Dec 2, 2012

FATALISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang FATALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit


11 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya.Secara sederhana Fatalisme adalah pemikiran dan pengertian, bahwa hidup kita diserahkan pada nasib dan tidak mungkin bisa kita dapat mengubahnya

    ReplyDelete
  2. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Fatalism atau fatalisme berasal dari kata fatal. Menurut bahasa, fatal adalah celaka, apabila ditambah akhiran isme berarti paham atau aliran yang mencelakakan. Fatalisme mengarah kepada keputusan seorang manusia. Maka seandainya umat islam ingin memperoleh kemajuan, mereka perlu meninggalkan paham fatalisme itu. Fatalisme adalah aliran yang berprinsip manusia tidak mempunyai pilihan sama sekali dalam hidup ini, Manusia tidak memiliki pendapat, kehendak ataupun pilihan.

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Menurut fatalism, segala sesuatu pasti terjadi menurut caranya sendiri tanpa memperdulikan usaha untuk menghindari, bahkan mencegahya. Usaha yang dilakukan yang bertujuan untuk merubah nasib akan dipandang selalu sia-sia (gagal). Sehingga apa yang terjadi adalah sebuah kepastian. Secara tidak langsung, manusia akan bersikap pasrah dengan segala keadaan yang ada. Secara agama (islam), tentu hal ini tidak sesuai ajaran, karena sebuah kepasrahan tanpa melalui usaha/ ikhtiar adalah suatu hal yang tidak disukai Allah SWT.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, fatalisme merupakan suatu ideologi yang meyakini bahwa tindakan manusia tidak berpengaruh terhadap suatu kejadian yang terjadi. Misalkan: “Ada peluru yang bertuliskan nama seseorang atau tidak; jika tidak, maka tidak ada gunanya mengambil tindakan pencegahan, karena peluru tersebut tetap akan mengenainya walau bagaimanapun; Jika tidak maka tidak ada gunanya melakukan tindakan pencegahan karena peluru tersebut tidak akan mengenainya; maka bagaimanapun juga tidak ada gunanya melakukan tindakan pencegahan.” Suatu dilema mengabaikan kemungkinan yang sangat mungkin bahwa apakah peluru memiliki nama seseorang sebagai targetnya tergantung pada apakah seseorang sudah melakukan tindakan pencegahan. Fatalisme sering di pertentangkan dengan determinisme, yang dengan sendirinya tidak membawa implikasi bahwa tindakan manusia tidak efektif.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Fatalisme berasal dari kata fatal, seketika saya membaca kata fatal yang terlintas dipikiran saya adalah sesuatu akibat yang parah (fatal Akibatnya) dan tidak dapat dirubah lagi, dan ketika saya cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia, memang benar arti dari kata fatal adalah (1) mematikan, (2) tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi (tentang kerusakan, kesalahan) (3) menerima nasib (tidak dapat diubah lagi) celaka. kemudian saya cek istilah Fatalisme yang tertulis dalam link https://en.wikipedia.org/wiki/Fatalism, disana dituliskan bahwa Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. tidak jauh berbeda dengan arti dari kata dasarnya.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekarang "fatalism". Di suatu pertemuan perkuliahan filsafat ilmu, telah disinggung tentang eseni fatal dan vital. Kala itu, disampaikan terkait apa yang dimaksut dengan "kaum fatal". Dijelaskan melalui satu cerita, begini, "Biarlah hp ini ku taruh di jalan, jika masih rejeki ku, maka tiada akan hilang". Pada saat itu, saya sedikit menyimpulkan apakah "fatal" berarti seseorang yang terlalu pasrah dan tidak mau beriktiar? Apakah fatalism merupakah paham yang berpendapat bahwa segala tindakan ditekankan pada takdir? Alhamdulillah, Alloh memberi saya kesempatan waktu, kesehatan, dan segala kenikmatan lainnya sehingga saya diijinkan berjumpa dengan beberapa sumber ilmu di atas. Berdasarkan bacaan yang saya baca, saya meilhat bahwa "fatalism" adalah suatu paham filsafat yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Faha inilah, yang membawa kaum fatalism merasa tidak berdaya dengan segala upayanya, karena semua yang ada di depan mereka sudah ditakdirkan, dan mereka tinggal menjalankan.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekarang "fatalism". Di suatu pertemuan perkuliahan filsafat ilmu, telah disinggung tentang eseni fatal dan vital. Kala itu, disampaikan terkait apa yang dimaksut dengan "kaum fatal". Dijelaskan melalui satu cerita, begini, "Biarlah hp ini ku taruh di jalan, jika masih rejeki ku, maka tiada akan hilang". Pada saat itu, saya sedikit menyimpulkan apakah "fatal" berarti seseorang yang terlalu pasrah dan tidak mau beriktiar? Apakah fatalism merupakah paham yang berpendapat bahwa segala tindakan ditekankan pada takdir? Alhamdulillah, Alloh memberi saya kesempatan waktu, kesehatan, dan segala kenikmatan lainnya sehingga saya diijinkan berjumpa dengan beberapa sumber ilmu di atas. Berdasarkan bacaan yang saya baca, saya meilhat bahwa "fatalism" adalah suatu paham filsafat yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Faha inilah, yang membawa kaum fatalism merasa tidak berdaya dengan segala upayanya, karena semua yang ada di depan mereka sudah ditakdirkan, dan mereka tinggal menjalankan.

    ReplyDelete
  8. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Fatalisme berkaitan dengan nasib atau takdir dimana manusia tidak bisa merubahnya karena semua adalah kuasa Allah SWT. Manusia itu terbatas sedang kekuasaan ALLah tidak terbatas. seperti halnya manusia yang berusaha menghadapi permasalahan yang menimpa setelah usaha yang dilakukan kemudian tiba saat sudah tidak bisa mengubah apapun keadaan, sehingga berkaitan dengan keputusan ada pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Pertama kali saya mendengar istilah fatalisme ketika saya menonton film yang berjudul “the art of getting by” yang menceritakan George (tokoh utama) seorang siswa yang berkepribadian fatalis. Sepengetahuan saya, fatalisme adalah suatu paham yang bersandar pada kepasrahan yang radikal berupa anggapan bahwa kehidupan ini sama sekali tidak bermakna toh suatu saat nanti kita akan mati jua. Fatalisme menunjukkan ketidakbergairahan dalam hidup, sehingga segala aktifitas dianggap sebagai hal-hal yang tidak bermakna. Pemikiran ini tentunya bertolakbelakang dengan ajaran Islam, sebab Allah tidak menyukai keputusasaan dalam hidup. Dalam paham ini, manusia menjadi objek bagi nasibnya sendiri.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Fatalisme berasal dari kata dasar fatal, yaitu sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup sehingga fatalisme merupakan suatu paham dalam cara pandang hidup. Paham ini disebut pula prinsip dalam menjalani kehidupan. Secara sosiologis fatalistis menunjukan sikap seseorang yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak, terutama pada saat menghadapi problema kehidupan. Sikap fatalis yang telah menjadi prinsip menjalani hidup sehari-hari, berubah menjadi paham fatalisme. Dalam agama, sikap ini berkaitan dengan cara pandang seseorang terhadap pemaknaan takdir atau kehendak Tuhan yang tidak dapat diubah sedikitpun, segala daya dan upaya tidak akan dapat merubah nasib.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Sebuah kehidupan pasti akan mengalami adanya masalah tergantung bagaimana manusia dapat mengatasi masalah tersebut. Fatalisme dapat dimaknai ketika seseorang sudah putus asa dala menjalani nasibnya dan tidak ada keinginan untuk berusaha merubahnya. Paham fatalisme tetu tidak cocok untuk diterapkan kepada siswa karena apabila siswa pasrah dengan nilai buruknya maka dia tidak akan ada usaha untuk memperbikinya. Berputus asa juga tidak dibenarkan dalam agama, karena walaupun semua sudah ditakdirkan namun manusia wajib berusaha(berikhtiar), sedangkan untuk urusan hasilnya barulah diserahkan kepada Tuhan. Istilahnya janganlah mundur dan menyerah sebelum berperang karena pasti akan diserang oleh musuh.

    ReplyDelete