Nov 1, 2015

Politics and Ideology of Education



5 comments:

  1. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dari tabel yang telah Bapak paparkan, saya tertarik untuk membahas baris tentang Theory of Teaching.Bahwa pada Industrial Trainer, pengetahuan itu hanya ditransfer dari "atas" ke "bawah" seperti mengisi wadah yang kosong tanpa memberikan kesempatan kepada kaum "bawah" atau diibaratkan siswa mengetahui proses memperoleh pengetahuan tersebut. Selanjutnya pada Technological Pragmatism, pengetahuan diberikan dalam bentuk motivasi eksternal. Nah, kebetulan dalam bagian ini, saya sendiri belum begitu memahaminya.
    Pada kaum Old Humanism, pengetahuan diberikan menggunakan metode ekspositori seperti guru menjelaskan dan siswa menerima. Bagi Progressive Educator, pengetahuan diberikan melalui kemandirian siswa, yaitu siswa diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuan itu sendiri dengan bimbingan guru.
    Yang terakhir yaitu Public Educator, menurut saya ini yang paling baik dalam memberikan pengetahuan, yaitu melalui diskusi dimana siswa akan mampu membangun pengetahuannya sendiri, mengomunikasikan kepada orang lain serat belajar untuk menghargai pendapat, cara mengomunikasikan, dan menyimpulkan.
    Saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai Eksternal motivation pada Technological Pragmatism. Itu maksudnya bagaimana? terima kasih.

    ReplyDelete
  2. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Ideologi pendidikan, idealisme pendidikan yang tidak lepas dari subjek pendidikan, yaitu siswa. Pada tabel, theory of student, siswa dipandang sbagai wadah kosong. Wadah kosong tersebut haruslah di isi dengan pengetahuan maupunn ketrampilan yang berguna.Itu dari sudut pandang industri dan teknologi. Dari aspek kedepannya, siswa adalah subjek belajar yang melakukan kegiatan belajar, tentu siswa sudah punya pengetahuan dan tidak kosong. Selain itu, mereka juga mampu mengkonstruksi pengetahuannya menjadi pengetahuan baru dengan difasilitasi oleh pendidik.

    ReplyDelete
  3. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPS PM C

    Menelaah dari sudut pandang kelima kelompok terhadap siswa, dua kelompok pertama memandang bahwa siswa adalah wadah kosong, sehingga itu merupakan kewenangan guru untuk mengisi apapun yang diinginkan. yang membedakan pandangan Industrial trainer dan technological pragmatism adalah di teori pembelajaran yang dianut. Jika Industrial trainer menganut pembelajaran dengan "kerja keras", drill dan menghafalk, maka kelompok technological pragmatism telah beralih menjadi pemebelajaran dengan mengedepankan olah pikir dan praktik. Sedangkan pada kelompok pendidik progresif telah mengubah paradigmanya menjadi orientasi penuh ke siswa, dan pada kelompok terahir telah mengadaptasi prinsip konstruktivisme.

    ReplyDelete
  4. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Demi terciptanya pendidikan yang lebih baik perlu dilakukan perbaikan di setiap aspek dalam setiap jangka waktu tertentu. jika dilihat dari sumber belajar yang digunakan, dari waktu ke waktu sudah berkembang dengan baik. Mulai dari penggunaan buku dan kapur sebagai sumber belajar dan media belajar siswa, kemudian meningkat menjadi alat bantu pembelajaran, kemudian disempurnakan menjadi alat bantu visual, kemudian penggunaan media-media yang mungkin di sekitar siswa, hingga penggunaan lingkungan sosial sebagai sumber belajar. Terlepas dari hal itu, apapun sumber belajar yang tersedia sebagai pendidik yang baik guru harus mampu mengeksplor materi dengan baik. Namun semakin majunya sumber dan media pembelajaran akan menambah kemudahan akses siswa dan transfer materi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  5. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya tertarik dengan bagian Theory of student. Dimana jika dilihat dari kiri ke kanan terdapat proses menuju yang lebih baik. Pada Industrial Trainer dan Technogical Pragmatism, pada saat itu siswa hanya dianggap sebagai empty vesset atau wadah kosong. Dimana tugas sebagai pendidik adalah mengisi wadah tersebut hingga penuh. Seperti menuangkan air dari botol A ke botol B, tanpa alat apapun hanya dituangkan saja. Pada kejadian ini bisa saja, ilmu yang dituangkan itu tumpah dan hanya bisa mengisi wadah dengan beberapa ilmu saja. Selanjutnya, pada Old Humanism sudah diterapkan building character. Hal ini lebih baik daripada memandang siswa sebagai wadah yang ksoong. Building character memiliki arti membangun sebuah karakter. Membangun dapat bersifat meperbaiki ataupun membina. Sedangkan karakter disini adalah akhlak atau budi pekerti. Kemudian Progressive Educator dimana guru memperkenalkan pengetahuan kepada muridnya. Yang terakhir Publiic Educator, menerapkan pendidikan yang constructive. Ini merupakan yang terbaik dari keempat diatas, karena siswa dipersilahkan untuk membangun pengetahuannya dari pengalaman yang didapatkan. Guru hanya sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete