Oct 24, 2015

Whatever your idea about Scientific Method will be useful.

Dear Pembaca yang budiman dan para Mahasiswa S1, S2, S3 dan juga para guru atau khalayak umum yang sempat membaca tulisan ini.


Aslm Wr Wb

Pada Forum ini saya ingin mengetahui : Apa pendapat anda atau apa yang anda ketahui atau bagaimana Pengalaman anda tentang (dalam konteks Kurikulum 2013 atau boleh dalam konteks umum):

1. Makna Metode Saintifik,
2. Manfaat Metode Saintifik,
3. Macam Metode Saintifik,
4. Landasan Metode Saintifik,
5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siawa (SD, SMP dan SMA),
6. Kedudukan Metode Saintifik,
7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode pbm yang lain.
8. Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik,
9. Pelaksanaan Metode Saintifik,
10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
11. Atau yang lainnya tentang Metode Saintifik yang belum disebut diatas.

Pendapat anda akan bermanfaat bagi kita semua yang memerlukannya. Forum ini merupakan sharing ideas untuk kita semua. 
Pendapat boleh Spontan, berdasar Referensi, Hasil Penelitian, atau Pengalaman Mengajar.
Pendapat atau uraian anda cukup ditulis di kolom Comment posting ini.
Boleh dicantumkan Link atau Webblog atau yang lain yang disarankan diakses atau dibaca. 
Demikian saya ucapkan terimakasih atas partisipasi dan kontribusinya.

Wslm Wr Wb

Marsigit UNY, 24 Oktober 2015

17 comments:

  1. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan membahas mengenai poin 10 yaitu Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah. Kebetulan saya telah melaksanakan PPL di sebuah sekolah yang menerapkan K13 (metode saintifik). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kesulitan yang saya alami sebagai pengajar, yaitu pertama, siswa belum siap untuk diajak belajar mandiri. Siswa terbiasa menerima konsep langsung dari gurunya tanpa memahami proses memperoleh/membuktikan konsep tersebut.
    Kedua, buku atau sumber informasi masih kurang. Selama ini, siswa masih menggunakan satu sumber saja sehingga dalam proses menemukan suatu konsep masih sulit. Ketiga, ada beberapa guru yang masih kesulitan menerapkan K13 disebabkan mereka mengira metode saintifik itu ribet dan tidak simpel.
    Namun dari beberapa kesulitan tersebut, sebenarnya metode saintifik ini bagus jika diterapkan agar siswa lebih aktif dan memahami materi.
    Kesulitan dalam menerapkan metode saintifik yang lain adalah belum siapnya guru untuk menggunakan K13. Dimulai dari persiapannya yaitu pembuatan RPP, pelaksanaannya yaitu suasana K13 belum muncul saat pembelajaran berlangsung yang akhirnya menggunakan kembali metode2 sebelumnya, dan evaluasi yaitu pemberian tugas dan menyimpulkan. Di sisi lain, ita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan guru karena pada dasarnya pemerintah juga belum memberikan pelatihan K13 secara lengkap dan rutin. Hal itu menyebabkan guru menerka-nerka apa yang sebenarnya diinginkan oleh metode saintifik itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Disini saya ingin sharing mengenai pengalaman dalam menerapkan metode saintifik di sekolah dan kesulitan dalam menerapkannya, berdasarkan pengalaman saya ketika melaksanakan PPL di SMAN 5 Kota Jambi, dimana SMAN 5 Kota Jambi telah menerapkan Kurikulum 2013.
    Berdasarkan pengalaman saya dalam menerapkan kurikulum 2013, memang banyak hal yang mesti diperhatikan dalam melaksanakan kurikulum 2013 ini, mulai dari menyiapkan RPP dan materi pembelajaran, memahami karakter siswa, hingga dalam pengkondisian siswa untuk belajar sesuai dengan pendekatan saintifik di dalam kelas. Dari pengalaman saya tersebut, terlihat antusiasme siswa dalam pelaksanaan pendekatan saintifik yaitu dalam melaksanakan diskusi kelompok dan keberanian mereka dalam berpendapat.
    Namun, dalam pelaksanaannya memang tidak terlepas dari kesulitan. Seperti yang saya rasakan, pada awal menyusun RPP saya mengalami kesulitan dalam hal mengatur alokasi waktu pertahap pembelajaran. Hal ini dikarenakan, biasanya alokasi waktu yang telah dirancang sebelumnya tidak bisa diterapkan seluruhnya dalam kelas. Berbagai faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, diantaranya kondisi kelas yang kurang kondusif, siswa yang menggunakan waktu terlalu lama untuk diskusi kelompok serta hal-hal lainnya yang bisa menghambat proses pembelajaran. Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dan berusaha untuk merancang RPP yang sesuai dengan kemampuan siswa, materi dan waktu yang tersedia.

    ReplyDelete
  3. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Saya menemukan sebuah artikel penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang disusun oleh Annisa Nur Hidayat pada tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru teah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam lima tahap yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Pendekatan pembelajaran dikombinasikan dengan model inkuiri untuk membuat suasana belajar yang aktif. Secara keseluruhan kegiatan inkuiri yang diaplikasikan dalam pendekatan saintifik mampu memfasilitasi siswa untuk membentuk pengetahuan mereka sendiri. Kendala yang selama pelaksanaan pembelajaran tersebut salah satunya adalah siswa belum yang siap untuk membentuk pengetahuannya sendiri, sehingga peran guru untuk megarahkan siswa sangat diperlukan dalam hal ini.

    sumber: http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pgsd/article/viewFile/126/118

    ReplyDelete
  4. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Yang saya ketahui manfaat metode saintifik adalah dapat menjadikan siswa berfikir sistematik, siswa menjadi terlatih mengkomunikasikan ide-ide, dan mampu berpikir tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Latifah Pertamawati
    17709251026
    S2 PM B

    Bismillaah.
    Walaupun saya belum pernah mempunyai pengalaman mengajar dengan menggunakan kurikulum 2013, saya akan sharing sedikit pengalaman saya selama saya mengajar siswa SD dan SMP di 2 tahun terakhir ini yang Insya Allah sebagian besar menggunakan metode saintifik.

    Berdasarkan pengalaman saya, metode saintifik adalah metode yang cukup efektif membuat siswa untuk ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran Matematika di sekolah. Tidak hanya melulu soal memberikan rumus dan mengerjakan soal-soal yang diberikan setelahnya. Metode saintifik dapat merangsang rasa ingin tau siswa dan rasa keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah. Saya mengamati betapa antusiasnya siswa saat mengeksplorasi lingkungan sekitar sekolah. Mereka mengaku senang dan menyukai proses belajar seperti ini.

    ReplyDelete
  7. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Metode scientifik memiliki sintaks pembelajaran yang terdiri dari kegiatan mengamati, merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan hasil dari penarikan kesimpulan. Pada kurikulum 2013 sekarang ini memang lagi gencar-gencarnya agar metode tersebut bisa terapkan, namun menurut saya walaupun saya belum pernah menerapkannya sepertinya metode tersebut juga cocok jika di kombinasikan dengan pembelajaran kelompok agar lebih menarik dalam membangkitkan motivasi siswa.

    ReplyDelete
  8. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Sharing informasi berdasrkan pengalaman mengajar, hubungan pendekatan saintifik dengan metode pembelajaran lainnya, misal kooperatif, PBL, CTL adalah saling melengkapi. Saya dalam mengajar biasa mengkolaborasikan pendektan saintifik dengan metode kooperatif. Terutamma pada tahap mengamati, menanya, metode kooperatif akan sangat membantu. Siswa akan berdiskusi dan bertukar pikiran tentang suatu objek atau masalah yag di amati, kemdian mencari penyelesaian dan jalan keluarnya sendiri.

    ReplyDelete
  9. Selamat Sore,
    Nama : Ramayanti Agustianingsih
    NIM : 17709251045
    PPs PMat C 2017
    Saya ingin sharing pengalaman menerapkan kurikulum 2013 ketika saya PPL di sebuah sekolah di Kalimantan. Pada saat penerapan K13 di dalam kelas terjadi beberapa hambatan. Yang pertama, tidak semua siswa aktif dalam pembelajaran baik itu dalam bertanya, berpendapat, diskusi dan presentasi di kelas. Memang terlihat bahwa dengan pembelajaran dengan berlandaskan pendekatan saintifik ini membuat siswa menjadi lebih aktif, namun yang saya temui siswa yang aktif hanya itu-itu saja padahal sudah diberikan kesempatan untuk siswa yang lain untuk bertanya, berpendapat, dan presentasi dan pada saat diskusi tidak semua siswa terlibat dalam diskusi padahal kelompok telah dibagi sebaik mungkin sehingga dalam 1 kelompok kemampuan siswanya heterogen. Yang kedua, kesulitan dalam mengisi perangkat penilaian kurikulum 2013, karena sejujurnya saya masih bingung bagaimana cara mengisi perangkat penilaian kurikulum 2013, bagaimana cara memberikan skor terhadap sikap siswa di kelas. Yang ketiga, media pembelajaran masih kurang dan masih jarang digunakan, sekolah tempat saya PPL media pembelajaran terutama untuk pelajaran matematika masih sangat kurang, sehingga ketika ingin merancang pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran, maka media pembelajaran harus disiapkan sendiri. Yang keempat, pembelajaran dengan berbasis pendekatan saintifik memerlukan waktu yang lebih lama, karena tadi tidak semua siswa terlibat aktif dalam diskusi dan presentasi sehingga masih memerlukan banyak sekali bimbingan ketika diskusi tersebut, dan ini membuat alokasi waktu untuk diskusi dan presentasi melebihi alokasi waktu yang telah ditetapkan sehingga akhirnya pembelajaran memerlukan waktu yang lebih lama.

    ReplyDelete
  10. Setelah melihat beberapa kelemahan tersebut, menurut saya ketika ingin menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 guru harus melakukan banyak persiapan, baik itu lebih memahami lagi sintak pembelajaran dengan pendekatan saintifik, merancang RPPnya, media pembelajaran yang digunakan (jika diperlukan), dan sistem pembelajaran yang akan digunakan di kelas misalnya saja ada pemberian reward atau bintang untuk siswa yang aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Karena untuk siswa yang memiliki kemampuan berpikir dan motivasi belajar yang rendah jika hanya diberikan pembelajaran saja tidak akan meningkatkan kemampuan berpikir dan motivasi belajarnya. Dengan pengalaman dan pengetahuan mengenai kurikulum 2013 yang masih sedikit mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Sekian dan terima kasih, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

    Selamat Sore, dan
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  11. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Metode saintifik dalam dunia pendidikan Indonesia berkedudukan sebagai “rule”. Metode saintifik memuat hal-hal esensial yang semestinya dilakukan siswa dalam membangun atau mengkonstruk pengetahuan. Metode saintifik berlandaskan pada pemikiran Auguste Comte, seorang filsuf. Pemikiran tersebut masih berdasarkan agama atau kepercayaan dan mengerucut pada paham positivisme. Metode saintifik cukup fleksibel untuk digabungkan dengan metode-metode lainnya. Ini dikarenakan metode saintifik telah memuat hal-hal esensial dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode saintifik fleksibel sehingga adapat dijadikan model pembelajaran, metode pembelajaran, maupun pendekatan pembelajaran. Sehingga seorang guru bisa saja menerapkan metode pembelajaran discovery learning dengan model think pair share dengan pendekatan saintifik. Sehingga pada pembelajaran itu, siswa akan menemukan sendiri pengetahuannya melalui diskusi dengan teman sebaya. Dalam proses penemuan tersebut, siswa akan melakukan kegiatan 5M yang merupakan sintaks metode saintifik, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan infomasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi. Pelaksanaan metode saintifik kini telah mulai dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia bahkan di sekolah yang belum menerapkan Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  12. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pendekatan saintifik dalam pelaksanaannya dapat dibantu dengan menerapkan metode atau model pembelajaran yang relevan, seperti pembelajaran dengan metode penemuan (inkuiri), PBL, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif dan sebagainya. mungkin banyak guru yang mengeluhkan bahwa pendekatan saintifik sulit diterapkan, karena masih kurangnya pengetahuan mengenai kombinasi metode pembelajaran yang dapat dipakai. Bisa saja dalam suatu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, karena limit waktu yang ada, proyek yang akan digunakan hasilnya sebagai bahan untuk mengantarkan siswa menuju materi yang akan dipelajari diberikan pada pertemuan sebelumnya sebagai tugas di rumah maupun tugas kelompok untuk dikerjakan di luar kelas.

    ReplyDelete
  13. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Metode saintifik memang jika sudah berhasil diterapkan di kelas, siswa akan memperoleh pengetahuan yang komprehensif mengenai materi yang dipelajari. Terlebih pembeljaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam penemuan kembali konsep-konsep materi. Untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, guru dapat menyusul modul atau bahan ajar sebagai panduan siswa dalam belajar di kelas. Namun penyusunan modul atau bahan ajar ini sudah harus menampilkan sintak pembelajaran saintifik di dalamnya. Memunculkan sintak pendekatan saintifik merupakan kesulitan tersendiri dan butuh pengelaman dan keterampilan tertentu. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  14. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Menurut saya, pendekatan saintifik untuk saat ini masih sulit untuk diterapkan. Karena siswa sudah terbiasa dari awal pendidikan, mereka hanya mendapatkan rumus jadinya saja tanpa mengetahui asal usulnya. Saya pernah memberikan materi Trigonometri pada SMA swasta. Saya mencoba menggunakan pendekatan saintifik. Pada saat menjelaskan, saya berusaha tidak langsung memberikan rumus jadi, tetapi saya memberikan umpan ke siswa mengenai soal pemecahan masalah yang bersumber dari segitiga. Hal itu menurut saya cukup berhasil untuk menarik minat siswa dalam mempelajari Trigonometri, tetapi bagi saya itu terlalu memakan waktu yang cukup lama. Karena mereka harus membutuhkan waktu yang lebih utnuk menemukan rumus dasar dari Trigonometri tersebut. Dari sudut pandang referensi yang diperlukan guru, masih cukup sulit untuk ditemukan. Ada beberapa buku yang sudah memberikan tambahan materi mengenai asal-usul rumus tetapi ada juga yang belum. Karena menurut segi pandang saya, dengan menggunakan pendekatan yang membangun pengalaman atau pengetahuan dasar siswa dapat lebih memperpanjang ingatan siswa terhadap suatu materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  15. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C

    Sejujurnya, saya sendiri belum pernah terjun langsung menggunakan metode saintifik dalam pembelajaran karena saya belum pernah mengajar. Namun menurut sumber yang saya baca, metode saitifik mempunyai kegiatan utama yang sering disebut dengan 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam hal ini, menurut saya siswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Dalam proses pembelajaran menyentuh tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik, ranah sikap mencangkup transformasi substansi atau materi ajar agar anak didik “tahu mengapa”. Ranah keterampilan mencangkup substansi atau materi ajar agar anak didik “tahu bagaimana”. Sedangkan ranah pengetahuan mencakup transformasi substansi atau materi ajar anak didik “tahu apa”. Pada hasilnya akan ada peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari anak didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  17. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb,,,,.terimakasih banyak pak, atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami untuk menuangkan ide, gagasan, saran, atau pertannyaan melalui blog ini.Jika mengupas kembali tentang hadirnya kurikulum 2013,sangat mengundang banyak reaksi dari berbagai kalangan, terutama guru dan siswa.Munculnya kurikulum 2103 menimbulkan argument yang kontrakdiktif.Banyak yang mengeluh, khususnya para guru yang mengajar.Jangankan siswa, guru saja sementara banyak yang bingung dengan kehadiran kurikulum ini.Hingga menyebabkan perhatian guru menjadi berubah,guru yang seharusnya berpikir bagaimana cara mengajar yang efektif supaya siswa dapat mengerti dan memahami, namun justru perhatiannya berubah menjadi betapa susahnya menghadapi kurikulum 2013 ini.Disadari bahwa ada sebagian sekolah memang telah sukses dengan penerapan kurikulum ini,namun sebagian yang lain belum sukses.Istilah yang biasa disebut belum merata.Kita lihat, di darerah pelosok sepertinya susah untuk menerapkan kurikulum ini.Kendalanya,berbagai alat dan media sulit untuk didapatkan.Pelatihan terhadap guru juga susah, karena kurangnya berbagai macam akses,lebih pentingnya akses jalan.Melihat dari berbagai biduk masalah ini, ankanda ingin bertanya,bagaimanakah langkah konkrit atau kebijakan yang seharusnya diterapkan demi efektifnya proses belajar mengajar di berbagai sekolah?Terimaksih banyak sebelumnya, Pak.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete