Oct 17, 2015

ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT

Minggu, 27 September 2015
Refleksi Pertemuan Ketiga



ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT
Oleh : Tri Kurniah Lestari, S.Pd.
(15709251065)
http://trikurniahlestari-ririn-mpm.blogspot.co.id/2015/09/refleksi-pertemuan-ketiga.html#more

Bismillahirrahmanirahim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu

Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada selasa tanggal 22 September 2015 jam 11.10 sampai dengan 12.50 diruang 305b gedung lama Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Prodi Pendidikan Matematika kelas a pada matakuliah Filsafat Ilmu dengan dosen pengampuh pak Marsigit. Perkuliahan ini diawali dengan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dibuat setiap minggunya.

Sistem perkuliahan masih sama seperti 2 pertemuan sebelumnya, yaitu lebih banyak mendengar dan merekam apa yang disampaikan oleh Bapak. Topik yang dibicarakan saat ini yaitu membahas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara lisan. Beliau juga menyampai informasi seputar Facebook beliau, kemudian beliau juga memberitahukan bahwa ada dua orang yang hasil refleksi pertemuan keduanya telah di postkan ke Facebook beliau, karena beliau menganggap hasilnya cukup baik.

Pertanyaan secara lisan untuk pertamakalinya di sampaikan oleh bu Retno Kusuma Dewi, petanyaan beliau yaitu : “Menurut sudut pandang filsafat memahami tentang kehidupan kenapa kok kira-kira siswa sekarang ini cenderung memilih hal mudah?, mudah maksudnya segala sesuatu yang instan”

Setelah mendengar pertanyaan yang disampaikan, pak marsigit kemudian menjawab : “Jadi gini bu, ibu meluncurnya telalu tajam, dari filsafat sampai ke siswa, tetapi selain meluncur terlalu tajam ada pantulan yang bagus yaitu budaya instan, anda semua perlu membaca di akademia edu mengenai narasi besar ideology dan politik pendidikan dunia, itu saya uraikan persis dari jaman Yunani sampai jaman sekarang, sehingga kita bisa mengetahui alasan dan sebab-sebab adanya budaya instan, ceritanya panjang dan disamping cerita panjang disitu juga memerlukan pengetahuan-pengetahuan lain. Uraian saya tidak membosankan karna disajikan dalam bentuk power point, sehingga dapat dibaca sekilas saja, ulangi kembali dan bisa menyimpulkan point-pointnya, ratusan ribu orang membaca, intisarinya sebetulnya merupakan atmosfirnya, kurun waktunya memang sampai pada kehidupan saat ini.”

Beliau menambahkan kembali “kalau memang ada yang mudah kenapa musti cari yang sulit, saya juga menjelaskan di kelas lain kalau itu tesis maka ada anti tesisnya. Anti tesisnya aku buat begini, kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah, didengar juga gak begitu jelas diucapkan juga gampang tapi dilaksanakan sangat sulit, silahkan anda uji diri anda dan dari dua kata itu, andai kata anda laksanakan maka dampaknya itu seluas dunia akhirat, karena secara psikologi antara yang pertama (sebelah kiri) : ‘kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit,’ dan yang kedua (sebelah kanan) ‘kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah’ saja sudah berbeda. Bila dilihat dari keadaannya dari segi pelakunya yang sebelah kiri tidak mau berjuang, nyaman dizona aman, tidak mau meningkatkan diri, santai, gampang menyerah, tidak ingin berkembang, tidak mau bekerja keras, motivasi kurang, difensif, tidak kreatif, masa bodoh, tidak cerdas, bodoh,termasuk juga cara yang singkat, dan budaya instan; semiliar pangkat semiliar pun belum bisa aku menyebutkannya, karna itu dunia, dunia si dia. Lawannya sebelah kanan memiliki keadaan yang kreatif, cerdas, pekerja keras, ulet, suka tantangan, ingin berkembang, ingin tahu yang tinggi, dan motivasinya tinggi. Jadi hidup itu adalah interaksi antara yang pertama dan kedua, hidup yang lebih baik adalah gejala dari yang pertama menuju yang kedua”.

Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh saudara Heru Tri Rizky Novi : “bagaimana tanggapan filsafat tentang pendapat ilham nokhen tentang penciptaan alam ini yang dalam konsep ada dan tiada?”

Bapak menyampaikan bahwa pertanyaan yang diajukan mempunyai maksud sama seperti bagaimana pandangan Agama tentang makhluk pertama manusia dan seperti temuan Darwin yaitu nenek moyang manusia itu adalah binatang (monyet). Sementara orang beragama  percaya bahwa nenek moyang manusia itu adalah manusia juga, nabi Adam AS. Darwin membuat teori evolusi, hukum sebab akibat, jika manusia itu setiap pagi belajar terbang selama hidupnya, begitu pula anaknya belajar terbang selama kurun waktu bermiliyar-milyar keturunan diharapkan suatu ketika manusia bisa terbang. Itu merupakan teori pengembangan potensi diri. Yang ditangkap oleh Immanuel Kant sebagai Teleologi, segala macam perkembangan masa depan masuk kedalam Teleologi. Jadi Teori Evolusi dasarnya adalah filsafat, segala sesuatu mengalami perubahan dan tidak ada didunia ini yang tidak mengalami perubahan, tapi pendapat seperti itu merupakan pendapat separuh dunia, karna separuhnya lagi memiliki pendapat bahwa sesuatu itu bersifat tetap, tidaklah sesuatu didunia ini yang tidak bersifat tetap. Masing-masing memiliki tokoh, yang tetap memiliki tokoh Permenides dan yang berubah tokohnya adalah Herakleitos, kemudian dari kacamata filsafat memandang bahwa ternyata hidup itu adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah, jadi hidup dapat di definisikan sebanyak yang ada dan mungkin ada.

Interaksi dari yang tetap dan berubah, kalau dilihat dari kacamata filsafat, pandangan yang tetap itu seperti cintaku tetap padamu istriku, keyakinanku tetap kepadamu Engkau wahai Tuhanku sejak aku lahir sampai mati pun tetap begitu dan tidak akan mengalami perubahan, sebelum dan sesudah dunia kiamat tetap saja aku ciptaan Tuhan, tetap begitu. Jadi dalam diri ini ada dua unsur yaitu ada yang tetap dan ada yang berubah. Hal tersebut berkaitan dengan mengidentifikasi objek filsafat, objek filsafat yang terdiri dari ada dan yang mungkin ada yang jumlahnya tak berhingga pangkat tak berhingga aku belum bisa mengidentifikasi sifat-sifatnya. Sifat yang penting adalah, ia memiliki sifat tetap atau sifat berubah, ternyata hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Itu lah hidup dan kalau tidak hidup berarti tetap didalam ketetapan contohnya seperti walau aku jadi istrimu aku masih tetap ingat pada pacar lama saya. Terjadilah kerusakan dalam kehidupan. Itu lah mengapa pentingnya mengalami perubahan, makanya penting juga manusia memiliki sifat lupa.

Didalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, yang benar atau yang tepat itu adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktu, dalam spiritual kebenaran bersifat absolut, agama itu dokma, suatu kebulatan yang harus dilaksanakan, kitab suci tidak bisa diotak-atik lagi, apakah ada amandemen Al Qur’an?, yang diamandemen itu  Undang-Undang Dasar, tidak ada amandemen al Qur’an, al Qur’an itu dokma yang sudah menjadi ketetapan (absolutely) dan harus laksanakan, serta percaya bahwa manusia memiliki nenek moyang yaitu Nabi Adam AS. Sekarang gunakanlah pikiran, orang silahkan saja membuat Teori, ambil contoh seekor tikus yang diberi radiasi nuklir, nanti pada suatu saat tikus yang diberi radiasi itu bisa menjadi mutan, bisa jadi kelinci dan bisa jadi yang lebih besar lagi seperti kelinci jumbo, karna mutan dipengaruhi radiasi nuklir. Coba dari jaman penciptaan sampai dengan sekarang itu radiasi nuklir dialam sebanyak apa sehingga bisa mempengaruhi jenis dan pola perilaku manusia, kita lihat saja nabi Adam AS. sebagai wadah memiliki banyak karakteristik, punya istri Hawa, dan punya anak-anak. Dari sisi agama dikatakan final, maka orang timur yang didominasi kehidupannya oleh agama biasanya pemikirannya final, sedangkan orang barat yang mengandalkan pikiran biasanya berpikir tebuka, terbuka di belakang atau open di bagian ended, maka ada metode pembelajaran open ended dengan metodenya adalah scientific. Jadi, timur dan barat memiliki beda kultur dan budaya. Secara agama, dogma dan ketentuannya harus diakui, kalau meyakini Tuhan harus lewat keyakinan hati, dan kalau hanya lewat pikiran untuk mencari Tuhan maka belum ada jaminan bisa menemukan Tuhan. Itulah kalau dunia barat menuju ketimur ketemu dengan imam Al-Ghazali, ‘jika engkau ingin bertemu Tuhanmu jangan kau pikirkan tapi kerjakanlah’, filsafat timur mengenalnya dengan ontology gerak, jadi jika ingin ketemukan Tuhan maka kerjakanlah, yang Kristen ke Gereja dan yang Islam ke Masjid, sholatlah kalau Tuhan mengijinkan insyaAllah pasti bisa bertemu Tuhan.

Dunia Barat dan Timur ada perbedaan nilai bijaksana. Bijaksananya dunia barat dalam keadaan masyarakat yang terbuka. Orang yang sedang mencari ilmulah yang bijaksana menurut versi barat, tetapi versi timur karna masyarakatnya sudah tertutup maka yang dikatakan bijaksana dalam versi timur adalah orang yang memberi ilmu. Maka tidak mudah jadi pejabat di Dunia Timur, karena harus bisa mensejahterakan rakyatnya kalau perlu memberi, jadi lurah kalau perlu berani tombok, kalau tidak manipulasilah yang terjadi, makanya korupsi tumbuh subur di dunia Timur, jadi nilai kebijakan di Dunia Timur itu harus mampu memberi. Bapak kembali memberi contoh “Umur 38 dulu saya kuliah di Inggris kemudian 47 saya kuliah filsafat di Gajah Mada, nah dikampung saya ditanyalah a: kok bapak tidak kekampus? Saya menjawab kalau saya kuliah, a: lah terus kalau bapak kuliah anak-anak bapak yang kecil-kecil mau di kasih apa pak ? diambil semua oleh bapak?” (dalam konteks bercanda). Orang tua kuliah itu di Timur canggung, sedangkan di dunia barat dikatakan bijaksana. Karna orang tua di Dunia Timur dianggap sudah saatnya memberi. Maka di Indonesia terjadi interaksi dan transisi budaya, yang pantas di pantas-pantaskan, bahkan yang kurang pantas di pantaskan juga.

Pak marsigit kemudian menceritakan tentang pengalaman beliau, Ketika beliau mengajar di S1, beliau mengajak seorang professor matematika dari salah satu perguruan tinggi terkenal di Amerika untuk ikut ke kelas dimana beliau mengajar, setelah selesai dosen tersebut bertanya kepada pak marsigit, “Pak Marsigit kenapa pada saat mengajar Matematika anda memulainya dengan berdoa?, apa hubungannya antara matematika dengan doa”, pak Marsigit agak kaget dengan pertanyaan dosen tersebut, kemudian pak Marsigit bertanya kembali “Apakah anda tidak percaya dengan Tuhan?”, dia menjawab “belum, karna saya tidak tahu”. Padahal umurnya sudah 60 tahun tapi belum mengenal Tuhan sehingga dia belum percaya, kemudian dia menambahkan “saya berusaha melakukan kegiatan setelah saya memahaminya”. Dari situ bisa tertangkap ketidak konsistenannya. Pak Marsigit bertanya kembali “kamu datang kesini apa tahu akan bertemu saya?”, dia menjawab “tidak”, lanjut pak Marsigit “berarti anda ngomongnya tidak konsisten, kenapa anda datang kesini padahal anda tidak tahu akan ketemu saya”. Jadi berpikir itu mudah sekali kalau ingin tidak konsisten seperti itu. Beliau mengatakan “untuk mengetahui Tuhan tidak cukup hanya dengan pikiran saja, tapi dengan hati, karna itu adalah ranah hati, itu kasusnya mengenai feeling “.  Itu merupakan salah satu contoh. Jadi kalau kita masuk kedunia internasional, itu menjadi sangat plural. Orang yang pecaya dengan Tuhan dan tidak percaya dengan Tuhan sama-sama punya hak. Karena disana adalah Liberal yang absolut, sama-sama punya hak untuk mengiklankan di Televisi tergantung bisa membayar saja, sebenarnya kalau kita tidak kuat atau memperkokoh diri dari sini maka semua perasaan, pikiran dan kebiasaan kita bisa habis disana.

Pertanyaan selanjutnya yaitu dari saudara Ricky yang mengatakan bahwa : “Menanggapi pernyataan yang  ada tadi, agama merupakan suatu dokma yang kita terima secara utuh, seperti halnya juga terhadap fisika, ilmu fisika dapat dibuktikan. Dalam teori evolusi Darwin belum ada bukti yang bisa diterima tapi kenapa bisa dipublikasikan seperti itu, mohon penjelasannya?”

Jawaban dari pak Marsigit : Pertama Teori bisa dikenal itu karna ditulis dan ada buku yang menjadi rujukan, kedua dipublikasikan, ketiga ada sponsornya dan dihidup-hidupkan, dan yang keempat memang ada manfaat. Memang ada manfaat, misalnya orang mau ke Jakarta juga butuh kendaraan dan kenapa harus dibuang motornya, padahal motor juga bermanfaat untuk mengantar ke stasiun kereta atau kebandara. Sama juga kalau kita berpikir tentang teori Big Bang, bermanfaat juga tapi pada level tertentu saja, yang kemudian orang bisa berpikir liar dan berpikir tanpa batas menyimpulkan dengan teori big bang bahwa alam semesta itu terjadinya begitu saja tidak perlu campur tangan Tuhan, tentu dari sisi spiritualitas itu adalah kesombongan yang luar biasa. Akhirnya, ketinggian ilmu dipakai untuk menyombongkan diri, bagaimanapun juga kita tetap manusia, sehebat-hebat apapun dia tetap manusia. Agar kita belajar filsafat ini tetap dalam koridor, tetapkan hati kita kalau sudah menyentuh seperti itu yah sudah cukup untuk pengetahuan saja bukan sebagai sesuatu yang harus kita yakini. Karena itu sudah merubah dunia, begitu kita yakin dan percaya tentang hal itu yang lain akan tereliminasi. Sama saja kalau kita membuka tabir siang maka tabir malam akan tereliminasi.

Jadi, telah diterangkan pada pertemuan yang lalu tentang objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada, semua yang engkau pikirkan apapun itu adalah sebuah wadah, wadah apapun yang ada dan meliputi yang  mungkin ada, ternyata dia juga merupakan isi, rambut berwarna hitam, rambut itu wadahnya sedangkan hitam itu isinya, itulah sebenar-benar wadah adalah subjek dan isi adalah predikat,maka tidak akan pernah didunia ini predikat sama dengan subjeknya, tidak akan pernah warna hitam sama dengan rambut, karna rambut mempunyai sifat tidak hanya hitam, bisa hitam ringan, hitam lebat, panjang, pendek, semiliar pangkat semiliar aku belum bisa menyebutkan sifat-sifat rambut itu. Ternyata sifat-sifat rambut yang merupakan isi dari rambut merupakan wadah juga, hitam kelam, selamanya hitam tidak sama dengan kelam, dan kelam adalah salah satu sifat dari hitam.”Hitam kelam banget”, selamanya kelam tidak sama dengan banget, karna banget merupakan salah satu sifat dari kelam. Jadi, dunia itu berstruktur, salah satu struktur memiliki dua komponen, pengertian apapun komponennya dua yaitu wadah dan isi. Rambut itu isinya kepala, kemudian isinya kepala itu banyak ada kutu, belalang, kepala merupakan isi dari bagian tubuh, demikian seterusnya dan kalau dinaikkan kearah spiritual, wadah dan isi yang berpangkat tadi lama-lama terangkum menjadi satu yaitu kuasa Tuhan yang Esa.

Orang didunia yang sifatnya plural tapi bersikap tunggal dalam filsafat disebut fatal, itulah kaum fatal yang hidupnya seratus persen digantungkan pada takdir, misalnya ditanyakan a: kamu punya uang b?, b: kalau Tuhan mengijinkan akan datang dengan sendirinya, a: tadi motormu dicuri kamu nanti gak bisa pulang b: kalau Tuhan menghendaki nanti motornya kembali. Beliau mengatakan “saya pernah kethailand dengan pejabat, tapi pejabat ini agak sedikit fatal, a: pak laptopnya disimpan pak atau dibawa, b: kalau memang nasibnya hilang ya hilang kalau gak ya nggak, a: kalau orang yang pemikirannya beda dengan bapak gimana, nanti kalau hilang beneran gimana ? b: iya ya”. Urusan akhirat fatal, urusan dunia fital, ternyata susah untuk mendefinikan hidup, bahwa sebenar-benarnya hidup adalah interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati, itu sudah kodratnya berinteraksi seperti itu, sifat yang ada dan mungkin ada, kalau ada yang bersifat tunggal itu disebut monoisme disingkat monisme. Monisme itu urusan langit, seperti pertanyaan bu Retno tadi, satu sisi sibuk dengan urusan dunia. Indonesia ini negeri pancaroba (negeri peralihan), apapun ada di Indonesia yang Fatal maupun Vital. Teknologi mengefektifkan dan mengefisienkan urusan dunia, harapannya syukur-syukur bisa mensuport urusan akhirat. Di negri yang paling fatal seperti Birma negri para biksu, biksu tidak butuh apa-apa cukup makan dari pemberian orang-orang disekitarnya, tapi akhir-akhir ini ada hal lucu di Birma, para biksu demo minta listrik, disini dapat terlihat jebolnya tembok pertahanannya dan sudah mulai dipengaruhi capitalism.

Yang ada tadi didalam dan diluar pikiran, yang ada bersifat tetap dan berubah, dan yang ada bersifat satu dan banyak, dari sekian sifat itu mari kita identifikasi kaitannya dengan yang ada didalam dan diluar pikiran. Yang tetap berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Yang tunggal ini ada didalam pikiran, tergantung levelnya, misalnya wanita, kalau didalam pikiran wanita hanya ada satu, kalau diturunkan kebawah wanita itu adalah istri. Istri yang satu itu didalam pikiran. Yang tadi malam ditemui, sekarang di kantor, yang dirumah juga merupakan istri. Contohnya banyak tapi dalam pikiran istri cuma ada satu, dari situlah lahir berbagai macam aliran filsafat.

Pertanyaan berikutnya dari saudari Ulin yang mengatakan “Berkaitan dengan takdir-takdir, ada takdir yang memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT., salah satunya kematian, cara kematian itu berbeda-beda pak ada yang dibunuh diri, ada yang dibunuh, ada yang kecelakaan dan lain-lainnya, yang ingin saya tanyakan mengenai bunuh diri pak, kalau orang bunuh diri itu apakah sudah ketetapan dari Tuhan, kalau memang sudah ketetapan dari Tuhan, dalam islam bunuh diri itu termasuk dosa pak, apakah amal-amalnya sia-sia pak?”

Cara pandang berdimensi yang dipandang pun berdimensi itulah filsafat kemudian di interaksikan dan dari sisi spiritual jelas tadi anda sudah katakan bahwa bunuh diri itu dosa, cara pandang kita bukan seperti itu kalau berfilsafat. Dalam filsafat takdir itu adalah sesuatu yang sudah terjadi, karna itu merupakan pikiran manusia. Kalau dinaikan sedikit ke spiritual, takdir itu bukan yang sudah terjadi saja tetapi yang akan terjadi pula, sekarang kata-katanya dibalik pasti benar bahwa yang terjadi itulah takdir, lebih baik saya katakan yang kedua dari pada yang pertama, yang kedua adalah yang terjadi sudah pasti takdirnya, maka yang belum terjadi masih bisa diikhtiarkan. Hubungannya dengan fatal dan fital yaitu fatal itu takdirnya dan fital itu ikhtiarnya, manusia bisa berikhtiar karna manusia punya potensi dan hidup manusia tidak bisa lepas dari takdir. Tidak bisa anda berikhtiar untuk menentukan hidup diri anda atau anak anda besok, misalnya anda membuat proposal anak anda besok lahir dengan berjenis kelamin laki-laki, tampang sekian, berat segini, dengan rambut seperti ini, mengajukan proposal kepada Tuhan, coba saja apakah akan sesuai dengan selera anda atau tidak. Yakinlah bahwa Tuhan akan membuat jalannya sendiri. Kalau bisa seperti itu “pasti saya sudah pesan sama Tuhan, dilahirkan dari Rahim ratu Elisabeth supaya mendapat warisan istana Backingham”, ternyata hidup itu pilihan tapi yang memilih itu Tuhan, kita tidak bisa memilih kita lahir dari Rahim siapa. Tiga hal yang pokok yaitu lahir jodoh dan kematian, itu sama beratnya, oleh karena itu jangan main-main tentang jodoh karna sama beratnya dengan lahir dan kematian, barang siapa yang bermain-main tentang jodoh, dia akan menderita kesedihan seperti setara dengan menghadapi kematian. Dari sisi agama itu adalah rasa bersyukur, karna yang terbaik seperti itulah. Pikiran ini bersifat parallel yang ingin diucapkan begitu bayak dan sudah menyundul-nyundul dikepala, tapi mulut bersifat seri jadi satu persatu kalimat saling bergantian dikeluarkan. Sehingga dikatakan bahwa manusia hidup karena tidak sempurna. Dalam berkata saja masih harus memilih kata-katanya. Maka sebenar-benarnya hidup itu adalah pilihan. Sungguh manusia itu tidak pernah adil, dia tidak bisa melihat kebelakang karena matanya hanya ada didepan. Manusia itu terpilih, dalam filsafat disebut sebagai aliran Reduksionisme. Manusia itu terpilih atau dipilih. Penglihatan, nafas, hidup semua dipilih. Jadi manusia hidup karna pilihan.

Pertanyaan berikutnya di sampaikan oleh Ricky, “Tadi bapak mengatakan bahwa istri bapak cuma satu dipikiran bapak, bagaimana dengan yang berpoligami? Apakah istrinya cuma satu saja dipikirannya dan yang lain menjadi contoh atau sudah berganti lebih banyak lagi pak?”

Dari sisi filsafat itu level pemahaman tadi, dari mana aku mau mengklaim yang satu itu, kalau aku naikan bahwa yang satu itu istri dan turunkan bahwa empat istri itu adalah contoh, tapi tetap saja dalam pikiran saya istri cuma satu sebagai wadah, sedangkan empat tadi adalah isinya. Yang empat tadi memiliki contoh-contoh yang lainnya. Itulah level pemahaman, dimensi berpikir dan dimensi hidupnya. Hidup ini memang berlevel, tapi kalau sudah sampai kebawah (istri yang ke satu, dua, tiga dan empat) itu sudah temasuk kedalam aspek psikologis, tergantung pada psikologi orang yang mengalaminya.

Pertanyaan selanjutnya ditanyakan oleh saudari Azmi, “pak apakah filsafat itu bertentangan dengan motivator?, tadikan kata bapak kalau segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan oleh Tuhan, sedangkan motivator itu punya target untuk berubah dan menuju kesempurnaan.”

Segala sesuatu itu berpasang-pasangan dan selalu mencari jodohnya, setiap yang ada dan mungkin ada itu adalah tesis, dan selain yang ada satu itu merupakan anti tesisnya, diriku merupakan tesis, maka semua selain diriku merupakan anti tesisnya. Dalam agama semua ketetapan yang telah diatur merupakan tesis sedangkan anti tesisnya merupakan ikhtiar. Tesisnya takdir maka anti tesisnya fital, tesisnya fatal maka anti tesisnya potensi, sehingga motivator itu mengembangkan potensi supaya manusia itu punya potensi, dan sebenar-benarnya hidup adalah berkembang menjadi suatu potensi dari ada menjadi pengada melalui mengada. Maka segala sesuatu yang berubah diikhtiarkan semua keatas, disitulah duduk yang namanya keikhlasan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Kalau kita lihat diruangan ini terdapat bermilyar-milyar keikhlasan, terjadinya kaca dan tembok yang sempurna  berasal dari bahan mentah hingga proses pembuatannya itu adalah keikhlasan. Jadi namanya keikhlasan adalah terwujudnya pengada (wadah) dari yang ada melalui mengada (ikhtiar). Selaras dan terangkum yang namanya motivator itu. Apa bedanya motivator dan filosofer? Kalau motivator itu sudah turun sedikit kemudian datar untuk kontrol dan kendali, apa bedanya Filosofer dan Psykologi ? sama. Seorang filosofer itu duduk di lobi dan melakukan refleksi, dia tidak masuk gang-gang sempit yang didalamnya ada psykologi, matematika, dan ilmu-ilmu lainnya.

Kemudian pertanyaan terakhir berasal dari saudari Fitri, “Saya ingin bertanya pak, bagaimana cara mensinergikan apa yang ada dihati dan pikiran sehingga tidak menimbulkan penyesalan dan kontradiksi-kontradiksi terhadap apa yang telah kita lakukan?”

Yang ditemukan Immanuel Kant, isi bisa sekaligus menjadi wadah, tapi isi tidak sama dengan wadahnya. Contohnya tadi rambutnya berwarna hitam, itu yang disebut sebagai kontradiksi dalam filsafat , hidup itu penuh dengan kontradiksi. Prinsip yang kedua adalah prinsip identitas, A sama dengan A itu hanya terjadi didalam pikiran, karna pikiran sudah terbebas dari ruang dan waktu, jadi selagi dia diucapkan maka A yang aku ucapkan pertama dan A yang aku ucapkan kedua, A yang kurus dan A yang gemuk, jadi dalam kehidupan tidak ada A sama dengan A, matematika yang kamu pelajari itu hanya ada sebatas didalam pikiran semata. Padahal Dunia Anak adalah dunia di luar pikiran. Oleh karena itu manusia selalu diwarnai dengan kontradiksi-kontradiksi, saya bisa makan, minum dan bernapas itu semua karna hasil kontradiksi antara oksigen dan darah merah. Dengan kontradiksi itulah maka kita bisa hidup, maka manusia tidak bisa terhindar dari kontradiksi, yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana cara kita mengidentifikasi kontradiksi seperti apa, mana yang produktif dan mana yang kontraproduktif. Selanjutnya, kedudukan kontradiksi itu ada dimana? Isi atau wadah bagian mana yang mengalami kontradiksi ? semakin rendah posisi semakin dia ada didalam predikat semakin tinggi dia mengalami kontradiksinya, semakin tinggi posisinya maka semakin kecil kontradiksinya, paling tinggi dirangkum kedalam kekuasaan Tuhan yang absolut dan tidak ada kontradiksi didalamnya. Tuhan tidak mengenal kontradiksi yang mengenal kontradiksi hanyalah manusia. Manusia siapa? Bagi adikmu kamu sama sekali tidak mempunyai kontradiksi sedangkan bagi dirimu adikmu itu penuh dengan kontradiksi, karna dia adalah keseluruhan penggambaran dari sifat-sifatmu, karna wadah memiliki banyak sifat dan adikmu itu adalah salah satu isinya. Semilyar kali kamu belum bisa menjawab kontradiksi dari adikmu itu. Orang jawa punya solusi, solusinya adalah “ngono yo ngono, neng ojo ngono”, yang artinya “begitu ya begitu, tetapi jangan begitu”, yang satu wadah dan yang satu isi. Minum ya minum (wadahnya) tetapi jangan sambil berdiri (isinya). Ngomong ya ngomong tapi ya jangan sambil marah.(Terkadang belajar filsafat itu harus dipikir dulu baru lucu). Itu kejadiannya, sekarang bagaimana didalam hati kita, perasaan menyesal tadi psikologi. Sekali lagi pengetahuan itu bersifat kontradiksi, bersifat pertarungan antara tesis dan antithesis yang bersintesis menghasilkan pengetahuan baru. Anda sebagai peneliti harus siap untuk mensintesis pengetahuan-pengetahuan lama menjadi pengetahuan baru. Silahkan perbesar kontradiksi anda tapi jangan sampai turun kedalam hati karna kalau sampai turun keranah hati itu adalah syaitan, dan cara agar tidak ada kontradiksi dihati (seperti menyesal, dan lainnya) itu adalah dengan doa kepada Sang Pemilik hati, setinggi-tingginya doa adalah menyebut namaNya. Cuma kalau orang awam seperti kita ini bermilyar-milyar memanggil namaNya belum tentu didengar. Mustajabnya suatu doa karna dijalankan. “Pengalaman spiritual saya yaitu diam didalam masjid yang saya tuangkan dalam ritual ikhlas.” Agar kita terbebas dari godaan syaitan jangan diberi peluang. Syaitan sekarang sudah canggih, syaitan sekarang sudah menempel di diri manusia, syaitan sekarang sudah berwujud manusia, yang koruptor, para preman dan lainnya. Cara menghindarinya yaitu disetiap menit walaupun kau sadar dan tidak sadar penuhilah dengan doa dan doa yang paling tinggi yaitu memanggil namaNya. Apabila engkau merefleksikan terjaminlah di dunia dan diakhirat.

Dari jawaban-jawaban diatas dapat dikatakan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Didalam hidup manusia memiliki objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Yang ada berada didalam dan diluar pikiran, yang bersifat tetap dan berubah, dan yang bersifat satu dan banyak. Yang tetap dan satu  berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Semua yang dipikirkan merupakan suatu wadah dan memiliki isi. Isi dapat menjadi wadah, tetapi isi selamanya tidak akan sama dengan wadahnya. Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini. Begitu pentingnya filsafat untuk memahami semua hal tentang kehidupan ini, semakin banyak engkau belajar berfilsafat maka semakin banyak engkau dapat mengetahui tentang arti kehidupan. Marilah kita bersama-sama belajar berfilsafat dengan cara membaca, membaca dan membaca. Semoga bermanfaat.


Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu

108 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Refleksi mengenai pertanyaan-pertanyaan dan jawabannya menurut filsafat di atas sangat menarik. Memahami tentang tulisan “jika ada yang mudah, mengapa harus dipersulit?” ini memang sangat menggambarkan keadaan kita pada saat ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah maju tanpa disadari maupun tidak telah memanjakan kita. Sekarang, siswa lebih suka menggunakan kalkulator daripada menghitung secara manual. Siswa juga dapat dengan mudah mencari sumber di internet untuk mengerjakan tugas daripada membaca buku. Itulah sebabnya pada tulisan di atas, seseorang dapat menjadi santai, kurang bekerja keras, kurang motivasi, kurang kreatif, dan lain-lain karena budaya yang instan. Cakupan pembahasan filsafat memang sangat luas, apapun dapat dipandang dan dibahas melalui kacamata filsafat. Teori-teori yang telah diciptakan oleh tokoh terkenal pun dapat dibahas melalui kacamata filsafat. Dan yang terpenting adalah filsafat mendukung tentang agama dan tentang adanya Tuhan. Filsafat pun membahas hal-hal yang ada dan yang mungkin ada. Untuk itulah, maka kita perlu belajar mengenai filsafat dan banyak-banyak membaca untuk dapat memahami tentang filsafat itu.

    ReplyDelete
  2. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pertanyaan pada elegi ini merupakan pertanyaan yang penting. Untuk jawaban pertanyaan yang kedua dari Bapak saya menjadi paham bahwa teori tentang penciptaan alam juga berdasarkan pada filsafat. Bahwa teori evolusi dasarnya adalah filsafat dan segala sesuatu mengalami perubahan namun ini merupakan pendapat sebagian orang. Ada juga yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu tetap sehingga arti hidup menurut filsafat adalah interaksi antara yang berubah dan yang tetap. Memang benar bahwa filsafat itu penting untuk memahami kehidupan karena filsafat sendiri yaitu tentang fenomena kehidupan. Setelah membaca elegi bapak saya lebih memahami bahwa hidup adalah pilihan. Setelah memilih kita harus siap dengan segala konsekuensinya.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Hidup itu bagaikan tesis dan anti-tesis karena setiap yang baik pasti ada buruknya, orang baik pasti selalu memulai dengan buruknya, makanya ada sebuah kalimat ato itu bisa dibilang pepatah, orang buruk dlu baru menjadi orang baik dari pada orang baik menjadi orang yang buruk. Makanya benar apa yang disampai pak prof marsigit “ hidup itu adalah interaksi antara yang pertama dan kedua, hidup yang lebih baik adalah gejala dari yang
    pertama menuju yang kedua”. Selanjutnya ada dan tiada itu juga bagian kehidupan.

    ReplyDelete
  4. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Dalam tulisan yang dibuat oleh salah satu mahasiswa prof Marsigit yang berjudul “Arti hidup dalam kacamata filsafat” ini ternyata jika kita mempelajari filsafat lebih dalam maka kita lebih mengerti makna dari kehidupan. Sebagai manusia yang tidak sempurna pun harus mengerti berbagai macam arti hidup, dan filsafat membantu kita untuk memahaminya

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Manusia bisa berikhtiar karena punya potensi dan hidup manusia itu tidak lepas dari takdir. Hidup adalah pilihan Tuhan. Tuhan akan membuat jalan-Nya sendiri, meliputi lahir, jodoh, dan mati.Kita boleh pasrah, namun harus didahului dengan ikhtiar dan doa.Dalam sebuah hadist dijelaskan bahwa “bekerjalah untuk duniamu seakan-akan kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok.Oleh karena itu, dalam hidup harus lah seimbang antara usaha dan doa, bekerja dan beribadah.

    ReplyDelete
  6. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kenapa didalam filsafat itu tidak ada yang benar dan salah?. Karena ada dua pendapat yang berbeda. Pendapat pertama, Sebahgian orang berpendapat bahwa tidak mungkin ada apapun yang secara absolut bisa mendefinisikan realita. Mereka percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat relatif dan karena itu tidak ada realitas yang sejati. Karena itu, pada hakekatnya tidak ada otoritas apapun yang bisa menentukan suatu tindakan itu positif atau negatif, benar atau salah.

    ReplyDelete
  7. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pendapat kedua, pandangan lain percaya realita atau standar absolut yang bisa menentukan apa yang benar dan tidak itu benar-benar ada. Satu tindakan dapat dikategorikan benar atau salah dengan membandingkannya terhadap standar-standar yang absolut itu. Oleh karena itu kebenaran itu bisa bersifat absolut ataupun universal.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Life is choice. Begitu mungkin ungkapan yang tepat untuk mengungkapkan hidup. Pilihan untuk mengikuti logos atau mitos, benar atau salah. Hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi karena adanya kemampuan manusia untuk berpikir kritis, dan sesuatu yang ada di dunia ini tidak ada yang statis, artinya selalu ada perubahan. Oleh karena nya, tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Maematika A 2014

    Terdapat hal yang menarik yaitu perbedaan pandangan "bijaksana" antara barat dan timur sehingga di Indonesia sekarang ini sedang terjadi transisi terhadap pandangan tersebut. Dalam budaya timur ketika orang sudah dewasa telah dianggap pantas untuk memberi. Sehingga seperti contoh Pak Marsigit di atas ketika seseorang kuliah sedangkan putranya sekolah maka orang timur mempertanyakan hal tersebut. Padahal di barat dianggap sebagai suatu yang bijaksana.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam kehidupan sehari-hari siswa mencari segala sesuatu untuk mencapai yang ia kehendaki dengan cara-cara yang mudah. Dalam pembelajaran matematika pun siswa melakukan hal yang demikian. Inilah yang ada dalam kehidupan kita. Bagaimana kita menggunakan pengetahuan yang kita punyai untuk melakukan hal-hal yang lebih mudah dan lebih bermanfaat karena ketika melakukan hal yang lebih mudah kita sudah menghemat beberapa menit bahkan detik kita yang dapat digunakan dalam hal lain yang lebih bermanfaat. Inilah cara pandang filsafat dalam memaknai hidup, bahwa hidup adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah sebanyak yang ada dan yang mungkin ada dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Fisafat sebagai sesuatu yang ada dan mungkin ada. Dunia saja bisa dibangun didalam pikiran, pastinya dunia bisa dibangun didalam hidup. Arti hidup bisa berbeda- beda, namun dalam kacamata filsafat arti hidup ialah semua hal yang dilakukan seimbang dengan spritualitas.

    ReplyDelete
  12. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Saya ingin menanggapi pemikiran siswa sekarang ini cenderung memilih hal mudah atau hal instan. Di zaman sekarang yang serba praktis dan canggih. Saya saja secara pribadi lebih mengutamakan hal yang instan dibandingkan dengan hal-hal yang dilakukan secara manual. Namun saya menemukan kelemahan di balik semuanya. Kelemahan tersebut ialah saya hanya menemukam tahapan awal dan akhir, tanpa mengetahui proses panjang untuk mendapatkannya. Dalam sebuah proses kita tidak hanya mendapatkan hasil akhir, namun hal - hal yang berkaitan dengan hasil akhir tersebut dapat dipahami. Dari kegiatan sehari - hari tersebut dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun di luar kelas.

    ReplyDelete
  13. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Saya tertarik dengan budaya orang timur dan orang barat mengenai ketuhanan dan sudut pandang berpikir mengenai kewibawaan yang berkaitan dengan menciptakan dan memberi. Mengenai dua hal tersebut kita harus meyakini apa yang kita percayai. Mengenai percaya akan adanya Tuhan, saya percaya akan hal itu, karena spritual sangatlah absolute dan tak terbantahkan, diperjelas dengan firman-firmanNya dan sabda rasulNya serta ciptaanNya yang membentang sejagat raya, dari hal tak kasat mata hingga mata mata talanjang sekalipun. Namun selalu ada opsi, untuk memilih dan tidak memilih, dan orang barat memilih untuk tidak memilih. Memberi dan menciptakan adalah dua hal yang berbeda. Tergantung memandang dari sudut pandang, ruang dan waktu tepat juga.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    berdasarkan kesimpulan yang bapak tulis Dari jawaban-jawaban diatas dapat dikatakan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. objek kajian filsafat dari yang dan yang tak mungkin ada akan bisa saja berubah dan bisa saja tetap. dan hidup kita memiliki pilihan yang akan punya kontradiksi sehingga kita membutuhkan filsafat untuk memahami apa yang ada dikehidupan ini. sebagaimana ruang dan waktu yang tepat.

    ReplyDelete
  15. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Manusia satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan. Namun pengetahuan ini terbatas hanya untuk kelangsungan hidupnya (survival). Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya sekadar untuk kelangsungan hidup, tetapi dengan memikirkan hal-hal baru manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada kehidupan, dengan kata lain semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Budaya instan memiliki keuntungan bila digunakan pada koridor tertentu. Misalnya dalam hal produksi, mana yang bisa menghasilkan banyak barang dalam waktu yang instan itu adalah yang terbaik. Banyak lagi contoh budaya instan yang baik, seperti menggunakan transportasi cepat, menggunakan telekomunikasi, menggunakan transfer digital, menggunakan belanja online, dan masih banyak lagi. Sehingga budaya instan merupakan suatu hal yang positif apabila dipandang dari sisi produktivitas dan efektivitas. Namun, budaya instan juga memiliki pengaruh dan stigma yang negatif bila dipandang dari sudut yang lain pula. Sebetulnya bukan budaya instan nya yang buruk. Saya lebih suka menyebutnya sebagai penyalahgunaan budaya instan. Misalnya seseorang yang ingin mendapatkan sertifikat keahlian, menggunakan politik uang. Contoh lainnya, seseorang diberikan tugas pekerjaan rumah, namun dalam pengerjaannya menggunakan hasil dari pekerjaan orang lain. Banyak lagi contoh penyalahgunaan terhadap budaya instan. Sehingga budaya instan itu baik, selama tidak disalahgunakan untuk pengembangan kemampuan atau kualitas sumber daya manusia.

    ReplyDelete
  17. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    saya tertarik dengan pertanyaan yang disampaikan oleh Ibu Retno Kusuma Dewi bahwa kenapa banyak siswa yang memilih cara instan. Seharusnya hal tersebut jangan dilakukan oleh siswa karena akan membuat siswa tidak maju maju. seperti yang dijawab oleh Prof. Marsigit bahwa yang baik adalah dari pernyataan pertama ke pernyataan kedua. pernyataan kedua memiliki inti bahwa siswa harus ulet rajin dan tidak memilih jalan gampang. Rajin tekun ulet akan membuat siswa menjadi maju.

    ReplyDelete
  18. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Berfilsafat tidak hanya soal olah pikir, berfilsafat juga merupakan kegiatan refleksi diri kita sendiri. Ada yang menyebut filsafat adalah dirimu sendiri karena di dalam filsafat itu tercemin dirimu. Sebagai manusia, kita harus mengakui kelemahan yang kita punya di dalam hidup kita. Kita pun mempunyai kelebihan tetapi kelebihan itu tidak bisa mengalahnya penguasa yang sesungguhnya yaitu Tuhan, oleh karena itu kita tidak boleh sombong dengan kelebihan yang Tuhan beri ke kita.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dari artikel di atas dikatakan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. hal ini sejalan dengan istilah hablum minallah, hablum minannas. Hablum minallah adalah hubungan kita dengan Allah, atau secara filsafat kita sebut dengan interaksi dengan yang bersifat tetap. Karena seluruh yang ada di dunia ini hanyalah tetap yang relatif, yang memiliki sifat tetap absolut hanyalah Allah. Sedangkan hablum minannas adalah hubungan kita dengan sesama manusia beserta seluruh isi dunia. Karena manusia dan seluruh isi dunia ini akan selalu berubah. sehingga kita harus dapat beradaptasi dengan perubahan yang ada.

    ReplyDelete
  20. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya tertarik dengan pernyataan Prof. Marsigit yaitu “untuk mengetahui Tuhan tidak cukup hanya dengan pikiran saja, tapi dengan hati, karna itu adalah ranah hati, itu kasusnya mengenai feeling “. Pernyataan ini bisa membuat kita terdiam dan tidak mengesampingkan keyakinan pada hati kita tentang adanya Tuhan.

    ReplyDelete
  21. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    "Di dalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, yang benar atau yang tepat itu adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktu, dalam spiritual kebenaran bersifat absolut, agama itu dokma, suatu kebulatan yang harus dilaksanakan, kitab suci tidak bisa diotak-atik lagi". Saya mulai sedikit memahani tentang filsafat bahwa ada ranah yang menyesuaikan tentang ruang dan waktu dan untuk urusan spiritual kebenaran adalah absolut.

    ReplyDelete
  22. Indriyani Fatmi
    13301244031
    S1 Pendidikan Matematika 2013

    Beberapa tokoh cerdas di dunia ini terlambat mengenal Tuhan. Hal ini mungkin berkaitan dengan penggunaan logika yang berlebihan dalam menjalani hidup. Apabila kita menggunakan logika secara berlebihan dan mengesampingkan perasaan, maka kita akan menjadi sosok yang egois, hati nurani kita akan tertutup, atau bahkan tidak percaya akan adanya Tuhan. Akal pikiran memang penting, namun tetap harus diimbangi dengan hati/perasaan.

    ReplyDelete
  23. Mutiara Khalida (NIM 13301241054)
    Kelas Filsafat Pendidikan Matematika 2013

    Pada artikel ini dijelaskan bahwa dalam filsafat hidup ini memang berlevel, tapi kalau sudah sampai kebawah itu sudah temasuk kedalam aspek psikologis, tergantung pada psikologi orang yang mengalaminya Maka dari itu menurut saya setiap orang bisa jadi memiliki persepsi berbeda tergantung bagaimana psikologinya.

    ReplyDelete
  24. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Mengenai hidup, hidup itu pilihan tetapi yang memilihkan Tuhan. kita boleh memilih ini itu ingin ini itu tetapi tetap Tuhan lah yang memilihkan untuk kita. Jadi jangan khawatir tentang kehidupan, cukup dijalani dengan baik dan sesuai dengan ketentuanNya, semoga dipilihkan yang terbaik.

    ReplyDelete
  25. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kebenaran adalah satu nilai utama di dalam kehidupan human. Sebagai nilai-nilai yang menjadi fungsi rohani manusia. Artinya sifat manusiawi atau martabat kemanusiaan (human dignity) selalu berusaha “memeluk” suatu kebenaran. Manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksankan kebenaran itu. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenran, tanpa melaksankan konflik kebenaran, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik spilogis. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang dimana selalu ditunjukkan oleh kebanaran.

    ReplyDelete
  26. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksanakan kebenaran itu. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenaran, tanpa melaksanakan kebenaran tersebut manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik spikologis. Menurut para ahli filsafat itu bertingkat-tingkat bahkan tingkat-tingkat tersebut bersifat hirarkhis. Kebenaran yang satu di bawah kebenaran yang lain tingkatan kualitasnya ada kebenaran relatif, ada kebenaran mutlak (absolut). Ada kebenaran alami dan ada pula kebenaran illahi, ada kebenaran khusus individual, ada pula kebenaran umum universal. Manusia selalu mencari kebenaran, jika manusia mengerti dan memahami kebenaran, sifat asasinya terdorong pula untuk melaksankan kebenaran itu. Sebaliknya pengetahuan dan pemahaman tentang kebenran, tanpa melaksankan konflik kebenaran, manusia akan mengalami pertentangan batin, konflik spilogis. Karena di dalam kehidupan manusia sesuatu yang dilakukan harus diiringi akan kebenaran dalam jalan hidup yang dijalaninya dan manusia juga tidak akan bosan untuk mencari kenyataan dalam hidupnya yang dimana selalu ditunjukkan oleh kebanaran.

    ReplyDelete
  27. SUMIATI
    16709251056_PMC 2016
    Pendidikan Matematika-S2

    Bismillaah...
    Hidup ini tentang bagaimana kita akan menjalankannya, menikmati proses yang ada atau sebaliknya mengambil jalan pintas atau yang instan. Ingin menjadi orang yang dikenang dengan pemikiran-pemikiran gemilangnya atau hanya sebagai penonton. Banyak penemuan-penemuan yang luar biasa muncul pada zaman dahulu dengan pemikiran-pemikiran yang luar biasa. Jika kita ingin menapaki jejak penemu-penemu terdahulu maka itu semua keputusannya ada pada diri masing-masing. Memilih instan maka kita memilih menjadi manusia yang pasif, malas, tidak mau berkembang, dan sebagainya. Namun, jika memilih untuk menikmati proses maka kita memilih menjadi orang yang aktif, produktif, dan selalu ingin menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Mengkaji permasalahan-permasalahan yang ditemukan dalam hidup ini dengan pandangan filsafat ternyata sangat menarik, mendalam serta penuh dengan makna jika pengkajiannya ditelurusi dari berbagai aspek dari filsafat itu. Marilah kita memperdalam ilmu dan banyak mengkaji persoalan-persoalan yang dihadapi dengan olah pikir filsafat sehingga dalam memaknai permasalahan dalam hidup ini kita bisa lebih cerdas dan lebih bijaksana mensyukuri nikmat Tuhan Sang Pencipta Alam Semesta. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Kalimat tersebut merupakan suatu kesimpulan yang menyadarkan kita bahwa kita hidup harus lah terus berkembang, bergerak, berusaha, dan mengikuti perkembangan jaman, serta kita harus terus menembus ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. Budaya instan membuat orang menjadi terbiasa langsung menelan apa saja yang diberikan kepadanya bahkan tanpa berpikir secara luas dan mendalam lebih dulu. Hidup menjadi terasa kurang menarik dan menantang ketika semua hal kemudian diinstankan. Kemudahan diberikan karena adanya keadaan darurat. Jika keadannya normal maka lakukanlah sesuatu yang luar biasa dan yang luar biasa itu tentu sulit. Secara gama islam maka arti hidup adalh beribadah kepada Allah SWT.

    ReplyDelete
  30. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    30. Takdir itu ada 2 macam, yaitu takdir Mubram dan Takdir Mu’allaq. Takdir mubram merupakan ketentuan mutlak dari Allah SWT yang pasti berlaku atas setiap diri manusia, tanpa bisa dielakkan atau di tawar-tawar lagi, dan tanpa ada campur tangan atau rekayasa dari manusia. Contoh takdir mubram antara lain : waktu ajal seseorang tiba, usia seseorang, jenis kelamin seseorang, warna darah yang merah, bumi mengelilingi matahari, bulan mengelilingi bumi dan lainnya lagi.

    ReplyDelete
  31. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manuisa memiliki hak untuk memilih, hanya saja manuisa haruslah betanggung jawab atas pilihannya. Pendapat tentang "jika memang ada yang mudah, kenapa harus dipersulit?" ,setiap orang pasti ada yang setuju dan tidak setuju karena memiliki sudut pandang masing-masing untuk mengartikan kehidupan mereka sendiri. Agar lebih memahai arti kehidupan belajarlah berfilsafat, dengan memperbanyak membaca dan membaca, dengan membaca manusia akan terus berfikir dan berfikir yang nantikan akan memahami arti kehidupan.

    ReplyDelete
  32. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    sebenarnya saya juga sama penasarannya dengan apa yang dipertanyakan saudari Ulin yang mengatakan “Berkaitan dengan takdir-takdir, ada takdir yang memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT., salah satunya kematian, cara kematian itu berbeda-beda pak ada yang dibunuh diri, ada yang dibunuh, ada yang kecelakaan dan lain-lainnya, yang ingin saya tanyakan mengenai bunuh diri pak, kalau orang bunuh diri itu apakah sudah ketetapan dari Tuhan, kalau memang sudah ketetapan dari Tuhan, dalam islam bunuh diri itu termasuk dosa pak, apakah amal-amalnya sia-sia pak?”
    mengenai orang yang bunuh diri dan orang yang dibunuh apakah memang takdirnya seperti itu ataukah bagaimana saya juga belum begitu paham. mungkin bisa menyimak jawaban Prof. Marsigit di atas sehingga menjadi lebih paham bagaimananya.

    ReplyDelete
  33. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Berbicara masalah arti hidup amak patut lah kita harus bersyukur atas apa yang diberikan oleh Allah SWT kepada kita kehidupan yang baik dan kehidupan kita sekrang ini. Dengan rasa bersyukur maka kita kana menemukan dan mendapatkan arti kehidupan kita. Arti kehidupan setiap orang pasti berbeda-beda, akan tetapi akhirnya kita tahu baha artie hidup kita sebenar-benar nya adalah mendapatkan ridho dan bertaqwa kepada Nya

    ReplyDelete
  34. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini saya tertarik dengan kata "budaya instan" dimana suatu hal yang bisa bernilai baik atau buruk dengan waktu yang efektif atau cepat dan memberikan dampak yang luar biasa. budaya instan bernilai negatif misalnya seorang sarjana ingin masuk ke salah satu perusahaan tanpa melalui seleksi dengan menggunakan uang, disitulah budaya instan bernilai buruk. Budaya instan menjadi baik ketika budaya tersebut memberikan hal yang positif dan bermanfaat bagi sekitar.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    dalam berkehidupan, kita perlu sekali untuk belajar filsafat. karena filafat adalah akarnya ilmu, tidak ada yang benar atau salah dalam filsafat. maka berpikir secara filsafat dapat membantu kita dalam mengambil inti sari dan hikmah dari segala perbuatan yang terjadi di dunia. dengan mempelajari filsafat maka kita juga mempelajari arti kehidupan yang sesunggungnya.

    ReplyDelete
  36. Endryana Listyarini
    14301241034
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Manusia pada dasarnya memiliki hak-hal yang berbeda tiap individunya. Itulah mengapa tiap manusia di dunia ini memiliki kultur budaya yang berbeda-beda. Kultur budaya terlahir karena ada perbedaan hak-hak yang ada.

    ReplyDelete
  37. Tahtalia
    14301241031
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Hidup manusia merupakan pilihan dan kita sebagai manusia harus memilih dari pilihan-pilihan yang ada, tentunya pilihan yang terbaik yang dapat mendekatkan kita pada kesempurnaan karena hal yang mustahil bagi manusia mencapai kesempurnaan itu. Dengan kemustahilan mencapai kesempurnaan itu, mengajarkan kita untuk menghindari diri dari sifat takabur.

    ReplyDelete
  38. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Seperti yang kita ketahui salah satu dampak Power Now adalah membuat kita terlena akan perkembangan tekhnologi yan awalnya bertujuan untuk memudakan pekerjaan manusia. Akibatnya banyak individu sekarang yang memilih melakukan sesuatu yang instan sehingga terlalu nyaman pada zona aman mereka.

    ReplyDelete
  39. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terlalu nyaman pada zona “aman” tidak selamanya baik. Ini menyebabkan kita cenderung malas mencoba sesuatu yang baru sehingga kita sulit berkembang cenderung diam ditempat tidak ada dinamika . Berbeda halnya individu yang berani keluar dari zona nyamannya cenderung lebih flexibel ,tidak kaku, kreativ dan lebih terbuka terhadap sesuatu hal.

    ReplyDelete
  40. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Diakhir jawaban pertama beliau menekankan bahwa hidup yang baik itu melibatkan interaksi antara kedua zona nyaman dan tidak nyaman. Suatu yang baru tentu bukan merupakan zona nyaman bagi kita akan tetapi jika diusahakan dapat menjadi zona nyaman tersendiri bagi kita begitu seterusnya seperti mata rantai.

    ReplyDelete
  41. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Terdapat dua pandangan terhadap filsafat itu sendiri yakni segala sesuatu mengalami perubahan tanpa terkecuali (pendapat separuh dunia) yang kedua adalah segala sesuatu itu sifatnya tetap (pendapat separuh dunia lainya). Seperti yang dijelaskan pada tulisan Prof. Marsigit lainya bahwa filsafat itu merupakan diri kita sendiri. Pada jawaban kedua saya menggaris bahwa dalam kaca mata filsafat menurut prof. Marsigit hidup itu merupakan suatu interaksi yang tetap dan yang berubah.

    ReplyDelete
  42. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Hakikatnya hidup merupakan suatu ketetapan dalam perubahan dan juga perubahan dalam ketetapan. Jika tidak beririsan anatar kedua itu maka terjadilah suatu kerusakan. Disini ditekankan bahwa sifat lupa dalam manusia itu merupakan suatu hal yang lumrah. Terkadang memilih lupa itu perlu untuk menuju baik.

    ReplyDelete
  43. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Hakikatnya istilah salah dan benar dalam filsafat tidak ada. Yang ada hanyalah istilah tepat atau tidak tepat terhadap ruang dan waktu.Seperti yang dijelaskan dalam beberapa tulisan dimensi filsafat itu tergantung bagaimana cara kita memandang akan tetapi dalam dimensi spiritual sifatnya mutlak (absolut).

    ReplyDelete
  44. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memang dalam dimensi spiritual terdapat beberapa perbedaan antara masyarakat barat dan timur. Salah satu hal yang membedakan adlah perbedaan sosial dan budaya antara barat dan timur. Dalam budaya timur pemikiran masalah spiritual merupakan suatu hal yang mutlak dan tidak dapat ditawar berbeda halnya dengan buadya barat pemikiran masalah spiritual juga dipikirkan sama halnya dengan ilmu lainnya. Itulah menagapa banyak kita temukan orang-orang barat yang terkadang melakukan perjalanan spiritual untuk mencari Tuhannya baik itu ke gereja, masjid ataupun tempat ibadah lainya yang mereka yakini.

    ReplyDelete
  45. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Meskipun dalam segi dimensi spiritual massyarakat barat masih menggunakan pikiran dalam mencari kebenaran yang akan diyakini saya selalu salut dengan perjuangan mereka. Saya pernah membaca dan menonton beberapa cerita perjuangan orang barat dalam mencari kebenaran yang diyakini, kebanyakan mereka pada akhirnya menjadi tokoh pelopor dakwah ketika pada akhirnya mereka diberikan hidayah.

    ReplyDelete
  46. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Beberapa waktu lalu tengah viral mengenai tulisan seorang gadis SMA yang menyatakan bahwa suatu agama merupakan warisan dari orang tua mereka. Mereka tidak dapat memilih agama mana seharusnya mereka anut karena kedudukannya semua agama merupakan hal yang benar. Stelah tulisan tersebut menguak beberapa orang juga menuliskan anti tesis dari tulisan gadis tersebut bahwasannya manusia diciptakan dengan akal dan pikiran jadi walaupun mereka tidak dapat memilih dari agama mana mereka harus dilahirkan tapi mereka dapat menentukan agama mana yang dirasa benar menggunakan akal dan pikiran mereka. Dan hal ini saya rasa linear dengan jawabannya yang telah disampaikan oleh Prof. Marsigit .

    ReplyDelete
  47. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sosial dan budaya antara barat dan timur memang berbeda akibatnya nilai yang berkembang dari keduanya pun juga berbeda. Di dunia barat terbuka dan lebih bebas misal saja dalam lingkup pendidikan siswa-siswi dalam budaya barat tidak menggunakan seragam untuk ke sekolah mereka dapat memilih kelas sesuai minat dan bakat mereka dan bahkan percaya atau tidak mengenai keberadaan tuhan merupakan suatu kebabasan untuk mereka dan masih merupakan hal yang wajar dan lumrah. Berbeda halnya dengan budaya timur yang lebih tertutup kebanyakan masih menerapkan penggunaan seragam ketika sekolah dan dalam sekolahnya sudah ditentukan oleh pemerintah sendiri mata pelajaran apa saja yang harus mereka tempuh dan agama juga merupakan suatu yang kental dalam diri mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  48. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Salah satu yang mendasari diakuinya nya suatu teori adalah rujukan,sponsor penyokong,publikasi serta kebermanfaatnnya. Maka segala teori yang diakui di dunia ini pastilah memiliki keempat unsur tersebut. Setiap teori pastilah memiliki kebermanfaatan sesuai dimensi nya. Dalam jawabnnya Prof. Marsigit menekankan bahwa teori ini hanya sebatas ilmu pengetahuan sehingga tidak wajib dalam meyakininya.

    ReplyDelete
  49. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Manusia hanya mampu berencana akan tetapi takdir Allah yang tentukan. Dalam menyusun suatu rencana sebagai hamba Allah maka haruslah kita selalu melibatkan Allah dalam setiap usaha kita. Harapannya dengan selalu melibatkan Allah usaha kita tadi menjadi berkah serta dapat dihitung sebagai ibadah kita kepada Allah. Setelah usaha maka kita tawakal , berikhtiar , berdoa dan berserah diri untuk segala ketentuan yang Allah pilihkan untuk kita.

    ReplyDelete
  50. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Takdir merupakan suatu ketentuan dari Allah SWT baik yang telah, sedang dan akan terjadi. Dapat dikatakan bahwa segala sesuatu yang telah dan sedang terjadi merupakan takdir yang sudah pasti baik itu sesuai harapan atau tidak. Akan tetapi berbeda dengan segala sesuatu yang akan terjadi yang masih dapat diusahakan. Memang benar bahwa hakikat hidup itu merupakan suatu pilihan akan tetapi Allah yang tentukan manusai hanya dapat berusaha dan bertawakal. Apapun jalan yang Allah berikan merupakan yang terbaik untuk kita karena Allah sebaik-baik perencana.

    ReplyDelete
  51. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Dalam jawabannya mengenai takdir Prof. Marsigit menekankan pada tiga hal yakni kelahiran, jodoh dan kematian. Dipandang dalam masalah takdir ketiga hal ini memiliki berat yang seimbang . Selain itu beliau juga berpesan dalam masalah jodoh untuk tidak bermain-main karena jodoh pada hakikatnya kelak menjadi teman setia kita dalam menghadapi kehidupan.

    ReplyDelete
  52. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Hakikatnya hidup merupakan suatu pilihan. Pilihan ingin menajlani hidup yang baik ataupun sebaliknya. Adil dalam tingkatan manusia relatif karena manusia tidak mampu melihat suatu hal secara keseluruhan. Percaya dan husnudzan dengan ketetapan Allah SWT karena Allah merupakan sebaik-baiknya perencana. Bisa jadi apa yang dirasa baik belum tentu baik untuk kita begitu pula sebaliknya apa yang dirasa buruk belum tentu buruk karena Allah sebaik-baik perencana untuk hamba-Nya.

    ReplyDelete
  53. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Segala sesuatu di dunia ini memiliki tesis dan anti-tesis. Dijelaskan misalnya segala ketentuan (qada dan qadar) merupakan tesisnya sedangkan anti-tesisnye berupa ikhtiar itu sendiri. Jadi segala sesuatu ketentuannya dapat dirubah dengan cara berikhtiar. Apapun hasilnya yakinkan dalam hati bahwa segala ketentuan-Nya adalah yang terbaik.

    ReplyDelete
  54. Nurrita Sabrina
    14301244010
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Segala sesuatu yang telah diikhtiarkan kepada sang Maha Kuasa untuk kemudian di tambah dengan ritual bermunanjat merupakan suatu rangkaian proses keikhlasan. Keikhlasan ini penting sebagai syarat berdamai dengan hati dan pikiran kita.

    ReplyDelete
  55. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY
    Kita tidak dapat mengelak dari kata menyesal namun kita dapat meminimalisirkan tingkat kedalaman penyesalan tersebut dengan cara berusaha sebaik mungkin serta tidak lupa diiringi dengan rendah hati bermunanjat kepada sang Maha Pemilik Hati agar nantinya dibeerikan keikhlasan dalam menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  56. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY
    Pada jawaban akhir Prof. Marsigit mengingatkan bahwa kapasitas kita sebagai mahkluk biasa sangat rentan mendapat godaan syaitan. Sekarang syaitan ini banyak menjelma dalam lingkungan kita. Segala hal yang membuat kita terlena, terjebak serta menghasut kepada suatu keburukan merupakan salah satu ujian godaan syaitan. Oleh karena itu beliau mengingatkan baik tengah sadar ataupun tidak , apapun yang tengah kita lakukan sebaiknya selalu mengingat dan berdoa agar selalu dalam naungan iman dan kasih sayang-Nya.

    ReplyDelete
  57. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  58. Nurrita Sabrina (14301244010)
    Pendidikan Matematika I 2014
    S1 Pendidikan Matematika UNY
    Yang saya suka dalam jawaban beliau (Prof. Marsigit ) disetiap jawabanya yaknii selalu ada keterkaitan dan hubungan dengan dimensi spiritual yang sifatnya benar dan mutlak. Filsafat itu sendiri hakikatnya merupakan diri kita sendiri sehingga untuk mengembangkan filsafat kita harus mengembangkan diri kita sendiri. Beliau menyimpulkan dari keselurahan jawaban pertanyaan yang ditujukan kepada beliau bahwa belajar filsafat itu dengan cara membaca sebanyak-banyaknya.

    ReplyDelete
  59. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Filsafat itu sangat dekat dengan kita, berada disekitar kita. tanpa diketahui atau tidak, hidup kita dipengaruhi merupakan hasil olah dari filsafat-filsafat kehidupan. Filsafa tidak hanya memandang dari satu sudut pandang kehidupan, melainkan dari segala sudut. Kita bisa jauh lebih memaknai kehidupan kita jika kita telah mengenal filsafat. Filsafat menjadikan pikiran kita terbuka sehingga kita akan lebih mudah mengontrol tindakan-tindakan kita.

    ReplyDelete
  60. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bagaimana cara mensinergikan apa yang ada di hati dan pikiran sehingga tidak menimbulkan penyesalan dan kontradiksi terhadap apa yang telah dilakukan?
    Kontradiksi merupakan hal yang bertentangan dengan keadaan sebenarnya. Dengan kontradiksi maka manusia bisa hidup, sehingga manusia tak dapat terhindar dari namanya kontradiksi. Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi. Itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia itu sempurna maka ia tidak akan hidup di dunia ini. Hendaknya kita harus ikhlas hati dan banyak bersyukur serta berserah diri pada Tuhan, sehingga kita tidak menyesal atas apa yang telah terjadi.

    ReplyDelete
  61. DheanisaPrachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    "budaya instan" kata tersebut ternyata tak selamanya buruk bila kita memaknainya dengan positif. Contohnya saja bila ungkapan "kalau ada yang mudah mengapa cari yang sulit" yang artinya mudah menyerah, tak mau berusaha, tak punya cita-cita, motivasi diri rendah dan mudah putus asa dimaknai dengan ungkapan "bila bisa mengerjakan sesuatu yang sulit, mengapa cari yang mudah". Bila ungkapan itu dimaknai secara positif, otomatis arti dari ungkapan ini bisa memiliki makna yang berkebalikan dari ungkpan yang dimaknai secara negatif.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  62. DheanisaPrachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Menurut sumber yang saya baca, Yang tetap itu bersifat analitik, dalam matematika disebut dengan tautologi, hanya mencari kalimat yang ekuivalen atau identik. Analitik bersifat apriori. Di dalam pikiran itu artinya menggunakan rasio maka muncullah Rasionalisme, tokohnya adalah Rene Descartes, yang mengatakan tiadalah ilmu tanpa rasio. Pemikirannya membuat sebuah revolusi falsafi di Eropa karena pendapatnya yang revolusioner bahwa semuanya tidak ada yang pasti. Dalam bahasa Latin kalimat ini adalah: cogito ergo sum yang berarti "Aku berpikir maka aku ada". Sedangkan Yang berubah bersifat sintetik karena terikat oleh ruang dan waktu. Sintetik bersifat aprostiorism. Yang berubah adalah pengalaman, maka muncullah empirisme, dengan tokohnya adalah David Hume, yang mengatakan bahwa tidak ada ilmu jika tanpa pengalaman. Baginya, pengalaman (empiris) lebih dari pada rasio sebagai sumber pengetahuan, baik pengalaman intern maupun ekstern.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  63. DheanisaPrachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Menurut sumber yang saya baca, Beramallah untuk akhiratmu seakan-akan engkau akan mati besok. Mmakna kalimat tersebut benar. Kalimat tersebut memotivasi kita agar memperhatikan amalan untuk akhirat kita. Hendaklah kita mempersiapkan diri untuk akhirat kita. Perintah seperti ini jelas sangat-sangat dituntut. Bahkan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah banyak sekali yang mendukungnya.

