Jun 16, 2013

SURAT TERBUKA IMAGINER UNTUK PRESIDEN IMEGINER




Yogyakarta, 6 Oktober 2013

Kepada
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer
cc:
1, Bp Menteri Pendidikan Imaginer
2. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Imaginer



Dengan hormat,

Ass. Wr.Wb

Kepada Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer

Perkenankan, saya nama Marsigit Imaginer, dosen pada Jurusan Pendidikan Matematika Imaginer, FMIPA UNY Imaginer, ingin menyampaikan Surat Terbuka Imaginer kepada Bapak berkaitan dengan pokok pikiran saya untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebagai berikut:

Beberapa pokok persoalan pendidikan pada saat ini, menurut hemat kami meliputi:

a.belum optimumnya peningkatan kualitas tenaga kependidikan
b.kesenjangan antara tuntutan kualitas lulusan sekolah dengan fakta di lapangan
c.ukuran dan variabilitas standar atau kriteria kompetensi lulusan di tingkat global
d.pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga secara adil dan merata
e.terjaganya keseimbangan antara nilai-nilai lokal, nasional dan internasional
f.kesempatan dan partisipasi belajar seumur hidup bagi setiap warga
g.akuntabilitas implementasi dan praktek kependidikan pada semua level
h.keberlanjutan usaha inovasi bidang kependidikan
i.pemberdayaan potensi segenap komponen unsur pendidikan
j.komunikasi dan interaksi sinergis inter dan antar komponen kependidikan
k.revitalisasi dan review peraturan perundang-undangan
l.kedudukan atau posisi strategis nilai-nilai kependidikan nasional dalam kancah internasional
m.ketuntasan pemahaman dasar filosofis dan nilai-nilai dasar kependidikan baik yang berakar dari budaya sendiri maupun yang perlu diadaptasi atau diadopsi dari luar.
n.kreativitas, fleksibilitas, dinamika fungsi dan peran Sistem Pendidikan Nasional dengan segenap komponennya.

Saya menyimpulkan bahwa persoalan-persoalan pendidikan  kita, tidak akan tuntas penyelesaiannya jika hanya diselesaikan dengan cara-cara biasa dan parsial.

Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di atas, maka saya mengusulkan kepada Bapak Presiden Imaginer RI cq Menteri Pendidikan RI Imaginer untuk melaksanakan Revolusi Pendidikan di Indonesia Imaginer.

Berikut butir-butir pemikiran saya mengenai bagaimana Revolusi Pendidikan itu dapat dilaksanakan:

1.Revolusi Pendidikan harus dilakukan oleh Pemerintah, sebab jika dilakukan oleh gerakan masa akan menimbulkan kerusakan, kekacauan dan biaya mahal.
2.Revolusi Pendidikan dilakukan dengan meninjau ulang UU Sisdiknas, menghapus pasal-pasal yang sudah tidak relevan dan mengganti pasal-pasal yang sesuai dengan tuntutan jaman, teori kependidikan, kajian atau hasil riset, dan masukan para educationist.
3.Benahi Sistem Pendidikan Nasional dengan merevitalisasi Struktur dan Personel secara professional. Hilangkan dan berantas semua KKN, Kolusi dan nepotisme dalam bidang pendidikan baik di Tingkat Pusat maupun di Tingkat Daerah.
4.Hapus atau cabut semua Peraturan Pemerintah dan Permendiknas yang sudah tidak relevan.
5.Hapus KTSP (Kurikulum pada Tingkat Satuan Pendidikan) dan ganti dengan KBKS ( Kurikulum Berorientasi kepada Kebutuhan Siswa)
6.Bubarkan BSNP dan ganti dengan BPKBN (Badan Penjamin Kemerdekaan Berpikir Nasional)
7.Cabut dan hilangkan dana-dana kompetisi seperti BOS dan ganti dengan DPIP (Dana Pemberdayaan Institusi Pendidikan)
8.Bubarkan Pusat Kurikulum dan ganti dengan PPKSN (Pusat Pengembangan Kreativitas Siswa Nasional)
9.Bubarkan Lembaga Penjaminan Mutu dang anti dengan PPKKGN(Pusat Pengembangan Kreativitas dan Kemandirian Guru Nasional)
10.Bentuk Direktorat baru yaitu Direktorat Pengaduan Ketidakadilan Layanan Pendidikan Nasional)
11.Hapus Ujian Nasional dan ganti dengan PRONASMINRASA (Program Nasional Menumbuhkan Minat dan Rasa Senang Belajar)
12.Naikkan Gaji Guru tanpa prasarat sebesar 10 (sepuluh) kali Gaji Pokok
13.Naikkan Gaji Dosen tanpa prasarat sebesar 10 (sepuluh)kali Gaji Pokok
14.Naikkan Anggaran Pendidikan Nasional menjadi 30 (tiga puluh) persen
15.Rombak dan desain ulang bangunan-bangunan kependidikan (sekolah) dengan menerima masukan dari sipemakai (educationist progressive)agar sesuai dengan peruntukannya.
16.Hapus Gerakan Wajib Belajar dan ganti dengan Gerakan Sadar Belajar
17.Ganti KKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dengan PPKKKS (Pusat Pengembangan Kreativitas dan kemandirian Kepala Sekolah)
18.Ganti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)dengan IPDUG (Inovasi Pembelajaran dari dan untuk Guru)
19.Hapus semua Perda yang merugikan kreativitas Sekolah, kreativitas Guru dan kreativitas Siswa.
20.Budayakan RASA MALU bagi orang-orang yang menduduki jabatan kependidikan (termasuk expert, Nara Sumber dan Konsultan) tetapi tidak mempunyai latar belakang kependidikan.
21.Bubarkan Pusat Perbukuan dan ganti dengan P3BG(Pusat Pemberdayaan Penulisan Buku oleh Guru)
22.Ganti fungsi Pengawas Sekolah dengan TP3 (Tenaga Percontohan Pengembang Pendidikan)
23.Bentuk MP2K2 (Musyawarah Para Pengambil Kebijakan Kependidikan)baik tingkat Nasional maupun tingkat daerah
24.Bubarkan Dewan Pendidikan dan ganti dengan P3OP(Pusat Pengembangan dan Partisipasi OrangTua Murid untukPendidikan)
25.Ganti Ujian Sekolah dengan PPS (Pengembangan Portofolio Siswa)
26.Berilah kebebasan bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajarannya.
27.Berilah kebebasan para guru untuk mengembangkan dan memilih bentuk RPP nya
28.Berilah kebabasan sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan pendidikan masing-masing.
29.Berilah kesempatan sistem atau skema yang berkembang dalam masyarakat agar kualitas pendidikan atau kualitas lulusan akan dengan sendirinya teruji secara sehat dalam pergaulan pendidikan.
30.Janganlah terlalu banyak membuat peraturan perundang-uandangan dengan lingkup yang terlalu sempit atau terlalu teknis sehingga akan menyulitkan dalam implementasinya.

Demikianlah pokok pikiran saya, saya buat dengan tidak mempunyai motif apapun kecuali untuk usaha meningkatkan pendidikan. Amin

Hormat saya,

Marsigit Imaginer

25 comments:

  1. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan di Indonesia memanglah belum semaju pendidikan-pendidikan di luar negeri yang lain. Oleh karenanya dalam sistem pendidikan di Indonesia memanglah masih sangat dibutuhkan adanya perbaikan-perbaikan.

    ReplyDelete
  2. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Perbaikan bukan hanya dalam sistem pendidikan maupun kurikulum pendidikan akan tetapi kualitas dari seorang guru dan pendidik juga harus selalu ditingkatkan agar mereka dapat mengoptimalkan kemampuan sebaik-baiknya dalam mengelola pembelajaran.

    ReplyDelete
  3. Sefti Lailatifah
    14301241040
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam mengatasi masalah ini tidak bisa akan tuntas jika diselesaikan dengan cara-cara yang biasa saja. Oleh karenanya dalam hal ini sangat diperlukan revolusi pendidikan guna meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kewajiban pendidik dan peserta didik

    ReplyDelete
  4. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Saya sebagai mahasiswa imaginer juga ingin menambahkan saran, apabila solusi nomor 27-30 dilaksanakan maka Ujian Nasional dihapuskan saja. Anggaran UN begitu besar namun tidak lagi sesuai dengan tujuan awal, ditambah lagi kelulusan ditentukan oleh sekolah. Terutama UN pada jenjang SMA di Indonesia imaginer, nilai UN tidak lagi menjadi pertimbangan masuk universitas, asalkan "lulus" saja. Kelas 6 SD, 3 SMP, dan 3 SMA hanya terfokus UN pada semester kedua sehingga materi kebanyakan dikebut. Padahal sudah ada Ujian Akhir Sekolah, Ujian Praktik Sekolah. Kelulusan juga ditentukan oleh sekolah. Pengadaan UN lebih banyak membuka celah maksiat daripada kesempatan beramal. Demikianlah pokok pikiran mahasiswa imaginer menanggapi surat terbuka ini.

    ReplyDelete
  5. Yustine Maulina
    17709251022
    PPs Pend Mat A 2017

    Terimakasih Prof, berdasarkan postingan ini saya menyadari betapa pendidikan di Indonesia masih banyak point-point yang harus dibenahi. Menanggapi surat terbuka tersebut ada beberapa point yang menarik bagi saya, salah satunya point "Ganti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)dengan IPDUG (Inovasi Pembelajaran dari dan untuk Guru)" menurut saya terkadang MGMP membatsi kreativitas guru dalam proses pembelajaran. Atas dasar keseragaman secara tidak langsung mematikan kreatifitas guru, padahal diketahui bahwa proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan siswa sekolah tersebut yang tentu saja berbeda dengan siswa dari sekolah lain.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami membayangkan jika poin-poin revolusi yang Bapak usulkan tersebut bisa terealisasi dengan real dan tidak imajiner, bisa kami bayangkan betapa majunya pendidikan. Kami merasa bahwa semua pihak dan pengampu kebijakan perlu menyadari bahwa pendidikan kita perlu segera ada pembenahan, dan pendidikan perlu untuk dievaluasi dan dibenahi jika diperlukan di segala aspek.

    ReplyDelete
  7. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas sharingnya, Pak. Seandainya surat di atas bukan imajiner, tetapi surat yang bersifat nyata kemudian isinya direalisasikan di kehidupan pendidikan Indonesia yang real pula, saya rasa dan harap dunia pendidikan Indonesia bisa menjadi lebih maju.

    ReplyDelete
  8. Junianto
    17709251065
    PM C

    Pada surat terbuka yang Prof sampaikan sangatlah bagus dan menginspirasi. Semua diluar bayangan saya sebagai mahasiswa yang masih minim pengetahua. Setidaknya dengan gagasa-gagasan yang Prof sampaikan bisa menambah ilmu pengetahuan saya sebagai mahasiswa. Revolusi pendidikan memang perlu dilakukan untuk mengubah system pendidikanyang turun temurun ini.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Menarik. Tegas. Benar-benar surat yang penuh ketegasan. Hampir seluruhnya membuat saya menganggukkan kepala sembari berkata "oh iya benar juga". Perubahan, atau malah revolusi. Lantas bagaimana dan seperti apa kita akan memulainya? Apakah pelan-pelan, atau langsung babat bat kasih yang baru ru? Benar-benar membuat saya berpikir, ayo kita implementasikan yang seperti ini. terimakasih, Prof. Sungguh menginspirasi.

    ReplyDelete
  10. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terima kasih Prof, Saya sangat berharap bila poin-poin revolusi diatas juga tidak hanya menjadi sebuh revolusi imajiner. Semoga saja kualitas pendidikan di negara kita dapat menjadi lebih baik. Adalah tugas kita semua untuk ikut andil dalam perbaikan sistem pendiidkan di indonesia.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Usulan-usulan tersebut menarik untuk menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu hal yang paling menarik bagi saya ialah poin nomor 16, yaitu menghapus gerakan wajib belajar dan ganti dengan gerakan sadar belajar. Tentu jika hal ini bisa benar-benar dilakukan akan baik sekali dampaknya. Mewajibkan bukan merupakan suatu kebijakan yang baik, karena wajib saja tanpa adanya kesadaran dari masyarakat tentang pentingnya belajar tidak akan berarti apa-apa. Hal ini bisa kita lihat di beberapa daerah, meskipun pendidikan menurut UU adalah bersifat wajib bagi seluruh rakyat, masih terdapat beberapa anak usia sekolah yang memilih untuk tidak bersekolah. Bahkan hal tersebut merupakan saran dari orang tuanya. Maka lebih baik masyarakat memiliki kesadaran belajar daripada mewajibkan belajar. Dengan kesadaran tersebut masyarakat dengan sendirinya akan merasa memerlukan belajar dan bahkan belajar dengan senang.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    REVOLUSI PENDIDIKAN, sebuah kalimat yang mungkin sudah banyak didengungkan oleh beberapa gerakan yang peduli akan pendidikan. Sebuah pemikiran yang luar biasa untuk kemajuan pendidikan Indonesia. Namun pemikiran-pemikiran yang luar biasa tersebut bahkan hampir tidak begitu digubris oleh penguasa-penguasa yang sekarang menjabat di atas sana. Padahal tidak ada maksud untuk merusak, kita hanya ingin memberikan evaluasi sebagai objek dan subjek pendidikan. Monggo kepada BAPAK-BAPAK/IBU-IBU PEJABAT yang ada di atas sana, dengarkan suara rakyatmu yang hanya menginginkan perbaikan untuk pendidikan di Indonesia. Tidak lebih. Terima kasih.

    ReplyDelete
  13. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B
    Assalamualaikum wr wb
    Berbagai masalah terkait pendidikan dan solusi yang di berikan pada surat terbuka di atas adalah sebuah ungkapan perhatian terhadap keadaaan sistem pendidikan di Indonesia .Melihat rumpun masalah pendidikan yang akan memberikan pengaruh yang besar terhadap pendidikan di Indonesia.Surat terbuka ini, mewakili dari sekian banyak suara- suara yang berupa masukan –masukan,ide, dan gagasan dari rakyat terkait dengan pendidikan di Indonesia.Oleh karenanya dalam hal ini,pemerintah diharapkan untuk segera mengambil langkah yang tepat guna memperbaiki tatanan pendidikan di negeri ini.

    ReplyDelete
  14. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pendidikan kita saat ini jauhlah dari harapan para pendiri bangsa. Gonta-ganti kurikulum yang bersifat jangka pendek tentunya terlihat sebagai wujud kepentingan yang lebih bersifat jangka pendek daripada kepentingan jangka panjang. Begitu juga dengan aturan-aturan yang terlalu menyentuh teknis atau mikro dari pendidikan, hal tersebut akan berdampak pada terikatnya kreativitas guru pada aturan-aturan tersebut. Dalam pendidikan, tugas pemerintah seharusnya lebih memperhatikan kemerdekaan guru dalam menunjang kegiatan profesionalnya. Semoga pendidikan kita kedepan dapat berevolusi menjadi pendidikan yang dicita-citakan oleh bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  15. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tantangan itu pasti ada dalam upaya mencapai suatu harapan. Usaha dalam rangka membenahi sistem Pendidikan di Indonesia. Semua orang berhak secara terbuka untuk menyampaikan kritik dan saran kepada pemiliki kuasa itu sendiri. Ya tentu itu disebutkan secara hemat oleh postingan Bapak Marsigit, tentu masih banyak lagi persolan dari sistem pendidikan yang sudah berlangsung sampai saat ini. Apalagi zaman akan semakin berubah sesuai ruang dan waktunya. Sehingga Abad 21 juga akan lebih mempengaruhi perkembangan kemajuan sistem pendidikan di Indoensia. Saya pernah membaca berita jika PBB pernah berkat ajika sistem pendidikan di Indonesia membutuhkan waktu 45 tahun untuk mencapai kesetaraan dengan negara lain. Apakah itu benar? Ya mungkin itu benar dan mungkin tidak. Maka dari itu sebagai generasi penerus, jangan hanya tinggal diam tanpa berinovasi serta berikanlah sumbang sih yang cukup bermakna bagi pendidikan. Karena setiap warga Indonesia wajib mendapatkan haknya yaitu pendidikan.

