Jun 16, 2013

SURAT TERBUKA IMAGINER UNTUK PRESIDEN IMEGINER




Yogyakarta, 6 Oktober 2013

Kepada
Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer
cc:
1, Bp Menteri Pendidikan Imaginer
2. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta Imaginer



Dengan hormat,

Ass. Wr.Wb

Kepada Yth Bapak Presiden Republik Indonesia Imaginer

Perkenankan, saya nama Marsigit Imaginer, dosen pada Jurusan Pendidikan Matematika Imaginer, FMIPA UNY Imaginer, ingin menyampaikan Surat Terbuka Imaginer kepada Bapak berkaitan dengan pokok pikiran saya untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, sebagai berikut:

Beberapa pokok persoalan pendidikan pada saat ini, menurut hemat kami meliputi:

a.belum optimumnya peningkatan kualitas tenaga kependidikan
b.kesenjangan antara tuntutan kualitas lulusan sekolah dengan fakta di lapangan
c.ukuran dan variabilitas standar atau kriteria kompetensi lulusan di tingkat global
d.pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga secara adil dan merata
e.terjaganya keseimbangan antara nilai-nilai lokal, nasional dan internasional
f.kesempatan dan partisipasi belajar seumur hidup bagi setiap warga
g.akuntabilitas implementasi dan praktek kependidikan pada semua level
h.keberlanjutan usaha inovasi bidang kependidikan
i.pemberdayaan potensi segenap komponen unsur pendidikan
j.komunikasi dan interaksi sinergis inter dan antar komponen kependidikan
k.revitalisasi dan review peraturan perundang-undangan
l.kedudukan atau posisi strategis nilai-nilai kependidikan nasional dalam kancah internasional
m.ketuntasan pemahaman dasar filosofis dan nilai-nilai dasar kependidikan baik yang berakar dari budaya sendiri maupun yang perlu diadaptasi atau diadopsi dari luar.
n.kreativitas, fleksibilitas, dinamika fungsi dan peran Sistem Pendidikan Nasional dengan segenap komponennya.

Saya menyimpulkan bahwa persoalan-persoalan pendidikan  kita, tidak akan tuntas penyelesaiannya jika hanya diselesaikan dengan cara-cara biasa dan parsial.

Untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di atas, maka saya mengusulkan kepada Bapak Presiden Imaginer RI cq Menteri Pendidikan RI Imaginer untuk melaksanakan Revolusi Pendidikan di Indonesia Imaginer.

Berikut butir-butir pemikiran saya mengenai bagaimana Revolusi Pendidikan itu dapat dilaksanakan:

1.Revolusi Pendidikan harus dilakukan oleh Pemerintah, sebab jika dilakukan oleh gerakan masa akan menimbulkan kerusakan, kekacauan dan biaya mahal.
2.Revolusi Pendidikan dilakukan dengan meninjau ulang UU Sisdiknas, menghapus pasal-pasal yang sudah tidak relevan dan mengganti pasal-pasal yang sesuai dengan tuntutan jaman, teori kependidikan, kajian atau hasil riset, dan masukan para educationist.
3.Benahi Sistem Pendidikan Nasional dengan merevitalisasi Struktur dan Personel secara professional. Hilangkan dan berantas semua KKN, Kolusi dan nepotisme dalam bidang pendidikan baik di Tingkat Pusat maupun di Tingkat Daerah.
4.Hapus atau cabut semua Peraturan Pemerintah dan Permendiknas yang sudah tidak relevan.
5.Hapus KTSP (Kurikulum pada Tingkat Satuan Pendidikan) dan ganti dengan KBKS ( Kurikulum Berorientasi kepada Kebutuhan Siswa)
6.Bubarkan BSNP dan ganti dengan BPKBN (Badan Penjamin Kemerdekaan Berpikir Nasional)
7.Cabut dan hilangkan dana-dana kompetisi seperti BOS dan ganti dengan DPIP (Dana Pemberdayaan Institusi Pendidikan)
8.Bubarkan Pusat Kurikulum dan ganti dengan PPKSN (Pusat Pengembangan Kreativitas Siswa Nasional)
9.Bubarkan Lembaga Penjaminan Mutu dang anti dengan PPKKGN(Pusat Pengembangan Kreativitas dan Kemandirian Guru Nasional)
10.Bentuk Direktorat baru yaitu Direktorat Pengaduan Ketidakadilan Layanan Pendidikan Nasional)
11.Hapus Ujian Nasional dan ganti dengan PRONASMINRASA (Program Nasional Menumbuhkan Minat dan Rasa Senang Belajar)
12.Naikkan Gaji Guru tanpa prasarat sebesar 10 (sepuluh) kali Gaji Pokok
13.Naikkan Gaji Dosen tanpa prasarat sebesar 10 (sepuluh)kali Gaji Pokok
14.Naikkan Anggaran Pendidikan Nasional menjadi 30 (tiga puluh) persen
15.Rombak dan desain ulang bangunan-bangunan kependidikan (sekolah) dengan menerima masukan dari sipemakai (educationist progressive)agar sesuai dengan peruntukannya.
16.Hapus Gerakan Wajib Belajar dan ganti dengan Gerakan Sadar Belajar
17.Ganti KKS (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) dengan PPKKKS (Pusat Pengembangan Kreativitas dan kemandirian Kepala Sekolah)
18.Ganti MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran)dengan IPDUG (Inovasi Pembelajaran dari dan untuk Guru)
19.Hapus semua Perda yang merugikan kreativitas Sekolah, kreativitas Guru dan kreativitas Siswa.
20.Budayakan RASA MALU bagi orang-orang yang menduduki jabatan kependidikan (termasuk expert, Nara Sumber dan Konsultan) tetapi tidak mempunyai latar belakang kependidikan.
21.Bubarkan Pusat Perbukuan dan ganti dengan P3BG(Pusat Pemberdayaan Penulisan Buku oleh Guru)
22.Ganti fungsi Pengawas Sekolah dengan TP3 (Tenaga Percontohan Pengembang Pendidikan)
23.Bentuk MP2K2 (Musyawarah Para Pengambil Kebijakan Kependidikan)baik tingkat Nasional maupun tingkat daerah
24.Bubarkan Dewan Pendidikan dan ganti dengan P3OP(Pusat Pengembangan dan Partisipasi OrangTua Murid untukPendidikan)
25.Ganti Ujian Sekolah dengan PPS (Pengembangan Portofolio Siswa)
26.Berilah kebebasan bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajarannya.
27.Berilah kebebasan para guru untuk mengembangkan dan memilih bentuk RPP nya
28.Berilah kebabasan sekolah untuk menentukan kriteria keberhasilan pendidikan masing-masing.
29.Berilah kesempatan sistem atau skema yang berkembang dalam masyarakat agar kualitas pendidikan atau kualitas lulusan akan dengan sendirinya teruji secara sehat dalam pergaulan pendidikan.
30.Janganlah terlalu banyak membuat peraturan perundang-uandangan dengan lingkup yang terlalu sempit atau terlalu teknis sehingga akan menyulitkan dalam implementasinya.

Demikianlah pokok pikiran saya, saya buat dengan tidak mempunyai motif apapun kecuali untuk usaha meningkatkan pendidikan. Amin

Hormat saya,

Marsigit Imaginer

16 comments:

  1. Johanis Risambessy
    16701251029
    PPs PEP B 2016

    Kritik yang tajam terhadap dunia pendidikan kita. Pendidikan itu haruslah membebaskan para guru untuk bebas berkreasi terlepas berbagai peraturan yang ada. Bukan sebaliknya. Guru harus mengikuti segala aturan yang ada sehingga hanya terpaku pada sistem yang ada. Akhirnya, para guru kurang kreatif dan inovatif dan siap menerima apa adanya. Padahal jika pendidikan lebih demoratis, maka guru akan bebas untuk melakukan segala hal. Bebas untuk berpikir dan berinovasi.

