Dec 1, 2012

FALLIBISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang FALLIBISM, dapat konek berikut:

http://www.iep.utm.edu/fallibil/




Wss Wr Wb
Marsigit





40 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Fallibilis adalah klaim filosofis bahwa tidak ada keyakinan dapat memiliki justifikasi yang menjamin kebenaran dari keyakinan . Namun, tidak semua fallibilists percaya bahwa fallibilism meluas ke semua domain dari pengtahuan. Istilah "fallibilism" digunakan dalam berbagai indera dalam epistemologi kontemporer. Istilah ini diciptakan pada akhir abad kesembilan belas oleh filsuf Amerika Charles Sanders Peirce. Dengan "fallibilism", menurut Peirce berarti pandangan bahwa "orang tidak dapat mencapai kepastian yang mutlak mengenai pertanyaan dari fakta. Teori lain pengetahuan telah menggunakan istilah berbeda. Dengan demikian, "fallibilism" telah digunakan untuk menggambarkan klaim bahwa: Tidak ada keyakinan yang dapat meyakinkan kebenaran, Pengetahuan tidak membutuhkan kepastian, Hampir tidak ada keyakinan dasar tertentu atau secara meyakinkan dibenarkan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Fabilisme merupakan pandangan filsafat yang menganggap bahwa manusia bisa saja salah tentang apa yang mereka yakini, harapkan atau pemahaman mereka terhadap dunia, namun masih dibenarkan dalam hal memegang keyakinan mereka yang salah. Hal ini berarti bahwa kepastian mutlak akan sesuatu hal adalah mustahil dan sangat diperlukan pembenaran logis untuk apa yang kita ketahui.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Falibilisme (falibilism) diartikan sebagai bentuk relativisme internal bahwa setiap orang membawa kenisbian, tidak mutlak, dan tidak menang sendiri. Paham fallibilist mengangggap bahwa segala sesuatu itu tidak sepenuhnya mutlak benar, bahwa segala sesuatu itu memiliki kemungkinan dapat menjadi salah dan dapat dibenarkan.

    ReplyDelete
  4. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Falibilisme adalah doktrin filosofis yang menyatakan bahwa semua pengetahuan bisa salah. Beberapa fasibilis bahkan berkata bahwa kepastian mutlak pengetahuan itu tidak mungkin. Doktrin ini biasanya dikaitkan dengan Charles Sanders Peirce, John Dewey, dan pragmatis lainnya, tetapi gagasan semacam ini sudah dapat ditemui dalam pandangan-pandangan filsuf kuno seperti Xenophanes, Socrates, dan Plato.contohnya, pandangan fallibilist dalam pengetahuan matematika yang menjelaskan dan mengkritik perspektif epistemologis yang dominan dalam matematika. Yaitu, pandangan absolut bahwa kebenaran matematika adalah mutlak, bahwa matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang tidak diragukan lagi dan obyektif. Hal ini bertantangan dengan pandangan fallibilist bahwa kebenaran matematika adalah tidak mutlak, dan tidak pernah bisa dianggap sebagai sesuatu yang tidak perlu adanya revisi dan koreksi.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Falibilisme :: Doktrin bahwa kepastian yang mutlak tentang pengetahuan mustahil; atau setidaknya bahwa semua klaim pengetahuan bisa, pada prinsipnya, keliru. Sebagai doktrin, hal ini paling kuat dikaitkan dengan Charles Sanders Peirce, yang digunakan dalam serangan di fondamentalisme. Tidak seperti skeptisisme, fallibilism tidak berarti perlu meninggalkan pengetahuan kita-kita tidak perlu memiliki secara logis konklusif pembenaran untuk apa yang kita tahu. Agak, itu adalah pengakuan bahwa karena empiris pengetahuan dapat direvisi oleh pengamatan lebih lanjut, semua pengetahuan, kecuali bahwa yang axiomatically benar (seperti pengetahuan matematika dan logis) ada dalam keadaan konstan fluks.

