Nov 2, 2015

Mengenal Filsafat Lebih Dalam

 Oleh Lia Agustina

http://justliy.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-filsafat-lebih-dalam-bagian-2.html

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prodi PEP
Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Kamis, 22 Oktober 2015
Pukul 07.30 – 09.10

Semakin lama aku semakin penasaran dengan filsafat, semakin lama semakin tinggi tingkat curiosity ku terhadap satu mata kuliah ini apalagi mata kuliah filsafat ilmu ini yang dibawakan oleh Prof. Marsigit secara unik dan dengan metode yang berbeda dari mata kuliah yang lain. Sekali lagi pada hari ini Kamis, 22 Oktober 2015 diadakan lagi tes jawab singkat yang menimbulkan kekesalan dan penyesalan yang mendalam setelah tes itu, banyak dari kami yang mendapatkan nilai Do Re Mi (1, 2, 3), dan nilai yang memalukan itu kami dapatkan karena ternyata kami belum bisa berpikir secara filsafat seperti Prof. Marsigit. Awal dari ilmu pengetahuan adalah pertanyaan.

Aku masih bingung tentang “Bagaimana secara filsafat memandang sebuah pengalaman? Dan pentingkah pengalaman itu?”. Aku ajukan pertanyaan ini terhadap Prof. Marsigit.

Dan seperti inilah jawabannya….

“Kita kadang memandang hanya dari satu sisi saja karena memang sifat manusia tidaklah sempurna tapi karena ketidaksempurnaan itulah kita bisa merasakan hidup ini, jika kita diberi satu saja kesempurnaan kita langsung saja tidak bisa hidup, misal kita diberi kesempurnaan mendengar, mendengar apapun yang ada dan yang mungkin ada langsung saja kita tidak bisa hidup, kita bisa mendengar siksa neraka misalnya. Itu barulah satu sifat saja, bayangkan manusia yang mempunyai bermilyar-milyar sifat. Maka itulah hebatnya Tuhan memberi ketidaksempurnaan kepada kita untuk hidup. Pengalaman adalah separuh dunia.

Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Karena ini olah pikir kita bisa praktik, praktiknya didalam laboratorium. Praktiknya filsafat, misalnya dengan bertanya dan memikirkan  bagaimana/apakah kita bisa hidup dengan pengalaman saja, dan bagaimana kita hidup dengan pikiran saja. Contoh, dokter yang melayani dengan radio. Hanya dengan mendengarkan keluhan pasien, ia bisa mendiagnosa penyakitnya dengan analisis dari pengetahuan yang telah ia miliki sebelumnya. Dokter ini menggunakan metode Analitik Apriori yaitu bisa memikirkan walaupun tidak melihat secara langsung objeknya. Hanya dari pengetahuan yang sebelumnya sudah pernah ia dapatkan. Sebaliknya seorang Dokter Hewan, yang ingin memeriksa seekor Sapi yang sakit, ia harus memeriksanya dan memberikan tindakan secara langsung barulah ia dapat memikirkan penyakit sapi tersebut, maka dokter itu menggunakan metode Sintetik a posteriori (kehidupan pengalaman).

Jadi, yang diatas, pikiran itu cenderung konsisten, absolut, koheren, analitik, dan berlaku hukum Identitas; jika derajatnya dinaikkan lagi menuju spiritual, dan dinaikkan lagi nilai kebenarannya dan nilai Identitasnya adalah tunggal (monoisme atau kuasa Tuhan). Jika ditarik kebawah, dunia pengalaman cenderung Sintetik a posteriori, yaitu dunianya yang nyata, konkret, dan bersifat Kontradiksi. Menurut Immanuel Kant, langit itu konsisten (para dewa, kakak terhadap adik, dosen terhadap mahasiswa, dll, semua tidak punya kesalahan). Semakin tinggi semakin kecil kontradiksi, sebenar benar yang tidak ada kontradiksi atau absolute adalah Tuhan. Semakin turun semakin besar kontradiksi, maka sebenar benar kontradiksi ada dalam predikatnya. Sebenar benar ilmu adalah sintetik a priori menurut Immanuel Kant. Ilmu mu akan lengkap dan kokoh jika bersifat sintetik a priori.  Contoh seni hanya untuk seni tidak untuk masyarakat maka itu hanyalah separuh dunia. Oleh karena itu timbullah Metode saintifik, mencoba itu Sintetik, dan menyimpulkan itu a priori.

Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Dengan kontradiksi lah bisa ada produk baru. Yang diatas jika ditarik kebelakang adalah selaras dengn hal-hal yang ada dalam pikiran. Benda pikir itu tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Itulah dunia pikiran, bersifat ideal, tetap, menuju kesempurnaan. Maka itu akan tersapu habis untuk semua tokoh filsafat yang berchemistry dengan pikiran mulai dari yang bersifat tetap (Permenides), rasionalisme (Descartes), Perfectionism, Formalisme, dll. Tapi itu adalah dunia transenden, semakin keatas semakin bersifat transenden atau beyond (dunianya para dewa).  Engkau adalah transenden bagi adikmu, ketua adalah transenden bagi anggotanya, dan subjek juga transenden bagi para predikat-predikatnya. Maka transenden adalah sifatnya para dewa, dan pengalaman/kenyataan adalah dunianya para daksa. Tapi di dalam kehidupan sehari-hari, kita menjumpai, uniknya, hebatnya, dan bersyukurnya dunia pendidikan itu karena kita mengelola, berjumpa serta berinteraksi dengan anak kecil.

Anak kecil adalah dunia bawah, dunia diluar pikiran, dunia konkret, dunia pengalaman. Ilmu bagi anak kecil bukanlah ilmu bagi orang dewasa. Mathematics is for mathematics, art is for art, science is for science, …dst itu adalah ilmunya orang dewasa (para dewa). Tapi untuk anak kecil, pameran seni tidak hanya untuk dipandang tapi harus bisa dipegang/disentuh karena itu adalah dunia anak. Hakekat ilmu bagi anak adalah aktifitas/kegiatan. Mendidik bukanlah suatu ambisi agar semua murid kita bisa seperti kita. Fungsi guru adalah memfasilitasi anak didiknya. Ada= potensi mengada= ikhtiar pengada= produk. Dunia mengalami dilema (anomaly) karena kekuatan pikir itu adalah hebat, kekuatan pikir memproduksi resep/rumus untuk digunakan, jika dinaikkan bisa menjadi postulat-postulat kehidupan. The power of mind  (Francis Bacon) bisa merekayasa pikiran bisa mengkonstruk konsep sebagai resep kehidupan. Dan hasilnya menakjubkan sehingga lahirlah peradaban. Jadi peradaban adalah produk dari the power of mind.”

Ada sebuah pertanyaan lagi yang muncul dari Tyas, yaitu “Bagaimana orang atheis berfilsafat? Bisakah? Seperti apa?”

Lalu seperti inilah jawaban dari Prof. Marsigit..

“Filsafat adalah dirimu sendiri. Tidak usah jauh-jauh sampai Yunani, yang aku sebut tadi yang absolute, ketika aku berdoa, aku adalah seorang spiritualis, so, my behave is as spiritualist.  Tapi, begitu ada pencuri, saya bersikap tegas, determinist, dan otoritarian. Maka demokratik, romantic, pragmatis itu tidak lain tidak bukan adalah dirimu sendiri, inilah yang disebut sebagai Mikrokosmis. Sedangkan makrokosmis adalah pikiran/pendapat para filsuf, ada sejarah dan tanggal lahirnya, dll. Oleh karena filsafat adalah dirimu sendiri maka sah-sah saja jika orang atheis mau berfilsafat. Filsafat peduli dengan ruang dan waktu, dan tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan melalui olah pikir. oleh karena itu bersifat kontekstual. Supaya hidup berbahagia itu harus berchemistry dengan kontekstual. Strukturnya jelas yaitu: material, formal, normatik, spiritual. Semakin ke atas semakin mengerucut. Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu. Karena jika engkau mengembarakn pikiranmu tanpa menetapkan hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, bisa jadi pikiranmu tidak akan bisa kembali. Itulah fenomena linear (lurus tak kerujung), maka orang yang hanya mengandalkan pikiran saja, hidupnya linear seperti garis lurus, tidak mengerti hidupnya akan berhenti sampai dimana, dan tidak bisa kembali (merefleksikan hidup=bersyukur). Namun jika hidupnya dituntun oleh spiritualitas maka pada setiap titiknya akan terjadi hermenitika kehidupan: pertama, fenomena menajam (dengan saintifik), fenomena mendatar (membudayakan), dan fenomena mengembang (konstruksi-membangun hidup)  Manfaat berfilsafat kita mampu menjelaskan posisi kita secara berstruktur dunia”.

