Oct 24, 2015

Whatever your idea about Scientific Method will be useful.

Dear Pembaca yang budiman dan para Mahasiswa S1, S2, S3 dan juga para guru atau khalayak umum yang sempat membaca tulisan ini.


Aslm Wr Wb

Pada Forum ini saya ingin mengetahui : Apa pendapat anda atau apa yang anda ketahui atau bagaimana Pengalaman anda tentang (dalam konteks Kurikulum 2013 atau boleh dalam konteks umum):

1. Makna Metode Saintifik,
2. Manfaat Metode Saintifik,
3. Macam Metode Saintifik,
4. Landasan Metode Saintifik,
5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siawa (SD, SMP dan SMA),
6. Kedudukan Metode Saintifik,
7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode pbm yang lain.
8. Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik,
9. Pelaksanaan Metode Saintifik,
10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
11. Atau yang lainnya tentang Metode Saintifik yang belum disebut diatas.

Pendapat anda akan bermanfaat bagi kita semua yang memerlukannya. Forum ini merupakan sharing ideas untuk kita semua. 
Pendapat boleh Spontan, berdasar Referensi, Hasil Penelitian, atau Pengalaman Mengajar.
Pendapat atau uraian anda cukup ditulis di kolom Comment posting ini.
Boleh dicantumkan Link atau Webblog atau yang lain yang disarankan diakses atau dibaca. 
Demikian saya ucapkan terimakasih atas partisipasi dan kontribusinya.

Wslm Wr Wb

Marsigit UNY, 24 Oktober 2015

164 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Metode saintifik dalam pembelajaran matematika diawali dengan pemberian masalah yang diberikan oleh guru berdasarkan kehidupan sehari-hari siswa lalu siswa diminta untuk membayangkan pemecahan masalahnya seperti apa, jika sudah ada gambaran siswa menanyakan kepada guru mengenai hipotesis yang telah ia ambil, kemudian siswa mengumpulkan informasi yang ia ketahui dari berbagai sumber referensi seperti dari buku dan internet sebanyak mungkin, kemudian siswa mengasosiasi atau mengelompokkan permasalahan yang nantinya akan menjadi pemecahan masalah, yang terakhir siswa mengkomunikasikan pendapatnya di depan teman-teman dan guru, kemudian ia menerima tanggapan dari teman-temannya dan guru.

    ReplyDelete
  2. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Landasan Metode Saintifik,
    Landasan dari saintifik adalah ilmiah. Dengan pendekatan pembelajaran ini anak dituntut untuk menyelidiki sesuatu yang nantinya akan timbul kegiata mengamati. Dari mengamati anak diminta untuk bertanya tentang apa yang membuatnya penasaran. Setelah informasi yang diperlukan oleh siswa dirasa cukup, maka dilakukan kegiatan menalar. Jika diberikan perlakuan A maka akan berakibat apa. JIka diberikan perlakuan B maka akan berakibat apa. Apakah ada seharusnya ada perbedaan atau tidak. Dari hasil penalaran tersebut dilakukan percobaan. Kamudian hasil dari percobaan tersebut dikomunikasikan ke siswa lain dan ke guru.

    ReplyDelete
  3. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Kesulitan dalam penerapan saintifik.
    Kesulitan atau hambatan yang dirasakan oleh para guru dilapangan sungguh banyak. Diawali dari pembekalan informasi mengenai kurikulum 2013 yang kurang mendalam. Jadi guru hanya mengetahui secara sekilas saja. Selain itu strategi mengajar apa saja yang digunakan belum semua guru dapat menguasai dan menerapkannya. Selain itu sarana prasarana yang kurang memadai. Buku teks untuk guru dan siswa belum terdistribusi secara merata, alat peraga dan multimedia masih minim, jumlah siswa yang sangat banyak dalam satu kelas yaitu lebih dari 35 siswa. Siswa juga dirasa belum siap untuk menerima pembelajaran berpusat pada siswa. Karena siswa belum mempersiapkan bahan yang akan dipelajari di sekolah.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Bagaimana saintifik dapat dikombinaskan dengan metode pbm yang lain; saintik sendiri merupakan pendekatan yang bisa saya kita kombinasikan. Efeknya adalah ada bagian sintak metode pembelajaran yang kita kembangkan dan direkonstruksikan kembali. Diharapkan dengan kombinasi tersebut menghasilkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif karena sifat siswa yang antusias dengan hal yang baru.

    ReplyDelete
  5. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator, dengan pendekatan saintifik dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya.

    ReplyDelete
  6. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi atau menguji jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan, hingga akhirnya siswa dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut saya, kesulitan pelaksanaan pendekatan saintifik adalah mulai dari tidak terencana dengan baik sosialisasi pendekatan saintifik, ketidakmampuan lembaga sekolah memfasilitasi terlaksananya pendekatan saintifik, pandangan guru yang telah terkekang oleh keyakinannya yang kaku terhadap cara mengajar matematika, serta perbedaan struktur lingkungan dan budaya yang berpengaruh di sekolah yang kurang kompatibel dengan pedekatan saintifik. Sehingga merupakan tugas kita bersama untuk menanggulangi masalah-masalah ini berdasarkan peran masing-masing.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Pembelajaran saintifik tidak hanya memandang hasil belajar sebagai muara akhir, namun proses pembelajaran dipandang sangat penting. Oleh karena itu pembelajaran saintifik menekankan pada keterampilan proses. Pembelajaran ini menekankan pada proses pencarian pengetahuan daripada transfer pengetahuan, peserta didik dipandang sebagai subjek belajar yang perlu dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran, guru hanyalah seorang fasilitator yang membimbing dan mengkoordinasikan kegiatan belajar. Saintifik juga berperan menyelaraskan antara obyek benda pikir yang ada dalam pikiran kita dan yang ada diluar pikiran kita. Hal ini diperlukan agar matematika yang abstrak dapat diterima siswa di kelas yang tingkat pendidikannya belum bisa mengkonstruk suatu hal yang abstrak. Oleh karenanya, keberadaan pendekatan saintifik sangat diperlukan untuk memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Sumber informasi yang digunakan dalam pendekatan ini dapat dari mana saja. Metodenya pun sudah ditentukan dimana metodenya terdiri dari mengamati, menanya, mencoba, menalar, mengkomunikasikan. Pendekatan ini cocok untuk semua pelajar di semua kalangan tingkat pendidikan. Pendekatan ini menuntut siswa untuk kreatif dan inovatif sehingga pengetahuan bisa dikonstruk oleh dirinya sendiri. Berbagai metode juga bisa dipadupadankan dengan pendekatan ini. Namun untuk menerapkan pendekatan ini dibutuhkan waktu yang cukup lama. Biasanya siswa susah dalam tahap menanya, oleh karenanya sebagai guru harus bisa memancing siswa melalui LKS atau media lainnya agar bisa bertanya.

    ReplyDelete
  9. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Metode saintifik ini berbasis student center. Sehingga siswa “dituntut” aktif dalam pembelajaran, termasuk aktif dalam mengkontruksi pemikirannya sendiri hingga aktif “menemukan” konsep-konsep tertentu. Karena berbasis student center, metode saintifik ini sangat cocok diterapkan bersama-sama dengan metode pembelajaran lain yang sifatnya student center juga, misalnya model pembelajaran kooperatif. Dengan model pembelajaran kooperatif ini, memungkinkan siswa berdiskusi dengan temannya. Sehingga dapat mempermudah siswa dalam mengkontruksi pemikirannya.

    ReplyDelete
  10. Elli Susilawati
    16709251073
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016
    metode saintifik akan membawa perubahan ke arah positif apabila sudah dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Metode ceramah sudah tidak dilakukan pada metode ini. Siswa menjadi lebih kreatif dan dituntut untuk mampu berpikir dan mengkonstruk pemikirannya sendiri. Dalam pendekatan ini guru hanya sebagai fasilitator, siswa bukan lagi sebagai obyek tetapi sebagai subyek.

    ReplyDelete
  11. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Beberapa macam metode pembelajar dengan pendekatan saintifik diantaranya adalah Inquiry Based Learning, Discovery Based Learning, Project Based Learning dan Problem Based Learning.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya pendekatan saintifik dalam pembelajaran dapat diartikan dengan menanamkan keraguan akan suatu teori atau rumus sehingga siswa harus membuktikan sendiri untuk menghilangkan keraguan itu. Hal ini sudah semestinya dimiliki siswa dengan meneladani sikap para ilmuwan terdahulu. Dengan membuktikan sendiri pada dasarnya siswa sedang melakukan hermenetika yaitu mempertemukan teori yang telah ada dikaitkan dengan pengalaman nya membuktikan teori tersebut. Ketika siswa berhasil menemukannya maka pengetahuan itu akan lebih melekat di benaknya dibandingkan hanya sekadar cerita pemberian guru.

    ReplyDelete
  13. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Makna Metode Saintifik menurut saya metode ini memfasilitasi siswa untuk bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam memahami suatu permasalahan. Siwa akan lebih banyak hal yang ingin diketahui. Guru membimbing siswa untuk membangun konsepnya sendiri.

    ReplyDelete
  14. DIKY SETYA HERNANDA
    14301241043
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode Saintifik merupakan metode dimana siswa membangun pengetahuannya sendiri dengan guru sebagai fasilitator siswa. Dalam pelaksanaannya, terdapat 5 tahap yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, mengkomunikasikan. Di Indonesia sendiri, penerapan metode Saintifik sudah dimulai sejak diberlakukannya kurikulum K13, dengan harapan siswa dapat menjadi lebih aktif, kreatif, mandiri, dan mampu menuangkan ide-idenya secara baik dan benar.

    ReplyDelete
  15. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan saintifik bukan metode pembelajaran, tetapi lebih berperan dalam langkah-langkah dalam proses pembelajaran. Yang didalamnya bisa juga dipadukan dengan metode-metode pelajaran.
    Dalam pendekatan saintifik ini peserta didik tidak lagi dijadikan sebagai objek pembelajaran, tetapi dijadikan subjek pembelajaran, guru hanya sebagai fasilitator dan motivator saja. Guru tidak perlu menjelaskan semua tentang apa yang ada dalam materi.
    Langkah langkah pendekatan saintifik adalah :
    mengamati
    menanya
    mencoba
    mengasosiasi
    mengkomunikasi

    ReplyDelete
  16. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Keunggulan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik adalah :
    1. Pembelajaran lebih terstruktur dan efektif
    2. Pembelajaran lebih bermakna karena siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri

    Tujuan pembelajaran dengan pendekatan saintifik didasarkan pada keunggulan pendekatan tersebut. Beberapa tujuan Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah:
    1.untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
    2.untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
    3.terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    4.diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
    5.untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.
    6.untuk mengembangkan karakter siswa.

    ReplyDelete
  17. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang demokratis dimana siswa diberi kesempatan untuk mengkosntruk pengetahuan, guru berfungsi sebagai fasilitator, pembelajaran yang dilakukan bukan teacher-center namun student-center, prinsip-prinsip pendekatan saintifik antara lain :
    a. pembelajaran berpusat pada siswa
    b. pemeblajaran membentuk student self-concept
    c. pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa

    ReplyDelete
  18. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    kesulitan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik menurut saya adalah membutuhkan waktu yang cukup lama, pada kenyataannya pembelajaran disekolah dibatasi alokasi waktunya, sehingga dengan waktu yang sedikit guru sebaiknya dapat menyiapkan alur pembelajaran dan alur waktu sehingga pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik dapat terlaksanan dengan baik.

    ReplyDelete
  19. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam penerapannya di sekolah-sekolah, masih ada guru yang kesulitan dalam mengajar dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013. Bantuan guru masih diperlukan dalam melaksanakan proses pembelajaran. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa.
    Untuk mengatasi kesulitan itu, perlu dijalankan program pendampingan untuk guru-guru di sekolah sasaran. Selain itu, guru-guru di sekolah sasaran juga diberikan video pembelajaran untuk mengembangkan metode pembelajaran mereka. Dalam menjalankan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013, guru harus melakukan perubahan mindset dan persiapan, diantaranya persiapan pengetahuan, persiapan fisik dan mental, serta persiapan hati untuk dapat menjalankan tugas dengan keikhlasan. Tujuannya untuk mempersiapkan siswa yang berkualitas ke depannya.

    ReplyDelete
  20. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode Saintifik sangat bermanfaat untuk memenuhi rasa ingin tahu siswa. Dengan metode ini pembelajaran bisa lebih bermakna. Siswa lebih aktif dan memahami matematika secara mendalam dan mencari hubungan-hubungan antar materi dengan lebih tajam.

    ReplyDelete
  21. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beberapa tentang prinsip-prinsip pembelajaran dengan metode saintifik:
    1. pembelajaran berpusat pada siswa
    2. pembelajaran membentuk konsep sendiri siswa
    3. pembelajaran terhindar dari verbalisme
    4. pembelajaran memberikan kesempatan pada siswa untuk mengasimilasi dan mengakomodasi konsep
    5. pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa

    ReplyDelete
  22. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Beberapa tentang tujuan pembelajaran dengan metode saintifik:
    1. untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
    2. untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
    3. terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    4. diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
    5. untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide

    ReplyDelete
  23. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Jika bicara tentang kurikulum 2013, maka tentu saja kita tak asing dengan pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum dan prinsip melalui tahapan – tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisa data, menarik kesimpulan dan mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”(Hosnan,2014: 34). Pendekatan Saintifik meliputi beberapa langkah-langkah yaitu, mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  24. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Mengamati
    Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Metode mengamati sangat bermanfaat bagi pemenuhan rasa ingin tahu peserta didik. Sehingga proses pembelajaran memiliki kebermaknaan yang tinggi.

    Menanya
    Dalam kegiatan menanya, guru membuka kesempatan secara luas kepada peserta didik untuk bertanya mengenai apa yang sudah dilihat, disimak, dibaca atau dilihat. Guru perlu membimbing peserta didik untuk dapat mengajukan pertanyaan: pertanyaan tentang yang hasil pengamatan objek yang konkrit sampai kepada yang abstra berkenaan dengan fakta, konsep, prosedur, atau pun hal lain yang lebih abstrak. Pertanyaan yang bersifat faktual sampai kepada pertanyaan yang bersifat hipotetik.

    Mengumpulkan Informasi
    Dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, aktivitas mengumpulkan informasi dilakukan melalui eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/ kejadian/, aktivitas wawancara dengan nara sumber dan sebagainya.

    Mengasosiasi
    Dalam Permendikbud Nomor 81a Tahun 2013, proses mengasosiasi adalah memproses informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi.

    Mengkomunikasikan
    Pada pendekatan scientific guru diharapkan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengkomunikasikan apa yang telah mereka pelajari. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui menuliskan atau menceritakan apa yang ditemukan dalam kegiatan mencari informasi, mengasosiasikan dan menemukan pola.


    Terimakasih

    ReplyDelete
  25. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Adapun Prinsip-prinsip kegiatan pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013, yakni :

    1. peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu;
    2. peserta didik belajar dari berbagai sumber belajar;
    3. proses pembelajaran menggunakan pendekatan ilmiah;
    4. pembelajaran berbasis kompetensi;
    5. pembelajaran terpadu;
    6. pembelajaran yang menekankan pada jawaban divergen yang memiliki kebenaran multi dimensi;
    7. pembelajaran berbasis keterampilan aplikatif;
    8. peningkatan keseimbangan, kesinambungan, dan keterkaitan antara hard-skills dan soft-skills;
    9. pembelajaran yang mengutamakan pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik sebagai pembelajar sepanjang hayat;
    10. pembelajaran yang menerapkan nilai-nilai dengan memberi keteladanan (Ing Ngarso Sung Tulodo), membangun kemauan (Ing Madyo Mangun Karso), dan mengembangkan kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran (Tut Wuri Handayani);
    11. pembelajaran yang berlangsung di rumah, di sekolah, dan di masyarakat;
    12. pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembelajaran;
    13. pengakuan atas perbedaan individualdan latar belakang budaya peserta didik; dan
    14. suasana belajar menyenangkan dan menantang.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  26. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintik identik dengan kegiatan 5M. Mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Kegiatan – kegiatan tersebut ditujukan kepada siswa agar mereka dapat aktif untuk memeroleh ilmu sehingga pembelajaran lebih bermakna. Metode ini sangat inovatif karena sangat berbeda degan metode konvensional yang cenderung teacher centered, sehingga siswa menjadi pasif.

    ReplyDelete
  27. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintifik diperkenalkan seiring dengan munculnya kurikulum baru yaitu K13. Semua pembelajaran diharapkan dapat menggunakan metode ini. Namun di Indonesia belum semuanya menggunakan metode ini, karena sosialisasi yang belum merata serta kesiapan dari setiap instansi atau guru sebagai pengajar. Kendala yang ada tidak hanya dalam persiapannya saja, tetapi juga dalam proses pembelajarannya terdapat kendala-kenda yang dialami oleh guru atau siswa untuk mengikuti kegiatan 5M yang ada.

    ReplyDelete
  28. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya pengimplementasian pembelajaran menggunakan metode saintifik dapat mencakup semua jenjang, tentunya ini bertujuan untuk menanamkan pola pikir scientis sejak dini. Akan tetapi pendekatan ini disesuaikan juga dengan konteks jenjangnya misal untuk jenjang SD bisa dikombinasikan dengan metode lainnya seperti metode kontekstual ataupun PMRI.

    ReplyDelete
  29. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY

    Pendekatan saintifik ini memang ideal untuk proses pembelajaran yang berpusat pada siswa. Akan tetapi dalam praktiknya masih sering dijumpai kesulitan baik dari kalangan guru maupun siswa. Kebanyakan guru mengeluh kesulitan dalam mengembangkan perangkat ajar menggunakan metode saintifik, terlebih lagi pedekatan ini memiliki sintaks. Oleh karena itu menurut saya perlu diadakannya pelatihan dan pengembangan untuk menerapkan pendekatan scientifik.

    ReplyDelete
  30. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan matematika I 2014


    Pendekatan saintif menurut saya adalah suatu proses pembelajaran dimana siswa diarahkan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri untuk mencapai meaningfull learning. pendekatan saintifik ini dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  31. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kedudukan metode saintifik dalam pembelajaran
    1. metode saintifik sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
    2. metode saintifik sebagai alat untuk meningkatkan motivasi
    3. metode saintifk sebagai strategi pembelajaran

    ReplyDelete
  32. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hubungan metode saintifik dengan metode pbm lainnya adalah metode saintifik dapat dikolaborasikan dengan metode pbm lainnya sehingga dapat mengoptimalkan proses pembelajaran. contohnya adalah metode problem based learning, dengan pendekatan saintifknya mengamati suatu permasalahan yangdiajukan oleh guru, kemudian diamati, dicoba, diasosiasi, dan dikomunikasikan; penemuan konsep dengan ilmiah

    ReplyDelete
  33. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendekatan ilmiah berarti konsep dasar yang menginspirasi atau melatarbelakangi perumusan metode mengajar dengan menerapkan karakteristik yang ilmiah. Pendekatan pembelajaran ilmiah (scientific teaching) merupakan bagian dari pendekatan pedagogis pada pelaksanaan pembelajaran dalam kelas yang melandasi penerapan metode ilmiah. penerapan pendekatan ilmiah dalam pembelajaran tidak hanya fokus pada bagaimana mengembangkan kompetensi siswa dalam melakukan observasi atau eksperimen, namun bagaimana mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berpikir sehingga dapat mendukung aktivitas kreatif dalam berinovasi atau berkarya.

    ReplyDelete
  34. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Penerapan metode ilmiah merupakan proses berpikir logis berdasarkan fakta dan teori. Pertanyaan muncul dari pengetahuan yang telah dikuasai. Karena itu kemampuan bertanya merupakan kemampuan dasar dalam mengembangkan berpikir ilmiah. Informasi baru digali untuk menjawab pertanyaan. Oleh karena itu, penguasaan teori dalam sebagai dasar untuk menerapkan metode ilmiah. Dengan menguasi teori maka siswa dapat menyederhanakan penjelasan tentang suatu gejala, memprediksi, memandu perumusan kerangka pemikiran untuk memahami masalah. Bersamaan dengan itu, teori menyediakan konsep yang relevan sehingga teori menjadi dasar dan mengarahkan perumusan pertanyaan penelitian.

    ReplyDelete
  35. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Makna Metode Saintifik

    Metode saintifik adalah suatu pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013 yang terdiri dari 5 kegiatan, yaitu kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Berdasarkan silabus matematika SMA yang dikeluarkan pemerintah, pendekatan saintifik disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari. Kegiatan bisa dilakukan dengan mengamati pola, kejadian dan peristiwa yang terjadi, setelah itu siswa dapat muncul pertanyaan bagaimana hal tersebut terjadi, lalu siswa dapat mencari informasi melalui berdiskusi, mencoba, dan mendalami konsep. Setelah itu siswa mengasosiasi/mencari keterkaitan dari permasalahan yang diberikan dengan informasi yang telah didapat sekaligus ditarik kesimpulan, dan yang terakhir mengkomunikasikan apa yang sudah disimpulkan.

    ReplyDelete
  36. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Manfaat Metode Saintifik

    Metode saintifik memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dan dapat mengontruksi pengetahuannya sendiri, atau bisa dikatakan mandiri. Kegiatan mengamati melatih siswa untuk berpikir kritis dan berpikir luas, kegiatan menanya dapat melatih siswa meningkatkan self-efficacy dan kemampuan berkomunikasi, kegiatan mengumpulkan informasi melatih siswa untuk mandiri, kegiatan mengasosiasi/menyimpulkan melatih siswa berpikir kritis dan melatih kemampuan problem solving, dan kegiatan mengkomunikasikan melatih siswa dalam mengemukakan pendapat serta tanggungjawab.

    ReplyDelete
  37. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Hubungan Metode Saintifik dengan Metode PBM yang lain

    Saintifik sebagai sintaks pembelajaran dapat diterapkan pada metode pembelajaran matematika yang lain. Seperti contoh, dengan metode pembelajaran kooperatif tipe think pair share, guru dapat mengajukan lembar kegiatan siswa yang berlandaskan saintifik, dimana siswa diberikan petunjuk untuk melaksanakan kegiatan 5 M, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan hasil diskusi mereka.

    ReplyDelete
  38. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika A 2014 UNY

    Menurut saya, metode saintifik sudah bagus. Memiliki runtutan yang sangat terstruktur dan sangat ilmiah. Pada pandangan saya kesulitan sekarang adalah penerapannya pada pendidikan di Indonesia ini. Kebanyakan guru masih 'nyaman' dengan metode ceramah. HAl tersebut membuat penerapannya belum maksimal. Selain dariguru, penerapannya juga terkadang tersendat saat siswa kurang fokus. Semoga penerapan metode saintifik bisa semakin baik dari waktu ke waktu.

    terimakasih

    ReplyDelete
  39. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode ini dapat dipadupadankan dengan metode yang lain. Kegiatan – kegiatan yang adaa di pendekatan saintifik bisa disisipkan banyak hal. Pada bagian mengmati, guru dapat membuat LKS yang berbasi masalah atau konstekstual atau budaya (etnomatematika). Selain itu dalam kegiatan mengerjakan LKS kelas dapat di-setting dengan siswa bekerja secara berpasangan, atau yang lainnya.

    ReplyDelete
  40. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah ilmuwan
    dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbu-dayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa (De Vito, 1989). Pembelajaran saintifik dilakukan dengan tahap mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman siswa dari segi isi maupun pengalaman (Edelson, Gordin & Pea, 1999). Selain pembelajaran saintifik, kurikulum merekomendasikan pula penggunaan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning, PBL) dan pembelajaran berbasis projek (project based learning, PjBL). PBL dapat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi (Weissinger, 2004; Arends, 2012). Pembelajaran berbasis masalah merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa yang mengorganisasikan kurikulum dan pembelajaran dalam situasi yang tidak terstruktur dan memberikan masalah dunia nyata (Mergendoller, Maxwell & Belissimo, 2006; Massa, 2008; Arends & Kilcher, 2010). Masalah dalam PBL berupa masalah autentik untuk dijadikan tonggak untuk melakukan investigasi dan penemuan (Arends, 2012), berkolaborasi dan mengatur pembagian tugas antarsiswa (Arends & Kilcher, 2010). Demikian pula halnya dengan PjBL yang merupakan metode yang mendukung, memfasilitasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran (Tamin & Grant, 2013).

    ReplyDelete
  41. Fina Fitri Nurjannah
    14301244005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Metode saintifik adalah metode pembelajaran yang memiliki sintaks 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Menalar, dan Mengkomunikasikan. Metode ini sangat bermanfaat dalam pembelajaran matematika karena dengan metode saintifik siswa difasilitasi untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga siswa dapat bertanggungjawab bahwa mereka belajar matematika karena mereka butuh matematika, matematika bermanfaat untuk diri mereka terutama dalam kehidupan sehari-hari. Seperti yang sudah dijelaskan Prof.Marsigit yang kurang lebih seperti ini, “matematika bukan rumus yang tiba-tiba ada dan kemudian dihafal. Matematika ditemukan, matematika merupakan hasil dari ikhtiar.”. Beberapa macam metode saintifik antara lain: Problem Based Learning, Project Based Learning, Trajectory Based Learning, Discovery Learning, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  42. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam pengalaman saya di salah satu SMA di Kota Jogja, penerapan pendekatan saintifik sudah lumayan baik. PAda mata pelajaran tertentu cukup baik, namun kelemahan lagi adalah tentang partisipasi siswa kurang. Contoh ketika saya meminta adanya siswa yang maju kedepan untuk mengkomunikasikan hasil diskusinya, memang ada siswa yang maju kedepan untuk mengomunikasikannya tetapi siswanya itu-itu terus. Hal tersebut menunjukkan beberapa siswa masih terbiasa dengan konvensional dan butuh adaptasi. Selain itu pengalaman saya di suatu SMP di Bantul saat observasi PPL, terlihat beberapa siswa kurang fokus ketika pendekatan saintifik diterapkan. Sehingga terkadang guru menunjuk seorang siswa untuk maju kedepan mengomunikasikan hasil diskusinya. Semoga dapat bermanfaat

    Terimakasih

    ReplyDelete
  43. Metode saintifik yang dikenalkan di Indonesia terdiri dari 5 tahap yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Metode Saintifik mengasumsikan bahwa Pengetahuan diperoleh dari fenomena yang terjadi disekitar lingkungan alam. Dari fenomena tersebut kemudian kejadian manakah yang dapat menimbulkan suatu pertanyaan. Pertanyaan tersebut berusaha dijawab dengan mengumpulkan bukti-bukti atau informasi. Bukti –bukti tersebut kemudian diuji menjadi pengetahaun yang benar. Kemudian dikomunikasikan untuk mendapat balikan atau saran. Pada dasarnya manusia secara tidak langsung melakukan kegiatan saintifik karena manusia selalu mengamati dan memunculkan pertanyaan. Tetapi tidak sampai pada mengumpulkan informasi kemudian mengomunikasikan secara tulisan.

    ReplyDelete
  44. Muhammad Nurfauzan
    14301241015
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 memiliki beberapa prinsip, salah satunya adalah peserta didik difasilitasi untuk mencari tahu. Peserta didik diharapkan jangan terlalu tergantung oleh guru, karena pembelajaran sekarang perlu peran aktif siswa. Jadi peserta didik tidak difasilitasi untuk tahu, melainkan untuk mencari tahu. Prinsip berikutnya adalah peserta didik belajar dari berbagai sumber, hal tersebut dapat membuat siswa tidak hanya memiliki satu pandangan saja, melainkan pandangan akan wawasan menjadi luas. Jika siswa memiliki banyak pandangan, maka kejadian intoleransi diharapkan tidak terjadi atau akan menimbulkan sikap saling menghargai antar peserta didik. Semoga bermanfaat.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  45. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Metode saintifik terdiri dari beberapa tahapan seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengomunikasikan.siswa terlebih dahulu mengamati permasalahan di LKS misalnya yang diberikan oleh guru, kemudian dari mengamati tersebut siswa menemukan pertanyaan yang kemudian secara bersama sama siswa mencari jawaban dari pertanyaan tersebut memlui buku teks yang ada kemudian siswa mengasosiasi dan mengomunikasikan apa yang ia peroleh.

    ReplyDelete
  46. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang berlandaskan pada prosedur dan tata cara ilmiah untuk mencari tahu sesuatu. Sehingga dalam pelaksanaannya pendekatan saintifik menggunakan pendekatan deduktif dan eksploratif.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  47. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    tujuan dari pendekatan saintifik adalah:
    untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
    untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah secara sistematik.
    terciptanya kondisi pembelajaran dimana siswa merasa bahwa belajar itu merupakan suatu kebutuhan.
    diperolehnya hasil belajar yang tinggi.
    untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide-ide, khususnya dalam menulis artikel ilmiah.
    untuk mengembangkan karakter siswa.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  48. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Kesulitan saya dalam pelaksanaan metode saintifik adalah saat pemilihan kegiatan yang harus dilakukan siswa untuk mengeksplor ilmu pengetahuan, untuk materi yang abstrak akan sangat susah menemukan kegiatan yang dapat dieksplor langsung.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  49. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049
    Hubungan pendekatan saintifik dengan model pembelajaran yang lain adalah pendekatan saintifik merupakan dasar dalam melakukan metode pembelajaran yang lain. Metode pembelajaran yang lain secara tidak langsung menggunakan pendekatan saintifik, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan membiarkan siswa mencari informasi secara langsung.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  50. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Metode saintifk merupakan suatu proses pembelajaran dengan pendekatan ilmiah, yaitu dalam pembelajarannya berbasis penemuan, penelitian, maupun proyek. Pendekatan saintifik ini lebih kepada bagaimana menciptakan suatu pembelajaran yang aktif. Disini siswa lebih aktif mengkonstruk atau memahami suatu materi dibandingkan dengan pendekatan konvensional dimana guru yang biasanya aktif memberikan materi secara ceramah. Syntaks dari pendekatan saintifik ini meliputi Mengamati, Menanya, Mencoba, Mengasosiasi dan Mengomunikasikan. Dalam pelaksanaannya sebagaian besar siswa mengalami kesulitan dalam tahap Menanya.

    ReplyDelete
  51. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya tertarik pada nomor 10 mengenai kesulitan metode saintifik yaitu: Jika tidak terkendali akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran, Kemampuan awal menjadi tolak ukur peserta didik untuk bertanya sehingga intensitas bertanya dalam kelas sangat bergantung pada kemampuan awal yang didapat dari jenjang atau materi sebelumnya., Peserta didik terkadang malas untuk menalar sesuatu karena sudah terbiasa mendapatkan informasi langsung oleh guru.Memerlukan waktu yang lebih dalam menemukan jawaban atas percobaan,Tidak semua peserta didik pandai dalam menyampaikan informasi

    ReplyDelete
  52. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    sejak diterbitkannya kurikulum 2013, pembelajaran saintifik mulai ramai dibicarakan. pembelajaran saintifik terkenal dengan 5 tahpannya, yaitu : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, mengkomunikasikan kesimpulan. saya pribadi sebagai mahasiswa calon guru belum pernah mengaplikasaikan pembelajaran saintifik secara langsung di dalam kelas, karena keterbatasan momen dan tempat. yang menjadi pertanyaan besar saya selam ini adalah, apakah kelima tahapan tadi dapat diterapkan pada satu kali pembelajaran (durasi kurang lebih 90 menit), terlebih pada materi matematika? semoga suatu hari nanti saya berkesempatan untuk membuktikannya sendiri.

    ReplyDelete
  53. Indri Ardiati
    14301241047
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik dengan kesulitan menerapkan metode saintifik, seperti yang telah kita ketahui sintak dalam pendekatan saintifik adalah 5M yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan. Menurut saya kesulitan dalam menerapkan pendekatan saintifik adalah memunculkan pertanyaan dari siswa, karena selama ini seringnya siswa diberikan pertanyaan bukan membuat pertanyaan atau bisa jadi penyebab lainnya adalah kemampuan berpikir kritis siswa yang masih rendah.

    ReplyDelete
  54. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductiv reasoning).

    ReplyDelete
  55. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan sumber yang pernah saya baca, yaitu pada postingan Bapak yang berjudul Ontologi Saintifik, menurut saya landasan metode saintifik adalah ilmu Saintifisme Realis dimana objeknya berada di luar pikir atau dapat diamati. Pelaksanaan metode saintifik ini terdiri atas kegiatan 5M yaitu mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), menanya, mencoba/mengumpulkan data (informasi), mengasosiasi/mengolah data (informasi), dan mengkomunikasikan (untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap). Kemudian dapat dilanjutkan dengan mencipta. Saya pernah mengobrol dengan salah satu guru yang mengajar di SMA. Menurut beliau, masih banyak guru yang menemukan kesulitan dalam menerapkan meotde saintifik, mengingat bahwa selama ini mereka selalu menggunakan metode ceramah saat melakukan pembelajaran di kelas. Sedangkan kita ketahui, bahwa metode saintifik banyak menuntut siswa untuk berperan aktif, padahal sebelum adanya Kurikulum 2013 guru yang lebih banyak berperan aktif.

    ReplyDelete
  56. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan saintifik adalah salah satu langkah-langkah ilmiah yang digunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013. Dalam proses pembelajaran dengan pendekatan ini, siswa bukan lagi dijadikan sebagai obyek namun sebagai subyek. Sementara itu, peran guru hanya sebagai fasilitator dan juga motivator. Pendekatan saintifik sangat bermanfaat dalam mengolah sikap sosial, pengetahuan, kemampuan berfikir, dan ketrampilan siswa dalam mengaplikasikan materi pelajaran. Pada umumnya kegiatan belajar mengajar yang menggunakan pendekatan saintifik diterapkan dalam bentuk kerja kelompok. Langkah-langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik menurut Permendikbud nomer 81 A tahun 2013 dalam lampiran IV yaitu : mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/eksperimen, mengasosiasikan/mengolah informasi, dan mengkomunikasikan.

    ReplyDelete
  57. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Pendekatan saintifik tidak semua orang bisa mempraktekkannya dalam proses pembelajaran. Sebab perlu penyesuaian dan kemauan dari seluruh pelaku pendidikan di sekolah jika ingin menerapkannya. Karena kendala itu pasti ada seperti mengubah cara pandang guru yang terbiasa menggunakan pendekatan konvensional.

    ReplyDelete
  58. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sebenanya saya masih bingung apakah saintifik itu disebut sebagai metode ataukah pendekatan. Namun, saya akan mencoba membagi sedikit pengalaman saya tentangnya. Kesulitan dalam menerapkan metode saintifik bisa dikarenakan berbagai sumber. Dari siswa, guru, atau sarana dan prasarana pembelajaran. Dari guru biasanya kesulitan ketika membuat rancangan pembelajaran. Guru banyak yang belum memahami apa itu saintifik. Sehingga, dalam praktiknya pun masih banyak yang memilih menggunakan metode konvensional. Kemudian dari siswa biasanya kesulitannya adalah membuat siswa aktif menanya, serta mengomunikasikan. Guru harus memancing atau memberi umpan terlebih dahulu agar siswa mau bertanya. Dan dain sebagainya.

    ReplyDelete
  59. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Beberapa manfaat pendekatan saintifik diantaranya adalah:
    1. Lebih mudah diterima oleh anak
    2. Lebih bermakna bagi anak
    3. Lebih utuh diterima oleh anak
    4. Lebih melekat menjadi perilaku anak
    5. Mengurangi verbalisme (menghindari guru untuk banyak menjelaskan secara lisan)
    6. Lebih mudah diterapkan oleh anak
    7. Anak lebih menghargai kemampuan yang diperolehnya
    8. Anak lebih percaya diri
    9. Anak lebih bangga terhadap kemampuan yang diperolehnya
    10. Kemampuan yang diperoleh lebih permanen

    Terimakasih

    ReplyDelete
  60. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Metode saintifik sangat relevan dengan tiga teori belajar yaitu teori Bruner, teori Piaget, dan teori Vygotsky. Teori belajar Bruner disebut juga teori belajar penemuan. Ada empat hal pokok berkaitan dengan teori belajar Bruner. Pertama, individu hanya belajar dan mengembangkan pikirannya apabila ia menggunakan pikirannya. Kedua, dengan melakukan proses-proses kognitif dalam proses penemuan, siswa akan memperoleh sensasi dan kepuasan intelektual yang merupakan suatau penghargaan intrinsik. Ketiga, satu-satunya cara agar seseorang dapat mempelajari teknik-teknik dalam melakukan penemuan adalah ia memiliki kesempatan untuk melakukan penemuan. Keempat, dengan melakukan penemuan maka akan memperkuat retensi ingatan. Empat hal di atas adalah bersesuaian dengan proses kognitif yang diperlukan dalam pembelajaran menggunakan metode saintifik.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  61. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Teori Piaget, menyatakan bahwa belajar berkaitan dengan pembentukan dan perkembangan skema (jamak skemata). Skema adalah suatu struktur mental atau struktur kognitif yang dengannya seseorang secara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sekitarnya. Skema tidak pernah berhenti berubah, skemata seorang anak akan berkembang menjadi skemata orang dewasa. Proses yang menyebabkan terjadinya perubahan skemata disebut dengan adaptasi. Proses terbentuknya adaptasi ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi. Asimilasi merupakan proses kognitif yang dengannya seseorang mengintegrasikan stimulus yang dapat berupa persepsi, konsep, hukum, prinsip ataupun pengalaman baru ke dalam skema yang sudah ada didalam pikirannya. Akomodasi dapat berupa pembentukan skema baru yang dapat cocok dengan ciri-ciri rangsangan yang ada atau memodifikasi skema yang telah ada sehingga cocok dengan ciri-ciri stimulus yang ada. Dalam pembelajaran diperlukan adanya penyeimbangan atau ekuilibrasi antara asimilasi dan akomodasi.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  62. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Vygotsky, dalam teorinya menyatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila peserta didik bekerja atau belajar menangani tugas-tugas yang belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih berada dalam jangkauan kemampuan atau tugas itu berada dalam zone of proximal development daerah terletak antara tingkat perkembangan anak saat ini yang didefinisikan sebagai kemampuan pemecahan masalah di bawah bimbingan orang dewasa atau teman sebaya yang lebih mampu.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  63. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan pendekatan pembelajaran saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pendekatan pembelajaran saintifik dapat menggunakan beberapa model pembelajaran. Model pembelajaran merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memiliki nama, ciri, sintak, pengaturan, dan budaya misalnya discovery learning, project-based learning, problem-based learning, inquiry learning.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  64. Dheanisa Prachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Kurikulum 2013 menggunakan modus pembelajaran langsung (direct instructional) dan tidak langsung (indirect instructional). Pembelajaran langsung adalah pembelajaran yang mengembangkan pengetahuan, kemampuan berpikir dan keterampilan menggunakan pengetahuan peserta didik melalui interaksi langsung dengan sumber belajar yang dirancang dalam silabus dan RPP. Dalam pembelajaran langsung peserta didik melakukan kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/mencoba, menalar/mengasosiasi, dan mengomunikasikan. Pembelajaran langsung menghasilkan pengetahuan dan keterampilan langsung, yang disebut dengan dampak pembelajaran (instructional effect).

    Pembelajaran tidak langsung adalah pembelajaran yang terjadi selama proses pembelajaran langsung yang dikondisikan, menghasilkan dampak pengiring (nurturant effect). Pembelajaran tidak langsung berkenaan dengan pengembangan nilai dan sikap yang terkandung dalam KI-1 dan KI-2. Hal ini berbeda dengan pengetahuan tentang nilai dan sikap yang dilakukan dalam proses pembelajaran langsung oleh mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti serta Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Pengembangan nilai dan sikap sebagai proses pengembangan moral dan perilaku, dilakukan oleh seluruh mata pelajaran dan dalam setiap kegiatan yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran Kurikulum 2013, semua kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler baik yang terjadi di kelas, sekolah, dan masyarakat (luar sekolah) dalam rangka mengembangkan moral dan perilaku yang terkait dengan nilai dan sikap.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    14301244012

    Pembelajaran dengan metode saintifik dapat melatih siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna bagi siswa.
    Selain itu, pada metode saintifik pembelajaran berpusat pada siswa, guru bertugas sebagai fasilitator. Pembelajaran yang berpusat pada siswa ini dapat mengembangkan berbagai kemampuan siswa antara lain, kemampuan komunikasi, kemampuan berpikir kritis, kerja sama dll.

    ReplyDelete
  66. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    14301244012

    Akan tetapi dalam pelaksanaan metode saintifik masih terdapat beberapa kendala. Antara lain, di salah satu sekolah yang sudah menerapkan K13 di mana pembelajarannya sudah menggunakan metode saintifik, belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Pembelajaran dengan metode saintifik yang semula bertujuan agar memberikan pembelajaran yang bermakna bagi siswa, ternyata tidak tercapai. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain fasilitas sekolah yang belum mendukung, alokasi waktu yang sedikit, minat siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  67. Azizah Pusparini
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    14301244012
    Berdasarkan penelitian-penelitian yang saya baca, pembelajaran dengan metode saintifik ini efektif dalam meningkatkan kemampuan siswa, baik kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotorik.
    Aspek kognitif misalnya kemampuan pemahaman konsep matematis. Karena siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga konsep yang tertanam dalam diri siswa lebih matang. Selain itu, kemampuan komunikasi matematis, pada metode saintifik terdapat tahap menngkomunikasikan hasil pemikirannya. Hal ini efektif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa.
    Aspek afektif misalnya kepercayaan diri, bertanggung jawab, rasa ingin tahu yang tinggi.
    Aspek psikomotorik misalnya bekerja sama

    ReplyDelete
  68. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pendekatan saintifik merupakan kerangka ilmiah pembelajaran yang diusung oleh Kurikulum 2013. Langkah-langkah pada pendekatan saintifik merupakan bentuk adaptasi dari langkah-langkah ilmiah pada sains. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductive reasoning) (wikipedia). Namun dalam penerapannya masih ada beberapa guru yang tidak menerapkan metode pembelajaran saintifik, hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan tentang metode saintifik itu sendiri dan juga sudah nyamannya menggunakan metode ceramah.

    ReplyDelete
  69. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Yth. Bapak Prof. Marsigit. Kami (saya) akan memcoba menjelaskan apa yang saya pahami mengenai metode saintifik berdasarkan pengalaman dan apa yang kami pahami:
    1. Makna Metode Saintifik,
    Saintifik yang kami pahami selama ini merupakan suatu pendekatan (begitulah yang disampaikan pada modul pelatihan Instruktur Nasional Kurikulum 2013) yang mana sepemahaman mengharuskan dalam pembelajaran dikelas siswa harus melakukan kegiatan 5 M yaitu: Mengamati, Menanya, Mengumpulkan informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan.

    2. Manfaat Metode Saintifik,
    Manfaat dari menggunakan metode/pendekatan saintifik ini adalah bisa “memakasa” siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, bisa meningkatkan kemampuan berpikir siswa dan kepercayaan diri siswa

    3. Macam Metode Saintifik,
    Mohon maaf Pak, sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terkait bahwa metode saintifik terdapat beberapa jenis.

    4. Landasan Metode Saintifik,
    Landasan mengenai pendekatan saintifik tertuang pada Permendikbud no 22 tahun 2016 tentang standar proses di mana tertulis sebagai berikut “Kegiatan inti menggunakan model pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan sumber belajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran. Pemilihan pendekatan tematik dan /atau tematik terpadu dan/atau saintifik dan/atau inkuiri dan penyingkapan (discovery) dan/atau pembelajaran yang menghasilkan karya berbasis pemecahan masalah (project based learning) disesuaikan dengan karakteristik kompetensi dan jenjang pendidikan”

    5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siawa (SD, SMP dan SMA),
    Untuk siswa SMP dan SMA di sekolah yang memiliki predikat “unggulan” seperti yang kami dengan bisa berjalan dengan baik, sangat relevan dengan kegiatan pembelajarannya. Akan tetapi untuk siswa yang bersekolah “mohon maaf” di sekolah yang berpredikat “pinggiran” kurang bisa berjalan dengan baik.

    6. Kedudukan Metode Saintifik,
    Saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kurikulum 2013 yang berlaku saat ini.

    7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode pbm yang lain.
    Saintifik merupakan pendekatan pembelajaran yang digunakan pada kurikulum 2013 yang berlaku saat ini yang bisa dipadukan dengan model pembelajaran Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning

    8. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
    untuk siswa yang bersekolah “mohon maaf” di sekolah yang berpredikat “pinggiran” penggunaan metode saintifik ini kurang bisa berjalan dengan baik. Berdasarkan keterangan yang pernah kami dengar saat pelatihan adalah dari kondisi siswa-nya sendiri yang kurang termotivasi untuk belajar, dan dari pengamatan kami ada juga beberapa guru yang enggan meninggalkan gaya mengajarnya yang sudah melekat bertahun-tahun.

    Demikian Bapak, pemahaman kami terkait metode/pendekatan saintifik. Kurang lebihnya kami mohon maaf. Terima kasih telah diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat ini.

    ReplyDelete
  70. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    1. Pengertian Pendekatan Saintifik
    Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang menonjolkan siswa sebagai pusat pembelajaran dimana siswa belajar mengetahui sesuatu yang mereka ingin tau melalui pengalaman yang nyata.
    2. Manfaat Metode Saintifik
    Manfaat metode saintifik bagi diri siswa adalah mereka memahami betul apa yang mereka pelajari karena berbasis pengalaman.
    3. Macam Metode Saintifik
    Jika macam metode saintifik yang dimaksud di sini adalam macam-macam metode yang dapat diterapkan pada pembelajaran saintifik antara lain adalah Problem Based Learning, Project Based learning, Cooperative Learning.
    4. Landasan Metode Saintifik
    Landasan metode saintifik sudah pasti berlandaskan oleh pemerintah yang termaktub pada Permendikbud nomor 22 tahun 2016.
    5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siswa (SD, SMP, SMA)
    Jika awal mula metode saintifik ini dikenalkan pada tahun 2013, banyak sekali sesuatu yang unrelevan dengan siswa karena siswa belum terbiasa dengan adanya metode saintifik. Namun, setelah berjalannya waktu dan adanya beberapa revisi dari kurikulum 2013, metode saintifik mulai relevan dengan keadaan siswa karena mereka sudah mulai dikenalkan dan sudah mulai memahami pembelajaran menggunakan metode saintifik walaupun masih ada bisa diperkirakan lebih dari setengah wilayah Indonesia masih belum menerapkan metode saintifik pada proses pembelajaran mereka. Namun hal ini sudah merupakan kemajuan dari tahun 2013 hingga 2017. Walaupun hal tersebut masih dalam angan-angan dan belum menemukan data yang valid mengenai ada berapa sekolah yang sudah menerapkan K13. Tapi yang pasti sudah lebih banyak dari tahun 2013.

    ReplyDelete
  71. 6. Kedudukan Metode Saintifik
    Kedudukan metode saintifik masih berada pada kedudukan yang belum tetap. Karena penggunaan metode saintifik masih mencari titik finish agar menjadi metode tetap yang digunakan pada proses pembelajaran siswa.
    7. Hibungan Metode Saintifik dengan Metode Pembelajaran yang Lain
    Hubungannya adalah dengan metode saintifik ada beberapa metode pembelajaran yang bisa digunakan dalam kegiatan pembelajaran guna membantu terciptanya tujuan pembelajaran menggunakan metode saintifik.
    8. Hasil-hasil Penelitian Tentang Metode Saintifik
    Hasil-hasil penelitian yang ada tentang metode saintifik memberikan pencerahan kepada dunia penelitian. Karena dari beberapa penelitian mengenai metode saintifik, Metode saintifik mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi korelasi kelas X IIS di SMA N 2 MEJAYAN MADIUN yang telah dilakukan oleh Yulia Megawati dan Dhiah Fitrayati (file:///C:/Users/SEVEN/Downloads/16829-20805-1-PB.pdf ), selain itu terdapat juga pada penelitian yang dilakukan oleh Umiati Menyatakan bahwa dengan menggunakan metode saintifik, siswa menjadi lebih aktif, kreatif, produktif, inovatif, efektif, dan mandiri dalam proses pembelajaran. (http://etheses.uin-malang.ac.id/5089/1/11110010.pdf ). dan masih banyak lagi penelitian mengenai metode saintifik yang ada di Indonesia saat ini
    9. Pelaksanaan Metode Saintifik
    Pelaksanaan metode saintifik sudah mulai mengalami peningkatan karenasudah adanya peningkatan kualitas guru serta kualitas bahan ajar walaupun masih ada beberapa yang perlu dibenahi seperti ketetapan bahan ajar yang digunakan sehingga konten yang dipelajari sama setiap tahunnya dan lain sebagainya.
    10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah
    Kesulitan yang saya alami adalah masih belum bisa beradaptasi dengan metode saintifk karena pengalaman mengajar yang masih sangat dibilang masih baru mulai memupuk.

    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  72. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Baik Bapak, saya akan mencoba mengemukakan pendapat saya baik berdasarkan buku maupun pengalaman yang pernah saya alami.
    1. Makna Metode Saintifik
    Hosnan (2014 : 34) mengatakan bahwa pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep yang ditemukan.
    2. Manfaat Metode Saintifik
    Pembelajaran di kelas akan berpusat pada peserta didik, peserta didik terbiasa untuk berpikir tingkat tinggi, kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah berkembang, dan mengembangkan karakter peserta didik.
    3. Macam Metode Saintifik
    Jenis-jenis metode saintifik saya belum mengetahuinya. Tetapi jika yang dimaksud model pembelajaran yang sejalan dengan metode saintifik diantaranya ialah Discovery Learning, Problem Based Learning, Inkuiri, Penemuan Terbimbing, dll.
    4. Landasan Metode Saintifik
    Pembelajaran sebenarnya merupakan proses saintis. Oleh karena itu, sebaiknya proses pembelajaran mengikuti tahapan-tahapan saintis yakni mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan. Sehingga, mucul yang namanya metode saintifik.
    5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siswa (SD, SMP dan SMA)
    Metode saintifik khusunya pada pelajaran matematika, lebih cocok diterapkan pada anak SD dan SMP, karena materi matematika pada jenjang SD dan SMP masih konkret dan ada di sekitar peserta didik, sehingga mtahapan-tahapan pendekatan saintifik bisa dilaksanakan dengan baik. Tetapi bagi anak SMA, metode saintifik kurang cocok untuk diterapkan karena materi matematika pada tahap SMA sudah mulai abstrak dan materi yang akan dibahas lebih banyak, sehingga kurang cocok jika menggunakan metode saintifik, tetapi bisa menggunakan metode yang lain seperti problem based learning yang melatih kemampuan berfikir tingkat tinggi peserta didik.
    6. Kedudukan Metode Saintifik
    Proses pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan di sekolah yang menggunakan kurikulum 2013.
    7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode Pbm yang Lain.
    Dalam proses pembelajaran, metode saintifik dapat digunakan atau dikombinasikan dengan metode pembelajaran lain yang sejalan dengan metode saintifik.
    8. Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik
    Hasil-hasil penelitian (Penelitian Tindakan Kelas) tentang metode saintifik, rata-rata menunjukan bahwa metode saintifik dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa.
    9. Pelaksanaan Metode Saintifik
    Sampai sekarang, sudah banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang sudah menerapkan kurikulum 2013, sehingga metode saintifik pun sudah banyak diterapkan.
    10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah.
    Kesulitan menerapkan metode saintifik yang pernah saya alami yakni kurangnya fasilitas di sekolah yang menunjang pelaksanaan metode saintifik seperti LKS, proyektor dan layarnya (karena dalam menerapkan metode saintifik biasanya guru ingin menayangkan-menayngkan video ataupun gambar-gambar). dll. Selain itu, peserta didik yang prestasinya rendah masih kesulitan untuk mengikuti pembelajaran dengan metode saintifik ini.

    ReplyDelete
  73. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Saya akan langsung memberikan pendapat tentang poin ke 10, Kesulitan menerapkan Metode Saintifik, dan pengalaman menerapkan metode saintifik di sekolah. Setelah membaca pemaparan Bapak tentang dua macam pendekatan Saintifik, yaitu pendekatan saintifik realis dan saintifik idealis di artikel yang berjudul ‘Ontologi Saintifik’, saya rasa masih banyak guru yang menggunakan pendekatan saintifik ideal untuk siswa SD atau awal SMP padahal siswa di tahap itu kebanyakan masih belum bisa berpikir secara abstrak sehingga mereka sulit terlibat dalam proses belajar mengajar. Kesulitan yang kedua adalah masih banyak sekolah yang belum lengkap alat peraga atau bahan ajar yang dapat mendukung implementasi pendekatan saintifik di sekolah.

    ReplyDelete
  74. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    17709251005
    PPs PM A 2017

    Assalamualaikum Prof,
    Secara garis besar metode saintifik membantu siswa dalam mengkonstruk pengetahuan matematikanya melalui 5 M (mengamati, menanya, mengobservasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan). Namun, jika penggunaan metode saintifik dilakukan untuk semua mata pelajaran dan semua materi maka menjadi tidak sesuai. Metode saintifik akan baik bila sesuai dengan peruntukannya, tidak semua materi dapat dibelajarkan dengan metode saintifik. Diperlukan metode-metode lain untuk melengkapi kekurangan metode saintifik. Terlebih lagi, berdasarkan pengalaman di lapangan, metode saintifik tidak mudah untuk diterapkan. Misalnya dalam mengelola siswa di kelas, untuk membuat sumber pelajaran yang sesuai agar kelima tahap tersebut dapat benar-benar membentuk persepsi yang benar pada siswa, dan juga terkait dengan keterbatasan waktu

    ReplyDelete
  75. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalaikum Prof, disini saya akan memberikan tanggapan mengenai kesulitan menerapkan Metode Saintifik, dan pengalaman menerapkan metode saintifik di sekolah. Saya percaya bahwa pendekatan saintifk ini dapat diterapkan di sekolah khususnya di Indonesia, Namun, hal ini menjadi sulit untuk diterapkan saat ini karena siswa yang telah terbiasa dengan metode pembelajaran konvensional sejak jenjang pendidikan paling dasar maka dari itu siswa menjadi sulit untuk berfikir secara abstrak. Maka dari itu saya percaya bahwa metode pengajaran khususnya dalam mata pelajaran matematika harus dibenahi mulai dari pendidikan dasar.

    ReplyDelete
  76. Nama : Widuri Asmaranti
    NIM : 17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum.Wr.Wb
    Terimakasih bapak atas postingan kali ini.
    Saya akan mencoba berpendapat sesuai dengan yang saya tahu mengenai metode saintifik:
    1. Makna Metode Saintifik sendiri menurut saya adalah metode yang bukan hanya menekankan pada ilmu pengetahuan saja, namun sikap dan keterampilan siswa juga akan menjadi poin penting dalam proses pembelajaran.
    2. Manfaat Metode Saintifik ini adalah siswa dituntut harus aktif, bersikap baik, berfikir lebih kreatif, dan siswa akan lebih ingat dengan materi pembelajaran, karena konsep pembelajaran akan ditemukan oleh siswanya langsung.
    3. Macam Metode Saintifik biasanya dalam pembelajaran menggunakan model pembelajaran discovery based learning, inquiry based learning, problem based learning dan project based learning.
    4. Landasan Metode Saintifik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, karena disini guru memberikan informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru.
    5. Relevansi Metode Saintifik dari sisi Siswa, menurut saya metode ini cocok untuk SD dan SMP, karena untuk mengajarkan matematika masih bisa kita contohkan dengan benda konkret pada dunia nyata.
    6. Kedudukan Metode Saintifik saat ini yang digunakan di Sekolah.
    7. Hubungan Metode Saintifik dengan Metode pbm yang lain, menurut saya bisa digunakan dalam proses pembelajaran
    8. Hasil-hasil Penelitian tentang Metode Saintifik, metode ini sudah bisa digunakan , karena dalam beberapa penelitian mengatakan bahwa metode saintifik ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (http://119.252.161.254/e-journal/index.php/jurnal_ipa/article/download/1316/1017)
    9. Pelaksanaan Metode Saintifik sudah berjalan di sekolah, namun masih ada beberapa guru yang mengalami kesulitan.
    10. Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik yaitu ketika kita harus mempersiapkan apresepsi yang konvensional. Karena untuk mata pelajaran Matematika, tidak semua materi yang dengan mudah kita dapat memikirkan contoh kongkritnya. Namun pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah sangat lancar, hanya saja kita membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk menuntaskan materi. Ini disebabkan karena kita mengandalkan pemikiran siswa yang harus lebih kritis untuk menemukan konsep pembelajaran. Dan pada metode ini ada beberapa siswa yang 'malas' akan semakin 'malas', karena kebanyakan yang mengerjakan tugas kelompok lebih ke individu yang rajin. Dan ketika kita melihat sikap nya dalam kelompok, maka siswa akan berpura pura mengerjakan tugas kelompok (akting).
    Mungkin itu saja pendapat, pengalaman, dan yang saya dapat sampaikan mengenai pendekatan saintifik. Semoga bermanfaat.

    ReplyDelete
  77. Nama: Tri Wulnaingrum
    NIM: 17701251032
    PEP S2 Kelas B / 2017

    Pendekatan saintifik yang selama ini saya ketahui adalah pendekatan yang menmpatkan peserta didik sebagai center. Guru merupakan seorang fasilitator. Kemudian, menurut saya lagi, metode saintifik merupakan bentuk pengembangan aspek aspek dalam diri peserta didik, meliputi aspek religi, sosiao, maupun aspek lainnya. Kemudian manfaat metode saintifik sesuai dengan pengerian pendekatan yang saya imani selama ini yaitu untuk mengembangkan diri peserta didik. Terkait dengan kesulitan penggunaan pendekatan saintifik, sesungguhnya saya tidak layak untuk menyampaikan, karena saya bukan yang berada di lapangan pada kondisi sesungguhnya. Akan tetapi, apabila dihubung-hubungkan dengan teori pendekatan saintifik, maknanya, dan postingan-postingan bapak terkait pendekatan saintifik, saya rasa kesulitan (karena menurut saya sulit) adalah merubah tradisi terdahulu menuju tradisi saintifik.

    ReplyDelete
  78. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    S2 Pendidikan Matematika A

    Saya akan membahas mengenai poin 10 yaitu Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah. Kebetulan saya telah melaksanakan PPL di sebuah sekolah yang menerapkan K13 (metode saintifik). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa kesulitan yang saya alami sebagai pengajar, yaitu pertama, siswa belum siap untuk diajak belajar mandiri. Siswa terbiasa menerima konsep langsung dari gurunya tanpa memahami proses memperoleh/membuktikan konsep tersebut.
    Kedua, buku atau sumber informasi masih kurang. Selama ini, siswa masih menggunakan satu sumber saja sehingga dalam proses menemukan suatu konsep masih sulit. Ketiga, ada beberapa guru yang masih kesulitan menerapkan K13 disebabkan mereka mengira metode saintifik itu ribet dan tidak simpel.
    Namun dari beberapa kesulitan tersebut, sebenarnya metode saintifik ini bagus jika diterapkan agar siswa lebih aktif dan memahami materi.
    Kesulitan dalam menerapkan metode saintifik yang lain adalah belum siapnya guru untuk menggunakan K13. Dimulai dari persiapannya yaitu pembuatan RPP, pelaksanaannya yaitu suasana K13 belum muncul saat pembelajaran berlangsung yang akhirnya menggunakan kembali metode2 sebelumnya, dan evaluasi yaitu pemberian tugas dan menyimpulkan. Di sisi lain, ita juga tidak bisa sepenuhnya menyalahkan guru karena pada dasarnya pemerintah juga belum memberikan pelatihan K13 secara lengkap dan rutin. Hal itu menyebabkan guru menerka-nerka apa yang sebenarnya diinginkan oleh metode saintifik itu sendiri.

    ReplyDelete
  79. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Disini saya ingin sharing mengenai pengalaman dalam menerapkan metode saintifik di sekolah dan kesulitan dalam menerapkannya, berdasarkan pengalaman saya ketika melaksanakan PPL di SMAN 5 Kota Jambi, dimana SMAN 5 Kota Jambi telah menerapkan Kurikulum 2013.
    Berdasarkan pengalaman saya dalam menerapkan kurikulum 2013, memang banyak hal yang mesti diperhatikan dalam melaksanakan kurikulum 2013 ini, mulai dari menyiapkan RPP dan materi pembelajaran, memahami karakter siswa, hingga dalam pengkondisian siswa untuk belajar sesuai dengan pendekatan saintifik di dalam kelas. Dari pengalaman saya tersebut, terlihat antusiasme siswa dalam pelaksanaan pendekatan saintifik yaitu dalam melaksanakan diskusi kelompok dan keberanian mereka dalam berpendapat.
    Namun, dalam pelaksanaannya memang tidak terlepas dari kesulitan. Seperti yang saya rasakan, pada awal menyusun RPP saya mengalami kesulitan dalam hal mengatur alokasi waktu pertahap pembelajaran. Hal ini dikarenakan, biasanya alokasi waktu yang telah dirancang sebelumnya tidak bisa diterapkan seluruhnya dalam kelas. Berbagai faktor yang menyebabkan hal ini terjadi, diantaranya kondisi kelas yang kurang kondusif, siswa yang menggunakan waktu terlalu lama untuk diskusi kelompok serta hal-hal lainnya yang bisa menghambat proses pembelajaran. Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai terbiasa dan berusaha untuk merancang RPP yang sesuai dengan kemampuan siswa, materi dan waktu yang tersedia.

    ReplyDelete
  80. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Saya menemukan sebuah artikel penelitian tentang pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang disusun oleh Annisa Nur Hidayat pada tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru teah melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dalam lima tahap yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasikan. Pendekatan pembelajaran dikombinasikan dengan model inkuiri untuk membuat suasana belajar yang aktif. Secara keseluruhan kegiatan inkuiri yang diaplikasikan dalam pendekatan saintifik mampu memfasilitasi siswa untuk membentuk pengetahuan mereka sendiri. Kendala yang selama pelaksanaan pembelajaran tersebut salah satunya adalah siswa belum yang siap untuk membentuk pengetahuannya sendiri, sehingga peran guru untuk megarahkan siswa sangat diperlukan dalam hal ini.

    sumber: http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pgsd/article/viewFile/126/118

    ReplyDelete
  81. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 Pend.Matematika B

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Yang saya ketahui manfaat metode saintifik adalah dapat menjadikan siswa berfikir sistematik, siswa menjadi terlatih mengkomunikasikan ide-ide, dan mampu berpikir tingkat tinggi.

    ReplyDelete
  82. Latifah Pertamawati
    17709251026
    S2 PM B

    Bismillaah.
    Walaupun saya belum pernah mempunyai pengalaman mengajar dengan menggunakan kurikulum 2013, saya akan sharing sedikit pengalaman saya selama saya mengajar siswa SD dan SMP di 2 tahun terakhir ini yang Insya Allah sebagian besar menggunakan metode saintifik.

    Berdasarkan pengalaman saya, metode saintifik adalah metode yang cukup efektif membuat siswa untuk ikut aktif dalam kegiatan pembelajaran Matematika di sekolah. Tidak hanya melulu soal memberikan rumus dan mengerjakan soal-soal yang diberikan setelahnya. Metode saintifik dapat merangsang rasa ingin tau siswa dan rasa keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar di sekolah. Saya mengamati betapa antusiasnya siswa saat mengeksplorasi lingkungan sekitar sekolah. Mereka mengaku senang dan menyukai proses belajar seperti ini.

    ReplyDelete
  83. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Metode scientifik memiliki sintaks pembelajaran yang terdiri dari kegiatan mengamati, merumuskan pertanyaan, mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan hasil dari penarikan kesimpulan. Pada kurikulum 2013 sekarang ini memang lagi gencar-gencarnya agar metode tersebut bisa terapkan, namun menurut saya walaupun saya belum pernah menerapkannya sepertinya metode tersebut juga cocok jika di kombinasikan dengan pembelajaran kelompok agar lebih menarik dalam membangkitkan motivasi siswa.

    ReplyDelete
  84. Insan A N/Magister PMat C 2017
    Sharing informasi berdasrkan pengalaman mengajar, hubungan pendekatan saintifik dengan metode pembelajaran lainnya, misal kooperatif, PBL, CTL adalah saling melengkapi. Saya dalam mengajar biasa mengkolaborasikan pendektan saintifik dengan metode kooperatif. Terutamma pada tahap mengamati, menanya, metode kooperatif akan sangat membantu. Siswa akan berdiskusi dan bertukar pikiran tentang suatu objek atau masalah yag di amati, kemdian mencari penyelesaian dan jalan keluarnya sendiri.

    ReplyDelete
  85. Selamat Sore,
    Nama : Ramayanti Agustianingsih
    NIM : 17709251045
    PPs PMat C 2017
    Saya ingin sharing pengalaman menerapkan kurikulum 2013 ketika saya PPL di sebuah sekolah di Kalimantan. Pada saat penerapan K13 di dalam kelas terjadi beberapa hambatan. Yang pertama, tidak semua siswa aktif dalam pembelajaran baik itu dalam bertanya, berpendapat, diskusi dan presentasi di kelas. Memang terlihat bahwa dengan pembelajaran dengan berlandaskan pendekatan saintifik ini membuat siswa menjadi lebih aktif, namun yang saya temui siswa yang aktif hanya itu-itu saja padahal sudah diberikan kesempatan untuk siswa yang lain untuk bertanya, berpendapat, dan presentasi dan pada saat diskusi tidak semua siswa terlibat dalam diskusi padahal kelompok telah dibagi sebaik mungkin sehingga dalam 1 kelompok kemampuan siswanya heterogen. Yang kedua, kesulitan dalam mengisi perangkat penilaian kurikulum 2013, karena sejujurnya saya masih bingung bagaimana cara mengisi perangkat penilaian kurikulum 2013, bagaimana cara memberikan skor terhadap sikap siswa di kelas. Yang ketiga, media pembelajaran masih kurang dan masih jarang digunakan, sekolah tempat saya PPL media pembelajaran terutama untuk pelajaran matematika masih sangat kurang, sehingga ketika ingin merancang pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran, maka media pembelajaran harus disiapkan sendiri. Yang keempat, pembelajaran dengan berbasis pendekatan saintifik memerlukan waktu yang lebih lama, karena tadi tidak semua siswa terlibat aktif dalam diskusi dan presentasi sehingga masih memerlukan banyak sekali bimbingan ketika diskusi tersebut, dan ini membuat alokasi waktu untuk diskusi dan presentasi melebihi alokasi waktu yang telah ditetapkan sehingga akhirnya pembelajaran memerlukan waktu yang lebih lama.

    ReplyDelete
  86. Setelah melihat beberapa kelemahan tersebut, menurut saya ketika ingin menerapkan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 guru harus melakukan banyak persiapan, baik itu lebih memahami lagi sintak pembelajaran dengan pendekatan saintifik, merancang RPPnya, media pembelajaran yang digunakan (jika diperlukan), dan sistem pembelajaran yang akan digunakan di kelas misalnya saja ada pemberian reward atau bintang untuk siswa yang aktif berpartisipasi dalam pembelajaran. Karena untuk siswa yang memiliki kemampuan berpikir dan motivasi belajar yang rendah jika hanya diberikan pembelajaran saja tidak akan meningkatkan kemampuan berpikir dan motivasi belajarnya. Dengan pengalaman dan pengetahuan mengenai kurikulum 2013 yang masih sedikit mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Sekian dan terima kasih, maaf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.

    Selamat Sore, dan
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  87. iLania Eka Andari
    17709251050
    S2 P.Mat C 2017

    Metode saintifik dalam dunia pendidikan Indonesia berkedudukan sebagai “rule”. Metode saintifik memuat hal-hal esensial yang semestinya dilakukan siswa dalam membangun atau mengkonstruk pengetahuan. Metode saintifik berlandaskan pada pemikiran Auguste Comte, seorang filsuf. Pemikiran tersebut masih berdasarkan agama atau kepercayaan dan mengerucut pada paham positivisme. Metode saintifik cukup fleksibel untuk digabungkan dengan metode-metode lainnya. Ini dikarenakan metode saintifik telah memuat hal-hal esensial dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode saintifik fleksibel sehingga adapat dijadikan model pembelajaran, metode pembelajaran, maupun pendekatan pembelajaran. Sehingga seorang guru bisa saja menerapkan metode pembelajaran discovery learning dengan model think pair share dengan pendekatan saintifik. Sehingga pada pembelajaran itu, siswa akan menemukan sendiri pengetahuannya melalui diskusi dengan teman sebaya. Dalam proses penemuan tersebut, siswa akan melakukan kegiatan 5M yang merupakan sintaks metode saintifik, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan infomasi, mengasosiasi, dan mengomunikasi. Pelaksanaan metode saintifik kini telah mulai dilakukan di sekolah-sekolah di Indonesia bahkan di sekolah yang belum menerapkan Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  88. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pendekatan saintifik dalam pelaksanaannya dapat dibantu dengan menerapkan metode atau model pembelajaran yang relevan, seperti pembelajaran dengan metode penemuan (inkuiri), PBL, pembelajaran kontekstual, pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran kooperatif dan sebagainya. mungkin banyak guru yang mengeluhkan bahwa pendekatan saintifik sulit diterapkan, karena masih kurangnya pengetahuan mengenai kombinasi metode pembelajaran yang dapat dipakai. Bisa saja dalam suatu pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik, karena limit waktu yang ada, proyek yang akan digunakan hasilnya sebagai bahan untuk mengantarkan siswa menuju materi yang akan dipelajari diberikan pada pertemuan sebelumnya sebagai tugas di rumah maupun tugas kelompok untuk dikerjakan di luar kelas.

    ReplyDelete
  89. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Metode saintifik memang jika sudah berhasil diterapkan di kelas, siswa akan memperoleh pengetahuan yang komprehensif mengenai materi yang dipelajari. Terlebih pembeljaran yang melibatkan siswa secara langsung dalam penemuan kembali konsep-konsep materi. Untuk membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, guru dapat menyusul modul atau bahan ajar sebagai panduan siswa dalam belajar di kelas. Namun penyusunan modul atau bahan ajar ini sudah harus menampilkan sintak pembelajaran saintifik di dalamnya. Memunculkan sintak pendekatan saintifik merupakan kesulitan tersendiri dan butuh pengelaman dan keterampilan tertentu. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  90. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Menurut saya, pendekatan saintifik untuk saat ini masih sulit untuk diterapkan. Karena siswa sudah terbiasa dari awal pendidikan, mereka hanya mendapatkan rumus jadinya saja tanpa mengetahui asal usulnya. Saya pernah memberikan materi Trigonometri pada SMA swasta. Saya mencoba menggunakan pendekatan saintifik. Pada saat menjelaskan, saya berusaha tidak langsung memberikan rumus jadi, tetapi saya memberikan umpan ke siswa mengenai soal pemecahan masalah yang bersumber dari segitiga. Hal itu menurut saya cukup berhasil untuk menarik minat siswa dalam mempelajari Trigonometri, tetapi bagi saya itu terlalu memakan waktu yang cukup lama. Karena mereka harus membutuhkan waktu yang lebih utnuk menemukan rumus dasar dari Trigonometri tersebut. Dari sudut pandang referensi yang diperlukan guru, masih cukup sulit untuk ditemukan. Ada beberapa buku yang sudah memberikan tambahan materi mengenai asal-usul rumus tetapi ada juga yang belum. Karena menurut segi pandang saya, dengan menggunakan pendekatan yang membangun pengalaman atau pengetahuan dasar siswa dapat lebih memperpanjang ingatan siswa terhadap suatu materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  91. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C

    Sejujurnya, saya sendiri belum pernah terjun langsung menggunakan metode saintifik dalam pembelajaran karena saya belum pernah mengajar. Namun menurut sumber yang saya baca, metode saitifik mempunyai kegiatan utama yang sering disebut dengan 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menasosiasi, dan mengomunikasikan. Dalam hal ini, menurut saya siswa dituntut untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  92. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Dalam proses pembelajaran menyentuh tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik, ranah sikap mencangkup transformasi substansi atau materi ajar agar anak didik “tahu mengapa”. Ranah keterampilan mencangkup substansi atau materi ajar agar anak didik “tahu bagaimana”. Sedangkan ranah pengetahuan mencakup transformasi substansi atau materi ajar anak didik “tahu apa”. Pada hasilnya akan ada peningkatan dan keseimbangan antara kemampuan untuk menjadi manusia yang baik (soft skills) dan manusia yang memiliki kecakapan dan pengetahuan untuk hidup secara layak (hard skills) dari anak didik yang meliputi aspek kompetensi sikap, keterampilan dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  93. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb,,,,.terimakasih banyak pak, atas kesempatan yang telah diberikan kepada kami untuk menuangkan ide, gagasan, saran, atau pertannyaan melalui blog ini.Jika mengupas kembali tentang hadirnya kurikulum 2013,sangat mengundang banyak reaksi dari berbagai kalangan, terutama guru dan siswa.Munculnya kurikulum 2103 menimbulkan argument yang kontrakdiktif.Banyak yang mengeluh, khususnya para guru yang mengajar.Jangankan siswa, guru saja sementara banyak yang bingung dengan kehadiran kurikulum ini.Hingga menyebabkan perhatian guru menjadi berubah,guru yang seharusnya berpikir bagaimana cara mengajar yang efektif supaya siswa dapat mengerti dan memahami, namun justru perhatiannya berubah menjadi betapa susahnya menghadapi kurikulum 2013 ini.Disadari bahwa ada sebagian sekolah memang telah sukses dengan penerapan kurikulum ini,namun sebagian yang lain belum sukses.Istilah yang biasa disebut belum merata.Kita lihat, di darerah pelosok sepertinya susah untuk menerapkan kurikulum ini.Kendalanya,berbagai alat dan media sulit untuk didapatkan.Pelatihan terhadap guru juga susah, karena kurangnya berbagai macam akses,lebih pentingnya akses jalan.Melihat dari berbagai biduk masalah ini, ankanda ingin bertanya,bagaimanakah langkah konkrit atau kebijakan yang seharusnya diterapkan demi efektifnya proses belajar mengajar di berbagai sekolah?Terimaksih banyak sebelumnya, Pak.Wassalamualaikum wr wb.

    ReplyDelete
  94. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pengetahuan saya tentang pendekatan saintifik, memang belum banyak dan mendalam. Namun berdasarkan pengetahuan saya bahwa pendekatan saintifik adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengarah pada pengamatan, jadi poin utamanya adalah kegiatan mengamati yang diikuti oleh langkah-langkah pengamatannya. Landasan kegiatannya adalah mengamati objek pengamatan. Adapun kesulitan yang dihadapi adalah melaksanakan pendekatan saintifik, namun mencapai kompetensi yang diinginkan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  95. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sebelum saya berkomentar mengenai pendekatan saintifik berdasarkan referensi tertulis, saya akan berkomentar berdasarkan pengalaman yang saya dengan, alami dan lihat sebelumnya mengenai pendekatan saintifik. Ketika saya masih bestatus siswa SMA dan pendekatan saintifik belum heboh-hebohnya seperti saat ini, saya pernah merasakan diajar menggunakan pendekatan saintifik pada mata pelajaran biologi. Menurut saya dulu sebagai siswa, saya menyukai belajar dengan guru yang menerapkan pendekatan saintifik karena siswa diberi kesempatan penuh untuk mencari tahu, mengamati sampai ke menarik kesimpulan sendiri mengenai apa yang sedang di pelajari. Sehingga, sekarang menjadi pengalaman belajar yang tidak terlupakan setelah sekian lama tidak belajar mengenai biologi lagi. Namun, memang ketika itu siswa (kami) masih mengalami kebingungan ketika mengikuti langkah-langkah yang diinstruksikan dalam LKS. Nah disinilah peran guru sebagai fasilitator untuk mengarahkan bukan memberi penyelesaian.
    Seperti itulah pengalaman saya sebagai siswa yang sempat merasakan belajar di kelas menggunakan pendekatan saintifik.

    Ketika mulai belajar di perguruan Tinggi, pendekatan saintifik merupakan pendekatan yang menjadi tren untuk dikembangkan. Setiap pembelajaran diharapkan menggunakan metode sintifik. Sehingga banyak sekali penelitian-penelitan yang menggunakan pendekatan saintifik. Tujuan ini baik karena untuk memperbaiki kegiatan belajar mengajar di kelas selain itu karena tuntutan zaman yang menginginkan pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga potensi siswa dapat dikembangkan dengan baik. Dalam menerapkan metode saintifik di sekolah-sekolah, terdapat perbedaan antara sekolah yang satu dengan sekolah yang lain. Mungkin di sekolah A siswa-siswanya mampu untuk melakukan pendekatan saintifik dengan cepat, namun ada sekolah B yang memerlukan proses yang lama untuk dapat menerapkan pendekatan saintifik dengan baik. Hal ini bisa dikarenakan memang penyebaran kemampuan siswa yang tidak menyebar antara sekolah satu dengan yang lain. Dengan demikian diperlukan penelitian-penelitian terbarukan untuk menanggulangi permasalahan-permasalahan dengan menerapkan pendekatan saintifik.

    ReplyDelete
  96. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pendekatan saintifik merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang disarankan pada penerapan kurikulum 2013 yang menurut saya bagus apabila diterapkan secara benar dan konsisten di setiap sekolah karena siswa memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran, mulai dari mengamati sampai ke tahap mengomunikasikan apa yang ditemukannya.

    ReplyDelete
  97. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menerapkan pendekatan saintifik adalah kesiapan siswa untuk mengubah cara belajar yang semula hanya mendengarkan ceramah dari guru menjadi siswa yang menjadi pusat pembelajaran, karena tidak semua siswa dapat langsung beradaptasi dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  98. Junianto
    17709251065
    PM C

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah pembelajaran yang terdiri atas kegiatan mengamati (untuk mengidentifikasi hal-hal yang ingin diketahui), merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi) dengan berbagai teknik, mengasosiasi/ menganalisis/mengolah data (informasi) dan menarik kesimpulan serta mengkomunikasikan hasil yang terdiri dari kesimpulan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.

    ReplyDelete
  99. Junianto
    17709251065
    PM C

    Pendekatan saintifik lebih mengedepankan penalaran induktif daripada penalaran deduktif yang menjadi trademark dari matematika. Karena itu, kebanyakan guru yang membelajarkan matematika dengan pendekatan deduktif (definisi, contoh, dan latihan) pasti mengalami banyak hambatan psikologis dan kesulitan teknis untuk melaksanakan pendekatan saintifik. Maka dari itu, guru matematika memerlukan kesempatan yang lebih dalam mengaplikasikan pendekatan ini. Bimbingan teknis dirasa juga terlalu singkat untuk mengembangkan pendekatan ang memerlukan persiapan cukup matang ini. Guru matematika harus bekerja ekstra dan belajar kembali untuk merubah mindset dari bernalar secara deduktif ke induktif.

    ReplyDelete
  100. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam hal ini, guru di seluruh Indonesia perlu diberikan pelatihan yang intensif untuk selalu mengembangkan kemampuannya dalam penerapan pendekatan saintifik agar tidak terjadi kekeliruan dan ketidaksesuaian dengan tujuan awal diterapkannya k13.

    ReplyDelete
  101. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017 B

    Menurut yang saya pahami, secara garis besar metode saintifik adalah sebuah metode pembelajaran yang menggunakan langkah-langkah saintifik seperti menanya, mengamai, mengeksplorasi, dst dalam mengkaji sebuah ilmu. Metode saintifik memulai pembelajaran dengan menyajikan fenomena alam, dengan penyajian itu guru mendorong siswa untuk menanya atau memunculkan pertanyaan dari fenomena yang terjadi. Fenomena tersebut kemudian diamati, dan dieksplorasi dengan menggunakan berbagai sumber, missal dengan membuka literature di buku atau dipecahkan dengan diskusi atau eksperimen. Sehingga dalam metode saintifik, pembelajaran tidak dimulai dari buku, melainkan dari fenomena alam sekitar.
    pada praktiknya, metode saintifik ini masih sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran. Kesulitan yang saya alami ketika PPL ada beberapa, yaitu a) guru kesulitan mencari fenomena alam yang sesuai dengan materi yang akan dipelajari, hal ini terjadi jika guru belum menguasai betul aplikasi dari ilmu yang akan ia ajarkan. b) pembelajaran dengan metode saintifik diarahkan menggunakan diskusi/eksperimen, sehingga memakan waktu yang banyak, serta kajiannya kurang mendalam dibandingkan dengan ceramah/konvensional, c) keterbatasan alat dari sekolah terkadang juga menjadi factor penghambat dalam melakukan eksperimen, d) siswa belum terbiasa menjadi pusat pebelajaran, sehingga guru harus pandai-pandai dalam membuat scenario pembelajaran sehingga siswa benar-benar menjadi pusat pembelajaran

    ReplyDelete
  102. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan langsung pada poin sepuluh tentnag berbagi pengalaman saya melaksanakan kegiatan belajar mengajar menggunakan pendekatan saintifik. Dalam konteks ini kemungkinan besar jam terbang dan pengalaman saya akan mempengaruhi hasilnya. Saya pernah mencoba menerapkan pendekatan santifik di dua kelas, dengan perlakuan, materi, alokasi waktu, dan media pembelajaran yang saman. Dari kedua kelas ini mereka sama-sama belum memiliki banyak pengalaman dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik, namun kedua kelas berbeda dari segi input siswa, yaitu satu kelas memiliki nilai UN yang tinggi pada jenjang sebelumnya, sedangkan kelas yang lain nilai rendah dengan kesenjangan yang cukup jauh. Yang saya amati pada pembelajaran, pendekatan saintifik dapat berjalan lancar pada kelas dengan nilai tinggi dengan menghasilkan kesimpulan yang mendalam sesuai dengan tujuan pembelajaran. Namun pada kelas dengan nilai rendah, perjalanan pembelajaran lumayan sering tersendat dan guru harus lebih banyak memberikan bantuan sampai pada tahap akhir menyimpulkan agar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Pada kelas dengan nilai rendah siswa kesulitan dalam mengasosiasi obyek pikir dengan fenomena yang diamati, sehingga juga akan menimbulkan kendala pada tahap menyimpulkan.

    ReplyDelete
  103. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih atas postingannya Prof. Tidak jauh beda dengan persepsi saya mengenai pendektan saintifik sebelumnya. Berbicara masalah pendekatan saintifik memang penerapannya dalam pembelajaran menuai beberapa hambatan. Saya sebagai seorang guru yang menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di sekolah mengalami beberapa kendala salah satunya yaitu masalah waktu. Memang dalam pembelajaran seeprti ini membutukan waktu yang lebih lama, sehingga guru kerepotan dalam menyampaikan seluruh materi karena adanya tuntutan kurikulum yang harus dipenuhi. Selain itu, masih kurangnya referensi atau buku siswa yang menggunakan pendekatan saintifik yang sesuai

    ReplyDelete
  104. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pendekatan saintifik yang saya pahami selama ini adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pada proses pembelajaran yang lebih berkaitan dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami siswa, dan pembelajaran berbasis student centered (berpusat pada siswa). Kemudian manfaat metode saintifik menurut pemahaman saya adalah siswa akan lebih mudah memahami dan mengingat materi yang disampaikan karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mereka dan ketika mereka menemukan masalah yang sebelumnya pernah diselesaikan disekolah mereka dalam kehidupan sehari-hari mereka akan dengan mudah menyelesaikannya. Namun kesulitan dalam penerapan metode saintifik adalah ketika mengaitkan materi yang berbentuk definisi dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  105. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Ada lima kegiatan utama dalam proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan terakhir adalah mengkomunikasikan. Pada kegiatan mencoba, siswa diharapkan bisa berkreatifitas. Kreatifitas dalam membaca, menulis, mengamati obyek tertentu, atau dalam mengolah data. Kemudian pada kegiatan mengkomunikasikan, siswa menyampaikan kegiatan belajarnya bisa dalam bentuk lisan, tulisan, presentasi dll. Kegiatan mengkomunikasikan ini sangat bagus untuk melatih mental dan rasa percaya diri siswa dihadapan teman atau gurunya.

    ReplyDelete
  106. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Menyebut metode saintifik yang ada di dalam benak pikiran langsung tertuju pada kurtilas. Menurut Permendikbud No. 81 tahun 2013 proses pembelajaran saintifik terdiri dari lima pengalaman belajar yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, mengkomunikasikan. Pada proses mengamati ini melatih siswa untuk mencari berbagai informasi terkait materi pembelajaran. Selanjutnya pada proses menanya untuk meningkatkan rasa keingin tahuan siswa sehingga dapat mengembangkan kreativitasnya, dan dapat berpikir secara kritis terhadap sesuatu yang telah mereka amati. Sedangkan pada proses mengumpulkan informasi, siswa diharapkan dapat mengengbangkan sikap menghargai pendapat orang lain dan meningkatkan kemampuan komunikasinya. Langkah yang keempat mengolah informasi, diharapkan siswa mampu berpikir induktif maupun deduktif dalam menyimpulkan informasi yang didapat. Dan langkah yang terakhir yaitu mengkomunikasikan, dengan ini siswa bisa melatih dalam menyampaikan hasil analisis belajarnya baik komunikasi secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.

    ReplyDelete
  107. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Metode saintifik kini diterapkan dalam kurikulum 2013. Langkah-langkah dalam pembelajaran saintifik mengadopsi langkah-langkah dalam penelitian ilmiah. Implementasi kurikulum 2013 banyak menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Semua itu karena penerapan kurikulum 2013 dirasa belum siap diterapkan di beberapa daerah tertentu. Perubahan kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013 bukanlah hal mudah yang segera dapat diterima masyarakat dan dapat dilksanakan sesuai dengan prosedur yang ada. banyak kendala dalam pelaksanaan kurikulum 2013. Salah satu kendala tersebut adalah kurang siapnya guru dalam melakukan perubahan kurikulum. Guru yang sebelumnya mengajar berpusat padanya dengan mentransfer materi,memberi contoh soal, kemudian memberi latihan kepada siswa enggan untuk merubah cara mengajarnya tersebut sehingga metode pembelajaran tetap berpusat pada guru meskipun menggunakan kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  108. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya ingin mengulas dari sudut pandang kesulitan menerapkan metode saintifik dan pengalaman menerapkan metode saintifik di sekolah. Hadirnya metode saintifik juga membuat saya sendiri bertanya apa sebenarnya yang ingin dicapai oleh siswa dalam belajar. Pengalaman yang saya dapatkan dari cerita orang tua saya yang sudah berkecimpung di sekolah dasar, kesulitan yang dirasakan adalah bagaimana mengatur perpindahan pembahasan antara materi satu ke materi selanjutnya. Tingkat materi yang sulit tentunya akan membuat pembahasan menjadi mundur. Bahkan beralih pada guru yang memberikan penjelasan atau biasa disebut teacher-centered. Pembahasan materi yang tidak tuntas juga menjadi permasalahan tersendiri. Kemudian, buku yang ada juga cenderung tidak sesuai dengan tingkatan kelas siswa. Informasi yang saya dapatkan bahwa sistem saintifik masih dalam tahap percobaan di beberapa sekolah saja. Meski guru mendapatkan pembekalan program mengajar dengan menggunakan metode saintifik, namun guru masih kebingungan saat menghadapi masalah yang muncul.

    ReplyDelete
  109. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 10 tentang Kesulitan Menerapkan Metode Saintifik, dan Pengalaman Menerapkan Metode Saintifik di Sekolah. Saya memiliki pengalaman bahwa dalam menerapkan metode saintifik mengalami kendala seperti waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan materi lebih lama, hal ini disebabkan karena metode ini semua dilakukan oleh siswa sehingga tergantung kecepatan siswa masing-masing dalam menyelesaikan LKS yang diberikan oleh guru. Selanjutnya, siswa juga masih mengandalkan guru, maksudnya saat siswa berdiskusi, banyak siswa yang lebih memilih bertanya langsung pada guru dari pada mendiskusikan terlebih dahulu dengan teman lainnya. Padahal guru sudah memberikan solusi untuk mendiskuikan terlebih dahulu dengan temannya atau mencari di internet kemudian didiskusikan lagi. Namun sepertinya karena siswa sudah terbiasa menerima jadi terdapat kesulitan dalam mengubah pemikiran mereka.

    ReplyDelete
  110. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Prinsip prinsip pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 salah satunya dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Siswa diajak untuk berpikir ilmiah, sistematis, meneliti sesuatu dengan teori, hipotesis, percobaan sampai menghasilkan sebuah kesimpulan idealnya dari sebuaah pendekatan saintifik. namun ada beberpah berkiatan dengan kurikulum yang harus diterima dengan pikiran terbuka. metode saintifik yang menggunakan strategi 5M yaitu, mengamati,menanya, mengumpulkan informasi, mengkomunikasikan, dan mengasosiasikan. dan hubungan dengan metode saintifik dengan metode pemecahan masalah juga sudah diterapkan pada kurikulum KTSP. kombinasi metode santifik dengan metode -metode yang berfokus pada mengembangan sikap pemecahan masalah dalam materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  111. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pendekatan Saintifik merujuk pada pembahasan yang seharusnya mengkontruksi atau membangun suatu ilmu pengetahuan. pendekatan pembalajran saintifik adalah yang secara fleksibel dapat diterapkan dengan metode lain seperti discovery learning,inquiry dst. namun ada hal-hal yang masih sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika sendiri, butuh kesiapan yang matang antara guru dan siswa dalam menerapkan pendekatan saintifik sendiri karena tidak semua siswa atau sekolah siap dengan hal baru, bahkan sekolah yang mendapat lebel unggulan harus bekerja keras untuk menerapkan metode ini dengan keterbatasan yang ada, apalagi dengan keadaan sekolah yang berada di pinggiran sendiri juga mempunya segudang permasalahan saat ingin memulai dengan kurikulum dan pendekatan yang baru. kesiapan anak dalam menghadapi suatu hal yang baru seperti yang menggati pembelajaran dari dedektif menjadi induktif itu adalah hal yang sulit dan butuh proses yang panjang, sehingga pun juga harus dengan kesabaran membangun sesuatu yang baru, bukan hanya dengan waktu singkat untuk melakukannya kemudian jika merasa gagal kemudian diganti dengan yang baru lagi, karena dasarnya memang mengubah dan menerima hal baru itu sulit.

    ReplyDelete
  112. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 menggunakan scientific approach sebagaimana yang tercantum pada Standar Proses. Scientific approach atau lebih umum dikatakan pendekatan ilmiah merupakan pendekatan dalam kurikulum 2013. Dalam pelaksanaannya, ada yang menjadikan scientific sebagai pendekatan ataupun metode. Namun karakteristik dari pendekatan scientific tidak berbeda dengan metode scientific (scientific method). Sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan, sasaran pembelajaran mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan. Scientific approach dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring untuk semua mata pelajaran.

    ReplyDelete
  113. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Membicarakan metode saintifik hingga saat ini memang tidak ada habisnya berbagai pendampingan dilakukan bagi guru yang sekolahnya baru merintis penggunaan kurikulum 2013. Memahami tentang metode saintifik bahwa metode saintifik ini merupakan metode dalam pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pengorganisasian pengalaman belajar dengan urutan logis meliputi proses mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar/mengasosiasi dan mengkomunikasi (Pelatihan metode saintifik dispensik kab sleman). Dari pengertian diatas manfaat yang diperoleh dari pembelajaran menggunakan metode saintifik yakni meningkatkan kemampuan berpikir siswa melalui serangkaian langkah pembelajaran (5M) selain itu melalui 5 langkah ini diharapkan munculkan berbagai karakter yang baik seperti berkerjasama. Sejauh ini dari pengalaman kami berada disekolah bahwa tidak semua materi pembelajaran dapat menggunakan metode saintifik seperti materi vector, trigonomegri dalam jenjang SMA. Kendala lainnya yang dihadapi adalah ketika guru ingin menerapkan metode ini yakni kurangnya pengalaman belajar siswa sehingga terkadang dalam menemukan konsep belajar perlu bimbingan ekstra dari guru. Berdasarkan penuturan guru-guru yang saat ini sudah menganjak usia (disampaikan pada pelatihan k13) yang lanjut bahwa penggunaan metode saintifik masih membingungkan mereka karena guru diribetkan dengan berbagai perangkat pembelajaran dan tuntutan proses pembelajaran yang harus dirancang agar siswa dapat melakukan proses 5M. Selain itu kendala lain yang kami temuai bahwa bahan ajar kurikulum 2013 yang dibagikan pemerintah tidak sesuai dengan silabus pembelajaran9matematika kelas X) yakni di dalam buku pelajaran hanya memuat 5 materi pembelajaran yang dipelajari pada semester 1 tahun ajaran 2017/2018 namun dalam silabus terdapat lebih materi yang harus dipelajari di semester 1 tahun ajaran 2017/2018. Mungkin kiranya ada evaluais terkait buku ajar ini, padahal buku ini tertulis sudah direvisi. Terima Kasih

    ReplyDelete
  114. efi septianingsih
    prodi pep
    kelas b
    17701251013

    pada k 13 pada pelaksanaan
    1. Makna Metode Saintifik,
    2. Manfaat Metode Saintifik,
    3. Macam Metode Saintifik,
    4. Landasan Metode Saintifik,
    karena pada waktu saya mengajar smk kelas x pada tahun 2013, dimana masih baru dipakai secara bersamaan, dari silabus yang didapat dari sekolah saja sudah membingungkan karena makna, macam, manfaat dan landasan pada k 13 masih belum runcing
    ditambah saya mengajar bahasa inggris untuk kelas logam pada saat itu, banyak materi yang saya berikan berdasarkan diskusi dengan guru-guru lain yang mengajar dikelas x
    karena pada saat itu kelas XI dan XII masih tetap menggunakan ktsp

    ReplyDelete
  115. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Metode saintifik dapat dimaknai sebagai suatu metode yang menekankan pada bagaimana cara memunculkan rasa keingintahuan siswa sehingga siswa mencari tahu melalui berbagai kegiatan dan pada akhirnya memiliki suatu kesimpulan dan menyampaikannya kepada orang lain. Metode saintifik memiliki manfaat yaitu untuk menumbuhkan keingintahuan siswa melalui kegiatan mengamati, menumbuhkan kreatifitas siswa melalui kegiatan menanya, menambah pengalaman siswa melalui kegiatan mencoba, meningkatkan kemampuan analisis siswa melalui kegiatan mengasosiasi, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri siswa.

    ReplyDelete
  116. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Upaya pengembangan kualitas pendidikan memanng terus diupayakan, tetapi pada kenyataannya masih banyak perbaikan yang dibutuhkan dalam penerapannya. Menurut saya, peluncuran kurikulum 2013 sangat terburu-buru dan tidak siap. Hal ini dapat dilihat dari banyak buku kurikulum 2013 yang tidak terstandar, bahkan tak layak digunakan karena belum lengkap. Penggunaan pembelajaran tematik, khususnya di sekolah dasar cukup membingungkan. Banyak guru yang belum mengerti dan tidak dibekali dengan kemampuan mengajar pembelajaran tematik, sementara kurikulum yang baru saja keluar harus segera diterapkan pada awal tahun pelajaran baru. Penggantian kurikulum memang harus dipersiapkan dengan sangat matang. Bukan hanya guru, dan sarana prasarana tapi siswa juga harus dipersiapkan. Jika sekolah menerapkan pendekatan saintifik di mana siswa diminta untuk aktif tetapi siswa tidak terbiasa dengan pembelajaran berpusat pada siswa, maka siswa mungkin saja kaget dan itu akan berdampak pada prestasi belajarnya. Setelah penerapanpun tetap harus ada evaluasi dan pendampingan terus menerus agar kurikulum yang diterapkan dapat berjalan dengan baik. sejauh ini, hanya itu yang saya kira menjadi perhatian saya terkait kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  117. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Di dalam Kurikulum 2013, pendekatan Saintifik yang terdiri dari 5M (Mengamati, Menanya, Menggali Informasi, Mengasosiasi, Mengomunikasikan) merupakan pendekatan pembelajaran yang perlu atau bahkan wajib untuk diterapkan di semua mata pelajaran, termasuk matematika. Dalam pelaksanaan pembelajaran dengan metode Saintifik, guru berperan sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat kepada siswa. Pada praktik lapangannya, masih banyak guru yang belum paham dengan pelaksanaan metode Saintifik ini. Proses transisi yang terlalu cepat dari pembelajaran konvensional ke pembelajaran dengan metode Saintifik tanpa persiapan yang matang menjadi salah satu penyebab guru-guru kesulitan dalam menerapkan metode Saintifik. Hendaknya sebelum menerapkan suatu kurikulum pemerintah harus memikirkan dan mematangkan persiapannya tanpa dipengaruhi embel-embel politik ataupun korupsi agar ketika sudah resmi diterapkan, pelaksanaannya bisa berjalan lancar.

    ReplyDelete
  118. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menciba menjawab beberapa pertanyaan di atas terkait dengan metode saintifik. Untuk pertanyaan no.5, menurut saya metode saintifik ialah metode yang membutuhkan kesiapan sikap dan berpikir anak yang cukup tinggi, sehingga metode ini relefan apabila diterapkan pada siswa SMP maupun SMA. Namun kurang tepat jika diterapkan ke siswa SD. Karena siswa SD masih renda kesadaran belajarnya dan kemampuan mengkonstrak pengetahuannya sendiri. Sehingga masih butuh bimbingan secara penuh dari gurunya. Menurut saya membelajarkan materi dengan metode saintifik ke anak SD dapat beresiko ketidakmaksimalan pengetahuan dasar yang diserap yang nantinya dibutuhkan dalam pembelajaran di jenjang berikutnya.

    Untuk pertanyaan no.7 terkait dengan hubungan metode saintifik dengan metode PBM yang lain, menurut saya metode saintifik dapat dikolaborasikan dengan metode pbm yang lain, asalkan tidak bertentangan da nada irisan langkah-langkanya. Misalnya metode aintifik dipadukan dengan kooperatif Numbered Heads Together (NHT) karena sama-sama metode pembelajaran yang berpusat pada siswa, sehingga dalam 5M langkah saintifik disisipi langkah-langkah pemelajaran NHT dan ada beberapa yang beririsan seperti kegiatan menganalisis dan mengomunikasikan.

    ReplyDelete
  119. Latifah Fitriasari
    PM C

    Penggunaan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), keunggulan metode mengamati adalah peserta didik senang dan tertantang dan mudah pelaksanaannya, merumuskan pertanyaan (dan merumuskan hipotesis), mencoba/mengumpulkan data (informasi). Metode pembelajaran dalam kurikulum 2013 lebih ditekankan pada pembelajaran berbasis saintifik, karena metode tersebut dipandang mampu memberikan pengalaman tersendiri baik bagi guru maupun siswa.

    ReplyDelete
  120. Tari Indriani
    17701251027
    S2 PEP B

    Assalamu'alaikum wr.wb
    Berdasarkan pengalaman saya mengajar ketika PPL di SMP, saya mencoba menggunakan metode pembelajaran menemukan (inquiry). Dan kendala yang saya hadapi:
    1. alokasi waktu yang kurang
    2. suasana kelas yang tidak kondusif, meski saya sudah membagi kelompok secara heterogen, tetap saja masih ada anak yang tidak mau ikut kerja kelompok, mengajak teman bergurau, dsb
    3. di saat diskusi kelompok berlangsung saya berusaha memberikan scaffolding, tetap saja usaha tersebut belum membuat siswa menemukan konsep dari apa yang dipelajari
    4. pengetahuan awal siswa masih belum kuat

    ReplyDelete
  121. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  122. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada poin ke-9 yaitu tentang kesulitan menerapkan metode saintifik, dan pengalaman menerapkan metode saintifik di sekolah sangatlah tidak efektif. Banyak sekolah-sekolah terutama yang berada di daerah dimana lokasinya sedikit sulit terjangkau namun tidak juga dikatakan sebagai lokasi 3T akan tetapi masih kesulitan dalam mengajar sesuai dengan saintifik. Siswa tidak memahami tahapan-tahapan saintifik. Siswa mampu mengamati tetapi tidak mampu memahami, mampu mengamati namun tidak mampu menanya, begitulah disetiap tahapnya. Siswa belum mampu memaknai langkah-langkah saintifik

    ReplyDelete
  123. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pembelajaran Saintifik populer digunakan sejak diterapkannya kurikulum 2013 sebagai kurikulum nasional. Harapannya, Pembelajaran Saintifik dapat merubah paradigma pembelajaran yang lebih dekat kepada pendekatan tradisional menuju pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Pembelajaran Saintifik merupakan pembelajaran yang menerapkan langkah-langkah saintis dalam mengkonstruk pengetahuan siswa. Dilihat dari penerapannya, Pembelajaran Saintifik lebih menekankan pada proses daripada hasil dalam pembelajaran. Terdapat beberapa model pembelajaran yang menekankan pada aspek saintifik yaitu Discovery Learning, Problem Based Learning, dan Project Based Learning. Namun, terdapat beberapa kekurangan dalam pembelajaran saintifik, diantaranya saat proses mengamati fenomena alam, siswa terkadang tidak terlalu peduli terhadap objek yang diamati. Sehingga, makna pembelajaran menjadi hilang. Selain itu, guru harus mampu menyadari bahwa dalam pembelajaran saintifik dibutuhkan waktu persiapan yang panjang sehingga dapat mengalokasikan waktu secara baik.

    ReplyDelete
  124. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Metode Saintifik merupakan pembelajaran yang terpadu dan bisa dipadu-padankan dengan model pembelajaran yang lain. Namun ada kesulitan yang menjadi tantangan bagi para pendidik untuk mampu berkreasi lebih. Pendidik harus bisa menginovasikan model pembelajaran juga membawa pembelajaran menyenangkan dan ramah anak. Ramah anak yang dimaksud adalah tidak sulit untuk dilaksanakan namun tetap pada esensi yang sesungguhnya.
    Ada beberapa masalah pada saat kegiatan menanya yaitu saat mengajak siswa untuk bertanya. Mungkin banyak yang merasakannya juga. Misal, pada kegiatan pembelajaran pada perbandingan berbalik nilai berikut :
    Pada Kegiatan MENGAMATI, siswa mengamati soal seperti di bawah ini
    Setiap minggu, Tono selalu membelikan 90kg makanan untuk 60 ekor ayamnya. Suatu hari Tono membeli 20 ekor ayam lagi dan harus membeli makanan untuk semua ayam-ayamnya untuk persediaan satu minggu kedepan.

    ReplyDelete
  125. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pada Kegiatan MENANYA, siswa diharapkan dapat memberikan komentar atau memberi pertanyaan. Yang diharapkan akan seperti berikut:
    - Kalau hanya membeli 90kg, belum ada 1 minggu sudah habis.
    - Beli makanannya lebih banyak, karena ayamnya lebih banyak
    - Berapa kg makanan ayam yang harus dibeli Tono?

    Akan tetapi, terkadang siswa pasif, dan tidak ada yang bertanya atau berkomentar demikian, maka guru seharusnya mengarahkan seperti berikut.
    "Jadi cukup tidak jika hanya membeli 90kg makanan? Berapa yang harus Tono beli agar cukup untuk 1 minggu. Tentu lebih banyak ya? Lalu, Bagaimana cara menghitungnya?"
    Disini yang menjadi masalah adalah betapa sulitnya mengajak siswa untuk aktif menanya dan sulit sekali bagi guru untuk menahan diri agar tidak memberi tahu clue pertanyaan dan membiarkan siswa sendiri yang bertanya-tanya. Ada berbagai macam tipe siswa, mungkin bagi siswa yang kritis, curious, dan biasa bertanya tentu akan sangat mudah untuk melontarkan pertanyaan, namun terkadang untuk memotivasi siswa untuk memperhatikan saja sulit apalagi menanya, terkadang malah tidak penasaran sama sekali.
    Bagaimana ya Pak, untuk mengajak siswa aktif di kelas? sehingga metode saintifik dapat berjalan dengan baik?

    ReplyDelete
  126. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    sistem pendidikan di Indonesia sering terjadi perubahan, perubahan itu dimaksudkan agar menemukan cara yang terbaik dalam memajukan pendidikan di Indonesia, yang saat ini sedang digembor-gemborkan adalah sistem pendidikan dengan menggunakan pendekatan saintifik. Proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Pendekatan saintifik diyakini sebagai titian emas perkembangan dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih mengedepankan pelararan induktif (inductive reasoning) dibandingkan dengan penalaran deduktif (deductiv reasoning).

    ReplyDelete
  127. Eka Luthfiana Lathifah
    17709251062
    PPs PMat C

    pendekatan saintifik sangat bagus untuk diterapkan, apalagi bisa berjalan secara maksimal, namun banyak kendala yang menghambat jalannya sistem pendidikan dengan menggunakan pendekatan saintifik, antara lain: kekurangpahaman guru mengenai cara pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik. dalam mengaplikasikannya akan membutuhkan waktu yang lama. siswa yang tidak siap dengan metode stundent center akan merasa tertekan, sehingga siswa akan susah dalam memahami pelajaran yang berakibat kondisi dikelas menjadi tidak kondusif.

    ReplyDelete
  128. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pembelajaran pada kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik atau pendekatan berbasis proses keilmuan. Pembelajaran dengan pendekatan saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah saintis dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Dalam proses pembelajarannya mencakup tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan proses.

    ReplyDelete
  129. Nurika Miftahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam berbagai proses permbelajaran saintifik, banyak guru yang masih mengalami kesulitan dalam menerapkannya. Berdasarkan hasil penelitian guru masih mengalami kesulitan dalam menerapan pendekatan saintifik kurikulum 2013. Dari hasil observasi, wawancara, dan didukung dokumentasi yang pernah dilakukan guru matematika sebagian besar masih mengalami kesulitan dalam aspek: (1) mengamati, (2) menanya, (3) mengolah informasi, (4) menalar, dan (5) menyimpulkan dari berbagai langkah-langkah pendekatan saintifik kurikulum 2013. Sehingga diperlukan workshop bagi guru-guru untuk melaksanakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran.
    Wassalamu'alaikum wr. Wb.

    ReplyDelete
  130. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Tidak semua sekolah dapat menerapkan metode saintifik. Perlu penyesuaian dan kemauan seluruh civitas pendidikan di sekolah apabila ingin menerapkan pendekatan saintifik. Karena beberapa hal srring menjadi kendala antaralain, seorang guru yang kurang minat dengan pendekatan ini karena persiapan yang membtuhkan tenaga dan waktu ekstra dan siswa yang pola berpikirnya terbiasa dengan pola pikir yang berkembang jika menggunakan pendekatan konvensional.

    ReplyDelete
  131. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    1. Pengertian Pendekatan Saintifik
    Pendekatan saintifik adalah pendekatan pembelajaran yang menaruh ranah spiritual di bawah sedangkan saintifik berada di atas sendiri mengalahkan ranah religius.
    2. Manfaat Metode Saintifik
    Manfaat metode saintifik bagi diri siswa adalah jika peserta didik dan guru saling bersinergi dan memberikan yang terbaik, maka pendidikan akan memiliki hasil yang baik, namun juga harus ingat bahwa hasil tersebut bukan hanya campur tangan manusia, namun ada Tuhan. Jadi, manfaat metode saintifik yang sekarang ini hanya memberikan manfaat di dunia, namun tidak untuk di hari nanti.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  132. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pada poin ke-8 tentang metode saintifik. Pada pelaksanaannya akan sangat bergantung pada kemampuan awal siswa beserta karakter siswa sebelumnya. Apabila siswa sudah terbiasa aktif maka pelaksanaan metode saintifik dapat berjalan, akan tetapi apabila siswa merupakan siswa pasif, maka pelaksanaan metode saintifik akan sulit diterapkan dalam kelas. Untuk dapat melaksanakan pendekatan saintifik, maka siswa bersama dengan guru juga harus saling mendukung

    ReplyDelete
  133. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut pengalaman dan observasi saya selama di lingkungan sekolah, banyak guru yang tidak siap dengan metode pembelajaran gaya baru. Terkadang ada guru yang menerapkan pembelajaran dengan pendekatan saintifik, namun murid yang diajar cenderung pasif dan malah bertambah bingung dengan mtode guru tersebut. Sebagian besar dari murid tersebut telah terbiasa pasif dalam pembelajaran sehingga untuk memancing keaktifan dan rasa ingin tahu murid juga sulit.

    ReplyDelete
  134. Metode saintifik berguna bagi perkembangan kognitif siswa dalam membangun pengetahuan matematika. metode saintifik akan meningkatkan daya kreativitas siswa dalam pembelajaran. Sehingga siswa mampu untuk membangun secara kuat pengetahuannya dalam pikirannya.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  135. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Metode saintifik adalah suatu proses pembelajaran dimana siswa mengkonstruk pengetahuannya melalui tahapan-tahapan saintifik seperti mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan. Metode saintifik menginginkan siswa layaknya seorang saintis dalam menemukan sebuah konsep baru. Dengan begitu, diharapkan konsep yang ditemukan oleh siswa tersebut akan berkesan bagi siswa sehingga tidak mudah dilupakan oleh siswa. Hal yang juga baru saya ketahui bahwa saintifik ada hubungannya dengan filsuf Auguste Comte yang sangat mengagungkan ilmu pengetahuan (saintis/saintifik) bahkan hingga tidak ingin mengakui adanya campur tangan Tuhan YME. Bagian ini baiknya tidak menjadi tuntunan kita karena sehabat apapun kita ada campur tangan Allah SWT di dalamnya.

    ReplyDelete
  136. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Menurut saya, metode (pembelajaran) saintifik adalah metode pembelajaran yang berangkat dari dasar atau cara memeroleh pengetahuan. Pengetahuan diperoleh dari rasa ingin tahu terhadap fenomena tertentu sebagai akibat dari aktivitas mengamati. Dari aktivitas mengamati, diharapkan muncul pertanyaan dan muncul keinginan untuk mencari dan mengolah informasi-informasi guna menjawab pertanyaan yang ada. Setelah itu, jawaban atas pertanyaan tadi dikomunikasikan baik secara lisan maupun tulisan yang akhirnya dapat diperoleh suatu pemahaman atau pengetahuan terhadap fenomena.

    Dengan demikian, metode saintifik adalah metode yang memfasilitasi siswa untuk mengalami sendiri aktivitas belajar melalui kegiatan mengamati, menanya, mencari informasi, mengasosiasi/mengolah informasi, dan mengomunikasikan gagasan/temuan/pemahaman/pengetahuan yang diperoleh.

    ReplyDelete
  137. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Metode saintifik memiliki manfaat untuk memfasilitas siswa dalam mengonstruk sendiri pengetahuannya sedemikian sehingga siswa memahami apa yang sedang ia pelajari dan menyimpan pemahamannya tersebut di long term memory.
    Berikut adalah tautan yang dapat diakses untuk menambah referensi terkait dengan metode saintifik
    http://online.missouri.edu/exec/data/courses/2659/public/lesson01/lesson01.aspx

    ReplyDelete
  138. Woro Alma Manfaati
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241002

    Pembelajaran menggunakan metode saintifik merupakan suatu proses pembelajaran yang menggunakan pendekatan ilmiah dengan langkah 5M (mengamati, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan). Jika dalam perencanaan dan pelaksanaannya tepat, menurut saya metode saintifik ini dapat memberikan manfaat yang baik bagi peserta didik. Mengapa? Karena langkah-langkahnya (5M) menggambarkan bahwa pembelajaran dimulai dari hal dasar dimana peserta didik melakukan pengamatan yang menimbulkan rasa ingin tahunya untuk mengetahui suatu hal. Kesulitan dalam pelaksanaan pendekatan saintifik yaitu pada langkah menanya. Pada langkah ini, terkadang guru harus memancing peserta didik terlebih dahulu apa yang ingin diketahui. Kekurangan metode saintifik yaitu tidak setiap materi dapat menggunakan metode saintifik dan pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu yang lama.

    ReplyDelete
  139. Siti Efiana
    S-1 Pendidikan Matematika I 2015
    15301241029

    Metode saintifik adalah metode yang dicangkan dalam kurikulum 2013, di mana sintaks metode ini adalah mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengomunikasikan, dan mencipta. Metode ini sering dipadupadankan dengan model discovery learning, inquiry learning, Problem Based Learning, Project Based Learning maupun yang lain.
    .
    Metode saintifik memiliki manfaat untuk membuat siswa bisa mengonstruk sendiri pengetahuannya, sehingga pengetahuan yang didapat bisa lebih mudah direcall di waktu selanjutnya. Metode ini berorientasi pada siswa, guru hanya berperan sebagai fasilitator.
    .
    Dalam metode ini, Guru dituntut mampu menicptakan konteks, yang bisa berupa LKS, sehingga siswa tertarik dan mau mengeksplor lebih jauh. Sayangnya, tentu saja pelaksanaannya tidak mudah, banyak kendala yang masih dihadapi guru maupun siswa, diantaranya siswa yang belum aktif, LKS yang kurang membangkitkan rasa ingin tahu siswa, banyaknya materi pelajaran sehingga berimbas pada kurangnya alokasi waktu, dll.
    .
    Memang, sampai saat ini pun metode ini masih perlu perbaikan di mana-mana. Namun, tentu saja metode ini diharapkan bisa menjadi pengganti dari metode ceramah, sehingga pembelajaran yang dilakukan bisa lebih bermakna.

    ReplyDelete
  140. Endar Chrisdiyanto
    Pendidikan Matematika A 2015
    15301244011
    Manfaat metode saintifik ini yaitu memebuat siiswa memahami materi secara mendalam , menemukan pemecahan masalah sendiri, guru hanya sebagai fasilitaor , pengetahuan yang didapatkan bisa bertahan lama dibenak siswa , dan juga siswa dapat mengubah dari sesuatu yang konkrit mmenjadi abstrak. Tahapan dlam metode saintifik yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan.

    ReplyDelete
  141. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    Pendidikan Matematika I 2015

    Seperti yang telah diketahui, pendekatan saintifik memiliki lima langkah/sintaks yang diadopsi dari cara berfikir para saintis yaitu 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan menginformasikan). Pendekatan ini sebenarnya memiliki manfaat yang besar terutama bagi siswa. Pembelajaran dengan pendekatan ini lebih menekankan pembelajaran sebagai pengalaman bagi siswa, sehingga siswa terlibat langsung dalam pembelajaran dan diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga diharapkan apa yang diperoleh siswa dari pembelajaran dapat lebih bermakna. Seiring dengan kebermanfaatannya, tentunya muncul beberapa tantangan tersendiri bagi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Salah satunya dalam menyiapkan konteks untuk diamati oleh siswa dan memancing siswa untuk mau bertanya, mengingat sebagian besar siswa tentu terbiasa dengan pembelajaran ekspositori yang lebih berpusat pada guru.
    Meskipun demikian, tentunya dengan pengarahan dan pelatihan yang tepat saya percaya pendidik lama kelamaan akan semakin mahir dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  142. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    Pendidikan matematika A 2015

    Metode saintifik merupakan metode yang digunakan dalam pembeajaran dengan kurikulum 2013. Penggunaan metode saintifik dalam pembelajaran dapat mendorong sisiwa aktif dalam pembelajaran karena berpusat kepada siswa atau student centered dan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Penerapan metode saintifik ini juga dapat dipadukan dengan meode pembelajaran yang lain misalnya saja problem based learning, dicovery learning. Sintaks dalam pembelajaran dengan metode saintifik terditi dari 5M yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Kesulitan yang sering terjadi adalah pada tahap menanya, yaitu bagaimana menjadikan siswa bersikap kritis terhadap hal yang diamati sehinga memunculkan pertanyaan.

    ReplyDelete
  143. Julialita Muhariani
    15301241004
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Metode saintifik merupakan metode pembelajaran yang dirancang supaya siswa dapat secara aktif mengonstruk konsep-konsep melalui tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan dan mengolah informasi, menalar, serta mengomunikasikan. Namun, metode saintifik ini tidak bisa diterapkan untuk semua materi, semisalnya pada mata pelajaran matematika, ada beberapa materi yg tidak bisa menggunakan metode saintifik dalam prosesnya.

    ReplyDelete
  144. Rahma Hayati Nurbuat
    15301244007
    S1- Pendidikan Matematika I 2015
    Metode saintifik merupakan metode yang melandasi Kurikulum 2013. Dari pendekatan atau metode ini berhasil dikembangkan berbagai macam metode dan model pembelajaran lainnya dalam dunia pendidikan terutamanya dalam pembelajaran matematika. Metode saintifik menuntut siswa mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi. Salah satu sintaks yang mencerminkan bahwa metode saintifik memfasilitasi siswa dalam mengembangkan rasa keingintahuannya adalah sintak ke dua yaitu Menanya. Dalam metode ini, juga mempunyai alur pembelajaran yang memudahkan bagi pendidik dalam memonitor sejauh mana tahap yang dikuasai dan kurang dikuasai oleh peserta didik. Sehingga harus dikembangkan dan dilatih lagi melalui perbaikan, pengayaan, maupun remidi.

    ReplyDelete
  145. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Menurut saya metode saintifik adalah metode yang menitikberatkan kepada siswa yang diharapkan siswa memiliki keingintahuan yang tinggi dari konsep yang sedang dipelajarai dan pada akhirnya siswa tersebut dapat menyimpulkan konsep yang mereka dapatkan dan disampaikan kepada orang lain. Metode saintifik menggunakan sintaks 5m yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengomunikasikan. Sehingga manfaat yang dapat diperoleh dari metode siantifik tersebut adalah sisw diharapkan untuk bisa menemukan konsep belajar dengan sendirinya, berbeda dengan metode ceramah, dimana siswa pasif dalam menerima materi pembelajaran. Pada kegiatan mengamati, akan menimbulkan rasa keinginthauan siswa yang besar pada objek yang sedang diamati. Pada kegiatan menanya, maka siswa sedang diuji untuk menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang nantikan akan terjawab pada saat membuat kesimpulan sebagai salah satu tujuan dari prose belajar. Kemudian pada kegiatan mencoba, siswa akan membangun suatu pengalaman yang akan mendukung ketercapaian tujuan belajar. Selanjutnya adalah kegiatan mengasosiasi, yaitu meningkatkan kemampuan siswa untuk menganalisis hasil pengamatan, bertanya, dan mengumpulkan informasi/mencoba. Kemudian kegiatan terakhir adalah mengomunikasikan, dimana memiliki manfaat yang baik bagi siswa untuk menilai tingkat kepercayaan diri siswa.

    ReplyDelete
  146. Bayu Widyanto
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301244010

    Metode saintifik diterapkan pada kurikulum 2013. Metode yang menggunakan syntak 5M(Mengamati,Menanya,Mencoba,Mengolah Informasi, dan Mengomunikasikan). Dengan menggunakan metode saintifik diharapkan siswa dapat atau lebih berperan aktif dalam proses pembelajaran. Pada bagian menanya, guru harus menfasilitasi siswa agar aktif bertanya dan bukan sebaliknya. Selain itu pada pembuatan LKS syntak juga harus jelas. Guru harus bisa mengarahkan siswa atau membimbing saat menggunakan metode saintifik agar siswa yang lebih berperan aktif.

    ReplyDelete
  147. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2015


    Metode saintifik memiliki beberapa manfaat yang dapat kita lihat dari sintaksnya. Pertama, kegiatan mengamati. Tahap ini membuat siswa memfokuskan diri pada suatu hal dan mencari tahu informasi apa saja yang dapat mereka temukan. Kedua pada tahap menanya. Pada kegiatan ini dapat membantu siswa mengeksplor rasa penasaran mereka terhadap sesuatu dan mencoba mencari tahu jawabannya. Pada tahap ketiga, yaitu mencoba siswa akan mencoba apa saja yang ada di sekitar mereka untuk dapat menemukan jawaban dari pertanyaan mereka dan hal tersebut dapat membantu mengasah kreatifitas siswa. Tahap keempat, mengolah informasi. Pada tahap ini siswa akan belajar bagaimana mengumpulkan dan menyatukan informasi yang telah mereka dapatkan dari ketiga tahap sebelumnya. Kemudia tahap kelima, yaitu mngomunikasikan. Pada tahap ini akan membantu menigkatkan kepercayaan diri siswa dan membuat mereka berpikir kritis saat menghadapi pertanyaan dari teman yang lain. dan yang terakhir adalah tahap mencipta, dimana siswa dapat menghasilkan suatu produk setelah pembelajaran.

    ReplyDelete
  148. Fitria Restu Astuti
    15301241040
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Ada empat model pembelajaran yang dapat memperkuat penerapan pendekatan saintifik di dalam proses pembelajaran di kelas. Keempat pendekatan tersebut yaitu: 1) Model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM) yang merupakan pembelajaran menggunakan masalah nyata sebagai sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan menyelesaikan masalah dan berpikir kritis serta membangun pengetahuan baru. 2) Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PBP) merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai proses pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 3) Model Pembelajaran Penemuan dan 4) Model Pembelajaran Inkuiri. Keempat model pembelajaran tersebut dapat mendukung terlaksananya pendekatan saintifik dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  149. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 6:31 AM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam pelaksanaan metode saintifik terdapat langkah-langkah yang meliputi:
    1. Mengamati
    Pada tahap ini siswa diarahkan oleh guru untuk mengamati objek, gambar atau penggunaan alat peraga untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa. Pada tahap ini juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan ketertarikan siswa pada materi belajar.
    2. Menanya
    Pada tahap menanya memiliki peran untuk memfasilitasi siswa untuk memuaskan rasa ingin tahu nya terhadap objek yang telah diamati, seperti apa yang belum dipahami dan untuk memperoleh informasi tambahan terkait yang sudah diamati.
    3. Mencoba
    Pada tahap ini siswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata terkait materi belajar. Aktivitas pembelajaran yang nyata meliputi: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3) mempelajari dasar teoritis yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data; (6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7) membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan.
    4. Menalar
    Pada tahap menalar meliputi kegiatan mengolah data yang diperoleh dari hasil percobaan/eksperimen pada tahap mencoba dan dari hasil pengamatan yang telah dilakukan.
    5. Mengkomunikasikan
    Tahap mengkomunikasikan meliputi: menyampaikan hasil olahan data dan mengambil kesimpulan dari hasil pengamatan, percobaan/eksperimen dan pengolahan data.

    Sumber:http://www.mediabelajar.info/2014/08/penerapan-pendekatan-saintifik.html?m=1

    ReplyDelete
  150. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  151. Almaida Alvi Zahrotunnisa
    15301241046
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Metode saintifik adalah metode konvensional yang diterapkan pada kurikulum 2013. Metode ini menggunakan sintak 5M yaitu:
    1. Mengamati
    Pada tahap ini siswa diarahkan oleh guru untuk mengamati objek untuk meningkatkan rasa ingin tahu siswa.
    2. Menanya
    Pada tahap menanya memiliki peran untuk memfasilitasi rasa ingin tahu siswa dan untuk memperoleh informasi tambahan terkait yang sudah diamati
    3. Mencoba
    Pada tahap ini siswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata terkait materi belajar.
    4. Menalar
    Pada tahap menalar yaitu kegiatan mengolah data yang diperoleh dari hasil percobaan pada tahap mencoba dan hasil pengamatan.
    5. Mengkomunikasikan
    Tahap mengkomunikasikan adalag menyampaikan hasil kesimpulan dari tahapan sebelumnya.
    Dengan pembelajaran saintifif pembelajaran diharapkan dapat berpusat pada siswa dan pemahaman siswa akan bertambah.

    ReplyDelete
  152. Lisfiyati Mukarromah
    15301241042
    S1 Pendidikan Matematika A 2015


    Berdasarkan pemahaman saya metode saintifik adalah metode pembelajaran dengan sintaks 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengolah informasi, dan mengkomunikasikan.
    Dengan metode saintifik, diharapkan siswa dapat menumbuhkan sikap kreatif, aktif, mandiri, percaya diri, menumbuhkan rasa ingin tahu, dll.
    Berdasarkan yang saya pahami dari blog Prof marsigit sebelumnya, sebenarnya metode saintifik bisa dibedakan menjadi 2, yaitu saintifik relis dan saintifik idealis.
    Menurut saya tidak semua materi mata pelajaran cocok menggunakan metode saintifik.
    Kesulitan saya dalam menerapkan metode saintifik adalah pada sintaks menanya, saya merasa kesulitan untuk memunculkan pertanyaan di benak siswa.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
  153. Nur'aini Habibah Sa'diyyah
    15301241044
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Metode saintifik merupakan metode yang digunakan pada kurikulum 2013 dengan maksud pembelajaran berpusat pada siswa dan siswa nantinya mampu mengkonstruksi pengetahuan yang didalam dalam benaknya. Metode saintifik ini menggunakan sintaks 5M yaitu mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan. Menurut saya metode ini sebenarnya memiliki manfaat bagi siswa dalam proses mengkontruksi pengetahuan dalam benaknya, anak nantinya akan lebih mengingat materi pelajaran yang dipelajari. Namun dalam pelaksanaannya, beberapa anak merasa masih kesulitan dengan metode ini. Tidak dipungkiri karena banyak karakteristik siswa yang ada dan mungkin ada. Terdapat siswa yang dengan mudah mempelajari materi dengan hanya membaca, seperti yang dituntut dalam metode saintifik. Terdapat pula siswa yang sulit jika hanya mempelajari dengan sendiri, harus dengan tuntunan guru. Hal tersebut yang membuat metode saintifik terkadang dirasa kurang sesuai.
    Bagi anak SD kelas akhir (5 dan 6), SMP, dan SMA, metode ini dapat dilaksanakan. Namun bagi anak SD kelas awal (1, 2, 3 dan 4) masih dirasa kurang sesuai.
    Metode saintifik ini menurut saya perlu adanya beberapa pengembangan dalam pelaksanaannya, baik dari segi RPP, LKS, maupun modul yang digunakan. Dalam proses pembelajaran metode ini dapat menggunakan beberapa model yang telah digunakan sebelumnya, mengingat tidak semua materi dapat menggunakan metode saintifik.
    Mohon maaf jika tanggapan saya kurang sesuai dengan pemikiran beberapa orang. Terimakasih.

    ReplyDelete
  154. Kristanti
    15301241041
    Pendidikan Matematika A 2015

    Pendekatan saintifik adalah pendekatan yang berorientasi pada siswa, dan pendekatan yang diharapkan dapat mengkonstruksi pengetahuan siswa. Menurut saya, pendekatan saintifik sangat baik jika dilaksanakan secara optimal. Namun, masih banyak kesulitan yang terjadi saat pembelajaran saintifik, karena siswa dan guru yang belum terbiasa menggunakan pendekatan saintifik. Kesulitannya salah satunya yaitu pada tahap menanya, siswa di sekolah cenderung pasif untuk bertanya walaupun guru sudah memfasilitasi siswa untuk bertanya.

    ReplyDelete
  155. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru hanya berperan sebagai fasilitator. Pembelajaran saintifik dirancang sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif mengkonstruk konsep, hukum, atau prinsip melalui tahapn-tahapan mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Dasar dari pembelajaran saintifik ini adalah teori belajar konstruktivisme yang diungkapkan oleh Jean Piaget. Pembelajaran saintifik ini juga dapat digunakan dalam berbagai model pembelajaran seperti PBL, discovery, Think Pair Share, inquiry, dll.
    Pendekatan saintifik yang sudah mulai diterapkan sejak 2013 sudah banyak diteliti. Terdapat banyak manfaat dari pendekatain saintifik berdasarkan penelitian yang dilakukan. Contohnya adalah pendekatan saintifik berpengaruh pada prestasi belajar, motivasi belajar, keaktifan siswa di kelas, pemahaman konsep siswa, kemampuan berpikir kritis, kemampuan menyelesaikan masalah, dan lain-lain. Kesulitan dalam menerapkan pembelajaran saintifik adalah mengenai bagaimana memancing rasa penasaran siswa sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar. Membuat semua siswa turut aktif dalam pembelajaran sehingga tidak ada siswa yang mendominasi pembelajaran juga menjadi salah satu kesulitan dalam menerapkan pembelajaran saintifik ---mengingat siswa merupakan individu unik, dimana ada siswa yang suka show up dan hanya siswa yang 'manut-manut' saja.

    ReplyDelete
  156. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Setelah membaca postingan lain Bapak yang berjudul "Ontologi Saintifik" yang diposting pada tanggal 1 November 2015, saya (menjadi) tahu bahwa landasan metode saintifik adalah aliran-aliran positivisme (menolak tesis-tesis ilmu humaniora/non-ilmiah) dan skeptisisme (ilmiah) yang mempertanyakan klaim-klaim yang tidak memiliki bukti yang kuat. Penerapan/penggunaan metode saintifik selanjutnya diatur sesuai dengan Standar Proses Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  157. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih Prof telah menyediakan forum ini untu kegiatan sharing, saya akan mencoba menanggapi bagian kesulitan menggunakan metode saintifik. Bagi saya, saat menyusun RPP berbasis pendekatan saintifik saya kesulitan dalam menyusun tahapan 'menanya', selain itu saya juga kesulitan dalam menentukan apersepsi.

    ReplyDelete
  158. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Metode saintifik merupakan implementasi dari kurikulum K-13 yang menekanakan pada keaktifan siswa dalam mengeksplore pengetahuan melalui beberapa tahap kegiatan yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, mengkomunikasikan, dari hasil observasi PLT guru di SMA yang saya observasi mengalami berbagai kendala dalam penerapan K-13 diantaranya aku kesiapan siswa, sarana prasarana, kesiapan guru dan pihak sekolah.

    ReplyDelete
  159. Intan Heryani Putri
    15301241011
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Pendekatan saintifik memungkinkan peserta didik belajar secara aktif sedangkan guru hanya sebagai fasilitator. Kegiatan di dalam pembelajaran saintifik diantaranya adalah mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi, mengomunikasikan, dan mencipta. Model pembelajaran yang dapat dilakukan dengan menggunakan metode saintifik diantaranya adalah Inquiry Based Learning, Discovery Based Learning, Project Based Learning, serta Problem Based Learning. Metode pembelajaran bisa berupa Diskusi, Eksperimen, Demonstrasi, dan Simulasi. Kesulitan yang mungkin terjadi menurut saya adalah belum terbiasanya siswa menjadi aktif karena daridulu pembelajaran masih berpusat pada guru, dan dikhawatirkan apabila guru kurang mengkontrol siswa, maka siswa bisa salah paham atas konsepnya. Sehingga diperlukan refleksi minimal di akhir pembelajaran untuk menanyakan pada siswa apakah yang dia dapat sudah benar. Menurut saya manfaat pembelajaran saintifik sangat banyak, salah satu yang paling penting adalah, siswa belajar dengan lebih bermakna, dan itu bermanfaat bagi pengetahuan siswa itu sendiri.

    ReplyDelete