Nov 2, 2015

Mengenal Filsafat Lebih Dalam

 Oleh Lia Agustina

http://justliy.blogspot.co.id/2015/10/mengenal-filsafat-lebih-dalam-bagian-2.html

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Prodi PEP
Oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Kamis, 22 Oktober 2015
Pukul 07.30 – 09.10

Semakin lama aku semakin penasaran dengan filsafat, semakin lama semakin tinggi tingkat curiosity ku terhadap satu mata kuliah ini apalagi mata kuliah filsafat ilmu ini yang dibawakan oleh Prof. Marsigit secara unik dan dengan metode yang berbeda dari mata kuliah yang lain. Sekali lagi pada hari ini Kamis, 22 Oktober 2015 diadakan lagi tes jawab singkat yang menimbulkan kekesalan dan penyesalan yang mendalam setelah tes itu, banyak dari kami yang mendapatkan nilai Do Re Mi (1, 2, 3), dan nilai yang memalukan itu kami dapatkan karena ternyata kami belum bisa berpikir secara filsafat seperti Prof. Marsigit. Awal dari ilmu pengetahuan adalah pertanyaan.

Aku masih bingung tentang “Bagaimana secara filsafat memandang sebuah pengalaman? Dan pentingkah pengalaman itu?”. Aku ajukan pertanyaan ini terhadap Prof. Marsigit.

Dan seperti inilah jawabannya….

“Kita kadang memandang hanya dari satu sisi saja karena memang sifat manusia tidaklah sempurna tapi karena ketidaksempurnaan itulah kita bisa merasakan hidup ini, jika kita diberi satu saja kesempurnaan kita langsung saja tidak bisa hidup, misal kita diberi kesempurnaan mendengar, mendengar apapun yang ada dan yang mungkin ada langsung saja kita tidak bisa hidup, kita bisa mendengar siksa neraka misalnya. Itu barulah satu sifat saja, bayangkan manusia yang mempunyai bermilyar-milyar sifat. Maka itulah hebatnya Tuhan memberi ketidaksempurnaan kepada kita untuk hidup. Pengalaman adalah separuh dunia.

Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dan ini dinamik setiap hari. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Karena ini olah pikir kita bisa praktik, praktiknya didalam laboratorium. Praktiknya filsafat, misalnya dengan bertanya dan memikirkan  bagaimana/apakah kita bisa hidup dengan pengalaman saja, dan bagaimana kita hidup dengan pikiran saja. Contoh, dokter yang melayani dengan radio. Hanya dengan mendengarkan keluhan pasien, ia bisa mendiagnosa penyakitnya dengan analisis dari pengetahuan yang telah ia miliki sebelumnya. Dokter ini menggunakan metode Analitik Apriori yaitu bisa memikirkan walaupun tidak melihat secara langsung objeknya. Hanya dari pengetahuan yang sebelumnya sudah pernah ia dapatkan. Sebaliknya seorang Dokter Hewan, yang ingin memeriksa seekor Sapi yang sakit, ia harus memeriksanya dan memberikan tindakan secara langsung barulah ia dapat memikirkan penyakit sapi tersebut, maka dokter itu menggunakan metode Sintetik a posteriori (kehidupan pengalaman).

Jadi, yang diatas, pikiran itu cenderung konsisten, absolut, koheren, analitik, dan berlaku hukum Identitas; jika derajatnya dinaikkan lagi menuju spiritual, dan dinaikkan lagi nilai kebenarannya dan nilai Identitasnya adalah tunggal (monoisme atau kuasa Tuhan). Jika ditarik kebawah, dunia pengalaman cenderung Sintetik a posteriori, yaitu dunianya yang nyata, konkret, dan bersifat Kontradiksi. Menurut Immanuel Kant, langit itu konsisten (para dewa, kakak terhadap adik, dosen terhadap mahasiswa, dll, semua tidak punya kesalahan). Semakin tinggi semakin kecil kontradiksi, sebenar benar yang tidak ada kontradiksi atau absolute adalah Tuhan. Semakin turun semakin besar kontradiksi, maka sebenar benar kontradiksi ada dalam predikatnya. Sebenar benar ilmu adalah sintetik a priori menurut Immanuel Kant. Ilmu mu akan lengkap dan kokoh jika bersifat sintetik a priori.  Contoh seni hanya untuk seni tidak untuk masyarakat maka itu hanyalah separuh dunia. Oleh karena itu timbullah Metode saintifik, mencoba itu Sintetik, dan menyimpulkan itu a priori.

Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten, sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Dengan kontradiksi lah bisa ada produk baru. Yang diatas jika ditarik kebelakang adalah selaras dengn hal-hal yang ada dalam pikiran. Benda pikir itu tidak terhalang oleh ruang dan waktu. Itulah dunia pikiran, bersifat ideal, tetap, menuju kesempurnaan. Maka itu akan tersapu habis untuk semua tokoh filsafat yang berchemistry dengan pikiran mulai dari yang bersifat tetap (Permenides), rasionalisme (Descartes), Perfectionism, Formalisme, dll. Tapi itu adalah dunia transenden, semakin keatas semakin bersifat transenden atau beyond (dunianya para dewa).  Engkau adalah transenden bagi adikmu, ketua adalah transenden bagi anggotanya, dan subjek juga transenden bagi para predikat-predikatnya. Maka transenden adalah sifatnya para dewa, dan pengalaman/kenyataan adalah dunianya para daksa. Tapi di dalam kehidupan sehari-hari, kita menjumpai, uniknya, hebatnya, dan bersyukurnya dunia pendidikan itu karena kita mengelola, berjumpa serta berinteraksi dengan anak kecil.

Anak kecil adalah dunia bawah, dunia diluar pikiran, dunia konkret, dunia pengalaman. Ilmu bagi anak kecil bukanlah ilmu bagi orang dewasa. Mathematics is for mathematics, art is for art, science is for science, …dst itu adalah ilmunya orang dewasa (para dewa). Tapi untuk anak kecil, pameran seni tidak hanya untuk dipandang tapi harus bisa dipegang/disentuh karena itu adalah dunia anak. Hakekat ilmu bagi anak adalah aktifitas/kegiatan. Mendidik bukanlah suatu ambisi agar semua murid kita bisa seperti kita. Fungsi guru adalah memfasilitasi anak didiknya. Ada= potensi mengada= ikhtiar pengada= produk. Dunia mengalami dilema (anomaly) karena kekuatan pikir itu adalah hebat, kekuatan pikir memproduksi resep/rumus untuk digunakan, jika dinaikkan bisa menjadi postulat-postulat kehidupan. The power of mind  (Francis Bacon) bisa merekayasa pikiran bisa mengkonstruk konsep sebagai resep kehidupan. Dan hasilnya menakjubkan sehingga lahirlah peradaban. Jadi peradaban adalah produk dari the power of mind.”

Ada sebuah pertanyaan lagi yang muncul dari Tyas, yaitu “Bagaimana orang atheis berfilsafat? Bisakah? Seperti apa?”

Lalu seperti inilah jawaban dari Prof. Marsigit..

“Filsafat adalah dirimu sendiri. Tidak usah jauh-jauh sampai Yunani, yang aku sebut tadi yang absolute, ketika aku berdoa, aku adalah seorang spiritualis, so, my behave is as spiritualist.  Tapi, begitu ada pencuri, saya bersikap tegas, determinist, dan otoritarian. Maka demokratik, romantic, pragmatis itu tidak lain tidak bukan adalah dirimu sendiri, inilah yang disebut sebagai Mikrokosmis. Sedangkan makrokosmis adalah pikiran/pendapat para filsuf, ada sejarah dan tanggal lahirnya, dll. Oleh karena filsafat adalah dirimu sendiri maka sah-sah saja jika orang atheis mau berfilsafat. Filsafat peduli dengan ruang dan waktu, dan tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan melalui olah pikir. oleh karena itu bersifat kontekstual. Supaya hidup berbahagia itu harus berchemistry dengan kontekstual. Strukturnya jelas yaitu: material, formal, normatik, spiritual. Semakin ke atas semakin mengerucut. Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu. Karena jika engkau mengembarakn pikiranmu tanpa menetapkan hatimu/spiritualmu sebagai komandanmu, bisa jadi pikiranmu tidak akan bisa kembali. Itulah fenomena linear (lurus tak kerujung), maka orang yang hanya mengandalkan pikiran saja, hidupnya linear seperti garis lurus, tidak mengerti hidupnya akan berhenti sampai dimana, dan tidak bisa kembali (merefleksikan hidup=bersyukur). Namun jika hidupnya dituntun oleh spiritualitas maka pada setiap titiknya akan terjadi hermenitika kehidupan: pertama, fenomena menajam (dengan saintifik), fenomena mendatar (membudayakan), dan fenomena mengembang (konstruksi-membangun hidup)  Manfaat berfilsafat kita mampu menjelaskan posisi kita secara berstruktur dunia”.

Ada sebuah pertanyaan lagi yang muncul dari Ian Harum tentang Bagaimana cara filsafat untuk menjawab suatu pertanyaan.

Lalu seperti inilah jawaban dari Prof. Marsigit..

“Dunia itu berstruktur. Pagi-sore itu struktur dunia, laki-laki-perempuan adalah struktur dunia, logika-pengalaman itu struktur dunia. Kita harus bisa mengabstraksi (memilih) yang mana struktur yang dipakai untuk membangun perkuliahan ini. Perkuliahan ini menggunakan struktur pikiran para filsuf. Jadi dunia dan akhirat penuh dengan struktur (full of structure). Jadi, secara filsafat untuk menjawab sebuah pertanyaan, begitu ada pertanyaan di suatu tempat dengan kesadaran full of structure, maka pertanyaanmu itu terang benderang kedudukannya, dilihat dari berbagai macam kedudukan struktur. Misal, wadah itu ada dimana? Tergantung strukturnya, bisa siang bisa malam. Kelembutan, wadahnya perempuan, kesigapan, wadahnya laki-laki, dll. Wadah itu ada dimana-mana, yang engkau pikirkan, katakan, sebutkan itu adalah wadah sekaligus isi. Kenapa isi? Karena setiap yang engkau sebut itu mempunyai sifat dan engkau tidak dapat menyebut sesuatu dimana dia tidak mempunyai sifat. Maka sebenar benarnya dunia adalah penuh dengan sifat. Jadi, hidup adalah sifat itu sendiri, dari yang ada dan yang mungkin ada. Tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia.    


127 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sebenar-benar hidup ialah interaksi antara pengetahuan terdiri atas pengalaman dan logika yang terbagi secara merata. Filsafat merupakan dirimu sendiri atau yang disebut juga dalam berfilsafat mengandung arti bahwa berfilsafat mengandung hukum identitas. Kehidupan didunia penuh dengan struktur yang berhubungan dengan kedudukan manusia pada suatu waktu dimana wadah dan isinya. Wadah melingkupi apa yang sedang dipikiran manusia dan selalu bergantung pada isinya yaitu apa yang ada dalam pikiran manusia ketika menggunakan indra dalam memahami sebuah fenomena yang terjadi dalam kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    "Pengalaman adalah separuh dunia"
    Empat kata berjuta makna. Tidak salah bahwa pengalaman adalah guru paling baik. Dengan adanya guru dapat menambah wawasan ilmu yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Dengan banyaknya ilmu dapat memperkaya pengetahuan dengan cara membangunnya sendiri agar tidak spontan terlupakan begitu saja, namun ada kesan berupa pengalaman yang selalu mengingatkannya. Oleh karena itu membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda.

    ReplyDelete
  3. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    “Filsafat adalah dirimu sendiri"
    Siapa pun kita, dimana pun kita, dan bagaimana pun kita, sesungguhnya saya adalah diriku sendiri. Bagaimana saya berpikir, seperti itulah praktisnya, seperti itulah adanya saya. Maka dapat dikatakan pikiranmu adalah dirimu. Begitu juga dengan filsafat, filsafat adalah ilmu pikiran, bagaimana caramu berpikir, dari sudut pandang mana yang kamu ambil. Apakah mengambil sudut pandang yang mayoritas, minoritas, sesuai dengan pribadimu, pengetahuanmu, logikamu, atau mingkin sesuai dengan hatimu..

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya mengenal filsafat lebih dalam dapat menjadikan kita lebih dekat dengan Sang Pencipta, karena sifat filsafat yang merupakan olah pikir yang reflektif maka kita dituntut untuk merefleksikan filsafat yang di pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan meletakkan aspek spritual diatas segala-galanya maka filsafat yang mendalam melahirkan keimanan yang mendalam juga, semakin kita mengulik filsafat sampai keakar akarnya maka seiring hal tersebut akan meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Manusia yang dewasa sangat haus intelektual tentang apa yang diinderanya. Rasa penasarannya tersebut dituangkan ke dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan. Akibat dari keingintahuan terhadap objek yang terindera tadi muncul lah hasil pikiran-pikiran yang berupa konsep kehidupan, konsep yang ada dan yang mungkin ada, konsep ruang dan waktu, konsep Tuhan. Sebenarnya setiap manusia baik yang dewasa maupun yang belum dewasa memiliki rasa keingintahuan. Karena itu adalah bukti dia hidup. Sehingga, apabila dia hidup, maka dia penasaran tentang yang belum diketahui. Ketika dia penasaran, dia mencoba-coba, mengira-ngira dengan pikirannya untuk menterjemahkan apa yang menjadi jawabannya. Dalam pandangan saya, indera manusia yang paling utama adalah pikiran dan hatinya. Sehingga dengan indera tersebut lah manusia mendapatkan pengetahuannya. Cara manusia mendapatkan pengetahuannya bermacam-macam, jika digabungkan menjadi metode yang umum dan universal, maka cara tersebut disebut dengan berfilsafat.

    ReplyDelete
  6. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pengalaman sangat berpengaruh dalam membangun sebuah pengetahuan. Karena pengalaman menjadi separuh dasar dalam mebangun pengetahuan. oleh karenanya menggunakan pengalaman sangatlah penting. karena seperti pepatah yang pernah dikatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Hal ini benar.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tetap mempunyai sifat analitik, a priori yaitu sudah paham tapi belum pernah bertemu. Berubah mempunyai sifat sintetik, a posteriori yaitu bertemu terlebih dahulu lalu paham. Kant telah membuat jembatan di antara analitik dan sintetik ini, dia berusaha menggabungkan keduanya, yang dikenal sebagai sintektik apriori yaitu kita harus mempunyai pengalaman dan teori yang berasal dari akal sehingga hasil yang dihasilkan lebih valid kebenarannya.

    ReplyDelete
  8. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sependapat dengan Bapak bahwa “Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika”. Tanpa adanya pengalaman, sebuah pengetahuan tidak bisa dibangun dengan baik. Kesalahan-kesalahan masa lalu diperbaiki untuk membentuk pengetahuan yang lebih maju dari sebelumnya dengan memanfaatkan logika yang ada pada setiap zamannya.

    ReplyDelete
  9. Inung Sundari
    14301241011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kalimat terakhir postingan ini menyatakan bahwa tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia. Untuk menyadari betapa beragam dan kompleks, kita berfilsafat. Berfilsafat adalah mempraktikan pikiran dan memikirkan pengalaman. Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Dan berfilsafat merupakan suatu kegiatan membangun pengetahuan dalam rangka menyadari struktur dunia.

    ReplyDelete
  10. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Saya tertarik pada kalimat "Filsafat peduli dengan ruang dan waktu, dan tujuannya adalah memperoleh kebahagiaan melalui olah pikir."
    Namun dalam berfilsafat kita harus menentukan pola pikir kita ingin berpegang teguh kepada yang mana agar tidak terombang-ambing.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Filsafat itu berbicara tentang olah pikir, memunculkan apa yang mungkin ada menjadi ada. mencari struktur suatu dunia, memahami dirimu sendiri. Untuk dapat melakukan itu, membaca itu harus dilakukan, agar kita dapat memahami struktur ruang dan waktu dalam filsafat. Selain itu, memiliki pikiran yang terbuka juga perlu karena sebaik-baiknya kita saat ini, masih ada yang lebih tinggi dari kita. Dan seperti yang selalu ditekankan oleh pak marsigit,berfilsafat itu adalah lahan dari bersyukur.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam mengenal filsafat lebih dalam diperlukan pengkajian antara pemikiran dan pengalaman. pemikiran dan pengalaman dalam filsafat di gambarkan dalam 2 aliran filsafat yakni A priori dan A posteriori. A priori merupakan kemampuan memikirkan sesuatu walaupun belum melihat objek yang dipikirkan walaupunyang di pikirkan itu belum diketahui pastinya. Sedangkan a posteriori adalah kemampuan manusia memikirkan setelah sesuatu objek tersebut telah dialaminya diinilah kenapa aposteriori disebut sebagai pengalaman. misalnya batu sandung muncul ketika kita tersandung. Maka dari itu dalam memaknai filsafat lebih dalam diperlukan interaksi antara a priori dan a posteriori.

    ReplyDelete
  13. Suatu pengetahuan dibentuk atau dibangun dengan menngunakan perpaduan antara pengalaman dan rasio/logika. Sesuai dengan pikiran Immanuel Kant. Segala sesuatu yang ada bukan berasal dari rasio/logika saja atau pengalaman saja. Namun dari keduanya. Immanuel Kant mencoba menjadi penengah antara Descartes dan Hume atau antara rasionalisme dan empirisme. Kant mengenalkan sintetik apriori.

    ReplyDelete
  14. Empirisme ketika mengolah hasil pengamatan dilakukan secara analisis dan itu berarti menggunakan rasio atau logika. Kemudian rasionalisme ketika pengetahuannya dihasilkan tentu memerlukan bukti-bukti secara empiris. Ini menunjukkan bahwa empirisme dan rasionalisme sebenarnya saling terkait atau terhubung.

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Berfilsafat adalah mempraktikkan pikiran dan pikirkanlah pengalaman anda.hal ini berubah setiap harinya . Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Praktiknya filsafat, misalnya dengan bertanya dan memikirkan bagaimana/apakah kita bisa hidup dengan pengalaman saja, dan bagaimana kita hidup dengan pikiran saja. Kita harus bisa menyeimbangkan antara keduanya agar tidak terjadi kesenjangan. Antara teori atau pikiran dan pengalaman sanma-sama hal yang dibutuhkan dalam filsafat dan hal yang harus ada dalam kehidupan ini.

    ReplyDelete
  16. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya tertarik dengan pernyataan Bapak bahwa “Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika” ketika pengetahuan tanpa adanya pengalaman maka pengetahuan tersebut hanya numpang lewat dan tidak bertahan lama ketika pengetahuan itu tanpa adanya logika hanya ada pengalaman maka bsa jadi kita tidak dapat memilah pengetahuan yang masuk dan hanya pengetahuan itu itu saja yang kita tahu. Oleh karena itu dalam membangun pengetahuan diperlukan pengalaman dan logika.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Jika kita ingin memahami filsafat maka memang benar kita harus memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi. Dengan rasa keingintahuan yang tinggi maka kita akan tertarik untuk membaca membaca dan membaca sehingga kita akan memahami tentang filsafat dan dapat juga sedikit memahami pemikiran seorang filsuf. sehingga kita paham akan alur berfikir seorang filsuf.

    ReplyDelete
  18. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pandangan filsafat terhadap pengalaman. Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah mempraktikkan pikiran dan memikirkan pengalaman. Sebenar-benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Pikiran ada dalam analitik apriori sedangkan pengalaman ada dalam sintetik a posteriori. Dua hal yang sangat harmonis dalam hidup jika digunakan secara beriringan. Begitu dinamik irama yang terjadi setiap hari.

    ReplyDelete
  19. Ika AGustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Satu pertanyaan yang menarik perhatian saya adalah "Pentingkah sebuah pengalaman?". Menurut saya, pengalaman adalah guru yang efektif, karena dengan mempelajari pengalaman yang kita alami maupun orang lain alami, kita akan berfikir dua kali untuk melakukan hal yang sama dengan hal yang pernah dilakukan sebelumnya.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Saya pertama kali mengenal apa itu filsafat ketika mengikuti perkuliahan filsafat. Filsafat mengajarkan kita untuk memilah segala sesuatu tidak hanya dari satu sisi saja. Kit aharus melihat dari berbagai sudut pandang, sehingga kita tidak akan menjadi orang yang pici. Dengan belajar filsafat, saya mengetahui banyak sekali istilah yang belum pernah saya kenal sebelumnya. Karena saya menyukai sastra, maka ketika saya membaca tulisan-tulisan dalam blog ini yang berisi elegi-elegi, saya sangat kagum. Saya sangat berterimakasih kepada Bapak, atas ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya dan membuka pikiran saya.

    ReplyDelete
  21. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam mengenal filsafat lebih dalam diperlukan pengkajian antara pemikiran dan pengalaman. pemikiran dan pengalaman dalam filsafat di gambarkan dalam 2 aliran filsafat yakni A priori dan A posteriori. A priori merupakan kemampuan memikirkan sesuatu walaupun belum melihat objek yang dipikirkan walaupunyang di pikirkan itu belum diketahui pastinya. Sedangkan a posteriori adalah kemampuan manusia memikirkan setelah sesuatu objek tersebut telah dialaminya diinilah kenapa aposteriori disebut sebagai pengalaman. misalnya batu sandung muncul ketika kita tersandung. Maka dari itu dalam memaknai filsafat lebih dalam diperlukan interaksi antara a priori dan a posteriori.

    ReplyDelete
  22. Syafa'atun Muslimah
    14301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebenar-benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman. Begitu juga dengan membangun pengetahuan. Jika hanya separuh logika tanpa pengalaman maka belum seutuhnya pengetahuan. Oleh karena itu, mendidik harus sejalan antara pikiran dan pengalaman, harus memfasilitasi antara pikiran dan kegiatan, agar bisa mengkonstruk konsep sebagai resep kehidupan.

    ReplyDelete
  23. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Manusia memang tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan semata. Tetapi dengan ketidak sempurnaan itu, manusia bisa menikmati dan menjalani hidupnya. Keterbatasan melihat membuat kita bisa menikmati hidup, kita tidak akan bisa menikmati jika kita bisa melihat hal-hal yang menurut kita itu mengerikan

    ReplyDelete
  24. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Sebagai seorang guru kita juga harus mengetahui posisi anak yaitu di dunia bawah, dunia konkret, dunia pengalaman. Tetapi terkadang kita secara tidak sadar pernah memaksakan anak untuk memahami matematika layaknya seperti individu yang sudah dewasa. Banyak anak yang hanya menghafal rumus matematika tetapi tidak tahu penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka enggan/malas untuk belajar matematika.

    ReplyDelete
  25. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Tujuan filsafat seperti yang dijelaskan dalam refleksi saudari Lia adalah menyadari stuktur dunia. Dunia itu berstruktur. Pagi-sore itu struktur dunia, laki-laki-perempuan adalah struktur dunia, logika-pengalaman itu struktur dunia. Contoh yang mungkin sudah pembaca tahu, 4 x 6 = 24, akan tetapi 4 x 6 bisa menjadi 2.500 ketika seseorang akan mencetak foto. Jadi dalam menjawab pertanyaan haruslah memperhatikan dari struktur mana yang digunakan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  26. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Pengetahuan yang kita perolah adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka dalam berfilsafat adalah dengan memikirkan pengalaman dan mempraktekkan pikiran, pengalama akan mendukung kita dalam masalah yang terlihat, sedang sesuatu yang ada di pikiran akan membantu mengatasi masalah yang tidak secara langsung kita hadapi

    ReplyDelete
  27. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Mendidik bukan untuk menjadikan murid bisa seperti guru, tetapi agar murid bisa mengalami pengalamam yang seharusnya didapat sesuai umur mereka dengan dibantu atau difasilitasi oleh guru. Anak tidak hanya bisa mengamati dan dijelaskan, tetapi juga diberi pengalaman secara langsung atau dapat menyentuh contooh benda nyatanya

    ReplyDelete
  28. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terkadang saat menemukan sebuah pertanyaan, kita menemukan kebingungan-kebingungan, padahal bisa jadi dari pertanyaan tersebut, kita dapat mengetahui kedudukan terhadap kedudukan strukturnya. Keterbatasan manusia terkadang membuat kita tidak mengetahui tentang kedudukan sebuah pertanyaan sehingga menimbulkan kebingungan.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih banyak Pak Prof. Marsigit. Share dari refleksi perkuliahan ini. Setelah kami (saya) baca hal yang sangat menarik bagi saya adalah tentang pengalaman. Mendengar istilah pengalaman ini saya teringat dengan nama John Locke (1632-1704). Dia berpendapat bahwa jika pikiran diibaratkan sebagai kertas puti maka ide-ide di pikiran itu terbentuk dari “pengalaman” (Hardiman,2007:77). Dalam pengalaman tersebut pengetahuan mendapatkan dasarnya dan darinya pengetahuan diturunkan.

    Terima kasih banyak atas share refleksi yang sangat menginspirasi ini.

    ReplyDelete
  30. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    Pendidikan Matematika A pps

    Dengan filsafat saya menjadi biasa dengan kebingungan-kebingungan. Saya tahu kalau saya bingung. Tetapi mebiasakan diri dengan kebingunan itulah saya dapat mengatasi kebingungan saya. Kebingungan bukan menjadi problemnya melainkan jawaban-jawaban yang akan memunculkan problem problem baru tersebut. Menurut saya ini adalah suatu proses yang tiada akhir. Jadi pertanyaan-pertanyaan yang akan mucul tidak sepenuhnya akan terjawab, seperti mendekati tapi tidak akan pernah sampai

    ReplyDelete
  31. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof, Selamat malam.
    Jujur Prof, setelah membaca tulisan “Mengenal Filsafat Lebih Dalam” pikiran saya semakin kacau dan bingung dengan filsafat. Tapi saya masih ingat betul apa yang Prof katakan.”Sebingung-bingungnya pikiran itu adalah ilmu, asalkan bukan hati yang bingung karena hati yang bingung adalah bisikan setan.” Kebingungan itu akhirnya menuntun saya pada aktivitas “mencari.” Belum lama saya membaca buku tentang Filsafat Ilmu Pengetahuan. Di buku tersebut dijelaskan bahwa objek filsafat membahas segala sesuatu yang ada. Ilmu pengetahuan termasuk sesuatu yang ada, sehingga ketika berbicara ilmu pengetahuan, berarti kita sedang berfilsafat. Saya baru memahami kebingungan dalam pikir yang didasari keteguhan dalam hati membuat kita terus mencari solusi akan kebingungan dalam pikir tersebut.

    ReplyDelete
  32. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Semoga dengan berfilsafat kita bisa memaknai pentingnya berpikir, manfaat-manfaatnya dan sebagai sarana yang membedakan manusia dari makhluk lain dengan tujuan utama mendorong manusia untuk berpikir dan membantu kita mengetahui tujuan penciptaan diri dan agar manusia mengagungkan ilmu dan kekuasaan Allah yang tak terbatas.

    ReplyDelete
  33. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postigannya Pak. Penjelasan Bapak mengenai ketidaksempurnaan manusia sekali lagi mengingatkan saya untuk selalu bersyukur. Manusia diberi ketidaksempurnaan dalam pendengaran karena Tuhan berkehendak hamba-Nya mendengar hal yang sesuai dengan kapasitasnya. Manusia diberi ketidaksempurnaan dalam penglihatan karena Tuhan mengetahui dan mau hamba-Nya melihat yang sesuai dengan kapasitasnya. Tuhan selalu memberikan apa yang manusia butuhkan,bukan inginkan. Semoga kita termasuk hamba yang senantiasa bersyukur.

    ReplyDelete
  34. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C
    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam beberapa artikel yang saya baca memang selalu mengatakan dan selalu mengingatkan tentang Spiritual dari diri kita sendiri. Hal tersebut merupakan penyampaian yang sangatlah berharga bagi diri saya pribadi dan bagi orang lain yang memang secara perlahan ingin mulai memahami apa itu filsafat. Saya selalu berfikir. Memang pada dasarnya makhluk Alloh yang paling sempurna memang Rosululloh Muhammad SAW sehingga Alloh SWT memerintahkan kita untuk selalu mencontoh Beliau karena suri tauladan dan akhlaqnya yang memang paling baik dari seluruh umat manusia di dunia ini dari zaman dahulu sampai zamah berakhir. Seperti halnya dijelaskan dalam Q.S Al Ahzab Ayat 21 yang artinya “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri tauladan yang baik bagimu yang mengharap (rahmat) Alloh dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Alloh”. Sehingga dalam berfilsafat saya berharap akan selalu berada pada jalan yang memang di ridhoi Alloh SWT dan selalu berada di dalam ajaran Nabi Muhammad SAW.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  35. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih Bapak atas postingannya. Menurut saya, postingan di atas menjelaskan bagaimana sudut pandang filsafat terhadap sesuatu. Misalnya, filsafat memandang pengalaman sebagai hal yang penting untuk memperoleh pengetahuan. Tanpa pengelaman dan pemikiran, pengetahuan tidk akan ada. Kemudian, dalam kondisi apapun, kita harus tetap rendah hati, berpedoman pada ajaran agama kita, dan sertakan selalu Allah dalam aktifitas kita. Karena seperti pepatah berikut ini "usaha tanpa doa adalah sombong, doa tanpa usaha adalah bohong".

    ReplyDelete
  36. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pengalaman adalah separuh dunia. Kutipan ini menarik karena ilmu tanpa pengalaman akan menjadi sia-sia. Bila kita selalu memandang sesuatu hanya dari satu sisi, kita tak pernah tau bagaimana pengalaman orang yang memandang dari sisi yang lain. Kekurangan yang kita miliki juga bukan hambatan untuk memperoleh pengalaman. Misalnya, orang yang tidak bisa mendengar meletakkan telapak tangannya di speaker sehingga ia bisa merasakan beat musik yang sedang diputar. Ia juga ingin memiliki pengalaman merasakan musik.

    ReplyDelete
  37. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060

    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Mengutip dari jawaban Bapak yaitu "Tetapkanlah hatimu sebagai komandanmu sebelum engkau mengembarakan pikiranmu." membuat kita menyadari bahwa memiliki prinsip baik dalam hal agama dan karakter yang tangguh itu sangat penting. Ibaratnya jika daya tahan tubuh kita kuat, meskipun dekat dengan orang yang sedang terkena flu pun kita tidak akan tertular flu tersebut. Akan tetapi, ketika daya tahan tubuh kita lemah, maka meskipun kita tidak dekat-dekat pun kika akan tertular. Terimakasih.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend. Matematika B 2017

    Yang dapat saya simpulkan dari postingan ini bahwa sebenarnya filsafat itu luas, tergantung darimana sudut pandang kita. Semua orang bisa berfilsafat, tidak ada yang salah. Ketika kita bingung akan sesuatu, maka berfilsafatlah dengan baik, dengan bagaimana hati kita ingin memandang sesuatu tersebut. Berfilsafatlah lebih dalam, agar kita benar-benar yakin akan hati dan fikiran kita kita.

    ReplyDelete
  39. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya setuju bahwa segala yang ada di dunia ini tidaklah sempurna termasuk manusia. Dalam berfilsafat pun pasti akan muncul berbagai macam paham yang berbeda-beda. Manusia memahami filsafat dari sisi yang berbeda-beda dan hanya dari sebagian sisi saja karena sifat ketidaksempurnaan manusia. Tetapi ketidaksempurnaan itu merupakan anugerah Tuhan kepada kita. Karena jika satu saja manusia diberi kesempurnaan, maka ia tidak lagi bisa hidup. Karena manusia tidak sempurna, tetapi ketidaksempurnaan manusia itu menjadikan manusia hidup atau menemukan hidupnya.
    Saya tertarik dengan jawaban Pfor. Marsigit tentang bagaimana cara filsafat untuk menjawab suatu pertanyaan. Dunia itu berstruktur, maka tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia. Sedangkan di dalam kuliah filsafat digunakan struktur pikiran para filsuf sedagai acuannya. Saya sangat setuju karenajika kita menjawab suatu pertanyaan menurut filsafat, mau tidak mau kita mengacu pada suatu paham atau bahkan beberapa paham dari para filsuf. Jika kita menjawab hanya dengan penalaman saa maka itu belum cukup disebut berfilsafat. Karena sebenar-benar berfilsafat adalah yang bereferensi pada pemikiran filsuf. Dan kita tidak hanya cukup belajar tentang pemikiran seorang filsuf saja, melainkan filsuf-filsuf lain yang terlibat atau memiliki hubungan dengan salah satu filsuf tersebut.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  40. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak.
    Hidup manusia penuh dengan problematika yang harus dihadapi. Terkadang saya bimbang dalam menghadapi setiap masalah. Setelah saya membaca postingan Bapak, saya menyadari pentingnya belajar filsafat untuk mengatasi masalah kehidupan. Dengan berfilsafat maka manusia berpikir tentang struktur-struktur yang ada di dunia yang akan membantu manusia dalam masalah kehidupan.

    ReplyDelete
  41. Nama: Tri Wulaningrum
    NIM: 17701251032
    PEP B (S2)

    Refleksi perkuliahan. Selesai membaca postingan ini, penuh pertanyaan dalam pikiran saya. Sudahkan saya melakukan refleksi?
    Pada postingan ini, saya semakin bingung dan semakin sadar betapa kurangnya pengetahuan saya untuk mengikuti alur postingan di atas. Apakah saya salah jika saya melihat ada dimensi ruang dan waktu, ada kontradiksi pada tulisan di atas? Yang jelas, ada banyak hal yang harus saya cari tahu.

    ReplyDelete
  42. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Dari postingan kali ini yaitu tentang mengenal filsafat lebih dalam, saya tertarik dengan pertanyaan yang diajukan oleh penulisnya sendiri yaitu Lia Agustina. Ia menanyakan bagaimana secara filsafat memandang sebuah pengalaman dan pentingkah pengalaman itu.
    Berdasarkan jawaban Pak Prof. adalah bahwa untuk membangun pengetahuan dibutuhkan separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda. Dari jawaban tersebut tersirat makna bahwa pengalaman itu penting dalam membangun pengetahuan. Dari pengalaman kita dapat mengetahui dan mempelajari banyak hal sehingga akan membentuk suatu pengetahuan baru.
    Akan tetapi, jika hanya mengagungkan pengalaman, juga tidak akan bisa membangun pengetahuan. Pengetahuan akan terbentuk jika diiringii dengan logika berpikir. Jadi, yang sebenar-benar hidup adalah intraksi antara pikiran dan pengalaman.

    ReplyDelete
  43. Shelly Lubis
    17709251040
    Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Saya ingin mengomentari bahwa saya sangat setuju bahwa ketidaksempurnaan yang kita miliki ini sebenarnya adalah anugerah. Bayangkan jika ingatan kita sempurna, maka dari sejak kita lahir hingga saat ini, tiap detik kita ingat dengan jelas, otak kita tidak akan mampu menyimpan bermilyar pangkat bermilyar memori yang telah kita jalani selama hidup.
    Alhamdulillah kita diberikan anugerah LUPA.

    ReplyDelete
  44. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Saya tertarik sekali bahwa benar di dunia ini tidak ada yang sempurna. Kesempurnaan itu hanya milik Allah semata, kita sebagai manusia biasa hanya bisa memperdalam keyakinan kita bahwa di dalam kehidupan ini kita hanyalah sebagai pion allah dalam melakoni skenario yang telah di susun-Nya dengan sedemikian indahnya. Maka dari itu mulailah kita mempertebal IMTAQ dan memperdalam ilmu kita baik di bidang ilmu dunia maupun ilmu religius spritual kita untuk mempersiapkan dunia yang abstrak untuk diliat mata di kemudian hari.

    ReplyDelete
  45. Nama : Latifah Fitriasari
    NIM : 17709251055
    Kelas : PM C (S2)

    Terhadap ketidaksempurnaan itu, kita justru butuh menyadarinya, mengakuinya dan memahaminya. Karena kesadaran, pengakuan dan pemahaman melahirkan penerimaan terhadap diri sendiri. Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan manusia. Karena dengan ketidaksempurnaan itu, manusia harus hidup saling membantu dan saling menolong satu sama lainnya.

    ReplyDelete
  46. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Filsafat merupakan ilmu yang luas. Mempelajari filsafat sama dengan mempelajari hal yang ada dan yang mungkin ada. Berdasarkan pertanyaan yang ada di tulisan Bapak, memang benar bahwa pengetahuan itu dibangun dari pengalaman dan logika. Jika dihubungkan dengan filsafat, maka pengetahuan filsafat itu bisa bersumber dari pengalaman-pengalaman hidup sesorang serta logika yang dipikirkannya. Namun itu belum cukup, karena setiap manusia memiliki jutaan pengalaman yang berbeda dan pikiran yang berbeda pula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ilmu filsafat sangat luas.

    ReplyDelete
  47. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Sungguh manusia diciptakan berbeda-beda agar saling melengkapi satu sama lain dalam suatu sistem kehidupan. Melengkapi kebutuhan hidup yang setiap orang akan bergantung pada orang lain. Sebagai makhluk sosial menerima keberagaman adalah sebuah hal yang penting agar tercipta kedamaian.

    ReplyDelete
  48. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Banyak sekali hal yang baru saya ketahui dalam ilmu filsafat melalui artikel-artikel bapak. Ternyata filsafat bukan hanya memandang suatu hal berdasarkan pandangan duniawi saja tetapi dari segala sudut pandang yang pada akhirnya bersyukur adalah salah satu kata yang saya rasa paling tepat atas semua yang telah dikaruniakan oleh sang pencipta.

    ReplyDelete
  49. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C

    Saya setuju bahwa mengenai ketidaksempurnaan pada manusia itu adalah sebuah anugrah. Dengan ketidaksempurnaan itu membuat manusia saling membantu dan menolong satu dengan yang lainnya. Salah satu contohnya dari sisi lupa, saat teman kita lupa membawa penggaris ke sekolah, padahal saat itu membutuhkan penggaris, maka kita bisa meminjaminya.

    ReplyDelete
  50. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PMat C

    menanggapi pertanyaan dan jawaban yang pertama, saya menggarisbawahi "manusia tidaklah sempurna, dan karena ketidaksempurnaan itulah manusia bisa hidup". mungkin hanya segelintir orang saja yang memahami hal ini, sehingga banyak orang-orang di luar sana yang mengejar kesempurnaan dengan segala cara. padahal sepakat dengan pak marsigit bahwa kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Pengalaman diibaratkan sebagai separuh dunia. Dari pengalaman kita harusnya belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Pepatah mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik, sebaik-baik manusia ialah yang dapat belajar dan mampu berkaca dari pengalaman yang telah dilalui.
    WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  51. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PMat C

    Agama dan akal memang harus berjalan beriringan, demi terjalinnya keharmonisan dalam hidup. Seorang yang mendewakan pikiran dan mengasampingkan agama akan pincang, sebaliknya agama yang berjalan tanpa akal pikiran akan buta seperti yang disampaikan oleh Albert Einstein. Istilah fenomena linear merupakan istilah yang baru bagi saya. ada kasus dimana orang islam yang mengkaji lebih dalam mengenai agama, perbandingannya dan sebagainya tanpa memperkuat pondasi spiritualnya ikut terbaawa arus hingga keluar dari islam (murtad). Namun sebaliknya, orang-orang non islam yang memeluk agama islam saat mengkaji sains dan keajaiban-keajaiban di dunia lantas menghubungkannya dengan sisi spiritualitas atau menghubungkannya dengan kekuasaan tuhan. Oleh karenanya benar bagi kita untuk menyelaraskan akal pikiran dan spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari kita. Wallahu a'lam.

    ReplyDelete
  52. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Wa’alaikumsalam Wr. Wb.
    Seperti kata bapak waktu pertemuan di kelas, landasan yang paling kokoh yaitu landasan spiritual. Jangan sampai kita membiarkan pikiran kita tanpa landasan, berbahaya. Kalau tidak ada landasan, seperti halnya layang-layang kalau tidak diikat akan pergi kemana-mana tidak akan bisa kembali. Kacaunya pikiran jangan sampai membuat kacaunya hati.

    ReplyDelete
  53. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Filsafat adalah diri sendiri, sehingga tentunya setiap orang bisa berfilsafat. Menarik menurut bapak bahwa menetapkan hati sebagai komandan sebelum mengembarakan pikiran. Karena jika mengembarakan pikiran tanpa menetapkan hati/spiritual sebagai komandan, maka bisa jadi pikiran tidak akan bisa kembali. benar sekali bahwa spiritual dalam berfilsafat sangat penting, karena merupakan pondasi dalam kehidupan dan bisa menuntun ke jalan yang benar.

    ReplyDelete
  54. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    S2 Pendidikan Matematika Kelas B

    Saya sangat setuju, bahwa ketidaksempurnaan adalah suatu anugerah. Manusia diciptakan berbeda-beda dan dengan ketidaksempurnaan. Dengan demikian, maka sejatinya manusia diciptakan untuk saling menolong, saling melengkapi, saling mengingatkan, selalu belajar, selalu berusaha menjadi lebih baik untuk bisa menciptakan kehidupan yang harmonis, tentunya tanpa ada rasa sombong dalam setiap diri manusia.

    ReplyDelete
  55. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih Prof Marsigit atas postingan di atas. Kali ini kita berbicara mengenai filsafat lebih jauh. Ini pertama kali nya saya memahami tentang filsafat. Pikiran yang semula tidak terbebani, sekarang harus beradaptasi dengan mata kuliah ini. Dari postingan diatas, sangat menarik dan membuat saya semakin penasaran apa itu filsafat dan penting kah seseorang memiliki filsafat diri. Pada dasar nya, dari pertemuan pertama dengan prof Marsigit, saya hanya dapat menangkap bahwa filsafat adalah dirimu sendiri, yang jelas berbeda dengan orang lain. Sehingga, filsafat setiap orang pasti berbeda-beda tergantung dengan kualitas pengalaman hidup dan pengetahuan yang ia miliki. Filsafat seringkali dikaitkan dengan segala sesuatu yang dipikirkan oleh manusia,yang tidak pernah ada habisnya. Namun demikian, filsafat diri seseorang haruslah memiliki pedoman dan berpegang teguh dengan pedoman itu agar tetap pada jalur yang benar dan wajar. Mulai dipahami bahwa filsafat adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam tentang sesuatu sampai akar-akarnya, sesuatu yang terbatas maupun yang tak terbatas. Sehingga, untuk mempelajari filsafat, seseorang akan mengalami kemudahan dan kesulitan yang beragam, tergantung bagaimana cara ia memandangnya dan memahaminya. Semoga dengan membaca artikel-artikel postingan Prof Marsigit, saya mampu memiliki filsafat diri yang kuat sebagai salah satu idealisme diri.
    Wassalamu’alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  56. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum wr.wb. dan
    Selamat Siang,

    Setelah membaca artikel ini, saya tertarik dengan ungkapan “Praktikkanlah pikiran, dan Pikirkanlah Pengalaman”. Pikiran jika hanya ada dalam otak saja tidak diutarakan, dan laksanakan tidak akan menjadi pengetahuan bagi kita dan pengalaman-pengalaman sebelumnya yang sudah kita alamipun jika tidak diingat, hayati dan pikirkan hanya akan berlalu begitu saja dan tidak akan menjadi pengetahuan serta bermanfaat kita. Namun dalam bertindak juga tidak boleh hanya berlandaskan pikiran saja atau pengalaman saja, karena seperti yang telah dijelaskan pada postingan “Peradaban Dunia” kita tidak boleh sombong dengan hanya mendewa-dewakan pikiran saja atau pengalaman saja. Sehingga dalam bertindak haruslah berdasar pada pikiran dan pengalaman. Sekian dan terima kasih, mohon maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
    Selamat Siang dan
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  57. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    “Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda” adalah satu kalimat yang saya kutip dari jawaban Prof Marsigit dari pertanyaan “Bagaimana cara filsafat memandang sebuah pengalaman? Pentingkah pengalaman itu?” Saya telah membaca postingan mengenai a priori dan a posteriori. Yang satu mengutamakan pengetahuan, dan yang lain mengutamakan pengalaman. Namun sebenarnya yang terbaik adalah kombinasi dari keduanya. Seorang mahasiswa pendidikan yang telah selesai kuliah teori tentang pendidikan namun tidak memiliki pengalaman mengajar akan kesulitan ketika harus menghadapi siswa. Seorang yang menjadi guru tanpa mengetahui dasar teori tentang pendidikan dan siswa tidak akan dapat menghadapi siswa dengan baik. Oleh karena itulah keduanya sama-sama dibutuhkan. Tentu saja pengalaman sangat penting, namun pengetahuan atau dasar teori juga tidak kalah penting. Seseorang yang bijak akan bertindak atau mengambil sikap sesuai dengan apa yang diketahuinya dan yang pernah dialaminya.Itulah kesimpulan saya.

    ReplyDelete
  58. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs P.Mat B 2017
    Assalamu'alaikum wr wb

    Setiap orang bisa berfilsafat, karena pada dasarnya filsafat itu sendiri bisa diperoleh dari pengalaman. "Pengalaman adalah guru terbaik". Maka sudah selayaknya kita sebagai insan yang diberi akal dan pikiran, semestinya kita belajar dari pengalaman, sehingga kita tidak melakukan keselahan yang sama di masa depan. Pengetahuan tanpa pengalaman pasti akan lenyap apabila kita tidak membagikan atau mengamalkan pengetahuan tersebut. Pengalaman tanpa pengetahuan juga akan sia-sia apabila kita tidak mengambil ibrah(pelajaran) terhadap yang telah terjadi.

    ReplyDelete
  59. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Manusia dalam memikirkan sesuatu terkadang hanya melihat dari satu sudut pandang, karena memang begitulah manusia jauh dari kesempurnaan. Sebabnya jika manusia memiliki satu saja sifat kesempurnaan maka hidup manusia tidak akan damai. Oleh karenanya bersyukurlah atas ketidaksempurnaan yang kita miliki. Dalam memperoleh pengetahuan berfilsafat kita harus menggabungkan antara pengalaman dan pikiran Karena dari dua kombinasi tersebut terbentuklah pengetahuan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  60. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Terima kasih pak atas tulisannya. Ada satu pertanyaan yang masih mengganjal bagi saya di bagian paragraf ini
    “Kita kadang memandang hanya dari satu sisi saja karena memang sifat manusia tidaklah sempurna tapi karena ketidaksempurnaan itulah kita bisa merasakan hidup ini, jika kita diberi satu saja kesempurnaan kita langsung saja tidak bisa hidup, misal kita diberi kesempurnaan mendengar, mendengar apapun yang ada dan yang mungkin ada langsung saja kita tidak bisa hidup, kita bisa mendengar siksa neraka misalnya. Itu barulah satu sifat saja, bayangkan manusia yang mempunyai bermilyar-milyar sifat. Maka itulah hebatnya Tuhan memberi ketidaksempurnaan kepada kita untuk hidup. Pengalaman adalah separuh dunia.

    dari paragaraf ini disimpulkan bahwa manusia adalah makhluk yg tidak sempurna, tapi bukankah manusia itu sempurna?
    contohnya dengan kita tidak bisa mendengar semua suara, tidak bisa melihat semua hal, bukankah itu sebuah kesempurnaan? lalu apa sebenarnya definisi dari kata sempurna? terima kasih

    ReplyDelete
  61. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca refleksi ini membuat saya semakin sadar dan mampu melihat sejauhmana pengetahuan saya terkait dengan ilmu filsafat. Pertemuan minggu lalu saat diadakan tes jawab singkat di kelas saya mendapatkan nilai nol. Nilai yang saya peroleh dapat diinterpretasikan bahwa saya belajar filsafat masih dalam proporsi mengalahkan ego saya namun saya belum dapat berpikir secara filsafat. Saya merasa masih banyak yang belum saya tahu dalam ilmu filsafat. Bagi saya, penting sekali memiliki kemauan untuk terus belajar. Dengan belajar, yang semula tidak tahu akan menjadi tahu. Saya juga masih melatih diri untuk mengkombinasikan antara pengalaman dan pikiran saat mempelajari suatu hal.

    ReplyDelete
  62. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Belajar filsafat itu adalah memperoleh pengetahuan dengan ikhlas mengolah pikir dan mengolah pengalaman, karena keduanya saling melengkapi. Apa yang kita pikirkan kita cobakan dan apa yang kita alami kita pikirkan, maka kita akan memperoleh suatu kesimpulan dengan seimbang dan tidak berat pada salah satu. Seperti itulah hidup, kita harus seimbang antara logika pikir dan hati. Dalam berfilsafat yang berarti megolah pikir, kita harus meneguhkan hati dan selalu menjaganya agar hati mampu menjadi pegangan pikir yang senang berkelana sehingga dia tahu jalan pulang. Sebenarnya hal itu tidak hanya saat berfilsafat namun saat kita menuntut ilmup egetahuan di bidang apapun.

    ReplyDelete
  63. Nama : I Nyoman Indhi Wiradika
    NIM : 17701251023
    Kelas : PEP B

    Sebuah diskusi perkuliahan yang tampak menarik, saya mengamati seluruh pertanyaan mahasiswa di atas adalah wujud dari pemikiran yang menghidupkan filsafat. Namun, yang paling menarik perhatian saya adalah pertanyaan dari Ian Harum tentang Bagaimana cara filsafat untuk menjawab suatu pertanyaan. Saya sangat sepakat dengan pernyataan Prof. Marsigit tentang struktur dan kesadaran. Filsafat adalah kemampuan manusia dalam melihat tanda-tanda, kemudian tanda-tanda tersebut lahir dari sebuah struktur. Tanpa kesadaran, tentu pikiran kita tidak akan bisa melihat struktur-struktur yang abstrak secara jernih.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    "Dunia itu Berstruktur" pada postingan diatas ungkapan tersebut digambarkan dengan siang-malam, laki-perempuan, dll. Istilah lain yang mungkin sesuai dengan istilah diatas adalah "setiap alam itu berpasang-pasangan" sebagaimana firman Allah SWT Dalam QS. Ar-Rad ayat 3 yang artinya : "Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan". Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa semua ciptaan itu (buah yang pasang-pasangan, siang-malam, dll) sebagai tanda bagi orang yang berfikir. Karena filsafat adalah olah fikir maka orang yang berfilsafat semestinya bisa memahami tanda-tanya kebesaran tersebut.

    ReplyDelete
  65. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Tuhan memberikan ketidaksempurnaan kepada manusia untuk hidup. Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Hal itu karena Tuhan memberikan anugrah kepada manusia sesuai dengan kebutuhannya. Saat manusia diberi kesempurnaan dalam mendengar dan membuatnya dapat mendengar seluruh volume suara yang ada dialam ini, maka orang itu akan tereliminasi dari tatanan kehidupan ini. Sebaliknya, seorang yang mempunyai pendengaran yang kurang (tuna rungu) dapat menjalani kehidupan dengan bahagia. Itu karena, orang tersebut pandai mensyukuri nikmat yang Tuhan berikan. Oleh karena itu, kita harus bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Tuhan lebih tahu apa yang kita butuhkan. Terimakasih.

    ReplyDelete
  66. Devi Nofriyanti
    17709251041
    Pps UNY P.Mat B 2017

    terkadang saya berpikir kenapa sesuatu itu terjadi, kenapa Allah memberikan takdir seperti ini, dst. Manusia memang memiliki keterbatasan (tidak sempurna), nmaun tidak banyak orang yang mneyadari bahwa ketidaksemppurnaan itu adalah hal yang sempurna untuk individu tersebut. seperti yang penah bapak katakan bahwa manusia itu tidak sempurna dalam kesempurnaan dan sempurna dalam ketidaksempurnaan. dengan belajar filsafat, saya jadi paham bahwa tidak semua hal harus berjalan dengan sempurna. terkadang Allah merencanakan sesuatu karena itu adalah yang terbaik untuk individu tersebut. tugas kita (saya) debagai hamba Allah harus banyak-banyak bersyukur atas semua karunia yang telah diberikan-Nya.

    ReplyDelete
  67. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas postingannya. Dengan postingan ini saya memperoleh informasi bagaimana cara mahasiswa pada jurusan yang berbeda dengan saya menanggapi atau menerima pembelajaran yang diberikan oleh bapak marsigit.

    Postingan ini menceritakan bahwa dunia ini terdiri dari pikiran dan pengalaman. Jika pengalaman saja atau pikiran saja maka kita hanya setengah hidup. Segala sesutau sebagai objek pikir dan objek pengalaman itu tidak akan ada artinya jika tanpa doa dan kerendahan hati. Seseorang yang rendah hati akan merasa dirinya selalu kekurangan dalam pengetahuan sehingga dia akan selalu ingin belajar dan belajar guna menyempurnakan kehidupannya. Seimbang antara pikiran dan pengalaman.

    ReplyDelete
  68. Junianto
    17709251065
    PM C

    Seperti Prof sampaikan bahwa filsafat adalah diri sendiri. Ketika menjawab soal jawab singkat dari Prof hampir semua mahasiswa mendapatkan nilai 0, hal ini mengandung makan bahwa mahasiswa belum paham apa yang Prof sampaikan/ jelaskan. Di sisi lain, benar apa yang Prof sampaikan bahwa nilai nol juga mengindikasikan kebenaran filsafat adalah menurut Prof sendiri. Sesuatu yang benar menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Tetapi, tuga sebagai seorang mahasiswa adalah belajar dan terus belajar.

    ReplyDelete
  69. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "Mendidik bukanlah suatu ambisi agar semua murid kita bisa seperti kita. Fungsi guru adalah memfasilitasi anak didiknya"
    Hal yang dikemukakan Bapak sama seperti dasar filsafat yang sering bapak kemukakan di kelas. Sebenar-benarnya filsafat adalah dirimu sendiri. Akan sangat baik jika calon pendidik memahami hal ini. Setiap anak memiliki pemahamanannya sendiri, dan amat baik jika guru tak membentuk pikiran anak melainkan memfasilitasi anak untuk mengembangkan pikirannya sendiri.

    ReplyDelete


  70. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024

    Assalamualaikum Wr.Wb setelah membaca postingan tentang refleksi perkualiahan dengan judul “mengenal filsafat lebih” bahwa menyadarkan kami bahwa apakah selama perkuliahan ini kami sudah benar-benar dapat belajar dan memahami tentang filsafat itu sendiri. Sebenarnya kami belum yakin Prof apakah kami sudah masuk dalam proses berfilsafat, setiap pertemuannya kami mencoba untuk mengikuti irama berfikir secara filsafat dan Alhamdulillah terkadang kami dapat menemukan irama berfikir itu dan kadang masih bingung, tetapi hal tersebut tidak memadamkan semangat kami untuk terus belajar Prof. Terima kasih Prof. Mohon bimbingannya.

    ReplyDelete
  71. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Kalimat dari Pak Marsigit yang selalu saya ingat bahwa sebenar-benarnya pikiranmu adalah dirimu sendiri. Satu kalimat tetapi memiliki makna yang luas. Yang saya tangkap dari kalimat tersbeut adalah semua pikiran yang ada dalam diri kita akan mencerminkan seluruh perilaku yang kita akan lakukan. Oleh karena itu tingkat pengetahuan seseorang akan mempengaruhi pemikirannya yang akan berdampak pada perilakunya. Selain itu untuk menjadi orang yang lebih baik selalu senantiasa membaca dan membaca karena dari membaca tersebut kita kan menyadari bahwa pengetahuan yang kita miliki hanyalah sebagian kecil dari pasir yang ada di pantai, padahal seperti yang tadi disampaikan bahwa pengetahuan akan mempengaruhi pemikiran dan akan berdampak pada perilakunya.

    ReplyDelete
  72. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jawaban Profesor yang membuat saya dapat lebih memaknai hidup adalah bahwa kita harus bersyukur diberi ketidkasempurnaan oleh Tuhan. Karena jika kita diberi kesempurnaan satu saja, maka hidup kita justru tidak akan tenang. Padahal satu orang saja memiliki sifat yang sangat banyak. Jadi tidak pantas lah jika kita meminta kepada Tuhan agar diberi kesempurnaan. Syukuri apa yang sudah kita punya, tetapi tetap jangan lupa untuk terus selalu berusaha agar menjadi sosok yang lebih baik lagi terutama dalam hal urusan dunia maupun akhirat.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  73. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Tulisan ini ternyata juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering dijadikan sebagai kuis dan membuat saya dan sebagian besar teman-teman mendapatkan nilai nol. Banyak istilah-istilah filsafat yang belum saya ketahui saat itu. Mengaitkan tulisan ini dengan materi perkuliahan narasi besar dunia, sebenar-benar ilmu pengetahuan adalah gabungan antara a priori dengan sintetik a priori, dimana pikiran dan kehidupan pengalaman sama-sama memiliki kedudukan yang sama dan sama pentingnya. Akan tetapi, yang terpenting dalam berfilsafat adalah menyikapi filsafat dengan dunia transenden yang baik. Saat posisi kita di atas tetap rendah hati dan saat posisi kita berada dibawah tetap jangan berkecil hati karena sebenar-benar hidup adalah yang paham ruang dan waktu, dapat beradaptasi dalam segala situasi.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  74. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Begitu pentingnya pengalaman terutama dalam belajar matematika bagi anak-anak. Pengalaman merupakan hal yang sangat penting karena dalam dunia anak-anak adalah dunianya pengalaman. Dan hakekatnya ilmu bagi anak-anak adalah aktivitas, bukanlah suatu teori. Pengalaman adalah bentuk yang nyata dan konkrit bagi mereka, mereka belum mampu untuk berpikir yang abstrak. Maka untuk mengajarkan 1 + 1 kepada anak tidak langsung 1+1=2, melainkan dicontohkan dengan segala yang ada dalam dunianya, contohnya dengan memisalkan satu buah jeruk + satu buah apel, keduanya tidak bisa dikatakan 2 buah apel atau pun dua buah jeruk karena memiliki jenis yang berbeda. Oleh sebab itu, pentingnya pengalaman bagi mereka adalah untuk membangun intuisinya.

    ReplyDelete
  75. Manusia yang Allah ciptakan dengan berada diantara kesempurnaan dan ketidaksempurnaan, yang memiliki banyak sifat, yang kesemuanya bercampur menjadi satu dalam diri manusia, yang memiliki banyak pengalaman baru di setiap detik selanjutnya dalam hidupnya yang Allah anugerahi otak untuk berfikir, maka bagi manusia yang mampu menggunakan kesemuanya itu maka orang itulah yang mampu mendapatkan dan membangun pengetahuannya yang sebenar-benarnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  76. Hidup ini haruslah seimbang, seseorang yang hanya mengandalkan olah pikirnya di dunia tentang dunia maka akan tersesat saat di dunia karena tidak ada yang menjadi pengingat dia tentang batasan dunia, seseorang yang hanya memikirkan hati tanpa menggunakan pikirannya un bisa tersesat, dia tak mampu untuk berinteraksi dengan manusia lain, jadi hidup itu haruslah seimbang antara pikiran dan hati. Spritualisme akan mengingatkan pikiran apa yang menjadi batasan yang dilakukan dan dipikirkan dalam dunia.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  77. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Dalam belajar filsafat kita bisa mengetahui sebenar-benarnya filsafat adalah olahpikir, jadi ketika kita belajar fisafat walaupun dengan orang yang sama, apa yang kita pelajari belum tentu sama. Karena dengan berfilsafat kita akan selalu berpikir, mempelajari dengan cara memikirkan tentang suatu hal, dan dalam setiap manusia akan mempunyai pemikiran yang berbeda. jadi proses belajar filsafat tidak akan pernah berhenti selama kita masih selalu mengunakan pemikiran kita. Karena proses pemikiran akan terus berlanjut sesuai dengan kemajuan jaman.

    ReplyDelete
  78. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Setelah mamahami jawaban Prof Marsigit terhadap pertanyaan bagaimana seorang Atheis berfilsafat, saya dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa filsafat adalah diri kita sendiri, yang berarti bagaimana cara kita berfilsafat secara tidak langsung akan membentuk karakter kita baik atau buruk, tinggi atau rendah, kanan atau kiri kita sendiri yang menentukan dan dipengaruhi darimana dan kapan kita memandang suatu keadaan. Jadi Filsafat seorang atheis adalah filsafat yang mengarahkan dirnya ke suatu kesimpulan bahwa spriritual adalah suatu yang tidak masuk akal dan menggangap Tuhan itu tidak ada

    ReplyDelete
  79. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita terkadang memang hanya memandang dari satu sisi saja karena ketidaksempurnaan merupakan kodrat kita sebagai manusia, dengan segala kekurangan yang kita miliki membuat kita menjadi bisa merasakan apa itu hidup ataupun tidak melihat apa apa. Kita bisa hidup dangan pengalaman saja atau bahkan dengan pikiran saja namun sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara pikitan dan pengalaman.

    ReplyDelete
  80. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb


    Tuhan terkadang menghadirkan suatu kemistrinya agar manusia dapat penasaran, berpikir dan merenung tentang hidup.Menimbulkan pertanyaan-petanyaan dan dugaan mengapa sesuatu itu diciptakan bergandengan dan mengapa tak sendiri.Karena rasanya sendiri akan sepi jika tidak ada yang menenamani sehingga diciptakan berpasang-pasangan supaya menimbulkan kelengkapan.Layaknya keburukan dan kebaikan, benar dan salah dan sebagainya.Maksudnya untuk membangun sebuah pengetahuan maka dibutuhkan dua sisi yaitu separuh pengalaman dan separuh logika jika hanya satu sisi yang lebih mendominasi maka belumlah dikatakan pengetahuan.

    ReplyDelete
  81. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Filsafat adalah diri kita sendiri, apa yang kita pikirkan apa yang kita lakukan. Dalam kehidupan hendaknya pikiran dan pengalaman berjalan secara beriringan, sebagaimana disebutkan dalam tulisan ini bahwa dalam berfilsafat seseorang harus mempraktikkan pikiran sekaligus memikirkan pengalaman. Sebagus apapun pemikiran yang kita miliki apabila tidak dipraktikkan sama halnya dengan sesuatu yang kosong atau tidak ada artinya. Oleh sebab itu sebaik - baik pemikiran adalah yang dapat dipraktikkan untuk kebaikan. Sementara itu, untuk mempraktikkan sebuah pemikiran seseorang membutuhkan pengalaman mengenai apa yang akan dipraktikkan. pengalaman ini tentu tidak harus dari pelaku, namun bisa juga dari pengalaman orang lain.

    ReplyDelete
  82. Efi Septianingsih
    Prodi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
    Kelas B
    17701251013

    Mungkin saya ada Anomali apakah saya bisa menggapai elegi-elegi dalam bersifat atau tidak
    Setidaknya saya belajar mengejar ketinggalan saya dalam proses walaupun sulit untuk benar2 berfilsafat karena filsafat bisa ada berdasarkan Fisafat diri sendiri
    SemangArt membaca

    ReplyDelete
  83. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, filsafat pada intinya adalha berpikir secara mendalam dan luas agar dapat memahami sesuatu dan dibalik sesuatu. Tentusaja dalam memahami sesuatu dan dibalik sesuati diperlukan rasa keingintahuan. Rasa keingintahuan adalah sarana belajar yang sangat menarik. Hanya diri sendiri lah yang mampu mendorong seseorang untuk ingin tahu. Karena filsafat dan paradigma didalam dirinya membisikinya lah yang menjadi sebab seseorang memiliki rasa ingin tahun. Filsafat dalam diri seseorang membuat hidupnya akan penuh warna dan menyemangatinya dalam kehidupan dan mampu membuat orang tersebut lebih bijaksana dalam bersikap dan bertindak dan mengambil keputusan.

    ReplyDelete
  84. Firman Indra Pamungkas
    PM C 2017 / 17709251048

    Terdapat dua hal yang berbeda di alam ini, baik itu objek secara nyata maupun objek pikiran. Dalam kuliah bersama Bapak Marsigit selalu menyampaikan bahwa ada dua kelompok yaitu langit dan bumi. Langit membahas hal-hal yang pasti, absolut, ideal, sama, dan lain-lain. Sedangkan bumi membahas tentang ketidakpastian, relatif, nyata, berbeda, dan lain-lain. Segala yang ada dipikiran kita menjadi sesuatu yang ideal dan itu adanya di langit. Dan praktik/ kenyataannya adalah dunia. Akan tetapi, terkadang yang ada di duniapun akan menjadi langit bagi yang lain. Begitu juga yang ada di langit bisa jadi dunia untuk langit yang lain.

    ReplyDelete
  85. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Sebagai seorang calon guru kita harus memahami tugas seorang guru. Tugas seorang guru bukanlah menjadikan murdi- murid kita mengikuti kita dibelakang, tetapi membuka jalan untuk murid- murid kita. Karena mendidik bukanlah suatu ambisi agar semua murid kita bisa seperti kita. Sebagai seorang guru, kita harus bisa membuat murid kita menemukan jalannya sendiri, bukan mengikuti kita. Jika kita berjalan, maka murid kita tidak harus berjalan, ia bisa jadi berlari kencang, ia bisa jadi berenang mengarungi lautan, ia bisa jadi terbang menembus awan. Karena setiap siswa itu unik dan memiliki karakteristik yang berbeda. Maka tugas seorang guru adalah memfasilitasi siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  86. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    "bagaimana proses filsafat? FIlsafat adalah dirimu sendiri."
    Saya meyakini bahwa filsafat adalah diri sendiri, hal ini selalu menjadi dasar bagi saya ketika mulai mengenal filsafat. Setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Tak ada proses yang benar-benar sama, walaupun memiliki pendapat yang sama dan saling mendukung. Proses itu akan terus berlangsung hingga akhir hayat.

    ReplyDelete
  87. Latifah Fitriasari
    17709251055


    Sesuatu abstraksi yang kita terjemahkan sebagai sesuatu yang sudah kita anggap jelas itu disebut dengan mitos. Sedangkan pengalaman – pengalaman dari kita terus menterjemahkan suatu abstraksi. Sebagai contoh jika kita menterjemahkan secara serta merta bahwa bunga mawar merah sebagai lambang percintaan anak muda maka itu adalah mitos. Itulah hubungan menterjemahkan dan diterjemahkan antara sebagian dunia dengan dunia lain yang ada dalam pikiran kita. Demikian sehingga jika kita ingin menggapai dunia seutuhnya maka kita perlu yang namanya abstraksi yang dapat kita terjemahkan secara sadar supaya kita dapat menggapai dunia seutuhnya

    ReplyDelete
  88. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Bagaimana kamu menjelaskan sesuatu dan berfilsafat karena itu. Jika dikaji lebih mendalam, dengan filsafat memiliki manfaat bagi peradaban dunia. Karena filsafat adalah oleh pikir sehingga menghasilkan produk dari buah pemikirannya. Selain itu filsafat memiliki tujuan untuk mengenal struktur dunia. Seseorang yang dapat menempatkan dirinya sesuai dengan ruang dan waktunya menandakan bahwa ia mampu menjelaskan posisinya secara berstruktur dunia. Hal ini menandakan bahwa tujuan filsafat adalah menyadari struktur dunia dapat diresapi oleh mereka yang mengerti bahwa dunia itu berstruktur. Sehingga pada akhirnya keharmonisan dapat terjadi dalam hubungan masyarakat.

    ReplyDelete
  89. Metia Novianti
    17709251021
    PPs PM A 2017

    Dalam berfilsafat, kita melakukan olah pikir tentang suatu objek yang ada dan yang mungkin ada secara menyeluruh. Kita sebaiknya mempelajari dan memahaminya dari berbagai aspek. Kita berfilsafat dengan mengimplementasikan pikiran dan pengalaman kita melalui tindakan-tindakan yang akan mencerminkan diri kita sendiri. Dalam berfilsafat juga kita harus bisa menempatkan diri sesuai dengan ruang dan waktu, dengan begitu kita dapat menyadari peran kita.

    ReplyDelete
  90. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Tuhan memberi ketidaksempurnaan untuk manusia agar manusia dapat hidup. Sungguh sempurna ciptaan Allah itu. Misalkan saya memiliki pnglihatan yang sempurna, mungkin saya akan ketakutan dan tidak dapat hidup dengan nyaman. Karena saya dapat melihat wujud angin dan udara, misalnya. Atau bahkan saya melihat kuman-kuman yang berterbangan dan menempel pada benda-benda di sekitar. Sungguh Allah adalah pencipta yang paling baik.

    ReplyDelete
  91. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Di setiap perkuliahan saya selalu mendengar bahwa filsafat itu ruang pikirmu sendiri. Dulu saya beranggapan bahwa filsafat itu hanya milik tokoh-tokoh ilmuwan. Ternyata filsafat juga bersifat aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi saya selalu ingat dengan pesan Prof. Marsigit yang selalu mengatakan pikiran boleh kacau, tetapi jangan kacaukan hatimu.

    ReplyDelete
  92. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs P.Mat C

    filsafat merupakan pikiran kita sendiri, semua yang ada dikehidupan dapat dihubungkan dengan filsafat, pertanyaan-pertanyaan seputar kehidupan dapat terjawab dengan menggunakan pemikiran filsafat. kita bebas mengekspresikan pemikiran kita mengenai suatu hal. menurut saya filsafat merupakan bapak dari semua ilmu, karena jika benar-benar memahami filsafat, semua permasalahan yang ada dapat terjawabkan dengan filsafat.

    ReplyDelete
  93. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setelah membaca refleksi perkuliahan oleh Mbak Lia Agustina(Biasanya saya memanggil Mb Ling-ling), saya jadi sadar bahwa manusia memang ditakdirkan untuk memiliki banyak kekurangan dan lekat dengan ketidaksempurnaan. Dengan adanya ketidaksempurnaan ini seharusnya kita bersyukur karena, jika Tuhan menyempurnakan 1 sifat saja dari diri kita malah hidup kita tidak tenang, kita akan mengalami ketakutan-ketakutan karena kita bisa tahu semuanya. Terlebih lagi kita memiliki sifat satu milyar pangkat satu milyar banyaknya. Hal ini tentu tidak akan berdampak baik.

    ReplyDelete
  94. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Belajar filsafat membutuhkan pemahaman dan penalaran yang baik. Mengapa demikian?. Karena untuk memahami filsafat yang bahkan yang sederhana saja, harus dipahami dalam waktu yang lama. Apalagi memahami filsafat secara mendalam. Hal ini pasti akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit dan menguras tenaga yang banyak. Namun lebih dari itu semua, pasti bisa untuk dipahami, seperti yang telah Pak Marsigit lakukan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  95. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Dalam berfilsafat masing-masing orang berbeda. Sesuatu yang menurut seseorang salah, belum tentu salah juga dalam pandangan orang lain. Pendapat seseorang itu bersifat relatif, bisa benar bisa juga salah tergantung dari mana sudut pandang kita melihatnya. Setelah mengikuti perkuliahan Prof Marsigit saya menjadi lebih memahami bahwa benar belum tentu dan salah juga belum tentu salah.

    ReplyDelete
  96. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Kita terkadang memang hanya memandang sesuatu dari satu sisi saja karena ketidakmampuan dan ketidaksempurnaan merupakan kodrat kita sebagai manusia. Dengan segala kekurangan yang kita miliki membuat kita menjadi bisa merasakan apa arti hidup. Kita hidup hanya dengan pengalaman saja, atau bahkan sengan pikiran saja namun sebenar-benarnya hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman.

    ReplyDelete
  97. Junianto
    PM C
    17709251065

    Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Logika dalam hal ini bisa dimaknai sebagai proses berpikir. Manusia diberi bekal akal oleh Tuhan agar mampu berpikir dan memperoleh ilmu dari pemikirannya. Kemudian manusia juga dikarunia panca indera yang sempurna agar ia bisa melakukan aktivitas dan memperoleh pengalaman hidup. Berpikir dan pengalaman manusia ini merupakan cara agar bisa membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  98. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C
    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika dalam hidup seseorang selalu belajar bagaimana melakukan hermeneutika hidup, maka sesungguhnya mereka sedang mencoba sedikit demi sedikit memahami filsafat hidup yang memberikan banyak sekali pengaruh terhadap kehidupan mereka. Filsafat sesungguhnya tidak hanya mengenai kehidupan saja, namun mencakup segala hal yang ada di dunia itu memang akan kita pahami jika filsafat itu juga dapat kita fahami dengan baik. Contohnya seorang guru akan mengetahui bagaimana peserta didik dapat mengerti apa yang mereka butuhkan jika sang guru mengetahui filsafat pembelajaran dengan baik. Oleh karenanya, jangan sekali meremehkan filsafat, karena filsafat memberikan dampak positif juika kita benar-benar memahaminya dengan baik secara keseluruhan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  99. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Filsafat bisa tentang apapun, salah satunya adalah filsafat pendidikan matematika. Filsafat dapat berisi tentang syntax-syntax dalam melakukan sesuatu. Objek filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Yang saya alami selama belajar filsafat adalah bahwa membaca tentang filsafat harus berulang-ulang dilakukan, agar mengerti isi bacaan tersebut. Apa yang tertulis dalam bacaan filsafat tidak selalu mewakili maksud si penulis. Itulah yang dinamakan bahasa analogi. Filsafat memaksa saya untuk memiliki hobi membaca

    ReplyDelete
  100. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Matematika A 2017

    Terkadang saat menemukan sebuah pertanyaan, kita menemukan kebingungan-kebingungan, padahal bisa jadi dari pertanyaan tersebut, kita dapat mengetahui kedudukan terhadap kedudukan strukturnya. Keterbatasan manusia terkadang membuat kita tidak mengetahui tentang kedudukan sebuah pertanyaan sehingga menimbulkan kebingungan. Manusia bingung dalam keterbatasannya namun kebingungan ini harusnya kita berusaha menggali lebih mengenai apa yang tidak kita ketahui.

    ReplyDelete
  101. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Sebuah refleksi yang menarik dari Sdri. Lia Agustina. Belajar filsafat artinya mempelajari pemikiran para filsuf. Terdapat suatu subyektifitas, obyektifitas, relativisme, dan sebagainya. Sebagai suatu olah pikir, filsafat secara tidak langsung mmempengaruhi perkembangan ilmu di dunia. Tidak sedikit peradaban dunia yang berkembang dipengaruhi oleh pemikiran para filsuf. Oleh karena itu, bukan merupakan suatu kesalahan dan penyesalan untuk terus belajar filsafat.

    ReplyDelete
  102. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Filsafat itu adalah dirimu sendiri, filsafat itu adalah berolah pikir, Pikiran kita itu tak terbatas, kita bisa berpikir apa saja yang kita inginkan. Tetapi kemampuan manusia itu yang terbtas. Dengan berfilsafat menjadi semakin tahu bahwa sesungguhnya masih banyak sekali hal yang tidak kita ketahui karena kamampuan kita yang memang terbatas. Tetapi pada dasarnya apa yang kita lakukan, apa yang kita pikirkan, karena memang objek dari filsafat adalah yang ada dan yang mungkin ada. Yang ada dan yang mungkin ada tergantung dari ruang dan waktu. Dimana kita dapat menjadikan sesuatu yang mungkin ada menjadi ada di dalam pikiran.

    ReplyDelete
  103. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P.Mat A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Mempelajari filsafat tentunya harus dimulai dari pertanyaan-pertanyaan mendasar. Mengungkap suatu hakikat dimulai dari skpetisme yang menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Melalui jawaban pak Marsigit yang sangat bernas di atas saya dapat memahami bahwa filsafat adalah disiplin yang benar-benar kompleks dan membutuhkan tingkat curuousity yang kuat. Terima kasih atas jawabn-jawaban bapak yang selalu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan baru di benak kami. Semoga kita semakin terpacu dalam mendalami filsafat

    ReplyDelete
  104. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya setuju bahwa “membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika.” Begitu juga dengan matematika. Matematika adalah separuh logika (abstrak) dan separuh lagi pengalaman (kenyataan). Namun hal itu bukan berarti terpisah-pisah antara logika dan pengalaman. Separuh logika (abstrak) dan separuh lagi pengalaman (kenyataan) dalam matematika saling berhubungan membentuk membangun pengetahuan matematika.

    ReplyDelete
  105. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    menanggapi pertanyaan 1 dari saudari Lia tentang bagaiamana filsafat memandang pengalaman, menurut saya semua pengalaman itu penting. pengalaman baik mengajarkan kita untuk melangkah maju, menyemangati/memotivasi diri kita untuk berbuat lebih besar. sedangkan pengalaman buruk menjadi cambukan atau pelajaran bagi kita agar tidak terulang, mampu bangkin dan mengambil hikmah. sehingga keduanya itu bermanfaat bagi orang-orang yang mau belajar. jika pengalaman dikaitkan dengan filsafat, maka seperti tanggapan pak Marsigit bahwa pengalaman adalah separuh dunia. dikatakan separuh dunia karena pengalaman yang bisa kita dapatkan sifatnya terbatas. ada hal-hal yang tidak bisa kita jangkau tanpa izin Allah SWT. pointnya yang dapat saya ambil untuk menjadi manusia yang berilmu kita harus memiliki banyak pengalaman.

    ReplyDelete
  106. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan 2 dari saudari Tyas tentang bagaimana orang atheis berfilsafat. pertanyaan ini mengingatkan saya pada perkuliahan filsafat yang lalu. Prof Marsigit pernah mengatakan bahwa filsafat itu adalah dirimu sendiri, jika engkau menganggap filsafat itu sesat maka yang sesat itu adalah dirimu sendiri. orang sesat belajar filsafat maka filsafatnya juga akan sesat. tapi sebaliknya, jika orang yang religius belajar filsafat maka insya allah filsafatnya juga baik. pointnya adalah baik, buruk, benar, salah, sesat atau tidak sesatnya filsafat tergantung pada orang yang belajar filsafat itu sendiri. belajar apapun harus selalu memohon ridho Allah SWT agar apa yang kita pelajari menjadi berkah dan memperoleh petunjuk agar dijauhi dari kesesatan. inilah yang diterapkan Prof Marsigit dalam pembelajaran filsafat, selalu dimulai dan diakhiri dengan doa.

    ReplyDelete
  107. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Filsafat adalah sesuatu pengajaran yang unik di dalam dunia perkuliahan. Karena melalui filsafat kita dapat melatih cara berfikir, bernalar dan berbahasa yang sesuai dengan forsinya masing-masing. Filsafat juga mengajarkan kita tentang sesuatu yang ada dan yang mungkin ada. Dengan filsafat kita juga dapat melakukan kotrol diri karena dapat memahami suatu tujuan perbuatan baik secara tersirat maupun tersurat.

    ReplyDelete
  108. Febriana Putri Hutami
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241007
    Filsafat itu pikiran kita dalam menanggapi suatu hal, atau suatu sudut pandang kita terhadap suatu hal. Sudut pandang antara satu dengan yang lain dapat berbeda. Dalam membangun ilmu pengetahuan itu separuh pengalaman separuh logika. Hal ini bukan berarti pengalaman dan logika itu terpisah, malah sebaliknya, pengalaman dan logika harus berjalan beriringan agar dapat membangun pengetahuan. Logika atau pikiran tersebut sebaiknya dalam praktik yang dapat bernilai positif. Sedangkan pengalaman itu seperti segala sesuatu yang pernah dilalui, sesuatu yang didapat dari masa lalu. Jadi pikiran dan pengalaman perlu dipadukan dalam menghadapai masa sekarang. Dalam berfilsafat perlu memperhatikan ruang dan wk

    ReplyDelete
  109. Puspitarani
    15301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Terima kasih Bapak atas artikel yang sudah Bapak share kepada kami. Mendengar kata Filsafat yang terlintas adalah sebenarnya apa sih filsafat itu? Pentingkah? Mungkin saya masih awam mengenai filsafat, menurut saya ilmu filsafat itu susah, cakupannya sangat luas karena setiap kata itu mengandung berjuta-juta makna. Ada keinginan untuk mengambil perkuliahan ilmu filsafat di semester tujuh nanti. tapi saya masih memikirkannya matang-matang. Tapi setelah saya pikir lebih dalam lagi, filsafat itu seperti diri kita sendiri. banyak maunya, banyak harapan, banyak mimpi, banyak komentar, banyak keinginan, banyak cara, banyak ide dan sebagainya.Sehingga dapat saya simpulkan bahwa filsafat itu ya seperti diri saya (yang banyak maunya, banyak impian dan harapan), pentingkah filsafat? wah ternyata sangat penting. Sepenting hidup kita untuk lebih baik di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  110. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Filsafat adalah dirimu sendiri. Berfilsafat adalah mempraktikan pikiran dan memikirkan pengalaman. Apa yang dipikirkan dan apa yang dilakukan hendaknya bersesuaian karena berfilsafat adalah mempraktikan antara pikiran dengan pengalaman dan untuk memahami keduanya membutuhkan waktu yang lama walaupun yang dilakukan dan pikirkan itu sederhana.

    ReplyDelete
  111. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan matematika A 2015

    Selalu ditekankan bahwa filsafat adalah dirimu sendiri yang berarti bahwa setiap orang berhak untuk berfilsafat. Pengalaman adalah separuh dunia dan membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Sedangkan berfilsafat adalah mempraktikan pikiran dan memikirkan pengalaman, yang berarti bahwa dalam kehidupan terjadi interaksi antara pikiran dan pengalaman. Manusia tidak hanya memikirkan saja tetapi harus mempraktikannya, seperti cita-cita harus ada aktivitasnya sehingga ada kenyaataannya tidak hanya dipikirkan (teori).

    ReplyDelete
  112. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Dari artikel di atas saya belajar bahwa pengalaman dan pikiran merupakan hal yang berkesinambungan dan tidak dapat dipisahkan dalam filsafat. Kedua kemampuan ini merupakan alat utama dalam mempelajari filsafat. Jika diterapkan di matematika, ilmu filsafat ini mendasari berbagai metode dan model pembelajaran, salah satunya yaitu RME. Siswa diajak untuk mempunyai pengalaman belajarnya sendiri. Termasuk dalam membantu siswa merealistikkan materi matematika yang dianggap abstrak agar lebih kontekstual dan konkret bagi siswa.

    ReplyDelete
  113. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Filsafat melatih individu untuk berpikir maupun melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda dengan individu yang lain. Filsafat melatih individu untuk menjadi dirinya sendiri, tidak ikut-ikutan dengan pendapat, pikiran, maupun sudut pandang orang lain. Di dalam ilmu pengetahuan itu terdapat pengalaman dan juga logika, keduanya tidak boleh terpisah, harus berjalan beriringan/selaras.

    ReplyDelete
  114. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    Pendidikan Matematika A 2015

    Filsafat adalah dirimu sendiri. Jadi filsafat itu pikiran diri sendiri ataupun cara pandang terhadap sesuatu. Tentunya setiap orang memlliki cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu hal. Dalam membangun ilmu pengetahuan itu separuh pengalaman separuh logika. Jadi keduanya itu saling bersinergi dan tidak terpisahkan. Seperti halnya dalam matematika. Matematika itu separuh logika (abstrak), separuh lagi pengalaman (kenyataan).
    Jadi matematika itu tidak hanya melulu tentang sesuatu yang abstrak tetapi mempelajari matematika itu berdasarkan pengalaman-pengalaman nyata sehingga akan lebih tertanam dalam benak siswa.

    ReplyDelete
  115. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Saya cukup tertarik dengan kalimat ini "Pengalaman adalah separuh dunia. Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkanlah pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda." Filsafat adalah dirimu sendiri. Jadi, apa yang kita lakukan, perbuat akan menjadi milik kita(pengalaman). Dengan kata lain, apa yang kita lakukan maupun apa kita perbuat merupakan suatu hal untuk membangun pengetahuan.

    ReplyDelete
  116. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Setidaknya ada 2 hal yang saya peroleh setelah membaca postingan yang berjudul "mengenal filsafat lebih dalam", yaitu (1) bahwa pengetahuan dapat terbentuk karena memikirkan pengalaman dan mempraktikan logika/pikiran; dan (2) bahwa metode saintifik yang selama ini diterapkan pada Kurikulm 2013 itu bersifat sintetik a priori--sifat sintetik pada kegiatan mencoba dan sifat a priori pada kegiatan menyimpulkan--dan merupakan sebenar-benarnya ilmu.

    ReplyDelete
  117. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Disebutkan bahwa anak kecil adalah dunia bawah, dunia diluar pikiran, dunia konkret, dunia pengalaman. Ilmu bagi anak kecil bukanlah ilmu bagi orang dewasa. Bagi orang dewasa setiap pengalaman yang dialami sudah dikelompokkan sesuai dengan ciri dan sifatnya menjadi ilmu tertentu missal matematika itu adalah matematika, seni ya seni. Akan tetapi bagi anak-anak, belajar adalah suatu kegiatan. Dari kegiatan itu akan timbul pengalaman-pengalaman baru yang kemudian dikoneksikan menjadi suatu pengetahuan. Pengalaman yang paling bermakna bagi anak-anak yaitu dengan menggunakan benda-benda konkret. Anak akan lebih paham pada pelajaran ketika dihadapkan langsung dengan benda yang dipelajari.

    ReplyDelete
  118. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    Beberapa yang dapat saya ambil dari artikel tersebut yaitu pengalaman pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah mempraktikkan pikiran dan pikirkan pengalamana. Sebenar benar hidup adalah interaksi antara pikiran dan pengalaman.

    ReplyDelete
  119. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2015


    “Pengalaman adalah separuh dunia”
    Pengalaman menjadi hal yang sangat penting dalam filsafat. Bahkan filsafat juga memandang kesalahan adalah sebuah kebenaran. Oleh karena itu marilah kita cari pengalaman sebanyak-banyaknya, tidak perlu merasa takut salah, karena kesalahan itu wajar menurut filsafat. Dari kesalahan kita bisa mengambil banyak pelajaran.
    “Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika. Maka berfilsafat adalah praktikkan pikiran anda dan pikirkanlah pengalaman anda.”
    Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa kita tidak cukup untuk berteori saja, tetapi juga mempraktikkan apa yang telah kita pelajari. Setelah mempraktikkan sesuatu tersebut, kita pikirkan kembali dengan refleksi diri
    Terimakasih

    ReplyDelete
  120. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Saya tertarik dengan pertanyaan dari Tyas tentang bagaimana orang atheis berfilsafat? Bisakah ? seperti apa? Filsafat adalah dirimu sendiri, sehingga siapapun orangnya, apapun agamanya, sah sah saja jika dia mau berfilsafat. Namun, seperti halnya apa yang sudah dikatakan, bahwa sebelum berfilsafat sebaiknya menetapkan hati terlebih dahulu sebagai komandan.

    ReplyDelete
  121. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Seperti yang dikatakan berulang kali, filsafat adalah dirimu sendiri. Setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda tergantung pada sifat dan pola pikir pada orang tersebut. Proses pemaham tersebut dipengaruhi pula oleh pendidikan atau pengetahuan orang tersebut. Dunia dan akhirat memiliki struktur. Memahami sturktur di dunia dapat dengan memahami filsafat. Memahami filsafat dengan menjawab sebuah pertanyaan harus dengan kesadaran. Seperti yang ada dalam artikel ini, dunia penuh dengan sifat-dengan hidup adalah sifat tersebut. Tujuan memahami filsafat adalah menyadari struktur dari dunia.
    Terimakasih Prof atas artikelnya.

    ReplyDelete
  122. Amayda Ade Pramesti
    15301244012
    S1 Pend.Mat A 2015

    filsafat adalah dirimu sendiri. setiap orang memiliki sudut pandang sendiri - sendiri dan setiap orang berhak untuk berfilsafat. membangun pengetahuan itu separuh pengalaman dan separuh logika. dalam hal ini tidak hanya teori saja yang dibutuhkan tetapi pengalaman juga berperan penting dalam membangun pengetahuan

    ReplyDelete
  123. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Masih banyak manusia yang dia mengeluh karena ketidaksempurnannya. Padal Tuhan memberikan ketidaksempurnaan kepada masing-masing manusia pasti dengan maksud, alasan tersendiri. Dengan ketidaksempurnaan yang dimilik manusia, manusia dapat saling melengkapi satu sama lain. Dan sebaik-baiknya manusia adalah manusia bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  124. Alvi Khoirunnisak
    15301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ilmu filsafat adalah ilmu yang berdasarkan pandanganmu, ruang dan waktu. Karena filsafat adalah refleksi dari dirimu sendiri. Sehingga, jangan merasa paling benar dalam hiduo. Setiap orang memiliki sudut pandangnya masing-masing. Kecuali sudut pandang itu menyimoang dari ajaran agama. Karena ilmu paling tinggi tetap lah ilmu Agama yang bersumber dari Tuha

    ReplyDelete
  125. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel diatas, salah satu hal yang saya soroti adalah mengenai kalimat “Membangun pengetahuan adalah separuh pengalaman dan separuh logika”. Saya setuju dengan pendapat tersebut, dimana dalam hidup ini, panca indera dan akal pikiran merupakan suatu anugerah yang tak ternilai dari Yang Maha Kuasa. Dengan panca inderanya seseorang dapat merekam kejadian-kejadian yang dialaminya (pengalaman) dan menyimpannya dalam ingatan. Dengan akalnya seorang manusia dapat membedakan mana yang benar dan salah. Dengan memanfaatkan akal serta panca inderanya secara maksimal, seseorang dapat membangun pengetahuan dengan cara menggunakan logikanya untuk mensintesis pengetahuan baru yang diperolehnya dengan pengetahuan yang telah dimilikinya.

    ReplyDelete