Oct 17, 2015

ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT

Minggu, 27 September 2015
Refleksi Pertemuan Ketiga



ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT
Oleh : Tri Kurniah Lestari, S.Pd.
(15709251065)
http://trikurniahlestari-ririn-mpm.blogspot.co.id/2015/09/refleksi-pertemuan-ketiga.html#more

Bismillahirrahmanirahim
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu

Pertemuan ketiga ini dilaksanakan pada selasa tanggal 22 September 2015 jam 11.10 sampai dengan 12.50 diruang 305b gedung lama Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta Prodi Pendidikan Matematika kelas a pada matakuliah Filsafat Ilmu dengan dosen pengampuh pak Marsigit. Perkuliahan ini diawali dengan mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dibuat setiap minggunya.

Sistem perkuliahan masih sama seperti 2 pertemuan sebelumnya, yaitu lebih banyak mendengar dan merekam apa yang disampaikan oleh Bapak. Topik yang dibicarakan saat ini yaitu membahas pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara lisan. Beliau juga menyampai informasi seputar Facebook beliau, kemudian beliau juga memberitahukan bahwa ada dua orang yang hasil refleksi pertemuan keduanya telah di postkan ke Facebook beliau, karena beliau menganggap hasilnya cukup baik.

Pertanyaan secara lisan untuk pertamakalinya di sampaikan oleh bu Retno Kusuma Dewi, petanyaan beliau yaitu : “Menurut sudut pandang filsafat memahami tentang kehidupan kenapa kok kira-kira siswa sekarang ini cenderung memilih hal mudah?, mudah maksudnya segala sesuatu yang instan”

Setelah mendengar pertanyaan yang disampaikan, pak marsigit kemudian menjawab : “Jadi gini bu, ibu meluncurnya telalu tajam, dari filsafat sampai ke siswa, tetapi selain meluncur terlalu tajam ada pantulan yang bagus yaitu budaya instan, anda semua perlu membaca di akademia edu mengenai narasi besar ideology dan politik pendidikan dunia, itu saya uraikan persis dari jaman Yunani sampai jaman sekarang, sehingga kita bisa mengetahui alasan dan sebab-sebab adanya budaya instan, ceritanya panjang dan disamping cerita panjang disitu juga memerlukan pengetahuan-pengetahuan lain. Uraian saya tidak membosankan karna disajikan dalam bentuk power point, sehingga dapat dibaca sekilas saja, ulangi kembali dan bisa menyimpulkan point-pointnya, ratusan ribu orang membaca, intisarinya sebetulnya merupakan atmosfirnya, kurun waktunya memang sampai pada kehidupan saat ini.”

Beliau menambahkan kembali “kalau memang ada yang mudah kenapa musti cari yang sulit, saya juga menjelaskan di kelas lain kalau itu tesis maka ada anti tesisnya. Anti tesisnya aku buat begini, kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah, didengar juga gak begitu jelas diucapkan juga gampang tapi dilaksanakan sangat sulit, silahkan anda uji diri anda dan dari dua kata itu, andai kata anda laksanakan maka dampaknya itu seluas dunia akhirat, karena secara psikologi antara yang pertama (sebelah kiri) : ‘kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit,’ dan yang kedua (sebelah kanan) ‘kalau bisa mengerjakan yang sulit kenapa cari yang mudah’ saja sudah berbeda. Bila dilihat dari keadaannya dari segi pelakunya yang sebelah kiri tidak mau berjuang, nyaman dizona aman, tidak mau meningkatkan diri, santai, gampang menyerah, tidak ingin berkembang, tidak mau bekerja keras, motivasi kurang, difensif, tidak kreatif, masa bodoh, tidak cerdas, bodoh,termasuk juga cara yang singkat, dan budaya instan; semiliar pangkat semiliar pun belum bisa aku menyebutkannya, karna itu dunia, dunia si dia. Lawannya sebelah kanan memiliki keadaan yang kreatif, cerdas, pekerja keras, ulet, suka tantangan, ingin berkembang, ingin tahu yang tinggi, dan motivasinya tinggi. Jadi hidup itu adalah interaksi antara yang pertama dan kedua, hidup yang lebih baik adalah gejala dari yang pertama menuju yang kedua”.

Pertanyaan selanjutnya disampaikan oleh saudara Heru Tri Rizky Novi : “bagaimana tanggapan filsafat tentang pendapat ilham nokhen tentang penciptaan alam ini yang dalam konsep ada dan tiada?”

Bapak menyampaikan bahwa pertanyaan yang diajukan mempunyai maksud sama seperti bagaimana pandangan Agama tentang makhluk pertama manusia dan seperti temuan Darwin yaitu nenek moyang manusia itu adalah binatang (monyet). Sementara orang beragama  percaya bahwa nenek moyang manusia itu adalah manusia juga, nabi Adam AS. Darwin membuat teori evolusi, hukum sebab akibat, jika manusia itu setiap pagi belajar terbang selama hidupnya, begitu pula anaknya belajar terbang selama kurun waktu bermiliyar-milyar keturunan diharapkan suatu ketika manusia bisa terbang. Itu merupakan teori pengembangan potensi diri. Yang ditangkap oleh Immanuel Kant sebagai Teleologi, segala macam perkembangan masa depan masuk kedalam Teleologi. Jadi Teori Evolusi dasarnya adalah filsafat, segala sesuatu mengalami perubahan dan tidak ada didunia ini yang tidak mengalami perubahan, tapi pendapat seperti itu merupakan pendapat separuh dunia, karna separuhnya lagi memiliki pendapat bahwa sesuatu itu bersifat tetap, tidaklah sesuatu didunia ini yang tidak bersifat tetap. Masing-masing memiliki tokoh, yang tetap memiliki tokoh Permenides dan yang berubah tokohnya adalah Herakleitos, kemudian dari kacamata filsafat memandang bahwa ternyata hidup itu adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah, jadi hidup dapat di definisikan sebanyak yang ada dan mungkin ada.

Interaksi dari yang tetap dan berubah, kalau dilihat dari kacamata filsafat, pandangan yang tetap itu seperti cintaku tetap padamu istriku, keyakinanku tetap kepadamu Engkau wahai Tuhanku sejak aku lahir sampai mati pun tetap begitu dan tidak akan mengalami perubahan, sebelum dan sesudah dunia kiamat tetap saja aku ciptaan Tuhan, tetap begitu. Jadi dalam diri ini ada dua unsur yaitu ada yang tetap dan ada yang berubah. Hal tersebut berkaitan dengan mengidentifikasi objek filsafat, objek filsafat yang terdiri dari ada dan yang mungkin ada yang jumlahnya tak berhingga pangkat tak berhingga aku belum bisa mengidentifikasi sifat-sifatnya. Sifat yang penting adalah, ia memiliki sifat tetap atau sifat berubah, ternyata hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Itu lah hidup dan kalau tidak hidup berarti tetap didalam ketetapan contohnya seperti walau aku jadi istrimu aku masih tetap ingat pada pacar lama saya. Terjadilah kerusakan dalam kehidupan. Itu lah mengapa pentingnya mengalami perubahan, makanya penting juga manusia memiliki sifat lupa.

Didalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah, yang benar atau yang tepat itu adalah tidak sesuai dengan ruang dan waktu, dalam spiritual kebenaran bersifat absolut, agama itu dokma, suatu kebulatan yang harus dilaksanakan, kitab suci tidak bisa diotak-atik lagi, apakah ada amandemen Al Qur’an?, yang diamandemen itu  Undang-Undang Dasar, tidak ada amandemen al Qur’an, al Qur’an itu dokma yang sudah menjadi ketetapan (absolutely) dan harus laksanakan, serta percaya bahwa manusia memiliki nenek moyang yaitu Nabi Adam AS. Sekarang gunakanlah pikiran, orang silahkan saja membuat Teori, ambil contoh seekor tikus yang diberi radiasi nuklir, nanti pada suatu saat tikus yang diberi radiasi itu bisa menjadi mutan, bisa jadi kelinci dan bisa jadi yang lebih besar lagi seperti kelinci jumbo, karna mutan dipengaruhi radiasi nuklir. Coba dari jaman penciptaan sampai dengan sekarang itu radiasi nuklir dialam sebanyak apa sehingga bisa mempengaruhi jenis dan pola perilaku manusia, kita lihat saja nabi Adam AS. sebagai wadah memiliki banyak karakteristik, punya istri Hawa, dan punya anak-anak. Dari sisi agama dikatakan final, maka orang timur yang didominasi kehidupannya oleh agama biasanya pemikirannya final, sedangkan orang barat yang mengandalkan pikiran biasanya berpikir tebuka, terbuka di belakang atau open di bagian ended, maka ada metode pembelajaran open ended dengan metodenya adalah scientific. Jadi, timur dan barat memiliki beda kultur dan budaya. Secara agama, dogma dan ketentuannya harus diakui, kalau meyakini Tuhan harus lewat keyakinan hati, dan kalau hanya lewat pikiran untuk mencari Tuhan maka belum ada jaminan bisa menemukan Tuhan. Itulah kalau dunia barat menuju ketimur ketemu dengan imam Al-Ghazali, ‘jika engkau ingin bertemu Tuhanmu jangan kau pikirkan tapi kerjakanlah’, filsafat timur mengenalnya dengan ontology gerak, jadi jika ingin ketemukan Tuhan maka kerjakanlah, yang Kristen ke Gereja dan yang Islam ke Masjid, sholatlah kalau Tuhan mengijinkan insyaAllah pasti bisa bertemu Tuhan.

Dunia Barat dan Timur ada perbedaan nilai bijaksana. Bijaksananya dunia barat dalam keadaan masyarakat yang terbuka. Orang yang sedang mencari ilmulah yang bijaksana menurut versi barat, tetapi versi timur karna masyarakatnya sudah tertutup maka yang dikatakan bijaksana dalam versi timur adalah orang yang memberi ilmu. Maka tidak mudah jadi pejabat di Dunia Timur, karena harus bisa mensejahterakan rakyatnya kalau perlu memberi, jadi lurah kalau perlu berani tombok, kalau tidak manipulasilah yang terjadi, makanya korupsi tumbuh subur di dunia Timur, jadi nilai kebijakan di Dunia Timur itu harus mampu memberi. Bapak kembali memberi contoh “Umur 38 dulu saya kuliah di Inggris kemudian 47 saya kuliah filsafat di Gajah Mada, nah dikampung saya ditanyalah a: kok bapak tidak kekampus? Saya menjawab kalau saya kuliah, a: lah terus kalau bapak kuliah anak-anak bapak yang kecil-kecil mau di kasih apa pak ? diambil semua oleh bapak?” (dalam konteks bercanda). Orang tua kuliah itu di Timur canggung, sedangkan di dunia barat dikatakan bijaksana. Karna orang tua di Dunia Timur dianggap sudah saatnya memberi. Maka di Indonesia terjadi interaksi dan transisi budaya, yang pantas di pantas-pantaskan, bahkan yang kurang pantas di pantaskan juga.

Pak marsigit kemudian menceritakan tentang pengalaman beliau, Ketika beliau mengajar di S1, beliau mengajak seorang professor matematika dari salah satu perguruan tinggi terkenal di Amerika untuk ikut ke kelas dimana beliau mengajar, setelah selesai dosen tersebut bertanya kepada pak marsigit, “Pak Marsigit kenapa pada saat mengajar Matematika anda memulainya dengan berdoa?, apa hubungannya antara matematika dengan doa”, pak Marsigit agak kaget dengan pertanyaan dosen tersebut, kemudian pak Marsigit bertanya kembali “Apakah anda tidak percaya dengan Tuhan?”, dia menjawab “belum, karna saya tidak tahu”. Padahal umurnya sudah 60 tahun tapi belum mengenal Tuhan sehingga dia belum percaya, kemudian dia menambahkan “saya berusaha melakukan kegiatan setelah saya memahaminya”. Dari situ bisa tertangkap ketidak konsistenannya. Pak Marsigit bertanya kembali “kamu datang kesini apa tahu akan bertemu saya?”, dia menjawab “tidak”, lanjut pak Marsigit “berarti anda ngomongnya tidak konsisten, kenapa anda datang kesini padahal anda tidak tahu akan ketemu saya”. Jadi berpikir itu mudah sekali kalau ingin tidak konsisten seperti itu. Beliau mengatakan “untuk mengetahui Tuhan tidak cukup hanya dengan pikiran saja, tapi dengan hati, karna itu adalah ranah hati, itu kasusnya mengenai feeling “.  Itu merupakan salah satu contoh. Jadi kalau kita masuk kedunia internasional, itu menjadi sangat plural. Orang yang pecaya dengan Tuhan dan tidak percaya dengan Tuhan sama-sama punya hak. Karena disana adalah Liberal yang absolut, sama-sama punya hak untuk mengiklankan di Televisi tergantung bisa membayar saja, sebenarnya kalau kita tidak kuat atau memperkokoh diri dari sini maka semua perasaan, pikiran dan kebiasaan kita bisa habis disana.

Pertanyaan selanjutnya yaitu dari saudara Ricky yang mengatakan bahwa : “Menanggapi pernyataan yang  ada tadi, agama merupakan suatu dokma yang kita terima secara utuh, seperti halnya juga terhadap fisika, ilmu fisika dapat dibuktikan. Dalam teori evolusi Darwin belum ada bukti yang bisa diterima tapi kenapa bisa dipublikasikan seperti itu, mohon penjelasannya?”

Jawaban dari pak Marsigit : Pertama Teori bisa dikenal itu karna ditulis dan ada buku yang menjadi rujukan, kedua dipublikasikan, ketiga ada sponsornya dan dihidup-hidupkan, dan yang keempat memang ada manfaat. Memang ada manfaat, misalnya orang mau ke Jakarta juga butuh kendaraan dan kenapa harus dibuang motornya, padahal motor juga bermanfaat untuk mengantar ke stasiun kereta atau kebandara. Sama juga kalau kita berpikir tentang teori Big Bang, bermanfaat juga tapi pada level tertentu saja, yang kemudian orang bisa berpikir liar dan berpikir tanpa batas menyimpulkan dengan teori big bang bahwa alam semesta itu terjadinya begitu saja tidak perlu campur tangan Tuhan, tentu dari sisi spiritualitas itu adalah kesombongan yang luar biasa. Akhirnya, ketinggian ilmu dipakai untuk menyombongkan diri, bagaimanapun juga kita tetap manusia, sehebat-hebat apapun dia tetap manusia. Agar kita belajar filsafat ini tetap dalam koridor, tetapkan hati kita kalau sudah menyentuh seperti itu yah sudah cukup untuk pengetahuan saja bukan sebagai sesuatu yang harus kita yakini. Karena itu sudah merubah dunia, begitu kita yakin dan percaya tentang hal itu yang lain akan tereliminasi. Sama saja kalau kita membuka tabir siang maka tabir malam akan tereliminasi.

Jadi, telah diterangkan pada pertemuan yang lalu tentang objek filsafat adalah yang ada dan mungkin ada, semua yang engkau pikirkan apapun itu adalah sebuah wadah, wadah apapun yang ada dan meliputi yang  mungkin ada, ternyata dia juga merupakan isi, rambut berwarna hitam, rambut itu wadahnya sedangkan hitam itu isinya, itulah sebenar-benar wadah adalah subjek dan isi adalah predikat,maka tidak akan pernah didunia ini predikat sama dengan subjeknya, tidak akan pernah warna hitam sama dengan rambut, karna rambut mempunyai sifat tidak hanya hitam, bisa hitam ringan, hitam lebat, panjang, pendek, semiliar pangkat semiliar aku belum bisa menyebutkan sifat-sifat rambut itu. Ternyata sifat-sifat rambut yang merupakan isi dari rambut merupakan wadah juga, hitam kelam, selamanya hitam tidak sama dengan kelam, dan kelam adalah salah satu sifat dari hitam.”Hitam kelam banget”, selamanya kelam tidak sama dengan banget, karna banget merupakan salah satu sifat dari kelam. Jadi, dunia itu berstruktur, salah satu struktur memiliki dua komponen, pengertian apapun komponennya dua yaitu wadah dan isi. Rambut itu isinya kepala, kemudian isinya kepala itu banyak ada kutu, belalang, kepala merupakan isi dari bagian tubuh, demikian seterusnya dan kalau dinaikkan kearah spiritual, wadah dan isi yang berpangkat tadi lama-lama terangkum menjadi satu yaitu kuasa Tuhan yang Esa.

Orang didunia yang sifatnya plural tapi bersikap tunggal dalam filsafat disebut fatal, itulah kaum fatal yang hidupnya seratus persen digantungkan pada takdir, misalnya ditanyakan a: kamu punya uang b?, b: kalau Tuhan mengijinkan akan datang dengan sendirinya, a: tadi motormu dicuri kamu nanti gak bisa pulang b: kalau Tuhan menghendaki nanti motornya kembali. Beliau mengatakan “saya pernah kethailand dengan pejabat, tapi pejabat ini agak sedikit fatal, a: pak laptopnya disimpan pak atau dibawa, b: kalau memang nasibnya hilang ya hilang kalau gak ya nggak, a: kalau orang yang pemikirannya beda dengan bapak gimana, nanti kalau hilang beneran gimana ? b: iya ya”. Urusan akhirat fatal, urusan dunia fital, ternyata susah untuk mendefinikan hidup, bahwa sebenar-benarnya hidup adalah interaksi dinamik antara fatal dan fital. Berikhtiarlah seakan-akan masih hidup seribu tahun lagi, berdoalah seakan-akan besok mau mati, itu sudah kodratnya berinteraksi seperti itu, sifat yang ada dan mungkin ada, kalau ada yang bersifat tunggal itu disebut monoisme disingkat monisme. Monisme itu urusan langit, seperti pertanyaan bu Retno tadi, satu sisi sibuk dengan urusan dunia. Indonesia ini negeri pancaroba (negeri peralihan), apapun ada di Indonesia yang Fatal maupun Vital. Teknologi mengefektifkan dan mengefisienkan urusan dunia, harapannya syukur-syukur bisa mensuport urusan akhirat. Di negri yang paling fatal seperti Birma negri para biksu, biksu tidak butuh apa-apa cukup makan dari pemberian orang-orang disekitarnya, tapi akhir-akhir ini ada hal lucu di Birma, para biksu demo minta listrik, disini dapat terlihat jebolnya tembok pertahanannya dan sudah mulai dipengaruhi capitalism.

Yang ada tadi didalam dan diluar pikiran, yang ada bersifat tetap dan berubah, dan yang ada bersifat satu dan banyak, dari sekian sifat itu mari kita identifikasi kaitannya dengan yang ada didalam dan diluar pikiran. Yang tetap berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Yang tunggal ini ada didalam pikiran, tergantung levelnya, misalnya wanita, kalau didalam pikiran wanita hanya ada satu, kalau diturunkan kebawah wanita itu adalah istri. Istri yang satu itu didalam pikiran. Yang tadi malam ditemui, sekarang di kantor, yang dirumah juga merupakan istri. Contohnya banyak tapi dalam pikiran istri cuma ada satu, dari situlah lahir berbagai macam aliran filsafat.

Pertanyaan berikutnya dari saudari Ulin yang mengatakan “Berkaitan dengan takdir-takdir, ada takdir yang memang sudah ditetapkan oleh Allah SWT., salah satunya kematian, cara kematian itu berbeda-beda pak ada yang dibunuh diri, ada yang dibunuh, ada yang kecelakaan dan lain-lainnya, yang ingin saya tanyakan mengenai bunuh diri pak, kalau orang bunuh diri itu apakah sudah ketetapan dari Tuhan, kalau memang sudah ketetapan dari Tuhan, dalam islam bunuh diri itu termasuk dosa pak, apakah amal-amalnya sia-sia pak?”

