Dec 2, 2012

REDUCTIONISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang REDUCTIONISM, koneklah ke:








Wss Wr Wb
Marsigit




65 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sesuai dengan pengertian kata pokoknya, reduksionisme adalah pandangan filsafat mengenai penyederhanaan suatu hal yang kompleks menjadi unsur-unsurnya. Sikap reduksionisme ini memiliki manfaat jika dalam matematika, pernyataan yang berlaku untuk umum tentu akan berlaku untuk khusus yang merupakan bagian dari umum. Namun jika manusia itu dalam kehidupan sehari-harinya selalu bersikap reduksionisme, maka ada kemungkinan manusia tersebut akan cenderung tidak kreatif, dan tidak akan berkembang, karena menyederhanakan sesuatu yang kompleks hanya menjadi unsur-unsurnya saja.

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://id.wikipedia.org/wiki/Reduksionisme, Reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian. Reduksionisme secara jelas menggambarkan perspektif pasti dari kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, yang disebut [epifenomena]. Seringkali ada implikasi bahwa epifenomena menggunakan perantara tanpa sebab pada fenomena mendasar yang menjelaskannya.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://www.iep.utm.edu/red-ism/ , Reduksi adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang dapat direduksi menjadi teori atau fenomena lain. Sebagai contoh, seorang reduksionis mengenai matematika mungkin menganggap teori matematika tertentu dapat direduksi menjadi logika atau teori yang ditetapkan. Atau, reduksionis tentang entitas biologis seperti sel mungkin menganggap entitas semacam itu dapat direduksi menjadi koleksi entitas fisiko-kimia seperti atom dan molekul. Jenis reduksionisme yang saat ini paling diminati dalam metafisika dan filsafat pikiran melibatkan klaim bahwa semua ilmu dapat direduksi menjadi fisika. Hal ini biasanya dianggap bahwa semua fenomena (termasuk fenomena mental seperti kesadaran) identik dengan fenomena fisik.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Reduksionisme adalah sebuah pendekatan untuk memahami sifat hal yang kompleks dengan mengurangi mereka untuk interaksi bagian-bagiannya atau komponen sederhana atau lebih mendasar. Sebelumnya telah ada dikatakan bahwa ketika ketika berpikir lebih dalam lagi maka kita akan menemukan bahwa hidup adalah reduksionisme. Sebab dalam hidup yang kita lakukan adalah hasil reduksionisme, mennyederhanakan segala sesuatu yang kompleks agar menjadi mudah bagi kita. reduksionisme sekiranya dilakukan denan tidak menghilangkan makna sebenarnya dari suatu objek tertentu.

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Reductionism refers to several related but distinct philosophical positions regarding the connections between phenomena, or theories, "reducing" one to another, usually considered "simpler" or more "basic". The Oxford Companion to Philosophy suggests that it is "one of the most used and abused terms in the philosophical lexicon" and suggests a three part division:
     Ontological reductionism: a belief that the whole of reality consists of a minimal number of parts
     Methodological reductionism: the scientific attempt to provide explanation in terms of ever smaller entities
     Theory reductionism: the suggestion that a newer theory does not replace or absorb the old, but reduces it to more basic terms. Theory reduction itself is divisible into three: translation, derivation and explanation.
    Reductionism can be applied to objects, phenomena, explanations, theories, and meanings.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Reductionism

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Reduksionisme mengacu pada beberapa posisi filosofis yang terkait namun berbeda mengenai hubungan antara fenomena, atau teori, mengurangi satu sama lain, biasanya dianggap sederhana atau lebih mendasar. Ada pembagian reduksionisme kedalam tiga bagian yaitu, Ontologi reduksionisme: sebuah keyakinan bahwa keseluruhan realitas terdiri dari jumlah bagian minimal, Metodologis reduksionisme: usaha ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil, dan Teori reduksionisme: saran bahwa teori yang lebih baru tidak menggantikan atau menyerap yang lama, namun menguranginya menjadi istilah yang lebih mendasar. Reduksionisme, dalam filsafat, pandangan yang menegaskan bahwa entitas semacam itu adalah kumpulan atau kombinasi entitas dengan jenis yang lebih sederhana atau lebih mendasar atau ungkapan yang menunjukkan entitas semacam itu dapat didefinisikan dalam bentuk ungkapan yang menunjukkan entitas yang lebih mendasar. Dengan demikian, gagasan bahwa tubuh fisik adalah kumpulan atom atau pikiran itu kombinasi kesan indra adalah bentuk reduksionisme.

    ReplyDelete
  8. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Reduksi fenomenologis ini digunakan untuk mengungkapkan esensi, eidos atau hakikat objek diteruskan dengan reduksi pada kesadaran (subjek) sendiri. Pada reduksi ini yang direduksi adalah segenap prasangka (misalnya, yang berasal dari tradisi, kepercayaan, asumsi, aksioma, teori atau hukum) tentang objek yang hendak dicari esensinya. Seluruh prasangka harus disimpan di dalam “tanda kurung” dulu dan kesadaran harus diarahkan pada fenomena yang tampak dalam segala aspek, perspektif, dan tahapannya. Reduksi fenomenologis ini ditempuh dengan menyisihkan atau menyaring pengalaman pengamatan pertama yang terarah pada eksistensi fenomena. Pengalaman inderawi itu tidak ditolak melainkan dipilah-pilah dari prasangka, praanggapan maupun prateori, yaitu seluruh pandangan yang telah dimiliki sebelumnya. Fenomena itu diamati dalam hubungannya dengan kesadaran tanpa melakukan refleksi terhadap fakta-fakta yang ditemukan lewat pengamatan itu. Jadi dapat disimpulakan reduksi fenomenologis ini mengunakan kesadaran dalam hubungannya untuk mengamati fenomena dengan menyisihkan atau menyaring pengalaman pertama yang terarah pada eksistensi fenomena dari segenap prasangka.

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Reduksi transendental ini sama seperti reduksi fenomenologis yaitu sama-sama diarahkan pada kesadaran, namun terdapat perbedaan yaitu pada reduksi ini yang diberi “tanda kurung” bukan hanya terbatas pada prasangka terhadap objek tetapi juga pada keberadaan dari realitas secara keseluruhan. Maka, yang akan tampak ke permukaan setelah setelah diberi tanda kurung itu adalah kesadaran kita sendiri serta aktivistas-aktivitasnya, yakni “aktivitas-aktivitas memberi makna transenden kepada apa yang sebenarnya merupakan bagian integral di dalam kesadaran kita”. Dengan reduksi transendental, kita sampai pada “subjek transendental”, yang merupakan sumber dari pemberian makna itu. Tujuan dari reduksi ini adalah menelusuri dan mengungkap sumber segala pemaknaan dalam kesadaran kita sendiri ini sesuai dengan definisi fenomenologi seperti yang diungkap oleh Husserl sendiri, yakni “studi tentang esensi kesadaran dalam berbagai aktivitasnya . Jadi reduksi transendental ini ini mengunakan kesadaran dalam hubungannya untuk mengamati fenomena dan fenomena lainnya dengan menyisihkan atau menyaring pengalaman, namun bukan hanya terbatas pada prasangka terhadap objek tetapi juga pada keberadaan dari realitas secara keseluruhan sehingga mengungkap segala sumber pemberian makna tersebut.

    ReplyDelete
  10. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan sumber yang ada bahwa reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi (filsafat) bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Kaitannya dengan dengan (a) mencoba mereduksi apa yang ada supaya lebih dimengerti dan dipahami. Oleh karena itu prinsip ini sering digunakan dalam ilmu pengetahuan. Reduksi adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatunya secara utuh sampai ke bagian-bagian terkecilnya. Reduksionisme sangat mencerminkan perspektif tertentu pada kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena yang dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, disebut epifenomena, sebuah gejala. Seringkali ada implikasi bahwa epiphenomenon yang diberikannya ada lembaga kausal pada fenomena mendasar yang menjelaskannya.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Reduksionisme berasal dari kata reduksi yang artinya penyederhanaan. Dalam filsafat, reduksionisme dianggap sebuah pandangan atau keyakinan bahwa keseluruhan realitas terdiri dari jumlah bagian minimal. Reduksi merupakan suatu metode, dimana pada suber yang diberikan dijelaskan bahwa metodologis reduksionisme adalah upaya ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil atau lebih sederhana.

    ReplyDelete
  12. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai penyederhanaan, yaitu suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Reduksionisme juga diartikan sebagai suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Reduksionisme sering mengacu pada beberapa posisi filosofis yang terkait namun berbeda mengenai hubungan antara fenomena, atau teori, "mengurangi satu sama lain, biasanya dianggap" sederhana "atau lebih" mendasar ". The Oxford Companion to Philosophy mengemukakan bahwa itu adalah "salah satu istilah yang paling sering digunakan dan disalahgunakan dalam kamus leksikonistik" dan menyarankan pembagian tiga bagian yaitu : Ontologi reduksionisme: sebuah keyakinan bahwa keseluruhan realitas terdiri dari jumlah bagian minimal. Metodologis reduksionisme: usaha ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil. Teori reduksionisme: saran bahwa teori yang lebih baru tidak menggantikan atau menyerap yang lama, namun menguranginya menjadi istilah yang lebih mendasar. Pengurangan teori itu sendiri terbagi menjadi tiga: terjemahan, derivasi dan penjelasan. (Alyssa Ney. "Reductionism". Internet Encyclopedia of Philosophy. IEP, University of Tennessee. Retrieved March 13, 2015)

    ReplyDelete
  14. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika sulit memhami sesuatu hal yang bersifat kompleks maka hal yang dapat kita lakukan adalah mereduksi hal yang kompleks tadi agar lebih mudah dipahami. Misalnya jika ingin memhami ilmu sosiologi maka kita juga harus memahami ilmu psikologi terlebih dahulu. Karena dengan mereduksi sosiologi terlebih dahulu menjadi psikologi akan memudahkan kita memhami konsep dasar tentang manusia dan sifat-sifatnta sehingga ketika kita mempelajari sosiolohi maka akan mudah memahami bagaimana manusia dan sifat-sifatnya dalam hubungan antar sesama.

    ReplyDelete
  15. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Reduksionisme merupakan konsep pengembalian seutuhya. Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. reduksionisme adalah proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai “mempermudah” bukan “menyederhanakan”. Jenis reduksionisme yang saat ini paling menarik dalam metafisika dan filsafat pikiran melibatkan klaim bahwa semua ilmu dapat direduksi.

    ReplyDelete
  16. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapat pemahaman baru tentang kata filsafat yaitu reductionism. Dimana reductionism ini ada berbagai pendefinian. Bisa saja reductuonism ini kita pandang sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Namun jika kita lihat menurut kacamata spiritual, tentunya reduksionisme berhubungan dengan religius yang pada umumnya mencoba untuk menjelaskan agama dengan cara meleburkannya bersama penyebab pandangan non-religius tertentu. Pandangan lain, jika di pandang dari segi filsafat, reductionism ini uatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Dari pandangan-pandangan pendefinisian ini tergantung kita menempatkan paham ini ke mana.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Reductionism adalah pendekatan yang mereduksi kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diamati dan diteliti. Pendekatan analitikal adalah nama lain dari reductionism, yaitu mencoba untuk mencari unsur-unsur yang menjelaskan fenomena tersebut dengan hukum sebab akibat. Asumsi dari reductionism ini adalah bahwa fenomena keseluruhan dapat dijelaskan dengan mengetahui fenomena dari unsur-unsurnya.

    ReplyDelete
  18. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Reduksionisme merupakan konsep bahwa mengembalikan seutuhnya fenomena yang lebih tinggi pada fenomena yang lebih rendah ¡tu mungkin saja, dan prinsip ini justru menjadi dasar penjelasan. Reduksionisme dapat dilihat dalam pandangan mekanis terhadap kehidupan mental manusia, di mana kehidupan psikis semata-mata dianggap sebagai hasil proses fisioIogis. Dalam reduksionisme, realitas direduksi menjadi fakta-fakta yang dapat diamati. Berkaitan dengan praktek reduksionisme dalam pengetahuan, reduksionisme sendiri sebenarnya adalah proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. Jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai “mempermudah” bukan “menyederhanakan”.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillah....
    Reduction berarti pengurangan atau perpotongan. Reduksionisme merupakan paham yang percaya bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah gabungan dari komponen-komponen yang lebih sederhana, sehingga dapat direduksi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil. Terdapat tiga jenis reduksionisme, pertama reduksionisme teoretis adalah sebuah proses dimana sebuah teori menyerap teori yang lainnya. Misalnya hukum Keples tentang gerak planet dan teori Galileo tentang gerak pada benda terrestrial, keduanya direduksi menjadi teori Newton tentang mekanika. Kedua, reduksionisme metodologis adalah sebuah posisi yang merupakan strategi ilmiah terbaik dalam upaya menyederhanakan penjelasan menjadi entitas terkecil yang mungkin. Dan ketiga, reduksionisme ontologis adalah keyakinan bahwa realita terdiri dari jumlah minimum dari beberapa jenis entitas atau substansi.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Reduksionisme adalah posisi filosofis yang menyatakan bahwa sistem yang kompleks tidak lain adalah jumlah dari bagian-bagiannya. Dalam hal ini misalnya benda, fenomena, penjelasan, teori, dan makna. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Dengan demikian, reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sudah menjadi sifat dan kelemahan manusia untuk berpikir dengan reduksi, artinya manusia hanya mampu memikirkan apa yang dapat dipikirkan dan perlu untuk dipikirkan. Dalam matematika, reduksionisme dapat diartikan sebagai filosofi bahwa semua matematika dapat (atau seharusnya) dibangun di atas fondasi yang sama, yang biasanya merupakan teori aksiomatis. Misalnya saja geometri yang dibangun oleh Euclid, reduksionisme nya berupa kelima aksioma Euclid beserta postulat-postulatnya.

    ReplyDelete
  22. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Reduksionisme berkaitan dengan reduksi yang berarti menghilangkan atau menyederhanakan sesuatu dari bentuk yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami. Dalam filosofis filsafat, reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan dalam memahami keseluruhan bagian yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  24. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena menjadi direduksi, menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Misalnya, reduksionis tentang matematika mungkin mengambil teori matematika yang diberikan untuk menjadi diturunkan ke logika atau menetapkan teori. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Unsur dasar reduksi adalah abstraksi. Abstraksi menyajikan secara konseptual serta secara imajinatif sesuatu yang tidak dialami secara langsung atau konkret.Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Karena sesungguhnya manusia tak akan pernah bisa menggapai lengkap. Sesungguhnya yang menjadi sifat dasar dari reduksionism adalah tajam dan kejam. Sebenar-benar metode reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Oleh karena itu, hendak lah kita menggunakan metode reduksi ini sesuai dengan ruang, waktu, dan peruntukkannya, agar sifat dasar dari reduksi (tajam dan kejam) tidak mempengaruhi kelangsungan hidup kita.

    ReplyDelete
  25. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Reductionist adalah manusia yang mengambil satu teori atau fenomena yang dapat direduksi menjadi teori atau fenomena lain. Salah satu jenis reductionism yang saat ini paling diminati adalah metafisika dan filsafat melibatkan pikiran. Hal ini menganggap bahwa semua ilmu dapat direduksi menjadi suatu teori. Semua fenomena yang ada identik dengan fenomena fisik (http://www.iep.utm.edu/red-ism/) . Sebagai contoh, seorang reductionits tentang matematika menganggap teori matematika tertentu dapat direduksi menjadi logika atau teori yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Reduksionisme dalam pemahaman kami merupakan ideologi yang meyakini bahwa fakta atau entitas sangat diperlukan untuk membuat pernyataan yang benar dari beberapa bidang pengetahuan yang tidak dapat dipungkiri demi beberapa fakta atau entitas lain. Reduksionisme merupakan salah satu solusi yag bisa diambil untuk masalah hubungan antara ilmu yang berbeda. Jadi, seseorang mungkin menyarankan untuk melakukan pengurangan biologi ke kimia, seandainya tidak ada fakta biologis yang khas, atau kimia terhadap fisika, seandainya tidak ada fakta kimia khas yang ada. Posisi reduksionis dalam filsafat mencakup keyakinan bahwa deskripsi mental dibuat benar semata-mata oleh fakta tentang perilaku (behaviorisme), bahwa pernyataan tentang dunia luar dibuat oleh fakta tentang struktur pengalaman (fenomenalisme), bahwa pernyataan tentang masalah moral benar-benar merupakan pernyataan tentang fakta alam (naturalisme), dan banyak lainnya. Reduksionisme benar-benar berbicara bukan suatu bentuk skeptisisme. Juga bukan bentuk anti-realisme, meski sering juha diklasifikasikan seperti itu.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  27. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Reduksi adalah salah satu kemampuan yang dimiliki manusia atas keterbatasannya. Ya, karena keterbatasan itulah, manusia tiada mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang segala yang dilihatnya, tentang segala yang dipikirkannya. Maka adalah reduksi yang muncul.
    Pada salah satu link terdapat statement menarik, bahwa di dunia ini tiadalah pengetahuan yang benar-benar baru, melainkan hanyalah hasil reduksi dari pengetahuan lama atau pengetahuan yang lebih tua. Nah, karena inilah saya mulai merasa ketakutan, saya memikirkan apakah mungkin reduksi yang kita lakukan membawa kita menjadi kaum elimisiisme? Tetapi pertanyaan saya terjawab pada link https://en.wikipedia.org/wiki/Reductionism, yang menjelaskan bahwa reduksionisme harus dibedakan dari eliminasiisme. Karena ternyata reduksionis tidak menyangkal adanya fenomena, namun menjelaskannya dalam hal realitas lain. Nah sedangkan eliminasi menolak keberadaan fenomena itu sendiri. Benar-benar tambahan ilmu yang segar. Alhamdulillah

    ReplyDelete
  28. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam link http://www.iep.utm.edu/red-ism/ disebutkan bahwa Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena kemudian direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. sehingga dapat dipahami bahwa Reduksionisme aliran yang mereduksi suatu teori atau fenomena untuk menemukan/membuat teori atau fenomena bari. Reduksionisme mencakup seperangkat klaim ontologis, epistemologis, dan metodologis tentang hubungan antara berbagai domain ilmiah, begitu tertulis dalam link https://plato.stanford.edu/entries/reduction-biology/.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Reduksi artinya pengurangan. Mengurangi dari hal yang kompleks menjadi sederhana. Dalam hal ini, reduksionisme adalah salah satu pendekatan untuk memahami hal hal yang kompleks menjadi lebih sederhana sehingga bisa di pelajari lebih efektif. Reduksi bisa diterapkan pada objek, teori, makna. Reduksionisme terdiri dari tiga bagian yaitu translasi, derivasi dan penjelasan. reduksi yang mengurangi atau menghilangkan menjadi lebih sederhana, bisa dipindah ke bagian tertentu yang lebih tepat. sepengetahuan saya, bahwa pada proses penelitian yang sekarang pun banyak yang merupakan hasil dari belajar dari penelitian sebelumnya, sehingga mereduksi dan menggantikan yang lebih tepat adalah salah satu contohnya.

    ReplyDelete
  30. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Bentuk kata kerja dari paham ini adalah “mereduksi” atau menyederhanakan suatu hal yang kompleks menjadi bagian-bagian yang sederhana. Paham ini meyakini bahwa, suatu hal yang kompleks terdiri dari unsur-unsur sederhana yang saling berkaitan, sehingga untuk memahami kompleksitas tersebut dibutuhkan suatu metode reduksi untuk memahami hakikat setiap unsur yang disederhanakan.

    ReplyDelete
  31. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Reduksionism mengajarkan suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Menurut reduksionisme sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Metode reduksi sejalan dengan penyederhanaan. Ia hanya mengambil bagian tertentu sesuai dengan peruntukan berpikirnya. Misalnya dalam pelajaran matematika, objek-objek yang dipikirkan sebenarnya memiliki sifat yang beraneka ragam, tetapi yang dipelajari hanya sifat-sifat tertentu saja atau direduksi sesuai dengan peruntukannya. Karena keterbatasan manusia, maka tidak ada orang yang tidak menggunakannya. Namun, jika salah menggunakan metode ini maka bisa berbahaya, maka dari itu perlu berhati-hati dalam menggunakannya.

    ReplyDelete
  32. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Reduksionisme dapat dimaknai sebagai sistem yang kompleks berasal dari gabungan yang berasal dari komponen-komponennya dengan cara mereduksi untuk menjadi pernyataan dari unsur-unsur perorangan. Apabila dikaitkan dalam pembelajaran matematika dapat digambarkan sebagai pengetahuan siswa itu direduksi ketika siswa memiliki beberapa pengetahuan sejenis untuk dijadikan lebih sederhana. Contohnya saja saat siswa ingin mencari nilai dari limit tak hingga awalnya siswa mencari satu persatu, namun setelah memahami konsepnya siswa dapat juga mengerjakan dengan melihat pangkatnya masing-masing pembilang maupun penyebut untuk menentukan nilai limitnya.

    ReplyDelete
  33. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Reductionism secara sederhana dapat dimaknai sebagai penyederhanaan dari sesuatu yang bersifat kompleks. Dalam pembelajaran matematika reduksi sangat dibutuhkan. Apalagi untuk mengajarkan matematika di level rendah atau anak-anak. Konsep-konsep matematika yang sifatnya abstrak dan kompleks, sebisa mungkin harus diajarkan dalam bentuk yang paling sederhana dan paling mudah di pahami oleh siswa, pereduksian bisa melibatkan pengetahuan atau informasi-informasi yang dekat dengan kehidupan siswa, dimulai dari contoh-contoh konkrit yang dapat dipahami siswa, barulah kemudian menuju ke konsep matematika secara lengkap yang bersifat kompleks dan abstrak. Namun dalam hal ini, tentu guru juga harus sangat berhati-hati dalam memberikan contoh dan pengaitan konsep dengan informasi lain. Contoh dan informasi terkait harus benar-benar mewakili dan dapat membawa siswa menuju konsep yang sesungguhnya.

    ReplyDelete
  34. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Tiadalah yang satu pada hakikat yang ada di bumi jika dipandang melalui reduksionism. Hal ini dikarenakan dalam reduksi dimaknai dengan penggabungan dari berbagai unsur yang ada. Satu sebab dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi lainnya. Saat diaplikasikan pada proses belajar mengajar tentunya berpikir secara reflektif dan ekstensif dapat menggambarkan proses tersebut. Tiadalah hanya berfokus pada satu metode saja saat memfasilitasi siswa dalam belajar. Jika dapat mengombinasikan dengan berbagai metode dalam belajar maka seorang guru dapat dikatakan berupaya untuk mengembangkan kerativitas dalam mengajar. Reduksionism sejatinya tidak menghendaki suatu hal dipandang secara kaku namun dipandang secara fleksibel.

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Melalui sumber bacaan tersebut ada dua bentuk yang saya tangkap terkait masalah reduksionisme:Yang pertama mengenai positif logis dimana lebih mengarahkan sutau ungkapan yang mengacu kepada hal-hal yang ada atau keadaan suatu objek yang dapat diamati secara langsung sehingga dapat dikatakan bahwa setiap fakta harus sesuai dengan bukti empiris yang dapat ditelusuri lebih jauh lagi.Yang kedua faktor yang memobilisasi berupa sains dikatakan bahwa teori ilmu pengetahuan tertentu misalnya biologi atau psikologi dapat dibahasakan dengan lebih sederhana seperti Fisika atau dengan kata lain dapat didefinisikan dengan ilmu pengetahuan lain secara mendasar.

    ReplyDelete
  36. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Reduksionisme merupakan suatu pandangan yang beranggapan bahwa sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebagai contohnya kita meneliti sebuah pembelajaran, kita akan meneliti bagian bagiannya seperti metode pembelajaran, strategi mengajar guru,alat evaluasi dan lain sebagainya. Ada beberapa alternatif dari Reduksionisme diantaranya dualism dan Dialectical Emergence

    ReplyDelete
  37. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Reduksionisme dalam matematika dapat diartikan bahwa semua matematika dapat dibangun di atas dasar yang sama, yaitu teori himpunan aksiomatik biasanya. Hal ini telah dikemukakan bahwa metode yang berlaku secara umum dari kebenaran aksioma matematika dengan kegunaannya dalam praktik umum dapat berpotensi merusak pemikiran.

    ReplyDelete
  38. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Reduksionalisme merupakan paham yang mempelajari sifat-sifat dasar yang kompleks yang menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Sebagai contoh kita akan meneliti mengenai pembelajaran matematika. Dari pembelajaran matematika itu sendiri ada bagian-bagian khusus yang dapat kita teliti secara khusus seperti media pembelajarannya, siswa, teks belajar, hasil penilaian, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  39. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Reduksionisme merupakan pendekatan untuk memahami fenomena-fenomenal yang dianggap komplek dan sulit dipahami , femonena-fenomena ini di sederhankan sehingga dapat dengan mudah dipahami. Dalam salah satu artikel diatas dicontohkan tentang memahami fenomena dalam matematika , konsep-konsep matematika sering kali dianggap sulit dipamahi, karena bersifat abstrak, tidak kontekstual. Oleh karena itu melalui serangkaian proses konsep-konsep tersebut direduksi untuk memperoleh inti pokok yang dapat lebih mudah dipahami. Reduksionisme religius pada umumnya mencoba untuk menjelaskan agama dengan cara meleburkannya bersama penyebab pandangan non-religius tertentu. Sedangkan dalam pendidikan , reduksionisme mencoba menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah diterima dan dipahami siswa. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  40. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Selain itu, reduksionisme merupakan suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.

    ReplyDelete
  41. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa reduksionisme adalah gagasan filsafat mengenai fenomena yang dapat dijelaskan dalam konteks fenomena lain, di mana fenomena kedua yang digunakan untuk menjelaskan tersebut dianggap lebih sederhana atau lebih mendasar.

    ReplyDelete
  42. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa reduksionisme adalah suatu posisi filosofis yang menyatakan bahwa sistem yang kompleks tidak lain adalah jumlah bagian-bagiannya. Reduksionisme tidak menghalangi keberadaan apa yang disebut fenomena muncul tetapi menyiratkan fenomena tersebut dalam hal proses mereka terbentuk. Maksud dari paham ini adalah sistem yang komplek bisa dibuat lebih sederhana melalui bagia-bagian yang lebih mendasar. Reduksionisme menyiratkan kemampuan untuk memahami fenomena secara lebih lengkap dalam hal proses pembentukannya. Kaitannya dalam ilmu pengetahuan, reduksionisme berarti mengembangkan teknik untuk mempelajari cara-cara dimana skala yang lebih besar mempengaruhi skala yang lebih kecil.

    ReplyDelete
  43. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Reduksionisme memandang bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.Reduksionisme sendiri adalah proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai mempermudah bukan menyederhanakan. Dalam matematika, reduksionisme dapat diartikan sebagai filosofi bahwa semua matematika dapat dibangun di atas dasar yang sama. Wassalamu’alaikum.

    ReplyDelete
  44. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Reduksi berarti mengurangi. Secara umum, reduksionism merupakan konsep yang mengatakan bahwa mengembalikan seutuhnya fenomena yang lebih tinggi pada fenomensa yang lebih rendah itu bukan hal yang tidak mungkin. Prinsip tersebut justru merupakan dasar penjelasan. Reduksionisme dapat dilihat dalam pandangan mekanis terhadap kehidupan mental manusia, dimana kehidupan psikis semata-mata dianggap sebagai hasil proses fisiologis manusia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  45. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berikut merupakan beberapa contoh penjelasan reduksionistik tentang adanya agama. Agama dapat direduksi menjadi konsep kemanusiaan tentang benar dan salah, agama tersebut pada dasarnya merupakan sebuah usaha primitif dalam mengendalikan lingkungan kita dan agama itu adalah cara untuk menjelaskan keberadaan fisik dunia. Antropolog Edward Burnett Tylor dan James George Frazer mempergunakan beberapa argumen reduksionis religius. Sigmund Freud mempunyai ide bahwa agama tidak lebih dari sebuah ilusi atau bahkan penyakit kejiwaan. Marxis melihat bahwa agama adalah "napas yang tertindas", yang hanya menyediakan "kebahagiaan ilusi rakyat,". Kedua hal tersebut merupakan pandangan reduksionis agama yang berpengaruh.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dari yang saya baca di https://en.wikipedia.org/wiki/Reductionism, reduksionisme mengacu pada beberapa gagasan filosofis terkait mengenai hubungan antara fenomena yang dapat digambarkan dalam fenomena lain, yang belakangan dianggap sedikit lebih sederhana atau lebih mendasar. Dengan kata lain, ketika kita kesulitan memahami suatu fenomena yang rumit, reduksionisme ini berperan untuk menghubungkan fenomena yang rumit untuk digambarkan pada feomena lain yang lebih sederhana. Reduksionisme membantu manusia untuk memahami berbagai fenomena rumit yang sulit kita terima atau pahami dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  47. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sepengetahuan saya reduksi adalah kata lain dari pengurangan, pemotongan atau penyederhanaan. Ternyata dalam filsafat pun terdapat istilah reduksionisme. Berdasarkan referensi tersebut dapat saya simpulkan bahwa reduksionisme adalah prosedur untuk menyederhanakan gejala, data, dan sebagainya yang kompleks sehingga menjadi tidak kompleks. Dalam kehidupan nyata, manusia memerlukan reduksionisme untuk menerjemahkan suatu hal kompleks menjadi sederhana agar dapat dipahami dengan lebih mudah.

    ReplyDelete
  48. Junianto
    PM C

    Reduksionisme merupakan paham yang meneliti atau mempelajari sifat-sifat dasar dari sebuah objek dengan cara mereduksi/ memecah/ menyederhanankannya menjadi unsur-unsur pembentuknya. Dengan kata lain, jika kita ingin mempelajari sesuatu secara menyeluruh dan mendalam maka kita harus mereduksi dan mempelajari unsur-unsur pembentuknya. Setelah unsur-pembentuknya dipelajari secara detail maka baru bisa disimpulkan tentang apa yang dipelajari tersebut.

    ReplyDelete
  49. Latifah Fitriasari
    PM C

    Reductionism ini adalah bahwa fenomena keseluruhan dapat dijelaskan dengan mengetahui fenomena dari unsur-unsurnya. Ada satu istilah yang sering digunakan dalam hal ini, yaitu keseluruhan adalah merupakan hasil penjumlahan dari unsur-unsurnya. Reduksionisme juga dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  50. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebagai contohnya kita meneliti sebuah mesin, kita akan meneliti bagian bagiannya seperti roda, mesin, generator dan lain sebagainya. Kemudian setelah meneliti yang paling fundamental adalah gerakan generator karena itu fungsi gerak generator mewakili dan dianggap paling berperan bagi keseluruhan mesin. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  51. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Reduksionisme adalah salah satu istilah yang paling sering digunakan dan disalahgunakan dalam kamus leksikonistik. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang dapat direduksi menjadi teori atau fenomena lain. Sebagai contoh, seorang reduksionis mengenai matematika mungkin menganggap teori matematika tertentu dapat direduksi menjadi logika atau teori yang ditetapkan. Reduksionisme adalah salah satu dari beberapa gagasan filosofis terkait mengenai hubungan antara fenomena yang dapat digambarkan dalam fenomena lain yang lebih sederhana atau lebih mendasar.

    ReplyDelete
  52. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Reduksionisme adalah salah satu dari beberapa gagasan filosofis mengenai hubungan antara fenomena yang dapat digambarkan dalam fenomena lain yang lebih sederhana atau lebih mendasar. Jadi,reduksionisme artinya memandang suatu objek hanya dari sifat-sifat tertentu atau memandang suatu objek terbatas hanya pada sifat-sifat tertentunya saja. Reduksionisme juga memiliki makna bahwa sesungguhnya manusia memiliki kemampuan yang terbatas sehingga perlu melakukan reduksi pada objek-objek tertentu agar dapat mempelajari objek tersebut.

    ReplyDelete
  53. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Kita sering sekali kesulitan ketika membahas hal-hal yang kompleks atau fenomena yang kompleks. Hal ini biasanya kita membutuhkan solusi dengan cara mencari dan mengumpulkan hal-hal yang sederhana guna memudahkan pembahasan mengenai sesuatu yang kompleks tersebut. jika seseorang hanya fokus pada hal-hal yang sederhana, mereka akan sulit menyelesaikan hal yang kompleks. Namun jika latihan dengan persoalan yang kompleks, maka mereka akan mampu menyelesaikan dengan hal-hal yang sederhana. Mereduksi data dari yang kompleks menjadi sederhana memang dibutuhkan kerja yang sangat keras. Karena disini dibutuhkan keterbiasaan mereka menghadapi persoalan tersebut.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  54. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Reduksionisme sendiri diartikan sebagai proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai “mempermudah” bukan “menyederhanakan”. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang akan direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Misalnya, reduksionis tentang matematika mungkin mengambil teori matematika yang diberikan untuk menjadi direduksi menjadi logika atau teori himpunan.

    ReplyDelete
  55. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Reductionism adalah pendekatan yang mereduksi kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diamati dan diteliti. Menurut pendapat lain, pendekatan reductionism ini disebut juga dengan pendekatan analitikal, yang mencoba mencari unsur-unsur yang menjelaskan fenomena-fenomena yang ada. Reductionism melakukan kegiatan untuk mereduksi dalam penelitian artinya mencoba memahami bahwa suatu hal dapat dimengerti secara lebih baik kalau diubah menjadi bentuk yang paling sederhana.

    ReplyDelete
  56. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Reduksionisme dalam pembelajaran diperlukan ketika materi yang diajarkan terlalu luas. Reduksionisme juga dapat dilakukan ketika menyampaikan materi yang sulit, reduksi dilakukan dengan memberikan penjelasan yang sederhana tentang materi rumit tersebut agar lebih mudah dipahami.

    ReplyDelete
  57. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Reductionism adalah salah satu dari beberapa gagasan filosofis terkait mengenai hubungan antara fenomena yang dapat digambarkan dalam fenomena lain yang lebih sederhana atau lebih mendasar. Reductionism mencakup seperangkat klaim ontologis, epistemologis, dan metodologis tentang hubungan antara berbagai domain ilmiah. Pertanyaan mendasar tentang sifat, konsep, penjelasan, atau metode dari satu domain ilmiah (biasanya pada tingkat organisasi yang lebih tinggi) dapat disimpulkan dari atau dijelaskan oleh konsep, penjelasan, atau metode dari ranah sains lain biasanya pada tingkat organisasi yang lebih rendah.

    ReplyDelete
  58. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb
    Reduksionisme adalah sebuah paham yang memahami sifat hal-hal yang kompleks dengan menguranginya terhadap interaksi bagian - bagian tertentu untuk menjadi yang lebih sederhana atau lebih mendasar. Namun, dalam mereduksi haruslah hati-hati, karena yang kita anggap tidak penting lalu kita mereduksinya bisa saja itu adalah hal yang penting bagi orang lain. Jadi hindari reduksi, ketika kita terpaksa mereduksi, maka reduksilah dengan pemikiran yang logis.

    ReplyDelete
  59. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai dalam beberapa pengertian diantaranya, pengertian pertama yaitu, suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-ha kompleks dengan menydederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Pengertian kedua yaitu, suatu posisi (filsafat filosofis) bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah gabungan dari komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan.

    ReplyDelete
  60. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Reduksionisme adalah salah satu dari beberapa gagasan filosofis terkait mengenai hubungan antara fenomena yang dapat digambarkan dalam fenomena lain yang lebih sederhana atau lebih mendasar. Secara metodologisnya, reduksionisme merupakan usaha ilmiah untuk memberika penjelasan dalam hal yang lebih kecil. Reduksionisme dapat diterapkan pada fenomena apapun dan tujuan reduksionisme ini adalah untuk menyederhanakan dengan cara mengurangi atau melakukan eliminasi terhadap suatu substansi.

    ReplyDelete
  61. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Paham ini memandang segala yang ada di dunia ini dapat dipahami dengan melihat pada sifat-sifat dasarnya dengan terlebih dulu menyederhanakannya. Setiap yang ada tidak lain sesungguhnya adalah sebuah sistem yang tersetruktur yang terdiri dari bagian-bagian kecil penyusunnya. Paham ini meyakini hal demikian. Sehingga untuk memahami setiap yang ada, dapat dilakukan dengan memahami bagian-bagian kecilnya yang lebih sederhana.

    ReplyDelete
  62. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Ketika sulit untuk memahami sesuatu hal yang bersifat kompleks, maka kita dapat melakukan reduksi yang dapat membuat hal kompleks tadi lebih mudah dipahami. Seperti halnya jika ingin memahami sosiologi, ada baiknya kita memahami psikologi terlebih dahulu. Karena dengan mereduksi sosiologi terlebih dahulu menjadi psikologi, akan lebih memahami konsep dasar tentang manusia dan sifat-sifatnya sehingga ketika lanjut mempelajari sosiologi, akan lebih memahami bagaimana manusia dan sifat-sifatnya dalam hubungan antar sesama manusia.

    ReplyDelete
  63. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Reductionism terkait dengan cara pikir filsafat yang komprehensif direduksi kepada pemikiran pribadi. Orang cenderung menarik kesimpulan sendiri-sendiri. Contoh, empirisme yang memungkinkan orang menarik kesimpulan berdasarkan pengalaman empirisnya sendiri. Atau skeptisisme yang membuat orang untuk tidak mengambil kesimpulan apapun terhadap dunia riil.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  64. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dapat juga diartikan sebagai pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  65. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Reduksionisme adalah paham yang memandang bahwa sifat dasar yang komplek berkaitan erat dengan bagian-bagiannya. Maksud dari paham ini adalah sistem yang komplek bisa dibuat lebih sederhana melalui bagia-bagian yang lebih mendasar. Reduksionisme menyiratkan kemampuan untuk memahami fenomena secara lebih lengkap dalam hal proses pembentukannya. Kaitannya dalam ilmu pengetahuan, reduksionisme berarti mengembangkan teknik untuk mempelajari cara-cara dimana skala yang lebih besar mempengaruhi skala yang lebih kecil. Sehingga terjadi proses pembelajaran dimana suatu teori bisa menyerap teori dari pembelajaran yang lain, membuat strategi belajar menjadi lebih sederhana, dan meyakinkan bahwa kenyataan dari suatu teori tersebut saling berhubungan satu sama lain

    ReplyDelete