Ada sebuah pertanyaan lagi yang muncul dari Ian Harum tentang Bagaimana cara filsafat untuk menjawab suatu pertanyaan.

Lalu seperti inilah jawaban dari Prof. Marsigit..

“Dunia itu berstruktur. Pagi-sore itu struktur dunia, laki-laki-perempuan adalah struktur dunia, logika-pengalaman itu struktur dunia. Kita harus bisa mengabstraksi (memilih) yang mana struktur yang dipakai untuk membangun perkuliahan ini. Perkuliahan ini menggunakan struktur pikiran para filsuf. Jadi dunia dan akhirat penuh dengan struktur (full of structure). Jadi, secara filsafat untuk menjawab sebuah pertanyaan, begitu ada pertanyaan di suatu tempat dengan kesadaran full of structure, maka pertanyaanmu itu terang benderang kedudukannya, dilihat dari berbagai macam kedudukan struktur. Misal, wadah itu ada dimana? Tergantung strukturnya, bisa siang bisa malam. Kelembutan, wadahnya perempuan, kesigapan, wadahnya laki-laki, dll. Wadah itu ada dimana-mana, yang engkau pikirkan, katakan, sebutkan itu adalah wadah sekaligus isi. Kenapa isi? Karena setiap yang engkau sebut itu mempunyai sifat dan engkau tidak dapat menyebut sesuatu dimana dia tidak mempunyai sifat. Maka sebenar benarnya dunia adalah penuh dengan sifat. Jadi, hidup adalah sifat itu sendiri, dari yang ada dan yang mungkin ada. Tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia.    


54 comments:

  1. Calva Ananta Dominikus Matutina
    13301241061
    Pendidikan Matematika I 2013

    Pengalaman akan memeberikan manfaat bagi diri kita apabila kita dapat dengan sadar mengolah pengalaman tersebut. Jika kita hanya sekadar menjalani / mengalaminya, maka tidak ada nilai-nilai di dalamnya yang dapat kita jadikan pelajaran bagi diri kita. Dan tidak akan ada pengetahuan baru yang kita dapatkan. Sehingga pengalaman dalam hal ini tidak membangun pengetahuan dalam diri kita. Maka perlu adanya usaha secara sadar untuk menyadari apa yang kita dapatkan dari pengalaman-pengalaman hidup kita.

    ReplyDelete
  2. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    pengalaman dari waktu ke waktu bisa membangun suatu struktur yang baik apabila kita bisa mengolah pengalaman-pengalaman tersebut. mengolah pengalaman tersebut menggunakan pikiran, kita harus berfikir mana pengalaman yang bisa bermanfaat kedepannya. oleh karena itu pengalaman dan pikiran harus berjalan dengan selaras untuk mendapat pengetahuan yang baru

    ReplyDelete
  3. Calva Ananta Dominikus Matutina
    13301241061
    Pendidikan Matematika I 2013

    Ketidaksempurnaan yang dimiliki manusia memang seringkali dijadikan permasalahan bagi manusia itu sendiri. Sedikit orang yang dengan sadar menerima apa yang menjadi keterbatasannya. Padahal seperti yang telah dijelaskan dalam postingan di atas, bahwa melalui keterbatasan itulah manusia dapat menjalani hidup dengan baik, tanpa harus terbebani dengan seluruh masalah yang ada di dunia jika seandainya memiliki kesempurnaan tersebut.

    ReplyDelete
  4. Berfilsafat selalu bersentuhan dengan logika. Berpikir, memahami, dan mempraktekkan adalah kuncinya. Dengan kata lain, berfilsafat bukanlah hanya berteori, melainkan justru menyangkutkan dan menerapkan supaya menjadi pengalaman praksis yang membuat kehidupan menjadi lebih baik.

    Dwi Margo Yuwono
    S3 PEP A

    ReplyDelete
  5. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Untuk mengenal filsafat lebih dalam, maka kenalilah siapa diri kita. Apa yang kita pikirkan. Karena filsafat itu adalah diri kita sendiri. Tengoklah apa yang sedang kita pikirkan. Apakah memberikan kebaikan atau keburukan untuk diri kita. Pilih salah satu dan jalani dengan penuh keikhlasan dan selalu melibatkan Tuhan dalam hidupmu.

    ReplyDelete
  6. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Saya juga memiliki takdir yang sama dalam memperoleh nilai tes filsafat dalam kelas Prof. Marsigit. Baru pertama kali tes, memperoleh nilai do. Dan setelah membaca 4 elegi termasuk elegi ini, barulah saya mulai memahami bahwa untuk berfilsafat bersama Prof. Marsigit adalah mendalami pemikiran prof.Marsigit, selanjutnya saya baru bisa membangun pikiran saya sendiri.

    ReplyDelete
  7. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    Jika saya tidak banyak membaca semua postingan Prof. Marsigit, artinya saya belum mendalami pemikiran Prof. Marsigit, oleh karena itu saya harus selalu mengada dalam blog ini untuk memperoleh pengada berupa tulisan/comment yang menjadi wujud dari pikiran saya.

    ReplyDelete
  8. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Filsafat adalah dirimu sendiri. Tidak usah jauh-jauh sampai Yunani, yang aku sebut tadi yang absolute, ketika aku berdoa, aku adalah seorang spiritualis, so, my behave is as spiritualist.” Saat kita melakukan dan berpikir tentang sesuatu maka saat itulah kita berfilsafat. Oleh karena itu disebutkan bahwa untuk berfilsafat tidak perlu jauh-jauh sampai Yunani, yang perlu kita lakukan adalah menggapai diri sendiri melalui logos.

    ReplyDelete
  9. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Dengan kontradiksi lah bisa ada produk baru.” Menurut pendapat saya, jika seseorang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan maka yang perlu dilakukan adalah mengembangkan pikiran dan pengalaman hidupnya.

    ReplyDelete
  10. Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    “Maka sebenar benarnya dunia adalah penuh dengan sifat.” Sifat ini berlaku bagi objek yang ada dan yang mungkin ada. Setiap yang ada memiliki bermilyar-milyar sifat yang jika disebut satu-satu tak akan cukup waktu kita untuk mengidentifikasinya. Sifat memiliki derajat dan tingkatan yang berbeda pula.

    ReplyDelete
  11. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat menyelidiki sebab dan asas segala yang ada dan yang mungkin ada guna menemukan sebuah kemaslahatan bagi alam semesta sekalian isinya.

    ReplyDelete
  12. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud dan bertujuan menyelidiki hakikat yang sebenarnya ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  13. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat adalah suatu ikhtiar untuk berpikir secara mendalam dan berusaha untuk menemukan kesimpulan- kesimpulan yang universal terhadap yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  14. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat adalah ilmu yang berusaha mencari sebab yang sedalam- dalamnya bagi gejala yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  15. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam tentang yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  16. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat adalah pandangan yang menyeluruh dan sistematis akan yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  17. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat adalah cara berpikir untuk mencari kebenaran dengan sedalam- dalamnya tentang hakikat yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  18. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat Islam adalah seluruh studi filosofis terhadap yang ada dan yang mungkin ada yang ditulis di bumi Islam.

    ReplyDelete
  19. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat Islam adalah suatu ilmu yang dicelup ajaran Islam dalam membahas hakikat kebenaran yang ada dan yang mungkin ada.

    ReplyDelete
  20. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat Islam adalah pemikiran-pemikiran filosofis yang tumbuh dan berkembang di negeri Islam tentang yang ada dan yang mugkin ada dan di bawah naungan negara Islam tanpa memandang agama dan bahasa pemiliknya.

    ReplyDelete
  21. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat Islam adalah pembahasan tentang yang ada dan yang mungkin ada yang disinari ajaran Islam.

    ReplyDelete
  22. SHALEH/PPs/PEP/2016/A
    16701261010
    Filsafat Islam adalah cara berpikir untuk mencari kebenaran yang sedalam- dalamnya tentang hakikat yang ada dan yang mungkin ada yang berasal dari prinsip- prinsip Islam

    ReplyDelete
  23. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. ini adalah sepenggalan jawaban prof marsigit terhadap pertanyaan yang sampaikan oleh lia Agusti.
    Maksud dari sepenggalan jawaban ini adalah untuk menjalani hidup yang lebih baik tentu harus memiliki pengetahuan, karena dengan pengetahuan itu kita dapat melakukan apa saja bergantung kemauan dan keinginan kita.

    ReplyDelete
  24. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    HIDUP ini sebuah misteri dan penuh rahasia! Manusia memiliki keterbatasan dalam memahami makna hidup. Pada umumnya, manusia tidak mengetahui banyak hal tentang sesuatu, yang mereka ketahui hanyalah realitas yang nampak saja(Q.S 30: 6-7).