    ReplyDelete
  6. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Falibilisme adalah doktrin filosofis yang menyatakan bahwa semua pengetahuan bisa salah. Beberapa fasibilis bahkan mengatakan bahwa kebastian mutlak pengetahuan itu tidak mungkin Hal ini sejalan dengan pengetahuan spiritual bahwa ilmu yang ditemukan dan digagas oleh manui itu tidak akan mutlak kebenarannya. Yang mutlak kebenarannya adalah yang dari Allah dan tidak pernah diketahui oleh manusia.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Fallibilism terbentuk untuk mematahkan asumsi dari pandangan absolutis bahwa segala sesuatu yang bersifat empiris itu tidak sepenuhnya mutlak benar. Fallibilism merupakan prinsip filosofis bahwa manusia itu salah. Filosofi yang menganut fallibilism mengangggap bahwa segala sesuatu itu tidak sepenuhnya mutlak benar, bahwa segala sesuatu itu memiliki kemungkinan dapat menjadi salah dan dapat dibenarkan. Pendapat fallibilism ini sangat kontradiktif dengan pandangan absolutis yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang dapat dinalar itu pasti dan tidak akan salah. Munculnya pandangan fallibilism ini menganggap bahwa sesuatu yang hanya bisa dinalar bisa jadi memiliki kemungkinan salah.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Falibilisme adalah doktrin filosofis yang menyatakan bahwa semua pengetahuan bisa salah. Pandangan ini membuat pengetahuan lebih berkembang.
    Karena paham ini memberikan ruang untuk mengulas kembali pengetahuan yang ada.
    Sehingga kesalahan yang mungkin muncul dapat diperbaiki kearah yang lebih tepat.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Fallibilism merupakan klaim filosofis yang menyatakan tidak ada kepercayaan yang dapat dimiliki pembenaran yang dapat menjamin kebenaran atas suatu kepercayaan. Menurut fallibilism, pengetahuan tidak memerlukan kepastian. Ilmu pengetahuan yang dapat dikembangkan dan dapat digunakan secara terus menerus dalam kehidupan manusia hendaklah berdasarkan adopsi dari buki-bukti yang ada sebelumnya agar tidak melakukan kesalahan yang sama untuk penggunaan ilmu tersebut.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Fallibilism adalah doktrin filosofis yang menyatakan bahwa semua pengetahuan bisa salah. Jika berbicara dalam ruang lingkup pengetahuan matematika, fallibism memandang bahwa kebenaran matematika itu dapat keliru, tentatif (sementara, bersifat percobaan), dan tidak memiliki kebenaran mutlak. Menurut pandangan ini, pengetahuan matematika dapat diperbaiki dan terus-menerus terbuka untuk revisi. Pengetahuan matematika tidak a priori tapi cenderung ke empiris, kuasi empiris.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Beberapa paham fasibilis berkata bahwa kepastian mutlak pengetahuan itu tidak mungkin. Hal ini didasarkan atas keterbukaan pengaruh dari luar yang ada.
    Perkembangan zaman, perkembangan teknologi dan perkembangan cara berpikir manusia dapat membuat pengetahuan dapat berkembang sehingga tidak mutlak atas suatu pengetahuan.
    Karena paham ini menerima segala bentuk perkembangan dengan meneleaahnya terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Istilah Falibilisme pertamakali digunakan filsuf CS Pie rce. Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Istilah ini diambil dari kata latin abad tengah Fallibilis. Konsep ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, ini dikarenakan ilmu pengetahuan mencari validitas kebenaran. Karena itu mereka mengharapkan suatu pengetahuan menjadi seakurat mungkin. Fallibilism menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya. Selalu terdapat keraguan dalam sebuah pengetahuan. Misalnya saja kepercayaan ilmiah, kita tidak bisa pasti bahwa suatu saat sebuah teori baru akan muncul untuk mengganti teori yang lama. Berbeda dengan skeptisisme, dalam prinsip ini tidak dianjurkan untuk tidak mempercayai sesuatu hanya karena dia tidak meyakinkan atau masih bisa diragukan.


