Dec 3, 2012

PHILOSOPHY OF SCIENCE (Filsafat Sain)





Ass Wr Wb
Terlebih untuk Mahasiswa program S2 PSn, referensi berikut sangat penting untuk didalami:


Wss Wr Wb
Marsigit




10 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Filsafat sains merupakan suatu ranah pada ilmu filsafat yang menelaah tentang logika interen dari teori-teori ilmiah, membahas dan mengevaluasi metode-metode pemikiran ilmiah,serta mencoba menemukan dan menelaah pentingnya upaya ilmiah sebagai suatu keseluruhan. Filsafat sains merupakan suatu tinjauan kritis tentang pendapat-pendapat ilmiah dengan perbandingan terhadap kriteria-kriteria yang dikembangkan dari pendapat-pendapat tersebut.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Filsafat sains merupakan tinjauan kritis mengenai pemikiran-pemikiran atau pendapat ilmiah yang dikembangkan dari setiap pendapat yang ada dalam ilmu sains tersebut. Filsafat sains ini bertujuan untuk menelaah ilmu sains secara sistematis, secara khusus metode-metode, pendapat-pendapat, serta konsep yang ada dalam pengetahuan sains.
    Demikian pendapat saya, mohon Maaf Bapak jika ada kesalahan.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Untuk memahami rahasia Time Travel, kita bukan hanya butuh memahami teori relativitas saja, kita bahkan butuh lebih dari itu, lebih dari sekedar berkhayal atau membutuhkan daya imajinasi yang super tinggi agar kita dapat benar-benar mengetahui ada rahasia penting seperti apa dalam perjalanan waktu. Kita harus benar-benar berkhayal lebih gila, biarkan saja orang-orang lain menyebut kita gila, antara gila dan jenius itu memiliki batas yang sangat tipis.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan dasar-dasar, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan sentral tentang penelitian yang memenuhi syarat sebagai ilmu, keandalan teori-teori ilmiah, dan tujuan akhir dari ilmu pengetahuan. Disiplin ini tumpang tindih dengan metafisika, ontologi, epistemologi. Tidak ada konsensus di antara filsuf tentang banyak masalah sentral yang bersangkutan dengan filsafat ilmu, termasuk apakah ilmu pengetahuan dapat mengungkapkan kebenaran tentang hal-hal yang tidak teramati dan apakah penalaran ilmiah dapat dibenarkan sama sekali. Selain pertanyaan-pertanyaan umum tentang ilmu pengetahuan secara keseluruhan, filsuf ilmu menganggap masalah yang berlaku untuk ilmu-ilmu tertentu (seperti biologi atau fisika). Beberapa filsuf ilmu pengetahuan juga menggunakan hasil kontemporer dalam ilmu untuk mencapai kesimpulan tentang filsafat itu sendiri. Ada dua arti yang berbeda dari istilah filsafat ilmu: yang pertama adalah tentang metode ilmiah, yang kedua adalah tentang beberapa pertanyaan filosofis yang dijawab dengan penemuan-penemuan ilmiah. Dalam beberapa dekade terakhir menemukan bahwa fisika telah mengubah konsep tentang realitas dan biologi mengubah konsep tentang hidup, filsafat ilmu dalam arti ini dirawat dalam sebuah perspektif filsafat yang ilmiah.

    ReplyDelete
  5. dari salah satu link di atas, Ada dua arti yang berbeda dari istilah filsafat ilmu: yang pertama adalah tentang metode ilmiah dan itu adalah salah satu dimaksud dalam artikel ini; yang kedua adalah tentang beberapa pertanyaan filosofis yang dijawab oleh penemuan-penemuan ilmiah. Dalam beberapa dekade terakhir fisika telah mengubah konsep kita tentang realitas dan biologi mengubah konsep kita hidup, filsafat ilmu dalam arti ini dirawat di Sebuah perspektif ilmiah filsafat. Ada subdisiplin dari filsafat ilmu yang kita lihat filosofis isu-isu yang timbul dari disiplin ilmu tertentu: misalnya, filsafat biologi melihat arti dari konsep yang digunakan dalam biologi evolusi, sedangkan filsafat ilmu-ilmu sosial melihat topik seperti apa ' teori' adalah dalam bidang seperti ekonomi atau sosiologi.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Filsafat ilmu dibedakan menjadi metode ilmiah dan pertanyaan yang dijawab oleh filsuf tentang penemuannya. Contohnya, akhir-akhir ini ilmu fisika telah mengubah konsep tentang realitas dna biologi telah mengubah konsep hidup kita seperti filsafat dalam ilmu biologi melihat bahwa konsep yang digunakan dalam biologi ialah evolusi. Imre Lakatos berpendapat bahwa filsafat ilmu dianggap sebagai pseudo-science atau filsafat telah memproduksi sebagian besar pengetahuan baru yang dekat dengan kebenaran.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Filsafat sains adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan yayasan, metode, dan implikasi sains . Pertanyaan utama dari penelitian ini menyangkut apa yang memenuhi syarat sebagai sains , keandalan teori ilmiah, dan tujuan akhir sains. Disiplin ini tumpang tindih dengan metafisika , ontologi , dan epistemologi , misalnya saat mengeksplorasi hubungan antara sains dan kebenaran.
    Tidak ada konsensus di antara para filsuf tentang banyak masalah utama yang berkaitan dengan filsafat sains, termasuk apakah sains dapat mengungkapkan kebenaran tentang hal-hal yang tidak dapat diamati dan apakah penalaran ilmiah dapat dibenarkan sama sekali. Selain pertanyaan umum tentang sains secara keseluruhan, filsuf sains mempertimbangkan masalah yang diterapkan pada sains tertentu (seperti biologi atau fisika ). Beberapa filsuf sains juga menggunakan hasil kontemporer dalam sains untuk mencapai kesimpulan tentang filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafat dan ilmu pada dasarnya adalah dua kata yang saling terkait, baik secara substansial maupun historis, karena kelahiran ilmu tidak lepas dari peranan filsafat. Filsafat ilmu merupakan penyelidikan filosofis tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya. Dengan kata lain filsafat ilmu sesungguhnya merupakan penyelidikan lanjutan. filsafat ilmu pada prinsipnya memiliki dua obyek substantif dan dua obyek instrumentatif, yaitu: Obyek Subtantif, yang terdiri dari Fakta (Kenyataan) yaitu empiri yang dapat dihayati oleh manusia dan Kebenaran Positivisme, benar substantif menjadi identik dengan benar faktual sesuatu dengan empiri sensual. Kebenaran positivistik didasarkan pada diketemukannya frekwensi tinggi atau variansi besar. Obyek Instrumentatif yang terdiri dari konfirmasi dan logika infersi.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat sains merupakan tinjauan kritis mengenai pemikiran-pemikiran atau pendapat ilmiah yang dikembangkan dari setiap pendapat yang ada dalam ilmu sains tersebut.
    Sehingga segala pemikiran dan pendapat berdasarkan hal hal yang dapat diterima oleh pemikiran/ akal atau bersifat ilmiah, yang kemudia dikembangakn lagi untuk lebih jelas dan tetap ilmiah.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sains berarti ilmu, yaitu pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang (pengetahuan) itu dan bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat diukur dan dibuktikan. Cakupan objek filsafat lebih luas dibandingkan ilmu. Jika ilmu terbatas hanya pada persoalan empiris, maka filsafat mencakup masalah diluar empiris. Secara historis, ilmu berasal dari kajian filsafat karena pada awalnya filsafatlah yang melakukan pembahasan tentang segala yang ada secara sistematis, rasional dan logis. Filsafat merupakan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Perkembangan kajian terkait dengan masalah empiris menimbulkan spesialisasi keilmuan dan menghasilkan kegunaan praktis. Sehingga, filsafat sains merupakan disiplin ilmu yang digunakan sebagai kerangka dasar/landasan berpikir bagi proses keilmuan. Seorang ilmuwan yang mampu berfikir filsafat, diharapkan bisa mendalami unsur-unsur pokok dari ilmu yang ditekuninya secara menyeluruh sehingga bisa memahami sumber, hakikat dan tujuan dari ilmu yang dikembangkannya, termasuk manfaatnya bagi pengembangan masyarakatnya.

    ReplyDelete