Cara pandang berdimensi yang dipandang pun berdimensi itulah filsafat kemudian di interaksikan dan dari sisi spiritual jelas tadi anda sudah katakan bahwa bunuh diri itu dosa, cara pandang kita bukan seperti itu kalau berfilsafat. Dalam filsafat takdir itu adalah sesuatu yang sudah terjadi, karna itu merupakan pikiran manusia. Kalau dinaikan sedikit ke spiritual, takdir itu bukan yang sudah terjadi saja tetapi yang akan terjadi pula, sekarang kata-katanya dibalik pasti benar bahwa yang terjadi itulah takdir, lebih baik saya katakan yang kedua dari pada yang pertama, yang kedua adalah yang terjadi sudah pasti takdirnya, maka yang belum terjadi masih bisa diikhtiarkan. Hubungannya dengan fatal dan fital yaitu fatal itu takdirnya dan fital itu ikhtiarnya, manusia bisa berikhtiar karna manusia punya potensi dan hidup manusia tidak bisa lepas dari takdir. Tidak bisa anda berikhtiar untuk menentukan hidup diri anda atau anak anda besok, misalnya anda membuat proposal anak anda besok lahir dengan berjenis kelamin laki-laki, tampang sekian, berat segini, dengan rambut seperti ini, mengajukan proposal kepada Tuhan, coba saja apakah akan sesuai dengan selera anda atau tidak. Yakinlah bahwa Tuhan akan membuat jalannya sendiri. Kalau bisa seperti itu “pasti saya sudah pesan sama Tuhan, dilahirkan dari Rahim ratu Elisabeth supaya mendapat warisan istana Backingham”, ternyata hidup itu pilihan tapi yang memilih itu Tuhan, kita tidak bisa memilih kita lahir dari Rahim siapa. Tiga hal yang pokok yaitu lahir jodoh dan kematian, itu sama beratnya, oleh karena itu jangan main-main tentang jodoh karna sama beratnya dengan lahir dan kematian, barang siapa yang bermain-main tentang jodoh, dia akan menderita kesedihan seperti setara dengan menghadapi kematian. Dari sisi agama itu adalah rasa bersyukur, karna yang terbaik seperti itulah. Pikiran ini bersifat parallel yang ingin diucapkan begitu bayak dan sudah menyundul-nyundul dikepala, tapi mulut bersifat seri jadi satu persatu kalimat saling bergantian dikeluarkan. Sehingga dikatakan bahwa manusia hidup karena tidak sempurna. Dalam berkata saja masih harus memilih kata-katanya. Maka sebenar-benarnya hidup itu adalah pilihan. Sungguh manusia itu tidak pernah adil, dia tidak bisa melihat kebelakang karena matanya hanya ada didepan. Manusia itu terpilih, dalam filsafat disebut sebagai aliran Reduksionisme. Manusia itu terpilih atau dipilih. Penglihatan, nafas, hidup semua dipilih. Jadi manusia hidup karna pilihan.

Pertanyaan berikutnya di sampaikan oleh Ricky, “Tadi bapak mengatakan bahwa istri bapak cuma satu dipikiran bapak, bagaimana dengan yang berpoligami? Apakah istrinya cuma satu saja dipikirannya dan yang lain menjadi contoh atau sudah berganti lebih banyak lagi pak?”

Dari sisi filsafat itu level pemahaman tadi, dari mana aku mau mengklaim yang satu itu, kalau aku naikan bahwa yang satu itu istri dan turunkan bahwa empat istri itu adalah contoh, tapi tetap saja dalam pikiran saya istri cuma satu sebagai wadah, sedangkan empat tadi adalah isinya. Yang empat tadi memiliki contoh-contoh yang lainnya. Itulah level pemahaman, dimensi berpikir dan dimensi hidupnya. Hidup ini memang berlevel, tapi kalau sudah sampai kebawah (istri yang ke satu, dua, tiga dan empat) itu sudah temasuk kedalam aspek psikologis, tergantung pada psikologi orang yang mengalaminya.

Pertanyaan selanjutnya ditanyakan oleh saudari Azmi, “pak apakah filsafat itu bertentangan dengan motivator?, tadikan kata bapak kalau segala sesuatu yang terjadi sudah ditetapkan oleh Tuhan, sedangkan motivator itu punya target untuk berubah dan menuju kesempurnaan.”

Segala sesuatu itu berpasang-pasangan dan selalu mencari jodohnya, setiap yang ada dan mungkin ada itu adalah tesis, dan selain yang ada satu itu merupakan anti tesisnya, diriku merupakan tesis, maka semua selain diriku merupakan anti tesisnya. Dalam agama semua ketetapan yang telah diatur merupakan tesis sedangkan anti tesisnya merupakan ikhtiar. Tesisnya takdir maka anti tesisnya fital, tesisnya fatal maka anti tesisnya potensi, sehingga motivator itu mengembangkan potensi supaya manusia itu punya potensi, dan sebenar-benarnya hidup adalah berkembang menjadi suatu potensi dari ada menjadi pengada melalui mengada. Maka segala sesuatu yang berubah diikhtiarkan semua keatas, disitulah duduk yang namanya keikhlasan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Kalau kita lihat diruangan ini terdapat bermilyar-milyar keikhlasan, terjadinya kaca dan tembok yang sempurna  berasal dari bahan mentah hingga proses pembuatannya itu adalah keikhlasan. Jadi namanya keikhlasan adalah terwujudnya pengada (wadah) dari yang ada melalui mengada (ikhtiar). Selaras dan terangkum yang namanya motivator itu. Apa bedanya motivator dan filosofer? Kalau motivator itu sudah turun sedikit kemudian datar untuk kontrol dan kendali, apa bedanya Filosofer dan Psykologi ? sama. Seorang filosofer itu duduk di lobi dan melakukan refleksi, dia tidak masuk gang-gang sempit yang didalamnya ada psykologi, matematika, dan ilmu-ilmu lainnya.

Kemudian pertanyaan terakhir berasal dari saudari Fitri, “Saya ingin bertanya pak, bagaimana cara mensinergikan apa yang ada dihati dan pikiran sehingga tidak menimbulkan penyesalan dan kontradiksi-kontradiksi terhadap apa yang telah kita lakukan?”

Yang ditemukan Immanuel Kant, isi bisa sekaligus menjadi wadah, tapi isi tidak sama dengan wadahnya. Contohnya tadi rambutnya berwarna hitam, itu yang disebut sebagai kontradiksi dalam filsafat , hidup itu penuh dengan kontradiksi. Prinsip yang kedua adalah prinsip identitas, A sama dengan A itu hanya terjadi didalam pikiran, karna pikiran sudah terbebas dari ruang dan waktu, jadi selagi dia diucapkan maka A yang aku ucapkan pertama dan A yang aku ucapkan kedua, A yang kurus dan A yang gemuk, jadi dalam kehidupan tidak ada A sama dengan A, matematika yang kamu pelajari itu hanya ada sebatas didalam pikiran semata. Padahal Dunia Anak adalah dunia di luar pikiran. Oleh karena itu manusia selalu diwarnai dengan kontradiksi-kontradiksi, saya bisa makan, minum dan bernapas itu semua karna hasil kontradiksi antara oksigen dan darah merah. Dengan kontradiksi itulah maka kita bisa hidup, maka manusia tidak bisa terhindar dari kontradiksi, yang jadi persoalan sekarang adalah bagaimana cara kita mengidentifikasi kontradiksi seperti apa, mana yang produktif dan mana yang kontraproduktif. Selanjutnya, kedudukan kontradiksi itu ada dimana? Isi atau wadah bagian mana yang mengalami kontradiksi ? semakin rendah posisi semakin dia ada didalam predikat semakin tinggi dia mengalami kontradiksinya, semakin tinggi posisinya maka semakin kecil kontradiksinya, paling tinggi dirangkum kedalam kekuasaan Tuhan yang absolut dan tidak ada kontradiksi didalamnya. Tuhan tidak mengenal kontradiksi yang mengenal kontradiksi hanyalah manusia. Manusia siapa? Bagi adikmu kamu sama sekali tidak mempunyai kontradiksi sedangkan bagi dirimu adikmu itu penuh dengan kontradiksi, karna dia adalah keseluruhan penggambaran dari sifat-sifatmu, karna wadah memiliki banyak sifat dan adikmu itu adalah salah satu isinya. Semilyar kali kamu belum bisa menjawab kontradiksi dari adikmu itu. Orang jawa punya solusi, solusinya adalah “ngono yo ngono, neng ojo ngono”, yang artinya “begitu ya begitu, tetapi jangan begitu”, yang satu wadah dan yang satu isi. Minum ya minum (wadahnya) tetapi jangan sambil berdiri (isinya). Ngomong ya ngomong tapi ya jangan sambil marah.(Terkadang belajar filsafat itu harus dipikir dulu baru lucu). Itu kejadiannya, sekarang bagaimana didalam hati kita, perasaan menyesal tadi psikologi. Sekali lagi pengetahuan itu bersifat kontradiksi, bersifat pertarungan antara tesis dan antithesis yang bersintesis menghasilkan pengetahuan baru. Anda sebagai peneliti harus siap untuk mensintesis pengetahuan-pengetahuan lama menjadi pengetahuan baru. Silahkan perbesar kontradiksi anda tapi jangan sampai turun kedalam hati karna kalau sampai turun keranah hati itu adalah syaitan, dan cara agar tidak ada kontradiksi dihati (seperti menyesal, dan lainnya) itu adalah dengan doa kepada Sang Pemilik hati, setinggi-tingginya doa adalah menyebut namaNya. Cuma kalau orang awam seperti kita ini bermilyar-milyar memanggil namaNya belum tentu didengar. Mustajabnya suatu doa karna dijalankan. “Pengalaman spiritual saya yaitu diam didalam masjid yang saya tuangkan dalam ritual ikhlas.” Agar kita terbebas dari godaan syaitan jangan diberi peluang. Syaitan sekarang sudah canggih, syaitan sekarang sudah menempel di diri manusia, syaitan sekarang sudah berwujud manusia, yang koruptor, para preman dan lainnya. Cara menghindarinya yaitu disetiap menit walaupun kau sadar dan tidak sadar penuhilah dengan doa dan doa yang paling tinggi yaitu memanggil namaNya. Apabila engkau merefleksikan terjaminlah di dunia dan diakhirat.

Dari jawaban-jawaban diatas dapat dikatakan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Didalam hidup manusia memiliki objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Yang ada berada didalam dan diluar pikiran, yang bersifat tetap dan berubah, dan yang bersifat satu dan banyak. Yang tetap dan satu  berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Semua yang dipikirkan merupakan suatu wadah dan memiliki isi. Isi dapat menjadi wadah, tetapi isi selamanya tidak akan sama dengan wadahnya. Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini. Begitu pentingnya filsafat untuk memahami semua hal tentang kehidupan ini, semakin banyak engkau belajar berfilsafat maka semakin banyak engkau dapat mengetahui tentang arti kehidupan. Marilah kita bersama-sama belajar berfilsafat dengan cara membaca, membaca dan membaca. Semoga bermanfaat.


Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatu

69 comments:

  1. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A

    Menurut saya arti Hidup memiliki definisi yang berbeda-beda. Hidup itu ada, ada untuk hidup di dunia. Hidup itu perjuangan, perjuangan untuk mempertahankan dan menggapai impian, hidup itu kontradiksi, kontradiksi dengan pikiran dan hati. Hidup itu singgah, singgah sebentar untuk pulang ke tempat asal. Hidup itu perjalanan, perjalanan yang panjang yang Allah berikan kepada kita. Karena hakekatnya hidup ini hanya sementara, sementara saja di dunia karena yang kekal adalah di akhirat.

    ReplyDelete
  2. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika B

    Pada dasarnya hidup itu tidak hanya memiliki satu definisi. Namun mempunyai berbagai macam definisi yang berbeda-beda, yaitu menurut apa yang seseorang pikirkan. Oleh sebab itu, setiap orang mempunyai pemikiran yang berbeda-beda. Dia memaknai hidup sesuai dengan apa yang ia alami dan apa yang ia yakini. Sehingga di situlah salah satu letak ketidaksempurnaan manusia. Manusia merupakan makhluk paling sempurna diantara makhluk hidup yang lainnya, namun manusia bukanlah makhluk sempurna di hadapan Allah SWT. Allah yang menggerakkan apa yang dihati dan pikiran seseorang. Maka, kita sebagai manusia tidak boleh merasa sombong dan takabbur dengan pencapaian-pencainnya, karena hal tersebut merupakan nikmat yang diberikan kepadany oleh Allah SWT.

    ReplyDelete
  3. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Filsafat itu adalah olah pikir, objeknya yang ada dan yang mungkin ada, dimana mencakup semua aspek yang ada di dunia ini. Begitu pun dengan hidup menurut filsafat, hidup itu berubah tidak tetap, berubah di dalam ketetapan dan tetap di dalam perubahan. kita hanya perlu memahami ruang dan waktunya, kapan hidup kita akan bermanfaat dan kapan hidup kita akan sia-sia, semua itu bergantung pada perubahan yang kita buat di hati dan dipikiran.

    ReplyDelete
  4. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Kehidupan manusia saat ini tentunya semakin berkembang dan berkembang. Salah satu contohnya dalam dunia pendidikan, kaitannya dengan pertanyaan pertama bahwa saat ini siswa cenderung menyukai hal yang gampang/instan. Memang benar sekali jika ada ungkapan jika ada yang mudah mengapa harus dipersulit. namun seperti yang bapak sampaikan di atas, bahwa seseorang yang setuju dengan anggapan yang demikian tentu terlalu takut dalam mengambil resiko dan stay di zona amannya, dan cenderung sulit untuk berkembang dibandingkan dengan orang-orang yang selalu tertantang untuk mencoba-coba hal baru dan berani mengambil resiko akan apapun yang terjadi.

    ReplyDelete
  5. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Hidup adalah interaksi antara yang pertama dan kedua. Artinya, ketika manusia hidup, maka akan ada interaksi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, dalam hidup ada yang tetap dan berubah.

    ReplyDelete
  6. Falenthino Sampouw
    18709251006
    S2 Pendidikan Matematika

    Selamat sore, Prof.
    Filsafat bekerja untuk memahami banyak hal tentang kehidupan. Oleh sebab itu, apapun yang dilakukan, dengan filsafat kita bisa menemukan maknanya. Maknanya bisa berkaitan dengan agama, atau agama menjadi dasar kita menemukan makna kehidupan. Intinya setiap makna yang kita perlukan adalah aktivitas filsafat. Hal ini juga mengindikasikan bahwa filsafat berpotensi memberikan kebahagiaan. Akibat dari makna yang dipikirkan oleh pelaku filsafatnya. Misalnya kita merasa sangat sulit dalam melakukan sesuatu, kita mampu berpikir bahwa ternyata kita membutuhkan orang lain untuk melakukan banyak hal dengan hasil yang baik. Hal ini juga diatur dalam agama bahwa Tuhan menciptakan manusia secara berpasangan, hal ini salah satu tujuannya adalah untuk saling menolong. Maknanya kita dapat, dan kita berlaku demikian. Akhirnya kita lebih nyaman dan lebih berbahagia.
    Terima kasih, Prof.

    ReplyDelete
  7. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dalam postingan ini djelaskan bahwa dalam filsafat makna hidup adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah, jadi hidup dapat didefinisikan sebanyak yang ada dan yang mungkin ada. Setiap orang yang berpikir akan memiliki definisi hidup yang berbeda tergantung bagaimana dia merasakan hidup itu sendiri. Menurut saya hidup yang tetap adalah kita hidup di dunia ini atas kehendak Alloh, kita diciptakan oleh Alloh, maka tujuan kita hidup juga untuk Alloh. Maka apa yang kita lakukan selama hidup didunia ini selalu tetap untuk memperoleh ridho dari Alloh SWT. Hidup yang berubah maksudnya adalah hidup adalah berpikir, mengusahakan segala keinginan, maka hidup adalah berikhtiar.

    ReplyDelete
  8. Totok Victor Didik Saputro
    18709251002
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Selamat pagi Prof.
    Kehidupan memiliki dimensi yang sangat luas. Artinya terdapat berbagai macam jenis dan bentuk yang ada dalam menjalani hidup. Apa yang ada dan mungkin ada dalam pikiran adalah bagian dari kehidupan. Hal ini akan terwujud ketika dilakukan sesuai ruang dan waktunya. Hidup adalah pilihan. Dapat dikatakan berfilsafat adalah pilihan untuk memahami filsafat itu sendiri. Oleh sebab itu, hidup tidak akan lepas dari filsafat. Artinya diperlukan filsafat dalam menjalani kehidupan. Terima kasih.

    ReplyDelete
  9. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    “Menurut sudut pandang filsafat memahami tentang kehidupan kenapa siswa sekarang ini cenderung memilih hal yang instan?” setelah saya baca pemaparan diatas, dapat saya ambil intisari bahwa tesisnya jika ada yang mudah kenapa di persulit? Lalu antitesisnya jika bisa mengerjakan yang sulit, mengapa mengerjakan yang mudah. Begitulah hidup ini, pasti ada tesis dan antitesisnya

    ReplyDelete
  10. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018


    Saya berpendapat bahwa pada masa kini, budaya instan telah merajalela dimana-mana. Dan yang menanamkan budaya itu, tidak saja orang dewasa, tapi anak-anakpun pada umumnya cenderung memilih sesuatu yang instan. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh kemajuan teknologi, yang mana anak-anak pun sudah tau menggunakan teknologi tersebut dan bahkan hampir sebagian anak-anak yang memiliki kemampuan penggunaannya melampaui orang dewasa. Di samping itu pula, dengan pola pemikiran “Kalau memang ada yang mudah kenapa musti cari yang sulit”, yang dipaparkan oleh Bapak Marsigit, ini merupakan salah satu pemikiran yang sudah tertanam dalam benak setiap orang yang memang senang menikmati yang serba instan. Akan tetapi sebenarnya dalam menjalani hidup ini tidak ada yang serba instan, semuanya butuh proses yang harus dilalui, dan butuh perjuangan untuk melewati proses itu.

    ReplyDelete
  11. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Di dalam hidup manusia memiliki objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, hal inilah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna. Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dengan berfilsafat, semakin banyak kita mengetahui tentang apalah arti dari kehidupan ini, karena filsafat sangat penting untuk memahami semua hal mengenai kehidupan.

    ReplyDelete
  12. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dari beberapa jawaban Pak Marsigit, Saya tertarik pada takdir dalam filsafat. Takdir dala filsafat adalah yang sudah terjadi. Jika dinaikan lagi ke spiritual, takdir bukan hanya yang sudah terjadi tapi yang belum terjadi pun dikatakan takdir. Namun, yang dapat dijadikan fokus manusia dalam hidupnya adalah takdir yang belum terjadi karena masih bisa diusahakan. Berkaitan dengan fatal dan fital manusia. Fatal itu takdirnya dan fital itu ikhtianya. Artinya dalam hidup ini yang bisa dilakukan manusia adalah ikhtiar dengan berusaha untuk menggapai yang diinginkan. Selanjutnya biar takdir yang menentukan. Karena manusia tidak bisa memilih untuk ditakdirkan sesuai dengan keiinginan.

    ReplyDelete
  13. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Hidup merupakan interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Dalam hidup manusia memiliki objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Hidup manusia adalah pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, sehingga manusia dikatan sebagai makhluk yang tidak sempurna. Jika manusia ada yang sempurna maka ia tidak akan bisa hidup karena ia mengetahui segala-galanya yang akan membuatnya tidak nyenyak bahkan bisa sampai frustasi. Jadi, kita harus selalu bersyukur dengan apa yang dimiliki, pada dasarnya apa yang kita miliki adalah yang terbaik bagi kita.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  14. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Siswa-siswa saat ini cenderung lebih memilih cara-cara yang mudah instan. Namun hal tersebut tentu ada asal muasalnya tidak hanya muncul begitu saja. pada dasarnya benar jika ada yang bilang bahwa kalau ada yang mudah mengapa mesti cari yang sulit, jika bisa dipermudah mengapa harus dipersulit. Hal ini sebenarnya masuk diakal juga akan tetapi setiap kesulitan pasti ada kemudahan. Kesulitan yang diberikan bukan berarti sebagai penghalang untuk menggapai sesuatu, tapi bisa juga karena ada hal yag besar dan lebih baik jika dapat menghadapi kesulitan tersebut. sehingga tidak semua yang instan itu baik dan menguntungkan. Tapi tidak semua yang sulit juga merugikan. Semua hal pasti ada tujuannya.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  15. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Banyak penemuan-penemuang agung muncul pada zaman dahulu denga pemikiran-pemikiran yang luar biasa. Benar pula bahwa orang-orang yang hidup saat ini malah ada yang memilih jalan instan.

    ReplyDelete
  16. Hasmiwati
    18709251023
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Keputusannya ada pada diri masing-masing. Memilih instan maka kita memilih menjadi manusia yang pasif, malas, tidak mau berkembang, dan sebagainya. Namun, jika memilih tidak instan maka kita memilih menjadi oranf yang aktif, produktif, dan selalu ingin menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
  17. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Hidup itu dinamis, maksud dari dinamis ia akan selalu berubah. Waktu terus berjalan dan berubah. Aku yang sekarang akan berganti menjadi aku yang akan datang.. Kita sebagai pelaku dalam kehidupan jangan sampai tertinggal oleh waktu. Kita harus bisa mengikuti arus dinamika yang ada di lingkungan sekitar dan menyesuaikan dengan akal dan hati. Dan karena waktu tak mungkin kembali yang bisa kita lakukan adalah selalu memberikan yang terbaik.

