Dec 1, 2012

SOCIO-CONSTRUCTIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SOCIO-CONSTRUCTIVISM, bisa konek berikut:









Wss Wr Wb
Marsigit

63 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Konstruktivisme menunjukkan bahwa peserta didik didorong untuk membangun pengetahuan mereka sendiri, bukanmenyalin dari otoritas, baik itu buku atau guru, dalam situasi yang realistis bukan decontextualised, situasi formal seperti disebarkan dalam buku teks tradisional, dan bersama-sama dengan lain bukan pada mereka sendiri. (Kanselaar, De Jong, Andriessen & Goodyear, 2001).

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sedangkan konstruktivisme sosial-budaya (perspektif sosio-konstruktivis) diungkapkan oleh Lev Vygotsky (1896-1934) bahwa relevansi utama konstruktivisme berasal dari teori-teorinya tentang bahasa, pemikiran, dan mediasi mereka dengan masyarakat. Dia memegang posisi anti-realis bahwa proses mengetahui lebih merupakan salah satu akibat adanya keterlibatan dari orang lain dan dimediasi oleh masyarakat dan budaya. Bagian penting dari pekerjaan Vygotsky (1986) sangat penting pada kontribusi Piaget di lapangan. Meskipun mereka berbagi beberapa ide umum, terdapat perbedaan yang signifikan antara mereka. Di topik tahap konstruktivis, Piaget percaya bahwa pengembangan mendahului pembelajaran, sedangkan Vygotsky percaya sebaliknya.

    ReplyDelete
  3. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Seseorang membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Maka pengetahuan bukanlah tentang dunia lepas dari pengamat tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh dialaminya.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jean Piaget psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme, teori pengetahuannya dikenal dengan teori adaptasi kognitif. Menurut Piaget setiap organisme harus dapat beradaptasi dengan lingkungannya untuk dapat bertahan hidup. Analog dengan hal tersebut manusia (siswa) pada kenyataanya berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan persoalan yang harus ditanggapinya secara kognitif. Maka siswa harus mengembangkan skema pemikiran yang lebih umum atau rinci atau perlu perubahan, menjawab, menginterpretasikan pengalaman tersebut. Dengan cara ini pengetahuan seseorang terbentuk dan selalu berkembang. Konstruktivisme menekankan perkembangan dan konsep dan pengertian yang lebih mandalam, pengetahuan sebagai konstruksi aktif yang dibuat siswa. Jika seseorang tidak aktif membangun pengetahuannya, meskipun usianya tua tetap tidak akan berkembang pengetahuannya. Pengetahuan berguna jika pengetahuan tersebut mampu memecahkan persoalan yang ada.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://edutechwiki.unige.ch/en/Socio-constructivism Banyak publikasi membahas masalah sampai sejauh mana teori yang berbeda membahas aspek pembelajaran yang berbeda. Misalnya. Cobb (1994) memeriksa apakah "pikiran" ada di kepala atau dalam aksi sosial, dan berpendapat bahwa kedua perspektif harus digunakan bersamaan, karena keduanya sama bergunanya dengan yang lain. Apa yang dilihat dari satu perspektif karena penalaran kumpulan individu yang saling beradaptasi terhadap tindakan masing-masing dapat dilihat di lain sebagai norma dan praktik komunitas kelas (Cobb, 1998). Dialektika ini diperiksa secara lebih rinci oleh Salomon dan Perkins (1998), yang menyarankan cara metafora "akuisisi" dan "partisipasi" belajar saling terkait dan berinteraksi secara sinergis. Mereka memodelkan entitas sosial sebagai pembelajar (misalnya, tim sepak bola, bisnis atau keluarga), membandingkannya dengan pembelajaran seseorang dalam lingkungan sosial, dan mengidentifikasi tiga jenis hubungan utama: Pembelajaran individual dapat menjadi pembelajaran yang kurang bermotif sosial, Individu dapat berpartisipasi dalam pembelajaran kolektif, kadang-kadang dengan apa yang dipelajari didistribusikan ke seluruh kolektif lebih banyak daripada di dalam pikiran seseorang, Individu dan aspek sosial belajar di kedua indra ini, dapat berinteraksi dari waktu ke waktu untuk saling memperkuat satu sama lain dalam 'hubungan spiral timbal balik'.

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Social constructivism is a sociological theory of knowledge according to which human development is socially situated and knowledge is constructed through interaction with others. The phrase was coined by Peter L. Berger and Thomas Luckmann in The Social Construction of Reality. Based on a combination of Alfred Schutz' Sociology of Knowledge and Durkheim's concept of institutions, their theory aims to answer the question of how subjective meaning becomes a social fact.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Social_constructivism

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Sosial-konstruktivisme menekankan dampak kolaborasi, dan negosiasi pemikiran dan pembelajaran. Gagasan sentral dalam sosial-konstruktivisme dibantu pembelajaran, sebuah konsep yang dipengaruhi oleh sosial budaya dan konsep pembelajaran proksimalnya. Beberapa juga akan mencakup locationness, yaitu interaksi dengan konteks sosial dan fisik. Bentuk pertama dari sosio-konstruktivisme dapat didefinisikan sebagai sebuah pendekatan yang menurutnya pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosialnya. Oleh karena itu penelitian tentang pembelajaran kolaboratif sangat diminati dalam mekanisme pembelajaran yang dipicu oleh kegiatan kolaboratif yang spesifik.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid.
    Dari Piaget ke Vygotsky ada pergeseran konseptual dari individu ke kolaborasi, interaksi sosial, dan aktivitas sosiokultural. Dalam pendekatan konstruktivisme Piaget, murid mengkonstruksi pengetahuan dengan menstransformasikan, mengorganisasikan, dan mengorganisasi pengetahuan sebelumnya. Konstruktivisme Vygotsky menekankan bahwa murid mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain.

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kontruktivisme sosial berada dalam posisi middle ground dalam Hubungan Internasional sebagai penjembatan antara perbedaan teori-teori rasionalis seperti neorealisme dan neoliberalisme dengan teori reflektifis seperti postmodernisme, feminisme, dan critical theory. Tema utama dari kontruktivisme dalam perubahan, sosialitas, dan proses dalam berinteraksi membuat kemungkinan untuk menganalisa dimensi dari ilmu Hubungan Internasional yang telah diabaikan, mengingat penekanan oleh teori-teori dominan pada generalisasi di seluruh waktu, material, dan gagasan tentang struktur yang telah ditentukan.

    ReplyDelete
  10. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari sumber pada elegi ini, dapat kita ketahui bahwa dalam Matematika, konstruktivisme Sosial memandang matematika sebagai konstruksi sosial. Hal ini mengacu pada sifat tradisional, dalam menerima kenyataan bahwa bahasa manusia, peraturan dan kesepakatan memainkan peran kunci dalam mengembangkan dan membenarkan kebenaran matematika. Diambil dari kuasi-empirisme, epistemologi fallibilist, termasuk pandangan bahwa pengetahuan dan konsep matematika berkembang dan berubah. konstruktivisme sosial adalah suatu deskriptif sebagai lawan dari filsafat preskriptif matematika, bertujuan untuk menjelaskan hakekat matematika dipahami secara luas, seperti pada kriteria kecukupan. Dasar untuk menggambarkan pengetahuan matematika sebagai konstruksi sosial dan untuk mengadopsi nama ini adalah tiga: Dasar pengetahuan matematika adalah pengetahuan linguistik, kesepakatan (convention) dan aturan; sedangkan bahasa adalah konstruksi sosial, Proses sosial interpersonal diperlukan untuk mengubah pengetahuan matematika subjektif individu, setelah publikasi, dalam menerima pengetahuan matematika secara objektif, Objektivitas itu sendiri akan dipahami sebagai sosial.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dan lain-lain.
    Teori sosial-konstruktivisme menekankan dampak kolaborasi, dan negosiasi pemikiran dan pembelajaran. Gagasan sentral dalam sosial-konstruktivisme dibantu pembelajaran, sebuah konsep yang dipengaruhi oleh sosial budaya dan konsep pembelajaran proksimalnya. Beberapa juga akan mencakup locationness, yaitu interaksi dengan konteks sosial dan fisik.

    ReplyDelete
  12. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Teori konstruksi sosial (sosial construction)merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan. Konstruksi sosial menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu, seperti yang diklaim oleh konstruktivis individu. Pengetahuan dipandang sebagai konstruksi intersubjektif kolaboratif dan dialokasikan oleh individu dari praktek-praktek sosial terorganisir dari kelompok di mana mereka berpartisipasi. Dengan demikian, pengetahuan atau makna yang tertanam dalam bentuk partisipatif praktek sosial dan tunduk pada pengaruh penataan proses sejarah dan keyakinan sosial budaya yang mengelilingi praktek tersebut.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Menguraikan yang lainnya, bahwa Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Strategi pengajaran menggunakan konstruktivisme sosial sebagai rujukan termasuk pengajaran dalam konteks yang secara pribadi bermakna bagi siswa, menegosiasikan makna yang diambil bersama dengan siswa, diskusi kelas, kolaborasi kelompok kecil, dan menilai aktivitas bermakna atas jawaban yang benar (Wood et al, 1995). Cobb (1994) membandingkan pendekatan penyampaian matematika sebagai "isi" terhadap teknik pembinaan munculnya gagasan matematika dari praktik kolektif komunitas kelas. Penekanan berkembang pada penggunaan beberapa epistemologi guru, untuk mempertahankan ketegangan dialektik antara panduan guru dan eksplorasi yang dilakukan oleh siswa, serta antara pembelajaran sosial dan pembelajaran individu.
    Fungsi utama lingkungan belajar sosio-konstruktivis adalah:
    Refleksi & Pertukaran
    Perancah & storyboard
    Fasilitasi & Konten
    Monitoring & Penilaian
    Produksi, Investigasi dll.
    Dukungan psikologis & Komunitas.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Secara umum, pendekatan konstruktivis sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikonstruksikan bersama. Pendekatan konstruktivis sosial ini sangat dipengaruhi oleh teori perkembangan kognitif Vygotsky (1896-1934). Vygotsky mengatakan bahwa perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sosial dan kultural. Dia percaya bahwa perkembangan memori, perhatian, dan nalar melibatkan pembelajaran untuk menggunakan alat yang ada dalam masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan strategi memori. Pendekatan konstruktivis akan membuat siswa mudah memahami suatu konsep apabila dalam proses belajar menekankan pada murid agar dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Dengan cara belajar seperti itu dapat dikatakan proses belajar bermakna, karena tidak saja terkait dengan ketercapaian materi belajar, namun siswa juga belajar hidup sosial ketika melakukan diskusi kelompok.

    ReplyDelete
  15. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk membangun pengetahuan yang baru pada diri sendiri bisa dngan menggunakan pengetahuan yang sudah ada menjadi pengetahuan yang baru. Bentuk konstruksi ini adalah dasar dalam pembelajaran yang efisien karena dengan membangun pengetahuan sendiri maka seseorang akan lebih paham secara mendalam tentang pengetahuan baru yang didapatnya. Contructivism berkembang menjadi socio-contructivism yang bersumber pada kehidupan sosial, akan muncul klai-klaim yang dibangun karena interaksi antar sesama manusia. Klaim yang terbentuk oleh socio-contructivism ini bisa bernilai benar tergantung pada sudut pandang yang memandang kebenaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pengetahuan baru tentang socio-constructivism. Dimana socio-constructivism merupakan teori sosiologis pengetahuan yang menurutnya pembangunan manusia terletak dan pengetahuan sosial dibangun melalui interaksi dengan orang lain. Dari definisi ini kita bisa mengimplikasikannya ke dalam sebuah pembelajaran. Karena selain dapat merangsang siswa dalam mengkontruksi pemikirannya, mereka juga dapat membangun jiwa sosial mereka melali interaksi dengan orang lain dimana dalam menyikapi definisi tersebut.

    ReplyDelete
  17. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berdasarkan dari link yang terdapat pada posting diatas, beberapa artikel menjelaskan bahwa sosio-konstruktivisme dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang menurut pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial itu. Hal yang sangat relevan dalam belajar adalah proses komunikasi (dialog pembelajaran) yang terjadi dalam situasi di mana setidaknya dua orang mencoba untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu dalam pembelajaran inovatif dilakukan pembelajarn berbasis siswa dimana siswa diminta untuk berinteraksi satu sama lain maupun dengan guru dalam menemukan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  18. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Konstruktivisme sosial merupkan pembelajaran yang bersifat generatif. Konstruktivisme sosial adalah teori sosiologi dari pengetahuan yang menerapkan filsafat umum konstruktivisme ke sosial. Konsep ini memiliki sejarah panjang dalam pemikiran sosiologis dan filosofis, namun istilah ini telah diciptakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann dengan buku mereka Pembangunan Sosial Reality . Pembangunan manusia saat ini terjadi karena adanya interaksi, dengan adanya interaksi itu maka akan tercipta banyak pemikiran. Dari pemikiran-pemikiran itu maka akan tercipta sebuah pembangunan manusia lagi dalam dimensi sosial

    ReplyDelete
  19. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid. Dari Piaget ke Vygotsky ada pergeseran konseptual dari individu ke kolaborasi, interaksi sosial, dan aktivitas sosiokultural. Pada intinya, konstruktivis sosial yang dikembangkan oleh Vygotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar.

    ReplyDelete
  20. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Jika kita dapat mengartikannya secara kasar, maka socio-constructivism berarti bahwa ketika seseoarng membangun pengetahuan, mereka tidak dapat melakukannya sendiri, dengan kata lain memerlukan bantuan dari orang lain. Sosial kontstruktivisme merupakan salah satu bagian dari teori belajar kognitif yang dikemukakan oleh Vygotsky. Kita tahu bahwa Vygotsky mengemukakan teori belajar tentang ZPD (Zone Proximal Development) yaitu zona dimana anak mengembangkan kemampuannya. Pada zona tersebut, anak membutuhkan bantuan yang disebut dengan scaffolding. Bantuan dapat diperoleh dari orang yang lebih dewasa atau mungkin teman yang lebih memahami.

    ReplyDelete
  21. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Teori sosial-konstruktivis termaus dalam teori belajar konstruktivis. Bentuk awal dari sosio-konstruktivisme didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang menurut pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial (Piaget, Doise dan Mugny, 1984). Terdapat proses komunikasi dalam pembelajaran yang terjadi dimana setidaknya terdapat dua orang mencoba untuk memecahkan suatu masalah. Peran orang-orang yang secara langsung mempengaruhinya ialah antara lain guru, teman-teman, mahasiswa, administrator, dan anggota dalam segala bentuk kegiatan.

    ReplyDelete
  22. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam matematika sekolah diperlukan falibilis dimana keadaan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan pemikirannya melalui socio-constructivism. Socio-constructivism berarti suatu paham konstruktivisme secara sosial. Dalam konteks pembelajaran, maka Pengajaran dan pembelajaran secara jelas didasarkan pada proses konstruksi aktif peserta didik dan pada penciptaan struktur pengetahuan tingkat tinggi. Kemudian proses konstruksi juga melibatkan aktivitas sosial siswa, misalnya berupa tanya jawab atau diskusi.

    ReplyDelete
  23. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyak publikasi membahas masalah sampai sejauh mana teori yang berbeda membahas aspek pembelajaran yang berbeda. Misalnya. Cobb (1994) memeriksa apakah "pikiran" ada di kepala atau dalam aksi sosial, dan berpendapat bahwa kedua perspektif tersebut harus digunakan bersamaan, karena keduanya sama bergunanya dengan yang lain. Apa yang dilihat dari satu perspektif karena penalaran kumpulan individu yang saling beradaptasi terhadap tindakan masing-masing dapat dilihat di lain sebagai norma dan praktik komunitas kelas (Cobb, 1998). Dialektika ini diperiksa secara lebih rinci oleh Salomon dan Perkins (1998), yang menyarankan cara metafora "akuisisi" dan "partisipasi" belajar saling terkait dan berinteraksi secara sinergis. Mereka memodelkan entitas sosial sebagai pembelajar (misalnya, tim sepak bola, bisnis atau keluarga), membandingkannya dengan pembelajaran seseorang dalam lingkungan sosial, dan mengidentifikasi tiga jenis hubungan utama.

    ReplyDelete
  24. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Socio constructivism ini juga seringkali kita dengar dalam teori-teori belajar, salah satunya yang dikemukakan oleh Vygotski, yang juga lebih menekankan pada socio-constructivism. Dalam teori nya, Vygostski mengemukakan bahwa belajar yang baik agar siswa mengalami perkembangan yang lebih baik haruslah dengan berinteraksi atau dibantu oleh orang lain, Vygotski meyakini, bahwa ketika siswa belajar dengan orang lain yang lebih mumpuni, maka siswa tersebut akan memiliki kemampuan yang jauh lebih baik ketika siswa tersebut belajar sendiri atau tanpa bantuan dan interaksi dengan orang lain. Hal ini, mengisyaratkan bahwa dalam belajar siswa membangun konsep dan gagasan-gagasan pengetahuannya dengan cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain yang lebih mumpuni, Oleh karena itu, teori belajar Vygotski juga sejatinya menganut paham socio constructivism ini.

    ReplyDelete
  25. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sosio konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan konstruktivisme sosial, yaitu dalam mengkonstruksi konsep, peserta didik juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Dalam pembelajaran matematika, Cobb, Yackel dan Wood (1992) menyebutnya dengan konstruktivisme sosio (socio-constructivism), siswa berinteraksi dengan guru, dengan siswa lainnya dan berdasarkan pada pengalaman informal siswa mengembangkan strategi-strategi untuk merespon masalah yang diberikan. Karakteristik pendekatan konstruktivis sosio ini sangat sesuai dengan karakteristik RME.

    ReplyDelete
  26. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Konstruktivis sosial menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu. Pengetahuan dipandang sebagai konstruksi intersubjektif kolaboratif dan dialokasikan oleh individu dari praktek-praktek sosial terorganisir dari kelompok di mana mereka berpartisipasi (Cobb, 1994). Dengan demikian, pengetahuan atau makna yang tertanam dalam bentuk partisipatif praktek sosial dan tunduk pada pengaruh penataan proses sejarah dan keyakinan sosial budaya yang mengelilingi praktek tersebut.

    ReplyDelete
  27. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Konstruktivisme sosial merupakan pendekatan pembelajaran dimana pengetahuan bisa dibangun melalui proses sosial. Jadi pengetahuan di sini merupakan hasil dari interaksi sosial, penggunaan bahasa serta pengalaman yang dihasilkan dari kesempatan bertukar pendapat dengan orang lain khususnya dengan orang dewasa atau orang yang lebih ahli atau teman sebaya yang lebih berpengetahuan dan berpengalaman. Konterksitivme sosial ini membentuk pola atua langkah-langkah pemikiran secara runtut dengan dibantu dari hasil interaksi sosial sehingga bermanfaat atau sebagai pembelajaran bermakna untuk diri sendiri dan oranglain.

    ReplyDelete
  28. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Socio-constructivism merupakan sebuah teori yang muncul untuk menjembatani antara teori rasionalis dengan teori reflektifis. Fokus teori ini pada aspek norma, budaya, identitas, institusi politik internasional terutama dalam pembuatan kebijakan asing. Makna kata constructivism itu sendiri adalah seluruh bagian dari kehidupan sosial merupakan sesuatu yang sengaja dibentuk oleh manusia dalam berinteraksi satu sama lain. Sedangkan makna kata social dalam konteks ini yaitu menekankan posisi dalam mengkritik dan memahami realitas dalam dunia politik internasioanl. Teori socio-constructivism ini mengembangkan berbagai asumsi-asumsi untuk menyikapi fenomena dalam hubungan internasional. Kelemahan dari teori ini yaitu banyak mendapatkan kritik dari teori-teori dasar hubungan internasional, sedangkan eksistensinya bertujuan untuk menggambarkan bahwa realitas sosial bukan terjadi secara alamiah dan independen, melainkan dari tindakan-tindakan masyarakat dalam berinteraksi.

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Socio Constructivism merupakan salah satu bagian dari constructivist learning theory. Socio yang berarti sosial dan contructivism yang berarti konstruktivisme. Socio Constructivism dapat didefinisikan sebagai sebuah pendekatan dimana pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosialnya. Hal yang paling utama dalam hal ini adalah proses komunikasi (learning dialogue) yang terjadi dalam situasi antaraa dua orang atau lenih yang mencoba memecahkan suatu masalah (http://edutechwiki.unige.ch/en/Socio-constructivism). Sehingga, peran sosial yang digunakan untuk mengkonstruk atau membangun pengetahuan yang dilakukan seorang individu secara sadar melalui pola interaksinya dalam lingkungan merupakan hal yang sangat penting. Jika dikaitkan dengan pendidikan, Socio Constructivism ini perlu dilakukan untuk membantu siswa membangun sendiri pengetahuannya, salah satunya melalui pola interaksi dengan lingkungannya.

    ReplyDelete
  30. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, konstruktivisme sosial adalah merupakan ideologi yang meyakini dan menyatakan bahwa pembangunan manusia secara sosial terletak dan pengetahuan yang dibangun melalui interaksi sosial dengan orang lain. Ideologi merupakan teori sosiologi dari pengetahuan yang menerapkan filsafat konstruktivisme ke dalam ranah sosial. Konsep ini memiliki sejarah panjang dalam pemikiran sosiologis dan filosofis, namun istilah ini telah diciptakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann dalam buku yang mereka tulis yaitu “The Social Construction of Reality”. Pada saat ini pembangunan manusia terjadi karena adanya interaksi sosial, dengan adanya interaksi sosial tersebut akan tercipta dan muncul banyak pemikiran dan ide-ide. Dari ide-ide yang terbentuk tersebut maka akan terjadi suatu perubahan yaitu terciptanya sebuah pembangunan manusia lagi dalam dimensi sosial.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivisme. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, begitu yang tertulis dalam link http://edutechwiki.unige.ch/en/Socio-constructivism. sedangkan konstruktivisme itu sendiri berarti aliran pementasan drama yang menolak pemakaian latar lukisan dan bentuk dekorasi realistik agar diganti dengan konstruksi lain, seperti tangga dan sebagainya. sebagai perbandingan saya membuka link http://www.grout.demon.co.uk/Barbara/chreods.htm, namun sayang link tersebut tidak dapat saya akses.

    ReplyDelete
  32. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sosial-konstruktivisme merupakan suatu paham yang menekankan konteks sosial dan proses sosial sebagai hal penting. Jika dituangkan dalam pendekatan pembelajaran, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran, pengetahuan dibangun dan dikontruksi secara bersama. Keterlibatan dengan orang lain memberikan kesempatan keoada siswa untuk berkembang lebih baik. Siswa akan lebih mudah meningkatkan pemahaman mereka saat mereka dipertemukan dengan pemikiran orang lain. Ditambah lagi dengan partisipasi mereka dalam pencarian suatu pemahaman bersama.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Socio Constructivisme merupakan landasan filosofi pembelajaran. Salah satu prinsip kunci dalam teori ini adalah penekanan pada hakikat sosial dalam pembelajaran. Pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit karena pengetahuan bukanlah seperangkat fakta-fakta, konsep, atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia harus mengkontruksinya melalui pengalaman nyata. Menurut teori ini pengetahuan tersebut dibangun dan dikonstruksi secara bersama karena belajar lebih mudah diperoleh dalam konteks sosial budaya seseorang. Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi siswa untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka ketika bertemu dengan pemikiran orang lain dan juga ketika mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  34. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. terima kasih atas link yang bapak ssajikan. Social-construct atau konstruksi sosial adalah tatanan sosial yang tercipta melalui proses sosialisasi yang panjang dari generasi ke generasi. Ia terus direproduksi melalui interaksi sosial dalam masyarakat. Konstruksi sosial diikat oleh norma-norma yang diakui oleh suatu kebudayaan tertentu. salah-satu contoh: di salah-satu daerah di Sulawesi Selatan menganggap Bissu (waria) sebagai pendeta yang ditugaskan merawat kebudayaan asli. Hal tersebut merupakan konstruksi sosial yang telah diyakini secara turun-temurun. Kira-kira begitu pemahaman saya. Jika keliru mohon diluruskan

    ReplyDelete
  35. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Konstruktivisme sosial dapat dipandang sebagai paham yang menyatakan bahwa kebenaran tidak bersifat absolut. Dalam pembelajaran matematika konstruktivisme megajarkan kita bahwa pengalaman siswa dapat dijadikan landasan siswa dalam menentukan strategi-strategi dalam memecahkan masalah. Oleh karena itu paham ini lebih mengutamakan pengalaman. Sehingga paham ini cocok untuk pembelajaran bermakna dan dalam memaksimalkan pengalaman siswa tersebut hendaknya memberikan kesempatan siswa untuk berpikir mandiri dengan cara diberikan LKS untuk menemukan sendiri konsep yang seanjutnya didiskusikan bersama teman-temannya dan dilanjtkan dengan presentasi untuk dikonfirmasi oleh gurunya di akhir pembelajaran.

    ReplyDelete
  36. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Masalah yang begitu pelik yang sering terjadi di dalam kelas.Salah satunya siswa merasa malu untuk bertanya dan mengungkapkan gagasannya.Saya merasa bahwa kecenderungan guru yang selalu menginisiasi keaadan sehingga hal itu terjadi pada peserta didik.Berdasarkan hasil bacaan yang sebelumnya dan yang sekarang, bahwa kehadiran sosial kontruktivisme untuk mengkontruksi pemahaman anak dengan dikaitkan kehidupan sosialnya.Dalam sosial konstruktivisme, anak membentuk sebuah kelompok belajar dan berkolaborasi dengan teman-temannya di dalam melaksanakan diskusi.Jika menatap kembali dari sebelumnya bahwa sosial kontruktivisme identik dengan di abad ke 21.Yang berusaha merenovasi keadaan system pembelajran yang terjadi di abad 20.Dengan memberikan kemerdekaan kepada anak untuk bebas dalam berpikir guna mengembangkan pengetahuannya

    ReplyDelete
  37. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Socio-constructivism merupakan suatu pandangan konstruktivisme secara sosial, artinya pengetahuan individu sangat bergantung pada konstruksi sosiallnya. Dalam konteks pembelajaran, konstroktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan dibangun dan dikonstruksi secara bersama-sama. Keterlibatan orang lain akan membuka kesempatan bagi anak untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahamannya terkait dengan pembelajaran.

    ReplyDelete
  38. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Dalam pembelajaran baik di kelas maupun di luar kelas tidak terlepas dengan kegiatan interaksi baik yang dilakukan antar siswa,interaksi antar guru dan siswa, interaksi siswa dengan media pembelajaran dan lain sebagainya. Kegiatan interaksi-interaksi tersebut tentunya bertujuan untuk membangun pengetahuan. Dan pada Sosial-konstruktivisme menekankan dampak kolaborasi, dan negosiasi pemikiran dan pembelajaran. Menurut sosial konstruktivisme pengetahuan individu bergantung pada kegiatan sosial interaksi individu yang bersangkutan. ang terutama relevan dalam hal ini adalah proses komunikasi (learning dialogue) yang terjadi dalam situasi dimana setidaknya dua orang mencoba memecahkan suatu masalah.

    ReplyDelete
  39. 353. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Socio-contruktivisme barusaha membangun pemikiran dan gagasan manusia berdasarkan kontruksi sosialnya, unsur-unsur yang ada di kehidupan sosialnya. Oleh karena itu, memahami kehiduoan soa=sial individu maupun kelompok sangat penting., Berbicara soal pendidikan matematika, filsafat kontruktivisme sosial memandang bahwa kebenaran matematika tidak bersifat absolut serta mengidentifikasi matematika sebagai rutinitas kehidupan sehari-hari.Terima kasih

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Menurut Vygotsky, ada dua prinsip penting berkenaan dengan teori konstruktivisme sosial, yaitu:
    a. Mengenai fungsi dan pentingnya bahasa dalam komunikasi sosial yang dimulai proses pencanderaan terhadap tanda (sign) sampai kepada tukar menukar informasi dan pengetahuan,
    b. Zona of proximal development. Pendidik sebagai mediator memiliki peran mendorong dan menjembatani siswa dalam upayanya membangun pengetahuan, pengertian dan kompetensi.

    ReplyDelete
  41. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Menurut Ernest filsafat konstruktivis sosial memandang kebenaran matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari pemecahan masalah dan pengajuan masalah oleh manusia. Dalam pembelajaran matematika dengan konstruktivisme sosio, siswa berinteraksi dengan guru, dengan siswa lainnya dan berdasarkan pada pengalaman informal siswa mengembangkan strategi-strategi untuk merespon masalah yang diberikan. Mohon dikoreksi apabila terdapat kesalahan. Wassalamu’alaikum.

    ReplyDelete
  42. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas, sosio konstruktivisme adalah suatu pendekatan yang menurut pengetahuan suatu individu bergantung pada kontruksi sosial. Pengetahuan merupakan suatu suatu hasil dari sebuah konstruksi pola pikir yang dibangun oleh manusia itu. Konstruksi berarti bersifat membangun. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep dan kaidah yang siap diambil dan diingat. Menurut penganut sosio-constructivism ini beranggapan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh siswa dari proses belajar bergantung pada bagaimana guru mentrasfer ilmu dan membuat pembelajaran menjadi bermakna. paham ini menunjukkan adanya tingkat kebergantungan individu terhadap lingkungan.

    ReplyDelete
  43. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dari link yang saya baca, teori tentang sosio-konstruktivis merupakan salah satu teori dalam pembelajaran konstruktivis. Istilah sosio-konstruktivis juga digunakan untuk merancang strategi pedagogi tertentu, model desain instruksional, dll. Teori sosio-konstruktibis ini menekankan pada konteks sosial dari pembeajaran dan bahwa pengetahuan ini dibangun dan dikonstruksi secara bersama. Maka sebagai seorang calon guru, perlu untuk kita mempelajari sosio-konstruktivis ini. Dengan mempelajari sosio-konstruktivis ini akan menambah pengetahuan kita tenang berbagai model dan strategi pembelajaran.

    ReplyDelete
  44. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pada pembelajaran konstruktivis. Istilah sosial-konstruktivis juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dan lain-lain. Konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang memiliki anggapan bahwa pengetahuan adalah hasil dari konstruksi atau bentukan manusia itu sendiri. Menurut paham konstruktivisme, pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seseorang kepada yang lain, tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh tiap-tiap orang.

    ReplyDelete
  45. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Sosio Konstruktivisme adalah sebuah paham yang menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Disini meyakini bahwa segala sesuatu dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Interaksi sosial akan membantu membangun sebuah pemahaman. Dalam kegiatan sosial juga yang mampu mempengaruhi seseorang. Beberapa contoh secara sosial yang mempengaruhi yaitu lingkungan keluarga, sekolah dan lingkungan lainnya. Contoh, jika seorang anak berada dilingkungan yang buruk, maka ada kemungkinan sikap perbuatan yang tebentuk dari diri anak yaitu yang buruk juga. Oleh sebab itu adanya paham sosio kntruktivisme.

    ReplyDelete
  46. Junianto
    PM C

    Konsturktivisme sosial merupakan pandangan kontrukstivisme secara sosial yang berarti bahwa pengetahuan individu yang dibangun akan sangat bergantung dengan konstruksi sosialnya. Kaitannya dengan pembelajaran, pengetahuan siswa akan dikaitkan dengan kehidupan sosialnya. Sehingga dalam membangun pengetahuannya, siswa tetap bisa belajar dari lingkungan sosialnya.

    ReplyDelete
  47. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran konstektual. Pemikir konstruktivis, Vygotsky menekankan pentingnya peran konstruksi pengetahuan sebagai proses social dan kebersamaan. Dalam pembelajaran matematika, dengan konstruktivisme sosio (socio-constructivism) siswa berinteraksi dengan guru, sehingga lahirlah komunikasi yang interaktif antara siswa dan guru yang menjadikan kegiatan belajar mengajar menjadi hidup dan aktiv.

    ReplyDelete
  48. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Teori kontriktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, atau sering kira pahami yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Dengan demikian, socio contructivism (konstruktivisme sosio) merupakan proses belajar untuk menciptakan suatu pemahaman terhadap apa yang sedang dipelajari berdasarkan hasil interaksi sosial baik siswa berinteraksi dengan guru, maupun dengan siswa lainnya.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  49. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Konstruktivisme sosial itu adalah proses membangun pengetahuan dengan bantuan, atau pengaruh dari unsur lingkungan sosial yang ada di sekitar peserta didik (manusia). Konstruktivisme Radikal itu hanya dapat mengakui apa yang dibentuk oleh pikiran manusia. Pengikut pemahaman ini mengesampingkan hubungan antara pengetahuan dan kenyataan sebagai kriteria kebenaran.

    ReplyDelete
  50. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sosial konstruktivisme adalah teori pengetahuan sosiologis dimana pembangunan manusia terletak dan pengetahuan sosial dibangun melalui interaksi dengan orang lain. Dalam pembelajaran yang menganut konstrukstivisme maka pengajaran dan pembelajaran secara jelas didasarkan pada proses konstruksi aktif peserta didik dan pada penciptaan struktur pengetahuan tingkat tinggi

    ReplyDelete
  51. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa socio-constructivism adalah salah satu teori belajar yang dapat didefinisikan sebagai pendekatan di mana pengetahuan seseorang bergantung pada konstruksi sosial. Banyak ahli yang menganggap teori ini berawal dari Vygotsly yang berfokus pada peran masyarakat atau sosial dalam perkembangan seseorang.

    ReplyDelete
  52. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Socio-constructivime adalah pandangan konstruktivisme yang menekankan pada konteks sosial. Konstruktivisme sosial memandang matematika sebagai suatu konstruksi sosial dimana konstruktivisme sosial menghubungkan pengetahuan subjektif dan objektif dalam sebuah siklus di mana masing-masing memberikan kontribusi dalam pembaruan satu sama lain. Pengetahuan subjektif adanya dalam diri siswa (persepsi) dengan pengetahuan objektif yang diperoleh siswa melalui proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  53. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Teori sosial-konstruktivis adalah salah satu jenis teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dan lain-lainnya. Sosial konstruktivis menekankan pada aspek sosial. Jika ditarik dalam bidang pembelajaran, sosial konstruktivis mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dapat dibangun secara bersama-sama (mutualisme). Jadi, aspek sosial dapat mendorong seseorang untuk memperoleh pengetahuannya.

    ReplyDelete
  54. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid.

    ReplyDelete
  55. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Socio-constructivis (Konstruktivis sosial) menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu, seperti yang diklaim oleh konstruktivis individu. Pengetahuan dipandang sebagai konstruksi intersubjektif kolaboratif dan dialokasikan oleh individu dari praktek-praktek sosial terorganisir dari kelompok. Masyarakat socio constructivisme adalah masyarakat yang terus berusaha memperbaiki nilai-nilai kehidupan mereka dalam tataran social

    ReplyDelete
  56. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Secara umum, pendekatan sosio konstruktivisme menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama.

    ReplyDelete
  57. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Konstruksivisme Sosial memandang bahwa antara seorang pembelajar dan kehidupan atau fenomena sosial terjadi hubungan yang tidak terpisahkan. Dalam paham atau sudut pandang ini, pemikiran atau pengetahuan dipandang sebagai interaksi sosial atau percakapan.

    Terimakasih

    ReplyDelete
  58. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sosio-constructivisme adalah aliran konstruksi sosial yang menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan menegaskan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikonstruksikan bersama (mutual). Pendekatan konstruktivis sosial ini sangat dipengaruhi oleh teori perkembangan kognitif Vygotski. Dalam pembelajaran, konstruksivisme sosial terlihat saat proses scaffolding dan ZPD diberikan pada siswa. Dalam kehidupan, aliran ini diterapkan saat berinteraksi dengan orang lain dan mengkontruksikan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  59. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika kita mengenal mengenai konstruktivisme yang fokus pada masing-masing indovidu, maka sosio construktivism ini tidak hanya fokus pada masing-masing individu saja namun lebih fokus terhadap suatu komunitas atau golongan. Sehingga pengetahuan itu diperoleh dari interaksi sosial antar individu datu dengan yang lainnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  60. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Socio-constructivism adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Socio-constructivism dilihat sebagai pendekatan yang mampu mendorong siswa untuk mengembangkan potensi-potensi dirinya secara aktif. Siswa tidak lagi dilihat sebagai kertas kosong, tetapi seorang yang memiliki bekal pengetahuan. Dalam prosesnya, bekal pengetahuan yang dimiliki siswa akan berinteraksi dengan pengalaman baru sehingga menghasilkan pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  61. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Sosio konstruktivisme menganggap bahwa konstruksi sosial memegang peranan penting dalam membangun pengetahuan. Dalam pembelajaran terapan dari paham ini adalah pendekatan konstruktivisme sosial, yang memandang bahwa lingkungan sosial sangat berpengaruh terhadap bagaimana siswa mengkonstruksi konsep. Dalam mengkonstruksi suatu konsep, siswa berinteraksi dengan siswa lain atau dengan guru untuk mengembangkan strategi dalam penyelesaian masalah. Teori pembelajaran ini sebagaimana teori dari Vigotsky, namun dalam filsafat juga ada tokohnya.

    ReplyDelete
  62. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Penting kiranya dalam usaha memeroleh pengetahuan untuk dapat membangun sendiri pengetahuan yang sudah ada menjadi pengetahuan baru. Bentuk konstruksi ini menjadi dasar dalam pembelajaran yang cukup efisien karena dengan membangun pengetahuan sendiri, seseorang akan lebih memahami sesuatu secara mendalam. Constructivism berkembang menjadi socio-constructivism yang berakar dari kehidupan sosial manusia, dimana muncul klaim-klaim yang dibangun oleh hasil interaksi antar sesama manusia. Klaim yang terbentuk dari socio-constructivism ini dapat bernilai benar tergantung sudut pandang seseorang dalam memandangnya saja.

    ReplyDelete