    Adapun kalimat bekerjalah di dunia seakan-akan engkau hidup selamanya, dari satu sisi ungkapan ini benar, dari sisi lain tidak benar.
    Makna yang benar, jika dipahami bahwa perlu mengambil sebab, perlu usaha juga dalam mencari rezeki dan serius dalam mengais rezeki di muka bumi dengan senantiasa mengharap ridha Allah.
    Atau bisa juga makna yang benar adalah kita diperintahkan untuk tidak cepat-cepat (tergesa-gesa) mencari dunia, beda dengan amalan untuk akhirat. Hendaklah bersabar dalam mencari dunia. Dunia yang tidak didapat hari ini, carilah besok. Makna seperti ini beda dengan yang dipahami kebanyakan orang yang menyangka bahwa dunia hendaklah semangat untuk dicari, hingga lupa akhirat.
    Sehingga makna yang keliru dari ungkapan di atas adalah jika mengajak mati-matian dalam mencari dunia.
    Yang tepat dunia memang kita cari, namun bukan jadi tujuan. Dunia hanyalah sarana untuk akhirat kita. Karena di dunialah tempat kita beramal shalih, namun bukan hidup selamanya.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  64. DheanisaPrachma Maharani
    14301241037
    S1 Pend. Matematika A 2014

    Setelah membaca beberapa postingan bapak yang telah lalu, menurut saya hidup itu adalah dimensi ruang dan waktu. Sebenar-benar hidup adalah yang tidak bertentangan dengan dimensi ruang dan waktu. Dimensi ruang dan waktu adalah kodrat atau takdir yang sudah ditetapkan Tuhan. Kalau kita mencoba memaksakan kehendak dengan memaksakan sesuatu berarti kita telah menetang dimensi ruang dan waktu. Bunuh diri adalah suatu tindakan penentangan terhadap dimensi ruang dan waktu. Hidup ini adalah takdir. Lama hidup ini juga takdir, ada ketetapannya. jika kita bunuh diri berarti kita telah menentang ketetapanNya. Hal yang demikian adalah tidak benarnya hidup.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  65. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Berbicara filsafat, maka kita akan bebicara masalah yang universal, yaitu mencakup segala yang ada dan mungkin ada. Ketika seseorang berfilsafat maka ia sebenarnya telah berhermenetika, melakukan hal untuk memaknakan. Apa yang terjadi didunia ini, apa yang terjadi dalam hidup ini dapat diartikan dari kaca mata filsafat. Mengartikan sesuatu, melakukan hermenetika dalam filsafat dapat berupa hermenetika positif maupun negatif. Semoga kita dapat mengartikan hidup ini, dengan selalu berpikir positif dalam apa yang kita alami dan apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  66. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Hidup itu dinamis, maksud dari dinamis ia akan selalu berubah. Terus berjalan dan berubah. Dan yang selalu berubah sebenarnya adalah perubahan itu sendiri. Kita sebagai pelaku dalam kehidupan jangan sampai tertinggal oleh waktu. Kita harus bisa mengikuti arus dinamika yang ada di lingkungan sekitar dan menyesuaikan dengan akal dan hati.

    ReplyDelete
  67. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Dan dalam melakukan sesuatu jangan pernah mengharapkan segalanya mudah, karena sebuah hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Hasil yang kita peroleh adalah apa yang kita lakukan.

    ReplyDelete
  68. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Berkaitan dengan kepercayaan, saya pernah membaca bahwa kita akan dimatikan sesuai dengan kebiasaan kita. Dalam kuliah Filsafat yang saya terima dari Bapak, saya mulai memahami bahwa dunia itu begitu luas dan terlalu mubadzir jika kita lewatkan begitu saja. Maka, meningkatkan ilmu pengetahuan dan berproses menjadi pribadi yang memiliki semangat berpikir dan spritual sangat diperlukan.

    ReplyDelete
  69. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Sesungguhnya apa yang dilakukan oleh siswa merupakan efek dari apa yang diberikan oleh guru, jika guru memberikan secara instan apapun itu maka siswa cenderung menyukai hal instan juga, siswa jadi malas untuk berfikir dan lebih mencari bagaimana masalah bisa diselesaikan dengan cara instan, hal ini kurang baik dampaknya bagi siswa karena pemikiran siswa akan kurang berkembang, selain itu kreatifitas dan pemikiran kritis siswa juga tidak terlatih, padahal memahami permasalahan itu penting untuk mengantisispasi jika bentuk soalnya dikemabangkan, selain itu dengan memahami konsep maka hal itu akan menjadi prior knowledge yang akan bertahan dalam jangka waktu lama, disbanding sesuatu yang instan yang hanya bertahan beberapa saat saja.

    ReplyDelete
  70. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Filosofi hidup hampir berkaitan dengan prinsip hidup. Semua
    orang yang masih eksis mempunyai pegangan hidup, tujuan hidup,
    prinsip hidup maupun filosofi hidup. Tentunya hal ini cukup berbeda di antara satu dengan lainnya dalam menyikapinya. Karena, setiap orang itu tidak sama, setiap orang itu unik, setiap orang merupakan mahluk individualisme yang membedakan satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  71. Zuliyanti
    14301241009
    S1 Pendidikan Matematika I

    Ada yang mempunyai tujuan hidup yang begitu kuat, namun prinsip hidupnya lemah, atau sebaliknya ada orang yang mempunyai tujuan hidup yang lemah, namun memiliki prinsip hidup yang kuat. Ini tidaklah menjadi suatu permasalahan, yang penting seberapa baiknya seseorang menyambung hidupnya dengan berbagai persoalan dunia yang ada, atau dengan kata laiinya bagaimana kondisi psikologis/jiwa seseorang dalam menjalani hidupnya.

    ReplyDelete
  72. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Dalam hidup ini semua pasti punya tujuan. Jika hidup tanpa tujuan maka dalam menjalani hidup pun tidak akan bersemangat dan bingung akan arah yang dituju dan dilalui. hidup adalah perjuangan. memperjuangkan tujuan dan membahagiakan orang disekitar.

    ReplyDelete
  73. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Refleksi tenntang hidup yang memiliki banyak cobaan, tantangan yang diyakini dapat memberikan hikmat bagi orang-orang yang berpikir positif. Kenikmatan atas cobaan dan rintangan hidup dilalui dengan terus sabar dan berharap ada baiknya, tidak melihat cobaan sebagai bumerang dan gangguan baginya, bahkan mereka berfikir bahwa cobaan yang dihadapinya sebagai ujian untuk lebih baik lagi. Hidup bukanlah sekedar membuat masalah dan menerima masalah, tetapi bagaimana masalah-masalah itu memberikan perubahan cara berfikir dan cara padang kita kemudian terefleksi menjadi kesadaran dalam tindakan nyata kita.


    ReplyDelete
  74. ‘Azzanie Karima Arroida
    14301241017
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terdapat pertanyaan yang menarik bagi saya dalam postingan di atas, walaupun sebenarnya dikatakan bahwa tidak terlalu terkait dengan judulnya yaitu arti hidup dalam kacamata filsafat. Pertanyaan tersebut adalah mengapa siswa lebih memilih cara yang mudah dalam hal ini instan? Kemudian jawaban Bapak Marsigit yaitu berupa kalimat pembanding, kalimat pertama “kalau ada yang mudah mengapa harus cari yang sulit” dan kalimat kedua adalah “kalau bisa mengerjakan yang sulit, mengapa cari yang mudah”. Dari kedua kalimat tersebut, menggambarkan kepribadian seseorang, seseorang dengan kalimat pertama berarti tidak suka berjuang dan suka berada di zona nyaman, hanya mau yang mudah-mudah saja, sedangkan seseorang dengan kalimat kedua adalah seseorang yang kreatif, pejuang keras, dan tidak mudah menyerah. Maka selanjutnya yag harus dilakukan guru adalah membangun semangat siswa agar siswa memiliki kepribadian yang kedua yaitu pejuang keras agar nantinya siswa lebih suka mengerjakan apapun walaupun itu sulit.

    ReplyDelete
  75. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kenyataannya memang sekarang ini memang lebih banyak dan cenderung siswa akan lebih memilih proses dalam suatu penyelesaian menggunakan cara yang instan ketimbang cara yang panjang. Hal ini diperlukan peran guru untuk meluruskan, bahwasanya dengan menggunakan cara yang instan maka kemungkinan terjadi kesalahan akan lebih tinggi, ketimbang cara yang runtut.

    ReplyDelete
  76. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Pandangan saya mengenai siswa sekarang cenderung memilih sesuatu dengan yang instan ketimbang sesuatu yang lebih runtut, hal ini dikarenakan dari pola hidup dari siswa tersebut. Dari jalan yang dipilih siswa ini dapat kita lihat bahwa siswa ini cenderung lebih memilih sesuatu yang aman, tanpa mengambil banyak risiko. Dapat juga kita lihat bagaimana cara orang tua siswa ini mendidiknya, karena suatu anak adalah cerminan dari orang tuanya.

    ReplyDelete
  77. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Pola hidup yang diajarkan pada siswa yang memilih cara yang instan oleh orang tuanya adalah pola untuk melakukan sesuatu secara cepat. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan dari orang tuanya pun begitu. Bagaimana seseorang bertindak itu mencerminkan dari kehidupannya sendiri, apa yang diajarkan orang tuanya, maupun hal-hal yang ia peroleh dari komunitasnya.

    ReplyDelete
  78. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Dalam memilih apakah yang kiri “jika ada yang mudah buat apa cari yang sulit” dan yang kanan “kalau bisa mengerjakan yang sulit mengapa cari yang mudah” , hal ini akan sama seperti ketika kita dihadapkan dalam memilih sesuatu dalam hidup. Apakah kita hanya terdiam menerima nasib (kiri), ataukah kita akan bergerak maju menerjang halangan untuk mencapai sesuatu yang lebih (kanan). Untuk seseorang yang penakut, maka ia akan memilih bagian kiri. Berbeda dengan orang yang berani mengambil risiko maka ia kan mengambil bagian kanan. Hal ini sangat berkaitan dengan bagaimana ia hidup selama ini, apa saja yang telah ia peroleh dalam hidupnya.

    ReplyDelete
  79. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Interaksi dalam filsafat itu ada yang tetap dan ada yang berubah. Sementara itu, objek filsafat terdiri dari ada dan mungkin ada. Seperti yang telah kita tahu bahwa bahwa didunia ini ada yang tetap dan ada yang berubah. Manusia adalah benda yang tetap akan tetapi pola pikir, sikap dan tingkah lakunya dapat mengalami perubahan. Perubahan tersebut bisa akibat pengaruh kondisi/keadaan serta lingkungan tertentu. Perubahan dalam pola pikir manusia menyebabkan perubahan teknologi yang semakin berkembang, hal hal yang dulu hanya bisa dibayangkan saja pada zaman dengan teknologi canggih ini sudah dapat terealisasikan. Akan tetapi perubahan tersebut memiliki dampak negative, dimana semua manusia dimanjakan dengan teknologi, sehingga manusia menjadi lebih sombong dan memilih hal-hal instan dari pada hal yang membutuhkan usaha.

    ReplyDelete
  80. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Di dunia ini masih banyak sekali orang yang belum menentukan siapa tuhannya atau tidak percaya dengan adanya konsep ketuhanan. Untuk yang belum menentukan biasanya mereka tekndala karena bagi mereka semua ajaran sama saja dan tak ada pilihan yang terbaik. Mungkin ini terjadi karena mereka kurang mengenal tentang agama , perlulah mereka mencari segala pengetahuan tentang Tuhan untk membimbing mereka dalam menentukan siapa Tuhan mereka.

    ReplyDelete
  81. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    “Jika engkau ingin bertemu Tuhanmu jangan kau pikirkan tapi kerjakanlah”. hal ini sangatlah pas untuk diterapkan di Indonesia. Perlulah untuk mengenal Tuhan kita lebih mendekatkan diri dengan melakukan ibadah, jangan hanya dipikir saja. Untuk yang islam perlulah untuk terus beribadah sholat 5 waktu, agar lebih mendekatkan dirinya pada Tuhan.

    ReplyDelete
  82. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Bahkan dari apa yang disampaikan Pak Marsigit tentang seorang profesor tadi. Seorang profesorpun yang dalam kehidupannya sudah banyak pengetahuannya, baik berdasarkan pengalaman maupun berdasarkan logikanya, masih saja belum menentukan siapa tuhannya. Hal ini karena konsep ketuhannan berbeda dengan konsep-konsep yang lain, karena bukan hanya berdasar pikiran

    ReplyDelete
  83. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Kebanyakan manusia terbentur dalam mempelajari konsep ketuhanan hal itu dikarenakan mereka hanya berdasar pikiran saja. Sedangkan pikiran-pikiran manusia itu terbatas, dan konsep ketuhanan memiliki tembok tersendiri. Jika kita menggunakan hati juga dalam mencari konsep ketuhanan niscaya, pasti akan ada jalan yang membantu kita melewati tembok tersebut.

    ReplyDelete
  84. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Kehidupan di luar negeri memang sangatlah bebas ketimbang di Indonesia , jika diluar negeri mereka bebas untuk meneriakan banyak hal, bahkan untuk mengaku diri mereka sebagai seorang ateis. Namun berbeda di Indonesia , dalam negara ini untuk menjadi seorang warga negara Indonesia kita harus menetapkan satu pilihan agama kita. Karna negara ini menjunjung tinggi nilai-nilai Ketuhanan yang mahas Esa.

    ReplyDelete
  85. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    “Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah sekakan-kan besok mau mati”, hal ini memiliki arti yang sama dalam kitab suci Al-Quran. Dimana Tuhan memerintahkan umatnya “Kejarlah duniamu seakan kau akan hidup selamanya dan kejarlah akhiratmu seakan kau mati esok hari”. Begitulah firman Tuhan bahwa dalam kehidupan haruslah selalu seimbang.

    ReplyDelete
  86. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014


    Suatu keseimbangan juga bukan hanya tentang kita mengejar harta di dunia dan mengerjakan amal untuk akhirat. Namun juga tentang hubungan kita dan Tuhan (Habluminallah) juga hubungan kita antar sesama manusia (habluminannas). Butuh lah keseimbangan antara keduanya, kita hidup tidak bisa bergantung pada Tuhan saja, namun kita hidup juga membutuhkan manusia lain untuk membantu kehidupan kita.

    ReplyDelete
  87. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kita hidup di dunia haruslah seimbang antar semua aspek kehidupan kita. Tuhan pun menyampaikan “Kejarlah duniamu seakan kau akan hidup selamanya dan kejarlah akhiratmu seakan kau mati esok hari”, karena Tuhan itu tahu bahwa yang terbaik untuk umatNya adalah sesuatu yang seimbang. Karena dengan berdoa saja kita tak bisa bertahan hidup di dunia, kita harus berusaha untuk memenuhi kehidupan kita. Begitu pula sebaliknya, tanpa adanya kesadaran akan Tuhan dan kematian, kita hanya akan mengejar dunia, sendangkan manusia itu terbatas , tak dapat mendapatkan seisi dunia.

    ReplyDelete
  88. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014


    Ketentuan Tuhan berupa takdir dalam Islam memang ada dua, yang pertama adalah yang tidak dapat dirubah atau yang sudah ditetapkan oleh Tuhan dan yang satu yang masih bisa dirubah. Ketentuan yang memang sudah ditetapkan Tuhan contohnya adalah kita lahir sebagai anak dari siapa. Ketika kita lahir kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita, kita tidak bisa memilih untuk dilahirkan oleh keluarga yang kaya, keluarga yang miskin atau apapun. Dan contoh dari takdir yang bisa dirubah adalah agama, dalam kehidupan kita kita masih bisa memilih agama sesuai keinginan kita.

    ReplyDelete
  89. Isnan Noor Wahid R
    14301241057
    S1 pendidikan Matematika I 2014

    Kematian yang diambil dengan cara bunuh diri pun merupakan suatu ketetapan dari Tuhan. Tentang korang yang mati dengan cara bunuh diri, berapa usianya ketika bunuh diri pun sudah ditetapkan Tuhan. Namun cara yang ia pilih merupakan suatu pilihannya yang masih bisa dirubah oleh manusia. Seperti misalnya Tuhan menetapkan sesorang akan mati ketika ia berumur 29 tahun. Itu adalah ketetapan dari Tuhan, namun bagaimana ia mati ketika usia 29 tahun itu masih bisa diubahnya. Bisa saja ia mati karena bunuh diri, atau pun mati karena terjatuh dari sebuah gedung. Karena kematian memang benar adanya, dan setiap ciptaan Tuhan yang hidup pasti akan mati.

    ReplyDelete
  90. Dwi Kawuryani
    S1 Pendidikan Matematika 2014 (14301241049)
    Budaya instan yang tengah berkembang dimasyarakat memang berkembang dengan pesat. Budaya ini ditandai dengan meningkatnya penggunaan mesin dan alat bantu untuk berbagai kegiatan masyarakat. Penggunaan alat bantu atau mesin ini memang memaksimalkan sumber daya dan mengurangi penggunaan sumber daya lain. Tetapi dengan maraknya penggunaan alat bantu ini juga membuat masyarakat memiliki ketergantungan pada alat-alat tersebut.

    ReplyDelete
  91. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada dasarnya manusia memiliki poteni masing-masing dalam dirinya. Setiap orang yang menginginkan hidup bermartabat dan memiliki integritas tentunya harus dapat memaksimalkan potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  92. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika setiap manusia mampu dan mau menyadari setiap hal yang telah diciptakan Tuhan untuk dirinya tentu manusia itu selalu bersyukur salah satunya adalah dengan cara berusaha untuk melakukan yang terbaik sesuai kemampuan dan anugrah yang telah diberikan, tidak hanya melakukan hal semaunya sendiri.

    ReplyDelete
  93. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sesuatu yang instan tidak akan baik hasilnya, perlu adanya perjuangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal sesuai harapan. Nilai atau hasil akhir tidak menjadi ukuran kesukesan. Oleh karena itu kesuksesan sebenarnya telah kita dapatkan ketika banyak pengalaman yang telah kita dapatkan.

    ReplyDelete
  94. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Bersyukur bukan hanya tentang bagaimana kita beribadah dengan rajin kepada Tuhan, bukan hanya tentang bagaimana kita mencari pahala sebanyak-banyaknya. tetapi bersyukur juga mencakup bagaimana kita menggunakan semua potensi dan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita dengan sebaik-sebaiknya dengan maksimal dan tentu untuk kebaikan umat manusia di dunia

    ReplyDelete
  95. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjalani hidup bukanlah hal mudah apabila tidak dapat menikmatinya. Kunci dari kebahagiaan hidup adalah bersyukur dan menikmati setiap dinamikanya.

    ReplyDelete
  96. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berusaha menjadi yang terbaik dalam segala hal adalah lumrah bagi setiap manusia, hanya saja semua harus dilakukan dengan cara yang baik pula.

    ReplyDelete
  97. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel di atas, kita mengetahui bahwa hidup adalah suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Sebaiknya kita selalu berproses mengarah dalam kebaikan dan meningkatkan potensi kita.

    ReplyDelete
  98. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kita berawal dari tidak tahu menjadi tahu. Ada kalanya kita lebih baik bergerak dari zona nyaman ke zona yang lebih ada tantangan agar kita dapat merasakan perubahan dan berpikir terbuka, serta dapat berkembang. Melewati ini jelas tidak mudah. Akan tetapi saat kita sudah melewatinya otomatis dimensi kita akan naik.



    ReplyDelete
  99. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam hidup ini jika ingin maju maka tidak lepas dari yang namanya berikhtiar. Ikhtiar adalah berusaha melakukan segala daya dan upaya untuk mencapai sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki. Artinya usaha itu merupakan pilihan bagi manusia. Jika ia melakukan usaha maksimal maka Insya Allah hasilnya juga memuaskan.

    ReplyDelete
  100. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Martabat seseorang juga tidak lepas dari usahanya untuk bisa bermartabat. Manusia dilahirkan denga n potensi masing-masing. Jika manusia berusaha memaksimalkan potensi dirinya maka tidak mungkin ia bisa berubah kondisinya dari yang mulanya mungkin kurang bisa menjadi orang yang lebih berilmu dan berada.

    ReplyDelete
  101. KHOIRUDIN
    14301244002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Saat hidup seseorang sudah berusaha, kemudian ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Dia bisa melakuka banyak hal, bermartabat secara materi, bermartabat secara ilmu, dan juga punya jabatan. Ada sesuatu yang patut diingat baik-baik, yaitu tidak boleh terlena dengan keadaan yang ada. Sesungguhnya kekayaan, jabatan adalah ujian. Jangan sampai bersikap sombong dan meremehkan orang lain.

    ReplyDelete
  102. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Budaya instan, berkaitan dengan matematika di sekolah. Khususnya saat menjelang ujian akhir atau UN, siswa pasti lebih mengedepankan cara instan dari pada cara aslinya atau cara logic nya. Biasanya pada bimbel, pasti pada akhir pembelajaran akan diberikan cara instan. Walau sebelumnya sudah diberikan cara dasarnya, tetapi bagi siswa pasti akan lebih mengedepankan cara cepatnya

    ReplyDelete
  103. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Menggunakan yang isntan itu tidak akan mengembangkan pola pikir siswa. Cara instan hanya berlaku pada syarat-syarat tertentu, sedang jika kita menggunakan cara dasarnya, kita bisa mengerjakan semua tanpa harus menghafalkan banyak cara-cara instan. Cara sewajarnya, membuat siswa bisa lebih mengembangkan cara berpikirnya

    ReplyDelete
  104. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Kebanyakan orang pasti akan meilih jalan yang mudah dari pada jalan yang sulit, tetapi orang yang berkembang akan lebih mengutamakan jalan yang lebih sulit dibanding jalan yang mudah. Karena hidup itu pilihan, dan kebanyakan orang memilih jalan yang mudah. Misal dalam suatu tes, jika orang yang suka budaya instan pasti akan memilih jalur ilegal seperti membayar agar langsung diloloskan. Berbeda dengan orang berkembang, ia akan berusaha mengerjakan tes tersebut dengan cara belajar dan belajar

    ReplyDelete
  105. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Dalam hidup urusan antara duniawi dan urusan spiritual haruslah seimbang. Kita berusaha di dunia tanpa adanya ikatan spiritual dengan Tuhan akanlah susah. Jika Tuhan tidek berkehendak, tidak akan terwujud apa yang kita inginkan sekeras apapun kita berusaha

    ReplyDelete
  106. Arief Widiasmo
    13301241077
    Pendidikan Matematika C 2013

    Ddalam fiilsafat tidak ada benar dan salah, karena itu berkaitan dengan ruang dan waktunya. Yang dapat menilai benar dan salah hanyalah pikiran masig-masing orang, karena filsafat adalah berkaitan dengan pikiran

    ReplyDelete
  107. Muhammad Mufti Hanafi
    13301244005
    Pendidikan Matematika 2013

    Dalam refleksi yang dipaparkan diatas sangat menarik untuk diikuti, Jika ada yang mudah mengapa dipersulit. menunjukkan kemalasan, cenderung berada pada zona nyaman. Namun dari sisi lain mempunyai kesan dan pesan yang tinggi untuk saling memberikan kemudahan, tidak mempersulit sehingga waktu, tenaga, pikiran tidak terbuang sia-sia. Hal ini yang diajarkan dalam nilai kehidupan, sebab ada hal yang sangat banyak yang harus segera di tangani. Yang kedua, Jika bisa mengerjakan yang sulit mengapa pilih yang mudah. Hal ini tepat di terapkan pada dataran praktik pembelajaran dan proses belajar seorang. Dengan hal itu seorang akan tertantang untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

    ReplyDelete
  108. Setelah membaca, saya memahami bahwa di dalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari pertanyaan dan jawaban-jawaban dari Bapak.
    Terima kasih.

    ReplyDelete