    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Fallibilism adalah tesis epistemologis bahwa tidak ada keyakinan (teori, pandangan, tesis, dan sebagainya) yang pernah dapat didukung rasional atau dibenarkan dengan cara meyakinkan. Selalu, tetap ada kemungkinan keraguan keyakinan akan kebenaran.Fallibilism adalah tesis epistemologis bahwa tidak ada keyakinan (teori, pandangan, tesis, dan sebagainya) yang pernah dapat didukung rasional atau dibenarkan dengan cara akal. Selalu, tetap ada kemungkinan keraguan keyakinan akan kebenaran pengetahuan.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Umumnya epstimologist melihat sebagai berpikir tentang pengetahuan dan pembenaran dengan cara yang relatif realistis - dengan mengakui realitas fallibilist kapasitas kognitif manusia, bahkan saat menampung mereka fallibilities dalam teori yang memungkinkan orang terus-menerus keliru untuk memiliki pengetahuan dan keyakinan dibenarkan.

    ReplyDelete
  15. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Falibilisme (falibilism) diartikan sebagai bentuk relativisme internal bahwa setiap orang membawa kenisbian, tidak mutlak, dan tidak menang sendiri. Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari dua sumber yaitu sebagai konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari objek ilmu pengetahuan yaitu universum alam.

    ReplyDelete
  16. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    The term "fallibilism" is used in a variety of senses in contemporary epistemology. The term was coined in the late nineteenth century by the American philosopher Charles Sanders Peirce. By "fallibilism", Peirce meant the view that "people cannot attain absolute certainty concerning questions of fact."Other theorists of knowledge have used the term differently. Thus, "fallibilism" has been used to describe the claim that:
     No beliefs can be conclusively justified.
     Knowledge does not require certainty.
     Almost no basic (that is, non-inferred) beliefs are certain or conclusively justified.
    Additionally, some theorists embrace global versions of fallibilism (claiming that no human beliefs have truth-guaranteeing justification), while others restrict fallibilism to particular areas of human inquiry, such as empirical science or morality. The claim that all scientific claims are provisional and open to revision in the light of new evidence is widely taken for granted in the natural sciences.
    Unlike many forms of skepticism, fallibilism does not imply that we have no knowledge; fallibilists typically deny that knowledge requires absolute certainty. Rather, fallibilism is an admission that, because empirical knowledge can be revised by further observation, any of the things we take as empirical knowledge might turn out to be false.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Fallibilism

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Fallibilisme, dari bahasa Latin Abad Pertengahan: fallibilis, bertanggung jawab untuk berbuat salah adalah klaim filosofis bahwa tidak ada kepercayaan yang dapat memiliki pembenaran yang menjamin kebenaran kepercayaan. Namun, tidak semua fallibilists percaya bahwa fallibilism meluas ke semua domain pengetahuan.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Falibilisme ilmu pengetahuan berasal dari dua sumber, yaitu sebagai konsekuensi dari metode ilmu pengetahuan, dan dari objek ilmu pengetahuan yaitu universum alam. Pandangan fallibilis terkait dengan hakikat matematika mencari tahu atau memahami kesalahan dalam matematika, Pandangan fallibilis tidak dapat terlepas dari pemikiran untuk mengganti teori dan mengembangkan pengetahuan. Pada intinya pandangan seperti ini sangat berhubungan dengan konteks penciptaan pengetahuan dan asal-usul sejarah matematika, Pandangan ini bisa dikatakan mampu memberikan gambaran dan penjelasan yang baik tentang matematika secara utuh.

    ReplyDelete
  19. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Fallibilists mencakup jauh lebih banyak dalam lingkup filsafat matematika. Sejak matematika dipandang sebagai bisa melakukan kesalahan, itu tidak dapat dikategorikan bercerai dari empiris (dan karenanya keliru) pengetahuan tentang ilmu-ilmu fisik dan lainnya. Sejak fallibilism hadir untuk asal-usul pengetahuan matematika serta produknya, matematika dipandang sebagai melekat dalam sejarah dan dalam praktek manusia. Karena itu matematika tidak dapat dipisahkan dari kemanusiaan dan ilmu-ilmu sosial, atau dari pertimbangan budaya manusia pada umumnya. Jadi dari perspektif falibilisme matematika dipandang sebagai terhubung dengan, dan tak terpisahkan bagian dari seluruh struktur pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan link yang ada, dapat kita ketahui bahwa fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Dalam fallibilisme sesuatu dianggap tidak mutlak benar dan bisa salah. Karenanya suatu pengetahuan itu meragukan terutama pada ilmu empiris. Misalnya saja kepercayaan yang mendasar yaitu, matahari terbit dari timur tidak bisa dikatakakan seratus persen meyakinkan karena siapa tahu esok matahari terbit dari barat. Walau demikian kita masih bisa mempercayai bahwa matahari besok pagi terbit dari timur karena biasanya selalu seperti itu. Fallibilisme menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan sepasti-pastinya. Selalu terdapat keraguan dalam sebuah pengetahuan. Artinya kebenaran ilmu pengetahuan yang dapat dibuktikan saat ini, bisa saja tidak berlaku di masa yang akan datang dengan banyaknya perubahan yang terjadi. Beberapa fallibilists berpendapat bahwa kepastian mutlak tentang pengetahuan adalah mustahil.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menurut pandangan falibilis kebenaran matematika bisa saja melakukan kesalahan, bersifat sementara dan tidak memiliki kebenaran mutlak. Pengetahuan matematika tidak aman dan tidak pasti mutlak. Sebaliknya adalah yang dpt diperbaiki dan terus-menerus terbuka untuk revisi. Pencarian untuk kepastian bidang matematika mengarah pasti ke lingkaran kesalahan. Ketidakpastian dan keraguan menandai masa depan matematika. Pengetahuan matematika tidak apriori tapi menyerupai pengetahuan empiris, itu adalah kuasi-empiris.

    ReplyDelete
  22. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fallibism panangan mateatika bahwa matematika tidak selalu benar. fallibilist mempunyai dua bentuk ekuivalent, satu bentuk positif dan satu bentuk negatif. Bentuk negatif berhubungan dengan penolakan absolutisme: pengetahuan matematika bukanlah kebenaranabsolut, dan tidak mempunyai validitas absolut. Bentuk positif adalah bahwa pengetahuan matematika dapat dibenarkan dan terbuka untuk revisi.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Fallibilisme adalah prinsip filosofis bahwa manusia bisa salah. Istilah ini diambil dari kata latin abad tengah Fallibilis. Konsep ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan, karena ilmu pengetahuan mencari validitas kebenaran, dengan harapan suatu pengetahuan menjadi seakurat mungkin. Fallibilism menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Artikel diatas tenatang fallibilsm sebuah paham yang bertolak belakang dari paham absolut. Lahirnya fallibilsh juga terjadi karena adanya absolut. Kita tahu juga bahwa absolut adalah sebuah paham bahwa semua adalah benar. Kekuasaan nya sudah absolut akan tetapi berbeda hal dengan fallibilsm, yang mengtatakan mungkin saja itu tidak absolut. Fallkibilsm disisni menekankan mungkin saja.. Istilah "fallibilism" digunakan dalam berbagai pengertian dalam epistemologi kontemporer. Istilah itu diciptakan pada abad kesembilan belas oleh filsuf Amerika Charles Sanders Peirce. Dengan "fallibilisme", Peirce berarti pandangan bahwa "orang tidak dapat mencapai kepastian yang mutlak mengenai pertanyaan tentang fakta." Ahli teori pengetahuan lainnya menggunakan istilah ini secara berbeda. Jadi, "fallibilisme" telah digunakan untuk menggambarkan klaim bahwa:
    1) Tidak ada keyakinan yang bisa dibenarkan secara meyakinkan.
    2) Pengetahuan tidak memerlukan kepastian.
    3) Hampir tidak ada keyakinan dasar (yaitu, tidak disimpulkan) yang pasti atau secara meyakinkan dibenarkan.
    Selain itu, beberapa ahli teori menganut versi fallibilisme global (mengklaim bahwa tidak ada keyakinan manusia yang memiliki justifikasi untuk menjamin kebenaran), sementara yang lain membatasi fallibilisme ke bidang penyelidikan manusia tertentu, seperti ilmu pengetahuan atau moral empiris

    ReplyDelete
  25. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Menurut falibilisme, kebenaran matematika dapat menjadi subyek yang begitu sederhana, dan dalam banyak hal dapat dikritisi. Kebenaran matematika bersifat tidak sempurna (falibel), tidak kokoh, dan di masa depan dapat dikoreksi serta direvisi.
    Tesis aliran falibilisme dinyatakan dalam dua pernyataan. Dalam bentuk negatif, aliran falibilisme fokus untuk menolak pandangan absolutisme, dinyatakan sebagai kebenaran matematika bukanlah kebenaran yang mutlak dan kebenarannya tidak mempunyai validasi yang mutlak. Dalam bentuk positif, falibilisme menyatakan bahwa kebenaran matematika adalah tidak kokoh dan setiap saat terbuka untuk direvisi sampai tak hingga kali.

    ReplyDelete
  26. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Falibilisme adalah sebuah sikap kritis yang meragukan kebenaran ilmiah (ilmu pengetahuan selalu bisa salah) namun sekaligus juga menganggap dan mengakui kebenaran ilmu pengetahuan serta metode ilmu pengetahuan adalah satu-satunya metode yang dapat dipercaya dalam menyampaikan pikiran. Falibilisme lebih condong kepada anggapan kaum empirisis bahwa ilmu pengetahuan tidak dapat memberikan gambaran yang pasti tentang objek penelitiannya. Berbeda dengan kaum rasionalis yang beranggapan bahwa kebenaran sebagai keteguha bersifat pasti benar.

    ReplyDelete
  27. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pemahaman aliran filsafat baru yaitu falibilism. Dimana falibilism ini dalam konteks matematika memiliki pandangan bahwa kebenaran matematika adalah keliru dan yg dapat diperbaiki, dan tidak dapat dianggap sebagai di luar revisi dan koreksi. Pandangan ini muncul dari penolakan absolut. Dengan ini pengetahuan kita telah menjadi lebih baik dan kita belajar lebih banyak tentang dasarnya,kita telah datang ke realisasi bahwa pandangan absolutis adalah idealisasi sebuah mitos. Ini merupakan suatu kemajuan dalam pengetahuan, bukan mundur dari kepastian masa lalu.

    ReplyDelete
  28. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Fallibilism menyatakan bahwa tidak ada pembenaran konklusif dan tidak ada kepastian rasional untuk setiap keyakinan atau tesis kita.Istilah "fallibilism" berasal dari abad kesembilan belas oleh filsuf Amerika Charles Sanders Peirce.Fallibilism menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya. Selalu terdapat keraguan dalam sebuah pengetahuan. Dalam fallibilisme sesuatu dianggap tidak mutlak benar dan bisa salah. Karenannya suatu pengetahuan itu selalu diragukan kebenarannya.

    ReplyDelete
  29. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ernest (1998) menjelaskan ada beberapa pandangan tentang fallibilisme, ada klaim yang menyatakan bahwa fallibilisme adalah tesis tentang (1) manusia dapat melakukan kesalahan dan bukan sebuah tesis tentang (2) status modalitas (bisa jadi kekeliruan) dari apa yang dipercayai manusia. Lebih lanjut Ernest (1991) menjelaskan fallibilisme dalam filsafat matematika merupakan pandangan yang menyatakan bahwa matematika dapat diperbaiki, bisa keliru dan produk perubahan sosial. Fallibilisme memandang bahwa meskipun pengetahuan matematika adalah konstruksi sosial manusia, tetapi harus tetap mengacu pada batang tubuh konvensional pengetahuan matematika dan bisa diterima oleh komunitas matematika, proses seperti itulah yang harus ditekankan kepada siswa. Epistemologi falibilis ini memiliki kesejajaran dengan proses pembelajaran di kelas dan untuk mencapai pemahaman konseptual, manusia perlu dipandang sebagai pencipta matematika.

    ReplyDelete
  30. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Fallibilism adalah pandangan yang membenarkan bahwa seseorang memiliki potensi untuk salah. Dalam pembelajaran matematika guru harus menerjemahkan fallibilism untuk melindungi diri siswanya. Hal ini dikarenakan siswa juga dibenarkan adanya ketika mengalami kekeliruan karena keadaan tertentu. Secara umum fallibilism dapat digunakan untuk melindungi objek-objek dari kesemena-menaan subjeknya dengan menyadari bahwa objek-objek itu fallible atau boleh salah dan dapat merevisi kesalahannya.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Fallibilist merupakan salah satu dari dua filsafat yang mendasari kebenaran matematika. jika absolutis menganggap bahwa kebenaran matematika itu mutlak adanya, maka fallibilist memandang bahwa segala ilmu pengetahuan itu masih mengandung keragu-raguan sebelum terbukti kebenarannya. Pandangan fallibilist lah yang mendorong para ilmuwan matematika untuk terus menyusun atau membuktikan kebenaran matematika. karenanya, sampai saat ini matematika merupakan sebuah ilmu yang terbukti kebenarannya dan dijadikan landasan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan – ilmu pengetahuan lainnya seperti fisika, kimia, dll.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Fallibilist terbentuk untuk mematahkan asumsi dari pandangan absolutis bahwa segala sesuatu yang bersifat empiris itu tidak sepenuhnya mutlak benar. Filosofi yang menganut paham fallibilist mengangggap bahwa segala sesuatu itu tidak sepenuhnya mutlak benar, bahwa segala sesuatu itu memiliki kemungkinan dapat menjadi salah dan dapat dibenarkan. Dalam Fallibilism, selalu ada kemungkinan keraguan terhadap kebenaran keyakinan. Fallibilism menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya. Selalu terdapat keraguan dalam sebuah pengetahuan.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fallibilism merupakan paham yang bertentangan dengan absolutism (kemutlakan). Fallibilisme adalah tesis epistemologis bahwa tidak ada kepercayaan (teori, pandangan, tesis, dan sebagainya) yang dapat didukung secara rasional atau dibenarkan dengan cara yang meyakinkan. Hal ini berarti bahwa falibilist pemikirannya berkembang, artinya bahwa pengetahuan yang diperolehnya bukanlah sesuatu yang mutlak, tetapi masih bisa berubah sesuai dengan perkembangan dan informasi pengetahuan yang baru. Adanya falibilisme ini dikarenakan adanya criticism. Artinya bahwa falibilist merupakan pemikir kritis yang siap menerima masukan dan berpikir kritis terhadap suatu teori atau konsep pengetahuan.

    ReplyDelete
  34. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Falibilism merupakan pandangan yang bertolak belakang dengan absolutism. Jika absolutism menganggap bahwa matematika itu mutlak, maka falibilism berpandangan bahwa matematika bisa saja salah. Dengan demikian, falibilism terbuka pada perubahan yang ada dalam matematika.

    ReplyDelete
  35. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Falibilism menunjukkan bahwa sebuah pengetahuan tidak bisa dipastikan dengan sepasti-pastinya. Selalu terdapat keraguan dalam sebuah pengetahuan. Dalam falibilisme sesuatu dianggap tidak mutlak benar dan bisa salah. Karenanya suatu pengetahuan itu meragukan terutama pada ilmu empiris. Dalam ilmu empiris sesuatu fakta baru bisa membatalkan sebuah teori lama. Dan karena fakta baru itu belum muncul maka bisa jadi pengetahuan sekarang salah.

    ReplyDelete
  36. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filosofi fillabis matematika berpandangan bahwa: Fallibilis memandang kebenaran matematika bias keliru dan tidak mutlak, Pengetahuan matematika dapat diperbaiki atau menerima revisi, Pengetahuan matematika tidak apriori tapi menyerupai pengetahuan empiris, yaitu quasi empiris (Lakatos, 1978). Bukti bukan prasyarat dalam penemuan. Pengetahuan matematika tidak hanya berasal dari deduktif, namun berasal dari hipotesis-hipotesis, spekulasi-spekulasi, bahkan tebakan. Aliran baru dalam filosofi matematika mengusulkan pandangan quasi empiris matematika dimana pemecahan masalah dan aktivitas manusia sebagai pusatnya.

    ReplyDelete
  37. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Fallibilism adalah epistemologis tesis bahwa tidak ada keyakinan yang pernah dapat secara rasional didukung atau dibenarkan secara konklusif. Tetap ada keraguan mungkin untuk kebenaran keyakinan. Beberapa epistemologists telah mengambil fallibilism menyiratkan sikap skeptis, menurut yang tidak satupun dari mereka klaim, atau pernah juga dibenarkan.

    ReplyDelete
  38. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Falibilisme hadir sebagai kritik atas paham absolutisme yang menganggap sesuatu itu pasti bersifat mutlak, tetap dan absolut. Falibilisme lebih menekankan kepada adanya keragu-raguan atau skeptis terhadap sesuatu, tentang keberadaan dari pengetahuan dan ketetapan keyakinan. Falibilisme menganggap bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak, segala hal masih dapat diragukan atau dipertanyakan kembali meskipun sesuatu tersebut sudah terbukti benar. Benar menurut falibilis hanya pada saat dan kondisi tertentu saja, tidak menutup kemungkinan untuk kondisi dan waktu yang akan datang kebenaran itu akan berubah. Falibilisme memiliki pemikiran yang sangat terbuka terhadap perubahan dan perbaikan-perbaikan. Sehingga , tidak ada yang namanya kebenaran absolut atau mutlak, karena segala sesuatunya pasti masih dapat berubah dan mengalami perbaikan-perbaikan, baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  39. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Fallibilisme adalah doktrin filosofis bahwa kepastian absolut tentang pengetahuan itu tidak mungkin, atau setidaknya bahwa semua klaim terhadap pengetahuan pada prinsipnya dapat salah. Tidak seperti Skeptisisme (doktrin bahwa pengetahuan sejati menurut definisinya tidak pasti), Fallibilisme tidak menyiratkan kebutuhan untuk meninggalkan pengetahuan kita, karena berpendapat bahwa kita tidak perlu memiliki justifikasi logis untuk mengetahui apa yang kita ketahui. Sebaliknya, ini adalah pengakuan bahwa, karena pengetahuan empiris selalu dapat direvisi dengan pengamatan lebih lanjut, maka semua hal yang kita anggap sebagai pengetahuan mungkin ternyata salah.

    ReplyDelete
  40. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Doktrin bahwa kepastian yang mutlak tentang pengetahuan itu adalah mustahil, atau setidaknya bahwa semua klaim pengetahuan bisa, pada prinsipnya, keliru. Sebagai doktrin, hal ini paling kuat dikaitkan dengan Charles Sanders Peirce, yang digunakan dalam serangan di fondamentalisme. Tidak seperti skeptisisme, fallibilism tidak berarti perlu meninggalkan pengetahuan kita-kita tidak perlu memiliki secara logis konklusif pembenaran untuk apa yang kita tahu.

    ReplyDelete