Dec 2, 2012

SCEPTICISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SCEPTICISM, konek:






Wss Wr Wb
Marsigit

39 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pemahaman mengenai Skeptisisme berasal dari kata 'skeptis' yang artinya adalah keraguan atau ketidakpercayaan. Sesuai dengan arti kata pokoknya, skeptisisme adalah pandangan filsafat mengenai ketidakpercayaan atau keraguan, sehingga menuntut bukti pada segala hal termasuk pernyataan filsafat. Sebenarnya sikap skeptis ini sangat baik, jika dalam ilmu sains berawal dari skeptis maka dilakukan suatu penelitian sehingga akan mendapatkan suatu penemuan baru. Oleh karena itu, bagi para guru perlu juga adanya sikap skeptis untuk mengembangkan metode pembelajarannya dalam kelas.

    ReplyDelete
  2. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Skeptism berarti keraguan, Skeptisisme merupakan aliran penting dalam ilmu pengetahuan, karena Ilmu pengetahuan memerlukan suatu kepastian yang seakurat mungkin karena itu ilmuan diharapkan skeptis.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Rasa ingin tahu seseorang akan sesuatu menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akan dicari tahu kebenarannya. Rasa ingin tahu dan pertanyaan yang diajukan tersebut juga dikarenakan keragu-raguan seseorang akan sesuatu hal yang belum diketahui kebenarannya atau tidak pasti. Perasaan ragu-ragu seseorang inilah yang dinamakan dengan skeptis. Sedangkan paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti atau diragukan dinamakan Skeptisisme. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Skeptisisme adalah aliran (paham) yg memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Aliran ini meragukan atau menyangsikan kemampuan pikir dan pengetahuan manusia unttuk mencapai kebenaran yang tetap, yang defenitif, yang satu, dan yang objektif yang berlaku bagi semua orang. Beih-benih munculnya aliran ini sudah tampak pada kaum sofis yang menjamur pada masa sebelum dan sejaman dengan Sacrates. Ajaran skeptisisme yang paling keras berasal dari Pyrrho dari Elis.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Aliran Skeptisisme dapat diartikan dengan seorang pemikir yang menolak kebenaran atau muncul keraguan dalam menggapai ilmu pengetahuan, entah itu sebagian atau keseluruhan dari ilmu pengetahuan yang ada. Artinya orang yang sering kali ragu-ragu dan merasa tidak pasti sebab sifat dari idea-idea itu kurang jelas.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Skeptisisme umumnya sikap ingin atau ragu dalam suatu ilmu pengetahuan. Ingin memperoleh ilmunya, ia sering ragu-ragu di karenakan beberapa alasan..

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, René Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah. Kesangsian descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan, yaitu: cogito atau subjectum sebagai onstansi akhir pengetahuan manusia. Di dalam filsafat D.Hume kita menjumpai skeptisme radikal, karena ia tidak hanya menyangsikan hubungan-hubungan kausal, melainkan juga adanya substansi atau realitas akhir yang bersifat tetap.
    Dalam filsafat klasik, mempertanyakan merujuk kepada ajaran mengenai "Skeptikoi". Dalam ilmu filsafat dari yang dikatakan bahwa mereka "tidak menyatakan apa-apa selain pandangan sendiri saja." (Liddell and Scott). Dalam hal ini, keraguan filsafati, atau Pyrrhonisme adalah posisi filsafat yang harus menangguhkan satu keputusan dalam penyelidikan. Sextus Empiricus, Outlines Of Pyrrhonism, Terjemahan R.G. Bury, Harvard University Press, Cambridge, Massachusetts, 1933, 21

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam filsafat, skeptisisme adalah merujuk lebih bermakna khusus untuk suatu atau dari beberapa sudut pandang. Termasuk sudut pandang tentang:

    1. Sebuah pertanyaan,
    2. Metode mendapatkan pengetahuan melalui keraguan sistematis dan terus menerus pengujian,
    3. Kesembarangan, relativitas, atau subyektivitas dari nilai-nilai moral,
    4. Keterbatasan pengetahuan,
    5. Metode intelektual kehati-hatian dan pertimbangan yang ditangguhkan.

    ReplyDelete
  10. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional.

    ReplyDelete
  11. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Skeptisisme adalah satu-satunya paham atau aliran yang secara radikal dan fundamental tidak mengakui atau meragukan atau menolak adanya kepastian dan kebenaran pengetahuan. Para skeptis pada awalnya adalah orang-orang yang mengamati segala sesuatu dengan cermat serta mengadakan penelitian terhadapnya. Seringkali banyak kepercayaan yang dianggap benar, kemudian ternyata salah. Skeptisisme dapat juga diartikan sebagai pernyataan ragu-ragu. Dalam makna sempit, skeptisisme adalah pengingkaran tentang kemungkinan mengetahui. Sedangkan dalam makna luas, berarti sikap menunda pertimbangan sampai analisis yang kritis selesai dan bukti-bukti yang mungkin diperoleh.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Hal ini biasanya dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul ketika sesuatu dipaparkan.
    Melalui pertanyaan pertanyaan tersebut maka terlihatlah banyak keragu-raguan atau sesuatu yang perlu dibuktikan kebenarannya.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Skepticism merupakan klaim mengenai keterbatasan pengetahuan manusia dan respon yang tepat terhadap keterbatasan tersebut yang bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan melalui keraguan sistematis dan pengujian yang dilakukan secara terus menerus dengan pengawasan kritis, kehati-hatian dan kedisiplinan intelektual. Skepticism terjadi di beberapa aspek kehidupan termasuk pada agama atau disebut skepticism agama yaitu keraguan manusia mengenai prinsip-prinsip dasar agama, dengan demikian kita perlu memperkuat iman kita dengan meyakini dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

    ReplyDelete
  14. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam filsafat, skeptisisme adalah merujuk lebih bermakna khusus untuk suatu atau dari beberapa sudut pandang. Salah satunya merupakam metode mendapatkan pengetahuan melalui keraguan sistematis dan terus menerus pengujian.
    Sehingga dalam filsafat ini seringkali dilakukan pengujian untuk membuktikan pengetahuan yang ada hingga keragu-raguan dapat dihilangkan.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Secara umum skeptisisme adalah pandangan, bahwa orang tidak mungkin bisa sampai pada pengetahuan. Di dalam pandangan para pemikir skeptis yang lebih moderat, manusia masih bisa sampai pada pengetahuan, namun tidak akan pernah sampai pada kepastian. Di dalam pandangan yang lebih radikal, pengetahuan manusia tidak pernah bisa didasarkan pada argumen yang masuk akal. Dengan kata lain pengetahuan manusia itu irasional. Argumentasi adalah sekumpulan kata-kata kosong untuk membuktikan sesuatu yang memang tidak bisa dibuktikan.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Pada level yang lebih luas, skeptisisme adalah suatu bentuk ketidakpercayaan pada cara mengetahui manusia. Misalnya ketidakpercayaan pada ingatan sebagai sumber ingatan, karena ingatan sifatnya sangat rapuh dan subyektif. Ada juga para pemikir skeptis yang tidak percaya pada kepastian pengetahuan manusia tentang dunia di luar dirinya. Bagi mereka pengetahuan tentang dunia di luar diri manusia (external world) hanya sebentuk sensasi-sensasi saraf otak semata, dan bukan pengetahuan yang asli. Ada satu bentuk skeptisisme lainnya yang disebut sebagai solipsisme. Paham ini berpendapat bahwa yang ada hanyalah diri manusia dan keyakinan-keyakinan subyektifnya. Segala sesuatu di luar diri manusia tidak ada. Misalnya dunia di luar diri manusia itu sungguh ada, namun itu pun tetap tidak bisa diketahui.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  18. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism, Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) contohnya; kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubungan internasional. Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb): contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.
    Dalam penggunaan sehari-hari skeptisisme bisa berarti:
    1. suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menuju objek tertentu;
    2. doktrin yang benar ilmu pengetahuan atau terdapat di wilayah tertentu belum pasti; atau
    3. metode ditangguhkan pertimbangan, keraguan sistematis, atau kritik yang karakteristik skeptis (Merriam-Webster).

    ReplyDelete
  19. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Skeptis merupakan suatu sikap yang selalu mempertanyakan pengetahuan atau keyakinan yang dinyatakan sebagai fakta atau lebih sederhananya adalah keraguan yang dimiliki manusia atas apa yang dihadapinya. Skeptisisme merupakan paham dalam filsafat yang memandang setiap sesuatu yang belum dibuktikan kebenarannya selalu tidak pasti atau meragukan. Disisi lain ada suatu kepastian ada hal yang belum pasti terjadi dalam kehidupan seperti halnya memprediksi apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  20. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Skeptisisme umumnya berupa sikap ragu terhadap satu atau lebih item pengetahuan. skeptisisme juga bisa berarti suatu sikap keraguan baik secara umum atau terhadap suatu objek tertentu, dapat pula berupa doktrin yang belum tentu benar tentang suatu ilmu pengetahuan atau tentang suatu hal tertentu yang belum pasti, juga dapat berupa metode yang masih ditangguhkan dan di pertimbangkan, juga tentang keraguan yang sistematis tentang suatu hal.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Skepticism or scepticism is generally any questioning attitude or doubt towards one or more items of putative knowledge or belief. It is often directed at domains, such as morality (moral skepticism), religion (skepticism about the existence of God), or knowledge (skepticism about the possibility of knowledge, or of certainty). Formally, skepticism as a topic occurs in the context of philosophy, particularly epistemology, although it can be applied to any topic such as politics, religion, and pseudoscience.
    Philosophical skepticism comes in various forms. Radical forms of skepticism deny that knowledge or rational belief is possible and urge us to suspend judgment on many or all controversial matters. More moderate forms of skepticism claim only that nothing can be known with certainty, or that we can know little or nothing about the "big questions" in life, such as whether God exists or whether there is an afterlife. Religious skepticism is "doubt concerning basic religious principles (such as immortality, providence, and revelation)". Scientific skepticism concerns testing beliefs for reliability, by subjecting them to systematic investigation using the scientific method, to discover empirical evidence for them.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Skepticism

    ReplyDelete
  22. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Skeptisisme adalah pertanyaan atau keraguan terhadap satu atau lebih item dari pengetahuan atau kepercayaan putatif. Hal ini sering diarahkan pada domain, seperti moralitas (skeptisisme moral), agama (skeptisisme tentang eksistensi Tuhan), atau pengetahuan (skeptisisme tentang kemungkinan pengetahuan, atau kepastian). Para rasionalis dapat dipandang skeptis tentang kemungkinan pengetahuan empiris sementara tidak skeptis terhadap pengetahuan apriori, dan empiris dapat dipandang skeptis tentang kemungkinan pengetahuan apriori tetapi tidak demikian dengan pengetahuan empiris. Selain itu, pandangan tentang banyak masalah filosofis tradisional, misalnya masalah pikiran lain atau masalah induksi, dapat dilihat sebagai bentuk skeptisisme terbatas yang berpendapat bahwa kita tidak dapat memiliki pengetahuan tentang proposisi apapun dalam beberapa wilayah tertentu yang biasanya dipikirkan.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Skeptisisme memandang bahwa segala pengetahuan bersumber dari keraguan. Selain itu, skeptisisme juga berpandangan bahwa sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Oleh Richard H. Popkin di dalam Routledge Encyclopedia of Philosophy, dijelaskan bahwa sebetulnya skeptisisme memiliki akar yang panjang dalam sejarah. Menurutnya, sudah sejak zaman Romawi Kuno, teks-teks Cicero, Sextus Empiricus, dan Diogenes sudah memuat argumen-argumen skeptisisme. Setidaknya ada dua bentuk skeptisisme, yakni ketidakpercayaan pada persepsi inderawi (sense perception) manusia untuk memperoleh pengetahuan, dan ketidakpercayaan pada kemampuan akal budi (reason) manusia untuk mencapai pengetahuan yang universal. Skeptisisme dalam ilmu pengetahuan membuat orang cenderung membuktikan apa yang menjadi keraguannya sehingga dalam pengaplikasiannya dalam pembelajaran matematika skeptisisme dianalogikan dengan pemisalan yang kemudian dibuktikan sehingga terbukti menjadi suatu kebenaran mutlak.

    ReplyDelete
  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Skeptisisme (Bahasa Inggris Amerika) atau skeptisisme (bahasa Inggris Inggris) merupakan pertanyaan atau keraguan terhadap satu atau lebih item dari pengetahuan. Dalam filsafat, Skeptitisme merupakan suatu pandangan tentang keraguan terhadap kebenaran suatu pengetahuan. Dimana Skeptisisme filosofis datang dalam berbagai bentuk. Bentuk skeptisisme radikal menyangkal bahwa pengetahuan atau keyakinan rasional dimungkinkan dan mendesak kita untuk menunda penghakiman atas banyak atau semua masalah kontroversial. Bentuk skeptisisme yang lebih moderat hanya mengklaim bahwa tidak ada yang bisa diketahui dengan pasti, atau bahwa kita hanya dapat mengetahui sedikit atau tidak sama sekali tentang "pertanyaan besar" dalam kehidupan, seperti apakah Tuhan itu ada atau apakah ada kehidupan setelah kematian. Sebenarnya keraguan adalah perasaan yang seharusnya kita hindari. Namun, ini sejatinya adalah pandangan. Kita dapat memilih dan merujuk pada pandangan manapun yang sesuai dengan pemikiran masing-masing. Yang terpenting kita harus yakin dan tidak ragu akan Tuhan yang Maha Esa. Karena itu adalah kesalahan fatal dan dapat menjadi dosa besar.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Skeptisisme atau skeptisisme umumnya merupakan pertanyaan atau keraguan terhadap satu atau lebih item dari pengetahuan atau kepercayaan putatif. Mereka beranggapan bahwa semua yang ada di dunia atau alam semesta ini masih bisa di ragukan keberannya. Sehinga masih ada keraguan dari dalam diri mereka. Hal ini sering diarahkan pada domain, seperti moralitas (skeptisisme moral), agama (skeptisisme tentang eksistensi Tuhan), atau pengetahuan (skeptisisme tentang kemungkinan pengetahuan, atau kepastian)( Greco, John, (2008-09-25)) Secara formal, skeptisisme sebagai topik terjadi dalam konteks filsafat, terutama epistemologi, walaupun dapat diterapkan pada topik apa pun seperti politik, agama, dan ilmu kelimpahan.

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia skeptis adalah kurang percaya, atau ragu-ragu. Ragu- ragu akan pengalaman dan dunia yang dilihat. Sedangkan skeptisisme adalah aliran (paham) yang memandang sesuatu tidak pasti. Dalam filsafat sikap skeptis ini berarti meragukan semua hal dalam bentuk apa pun, untuk mencapai tujuan akhir yang tak tergoyahkan. Skeptis ini dalam filsafat yaitu metode untuk mencari kebenaran. Jadi keraguan dalam filsafat adalah posisi filsafat dalam menanguhkan suatu hal hingga sampai pada tujuan akhir, yaitu hal yang tak tergoyahkan.

    ReplyDelete
  27. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Istilah Skeptisisme diambil dari bahasa Yunani “Skeptomai” yang secara harfiah berarti “saya pikirkan dengan seksama” atau saya lihat dengan teliti”. Kemudian dari situ diturunkan arti yang biasa dihubungkan dengan kata tersebut, yakni “saya meragukan”. Secara umum skeptisisme adalah pandangan, bahwa orang tidak mungkin bisa sampai pada pengetahuan. Dalam pandangan para pemikir skeptis yang lebih moderat manusia masih bisa sampai pada pengetahuan namun tidak akan pernah sampai pada kepastian. Dalam pandangan yang lebih radikal pengetahuan manusia tidak pernah bisa didasarkan pada argumen yang masuk akal. Dengan kata lain pengetahuan manusia itu irasional.

    ReplyDelete
  28. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Bentuk dari kewaspadaan saat ini adalah timbulnya rasa curiga, tidak percaya dan berhati-hati, kewaspadaan saat ini diperlukan karena kondisi saat ini begitu banyak terjadi kasus kriminal. Manusia adalah makhluk sosial yang hidupnya tak lepas dari orang lain. Manusia jua sebagai makhluk individu yag tentu memiliki sikap egois dan kadang tidak peduli nasi orang sekitarnya. Sikap skeptis, menuntut kita untuk berhati-hati terhadap orng lai atau dalam mengambil keputusan. Namun sikap skeptis yang berlebihan dirasa tidak baik, akan menjadikan kita sebagai individu yang introvert dan mudah curiga terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  29. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya memperoleh pemahaman kata filsafat baru yaitu scepticism. Dimana scepticism ini berhubungan dengan sikap keraguan. Dari keraguan ini kita seharusnya memunculkan sebuah klaim-klaim atau bukti. Sehingga dapat melawan keraguan-keragian scepticism ini. Bukti-bukti ini haruslah valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Karena jika di sambungkan dalam sebuah ilmu khususnya matematika, pembuktian akan bermakna jika menghubungkan dengan definisi, teorema, lemma atau bisa disebut dengan konsep-konsep terdahulu. Sehingga dari sikap skeptis ini dapat memunculkan orang menjadi kritis dan menyelidiki karena tidak mudah menerima pernyataan tanpa bukti-bukti yang valid.

    ReplyDelete
  30. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Skeptisisme merupakan sikap meragukan pengetahuan klaim yang ditetapkan di berbagai daerah. Skeptisisme dalam wikipedia adalah paham yang memadang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Misalnya saja kesulitan itu telah banyak menimbulkan skeptisisme terhadap kesanggupan dalam menanggapi gejolak hubunga internasional.

    ReplyDelete
  31. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Skeptisisme yaitu paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan) terhadap sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman Yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, Rene Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah. Kesangsian Descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan, yaitu: cogito atau subjectum sebagai instansi akbir pengetahuan manusia. Di dalam filsafat, D. Hume kita menjumpai skeptisme radikal, karena ia tidak hanya menyangsikan hubungan-hubungan kausal, melainkan juga adanya substansi atau realitas akhir yang bersifat tetap (F. Budi hardiman, 2007: 303).

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Skeptis berarti ragu-ragu. Paham tersebut meragukan segala pengetahuan jika belum terbukti kebenarannya. Skeptisism sudah pasti termasuk ke dalam fallibilism, namun tidak dengan sebaliknya. Karena fallibilis masih menganggap bahwa terdapat kebenaran di dalam sebuah pengetahuan, akan tetapi kebenaran tersebut tidak mutlak, terdapat celah untuk sebuah kesalahan. Menjadi orang skeptis akan mengakibatkan kita menjadi lebih berhati-hati dalam bertindak. Namun, orang yang terlalu skeptis tidak akan baik dan tidak dibenarkan, karena bagaimana seseorang bisa hidup jika dia meragukan segala hal?? Padahal kita memiliki akal atau rasio untuk berpikir dan menganalisa mana yang mengandung keragu-raguan dan mana yang tidak.

    ReplyDelete
  33. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Skeptisisme berasal dari kata skeptis yang artinya adalah keraguan atau ketidakpercayaan. Skeptisisme adalah aliran yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Sebenarnya sikap skeptis ini sangat baik, jika dalam ilmu sains berawal dari skeptis maka dilakukan suatu penelitian sehingga akan mendapatkan suatu penemuan baru. Oleh karena itu, dalam pembelajaran sikap skeptis ini penting dimiliki oleh guru dan siswa. Bagi siswa, sikap skeptis akan menuntun mereka untuk melakukan investigasi, mencaritahu, mencoba, menyelesaikan masalah matematika, dsb. Bagi para guru perlu juga adanya sikap skeptis untuk mengembangkan metode pembelajarannya dalam kelas, perangkat pembelajaran, dsb.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Skeptisisme adalah pendekatan filosofis yang mengharuskan selalu ada bukti untuk setiap informasi. Pada skeptisisme pada umumnya bahwa setiap sikap yang ingin menuju pada pengetahuan, fakta, atau pendapat maupun keyakinan dinyatakan sebagai fakta, atau keraguan mengenai klaim yang diterima begitu saja di tempat lain. Skeptis bahkan mungkin meragukan keandalan indera. Skeptisisme mengacu pada sikap keraguan atau disposisi baik keraguan secara umum atau menuju objek tertentu. Doktrin bahwa pengetahuan atau pengetahuan yang benar di daerah tertentu tidak pasti, metode penilaian yang ditangguhkan, keraguan sistematis, atau kritik karakteristik yang skeptis.

    ReplyDelete
  35. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Sudah menjadi naluri setiap manusia untuk selalu memiliki keragu-raguan atau yang kita kenal dengan istilah skepticism. Keraguan itu muncul karena implikasi dari proses berpikir. Misalnya saca seorang ilmuwan yang dalam pemerolehan pengetahuannya mereka menggunakan langkah metode ilmiah secara runtut. Seorang ilmuan yang skeptis selalu mempertanyakan informasi yang diperolehnya apakah berdasarkan pengalaman atau percobaan ataukah tidak. Setiap data atau informasi yang masuk haruslah berdasarkan percobaan atau pengalaman yang merupakan langkah dalam metode ilmiah. Sama halnya dengan siswa sebenarny, bagaimana kita sebagai calon pendidik membuat siswa ragu-ragu sehingga memiliki hasrat untuk mencoba dan mengkonstruk pengetahuannya.

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Skeptisisme juga dikenal sebagai Pyrrhonism atau Pyrrhonic Skepticism adalah posisi filosofis bahwa seseorang harus menahan diri untuk tidak membuat klaim kebenaran, dan menghindari postulasi kebenaran akhir. Hal ini belum tentu sama dengan mengklaim bahwa kebenaran itu tidak mungkin (yang dengan sendirinya menjadi klaim kebenaran), namun sering juga digunakan untuk menutupi posisi bahwa tidak ada yang namanya kepastian dalam pengetahuan manusia (kadang-kadang disebut Skeptisisme Akademik ).

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti. Jadi secara umum skeptisisme adalah ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Paham skeptisisme akan membuat seseorang untuk terus mengajukan sebuah pertanyaan, terus dilakukan pengujian. Kecurigaan ini timbul salah satunya karena pengetahuannya yang terbatas.

    ReplyDelete
  38. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti. Sikap skeptis adalah sebuah pendirian di dalam epistemologi (filsafat pengetahuan) yang menyangsikan kenyataan yang diketahui baik ciri-cirinya maupun eksistensinya. Para skeptikus sudah ada sejak zaman yunani kuno, tetapi di dalam filsafat modern, René Descartes adalah perintis sikap ini dalam metode ilmiah. Kesangsian descartes dalam metode kesangsiannya adalah sebuah sikap skeptis, tetapi skeptisisme macam itu bersifat metodis, karena tujuan akhirnya adalah untuk mendapatkan kepastian yang tak tergoyangkan, yaitu: cogito atau subjectum sebagai onstansi akhir pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  39. Sikap skeptis bukanlah sikap yang negatif tetapi merupakan pemikiran kritis. Dengan skeptis artinya meragukan informasi sampai dapat diselidiki kebenaran dari info tersebut. Jadi tidak hanya ragu kemudian berdiam diri atau langsung menolak. Dengan skeptis maka pengetahuan yang ada perlu diselidiki oleh dirinya sendiri tentang kebenarannya. Ditelaah, ditimbang dan di kroscek dengan pengetahuan yang lain. Tetapi sekarang kadang kita mendengar awam bicara tentang skeptis adalah sesuatu yang negatif. Padahal para filsuf yang termasuk skeptisisme banyak memperoleh manfaat atau pengetahuan dari sikap skeptis ini.

    ReplyDelete