    ReplyDelete
  25. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Beberapa syarat yang perlu dipahami dalam kategori ilmu pengetahuan, yakni sistimatis, general, rasional, obyektif, menggunakan metode tertentu, dan dapat dipertanggungjawabkan.

    ReplyDelete
  26. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP aA 2016

    Sistimatik; yajni ada urutan dari awal hingga akhir, dan ada hubungan yang bermakna antara bagian-bagian atau fakta satu dengan fakta lainnya yang tersusun secara runtut.

    ReplyDelete
  27. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    General, yaitu keumuman sifatnya yang bisa berlaku dimanapun (lintas ruang dan waktu denga keterbatasannya) berkaitan denga kadar kualitas yang standar

    ReplyDelete
  28. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Rasional, Maksudnya ilmu sebagaai pengetahuan ilmiah bersumber pada pemikiran rasional yang memenuhi kaidah-kaidah logoka.

    ReplyDelete
  29. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Pengujian atas pengetahuan ilmiah adalah penalaran yang betul-betul dan melalui perbincangan yang logis tanpa melibbatkan faktor-faktor nonrasional, seperti emosi sesaat dan kesenangan pribadi.

    ReplyDelete
  30. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Dengan demikian, maka ilmu pengetahuan merupakan hasil pemikiran yang rasional dan memenuhi kaidah-kaidah logika.

    ReplyDelete
  31. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Kaum rasional berpandangan bahwa pengetahuan yang dapat diandalkan bukan yang diturunkan dari dunia pengalaman melainkan dari dunia pikiran, dunia yang kita ketahui dengan metode intuisi rasional adalah dunia nyata.

    ReplyDelete
  32. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Obyektif, adalah apa adanya mengungkapkan realitas yang sesungguhnya bagi siapa saja. Suatu pengetahuan disebut obyektif bila pengetahuan itu dibimbing, baik pada tahap proses pembentukannya maupun pada tahap setelah selasai sebagai produk pengetahuan.

    ReplyDelete
  33. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Menggunakan metode tertentu dalam mempertanyakan obyek tertentu, mencari dan menemukan sesuatu sebagai kebenaran, dan secara terus menerus. Ilmu pengetahuan akan terus berkembang ketika ditemukan jawaban sekaligus memunculkan pertanyaan susulan dan terus mencari jawaban dari pertanyaa-pertanyan itu.

    ReplyDelete
  34. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Dapat dipertanggungjawabkan dengan menggunakan argumentasi logis rasional, apalagi jika telah melalui eksperimen yang berulang kali.

    ReplyDelete
  35. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Ada sebagian ahli yang berpendapat bahwa pengetahuan dengan ilmu adalah sama. Pengetahuan (knowlidge) bagi mereka tidak ubahnya sebagai ilmu (science), sehingga ilmu dengan pengetahuan tidak berbeda.

    ReplyDelete
  36. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Menurut Jujun S. Suriasumantri, Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang diketahui tentang obyek tertentu, termasuk didalamnya adalah ilmu. Dengan demikian, maka ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang diketahui manusia disamping berbagai pengetahuan lainnya, seperti seni dan agama.

    ReplyDelete
  37. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Secara ontologis, ilmu membatasi diri pada pengkajian obyek yang berada dalam lingkup pengalaman manusia, sedangkan agama memasuki daerah jelajah yang bersifat trnasendental yang berada di luar pengalaman manusia itu.

    ReplyDelete
  38. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Selama ini kita menjalani hidup di dunia ini terkadang ada yg menyibukan dirinya dengan Kehidupan dunia/akhirat,akan tetapi mungkin sebagian dari kita belum mengetahui arti dari kehidupan itu tersendiri.

    ReplyDelete
  39. Muhlis malak
    16701269003
    PEP A2016

    Alquran memberikan ajaran tentang arti hidup bahwa orang hendaklah menghubungkan dirinya secara langsung kepada Allah dengan cara melakukan hukum-hukum tertulis dalam Alquran, dan menghubungkan dirinya pada masyarakat sesamanya dalam melaksanakan tugas amar makrur nahi mungkar.

    ReplyDelete
  40. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Tujuan Hidup;
    Dalam Al Qur’an, Allah SWT menjelaskan bahwa kehidupan kini bukanlah akan berlalu tanpa akibat tetapi berlangsung dengan catatan atas semua gerak zahir dan batin yang menentukan nilai setiap indivisu untuk kehidupan konkrit nantinya di alam akhirat, dimana kehidupan terpisah antara yang beriman dan yang kafir untuk selamanya. Dan berlombalah kepada keampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya sama dengan luas planet-planet dan Bumi ini,dijanjikan untuk para muttaqien.

