah juga perlu untuk memberikan pelatihan2 atau wokshop secara berkala kepada guru agar guru dapat menerapkan K1 dengan baik dan benar. Dalam konteks ini, guru memiliki peran penting dalam pembelajaran juga perlu untuk meningkatkan kualitas diri agar dapat menerapkan metode2 yang bermacam-macam dan cocok bagi siswa.

    ReplyDelete
  34. Insan A N/Magister Pmat C 2017
    Pada tahun tersebu pendekatan saintifik memang masih baru, dan belm begitu familiar dipahami oleh guru-guru. Untuk dapat menerapkan pendekatan saintifik secara komprehensif tentunya harus ada pelatihan untuk guru-guru tentang bagaimana melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga kedepannya guru sudah mampu melaksanakan pendekatan saintifik dengan baik.

    ReplyDelete
  35. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017


    Apersepsi punya kedudukan penting dalam kegiatan pembelajaran, karena menit-menit pertama dalam proses belajar adalah waktu yang terpenting untuk satu jam pembelajaran selanjutnya. Pada menit-menit pertama kegiatan pembelajaran itulah apersepsi penting untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  36. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Apersepsi penting untuk membangun motivasi belajar siswa. Namun dalam prakteknya, melakukan apersepsi tidaklah mudah. Kesulitannya, bukan hanya disebabkan oleh kurangnya penguasaan guru terhadap apersepsi, tapi juga banyak guru yang beranggapan bahwa penguasaan apersepsi hanya berpengaruh kecil terhadap proses pembelajaran. Karenanya, tidak sedikit guru yang ketika masuk kelas langsung mengajarkan materi pelajaran. Oleh sebab itu, penting bagi guru untuk menguasai bahan pembelajaran sebelum memberikan pembelajaran.

    ReplyDelete
  37. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Penerapan kurikulum 2013 yang sedang berlangsung sekarang ini menggunakan pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik pada guru ini memerlukan waktu untuk terbiasa penggunaan dalam kelas. Sehingga tidak dipungkiri jika belum semua guru mampu melaksanakn pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dengan benar. Seperti penggunaan apersepsi yang masih konvensional dan yang tidak paham tentang skema pencapaian kompetensi siswa.

    ReplyDelete
  38. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pembelajaran yang berorentasi pada pendekatan saintifik yang telah memiliki 11 indikator ini merupakan panduan untuk guru yang menggunakan pendekatan saintifik dalam pembelajarannya. Maka dari itu, 11 indikator ini harus muncul dalam pembelajaran dikelasnya. Ketika guru belum mampu memunculkan salah satu indikator, maka dapat dilakukan evaluasi terhadap pelaksanannya. Sepertinya hal nya ketika guru kesulitan untuk melakukan apersepsi yang mana diperlukan untuk memunculkan ingatan siswa tentang materi yang telah didapatkan kemudian akan disambungkan dengan materi baru yang guru akan terangkan pada kesempatan hari itu. Pentingkanya penghubungan ini dimaksudkan agar siswa mendapatkan pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  39. Latifah Fitriasari
    17709251055/ PM C S2

    Untuk mengatasi kesulitan dalam implementasi mengamati, menanya,mengumpulkan informasi, menalar,dan mengkomunikasikan dari langkah langkah pendekatan saintifik sebaiknya untuk lebih banyak mengikuti lesson study ataupun workshop yang membahas cara mengajarkan kegiatan pembelajaran yang dimaksudkan. Bagi Kepala Sekolah hendaknya sering melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik untuk meningkatkan kemampuan guru seperti mengadakan musyawarah guru mata pelajaran atau disingkat MGMP antar sekolah-sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran Matematika SMA/SMK yang menggunakan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  40. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PMat C

    Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh pak Marsigit terhasap guru SMK, jika semua guru belum berhasil menuangkan sintak pendekatan saintik dalam LKSnya, mungkin itu dapat dikatakan wajar, mengingat mengembangkan LKS sebagi media pembelajaran di setiap pertemuan jarang dilakukan oleh seorang guru sekolah. Terlebih mungkin saja guru berpikir bahwa sintak pendekatan saintifik yang diwajibkan muncul dalam kegiatan pmebelajaran, dan mungkin saja beliau berpikir bahwa LKS hanyalah alat bantu dalam mengajar. Mengembangkan LKS, Modul, bahan ajar dan sebagainya memang tidak mudah. Bagi penulis yang sejak awal merencanakan pendekatan saintifik dalam mengembangkan LKS, dan dirasa sudah muncul, namun oleh asesor belum dinilai muncul. Hal ini mungkin dilatarbelakangi kurangnya pengalaman guru menyusun LKS atau bahan ajar berbasis oendekatan saintifk di sekolah. Wallah a'lam

    ReplyDelete
  41. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PMat C

    Apersepsi yang dilakukan dalam pembelajaran tidak melulu mengaitkan materi dengan kehidupan keseharian siswa, namun dapat pula mengaitkan materi yang akan dipelajari siswa dengan materi yang pernah diperoleh. Jika sebagian guru masih gagal memberikan appersepsi pembelajaran dengan pendekatan saintifik, hal ini mungkin karena guru terbiasa dengan pembelajaran konvensional. Sehingga walau guru sudah membuat RPP berbasis pendekatan saintifik, karena faktor kebiasaan sehingga pada saat pelaksanaan berbalik menggunakan pembelajaran konvensional yang sudah mendarah daging. Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  42. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Hasil observasi, monitoring dan supervisi dari 9 (sembilan) guru ketika melakukan praktek peer-teaching pembelajaran Matematika SMA/SMK menggunakan pendekatan Saintifik dalam PLPG Oktober 2015 merupakan evaluasi pada para pendidik untuk membenahi kegiatan belajar mengajarnya. Karena dengan membenahi kekurangan yang sudah dievaluai, akan dapat menutupi kekurangan dari pendekatan saintifik itu sendiri. Seperti halnya mencantumkan sintak dalam LKS. Hal ini sangatlah penting untuk mempermudah siswa untuk memahi proses belajarnya. Sehingga siswa akan lebih mudah paham dan tahu makna tiap langkah dari LKS yang sudah diberikan gurunya. Guru yang masih menggunakan metode ceramah mungkin memiliki alasan tersendiri. Waktu yang dirasa kurang terlalu panjang dan takut akan materi yang ingin disampaikan tidak dapat tersampaikan secara jelas. Ketakutan inilah yang masih menjadi tugas pagi guru walaupun beliau sudah tahu bahwa ada kelebihan yang lebih dari sebuah pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  43. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu indikator pembelajaran berorientasi saintifik adalah adanya diskusi kelompok. Diskusi kelompok sangat bagus untuk belajar menyampaikan pendapat antar anggota kelompok dan diakhir pembelajaran siswa diminta merefleksikan hasil diskusinya akan menguatkan pemahaman siswa. Tapi diskusi kelompok tidak bisa diterapkan terlalu sering karena memakan waktu yang tidak singkat, mengingat target materi yang harus disampaikan guru juga banyak.

    ReplyDelete
  44. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    S2 Pendidikan Matematika Kelas B

    Memberi kesempatan pada siswa untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya entah itu individu maupun kelompok akan sangat memberikan manfaat pada siswa, seperti: melatih siswa untuk berbicara didepan umum, melatih percaya diri siswa, membuat siswa menjadi lebih aktif untuk bertanya maupun menjawab. Selain itu, guru juga dapat banyak poin penilaian seperti: penilaian siswa secara kognitif, afektif, dan psikomotor. Sehingga pada pendekatan saintifik akan lebih baik jika guru sesekali memberikan kesempatan pada siswa untuk melakukan presentasi baik itu secara kelompok maupun individu.

