Nov 1, 2015

Politics and Ideology of Education



93 comments:

  1. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Menurut Paul Ernest ideologi pendidikan dihubungkan menjadi lima kelompok sosial, yaitu industrial trainer, technological pragmatism, old humanism, progressive educator dan public educator. Saya terfokus pada theory of learning dan theory of teaching. Jelas terlihat perbedaanya sekarang. Jika mengajar siswa tidak ikut terlibat, namun dalam pembelajaran siswa turut terlibat di dalamnya.

    ReplyDelete
  2. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Wacana PBI dalam hubungannya dengan globalisasi dan pendidikan nasional berkembang melalui proses kepemimpinan intelektual dan moral, melalui kepemimpinan politik dan ideologis yang didukung oleh kaum intelektual. Wacana pengetahuan oleh intelektual merasionalisasi PBI sebagai solusi terhadap permasalahan pendidikan nasional menghadapi tantangan globalisasi. Hal ini kemudian menghasilkan permasalahan politik, sosial, ekonomi, dan budaya dalam bentuk-bentuk standarisasi pendidikan, kapitalisasi dan komodifikasi pendidikan, stratifikasi pendidikan, pencitraan kualitas internasional, dan marginalisasi identitas budaya sebagai akibat dari berbagai faktor kuasa: politik pendidikan, otonomi manajemen pendidikan, globalisasi dengan berbagai ideologi turunannya dan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional dan IPTEK.

    ReplyDelete
  3. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan pemetaan di atas terdapat hal yang menarik pada sisi keberagaman yang ada pada ideologi progressive educator dan public educator. Dalam dua ideologi tersebut memperhatikan keberagaman. Dalam praktiknya dapat diterapkan untuk pembelajaran open-ended baik beraagam solusinya , beragam caranya atau beragam solusi dan caranya.

    ReplyDelete
  4. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ideologi diatas merupakan ideologi pendidikan dari Paul Ernest. ideologi tersebut sangat bagus. Paul Ernest membagi menajdi 5 ideologi matematika yang masing masing dihubungkan dengan aspeknya masing masing. Paul Ernest lebih menekankan pada sumber pembelajaran harus bersifat aktif, bervariasi dan sosial.

    ReplyDelete
  5. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan tabel di atas, diadaptasi dari teori Paul Ernest, politik dan ideologi pendidikan terbagi oleh 5 aspek. Pada aspek public educator, semua komponen berhak untuk berdemokrasi dan mengeluarkan pendapatnya. Semuanya setara dan mempunyai kemerdekaan dalam mengeluarkan idenya.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Table diatas memperlihatkan kepada kita tentang 5 ideologi pendidikan dan bagaimana ideology itu mempengaruhi gaya hidup, cara mengajar, keberagaman, politik. Tidak dapat dipungkiri bahwa ideology, cara pikir seseorang mempengaruhi kehidupannya. Dalam bukunya Ernest membagi kelima ideology tersebut ke dalam tiga grup besar, utilitarian ideologist, purity ideologist, dan social change ideology yang disarakan pola pengajaran matematika yang menghasilkan strata social dan ketertarikan kelompok.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari table diatas terlihat bahwa ideology pengajaran public educator memiliki politik demokrasi. Filosofi matematikanya adalah social konstruktivism. Kelompok ini memandang pengetahuan matematika sebagai sesuatu yang dapat dibenarkan dan quasi empirical. Epistemology filosofi matematikanya adalah falibilist dan berorientasi perubahan konseptual. Pertanyaannya, apakah Indonesia yang adalah negara demokrasi juga memilki ideology public educator? Dan jika iya, sudahkah itu dilaksanakan secara baik?

    ReplyDelete
  8. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Tokoh Filsafat duani yang terkenal, Paul Ernest membagi peta pendidikan dunia berdasarkan lima ideologi yang menjadi karakter suatu bangsa. Ternyata suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh pelaksanaan pendidikannya. Kelima ideologi tersebut adalah Industrial Trainer, Technological Pragmatist, Old Humanis, Progressive educator dan Public Educator.
    Paul Ernest mendeskripsikan bahwa Politik Pendidikan berkaitan langsung dengan Ideologi Pendidikannya. Bangsa-bangsa tergolong berideologi Industrial Trainer cenderung mengimplementasikan Politik Pendidikan Radikal Kanan. Bangsa-bangsa tergolong berideologi Technological Pragmaticim cenderung mengimplementasikan Politik Pendidikan Konservatif. Bangsa-bangsa tergolong berideologi Old Humanism cenderung mengimplementasikan perpaduan antara Politik Pendidikan Konservatif dan Liberal. Bangsa-bangsa berideologi Progressive Educator cenderung mengimplementasikan Politik Pendidikan Liberal. Dan Bangsa-bangsa berideologi Public Educator cenderung mengimplementasikan Politik Pendidikan Demokrasi. Betapa Paul Ernest sudah menganalisa sejak tahun 1995 tentang Politik dan Ideologi Pendidikan Matematika. Dalam uraian perincian tabel di atas terlihat bahwa terdapat pergeseran cara menevaluasi dalam pembelajaran, dari tes eksternal menuju ke portofolio dan keaktifan sosial. Terdapat pula pergeseran tentag teori pembelajaran, yang semula mengandalkan kerja keras dan ingatan bahkan latihan menuju perubahan ke eksplorasi dan hermeunitics.

    ReplyDelete
  9. Indonesia menganut politik demokrasi, jika menurut tabel oleh Ernest maka penilaiannya dilakukan dengan portofolio atau konteks sosial. Tetapi indonesia menganut penilaian terpusat yaitu sistem ujian nasional. Tabel tersebut dibuat sesuai dengan pengamatan oleh Ernest dan dicari kesamaannya. Dalam berkehidupan setiap negara mempunyai tatacaranya sendiri yang menurut kita kadang tidak sesuai tetapi itulah kenyataannya atau kejadiannya. Sesuatu yang dibuat ideal belum tentu dapat dilaksanakan.

    ReplyDelete
  10. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Ernest membagi politik pendidikan kedalam lima bagian. Hal itu merupakan pengetahuan baru bagi saya sekaligus menjadi motivasi agar saya mempelajarinya untuk mengembangkan pembelajaran yang akan saya lakukan. Dalam yabel tersebut dijelaskan semua karakter dari masing-masing ideologi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  11. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Ernest membagi politik pendidikan kedalam lima bagian. Hal itu merupakan pengetahuan baru bagi saya sekaligus menjadi motivasi agar saya mempelajarinya untuk mengembangkan pembelajaran yang akan saya lakukan. Dalam yabel tersebut dijelaskan semua karakter dari masing-masing ideologi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  12. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari table diatas kita bisa mengerti bahwa ada beberapa ideologi pendidikan yang bisa menjadi acuan kita untuk memahami pendidikan yang sebenarnya. Kita harus bisa memahami table dengan sebenarnya tidak hanya sekedar gambar yang ada.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tabel diatas memberikan gambaran kepada kita mengenai politik dan ideologi pendidikan. Ideologi pendidikan dan politik terlihat berjalan seiringan. Tabel ini sangat bermanfaat bagi kita agar tidak terjebak politik dalam ideologi pendidikan.

    ReplyDelete
  14. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    dalam perjalanan mewujudkan pendidikan yang baik bagi seluruh bangsa, maka tidak terlepas dari kebijakan politik negeri ini. idealnya, kebijakan harus sesuai dengan ideologi pendidikan karena memang sukbyek utama yang dibicarakan adalah tentang pendidikan dan perkembangannya. namun kenyataannya tidak semua ideologi pendidikan yang kita pilih diimplementasikan pada kebijakan. tabel diatas sangat membantu untuk melihat hubungan antara ideologi pendidikan dan politik.

    ReplyDelete
  15. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    seperti yang telah diungkapkan oleh Prof. Marsigit bahwa permasalahan dari sistem pengajaran di Indonesia adalah ada yang tradisional dan ada yang sudah inovatif. untuk yang tradisional tersebut yang menjadi permasalahan, dikarenakan guru hanya transfer of knowledge kepada siswa berbeda dengan yang sudah inovatif yaitu konstruktivis dimana siswa membangun sendiri pengetahuannya, dan etnomatematika masuk ke dalam pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  16. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016

    Bismillaah...
    Memang kita merasakan akan adanya kesenjangan antara politik dan ideologi pendidikan. Meski keduanya tidak bisa dipisahkan dari elemen kehidupan kita namun hendaknya budaya akademik selalu di junjung tinggi dalam sebuah lemabaga. Sehingga pendidikan yang akan merubah kehidupan bangsa kita menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Dengan cara memperbaiki sistem pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia. Manusia tumbuh dan berkembang tidak lepas dari yang namanya pendidikan, utamanya dalam belajar. Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003 pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk menunjukkan suasana dan proses pembelajaran sehingga diharapkan peserta didik secara aktif dapat mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan.

    ReplyDelete
  18. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Di dalam kelas kontruktivis para siswa diberdayakan atau dimaksimalkan pengetahuan yang berada dala diri mereka. Mereka saling berbagi strategi dan penyelesaian, dengan cara berdebat antara yang satu dengan yang lainnya. Mereka berfikir untuk dapat menyelesaikan masalah. Tugas guru adaah mendorong siswa untuk menemukan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  19. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut Suherman (2003) metode ekspositori sama dengan metode ceramah yaitu terpusatnya kegiatan kepada guru sebagai pemberi informasi. siswa disini membuat catatan. Siswa disini juga tidak melulu membuat catatan dan hanya mendengarkan, tetapi mereka juga dapat mengajukan pertanyaan kepada guru.

    ReplyDelete
  20. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pada perkuliahan terakhir Etnomatematika dengan Prof. Marsigit kami diperlihatkan mengenai portofolio yang berada di luar negeri. Disana setiap siswa semacam memiliki tempat/loker untuk menaruh tugas hasil print, PR, atau bahkan hasil pekerjaan siswa yang ditaruh di dalam loker dengan masing masing siswa sudah memiliki 1 loker sehingga terkesan rapi dan lebih strategis bagi guru maupun siswa.

    ReplyDelete
  21. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan tabel di atas,menarik bahwa pendidikan di indonesia sedang menuju kepada pendidikan yang demokrasi, terlihat pada kolom public educator, setiap siswa bebas berpendpaat, mengkonstruk pengetahuannya sehingga guru tidak memaksakan kehendak siswa, namun kebebasan yang diberikan kepada siswa tetap difasilitasi oleh guru sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

    ReplyDelete
  22. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Politik dan ideologi bangsa Indonesia berasaskan pancasila. Tentunya dalam pendidikan pun yang menjadi dasarnya adalah pancasila. Semua keputusan diambil secara demokrasi. Artinya dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Begitu pula dalam pendidikan. Keputusan dalam bidang pendidikan seperti kurikulum, dari peserta didik, oleh peserta didik, dan untuk peserta didik. Hal ini buka berarti mereka yang membuat kebijakan. Akan tetapi orang-orang pembuat kebijakan harus mengutamakan kepentingan siswa di atas segalanya. Semua aspek harus benar-benar untuk siswa. jangan sampai keegoisan politik yang lebih diutamakan dan mengorbankan siswa. jika demikian, maka belum sesuai dengan asas pancasila. Jika disesuaikan dengan tabel di atas, idealnya politik dan ideologi di Indonesia adalah Public Educator, namun pada kenyataannya, di Indonesia masih condong kepada tiga kolom yang paling awal.

    ReplyDelete
  23. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Terimakasih kepada Prof. Marsigit yang telah membagikan peta Pendidikan Politik dan Ideologi yang diadaptasi dari Paul Ernest. Dengan adanya postingan ini menambah wawasan saya mengenai ideologi dan politik dari pendidikan. Menyadarkan saya bahwa banyak sekali yang masih belum saya baca, pelajari, dan pahami. Semoga postingan ini bermanfaat nantinya dalam pengembangan pembelajaran matematika yang inovatif.

    ReplyDelete
  24. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Paul Ernest membagi politik dan ideologi pendidikan kedalam 5 bagian. Dari kelima bagian itu terdapat karakteristik yang melekat dan sesuai dengan ideologinya yang dianut. Ideologi yang dianut berpengaruh pada cara pendidik dalam mendidik peserta didiknya.

    ReplyDelete
  25. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut Paul Ernest, politik dan ideologi pendidikan dibagi menjadi beberapa macam yaitu pertama industrial trainer yang prinsip mengajarnya adalah mentransfer pengetahuan yang dimiliki guru ke siswa dan menuntut siswanya untuk mengingat pengetahuan yang sudah ditransfer oleh guru, mengerjakan latihan soal, dan bekerja keras. Kedua, technological pragmatism yang prinsip mengajarnya adalah memberikan motivasi ke siswa dan menuntut siswanya untuk berpikir dan mempraktekkan. Ketiga, old humanism yang prinsip mengajarnya adalah ekspositori dan menuntut siswanya untuk memahami dan mengaplikasikannya ke kehidupan sehiari-hari. Keempat, progressive educator yang prinsip mengajarnya adalah mengkonstruk pengetahuan siswa dan menuntut siswanya untuk mengeksplorasi segala macam hal yang dapat dieksplor oleh siswa. Kelima, punlic educator yang prinsip mengajarnya adalah berdiskusi dengan siswa dan menuntut siswanya untuk mengkonstruk kehidupan mereka sendiri, menggabungkan dan menjalankan pengetahuan yang telah mereka dapat ke dalam kehidupan sehari-hari dan berlangsung secara terus menerus.

    ReplyDelete
  26. nama : Alfiramita Hertanti
    kelas : S2-PMA 2017
    NIM : 17709251008

    saya merasa tertarik dengan tabel di atas, pak. pemetaan yang kompleks dan membutuhkan pendalaman yang intens untuk mendalaminya. namun, perihal pendidikan dan hubungannya dengan ideologi, saya meyakini, praktik/orientasi/rasion d'etre suatu sistem pendidikan adalah perwujudan dari ideologi yang dianut oleh suatu negara tertentu. oleh karena itu, disetiap negara memilliki karakter pendidikannya masing-masing (mengikuti) ideologi yang dianut oleh negara tersebut). namun, yang saya yakini, pada hakikatnya, pendidikan adalah perihal keberpihakan pada kemanusiaan menuju pada masyarakat yang emansipatoris. dalam konteks indonesia, konsep masyarakat emansipatoris diwujudkan dalam pancasila dan UUD 1945.

    ReplyDelete
  27. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika dilihat dari tabel yang bapak berikan, saya memberikan kesimpulan fokus pada Progressive Educator (PrE) dan Public Educator (PE). Jika yang saya lihat antara PrE dan PE, kemungkinan Indonesia memilih konsep Public Educator yang sekarang diterapkan pada pendidikan dengan kurikulum 2013.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Tabel di atas memberikan perbandingan bagaimana karakteristik-karakteristik pendidikan di setiap idiologi yang ada. Menurut saya, dari Industrial Trainer sampai pada Public Educator, karakteristik pendidikannya terus berkembang atau diperbaharui menjadi lebih baik. Seperti pada Theory of Learning, dari Industrial Trainer sampai pada Public Educator, Theory of Learning berubah dari transfer of knowledege, menjadi external motivation, kemudian expository, construct, dan terakhir discussion. Kita ketahui, bahwa pembelajaran di sekolah dulu, guru hanya mentransfer ilmu kepada siswa,kemudian terus berkembang dan sekarang pada akhirnya pembelajaran di sekolah diminta agar siswa yang mengkonstruk pengetahuannya sendiri dan guru hanya sebagai fasilitator, dan bahkan diharapkan siswa sudah mampu mengkomunikasikan serta diskusi dengan teman sejawatnya mengenai pengetahuan yang sudah ia dapatkan. Jadi, menurut saya alangkah baiknya jika pendidikan di Indonesia mengikuti karakteristik-karaktristik pendidikan yang terbaru yakni Public Educator yang sesuai dengan perkembangan zaman sekarang ini.

    ReplyDelete
  29. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Selamat pagi menjelang siang. Melihat tabel tersebut, saya sepakat jika antara politik dan pendidikan memiliki hubungan yang erat. Keduanya akan mempengaruhi kebijakan serta pelaksanaan pendidikan. Ideologi public educatior saya pikir merupakan ideology yang tepat untuk ideology pendidikan kita karena ideologi publik educator sesuai dengan falsafat hidup kita, yaitu Demokrasi Pancasila. Semestinya pendidikan kita mengimplementasikan kedua belas aspek di dalam ideologi public educator tersebut. Namun, jika ditelisik lebih jauh. Implemetasi pendidikan kita justru seperti tidak memiliki ideologi yang menentu. Praktik pembelajaran kita lebih pada ketiga ideologi yang lain, yaitu industrial trainer, tecnological pragmatism, dan old humanism. Hal ini menunjukkan bahwa kita telah kehilangan jati diri bangsa kita

    ReplyDelete
  30. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Dari tabel yang bapak sajikan dipostingan ini, saya beranggapan bahwa di zaman yang sekarang, Indonesia lebih memilih ke Public Educator. Dengan aspek di bidang politik berdemokrasi, dibidang pengetahuan akan menjadi aktivitas sosial, dibidang moral harus ada keadilan dan kebebasan, untuk masyarakat butuh reformasi, untuk pelajar konstruktif, teori kemampuan hermeneutik, tujuan berpengetahuan untuk membangun hidup mereka sendiri, Teori belajar dan mengajar menggunakan hermeneutik, sumber daya lingkungan sosial, untuk evaluasi menggunakan portofolio, dan perbedaan secara heterogen.

    ReplyDelete
  31. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Dari tabel yang telah Bapak paparkan, saya tertarik untuk membahas baris tentang Theory of Teaching.Bahwa pada Industrial Trainer, pengetahuan itu hanya ditransfer dari "atas" ke "bawah" seperti mengisi wadah yang kosong tanpa memberikan kesempatan kepada kaum "bawah" atau diibaratkan siswa mengetahui proses memperoleh pengetahuan tersebut. Selanjutnya pada Technological Pragmatism, pengetahuan diberikan dalam bentuk motivasi eksternal. Nah, kebetulan dalam bagian ini, saya sendiri belum begitu memahaminya.
    Pada kaum Old Humanism, pengetahuan diberikan menggunakan metode ekspositori seperti guru menjelaskan dan siswa menerima. Bagi Progressive Educator, pengetahuan diberikan melalui kemandirian siswa, yaitu siswa diberikan kesempatan untuk membangun pengetahuan itu sendiri dengan bimbingan guru.
    Yang terakhir yaitu Public Educator, menurut saya ini yang paling baik dalam memberikan pengetahuan, yaitu melalui diskusi dimana siswa akan mampu membangun pengetahuannya sendiri, mengomunikasikan kepada orang lain serat belajar untuk menghargai pendapat, cara mengomunikasikan, dan menyimpulkan.
    Saya ingin bertanya kepada Bapak mengenai Eksternal motivation pada Technological Pragmatism. Itu maksudnya bagaimana? terima kasih.

    ReplyDelete
  32. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Ideologi pendidikan, idealisme pendidikan yang tidak lepas dari subjek pendidikan, yaitu siswa. Pada tabel, theory of student, siswa dipandang sbagai wadah kosong. Wadah kosong tersebut haruslah di isi dengan pengetahuan maupunn ketrampilan yang berguna.Itu dari sudut pandang industri dan teknologi. Dari aspek kedepannya, siswa adalah subjek belajar yang melakukan kegiatan belajar, tentu siswa sudah punya pengetahuan dan tidak kosong. Selain itu, mereka juga mampu mengkonstruksi pengetahuannya menjadi pengetahuan baru dengan difasilitasi oleh pendidik.

    ReplyDelete
  33. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPS PM C

    Menelaah dari sudut pandang kelima kelompok terhadap siswa, dua kelompok pertama memandang bahwa siswa adalah wadah kosong, sehingga itu merupakan kewenangan guru untuk mengisi apapun yang diinginkan. yang membedakan pandangan Industrial trainer dan technological pragmatism adalah di teori pembelajaran yang dianut. Jika Industrial trainer menganut pembelajaran dengan "kerja keras", drill dan menghafalk, maka kelompok technological pragmatism telah beralih menjadi pemebelajaran dengan mengedepankan olah pikir dan praktik. Sedangkan pada kelompok pendidik progresif telah mengubah paradigmanya menjadi orientasi penuh ke siswa, dan pada kelompok terahir telah mengadaptasi prinsip konstruktivisme.

    ReplyDelete
  34. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Demi terciptanya pendidikan yang lebih baik perlu dilakukan perbaikan di setiap aspek dalam setiap jangka waktu tertentu. jika dilihat dari sumber belajar yang digunakan, dari waktu ke waktu sudah berkembang dengan baik. Mulai dari penggunaan buku dan kapur sebagai sumber belajar dan media belajar siswa, kemudian meningkat menjadi alat bantu pembelajaran, kemudian disempurnakan menjadi alat bantu visual, kemudian penggunaan media-media yang mungkin di sekitar siswa, hingga penggunaan lingkungan sosial sebagai sumber belajar. Terlepas dari hal itu, apapun sumber belajar yang tersedia sebagai pendidik yang baik guru harus mampu mengeksplor materi dengan baik. Namun semakin majunya sumber dan media pembelajaran akan menambah kemudahan akses siswa dan transfer materi. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  35. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Saya tertarik dengan bagian Theory of student. Dimana jika dilihat dari kiri ke kanan terdapat proses menuju yang lebih baik. Pada Industrial Trainer dan Technogical Pragmatism, pada saat itu siswa hanya dianggap sebagai empty vesset atau wadah kosong. Dimana tugas sebagai pendidik adalah mengisi wadah tersebut hingga penuh. Seperti menuangkan air dari botol A ke botol B, tanpa alat apapun hanya dituangkan saja. Pada kejadian ini bisa saja, ilmu yang dituangkan itu tumpah dan hanya bisa mengisi wadah dengan beberapa ilmu saja. Selanjutnya, pada Old Humanism sudah diterapkan building character. Hal ini lebih baik daripada memandang siswa sebagai wadah yang ksoong. Building character memiliki arti membangun sebuah karakter. Membangun dapat bersifat meperbaiki ataupun membina. Sedangkan karakter disini adalah akhlak atau budi pekerti. Kemudian Progressive Educator dimana guru memperkenalkan pengetahuan kepada muridnya. Yang terakhir Publiic Educator, menerapkan pendidikan yang constructive. Ini merupakan yang terbaik dari keempat diatas, karena siswa dipersilahkan untuk membangun pengetahuannya dari pengalaman yang didapatkan. Guru hanya sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete
  36. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan tabel politics and ideology of education di atas, saya tertarik dengan bagian theory of student. Pada tabel dapat dilihat masyarakat industrial trainer memandang siswa sebagai empty vessel atau tong kosong. Begitu juga pada masyarakat technological pragmatism, mereka juga memandang siswa sebagai empty vessel. Dalam pembelajaran yang seperti ini, proses belajar mengajar berlangsung dengan cara memindahkan pengetahuan dari guru kepada siswa.
    Selanjutnya pada masyarakat old humanism, pendidikan siswa diberikan melalui character building atau membangun karakter siswa. Bagi kaum progressive educator pembelajaran melalui students oreintation. Hal ini berarti pembelajaran berpusat kepada siswa. Dan yang terakhir adalah masyarakat public educator, dimana melaksanakan pembelajaran dengan cara constructive atau mengkonstruksi pengetahuan siswa.
    Menurut saya sebaiknya dalam proses pembelajaran siswa hendaklah sebagai aktornya, dan guru sebagai fasilitatornya. Guru memberi ruang gerak kepada siswanya untuk menggali potensi yang ada dalam dirinya sehingga mereka benar-benar memahami materi pelajaran dengan baik.

    ReplyDelete
  37. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Berbicara masalah pendidikan di indonesia memang adalah topik yang tidak akan ada habisnya, banyak kajian, penelitian, dan pendapat ilmiah yang diutarakan oleh para pakar pendidikan yang bisa digunakan sebagai acuan dalam memajukan sistem pendidikan di negera ini, namun yang perlu menjadi perhatian penting sampai saat ini adalah bagaimana pelaku pendidikan (guru) bisa sejahtera terutama guru-guru yang telah mengabdikan dirinya dalam waktu yang sudah berjalan dalam puluhan tahun yang telah banyak mempelopori lahirnya para akademisi dan politisi sukses di negera ini yang sampai saat ini masih miris kalau ditinjau dari aspek kesejahteraan hidupnya.

    Wassalamu'alaikum wr.wb .

    ReplyDelete
  38. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Tabel diatas menunjukan berbagai pendapat ataupun acuan berdasarkan sudut pandang masing-masing. Namun kesemua hal tersebut saling terkait dan saling melengkapi, jadi meski terdapat berbagai perbedaan namun tetap dapat ditemukan titik temu jika dipahami dan ditelusuri secara lebih mendalam. Baik itu dalam ranah polik, pengetahuan, moral dan lain sebagainya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  39. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Setelah membaca pemetaan yang sudah begitu kompleks, menurut saya penting sekali melihat dan berfokus pada tujuan pendidikan itu sendiri. Adanya tujuan yang jelas dan terperinci mampu mengarahkan proses pendidikan dengan lebih baik. Kemudian, para educator diharapkan untuk kreatif dalam mendidik. Hal tersebut membuat para educator untuk terus mengasah dan mengembangkan kapasitas dalam mengajar dan mendidik. Keuntungan yang diperoleh bagi siswa adalah mampu membangun sendiri kehidupannya, ini dapat pula dikatakan siswa dapat mandiri dalam belajar dan untuk kehidupannya sendiri. Proses pada tujuan pendidikan ini dapat mengarahkan pelaksanaan dan evaluasi suatu program serta solusi terhadap permasalahan yang ada. Hal ini dikarenakan tujuan merupakan suatu hal yang paling mendasar dan mengarah pada target yang akan dicapai dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Perbandingan karakteristik-karakteristik pendidikan terhadap berbagai ideologi diterapkan dalam tabel yang dipost oleh bapak di atas. Dengan menampilkan perbandingan karakteristik pendidikan dalam tabel mempermudah untuk melihat perbedaannya dan keunggulan setiapkarakteristik dalm ideologi tersebut. Dilihat dari tabel tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya untuk memperbaiki pendidikan sellau dilakukan agar dapat memperbaiki dan menyempurnakan pendidikan sebelumnya serta dapat diterima sesuai dengan tuntutan zaman.

    ReplyDelete
  41. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pendidikan dan politik merupakan aspek-aspek yang terdapat dalam kehidupan bermasyarakat. Pendidikan adalah salah satu kunci untuk membuka wawasan masyarakat. Selain dari pendidikan, politik yang ada dalam masyarakat perlu kiranya dibedah selebar-lebarnya agar masyarakat paham akan pentingnya pendidikan yang ada di Indonesia dan memanfaatkan pendidikan dengan sebaik-baiknya.

    ReplyDelete
  42. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Masyarakat Indonesia harus paham betul pentingnya politik pendidikan karena muara politik pendidikan menuju kepada kebijakan pendidikan, bukan semata-mata politisasi pendidikan. Politik dan pendidikan adalah dua hal yang beriringan dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  43. Junianto
    17709251065
    PM C

    Sebagai public educator tentunya harus mendukung teori Constructive yang dipaparkan oleh Paul Ernest dalam postingan ini. Teori Constructive menjelaskan bahwa siswa sebenarnya mampu mengkonstruk sendiri pengetahuan mereka dan tugas guru hanyalah memfasilitasi siswa. Maka dari itu, siswa difasilitasi untuk aktif dalam kegiatan belajar di kelas dan siswa adalah subjek belajar. Dengan cara seperti ini, maka siswa mampu membangun sendiri pengetahuan mereka sehingga mereka lebih paham akan apa yang mereka dapatkan sendiri bukan diberi oleh guru. Tentunya ini masih menjadi PR bagi guru dan sistem pendidikan yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  44. Junianto
    17709251065
    PM C

    Demokrasi dalam belajar juga harus diterapkan dalam kegiatan belajar bersama siswa. Dengan demikian, siswa akan bebas dalam mengeksplore pengetahuan mereka, bebas dalam mencari sumber belajar, dan bebas menemukan pengetahuan yang mereka sukai. Tidak bisa dipungkiri bahwa siswa tidak bisa dipaksa untuk menyukai mata pelajaran tertentu karena siswa adalah unik dan memiliki kesukaaan beragam. Siswa juga memiliki minat dan bakatnya masing-masing.

    ReplyDelete
  45. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Nampaknya publikasi yang menggunakan tema pedidikan dan politik belum tampak ke permukaan. Kalaupun ada, fokus bahasannya belum begitu menyentuh aspek-aspek substantif hubungan politik dan pendidikan. Namun, masih di seputar aspek-aspek ideologis politik pendidikan. Saya rasa perlu agar masyarakat mengetahui apa hal substantif mengenai hubungan politik dengan ideologi dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  46. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya mampu memahami postingan ini setelah membaca artikel berjudul peta pendidikan dunia 1 sampai 4. Tentunya harapan kita sistem pendidikan akan mengalami kemajuan yang pesat, begitu juga yang sedang diupayakan oleh pemerintah. Keadaan yang terjadi sekarang ini sistem pendidikan di Indonesia sudah megarah dua kolom kanan yang merupakan cita-cita. Namun pada implementasinya pada beberapa aspek masih ada yang tercampur dengan 3 kolom kiri. Kejelasan akan di bawa ke arah ana pendidikan kita masih menjadi PR agar para pelaksananya yang ada di lapangan pun tidak dijadikan bingung dan semakin yakin dengan sistem pendidikan kita.

    ReplyDelete
  47. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Pada praktek pembelajaran, kelima peta pendidikan diatas bisa dikolaborasikan satu sama lain. Misalnya jika kita berharap siswa mendalami suatu materi maka industrial trainer cocok karena pembelajaran terpusat pada guru artinya guru bisa mentransfer ilmunya secara mendalam kepada siswa. kemudian jika industrial trainer dikolaborasikan dengan public educator maka siswa diajak memecahkan masalah matematika yang tentunya sudah dibekali kedalaman materi yang diberikan guru. Pun jika dikolaborasikan dengan technologycal pragmatist maka pembelajaran akan menjadi inovatif karena pembelajaran dibantu teknology, tentunya akan menarik. Tinggal bagaimana guru bisa memanage waktu jika menggunakan pembelajaran kolaborasi.

    ReplyDelete
  48. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Politik dan ideologi kerapkali dipandang sebagai bagian yang terpisah atau tidak berkaitan. Padahal keduanya sangat berkaitan untuk membentuk karakter masyarakat yang ada disekitarnya. Dari tabel adapted Paul Ernest tersebut, saya lebih condong melihat pada bagian public educator. Karena public educator lebih kepada demokrasi pancasila. Pada kenyataanya implementasi pendidikan saat ini belum berfokus pada ideologi demokrasi pancasila. Mungkin ini salah satu penyebab permasalahan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  49. Dari tabel pemetaan poltik dan ideology pendidikan pada industrial trainer technological pragmatism, old humanism (pada tipe yang sama) dengan perkembangan dunia sekarang pada era progressive educator dan public educator berdasarkan kategori politik, science, moral, teori society, teori student, teori ability, aim of education, theory of teaching, resources, evalution, diversity yang mana mereka memiliki pandangan yang berbeda, dari tabel tersebut saya dapat mengetahui perkembangan pemikiran manusia mengenai ideology pendidika yang berkembang terus menerus yang semakin menuju kea rah yang lebih baik lagi dalam memandang diri manusia itu sendiri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  50. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Ideologi dalam pendidikan bermacam-macam, dari blog tersebut saya tertarik pada old humanis mengenai theory of ability dalam tabel tersebut terdapat character building yang memang diperlukan bagi siswa saat dia belajar. Apalgi dengan kondisi zaman yang semakin bebas dalam masuk budaya dari luar yang apabila tidak disaring maka siswa akan mudah dalam menerima budaya tersebut dan apabila budaya tersebut memberi pengaruh buruk maka akan menyebabkan karakter siswa juga semakin buruk. Oleh karena itu sebagai pendidik kita sebaiknya memberikan pengertian kepada siswa bagaimana cara memilih informasi dapat dengan oendekatan saintifik yang mengajarkan kita untuk membuat kesimpulanberdasarkan analisis tidak hanya menerima begitu saja berita yang beredar apalagi berita boohong (hoax)

    ReplyDelete
  51. Kartika Pramudita
    17701251021
    S2 PEP B

    Pada tabel politik dan ideologi pendidikan menurut Paul Ernest dirinci menjadi industrial trainer, technological pragmatis, old humanism, progressive educator, public educator. Pada industrial trainer dilakukan transfer pengetahuan menggunakan drill dan lebih mengutamakan ingatan atau menghafal, pada technological pragmatis pembelajaran dengan memberikan motivasi eksternal dan yang diutamakan adalah berpikir dan praktik, pada old humanis pembelajaran dengan ekspositori, transfer pengetahuan, pemahaman dan aplikasi. Pada progressive educator berorientasi pada siswa, evaluasi menggunakan portofolio. Dan pada public educator pembelajaran dengan aktivitas sosial, konstruktivisme, evaluasi dengan portofolio dengan konteks sosial.

    ReplyDelete
  52. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Idiologi pendidikan berkembang sesuai dengan kemajuan jaman. Dari apa yang bapak bagikan di tas kami dapat mepelajari perkembangan teori-teori idiolgi pembelajaran yang disertai dengan perkembangan politik yang terjadi saat itu.

    ReplyDelete
  53. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Mencermati tentang politik dan ideologi yang disuguhkan lewat tabe di atas menurut Paul Ernerst berangkat dari politik sampai dengan perbeadaanya.Pandangan saya tentang teori pembelajarai di dalamnya terdapat pengertian dan aplikasinya.Understanding maksudya mungkin bagaimana seorang pengajar ketika memberikan pemahaman kepada siswanya tidak hanya siwa saja yang mengerti tetapi seorang guru harus juga mengerti sehingga ada hubungan timbal balik antara guru dan siswa.Kemudian selanjutya mengenai pengaplikasiannya dari teori tersebut bagaimaa cara menginterprestasikan teori tersebut dalam kehidupan dengan menatap kembali pada teori yang ada sehingga dapat dikembangkan menjadi teori yang baru agar ke depannya dapat digunakan oleh banyak orang.

    ReplyDelete
  54. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Para praktisi pendidikan seperti para guru ataupun dosen di lembaga pendidikan ataupun sekolah formal, pelatih (trainer) pada tempat tempat kursus maupun lokakarya atau bahkan para pemandu pelatihan (fasilitator) di berbagai arena pendidikan non formal ataupun pendidikan rakyat (popular education) dikalangan buruh, petani maupun rakyat miskin, banyak tanpa menyadari tengah terlibat dalam suatu politik dan ideologi pendidikan. Umumnya orang memahami pendidikan sebagai suatu kegiatan yang selalu mengandung kebaikan dan bersifat netral netral. Tetapi dilihat dari tabel politics dan ideology of education diatas Nampak bahwa setiap pendidikan memiliki sifat yang berbeda tergantung dimana pendidikan tersebut diterapkan

    ReplyDelete
  55. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Tampilan di atas memudahkan kami untuk memahami tentang ideology pendidikan dengan berbagai aspek yang ada di dalamnya. Seperti contohnya dalam theory of learning, pada Industrial trainer teori belajar lebih mengedepankan pada kemampuan mengingat, drill soal dan belajar dengan keras seakan akan siswa adalah mesin yang setiap kali harus berkerja mengolah pikiran untuk mengerjakan soal. Pada Technological Pragmatism teori belajar mengalami perkembangan yang berbeda karena belajar dipandang sebagai proses berpikir (thingking) dan latihan (practice) sehingaa siswa dapat mengembangkan pemikirannya untuk menggali dan menggali pengetahuan.
    Pada Old humanism menjelaskan bahwa teori belajar menekankan pada pemahaman dan aplikasi, pemahaman tentang berbagai materi yang dipelajari siswa serta penerapannya dalam kehidupan. Progressive educator teori pendidikan ditekankan pada eksplorasi yakni memandang siswa sebagi subyek belajar sehingga ia harus melakukan eksplorasi (penjelajahan ) dalam memperoleh pengetahuan dan tentunya tetap di samping oleh guru. Sedangkan pada public educator menekankan tentang hermeneutics atau yang dipahami sebagai makna di sebalik pembelajaran. Terima Kasih