    ReplyDelete
  16. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Pendidikan nasional kita memang tidak dalam kondisi yang baik-baik saja. Pemerintah pun menyadari itu dan senantiasa mencoba, berusaha untuk melakukan perbaikan-perbaikan. Meskipun perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan dirasa masih parsial dan bukanlah sebuah perbaikan yang utuh dan menyeluruh, sehingga perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan tidak memberikan efek yang signifikan. Oleh karena itu, saya sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Prof Marsigit bahwa pemerintah perlu mencanangkan perbaikan-perbaikan yang sifatnya holistic. Dan program ini juga harus diikuti dan didukung oleh setiap komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan, termasuk diantaranya guru atau dosen. Sehingga jangan sampai ada lagi oknum-oknum yang membuat system pendidikan kita tidak bekerja sebagaimana mestinya

    ReplyDelete
  17. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya sangat suka dengan gagasan yang Bapak tuangkan di atas. Satu harapan dalam diri saya yaitu agar revolusi pendidikan yang ada dalam buah pikiran Bapak tersebut dapat diterapkan secara perlahan-lahan. Setidaknya, satu pemikiran akan memberikan perubahan bagi wilayah-wilayah tertinggal dan pembenahan dalam pendidikan di negeri ini. Sudah sepatutnya dari pihak yang sudah bergelut lama dalam bidang pendidikan memberikan pemikiran yang sangat inovatif dan kreatif serta lugas. Semoga Bapak dapat terus berkarya dan mohon doakan kami sebagai anak didik yang akan meneruskan perjuangan dalam bidang pendidikan selanjutnya dapat berpikir dan bertindak dengan cerdas. Terima kasih saya ucapkan kepada Bapak yang telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman kepada saya dan teman-teman.

    ReplyDelete
  18. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya sebagai mahasiswa imaginer berusaha untuk membuat komen terkait surat terbuka imaginer untuk presiden imaginer yang dibuat oleh Pak Marsigit Imaginer. Adanya revolusi pendidikan tentu karena adanya pokok permasalahan pendidikan. Selama ini permasalah-permasalah pendidikan bukan semakin berkurang tetapi selalu bertambah dengan tidak diimbangi oleh adanya revolusi yang tepat. Pandangan saya terkait revolusi-revolusi pendidikan yang dipaparkan oleh Pak Marsigit sungguh luar biasa, sangat tepat, dan kemungkinan besar dapat mengatasi permasalah pendidikan saat ini jika Bapak Presiden imaginer dan Menteri Pendidikan imaginer bersedia melaksanakan reolusi ini. Terutama pada masalah kurikulum, kurikulum yang seharusnya dan selalu diusung-usung adalah kurikulum yang berpusat pada siswa dan sesuai dengan kebutuhan siswa, bukan kebutuhan guru maupun kebutuhan yang lainnya, sehingga revolusi untuk dihapusnya KTSP da diganti menjadi KBKS (Kurikulum Berorientasi kepada Kebutuhan Siswa) sangatlah tepat.

