Dec 2, 2012

SCEPTICISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SCEPTICISM, konek:






Wss Wr Wb
Marsigit

30 comments:

  1. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Berdasarkan hasil bacaan saya ingin memandang istilah skeptisme dari dua sisi yaitu sisi postif dan sisi negatif.Dari sis positifnya jika melihat suatu kebenaran yang masih nampak remang-remang dan jelas maka perlu kita meletakkan sifat skeptisme dengan tetap belajar , belajar, dan belajar bukan berhenti di tengah jalan.Saya teringat dengan pelajaran di dalam kelas bahwa berhenti itu dapat menghadirkan mitos.Sikap Khant yang mngalami keraguan pada suatu kebenaran membawanya pada sikap kritis yang berusaha menjadi penengah di antara paham idealisme dan realisme.Kemudian dari sisi negatifnya mungkin sikap skeptis dapat diredam ketika berhadapan dengan suatu peraturan Tuhan.Sebab aturan Tuhan merupakn Aturan yang mutlah tak dapat di ubah-ubah.Karena yang terlihat sebenarnya hanya pikiran manusia yang kontradiksi bukan aturan Tuhan

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Skeptisisme adalah pandangan bahwa orang tidak mungkin bisa sampai pada pengetahuan. Beberapa pemikir skeptis beranggapan bahwa manusia masih bisa sampai pada pengetahuan, namun tidak akan pernah sampai pada kepastian. Namun, ada juga pemikir skeptis yang tidak percaya pada kepastian pengetahuan manusia tentang dunia di luar dirinya. Mereka beranggapan bahwa pengetahuan tentang dunia di luar diri manusia hanya sebentuk sensasi-sensasi saraf otak semata, dan bukan pengetahuan yang asli.

    ReplyDelete
  3. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Skeptis adalah suatu pandangan yang hanya terpaku pada suatu hal, kurang bisa menyikapi pemikiran agar sesuai dengan kemajuan jaman. Biasanya orang yang skeptis cenderung berhati-hati dalam menyikapi suatu hal. Dia cenderung kurang bisa menghadapi perubahan jaman.

    ReplyDelete
  4. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Orang yang memiliki paham skeptis ini dia tidak mudah percaya dengan suatu hal. Selalu meragukan sesuatu jika belum ada bukti yang benar-benar jelas. Jika ada cerita maka tidak langsung mempercayainya. Sikap atau paham skeptis ini bagus untuk pembentukan suatu pengetahuan, karena suatu pengetahuan itu akan baik jika ilmuwan tidak langsung percaya dengan yang diucapkan oleh ilmuwan lainnya sebelum adanya bukti empirisnya. Namun, sikap atau skeptisme ini tidak baik jika dihubungkan dengan agama atau keyakinan seseorang terhadap Tuhan. Karena ilmu pengetahuan dan kepercayaan spiritual itu merupakan suatu hal yang berbeda.

    ReplyDelete
  5. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Skeptisisme merupakan pandangan dimana segala sesuatu tidak pasti. Orang tidak akan pernah bisa menggapai pengetahuan yakni manusia masih bisa sampai pada pengetahuan, namun tidak akan pernah sampai pada kepastian. Bentuk moderat dari skeptis memandang bahwa tidak ada yang bisa diketahui dengan pasti, atau manusia hanya bisa mengetahui sedikit atau tidak sama sekali tentang sesuatu hal. Terima Kasih

    ReplyDelete
  6. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Setelah saya membaca link
    http://plato.stanford.edu/entries/skepticism/ , artikel tersebut berisi esai yang berfokus pada skeptisisme secara umum yang mempertanyakan pengetahuan kita di banyak domain, jika tidak semua, yang biasanya kita anggap pengetahuan itu mungkin dilakukan. Esai tersebut mempertimbangkan beberapa aspek sejarah skeptisisme filosofis, bentuk skeptisisme umum yang akan dibahas adalah teori yang masih dianggap paling menarik oleh para filsuf kontemporer. Esai tersebut menjelaskan tentang skeptisisme filosofis vs kegagalan biasa, dua bentuk dasar skeptisisme filosofis, skeptisisme akademik, argumen untuk skeptisisme akademis yang menggunakan prinsip penutupan, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  7. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa skeptisisme secara umum adalah sikap yang mempertanyakan atau meragukan satu atau lebih item pengetahuan atau kepercayaan. Skeptisisme biasanya diarahkan pada beberapa domain, seperti moralitas, agama, atau pengetahuan. Dalam filsafat sendiri, bentuk radikal dari skeptisisme adalah menolak pengetahuan atau kepercayaan rasional dan menuntut kita untuk membuat penilaian pada materi kontroversial.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa Skeptisisme merupakan suatu sikap yang mempertanyakan terhadap pengetahuan, fakta atau pendapat/keyakinan mengenai penilaian suatu objek. Dengan kata lain skpetisisme merupakan suatu pendekatan yang mengharuskan semua informasi didukung oleh bukti. Dalam penerapannya skeptisisme merupakan pendekatan berpikir ilmiah dimana didalamnya terdapat serangkaian bukti-bukti ilmiah untuk men-judge sesuatu yang diteliti. Skeptis secara harfiah diartikan sebagai sebuah sikap keragu-raguan. Skeptisisme ini meragukan suatu kepastian atau kebenaran. Ini merupakan salah satu aliran frontal yang meragukan kebenaran yang sudah terjadi. Skeptis di sini meragukan eksistensi atau ciri-ciri dari suatu realitas.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Skeptisisme adalah satu-satunya aliran yang secara radikal dan fundamental tidak mengakui adanya kepastian dan kebenaran itu, atau sekurang-kurangya skeptisisme menyangsikan secara mendasar kemampuan pikiran manusia untuk memperoleh kepastian dan kebenaran pengetahuan. Skeptisisme berasal dari kata bahasa Yunani, skeptomai, artinya memperhatikan dengan cermat, meneliti. Para skeptis pada awalnya adalah orang-orang yang mengamati segala sesuatu dengan cermat serta mengadakan penelitian terhadapnya.Skeptisisme sudah ada sejak zaman Yunani kuno. Seringkali banyak kepercayaan, yang dianggap benar, kemudian ternyata salah. Apakah yang menjadikan kepercayaan itu benar atau salah? Apakah kita dapat merasa pasti bahwa kita talah mengungkapkan kebenaran? Apakah akal manusia dapat mengungkapkan atau menemukan pengetahuan yang benar? Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  10. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Terdapat beberapa macam skpetisisme, diantaranya adalah skeptisisme mutlak atau skeptisisme universal dan skeptisisme nisbi atau skeptisisme partikular. Skeptisisme mutlak atau universal secara mutlak mengingkari kemungkinan manusia untuk tahu dan untuk memberi dasar pembenaran. Sedangkan skeptisisme nisbi atau partikular tidak meragukan segalanya secara menyeluruh. Wassalamu’alaikum.

    ReplyDelete
  11. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Skeptisism merupakan pandangan tentang sika skeptis. Bagi saya sendiri, skeptis sering mengarah kepada kecurigaan, was-was, atau kurang percaya. Skeptisisme merupakan paham yang memandang bahwa sesuatu selalu tidak pasti atau dengan kata lain selalu meragukan atau mencurigakan. Menurut kamus besar Bahasa Indonesia, skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu mengenai suatu hal.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Nur Dwi Laili K
    17709261059
    PMC

    Skeptisisme merupakan pertanyaan atau keraguan terhadap satu atau lebih item dari pengetahua atau kepercayaan putatif. Filsafat skeptisisme ada dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah skeptisisme radikal. Bentuk skeptisisme radikal menyangkal suatu pengetahuan dan mendesak untuk menunda suatu penghakiman atas masalah. Sedangkan bentuk skeptisme yang lebih moderat hanya mengklaim bahwa tidak ada yang bisa diketahui pasti, atau bahwa kita hanya bisa mengetahui sedikit atau tidak sama sekali. Menurut saya, dalam sebuah ilmu pengetahuan skeptisme ini dapat menghambat kita untuk mencari tahu dan menggali lebih dalam. Tetapi dalam hal agama, itu merupakan sesuatu hal yang berbeda. Dalam agama kita tidak perlu mempertanyakanya, tetapi hanya perlu meyakininya.

    ReplyDelete
  13. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Skeptis dapat diartikan sebagai keragu-raguan dan kurang percaya terhadap sesuatu. Skeptisisme adalah sikap mempertanyakan atau meragukan satu atau lebih item dari pengetahuan atau keyakinan. Paham skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti atau meragukan. Jadi dapat disimpulkan bahwa skeptisisme merupakan bentuk ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C

    Scepticism adalah sikap yang mempertanyakan terhadap pengetahuan, fakta atua pendapat/ keyakinan mengenai penilaian suatu objek. Atau bisa dikatakan juga bahwa paham ini mengedepankan bukti sebagai suatu hal yang mutlak harus ada agar sesuatu bisa bernilai benar dan diakui. Keyakinan umum yang sudah berlaku bisa diragukan jika memang tidak ada bukti yang menguatkan.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    PM C

    Dalam filsafat, skeptis-isme adalah merujuk lebih bermakna khusus untuk suatu atau dari beberapa sudut pandang. Metode Skeptisisme di dalam Filsafat Modern Reza A.A Wattimena melihat bagaimana para filsuf abad pertengahan menggunakan logika sebagai metode berpikir mereka. inti dari skeptisisme di dalam filsafat modern, yakni mengajarkan orang untuk berpikir kritis, sehingga ia bisa menemukan kebenaran yang hakiki

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sebagian besar epistemologi telah muncul baik dalam pertahanan, atau bertentangan dengan, berbagai bentuk skeptisisme. Secara formal, skeptisisme sebagai topik terjadi dalam konteks filsafat, terutama epistemologi, walaupun dapat diterapkan pada topik apa pun seperti politik, agama, dan ilmu kelimpahan.

    ReplyDelete
  17. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Sifat skeptis ini penting bagi ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan memerlukan suatu kepastian yang seakurat mungkin karena itu ilmuwan diharapkan skeptis. Ilmuwan tidak boleh langsung percaya begitu saja terhadap berita, tetapi harus melakukan banyak pengujian sebelum mempercayainya.

    ReplyDelete
  18. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Skeptisisme merupakan ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya. Skeptisisme sebaiknya menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi sehingga memotivasi seseorang untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan atau bahkan penelitian unutuk meyakinkan sesuatu yang masih diragukan. Skeptisisme sebaiknya tidak menjadi alasan seseorang untuk mengira-ngira atau berburuk sangka terhadap sesuatu. Skeptisisme bagus untuk dimiliki jika sesuai dengan ruang dan waktunya dikarenakan akan mengajarkan kita untuk tidak mempercayai begitu saja informasi yang kita dapat sebelum diketahui kebenarannya.

    ReplyDelete
  19. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Menjadi orang yang menganut paham filsafat scepticism ini memang baik, namun terkadang juga akan membuat suatu ketidaknyamanan bagi mereka yang menganutnya. Jika kita itu selalu meragukan sesuatu untuk kita lakukan, maka pada dasarnya kita tidak akan menemukan kepastian dari apa yang akan kita lakukan. Sesungguhnya keraguan akan sesuatu itu diperlukan, namun ketika setiap saat kita meragukannya, maka kita tidak akan menemukan kehidupan yang senyaman mungkin. Intinya keraguan terhadap sesuatu diperlukan, namun tidak harus selamanya harus ragu-ragu terhadap sesuatu, suatu saat kita memerlukan sebuah keyakinan terhadap sesuatu tanpa membuktikannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Skeptisisme adalah suatu paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti. Artinya ada rasa ragu-ragu dan mencurigakan. Kelompok skeptic adalah kelompok filsafat yang gagasan utamanya adalah bahwa mereka tak dapat mengetahui dengan pasti mengenai segala hal yang dipertanyakan. Karena berfilsafat adalah mempertanyakan segala hal yang bisa dianggap memerlukan jawaban. Dan seorang skepticism akan mengalami ketidakpastian dalam menjawab pertanyaan maupun persoalan yang dihadapinya.

    ReplyDelete
  22. Metia Novianti
    17709251021
    PPs PM A

    Menurut kamus besar bahasa indonesia skeptis yaitu kurang percaya, ragu-ragu (terhadap keberhasilan ajaran dsb) contohnya; penderitaan dan pengalaman menjadikan orang bersifat sinis dan skeptis. Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan), ketidakpercayaan atau keraguan seseorang tentang sesuatu yang belum tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  23. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Skeptis adalah sifat meragukan akan sesuatu. Menurut KBBI skeptis adalah sifat kurang percaya, atau ragu-ragu. Ragu - Ragu akan Pengalaman dan dunia yang dilihat. Sedangkan Skeptisisme adalah aliran ( paham ) yang memandang sesuatu tidak pasti.
    Dalam Filsafat Sikap skeptis ini berarti meragukan semua hal dalam bentuk apa pun, untuk mencapai tujuan akhir yang tak tergoyahkan.

    ReplyDelete
  24. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  25. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Scepticism merupakan pertanyaan atau keraguan terhadap satu atau lebih dari pengetahuan atau kepercayaan. Hal ini sering diarahkan pada domain, seperti moralitas (skeptisisme moral), agama (skeptisisme tentang keberadaan Tuhan), atau pengetahuan (skeptisisme tentang kemungkinan pengetahuan, atau kepastian). Secara formal, scepticism sebagai topik terjadi dalam konteks filsafat, terutama epistemologi, walaupun dapat diterapkan pada topik apa pun seperti politik, agama, dan ilmu.
    Contohnya, para rasionalis dapat dipandang skeptis tentang kemungkinan pengetahuan empiris sementara tidak skeptis terhadap pengetahuan apriori, dan empiris dapat dipandang skeptis tentang kemungkinan pengetahuan apriori tetapi tidak demikian dengan pengetahuan empiris.

    ReplyDelete
  26. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Skeptisisme adalah paham yang memandang sesuatu selalu tidak pasti (meragukan, mencurigakan). Dalam kehidupan sehari-hari, skeptisisme berarti suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menuju objek tertentu. Dalam filsafat, skeptisisme merujuk ke makna yang lebih khusus untuk suatu atau beberapa sudut pandang. Termasuk sudut pandang tentang sebuah pertanyaan, metode mendapatkan pengetahuan melalui keraguan sistematis, metode intelektual kehati0hatian dan pertimbangan yang ditangguhkan.

    ReplyDelete
  27. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb. Scepticism berarti keraguan. Ini berarti sceptiscism yaitu suatu paham yang memandang sesuatu tidak pasti. Ketidak pastian ini dikarenakan adanya keraguan. Orang yang memiliki paham seperti ini biasanya agak sulit untuk memutuskan sesuatu, dikarenakan dalam memutuskan sesuatu juga orang dengan paham seperti ini agak sulit untuk memutuskan sesuatu.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Scepticism memandang setiap hal dengan keraguan, mereka mempertanyakan perihal kebenaran. Bahkan terkait ilmu pengetahuan. Paham ini memandang ilmu pengetahuan dari sudut keraguan, mereka selalu menanyakan tentang kebenaran dari suatu hal atau fenomena, dari situlah kemudian diperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Rasa curiga, tidak percaya dan berhati-hati memang salah satu bentuk kewaspadaan yang sewajarnya dimiliki oleh seseorang apalagi jika dilihat kondisi sekarang yang begitu banyak terjadi kasus penipuan, kebohongan dan sebagainya. Perlu dipahami bahwa manusia yang merupakan makhluk sosial ini tidak akan lepas kebutuhannya terhadap orang lain, sadar atau tidak sadar. Namun kembali ingat bahwa manusia juga makhluk individu yang tentu terselip sikap egois mementingkan diri sendiri yang kadang kala tidak begitu peduli terhadap nasib orang lain disekitarnya. Hal inilah yang menuntut kita untuk bersikap skeptis, untuk selalu berhati-hati terhadap orang lain maupun dalam pengambilan keputusan. Namun sikap skeptis yang terlalu berlebihan juga dirasa tidak baik. Karena benuk skeptis berlebihan justru akan menjadikan kita individu yang introvert dan menaruh curiga berlebih terhadap orang lain.

    ReplyDelete
  30. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Skeptis merupakan sikap ragu-ragu atau kurang percaya terhadap suatu hal. Jika pada ranah agama berarti ragu-ragu terhadap adanya Tuhan. Jika skeptis terhadap ilmu pengetahuan berarti ragu terhadap ilmu pengetahuan yang belum jelas bukti empirisnya. Pada tataran agama, diperlukan sebuah kepercayaan yang total yang disebut keimanan, hal ini tidak serta merta bisa dibuktikan secara empiris karena kemampuan manusia tentang hal-hal gaib itu terbatas. Namun untuk ilmu pengetahuan, skeptis bisa dipakai untuk memunculkan rasa ingin tahu dalam rangka mencari bukti empiris.

    ReplyDelete