    ReplyDelete
  56. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Ideologi pendidikan menurut Paul Ernest sungguh menarik untuk dikaji. Pada postingan lainnya (peta pendidikan 1 hingga peta pendidikan 4) sedikit banyak saya memperoleh pengetahuan tentang peta pendidikan tersebut. Ketika membaca peta pendidikan di atas, saya pun langsung menghubungkan ideologi pendidikan pada peta di atas pada kondisi Indonesia saat ini. Saya pun setuju jika bentuk pendidikan Indonesia saat ini masih condong pada industrial trainer, technological pragmatis dan old humanis. Sedangkan idealnya pendidikan di Indonesia haruslah pendidikan yang demokrasi, yaitu berada pada titik progresive educator dan public educator. Progresive educator dan public educator bukanlah guru yang berdiri sebagai pusat, melainkan guru berdiri sebagai fasilitator dan siswa menjadi pusatnya. Berdasarkan postingan sebelumnya, disebutkan jika progresive educator dan public educator ialah guru yang menggabungkan pendidikan formal dan informan, di dalamnya terdapat variasi dalam pembelajaran.
    Membaca peta pendidikan di atas benar benar membakar semangat saya, muncul keinginan yang besar untuk berupaya menjadi salah satu agen perubahan. Semoga langkah kita selalu dalam ridho Alloh SWT. Amin

    ReplyDelete
  57. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Politik dan Ideologi pendidikan Paul Ernest ini sangat menarik. Khususnya pada progressive educator dan public educator yang menekankan pada portopolio pada sistem evaluasinya. Sistem evaluasi portopolio ini lebih menakankan penilaian pada proses bukan pada hasil. Penilaian portopolio dianggap lebih komprehensif dan lebih mampu mengukur kemajuan siswa secara berkala. Saya sangat tertarik pada Aim of Education pada progressive educator yang lebih menekankan pada kreativitas. Kreatif menjadi tujuan pengajar dalam mendidik siswanya. Kreatif artinya ia mampu berfikir secara divergen. Orang yang kreatif adalah orang yang mempunyaai problem solving skill yang baik. Ia memiliki banyak alternatif jalan untuk mendapatkan jawaban atau mencapai tujuan tertentu.

    ReplyDelete
  58. Nur Dwi Laili K
    17709251059

    Berdasarkan tabel theory of learning an theory of theacing bagi public educator adalah hermeneutics atau hermenetika. Hermenetika dapat diartikan sebagai diterjemah dan menterjemahkan. Metode belajar yang paling baik adalah menyesuaikan dengan kodratnya atau meniru fenomena alam. Karena itulah dalam belajar dan mengajar harus menerapkan konsep hermenetika. Guru tidak bisa hanya menterjemahkan siswanya, tetapi juga harus diterjemahkan oleh siswanya. Guru dan siswa harus saling diterjemahkan dan menterjemahkan. Siswa dan buku harus saling diterjemahkan dan menterjemahkan. Dengan saling terjemah dan diterjemahkan, baik siswa maupun guru akan menyadari perannya masing-masing dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  59. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    TUjuan pendidikan memanng seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing siswa. sayangnya, banyak kepentingan yang ikut membonceng dalam pengembangan kurikulum dan mengubah tujuan pendidikan. Tugas guru adalah tetap memfasilitasi siswa dengan pembelajaran yang demokratis dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  60. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Para praktisi pendidikan seperti para guru ataupun dosen di lembaga pendidikan ataupun sekolah formal, pelatih (trainer) pada tempat tempat kursus maupun lokakarya atau bahkan para pemandu pelatihan (fasilitator) di berbagai arena pendidikan non formal ataupun pendidikan rakyat (popular education) dikalangan buruh, petani maupun rakyat miskin, banyak tanpa menyadari tengah terlibat dalam suatu politik dan ideologi pendidikan. Umumnya orang memahami pendidikan sebagai suatu kegiatan yang selalu mengandung kebaikan dan bersifat netral netral. Tetapi dilihat dari tabel politics dan ideology of education diatas Nampak bahwa setiap pendidikan memiliki sifat yang berbeda tergantung dimana pendidikan tersebut diterapkan

    ReplyDelete
  61. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Politics and Ideology of Education dari Paul Ernest menarik untuk disimak. Meskipun Paul Ernest membuatnya pada tahun 1995, namun hingga kini apa yang telah dibuatnya masih dapat menggambarkan keadaan saat ini. Peta tersebut dapat menggambarkan keadaan pendidikan sesuai dengan tempat dan kondisinya. Pada aim of education, saya rasa pendidikan di Indonesia masih berada di Old Humanism. Pada prosesnya, pendidikan di Indonesia belum mampu mencapai level kreativitas dan hanya mampu berada pada transfer of knowledge. Kita harus dapat meningkatkannya pada kreativitas karena dengan berpikir kreatif, siswa sudah bisa berpikir pada level yang tinggi dan dapat memecahkan masalah dengan baik.

    ReplyDelete
  62. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Menarik untuk direfleksi, terutama bagian technological pragmatism dari aim of education bahwa disituvtertulis tujuan pendidikan ialah untuk mendapatkan sertifikat. Suatu fakta di masyarakat kita yang sangat ironis. Memang saya akui, saya pun salah satu tujuan menempuh jenjang pendidikan demi mendapatkan sertifikat atau ijazah. Namun alangka baiknya jika tujuan mendapatkan sertifikt itu hanyalah tujuan sampingan. Tujuan utama yang ideal ialah memperoleh ilmu untuk meningkatkan kualitas kita sebagai seorang pendidik, khususnya pada program jurusan pendidikan.

    Namun, ideal tersebut rasanya sangat sedikit yang meyakini bahkan memikirkannya. hal ini disebabkan oleh kurang ikhlasnya piker maupun hati dalam mencari dan membelajarkan ilmu. Karena wujud dari rasa ikhlas hati dan piker salah satunya ialah merasa bersyukur karena dapat bermanfaat bagi orang lain. Dalam hal ini ilmu yang kita miliki bermanfaat bagi peserta didik kita. Semoga kita semua, baik pendidikan maupun non pendidikan dapat selalu ikhlas dalam menjalani kegiatan pembelajaran kita.

    ReplyDelete
  63. Latifah Fitriasari
    PM C

    Membicarakan masalah konsep yang tersistem secara rapi atau boleh dikatakan ideologi itu sebuah teori. Sedangkan pusat perhatian ilmu politik yaitu terhadap realitas atau peristiwa politik seperti perebutan kekuasaan, kecenderungan memilih mana yang lebih menguntungkan. Namun, filsafat politik juga merupakan suatu yang lebh dari sekedar analisis mengenai teori-teori politik masa lalu. Ia merupakan prinsip-prinsip universal yang mendasari fenomena politik dalam semua situasi historisnya. Walaupun utamanya membahas berbagai persoalan kenegaraan, buku tersebut juga membahas hubungan antara ideologi dan institusi negara dengan tujuan dan metode pendidikan.

    ReplyDelete
  64. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Indonesia merupakan bangsa yang menganut paham demokrasi. Pembelajaran yang harusnya bersifat kontruktivis yaitu siswa yang menjadi actor belajar namun ternyata masih empty vessel, siswa masih dianggap tong kosong dan hanya menerima apa yang diberikan oleh gurunya. Pembelajaran yang harusnya merupakan proses membangun pengetahuan yaitu melalui diskusi namun ternyata pembelajaran masih bersifat transfer pengetahuan yaitu pengetahuan dari guru ke siswa. Sehingga walaupun diungkapkan bangsa Indonesia menganut paham demokrasi namun ternyata pendidikannya belumlah mencerminkan demokrasi. Sekian dan terimakasih.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  65. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Ideologi suatu bangsa dibangun di atas sejarah dan cita-cita. Begitu pula Ideologi Pendidikan-nya. Tanpa memahami sejarah bangsa ini, kita tak akan memahami apa yang menjadi ideologi pendidikannya. Ideologi Pendidikan itu terlihat dari hasil nyata pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  66. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Ideologi suatu bangsa dibangun di atas sejarah dan cita-cita. Begitu pula Ideologi Pendidikan-nya. Tanpa memahami sejarah bangsa ini, kita tak akan memahami apa yang menjadi ideologi pendidikannya. Ideologi Pendidikan itu terlihat dari hasil nyata pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  67. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  68. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Politik dan pendidikan memiliki peran yang saling mendukung satu dan lainnya. Politik tidak akan dapat menghasilkan actor politik yang baik tanpa pendidikan, dan tujuan pendidikan tidak akan dapat tercapai tanpa adanya politik. Tabel di atas menggambarkan beberapa pandangan tentang ideology dalam pendidikan. saya melihat perbedaan yan sangat jelas antara ideologi politis public educator dengan industrial trainer. Publc educator mencoba untuk menawarkan konsep pendidikan yang demokratis sehingga terbuka atas kritik dan saran demi perbaikan pendidikan, sementara industrial trainer cenderung eksrim kanan, di mana terlalu positivistik dan apatis terhadap perubahan sistem pendidikan.

    ReplyDelete
  69. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dari tabel di atas dapat kita lihat bahwa di era globalisasi ini pergerakan suatu paham dari suatu negara ke negara lain terjadi secara pesat. Selain itu, perubahan juga terjadi di segala lini baik itu politik, budaya bahkan pendidikan dalam hal ini proses belajar, subyek belajar dan obyek belajar. Paul Ernest membagi peta pendidikan dunia berdasarkan lima ideologi yang menjadi karakter suatu bangsa. Paul Ernest juga mendiskripsikan bahwa politik pendidikan berkaitan langsung dengan ideologi pendidikannya.

    ReplyDelete
  70. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Politik dan Ideologi pendidikan yang diadaptasi dari Paul Ernest ini sangat bermanfaat. Para praktisi pendidikan selama ini banyak yang tidak menyadari tengah terlibat dalam suatu politik dan ideologi pendidikan. Umumnya orang memahami pendidikan sebagai suatu kegiatan yang selalu mengandung kebaikan dan bersifat netral. Tetapi dilihat dari tabel politics dan ideology of education diatas terlihat bahwa setiap pendidikan memiliki sifat yang berbeda tergantung dimana pendidikan tersebut diterapkan. Sehingga politik dan ideologi pendidikan juga memiliki ruang dan waktunya sendiri.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  71. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Sebenarnya hal ini sangat menarik untuk dapat mengetahui masing-masing hubungan antara politik dan juga ideologi pendidikan. Dari masing-masing di refleksikan sesuai dengan karakternya. Menurut saya elemen-elemen yang baik, terdapat pada klolom progresive educator, sehingga setiap komponen dalam ideologi pendidikannya dapat baik pula.

    ReplyDelete
  72. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam dunia pendidikan, ideologi dan politik memang tidak bisa lepas. Karena pada dasarnya dunia pendidikan memerlukan ideologi dalam memberikan pengarahan atau pengalaman kepada peserta didik. Selain itu, politik yang ada di dunia pendidikan memang juga sangat perlu salah satunya untuk memberikan motivasi bagi para penggiat politik untuk mengembangkan dunia pendidikan, namun, politik yang tidak hanya mementingkan diri mereka sendiri, namun politik yang bersih dari sifat egoisme.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  73. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita dapat mengetahui bahwa terdapat beberapa macam politik dan ideologi pendidikan apabila kita lihat tabel diatas. Kedudukan ideologi dan politik Indonesia diantara bangsa-bangsa adalah lebih ke arah pola karakteristik time line atau dengan kata lain perjalanan ideologi dan politik Pendidikan Indonesia mengakar atau membudaya

    ReplyDelete
  74. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menelaah dari tabel tersebut, menurut saya guru ideal adalah tipe public educator. Tujuan utama pendidikan adalah untuk membangun kehidupan peserta didik (construct their own live) atau dengan kata lain membuat peserta didik berdaya.

    ReplyDelete
  75. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sebenarnya saya dari dulu tidak tertarik dengan dunia politik. namun akhir-akhir ini saya mendengar bahwa dunia pendidik disalahgunakan untuk kepentingan berpolitik, menurut saya itu sangat tidak etis dan dapat menjadikan pendidikan di negara kita menjadi tidak jelas.

    ReplyDelete
  76. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Politik dan ideologi dalam pendidikan menurut saya adalah dua sudut pandang yang berbeda namun terdapat keterkaitan antar keduanya. Politik sebagai cara dalam berideologi akan berpengaruh terhadap pandangan seseorang akan sesuatu hal, yang dalam hal ini pendidikan. Sebagai contoh ideologi pendidikan tentang pembelajaran konvensional maka politiknya adalah metode ceramah, teacher centered, transfer knowledge, dsb. Jadi, setiap ideologi yang ada, akan mempengaruhi politik yang ada.

    ReplyDelete
  77. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Bila kita melihat tabel politics and ideology oof education yang dibuat oleh Paul Ernest di atas, bisa kita terka bahwa arah pendidikan Indonesia lebih condong ke arah demokrasi pendidikan. Namun demokrasi pendidikan ini masih sebatas menjadi cita-cita dibandingkan menjadi kenyataan. Hal ini bisa kita lihat bahwa dalam beberapa point atau indicator, pendidikan kita belum menjangkau atau belum memenuhi indicator tersebut. sehingga demokrasi pendidikan ini masih menjadi target yang ingin dicapai.

    ReplyDelete
  78. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof, anda mengingatkan saya kembali dengan peta pendidikan dunia oleh Paul Ernest juga yang telah diposting sebelum-sebelumnya. Disana kita bisa melihat bahwa arah pendidikan Indonesia lebih condong ke arah demokrasi pendidikan. Demokrasi merupakan ruh penting dalam Politik Indonesia. Sehingga Saya pun setuju jika bentuk pendidikan Indonesia saat ini masih condong pada industrial trainer, technological pragmatis dan old humanis. Sedangkan idealnya pendidikan di Indonesia haruslah pendidikan yang demokrasi, yaitu berada pada titik progresive educator dan public educator, dimana guru berdiri sebagai fasilitator dan siswa menjadi pusatnya. Melihat dari beberapa indikator, Pendidikan kita masih terbilang dalam kualitas yang rendah, dan belum indikator tersebut. Sehingga Indonesia masih membutuhkan proses yang amat panjang untuk mencapai target dan tujuan pendidikan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  79. Assalamualaikum Wr. Wb. Politik dan ideology tidak akan pernah bisa dipisahkan, terutama berbicara mengenai konteks pendidikan. Pada dasarnya, pendidikan itu politis karena ia mensyaratkan keberpihakan. Namun keberpihakan itu tergantung ideology yang dianut sebagai dasar pendidikan tersebut. Pendidikan yang berdiri di atas ideologi kapitalisme tentunya akan memiliki corak kapitalisme. Begitupun dengan ideologi-ideologi yang lain.

    ReplyDelete
  80. Siti Efiana
    S-1 Pendidikan Matematika I 2015
    15301241029

    Politik dan Ideologi Pendidikan menurut Paul Ernest ini sangat menarik, teori ini masih relevan meskipun dibuat 23 tahun yang lalu. Setelah saya membaca tabel tersebut, menurut saya, dalam konteks pendidikan alangkah baiknya kalau komponen pendidikan berpikir seperti Public Educator di mana mana siswa diharapkan mengonstruk sendiri pengetahuannya, berdiskusi, dan menghargai keragaman. Dalam mengajar pun menggunakan konteks sehari-hari dengan tujuan untuk mendekatkan materi itu ke dunia siswa dan agar siswa bisa mengetahui aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, hal ini dimaksudkan agar bisa lebih memahaminya. Selain itu, karena siswa telah disadarkan bahwa tujuan pendidikan adalah untuk membangun hidup mereka sendiri maka siswa pun bersemangat belajar demi masa depan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  81. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Terimakasih pak atas link yang dibagikan, dari tabel diatas tentang politik dan ideologi yang yang dikemukakan oleh Paul Ernest ada lima, akan tetapi yang sesuai dengan ideologipendidikan bangsa Indonesia dan sesuai dengan karakter bangsa serta kondisi bangsa Indonesia yaitu public educator.

    ReplyDelete
  82. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas, saya belajar bahwa ternyata ada banyak politik dan ideologi di dunia pendidikan. Filosofi di pendidikan matematika mempunyai banyak jenis sesuai kategorinya masing-masing. Hal ini bermanfaat bagi pendidik untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi peserta didik. Serta menjadi lebih bijaksana dalam menentukan metode dan model pembelajaran seperti apa yang sekiranya paling cocok jika diterapkan pada situasi dan kondisi tertentu.

    ReplyDelete
  83. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Politik dan ideologi pendidikan menurut Paul Ernest sangat menarik. Paul Ernest membagi peta tersebut kedalam lima ideologi yang mencerminkan karakter yang berbeda pada setiap bangsa. Dari itu dapat dilihat bahwa antara politik dengan pendidikan memiliki dua sudut pandang yang berbeda namun terlihat adanya keterkaitan antara keduanya.

    ReplyDelete
  84. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih Pak telah membagikan ilmu yang sangat bermanfaat. Menurut saya Politik dan Ideologi Pendidikan yang dicetuskan pada tahun 1995 oleh Paul Ernest ini sangat menarik. Diantara kelima teori yang ada pada tabel tersebut, tampak bahwa teori public educator adalah yang paling baik dengan ideologi pendidikan Indonesia karena sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  85. Yolanda Lourenzia Tankwele
    15301241033
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Politik dan Ideologi pendidikan yang dicetuskan oleh Paul Ernest dibagi menjadi 5 yang menunjukkan sifat atau karakter yang berbeda. dari kelimanya itu public educator seharusnya yang dimiliki oleh pendidikan di indonesia,namun seperti pada pembahasan peta 1 sampai 4 mengenai pendidikan dunia bahwa pendidikan di indonesia belum mencerminkan pendidikan seperti yang ada pada public educator.

    ReplyDelete
  86. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Politik dan ideologi pendidikan dari Paul Ernest pada tahun 1995, ada 5 yang disebutkan dalam tabel diatas. Antara lain industrial trainer, technological pragmantism, old humanis, progressive educator, dan public educator. Dari kelima tersebut, yang sesuai dengan pendidikan di Indonesia adalah public educator.

    ReplyDelete
  87. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pada table politics and ideology of education yang diadaptasi dari politik ideologi Paul Ernest tahun 1995 menyebutkan bahwa salah satu tujuan Pendidikan dilihat dari aspek pendidik yang yang progresif yaitu kreativitas. Seorang pendidik yang progresif akan membimbing siswa-siswinya supaya memiliki daya kreatifitas yang tinggi.

    ReplyDelete
  88. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Terimakasih banyak artikel nya prof. Dari tabel tersebut diketahui Paul Ernest membagi peta tersebut menjadi lima ideologi yang mencerminkan karakter yang berbeda. Dari itu dapat dilihat bahwa yang sesuai dengan pendidikan di Indonesia adalah public educator.

    ReplyDelete
  89. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2015


    Terimaksih Prof sudah membagikan ilmu tentang hubungan politik dan ideologi pendidikan di atas.
    Dari tabel di atas, saya belajar bahwa ternyata ada berbagai macam politik dan ideologi di dunia pendidikan. politik dan ideologi pendidikan menurut Paul Ernest dibedakan menjadi 5 yaitu industrial trainer, technological pragmantism, old humanis, progressivi educator, dan public educator. Menurut saya yang paling sesuai dengan Indonesia adalah public educator.
    Terimakasih.


    ReplyDelete
  90. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Politics dan Ideology of Education menurut Paul Ernest sangat ,emarik untuk dibahas. Menurut saya, table tersebut masih sesuai jika digunakan untuk sekarang. Di Indonesia, dalam hal pendidikan menurut saya masih pada tahap Old Humanism dan saat ini adalah proses untuk menuju progressive educator.

    ReplyDelete
  91. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Setelah membaca tabel politik dan ideologi pendidikan yang ditulis oleh Prof. Marsigit yang diadaptasi dari Paul Ernest (1995) tersebut, saya menjadi tahu bahwa setiap politik yang berlaku di suatu daerah/negara akan mempengaruhi ideologi pendidikan di daerah tersebut. Apabila kita mengaitkan dengan politik di Indonesia, yaitu demokrasi, tentunya harapannya bahwa ideologi pendidikan yang terjadi adalah "Public educator" di mana kedudukan dari seorang siswa adalah membangun pengetahuannya sendiri melalui kegiatan belajar ataupun melalui kegiatan berdiskusi/berkelompok. Lalu yang menjadi pertanyaan, sudah sesuaikah ideologi pendidikan di Indonesia saat ini?

    ReplyDelete
  92. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Salah satu hal yang menarik bagi saya pada tabel tersebut adalah mengenai jenis evaluasi yang diterapkan/berlaku pada politik demokrasi, yaitu berupa penilaian portofolio. Bahwa sepemahan saya ketika mengikuti perkuliahan peneilaian pendidikan matematika, portofolio merupakan bentuk khusus dari penilaian kinerja yang mencakup kumpulan hasil kerja/ produk siswa yang disusun secara sistematis selama periode/ waktu tertentu dan berdasarkan sekumpulan aturan/ petunjuk tertentu pula. Lebih lanjut, portofolio menyajikan evaluasi tentang capaian siswa dan menyediakan umpan balik (feed back) kepada siswa dan orang tuanya.

    ReplyDelete
  93. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih Prof atas ilmunya. Tabel dalam artikel prof Marsigit mengenai Politik dan ideologi pendidikan yang diadaptasi dari Paul Ernest tersebut menurut saya sangat menarik. Pada tabel tersebut, Ernest mengelompokkan ideologi pendidikan menjadi lima jenis yang dianggap mencerminkan karakteristik bangsa-bangsa di dunia. Dengan mengamati tabel tersebut saya menjadi tahu bahwa ternyata politik dan ideologi pendidikan memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete