Dec 2, 2012

FATALISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang FATALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit


37 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Ada sejumlah argumen untuk fatalisme, dan tampaknya bahwa salah satu cara melawan mereka semua akan mengadopsi solusi Aristotelian, atau sesuatu yang mirip dengan itu. Akan rapi jika bisa dibuat bahwa ini adalah satu-satunya solusi, sehingga nasib fatalisme itu terkait erat dengan nasib solusi Aristotelian. Tapi itu tidak tampak bahwa ini begitu, kecuali mungkin, pada asumsi bahwa Tuhan maha tahu ada, dalam kaitannya dengan pengetahuan menengah. Tetapi bahkan kemudian, solusinya adalah hanya hubungan miskin untuk solusi Aristoteles. Jadi adalah mungkin bahwa baik fatalisme dan solusi Aristotelian salah. Dan, tentu saja, selalu mungkin, untuk semua yang telah dikatakan, bahwa fatalisme benar.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Fatalism merupakan doktrin filsafat yang menekankan penaklukan dari semua kejadian atau tindakan berdasarkan nasib. Hal ini berarti sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau kehidupan yelah digariskan sesuai dengan nasib atau taksirnya masing-masing sehingga takdir tersebut tidak dapar diubah. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Fatalisme adalah aliran filsafat yang berprinsip, manusia tidak mempunyai pilihan sama sekali didalam hidup ini. Dalam fatalism ini dimana sesorang terjebak dalam nasib dan tidak dapat dirubah. Ketika seseorang dalam melakukan sesuatu hanya pasrah pada nasib, sebenar- benarnya ia termasuk fatalism karena tak dapat mengubahnya.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Fatalisme adalah filosofis doktrin yang menekankan penaklukan dari semua kejadian atau tindakan untuk nasib .
    Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu dari ide-ide berikut:
    1. Pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. [1] Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. [2] Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminism .
    2. Sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan. Friedrich Nietzsche bernama ide ini dengan "fatalisme Turki" [3] dalam bukunya The Wanderer dan Shadow-Nya . [4]
    3. penerimaan yang sesuai, bukan perlawanan terhadap keniscayaan. Keyakinan ini sangat mirip dengan sikap menyerah .

    Meskipun kata “fatalisme” umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dalam berbagai cara: dengan banding ke hukum logis dan kebutuhan metafisik; oleh banding ke keberadaan dan sifat Allah; oleh banding ke determinisme kausal

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis. fatalisme sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa karena mereka yang menganut faham demikian akan membawa kehancuran dan kerusakan.

    ReplyDelete
  7. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam sehari hari kita sering mendengar kata fatal. Kata ini sering dilontarkan orang ketika terjadi sebuah hal yang kacau, atau kerusakan yang tak bisa dibenahi lagi. Jika penyakit, maka tak bisa disembuhkan lagi. Jika orang dipecat kerja maka ia telah melakukan kesalahan pada kantornya yang merusak.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Fatalism adalah paham bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing. Dapat juga diartikan sebagai sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalism. Dalam paham fatalism, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Bagaimanapun usaha yang dilakukan, manusia tidak akan dapat berhasil mengubah keadaan atau nasib tersebut. Fatalism sangat berbahaya bagi perkembangan suatu bangsa.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Dapat diartikan pula ketika seseorang menghadapi permasalahan maka dia dianggap dalam keadaan fatal.
    Akan tetapi berbeda dengan pandangan ketika kita tahu bahwasannya hidup merupakan serangkaian masalah yang memang harus diselesaikan dengan bijak.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Fatalism merupakan pandangan mengenai semua peristiwa yang terjadi dimasa lampau, tindakan dan insiden yang dilakukan manusia membentuk kisah dalam kehidupan individu yang ditentukan oleh takdir. Determinism bukanlah fatalisme yang menyatakan bahwa gagasan mengenai tindakan kita tidak dapat membuat perbedaan dalam menentukan nasib manusia. Maka kita tidak dapat menghidar dari takdir yang ditentukan oleh Allah SWT, kita haruslah banyak berdo’a dan berusaha agar takdir yang ditentukan oleh Allah SWT merupakan takdir yang baik.

    ReplyDelete
  11. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Fatalisme merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan takdir. Pengikut paham fatalisme percaya bahwa segala peristiwa terjadi menurut nasib yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu ide: a) Kita tidak berkuasa untuk melakukan suatu tindakan kecuali apa yang kita lakukan saat ini, b)sikap pengunduran diri dari apa yang akan terjadi pada masa depan, c) bahwa kita bebas melakukan tindakan apa pun, namun pada akhirnya tetap pada akhir yang sama, yang sudah ditentukan, d) bahwa penerimaan adalah sikap yang paling tepat.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya. Sehingga apa yang terjadi memang sudah ditakdirkan.
    Manusia mungkin tidak dapat berusaha untuk mengubahnya. Sehingga usaha apapun yang dilakukan dianggap suatu kegiatan yang tidak berarti atau sia-sia.
    Sehingga memang suadah ketentuan yang mutlak tidak dapat diubah.

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Fatalisme berkaitan dengan kepasrahan dalam menghadapi kehidupan. Pasrah tersebut muncul karena berpandangan bahwa segala sesuatu dalam hidup sudah ditentukan. Pandangan yang seperti ini sejenis dengan determinisme, namun fatalisme lebih parah karena menyebabkan sikap pasrah dalam kehidupan. Sesungguhnya sebagai umat beragama, seharusnya kita menyadari bahwa memang Allah telah menentukan takdir manusia, namun Allah tidak akan memberi cuma-cuma suatu nasib kepada manusia tanpa adanya suatu ikhtiar / usaha dari manusia itu. Bahkan berdoa pun bagian dari usaha, karena Allah menyukai ummat-Nya yang selalu berikhtiar dan berdoa kepada-Nya

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    fatalisme merupakan sebuah konsepsi filosofis anti-dielektis. menurut konsep ini segala proses di dunia sejak awal sudah ditakdirkan dan diatur oleh keharusan dan keniscayaan dengan mengesampingkan kebebasan dan usaha kreatif. pada mulanya fatalisme berkembang dalam mitologi sebagai gagasan manusia dan bahkan para dewa secara tak terelakkan diatur oleh nasib buta, tak berguna dan sia-sia.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://en.wikipedia.org/wiki/Fatalism, Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu gagasan berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. [1] Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. [2] Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminisme. Sikap mengundurkan diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian masa depan yang dianggap tak terelakkan. Friedrich Nietzsche menamai ide ini dengan "fatalisme Turki" [3] dalam bukunya The Wanderer and His Shadow. [4] Penerimaan itu tepat, bukan perlawanan terhadap keniscayaan. Keyakinan ini sangat mirip dengan kekalahan. Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa mengubahnya.

    ReplyDelete
  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/fatalism/ , Meskipun kata "fatalisme" biasanya digunakan untuk merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau peristiwa masa depan yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata tersebut untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain. Daripada apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dengan berbagai cara: dengan mengajukan banding atas hukum logis dan kebutuhan metafisik; Dengan menarik eksistensi dan sifat Tuhan; Dengan menarik determinisme kausal. Ketika berdebat dengan cara pertama, biasanya disebut "fatalisme logis" (atau, dalam beberapa kasus, "fatalisme metafisik"); Ketika diperdebatkan dengan cara kedua, biasanya disebut "fatalisme teologis". Bila didalilkan dengan cara ketiga sekarang tidak biasa disebut sebagai "fatalisme" sama sekali, dan argumen semacam itu tidak akan dibahas di sini. Minat terhadap argumen untuk fatalisme setidaknya ada pada pertanyaan bagaimana kesimpulan dapat dihindari seperti pada pertanyaan apakah itu benar.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Meskipun kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat dikatakan dalam berbagai cara: dengan banding ke hukum logis dan kebutuhan metafisik; oleh banding ke keberadaan dan sifat Alla.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dapat diketahui bahwasanya fatalisme merupakan istilah dalam filsafat bagi seorang yang menyerahkan segala apa yang terjadi dan akan terjadi padanya atau yang lebih sering dikenal dengan pasrah, pasrah kepada keadaan dan cenderung menyerah tanpa adanya usaha untuk memperbaiki diri dan keadaan.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Fatalism is a philosophical doctrine that stresses the subjugation of all events or actions to fate. Fatalism generally refers to any of the following ideas:
    1. The view that we are powerless to do anything other than what we actually do. Included in this is that man has no power to influence the future, or indeed, his own actions. This belief is very similar to predeterminism.
    2. An attitude of resignation in the face of some future event or events which are thought to be inevitable. Friedrich Nietzsche named this idea with "Turkish fatalism" in his book The Wanderer and His Shadow.
    3. That acceptance is appropriate, rather than resistance against inevitability. This belief is very similar to defeatism.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Fatalism

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir. Meskipun kata fatalisme biasanya digunakan untuk merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau peristiwa masa depan yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata tersebut untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Fatalisme adalah cara pandang seorang atau sekelompok orang untuk menerima apa saja yang sudah terberi dan mengamini saja realitas kehidupannya dengan pasrah pasif, linear dan seragam. Secara laten maupun manifest, fatalisme sangat lekat dengan kehidupan masyarakat arkais, tradisional, konvensional, primordialistik, dan irasional. Karakter-karakter ini tereksplisitasi dalam pola pikir, pola laku dan pola tindakannya. Mereka menganggap apa yang sudah menjadi warisan budaya, etos, keadaan, kebiasaan, tradisi, dan dogma, 'meski buruk sekalipun', adalah sesuatu yang sudah baik, benar, legitim, tidak bisa diperbaiki lagi. Segala hal yang berbau menggugat dan upaya keluar dari 'apa yang sudah terberi' tersebut dianggap sangat mustahil dan kesia-siaan belaka.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Masyarakat fatalis sangat alergik dan defensif terhadap hal yang berbau perbedaan, multikultur, rasional, kritis, dialektik, kreatif, inovatif, kebaruan dan berpikir out of box. Mereka cenderung resisten terhadap keanekaragaman, perubahan, perbaikan dan kritik. Menurut mereka, perubahan, perbedaan atau perbaikan sebaik apapun dianggap sebagai mimpi yang mengerikan bagi kehidupannya; sebab akan merusak sistem dan kenyamanan yang sudah berlaku lama. Bahkan secara argumentatif mereka membuat dalil empirik bahwa tidak sedikit masyarakat yang hancur masa depannya, justru karena cepat tergoda dengan tawaran perbedaan dan perubahan dan menganggap perubahan sebagai dewa penolong. Sejarah perang antarbangsa, konflik bernuansa SARA, degradasi moral, lunturnya nasionalisme, munculnya ambuigitas, anomali, chaos, desintegrasi, separatisme dan rasialisme, yang berdampak pada terhambatnya pembangunan dan pengembangan bangsa, sudah sangat faktis menggambarkan tentang dampak buruk dari perubahan. Bisa jadi, dugaan kaum fatalis dan determinis ini selaras dengan asumsi sisi buruk perubahan dan perbedaan yang pernah dikemukakan antara lain oleh Fukuyama dan Huntington tentang benturan peradaban (clash of civilization) atau masyarakat yang tidak beridentitas atau tanpa nilai (anomie) menurut Emile Durhkeim.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jika kita perhatikan, Kata "fatalisme" umumnya digunakan untuk merujuk kepada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Fatalisme menyatakan bahwa segala yang terjadi dalam alam semesta ini adalah takdir dan tidak dapat diubah lagi. Fatalisme juga dapat didefinisikan sebagai pandangan seseorang yang mudah menyerah dalam menghadapi segala permasalahan dalam kehidupan. Penganut paham ini sangat menggantungkan hidupnya pada takdir yang menurut mereka tidak dapat diubah lagi.

    ReplyDelete
  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Fatal merupakan suatu kata yang memiliki makna tidak bisa diperbaiki lagi atau menerima konsekuensi/takdir. Dalam filsafat, Fatalisme adalah suatu paham yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu gagasan berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. Sering kita dengar kalimat seperti: jauhi hal itu, karena akan berakibat fatal.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fatalism berarti pasrah. Kepasraha dalam hidup seyogyanya dilakukan manusia dalam menjalani hidupnya.
    Sedih rasanya jika seorang manusia hanya menerima takdir dan hidup begitu saa tanpa memperjuangkan takdir dan hidupnya untuk menjadi lebih baik. Hidup sebenarnya adalah bagaimana cara kita menyikapi dan memaknai setiap proses hidup yang telah dipilih tanpa lupa atas segala nikmat yang telah diberikanNya.

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Fatalisme adalah cara pandang atau paham tentang keyakinan bahwa segala sesuatu pasti terjadi menurut caranya sendiri tanpa memperdulikan usaha kita untuk menghindari atau mencegahnya. Fatalisme berasal dari kata dasar fatal berarti sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup yang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Secara etimologi, berasal dari Bahasa Latin yaitu “fatum” yang berarti takdir. Pemahamannya bahwa hidup manusia sudah ditentukan oleh kekuasaan supranatural, kekuasaan metafisika.

    ReplyDelete
  27. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Fatalisme adalah doktrin filosofis yang menekankan penaklukan semua kejadian atau tindakan yang takdir.maksudnya hidup itu sudah takdir bahwa kita hidup jadi jalanilaha takdir itu. Fatalisme umumnya mengacu pada salah satu gagasan berikut: Pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan apapun selain apa yang sebenarnya kita lakukan. Termasuk dalam hal ini adalah bahwa manusia tidak memiliki kekuatan untuk mempengaruhi masa depan, atau memang, tindakannya sendiri. Keyakinan ini sangat mirip dengan predeterminisme. Sikap mengundurkan diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau kejadian masa depan yang dianggap tak terelakkan. Friedrich Nietzsche menamai ide ini dengan "fatalisme Turki" dalam bukunya The Wanderer and His Shadow.Penerimaan itu tepat, bukan perlawanan terhadap keniscayaan. Keyakinan ini sangat mirip dengan kekalahan.

    ReplyDelete
  28. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Fatalisme adalah suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing. sebuah sikap seseorang yg sangat pasrah dalam menghadapi permasalahan atau hidup dan tidak berusaha merubahnya. Fatalisme dari kata dasar fatal adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Kata sifat daripada fatalisme adalah fatalistis.

    ReplyDelete
  29. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pengertian paham filsafat baru yaitu fatalism. Dimana sebelum melihat refrensi saya menebak bahwasanya ada hubungannya dengan fatal. Setelah saya memahami refrensinya saya mendapatkan pemahaman bahwa fatalism ini merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dari pengertian ini seharusnya kita ambil pelajaran bahwa berputus asa tidak terlalu baik untuk ditanamkan dalam kehidupan kita. jika kita berputus asa, kita seharusnya cepat-cepat bangkit kembali memperbaiki semuanya.

    ReplyDelete
  30. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Fatalisme berasal dari kata dasar “fatal” yang merupakan sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat putus asa dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Fatalisme juga memandang bahwa Tuhan mengetahui seluruh masa depan tanpa salah. Berbicara dalam filsafat fisika, pandangan fatalistik terhadap konsep waktu mempertanyakan apakah waktu seluruhnya telah ada? Jika memang waktu telah ada, fatalisme benar. Sebaliknya, fatalisme salah.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Paham fatalisme memandang bahwa manusia tidak berdaya untuk melakukan apapun dari apa yang sebenarnya mereka lakukan. Pandangan ini berdampak negatif pada kehidupan bangsa, karena menonjolkan sikap tentang pengunduran diri dalam menghadapi peristiwa atau kejadian yang dianggap tak terelakkan di masa depan. Dengan kata lain, orang-orang yang menganut paham ini adalah orang-orang yang pesimis dan tidak percaya akan kemampuan diri sendiri untuk menghadapi masalah di masa yang akan datang. Bagi orang beragama Islam, sifat pesimis atau berputus asa dilarang oleh Allah Swt. jika kita pesimis, berarti kita tidak percaya akan kekuatan Allah Swt. atau kita tidak percaya bahwa Allah tidak mencintai kita dan tidak akan memberikan ujian melebihi batas kemampuan manusia. Apabila kita telah berusaha dengan sekuat tenaga, yang perlu kita lakukan hanyalah pasrah dan senantiasa berdo’a kepada-Nya, rahmat Allah itu sangatlah luas adanya.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Fatalisme umumnya merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa masa depan atau peristiwa yang dianggap tak terelakkan. Seorang filsuf menggunakan istilah ini untuk merujuk pandangan bahwa kita tidak berdaya untuk melakukan apa pun dari apa yang sebenarnya kita lakukan. Hal ini dapat diconthkan sebagai sikap pasrah seseorang terhadap suatu keadaan (takdir). Dalam paham fatalisme seseorang dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya. Faham ini berkeyakinan bahwa segala sesuatu pasti terjadi menurut caranya sendiri tanpa mempedulikan usaha kita untuk menghindari atau mencegahnya.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas c 2016

    Fatalisme memang kerap kali terjadi, terutama dalam ilmu science. paham fatalisme ini mengandung arti ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu padahal sebenarnya mereka mampu lakukan. Seperti halnya dalam logika berpikir. Gagasan kunci dari fatalisme logis adalah bahwa ada proposisi (pernyataan) yang benar tentang apa yang akan terjadi, dan ini benar terlepas dari kapan mereka dibuat. Kita sebagai ilmuwan tentunya harus mengupayakan agar pengetahuan yang kita peroleh ini terhindar dari fatalisme.

    ReplyDelete
  34. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Meskipun kata "fatalisme" biasanya digunakan untuk merujuk pada sikap pengunduran diri dalam menghadapi beberapa peristiwa atau peristiwa masa depan yang dianggap tak terelakkan, filsuf biasanya menggunakan kata tersebut untuk merujuk pada pandangan bahwa kita tidak berdaya melakukan hal lain. Daripada apa yang sebenarnya kita lakukan. Pandangan ini dapat diperdebatkan dengan berbagai cara, dengan mengajukan banding atas hukum logis dan kebutuhan metafisik. Dengan menarik eksistensi dan sifat Tuhan. Dengan menarik determinisme kausal. Ketika berdebat dengan cara pertama, biasanya disebut "fatalisme logis" (atau, dalam beberapa kasus, "fatalisme metafisik"). Ketika diperdebatkan dengan cara kedua, biasanya disebut "fatalisme teologis".

    ReplyDelete
  35. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam fatalism menurut Aristotels bahwa untuk menentukan nilai kebenaran dari proposisi kompleks sebagian keputusannya tidak benar atau salah. Kita mempertimbangkan masing-masing cara yang memungkinkan di mana hal-hal dapat berubah, dan menghasilkan nilai kebenaran apa yang akan diberikan proposisi kompleks. Jika ternyata benar dalam setiap kasus, itu benar. Jika ternyata salah dalam setiap kasus, itu salah. Jika tidak, itu tidak benar atau salah. Tapi ada penolakan lain terhadap pengambilan keputusan Aristoteles tersebut yang membuat lebih sulit untuk diterima yaitu cara kita memperlakukan prediksi tanpa data apa-apa. Jika seseorang mengatakan pada tahun 1972, "Rum Merah akan memenangkan Grand National tahun depan", tentu, kita akan berpikir, dia benar. Tidak tepat di tahun 1973, tapi tepat di tahun 1972. Artinya, pasti apa yang dia katakan itu benar, saat dia mengatakannya, Tentu saja, kita tidak akan tahu pada tahun 1972 bahwa apa yang dia katakan itu benar. Apabila ternyata benar-benar terjadi, kita tidak menduga ada yang tak terelakkan tentang kemenangan itu. Hal-hal ini, tentu saja kita alami, adalah masalah kebetulan. Tapi, tentu saja, keberatan terhadap solusi Aristoteles ini juga merupakan keberatan atas argumen untuk fatalisme yang didasarkan pada asumsi bivalensi. Kita, secara efektif, menolak gagasan bahwa jika apa yang seseorang katakan pada satu waktu benar pada saat itu, maka keadaan dunia pada saat itu harus menentukan bahwa itu benar. Apa yang tampaknya kita cukup siap untuk menerima sebagai gantinya adalah gagasan bahwa untuk apa yang dikatakan benar pada suatu saat cukup jika keadaan dunia kadang-kadang akan seperti untuk memastikan bahwa hal itu benar adanya.

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Defenisi dan Pengertian Fatalisme adalah suatu ajaran bahwa semua keadaan atau perbuatan seseorang pada hakekatnya sudah dipastikan terlebih dahulu oleh nasibnya masing-masing (fatum). Bagaimanapun usaha yang dilakukan, manusia tidak akan dapat berhasil mengubah keadaan atau nasib tersebut. Dalam agama islam ada yang disebut sebagai aliran Jabariyah, yang menganggap dia tak bebas berbuat dan berkehendak sesuai dengan pilihannya, tetapi ia hanya terpaksa di dalam melakukan perbuatan tertentu. Karena sudah ditakdirkan.

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Fatalisme dari kata dasar fatal, adalah sebuah sikap seseorang dalam menghadapi permasalahan atau hidup. Apabila paham seseorang dianggap sangat pasrah dalam segala hal, maka inilah disebut fatalisme. Dalam paham fatalisme, seseorang sudah dikuasai oleh nasib dan tidak bisa merubahnya.Secara sederhana Fatalisme adalah pemikiran dan pengertian, bahwa hidup kita diserahkan pada nasib dan tidak mungkin bisa kita dapat mengubahnya

    ReplyDelete