    ReplyDelete
  45. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Terimakasih banyak prof Marsigit atas informasi dan penjelasannya. Pembelajaran berorientasi pendekatan saintifik memang tidaklah mudah untuk dilaksanakan. Hal itu dikarenakan, sebagian dari para pendidik yang telah lama terjun di dunia mengajar dan telah banyak memiliki pengalaman daripada guru-guru masa kini, tidak serta merta mampu dan bersedia mengikuti tata peraturan dan syarat ketentuan pelaksanaan Proses Belajar dan Mengajar (PBM) yang telah ditentukan dalam kurikulum 2013. Pada masa mereka menimba ilmu, mereka tidak banyak dilatih untuk berpikir ilmiah oleh orang-orang terdahulu, semua serta paten, informasi hanya berasal dari guru, satu permasalahan hanya dapat diselesaikan dengan satu jalan, sulit untuk melihat masalah dengan perspektif yang berbeda, mereka tidak mengerti secara mendalam dan kritis terhadap bidang yang mereka geluti dan apa yang akan mereka ajarkan kepada siswa. Banyak guru yang masih dapat dikatakan malas membuat RPP yang relevan, meski sebagian besar sudah mencantumkan sintak pendekatan saintifik didalamnya. Pemberian LKS yang kurang bervariasi dan tidak menggunakan unsur 5W+1H, juga masih sering di dapat oleh siswa sehingga siswa tidak mampu berpikir secara spontan untuk bagaimana ia dapat menguasai suatu materi, yang terpenting hanya apa yang diminta dalam LKS. Proses pembukaan pembelajaran yang biasa terjadi di dalam kelas pun juga kurang melatih ingatan dan memori siswa terhadap materi yang lampau dan atau pengalaman-pengalaman yang lalu. Kemudian, dengan secara reflekspun guru lebih memilih banyak bicara dan menerangkan agar menjadikan siswa paham terhadap materi, daripada membiarkan siswa mencari dan membangun konsep sendiri, apa dan bagaimana itu bisa terjadi. Sehingga kompetensi yang harus dicapai siswa dianggap sudah cukup oleh guru, padahal belum. Oleh karenanya, baik guru-guru muda maupun guru yang kuantitas pengalaman mengajarnya lebih banyak, sangatlah perlu untuk memiliki pemikiran yang bersifat terbuka dan tetap menstilmulus diri untuk kreatif dalam mempersiapkan materi pelajaran agar guru tetap menjadi pendidik yang profetik dan siswa memahami betul apa yang mereka pelajari di sekolah.
    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  46. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2017

    Keberhasilan dalam pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik, salah satunya bergantung pada kemampuan guru dalam menerapkannya. Guru harus mengerti betul prindip dasar dari metode saintifik ini agar nantinya guru dapat merancang Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sesuai dan melaksanakannya dengan baik. Setelah membaca hasil observasi di atas, agar lebih optimal, sebaiknya diadakan lagi pelatihan-pelatihan yang lebih mendetail mengenai pelaksanaan metode saintifik ini.

    ReplyDelete
  47. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    terimakasih pak atas postingan bapak tentang indikator pendekatan saintifik. Banyak guru masih belum menerapkan pendekatan saintifik. Perlu pelatihan mendalam untuk sebagian guru yang menerapkan pendekatan saintifik. KIta tidak hanya menyalahkan guru, tapi terkadang guru sendiri sudah terlalu banyak jam ngajar dan tugas yang lainnya. Memang lebih optimal juga semua guru bisa menerapkan pendekatan ini disetiap kelas, akan tetapi akan ada waktunya pendekatan ini tidak bisa dipakai. Pengembangan RPP dan LKS berdasarkan pendekatan saintifik juga dianggap terlalu sulit, sehingga menurut saya alangkah lebih baik jika pelatihan untuk guru dan calon guru terus dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  48. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Indikator dan penemuan yang bapak paparkan merupakan ilmu yang sangat bermamfaat bagi saya. Karena berdasarkan penemuan tersebut terlihat bagaimana kualitas dan cara guru mengajarkan pelajaran kepada muridnya, sehingga menjadi suatu bahan acuan bagi saya ketika menjadi seorang guru ada banyak hal yang harus diperhatikan dan banyak metode ajar yang bisa diterapkan.

    demikia, terimakasih.