    ReplyDelete
  2. SURAT TERBUKA IMAGINER UNTUK PRESIDEN IMAGINER

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  3. Surat terbuka ini ditulis oleh seorang praktisi, peneliti, dan ahli di bidang pendidikan. Semua kritik dan saran yang disampaikan di sini saya rasa terbebas dari motif politik maupun kepentingan pribadi. Penulis menyampaikan kritik dan masukannya dengan hanya bertujuan untuk perbaikan pendidikan di negeri ini. Alangkah baiknya jika semua yang disampaikan dalam surat ini perlu dipertimbangkan dan diakomodir dengan baik.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  4. Persoalan pokok pertama yang disampaikan adalah belum optimumnya peningkatan kualitas tenaga kependidikan. Selama ini lulusan sekolah menengah yang menjadi calon guru bukanlah orang yang memiliki kepandaian tinggi, meskipun tidak semua demikian. Hal ini dikarenakan guru bukanlah profesi yang menjanjikan di negara kita. Oleh karena itu banyak orang pintar yang lebih memilih profesi lain yang tentunya lebih menjanjikan untuk masa depan mereka. Penghargaan atas profesi ini berbeda jika dibandingkan dengan negara lain seperti negara tetangga, Malaysia.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  5. Untuk memperbaiki permasalahan pertama, hendaknya sistem penghargaan kepada profesi ini dibenahi mengingat pendidikan lah yang menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  6. Guru dan pendidik adalah orang yang bertanggungjawab atas kemajuan bangsa. Dengan meningkatkan penghargaan kepada guru dan menjadikan profesi ini sebagai prosesi yang sangat menjanjikan masa depan, maka diharapkan calon siswa yang hendak menjadi guru adalah yang memiliki kualitas yang unggul.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  7. Guru dan pendidik adalah orang yang bertanggungjawab atas kemajuan bangsa. Dengan meningkatkan penghargaan kepada guru dan menjadikan profesi ini sebagai prosesi yang sangat menjanjikan masa depan, maka diharapkan calon siswa yang hendak menjadi guru adalah yang memiliki kualitas yang unggul.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  8. Permasalahan selanjutnya adalah pemerataan kesempatan belajar bagi semua warga secara adil dan merata. Selama ini, kesempatan belajar di negara ini belum merata.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  9. Banyak warga yang tinggal di pelosok pulau yang tersebar di Indonesia belum memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dengan baik. Salah satu yang menjadi faktornya adalah keterbatasan sarana dan prasarana dalam belajar.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  10. Perbaikan dan pembangunan infrastruktur di daerah luar pulau Jawa, khususnya di pelosok-

    pelosok pulau, hendaknya menjadi prioritas dalam pembangunan di negara ini. Semua ini

    perlu dipikirkan oleh para pemimpin bangsa ini demi kemajuan pendidikan, yang nantinya

    akan membawa kemajuan bangsa.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  11. Permaslahan pendidikan selanjutnya adalah kesempatan dan partisipasi belajar seumur hidup bagi setiap warga. Meskipun masa kesempatan belajar bagi warga negara kita sudah mengalami peningkatan, mulai adanya program wajib belajar 6 tahun (sampai tingkat SD), kemudian menjadi 9 tahun (sampai tingkat SMP), dan sekaran 12 tahun (sampai masa SMA), akan tetapi pelaksanaannya belum maksimal.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  12. Masih banyak warga yang belum memiliki kesadaran penuh dalam belajar sehingga tidak memanfaatkan kesempatan yang ada dengan baik.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  13. Untuk mengatasi permasalahan dalam memberikan kesempatan dan partisipasi belajar seumur hidup, perlu dilaksanakan program pendidikan yang sifatnya nonformal, seperti pendidikan di pesantren.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  14. Selama ini pendidikan nonformal pesantren adalah satu-satunya sistem pendidikan yang memberi kesempatan beajar seumur hidup, meski berlaku di pesantren-pesantren tertentu saja. Untuk itu perlu diberikan perhatian yang lebih terhadap pendidikan pesantren.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  15. Pendidikan nonformal pesantren belum mendapatkan perhatian yang baik dari pemerintah, padahal pendidikan di pesantren nyata-nyata mampu memberikan output yang baik, meski dengan input yang kurang berkualitas, apalagi untuk masalah pendidikan akhlak

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete
  16. Para pengajar di pesantren juga terbukti memiliki tingkat keikhlasan yang tinggi dalam mengajar, dan inilah salah satu hal yang menyebabkan pesantren bisa menghasilkan output yang berkualitas.

    Martalia Ardiyaningrum
    16701269002
    PEP Kelas A PPs UNY

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.