    ReplyDelete
  18. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Saya setuju bahwa Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini. Waktu terus bergulir dan manusia memiliki banyak pilihan. Setiap pilihan pasti ada konsekuensinya sendiri-sendiri. Yang bisa dilakukan hanyalah selalu berusaha yang terbaik.

    ReplyDelete
  19. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Saya sangat tertarik dengan kutipan “Begitu pentingnya filsafat untuk memahami semua hal tentang kehidupan ini, semakin banyak engkau belajar berfilsafat maka semakin banyak engkau dapat mengetahui tentang arti kehidupan”. Arti kehidupan memang sangat luas dan tiada habisnya. Kita harus terus belajar, belajar, belajar dari mana saja yang ada disekitar, dari pengalaman, dan dari mana saja.

    ReplyDelete
  20. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Tetap didalam perubahan dan berubah didalam ketetapan. Kesimpulan yang indah. Dunia terdiri dari dua keadaan, yaitu tetap dan berubah. Dan hidup merupakan bagian dari dunia dan memang hidup didunia, maka benar bahwa hidup merupakan sebuah interaksi antara dua keadaan dalam dunia yaitu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Dari dulu hingga sekarang, manusia tetap ciptaan Tuhan. Namun, dalam proses kehidupannya manusia senantiasa mengalami perubahan dan tetap berubah. Manusia diciptakan Tuhan lengkap dengan otaknya agar manusia senantiasa berpikir. Dan filsafat merupakan ilmu berpikir. Semakin banyak kita belajar yang terjadi bukan semakin banyak tahu malah justru semakin bingung. Bersyukurlah jika itu terjadi, artinya Tuhan telah membukakan pintu kesadran kita bahwa masih banyak yang belum kita tahu. Masih banyak rahasia kehidupan yang belum terungkap, berfilsafatlah, berpikirlah agar rahasia-rahasia kehidupan semakin tersibak.

    ReplyDelete
  21. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Hidup memang kompleks. Masing-masing manusia memiliki definisi yang berbeda tentang hidupnya. Semua bergantung pada pengetahuan dan pengalaman yang ia miliki. Hidup manusia tidak akan pernah terlepas dari kontradiksi-kontradiksi. Karena memang manusia tidak sempurna. Dalam menjalani kehidupan, manusia harus bisa membedakan kapan harus menggunakan hati kapan harus menggunakan pikiran. Hal ini karena hati dan pikiran mempunyai dimensi yang berbeda. Pikiran manusia tidak akan pernah mampu menjangkau apa yang diyakini dalam hati. Oleh karena itu hendaknya manusia menjadikan hati sebagai komando. Memohon petunjuklah kepada Allah SWT dalam setiap saat.

    ReplyDelete
  22. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Perspektif filsafat tentang sesuatu yang instan, terdapat sebuah inti dalam pembahasan tersebut bahwa sering kita jumpai istilah “kalau ada yang mudah kenapa mencari yang sulit”. Istilah tersebut sering kali keluar pada ucapan seseorang, ini menunjukkan bahwa orang tersebut tidak mau pusing dan merasa waktunya terbuang-buang, padahal kalau dilihat dari keadaannya orang-orang tersebut bisa dikatakan orang yang tidak mau berjuang, berada pada zona nyaman, tidak mau meningkatkan kualitas diri, santai, gampang menyerah, dan sejenisnya. Inilah gambaran orang yang senang dengan sesuatu yang instan. Paadahal hakekatnya untuk menggapai kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat tidak ada yang instan begitu saja, melainkan banyak proses yang harus dilalui hingga menggapai target tersebut.

    ReplyDelete
  23. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bahwasanya manusialah tempat terjadinya kontradiksi-kontradiksi dalam kehidupan, inilah salah satu hal menunjukkan bahwa manusia memiliki kekurangan dan kelemahan karena pada hakekatnya manusia tidak ada yang sempurna. Kontradiksi terjadi pada dua hal yaitu pada pikiran dan hati. Pikiran yang mengalami kontradiksi menyebabkan kesalahan-kesalahan dalam mengolah pikiran yang tanpa kita sadari sedangkan hati yang mengalami kontradiksi dapat menyebabkan terjadinya suatu penyesalan atas perbuatannya sendiri. Sebanyak-banyaknya kontradiksi maka minimalisirlah kontradiksi tersebut dengan memperbaiki kualitas hati dan pikiran kita dengan cara banyak-banyak mengingat Sang Pemilik Hati.

    ReplyDelete
  24. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Setiap yang ada di dunia telah diciptakan berpasang-pasangan dan selalu mencari jodohnya, setiap yang ada dan mungkin ada itu adalah tesis, dan selain yang ada satu itu merupakan anti tesisnya, diriku merupakan tesis, maka semua selain diriku merupakan anti tesisnya. Sehingga kebanyakan motivator itu mengembangkan potensi supaya manusia itu punya potensi, dan sebenar-benarnya hidup adalah mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri. Maka segala sesuatu yang diikhtiarkan semuanya haruslah diawali dengan niat yang ikhlas. Tiadalah perubahan terjadi dan keberkahan kalau tanpa adanya keikhlasan.

    ReplyDelete
  25. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Setelah membaca artikel tersebut, saya memahami bahwa di dalam filsafat itu tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Filsafat itu adalah olah pikir. Dan olah pikir berbagai orang itu berbeda-beda meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Sehingga yang dianggap benar untuk satu orang belum tentu dianggap benar untuk yang lain.

    ReplyDelete
  26. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Kita sebagai manusia dapat memiliki pendapat dan pandangan masing-masing akan suatu hal. Dan disetiap waktunya segala sesuatu mengalami perubahan dan tidak ada didunia ini yang tidak mengalami perubahan, tapi pendapat seperti itu merupakan pendapat separuh dunia, karna separuhnya lagi memiliki pendapat bahwa sesuatu itu bersifat tetap, tidaklah sesuatu didunia ini yang tidak bersifat tetap. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan.

    ReplyDelete
  27. Umi Arismawati
    18709251037
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamu'alaikum, wr, wb.
    Setiap waktu disadari maupun tidak manusia pasti mengalami perubahan. Diriku yang sekarang akan berubah menuju diriku yang nanti. Tiadalah perubahan terjadi kalau tanpa keikhlasan. Untuk itu kita harus ikhlas bahwa waktu akan terus berganti dan tidak mungkin dapat kembali. Sehingga marilah selalu melakukan hal semaksimal mungkin, selalu berdoa dan beribadat kepada Allah SWT agar kelak tidak ada penyesalan.

    ReplyDelete
  28. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Manusia diberikan kehidupan oleh Sang Pencipta untuk menjalankan segala yang ada di bumi. Dari situ sudah terbentuk bagaimana manusia memaknai hidup mereka di bumi yaitu dengan mengembangkan diri untuk lebih meenjadi bermanfaat bagi orang lain dan bisa mengembangkan Ilmu untuk lebih memaknai hidup sekali lagi lebih elegan. Hidup yang dibuat beban oleh manusia akan menjadi beban juga bagi pikiran manusia dan itu akan menghambat pada kegiatan manusia. Sehingga, hidup ini baiknya diawali dengan cara berpikir yang elegan untuk bisa berefek pada kegiatan manusia.

    ReplyDelete
  29. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Fenomena siswa menginginkan serba instan merupakan hasil dari powernow yang saat ini berkuasa. Siswa diajarkan untuk melakukan segala sesuatu dengan mudah dan cepat. Hal ini sebenarnya tidak masalah namun yang menjadi masalah jika dikaitkan dengan proses belajar. Belajar membutuhkan proses yang lama yang membutuhkan ketekunan, kerja keras dan lain sebgainya. Jika dalam belajar siswa mengingankan yang instan maka akan menghasilkan kualitas yang kurang baik.

    ReplyDelete
  30. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Dari paparan di atas, terdapat pertanyaan-pertanyaan dan jawaban. Hal itu mencerminkan bahwa filsafat adalah aktivitas untuk berpikir secara mendalam tentang pertanyaan-pertanyaan besar dalam hidup manusia dan mencoba menjawabnya secara rasional, kritis, dan sistematis. Jawaban dari filsafatitu terlihat tidak memberikan jawaban mutlak, melainkan menawarkan alternatif cara berpikir. Dengan adanya jawaban dan pertanyaan itu diajarkan untuk memikirkan suatu masalah secara mendalam dan kritis serta membentuk argumen dalam bentuk lisan maupun tulisan secara sistematis dan kritis sehingga seperti dilatih menjadi manusia yang utuh.

    ReplyDelete
  31. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Berdasarkan hasil refleksi menganai arti kehidupan dalam kacamata filsafat saya menyimpulkan bahwa hidup merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari dalam diri kita. Hidup merupakan sebuah pilihan yang harus kita lakukan. untuk menggapai kehidupan yang diinginkan kita harus selalu belajar filsafat. Belajar filsafat dapat membawa kita kedalam pemahaman mengenai arti kehidupan sendiri. Membaca dan membaca merupakan sebuah cara yang harus kita lakukan untuk mempelajari filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  32. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Hidup adalah karya selama manusia berkarya berarti manusia hidup. Karya adalah semua produk yang dihasilkan manusia dan dapat bermanfaat. Setiap orang dalam hidup hendaknya berkarya yang mulia dengan niat dan ikhtiar yang ikhlas semata-mata karena Tuhan. Hidup juga merupakan ibadah, melaksanakan kewajiban dengan cara yang benar dan menjauhi laranganNya. Dalam manusia berkarya tujuannya hendaknya untuk beribadah kepada Tuhan yang maha esa. Terimakasih

    ReplyDelete
  33. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
    Setelah membaca postingan Bapak Profesor Marsigit, kini saya menjadi tahu bahwa kita dipersilahkan untuk memperbesar kontradiksi kita akan tetapi jangan sampai kontradiksi turun ke dalam hati karena apabila sampai turun ke ranah hati itu sumbernya adalah syaiton. Cara agar tidak ada kontradiksi di hati seperti menyesal dan lainnya itu adalah dengan memanjatkan doa kepada Sang Pemilik hati. Setinggi-tingginya doa adalah menyebut namaNya. Pernyataan tersebut memang menyadarkan kita bahwa obat agar tidak terkena penyakit hati hanyalah dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ketika hati kita dekat dengan Allah maka hidup terasa damai dan tenteram. Terima kasih
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

    ReplyDelete
  34. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Era sekarang telah menjadi era yang serba instant atau kita bisa sebut era global. Berbagai macam perangkat yang memudahkan aktivitas manusia telah ada. Seperti handphone, laptop, internet, dan masih banyak lagi. Dan hal ini tentunya menimbulkan dampak positif maupun dampak negatif. Bagi manusia yang terlena dengan semua akses kemudahan ini akan menjadi orang yang berpikiran serba instant, tidak mau berusaha, sehingga menjadi manusia yang kurang bermutu. Sedangkan bagi orang yang bisa memanfaatkan sebaik-baiknya segala sesuatu yang tersedia di era global ini, membuat berbagai pengembangan, bisa menjadi orang yang sukses.

    ReplyDelete
  35. Hendra B.
    PEP S3 2018

    kenapa mempersulit diri kalau ada yang mudah. Otak manusia dibekali dengan akal yang digunakan untuk berpikir dan keluar dari masalah, sehingga manusia selalu menggunakan akalnya untuk keluar dari masalah. Dari hasil pemikirannya itulah muncul opsi dalam mempermudah dirinya keluar dari masalah.

    ReplyDelete
  36. Cinta Adi Kusumadewi
    18709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2018

    Perhatian saya tertuju pada kalimat "Prinsip yang kedua adalah prinsip identitas, A sama dengan A itu hanya terjadi didalam pikiran, karna pikiran sudah terbebas dari ruang dan waktu,.....matematika yang kamu pelajari itu hanya ada sebatas didalam pikiran semata", sesuatu yang ada dalam pikiran kita adalah sesuatu yang sifatnya identitas (bagi diri kita). Kaitannya dengan hidup, maka pikiran yang diwujudkan melalui tindakan ikhtiar adalah bagian sifat identitas. Namun, ternyata dalam hidup kita diliputi oleh sesuatu yang menjadi kontradiksi dengan pikiran/wujud dari pikiran tersebut. Di mana kontradiksi berasal dari ketentuanNya. Oleh karenanya, hidup memang sejatinya dilengkapi dengan hal-hal yang bersifat kontradiksi.

    ReplyDelete
  37. Cinta Adi Kusumadewi
    18709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2018

    "Silahkan perbesar kontradiksi anda tapi jangan sampai turun kedalam hati karna kalau sampai turun keranah hati itu adalah syaitan, dan cara agar tidak ada kontradiksi dihati (seperti menyesal, dan lainnya) itu adalah dengan doa kepada Sang Pemilik hati, setinggi-tingginya doa adalah menyebut namaNya". Dari kalimat inilah menyadarkan kita betapa pentingnya meluaskan pemikiran tentang kontradiksi agar kelar hati yang menerimanya dapat ikhlas, tidak menimbulkan kontradiksi yang berkelanjutan. Bukan sesuatu itu yang harus kita paksakan untuk sesuai dengan hati, tetapi hati yang harus kita paksakan untuk menerima setiap kontradiksi dalam hidup.
    Terima kasih, Prof Marsigit...

    ReplyDelete
  38. Cari Situs Judi Online Terpercaya? Teraman? Banyak Bonusnya?
    Di Sini Tempatnya.

    ZumaQQ, Agen BandarQ, Domino99, Poker Online Terpercaya

    Hanya 4 Tahapan Kemenangan yang MUDAH di ZumaQQ
    Daftar > Depo > Main > Menang!
    Deposit minimal Rp. 20.000,-
    Anda Bisa Menjadi JUTAWAN? Kenapa Tidak?
    Dengan 1 ID sudah bisa bermain 8 Jenis Permainan
    * BandarQ (HOT)
    * Bandar 66 (New Hot)
    * Bandar Poker
    * Sakong Online
    * Domino QQ
    * Adu Q
    * Poker
    * Capsa Susun
    Ada Juga Bonus Terhot Se-Indonesia
    Bonus Turnover 0,5%
    Bonus Refferal 10% + 10%

    Yuk gabung bersama kami dan Jadilah Jutawan Berikutnya!
    Website : ZumaQQ
    WA : +855974237630
    Line : ZumaQQ

    Link Alternatif :

    ZumaQQ
    Domino99
    BandarQ

    ReplyDelete
  39. M. Ikhsan Ghozali
    19701261003
    PEP S3 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Terima kasih Prof. sudah berbagi ilmu dan pengalaman terkait pembelajaran, khususnya filsafat. Pembelajaran di kelas (pertanyaan dan jawaban) yang dituangkan kembali dalam tulisan tentunya sangat membantu, baik mahasiswa yang bersangkutan maupun orang lain. Yang bisa dipejari bukan semata materi (cuplikan tanya-jawab) melainkan juga cara yang Prof. terapkan ini.
    Meskipun berangkat dari beberapa pertanyaan, banyak hal terungkap, terkait dengan hidup dan menjalani kehidupan, yang berubah dan penuh kontradiksi, sebagaimana pernyataan bijak lama yang pernah saya baca, "waktu berubah, dan kita ikut di dalamnya".
    Sekali lagi, terima kasih banyak Prof. atas pencerahannya. Meskipun tidak mudah, semoga saya bisa mengikuti "ajakan" Prof di akhir alinea terakhir untuk belajar berfilsafat dengan membaca, membaca,dan membaca.

    ReplyDelete
  40. sintha fardu anggraeni
    19709251071
    S2 pendidikan matematika /D

    terimakasih banyak Prof Pak Marsigit.
    sesuatu dapat dipandang hasil awal dan akhir. dapat dilihat sebagai awal proses dan hasil akhir. ketika proses itu berlangsung kita melibatkan hal- hal yang berkaitan dengan hasil akhir, dan ini meliputi penjamin jangka pendek yaitu kegiatan pembelajaran setiap hari pembelajaran di dalam dan diluar kelas. zaman sekarang hidup mencari mudahnya, mengapa cari sulit, biarpun sebetulnya yang sulit mempunyai segi positif yang lain.

    ReplyDelete
  41. Ahmad Syajili
    19709251066
    S2 PMD 2019

    Assalamualaikum wr.wb
    Dari postingan diatas mengenai refleksi perkuliahan, saya tertarik dengan pertanyaan yang diajukan oleh Heru Tri Rizky Novi yang menanyakan bagaimana tanggapan filsafat tentang pendapat Ilham Nokhen tentang penciptaan alam ini yang dalam konsep ada dan tiada. Jawaban Bapak yaitu dari kacamata filsafat memandang bahwa hidup itu adalah interaksi antara yang tetap dan yang berubah, jadi hidup dapat di definisikan sebanyak yang ada dan yang mungkin ada.
    Dari sini saya memahami bahwa di dalam diri seseorang terdapat kolaborasi yang hebat antara dua unsur yaitu yang tetap dan yang berubah. Artinya hidup itu tetap di dalam perubahan, dan berubah di dalam ketetapan. Maka sebagai manusia, sudah seharusnya kita mempunyai keseimbangan antara keduanya. Karena jika tidak, maka akan terjadi kerusakan di dalam hidup.

    ReplyDelete
  42. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    Terima kasih Bapak atas artikel yang sudah Bapak share kepada kami. Hidup itu ya berfilsafat, filsafat itu adalah diri kita sendiri.Hakikat hidup itu sesungguhnya memilih dan dipilih, kita dilahirkan melalui rahim ibu kita itu adalah ketika kita dipilih untuk lahir dari rahim ibu kita masing-masing, lalu ketika kita kuliah di UNY adalah ketika kita memilih. Lalu bagaimana kita berkembang itu merupakan suatu pilihan bagi kita, bagaimana karakter kita itu juga kita yang menentukan.

    ReplyDelete
  43. Puspitarani
    19709251062
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    Pada dasarnya kamu sendiri yang akan mengatur hidupmu, tetapi jangan lupa untuk selalu menghormati oranglain. Selain itu, penting bagi kita ketika akan memulai sesuatu hal apapun diawali dengan berdoa, begitu juga saat akan menuntu ilmu. Karena menuntut ilmu sendiri pada dasarnya belajar mengenai hal lain yang belum diketahui, maka dengan berdoa itulah kita meminta perlindungan dari Tuhan untuk diteguhkan hatinya dan terhindar dari hal-hal yang buruk. hidup itu bukan masalah iya atau tidak, tapi hidup itu ada karena kemauan.

    ReplyDelete
  44. Hanifah Nabila Hendral
    19701251003
    S2 PEP A 2019
    Assalamualaikum
    Memilih yang mudah atau sulit ? banyak yang bilang kalau ada yang mudah kenapa cari yang sulit ? namun ada juga yang mengatakan kalau suka yang instan-instan berarti tandanya orang tersebut kurang motivasi, tidak mau berjuang, malas dan lain sebagainya. Saya akan menjawab dengan pendapat saya. Menurut saya kedua hal ini tidak salah, ada kalanya kita perlu yang instan dan ada kalanya kita perlu berjuang. Contoh gampangnya, misalkan kita lapar di malam hari dan tidak mungkin keluar untuk membeli makanan plus tidak sempat untuk masak yang aneh-aneh, cara gampang mengatasi lapar tentu makan mie instan, begitu juga jika kita tidak sempat untuk masak dan waktu kita sedikit, tentu kita akan mencari jalan yang mudah untuk mengatasi rasa lapar kita dengan membeli makanan cepat saji dan lain sebagainya. Namun ada beberapa hal yang perlu kita berjuang, contoh misalkan kita ingin menghapal juz 30. Tentu kita harus mulai dari menghapal dari depan misalkan (An Naba) atau dari belakang(an Nas), tidak mungkin kita langsung bisa menghapal juz 30. Contoh yang lain jika kita ingin menjabat pada jabatan tertentu, tentunya kita harus berjuang mulai dari awal, jadi bawahan dulu misalnya lalu mulai naik hingga menjadi atasan, kalau mau cara instan tentu ada seperti memberikan sogokan agar nama kita yang dinaikkan menjadi atasan, tapi tentu ini hal yang tidak baik dan akan menjadi masalah baru untuk kita sendiri jika ketahuan.

    ReplyDelete
  45. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Berfilsafat berarti munculnya kesadaran jika belum tahu, menyadari dan mengetahui mengenai ketidaktahuan, menyadari kapan mulai mengetahui, serta menyadari batas antara tahu dan tidak tahu. Filsafat adalah pemahaman yang sederhana di dalam kompleksitas, namun filsafat juga pemahaman yang kompleks di dalam kesederhanaan. Filsafat dalam beragama adalah ketika filsafat mengantarkan kepada penggunaan pikiran untuk memperkokoh dan mempertegas iman. Sebab dengan imanlah, manusia bisa menjalani kehidupan dan mengerti arti hidup yang sebenarnya.

    Terimakasih Prof...

    ReplyDelete
  46. Assalamu'alaikum wr. wb
    Novi Indriyani Kones
    19701251002
    PEP S2 A 2019

    Dari pertanyaan yang pertama saya mengambil pelajaran bahwa jadilah manusia yang terus berkembang. Secara filsafat, manusia itu tidak sempurna karena keterbatan-keterbatan tp berusaha sempurna juga kan boleh. Sebagai manusia, kita pasti mengalami pada pihak kiri yang kurang semangat, tidak gigih, kurang motivasi tapi kita juga harus menuju ke pihak kanan yang mampu mengerjakan hal sulit artinya terus berkembang secara positif.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum wr. wb

    ReplyDelete
  47. Dini Senjaningrum
    19709251067
    Pendidikan Matematika D 2019

    Mengutip kalimat pada tulisan di atas bahwa “ hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi”. Dalam filsafat kebenaran suatu pilihan tergantung ruang dan waktunya dan menurut saya walaupun hidup manusia penuh dengan kontradiksi, tetapi dengan kontradiksi inilah manusia dapat saling melengkapi satu sama lain.

    ReplyDelete
  48. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Saya mengutip pandangan seorang filsuf yaitu Martin Buber yang memandang Hidup Sebagai Interaksi. Buber memandang bahwa kunci masalah eksistensial ‘terselip’ dalam kehidupan di dunia. Oleh karena itu, dia memulai dengan mengelompokkan pola interaksi yang terjadi di dalamnya.
    Menurut Buber, interaksi manusia dalam hidup dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu berpola Aku-Dia (“I-It”) dan Aku-Kau (“I-You”).
    Interaksi berpola I-It adalah yang paling umum. Ketika kita melihat sebuah benda katakanlah sebuah pohon maka kita menganalisis ciri dan potensinya. Daunnya berwarna hijau, batangnya bercabang, bisa dijadikan furnitur, dan seterusnya.
    Dalam pola interaksi I-It orang memandang benda sebagai obyek. Obyek diteliti berdasarkan ciri dan kegunaannya yang mana dirasakan, dibayangkan, diinginkan, dipikirkan. Namun kita tidak peduli apakah obyek itu mempunyai esensi dan/atau dapat mempengaruhi kita.
    Akan tetapi berbeda dengan pola interaksi I-You. Pola interaksi ini memandang benda sebagai subyek. Dalam pola ini kita (sebagai pengamat) mengakui kehadiran benda

    ReplyDelete
  49. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Apabila pandanagan filsuf Martin Buber diterapkan dalam hubungan antar manusia, maka terdapat konsep yang disebut ketimbalbalikan. Buber percaya interaksi timbal balik adalah kodrat manusia. Misal, Seorang bayi dalam kandungan menyerap makanan dari ibunya, dalam prosesnya berinteraksi dengan sang ibu (yang mengutamakan kesehatan sang bayi). Kemudian anak kecil yang merasa lapar akan menangis lewat tangisannya berharap akan didatangi dan dipenuhi kebutuhannya. Terdapat semacam kebutuhan fundamental untuk berinteraksi dan diinteraksi-balik.

    ReplyDelete
  50. Annisa Nur Arifah
    18709251058
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Konteks filsafat ilmu sebagai ilmu tentang konsep kehidupan manusia akan lebih disempitkan atau dibatasi pada kerangka berpikir pembentukan manusia yang lebih baik. Manusia dalam konsep kehidupannya, mengembangkan pengetahuan tidak lepas dari kemampuan menalar. Manusia satu-satunya makhluk yang mengembangkan pengetahuan secara sungguh-sungguh. Namun pengetahuan ini terbatas hanya untuk kelangsungan hidupnya (survival). Manusia mengembangkan pengetahuan bukan hanya sekadar untuk kelangsungan hidup, tetapi dengan memikirkan hal-hal baru manusia mengembangkan kebudayaan, manusia memberi makna pada kehidupan, dengan kata lain semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan yang lebih tinggi dari sekadar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuannya dan mendorong manusia menjadi makhluk yang bersifat khas di muka bumi.

    ReplyDelete
  51. Choirul Amri
    (19709251078 S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2019)

    Bismillah. Memaknai hidup dalam filsafat sangatlah beraneka, namun moralnya dalam berfilsafat adalah mengikuti para ahli yang paham akan filsafat yaitu tergantung filsafat mana yang diikuti, setiap agama atau pribadi mempunyai filsafat hidup masing masing.
    Seperti saya, hidup adalah untuk menyiapkan diri untuk memghadapi kehidupan kekal setelah kematian. Karena filsafat hidup saya adalah mati, hidup adalah mati, dan mati adalah hidup. Artinya hidup adalah benda mati bernyawa yang pasti mati, dan mati adalah awal dari kehidupan sesungguhnya di alam akhirat. Terimakasih

    ReplyDelete
  52. Fitria Restu Astuti
    19709251069
    S-2 Pendidikan Matematika D 2019

    Dari artikel bapak saya mendapatkan pengetahuan baru yaitu ternyata dalam filsafat takdir adalah sesuatu yang sudah terjadi, karna itu merupakan pikiran manusia. Sedangkan dalam agama, takdir itu bukan yang sudah terjadi saja tetapi yang akan terjadi pula. Meskipun begitu atas kuasa Allah SWT sesuatu yang belum terjadi ini dapat diubah asalkan kita mau berusaha. Dari artikel ini saya dapat lebih memahami bagaimana arti hidup dilihat dari kacamata filsafat.

    ReplyDelete
  53. Rifki Rinaldo
    19709251070
    S2 Pendidikan Matematika

    Dari tulisan diatas, Dalam berkehidupan kita harus berkeyakinan bahwa hidup itu pilihan, dibalik pilihan yang kita ambil tentu akan ada kontradiksinya. Dalam berfilsafat pilihan yang kita ambil berupa benar atau salahnya tergantung pada ruang dan waktunya. Allah SWT telah mentakdirkan kita hidup dalam kemajemukan. Sekarang bagaimana kita menempatkan sesuatu berdasarkan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  54. Rona Happy Mumpuni
    19709251059
    S2 Pendidikan Matematika D

    Terima kasih kepada Tri Kurniah Lestari, S.Pd. dan Prof. Marsigit yang telah berbagi pengetahuan tentang ARTI HIDUP DALAM KACAMATA FILSAFAT(refleksi perkuliahan). Dari artikel di atas, saya dapat menarik kesimpulan bahwa hidup merupakan suatu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Hidup itu tetap didalam perubahan, dan berubah didalam ketetapan. Didalam hidup manusia memiliki objek filsafat yang ada dan mungkin ada. Hidup manusia merupakan pilihan dan hidup manusia dipenuhi dengan kontradiksi, itulah mengapa manusia dikatakan tidak sempurna dan jika manusia sempurna maka ia tidak akan hidup didunia ini. Untuk itu, marilah kita semua terpacu untuk terus belajar filsafat dengan banyak membaca.

    ReplyDelete
  55. Tanggal : 17/12/2019
    Latifa Krisna Ayu
    19709251060
    S2 Pendidikan Matematika D

    Terkait dengan takdir, yang disinggung pada tulisan di atas, saya setuju bahwa takdir adalah segala sesuatu yang telah terjadi. Karena kita tidak pernah tau apakah segala hal yang telah terjadi di kehidupan kita itu takdir atau bukan, sehingga sebenarnya cara apapun yang membawa setiap kejadian terjadi dalam hidup kita merupakan takdir. Entah itu terjadi karena kita memilihnya atau tidak, entah itu terjadi karena kita telah berusaha atau tidak. Semua itu adalah takdir, hanya saja jalan atau cara takdir itu sampai kepada kita dalam berbagai macam cara. Sehingga sebenarnya jika kita mengklaim bahwa kita telah mengubah takdir dengan berusaha, sebenarnya Allah-lah yang merubah. Ingatlah bahwa Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika ia tidak berusaha. Jadi jika mereka berusaha dan terjadi perubahan, maka itu juga merupakan takdir bagi mereka.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  56. Tiara Wahyu Anggraini
    19709251065
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Dari beberapa istilah di atas, saya tertarik dengan salah satu istilah yaitu "budaya instan". Banyak orang di belahan bumi ini yang menginginkan cara instan dalam menjalani hidupnya. Instan memang terasa mudah, cepat, dan praktis. Namun, suatu hal yang instan juga tidak salamanya berakibat baik. Dalam berbagai bidang, seperti halnya pendidikan terkadang juga mempraktikan budaya instan. Misalnya seorang guru matematika dalam menjelaskan biasanya lebih suka langsung memberikan rumus tanpa menjelaskan konsep dasar perolehan rumus tersebut. Hal tersebut memang terkesan mudah, cepat dan praktis namun akibat buruknya yaitu siswa tidak begitu mendalami materi tersebut, bahkan siswa mungkin juga akan memiliki pemahaman yang salah karena hanya sebagian pemahaman yag di terimanya.

    ReplyDelete
  57. Alfiana Dewi
    19701251005
    S2 PEP A 2019

    Bismillah, banyak istilah yang terdapat dalam filsafat, namun dalam mempelajarin filsafat artinya memunculkan kesadaran atas hal yang belum kita ketahui dan menjadi sesuatu yang berbeda dengan orang awam. kemudian dalam berfilsafat kita mampu memngkontruksi pola pikir kita menjadi tidak biasa, dimana yang dipaparkan didalam tulisan bahwa yang ada berada didalam dan diluar pikiran, yang bersifat tetap dan berubah, dan yang bersifat satu dan banyak. Yang tetap dan satu berada didalam pikiran, karena lebih sering terjadi didalam pikiran. Semua yang dipikirkan merupakan suatu wadah dan memiliki isi. Isi dapat menjadi wadah, tetapi isi selamanya tidak akan sama dengan wadahnya.
    sehingga dapat kita ambl kesimpulan bahwa dalam berfilsafat membutuhkan pikiran yang tidak biasa yang akan menjadi wadah atas apa yang kita terima didalam kehidupan

    ReplyDelete
  58. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pend. Matematika D 2019

    Filsafat sendiri artinya adalah sebab-akibat, yang dimana jika kita sebelum melakukan sesuatu harus berpikir terlebih dahulu. Filsafat sebenarnya sangat berpengaruh dalam kehidupan terutama dalam bertindak. Sedangkan filsafat hidup artinya adalah bagaimana kita mengartikan apa itu hidup sesungguhnya? Apakah kita akan hidup dalam kehidupan atau hidup dalam kematian? Itu sebuah pilihan. Jika kita berbicara mengenai filsafat hidup maka lakukanlah sesuai apa yang benar dan apa yang salah. Karena semua yang kita lakukan belum tentu benar dan belum tentu salah sedangkan output yang akan terjadi bisa berupa baik dan bisa berupa buruk tergantung pada pilihan apa yang kita ambil. Mengambil sebuah kesimpulan baik menurut kita belum tentu baik bagi orang lain, begitu juga sebaliknya.

    ReplyDelete
  59. Dea Armelia
    19709251072
    S2 Pend. Matematika D 2019
    Pandangan hidup dan arti hidup dalam filsafat hampir beriringan hanya saja Pandangan Hidup itu lebih kepada retorika dalam berbicara dan menyikapi sifat dan sikap setiap makhluk di Dunia. Seperti Socrates, dia merupakan filsuf yang berpengaruh di Dunia. Dalam kata katanya adalah "Orang yang bijak adalah yang mengetahui bahwa dia tidak tahu" artinya dalam hidup ini sesuai dengan kacamata filsafat bahwa jika kita tidak mengetahui jangan hanya berdiam diri, dan jika kita sudah mengetahui, sebaiknya kita langsung mencari.

    ReplyDelete
  60. Aulia Nur Arivina
    18709251051
    S2 Pendidikan Matematika C 2018

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya tertarik dengan kalimat terakhir bahwa memahami semua hal tentang kehidupan ini semakin banyak engkau belajar berfilsafat maka semakin banyak engkau dapat mengetahui tentang arti kehidupan. Kehidupan berisi pengalaman-pengalaman yang dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu bekal hidup adalah belajar, dengan belajar berfilsafat maka kita akan mengetahui dan memahami arti kehidupan. Hal tersebut dapat menjadi pedoman sebelum kita berpikir dan bertindak.

    ReplyDelete
  61. Vera Yuli Erviana
    NIM 19706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2019

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Kehidupan merupakan anugerah terbesar yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia. Kehidupan berasal dari kata hidup, yang memiliki definisi yang berbeda-beda menurut apa yang seseorang pikirkan. Makna hidup seseorang bergantung pada apa yang dialami dan diyakini. Kehidupan dunia hanyalah bersifat sementara, namun, kehidupan di akhirat adalah kehidupan yang bersifat kekal. Oleh karena itu, sudah sebaiknya kita memanfaatkan waktu yang diberikan untuk melakukan hal-hal yang positif.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    ReplyDelete
  62. WIWIN MISTIANI
    PEP S3 2019
    Assalamualikum Prof. Terimaksaih atas Shering ilmunya...
    Dari postingan ini saya belajar banyak dari pertanyaan dan jawaban prof terkait dengan filsafat.
    Tegas sekali prof mengungkapkan bahwa jika meyakini Tuhan harus lewat keyakinan hati bukan dengan akal pikiran. jika hanya pikiran untuk mencari Tuhan maka belum ada jaminan bisa menemukan Tuhan. Itulah kalau dunia barat menuju ketimur ketemu dengan imam Al-Ghazali, ‘jika engkau ingin bertemu Tuhanmu jangan kau pikirkan tapi kerjakanlah’, filsafat timur mengenalnya dengan ontology gerak, jadi jika ingin ketemukan Tuhan maka kerjakanlah. yang Islam ke Masjid, sholatlah kalau Tuhan mengijinkan insyaAllah pasti bisa bertemu Tuhan.

    ReplyDelete
  63. Muh. Asriadi AM
    19701251008
    S2 PEP A 2019
    Pemahaman saya dari artikel ini yaitu Dunia terdiri dari dua keadaan, yaitu tetap dan berubah. Dan hidup merupakan bagian dari dunia dan memang hidup didunia, maka benar bahwa hidup merupakan sebuah interaksi antara dua keadaan dalam dunia yaitu interaksi antara yang tetap dan yang berubah. Selain itu dalam hidup sering ditemuai Kontradiksi yang terjadi pada dua hal yaitu pada pikiran dan hati. Pikiran yang mengalami kontradiksi menyebabkan kesalahan-kesalahan dalam mengolah pikiran yang tanpa kita sadari sedangkan hati yang mengalami kontradiksi dapat menyebabkan terjadinya suatu penyesalan atas perbuatannya sendiri. Hidup merupakan sebuah pilihan yang harus kita lakukan. untuk menggapai kehidupan yang diinginkan kita harus selalu belajar filsafat. Belajar filsafat dapat membawa kita kedalam pemahaman mengenai arti kehidupan sendiri

    ReplyDelete
  64. Hanifah nabila hendral
    S2 PEP A 2019
    19701251003
    Assalamualaikum
    Budaya instan adalah keinginan untuk mendapatkan segala sesuatu dengan cepat dan mudah. Saat ini budaya instan sudah mnejadi tuntutan. Wajar saja karena masyarakat lebih menyukai yang mudah daripada yang sulit. Misalkan saja untu belanja, saat ini masyarakat lebih suka untuk belanja online. Mereka beranggapan dengan belanja online tidak perlu untuk mendatangi tokonya langsung, hemat tenaga, hebat biaya, hebat waktu. Namun hal ini juga membawa dampak negatif yaitu rawannya penipuan. Bukan hanya satu dua kasus saja, penipuan online pun saat ini sudah menjamur. Jadi budaya instan selain membawa dampak positif sekaligus membawa dampak negatif.

    ReplyDelete
  65. Hanifah nabila hendral
    S2 PEP A 2019
    19701251003
    Assalamualaikum
    Di dunia ini ada yang tetap dan ada yang berubah. Keduanya saling berhubungaan satu sama lain. seperti yang Prof contohnya, tetap seperti keyakinan beliau kepada Tuhan akan tetap sama dari lahir hingga meninggal dan yang berubah adalah seperti aku yang sekrang tidak akan sama dengan aku yang dulu. Karena jikalau aku yang sekarang masih sama dengan aku yang dulu maka akan terjadi kerusakan dalam kehidupan

    ReplyDelete
  66. Hanifah nabila hendral
    S2 PEP A 2019
    19701251003
    Assalamualaikum
    Dalam mencari Tuhan tidak bisa hanya mengunakan pikiran saja melainkan harus menggunakan pikiran dan hati. Jikalau mencari Tuhan hanya dengan pikiran maka tidak akan ketemu karena Tuhan itu ada di hati dan ada di pikiran manusia sedangkan pikiran manusia itu terbatas dan Tuhan tidak terbatas kuasanya

    ReplyDelete
  67. Hanifah nabila hendral
    S2 PEP A 2019
    19701251003
    Assalamualaikum
    Dalam berfilsafat kita harus menetapkan hati dan tetap pada koridor, saat kita tidak melakukannya maka dalam berfilsafat kita akan bebas dan bisa jadi membenturkan dengan spiritual. Berfilsafat bersumber dari pikiran sedangkan spiritual lebih luas dari itu, maka tidak bisa benturkan antara filsafat dan spiritual.

    ReplyDelete
  68. Hanifah nabila hendral
    S2 PEP A 2019
    19701251003
    Assalamualaikum
    Saya akan mengomentari terkait pertanyaan yang disampaikan oleh Ricky. Biasanya poligami sering menjadi momok bagi kaum hawa dan saya juga pernah mendengar perkataan salah satu kerabat ‘tidak mungkin ada laki-laki yang bisa adil’. Kalau saya pribadi beranggapan jikalau standar keadilan itu dinilai dari perasaan tentu saja tidak bisa. Manusia pasti akan condong (perasaannya) dengan salah satu. Ini pernah saya dengar ayatnya atau hadistnya tapi saya lupa. Pologami juga adalah level tertinggi dalam pernikahan. Kalau mau berada di level ini tentu harus melalui level-level di bawahnya lebih dulu. Hubungannya komentar saya ini dengan artikel Prof..beliau juga berkata hidup ini memang berlevel, tapi kalau sudah sampai kebawah itu sudah termasuk kedalam aspek psikologi. Layaknya tadi yang saya katakan bahwa perasaan manusia pasti akan condong salah satu jadi saya beranggapan untuk orang berpoligami mereka memiliki level-level dalam pikiran mereka. Dan ini merupakan hal yang wajar.

    ReplyDelete
  69. Hanifah nabila hendral
    S2 PEP A 2019
    19701251003
    Assalamualaikum
    Terkait segala sesuatu sudah menjadi ketetapan Tuhan. Ini berhubungan dengan qada dan qadar. Qada dan qadar adalah takdir dan takdir itu adalah suatu ketetapan Allah. Takdir terbagi jadi dua, takdir yang bisa diubah dan takdir yang tidak bisa di ubah. Takdir yang tidak bisa di ubah adalah dari rahim wanita mana kita akan dilahirkan atau dari suku mana kita. ada 3 hal yang sudah Allah tetapkan sebelum lahirnya kita kedua yaitu kapan kita lahir, kapan kita meninggal dan rezeki kita. jadi walaupun kita sudah berusaha mati-matian untuk bekerja jika Allah sudah takdirkan rejeki kita adalah 5 juta maka kita akan mendapatkan 5 juta dan tak kurang tak lebih. Namun bagiaman dengan ikhtiar ? bukankah Allah juga mengharuskan kita untuk berikhtiar ? tentu saja kita harus berikhtiar. Contohnya misalkan Allah beri kita rejeki di Bandung, tentu kita harus ke Bandung untuk menjemput rejeki kita, itu adalah salah satu bentuk ikhtiar.

    ReplyDelete