    ReplyDelete
  49. Riandika Ratnasari
    1770925043
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pada dasarnya semua guru sudah mengerti teori tentang pendekatan saintifik. Tetapi, mengerti itu bukan berarti paham. Mereka hanya tau urutannya di dalam pendekatan saintifik. Cenderung ketika mereka membuat perangkat pembelajaran hanya copy-paste dari teman/ mencari sumber. Oleh karena itu, proses pembelajaran tidak sesuai dengan RPP dan karakteristik siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan saintifik belum sesuai dengan aturan yang ada, guru masih menggunakan cara lama dalam mengajar. Walaupun, rancangan yang dibuat sudah menggunakan pendekatan saintifik. Oleh karena itu, kita harus bisa mengubah cara mengajar agar pendekatan saintifik benar-benar diimplementasikan. Bukan guru yang membutuhkan, namun sebenarnya siswa yang lebih membutuhkan ilmu. Terimakasih Bapak Marsigit atas ilmunya.

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Meskipun guru adalah fasilitator dalam pembelajaran saintifik. Tapi guru tetap memiliki peran utama dalam pendekatan ini. Guru memang tidak langsung memberikan ilmu pada siswa melalui ceramah, tapi Guru berperan untuk membuat alur pembelajaran. Guru bertindak sebagai dalang. Guru lah yang menentukan kapan konflik akan diberi, dan kapan penyelesaian dilakukan.
    Bila alur pembelajaran ini tidak disiapkan dengan sebaik-baiknya, pembelajaran akan menjadi tidak terarah dan tidak mengerucut pada suatu kesimpulan.
    jadi meskpun dalam pendekatan saintifik tokoh utama adalah siswanya, dan guru 'hanya' bertindak sebagai fasilitator, harapannya guru tetap menyiapkan pembelajaran dengan sebaik-baiknya, tidak memandang remeh peran sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  51. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Berdasarkan tulisan diatas, saya mengamati bahwa guru belum memahami pendekatan saintifik secara praktis. Banyak guru yang menerapkan pendekatan saintifik sebagai langkah pembelajaran, namun rancangannya tidak aplikatif. Hal tersebut yang menjadi dugaan saya menjadi penyebab guru kesulitan untuk menjabarkan pembelajaran saintifik ke dalam LKS dan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  52. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Berdasarkan hasil observasi tersebut, masih ada beberapa indikator pembelajaran saitifik yang belum dapat dipenuhi oleh guru. Hal itu menandakan bahwa pelaksanaan pendekatan saintifik, belum berjalan dengan baik. Oleh karena itu, harus ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk mengkaji kembali pelaksaan pendekatan saintifik. Pengkajian masalah yang ada dilapangan harus ditindaklanjuti dengan sebuah tindakan nyata. Sepertihanlnya sosialisai mengenai pendekatan saintifik serta pelatihan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru. Terimakasih

    ReplyDelete
  53. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    Semangat untuk para guru yang sedang berjuang membelajarkan siswa dengan pendekatan saintifik. insya allah kerja keras dan perjuangannya akan membuahkan hasil yang manis. terus belajar untuk menjadi guru yang profesional. di tangan anda (kita) lah akan lahir generasi generasi bangsa yang akan memajukan negeri ini.

    ReplyDelete
  54. Pada postingan ini saya dapat menyimpulkan bahwa peserta PLPG saat itu masih kurang memahami tentang pendekatan saintifik, baik dari segi pencantuman pendekatan saintifik pada perangkat pembelajaran maupun dalam proses pelaksanaannya dalam pembelajaran. Sudah selayaknya peserta dilatih lebih mendalam dalam membuat LKS dan RPP, serta perangkat pembelajaran lain yang mendukung proses pembelajaran, peserta juga harus berlatih lebih giat lagi untuk menciptakan suasana pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang menjadi focus pada kurikulum 2013 ini.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  55. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik saat ini memanglah tidak mudah untuk diterapkan dengan maksimal. Perlu adanya pemahaman yang mendalam bagi guru tentang indikator pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik, sehingga para guru dapat lebih memahami dan dapat menerapkan pembelajaran saintifik dengn baik, meskipun itu butuh proses.

    ReplyDelete
  56. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Temuan-temuan yang diuraikan di atas sering didapati ketika menggunakan pendekatan saintifik. Hal ini tidak hanya ketika bapak melakukan peer teaching kepada MGMP guru di yogyakarta ini. Dari pengalaman saya ketika mendengar diskusi-diskusi guru di suatu sekolah yang terdapat di daerah asal saya, guru-guru sering mengalami seperti temuan-temuan tersebut. Beberapa alasan yang menyebabkan guru melakukan kesalahan tersebut yaitu karena masih terbiasa dengan pendekatan lama, guru merasa kekurangan waktu apabila menerapkan pendekatan saintifik, dan lain sebagainya. Sehingga masih sangat perlu untuk dilakukannya sosialisasi penerapan pendekatan saintifik dalam kegiatan belajar mengajar, baik dalam menulis instrumen pelajaran maupun penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu, sosialisai itu dapat dirasakan semua guru tidak hanya perwakilan dari sekolah saja.

    ReplyDelete
  57. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dari posting diatas kita bisa tau permasalahan yang masih dialami dalam penerapan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga para pelaku dan petinggi pendidikan bisa mengambil langkah untuk terus memperbaiki kekurangan dalam sistem tersebut. Dengan indikato-indikator yang dipaparkan diatas pelaku dan petinggi pendidikan tentunya tau langkah apa yang harus diambil. Supaya tujuan pendidikan yang ingin dicapai melalui pendekatan saintifik dapat tercapai.

    ReplyDelete
  58. Junianto
    PM C
    17709251065

    Jika dilihat dari indikatornya. pendekatan saintifik memang membutuhkan persiapan yang cukup panjang dan matang. Hal ini mungkin yang dirasakan guru cukup berat. Di sisi lain, pemahaman masih terbatas karena merupakan metode baru. Berdasarkan hasil observasi tersebut wajar masih terdapat guru yang belum mampu menerapkan secara optimal. Maka dari itu, perlu adanya pelatihan dan evaluasi secara berkelanjutan untuk bisa mengoptimalkan penerapan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  59. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Melihat postingan ini merupakan postingan tahun 2015 tentunya dengan temuan-temuan tersebut kita perlu berpikir positif seperti beberapa kesalahan dilakukan oleh guru pada masa-masa itu masih terjadi proses adaptasi dan sosialisasi bagi seluruh komponen sekolah untuk menerapkan pembelajaran berbasis pendekatan saintifik. Pada masa lampau tentu saja sebagai orang yang bekerja pada dunia pendidikan banyak terjadi kesalahan pada penerapan kurikulum 2013 termasuk pada buku teks pegangannya. Seiring berjalannya waktu telah dilakukan berbagai revisi di setiap unsur kurikulum 2013. Tidak hanya revisi pada media tertulisnya saja namun juga tetap dilakukan pelatihan dan evaluasi bagi para guru mengignat guru memegang peranan penting dalam pembelajaran. Semoga kedepannya usaha negara kita untuk memperbaiki sistem pendidikan nasional semakin menuai hasil yang maksimal dan kita yang bergerak dalam dunia pendidikan mampu memberikan kontribusi yang nyata.

    ReplyDelete
  60. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Terima kasih Prof. atas pencerahan diatas terkait penerapan pendekatan saintifik di lapangan. Menanggapi bahwa masih ditemui ketiksesuaian pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dilapangan dengan indicator yang ada, dapat menjadi bahan evaluasi untuk memaksimalkan pendekatan tersebut. Jika boleh berpendapat, bahwa adanya ketidaksesuaian ini di mungkinkan ada beberapa hal, kebetulan kemarin kami mendapat pendamping dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik, masih banyak guru yang bingung dalam proses menyusun RPP karena dalam komponen RPP sangat detail dan rubrik penilaian sangat banyak dan ini sebagain besar di alami oleh guru yang mohon maaf tergolong sepuh, selain itu dalam mempersiapkan RPP dengan pendekatan saintifik ini membutuhkan waktu yang tidak singkat sehingga dimungkinkan dalam penyusunan secara administrasi mungkin saja RPP bisa dikatakan lengkap namun dalam proses pembelajaran masih perlu dimaksimalkan lagi. Untuk itu kami perlu terus belajar belajar belajar dan berlatih untuk memaksimalkan proses pembelajaran sehingga pembelajaran dapat bermakna bagi siswa. Terima Kasih. Mohon maaf jika ada tulisan atau ucapakan yang tidak sesuai. ^_^

    ReplyDelete
  61. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pada observasi tersebut ditemukan bahwa sebagian besar guru sudah mencantumkan sintak pendekatan Saintifik di RPPnya. Dari beberapa observasi yang saya temukan sewaktu penelitian skripsi dulu juga menenukan hal seperti ini, tetapi dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas tidak mengikuti sintak yang sudah ada dalam RPP, sehingga apersepsi yang seharusnya dimunculkan, tidak dimunculkan. Kemudian, karena proses pembelajarannya tidak sesuai dengan RPP yang sudah ada, maka guru cenderung balik lagi menggunakan pembelajaran konvensional, sehingga tidak ada diskusi kelompok dan juga presentasi kelompok.

    ReplyDelete
  62. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Pendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan yang disarankan untuk melaksanakan kurikulum 2013, saat guru ingin menerapkan pendekatan saintifik guru juga dapat mengkombinasikan dengan model lain agar terdapat variasi dalam proses belajar mengajar dan dapat menjadi keberagaman sendiri guru dalam memfasilitasi keberagaman siswa. Tentu saja hal tersbeut harus dipersiapkan terlebih dahulu mulai dari RPP, LKS, dan penilaian saat pertemuan tersebut agar pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat berjalan sesuai dengan rencna dan lancar.

    ReplyDelete
  63. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Alangkah baiknya apabila sebelum menerapkan pendekatan saintific di dalam proses pembelajaran guru memahami setiap sintaks yang akan dilaksanakan agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan yang diinginkan. Karena pendekatan saintific merupakan salah satu pendekatan yang sangat bagus jika dikombinasikan dengan metode berbasis masalah. Pendekatan ini juga merupakan anjuran yang ditetapkan di dalam kurikulum 2013. Maka dari itu, guru harus berusaha agar dapat memahami segala kelebihan dan kekurangan dari pendekatan tersebut.

    ReplyDelete
  64. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Melalui postingan di atas, saya menyadari bahwa pendidik dan peserta didik memiliki kendala dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pendekatan saintifik. Saya menjadi tahu bahwa menjadi seorang pendidik bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Meski pendidikan adalah proses jangka panjang namun tidak ada salahnya jika meninjau kembali metode yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  65. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan observasi semua guru tidak mencantumkan sintak pendekaan saintifik dalam LKSnya. Menurut saya hal ini bisa saja dikarenakan guru belum memahami sepenuhnya apa itu LKS. Selama ini LKS dipandang sebagai sebuah buku yang berisi rangkuman materi dan soal-soal. Padahal LKS adalah Lembar Kegiatan Siswa dimana LKS seharusnya memuat kegiatan-kegiatan yang harus siswa lakukan dalam pembelajaran untuk memahami suatu materi.Maka seharusnya LKS itu bisa berubah-ubah disesuaikan dengan RPP yang digunakan. Jika dalam RPP menggunakan pendekatan saintifik maka LKS yang digunakan juga memuat langkah-langkah pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  66. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Keberhasilan penerapan kurikulum 2013, salah satu faktornya adalah kemampuan guru dalam merancang pembelajaran berbasis pada pendekatan saintifik. Rancangan pembelajaran tersebut yang tertuang dalam RPP akan tinggal rencana jika tidak menggunakan strategi dalam pembelajaran. Strategi yang dimaksud adalah bagaimana cara merealisasikan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagaimana yang telah dirancang dalam RPP.

    ReplyDelete
  67. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran matematika seperti Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning dengan sintaknya semakin terlihat dalam proses pembelajaran. Karakter dari model tersebut menjadi masalah sebagai poros pembelajaran. Pendekatan saintifik menitikberatkan pada proses pembelajaran berbasis pada aktivitas siswa sehingga adanya LKS diharpkan mampu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.

    ReplyDelete