    ReplyDelete
  19. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Membaca tulisan ini Saya jadi turut berimajinasi, pendidikan imaginer yang akan terjadi jika surat untuk presiden imaginer ini dibaca dan dilaksanakan.
    Wah... Para siswa imaginer akan menjadi subyek yang paling diuntungkan. Mereka akan menjadi subyek yang Eksploratif, Kreatif, Dan menjadi utuh sebagai manusia.
    Semuanya serius memihak kepada murid sebagai subyek imaginer.
    Sebab para guru Dan pendidik lain bukanlah obyek melainkan subyek yang bisa memilih, menjatuhkan sifat...
    Salah satu contoh ekstrim yang Saya pernah lakukan dari belasan permohonan di Surat, adalah kebebasan membuat bentuk RPP. Saya membuat RPP dalam bentuk mind mapping, yang membantu Saya menghubungkan berbagai mapel dalam satu gagasan besar. Ini sangat membantu Saya dalam melihat keberhasilan anak anak didik, sebab Ada fokus gagasan besar yang jelas. Ada project yang dilakukan Dan dirancang bersama anak anak untuk mencapai gagasan itu. Tidak terkotak kotak pada pelajaran tertentu saja.
    Satu hal kecil ini saja efeknya besar. Apalagi jika lebih dari satu bisa dilakukan, Tak hanya dalam Negara Indonesia imaginer.
    Ayo dukung Pak Marsigit imaginer ini... Semoga presiden imaginer bisa mencakup segala yg Ada Dan yang mungkin Ada, jadi Kita bisa jadi salah satunya, Kan.. 😊

    ReplyDelete
  20. Rahma dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terimakasih Prof, surat terbuka imaginer ini sangatlah menginspirasi. Alangkah bagusnya jika ini benar-benar dapat terlaksana tidak hanya imaginer, tentunya pendidikan di Indonesia akan lebih berkualitas dan menghasilkan lulusan yang berkualitas pula. Memang masih banyak sekali perubahan-perubahan yang harus dilakukan untuk pendidikan yang lebih baik.

    ReplyDelete
  21. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dalam mengembangkan pendidikan, maka keseimbangan nilai-nilai lokal, nasional, dan internasional harus menjadi perhatian. Nilai disini bisa dimaksudkan sebagai budaya. Sehingga siswa selain tahu budaya lokal dan nasional, juga berwawasan budaya internasional. Nilai atau budaya bisa dimasukkan dalam pembelajaran dengan model kontekstual learning, karena bisa dipadukan dengan nilai-nilai yang ada di lingkungan siswa.

    ReplyDelete
  22. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  23. indah purnama sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Pendidikan yang berlangsung di Indonesia saat ini belum dapat dikatakan mendekati kata "bagus". seringnya pergantian kurikulum secara tidak sadar telah menganggu proses pembelajaran yang berlangsung baik pada peserta didik maupun pada fasilitator pendidikan. kebingungan tersebut sering mengakibatkan proses pembelajaran jadi terombang ambing. alangkah bagus nya jika surat terbuka imajiner ini di berlakukan di negara indonesia. mungkin pendidikan kita lebih terarah dan sesuai dengan keinginan para penggagas pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Masih banyak yang perlu diperbaiki dari sistem pendidikan yang di terapkan di Indonesia. Perbaikan yang dilakukan tidak bisa secara besar-besaran dan instan. Memerlukan proses yang panjang untuk merubah kebiasaan yang sudah dilakukan. Paling penting adalah para petinggi harus memperhartikan dan memikirkan dari bawah. Jangan hanya memikirkan yang menurut mereka bagus namun penerapannya tidak sesuai.

    ReplyDelete
  25. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pemikiran yang luar biasa yang telah bapak utarakan diatas, memang bukanlah masalah sepele bagi pendidikan saat ini. Karena hal tersebut nantinya juga berpengaruh pada kader-kader pencetak agen masa depan, yang harus mampu mencetak agen yang berkualitas. Maka kesejahteraan mereka juga harus diperhatikan, sehingga niat mulia mencerdaskan anak bangsa tidak terganti dengan “mensejahterakan keluarga yang paling utama”, maka tidaklah menjadi guru sebagai profesi bukan sebagai jati diri.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete