Nov 1, 2015

Politics and Ideology of Education



47 comments:

  1. Seorang pendidik tentu harus menguasai seluk-beluk ilmu pendidikan. Pemahaman tentang berbagai aspek politik dan ideologi pendidikan akan membuatnya lebih ahli dalam proses menurunkan ilmu. Apa tujuan pendidikan, bagaimana cara menghadapi siswa yang beragam, misalnya, semua bisa dipahami melalui tabel yang ada di atas. Sangat membantu dan mencerahkan.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  2. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan bisa dipahami sebagai sebuah sistem berfikir (yang diyakini oleh sekelompok orang) yang mendasari setiap langkah dan geraknya dalam menggulirkan pendidikan.

    ReplyDelete
  3. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan juga dapat diartikan sebagai sebuah pemahaman tentang bagaimana memandang dunia (realitas) pendidikan.

    ReplyDelete
  4. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan merupakan landasan bagi pemaknaan realitas pendidikan.

    ReplyDelete
  5. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan adalah sistem gagasan yang yang terdiri dari keyakinan-keyakinan dan hal-hal ideal; asas haluan; pandangan hidup suatu bangsa yang menjadi landasan pergliran pendidikan.

    ReplyDelete
  6. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi/Sistem (aturan) yang melandasi pemaknaan pendidikan ini akan selalu menentukan kemana arah dan pandangan hidup para penganutnya.

    ReplyDelete
  7. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan yang dianut sebuah bangsa akan sangat mewarnai karakteristik pendidikan yang diterapkan didalamnya.

    ReplyDelete
  8. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan nasional tidak bisa dilepaskan dari ideologi Negara Indonesia yakni ideologi Pancasila, karena ideologi negara menjadi landasan bagi segala kebijakan dan keputusan bangsa (dalam hal ini pemerintah) dalam setiap aspek kehidupan bernegara termasuk masalah pendidikan.

    ReplyDelete
  9. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Dalam konteks pendidikan, ideologi diartikan sebagai seperangkat aturan yang diyakini dan dijadikan landasan bagi pendidikan dalam rangka mencapai tujuan.

    ReplyDelete
  10. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan mempunyai fungsi dan peranan penting karena dapat mempengaruhi kehidupan nyata individu masyarakat dengan mengatur dan memberikan batas-batas terhadap aktivitas pendidikan.

    ReplyDelete
  11. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi menggunakan kehidupan dan bahasa sehari-hari sebagai sarana untuk mempengaruhi realitas pendidikan.

    ReplyDelete
  12. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ajaran dari suatu ideologi pada akhirnya dapat mendorong munculnya gerakan bersama masyarakat untuk menata pendidikan menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  13. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ajaran ideologi dapat pula menghasilkan sentimen emosional para anggotanya untuk mendukung, meneguhkan, dan kepatuhan terhadap norma tertentu dalam rangka mencapai tujuan Pendidikan Nasional.

    ReplyDelete
  14. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan akan memberikan cara hidup dan cara pandang dalam menyelenggarakan pendidikan secara kokoh sesuai dengan pertimbangan-pertimbangan cara hidup dan cara pandangnya ideologi tersebut.

    ReplyDelete
  15. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan dapat mendorong terwujudnya kondisi tertentu yang dapat membantu keberhasilan dalam menumbuhkan, membangun jejaring, dan mengorganisir segenap sumberdaya pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  16. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Tanpa ideologi pendidikan yang jelas akan menimbulkan kegamangan dan kesulitan dalam menumbuhkan, membangun jejaring, dan mengorganisir segenap sumberdaya pendidikan dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  17. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    tanpa ideologi yang jelas maka arah pendidikan menjadi tidak jelas dan akan mengalami nasib yang mengenaskan, dan tanpa hasil yang signifikan.

    ReplyDelete
  18. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi pendidikan nasional, tentu tidak bisa lepas dari diskursus tentang Ideologi negara Indonesia, karena ideologi negara adalah ideologi yang melandasi segala kebajikan dalam kehidupan bernegara, termasuk pendidikannya.

    ReplyDelete
  19. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi yang dipakai negara Indonesia adalah Pancasila, segala bentuk kebijakan yang dikeluarkan pemerintah haruslah berlandaskan pada pancasila, sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya. Segala kebijakan, baik: ekonomi, politik, kebudayaan, hukum, juga pendidikan harus sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila.

    ReplyDelete
  20. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pancasila sebagi ideologi Indonesia merupakan seperangkat nilai dasar yang telah disepakati bersama antara kelompok masyarakat dengan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” yang artinya meskipun berbeda namun tetap satu.

    ReplyDelete
  21. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Dengan ideologi Pancasila, seluruh dinamika pendidikan, sosial, budaya, dan politik dapat diarahkan untuk menciptakan peluang positif bagi pertumbuhan kesejahteraan bangsa sebagaimana dicita-citakan.

    ReplyDelete
  22. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Permasalahan yang ada, realisasi Ideologi Pancasila mengalami banyak tantangan dan hambatan, saat ini burung Garuda pengemban lima sila tampak belum berdaya untuk menggepakkan sayapnya, mencengkeramkan cakarnya untuk mewujudkan kesejahteraan yang adil dan merata.

    ReplyDelete
  23. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Dalam bidang pendidikan, keberadaannya baru sebatas simbol yang tidak banyak berpengaruh, butiran-butirannya hanya formalitas kemanusiaan atau berhenti pada dataran konsep yang tak pernah ingin dicapai.

    ReplyDelete
  24. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pancasila adalah cita-cita besar bangsa Indonesia, namun mengapa kita lemah memperjuangkannya???

    ReplyDelete
  25. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Penyimpangan-penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila oleh oknum yang seharusnya mengamalkan semakin menjadi-jadi.

    ReplyDelete
  26. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Berbagai Kasus korupsi, kolusi dan Nepotisme (KKN) adalah kasus yang selalu menghiasi pemerintahan negara kita, sebagai bukti kita belum mengindahkan ideologi bangsa.

    ReplyDelete
  27. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi Pancasila telah ditanamkan dalam proses pendidikan kewarganegaraan di lembaga-lembaga pendidikan, namun tampaknya telah gagal karena hanya ditanamkan secara hafalan dan belum mampu menyentuh ranah afektif fan psikomotorik. Akibatnya masyarakat kita hanya pernah tau, akan tetapi tidak merasa berjiwa pancasila apalagi mengamalkannya.

    ReplyDelete
  28. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pancasila sebagai ideologi dalam pendidikan, tidak sekedar berlaku dan dikembangkan pada aspek-aspek rasional tetapi harus mampu menyentuh aspek emosional dan spiritual para peserta didik.

    ReplyDelete
  29. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi Pancasila memerlukan sebuah fasilitasi oleh lembaga pendidikan dalam rangka pembinaan melalui penanaman dan penghayatan dari nilai-nilainya ke dalam kehidupan yang nyata dari peserta didik, melibatkan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik.

    ReplyDelete
  30. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi Pancasila perlu dikembangkan dalam program-program baik yang bersifat kajian-kajian rasional maupun pelaksanaan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, oleh semua lapisan masyarakat dan dimonitor oleh sebuah sistem pengawasan ideologi negara.

    ReplyDelete
  31. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pancasila sebagai ruh dalam proses pendidikan, sehingga perlu terus diperjuangkan dalam implentasinya.

    ReplyDelete
  32. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Upaya-upaya untuk memperkokoh ideologi Pancasila dalam proses pendidikan harus terus dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan yang dikenal dalam dunia pendidikan dan kegiatan lain yang mendukung.

    ReplyDelete
  33. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pendidikan kewarganegaraan sangat penting dalam pembinaan ideologi pancasila dalam rangka penanaman nilai-nilainya untuk menggalang kesatuan visi untuk memperjuangkan cita-cita bersama.

    ReplyDelete
  34. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pada masa lalu, ideologi Pancasila dilakukan melalui proses indoktrinasi dari pemerintahan kepada warganya. Hasilnya mengalami kegagalan karena caranya yang berlawanan dengan hakikat pendidikan.

    ReplyDelete
  35. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Dalam perspektif pendidikan, penanaman ideologi pancasila harus berjalan sesuai dengan hakikat pendidikan, yaitu mengedepankan makna pendidikan sebagai proses pemberdayaan dan penyadaran.

    ReplyDelete
  36. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Penanaman Ideologi perlu mengambil jalan yang sesuai dengan proses pendidikan yang humanis.

    ReplyDelete
  37. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Ideologi Pancasila telah merupakan suatu kesepakatan bersama maka kebersamaan dalam menjunjung dan mengimplementasikannya menjadi kewajiban kita bersama.

    ReplyDelete
  38. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Proses pendidikan moral tidak dapat terjadi dalam situasi yang monolog, tapi dalam situasi yang dialog yang dipertemukan dengan kondisi riil.

    ReplyDelete
  39. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pelaksanaan dari nilai-nilai ideologi secara nyata akan mendorong kajian-kajian yang obyektif dan pengambilan alternatif yang sesuai dengan potensi peserta didik.

    ReplyDelete
  40. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Pendidikan kewarganegaraan tidak akan dapat membangun makna dan membangkitkan kesadaran apabila berupa adegan-adegan monolog dan tanpa menganalisa kejadian-kejadian riil yang terjadi di masyarakat.

    ReplyDelete
  41. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Kita berharap bahwa proses pembelajaran kewarganegaraan yang dilakukan dengan pendekatan edukatif dapat melahirkan pejuang-pejuang cita-cita bangsa, yaitu masyarakat demokratis Indonesia.

    ReplyDelete
  42. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Kita berharap bahwa proses pembelajaran kewarganegaraan yang dilakukan dengan pendekatan edukatif dapat melahirkan generasi yang loyal terhadap cita-cita bangsanya.

    ReplyDelete
  43. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Kita berharap bahwa proses pembelajaran kewarganegaraan yang dilakukan dengan pendekatan edukatif dapat melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki jiwa kebangsaan yang tinggi.

    ReplyDelete
  44. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Kita berharap bahwa proses pembelajaran kewarganegaraan yang dilakukan dengan pendekatan edukatif dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin negeri yang amanah memperjuangkan kepentingan negeri jauh diatas kepentingan pribadi dan golongannya.

    ReplyDelete
  45. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Kita berharap bahwa proses pembelajaran kewarganegaraan yang dilakukan dengan pendekatan edukatif dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkeadilan, bukan sejehtera perwakilan.

    ReplyDelete
  46. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Gambar di atas menjelaskan tentang politik dan ideologi pendidikan. Politik dan ideologi pendidikan yang menarik adalah progressive educator. Progressive educator memandang bahwa pengetahuan itu adalah proses dari kegiatan berpikir. Guru dapat menggunakan kreativitasnya untuk menentukan tujuan dari pembelajaran. Guru dapat memberikan kebebasan bagi siswa untuk berpendapat, aktif saat kegiatan belajar mengajar dan menggunakan sumber belajar yang bervariasi.

    ReplyDelete
  47. Sitem pendidikan yang berlangsung adalah sebuah satu kesatuan dimana penyelenggaraan negara itu meyakini suatu ideologi dalam sistem bernegara, atau dikenal dengan politik negara. Politik inilah yang dijadikan sebagai alat untuk mencapai tujuan negara itu sendiri. Sehingga aplikasi salah satunya adalah melalui sistem pendidikan.
    Memahami dari isi postingan ini adalah menggambarkan keterkaitan politik dengan pendidikan itu sendiri.
    Satu yang sedikit saya berpendapat adalah dengan sistem demokrasim demojrasi adalah kebebasan berpendapat untuk menentukan sesuatu namun tetap ada kontrol sehingga tidak bebas yang tiada batas. Dalam hal ini politik demokraso menerapkan pendidikan dalam taraf public educator yang menurut saja siapa saja berhak untuk mendapatkan pendidikan.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.