Dec 2, 2012

FATALISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang FATALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit


68 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Fatalisme berkaitan dengan kepasrahan dalam menghadapi kehidupan. Pasrah tersebut muncul karena berpandangan bahwa segala sesuatu dalam hidup sudah ditentukan. Pandangan yang seperti ini sejenis dengan determinisme, namun fatalisme lebih parah karena menyebabkan sikap pasrah dalam kehidupan. Sesungguhnya sebagai umat beragama, seharusnya kita menyadari bahwa memang Allah telah menentukan takdir manusia, namun Allah tidak akan memberi cuma-cuma suatu nasib kepada manusia tanpa adanya suatu ikhtiar / usaha dari manusia itu. Bahkan berdoa pun bagian dari usaha, karena Allah menyukai ummat-Nya yang selalu berikhtiar dan berdoa kepada-Nya

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    fatalisme merupakan sebuah konsepsi filosofis anti-dielektis. menurut konsep ini segala proses di dunia sejak awal sudah ditakdirkan dan diatur oleh keharusan dan keniscayaan dengan mengesampingkan kebebasan dan usaha kreatif. pada mulanya fatalisme berkembang dalam mitologi sebagai gagasan manusia dan bahkan para dewa secara tak terelakkan diatur oleh nasib buta, tak berguna dan sia-sia.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://en.wikipedia.org/wiki/Fatalism, Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu gagasan berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. [1] Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. [2] Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminisme. Sikap mengundurkan diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian masa depan yang dianggap tak terelakkan. Friedrich Nietzsche menamai ide ini dengan "fatalisme Turki" [3] dalam bukunya The Wanderer and His Shadow. [4] Penerimaan itu tepat, bukan perlawanan terhadap keniscayaan. Keyakinan ini sangat mirip dengan kekalahan. Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/fatalism/ , Meskipun kata "fatalisme" biasanya digunakan untuk merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau peristiwa masa depan yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata tersebut untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain. Daripada apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dengan berbagai cara: dengan mengajukan banding atas hukum logis dan kebutuhan metafisik; Dengan menarik eksistensi dan sifat Tuhan; Dengan menarik determinisme kausal. Ketika berdebat dengan cara pertama, biasanya disebut "fatalisme logis" (atau, dalam beberapa kasus, "fatalisme metafisik"); Ketika diperdebatkan dengan cara kedua, biasanya disebut "fatalisme teologis". Bila didalilkan dengan cara ketiga sekarang tidak biasa disebut sebagai "fatalisme" sama sekali, dan argumen semacam itu tidak akan dibahas di sini. Minat terhadap argumen untuk fatalisme setidaknya ada pada pertanyaan bagaimana kesimpulan dapat dihindari seperti pada pertanyaan apakah itu benar.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Meskipun kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat dikatakan dalam berbagai cara: dengan banding ke hukum logis dan kebutuhan metafisik; oleh banding ke keberadaan dan sifat Alla.

    ReplyDelete
  6. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dapat diketahui bahwasanya fatalisme merupakan istilah dalam filsafat bagi seorang yang menyerahkan segala apa yang terjadi dan akan terjadi padanya atau yang lebih sering dikenal dengan pasrah, pasrah kepada keadaan dan cenderung menyerah tanpa adanya usaha untuk memperbaiki diri dan keadaan.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Fatalism is a philosophical doctrine that stresses the subjugation of all events or actions to fate. Fatalism generally refers to any of the following ideas:
    1. The view that we are powerless to do anything other than what we actually do. Included in this is that man has no power to influence the future, or indeed, his own actions. This belief is very similar to predeterminism.
    2. An attitude of resignation in the face of some future event or events which are thought to be inevitable. Friedrich Nietzsche named this idea with "Turkish fatalism" in his book The Wanderer and His Shadow.
    3. That acceptance is appropriate, rather than resistance against inevitability. This belief is very similar to defeatism.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Fatalism

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir. Meskipun kata fatalisme biasanya digunakan untuk merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau peristiwa masa depan yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata tersebut untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain.

    ReplyDelete
  9. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Fatalisme adalah cara pandang seorang atau sekelompok orang untuk menerima apa saja yang sudah terberi dan mengamini saja realitas kehidupannya dengan pasrah pasif, linear dan seragam. Secara laten maupun manifest, fatalisme sangat lekat dengan kehidupan masyarakat arkais, tradisional, konvensional, primordialistik, dan irasional. Karakter-karakter ini tereksplisitasi dalam pola pikir, pola laku dan pola tindakannya. Mereka menganggap apa yang sudah menjadi warisan budaya, etos, keadaan, kebiasaan, tradisi, dan dogma, 'meski buruk sekalipun', adalah sesuatu yang sudah baik, benar, legitim, tidak bisa diperbaiki lagi. Segala hal yang berbau menggugat dan upaya keluar dari 'apa yang sudah terberi' tersebut dianggap sangat mustahil dan kesia-siaan belaka.

    ReplyDelete
  10. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Masyarakat fatalis sangat alergik dan defensif terhadap hal yang berbau perbedaan, multikultur, rasional, kritis, dialektik, kreatif, inovatif, kebaruan dan berpikir out of box. Mereka cenderung resisten terhadap keanekaragaman, perubahan, perbaikan dan kritik. Menurut mereka, perubahan, perbedaan atau perbaikan sebaik apapun dianggap sebagai mimpi yang mengerikan bagi kehidupannya; sebab akan merusak sistem dan kenyamanan yang sudah berlaku lama. Bahkan secara argumentatif mereka membuat dalil empirik bahwa tidak sedikit masyarakat yang hancur masa depannya, justru karena cepat tergoda dengan tawaran perbedaan dan perubahan dan menganggap perubahan sebagai dewa penolong. Sejarah perang antarbangsa, konflik bernuansa SARA, degradasi moral, lunturnya nasionalisme, munculnya ambuigitas, anomali, chaos, desintegrasi, separatisme dan rasialisme, yang berdampak pada terhambatnya pembangunan dan pengembangan bangsa, sudah sangat faktis menggambarkan tentang dampak buruk dari perubahan. Bisa jadi, dugaan kaum fatalis dan determinis ini selaras dengan asumsi sisi buruk perubahan dan perbedaan yang pernah dikemukakan antara lain oleh Fukuyama dan Huntington tentang benturan peradaban (clash of civilization) atau masyarakat yang tidak beridentitas atau tanpa nilai (anomie) menurut Emile Durhkeim.

    ReplyDelete
  11. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jika kita perhatikan, Kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Fatalisme menyatakan bahwa segala yang terjadi dalam alam semesta ini adalah takdir dan tidak dapat diubah lagi. Fatalisme juga dapat didefinisikan sebagai pandangan seseorang yang mudah menyerah dalam menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Penganut paham ini sangat menggantungkan hidupnya pada takdir yang menurut mereka tidak dapat diubah lagi.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Fatal merupakan suatu kata yang memiliki makna tidak bisa diperbaiki lagi atau menerima konsekuensi/takdir. Dalam filsafat, Fatalisme adalah suatu paham yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu gagasan berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. Sering kita dengar kalimat seperti: jauhi hal itu, karena akan berakibat fatal.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fatalism berarti pasrah. Kepasraha dalam hidup seyogyanya dilakukan manusia dalam menjalani hidupnya.
    Sedih rasanya jika seorang manusia hanya menerima takdir dan hidup begitu saa tanpa memperjuangkan takdir dan hidupnya untuk menjadi lebih baik. Hidup sebenarnya adalah bagaimana cara kita menyikapi dan memaknai setiap proses hidup yang telah dipilih tanpa lupa atas segala nikmat yang telah diberikanNya.

    ReplyDelete
  14. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Fatalisme adalah cara pandang atau paham tentang keyakinan bahwa segala sesuatu pasti terjadi menurut caranya sendiri tanpa memperdulikan usaha kita untuk menghindari atau mencegahnya. Fatalisme berasal dari kata dasar fatal berarti sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup yang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Secara etimologi, berasal dari Bahasa Latin yaitu “fatum” yang berarti takdir. Pemahamannya bahwa hidup manusia sudah ditentukan oleh kekuasaan supranatural, kekuasaan metafisika.

    ReplyDelete
  15. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir.maksudnya hidup itu sudah takdir bahwa kita hidup jadi jalanilaha takdir itu. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu gagasan berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminisme. Sikap mengundurkan diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian masa depan yang dianggap tak terelakkan. Friedrich Nietzsche menamai ide ini dengan "fatalisme Turki" dalam bukunya The Wanderer and His Shadow.Penerimaan itu tepat, bukan perlawanan terhadap keniscayaan. Keyakinan ini sangat mirip dengan kekalahan.

    ReplyDelete
  16. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Fatalisme adalah suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing. sebuah sikap seseorang yg sangat pasrah dalam menghadapi permasalahan atau hidup dan tidak berusaha merubahnya. Fatalisme dari kata dasar fatal adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis.

    ReplyDelete
  17. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pengertian paham filsafat baru yaitu fatalism. Dimana sebelum melihat refrensi saya menebak bahwasanya ada hubungannya dengan fatal. Setelah saya memahami refrensinya saya mendapatkan pemahaman bahwa fatalism ini merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dari pengertian ini seharusnya kita ambil pelajaran bahwa berputus asa tidak terlalu baik untuk ditanamkan dalam kehidupan kita. jika kita berputus asa, kita seharusnya cepat-cepat bangkit kembali memperbaiki semuanya.

    ReplyDelete
  18. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fatalisme berasal dari kata dasar “fatal” yang merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Fatalisme juga memandang bahwa Tuhan mengetahui seluruh masa depan tanpa salah. Berbicara dalam filsafat fisika, pandangan fatalistik terhadap konsep waktu mempertanyakan apakah waktu seluruhnya telah ada? Jika memang waktu telah ada, fatalisme benar. Sebaliknya, fatalisme salah.

    ReplyDelete
  19. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Paham fatalisme memandang bahwa manusia tidak berdaya untuk melakukan apapun dari apa yang sebenarnya mereka lakukan. Pandangan ini berdampak negatif pada kehidupan bangsa, karena menonjolkan sikap tentang pengunduran diri dalam menghadapi peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan. Dengan kata lain, orang-orang yang menganut paham ini adalah orang-orang yang pesimis dan tidak percaya akan kemampuan diri sendiri untuk menghadapi masalah di masa yang akan datang. Bagi orang beragama Islam, sifat pesimis atau berputus asa dilarang oleh Allah Swt. jika kita pesimis, berarti kita tidak percaya akan kekuatan Allah Swt. atau kita tidak percaya bahwa Allah tidak mencintai kita dan tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan manusia. Apabila kita telah berusaha dengan sekuat tenaga, yang perlu kita lakukan hanyalah pasrah dan senantiasa berdo’a kepada-Nya, rahmat Allah itu sangatlah luas adanya.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Fatalisme umumnya merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan. Seorang filsuf menggunakan istilah ini untuk merujuk pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Hal ini dapat diconthkan sebagai sikap pasrah seseorang terhadap suatu keadaan (takdir). Dalam paham fatalisme seseorang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Faham ini berkeyakinan bahwa segala sesuatu pasti terjadi menurut caranya sendiri tanpa mempedulikan usaha kita untuk menghindari atau mencegahnya.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas c 2016

    Fatalisme memang kerap kali terjadi, terutama dalam ilmu science. paham fatalisme ini mengandung arti ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu padahal sebenarnya mereka mampu lakukan. Seperti halnya dalam logika berpikir. Gagasan kunci dari fatalisme logis adalah bahwa ada proposisi (pernyataan) yang benar tentang apa yang akan terjadi, dan ini benar terlepas dari kapan mereka dibuat. Kita sebagai ilmuwan tentunya harus mengupayakan agar pengetahuan yang kita peroleh ini terhindar dari fatalisme.

    ReplyDelete
  22. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Meskipun kata "fatalisme" biasanya digunakan untuk merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau peristiwa masa depan yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata tersebut untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain. Daripada apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dengan berbagai cara, dengan mengajukan banding atas hukum logis dan kebutuhan metafisik. Dengan menarik eksistensi dan sifat Tuhan. Dengan menarik determinisme kausal. Ketika berdebat dengan cara pertama, biasanya disebut "fatalisme logis" (atau, dalam beberapa kasus, "fatalisme metafisik"). Ketika diperdebatkan dengan cara kedua, biasanya disebut "fatalisme teologis".

    ReplyDelete
  23. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam fatalism menurut Aristotels bahwa untuk menentukan nilai kebenaran dari proposisi kompleks sebagian keputusannya tidak benar atau salah. Kita mempertimbangkan masing-masing cara yang memungkinkan di mana hal-hal dapat berubah, dan menghasilkan nilai kebenaran apa yang akan diberikan proposisi kompleks. Jika ternyata benar dalam setiap kasus, itu benar. Jika ternyata salah dalam setiap kasus, itu salah. Jika tidak, itu tidak benar atau salah. Tapi ada penolakan lain terhadap pengambilan keputusan Aristoteles tersebut yang membuat lebih sulit untuk diterima yaitu cara kita memperlakukan prediksi tanpa data apa-apa. Jika seseorang mengatakan pada tahun 1972, "Rum Merah akan memenangkan Grand National tahun depan", tentu, kita akan berpikir, dia benar. Tidak tepat di tahun 1973, tapi tepat di tahun 1972. Artinya, pasti apa yang dia katakan itu benar, saat dia mengatakannya, Tentu saja, kita tidak akan tahu pada tahun 1972 bahwa apa yang dia katakan itu benar. Apabila ternyata benar-benar terjadi, kita tidak menduga ada yang tak terelakkan tentang kemenangan itu. Hal-hal ini, tentu saja kita alami, adalah masalah kebetulan. Tapi, tentu saja, keberatan terhadap solusi Aristoteles ini juga merupakan keberatan atas argumen untuk fatalisme yang didasarkan pada asumsi bivalensi. Kita, secara efektif, menolak gagasan bahwa jika apa yang seseorang katakan pada satu waktu benar pada saat itu, maka keadaan dunia pada saat itu harus menentukan bahwa itu benar. Apa yang tampaknya kita cukup siap untuk menerima sebagai gantinya adalah gagasan bahwa untuk apa yang dikatakan benar pada suatu saat cukup jika keadaan dunia kadang-kadang akan seperti untuk memastikan bahwa hal itu benar adanya.

    ReplyDelete
  24. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya.Secara sederhana Fatalisme adalah pemikiran dan pengertian, bahwa hidup kita diserahkan pada nasib dan tidak mungkin bisa kita dapat mengubahnya

    ReplyDelete
  25. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Fatalism atau fatalisme berasal dari kata fatal. Menurut bahasa, fatal adalah celaka, apabila ditambah akhiran isme berarti paham atau aliran yang mencelakakan. Fatalisme mengarah kepada keputusan seorang manusia. Maka seandainya umat islam ingin memperoleh kemajuan, mereka perlu meninggalkan paham fatalisme itu. Fatalisme adalah aliran yang berprinsip manusia tidak mempunyai pilihan sama sekali dalam hidup ini, Manusia tidak memiliki pendapat, kehendak ataupun pilihan.

    ReplyDelete
  26. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Menurut fatalism, segala sesuatu pasti terjadi menurut caranya sendiri tanpa memperdulikan usaha untuk menghindari, bahkan mencegahya. Usaha yang dilakukan yang bertujuan untuk merubah nasib akan dipandang selalu sia-sia (gagal). Sehingga apa yang terjadi adalah sebuah kepastian. Secara tidak langsung, manusia akan bersikap pasrah dengan segala keadaan yang ada. Secara agama (islam), tentu hal ini tidak sesuai ajaran, karena sebuah kepasrahan tanpa melalui usaha/ ikhtiar adalah suatu hal yang tidak disukai Allah SWT.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, fatalisme merupakan suatu ideologi yang meyakini bahwa tindakan manusia tidak berpengaruh terhadap suatu kejadian yang terjadi. Misalkan: “Ada peluru yang bertuliskan nama seseorang atau tidak; jika tidak, maka tidak ada gunanya mengambil tindakan pencegahan, karena peluru tersebut tetap akan mengenainya walau bagaimanapun; Jika tidak maka tidak ada gunanya melakukan tindakan pencegahan karena peluru tersebut tidak akan mengenainya; maka bagaimanapun juga tidak ada gunanya melakukan tindakan pencegahan.” Suatu dilema mengabaikan kemungkinan yang sangat mungkin bahwa apakah peluru memiliki nama seseorang sebagai targetnya tergantung pada apakah seseorang sudah melakukan tindakan pencegahan. Fatalisme sering di pertentangkan dengan determinisme, yang dengan sendirinya tidak membawa implikasi bahwa tindakan manusia tidak efektif.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Fatalisme berasal dari kata fatal, seketika saya membaca kata fatal yang terlintas dipikiran saya adalah sesuatu akibat yang parah (fatal Akibatnya) dan tidak dapat dirubah lagi, dan ketika saya cek di Kamus Besar Bahasa Indonesia, memang benar arti dari kata fatal adalah (1) mematikan, (2) tidak dapat diubah atau diperbaiki lagi (tentang kerusakan, kesalahan) (3) menerima nasib (tidak dapat diubah lagi) celaka. kemudian saya cek istilah Fatalisme yang tertulis dalam link https://en.wikipedia.org/wiki/Fatalism, disana dituliskan bahwa Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. tidak jauh berbeda dengan arti dari kata dasarnya.

    ReplyDelete
  29. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekarang "fatalism". Di suatu pertemuan perkuliahan filsafat ilmu, telah disinggung tentang eseni fatal dan vital. Kala itu, disampaikan terkait apa yang dimaksut dengan "kaum fatal". Dijelaskan melalui satu cerita, begini, "Biarlah hp ini ku taruh di jalan, jika masih rejeki ku, maka tiada akan hilang". Pada saat itu, saya sedikit menyimpulkan apakah "fatal" berarti seseorang yang terlalu pasrah dan tidak mau beriktiar? Apakah fatalism merupakah paham yang berpendapat bahwa segala tindakan ditekankan pada takdir? Alhamdulillah, Alloh memberi saya kesempatan waktu, kesehatan, dan segala kenikmatan lainnya sehingga saya diijinkan berjumpa dengan beberapa sumber ilmu di atas. Berdasarkan bacaan yang saya baca, saya meilhat bahwa "fatalism" adalah suatu paham filsafat yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Faha inilah, yang membawa kaum fatalism merasa tidak berdaya dengan segala upayanya, karena semua yang ada di depan mereka sudah ditakdirkan, dan mereka tinggal menjalankan.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sekarang "fatalism". Di suatu pertemuan perkuliahan filsafat ilmu, telah disinggung tentang eseni fatal dan vital. Kala itu, disampaikan terkait apa yang dimaksut dengan "kaum fatal". Dijelaskan melalui satu cerita, begini, "Biarlah hp ini ku taruh di jalan, jika masih rejeki ku, maka tiada akan hilang". Pada saat itu, saya sedikit menyimpulkan apakah "fatal" berarti seseorang yang terlalu pasrah dan tidak mau beriktiar? Apakah fatalism merupakah paham yang berpendapat bahwa segala tindakan ditekankan pada takdir? Alhamdulillah, Alloh memberi saya kesempatan waktu, kesehatan, dan segala kenikmatan lainnya sehingga saya diijinkan berjumpa dengan beberapa sumber ilmu di atas. Berdasarkan bacaan yang saya baca, saya meilhat bahwa "fatalism" adalah suatu paham filsafat yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Faha inilah, yang membawa kaum fatalism merasa tidak berdaya dengan segala upayanya, karena semua yang ada di depan mereka sudah ditakdirkan, dan mereka tinggal menjalankan.

    ReplyDelete
  31. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Fatalisme berkaitan dengan nasib atau takdir dimana manusia tidak bisa merubahnya karena semua adalah kuasa Allah SWT. Manusia itu terbatas sedang kekuasaan ALLah tidak terbatas. seperti halnya manusia yang berusaha menghadapi permasalahan yang menimpa setelah usaha yang dilakukan kemudian tiba saat sudah tidak bisa mengubah apapun keadaan, sehingga berkaitan dengan keputusan ada pada Allah SWT.

    ReplyDelete
  32. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Pertama kali saya mendengar istilah fatalisme ketika saya menonton film yang berjudul “the art of getting by” yang menceritakan George (tokoh utama) seorang siswa yang berkepribadian fatalis. Sepengetahuan saya, fatalisme adalah suatu paham yang bersandar pada kepasrahan yang radikal berupa anggapan bahwa kehidupan ini sama sekali tidak bermakna toh suatu saat nanti kita akan mati jua. Fatalisme menunjukkan ketidakbergairahan dalam hidup, sehingga segala aktifitas dianggap sebagai hal-hal yang tidak bermakna. Pemikiran ini tentunya bertolakbelakang dengan ajaran Islam, sebab Allah tidak menyukai keputusasaan dalam hidup. Dalam paham ini, manusia menjadi objek bagi nasibnya sendiri.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Fatalisme berasal dari kata dasar fatal, yaitu sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup sehingga fatalisme merupakan suatu paham dalam cara pandang hidup. Paham ini disebut pula prinsip dalam menjalani kehidupan. Secara sosiologis fatalistis menunjukan sikap seseorang yang selalu menghilangkan peran dan inisiatif diri sendiri secara mutlak, terutama pada saat menghadapi problema kehidupan. Sikap fatalis yang telah menjadi prinsip menjalani hidup sehari-hari, berubah menjadi paham fatalisme. Dalam agama, sikap ini berkaitan dengan cara pandang seseorang terhadap pemaknaan takdir atau kehendak Tuhan yang tidak dapat diubah sedikitpun, segala daya dan upaya tidak akan dapat merubah nasib.

    ReplyDelete
  34. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Sebuah kehidupan pasti akan mengalami adanya masalah tergantung bagaimana manusia dapat mengatasi masalah tersebut. Fatalisme dapat dimaknai ketika seseorang sudah putus asa dala menjalani nasibnya dan tidak ada keinginan untuk berusaha merubahnya. Paham fatalisme tetu tidak cocok untuk diterapkan kepada siswa karena apabila siswa pasrah dengan nilai buruknya maka dia tidak akan ada usaha untuk memperbikinya. Berputus asa juga tidak dibenarkan dalam agama, karena walaupun semua sudah ditakdirkan namun manusia wajib berusaha(berikhtiar), sedangkan untuk urusan hasilnya barulah diserahkan kepada Tuhan. Istilahnya janganlah mundur dan menyerah sebelum berperang karena pasti akan diserang oleh musuh.

    ReplyDelete
  35. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Fatalism adalah paham yang memandang dunia itu sebagai nasib. Dunia itu ditentukan oleh dua hal, yaitu memilih dan dipilih. Dipilih itu biasanya yang kita sebut dengan takdir, takdir itu yang tidak bisa diubah seperti terlahir sebagai laki-laki atau perempuan. Sedangkan memilih itu berarti kita sudah melakukan suatu reduksi, sesuatu yang kita pilih yang akan menentukan kita nanti menjadi seperti apa. Jadi kita harus berhati-hati dalam memilih suatu hal.

    ReplyDelete
  36. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Pada paham fatalism, seseorang dikuasai oleh nasib yang ada. Seakan-akan hidup dijalani tanpa adanya ikhtiar. Sungguh sangatlah merugi jika melupakan potensi yang diberikan oleh Tuhan. Saya merasa bahwa di dalam hidup jika hanya memandang segalanya dari hal-hal yang ada baik itu mencakup dari tampak secara fisik atau materialnya saja kehidupan akan mudah sekali rapuh. Kerapuhan dapat disebabkan tidak ada upaya untuk mengisi relung hati. Padahal kehidupan memiliki dua celah yaitu dari pikiran dan hati. Jika hanya mengagung-agungkan logika tentunya tiadalah dapat menggapai dengan sempurna. Hal ini dikarenakan dari suatu yang nyata terdapat bagian-bagian yang tersembunyi dan tidak dapat diselami dengan logika saja. Sejatinya hidup berpasang-pasangan, pasangan daripada hal-hal yang kongkret adalah hal-hal yang abstrak.

    ReplyDelete
  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dalam bacaan ini saya menjadi terdiam sejenak.Saya terpaku dengan istilah-istilah yang secara tidak langsung juga mengenai terhadap diri saya.Rasa ketidak percayaan diri saya dalam mengahadapi setiap keadaan,sedikit-sedikit mengeluh, sedikit merasa putus asa.Apakah benar saya ini merupakan bagian dari Fatalisme?Saya berharap semoga saja bukan walaupun pada kenyataannya kadangkala rasa itu sering timbul tenggelam dalam diri ini.Karena yang saya tangkap dari bacaan, Fatalisme merupakan rasa ketakberdayaan untuk menghadapi segala sesuatu dan juga suatu sikap pengunduran diri terhadap suatu peristiwa di masa depan yang tak bisa terelakkan.Saya mungkin lebih senag membahasakannya dengan sikap yang tidak percaya pada diri sendiri.Fatalisme lebih memasrahkan dirinya pada takdir tanpa disertai dengan ikhtiar yang matang.

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Fatalisme adalah pandanggan yang menganggap bahwa segala sesuatu ditetapkan oleh nasib. Orang yang memiliki pandangan fatalis cenderung pasrah dan menunggu dalam mengahdapi masalah hidup. Fatalisme merupakan pandagan yang dihindari dalam beragama, namun tidak disangkal bahwa ada kaum beragama yang berpandangan fatalism. Tentu, selain percaya akan kuasa Tuhan manusia harus terus berusaha untuk menentukan nasibnya sendiri.

    ReplyDelete
  39. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Fatalise adalah cara pandang seseorang yang tidak mampu segala permasalahan hidup, terkadang seseorang melihat sesuatu hal itu hanya indahnya saja, tanpa mengetahui keseluruhannya. tidk semua manusia mempunyai kehidupan yang baik, terkadang ada orang yang erasa tidak sanggup berjuang melawan masalah hidup. Sebagai orang yang beragama, kita senantiasa dihadapkan dala permasalahan. Namun akan ada jalan keluar jikalau kita mau berusaha.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Seseorang yang cerdas itu karena memang dia terlahir "sudah cerdas". Seseorang yang mengalami kebangkrutan karena memang sudah saatnya dia bangkrut, dan lain sebagainya. Contoh-contoh tersebut biasa orang-orang sebut sebagai nasib. Contoh ini berhubungan dengan fatalisme. Fatalisme merupakan suatu paham yang beranggapan bahwa segala kejadian alam dan hidup manusia berada di luar kuasa manusia untuk mengubahnya dan berada pada kuasa penuh suatu prinsip dan sebab mutlak yang disebut sebagai nasib.

    ReplyDelete
  41. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Fatalisme merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan manusia yang tidak mampu untuk menghadapi kenyataan dalam hidupnya seperti putus asa, menyerah dan lainnya. Seperti yang disampaikan pada salah satu artikel diatas bahwa ketidakberdayaan manusia ini mengacu pada gagasan bahwa manusia tidak mampu untuk mempengaruhi masa depan ataupun tindakan mereka sendiri. Seperti aliran filsafat lainnya , fatalism juga terdapat diberbagai kebudayaan, pemikiran, jaman dan agama. Terima Kasih. Mohon Pencerahannya Prof.

    ReplyDelete
  42. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berdasarkan sumber yang saya baca, Fatalisme berasal dari kata dasar fatal. Fatalisme adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Fatalisme adalah paham yang menganggap bahwa segala sesuatu ditetapkan oleh nasib. Ini merupakan salah satu pandangan di antara pandangan-pandangan yang menentang atau menolak tindakan pemeliharaan Tuhan (providentia Dei) atas manusia. Dengan kata lain bahwa Tuhan tidak bertanggung jawab dan tidak dapat mengubah hidup manusia bahkan sampai pada penderitaan manusia sekalipun tetap dipandang sebagai takdir atau nasib.

    ReplyDelete
  43. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa fatalisme adalah doktrin filsafat yang menekankan penundukan semua kejadian atau tindakan pada takdir. Salah satu penjelasan umum mengenai fatalisme adalah pandangan bahwa manusia tidak memiliki upaya untuk melakukan sesuatu selain yang benar-benar kita lakukan. Hal ini termasuk manusia tidak mampu mempengaruhi masa depan, dll.

    ReplyDelete
  44. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa fatalisme adalah aliran filsafat yang bergantung pada nasib dan takdir.Fatalisme merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup.dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai nasib dan tidak bisa merubahnya. Aliran fatal dan vital, kedua aliran tersebut saling bertolak belakang.Sebagai seorang muslim hendaknya kita menhindari sikap ini, karena Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali ia berusaha untuk merubahnya sendiri.

    ReplyDelete
  45. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Fatalisme adalah faham atau cara pandang hidup, disebut pula prinsip dalam menjalani kehidupan. Dalam paham fatalisme, secara sadar atau tidak seseorang menyangka suatu keadaan sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa dirubahnya tanpa kehendak tuhan. Bahkan pandangan fatalisme menganggap segala nasib baik dan buruk mutlak datang dari kehendak Tuhan. Manusia tidak memiliki celah sedikitpun untuk merubahnya. Wassalamu’alaikum

    ReplyDelete
  46. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis. fatalisme sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa karena mereka yang menganut faham demikian akan membawa kehancuran dan kerusakan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  47. PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Fatalisme merupakanpaham yang menganggap bahwa segala sesuatu sudah ditetapkan oleh nasib. Dalam paham ini dapat dikatakan bahwa Tuhan tidak bertanggung jawab dan tidak dapat mengubah hidup manusia bahkan sampai pada penderitaan manusia sekalipun tetap dipandang sebagai takdir atau nasib.
    Pemeliharaan Allah sebagaimana diajarkan di dalam Alkitab, harus dianggap sebagai yang bertentangan dengan nasib dan kejadian yang kebetulan. Pada umumnya, paham ini telah menjadi keyakinan sepanjang masa bahwa segala hal yang terjadi secara kebetulan dan anggapan demikian pun masih menguasai sebagian besar orang sehingga pemeliharaan itu sendiri dikaburkan dan nasib atau kejadian secara kebetulan lebih ditonjolkan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Fatalisme dapat dipahami sebagai sebuah doktrin yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tidnakan terhadap takdir. Dalam pandangan fatalism terdapat gagasan bahwa kita tidak berdaya melakukan apa yang sebenarnya kita lakukan sehingga tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan. Dari yang saya pahami, fatalisme meyakini bahwa takdir memainkan keseluruhan peran dalam kehidupan kita. Takdir merupakan sesuatu yang tidak dapat kita ubah. Tetapi sebagai seorang muslim kita pun harus meyakini bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum tersbeut mengubahnya sendiri. Maka dalam hidup ini kita juga diberi kesempatan untuk memilih dan menentukan masa depan kita sendiri.

    ReplyDelete
  49. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam paham fatalisme memiliki keyakinan bahwa seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Menurut saya fatalisme adalah hal yang salah. Karena pada hakikatnya manusia mempunyai potensi untuk memilih dalam hidupnya. Sebagai seorang muslim, saya mempunyai keyakinan bahwa manusia diwajibkan untu selalu berikhtiar dalam hidupnya. Karena Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kalau bukan kaum tersebut yang mengubah sendiri nasibnya. Artinya manusia mempunyai andil dalam mengupayakan takdir yang dijalaninya.

    ReplyDelete
  50. Junianto
    PM C

    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Bahasa sederhana yang sering disampaikan Prof ketika perkuliahan adalah ikhtiar atau usaha. Jadi fatalisme adalah salah satu cara kita merubah nasib dengan berusaha/ berikhtiar semaksimal mungkin. Seperti dalam Firman Tuhan bahwa Allah tidak merubah nasib suatu kaum kecuali dia sendiri yang mau mengubahnya.

    ReplyDelete
  51. Latifah Fitriasari
    PM C

    Seseorang yang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya bisa mengakibatkan paham fatalism. Hal tersebut merupakan sebuah doktrin bahwa segala sesuatu terjadi menurut nasib yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sebagai sikap hidup atau kecenderungan, fatalisme terdapat dalam berbagai kebudayaan, pemikiran, jaman dan agama, serta mengandaikan berbagai aspek dan makna. Ia mmpunyai sikap yang dimiliki seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup dan menganut paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal.

    ReplyDelete
  52. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Fatalisme merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan takdir. Pengikut paham fatalisme percaya bahwa segala peristiwa terjadi menurut nasib yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu ide: a) Kita tidak berkuasa untuk melakukan suatu tindakan kecuali apa yang kita lakukan saat ini, b)sikap pengunduran diri dari apa yang akan terjadi pada masa depan, c) bahwa kita bebas melakukan tindakan apa pun, namun pada akhirnya tetap pada akhir yang sama, yang sudah ditentukan, d) bahwa penerimaan adalah sikap yang paling tepat.

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Fatalisme adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya.

    ReplyDelete
  54. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan pada penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakan mereka sendiri. Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminisme.

    ReplyDelete
  55. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Fatalisme adalah paham filsafat yang menekankan pada semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Fatalism memiliki pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakan mereka sendiri. Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminisme.

    ReplyDelete
  56. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Artinya, fatalisme juga dapat dikatakan sebagai sikap atau tindakan seseorang terhaap suatu konndisi atau kejadian tertentu. Seyogyanya, kita sebagai seorang hamba Allah dalam menghadapi kondisi atau keadaan apapun berlapang dada. Tidak pantas rasanya jika kita marah atau memaki terhadap suatu keadaan yang mtidak sesuai dengan harapan. Karena sebenar-benarnya manusia hanya merencanakan, Allah lah yang memutuskan.

    ReplyDelete
  57. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  58. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Manusia akan menganut faham fatalism sebenarnya adalah mereka yang telah berusaha keras untuk mencapai tujuan namun pada akhirnya mereka mendapatkan hal yang masih belum memuaskan. Hal ini dalam hal spiritualitas dikenal dengan takdir. Namun, jika seseorang sudah menganut paham fatalism dari mereka belum melakukan sesuatu, maka sebenarnya mereka telah membunuh diri mereka karena anggapan pada diri mereka yang tidak positif dan tidakberkenan untuk berusaha keras mencapai apa yang diinginkan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  59. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Fatalisme berasal dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah yang disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme seseorang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Pandangan tersebut sering kita jumpai di kalangan masyarakat pedesaan dengan mata pencaharian sebagai petani, seringkali mereka tidak bersemangat dalam merubah garis hidupnya, mereka kehilangan orientasi hidup untuk lebih baik. Bahkan bagi masyarakat Jepara yang terkenal sebagai Kota Ukir, para pengrajin ukir pun merasakan gejala fatalis yang parah. Mereka cenderung menerima nasib yang mendera dunia permeubelan yang digambarkan lesu darah. Upaya untuk meraih pasar yang prospektif seolah-olah tertutup oleh keterbelakangan “Sang Takdir”.

    ReplyDelete
  60. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Fatalism adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Fatalism sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa. Karena adanya rasa tidak optimis dan pada akhirnya mengalami rasa putus asa, sehingga berujung kepada keterpurukan.

    ReplyDelete
  61. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Defenisi dan Pengertian Fatalisme adalah suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing (fatum). Bagaimanapun usaha yang dilakukan, manusia tidak akan dapat berhasil mengubah keadaan atau nasib tersebut. Paham ini menjadikan seseorang pesimis dan tidak mau berusaha karena dia sudah yakin akan ketetapan nasibnya.

    ReplyDelete
  62. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Menurut pemahaman saya, fatalisme adalah keadaan pasrah. Dalam paham ini, manusia tidak perlu melakukan usaha apapun untuk mengubah jalan hidupnya. Padahal Tuhan tidak akan mengubah nasib seorang jika orang itu tidak berusaha. Semoga kita semua tidak terperangkap pada fatalisme.

    ReplyDelete
  63. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Fatalism adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan terhadap takdir. Fatalism ini merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain, daripada apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dengan berbagai cara: dengan mengajukan hukum logis dan kebutuhan metafisik yang disebut "fatalisme logis” atau “fatalisme metafisik”; dengan menarik eksistensi dan sifat Tuhan yang "fatalisme teologis"; dan dengan menarik determinisme kausal.

    ReplyDelete
  64. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis. fatalisme sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa karena mereka yang menganut faham demikian akan membawa kehancuran dan kerusakan.

    ReplyDelete
  65. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb
    Fatalisme berasal dari fatal, fatal adalah paham seseorang yang menganggap sebuah masalah, atau musibah yang tidak bisa diatasi. Fatalisme disini manusia dikuasai oleh nasib sehingga mereka tidak bisa merubahnya ini juga disebabkan karena mereka merasa tidak bisa dan tidak kuasa menangani semua masalah yang ada.

    ReplyDelete
  66. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Filsuf biasanya menggunakan istilah “fatalisme” untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal selain daripada apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dengan berbagai cara yaitu: pertama dengan membandingkan hukum logis dan kebutuhan metafisik; kedua dengan membandingkan eksistensi dan sifat Tuhan; ketiga dengan membandingkan determinisme kausal. Ketika berdebat dengan cara pertama, biasanya disebut "fatalisme logis" atau dalam beberapa kasus dikenal dengan "fatalisme metafisik"; Ketika diperdebatkan dengan cara kedua, biasanya disebut "fatalisme teologis". Bila diperdebatkan dengan cara ketiga tidak biasa disebut sebagai "fatalisme" sama sekali untuk saat ini.

    ReplyDelete
  67. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari apa yang saya coba pahami, fatalisme berkaitan erat dengan sifat pasrah manusia dalam menghadapi kehidupan. Menurut paham ini apa yang terjadi sudah merupakan takdir dan manusia tidak bisa merubahnya, dengan kata lain hidup hanya tinggal menjalani takdir tersebut. Sikap pasrah dalam menghadapi masalah seperti ini tentu sangat berbahaya karena menyebabkan manusia enggan berusaha untuk mencapai kondisi atau situasi yang lebih baik. Padahal dalam agama saya, ada takdir yang memang tidak bisa diubah, namun ada yang bisa diubah. Diantaranya dengan doa dan iktiar.

    ReplyDelete
  68. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Hidup manusia itu di antara fatal dan vital. Keduanya saling bertolak belakang. Di mana fatalisme adalah berserah 100 % kepada nasib. Sedangkan sikap dimana mengandalkan 100% kepada nasib disebut vitalisme. Karena hidup ini hakikatnya di tengah keduanya maka selain kita percaya pada nasib yang telah ditentukan akan tetapi juga tetap berusaha untuk mendapat yang lebih baik. Seperti janji Allah dalam firman-Nya bahwa Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kecuali jika kaum itu merubah sendiri keadaannya. Inilah mengapa manusia tetap harus terus berusaha meski segala keputusan adalah kehendak yang Maha Kuasa. Nasib yang baik tetap harus kita perjuangkan. Keberuntungan itu tidak dapat serta merta kita peroleh. Keberuntungan itu juga harus kita perjuangkan. Semuanya tidak ada yang sia-sia. Karena keajaiban adalah nama lain dari kerja keras. Oleh karena itu, kita dalam hidup di dunia ini tidak boleh sampai fatal, akan tetapi harus memperjuangkan nasib kita

    ReplyDelete