Dec 2, 2012

REDUCTIONISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang REDUCTIONISM, koneklah ke:








Wss Wr Wb
Marsigit




10 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Reduksionisme dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang.Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Namun dalam menggunakan metode reduksi ini hendaknya sebijaksana mungkin karena tidak semua hal bisa direduksikan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam filosofis filsafat, reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Hal ini berarti bahwa Reduksionisme berkaitan dengan reduksi yang berarti menghilangkan atau menyederhanakan sesuatu dari bentuk yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami. Reduksi yang dilakukan tersebut memudahkan kita untuk memahami keseluruhan bagian yang akan kita pelajari.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau suatu posisi bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebagai contohnya kita meneliti sebuah mesin, kita akan meneliti bagian bagiannya seperti roda, mesin, generator dan lain sebagainya.
    Kemudian setelah meneliti yang paling fundamental adalah gerakan generator karena itu fungsi gerak generator mewakili dan dianggap paling berperan bagi keseluruhan mesin. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya. Contoh lain adalah kerja kesadaran direduksi menjadi sekedar kerja dari otak karena itu harus diselidiki oleh neurophysiologists.

    Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    Reduksionisme sendiri memiliki beberapa jenis lain. Reduksionisme Teoritis berarti paham bahwa sebagian dari bidang pengetahuan merupakan bagian dari teori yang besar. Pandangan ini mendukung adanya “Grand Unified Theory” Reduksionisme Ontologis lebih condong ke pada filsafat, dia berpendapat bahwa kenyataan tersusun dari benda, substansi dan entitas dalam jumlah terbatas. Ada beberapa alternatif dari Reduksionisme:

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Reduksionisme secara jelas menggambarkan perspektif pasti dari kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, yang disebut [epifenomena]. Seringkali ada implikasi bahwa epifenomena menggunakan perantara tanpa sebab pada fenomena mendasar yang menjelaskannya. Reduksionisme tidak menghalangi keberadaan apa yang biasa disebut dengan [fenomena emergen], tetapi hal itu menyiratkan kemampuan untuk memahami fenomena tersebut secara lebih lengkap dalam hal proses dimana mereka terbentuk. Pemahaman reduksionis ini sangat berbeda dari yang biasanya diimplikasikan oleh istilah emergence, yang secara khusus bermaksud bahwa apa yang muncul lebih dari jumlah proses-proses dimana ia muncul. Reduksionisme religius pada umumnya mencoba untuk menjelaskan agama dengan cara meleburkannya bersama penyebab pandangan non-religius tertentu. Beberapa contoh penjelasan reduksionistik tentang adanya agama: bahwa agama dapat direduksi menjadi konsep kemanusiaan tentang benar dan salah, agama tersebut pada dasarnya merupakan sebuah usaha primitif dalam mengendalikan lingkungan kita, dan agama itu adalah cara untuk menjelaskan keberadaan fisik dunia. Antropolog Edward Burnett Tylor dan James George Frazer mempergunakan beberapa argumen reduksionis religius. Sigmund Freud mempunyai ide bahwa agama tidak lebih dari sebuah ilusi, atau bahkan penyakit kejiwaan, dan Marxis melihat bahwa agama adalah "napas yang tertindas", yang hanya menyediakan "kebahagiaan ilusi rakyat," kedua hal tersebut merupakan pandangan reduksionis agama yang berpengaruh.

    ReplyDelete
  7. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebagai contohnya kita meneliti sebuah mesin, kita akan meneliti bagian bagiannya seperti roda, mesin, generator dan lain sebagainya.
    Kemudian setelah meneliti yang paling fundamental adalah gerakan generator karena itu fungsi gerak generator mewakili dan dianggap paling berperan bagi keseluruhan mesin. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya. Contoh lain adalah kerja kesadaran direduksi menjadi sekedar kerja dari otak karena itu harus diselidiki oleh neurophysiologists.

    Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakikatnya reduksionisme adalah metode berpikir manusia. Reduksi dapat diartikan sebagai penyederhanaan dalam berpikir. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan manusia, manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu, manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi yang diperuntukkan dalam menjalani hidup ini. Metode berpikir reduksi ini sangat membantu kita agar bertindak sesuai dengan ruang, waktu, dan peruntukkannya. Namun dalam menggunakan metode reduksi ini hendaknya sebijaksana mungkin karena tidak semua hal bisa direduksikan.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya untuk memahami bagian keseluruhannya. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar.
    Sehingga dalam pendekatan ini terjadi pengurangan-pengurangan untuk lebih menyederhanakan hal-hal kompleks untuk lebih bisa dipahami.

    ReplyDelete