Dec 2, 2012

REDUCTIONISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang REDUCTIONISM, koneklah ke:








Wss Wr Wb
Marsigit




37 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Reduksionisme dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang.Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Namun dalam menggunakan metode reduksi ini hendaknya sebijaksana mungkin karena tidak semua hal bisa direduksikan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam filosofis filsafat, reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Hal ini berarti bahwa Reduksionisme berkaitan dengan reduksi yang berarti menghilangkan atau menyederhanakan sesuatu dari bentuk yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami. Reduksi yang dilakukan tersebut memudahkan kita untuk memahami keseluruhan bagian yang akan kita pelajari.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau suatu posisi bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebagai contohnya kita meneliti sebuah mesin, kita akan meneliti bagian bagiannya seperti roda, mesin, generator dan lain sebagainya.
    Kemudian setelah meneliti yang paling fundamental adalah gerakan generator karena itu fungsi gerak generator mewakili dan dianggap paling berperan bagi keseluruhan mesin. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya. Contoh lain adalah kerja kesadaran direduksi menjadi sekedar kerja dari otak karena itu harus diselidiki oleh neurophysiologists.

    Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    Reduksionisme sendiri memiliki beberapa jenis lain. Reduksionisme Teoritis berarti paham bahwa sebagian dari bidang pengetahuan merupakan bagian dari teori yang besar. Pandangan ini mendukung adanya “Grand Unified Theory” Reduksionisme Ontologis lebih condong ke pada filsafat, dia berpendapat bahwa kenyataan tersusun dari benda, substansi dan entitas dalam jumlah terbatas. Ada beberapa alternatif dari Reduksionisme:

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Reduksionisme secara jelas menggambarkan perspektif pasti dari kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, yang disebut [epifenomena]. Seringkali ada implikasi bahwa epifenomena menggunakan perantara tanpa sebab pada fenomena mendasar yang menjelaskannya. Reduksionisme tidak menghalangi keberadaan apa yang biasa disebut dengan [fenomena emergen], tetapi hal itu menyiratkan kemampuan untuk memahami fenomena tersebut secara lebih lengkap dalam hal proses dimana mereka terbentuk. Pemahaman reduksionis ini sangat berbeda dari yang biasanya diimplikasikan oleh istilah emergence, yang secara khusus bermaksud bahwa apa yang muncul lebih dari jumlah proses-proses dimana ia muncul. Reduksionisme religius pada umumnya mencoba untuk menjelaskan agama dengan cara meleburkannya bersama penyebab pandangan non-religius tertentu. Beberapa contoh penjelasan reduksionistik tentang adanya agama: bahwa agama dapat direduksi menjadi konsep kemanusiaan tentang benar dan salah, agama tersebut pada dasarnya merupakan sebuah usaha primitif dalam mengendalikan lingkungan kita, dan agama itu adalah cara untuk menjelaskan keberadaan fisik dunia. Antropolog Edward Burnett Tylor dan James George Frazer mempergunakan beberapa argumen reduksionis religius. Sigmund Freud mempunyai ide bahwa agama tidak lebih dari sebuah ilusi, atau bahkan penyakit kejiwaan, dan Marxis melihat bahwa agama adalah "napas yang tertindas", yang hanya menyediakan "kebahagiaan ilusi rakyat," kedua hal tersebut merupakan pandangan reduksionis agama yang berpengaruh.

    ReplyDelete
  7. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebagai contohnya kita meneliti sebuah mesin, kita akan meneliti bagian bagiannya seperti roda, mesin, generator dan lain sebagainya.
    Kemudian setelah meneliti yang paling fundamental adalah gerakan generator karena itu fungsi gerak generator mewakili dan dianggap paling berperan bagi keseluruhan mesin. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya. Contoh lain adalah kerja kesadaran direduksi menjadi sekedar kerja dari otak karena itu harus diselidiki oleh neurophysiologists.

    Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    ReplyDelete
  8. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pada hakikatnya reduksionisme adalah metode berpikir manusia. Reduksi dapat diartikan sebagai penyederhanaan dalam berpikir. Hal tersebut terjadi karena keterbatasan manusia, manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu, manusia dibekali dengan metode berpikir reduksi yang diperuntukkan dalam menjalani hidup ini. Metode berpikir reduksi ini sangat membantu kita agar bertindak sesuai dengan ruang, waktu, dan peruntukkannya. Namun dalam menggunakan metode reduksi ini hendaknya sebijaksana mungkin karena tidak semua hal bisa direduksikan.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Sebuah sistem kompleks direduksi menjadi kerja bagian-bagiannya untuk memahami bagian keseluruhannya. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya.

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar.
    Sehingga dalam pendekatan ini terjadi pengurangan-pengurangan untuk lebih menyederhanakan hal-hal kompleks untuk lebih bisa dipahami.

    ReplyDelete
  11. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Reductionism dalam matematika diartikan sebagai semua ilmu matematika seharusnya dapat dibangun di atas fondasi yang sama atau biasa disebut sebagai teori aksiomatik. Sebagai contoh, teorema Kurt Godel mengenai ketidaklengkapan yang menimbulkan keraguan pencapaian landasan aksiomatik dalam semua ilmu matematika. Maka untuk menghilangkan keraguan tersebut, Godel mempunyai aksioma yang cukup kuat untuk landasan tentang aritmatika bilangan asli. Pengertian reductionism dalam ilmu pengetahuan yaitu seluruh sistem berdasrkan individu, bagian penyusunnya dan interaksinya.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan.
    Dapat diartikan bahwa reduksi disini dapat diartikan sebagai pemisahan dari penggabungan-penggabungan komponen yang ada.

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Sesuai dengan pengertian kata pokoknya, reduksionisme adalah pandangan filsafat mengenai penyederhanaan suatu hal yang kompleks menjadi unsur-unsurnya. Sikap reduksionisme ini memiliki manfaat jika dalam matematika, pernyataan yang berlaku untuk umum tentu akan berlaku untuk khusus yang merupakan bagian dari umum. Namun jika manusia itu dalam kehidupan sehari-harinya selalu bersikap reduksionisme, maka ada kemungkinan manusia tersebut akan cenderung tidak kreatif, dan tidak akan berkembang, karena menyederhanakan sesuatu yang kompleks hanya menjadi unsur-unsurnya saja.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://id.wikipedia.org/wiki/Reduksionisme, Reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Hal ini dapat dikatakan sebagai objek,fenomena, penjelasan,teori, dan pengertian. Reduksionisme secara jelas menggambarkan perspektif pasti dari kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, yang disebut [epifenomena]. Seringkali ada implikasi bahwa epifenomena menggunakan perantara tanpa sebab pada fenomena mendasar yang menjelaskannya.

    ReplyDelete
  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://www.iep.utm.edu/red-ism/ , Reduksi adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang dapat direduksi menjadi teori atau fenomena lain. Sebagai contoh, seorang reduksionis mengenai matematika mungkin menganggap teori matematika tertentu dapat direduksi menjadi logika atau teori yang ditetapkan. Atau, reduksionis tentang entitas biologis seperti sel mungkin menganggap entitas semacam itu dapat direduksi menjadi koleksi entitas fisiko-kimia seperti atom dan molekul. Jenis reduksionisme yang saat ini paling diminati dalam metafisika dan filsafat pikiran melibatkan klaim bahwa semua ilmu dapat direduksi menjadi fisika. Hal ini biasanya dianggap bahwa semua fenomena (termasuk fenomena mental seperti kesadaran) identik dengan fenomena fisik.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Reduksionisme adalah sebuah pendekatan untuk memahami sifat hal yang kompleks dengan mengurangi mereka untuk interaksi bagian-bagiannya atau komponen sederhana atau lebih mendasar. Sebelumnya telah ada dikatakan bahwa ketika ketika berpikir lebih dalam lagi maka kita akan menemukan bahwa hidup adalah reduksionisme. Sebab dalam hidup yang kita lakukan adalah hasil reduksionisme, mennyederhanakan segala sesuatu yang kompleks agar menjadi mudah bagi kita. reduksionisme sekiranya dilakukan denan tidak menghilangkan makna sebenarnya dari suatu objek tertentu.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Reductionism refers to several related but distinct philosophical positions regarding the connections between phenomena, or theories, "reducing" one to another, usually considered "simpler" or more "basic". The Oxford Companion to Philosophy suggests that it is "one of the most used and abused terms in the philosophical lexicon" and suggests a three part division:
     Ontological reductionism: a belief that the whole of reality consists of a minimal number of parts
     Methodological reductionism: the scientific attempt to provide explanation in terms of ever smaller entities
     Theory reductionism: the suggestion that a newer theory does not replace or absorb the old, but reduces it to more basic terms. Theory reduction itself is divisible into three: translation, derivation and explanation.
    Reductionism can be applied to objects, phenomena, explanations, theories, and meanings.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Reductionism

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Reduksionisme mengacu pada beberapa posisi filosofis yang terkait namun berbeda mengenai hubungan antara fenomena, atau teori, mengurangi satu sama lain, biasanya dianggap sederhana atau lebih mendasar. Ada pembagian reduksionisme kedalam tiga bagian yaitu, Ontologi reduksionisme: sebuah keyakinan bahwa keseluruhan realitas terdiri dari jumlah bagian minimal, Metodologis reduksionisme: usaha ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil, dan Teori reduksionisme: saran bahwa teori yang lebih baru tidak menggantikan atau menyerap yang lama, namun menguranginya menjadi istilah yang lebih mendasar. Reduksionisme, dalam filsafat, pandangan yang menegaskan bahwa entitas semacam itu adalah kumpulan atau kombinasi entitas dengan jenis yang lebih sederhana atau lebih mendasar atau ungkapan yang menunjukkan entitas semacam itu dapat didefinisikan dalam bentuk ungkapan yang menunjukkan entitas yang lebih mendasar. Dengan demikian, gagasan bahwa tubuh fisik adalah kumpulan atom atau pikiran itu kombinasi kesan indra adalah bentuk reduksionisme.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Reduksi fenomenologis ini digunakan untuk mengungkapkan esensi, eidos atau hakikat objek diteruskan dengan reduksi pada kesadaran (subjek) sendiri. Pada reduksi ini yang direduksi adalah segenap prasangka (misalnya, yang berasal dari tradisi, kepercayaan, asumsi, aksioma, teori atau hukum) tentang objek yang hendak dicari esensinya. Seluruh prasangka harus disimpan di dalam “tanda kurung” dulu dan kesadaran harus diarahkan pada fenomena yang tampak dalam segala aspek, perspektif, dan tahapannya. Reduksi fenomenologis ini ditempuh dengan menyisihkan atau menyaring pengalaman pengamatan pertama yang terarah pada eksistensi fenomena. Pengalaman inderawi itu tidak ditolak melainkan dipilah-pilah dari prasangka, praanggapan maupun prateori, yaitu seluruh pandangan yang telah dimiliki sebelumnya. Fenomena itu diamati dalam hubungannya dengan kesadaran tanpa melakukan refleksi terhadap fakta-fakta yang ditemukan lewat pengamatan itu. Jadi dapat disimpulakan reduksi fenomenologis ini mengunakan kesadaran dalam hubungannya untuk mengamati fenomena dengan menyisihkan atau menyaring pengalaman pertama yang terarah pada eksistensi fenomena dari segenap prasangka.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Reduksi transendental ini sama seperti reduksi fenomenologis yaitu sama-sama diarahkan pada kesadaran, namun terdapat perbedaan yaitu pada reduksi ini yang diberi “tanda kurung” bukan hanya terbatas pada prasangka terhadap objek tetapi juga pada keberadaan dari realitas secara keseluruhan. Maka, yang akan tampak ke permukaan setelah setelah diberi tanda kurung itu adalah kesadaran kita sendiri serta aktivistas-aktivitasnya, yakni “aktivitas-aktivitas memberi makna transenden kepada apa yang sebenarnya merupakan bagian integral di dalam kesadaran kita”. Dengan reduksi transendental, kita sampai pada “subjek transendental”, yang merupakan sumber dari pemberian makna itu. Tujuan dari reduksi ini adalah menelusuri dan mengungkap sumber segala pemaknaan dalam kesadaran kita sendiri ini sesuai dengan definisi fenomenologi seperti yang diungkap oleh Husserl sendiri, yakni “studi tentang esensi kesadaran dalam berbagai aktivitasnya . Jadi reduksi transendental ini ini mengunakan kesadaran dalam hubungannya untuk mengamati fenomena dan fenomena lainnya dengan menyisihkan atau menyaring pengalaman, namun bukan hanya terbatas pada prasangka terhadap objek tetapi juga pada keberadaan dari realitas secara keseluruhan sehingga mengungkap segala sumber pemberian makna tersebut.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan sumber yang ada bahwa reduksionisme dapat diartikan sebagai (a) suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar atau (b) suatu posisi (filsafat) bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Kaitannya dengan dengan (a) mencoba mereduksi apa yang ada supaya lebih dimengerti dan dipahami. Oleh karena itu prinsip ini sering digunakan dalam ilmu pengetahuan. Reduksi adalah aliran filsafat yang memandang segala sesuatunya secara utuh sampai ke bagian-bagian terkecilnya. Reduksionisme sangat mencerminkan perspektif tertentu pada kausalitas. Dalam kerangka reduksionis, fenomena yang dapat dijelaskan sepenuhnya dalam hal hubungan antara fenomena yang lebih mendasar lainnya, disebut epifenomena, sebuah gejala. Seringkali ada implikasi bahwa epiphenomenon yang diberikannya ada lembaga kausal pada fenomena mendasar yang menjelaskannya.

    ReplyDelete
  23. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Reduksionisme berasal dari kata reduksi yang artinya penyederhanaan. Dalam filsafat, reduksionisme dianggap sebuah pandangan atau keyakinan bahwa keseluruhan realitas terdiri dari jumlah bagian minimal. Reduksi merupakan suatu metode, dimana pada suber yang diberikan dijelaskan bahwa metodologis reduksionisme adalah upaya ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil atau lebih sederhana.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Reduksionisme dapat diartikan sebagai penyederhanaan, yaitu suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Reduksionisme juga diartikan sebagai suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Reduksionisme sering mengacu pada beberapa posisi filosofis yang terkait namun berbeda mengenai hubungan antara fenomena, atau teori, "mengurangi satu sama lain, biasanya dianggap" sederhana "atau lebih" mendasar ". The Oxford Companion to Philosophy mengemukakan bahwa itu adalah "salah satu istilah yang paling sering digunakan dan disalahgunakan dalam kamus leksikonistik" dan menyarankan pembagian tiga bagian yaitu : Ontologi reduksionisme: sebuah keyakinan bahwa keseluruhan realitas terdiri dari jumlah bagian minimal. Metodologis reduksionisme: usaha ilmiah untuk memberikan penjelasan dalam hal entitas yang lebih kecil. Teori reduksionisme: saran bahwa teori yang lebih baru tidak menggantikan atau menyerap yang lama, namun menguranginya menjadi istilah yang lebih mendasar. Pengurangan teori itu sendiri terbagi menjadi tiga: terjemahan, derivasi dan penjelasan. (Alyssa Ney. "Reductionism". Internet Encyclopedia of Philosophy. IEP, University of Tennessee. Retrieved March 13, 2015)

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ketika sulit memhami sesuatu hal yang bersifat kompleks maka hal yang dapat kita lakukan adalah mereduksi hal yang kompleks tadi agar lebih mudah dipahami. Misalnya jika ingin memhami ilmu sosiologi maka kita juga harus memahami ilmu psikologi terlebih dahulu. Karena dengan mereduksi sosiologi terlebih dahulu menjadi psikologi akan memudahkan kita memhami konsep dasar tentang manusia dan sifat-sifatnta sehingga ketika kita mempelajari sosiolohi maka akan mudah memahami bagaimana manusia dan sifat-sifatnya dalam hubungan antar sesama.

    ReplyDelete
  27. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Reduksionisme merupakan konsep pengembalian seutuhya. Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. reduksionisme adalah proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai “mempermudah” bukan “menyederhanakan”. Jenis reduksionisme yang saat ini paling menarik dalam metafisika dan filsafat pikiran melibatkan klaim bahwa semua ilmu dapat direduksi.

    ReplyDelete
  28. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapat pemahaman baru tentang kata filsafat yaitu reductionism. Dimana reductionism ini ada berbagai pendefinian. Bisa saja reductuonism ini kita pandang sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Namun jika kita lihat menurut kacamata spiritual, tentunya reduksionisme berhubungan dengan religius yang pada umumnya mencoba untuk menjelaskan agama dengan cara meleburkannya bersama penyebab pandangan non-religius tertentu. Pandangan lain, jika di pandang dari segi filsafat, reductionism ini uatu posisi [filsafat filosofis] bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah penggabungan komponen-komponennya, dan suatu pernyataan tersebut dapat direduksi menjadi pernyataan dari unsur-unsur perseorangan. Dari pandangan-pandangan pendefinisian ini tergantung kita menempatkan paham ini ke mana.

    ReplyDelete
  29. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Reductionism adalah pendekatan yang mereduksi kompleksitas permasalahan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, sehingga dapat dengan mudah diamati dan diteliti. Pendekatan analitikal adalah nama lain dari reductionism, yaitu mencoba untuk mencari unsur-unsur yang menjelaskan fenomena tersebut dengan hukum sebab akibat. Asumsi dari reductionism ini adalah bahwa fenomena keseluruhan dapat dijelaskan dengan mengetahui fenomena dari unsur-unsurnya.

    ReplyDelete
  30. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Reduksionisme merupakan konsep bahwa mengembalikan seutuhnya fenomena yang lebih tinggi pada fenomena yang lebih rendah ¡tu mungkin saja, dan prinsip ini justru menjadi dasar penjelasan. Reduksionisme dapat dilihat dalam pandangan mekanis terhadap kehidupan mental manusia, di mana kehidupan psikis semata-mata dianggap sebagai hasil proses fisioIogis. Dalam reduksionisme, realitas direduksi menjadi fakta-fakta yang dapat diamati. Berkaitan dengan praktek reduksionisme dalam pengetahuan, reduksionisme sendiri sebenarnya adalah proses induktif panjang yang selanjutnya dibakukan melalui konsep ilmu pengetahuan. Jadi, reduksionisme selayaknya dipahami sebagai “mempermudah” bukan “menyederhanakan”.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillah....
    Reduction berarti pengurangan atau perpotongan. Reduksionisme merupakan paham yang percaya bahwa sistem yang kompleks tak lain hanyalah gabungan dari komponen-komponen yang lebih sederhana, sehingga dapat direduksi menjadi unsur-unsur yang lebih kecil. Terdapat tiga jenis reduksionisme, pertama reduksionisme teoretis adalah sebuah proses dimana sebuah teori menyerap teori yang lainnya. Misalnya hukum Keples tentang gerak planet dan teori Galileo tentang gerak pada benda terrestrial, keduanya direduksi menjadi teori Newton tentang mekanika. Kedua, reduksionisme metodologis adalah sebuah posisi yang merupakan strategi ilmiah terbaik dalam upaya menyederhanakan penjelasan menjadi entitas terkecil yang mungkin. Dan ketiga, reduksionisme ontologis adalah keyakinan bahwa realita terdiri dari jumlah minimum dari beberapa jenis entitas atau substansi.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Reduksionisme adalah posisi filosofis yang menyatakan bahwa sistem yang kompleks tidak lain adalah jumlah dari bagian-bagiannya. Dalam hal ini misalnya benda, fenomena, penjelasan, teori, dan makna. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena yang direduksi menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Dengan demikian, reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sudah menjadi sifat dan kelemahan manusia untuk berpikir dengan reduksi, artinya manusia hanya mampu memikirkan apa yang dapat dipikirkan dan perlu untuk dipikirkan. Dalam matematika, reduksionisme dapat diartikan sebagai filosofi bahwa semua matematika dapat (atau seharusnya) dibangun di atas fondasi yang sama, yang biasanya merupakan teori aksiomatis. Misalnya saja geometri yang dibangun oleh Euclid, reduksionisme nya berupa kelima aksioma Euclid beserta postulat-postulatnya.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Reduksionisme memiliki dua arti: yang lebih umum adalah bahwa reduksionisme mengacu pada pendekatan penjelasan apa pun yang mencoba mengurangi kompleksitas struktur atau perilaku ke unit yang kurang kompleks. Reduksionisme juga memiliki arti tertentu, yaitu pandangan bahwa perilaku manusia dapat dikurangi menjadi hukum fisika yang terkait dengan jenis perilaku naluriah hewan lain.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Definisi Reduksionisme di atas sebenarnya dekat ke Metodologi Reduksionisme.
    Metodologi Reduksionisme berpendapat bahwa strategi yang terbaik dalam sebuah penelitian ilmiah adalah menjelaskannya dari hal yang terkecil.

    ReplyDelete
  36. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Reduksionisme berkaitan dengan reduksi yang berarti menghilangkan atau menyederhanakan sesuatu dari bentuk yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana sehingga lebih mudah untuk dipahami. Dalam filosofis filsafat, reduksionisme dapat diartikan sebagai suatu pendekatan untuk memahami sifat dasar hal-hal kompleks dengan menyederhanakannya ke dalam interaksi dari bagian-bagiannya, atau membuat suatu hal menjadi lebih sederhana atau lebih mendasar. Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan dalam memahami keseluruhan bagian yang akan dipelajari.

    ReplyDelete
  37. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Reduksionisme adalah suatu kebiasaan untuk memandang sebuah bagian utuh dari sebuah objek dengan meneliti bagian-bagiannya. Reduksionis adalah mereka yang mengambil satu teori atau fenomena menjadi direduksi, menjadi beberapa teori atau fenomena lainnya. Misalnya, reduksionis tentang matematika mungkin mengambil teori matematika yang diberikan untuk menjadi diturunkan ke logika atau menetapkan teori. Ide reduksi sebenarnya sudah bermula sejak lama. Ide ini kemudian dinyatakan secara formal oleh filsuf Rene Descartes. Rene Descartes menyatakan bahwa alam semesta ini terdiri dari bagian-bagian, dan untuk memahami alam semesta harus lebih dahulu memahami bagian-bagiannya sebelum memahami seluruhnya. Sebenarnya definisi mengenai Reduksionisme ada beberapa di tiap bidang. Unsur dasar reduksi adalah abstraksi. Abstraksi menyajikan secara konseptual serta secara imajinatif sesuatu yang tidak dialami secara langsung atau konkret.Pada hakekatnya manusia terbatas dalam segala hal. Karena keterbatasan manusia tersebut, maka manusia hanya mampu memikirkan sebagian saja dari yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karena itu manusia dibekali Tuhan dengan metode berpikir reduksi. Karena sesungguhnya manusia tak akan pernah bisa menggapai lengkap. Sesungguhnya yang menjadi sifat dasar dari reduksionism adalah tajam dan kejam. Sebenar-benar metode reduksi adalah sesuai ruang, waktu dan peruntukkannya. Oleh karena itu, hendak lah kita menggunakan metode reduksi ini sesuai dengan ruang, waktu, dan peruntukkannya, agar sifat dasar dari reduksi (tajam dan kejam) tidak mempengaruhi kelangsungan hidup kita.

    ReplyDelete