Dec 2, 2012

REDUCTIONISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang REDUCTIONISM, koneklah ke:








Wss Wr Wb
Marsigit




12 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Reduksionisme berkaitan dengan reduksi yang berarti menghilangkan atau menyederhanakan sesuatu dari bentuk yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami. Dalam filosofis filsafat, reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan dalam memahami keseluruhan bagian yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena menjadi direduksi, menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Misalnya, reduksionis tentang matematika mungkin mengambil teori matematika yang diberikan untuk menjadi diturunkan ke logika atau menetapkan teori. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Unsur dasar reduksi adalah abstraksi. Abstraksi menyajikan secara konseptual serta secara imajinatif sesuatu yang tidak dialami secara langsung atau konkret.Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Karena sesungguhnya manusia tak akan pernah bisa menggapai lengkap. Sesungguhnya yang menjadi sifat dasar dari reduksionism adalah tajam dan kejam. Sebenar-benar metode reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Oleh karena itu, hendak lah kita menggunakan metode reduksi ini sesuai dengan ruang, waktu, dan peruntukkannya, agar sifat dasar dari reduksi (tajam dan kejam) tidak mempengaruhi kelangsungan hidup kita.

    ReplyDelete
  4. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Reductionist adalah manusia yang mengambil satu teori atau fenomena yang dapat direduksi menjadi teori atau fenomena lain. Salah satu jenis reductionism yang saat ini paling diminati adalah metafisika dan filsafat melibatkan pikiran. Hal ini menganggap bahwa semua ilmu dapat direduksi menjadi suatu teori. Semua fenomena yang ada identik dengan fenomena fisik (http://www.iep.utm.edu/red-ism/) . Sebagai contoh, seorang reductionits tentang matematika menganggap teori matematika tertentu dapat direduksi menjadi logika atau teori yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Reduksionisme dalam pemahaman kami merupakan ideologi yang meyakini bahwa fakta atau entitas sangat diperlukan untuk membuat pernyataan yang benar dari beberapa bidang pengetahuan yang tidak dapat dipungkiri demi beberapa fakta atau entitas lain. Reduksionisme merupakan salah satu solusi yag bisa diambil untuk masalah hubungan antara ilmu yang berbeda. Jadi, seseorang mungkin menyarankan untuk melakukan pengurangan biologi ke kimia, seandainya tidak ada fakta biologis yang khas, atau kimia terhadap fisika, seandainya tidak ada fakta kimia khas yang ada. Posisi reduksionis dalam filsafat mencakup keyakinan bahwa deskripsi mental dibuat benar semata-mata oleh fakta tentang perilaku (behaviorisme), bahwa pernyataan tentang dunia luar dibuat oleh fakta tentang struktur pengalaman (fenomenalisme), bahwa pernyataan tentang masalah moral benar-benar merupakan pernyataan tentang fakta alam (naturalisme), dan banyak lainnya. Reduksionisme benar-benar berbicara bukan suatu bentuk skeptisisme. Juga bukan bentuk anti-realisme, meski sering juha diklasifikasikan seperti itu.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Reduksi adalah salah satu kemampuan yang dimiliki manusia atas keterbatasannya. Ya, karena keterbatasan itulah, manusia tiada mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang segala yang dilihatnya, tentang segala yang dipikirkannya. Maka adalah reduksi yang muncul.
    Pada salah satu link terdapat statement menarik, bahwa di dunia ini tiadalah pengetahuan yang benar-benar baru, melainkan hanyalah hasil reduksi dari pengetahuan lama atau pengetahuan yang lebih tua. Nah, karena inilah saya mulai merasa ketakutan, saya memikirkan apakah mungkin reduksi yang kita lakukan membawa kita menjadi kaum elimisiisme? Tetapi pertanyaan saya terjawab pada link https://en.wikipedia.org/wiki/Reductionism, yang menjelaskan bahwa reduksionisme harus dibedakan dari eliminasiisme. Karena ternyata reduksionis tidak menyangkal adanya fenomena, namun menjelaskannya dalam hal realitas lain. Nah sedangkan eliminasi menolak keberadaan fenomena itu sendiri. Benar-benar tambahan ilmu yang segar. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  7. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam link http://www.iep.utm.edu/red-ism/ disebutkan bahwa Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena kemudian direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. sehingga dapat dipahami bahwa Reduksionisme aliran yang mereduksi suatu teori atau fenomena untuk menemukan/membuat teori atau fenomena bari. Reduksionisme mencakup seperangkat klaim ontologis, epistemologis, dan metodologis tentang hubungan antara berbagai domain ilmiah, begitu tertulis dalam link https://plato.stanford.edu/entries/reduction-biology/.

    ReplyDelete
  8. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Reduksi artinya pengurangan. Mengurangi dari hal yang kompleks menjadi sederhana. Dalam hal ini, reduksionisme adalah salah satu pendekatan untuk memahami hal hal yang kompleks menjadi lebih sederhana sehingga bisa di pelajari lebih efektif. Reduksi bisa diterapkan pada objek, teori, makna. Reduksionisme terdiri dari tiga bagian yaitu translasi, derivasi dan penjelasan. reduksi yang mengurangi atau menghilangkan menjadi lebih sederhana, bisa dipindah ke bagian tertentu yang lebih tepat. sepengetahuan saya, bahwa pada proses penelitian yang sekarang pun banyak yang merupakan hasil dari belajar dari penelitian sebelumnya, sehingga mereduksi dan menggantikan yang lebih tepat adalah salah satu contohnya.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Bentuk kata kerja dari paham ini adalah “mereduksi” atau menyederhanakan suatu hal yang kompleks menjadi bagian-bagian yang sederhana. Paham ini meyakini bahwa, suatu hal yang kompleks terdiri dari unsur-unsur sederhana yang saling berkaitan, sehingga untuk memahami kompleksitas tersebut dibutuhkan suatu metode reduksi untuk memahami hakikat setiap unsur yang disederhanakan.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Reduksionism mengajarkan suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Menurut reduksionisme sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Metode reduksi sejalan dengan penyederhanaan. Ia hanya mengambil bagian tertentu sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Misalnya dalam pelajaran matematika, objek-objek yang dipikirkan sebenarnya memiliki sifat yang beraneka ragam, tetapi yang dipelajari hanya sifat-sifat tertentu saja atau direduksi sesuai dengan peruntukannya. Karena keterbatasan manusia, maka tidak ada orang yang tidak menggunakannya. Namun, jika salah menggunakan metode ini maka bisa berbahaya, maka dari itu perlu berhati-hati dalam menggunakannya.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Reduksionisme dapat dimaknai sebagai sistem yang kompleks berasal dari gabungan yang berasal dari komponen-komponennya dengan cara mereduksi untuk menjadi pernyataan dari unsur-unsur perorangan. Apabila dikaitkan dalam pembelajaran matematika dapat digambarkan sebagai pengetahuan siswa itu direduksi ketika siswa memiliki beberapa pengetahuan sejenis untuk dijadikan lebih sederhana. Contohnya saja saat siswa ingin mencari nilai dari limit tak hingga awalnya siswa mencari satu persatu, namun setelah memahami konsepnya siswa dapat juga mengerjakan dengan melihat pangkatnya masing-masing pembilang maupun penyebut untuk menentukan nilai limitnya.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Reductionism secara sederhana dapat dimaknai sebagai penyederhanaan dari sesuatu yang bersifat kompleks. Dalam pembelajaran matematika reduksi sangat dibutuhkan. Apalagi untuk mengajarkan matematika di level rendah atau anak-anak. Konsep-konsep matematika yang sifatnya abstrak dan kompleks, sebisa mungkin harus diajarkan dalam bentuk yang paling sederhana dan paling mudah di pahami oleh siswa, pereduksian bisa melibatkan pengetahuan atau informasi-informasi yang dekat dengan kehidupan siswa, dimulai dari contoh-contoh konkrit yang dapat dipahami siswa, barulah kemudian menuju ke konsep matematika secara lengkap yang bersifat kompleks dan abstrak. Namun dalam hal ini, tentu guru juga harus sangat berhati-hati dalam memberikan contoh dan pengaitan konsep dengan informasi lain. Contoh dan informasi terkait harus benar-benar mewakili dan dapat membawa siswa menuju konsep yang sesungguhnya.

    ReplyDelete