    ReplyDelete
  41. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Di Ayat yang lain, Allah SWT berfirman bahwa Sungguh kami ciptakan manusia itu pada perwujudan yang lebih baik. Kemudian kami tempatkan dia kepada kerendahan yang lebih rendah (QS 3/133). Kecuali orang-orang beriman dan beramal shaleh, maka untuk mereka upah yang terhingga (QS 95/4-6).

    ReplyDelete
  42. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Hidup adalah Ibadah;
    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat:56).
    inti dari ayat diatas adalah; arti hidup dalam Islam ialah ibadah. Keberadaan kita dunia ini tiada lain hanyalah untuk beribadah kepada Allah. Makna ibadah yang dimaksud tentu saja pengertian ibadah yang benar, bukan berarti hanya shalat, puasa, zakat, dan haji saja, tetapi ibadah dalam setiap aspek kehidupan kita.

    ReplyDelete
  43. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Hidup Adalah Ujian;

    Allah berfirman dalam Akquran (QS Al Mulk [67] : 2) yang artinya, “(ALLAH) yang enjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

    Allah akan menguji manusia melalui hal-hal sebagai berikut sesuai dengan QS Al Baqarah (QS. 2:155-156), yang artinya “dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”.”

    ReplyDelete
  44. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Orang yang berbahagia adalah orang yang faham untuk apa hidup di dunia ini, tidak semua orang paham tentang kehidupan di dunia ini, ibaratnya mereka memasuki suatu rumah tetapi mereka tidak tahu untuk apa memasuki rumah itu, apa yang harus dilakukannya dan bagaimana melakukannya dan apa yang digunakannya serta siapa yang harus diajak dalam rumah itu, sehingga mereka bingun harus berbuat apa, karena kebingungannya lalu mereka tesesat jalan yang pada akhirnya bermuara pada penderitaan hidup di dunia lebih di akhirat!

    ReplyDelete
  45. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Beberapa hal yang perlu dipahami tentang Hakekat Kehidupan (Hidup) :
    Pertama :
    Dalam Islam, tujuan hidup hanya mencari Ridho Allah (QS 98:5)

    Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus[1595], dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus

    ReplyDelete
  46. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Kedua :
    Peranan hidup sebagai kholifah (QS 2:30);

    Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

    ReplyDelete
  47. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Ketida:
    Tugas hidup mengabdi pada Allah (QS 51:56)

    Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

    ReplyDelete
  48. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016
    Keempat:
    Pedoman hidup adalah Alqur’an (QS 2;2)

    Al Quran, Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.

    ReplyDelete
  49. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Kelima:
    Teladan hidup adalah nabi Muhammad saw (QS 33:21)

    Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

    ReplyDelete
  50. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Keenam:
    Sahabat hidup(QS 49:10)

    Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamum endapat rahmat.

    ReplyDelete
  51. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Ketujuh:
    Alat hidup: (harta, tahta dan semua potensi) (QS 28:77)

    Dan carilah pada apa yang Telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah Telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

    ReplyDelete
  52. Muhlis Malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    Kedelapan:
    Musuh hidup; (syetan)(QS 36:60).

    Bukankah Aku Telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.

    ReplyDelete
  53. Muhlis malaka
    16701269003
    PEP A 2016

    dan yang terkhir, Kesembilan :
    Kesenangan Dunia (sementara)

    “Sesungguhnya kehidupan di dunia ini adalah kesenangan sementara, dan Sesungguhnya kehidupan akhirat adalah “daarul qoroor” rumah selama-lamanya” (QS 40:39).

    ReplyDelete
  54. Siska Nur Rahmawati
    16701251028
    PEP-B 2016

    Sebenar-benarnya hidup itu adalah dirimu sendiri yang selalu ikhlas dan mensyukuri apa yang terjadi pada hidupmu. Hidup memang tidak lepas dari kata sempurna. Ketidaksempurnaan itu akan memberikan pengalaman bagi kita untuk lebih ikhlas dalam menjalani kehidupan. Filsafat itu adalah dirimu sendiri. Filsafat membantu untuk lebih memahami dan mengenal siapa dirimu sebenarnya.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.