Dec 3, 2012

PHILOSOPHY OF SCIENCE (Filsafat Sain)





Ass Wr Wb
Terlebih untuk Mahasiswa program S2 PSn, referensi berikut sangat penting untuk didalami:


Wss Wr Wb
Marsigit




9 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Filsafat sains adalah bidang sains yang mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi dari sains, yang termasuk di dalamnya antara lain sains alam dan sains sosial. Di sini, filsafat sains sangat berkaitan erat dengan epistemologi dan ontologi. Menurut Robert Ackerman Filsafat sains dalam suatu segi adalah suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dewasa ini dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat demikian itu, tetapi filsafat sains jelas bukan suatu kemandirian cabang sains dari praktek ilmiah secara aktual.

    ReplyDelete
  2. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEPE S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang dibagikan. Melalui link tersebut saya memperoleh pengetahuan tentang filsafat sains. Pada laman https://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_science salah satunya, bertambah ilmu yang saya dapatkan, yaitu Filsafat sains adalah sub bidang filsafat yang berkaitan dengan fondasi, metode, dan implikasi sains. Fondasi, benar-benar mengulas sampai sedala-dalamnya. Dari postingan ini juga saya kembali disadarkan bahwa berpikir filsafat adalah berpikir intensif, yaitu sedala-dalamnya.

    Filsafat sains, mengulas sains hingga ke akar-akarnya. Maka ulasan tentang sains secara filsafat akan membahas tentang apa saja yang memenuhi syarat sebagai sains, keandalan teori ilmiah, dan tujuan akhir sains. Akan tetapi saya juga membaca bahwa disiplin pada filsafat sains tumpang tindih dengan metafisika, ontologi, dan epistemologi, misalnya saat mengeksplorasi hubungan antara sains dan kebenaran. Mohon ijin penjelasan terkait disiplin filsafat sains tersebut. Terimakasih

    ReplyDelete
  3. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Filsafat sain ini sudah ada sejak zaman Aristoteles yang memiliki tujuan untuk merumuskan kriteria dalam memastikan pernyataan “bermakna dan menilai secara obyektif”. Menurut Daniel Dennett (1995) tidak ada sains yang bebas dari filsafat. Dalam hal ini contoh ilmu sains yang berkaitan dengan filsafat diantaranya filsafat statistik, filsafat matematika, filsafat kimia, filsafat biologi, filsafat fisikia, filsafat kedokteran, filsafat psikologi, filsafat psikiatri, filsafat ekonomi, dan filsafat ilmu sosial. Pada filsafat matematika dijelskan bahwa filsuf matematika memiliki tujuan untuk mengklarifikasi hubungan antara matematika dan logika, dan kemampuan manusia seperti intuisi. Kiranya Bapak dapat memberikan penjelasan yang lebih mendalam mengenai hal ini, karena saya tidak berani menyimpulkan hal tersebut dikhawatirkan salah persepsi. Terimakasih Pak.

    ReplyDelete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, thank you prof. Marsigit for an interesting article that is on the fourth link. From the above article, I realized that this philosophy of science has existed since the time of Aristotle with a goal to formulate the criteria in ensuring "meaningful and objective judgment" statements. According to Daniel Dennett (1995) no science is free from philosophy. In this case the examples of science that deals with philosophy include the philosophy of statistics, philosophy of mathematics, philosophy of chemistry, philosophy of biology, philosophy of physics, and others. Science can reveal the truth about things that can not be observed and whether scientific reasoning can be justified at all. Even some philosophers of science also use contemporary results in science to reach conclusions about philosophy itself. so closely related to philosophy and science, even if examined and studied further, the philosophy of science will provide a lot of knowledge and broader insight to make sense of the basic concepts of science itself. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  6. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Salah satu link tersebut merujuk pada filsafat biologi. Perkembangan perhatian filsafat terhadap biologi selama lebih dari 50 tahun terakhir merefleksikan peningkatan ketermukaan ilmu biologi pada periode tersebut. Sekarang terdapat literasi yang luas terhadap berbagai topik biologi. Terdapat tiga macam perbedaan filsafat tentang kerangka umum filsafat biologi. Yang pertama adalah tesis umum dalam filsafat sains ada pada konteks biologi. Kedua, puzzle konseptual dalam biologi tersebut ditunjuk untuk analisis secara filosofis. Ketiga, pernyataan bagi biologi dibuat dari diskusi pertanyaan filosofis tradisional. Kedua macam kerja filosofis tersebut secara khas dilakukan dalam konteks pengetahuan yang detail tentang biologi aktual, sementara filosofis yang ketiga kurang. Filsafat biologi juga dapat dibagi oleh bagian khusu dalam konteks biologi dengan yang difokuskan.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya tertarik dengan web http://www.iep.utm.edu/cloning/. Beberapa tahun yang lalu saya pernah mendengar berita bahwa otak salah satu ilmuan terpintar akan digunakan sebagai salah satu bahan untuk cloning. Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa orang pintar, rupawan, dan berkualitas akan diambil saya lupa bagian mana yang akan diambil. Dari situ para ilmuan akan membuat kloning sehingga akan menghasilkan manusia yang berkualitas. Hal ini merupakan hal yang mengerikan menurut saya. Apabila hal ini terjadi maka tidak ada lagi keberagaman di dunia ini, bahkan manusia akan terkesan manusia menjadi seorang robot. Hal ini juga mengindikasikan bahwa manusia kurang mensyukuri anugrah paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan. Semoga cloning ini tidak terjadi pada manusia.

    ReplyDelete
  9. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Menurut saya filsafat sain yang bersifat natural sejatinya ada di dalam diri setiap manusia. Berdasarkan pada panca indera yang dimilikinya, seseorang secara otomatis manusia dapat memproses pengetahuannya sendiri. Adanya informasi yang didapatkan pada situasi tertentu secara berkelanjutan maka dapat bersifat menetap dalam diri. Sifat-sifat ilmiah merupakan hasil dari informasi dari domain internal maupun eksternal. Tugas manusia adalah berusaha untuk dapat mengaktifkan keberfungsian masing-masing aspek dalam tubuhnya.

    ReplyDelete