Dec 1, 2012

SOCIO-CONSTRUCTIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SOCIO-CONSTRUCTIVISM, bisa konek berikut:









Wss Wr Wb
Marsigit

39 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sosio konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan konstruktivisme sosial, yaitu dalam mengkonstruksi konsep, peserta didik juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial.
    Dalam mengkonstruksi suatu konsep, siswa berinteraksi dengan siswa lain atau dengan guru untuk mengembangkan strategi dalam penyelesaian masalah (misal dalam PMRI). Teori pembelajaran diini adalah teori dari Vigotsky, namun dalam filsafat juga ada tokohnya.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sosio konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif sosial , yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru, apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman dan dihubungkan dengan dunia sosial. Hal Ini yang menyebabkan seseorang mempunyai pengetahuan dan menjadi lebih dinamis dalam menajani kehidupan.


    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Teori sosial-kontruktivis merupakan varian dari teori belajar konstrutivis yang digunakan untuk merancang strategi pedagogik, desain model instruksional dll. Piaget, Doise dan Mugni mengemukakan bahwa bentuk pertama sosio konstruktivis dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan di mana pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial. Hal ini berarti bahwa kemampuan manusia dalam melakukan berbagai hal bergantung kepada orang-orang yang ada di sekitarnya atau kaitan kehidupan sosialnya yang secara tidak langsung mempengaruhi manusia dalam melakukan apa yang hendak dilakukannya.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Teori Konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu kebermaknaan dari apa yang dipelajari. Filsafat konstruktivis sosial memandang kebenaran matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari pemecahan masalah dan pengajuan masalah (problem posing) oleh manusia (Ernest, 1991).

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Teori sosial-konstruktivis adalah varian dari konstruktivis teori belajar . Istilah ini juga digunakan untuk merancang tertentu strategi pedagogik , model desain instruksional , dll
    strategi pengajaran menggunakan konstruktivisme sosial sebagai rujukan sebuah termasuk mengajar dalam konteks yang mungkin secara pribadi bermakna untuk siswa, negosiasi diambil-sebagai-berbagi makna dengan siswa, diskusi kelas, kolaborasi-kelompok kecil, dan menilai kegiatan yang berarti lebih jawaban yang benar (Wood et al, 1995). Cobb (1994) kontras pendekatan memberikan matematika sebagai "konten" terhadap teknik membina munculnya ide-ide matematika dari praktek-praktek kolektif masyarakat kelas. Penekanan tumbuh pada penggunaan guru dari beberapa epistemologi, untuk menjaga ketegangan dialektis antara bimbingan guru dan eksplorasi siswa-diprakarsai, serta antara pembelajaran sosial dan pembelajaran individu.
    fungsi kunci dari lingkungan belajar sosial-konstruktivis adalah:
    • Refleksi & Efek
    • Perancah & Storyboard
    • Fasilitasi & Konten
    • Pemantauan & Assessment
    • Produksi, Investigasi dll
    • dukungan psikologis & Komunitas.

    References:
    http://edutechwiki.unige.ch/en/Socio-constructivism

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Vygotsky, yang menyatakan bahwa siswa dalam mengkonstruksi suatu konsep perlu memperhatikan lingkungan sosial. Konstruktivisme ini oleh Vygotsky disebut konstruktivisme sosialPendekatan yang mengacu pada konstruktivisme sosial (filsafat konstruktivis sosial) disebut pendekatan konstruktivis sosial. Filsafat konstruktivis sosial memandang kebenaran matematika tidak bersifat absolut dan mengidentifikasi matematika sebagai hasil dari pemecahan masalah dan pengajuan masalah (problem posing) oleh manusia (Ernest, 1991). Dalam pembelajaran matematika, Cobb, Yackel dan Wood (1992) menyebutnya dengan konstruktivisme sosio (socio-constructivism), siswa berinteraksi dengan guru, dengan siswa lainnya dan berdasarkan pada pengalaman informal siswa mengembangkan strategi-strategi untuk merespon masalah yang diberikan. Karakteristik pendekatan konstruktivis sosio ini sangat sesuai dengan karakteristik RME.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Konstruktivisme sosial mengklaim bahwa peran guru (atau orang tua/teman) sangat penting dalam “scaffolding” pembelajaran. Karakteristik dari konstruktivisme sosial adalah pembelajaran kognitif dan sosial merupakan konstruksi aktif pengetahuan melalui interaksi dengan orang lain, guru membantu dan menuntun interaksi siswa serta membantu mereka membangun pemahaman dan gagasan mereka sendiri.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Socio-Contructivism merupakan teori pembelajaran konstruktivis yang digunakan untuk merancang strategi pedagogis, profesional, model desain instruksional dan lain sebagainnya. Menurut teori belajar sosio-contructivism pembelajaran yang di lakukan secara mandiri kurang dalam aspek sosialnya. Strategi pembelajaran menggunakan sosio-contructivism dapat menghasilkan pembelajaran yang bermakna bagi siswa dikarenakan pembelajaran yang terjadi merupakan hasil diskusi sesama siswa, kolaborasi dalam kelompok kecil, serta lebih menekankan pada pembelajaran sosial serta guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Konstruktivis sosial menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu, seperti yang diklaim oleh konstruktivis individu.
    Sehingga pengetahuan yang diperoleh dari hasil konstruktivis hubungan sosial antar individu.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam sosial konstruktivis pengetahuan atau makna yang tertanam diperoleh dari partisipatif praktek sosial dan tunduk pada pengaruh penataan proses sejarah dan keyakinan sosial budaya yang mengelilingi praktek tersebut.
    Sehingga pengetahuan diperoleh dari komunikasi sosial.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Konstruktivisme menunjukkan bahwa peserta didik didorong untuk membangun pengetahuan mereka sendiri, bukanmenyalin dari otoritas, baik itu buku atau guru, dalam situasi yang realistis bukan decontextualised, situasi formal seperti disebarkan dalam buku teks tradisional, dan bersama-sama dengan lain bukan pada mereka sendiri. (Kanselaar, De Jong, Andriessen & Goodyear, 2001).

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sedangkan konstruktivisme sosial-budaya (perspektif sosio-konstruktivis) diungkapkan oleh Lev Vygotsky (1896-1934) bahwa relevansi utama konstruktivisme berasal dari teori-teorinya tentang bahasa, pemikiran, dan mediasi mereka dengan masyarakat. Dia memegang posisi anti-realis bahwa proses mengetahui lebih merupakan salah satu akibat adanya keterlibatan dari orang lain dan dimediasi oleh masyarakat dan budaya. Bagian penting dari pekerjaan Vygotsky (1986) sangat penting pada kontribusi Piaget di lapangan. Meskipun mereka berbagi beberapa ide umum, terdapat perbedaan yang signifikan antara mereka. Di topik tahap konstruktivis, Piaget percaya bahwa pengembangan mendahului pembelajaran, sedangkan Vygotsky percaya sebaliknya.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Pengetahuan bukanlah gambaran dari dunia kenyataan yang ada. Pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Seseorang membentuk skema, kategori, konsep dan struktur pengetahuan yang diperlukan untuk pengetahuan. Maka pengetahuan bukanlah tentang dunia lepas dari pengamat tetapi merupakan ciptaan manusia yang dikonstruksikan dari pengalaman atau dunia sejauh dialaminya.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Jean Piaget psikolog pertama yang menggunakan filsafat konstruktivisme, teori pengetahuannya dikenal dengan teori adaptasi kognitif. Menurut Piaget setiap organisme harus dapat beradaptasi dengan lingkungannya untuk dapat bertahan hidup. Analog dengan hal tersebut manusia (siswa) pada kenyataanya berhadapan dengan tantangan, pengalaman, gejala baru, dan persoalan yang harus ditanggapinya secara kognitif. Maka siswa harus mengembangkan skema pemikiran yang lebih umum atau rinci atau perlu perubahan, menjawab, menginterpretasikan pengalaman tersebut. Dengan cara ini pengetahuan seseorang terbentuk dan selalu berkembang. Konstruktivisme menekankan perkembangan dan konsep dan pengertian yang lebih mandalam, pengetahuan sebagai konstruksi aktif yang dibuat siswa. Jika seseorang tidak aktif membangun pengetahuannya, meskipun usianya tua tetap tidak akan berkembang pengetahuannya. Pengetahuan berguna jika pengetahuan tersebut mampu memecahkan persoalan yang ada.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://edutechwiki.unige.ch/en/Socio-constructivism Banyak publikasi membahas masalah sampai sejauh mana teori yang berbeda membahas aspek pembelajaran yang berbeda. Misalnya. Cobb (1994) memeriksa apakah "pikiran" ada di kepala atau dalam aksi sosial, dan berpendapat bahwa kedua perspektif harus digunakan bersamaan, karena keduanya sama bergunanya dengan yang lain. Apa yang dilihat dari satu perspektif karena penalaran kumpulan individu yang saling beradaptasi terhadap tindakan masing-masing dapat dilihat di lain sebagai norma dan praktik komunitas kelas (Cobb, 1998). Dialektika ini diperiksa secara lebih rinci oleh Salomon dan Perkins (1998), yang menyarankan cara metafora "akuisisi" dan "partisipasi" belajar saling terkait dan berinteraksi secara sinergis. Mereka memodelkan entitas sosial sebagai pembelajar (misalnya, tim sepak bola, bisnis atau keluarga), membandingkannya dengan pembelajaran seseorang dalam lingkungan sosial, dan mengidentifikasi tiga jenis hubungan utama: Pembelajaran individual dapat menjadi pembelajaran yang kurang bermotif sosial, Individu dapat berpartisipasi dalam pembelajaran kolektif, kadang-kadang dengan apa yang dipelajari didistribusikan ke seluruh kolektif lebih banyak daripada di dalam pikiran seseorang, Individu dan aspek sosial belajar di kedua indra ini, dapat berinteraksi dari waktu ke waktu untuk saling memperkuat satu sama lain dalam 'hubungan spiral timbal balik'.

    ReplyDelete
  16. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Social constructivism is a sociological theory of knowledge according to which human development is socially situated and knowledge is constructed through interaction with others. The phrase was coined by Peter L. Berger and Thomas Luckmann in The Social Construction of Reality. Based on a combination of Alfred Schutz' Sociology of Knowledge and Durkheim's concept of institutions, their theory aims to answer the question of how subjective meaning becomes a social fact.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Social_constructivism

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Sosial-konstruktivisme menekankan dampak kolaborasi, dan negosiasi pemikiran dan pembelajaran. Gagasan sentral dalam sosial-konstruktivisme dibantu pembelajaran, sebuah konsep yang dipengaruhi oleh sosial budaya dan konsep pembelajaran proksimalnya. Beberapa juga akan mencakup locationness, yaitu interaksi dengan konteks sosial dan fisik. Bentuk pertama dari sosio-konstruktivisme dapat didefinisikan sebagai sebuah pendekatan yang menurutnya pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosialnya. Oleh karena itu penelitian tentang pembelajaran kolaboratif sangat diminati dalam mekanisme pembelajaran yang dipicu oleh kegiatan kolaboratif yang spesifik.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid.
    Dari Piaget ke Vygotsky ada pergeseran konseptual dari individu ke kolaborasi, interaksi sosial, dan aktivitas sosiokultural. Dalam pendekatan konstruktivisme Piaget, murid mengkonstruksi pengetahuan dengan menstransformasikan, mengorganisasikan, dan mengorganisasi pengetahuan sebelumnya. Konstruktivisme Vygotsky menekankan bahwa murid mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Kontruktivisme sosial berada dalam posisi middle ground dalam Hubungan Internasional sebagai penjembatan antara perbedaan teori-teori rasionalis seperti neorealisme dan neoliberalisme dengan teori reflektifis seperti postmodernisme, feminisme, dan critical theory. Tema utama dari kontruktivisme dalam perubahan, sosialitas, dan proses dalam berinteraksi membuat kemungkinan untuk menganalisa dimensi dari ilmu Hubungan Internasional yang telah diabaikan, mengingat penekanan oleh teori-teori dominan pada generalisasi di seluruh waktu, material, dan gagasan tentang struktur yang telah ditentukan.

    ReplyDelete
  21. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari sumber pada elegi ini, dapat kita ketahui bahwa dalam Matematika, konstruktivisme Sosial memandang matematika sebagai konstruksi sosial. Hal ini mengacu pada sifat tradisional, dalam menerima kenyataan bahwa bahasa manusia, peraturan dan kesepakatan memainkan peran kunci dalam mengembangkan dan membenarkan kebenaran matematika. Diambil dari kuasi-empirisme, epistemologi fallibilist, termasuk pandangan bahwa pengetahuan dan konsep matematika berkembang dan berubah. konstruktivisme sosial adalah suatu deskriptif sebagai lawan dari filsafat preskriptif matematika, bertujuan untuk menjelaskan hakekat matematika dipahami secara luas, seperti pada kriteria kecukupan. Dasar untuk menggambarkan pengetahuan matematika sebagai konstruksi sosial dan untuk mengadopsi nama ini adalah tiga: Dasar pengetahuan matematika adalah pengetahuan linguistik, kesepakatan (convention) dan aturan; sedangkan bahasa adalah konstruksi sosial, Proses sosial interpersonal diperlukan untuk mengubah pengetahuan matematika subjektif individu, setelah publikasi, dalam menerima pengetahuan matematika secara objektif, Objektivitas itu sendiri akan dipahami sebagai sosial.

    ReplyDelete
  22. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dan lain-lain.
    Teori sosial-konstruktivisme menekankan dampak kolaborasi, dan negosiasi pemikiran dan pembelajaran. Gagasan sentral dalam sosial-konstruktivisme dibantu pembelajaran, sebuah konsep yang dipengaruhi oleh sosial budaya dan konsep pembelajaran proksimalnya. Beberapa juga akan mencakup locationness, yaitu interaksi dengan konteks sosial dan fisik.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Teori konstruksi sosial (sosial construction)merupakan teori sosiologi kontemporer yang berpijak pada sosiologi pengetahuan. Konstruksi sosial menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu, seperti yang diklaim oleh konstruktivis individu. Pengetahuan dipandang sebagai konstruksi intersubjektif kolaboratif dan dialokasikan oleh individu dari praktek-praktek sosial terorganisir dari kelompok di mana mereka berpartisipasi. Dengan demikian, pengetahuan atau makna yang tertanam dalam bentuk partisipatif praktek sosial dan tunduk pada pengaruh penataan proses sejarah dan keyakinan sosial budaya yang mengelilingi praktek tersebut.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Menguraikan yang lainnya, bahwa Teori sosial-konstruktivis adalah varian teori pembelajaran konstruktivis. Istilah ini juga digunakan untuk merancang strategi pedagogik tertentu, model desain instruksional, dll. Strategi pengajaran menggunakan konstruktivisme sosial sebagai rujukan termasuk pengajaran dalam konteks yang secara pribadi bermakna bagi siswa, menegosiasikan makna yang diambil bersama dengan siswa, diskusi kelas, kolaborasi kelompok kecil, dan menilai aktivitas bermakna atas jawaban yang benar (Wood et al, 1995). Cobb (1994) membandingkan pendekatan penyampaian matematika sebagai "isi" terhadap teknik pembinaan munculnya gagasan matematika dari praktik kolektif komunitas kelas. Penekanan berkembang pada penggunaan beberapa epistemologi guru, untuk mempertahankan ketegangan dialektik antara panduan guru dan eksplorasi yang dilakukan oleh siswa, serta antara pembelajaran sosial dan pembelajaran individu.
    Fungsi utama lingkungan belajar sosio-konstruktivis adalah:
    Refleksi & Pertukaran
    Perancah & storyboard
    Fasilitasi & Konten
    Monitoring & Penilaian
    Produksi, Investigasi dll.
    Dukungan psikologis & Komunitas.

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Secara umum, pendekatan konstruktivis sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikonstruksikan bersama. Pendekatan konstruktivis sosial ini sangat dipengaruhi oleh teori perkembangan kognitif Vygotsky (1896-1934). Vygotsky mengatakan bahwa perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari kegiatan sosial dan kultural. Dia percaya bahwa perkembangan memori, perhatian, dan nalar melibatkan pembelajaran untuk menggunakan alat yang ada dalam masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan strategi memori. Pendekatan konstruktivis akan membuat siswa mudah memahami suatu konsep apabila dalam proses belajar menekankan pada murid agar dapat mengkonstruksi pengetahuan melalui interaksi sosial dengan orang lain. Dengan cara belajar seperti itu dapat dikatakan proses belajar bermakna, karena tidak saja terkait dengan ketercapaian materi belajar, namun siswa juga belajar hidup sosial ketika melakukan diskusi kelompok.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk membangun pengetahuan yang baru pada diri sendiri bisa dngan menggunakan pengetahuan yang sudah ada menjadi pengetahuan yang baru. Bentuk konstruksi ini adalah dasar dalam pembelajaran yang efisien karena dengan membangun pengetahuan sendiri maka seseorang akan lebih paham secara mendalam tentang pengetahuan baru yang didapatnya. Contructivism berkembang menjadi socio-contructivism yang bersumber pada kehidupan sosial, akan muncul klai-klaim yang dibangun karena interaksi antar sesama manusia. Klaim yang terbentuk oleh socio-contructivism ini bisa bernilai benar tergantung pada sudut pandang yang memandang kebenaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  27. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pengetahuan baru tentang socio-constructivism. Dimana socio-constructivism merupakan teori sosiologis pengetahuan yang menurutnya pembangunan manusia terletak dan pengetahuan sosial dibangun melalui interaksi dengan orang lain. Dari definisi ini kita bisa mengimplikasikannya ke dalam sebuah pembelajaran. Karena selain dapat merangsang siswa dalam mengkontruksi pemikirannya, mereka juga dapat membangun jiwa sosial mereka melali interaksi dengan orang lain dimana dalam menyikapi definisi tersebut.

    ReplyDelete
  28. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Berdasarkan dari link yang terdapat pada posting diatas, beberapa artikel menjelaskan bahwa sosio-konstruktivisme dapat didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang menurut pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial itu. Hal yang sangat relevan dalam belajar adalah proses komunikasi (dialog pembelajaran) yang terjadi dalam situasi di mana setidaknya dua orang mencoba untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu dalam pembelajaran inovatif dilakukan pembelajarn berbasis siswa dimana siswa diminta untuk berinteraksi satu sama lain maupun dengan guru dalam menemukan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  29. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Konstruktivisme sosial merupkan pembelajaran yang bersifat generatif. Konstruktivisme sosial adalah teori sosiologi dari pengetahuan yang menerapkan filsafat umum konstruktivisme ke sosial. Konsep ini memiliki sejarah panjang dalam pemikiran sosiologis dan filosofis, namun istilah ini telah diciptakan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckmann dengan buku mereka Pembangunan Sosial Reality . Pembangunan manusia saat ini terjadi karena adanya interaksi, dengan adanya interaksi itu maka akan tercipta banyak pemikiran. Dari pemikiran-pemikiran itu maka akan tercipta sebuah pembangunan manusia lagi dalam dimensi sosial

    ReplyDelete
  30. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Secara umum, pendekatan konstruktivisme sosial menekankan pada konteks sosial dari pembelajaran dan bahwa pengetahuan itu dibangun dan dikontruksi secara bersama (mutual). Keterlibatan dengan orang lain membuka kesempatan bagi murid untuk mengevaluasi dan memperbaiki pemahaman mereka saat mereka bertemu dengan pemikiran orang lain dan saat mereka berpartisipasi dalam pencarian pemahaman bersama. Dengan cara ini, pengalaman dalam konteks sosial memberikan mekanisme penting untuk perkembangan pemikiran murid. Dari Piaget ke Vygotsky ada pergeseran konseptual dari individu ke kolaborasi, interaksi sosial, dan aktivitas sosiokultural. Pada intinya, konstruktivis sosial yang dikembangkan oleh Vygotsky adalah interaksi antara aspek internal dan ekternal yang penekanannya pada lingkungan sosial dalam belajar.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Jika kita dapat mengartikannya secara kasar, maka socio-constructivism berarti bahwa ketika seseoarng membangun pengetahuan, mereka tidak dapat melakukannya sendiri, dengan kata lain memerlukan bantuan dari orang lain. Sosial kontstruktivisme merupakan salah satu bagian dari teori belajar kognitif yang dikemukakan oleh Vygotsky. Kita tahu bahwa Vygotsky mengemukakan teori belajar tentang ZPD (Zone Proximal Development) yaitu zona dimana anak mengembangkan kemampuannya. Pada zona tersebut, anak membutuhkan bantuan yang disebut dengan scaffolding. Bantuan dapat diperoleh dari orang yang lebih dewasa atau mungkin teman yang lebih memahami.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Teori sosial-konstruktivis termaus dalam teori belajar konstruktivis. Bentuk awal dari sosio-konstruktivisme didefinisikan sebagai suatu pendekatan yang menurut pengetahuan individu bergantung pada konstruksi sosial (Piaget, Doise dan Mugny, 1984). Terdapat proses komunikasi dalam pembelajaran yang terjadi dimana setidaknya terdapat dua orang mencoba untuk memecahkan suatu masalah. Peran orang-orang yang secara langsung mempengaruhinya ialah antara lain guru, teman-teman, mahasiswa, administrator, dan anggota dalam segala bentuk kegiatan.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam matematika sekolah diperlukan falibilis dimana keadaan yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan pemikirannya melalui socio-constructivism. Socio-constructivism berarti suatu paham konstruktivisme secara sosial. Dalam konteks pembelajaran, maka Pengajaran dan pembelajaran secara jelas didasarkan pada proses konstruksi aktif peserta didik dan pada penciptaan struktur pengetahuan tingkat tinggi. Kemudian proses konstruksi juga melibatkan aktivitas sosial siswa, misalnya berupa tanya jawab atau diskusi.

    ReplyDelete
  34. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Banyak publikasi membahas masalah sampai sejauh mana teori yang berbeda membahas aspek pembelajaran yang berbeda. Misalnya. Cobb (1994) memeriksa apakah "pikiran" ada di kepala atau dalam aksi sosial, dan berpendapat bahwa kedua perspektif tersebut harus digunakan bersamaan, karena keduanya sama bergunanya dengan yang lain. Apa yang dilihat dari satu perspektif karena penalaran kumpulan individu yang saling beradaptasi terhadap tindakan masing-masing dapat dilihat di lain sebagai norma dan praktik komunitas kelas (Cobb, 1998). Dialektika ini diperiksa secara lebih rinci oleh Salomon dan Perkins (1998), yang menyarankan cara metafora "akuisisi" dan "partisipasi" belajar saling terkait dan berinteraksi secara sinergis. Mereka memodelkan entitas sosial sebagai pembelajar (misalnya, tim sepak bola, bisnis atau keluarga), membandingkannya dengan pembelajaran seseorang dalam lingkungan sosial, dan mengidentifikasi tiga jenis hubungan utama.

    ReplyDelete
  35. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Socio constructivism ini juga seringkali kita dengar dalam teori-teori belajar, salah satunya yang dikemukakan oleh Vygotski, yang juga lebih menekankan pada socio-constructivism. Dalam teori nya, Vygostski mengemukakan bahwa belajar yang baik agar siswa mengalami perkembangan yang lebih baik haruslah dengan berinteraksi atau dibantu oleh orang lain, Vygotski meyakini, bahwa ketika siswa belajar dengan orang lain yang lebih mumpuni, maka siswa tersebut akan memiliki kemampuan yang jauh lebih baik ketika siswa tersebut belajar sendiri atau tanpa bantuan dan interaksi dengan orang lain. Hal ini, mengisyaratkan bahwa dalam belajar siswa membangun konsep dan gagasan-gagasan pengetahuannya dengan cara berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain yang lebih mumpuni, Oleh karena itu, teori belajar Vygotski juga sejatinya menganut paham socio constructivism ini.

    ReplyDelete
  36. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sosio konstruktivisme adalah pendekatan pembelajaran yaitu pendekatan konstruktivisme sosial, yaitu dalam mengkonstruksi konsep, peserta didik juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial. Dalam pembelajaran matematika, Cobb, Yackel dan Wood (1992) menyebutnya dengan konstruktivisme sosio (socio-constructivism), siswa berinteraksi dengan guru, dengan siswa lainnya dan berdasarkan pada pengalaman informal siswa mengembangkan strategi-strategi untuk merespon masalah yang diberikan. Karakteristik pendekatan konstruktivis sosio ini sangat sesuai dengan karakteristik RME.

    ReplyDelete
  37. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Teori sosial-kontruktivis merupakan varian dari teori belajar konstruktivis yang digunakan untuk merancang strategi pedagogik, desain model instruksional dll. Vygotsky mengemukakan bahwa kemampuan seseorang bergantung pada interaksi orang itu dengan orang-orang di sekitarnya dan lingkugannya. Dengan demikian, kemampuan manusia bergantung pada lingkungan sekitarnya. Norma, adat istiadat, pandangan pribadi, keluarga, semua itu saling berinteraksi dan membentuk pemikiran dan membantuk kemampuan manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  38. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Social Constructivism (atau Social Constructionism) adalah teori dalam Teori Sosiologi dan Pembelajaran bahwa kategori pengetahuan dan realitas secara aktif diciptakan oleh hubungan sosial dan interaksi. Social Constructivism (atau Social Constructionism) merupakan sebuah konsep atau praktik yang mungkin tampak alami dan jelas bagi mereka yang menerimanya, namun kenyataannya adalah penemuan atau artefak budaya atau masyarakat tertentu. Filosofi Ludwig Wittgenstein kemudian dapat dilihat sebagai landasan untuk Konstruktivisme Sosial, dengan konsep teoretis utamanya tentang permainan bahasa yang tertanam dalam bentuk kehidupan.

    ReplyDelete
  39. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Konstruktivis sosial menekankan pada pembuatan pengetahuan dengan komunitas individu, bukan oleh individu. Pengetahuan dipandang sebagai konstruksi intersubjektif kolaboratif dan dialokasikan oleh individu dari praktek-praktek sosial terorganisir dari kelompok di mana mereka berpartisipasi (Cobb, 1994). Dengan demikian, pengetahuan atau makna yang tertanam dalam bentuk partisipatif praktek sosial dan tunduk pada pengaruh penataan proses sejarah dan keyakinan sosial budaya yang mengelilingi praktek tersebut.

    ReplyDelete